Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

ALIRAN SESAT YANG BERKEMBANG DI INDONESIA



DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM




Disusun Oleh :

ISNAN MULYA AKBAR
12.06.422



Dosen Pembimbing :
JUNAIDI, S.Ag



PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS
BENGKALIS RIAU
2013









KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulillah penulis ucapkan kepada Allah SWT karena dengan izin-Nya
penulis dapat menyelesaikan laporan Makalah dengan judul ALIRAN SESAT YANG
BERKEMBANG DI INDONESIA pada mata kuliah Konsep Teknologi Informasi.
Penulisan Makalah ini dimaksud untuk melengkapi salah satu syarat untuk
menyelesaikan studi Semester I mata kuliah Makalah Pendidikan Agama Islam pada
Politeknik Negeri Bengkalis. Dalam penulisan Makalah ini banyak pihak yang telah banyak
membantu penulis. Untuk itu dengan kerendahan hati, penulis menyampaikan ucapan terima
kasih sebesar - besarnya kepada pihak yang telah membantu.
Penulis menyadari bahwa apa yang talah dilakukan dalam mengerjakan Makalah
selama ini jauh dari sempurna. Semua saran, kritik yang sifatnya membangun dari apa yang
sudah dilakukan sangat penulis harapkan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis,
pembaca dan semua pihak.





Bengkalis, 20 Januari 2013

Penulis














DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..............................................................................................
DAFTAR ISI.............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................
1.1 Latar belakang ...........................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................................
1.3 Tujuan Penulisan .......................................................................................................
1.4 Manfaat Penulisan .....................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ..........................................................................................
2.1 Berbagai Aliran Sesat Yang Ada di Indonesia..........................................
2.2 Cara Untuk Menghindari Aliran Sesat...........................................................

BAB III PENUTUP ..................................................................................................
3.1 Kesimpulan ..............................................................................................
3.2 Saran ...................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................................

















BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Munculnya fenomena aliran sesat tidak terlepas dari problem psikologis baik para
tokoh pelopornya, pengikutnya serta masyarakat secara keseluruhan. Problem aliran sesat
mengindikasikan adanya anomali nilai-nilai di masyarakat.
Aliran sesat bukan fenomena baru, selain dia mengambarkan anomali, juga
kemungkinan adanya deviasi sosial yaitu selalu ada komunitas yang abnormal. Baik ia berada
dalam abnormalitas demografis, abnormalitas sosial, maupun abnormalitas psikologis.
Sedangkan bentuk deviasi dapat bersifat individual, situasional dan sistemik (Kartono,
2004:16). Abnormalitas perilaku seseorang tidak dapat diukur hanya dengan satu kriteria,
karena bisa jadi seseorang berkategori normal dalam pengertian kepribadian tetapi abnormal
dalam pengertian sosial dan moral. Demikian halnya dengan para penganut aliran sesat, akan
diperoleh kriterium kategori yang tidak tegas. Salah satu yang paling mungkin untuk
menyatakan kesesatan adalah defenisi atau batasan ketidaksesatan yang bersifat formalistik
atau diakui sebagai batasan institusional.
Aliran sesat didefinisikan sebagai aliran yang menyimpang dari mainstream
masyarakat, namun batasan ini menjadi rancu karena kriteria kesesatan bersifat multikriteria.
Oleh karena itu silang pendapat apakah suatu aliran sesat atau tidak merupakan masalah
tersenidri yang tidak mudah.
Aliran hanya dapat dinyatakan sebagai sesat apabila mengacu pada satu kumpulan
kriteria yang dinyatakan secara apriori sebagai tidak sesat. Oleh karena itu ukuran
sosiologis, politis dan psikologis hanya merupakan penjelas saja tentang kemungkinan-
kemungkinan mengapa seseorang/kelompok menjadi bagian dari aliran sesat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan sepuluh kriteria suatu aliran dapat
digolongkan tersesat. Namun, tidak semua orang dapat memberikan penilaian suatu aliran
dinyatakan keluar dari nilai-nilai dasar Islam.Suatu paham atau aliran keagamaan dapat
dinyatakan sesat bila memenuhi salah satu dari sepuluh kriteria,' kata Ketua Panitia Pengarah
Rakernas MUI Tahun 2007, Yunahar Ilyas, di Jakarta, Selasa (6/11).Sekretaris MUI, Ichwan
Sam, menambahkan, kriteria tersebut tidak dapat digunakan sembarang orang dalam
menentukan suatu aliran itu sesat dan menyesatkan atau tidak. Ada mekanisme dan
prosedur yang harus dilalui dan dikaji terlebih dahulu. Harus diingat tidak semudah itu
mengeluarkan fatwa,' tegasnya. Pedoman MUI itu menyebutkan, sebelum suatu aliran atau
kelompok dinyatakan sesat, terlebih dulu dilakukan penelitian. Data, informasi, bukti, dan
saksi tentang paham, pemikiran, dan aktivitas kelompok atau aliran tersebut diteliti oleh
Komisi Pengkajian. Selanjutnya, Komisi Pengkajian memanggil pimpinan aliran atau
kelompok dan saksi ahli atas berbagai data, informasi, dan bukti yang didapat. Hasilnya
kemudian disampaikan kepada Dewan Pimpinan. Bila dipandang perlu, Dewan Pimpinan
dapat menugaskan Komisi Fatwa untuk membahas dan mengeluarkan fatwa. Di batang
tubuh fatwa mengenai aliran sesat juga ada poin yang menyatakan akan menyerahkan segala
sesuatunya kepada aparat hukum dan menyeru masyarakat jangan bertindak sendiri-sendiri,'
jelas Ichwan.Wapres Jusuf Kalla, meminta seluruh komponen masyarakat, terutama para
ulama dan tokoh agama, tidak lari menyikapi maraknya aliran sesat. Untuk menyikapi
aliran sesat ini, kita tidak bisa menggunakan langkah-langkah kekerasan, seperti lempar-
lemparan, bakar-bakaran, dan sebagainya. Polisi dan jaksa boleh mengambil tindakan formal,
tetapi jika secara hati nurani tidak selesai. Kita harus introspeksi,' kata Kalla di hadapan
peserta Rakernas MUI. Pemerintah, sambung Menag, Maftuh Basyuni, terus berupaya
meyakinkan para penganut aliran sesat agar dapat kembali ke jalan yang benar. Upaya
kekerasan atau anarkis dalam menyikapi aliran sesat, menurut Maftuh, tak akan
menyelesaikan masalah.
Malah akan menambah genting suasana. Toh sekarang sudah banyak tokoh aliran
sesat yang ditangkap dan menyerahkan diri, tergantung aparat untuk menindaklanjutinya.'
Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Adian Husaini, menyebut
keluarnya putusan MUI sebagai sesuatu yang ditunggu-tunggu umat Islam. Dengan
demikian, jelas apa saja kriteria aliran sesat itu,' kata Adian. Sepuluh kriteria yang ditetapkan
MUI itu merupakan ajaran Islam yang mendasar. Ini penekanannya lebih untuk umat
sendiri.'

