Anda di halaman 1dari 64

Islam sudah menetapkan ketentuan-ketentuan yang perlu diperhatikan.

Semuanya tercantum dalam


kitab suci Alquran, hadis, maupun fatwa ulama, agar menjadi tuntunan. Ada tiga pendapat dari para
ulama serta cendekiawan yang mewarnai pembahasan seputar wanita karier. Pertama, mereka yang
membolehkan wanita bekerja tanpa syarat apapun. edua, tidak membolehkan sama sekali, dan
ketiga, membolehkan tapi dengan syarat-syarat tertentu.
Seperti dikutip dari itab al-!awsu"at al-#iqhiyyah al-uwaitiyyah, menurut ulama dan cendekiawan
asal !esir, Sayid $utb, ajaran Islam lebih dekat dengan pandangan yang terakhir. %Sebab, tidak ada
larangan dalam Islam,"" ujar dia.

Islam, sambung dia, membolehkan wanita bekerja di bidang kemampuannya asal disesuaikan
dengan kodrat kewanitaannya. %&akni kodrat biologis dan mentalnya.%
'engan memerhatikan uraian itu, jelaslah bahwa Islam sama sekali tidak pernah menganggap wanita
hanya sebagai penganggur, atau harus di rumah saja, seperti yang dituduhkan sejumlah kalangan.
%Sebaik-baik canda seorang !uslimah di rumahnya adalah bertenun,% demikian sabda (abi
!uhammad SA) yang menekankan agar wanita juga harus tekun berkarya.

!eski begitu, dalam bekerja, ada tiga hal harus dipertimbangkan, yakni faktor kelemahan fisik wanita,
tugas alamiahnya, serta etika yang harus ditaati. *ebih jauh, dijelaskan oleh 'r Abd al-$adr !anshur,
bahwa dengan fisik yang tidak sekuat kaum lelaki, wanita dianjurkan tidak melakukan pekerjaan berat
maupun yang beresiko.
+al ini bukan untuk menghalangi atau membatasi. Anjuran itu terkait pula dengan tugas alamiah
wanita, seperti melahirkan, menyusui dan menjaga keluarga, sehingga perlu ada sinergi dengan
akti,itasnya di luar rumah.
Adapun aspek etika pada dasarnya dimaksudkan untuk mengatur keseimbangan hubungan antara
laki-laki dan wanita. Agama Islam sendiri mengenal yang dinamakan hukum ikthilath atau berbaurnya
laki-laki dan perempuan dalam satu tempat tertentu. etentuan ini bisa haram, bisa mubah.
Akan menjadi haram jika mengandung tiga hal. &akni, berduaan antara laki-laki dan wanita,
terbukanya aurat wanita, serta ada persentuhan anggota badan antara laki-laki dan wanita. (amun,
hukum haram ini tidak berlaku untuk mereka yang berprofesi sebagai dokter.
-adi, tidak ada pelarangan dalam Islam terhadap kaum wanita untuk bekerja. .ahkan, banyak hadis
dan pandangan ulama yang dapat dijadikan pegangan dalam melaksanakan kegiatan bermanfaat di
luar rumah, tapi tentu saja harus sei/in suami 0bagi yang telah berkeluarga1.
itab fikih +asyiyah Ibnu Abidin justru menilik aspek lebih luas lagi. 'ikatakan, bahwa seorang ayah
boleh mengarahkan putrinya untuk bekerja, contohnya dengan mengikut sertakan pada pelatihan
membatik atau kursus menjahit.
(abi SA) pun berpesan bagi mereka yang bekerja, termasuk kaum wanitanya. %Sesungguhnya Allah
S)2 mencintai orang yang melakukan satu pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan profesional 0al-
itqan1.% 0+3 al .aihaqi, Abu &a"la, Ibn Asakir1

Wanita Karir Dalam Pandangan Islam
Posted on 24 Juli, 2008 | & Komentar
Oleh : Tengku Azhar, !"
#$ahasis%a Pas!asar&ana, 'lass (nternational )ahasa Ara* : Al+,a-hul (slami %a .shuluhu, .$/0
Diskursus tentang karir %anita dan %anita karir de%asa ini semakin hangat, terutama di negeri ini dan
menda1at+kan dukungan serta 1erhatian serius dari *er*agai kalangan, khususn2a 2ang menamakan diri mereka
kaum ,eminis dan 1emerhati %anita"
$ereka selalu mengangkat tema 31engungkungan4 (slam terhada1 %anita dan mem1romosikan motto
emansi1asi dan 1ersamaan hak di segala *idang tan1a ke!uali atau 2ang *elakangan le*ih dikenal dengan
se*utan kesetaraan gender" )an2ak %anita muslimah terke!oh olehn2a, terutama mereka 2ang tidak memiliki
5*asi!6 keagamaan 2ang kuat dan memadai"
Karena meru1akan masalah 2ang urgen dan *erim1likasi serius, maka ka&ian kita kali ini mengangkat
tema terse*ut" /emoga tulisan ini menggugah %anita+%anita muslimah untuk kem*ali ke1ada 7ithrah mereka"
Am8n"
Wanita Sepanjang Sejarah
)agaimana 1erlakuan 2ang di*erikan oleh 1erada*an dan agama di luar (slam terhada1 %anita,
diantaran2a9
a. Yunani dan Romawi
:ua *angsa 2ang dulun2a dikatakan memiliki 1erada*an 2ang 3tinggi4ini, tern2ata menem1atkan %anita
tidak le*ih dari sekedar *arang murahan 2ang *e*as untuk di1er&ual*elikan di 1asaran"%anita tidak memiliki
kemerdekaan dan kedudukan, tidak 1ula di*erikan hak %aris"%anita se1enuhn2a tunduk dan hina di *a%ah
kekuasaan 1ria se!ara mutlak"
b. Hindustan
:alam s2ari6at *angsa ini din2atakan, *ah%a angin, kematian, neraka, ra!un dan a1i tidak le*ih &elek dari
%anita"
c. Yahudi
)angsa dan agama ;ahudi mengangga1 *ah%asan2a %anita adalah makhluk 2ang terlaknat karena
%anitalah 2ang men2e*a*kan Adam melanggar larangan Allah hingga dikeluarkan dari /urga"se*agian
golongan ;ahudi mengangga1 %anita dera&atn2a adalah se*agai 1em*antu dan a2ah si %anita *erhak untuk
men&ualn2a"
d. Nasrani
/ekitar a*ad ke+<, 1ara 1emim1in agama ini *erkum1ul untuk mem*ahas masalah %anita, a1akah %anita itu
sekedar tu*uh tan1a ruh di dalamn2a= Atau ia memiliki ruh= :an ke1utusan akhirn2a mereka meneta1kan
*ah%a %anita itu tidak memiliki ruh 2ang selamat dari adza* neraka Jahannam ke!uali $ar2am i*un2a (sa
5alihis salam"
Kondisi Wanita di Dunia Barat
> :ari sisi historis, ter&unn2a kaum %anita ke la1angan untuk *eker&a dan *erkarir semata+mata karena unsur
keter1aksaan" Ada dua hal 1enting 2ang melatar*elakangin2a:
Pertama, ter&adin2a re?olusi industri mengundang arus ur*anisasi kaum 1etani 1edesaan, tergiur untuk
menga+du nasi* di 1erkotaan, karena him1itan sistem ka1italis 2ang melahirkan tuan+tuan tanah 2ang rakus"
)erangkat ke 1erkotaan, mereka *erhara1 menda+1atkan kehidu1an 2ang le*ih la2ak namun realitan2a, &ustru
semakin sengsara" $ereka menda1at u1ah 2ang rendah"
Kedua, kaum ka1italis dan tuan+tuan tanah 2ang rakus senga&a mengguna+kan momen ter&unn2a kaum
%anita dan anak+anak, dengan le*ih mem*erikan 1orsi ke1ada mereka di la1angan 1eker&aan, karena mau
diu1ah le*ih murah dari1ada kaum lelaki, meski1un dalam &am ker&a 2ang 1an&ang"
> Kehidu1an 2ang dialami oleh %anita di )arat 2ang demikian mengenaskan, sehingga menggerakkan
nurani sekelom1ok 1akar untuk mem*entuk se*uah organisasi ke%anitaan 2ang di*eri nama
3@umanitarian $o?ment4 2ang *ertu&uan untuk mem*atasi eks1loitasi kaum ka1italis terhada1 1ara
*uruh, khususn2a dari kalangan anak+anak" Organisasi ini *erhasil mengu1a2akan undang+undang
1erlindungan anak, akan teta1i tidak demi+kian haln2a dengan kaum %anita" $ereka teta1 sa&a dihisa1
darahn2a oleh kaum ka1italis terse*ut"
> @ingga saat ini 1un, kedudukan %anita karir di )arat *elum terangkat dan masih sa&a mengenaskan,
meski1un sudah menda1atkan se*agian hak mereka" :i antara indikasin2a, menda1atkan u1ah le*ih
ke!il dari1ada kaum laki+laki, keharusan mem*a2ar mahar ke1ada laki+laki *ila ingin menikah,
keharusan menanggung *e*an 1eng+hidu1an keluarga *ersama sang suami, dan lain se*again2a"
Beberapa Dampak Negatif dari Terjunna Wanita untuk Berkarir
:i antara dam1ak+dam1ak negati7 terse*ut adalah:
> Penelitian kedokteran di la1angan #dunia )arat0 menun&ukkan telah ter&adi 1eru*ahan 2ang amat
signi7ikan terhada1 *entuk tu*uh %anita karir se!ara *iologis, sehingga men2e*a*kann2a kehilangan
naluri ke%anitaan, teta1i tidak *eru*ah &enis kelamin men&adi laki+laki" Jenis %anita sema+!am ini
di&uluki se*agai &enis kelamin ke tiga" $enurut data statistik, ke*an2akan 1en2e*a* kemandulan 1ara
istri 2ang *eker&a se*agai %anita+%anita karir terse*ut *ukan karena 1en2akit 2ang *iasa dialami oleh
anggota *adan, teta1i le*ih diaki*atkan oleh ulah %anita di mas2arakat Aro1a 2ang se!ara total, *aik
dari as1ek materil, 1emikiran mau1un *iologis lari dari 7ithrahn2a #2akni si7at kei*uan0" Pen2e*a*
lainn2a adalah u1a2a mereka untuk menda1atkan 1ersamaan hak dengan kaum laki+laki dalam segala
*idang" @al inilah 2ang se!ara 1erlahan melen2a1kan si7at kei*uan mereka, *an2akn2a ter&adi
kemandulan serta mandegn2a A/( se*agai aki*at 1er*auran dengan kaum laki+laki"
> :i )arat, mun!ul 7enomena 2ang mengkha%atirkan sekali aki*at ter&unn2a kaum %anita se*agai %anita
karir, 2aitu ter&adin2a tindak kekerasan terhada1 anak+anak ke!il *eru1a 1ukulan 2ang keras, sehingga
da1at mengaki*atkan mereka meninggal dunia, gila atau !a!at 7isik" $a&alah+ma&alah 2ang *eredar di
sana men2e*utkan nama 1en2akit *aru ini dengan se*utan )attered )a*2 /2n #1en2akit anak 2ang
di1ukul0" $a&alah @eBagon dalam ?olume Co" < tahun DEF8 men2e*utkan *ah%a *an2ak sekali rumah
sakit+rumah sakit di Aro1a dan Amerika 2ang menam1ung anak+anak ke!il 2ang di1ukul se!ara keras
oleh i*u+i*u mereka atau terkadang oleh *a1ak+*a1ak mereka"
> :G" Ahmad Al+)arr mengatakan, 3Pada tahun DEHF, le*ih dari H<00 anak ke!il 2ang dira%at di *e*era1a
rumah sakit di (nggris 2ang *erakhir dengan meninggal sekitar 20I dari mereka, sedangkan sisan2a
mengalami !a!at 7isik dan mental se!ara akut" Ada lagi, sekitar ratusan orang 2ang mengalami
ke*utaan dan lainn2a ketulianJsetia1 tahunn2a, ada 2ang mengalami !a!at 7isik, ediot dan lum1uh
aki*at 1ukulan keras4"
> Para %anita karir 2ang men&adi i*u rumah tangga tidak da1at mem*erikan 1ela2anan se!ara kontin2u
terhada1 anak+anak mereka 2ang masih ke!il, karena ham1ir seluruh %aktun2a di!urahkan untuk karir
mereka"
> )erkurangn2a angka kelahiran, sehingga 1emerintah negara terse*ut saat ini menggalakkan kam1an2e
mem1er*an2ak anak dan mem*erikan 1enghargaan *agi keluarga 2ang memiliki *an2ak anak" @al ini
tentun2a *ertolak *elakang dengan kondisi 2ang ada di dunia (slam"
!aksi "ereka Berbicara
> /eorang ,iloso7 *idang ekonomi, Joel /imon *erkata, 3$ereka #1ara %anita0 telah direkrut oleh
1emerintah untuk *eker&a di 1a*rik+1a*rik dan menda1atkan se&umlah uang se*agai im*alann2a, akan
teta1i hal itu harus mereka *a2ar mahal, 2aitu dengan rontokn2a sendi+sendi rumah tangga mereka4"
> /e*uah lem*aga 1engka&ian strategis di Amerika telah mengadakan 51olling6 se1utar 1enda1at 1ara %anita
karir tentang karir seorang %anita" :ari hasil 51olling6 terse*ut dida1at kesim1ulan: 3)ah%a
sesungguhn2a %anita saat ini sangat keletihan dan H<I dari mereka le*ih mengutamakan untuk
kem*ali ke rumah merekaJ4"
Karir Wanita da#am $erspektif %s#am
Allah Ta6ala men!i1takan laki+laki dan %anita dengan karakteristik 2ang *er*eda" /e!ara alami
#sunnatullah0, laki+laki memiliki otot+otot 2ang kekar, kemam1uan untuk melakukan 1eker&a+an 2ang *erat,
1antang men2erah, sa*ar dan lain+lain" 'o!ok dengan 1eker&aan 2ang melelahkan dan sesuai dengan tugasn2a
2aitu menghidu1i keluarga se!ara la2ak"
/edangkan *entuk kesulitan 2ang dialami %anita 2aitu: $engandung, melahirkan, men2usui,
mengasuh dan mendidik anak, serta menstruasi 2ang mengaki*atkan kondisin2a la*il, selera makan *erkurang,
1using+1using, rasa sakit di 1erut serta melemahn2a da2a 1ikir, se*agaimana disitir di dalam Al+Kur6an , Dan
Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapanya; Ibunya telah
mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. #K/"
u-man: D40"
Ketika dia melahirkan *a2in2a, dia harus *eristirahat, menunggu hingga 40 hari atau H0 hari dalam
kondisi sakit dan merasakan keluhan 2ang demikian *an2ak, teta1i harus dia tanggung &uga" :itam*ah lagi masa
men2usui dan mengasuh 2ang mengha*iskan %aktu selama dua tahun" /elama masa terse*ut, si *a2i menikmati
makanan dan gizi 2ang dimakan oleh sang i*u, sehingga mengurangi staminan2a"
Oleh karena itu, :ienul (slam menghendaki agar %anita melakukan 1eker&aanLkarir 2ang tidak
*ertentangan dengan kodrat ke%anitaann2a dan tidak mengungkung hakn2a di dalam *eker&a, ke!uali 1ada
as1ek+as1ek 2ang da1at men&aga kehormatan dirin2a, kemuliaann2a dan ketenangann2a serta men&agan2a dari
1ele!ehan dan 1en!am1akan"
:ienul (slam telah men&amin kehidu1an 2ang *ahagia dan damai *agi %anita dan tidak mem*uatn2a
