Anda di halaman 1dari 7

PERTANYAAN

1. Apa yang dimaksud dengan rekayasa genetika?


2. Apa yang dimaksud dengan DNA rekombinan?
3. Apa yang dimaksud dengan plasmid?
4. Sebutkan tahap-tahap rekayasa genetika!
5. Apa yang dimaksud dengan enzim restriksi?
6. Apa saja bentuk rekayasa genetika dalam bidang kedokteran?
7. Sebutkan pengertian dari :
a. Insulin
b. Antibody
c. Antibiotik
d. Vaksin
8. Sebutkan macam-macam penggolongan antibiotik!
9. Sebutkan tahap pembuatan insulin pada manusia oleh bakteri melalui teknik
pencangkokan gen!
10. Sebutkan 3 komponen penting dalam pembuatan tanaman transgenik!
11. Sebutkan kegunaan protein ATT bagi tubuh manusia!
12. Sebutkan tahapan teknik klona embrio pada hewan ternak!
13. Jelaskan proses pengkloningan domba dolly yang dilakukan oleh Ian Wilnut!
14. Sebutkan sifat yang banyak dikembangkan untuk pembuatan tanaman transgenik!
15. Sebutkan dampak negatif penggunaan hormon pertumbuhan hasil rekayasa
genetika!







JAWABAN

1. Rekayasa genetika adalah kegiatan manipulasi gen untuk mendapatkan produk baru
dengan cara membuat DNA rekombinan melalui penyisipan gen.
2. DNA rekombinan adalah DNA yang urutannya telah direkombinasikan agar
memiliki sifat-sifat atau fungsi yang kita inginkan sehingga organisme penerimanya
mengekspresikan sifat atau melakukan fungsi yang kita inginkan.
3. Plasmid adalah gen yang melingkar yang terdapat dalam sel bakteri, tak terikat pada
kromosom.
4. Tahapan-tahapan dalam rekayasa genetika adalah sebagai berikut:
1.Membuat Kompeten Sel
2. Transformasi Sel Kompeten
3. Seleksi Bakteri Transforman
4.Pemotongan DNA dengan Enzim Endonuklease dan Elektroforesis
5. Elektroforesis dengan Agarose Gel
5. Enzim restriksi (endonuklease) adalah enzim yang berasal dari bakteri yang berasal
dari bakteri yang mampu memotong DNA double strain.
6. Bentuk rekayasa dalam bidang kedokteran adalah hormone, terapi gen manusia,
antibody monoclonal, vaksin, dan antibiotic.
7. a. Insulin adalah salah satu protein yang mengatur metabolisme gula dalam tubuh.
b. Antibody adalah protein yang di produksi oleh sistem imunitas sebagai sistem
pertahanan untuk melawan infeksi.
c. Antibiotik adalah senyawa yang dihasilkan dari bakteri atau jamur yang
menghambat pertumbuhan mikrob lainnya.
d. Vaksin adalah mikroorganisme yang telah dilemahkan dan tidak berbahaya yang
berguna untuk mencegah penyakit infeksi.
8. Macam-macam penggolongan antibiotic adalah penisilin, tetrasiklin, sefalosporin,
dan eritromisin
9. Teknik pembuatan insulin manusia oleh bakteri melalui teknik pencangkokan gen
sebagai berikut.
a. Insulin manusia tersusun atas dua rantai protein, yaitu rantai A dan B
b. Urutan basa dalam DNA yang mengkode masing-masing rantai dibuatdalam
tabung reaksi dengan struktur yang sudah diketahui dari insulin.
c. Tiap molekul DNA dihubungkan dengan gen bakteri (yang mengkode enzim -
galaktosidase) sehingga terbentuk gen jibrid (gabungan).
d. Bila gen-gen ini terpisah dimasukkan ke dalam sel-sel bakteri, maka tiap gen
hibrid menunjukkan ekspresinya
e. Akhirnya bakteri membuat suatu hibrid protein -galaktosidase-insulin A atau B.
f. Protein hibrid dipisahkan dari pritein bakteri lainnya, dan rantai insulin
dibebaskan dengan perlakuan kimia.
g. Dua rantai peptida tersebut menyatu dan terbentuklah insulin manusia yang aktif.
10. 3 komponen penting dalam pembuatan tanaman transgenic adalah isolasi gen target,
proses transfer gen ke tanaman target dan expresi gen pada tanaman transgenic.
11. Protein ATT berguna untuk mengobati penyakit paru-paru pada manusia, misalnya
fibrosis sistik dan emfisema (menggelembungnya membrane alveoli hingga pecah
sehingga menyebabkan bronchitis kronis).
12. Tahapan teknik klona embrio pada hewan ternak, misalnya sapi :
a. Sel telur yang diambil dari sapi betina dibuahi dengan sperma dari sapi jantan
terbaik (pembuahan dalam cawan petri disebut fertilisasi in vitro)
b. Sel telur yang telah dibuahi akan membentuk kumpulan sel (embrio muda
tersebut dipisahkan menjadi beberapa bagian, setiap bagian embrio merupakan
klon yang secara genetik identik)
c. Embrio-embrio tersebut kemudian ditanamkan pada rahim sapi-sapi betina
dewasa l ainnya( induk angkat)
d. Embrio-embrio akan tumbuh menjadi anak-anak sapi yang siap dilahirkan dengan
sifat yang sama seperti induknya.
13. Tahun 1996, Ian Willmut mengkloning domba. Ia menggunakan sel kelenjar susu
domba finn dorset sebagai donor inti dan sel telur domba blackface sebagai resipien.
Sel telur domba blackface dihilangkan intinya dengan cara mengisap nukleusnya
keluar dari sel menggunakan pipet mikro. Kemudian, sel kelenjar susu domba finn
dorsetg difusikan dengan sel telur blackface yang tanpa nukleus. Hasil fusi ini
kemudian berkembang menjadi embrio dalam tabung percobaan dan kemudian
dipindahkan ke rahim domba blackface. Kemudian embrio berkembang dan lahir
dengan ciri-ciri sama dengan domba finn dorset, dan domba hasil kloning ini diberi
nama Dolly.
14. Sifat yang banyak dikembangkan untuk pembuatan tanaman transgenic yaitu (1) gen
resistensi terhadap hama, penyakit dan herbisida, (2) gen kandungan protein tinggi,
(3) gen resistensi terhadap stres lingkungan seperti kadar alumium tinggi ataupun
kekeringan dan (4) gen yang mengekspresikan suatu ciri fenotipe yang sangat
menarik seperti warna dan bentuk bunga, bentuk daun dan pohon yang eksotik.
15. Pemberian hormon pertumbuhan yang dihasilkan melalui rekayasa genetika
menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Hormon ini tidak hanya mahal dan
tidak efektif, tetapi mengakibatkan anak-anak mudah jatuh sakit. Pengguna obat
turunan hormon ini ternyata berkaitan erat dengan penyakit leukimia dan melanoma
(kanker kulit).













