Anda di halaman 1dari 1

Motivasi Internal dan Eksternal

Motivasi sangat penting dalam hidup kita. Tidak mungkin seseorang dapat menjalankan aktivitas sehari-
hari tanpa motivasi. Hidup ini tak lepas dari motivasi, kita benar-benar memerlukannya. Motivasi atau
suatu dorongan untuk melakukan sesuatu dapat berasal dari diri sendiri yang dikenal sebagai motivasi
internal. Sedang motivasi eksternal adalah motivasi yang berasal dari orang lain. Apakah kita selalu
memerlukan kedua jenis motivasi itu? Kapankah kita memerlukan motivasi eksternal? Mungkinkah
seseorang dapat melakukan aktivitas dengan baik tanpa motivasi eksternal? Adakah orang yang tidak
mampu menerapkan motivasi internal?
Suatu ketika kita harus menyelesaikan suatu pekerjaan hari itu juga. Namun kita benar-benar tidak ingin
mengerjakannya, sehingga kita menundanya. Mengapa hal ini dapat terjadi? Mungkin saat itu kita
merasa bahwa pekerjaan itu tidak begitu penting, atau ada pekerjaan lain yang lebih penting, atau
memang tidak ingfin melakukan apa-apa. Banyak alasan yang menjadi penyebabnya. Suatu hal yang
penting, yaitu motivasi internal kita sedang mengalami penurunan. Motivasi internal adalah suatu
dorongan dari dalam diri kita, niat dan minat kita melemah, menjadi kurang kuat untuk mendukung
kepentingan pekerjaan tersebut. Itulah pokok permasalahannya. Hal ini berbahaya sekali bagi kita.
Kemungkinan besar hal ini dapat terjadi berulang-kali. Kalau kita terbiasa melakukannya, sulitlah untuk
keluar dari lingkaran itu.
Dalam keadaan menurunnya motivasi internal, seseorang memerlukan motivasi eksternal. Selagi kita
malas melakukan sesuatu yang harus segera kita lakukan, maka diperlukan motivasi eksternal. Apabila
dalam keadaan seperti ini tidak ada motivasi eksternal, maka faktor malas tadi dapat terulang dan
terulang lagi. Namun ketika kemalasan itu muncul dan saat itu ada orang yang mengetahui kemudian
memberikan motivasi kepada kita, untunglah bagi kita yang menyadarinya. Kalau seseorang tidak
menyadari pentingnya motivasi eksternal ini dan tetap berpendirian ingin menunda pekerjaannya, maka
malanglah dia. Mungkin dia akan terus menerus melakukan penolakan. Berarti orang seperti ini akan
membahayakan dirinya sendiri. Bayangkan, motivasi internal menurun, motivasi eksternal ditolak -
bagaimana dia dapat mengisi hidup ini dengan hal-hal yang positif dan menguntungkan segala pihak?
Bagaimana dengan motivasi dalam proses pembelajaran di sekolah? Sama - para siswa memerlukan
motivasi belajar, agar dapat meningkatkan minatnya pada seluruh pelajaran. Bagi anak rajin - hal ini
tidak masalah, karena motivasi internalnya sangat kuat. Banyak siswa memerlukan motivasi dari teman
dan guru. Motivasi eksternal ini diperlukan setiap hari dalam setiap mata pelajaran. Guru harus mampu
menjadi motivator yang handal, agar pelajarannya dapat disukai siswanya. Di kelas, guru harus pandai
mengatur langkah pembelajaran, menggunakan variasi metoda dan media komunikasi, agar siswa
termotivasi untuk belajar. Untuk materi pelajaran yang tergolong sulit atau rumit, dan sangat abstrak,
guru harus mengatur strategi pembelajarannya dengan baik. Itulah sebabnya diperlukan persiapan
mengajar sebelum pelajaran tersebut disampaikan ke siswa. Setiap mengajar, guru harus berupaya
memotivasi siswa agar pembelajaran berhasil.
Orang yang motivasi internalnya sangat besar, umumnya tidak lagi memerlukan motivasi eksternal.
Orang ini sangat percaya pada kemampuan dirinya, sehingga antusiasnya dalam melakukan aktivitas
membuat orang lain ingin meniru. Orang itu memang patut menjadi tauladan. Apabila Anda membaca
tulisan ini, kemudian termotivasi untuk meningkatkan diri, maka Anda salah satu dari sekian banyak
orang yang akan sanggup meningkatkan motivasi internal berdasarkan motivasi eksternal. Diharapkan
motivasi internal dapat makin kuat, sehingga suatu ketika dalam keadaan penting - kita tidak pernah lagi
menunda sesuatu dan tidak menunggu kehadiran motivasi eksternal yang belum tentu datang tidaknya.