1erlu untuk *eker&a di luar rumah dalam kondisi normal" (slam mem*e+*ankan ke atas 1undak laki+laki untuk
*eker&a dengan giat dan *ersusah 1a2ah demi menghidu1i keluargan2a"
$aka, selagi si %anita tidak atau *elum *ersuami dan tidak di dalam masa menunggu #5iddah0 karena
di!eraikan oleh suami atau ditinggal mati, maka na7kahn2a di*e*ankan ke atas 1undak orangtuan2a atau anak+
anakn2a 2ang lain, *erdasarkan 1erin!ian 2ang dise*utkan oleh 1ara ulama 7i-ih kita"
)ila si %anita ini menikah, maka sang suamilah 2ang mengam*il alih *e*an dan tanggung &a%a*
terhada1 semua urusann2a" :an *ila dia di!eraikan, maka selama masa 5iddah #menunggu0 sang suami masih
*erke%a&i*an mem*erikan na7kah, mem*a2ar mahar 2ang tertunda, mem*erikan na7kah anak+anakn2a serta
mem*a2ar *ia2a 1engasuhan dan 1en2usuan mereka, sedangkan si %anita tadi tidak sedikit 1un dituntut dari hal
terse*ut"
/elain itu, *ila si %anita tidak memiliki orang 2ang *ertanggung &a%a* terhada1 ke*utuhann2a, maka
negara (slam 2ang *erke%a&i*an atas na7kahn2a dari )aitul $al kaum $uslimin"
!o#usi %s#am Terhadap Diskursus Karir Wanita
Ada kondisi 2ang teramat mendesak 2ang men2e*a*kan seorang %anita ter1aksa *eker&a ke luar rumah
dengan 1ers2aratan se*agai *erikut:
> :isetu&ui oleh kedua orangtuan2a atau %akiln2a atau suamin2a, se*a* 1ersetu&uann2a adalah %a&i* se!ara
agama dan -adla6 #hukum0"
> Peker&aan terse*ut terhindar dari ikhtilath #*er*aur dengan *ukan mahram0, khal%at #*ersun2i+sun2i,
men2endiri0 dengan laki+laki asing9 /e*a* ada dam1ak negati7 2ang *esar" Gasulullah sa% *ersa*da,
3Tidaklah seo+rang laki+laki *erkhal%at #*ersun2i+sun2i, men2endiri0 dengan seorang %anita, ke!uali
*ila *ersama laki+laki #2ang me+ru1akan0 mahramn2a4" #@G" )ukhari0"
> $enutu1i seluruh tu*uhn2a di hada+1an laki+laki asing dan men&auhi semua hal 2ang *erindikasi 7itnah,
*aik di da+lam *er1akaian, *erhias atau 1un *er%angi+%angian #menggunakan 1ar7um0
> Komitmen dengan akhla- (slami dan hendakn2a menam1akkan keseriusan dan sungguh+sungguh di dalam
*er*i!ara, alias tidak di*uat+*uat dan senga&a melunak+lunakkan suara" ,irman Allah, 3$aka &anganlah
sekali+kali kalian melunak+lunakan u!a1an sehingga mem*uat !ondong orang 2ang di dalam hatin2a
terda1at 1en2akit dan *erkata+katalah dengan 1erkataan 2ang ma6ru7L*aik4"#Al+Ahza*: M20
> @endakn2a 1eker&aan terse*ut sesuai dengan ta*i6at dan kodratn2a se1erti dalam *idang 1enga&aran,
ke*idanan, men&ahit dan lain+lain"
$enutup
/udah %aktun2a kita memahami *eta1a agungn2a dien ini di dalam setia1 1roduk hukumn2a,
*er1egang teguh dengann2a, men&adikann2a se*agai hukum 2ang *erlaku terhada1 semua aturan di dalam
kehidu1an kita serta *erke2akinan se!ara 1enuh, *ah%a ia akan selalu !o!ok dan sesuai di dalam setia1 masa
dan tem1at"
Reference
D" $a&alah 3Al+@ikmah4 ?ol N(((, edisi /2a%%al D4DH @, hal" D2M+D40 dengan &udul 5Amal al-
Marah !aina Al-Islam "a Al-#harb oleh: (*rahim an+Ci6mah"
2" $anita Karir dalam %imbangan Islam, :G" $uhammad Al )arr"
Wanita Karir dan KewajibanyaSebagai
Ibu Rumah Tangga
arir memiliki dua pengertian4 pertama; karir berarti pengembangan dan kemajuan dalm
kehidupan ,pekerjaan dan sebagainya,kedua; karir berati pekerjaan yang memberikan harapan
untuk maju.etika 5wanita6 dan 5karir6 disatukan maka kata itu berarti wanita yang berkecimpung
dalam kegiatan profesi dengan keahlian tertentu.
'ari pengertian diatas dapat diketahui cirri 7ciri wanita karir4
8. )anita yang aktif melakukan krgiatan untuk mencapai kemajuan.
9. egiatan-kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan professional sesuai dengan bidang yang
ditekuninya.
:. .idang pekerjaan yang dilakukan oleh wanita karir adalah4yang sesuaidengan keahlian dan
dapat mendatangkan kemajuan dalam kehidupan,pekerjaan,jabatan dan lain 7 lain.
'engan demikian dapat dirumuskan bahwa wanita karir adalah wanita yang menekuni
sesuatu atau beberapa pekerjaan dengan dilandasi keahlian tertentu berbeda halnya dengan
5wanita pekerja atau6tenaga kerja wanita6 ialah mereka yang hasil karyanya akan dapat
menghasilkan imbalan keuangan.(amun hal ini berbeda dengan wanita yang berjam 7jam
mengurusi rumah tangga,terkadang hampir tak ada waktu untuk beristirahat karena banyaknya
pekerjaan yang harus diselesaikan namun pekerjaan ini tidak menghasilkan uang,dan wanita
semacam ini tidak termasuk wanita bekerja.Sedangkan istilah 2) adalah wanita yang mampu
melakukan pekerjaan di dalam maupun diluar hubungan kerja guna menghasilkan jasa dan
uang.
'apat disimpulkan bahwa wanita yang bekerja lebih ditekankan kepada aspek imbalan
yang diperolehnya dari hasil karya yang dihasilkannya.(amun dalam kenyataanya istilah 2)
lebih berkonotasi pekerjaan membantu rumah tannga atau babu,tidak berpendidikan ,kerja diluar
negeri dll.
Adapun penyebab-penyebab yang mendorong wanita berkarir di katakana oleh lewis
dalam bukunya6'e,eloping )oman;s Potential6 srbagai berikut4
8. Perkembangan disektor industri,karena dalam hal ini mengakibatkan terjadinya kenaikan
penyerapan pada tenag kerja.Sehingga banyak pekerja yang dibutuhkan terutama pekerjaan
yang tidak membutuhkan tenaga dan pikiran.
9. emajuan wanita dalam sektor pendidikan, maka banyak wanita yang berpendidikan tinggi dan
tidak puas jika hanya menjadi ibu rumah tangga saja.
:. Perubahan yang terjadi pada masyarakat tani di pedesaan berubah menjadi masyarakat
modern,dan keadaan ekonomi yang kurang baik mendorong mereka untuk mengadu nasibdi
kota.
!aria <lfa Subadio melihat ada beberapa golongan wanita di masyarakat4
8. Ada wanita yang mempunyai bekal dan cita-cita tinggi, sehingga lebih memilih tidak berumah
tangga
9. )anita yang seratus persen menjadi ibu rumah tangga,dan sudah merasa puas akan hal itu
:. Ada wanita yang memilih jalan tengah artinya wanita seperti ini mempunyai kesadaran dan
harus bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarganya
lasifikasi tersebut tidak jauh berbeda dengan klasifikasi yang di kemukakan oleh
!arwah 'aud Ibrahim.!enurutnya ada tiga klasifikasi wanita4
8. )anita yang merasa dirinya sebagai pelengkap dan hanya menganggap dirinya sebagai objek
penderitaan kaum pria
9. )anita yang mengutuk golongan partama diatas ,mereka menginginkan kebebasan dari
ketergantungan terhadap kaum pria
:. !ereka yang melihat dirinya dengan sosok yang utuh,menghormati kodrat kelahirannya sebagai
wanita ,dan melaksanakan fungsi kewanitaannya tatapi juga tidak lalai dalam meniti karirnya.
Ada beberapa macam wanita karir4
8. )anita yang perlu berpenampilan menarik dan tidak ,karena tuntutan dari profesi yang
ditekuninya.
9. )anita karir yang langsung berhubungan dengan orang lain dan yang tidak.
:. )anita karir yang bisa membina karirnya di dalam rumah dan tidak.
.. )A(I2A A3I3 'A*A! PA('A(=A( IS*A!
Sebelun sampai kepembahasan wanita karir ,kita lihat dulu pandanga Al-$uran dan +adist
memandang kaumwanita
8.Al-$uran surat al-2aubah >84
Orang orang yang beriman laki-laki dan perempuan sebagai mereka (adalah)menjadi
penolong bagi sebagian yang lain mereka menyuruh (mengerjakan) yang maruf,mencegah dari
yang mungkar,mendirikan shalat,menunaikan akat,dan mereka taat kepada !llah dan
"osulnya#
'ariayat diatas dapat dipahami bahwa pria dan wanita saling tolong menolong terutama
dalam rumah tangga yang mempunyai tugas dan kewajiban yang sama untuk menjalankan amar
ma;ruf nahi munkar
9.Al-$uran surat al-(isa; ayat 89?4
$arang siapa yang mengerjakan amal sholeh ,baik laki- laki maupun perempuan sedang ia
orang beriman ,maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiyaya %alau
sedikit pun#
Ayat diatas memberi petunjuk bahwa karya wanita dalam bentuk apapun dilakukanya
adalah miliknya dan bertanggung jawab pula atas kerjanya itu ,termasuk masalah ibadah tidak
bergantung kepada pihak pria tetapi bergantung pada amalnya.
:.Al-$uran surat al-(isa; ayat :94
&an janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan !llah kepada sebagian kamu lebih
banyak dari sebagian yang lain (karena bagi oranglaki-laki ada bagian dari pada apa yang
mereka usahakan,dan bagi para %anita pun ada bagian dan yang mereka usahakan
Ayay ini memberikan gambaran bahwa tidak ada diskriminasi bagi wanita,tidak ada
alasan untuk merendahkan derajat kaum wanita .Semuanya bergantung pada amal masing-
masing
?.Al-$uran surat al-(isa ayat >4
$agi laki- laki ada hakbagian dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya,dan bagi %anita
ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya ,baik sedikit maupun
banyak menurut bagian yang telah ditetapkan#
Ayat ini menjelaskan kedudukan wanita setelah dan sebelum islam,dulu wanita tidak
mendapatkan harta warisamn namun malah dijadikan harta benda tetapi setelah islam datang
wanita mendapat bagian hak warisan dan diperlakukan sebagai manusia biasa .*aki laki sama
denganwanita akan tetapi dalam hal hal tertentu antara pria dan wanita itu tidak harus sama
benar dengan kaum pria
@. )A(I2A SA.A=AI I.< 3<!A+ 2A(==A
Salah satu fungsi wanita yang terpenting adalah sebagai ibu ,penekananya sebagai ibu
rumah tangga lebih di titik beratkan kepada usaha membina dan menciptakan keluarga
bahagia .&ang paling penting adalah merawat dan mendidik anaknya dimulai sejak dalam
kandungan sampai anak itu dewasa .!aka tidaklah berlebihan jika islam memberikan
penghargaan yang tinggi bagi seorang wanita yang berfungsi sebagai ibu sampai (abi
bersabda4
-adi peranan yang sangat penting bagi wanita sebagai ibu rumah tangga adalah terletak
dalam pendidikan dan pembinaan anak,sehingga anaknya menjadi kader-kader unggulan
dimasa depan dan pendidikan tersebut tidak bisa dilimpahkan atau diwakilkan kepada siapapun.
'. ASI!P<*A(
'ari berbagai ulasan diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut4
8. Antara laki- laki dan perempuan hakekatnya sama dalam islam dan memiliki paran yang sama
namun jobnya yang berbeda -beda ,perbedaan ini sebagai sesuatu yang alami dimana mereka
akan menikmati jobnya masing nasing
9. aum wanita yang berpendidikan dan memiliki profesi serta keterampilan yang tinggi berhak
untuk berkarir di bidangnya bahkan dalam hal hal tertentu ia wajib berkarir kalau dipahamimya
sebagai mengamalkan ilmu dan mengembangkan potensi yang di perlukan oleh masyarakat
luas .!eniti karir tersebut harus dilandasi dengan niat yang suci tanpa melupakan keluarga dan
setatusnya sebagai ibu rumah tangga.
:. Seseorang wanita karir yang memasuki bahtera rumah tangga maka apapun aktifitasnya harus
di musyawarahkan dan diketahui suaminya,karena jika ia berumah tangga ,berarti ia telah siap
berbagi rasa mengatur dan diatur bahkan terikat oleh ikatan perkawinan yang didasari oleh cinta
dalam konteks ini cinta berarti menselaraskan dua hati dua keinginan dan dua ambisi yang
berbeda menjadi sesuatu yang membahagiakan.!aka bagi wanita karir harus bisa
menyempatkan waktu untuk membina dan mendidik anak anaknya.
Oleh Ustadz Yusuf Iskandar.
Fenomena wanita berkarir sebenarmya bukanlah fenomena yang baru muncul kemarin sore,
melainkan sejak zaman awal diciptakannya manusia. Hanya cara dan istilahnya yang berbeda
pada masing masing zaman. Dan hal yang perlu diperhatikan oleh kita semua khususnya para
Muslimah terkait fenomena tersebut adalah tentang bagaimana cara wanita berkarir dalam
pandangan Islam. pa!apa saja yang diperbolehkan dan dilarang dalam Islam terkait wanita
berkarir.
"ejolak tentang karir wanita dan wanita karir dewasa ini semakin hangat, juga di negara
Indonesia yang kita cintai ini. #anyak kalangan yang serius mencurahkan perhatiannya akan
masalah ini, termasuk juga komunitas yang menamakan diri mereka kaum Feminis dan
pemerhati wanita.
Mereka sering mengusung tema $pengungkungan% Islam terhadap wanita dan mempromosikan
motto emansipasi dan persamaan hak di segala bidang tanpa terkecuali atau lebih dikenal
dengan sebutan kesetaraan gender. #anyak wanita muslimah terkecoh olehnya, terutama
mereka yang tidak memiliki basic ilmu pemahaman keagamaan yang kuat dan memadai.