Sepuluh Kriteria Aliran Sesat
1. Mengingkari rukun iman dan rukun Islam
2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-
sunah),
3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran
4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran
5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir
6. Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam
7. Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul
8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir
9. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah
10. Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syari
Perbedaan Pendapat dan Perpecahan yang Menjadi pengaruh munculnya aliran sesat.
Sesungguhnya ikhtilaf (perbedaan pendapat) adalah sunatullah namun Ikhtilaf yang
membawa iftiraq (perpecahan) itulah yang dicela oleh Allah SWT. Sebab timbulnya iftiraq
pada mulanya terjadi karena sebab yang sepele. Namun karena pelakunya mengedepankan
hawa nafsu maka hal sepele menjadi besar dan berakibat pada perselisihan dan perpecahan.
Secara garis besar di antara sebab munculnya Al Firaq Al Islamiyah (seperti : Khawarij,
Syi'ah, Mu'tazilah, Murji'ah, dll.) adalah:
1. Ghuluw (berlebih-lebihan dalam bersikap), contoh : Khawarij berangkat dari
pemahaman yang berlebihan terhadap ayat-ayat wa'id (ancaman) sehingga mereka
mengkafirkan kaum Muslimin yang melakukan dosa besar. Sedang Syi'ah muncul
karena sikap yang berlebihan dalam mencintai sebagian sahabat Rasul yaitu Ali ra dan
para Ahlul Bait.
2. Membantah bid'ah dengan bid'ah yang semisal, contoh : Murji'ah ingin mencounter
Khawarij yang berlebih-lebihan dalam menghukumi pelaku dosa besar namun
akhirnya mereka terjerumus pada bid'ah baru yaitu menganggap pelaku dosa besar
sebagai mukmin dengan keimanan yang sempurna.
3. Pengaruh dari luar Islam, contoh : Syi'ah, karena muassis (gembong)nya adalah
Yahudi yaitu Abdulah bin Saba'. Begitu juga Qodariyah, pencetusnya adalah seorang
Nashrani, Jahmiyyah pencetusnya Yahudi.
4. Mengedepankan akal.
5. Filsafat Yunani, contoh : Mu'tazilah banyak dipengaruhi oleh filsafat Yunani.
Selain itu ada yang disebabkan oleh :
1. Ulama yang beraqidah menyimpang,
2. Kebodohan kaum Muslimin.
3. Tidak memiliki standar pemahaman yang benar.
4. Ikhtilaf yang didasari hawa nafsu.
5. Rasa Ashabiyah (fanatisme golongan).
6. Hasad (dengki)
7. Kecenderungan menyuburkan bid'ah dan hawa nafsu.
8. Menuhankan akal dan menomorduakan naql (dalil).
9. Pengaruh eksternal.

1.2 Rumusan Masalah
2. Bagaimana pandangan islam terhadap berbagai aliran sesat yang telah menyebar di Indonesia
?
3. Apa dampaknya bagi masyarakat?
4. Bagaimana cara mengatasi dampak negatif dari aliran sesat yang telah berkembang ?


1.3 Tujuan Penulisan
2. Mendeskripsikan pandangan Islam terhadap aliran sesat yang berkembang di Indonesia
3. Mendiskripsikan cara untuk menghindari aliran sesat yang ada di Indonesia
4. Untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan agama islam

1.4 Manfaat Penulisan
1. Mengetahui berbagai aliran sesat yang ada di Indonesia
2. Menemukan solusi untuk mengatasi berbagai aliran sesat yang ada di Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN

1.1 Berbagai Aliran Sesat Yang Ada di Indonesia
1. Aliran Pembaharu Isa Bugis
Isa Bugis lahir tahun 1926 di kota Bhakti Aceh Pidie. Isa Bugis ingin menerjemahkan dan
menganalisa agama Islam berdasarkan teori pertentangan antara dua hal. Seperti misalnya
ideologi komunis dengan kapitalis, antara nur dan kegelapan. Ia berusaha untuk
mengilmiahkan agama dan kekuasaan Tuhan dan akan menolak semua hal-hal yang tidak
bisa diilmiahkan atau tidak bisa diterima akal. Oleh karena itu ajaran Isa Bugis ini banyak
diikuti oleh para intelek yang cenderung lebih menggunakan akal dan pikiran.
Pokok-Pokok Ajaran Isa Bugis:
a. Air Zam-zam di Makkah adalah air bekas bangkai orang Arab.
b. Semua tafsir Al Qur'an yang ada sekarang harus dimuseumkan karena semuanya salah.
c. Menolak semua mukjizat para Nabi dan Rasul, seperti kisah Nabi Musa as membelah laut
dengan tongkatnya dalam Al Qur'an adalah dongeng lampu Aladin.
d. Nabi Ibrahim as menyembelih Ismail adalah dongeng.
e. Ka'bah adalah kubus berhala yang dikunjungi oleh turis setiap tahun.
f. Ilmu Fiqih, Ilmu Tauhid, dan sejenisnya adalah syirik. Ulama yang mengajarkan ilmu ini
harus disingkirkan ke Pulau Seribu.
g. Al Qur'an bukan bahasa Arab, sehingga untuk memahami Al Qur'an tidak perlu belajar
bahasa Arab, tata bahasa Arab dan sejenisnya.
h. Setiap orang yang intelek diberi kebebasan untuk menafsirkan Al Qur'an walau tidak
mengerti bahasa Arab.
i. Ajaran Nabi Muhammad adalah pembangkit imperialisme Arab.
j. Ajaran Qurban pada waktu Iedhul Adha tidak ada dasar kebenarannya.
k. Mubaligh-mubaligh Islam yang menyebarkan agama ke luar tanah Arab adalah pemabuk
dzulumat yang haus darah dan harta.
l. Indonesia adalah diantara dari sekian banyak korban dari kebiadaban Arabisme.
m. Lembaga Pembaharu (yang dipimpin oleh Isa Bugis) adalah Nur, sedangkan orang atau
golongan di luar itu adalah Dzulumat, sesat serta kafir.
n. Sekarang masih periode Makkah sehingga belum diwajibkan shalat, puasa dll. Begitu juga
minuman yang memabukkan seperti khamar dan sejenisnya belum diharamkan.



