Anda di halaman 1dari 8

BAB III

PEMBUATAN NATA DE COCO DENGAN CARA FERMENTASI


MENGGUNAKAN Acetobacter xylinum

I. TUJUAN PRAKTIKUM
a. Membuat nata dari air kelapa segar.
b. Mengetahui prinsip proses fermentasi dari bakteri pembuatan nata.

II. DASAR TEORI
Nata de Coco merupakan produk pangan bioteknologi berbahan baku air
kelapa yang difermentasikan oleh bakteri Acetobacter xylinum. Produk ini
pertama kali diproduksi di Filipina. Sejak ditemukan metode produksinya, nata de
coco menjadi salah satu minuman yang sangat digemari sebagai desert dan
minuman saat melakukan program diet. Hal ini disebabkan oleh kandungan serat
(selulosa) yang tinggi, vitamin-vitamin serta asam-asam amino yang baik bagi
tubuh.
Pada awal masa kepopulerannya di tahun 1993, nata de coco sempat menjadi
salah satu komoditas ekspor yang utama di negara Filipina. Oleh karena itu,
banyak industri dari skala rumah tangga hingga besar dibuat untuk memenuhi
permintaan produk nata tersebut. Seiring waktu, sisi negatif dari produksi nata de
coco mulai terlihat di sekitar lokasi pembuangan limbah nata. Pada daerah
tersebut mengalami degradasi lahan karena terjadinya peningkatan kadar
keasaman tanah yang cukup drastis serta menimbulkan penyakit dermatitis pada
penduduk. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan asam asetat glassial yang
bersifat asam pada sisa larutan nata yang tidak sempat atau tidak mampu
membentuk lapisan nata. Kecenderungan ini dapat saja terjadi di Indonesia karena
industri nata de coco berkembang pesat di negara ini.
Pada dasarnya, produksi limbah air kelapa yang cukup besar di negara-
negara penghasil kelapa seperti Indonesia dapat menjadi sesuatu yang
menguntungkan jika ditangani secara khusus. Kandungan nutrisi yang tinggi serta
hormon tumbuh yang terdapat di dalam air kelapa dapat dimanfaatkan untuk
menjadi pupuk cair hingga produk nata. Sedangkan limbah air kelapa yang
dibuang pada suatu lokasi secara terus menerus dalam jumlah besar akan dapat
berdampak pada penurunan kesuburan lahan. Dengan kata lain, potensi untuk
menjadi polutan yang meningkatkan kadar keasaman tanah telah ada sejak
pembuangan limbah air kelapa secara terus menerus ke tanah maupun bagi limbah
cair produksi nata de coco. Meskipun sama-sama berpotensi menghasilkan
limbah/polutan, namun pemanfaatan limbah air kelapa menjadi nata de coco
diharapkan dapat menekan jumlah limbah yang dibuang yang dapat merugikan
lingkungan.
Melihat permasalahan-permasalahan yang timbul terutama dari segi
produksi nata de coco dan lingkungan hidup, maka perlunya gagasan dan
penelitian untuk dapat menekan produksi limbah cair nata de coco hingga
mendekati angka nol persen. Semakin sedikit limbah yang dihasilkan (zero waste),
produksi nata menjadi optimal karena seluruh larutan media nata dapat menjadi
selulosa secara utuh.
Beberapa tahun terakhir, produk-produk bioteknologi mulai dikembangkan
secara lebih intensif untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat terutama
untuk mengatasi ancaman rawan pangan di seluruh dunia. Dalam rangka itulah,
secara sinergis perlu dilakukan antisipasi maupun tindakan preventif dari
perkembangan-perkembangan tersebut. Penelitian mengenai bakteri penghasil
selulosa sudah cukup banyak dilakukan, akan tetapi penelitian mengenai produksi
serta limbah nata masih sangat terbatas.













III. PROSEDUR KERJA
1) Alat
a. Pisau
b. Blender
c. Koran
d. Botol sirup
e. Kompor
f. Beaker glass
g. Pipet tetes
h. Ball filler
i. Spatula
j. Gelas arloji
k. Tali raffia
l. Baki plastic
m. Saringan plastic
n. Baskom

2) Bahan
a. Air kelapa segar
b. Pupuk ZA
c. Gula pasir
d. Asam asetat glasial
e. Ekstrak Nanas
f. Bibit cair










3) Skema Kerja
Pembuatan nata de coco



















Gambar III.1. Skema Kerja Pembuatan Nata De Coco










Air kelapa
Disaring
Dimasukkan dalam
panci
Direbus
Dituang
Didinginkan
Di cek pH
Nata de Coco
Didiamkan
Ditambahkan asam asetat
Ditambahkan bibit nata
Ditambahkan gula pasir dan ZA
Dalam baki plastik
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Hasil
Tabel III.1 Data Pengamatan
Cara Kerja Hasil Pengamatan
Pembuatan nata de coco Campuran dingin
4.5 L air kelapa (2 kelompok) disaring
dan dimasukkan dalam panci
Air kelapa bersih dan steril