&emoga tulisan ini menggugah wanita'wanita muslimah untuk kembali kepada fithrah mereka
dan memahami hak dan kewajiban llah atas dirinya . m(n.
Kondisi Wanita di Dunia Barat
Dari sisi historis, terjunnya kaum wanita ke lapangan untuk bekerja dan berkarir semata'
mata karena unsur keterpaksaan. da dua hal penting yang
melatarbelakanginya)Pertama, terjadinya re*olusi industri yang mengundang arus urbanisasi
kaum petani pedesaan, tergiur untuk mengadu nasib di perkotaan, karena himpitan sistem
kapitalis yang melahirkan tuan'tuan tanah yang rakus. #erangkat ke perkotaan mereka
berharap mendapatkan kehidupan yang lebih layak namun realitanya, justru semakin
sengsara terpuruk dan menghinakan diri dengan menjadi budak pemilik harta. Mereka
mendapat upah yang rendah,dan kadang diperlakukan dengan semena'mena layaknya budak
dan tuan.Ke dua, kaum kapitalis dan tuan'tuan tanah yang rakus sengaja menggunakan
momen terjunnya kaum wanita dan anak'anak, dengan lebih memberikan porsi kepada
mereka di lapangan pekerjaan, karena mau diupah lebih murah daripada kaum lelaki,
meskipun dalam jam kerja yang panjang dan melelahkan.
+ehidupan yang dialami oleh wanita di #arat yang demikian mengenaskan, sehingga
menggerakkan nurani sekelompok pakar untuk membentuk sebuah organisasi kewanitaan
yang diberi nama Humanitarian Movement yang bertujuan untuk membatasi eksploitasi kaum
kapitalis terhadap para buruh, khususnya dari kalangan anak'anak. ,rganisasi ini berhasil
mengupayakan undang'undang perlindungan anak, akan tetapi tidak demikian halnya dengan
kaum wanita. Mereka tetap saja dihisap darahnya oleh kaum kapitalis tersebut. -aksana
lintah menghisap mangsa yang tidak akan dilepas hingga tidak ada tempat diperutnya
Hingga saat ini pun, kedudukan wanita karir di #arat belum terangkat dan masih saja
mengenaskan, meskipun sudah mendapatkan sebagian hak mereka. Di antara indikasinya,
mendapatkan upah lebih kecil daripada kaum laki'laki, keharusan membayar mahar kepada
laki'laki bila ingin menikah, keharusan menanggung beban penghidupan keluarga bersama
sang suami, dan lain sebagainya yang jelas keluar dari fithrah wanita .
Beberapa Dampak Negatif dari Terunn!a Wanita untuk Berkarir
Di antara dampak'dampak negatif tersebut adalah)
.enelitian kedokteran di lapangan /dunia #arat0 menunjukkan telah terjadi perubahan yang
amat signifikan terhadap bentuk tubuh wanita karir secara biologis, sehingga
menyebabkannya kehilangan naluri kewanitaan. Meskipun jenis kelamin mereka tidak
berubah menjadi laki'laki, namun jenis wanita semacam ini dijuluki sebagai jenis kelamin ke
tiga. Menurut data statistik, kebanyakan penyebab kemandulan para istri yang merupakan
wanita karir tersebut bukan karena penyakit yang biasa dialami oleh anggota badan, tetapi
lebih diakibatkan oleh ulah wanita di masyarakat 1ropa yang secara total, baik dari aspek
materiil, pemikiran maupun biologis lari dari fithrahnya /yakni sifat keibuan0.
.enyebab lainnya adalah upaya mereka untuk mendapatkan persamaan hak dengan kaum
laki'laki dalam segala bidang. Hal inilah yang secara perlahan melenyapkan sifat keibuan
mereka, banyaknya terjadi kemandulan serta mandegnya air susu ibu /&I0 sebagai akibat
perbauran dengan kaum laki'laki.
Di #arat, muncul fenomena yang mengkhawatirkan sekali akibat terjunnya kaum wanita
sebagai wanita karir, yaitu terjadinya tindak kekerasan terhadap anak'anak kecil berupa
pukulan yang keras, sehingga dapat mengakibatkan mereka meninggal dunia, gila atau cacat
fisik. Majalah'majalah yang beredar di sana menyebutkan nama penyakit baru ini dengan
sebutan Battered Baby Syn /penyakit anak akibat dipukul0. Majalah He2agon dalam *olume
3o. 4 tahun 5678 menyebutkan bahwa banyak sekali rumah ! rumah sakit di 1ropa dan
merika yang menampung anak'anak kecil yang dipukul secara keras oleh ibu'ibu mereka
atau terkadang oleh bapak'bapak mereka.
D9. hmad l'#arr mengatakan, $.ada tahun 56:7, lebih dari :4;; anak kecil yang dirawat
di beberapa rumah sakit di Inggris, dan sekitar <;= dari mereka berakhir dengan meninggal,
sedangkan sisanya mengalami cacat fisik dan mental secara akut. da lagi, sekitar ratusan
orang yang mengalami kebutaan dan lainnya ketulian setiap tahunnya, ada yang mengalami
cacat fisik, idiot dan lumpuh akibat pukulan keras%.
.ara wanita karir yang menjadi ibu rumah tangga tidak dapat memberikan pelayanan secara
berkesinambungan terhadap anak'anak mereka yang masih kecil, karena hampir seluruh
waktunya dicurahkan untuk karir mereka. &ehingga anak'anak mereka hanya mendapatkan
jatah sisa waktu dalam keadaan cape dan loyo
#erkurangnya angka kelahiran, sehingga pemerintah negara tersebut saat ini menggalakkan
kampanye memperbanyak anak dan memberikan penghargaan bagi keluarga yang memiliki
banyak anak. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan kondisi yang ada di dunia Islam saat
ini.
"aksi ) #ereka Berbi$ara
&eorang Filosof bidang ekonomi, >oel &imon berkata, $Mereka /para wanita0 telah direkrut
oleh pemerintah untuk bekerja di pabrik'pabrik dan mendapatkan sejumlah uang sebagai
imbalannya, akan tetapi hal itu harus mereka bayar mahal, yaitu dengan rontoknya sendi'
sendi rumah tangga mereka%.
&ebuah lembaga pengkajian strategis di merika telah mengadakan ?polling@ seputar
pendapat para wanita karir tentang karir seorang wanita. Dari hasil ?polling@ tersebut
didapat kesimpulan) $#ahwa sesungguhnya wanita saat ini sangat keletihan dan :4= dari
mereka lebih mengutamakan untuk kembali ke rumah mereka%.
Karir Wanita dalam %erspektif Islam
llah Aa@ala menciptakan laki'laki dan wanita dengan karakteristik yang berbeda. &ecara alami
/sunnatullah0, laki'laki memiliki otot'otot yang kekar, kemampuan untuk melakukan pekerjaan
yang berat, pantang menyerah, sabar dan lain'lain. Bocok dengan pekerjaan yang melelahkan
dan sesuai dengan tugasnya yaitu menghidupi keluarga secara layak.
&edangkan bentuk kesulitan yang dialami wanita yaitu ) Mengandung, melahirkan, menyusui,
mengasuh mendidik anak, serta menstruasi yang mengakibatkan kondisinya labil, selera makan
berkurang, pusing'pusing, rasa sakit di perut serta melemahnya daya pikir, sebagaimana
disebutkan di dalam l'Cur@an )
BCDEFG HD H D ID JKLM N OM PQD RMSTM OU VWDXD YD OU Z[ \U BC]^HD _ W`D Ia ^HD OU WUbcM HD _c IM EZD B`
dM \D efU gN _R hD PQD RMSRMHD _G RDiM eU EbXD RN ! jkSl dBXmR
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang, Ibu Bapaknya Ibunya
telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah!tambah dan menyapihnya dalam
dua tahun"# &'". (u)man* +,-.
+etika dia melahirkan bayinya, dia harus beristirahat, menunggu hingga D; hari atau :; hari
dalam kondisi sakit dan merasakan keluhan yang demikian banyak. Ditambah lagi masa
menyusui dan mengasuh yang menghabiskan waktu selama dua tahun. &elama masa tersebut,
si bayi menikmati makanan dan gizi yang dimakan oleh sang ibu, sehingga mengurangi
staminanya.
,leh karena itu, Dienul Islam menghendaki agar wanita melakukan pekerjaan E karir yang tidak
bertentangan dengan kodrat kewanitaannya dan tidak mengungkung haknya di dalam bekerja,
kecuali pada aspek'aspek yang dapat menjaga kehormatan dirinya, kemuliaannya dan
ketenangannya serta menjaganya dari pelecehan dan pencampakan.
Dienul Islam telah menjamin kehidupan yang bahagia dan damai bagi wanita dan tidak
membuatnya perlu untuk bekerja di luar rumah dalam kondisi normal. Islam membebankan ke
atas pundak laki'laki untuk bekerja dengan giat dan bersusah payah demi menghidupi
keluarganya.
Maka, selagi si wanita tidak atau belum bersuami dan tidak di dalam masa menunggu /?iddah0
karena diceraikan oleh suami atau ditinggal mati, maka nafkahnya dibebankan ke atas pundak
orangtuanya atau anak'anaknya yang lain, berdasarkan perincian yang disebutkan oleh para
ulama fiFih kita.
#ila si wanita ini menikah, maka sang suamilah yang mengambil alih beban dan tanggung jawab
terhadap semua urusannya. Dan bila dia diceraikan, maka selama masa ?iddah /menunggu0
sang suami masih berkewajiban memberikan nafkah, membayar mahar yang tertunda,
memberikan nafkah anak'anaknya serta membayar biaya pengasuhan dan penyusuan mereka,
sedangkan si wanita tadi tidak sedikit pun dituntut dari hal tersebut.
#ila si wanita tidak memiliki orang yang bertanggung jawab terhadap kebutuhannya, maka
negara Islam yang berkewajiban atas nafkahnya dari #aitul Mal kaum Muslimin.
"olusi Islam Terhadap .enomena Karir Wanita
da kondisi yang teramat mendesak yang menyebabkan seorang wanita terpaksa diperbolehkan
bekerja ke luar rumah, namun tetap dengan persyaratan sebagai berikut )
Disetujui oleh kedua orangtuanya atau wakilnya atau suaminya, sebab persetujuannya
adalah wajib secara agama dan Fadla@ /hukum0.
.ekerjaan tersebut terhindar dari ikhtilath /berbaur dengan bukan mahram0, khalwat
/bersunyi'sunyi, menyendiri0 dengan laki'laki asing. &ebab ada dampak negatif yang besar
jika hal tersebut sampai terjadi,. 9asulullah saw bersabda )
rtinya ) $idaklah seorang lak!laki bersepi!sepian dengan seorang %anita (yang bukan
mahramnya) kecuali setan me&adi yang ketiganya'n /0adits 1i2a!at 3t4Tirmidzi dalam 3l4
.itan 5+678 3hmad ++79
($idaklah seorang laki!laki berkhal%at (bersunyi!sunyi, menyendiri) dengan seorang %anita,
kecuali bila bersama laki!laki (yang merupakan) mahramnya#" &01. Bukhari-.
Menutupi seluruh tubuhnya di hadapan laki'laki asing dan menjauhi semua hal yang
memicu timbulnya fitnah, baik di dalam berpakaian, berhias atau pun berwangi'wangian
/menggunakan parfum0
+omitmen dengan akhlaF Islami dan hendaknya menampakkan keseriusan dan sungguh'
sungguh di dalam berbicara, alias tidak dibuat'buat dan sengaja melunak'lunakkan suara.
Firman llah, $Maka &anganlah sekali!kali kalian melunak!lunakan ucapan sehingga
membuat condong orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit dan berkata!katalah
dengan perkataan yang ma)ru*+baik#.&3l43hzab* :5-
Hendaknya pekerjaan tersebut sesuai dengan tabi@at dan kodratnya seperti dalam bidang
pengajaran, kebidanan, menjahit dan lain'lain.
Beberapa fat2a ulama berkenaan dengan masalah ini.
%ertan!aan
&yaikh Muhammad bin &halih l'Gtsaimin ditanya ) pa lahan pekerjaan yang diperbolehkan
bagi perempuan muslimah yang mana ia bisa bekerja di dalamnya tanpa bertentangan dengan
ajaran'ajaran agamanya H
;a2aban
-ahan pekerjaan seorang wanita adalah pekerjaan yang dikhususkan untuknya seperti
pekerjaan mengajar anak'anak perempuan baik secara administratif ataupun secara pribadi,
pekerjaan menjahit pakaian wanita di rumahnya dan sebagainya. dapun pekerjaan dalam
lahan yang dikhususkan untuk orang laki'laki maka tidaklah diperbolehkan baginya. +arena
bekerja pada lahan tersebut akan mengundang ikhtilath sedangkan hal tersebut adalah fitnah
yang besar yang harus dihindari.
.erlu diketahui bahwa 3abi &hallallahu alaihi wa sallam telah bersabda.
rtinya ) $Saya tidak meninggalkan *itnah (godaan) yang lebih berbahaya bagi seorang laki!
laki daripada *itnah perempuan'#
Maka seorang laki'laki harus menjauhkan keluarganya dari tempat'tempat fitnah dan sebab'
sebabnya dalam segala kondisi.
IFatawa MarJah, 5E5;KL
%ertan!aan
-ajnah Daimah -il #uhuts l'Ilmiah Mal Ifta ditanya ) pa hukum wanita yang bekerja H Dan
lapangan pekerjaan apa saja yang diperbolehkan bagi seorang wanita untuk bekerja di
dalamnya H
;a2aban
Aidak seorang pun yang berselisih bahwa wanita berhak bekerja, akan tetapi pembicaraan
hanya berkisar tentang lapangan pekerjaan apa yang layak bagi seorang wanita, dan
penjelasannya sebagai berikut )
Ia berhak mengerjakan apa saja yang biasa dikerjakan oleh seorang wanita biasa lainnya
dirumah suaminya dan keluarganya seperti memasak, membuat adonan kue, membuat roti,
menyapu, mencuci pakaian, dan bermacam'macam pelayanan lainnya serta pekerjaan bersama
yang sesuai dengannya dalam rumah tangga.
Ia juga berhak mengajar, berjual beli, menenun kain, membuat batik, memintal, menjahit dan
semisalnya apabila tidak mendorong pada perbuatan'perbuatan yang diharamkan oleh syara
seperti berduaan dengan selain mahram atau bercampur dengan laki'laki lain, yang
mengakibatkan fitnah atau menyebabkan ia meninggalkan hal'hal yang harus dilakukannya
terhadap keluarganya, atau menyebabkan ia tidak mematuhi perintah orang yang harus
dipatuhinya dan tanpa ridha mereka.
/#aalatul Buhuts 3l4Islami!ah +<=+6>9
%enutup
&udah waktunya kita memahami betapa agungnya dien Islam di dalam setiap produk
hukumnya, berpegang teguh dengannya, menjadikannya sebagai hukum yang berlaku terhadap
semua aturan di dalam kehidupan kita serta berkeyakinan secara penuh, bahwa ia akan selalu
cocok dan sesuai di dalam setiap masa dan tempat.