2. Paham Inkar Sunnah
Faham sesat ini mucul sekitar tahun 1980-an. Mereka menamakan pengajian yang mereka
adakan dengan sebutan kelompok Qur'ani (kelompok pengikut Al Qur'an).
Tokohnya antara lain Luqman Saad Direktur perusahaan penerbitan PT. Ghalia. Pada
awalnya Luqman Saad merintis usaha percetakannya dengan tangan. Namun ketika ia bolak-
balik ke Belanda untuk suatu urusan yang tidak diketahui kemudian ia memiliki peralatan
modern yang didatangkan dari negeri Belanda. Dengan mesin cetaknya itulah ia banyak
mencetak buku-buku yang berisi ajaran sesat Inkarus Sunnah. Selain itu juga Ir. Irham
Sutarto ketua serikat buruh PT. Unilever (Belanda). Tidakkah ini merupakan permainan
orang Yahudi di Belanda dalam menghancurkan Islam di Indonesia? Setelah dilakukan
pelacakan akhirnya ditemukan dedengkotnya adalah Marinus Taka keturunan Indo Jerman
yang tinggal di Jalan Sambas 4 No.54 Depok Lama daerah dimana banyak bermukim
peranakan Belanda dengan gerejanya yang terpadat untuk seluruh Indonesia. Marinus Taka
mengaku bisa membaca Al Qur'an tanpa belajar dan tanggal 4 Juni 1983 ditangkap oleh
Kodim Jakarta Utara.

Pokok-Pokok Ajaran Inkarus Sunnah:
a. Tidak percaya kepada semua hadits Rasulullah SAW, menurut mereka hadits itu bikinan
Yahudi untuk menghancurkan Islam dari dalam.
b. Dasar hukum dalam Islam hanya Al Qur'an saja.
c. Syahadat mereka : Insyahadu bianna Muslimun.
d. Shalat mereka macam-macam ada yang dua rokaat-dua rokaat dan ada juga yang shalatnya
hanya 'eling' saja.
e. Puasa wajib bagi mereka yang melihat bulan saja, kalau yang lihat bulan hanya satu orang
maka hanya orang itu saja yang wajib puasa. Mereka merujuk pada ayat : faman syahida
minkumus Syahra falyasumhu.
f. Haji boleh dilakukan selama 4 bulan Haram yaitu : Muharram, Rajab, Dzulqa'dah dan
Dzulhijjah.
g. Pakaian Ihram adalah pakaian orang Arab dan bikin repot. Oleh karena itu mereka
menunaikan haji menggunakan baju biasa atau jas.
h. Rasul tetap diutus sampai hari Kiamat.
i. Nabi Muhammad tidak berhak menjelaskan tentang ajaran Al Qur'an (kandungan isi Al
Qur'an).
j. Orang yang meninggal dunia tidak disholati karena tidak ada perintah di Al Qur'an.

3. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)
Didirikan oleh Mendiang Nur Hasan Ubaidah Lubis (Luar Biasa), awalnya bernama
Darul Hadits (DH) tahun 1951. Karena meresahkan masyarakat Jawa Timur maka DH
dilarang oleh PAKEM - Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Kemudian berganti nama menjadi
Islam Jama'ah. Banyak artis yang tertarik dengan ajaran ini antara lain karena adanya ajaran
tebus dosa. Karena kembali meresahkan masyarakat di Jakarta akhirnya dilarang melalui SK
Jaksa Agung RI No. Kep.-08/D.A/10.1971 tanggal 29 Oktober 1971.Karena dilarang, maka
Imam Jama'ah ini meminta perlindungan kepada Letjen. Ali Murtopo wakil Kepala Bakin
yang terkenal sangat anti Islam. Setelah mendapat perlindungan maka menyatakan diri masuk
Golkar dan berganti nama menjadi LEMKARI (Lembaga Karyawan Dakwah Islam). Karena
meresahkan masyarakat Jawa Timur kemudian dibekukan oleh Gubernur Jawa Timur
Sularso. Dalam mubes di Asrama Haji Pondok Gede tahun 1990, LEMKARI berganti nama
menjadi LDII atas anjuran Mendagri Rudini agar tidak rancu dengan nama LEMKARI
(Lembaga Karatedo Indonesia).
Pokok-Pokok Ajaran Islam Jama'ah / LDII:
a. Orang Islam di luar kelompok mereka adalah kafir dan najis, termasuk kedua orang tua
sekalipun.
b. Kalau ada orang di luar kelompok mereka yang melakukan shalat di masjid mereka maka
bekas tempat sholatnya dicuci karena dianggap sudah terkena najis.
c. Wajib taat pada amir atau Imam mereka.
d. Mati dalam keadaan belum baiat kepada Amir/Imam LDII maka akan mati jahiliyah (kafir).
e. Al Qur'an dan Hadits yang boleh diterima adalah yang mankul (yang keluar dari mulut
Imam/Amir mereka) selain itu haram diikuti.
f. Haram mengaji Al Qur'an dan Hadits kecuali kepada Imam/Amir mereka.
g. Dosa bisa ditebus kepada sang Amir atau Imam dan besarnya tebusan tergantung besar
kecilnya dosa yang diperbuat dan ditentukan oleh Amir/Imam.
h. Harus rajin membayar infak, shodaqoh dan zakat kepada Amir/Imam mereka. Selain
kepada mereka adalah haram.
i. Harta benda diluar kelompok mereka dianggap halal untuk diambil atau dimiliki dengan
cara bagaimanapun, misalnya: merampok, mencuri, korupsi dll. asal tidak ketahuan. Bila
berhasil menipu orang Islam diluar mereka dianggap berpahala besar.
j. Bila mencuri harta orang selain LDII ketahuan maka kesalahannya adalah ketahuan itu.
k. Harta, zakat, infaq dan shodaqoh yang sudah diberikan kepada Amir/Imam haram
ditanyakan catatannya atau penggunaannya.
l. Haram membagikan daging Qurban/Zakat Fitrah kepada orang Islam diluar kelompoknya.
m. Haram shalat di belakang Imam yang bukan dari kelompok mereka, kalaupun terpaksa tidak
perlu wudhu dan harus diulang.
n. Haram menikahi orang di luar kelompoknya.
o. Perempuan LDII kalau mau bertamu di rumah orang selain kelompoknya harus memilih
waktu haid (dalam keadaan kotor).
p. Kalau ada orang di luar kelompok mereka bertamu ke rumah mereka maka bekas tempat
duduknya harus di cuti karena dianggap najis.
Imam mereka, Nur Hasan Ubaidah meninggal tanggal 31 Maret 1982 dalam
kecelakaan lalu lintas antara Tegal Cirebon di dalam mercy Tiger B 8418 EW tatkala ingin
menghadiri kampanye Golkar. Sang Imam meninggalkan harta yang banyak dan digantikan
oleh putranya Abdu Dhohir dan dibaiat sebelum mayat ayahnya dikubur.
Perwakilan gerakan ini berkembang hingga ke Amerika, Suriname, Australia, Jerman bahkan
di Arab Saudi.

4. Agama Ahmadiyah
Agama Qadian didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di India. Mirza dianggap sebagai
Nabi yang disejajarkan dengan Nabi Isa as., Nabi Musa as., Nabi Daud as.
Agama ini bermaksud untuk menyaingi Kenabian Muhammad SAW. Ahmadiyah
masuk Indonesia tahun 1935 dan tersebar. Pusatnya sekarang di Parung Bogor.
Mempunyai majalah Nur Islam (sebagai pengganti Sinar Islam yang telah dilarang).
Aliran ini sudah dilarang namun hanya secara lokal. MUI serta organisasi Islam lainnya telah
mengirim surat kepada Pemerintah (Kejagung RI) tetapi belum mendapat tanggapan.
Pokok-Pokok Ajaran Ahmadiyah:
a. Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya Nabi dan Rasul utusan Tuhan.
b. Mengaku menerima wahyu di India. Kitab suci mereka bernama Tadzkirah. Isinya
memutarbalikkan ayat-ayat suci Al Qur'an, ayat yang awal diputar ke belakang, ayat yang
satu disambung ayat lainnya sesuai dengan selera nabi India tersebut.
c. Mengakui Kitab mereka sama sucinya dengan Al Qur'an.
d. Wahyu tetap turun sampai hari kiamat begitu juga Nabi dan Rasul diutus sampai hari
kiamat.
e. Mempunyai tempat suci sendiri yaitu Qadian dan Rabwah. Nabi Mirza tidak pernah naik
haji ke Makkah.
f. Mereka mempunyai surga sendiri yang letaknya di Qadian dan Rabwah dan sertifikat
kapling surga tersebut di jual kepada jama'ahnya dengan harga sangat mahal.
g. Wanita Ahmadiyah haram nikah dengan laki-laki bukan Ahmadiyah tetapi sebaliknya
boleh.
h. Tidak boleh bermakmum dibelakang orang yang bukan Ahmadiyah.
i. Ahmadiyah mempunyai tanggal, bulan dan tahun sendiri yaitu Suluh, Tabliqh, Aman,
Syahadah, Hijrah, Ikhsan, Wafa', Zuhur, Tabuk, Ikha', Nubuwah, Fatah. Nama tahunnya
adalah Hijri Syamsi (HS).