Air kelapa direbus hingga mendidih Campuran berasa panas
Kemudian ditambahkan 135 gr gula
pasir, sambil diaduk
Campuran berwarna keruh

Campuran ditambah dengan 1.8 gr
urea, lalu diaduk hingga homogen
Bercampur dengan urea

Kemudian api dipadamkan dan
didinginkan pada suhu ruang
Campuran dingin

Campuran dipindahkan kedalam 2
baki per satu kelompok dan
didinginkan

Cek pH dengan pH universal pH = 5
+ Asam Asetat : 1 mL (diaduk) pH = 5
+ Asam Asetat : 1 mL (diaduk) pH = 5
+ Asam Asetat : 1 mL (diaduk) pH = 5
+ Asam Asetat : 1 mL (diaduk) pH = 5
+ Asam Asetat : 1 mL (diaduk) pH = 5
+ Asam Asetat : 1 mL (diaduk) pH = 4.8
+ Asam Asetat : 1 mL (diaduk) pH = 4.5
+ Asam Asetat : 1 mL (diaduk) pH = 4.3
Ditambahkan bibit nata yang telah
dipanen sebanyak 50 mL
Campuran berbau asam

Campuran dalam baki ditutup dengan
koran dan tali rafia, dan didiamkan
hingga 10 hari
Campuran dalam baki yang sudah
tertutup

2. Pembahasan
Pada tahap pembuatan nata de coco diawali dengan menyaring 4.5 L air
kelapa segar agar bersih dan steril. Setelah itu, air kelapa direbus hingga
mendidih kemudaian ditambah dengan 135 gr gula pasir. Penambahan gula
pasir berfungsi sebagai suplemen atau nutrient untuk pembuatan nata de coco.
Ditambahkan dengan 1.8 gr ZA. Penambahan ZA berfungsi sebagai nutrisi
berupa sumber nitrogen yang dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan
aktivitas bakteri nata de coco. dalam proses penambahan itu, Gula pasir dan
ZA sambil diaduk agar menghasilkan campuran yang homogen. Kemudian api
dipadamkan dan campuran didinginkan pada suhu ruangan. Setelah dingin,
dapat dituang didalam 4 baki plastic untuk 2 kelompok. Kemudian
didinginkan kembali setelah dingin di cek pH dengan pH universal. pH yang
didapat adalah 5 diasamkan dengan asam asetat. Lima kali pemberian asam
asetat (1 mL) pH masih tetap 5 dan ditambah asam asetat 1 ml pH mulai
bertambah keasamannya menjadi 4.8 ditambah lagi menjadi 4.5 sampai
mendekati pH 4.3 dengan penambahan asam asetat yang terakhir. Kemudian
ditambahkan bibit nata 50 mL dengan cara zig zag yang akan menyebarkan
bau asam. Setelah itu, campuran dalam baki ditutup rapat dengan Koran dan
ditali rafia dan didiamkan dalam 10 hari.















V. KESIMPULAN DAN SARAN
a) Kesimpulan
1. Nata de Coco merupakan produk pangan bioteknologi berbahan baku
air kelapa yang mempunyai kandungan serat (selulosa) yang tinggi,
vitamin-vitamin serta asam-asam amino yang baik bagi tubuh.
2. Pembuatan nata dapat dilakukan dengan fermentasi oleh bakteri
pembuatan nata (Acetobacer xylinum).

b) Saran
1. Pemilihan air kelapa perlu diperherhatikan karena dapat
mempengaruhi proses pembuatan nata de coco.
























DAFTAR PUSTAKA

Odilo T. 2011. http://dilosjournalsains.blogspot.com/2011/08/pengaruh-lama-
fermentasi-bahan-baku.html. Diakses pada sabtu,19 April 2014 jam : 09.23
Tim Dosen Praktikum Teknologi Bioproses. 2013. Petunjuk Praktikum Teknologi
Bioproses. Jurusan Teknik Kimia. FT Unnes.
Palungkung R. 2006. Aneka Produk Olahan Kelapa. Jakarta: Penebar Swadaya.
Pambayun R. 2006. Teknologi Pengolahan Nata De Coco. Yogyakarta:Kanisius.
Ryan M. 2008. Laporan Pengolahan Nata De Coco. http://one.indoskripsi.com/judul-
skripsi-tugas-makalah/mikrobiologi/laporanpengolahan-nata-de-coco. Akses
28/11/2013.