Sumber ,
1. -" .mal al!Mar)ah Baina .l!Islam %a .l!/harb# tulisan Ibrahim an!0i)mah 1 .bu Ha*shoh)
2. 2" .l!3ata%a .l!4ami)ah 5il Mar)atil Muslimah, edisi Indonesiap 3at%a!3at%a $entang
%anita, 6enyusun .min bin 7ahya .l!8a9an, 6enerbit Darul Ha:
3AP<.*IA.@o.I', Islam sudah menetapkan ketentuan-ketentuan yang perlu diperhatikan.
Semuanya tercantum dalam kitab suci Alquran, hadis, maupun fatwa ulama, agar menjadi
tuntunan. Ada tiga pendapat dari para ulama serta cendekiawan yang mewarnai pembahasan
seputar wanita karier. Pertama, mereka yang membolehkan wanita bekerja tanpa syarat apapun.
edua, tidak membolehkan sama sekali, dan ketiga, membolehkan tapi dengan syarat-syarat
tertentu.
Seperti dikutip dari itab al-!awsu"at al-#iqhiyyah al-uwaitiyyah, menurut ulama dan
cendekiawan asal !esir, Sayid $utb, ajaran Islam lebih dekat dengan pandangan yang terakhir.
%Sebab, tidak ada larangan dalam Islam,"" ujar dia.
Islam, sambung dia, membolehkan wanita bekerja di bidang kemampuannya asal disesuaikan
dengan kodrat kewanitaannya. %&akni kodrat biologis dan mentalnya.%
'engan memerhatikan uraian itu, jelaslah bahwa Islam sama sekali tidak pernah menganggap
wanita hanya sebagai penganggur, atau harus di rumah saja, seperti yang dituduhkan sejumlah
kalangan. %Sebaik-baik canda seorang !uslimah di rumahnya adalah bertenun,% demikian sabda
(abi !uhammad SA) yang menekankan agar wanita juga harus tekun berkarya.
!eski begitu, dalam bekerja, ada tiga hal harus dipertimbangkan, yakni faktor kelemahan fisik
wanita, tugas alamiahnya, serta etika yang harus ditaati. *ebih jauh, dijelaskan oleh 'r Abd al-
$adr !anshur, bahwa dengan fisik yang tidak sekuat kaum lelaki, wanita dianjurkan tidak
melakukan pekerjaan berat maupun yang beresiko.
+al ini bukan untuk menghalangi atau membatasi. Anjuran itu terkait pula dengan tugas alamiah
wanita, seperti melahirkan, menyusui dan menjaga keluarga, sehingga perlu ada sinergi dengan
akti,itasnya di luar rumah.
Adapun aspek etika pada dasarnya dimaksudkan untuk mengatur keseimbangan hubungan
antara laki-laki dan wanita. Agama Islam sendiri mengenal yang dinamakan hukum ikthilath atau
berbaurnya laki-laki dan perempuan dalam satu tempat tertentu. etentuan ini bisa haram, bisa
mubah.
Akan menjadi haram jika mengandung tiga hal. &akni, berduaan antara laki-laki dan wanita,
terbukanya aurat wanita, serta ada persentuhan anggota badan antara laki-laki dan wanita.
(amun, hukum haram ini tidak berlaku untuk mereka yang berprofesi sebagai dokter.
-adi, tidak ada pelarangan dalam Islam terhadap kaum wanita untuk bekerja. .ahkan, banyak
hadis dan pandangan ulama yang dapat dijadikan pegangan dalam melaksanakan kegiatan
bermanfaat di luar rumah, tapi tentu saja harus sei/in suami 0bagi yang telah berkeluarga1.
itab fikih +asyiyah Ibnu Abidin justru menilik aspek lebih luas lagi. 'ikatakan, bahwa seorang
ayah boleh mengarahkan putrinya untuk bekerja, contohnya dengan mengikut sertakan pada
pelatihan membatik atau kursus menjahit.
(abi SA) pun berpesan bagi mereka yang bekerja, termasuk kaum wanitanya. %Sesungguhnya
Allah S)2 mencintai orang yang melakukan satu pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan
profesional 0al-itqan1.% 0+3 al .aihaqi, Abu &a"la, Ibn Asakir1
2.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia dan pengalaman menyajikan hal yang lain untuk perempuan.
Jaminan untuk sukses secara finansial, diakui eksistensi dan menyandang predikat mandiri
mengharuskan perempuan menjemput impian dengan belajar ke jenjang pendidikan yang
lebih tinggi, mendapatkan pekerjaan yang prestise dan mendapat posisi yang tinggi dalam
dunia pekerjaan. Hal ini selanjutnya memberikan predikat kepada perempuan yang memiliki
pekerjaan dengan gelar wanita karier.
!egala jenis pekerjaan bisa ditempati oleh para kaum hawa dari pekerjaan yang
mengerahkan pemikiran sampai pekerjaan yang mendahulukan otot. "isisi lain ada
perempuan yang ingin menjadi ibu rumah tangga tapi ketika masalah finansial menghadang
keberlangsungan hidup berumah tangga dan mengharuskan perempuan ikut mengais re#eki
dengan segala upaya menjadikan perempuan keluar rumah dan bekerja.
Permasalahan muncul ketika ibu rumah tangga tersebut memiliki waktu yang lebih
banyak untuk pekerjaan atau anak tidak dapat diperhatikan atau memiliki penghasilan yang
lebih tinggi yang akhirnya berdampak pada perceraian yang dibenci oleh $llah. %elalui
makalah ini saya ingin memberikan sedikit gambaran mengenai wanita karier dalam
pandangan &slam yang disertai berbagai pendapat serta solusi terhadap wanita karier agar
ketika wanita tersebut memiliki keputusan akhir untuk tetap menjadi wanita karier maka
akan tetap memperdulikan keluarga.
1.2 Tujuan
'ujuan dari pembuatan makalah ini diharapkan perempuan dapat mengetahui(
1. Hukum wanita karier
2. )ara menempatkan diri dalam karier.
*. )ara menyeimbangkan diri antara karier dan keluarga sesuai dengan tuntunan agama
&slam.
1.3 Rumusan Masalah
Permasalahan yang ingin dicari penyelesaiannya adalah(
1. $pa definisi wanita karier+
2. ,agaimana gambaran mengenai wanita karier masa -asulullah+
*. ,agaimana perempuan seharusnya menempatkan diri dalam karier+
.. ,agaimana menyeimbangkan diri antara karier dan keluarga sesuai dengan tuntunan
agama &slam+
1.4 Prosedur Pemecahan Masalah
Prosedur yang digunakan untuk pemecahan masalah adalah studi pustaka yang
diambil dari berbagai sumber baik buku maupun internet.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Wanita Karier
,erikut ini adalah pengertian wanita karier dari berbagai sumber(
a. !eorang wanita yang menjadikan karier atau pekerjaannya secara serius
b. Perempuan yang memiliki karier atau yang menganggap kehidupan kerjanya secara serius
/mengalahkan sisi kehidupan yang lain0.112
c. wanita yang berkecimpung dalam kegiatan profesi /usaha, perkantoran, dsb0122
d. wanita karier adalah wanita yang mampu mengelola hidupnya secara menyenangkan atau
memuaskan, baik di dalam kehidupan profesional /pekerjaan di kantor0 maupun di dalam
membina rumah tangganya.1*2
2.2 Prolematika Wanita Karier
Pemandangan yang dapat terlihat pada pagi hari, para wanita dengan pakaian rapi
pergi menenteng tas untuk menuju ke tempat kerja mereka masing3masing, sudah tidak
asing lagi di segenap penjuru negri ini. Wanita karieritulah istilah yang mereka sandang.
Pada dasarnya ada beberapa penyebab seorang wanita untuk berkarir diantaranya(
a. 4ntuk mengisi waktu. ,iasanya alasan ini dikemukakan oleh seorang wanita yang
suaminya bekerja kantor dan sudah mampu memenuhi nafkah lahir.
b. 4ntuk menambah kebutuhan keluarga. ,iasanya dilakukan oleh wanita yang bersuami
tetapi kebutuhan belum tercukupi baik untuk anak maupun kebutuhan sehari3hari.
c. 4ntuk menafkahi keluarga. ,iasanya dilakukan oleh seorang wanita yang benar3benar tidak
bersuami atau memiliki suami yang sedang sakit dan tidak mampu menafkahi keluarga
secara lahir.
d. Perkembangan sektor industri. 5arena kenaikan kegiatan di sektor industri terjadi
penyerapan besar3besaran terhadap tenaga kerja. 5arena kekurangan, banyak tenaga kerja
diperbantukan, terutama pada pekerjaan yang tidak membutuhkan dan pikiran terlalu berat.
e. "i dunia maju kondisi kerja yang baik serta waktu kerja yang singkat memungkinkan para
wanita pekerja dapat membagi tanggung jawab pekerjaan dengan baik.
f. 5emajuan wanita di sektor pendidikan yang akibatnya banyak wanita terdidik tidak lagi
merasa puas bila hanya menjalankan peranannya di rumah saja.1.2
,iasanya permasalahan muncul ketika istri memiliki penghasilan lebih besar ada dua
kemungkinan, kemungkinan yang pertama istri takabur dengan apa yang dia dapatkan
sehingga mengakibatkan perceraian ataupun kemungkinan kedua yaitu istri seperti !iti
5hadijah yang menyerahkan harta yang ia miliki kepada 6abi %uhammad untuk perjuangan
umat. !emuanya kembali pada cara mendidik orang tua terhadap seorang anak dan
kewibawaan suami di hadapan istri.172
2.3 Beragai Penda!at "ukum Wanita Karier
$da berbagai pendapat mengenai wanita karier ini yang semuanya berdasarkan
alasan tersendiri, diantaranya(
1. melarang wanita menjadi wanita karier
%enurut ulama yang berpendapat seperti ini, pada dasarnya hukumkarier wanita di
luar rumah adalah terlarang, karena dengan bekerja diluar rumah maka akan ada banyak
kewajiban dia yang harus ditinggalkan. %isalnya melayani keperluan suami, mengurusi dan
mendidik anak serta hal lainnya yang menjadi tugas dan kewajiban seorang istri dan ibu.
Padahal semua kewajiban ini sangat melelahkan yang membutuhkan perhatian khusus.
!emua kewajiban ini tidak mungkin terpenuhi kecuali kalau seorang wanita tersebut
memberi perhatian khusus padanya.
8arangan ini didasarkan bahwa suami diwajibkan untuk membimbing istrinya pada
jalan kebaikan sedang istri diwajibkan mentaatinya. ,egitu pula dengan hal dunia laki3laki
dan wanita, maka islam menjadikan laki3laki diluar rumah untuk mencari nafkah bagi
keluarganya, sebagaimana sabda -asululloh (
!"# $%&' ()*+,-
Dan hak para istri atas kalian (suami) agar kalian memberi mereka nafkah dan pakaian
dengan cara yang maruf. [6]
"isisi lainnya, tempat wanita dijadikan di dalam rumah untuk mengurusi anak,
mendidiknya, mempersiapkan keperluan suami serta urusan rumah tangga dan lainnya.
-asululloh shallallahu alaihi wa sallam menggambarkan hal ini dalam sabdanya
yang mulia (
./)+0 10# 23 4- ,5" 16&7 ,8#
Dan wanita adalah pemimpin dirumah suaminya dan dia akan dimintai pertanggung
jawaban atas yang dipimpinnya.[7]
!elain itu wanita karier memiliki berbagai efek negatif, diantaranya(
a. Pengaruhnya terhadap harga diri dan kepribadian wanita
,anyak perkerjaan saat ini yang apabila ditekuni oleh kaum wanita akan
mengeluarkanya dari kodrat kewanitaannya, menghilangkan rasa malunya dan
mencabutnya dari kefeminimannnya.
b. Pengaruhnya pada anak
"iantara pengaruh negatif bekerjanya wanita diluar rumah bagi anak adalah (
$nak tidak atau kurang menerima kasih sayang, lembut belaian dari sang ibu, padahal anak
sangat membutuhkannya untuk pengembangan kejiwaannya.
!eringnya wanita karier tidak bisa menyusui anaknya secara sempurna, dan ini juga
berbahaya bagi si anak
%embiarkan anak dirumah tanpa ada yang mengawasi atau hanya diawasi olehbaby
sister akan berakibat buruk.
c. Pengaruhnya ada hak suami
!eorang istri yang pagi pergi kerja lalu sore pulang, maka sampai rumah ia akan
tinggal melepas lelah. 8alu tatkala suaminya pulang dari kerja maka dia tidak akan bisa
memenuhi tugasnya sebagai seorang istri. Jarang atau bahkan tidak ada orang yang
mampu memenuhi tugas tersebut sekaligus.
d. Pengaruhnya pada masyarakat dan perekonomian nasional
%asuknya wanita dalam lapangan pekerjaan banyak mengambil bagian laki3laki
yang seharusnya bisa mendapatkan pekerjaan, namun terpaksa tidak menemukannya
karena sudah diambil alih oleh kaum wanita. Hal ini akan meningkatkan jumlah
pengangguran yang akan berakibat pada tindak kriminalitas.192
Disamping itu terdapat sabda Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam:
9: ;0 - <%*&7 2=# ;0 >? @%A# ;0 BC ;0 > A @,! ./)+0 D .#% 0EF3 G 45)H
,3)I8A0 J,KI0
Dari Abdulloh bin Masud radhiyallahu anhu dari Rosululloh shallallahu alaihi wa
sallam bersabda : Wanita itu aurot, apabila dia keluar maka akan dibanggakan oleh setan.[9]
Mengenai polemik kesahihan hadis ini, dari segi matan memang cukup jelas menyebutkan
tentang keluarnya wanita akan menjadikan para syetan beristisyraf !ehingga secara sekilas di
dalam kesan bahwa ketika seorang wanita keluar rumah, maka syetan akan menaikinya dan akan
menjadi sumber masalah baik bagi dirinya maupun bagi orang lain
"arena itu banyak ulama yang ingin mengurung wanita di dalam rumah yang menjadikan
hadits ini sebagai hadits gacoan "e mana#mana yang disebut#sebut adalah hadits ini
6ashiruddin $l3$lbani jelas menshahihkan hadits ini.11:2!ebab isi hadits ini sejalan
dengan pendapatnya yang ingin mengurung para wanita di dalam rumah.
