Anda di halaman 1dari 1

1.

Skenario
Tn. Z 71 tahun diantar oleh anaknya ke IGD RSUD Pasar Rebo. menurut pengakuan
anaknya tn.Z mengeluhan sesak napas, nyeri dada sejak 2 hari yang lalu, batuk berdahak
dan demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan : suhu tubuh 38,5 , TD :80/60 ,
pernafsan 33/menit. pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah leukositnya
15.000/ul. pemeriksaan rontgen didapatkan adanya infiltrat pada kedua lapang paru.
Pemeriksaan analisis gas darah didapatkan Pa02 55mmHg, Dokter mendiagnosis Tn.Z
menderita pneumonia komuniti yang berat. Tn. Z kemudian dilarikan ke ruang ICU,
Dokter memberikan terapi B-laktam IV + florokuinolon. Keluarga pasien menanyakan
prognosis bapaknya setelah penggunaan obat tersebut.
Foreground
Adakah perbedaan prognosis terhadap penggunaan B-laktam + ciprofloxacin dan B-
laktam + levofloxacin
P : pasien dewasa dengan Pneumonia komuniti berat
I : B-laktam + levofloxacin
C : B-laktam + ciprofloxacin
O : B-laktam + levofloxacin meningkatkan kelangsungan hidup pasien pneumonia
komuniti berat

gambil keputusan untuk terapi atau memilih terapi.