5. Gerakan Syi'ah
Agama Syi'ah adalah agama dendam kesumat. Pencetusnya adalah Abdullah bin Saba
tokoh YAHUDI yang pura-pura masuk Islam di zaman Sahabat Nabi.
Rukum Iman Agama Syi'ah tidak termasuk percaya kepada Qadha' dan Qadar, yaitu :
Percaya kepada keesaan Allah, Percaya kepada keadilan, Percaya kepada kenabian, Percaya
kepada Imamah, Percaya kepada sa'ah (hari kiamat). Karena tidak iman kepada Qadha' dan
Qadar itulah maka kematian cucu Rasulullah SAW, Husen di Padang Karbala, diratapi dari
dulu hingga sekarang. Dalam meratapi, mereka memukul badan, dada dan kepala hingga
berlumuran darah padahal tidak ada ajaran samawi yang membolehkan menganiaya diri
karena mencintai seseorang.
Ahlul baiyt (seisi rumah dengan Rasulullah SAW) menurut mereka adalah Ali bin Abi
Thalib, Fatimah dan kedua puteranya, Hasan dan Husein. Sedangkan Khadijah yang begitu
besar jasanya terhadap agama Islam tidak termasuk.
Pokok-Pokok Ajaran Syi'ah:
a. Hadits tidak hanya dari Nabi Muhammad SAW saja tetapi juga dari ucapan para Imam
mereka sampai hari kiamat.
b. Al Qur'an yang beredar sudah dipalsukan dan yang asli dibawa oleh Imam Muntadhar
(yang ditunggu munculnya kembali di dunia).
c. Menghalalkan nikah Mut'ah (kawin kontrak / pelacuran mengatasnamakan agama) padahal
sudah dilarang Islam. Banyak digandrungi oleh muda mudi atau pejabat yang kurang
pengetahuan, padahal sama saja dengan zinah.
d. Syi'ah memandang Imam itu maksum.
e. Syi'ah memandang bahwa menegakkan agama adalah rukun agama.
f. Syi'ah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh ahlul bait.
g. Tidak mengakui Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu 'anhum.
Gerakan Syi'ah luar biasa aktif di Indonesia (karena banyak penduduk muslimnya
namun kurang pengetahuan agamanya). Mereka pandai menempatkan orang-orangnya di
posisi penting a.l. : DR. Jalaluddien Rahmat untuk menggarap keluarga mantan wapres
Soedarmono serta kelompok elit di Kebayoran Baru dengan nama yayasan Pengajian Sehati.
Ir. Haidar Bagir (pemimpin umum Republika untuk menggarap orang-orang dekat Habibie
dan kelompok intelektual). Prof. DR. Quraisy Shihab yang menggarap tokoh agama yaitu
untuk mementahkan keputusan-keputusan MUI jika ada keputusan MUI yang keras terhadap
aliran sempalan. LPPI pernah mengeluarkan brosur kecil yang berjudul : Syi'ah dan Quraisy
Shihab.
Gerakan ini mempunyai yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan pesantren
antara lain :
a. Yayasan Muthohari Bandung
b. Yayasan Al Muntadhor Jakarta
c. Yayasan Mulla Sadra Bogor
d. Yayasan Pesantren Yapi Bangil (IPANI : Ikatan Pemuda Ahlu Bait)
e. Yayasan Muhibbin Probolinggo
f. Pesantren Al Hadi Pekalongan
g. Yayasan Yapisma Malang
h. Yayasan Madinatul Ilmi Depok
i. Yayasan Darul Habib Jakarta
j. Yayasan Yasin Surabaya
k. Yayasan Babul Ilmi Jakarta (Jatibening)


6. Gerakan Lembaga Kerasulan (LK)
Mereka berpendapat bahwa Rasul itu diutus sampai kiamat. Rasul itu personnya, oleh
sebab itu harus ada lembaganya (sama dengan Menteri dengan Departemennya).
Kalau Rasul meninggal maka harus ada Rasul baru yaitu Imam mereka. Tidak taat pada
Imam mereka berarti tidak taat pada Rasul dan itu dosa besar.
Gerakan ini ingin mendirikan NII (Negara Islam Indonesia) versi mereka sendiri
dengan tokohnya : Aceng Syaifuddin.
Pokok-Pokok Ajarannya:
a. Rasul diutus sampai hari kiamat.
b. Wajib bai'at seta taat pada Imam.
c. Dosa bisa ditebus dengan uang kepada Imam. Besar kecilnya tergantung besar kecil dosa.
d. Di luar kelompok mereka adalah kafir.
e. Perkawinan harus dihadapan imam mereka dan diadakan oleh imam mereka. Sedangkan
orang tua tidak perlu tahu.
f. Membagi periode Makkah dan Madinah. Sekarang dianggap masih periode Makkah, jadi
belum wajib Sholat, puasa, haji serta belum diharamkan khamar dan minuman memabukkan
lainnya.
g. Mengaji harus kepada Imam.

7. Ajaran Lia Aminuddin, Agama Salamullah
Lia Aminuddin, umur 51 tahun tinggal di Jl. Mahoni 30 Jakarta Pusat. Ada beberapa buku
yang sudah dikarang olehnya:
a. Perkenankan aku menjelaskan sebab taqdir.
b. Pancasila menuju Zam-zam
c. Lembaga Al Hira, fatwa Jibril as. VS fatwa MUI.
d. Puisi-puisi mendalami kerukunan Nasional.

Pokok-Pokok Ajarannya:
a. Malaikat Jibril akan muncul lagi ke Bumi dan bersemayam di diri Lia, maka dimanapun Lia
berada selalu bersama Malaikat Jibril as.
b. Lia mengakui menjadi juru bicara Jibris as. dan mengaku sebagai Nabi/Rasul.
c. Lia mengaku mendapatkan wahyu.
d. Lia mengaku mendapatkan mukjizat.
e. Agama yang dibawa oleh Lia bernama Salamullah / Agama Perenialisme yang menghimpun
segala agama.
f. Lia mengaku sebagai Imam Mahdi.
g. Imam Mukti (anaknya) dianggap sebagai Nabi Isa as.
h. Abdul Rahman diyakini sebagai wa'sil/Imam besar.
i. Mencukur semua jenis rambut lalu membakarnya dianggap sebagai bentuk ibadah yang
diperintahkan Jibris melalui Lia Aminuddin (seperti bayi yang baru lahir).


8. Ajaran Bijak Bestari
Yayasan Imperium Zakita Mata di didirikan oleh HMA Bijak Bestari, lahir di Binjai,
Sumatra Utara, 30 Maret 1943.
Pokok-Pokok Ajarannya:
a. Mengaku bahwa HMA (Huwa Mu'jizatul A'la Allahu Akbar) itu Allah. Allah tertinggi.
Allah itu Dzat yang menyeluruh. Pada Allah itu ada jabatan-jabatan. Ada Allahu Akbar ada
Ar Rahman dan ada ayat kursi yang memiliki fungsi-fungsi. Diantara fungsi-fungsi itu, yang
tertinggi adalah HMA.
b. Imperium Zakiya Makta Foundation milik HMA terbentuk atas dasar diturunkannya
penugasan dari Allah yang Maha Besar mutlak 100% pada tanggal 2 Mei 2001 pukul 00.00
WIB yang diterima langsung oleh HMA Bijak Bestari.
c. Imperium Zakiya Makta sebagai Pusat Komando, Deteksi dan Informasi Ghoib dan Ajaib
yang mencakup alam semesta raya secara keseluruhan, mulai alam dimensi 1 sampai alam
dimensi 900. Mengadakan apa yang disebut "Penafsiran Ghaib" dengan melakukan kontak
gaib dengan pemimpin ayat masing-masing. Bila kita kontak, kita bisa tanyakan semua "Ini
apa maksudnya?"
Inti ajaran Zakiya Makta adalah keilmuan hiper metafisik yang merupakan jalan keluar untuk
segala keperluan positif.