6amun di sisi lain, tidak sedikit dari para ulama hadits banyak yang mempersoalkan
kedudukan hadits ini. $lasannya ada beberapa hal, antara lain(
a. !esungguhnya isnad hadits ini tidak tersambung kepada -asululah !$;, isnadnya
mun<athi /terputus0. 5arena Hubaib bin $bi 'sabit, salah seorang di antara mata rantai
perawinya dikenal sebagai mudallis. "ia tidak mendengar langsung dari &bnu 4mar.
b. "ikatakan hadits ini shahih terdapat dalam $l3$usath3nya $t3'abrani. Padahal %ujam $t3
'habrani $l3$wsath bukan kitab sunan. $t3'habarani sendiri tidak meniatkannya sebagai
kitab shahih. ,eliau justru hanya sekedar mengumpulkan hadits3hadits yang ma=lul
/bermasalah0. $gar orang3orang tahu kemunkarannya. !ayangnya, ada orang3orang yang
datang kemudian, malah menshahihkan hadits3hadits di dalamnya. &mam $t3'habarani pada
dasarnya juga tidak meriwayatkan hadits itu di dalam $l3$wsathnya.
c. "ikatakan bahwa &bnu 5hu#aemah juga menshahihkan hadits ini. Padahal perkataan itu
tidak lain adalah tadlis. &bnu 5hu#aemah tidak pernah menshahihkan hadits ini. ,ahkan
beliau menjelaskan illatnya. ,eliau menuliskan sebuah judul( Babu khtiyari !halatil "ar ah fi
Baitiha ala !halatiha fil "asjid# in tsabatal hadits.
5ata penutup in tsabatal hadits justru menunjukkan bahwa beliau belum memastikan
keshahihan hadits itu.
Perdebatan antara para muhaddits tidak ada habisnya tentang keshahihan hadits ini.
!ebagian mengatakan itu hadits shahih tapi yang lain bilang itu hadits yang bermasalah.
%aka ketika ada sebagian kalangan yang ingin mengurung wanita di dalam rumah
dengan berdasarkan haditsi ini, tidak semua sepakat membenarkannya.1112
2. Memperbolehkan wanita berkarier di luar rumah
Jika memang ada sesuatu yang sangat mendesak untuk berkariernya wanita diluar
rumah maka hal ini diperbolehkan. 6amun harus dipahami bahwa sebuah kebutuhan yang
mendesak ini harus ditentukan dengan kadarnya yang sesuai sebagaimana sebuah kaidah
fi<hiyah yang masyhur. "an kebutuhan yang mendesak ini misalnya (
a. Rumah tangga memerlukan kebutuhan pokok yang mengharuskan wanita bekerja
%isalnya karena suaminya atau orang tuanya meninggal dunia atau keluarganya
sudah tidak bisa memberi nafkah karena sakit atau lainnya, sedangkan negara tidak
memberikan jaminan pada keluarga semacam mereka. 8ihatlah kisah yang difirmankan
$llah dalam surat $l >oshosh 2* dan 2. (
Dan tatkala "usa sampai di sumber air negeri "adyan# ia menjumpai di sana sekumpulan
$rang yang sedang meminumkan ternaknya# dan ia menjumpai dibelakang $rang yang
banyak itu dua $rang wanita yang sedang menambat ternaknya.
"usa berkata % &pa maksud kalian berbuat demikian '
(edua wanita itu menjawab % (ami tidak dapat meminumkan ternak kami sebelum
penggembala)pengembala itu memulangkan ternaknya# sedang bapak kami adalah $rang
tua yang telah berumur lanjut# "aka "usa memberi minum ternak itu untuk men$l$ng
keduanya.
(emudian ia kembali ketempat yang teduh lalu berd$a % *a +uhanku# sesungguhnya aku
sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang ,ngkau turunkan kepadaku.
(emudian datang kepada "usa salah se$rang dari kedua wanita itu#berjalan dengan penuh
rasa malu# ia berkata % !esungguhnya bapakku memanggil kamu untuk memberi balasan
terhadap kebaikanmu memberi minum ternak kami.
Perhatikanlah perkataan kedua wanita tadi ( !edang bapak kami adalah $rang tua
yang telah berumur lanjut. &ni menunjukkan bahwa keduanya melakukan perbuatan
tersebut karena terpaksa, disebabkan orang tuanya sudah lanjut dan tidak bisa
melaksanakan tugas tersebut. 1122
b. Tenaga wanita tersebut dibutuhkan oleh masyarakat, dan perkerjaan tersebuttidak bisa dilakukan oleh laki-laki
Hal yang menunjukkan hal ini adalah bahwa di #aman -osulullah ada para wanita
yang bertugas membantu kelahiran, semacam dukun bayi atau bidan pada saat ini. Juga
saat itu ada wanita yang mengkhitan anak3anak wanita. "an yang dhohir bahwa perkerjaan
ini mereka lakukan diluar rumah.11*2 Pada #aman ini bisa ditambahkan yaitu dokter wanita
spesialis kandungan, perawat saat bersalin, tenaga pengajar yang khusus mengajar wanita
dan yang sejenisnya.
"iantara pekerjaan wanita yang ada pada #aman -osululloh adalah apa yang
diriwayatkan oleh $nas bin %alik radhiyallahu anhu berkata ( -asulullohshallallahu alaihi
wa sallam berperang bersama 4mmu !ulaim dan beberapa wanita anshor, maka mereka
memberi minum dan mengobati orang yang terluka.11.2
"isamping itu sejarah mencatat, beberapa wanita yang menjadi istri -asulullah saw
juga menjadi wanita karier, diantaranya(
a. Siti Khadijah
Rasulullah !$% punya seorang isteri yang tidak hanya berdiam diri serta bersembunyi di
dalam kamarnya !ebaliknya, dia adalah seorangwanita yang aktif dalam dunia bisnis &ahkan
sebelum beliau menikahinya, beliau pernah menjalin kerjasama bisnis ke negeri !yam !etelah
menikahinya, tidak berarti isterinya itu berhenti dari aktifitasnya
&ahkan harta hasil jerih payah bisnis "hadijah ra itu amat banyak menunjang dakwah di
masa awal Di masa itu, belum ada sumber#sumber dana penunjang dakwah yang bisa
diandalkan !atu#satunya adalah dari kocek seorang donatur setia yaitu isterinya yang pebisnis
kondang
'entu tidak bisa dibayangkan kalau sebagai pebisnis, sosok "hadijah adalah
tipe wanita rumahan yang tidak tahu dunia luar !ebab bila demikian,
bagaimana dia bisa menjalankan bisnisnya itu dengan baik, sementara dia tidak punya akses
informasi sedikit pun di balik tembok rumahnya
Di sini kita bisa paham bahwa seorang isteri nabi sekalipun punya kesempatan untuk
keluar rumah mengurus bisnisnya &ahkan meski telah memiliki anak sekalipun, sebab sejarah
mencatat bahwa "hadijah ra dikaruniai beberapa orang anak dari Rasulullah !$%
b. Siti Aisyah
!epeninggal 5hadijah, -asulullah beristrikan $isyah radhiyallahu anha,
seorang wanita cerdas, muda dan cantik yang kiprahnya di tengah masyarakat tidak
diragukan lagi. Posisinya sebagai seorang isteri tidak menghalanginya dari aktif di tengah
masyarakat.
!emasa -asulullah masih hidup, beliau sering kali ikut keluar %adinah ikut berbagai
operasi peperangan. "an sepeninggal -asulullah !$;, $isyah adalah guru dari para
shahabat yang memapu memberikan penjelasan dan keterangan tentang ajaran &slam.
,ahkan $isyah ra. pun tidak mau ketinggalan untuk ikut dalam peperangan.
!ehingga perang itu disebut dengan perang unta /jamal0, karena saat itu $isyah
radhiyallahu anha naik seekor unta. 1172
2.4 Karir Wanita dalam Pers!ekti# $slam
!ebenarnya, usaha /kiprah0 kaum wanita cukup luas meliputi berbagai bidang,
terutama yang berhubungan dengan dirinya sendiri, yang diselaraskan dengan &slam, dalam
segi akidah, akhlak dan masalah yang tidak menyimpang dari apa yang sudah digariskan
atau ditetapkan oleh &slam.11?2
$llah 'a=ala menciptakan laki3laki dan wanita dengan karakteristik yang berbeda.
!ecara alami /sunnatullah0, laki3laki memiliki otot3otot yang kekar, kemampuan untuk
melakukan pekerjaan yang berat, pantang menyerah, sabar dan lain3lain. )ocok dengan
pekerjaan yang melelahkan dan sesuai dengan tugasnya yaitu menghidupi keluarga secara
layak.
!edangkan bentuk kesulitan yang dialami wanita yaitu( %engandung, melahirkan,
menyusui, mengasuh dan mendidik anak, serta menstruasi yang mengakibatkan kondisinya
labil, selera makan berkurang, pusing3pusing, rasa sakit di perut serta melemahnya daya
pikir, sebagaimana disitir di dalam $l3>ur=an , Dan (ami perintahkan kepada manusia
(berbuat baik) kepada dua $rang ibu bapanya- bunya telah mengandungnya dalam
keadaan lemah yang bertambah)tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.[17]
5etika dia melahirkan bayinya, dia harus beristirahat, menunggu hingga .: hari atau
?: hari dalam kondisi sakit dan merasakan keluhan yang demikian banyak, tetapi harus dia
tanggung juga. "itambah lagi masa menyusui dan mengasuh yang menghabiskan waktu
selama dua tahun. !elama masa tersebut, si bayi menikmati makanan dan gi#i yang
dimakan oleh sang ibu, sehingga mengurangi staminanya.
@leh karena itu, "ienul &slam menghendaki agar wanita melakukan pekerjaanAkarir
yang tidak bertentangan dengan kodrat kewanitaannya dan tidak mengungkung haknya di
dalam bekerja, kecuali pada aspek3aspek yang dapat menjaga kehormatan dirinya,
kemuliaannya dan ketenangannya serta menjaganya dari pelecehan dan pencampakan.
"ienul &slam telah menjamin kehidupan yang bahagia dan damai bagi wanita dan
tidak membuatnya perlu untuk bekerja di luar rumah dalam kondisi normal. &slam
membebankan ke atas pundak laki3laki untuk bekerja dengan giat dan bersusah payah demi
menghidupi keluarganya.
%aka, selagi si wanita tidak atau belum bersuami dan tidak di dalam masa
menunggu /Biddah0 karena diceraikan oleh suami atau ditinggal mati, maka nafkahnya
dibebankan ke atas pundak orangtuanya atau anak3anaknya yang lain, berdasarkan
perincian yang disebutkan oleh para ulama fi<ih kita.
,ila si wanita ini menikah, maka sang suamilah yang mengambil alih beban dan
tanggung jawab terhadap semua urusannya. "an bila dia diceraikan, maka selama masa
Biddah /menunggu0 sang suami masih berkewajiban memberikan nafkah, membayar mahar
yang tertunda, memberikan nafkah anak3anaknya serta membayar biaya pengasuhan dan
penyusuan mereka, sedangkan si wanita tadi tidak sedikit pun dituntut dari hal tersebut.
!elain itu, bila si wanita tidak memiliki orang yang bertanggung jawab terhadap
kebutuhannya, maka negara &slam yang berkewajiban atas nafkahnya dari ,aitul %al kaum
%uslimin.1192
!ebenarnya (slam tidak pernah mensyariatkan untuk mengurung wanita di dalam rumah
'idak seperti yang banyak dipahami orang
)ihatlah bagaimana Rasulullah !$% melarang orang yang melarang wanita mau datang ke
masjid
Diriwayatkan dari Ibnu Umar dia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda: Janganlah kamu mencegah perempuanperempuan untuk pergi ke !as"id,
sedangkan rumah mereka itu lebih baik bagi mereka#$[19]
Dari Abdullah %in Umar dia berkata, &abi Shallallahu Alaihi 'a Sallam bersabda:
Apabila salah se(rang perempuan di antara kamu minta i)in *untuk ber"ama+ah di
mas"id, maka "anganlah mencegahnya#$ [20]
Diriwayatkan dari Abu -urairah dia berkata, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam bersabda: Janganlah kamu mencegah kaumwanita untuk pergi ke mas"id,
tetapi hendaklah mereka keluar tanpa wangiwangian$#$ [21]
*adahal di masjid sudah bisa dipastikan banyak orang laki#laki Dan perjalanan dari rumah
ke masjid serta begitu juga kembalinya, pasti akan bertemu dengan lawan jenis yang bukan
mahram
&ahkan masjid +abawi di masa Rasulullah !$% tidak ada hijabnya 'idak seperti masjid
kita di ,aman sekarang ini yang ada tabir penghalangnya Di masa kenabian, posisi jamaah laki#
laki dan jamaah wanita hanya dipisahkan tempatnya saja !haf laki#laki di bagian depan dan shaf
wanita di bagian belakang $nak kecil yang laki di belakang shaf laki dan anak kecil perempuan
berada di shaf terdepan dari shaf perempuan Dan tidak ada kain, tembok, tanaman atau
penghalang apapun di antara barisan laki dan perempuan
-adi kalau dikatakan bahwa wanita itu haram keluar rumah, harus lebih banyak dikurung
di dalamnya, rasanya tidak sesuai dengan apa yang terjadi di masa Rasulullah !$% dan salafus#
shalih &oleh dibilang mengurung wanita di dalam rumah adalah sebuah perkara bid.ah yang
sesat[//]
Dalam hal kepemimpinan dan politik, wanita tidak dibenarkan menjadi pemimpin laki#laki
*ara pendukung emansipasi wanita menuduh ketentuan ini sebagai diskriminasi berdasarkan
gender, dan oleh demokrasi barat dianggap sebagai hal yang melanggar hak asasi manusia
!ekalipun mendapat kritikan serta pelecehan dari kaum anti agama, ketetapan (lahiyah seperti ini
tidak boleh diamandemen untuk kepentingan apapun jua, kecuali dengan alasan yang dibenarkan
oleh syari.ah 0al ini disandarkan pada firman $llah yang artinya: Kaum lakilaki itu adalah
pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka !lakilaki"atas
bagian #ang lain !wanita", dan karena mereka !lakilaki" telah mena$kahkan sebagian harta
mereka.[23]
"aum laki#laki adalah %auwamuna &alan nisa, pemimpin, pemelihara dan pendidik bagi
kaum wanita &ukan sebaliknya laki#laki dipimpin, dikuasai dan disantuni olah wanita yang
mempunyai kekurangan akal dan ibadah !udah selayaknya yang memiliki kelebihan dan
kesempurnaan menyantuni dan menyayangi yang lemah dan kekurangan Demikian pula yang
kaya harus menolong si miskin dan orang yang mampu membantu yang tidak mampu Dengan
kelebihan ini tepatlah jika laki#laki sebagai pemimpin[/1]
2.% &olusi
;anita boleh saja keluar dan berkarier di luar rumah. $pabila ada keperluan bagi
seorang wanita untuk bekerja keluar rumah maka harus memenuhi beberapa ketentuan
syar=i agar kariernya tidak menjadi perkerjaan yang haram. !yarat3syarat itu adalah (
1. %emenuhi adab keluarnya wanita dari rumahnya baik dalam hal pakaian ataupun lainnya.