DAFTAR PUSTAKA
Riandri, Henny. 2012. Biologi. Solo: Tiga Serangkai.
Priadi, Arif. 2010. Biologi SMA Kelas 12. Jakarta: Yudhistira.
Aryulina, Diah, dkk. 2006. Biologi SMA dan MA. Jakarta: Esis.
Fried G.H. 1995. Biologi. The Study of Living Organisme. New York St. Louis San
Fransisco Aukland Bogota Caracas Lisbon: Mc Graw Hill, Inc.
file:///D:/rekayasa genetika/GENETIKA PEMANFAATAN DAN DAMPAK
BIOTEKNOLOGI.htm
file:///D:rekayasagenetika/GENETIKA/ContohRekayasaGenetika.htm
file:///D:/rekayasagenetika/GENETIKA/DAMPAKNEGATIFMIKROORGANIS
MEHASILREKAYASAGENETIKABeSmileLah.htm


















KESIMPULAN

Rekayasa genetika adalah kegiatan manipulasi gen untuk mendapatkan produk baru
dengan cara membuat DNA rekombinan melalui penyisipan gen.
DNA rekombinan adalah DNA yang urutannya telah direkombinasikan agar
memiliki sifat-sifat atau fungsi yang kita inginkan sehingga organisme penerimanya
mengekspresikan sifat atau melakukan fungsi yang kita inginkan
Plasmid adalah gen yang melingkar yang terdapat dalam sel bakteri, tak terikat pada
kromosom.
Tahapan-tahapan dalam rekayasa genetika adalah sebagai berikut:
1.Membuat Kompeten Sel
2. Transformasi Sel Kompeten
3. Seleksi Bakteri Transforman
4.Pemotongan DNA dengan Enzim Endonuklease dan Elektroforesis
5. Elektroforesis dengan Agarose Gel
Enzim restriksi (endonuklease) adalah enzim yang berasal dari bakteri yang berasal
dari bakteri yang mampu memotong DNA double strain.
Bentuk rekayasa dalam bidang kedokteran adalah hormone, terapi gen manusia,
antibody monoclonal, vaksin, dan antibiotic.
a. .Insulin adalah salah satu protein yang mengatur metabolisme gula dalam tubuh.
b. Antibody adalah protein yang di produksi oleh sistem imunitas sebagai sistem
pertahanan untuk melawan infeksi.
c. Antibiotik adalah senyawa yang dihasilkan dari bakteri atau jamur yang
menghambat pertumbuhan mikrob lainnya. Macam-macam penggolongan
antibiotic adalah penisilin, tetrasiklin, sefalosporin, dan eritromisin
d. Vaksin adalah mikroorganisme yang telah dilemahkan dan tidak berbahaya yang
berguna untuk mencegah penyakit infeksi.
Sifat yang banyak dikembangkan untuk pembuatan tanaman transgenic yaitu (1) gen
resistensi terhadap hama, penyakit dan herbisida, (2) gen kandungan protein tinggi,
(3) gen resistensi terhadap stres lingkungan seperti kadar alumium tinggi ataupun
kekeringan dan (4) gen yang mengekspresikan suatu ciri fenotipe yang sangat
menarik seperti warna dan bentuk bunga, bentuk daun dan pohon yang eksotik.
3 komponen penting dalam pembuatan tanaman transgenic adalah isolasi gen target,
proses transfer gen ke tanaman target dan expresi gen pada tanaman transgenic.
Macam-macam rekayasa genetika dalam bidang peternakan adalah organisme
transgenic dengan berbagai cara yaitu transfer gen pada hewan, klona embrio, dan
klona transfer inti. Contoh hewan hasil rekayasa genetika adalah domba tracey dan
domba dolly.
Dampak negatif dari rekayasa genetika adalah munculnya penyakit baru yang dapat
merugikan masyarakat, mengeluarkan biaya yang besar, menghasilkan hewan atau
tumbuhan yang cacat, merusak lingkungan dan lain-lain.