9. Agama (faham) Baha'i
Timbul dari kalangan Syi'ah di Iran pada abad 19. Pencetusnya adalah Mirza Ali Muhammad.
Mendakwa dirinya sebagai Al Baab, artinya pintu, yaitu pintu yang menghubungkan manusia
dengan iman yang hilang yang akan keluar pada akhir zaman.
Ajarannya dinamakan Babiyah. Ia mengangkat dirinya sebagai Imam Mahdi. Setelah
meninggal ajarannya dikembangkan oleh muridnya Mirza Husein Ali. Husein Ali juga
mengangkat dirinya sebagai Nabi, juga Al Masih yang dijanjikan.

Pokok-Pokok Ajaran:
d. Semua agama samawi (Yahudi, Islam, Kristen) itu sama karena berasal dari Tuhan yang
sama, oleh karena itu ketiga agama tersebut harus disatukan, yang ada hanyalah dienullah
(agama Tuhan) atau mereka sebut juga agama Internasional.
e. Ajaran Baha'i merupakan campuran antara falsafah Pantaisme, ajaran Taurat, Injil dan
Tasawwuf dalam Islam.

Ajaran ini telah dilarang melalui SK Perdana Menteri RI No.112/PM/1959. Setelah mati
selama 42 tahun, begitu Gus Dur terpilih menjadi Presiden RI, pengurus Baha'i datang ke
Presiden Gus Dur untuk melakukan lobi. Dan untuk diketahui aliran ini telah memberikan
hidupnya untuk propaganda bagi kembalinya orang-orang Yahudi ke bumi Palestina.

10. Tarekat Naqsyabandiyyah Prof. DR. Kadirun Yahya.
Kadirun Yahya dilahirkan di Pangkan Brandan 20 Juni 1917. Pada dasarnya Kadirun Yahya
adalah seorang ilmuwan di bidang Fisika, Kimia dan Filsafat.
Perkenalannya dengan ajaran Tarekat Naqhsabandiyyah di mulai pada tahun 1941 di Sumut
bersama Syekh Syahbuddin. Lalu berguru degnan Syekh Muhammad Hasyim Buayan. Ia
mengklaim bahwa ajaran "metafisika" yang dianutnya merupakan ajaran Rasulullah SAW
yang diwariskan kepadanya berasal dari Jabal Qubais.
Pokok-Pokok Ajaran:
a. KH. Hasyim, gurunya, berkata "aku tadi telah meninggal 4 jam, tetapi aku permisi pada
Tuhan Allah untuk hidup lagi agak sebentar, karena ada lagi yang lupa belum aku turunkan
pada anak." Beberapa hari setelah itu sang guru berpulang.
b. Tenaga Allah adalah ibarat listrik dan wasilah, pengantar atau ibarat saluran yang
menghubungkan antara manusia dan Allah melalui Mursyid dan silsilahnya serupa kawat
listrik.
c. Untuk tujuan tertentu, ia memakai sebuah tongkat. Dengan tongkat tersebut ia dapat
langsung memusatkan energi Ilahi ke arah obyek yang ia tuju. Ia bisa mematikan yang hidup
dan menghidupkan yang mati. Untuk tujuan lain, air atau batu yang telah disalurkan padanya
kalimah Allah, dapat dipakai sebagai kondensator yang berisi energi Ilahi yang sama.
d. Ilmu Tasawwuf dan Sufi adalah satu ilmu dalam agama Islam yang sangat dalam dan
sangat halus. Yang mampu menembus ke dalam alam bil ghaib, alam batin, yang sudah jelas
sulit diilmiahkan, apalagi di zaman dahulu kala.
e. Dzikrullah dengan metode tarekatullah ialah dzikrullah yang mampu langsung mendorong
turunnya dzikrullah Maha Suci, Maha Akbar dari sisi Allah SWT.