2. %endapat i#in dari suami atau walinya. ;ajib hukumnya bagi seorang istri untuk mentaati
suaminya dalam hal kebaikan dan haram baginya mendurhakai suami, termasuk keluar dari
rumah tanpa i#innya.1272
*. Pekerjaan tersebut tidak ada kholwat dan ikhtilat /)ampur baur0 antara laki3laki dan wanita
yang bukan mahram. !ebagaimana firman $llah(
Dan apabila kalian meminta pada mereka sebuah keperluan# maka mintalah dari balik
hijab.[26]
Juga sabda -osululloh shallallahu alaihi wa sallam (
L J%MN O5# ./)7,- LP Q7 RE S)T7
.anganlah se$rang laki)laki berdua)duaan dengan wanita kecuali bersama
mahramnya.[27]
!eorang wanita muslimah agar terlihat istimewa dia harus dapat menjaga kehormatan
dalam pergaulannya. Harus membatasi diri dalam pergaulan. !eorang wanita apalagi yang
sudah mempunyai suami harus hati3hati dengan sesuatu yang dapat mengakibatkan
kemurkaan $llah, salah satunya adalah adanya batasan pergaulan dengan non3muhrim.1292
.. 'idak menimbulkan fitnah
;anita yang berkarier di luar rumah tidak menimbulkan fitnah. Hal ini dapat dilakukan dengn
cara menutupi seluruh tubuhnya di hadapan laki3laki asing dan menjauhi semua hal yang
berindikasi fitnah, baik di dalam berpakaian, berhias atau pun berwangi3wangian
/menggunakan parfum0.
7. 'etap bisa mengerjakan kewajibannya sebagai ibu dan istri bagi keluarganya,karena itulah
kewajibannya yang asasi.
?. Hendaknya pekerjaan tersebut sesuai dengan tabi=at dan kodratnya seperti dalam bidang
pengajaran, kebidanan, menjahit dan lain3lain.12C2
'ips berkarier bagi wanita:
Pilihlah karier yang tidak mendekati mudharat, tidak membuat diri
tergadai kesuciannya. $rtinya karier yang memungkinkan untuk tidak
ber3 khalwat dengan rekan kerja pria, tidak berpakaian kecuali
mengindahkan syariDat &slam, tidak harus pulang larut malam atau
dinihari, serta tak sering berdomisili diluar kota, jauh dari suami dan
anak3anaknya.
'entukan alokasi waktu untuk menjalin hubungan baik dengan suami3
anak, serta punya jadwal rutin silaturrahim dengan orangtua, mertua,
maupun tetangga dekat.
!elalu mendahulukan kepentingan suami dan anak daripada prioritas3
prioritas lainnya.
'ak terlalu ambisius dalam karier, tapi juga tidak menahan atau
mengabaikan potensi diri yang dimiliki.1*:2


BAB III
PENUTUP
3.1 &im!ulan
,erkarier bagi muslimah boleh3boleh saja asalkan tidak keluar dari koridor !yariat
&slam seperti tersurat dan tersirat dalam kisah nabi %usa dan kedua putri 6abi !yuaib.
Pertama, memenuhi tata cara pergaulan yang &slami, yaitu menghindari hal3hal yang bersifat
jahiliyyah seperti bercampur3baur dengan laki3laki asing /ikhtilath0, pamer aurat /tabarruj0,
melembutkan suara dengan maksud memikat hati laki3laki, dan berdua3duaan /khalwat0
dengan non3muhrim yang bisa menimbulkan fitnah. "an kedua, mendapat i#in orang tua
/kalau belum menikah0 atau suami, serta menjaga pandangannya /ghadhdh al3bashar0 dan
dengan alasan yang tidak bertentangan dengan syariat islam.
3.2 &aran
!udah waktunya kita memahami betapa agungnya dien ini di dalam setiap produk
hukumnya, berpegang teguh dengannya, menjadikannya sebagai hukum yang berlaku
terhadap semua aturan di dalam kehidupan kita serta berkeyakinan secara penuh, bahwa ia
akan selalu cocok dan sesuai di dalam setiap masa dan tempat. 'idak ada bentuk
diskriminasi dan ketidakadilan bagaimanapun bentuknya, termasuk dalam berkarier baik
laki3laki maupun wanita. ;anita boleh saja berkarier selama memperhatikan etika, tidak
menimbulkan fitnah serta tidak mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu.
"ari beberapa kriteria di atas, sepertinya sulit kita menemukan karier wanita yang
ada saat ini bisa memenuhi ketentuan tesebut kecuali sedikit sekali. ,ahkan yang banyak
kita saksikan adalah bahwa setiap karier wanita saat ini baik di kantor, pabrik, sales atau
lainnya penuh dengan ikhtilat, pakaian yang tidak syar=i dan banyak menimbulkan fitnah.
@leh karena itu, kaum wanita mukminah hendaknya berta<wa pada $llah, takut pada ad#ab3
6ya yang pedih, tidak karena hanya beberapa keping uang rela menerjang larangan $llah
dan -asul36ya. Padahal sebenarnya banyak dari kalangan wanita karier tersebut bukan
karena kebutuhan yang mendesak atau karena sebab syar=i lainnya namun mungkin hanya
karena mengejar ambisi dunia. ;allahu aBlam.
DAFTAR PUSTAKA
$bdurrahman, $bu %uhammad Jibril. 1CCC. (arakteristik /elaki !halih. Eogyakarta( ;ihdah Press
$sraf, $bu %uhammad. 2::C. 0urhat 1ernikahan. ,andung( Pustaka -ahmat
Hasan, %. $li. 1CC9. "asail 2i3hiyah &l)4aditsah pada "asalah)"asalah ($ntemp$rer 4ukum
slam. Jakarta( P' -aja Frafindo Persada
"epartemen $gama -&. 2::G. &l)5uran dan +erjemahannya &l).umanatul &li. ,andung( )H. J.$rt
%ajalah $l3Hikmah Iol H&&&, edisi !yawwal 1.1? H
!ugiharto, %uhammad -estu. 2::9. +he nner 1$wer $f "uslimah. Jakarta( P' %i#an Publika
www.fatihsyuhud.com
www.ahmadsabi<.com
http(AAbahtera.orgAkategloA+modJdictionaryKaction
http(AAtarwhiteangel.blogspot.comA2::CA11Asekretaris3sebagai3wanita3karier.html.
http(AAgigin:?:1.1.blog.upi.eduA2::CA:?A2CAmateri3seminarA.
http:22hbiswordpresscom2/3342352662bagaimana#wanita#karir#menurut#
islam2 http:22mcyberm7com
http(AAmedia.isnet.orgAislamA>ardhawiALatawaAPerana
.endahuluan
.ada masa sebelum datangnya islam /zaman jahiliyah0, kedudukan wanita
sangatlah rendah.Aerutama di lingkungan bangsa rab,mereka tidak menghendaki
kelahiran wanita karena dianggap sebagai lambang kelemahan dan kesialan.
Diantara mereka ada yang mengubur bayi perempuannya hidup'hidup,sementara
yang lain membiarkannya tetap hidup,namun dalam kehidupan yang hina tanpa
dihargai eksistensinya.ODP
Di sebagian 1ropa,wanita tidak mempunyai hak milik pribadi,di .erancis misalnya
terdapat suatu peraturan yang dituangkan dalam lembaran 3egara no.<57
ditetapkan bahwa seorang wanita yang sudah menikah tidak memiliki hak penuh
untuk mengatur hak miliknya meskipun secara esensial hak milik suaminya tidak
digabungkan dengan hak miliknya.Gntuk memperkokoh ketentuan
tersebut,perkawinan di 3egara'negara #arat pada umumnya menghilangkan nama
keluarga bagi seorang wanita dan digantikan dengan nama sang suami.O2P
Aatkala Islam datang ,dihapuslah penindasan terhadap wanita dan
menempatkannya sebagai manusia mulia. Dalam Islam posisi wanita dan pria
sama.+eduanya berasal dari ayah dan ibu yang sama yaitu dam dan Hawa,
memiliki tanggung jawab terhadap agama yang sama baik dalam segi pemberian
pahala ataupun siksa serta ketentuan takdir yang sama'sama dari llah..ersamaan'
persamaan tersebut membuktikan persamaan hak dan kewajiban wanita dan pria
di hadapan llah.&eperti firman llah berikut )
(Barangsiapa yang menger&akan amal saleh, baik laki!laki maupun perempuan dalam
keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang
baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang
lebih baik dari apa yang telah mereka ker&akan"#[3]
#Dan orang!orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka
(adalah)
men&adi penolong bagi sebahagian yang lain" Mereka menyuruh (menger&akan)
yang
makru*, mencegah dari yang munkar, mendirikan sembahyang, menunaikan
9akat,
dan mereka taat kepada .llah dan ;asul!0ya" Mereka itu akan diberi rahmat
oleh .llah
sesungguhnya .llah Maha 6erkasa lagi Maha Bi&aksana"#[9]
.embahasan
. Hukum Manita +arier
5. .engertian wanita karier
.ada umumnya wanita karier adalah wanita yang bekerja untuk mengaktualisasikan
kemampuan nya di wilayah public. Manusia merupakan makhluk hidup yang
diantara tabiatnya adalah berpikir dan bekerja.&esungguhnya llah menjadikan
manusia agar mereka beramal tanpa membeda'bedakan status dan jenis
kelaminnya. &elain itu wanita juga merupakan manusia,dan islam tidak pernah
mengabaikan separuh anggota masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam
menciptakan suatu hubungan kemasyarakatan yang harmonis.
<. lasan wanita berkarier
.erubahan kondisi social yang begitu cepat berimplikasi pada banyak hal termasuk
kondisi ekonomi dalam suatu keluarga yang kemudian menuntut seorang wanita
untuk ikut bekerja. &elain itu ada pula yang beralasan bahwa dengan bekerja
mereka bisa mengisi waktu luang mereka dengan sesuatu yang bermanfaat dan
berhasil guna. Masyarakat sendiri terkadang memerlukan tenaga dan keahlian
wanita,seperti dalam membantu proses persalinan,mengobati dan merawat orang'
orang wanita yang sakit,mengajar anak'anak putri,dan kegiatan'kegiatan lain yang
memerlukan tenaga khusus wanita.
K. Hukum wanita karier
a. .endapat yang membolehkan
&ebagian ulama mengacu pada istri'istri rasulullah &aw seperti +hadijah yang
merupakan seorang wanita yang aktif dalam dunia bisnis,dan juga isyah yang juga
aktif dalam masyarakat umum.O4P Dr.Nusuf al'Cardhawi dalam bukunya FiFih
Manita berpendapat bahwa wanita bekerja dibolehkan karena tidak ada nash
syara@ yang shahih periwayatannya dan sharih /jelas0 petunjuknya.3amun
demikian, ada syarat 'syarat yang harus terpenuhi jika wanita bekerja, yaitu )
a0 Hendaklah peker&aannya itu sendiri disyariatkan.artinya pekerjaan itu tidak
haram dan tidak mendatangkan sesuatu yang haram.
b0 Memenuhi adab %anita muslimah ketika keluar rumah,dalam
berpakaian,berjalan,berbicara dan melakukan gerak'gerik.
c0 4anganlah peker&aan atau tugasnya itu mengabaikan ke%a&iban!ke%a&iban
lain,seperti kewajiban utamanya terhadap suami dan anak'anaknya.O<P
&elain itu, ada pula yang berpendapat bahwa wanita harus mendapatkan izin dari
walinya8 yaitu yah atau suaminya,keluar bersama mahramnya,tidak bercampur
baur dengan kaum laki laki, atau melakukan khalwat dengan laki laki yang bukan
mahramnya.OHP
b. .endapat yang melarang
sy'&yaikh bdul ziz bin bdullah bin #az rahimahullah berkata) $Islam
menetapkan masing'masing dari suami istri memiliki kewajiban yg khusus agar
kedua dapat menjalankan peran hingga sempurnalah bangunan masyarakat di dlm
dan di luar rumah. &uami berkewajiban mencari nafkah dan penghasilan sedangkan
istri berkewajiban mendidik anak'anak memberikan kasih sayang menyusui dan
mengasuh mereka serta tugas'tugas lain yg sesuai bagi seperti mengajar anak'anak
perempuan mengurusi sekolah mereka merawat dan mengobati mereka dan
pekerjaan yg semisal yg khusus bagi wanita. #ila wanita sampai meninggalkan
kewajiban dlm rumah berarti ia menyia'nyiakan rumah berikut penghuninya. Hal
tersebut berdampak terpecah keluarga baik secara hakiki maupun maknawi.%OFP
Dengan keluarnya wanita untuk bekerja maka akan menimbulkan dampak'dampak
negati*e sebagai berikut )
a0 Menelantarkan putra putrinya, mereka kurang mendapatkan kasih sayang
perawatan dan pendidikan langsung dari sang ibu.MH, /#adan kesehatan dunia 0
menyatakan%, bahwa setiap anak membutuhkan pendidikan yang terus menerus
dari ibunya selama tiga tahun,maka kita akan mendapatkan bahwa ibu' ibu akan
sibuk dangan pendidikan anak anaknya dan tidak ada waktu bagi mereka untuk
keluar dari rumahnya.
b0 .ara wanita bekerja diluar rumah pada umumnya mereka bercampurbaur
dengan kaum laki laki,dan ini merupakan bencana yang besar.
c0 .ara wanita yang bekerja diluar rumah, mereka pada umumnyamelepaskan
hi&abnya,sering bepergian dan memakai parfum atau makeup yang dapat
mengundang syahwat kaum laki laki.
d0 Manita yang bekerja diluar rumah ,dapat menghilangkan si*at dan
naluri keperempuannya,kehilangan kasih sayang kepada para putranya disamping
itu juga kan meruntuhkan sistem keluarga,tidak ada keharmonisaan dan tolong
menolong didalamnya.
e0 Seorang %anita telah dita:dirkan untuk mencintai perhiasan,memakai
emas,pakaian pakaian yang bagus dan lain sebagainya,maka jika ia keluar rumah
untuk bekerja ,ia akan bersikap boros karena banyaknya perhiasan dan pakaian
serta asesoris lain yang akan dibelinya.
f0 Membuka pintu pintu per9inahan atau perkara perkara yang menjerumus
kejurang perzinahan,karena wanita keluar rumah pada hakikatnya mengundang
fitnah bagi dirinya dan orang lain.O8P
#. +ewajiban sebagai Ibu 9umah Aangga
+eberadaan seorang wanita sebagai istri dan ibu dlm keluarga memiliki arti yg
sangat penting bahkan bisa dikatakan wanita merupakan satu tiang yg menegakkan
kehidupan keluarga dan termasuk pemeran utama dlm mencetak $orang'orang
besar.% &ehingga tepat sekali bila dikatakan) $Di balik tiap orang besar ada seorang
wanita yg mengasuh dan mendidiknya.%
sy'&yaikh Muhammad bin &halih l'Gtsaimin rahimahullah menyatakan)
$.erbaikan masyarakat dapat dilakukan dgn dua cara)
.erbaikan secara dzahir yg dilakukan di pasar'pasar di masjid'masjid dan selain
dari perkara'perkara yg dzahir. Ini didominasi oleh lelaki karena merekalah yg
biasa tampil di depan umum.
.erbaikan masyarakat yg dilakukan dari balik dindingE tembok. .erbaikan
seperti ini dilakukan di rumah'rumah dan secara umum hal ini diserahkan kepada
kaum wanita.
Hendaklah dipahami oleh para wanita bahwa pekerjaan berkhidmat pada keluarga
merupakan satu ibadah kepada llah &ubhanahu wa Aa@ala. .ekerjaan di dlm
rumah bukanlah semata'mata gerak tubuh namun pekerjaan itu memiliki ruh yg
bisa dirasakan oleh orang yg mengerti tujuan kehidupan dan rahasia terwujud
insan.