11. Islam Liberal
Islam Liberal atau JIL (Jaringan Islam Liberal) adalah kemasan dari kelompok lama
yang orang-orangnya dikenal nyeleneh. Kelompok nyeleneh itu setelah berhasil
memposisikan orang-orangya dalam jajaran yang mereka sebut pembaharu atau modernis.
Mula-mula yang dilakukan adalah mengacaukan istilah. Mendiang Dr. Harun Nasution
Direktur Pasca Sarjana IAIN Jakarta berhasil mengelabui para mahasiswa perguruan tinggi
Islam di Indonesia dengan cara mengacaukan istilah. Yaitu memposisikan orang-orang yang
nyeleneh sebagai Pembaharu. Diantaranya Rifa'at At-Thahthawi (orang Mesir alumni Paris
yang menghalalkan dansa-dansi laki perempuan campur aduk) oleh Harun diangkat sebagai
pembaharu dan bahkan dibilang sebagai pembuka pintu ijtihad. Pemutarbalikan fakta ini
dilakukan secara resmi di IAIN antara lain melalui bukunya "Pembaharuan dalam Islam,
Sejarah Pemikiran dan Gerakan, terbit 1975).
Pengacauan istilah lainnya dilakukan oleh Nurcholish Madjid yang belajar Islam
(kepada dosen-dosen Yahudi) di perguruan tinggi Amerika, Chicago - dengan cara
mengembalikan istilah kepada bahasa lalu diselewengkan artinya, persis seperti dilakukan
Darmogandul dan Gatoloco : yaitu sosok penentang dan penolak syari'at Islam di Jawa.
Nurcholish menempuh : Islam dikembalikan kepada al Din, kemudian diberi makna yaitu
hanyalah agama (tidak punya urusan dengan kehidupan dunia, bernegara) lalu dari
pemaknaan itu menolak diterapkannya syari'at Islam dalam kehidupan. Mari kita simak
kutipan tulisan Nurcholish sbb:
"sudah jelas, bahwa fikih itu, meskipun telah ditangani oleh kaum reformis, sudah
kehilangan relevansinya dengan pola kehidupan zaman sekarang. Sedangkan perubahan
secara total agar sesuai dengan pola kehidupan modern, memerlukan pengetahuan yang
menyeluruh tentang kehidupan modern dalam segala aspeknya, sehingga tidak hanya menjadi
kompetensi dan kepentingan umat Islam saja, melainkan juga orang-orang lain. Maka,
hasilnya pun tidak perlu hanya merupakan hukum Islam, melainkan hukum yang meliputi
semua orang, untuk mengatur kehidupan bersama."
Tanggapan : menganggap fiqh telah kehilangan relevansinya adalah satu pengingkaran.
Bagaimana umat Islam bisa berwudhu, sholat, zakat, puasa, nikah, waris dan mengetahui
halal/haram jika fiqh telah tidak relevan?
Faham JIL mudahnya, menjurus pada sekularisme, inklusifisme dan pluralisme agama
(menganggap semua agama itu sejajar, paralel dan prinsipnya sama hanya beda teknis) dan
kita tidak boleh memandang agama lain dengan memakai agama yang kita peluk (ini lebih
jauh lagi pemurtadannya).
Ahmad Wahib, yang mengaku sekian tahun diasuh oleh pendeta dan romo, fahamnya
menafikan Qur'an dan Hadits, yaitu:
"Menurut saya sumber-sumber pokok untuk mengetahui Islam atau katakanlah bahan-
bahan dasar ajaran Islam, bukanlah dengan Qur'an dan Hadits melainkan Sejarah
Muhammad."
Jadi Al Qur'an dan Hadits dia anggap hanya sebagian dari sumber sejarah Muhammad,
jadi hanya bagian dari sumber ajaran Islam, yaitu Sejarah Muhammad. Al Qur'an disejajarkan
dengan iklim Arab, adat istiadat Arab dan lain-lain. Jadi Al Qur'an dan Hadits dianggap
bukan landasan Islam, hanya setingkat adat Arab saja.
Tokoh-tokohnya:
o Nurcholish Madjid - Paramadina Jakarta
o Charles Kurzman - University North Carolina
o Azyumardi Azra - IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
o Abdallah Laroui - Muhammad V University Maroko
o Masdar F. Mas'udi - Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat Jakarta
o Goenawan Mohammad - Majalah Tempo
o Edward Said
o Djohan Effendi - Deakin University Australia
o Abdullah ahmad an-Naim - University of Khartoum Sudan
o Jalaludin Rahmat, Yayasan Muthahhari Bandung
o Asghar Ali Engineer
o Nasaruddin Umar - IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
o Komaruddin Hidayat - Paramadina
o Said Agil Siraj - PBNU
o Denny JA, Univ. Jayabaya
o Rizal Mallarangeng - CSIS
o Budi Munawar Rahman - Paramadina
o Taufiq Adnan Amal - IAIN Alauddin Makassar
o Hamid Basyaib - Yayasan Aksara
o Ulil Abshar Abdalla - Lakpesdam NU
o Luthfi Assyaukanie - Paramadina
o Ade Armando - UI
o Syamsurizal Panggabean - UGM
o Ihsan Ali Fauzi - Ohio University
o Syaiful Mujani - Ohio University
o Mohammad Arkoun - University of Sorbone Perancis
o Sadeq Jalal Azam - Damascus University Suriah

2.2 Cara Untuk Menghindari dan Mengatasi Aliran Sesat yang Telah Berkembang

Pagari Akidah
Dilaporkan bahwa Ahmadiyah mengaku jemaat mereka di Indonesia berjumlah
200.000 jiwa, ini artinya dalam setiap 200 orang islam di Indonesia, 1 orang telah disesatkan
oleh Ahmadiyah, ini kalau kita katakan Muslim di Indonesia 200 juta orang, padahal jumlah
sebenarnya kurang dari itu.
Belum lagi yang disesatkan oleh aliran-aliran lainnya, semisal; liberalisme, sekularisme,
sosialisme, LDII, Syi'ah, inkar sunnah, Jamaah Salamullah, Islam murni, dan lain-lain.
Kenyataan ini membuat bulu kuduk kita berdiri, kita hidup di zaman fitnah dimana
seseorang beriman di waktu pagi dan menjadi kafir di waktu sore, beriman di waktu sore dan
menjadi kafir di waktu pagi.
Oleh karena itu lakukanlah langkah-langkah berikut, semoga Allah menetapkan kaki kita
menapaki jalan-Nya yang lurus :
1. Kenalilah agama anda lebih mendalam lagi.
Manfaatkan keberadaan anda di perantauan ini dengan menuntut ilmu, mengikuti
majelis-majelis taklim, kuliah studi islam, membaca buku islami, mendengarkan kaset-kaset
ceramah agama, yang dapat menambah pengetahuan anda tentang agama .Allah, dan
menambah kedekatan anda dengan kitabullah dan sunnah Rasulullah. Kami pernah bertemu
dengan salah seorang da'i aliran sesat, ketika kami minta untuk tilawah Al Qur'an ternyata
bacaannya seperti orang yang belum tamat belajar Iqra', dengan demikian kami yakin dia
disesatkan karena ketidaktahuannya (kealpaannya) dengan agamanya, kemudian karena
sedikit bisa berdiplomasi maka dinobatkan sebagai da'i.
2. Pererat hubungan anda dengan ustadz (orang yang anda yakini kebenaran
akidahnya).
Mungkin anda tidak sempat mengikuti majelis taklim dan kuliah, akan tetapi anda dapat
mendiskusikan (bertanya) kepada para ustadz-ustadz melalui telepon atau sms untuk hal-hal
yang musykil bagi anda dalam masalah agama.
Logikanya, andai seekor anjing disanjung Allah dalam Kitab Suci-Nya lantaran
keakrabannya dengan 7 orang pemuda shalih, apatah lagi seorang bani Adam yang memang
telah dimuliakan Allah.
3. Bertemanlah dengan orang-orang yang mengingatkan anda akan Allah.
Kalau saja anda tidak bisa menghadiri majelis taklim, kuliah serta sungkan bertanya
kepada para ustadz, pererat hubungan anda dengan teman sejawat yang mengikuti aktivitas-
aktivitas keislaman tersebut, semoga anda mendapatkan bau wangi dan wewangian dari
mereka di Dunia dan Akhirat.
Jangan sampai anda beranggapan bahwa tidak akan terjerat oleh kelompok-kelompok
sesat, walau tanpa melakukan salah satu langkah-langkah di atas, dalam kata lain: anda
menghindar dari majlis taklim, tidak bertanya kepada ustaz dan tidak berteman dengan orang-
orang aktif telah bersabda bahwa serigaladalam keislaman. Karena dalam permisalannya
Nabi hanya memangsa domba yang tertinggal dari rombongan.
4. Baca dan Pelajari Al Quran dan Hadits
Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa
[Al Baqarah:2]
Hai orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya, dan ulil amri di antara
kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah ia pada Allah (Al Quran)
dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik. [An Nisaa:59]
Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak
akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)
Dalam Al Quran ada perintah sholat, zakat, puasa, haji, berbuat baik, dan sebagainya.
Dalam Al Quran juga ada larangan berzina, mencuri, berpecah-belah, fanatik golongan, dan
sebagainya. Dalam Hadits juga dijelaskan bermacam-macam perintah dan larangan Allah.
Jika ucapan dan tindakan pemimpin dan anak buahnya bertentangan dengan Al Quran
dan Hadits (misalnya sholat hanya 1 kali atau mengajarkan perzinahan) maka mereka adalah
kelompok sesat.
Jika meragukan kebenaran Al Quran maka dia sesat. Contohnya paham Liberalisme
yang meragukan Al Quran berdasarkan hadits palsu yang dibuat oleh orientalis:
Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa
[Al Baqarah:2]
Dan jika kamu tetap dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada
hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat yang semisal Al Quran itu dan ajaklah
penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. [Al Baqarah:23]
Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam keraguan yang
menggelisahkan terhadap Al Quran. [Huud:110]
Jika mengingkari Hadits/Sunnah Nabi maka sesat. Kelompok ini termasuk kelompok
Ingkar Hadits/Sunnah
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di
antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah
ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada
Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
[An Nisaa:59]
Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak
akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)
5. Hati-hati dalam menafsirkan Al Quran
Ciri Aliran sesat adalah menafsirkan Al Quran semaunya untuk menimbulkan
perpecahan.
Ayat Al Quran yang jelas tidak perlu ditafsirkan lagi. Ada pun Ayat Al Quran yang
kurang jelas ditafsirkan dengan memakai ayat Al Quran lain yang berkaitan. Jika tak ada
dengan hadits Nabi yang sahih.
Dia menurunkan Al Quran kepadamu. Di antaranya ada ayat yang muhkamaat [jelas],
itulah pokok isi Al qur'an dan yang lain ayat mutasyaabihaat [tak jelas]. Orang yang condong
pada kesesatan mengikuti ayat-ayat yang mutasyaabihaat untuk menimbulkan fitnah dengan
mencari-cari artinya, padahal tak ada yang tahu selain Allah. Orang yang dalam ilmunya
berkata: "Kami beriman kepada ayat yang mutasyaabihaat, semua itu dari Tuhan kami." [Ali
Imran:7]













BAB III
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Aliran sesat didefinisikan sebagai aliran yang menyimpang dari mainstream
masyarakat, namun batasan ini menjadi rancu karena kriteria kesesatan bersifat multikriteria.
Oleh karena itu silang pendapat apakah suatu aliran sesat atau tidak merupakan masalah
tersenidri yang tidak mudah.
Aliran hanya dapat dinyatakan sebagai sesat apabila mengacu pada satu kumpulan
kriteria yang dinyatakan secara apriori sebagai tidak sesat. Oleh karena itu ukuran
sosiologis, politis dan psikologis hanya merupakan penjelas saja tentang kemungkinan-
kemungkinan mengapa seseorang/kelompok menjadi bagian dari aliran sesat.


5.2 Saran
Sebagai manusia yang berakhlak dan bisa memilah baik buruknya suatu perbuatan
hendaknya kita bersama-sama meningkatkan amal ibadah kita dan menghindari perbuatan
buruk yang di benci Allah SWT agar kita bisa lebih baik lagi baik itu dalam menerima Ilmu
Pengetahuan serta informasi.
















DAFTAR PUSTAKA
Afifassalafushalih, (2008). Psikologi Islam. Jakarta: Nasional Press
Abdurrahman an-Bahlawi (1983), Ushulut Tarbiyah Islamiyah wa Asalibiha fi Baiti wal
Madrasati wal Mujtama, Dar al-Fikr al-Muasyir, Beiru-Libanon, Cet. II, 1983., Terjemahan
Shihabuddin, Pendidikan Islam di Rumah Sekolah dan Masyarakat, Gema Insani Press, 1995
Abuddin Nata (2001). Paradigma Pendidikan Islam. Kapita Selekta Pendidikan Islam.
Jakarta: Grassindo
Anwar Jasin, 1985, Kerangka Dasar Pembaharuan Pendidikan Islam. Tinjauan Filosofis,
Jakarta: Gema Press
Buchori, Mochtar(1994) Ilmu Pendidikan dan Praktek Pendidikan.Yogyakarta: Tiara
Wacana
Cropley, A.J. (2998). Pendidikan Seumur Hidup, Suatu Analisis Psikologis, (terj. Sardjan
Kadir), Usaha Nasional, Surabaya
Kartini Kartono. (1995). Psikologi Anak. Bandung: Mandar Maju.
H.A. Syamsudin Makmun (2005). Psikologi Kependidikan. Bandung: Rosdakarya.
Hartoto (2008). Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan. E-book. Makasar: Universitas
Negeri Makasar.