&urga sebagai tempat yg sarat dgn keni@matan yg kekal abadi dapat dimasuki
seorang wanita yg menyibukkan diri dgn ibadah kepada llah menjaga kehormatan
diri dan taat kepada suami dan tentu semua ini dilakukan oleh seorang wanita di
dlm rumahnya.
#eberapa pekerjaan yg bisa dilakukan wanita di dlm rumah seperti )
5. Ibadah kepada llah.
+etika llah &ubhanahu wa Aa@ala memerintahkan Gmmahatul Mukminin utk
berdiam di rumah mereka llah gandengkan perintah tersebut dgn perintah
beribadah.
Dengan menegakkan ibadah kepada llah &ubhanahu wa Aa@ala ini akan sangat
membantu seorang wanita untuk melaksanakan peran dlm rumah tangga. Dan dgn
ia melaksanakan ibadah disertai kekhusyuan dan ketenangan yg sempurna akan
memberi dampak positif kepada orang'orang yang ada di dlm rumah baik itu anak'
anak ataupun selain mereka.
<. Manita berperan sebagai seorang istri bagi suami
Istri yang baik adalah yang melakukan hal'hal berikut ini)
a. Aaat secara sempurna kepada suami dlm perkara yg bukan maksiat kepada llah
Aaat ini merupakan asas ketenangan krn suami sebagai Fawwam tdk akan bisa
melaksanakan kepemimpinan tanpa ketaatan. Dan ketaatan kepada suami ini lbh
didahulukan daripada melakukan ibadah'ibadah sunnah.
b. Mengerjakan pekerjaan rumah yg dibutuhkan dlm kehidupan keluargadengan
penuh kerelaan,kelapangan hati dan kesadaran bahwa hal itu merupakan ibadah
kepada llah.
c. Menjaga rahasia suami dan kehormatan sehingga menumbuhkan kepercayaan
suami secara penuh terhadapnya.
d. Menjaga dan memelihara harta suami dengan berbuat amanah dan tidak boros
dalam membelanjakannya.
e. #ergaul dengan suami dengan cara yang baik.
Dengan memaafkan kesalahan suami bila ia bersalah membuat ridha ketika ia
marah menunjukkan rasa cinta kepada dan penghargaan mengucapkan kata'kata yg
baik dan wajah yg selalu penuh senyuman.
f. Mengatur waktu sehingga semua pekerjaan tertunaikan pada waktu menjaga
kebersihan dan keteraturan rumah sehingga selalu tampak rapi hingga
menyenangkan pandangan suami dan membuat anak'anak pun betah.
g. >ujur terhadap suami dlm segala sesuatu khusus ketika ada sesuatu yg terjadi
sementara suami berada di luar rumah.
K. Mendidik anak'anak sebagai generasi'generasi penerus.
Augas ini termasuk tugas terpenting seorang wanita di dlm rumah karena dengan
memperhatikan pendidikan anak'anak berarti ia mempersiapkan sebuah generasi
yg baik dan diridhai oleh 9abbul lamin. Dan tanggung jawab ini ia tunaikan
bersama'sama dgn suami. &eorang ibu mempunyai pengaruh amat besar, yakni
dapat mengarahkan anak'anaknya yang sedang dalam masa pertumbuhan dengan
memberi contoh seorang pribadi yang baik. &eorang ibu yang rajin menjalankan
tugas'tugas kerumah'tanggaannya, memelihara, mengawasi, dan mendisiplinkan
anak'anaknya dan yang tetap menjaga shalatnya dengan baik, membaca'baca al'
Cur@an serta melakukan amal ibadah lainnya, memberikan dan menciptakan
suasana keagamaan yang terbaik untuk anak'anak kecil yang mana akan sangat
membantu mengimbangi banyaknya pengaruh'pengaruh yang tak menyenangkan
yang dia temui saat dia dewasa.Ibu'ibu Muslimah dapat mencoba untuk menjadikan
rumahnya dalam pengertian sebagai sebuah surga bagi seluruh keluarga.
D. Mengerjakan pekerjaan lain di dlm rumah bila ada kelapangan waktu dan
kesempatan seperti menjahit pakaian utk keluarga dan selainnya. Dengan cara ini
ia bisa berhemat utk keluarga di samping membantu suami menambah penghasilan
keluarga.
+esimpulan
Dari penjelasan'penjelasan diatas kami berkesimpulan bahwa pada dasarnya
wanita tidak dilarang untuk bekerja atau mengaktualisasikan keahliannya untuk
membantu orang lain asalkan merujuk atau mengikuti syarat'syaratEadab
muslimah seperti yang disebutkan diatas.&elain itu pekerjaannya tersebut tidak
membebaninya untuk melaksanakan kewajibannya yang utama sebagai Ibu 9umah
Aangga.>ika melihat pada kewajiban dan tugas'tugas seorang wanita sebagai ibu
rumah tangga seperti yang dijelaskan diatas merupakan tugas yang berat namun
akan bisa ditunaikan dengan baik oleh seorang wanita yang shalihah yang
membekali diri dengan ilmu agama ditambah bekal pengetahuan yang diperlukan
untuk mendukung tugas di dalam rumah.dan tidak lupa pula tugas'tugas tersebut
akan sangat baik sekali jika suami pun ikut membantu,sehingga terciptalah
keluarga yang &akinah,Mawaddah dan Marohmah
sebagaimana firman llah &MA )
ODP &yekh Dr. &haleh bin Fauzan ,penerjemah ) 9ahmat al'rifin,Sentuhan 0ilai
Ke*ikihan untuk 8anita Beriman /cet.Departemen Grusan
+eislaman,wakaf,dakwah dan pengarahan )5D<K H0h. :
O2P Dr.Masykur hakim,Drs.&halahuddin Hamid,Hak .sasi Manusia dalam 6erspekti*
Islam />akarta )missco,<;;;0h.5;;
OMP C&.an'3ahl ayat 67
O4P chmad >unaidi,thobieb al'ashyar,Khadi&ah sosok perempuan karier
sukses />akarta ) <;;: 0
O<P D9.Nusuf al Cardhawi,3i:ih %anita /#andung ) >abal,<;;70 h.5K<'5KD
OHP &yaikh mutawalli as'sya@rawi,penerjemahONesi hM.basyaruddin -c, 3i:ih
6ermpuan (Muslimah)/>akarta ) mzah,<;;40 h.5D5
OFP Beramah l'Gstadzah Gmmu IshaF Pulfa Husein l'tsariyyah,Sakinah Mengayuh
Biduk ,55 ' 3o*ember ' <;;D
O8P <nsiklopedi 8anita muslimah,h.5:;
OEP C&.t'Aaubah ayat 75
%agaimana 'anita .arir !enurut Islam
*osted by %ustamam Ismail on -uly 66, /334
$ssalamu alaikum ust yang mulia
8ra globalisasi ini banyak kita temukan wanita karir yang ingin saya
tanyakan, bagaimana jika wanita karir ini sudah menikah9 &ukankah wanita harus taat kepada
suaminya, wanita tidak boleh keluar rumah tanpa i,in dari suaminya dan juga keluar rumah apabila ada
keperluan saja &agaimana menanggapinya ya usta,9 !yukran
"awaban
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
!ebenarnya (slam tidak pernah mensyariatkan untuk mengurung wanita di dalam rumah 'idak seperti
yang banyak dipahami orang
)ihatlah bagaimana Rasulullah !$% melarang orang yang melarang wanita mau datang ke masjid
Diriwa#atkan dari 'bnu (mar dia berkata, Rasulullah )hallallahu &Alaihi wa )allam bersabda: *anganlah
kamu men+egah perempuanperempuan untuk pergi ke Mas,id, sedangkan rumah mereka itu lebih baik
bagi mereka. :0R $bu Dawud dan (bnu "hu,aimah dan lafad, ini dari $bu Dawud;
Dari Abdullah Bin Umar dia berkata, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda !A"abila
salah se#ran$ "erem"uan di antara kamu minta i%in &untuk ber'ama(ah di mas'id) maka
'an$anlah men*e$ahn+a,- &./ Al0Bukhari dan 1uslim, la2ad% ini dari Al0Bukhari)-
Diri3a+atkan dari Abu .urairah dia berkata, sesun$$uhn+a /asulullah Shallallahu Alaihi 3a
Sallam bersabda !4an$anlah kamu men*e$ah kaum 3anita untuk "er$i ke mas'id, teta"i
hendaklah mereka keluar tan"a 3an$i03an$ian-, &./ Abu Da3ud)-
*adahal di masjid sudah bisa dipastikan banyak orang laki#laki Dan perjalanan dari rumah ke masjid
serta begitu juga kembalinya, pasti akan bertemu dengan lawan jenis yang bukan mahram
&ahkan masjid +abawi di masa Rasulullah !$% tidak ada hijabnya 'idak seperti masjid kita di ,aman
sekarang ini yang ada tabir penghalangnya Di masa kenabian, posisi jamaah laki#laki dan jamaah
wanita hanya dipisahkan tempatnya saja
!haf laki#laki di bagian depan dan shaf wanita di bagian belakang $nak kecil yang laki di belakang shaf
laki dan anak kecil perempuan berada di sfah terdepan dari shaf perempuan Dan tidak ada kain,
tembok, tanaman atau penghalang apapun di antara barisan laki dan perempuan
-adi kalau dikatakan bahwa wanita itu haram keluar rumah, harus lebih banyak dikurung di dalamnya,
rasanya tidak sesuai dengan apa yang terjadi di masa Rasulullah !$% dan salafus#shalih &oleh dibilang
mengurung wanita di dalam rumah adalah sebuah perkara bid ah yang sesat
Isteri Rasulullah SA': .hadid"ah radhi+allahu anha
Rasulullah !$% punya seorang isteri yang tidak hanya berdiam diri serta bersembunyi di dalam
kamarnya !ebaliknya, dia adalah seorang wanita yang aktif dalam dunia bisnis &ahkan sebelum beliau
menikahinya, beliau pernah menjalin kerjasama bisnis ke negeri !yam !etelah menikahinya, tidak
berarti isterinya itu berhenti dari aktifitasnya
&ahkan harta hasil jerih payah bisnis "hadijah ra itu amat banyak menunjang dakwah di masa awal Di
masa itu, belum ada sumber#sumber dana penunjang dakwah yang bisa diandalkan !atu#satunya
adalah dari kocek seorang donatur setia yaitu isterinya yang pebisnis kondang
'entu tidak bisa dibayangkan kalau sebagai pebisnis, sosok "hadijah adalah tipe wanita rumahan yang
tidak tahu dunia luar !ebab bila demikian,
bagaimana dia bisa menjalankan bisnisnya itu dengan baik, sementara dia tidak punya akses informasi
sedikit pun di balik tembok rumahnya
Di sini kita bisa paham bahwa seorang isteri nabi sekalipun punya kesempatan untuk keluar rumah
mengurus bisnisnya &ahkan meski telah memiliki anak sekalipun, sebab sejarah mencatat bahwa
"hadijah ra dikaruniai beberapa orang anak dari Rasulullah !$%
Isteri Rasulullah SA': Aisyah radhi+allahu anha
!epeninggal "hadijah, Rasulullah beristrikan $isyah radhiyallahu anha, seorang wanita cerdas, muda
dan cantik yang kiprahnya di tengah masyarakat tidak diragukan lagi *osisinya sebagai seorang isteri
tidak menghalanginya dari aktif di tengah masyarakat
!emasa Rasulullah masih hidup, beliau sering kali ikut keluar Madinah ikut berbagai operasi peperangan
Dan sepeninggal Rasulullah !$%, $isyah adalah guru dari para shahabat yang memapu memberikan
penjelasan dan keterangan tentang ajaran (slam
&ahkan $isyah ra pun tidak mau ketinggalan untuk ikut dalam peperangan !ehingga perang itu disebut
dengan perang unta :,amal;, karena saat itu $isyah radhiyallahu anha naik seekor unta
%anyak /eker"aan 0ang -anya %isa Ditangani 'anita
"eluar rumahnya seorang wanita untuk bekerja pada hakikatnya memang dibenarkan dalam syariat
(slam 'api memang tidak semua bentuk pekerjaan boleh dilakukan oleh para wanita 0ukumnya haram
kalau wanita yang melakukannya
!ebaliknya, realitas syariah menetapkan ada juga begitu banyak pekerjaan yang justru haram dilakukan
oleh laki#laki 0arus dikerjakan oleh para wanita
Maka kalau sampai para wanita dilarang mengerjakan pekerjaan yang memang menjadi tugasnya
secara syar i, jelaslah kita telah menjerumuskan umat (slam ke dalam lembah yang diharamkan
$llah !%'
Misalnya tugas membantu para wanita bersalin 0arusnya bukan dokter atau bidan laki#laki 0ukumnya
justru haram kalau dokternya laki#laki Dan sebaliknya, hukumnya fardhu bagi wanita untuk membantu
proses persalinan
Maka sekian juta wanita muslimah wajib keluar rumah untuk menjadi dokter dan para medis di klinik,
rumah sakit, lab, dan sejenisnya "arena ada sekian ratus juta penduduk dengan jenis kelamin wanita
Mereka butuh pelayanan kesehatan yang terkait dengan fisik Maka hanya para wanita saja yang boleh
melayani mereka
)ebih besar dari itu, (slam mewajibkan para wanita belajar dan bersekolah, bukan hanya sampai tingkat
pendidikan wajib 4 tahun, tapi juga sampai posisi yang tertinggi
Dan untuk itu wajib ada guru yang berjenis kelamin wanita "arena idealnya, harus ada sekolah khusus
untuk para wanita Dan oleh karena itu dibutuhkan jutaan guru yang berjenis kelamin wanita Mereka
wajib keluar rumah untuk mengajar Dan para murid yang wanita, juga wajib keluar rumah untuk
belajar
"alau dikatakan wanita tidak boleh keluar rumah, maka hukumnya bertentangan dengan realitas hukum
fi7ih yang ada
/ara /engurung 'anita
Di dunia (slam memang ada sedikit kalangan yang punya kecenderungan ingin mengurung para wanita
di dalam rumah $lasannya karena para wanita sumber fitnah
$lasan ini ada benarnya, namun pada batas tertentu sebenarnya sudah keterlaluan juga &enar bahwa
begitu banyak fitnah yang terjadi karena para wanita keluar rumah 'idak ada yang menyangkal
kebenaran hal itu Dan kita pun cukup prihatin dengan berbagai kasus per,ianaan yang begitu marak
karena kita membiarkan para wanita keluar rumah
+amun di sisi yang lain, tentu bukan pada tempatnya untuk begitu saja mengurung para wanita di
dalam rumah !ebab wanita bukan binatang peliharaan yang kerjanya hanya sekedar memuaskan nafsu
seksual suami Di sisi lain, wanita juga manusia, yang butuh berinteraksi dengan sesama jenisnya, juga
dengan lingkungannya, termasuk dengan alam semesta
/(lemik .eshahihan -adits: 'anita Adalah Aurat
$da juga yang melarang wanita dengan menggunakan dalil merupakan hadits +abi !$%
<=>? <=<@<A <B>C>C>D <@>? <=>E<F: <G>? <B>C>E<F<H<I <=>J<F<I, ><G<K<B <L<F<M<N
<B<O<N<P<F>>D<B <B>C<P>Q<R<B>?, >J<H>S<F<@ >E<B <N>T>J>? >E>? >J<M>D <F<@>D<B
>J>D>Q >>Q >S<=<F <@>Q<N>D<B <F>J<B>D <B>C<N<F>E<K>Q
Diriwa#atkan oleh 'bnu (mar mar$u-an bahwa, Wanita itu adalah aurat, bila dia keluar rumah, maka
s#etan menaikin#a. :0R 'irmi,y;
Dari segi matan, hadits ini memang cukup jelas menyebutkan tentang keluarnya wanita akan
menjadikan para syetan beristisyraf !ehingga secara sekilas di dalam kesan bahwa ketika seorang
wanita keluar rumah, maka syetan akan menaikinya dan akan menjadi sumber masalah baik bagi
dirinya maupun bagi orang lain
"arena itu banyak ulama yang ingin mengurung wanita di dalam rumah yang menjadikan hadits ini
sebagai hadits gacoan "e mana#mana yang disebut#sebut adalah hadits ini
'api apakah benar hadits ini 633U shahih tanpa kritik9
Memang kalau +ashiruddin $l#$lbani jelas menshahihkan hadits ini )ihat kitab beliau !ilsilah $hadits
!hahihah nomor /6VV -uga terdapat dalam !hahih $t#'arghib /16, !hahih 'irmi,y 4W6, !hahih $l#
-ami 6643, !hahih (bnu "hu,aemah 66VX
!ebab isi hadits ini sejalan dengan pendapatnya yang ingin mengurung para wanita di dalam rumah
+amun di sisi lain, tidak sedikit dari para ulama hadits banyak yang mempersoalkan kedudukan hadits
ini $lasannya ada beberapa hal, antara lain:
6 !esungguhnya isnad hadits ini tidak tersambung kepada Rasululah !$%, isnadnya mun7athi
:terputus; "arena 0ubaib bin $bi 'sabit, salah seorang di antara mata rantai perawinya dikenal sebagai
mudallis Dia tidak mendengar langsung dari (bnu Ymar
/ Dikatakan hadits ini shahih terdapat dalam $l#$usath#nya $t#'abrani *adahal Mu jam $t#'habrani
$l#$wsath bukan kitab sunan $t#'habarani sendiri tidak meniatkannya sebagai kitab shahih &eliau
justru hanya sekedar mengumpulkan hadits#hadits yang ma lul :bermasalah; $gar orang#orang tahu
kemunkarannya
!ayangnya, ada orang#orang yang datang kemudian, malah menshahihkan hadits#hadits di dalamnya
!eandainya (mam $t#thabarani masih hidup dan tahu apa yang dilakukan orang#orang sekarang ini,
pastilah beliau tidak menuliskannya
W (mam $t#'habarani pada dasarnya juga tidak meriwayatkan hadits itu di dalam $l#$wsathnya
1 Dikatakan bahwa (bnu "hu,aemah juga menshahihkan hadits ini *adahal perkataan itu tidak lain
adalah tadlis (bnu "hu,aemah tidak pernah menshahihkan hadits ini &ahkan beliau menjelaskan
illatnya &eliau menuliskan sebuah judul: .abu 'khti#ari )halatil Mar ah $i .aitiha ala
)halatiha$il Mas,id, in tsabatal hadits
"ata penutup in tsabatal hadits justru menunjukkan bahwa beliau belum memastikan keshahihan hadits
itu
Dan perdebatan antara para muhaddits tidak ada habisnya tentang keshahihan hadits ini !ebagian
bilang itu hadits shahih tapi yang lain bilang itu hadits yang bermasalah
Maka ketika ada sebagian kalangan yang ingin mengurung wanita di dalam rumah dengan berdasarkan
haditsi ini, tidak semua sepakat membenarkannya
Syarat dan Adab 'anita .eluar Rumah
Meski pun tidak ada dalil yang 7ath i tentang haramnya wanita keluar rumah, namun para ulama
tetap menempatkan beberapa syarat atas kebolehan wanita keluar rumah !ebab memang ada
peraturannya, tidak asal keluar rumah begitu saja, sebagaimana para wanita di dunia barat yang tidak
punya nilai etika
1$ !engenakan /akaian yang !enutup Aurat
Menutup aurat adalah syarat mutlak yang wajib dipenuhi sebelum seorang wanita keluar rumah "arena
$llah !%' telah berfirman dengan tegas di dalam $l#Zuran:
/ai 0abi, katakanlah kepada isteriisterimu, anakanak perempuanmu dan isteriisteri orangoarang
beriman, hendaklah mereka mengulurkan ,ilbabn#a keseluruh tubuh mereka:Z! $l#$h,aab /5;
2$ 3idak 3abarru" atau !emamerkan /erhiasan dan .ecantikan
%anita yang keluar rumah dan menutup auratnya, juga tetap harus menjaga dandanannya Dia dilarang
memamerkan perhiasan dan kecantikannya, terutama di hadapan para laki#laki "arena $llah !%' telah
berfirman di dalam Zuran:
*anganlah memamerkan perhiasan seperti orang ,ahili#ah #ang pertama- :Z! $l#$h,aab WW;
4$ 3idak !elunakkan, !emerdukan atau !endesahkan Suara
!elain itu para wanita yang keluar rumah juga diharamkan bertingkah laku yang akan menimbulkan
syahwat para laki#laki !eperti mengeluarkan suara yang terkesan menggoda, atau memerdukannya
atau bahkan mendesah#desahkan suaranya
)arangaannya tegas dan jelas di dalam $l#Zuran, tidak ada urusan shahih atau tidak shahih, karena
semua ayat Zuran hukumnya shahih
*anganlah kamu tunduk dalam berbi+ara !melunakkan dan memerdukan suara atau sikap #ang se,enis"
sehingga berkeinginanlah orang #ang ada pen#akit dalam hatin#a, dan u+apkanlah perkataan #ang
baik- :Z! $l#$h,aab W/;
5$ !en"aga /andangan
%anita yang keluar rumah juga diwajibkan untuk menjaga pandangannya &ukan hanya laki#laki saja
yang haram jelalatan matanya, tetapi wanita juga haram lirak#lirik
0al itu ditegaskan $llah !%' dalam firman#+ya:
Katakanlah pada orangorang lakilaki beriman: /endaklah mereka menahan pandangann#a, dan
memelihara kemaluann#a #ang demikian itu adalah lebih su+i bagi mereka sesungguhn#a Allah maha
mengetahui apa #ang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanitawanita #ang beriman: /endaklah
mereka menahan pandangann#a dan memelihara kemaluann#a EE[:Z! $n +uur W3#W6;
6$ Aman dari 7itnah
"ebolehan wanita keluar rumah akan batal dengan sendirinya manakala ada fitnah, atau keadaan yang
tidak aman 0al ini sudah merupakan ijma\ ulama
!yarat ini didapat dari hadits +abi !$% tentang kabar beliau bahwa suatu ketika akan ada wanita yan
berjalan dari 0irah ke &aitullah sendirian tidak takut apa pun kecuali takut kepada $llah !%'
8$ !endapatkan I)in Dari 9rang 3ua atau Suaminya
(ni adalah yang paling sering luput dari perhatian para muslimah terutama aktifis dakwah !ebab sekali
mereka ikut terjun dalam dunia aktifitas rutinitas, maka seolah#olah i,in dari pihak orang tua maupun
suami menjadi hal yang terlupakan *adahal i,in adalah hal yang perlu didapatkan dan tidak bisa
disepelekan begitu saja
*ada dasarnya memang wanita harus mendapatkan i,in suami untuk keluar rumah Dan ini sebenarnya
sangat manusiawi sekali 'idak merupakan beban dan paksaan atau menjadi halangan
(,in dari suami harus dipahami sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian serta wujud dari tanggung#
jawab seorang yang idealnya menjadi pelindung
!emakin harmonis sebuah rumah tangga, maka semakin wajar bila urusan i,in keluar rumah ini lebih
diperhatikan
+amun tidak harus juga diterapkan secara kaku yang mengesankan bahwa (slam mengekang
kebebasan wanita
Wallahu a lam bishshawab, wasalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, :c
)A(I2A A3I3 pS I.< 3<!A+ 2A(==A
'alam bingkai rumah tangga, pasangan suami dan istri masing-masing memiliki hak dan kewajiban.
Suami sebagai pemimpin, berkewajiban menjaga istri dan anak-anaknya baik dalam urusan agama
atau dunianya, menafkahi mereka dengan memenuhi kebutuhan makanan, minuman, pakaian dan
tempat tinggalnya.
2anggungjawab suami yang tidak ringan diatas diimbangi dengan ketaatan seorang istri pada
suaminya. ewajiban seorang istri dalam urusan suaminya setahap setelah kewajiban dalam urusan
agamanya. +ak suami diatas hak siapapun setelah hak Allah dan 3asul-(ya, termasuk hak kedua
orang tua. !entaatinya dalam perkara yang baik menjadi tanggungjawab terpenting seorang istri.
SUrga ataU VeraWa SeXrang Istri
etaatan istri pada suami adalah jaminan surganya. 'ari Abu +urairah radhiyallahu qanhu, 3asulullah
shallallahu qalaihi wa sallam bersabda, 5-ika seorang wanita melaksanakan sholat lima waktunya,
melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan
masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.6 0+3 Ibnu +ibban dalam Shahihnya1
Suami adalah surga atau neraka bagi seorang istri. eridhoan suami menjadi keridhoan Allah. Istri
yang tidak diridhoi suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai wanita yang durhaka dan kufur
nikmat.
Suatu hari 3asulullah shallallahu qalaihi wa sallam pernah bersabda bahwa beliau melihat wanita
adalah penghuni neraka terbanyak. Seorang wanita pun bertanya kepada beliau mengapa demikianr
3asulullah pun menjawab bahwa diantarantanya karena wanita banyak yang durhaka kepada
suaminya. 0+3 .ukhari !uslim1
KedUdUWan YaW SUami
'ari Abu +urairah radhiyallahu qanhu, 3asulullah shallallahu qalaihi wa sallam bersabda, 5alau aku
boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan para
istri untuk sujud kepada suaminya, disebabkan karena Allah telah menetapkan hak bagi para suami
atas mereka 0para istri1. 0+3 Abu 'awud, 2irmid/i, ia berkata, 5hadis hasan shahih.6 'inyatakan
shahih oleh Syaikh Albani1.
+ak suami berada diatas hak siapapun manusia termasuk hak kedua orang tua. +ak suami bahkan
harus didahulukan oleh seorang istri daripada ibadah-ibadahyang bersifat sunnah.
3asulullah shallallahu qalaihi wa sallam bersabda, 52idak boleh bagi seorang perempuan berpuasa
sementara suaminya ada di rumah kecuali dengan i/innya. 'an tidak boleh baginya meminta i/in di
rumahnya kecuali dengan i/innya.6 0+3 .ukhari !uslim1
'alam hak berhubungan suami-istri, jika suami mengajaknya untuk berhubungan, maka istri tidak
boleh menolaknya.
5-ika seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidur, kemudian si istri tidak mendatanginya, dan
suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat akan melaknatnya sampai pagi.6 0+3 .ukhari
!uslim1

Zer[aWti Kepada SUami
'iantara kewajiban seorang istri atas suaminya juga adalah, hendaknya seorang istri benar-benar
menjaga amanah suami di rumahnya, baik harta suami dan rahasia-rahasianya, begitu juga
bersungguhnya-sungguh mengurus urusan-urusan rumah.
3asulullah shallallahu (alaihi %a sallam bersabda, 5'an wanita adalahpenanggungjawab di rumah
suaminya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban.6 0+3 .ukhari !uslim1
Syaikhul Islam berkata, 5#irman Allah, 5Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada
Allah lagi memelihara diriketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara 0mereka1.6
0$S. An (isa s?tu :?1
Ayat ini menunjukkan wajibnya seorang istri taat pada suami dalam hal berbakti kepadanya, ketika
bepergian bersamanya dan lain-lain. Sebagaimana juga hal ini diterangkan dalam sunnah 3asulullah
shallallahu qalaihi wa sallam. 0*ihat !ajmu Al #atawa :9v9wx-9w8 ,ia 2anbihat, hal. y?, '3 Shaleh Al
#au/an1.
.erkhidmat kepada suami dengan melayaninya dalam segala kebutuhan-kebutuhannya adalah
diantara tugas seorang istri. .ukan sebaliknya, istri yang malah dilayani oleh suami. +al ini didukung
oleh firman Allah, 5'an laki-laki itu adalah pemimpin bagi wanita6 0$S. An (isa s?tu :?1.
Ibnul $ayyim berdalil dengan ayat diatas, jika suami menjadi pelayan bagi istrinya, dalam memasak,
mencuci, mengurus rumah dan lain-lain, maka itu termasuk perbuatan munkar. arena berarti dengan
demikian sang suami tidak lagi menjadi pemimpin. -ustru karena tugas-tugas istri dalam melayani
suami lah, Allah pun mewajibkan para suami untuk menafkahi istri dengan memberinya makan,
pakaian dan tempat tinggal. 0*ihat zaad Al-!a;aad {v8||-8yy ,ia 2anbihat, hal. y{, '3 Shaleh Al
#au/an1.
.ukan juga sebaliknya, istri yang malah menafkahi suami dengan bekerja di luar rumah untuk
kebutuhan rumah tangga.
Rumah istana kaum wanita
"i antara keagungan syariat islam adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya
yang sesuai. 4lama= diperintah untuk menasehati dan menjawab pertanyaan ummat dengan
ilmu, orang awam diperintah untuk bertanya dan belajar, @rang tua disuruh mendidik
anaknya dengan baik, anak disuruh berbakti pada keduanya, !uami diwajibkan untuk
membimbing istrinya pada jalan kebaikan sedang istri diwajibkan mentaatinya. "an lain
sebagianya. ,egitu pula dengan hal dunia laki3laki dan wanita, maka islam menjadikan laki3
laki diluar rumah untuk mencari nafkah bagi keluarganya, sebagaimana sabda -osululloh (
&'() *+,-. &'/01 ) &'2345 6)789(:;
"an hak para istri atas kalian /suami0 agar kalian memberi mereka nafkah dan pakaian
dengan cara yang ma=ruf. /H-. %uslim 12190.
disisi lainnya, tempat wanita dijadikan didalam rumah untuk mengurusi anak, mendidiknya,
mempersiapkan keperluan suami serta urusan rumah tangga dan lainnya.
-osululloh shallallahu alaihi wa sallam menggambarkan hal ini dalam sabdanya yang
mulia (
<=79(>) ?,.>1 @A B,; :'C)0 ?()D4E) &. :'F,.1
"an wanita adalah pemimpin dirmah suaminya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban
atas yang dipimpinnya. /H-. ,ukhori 1A*:. %uslim *A1.7C0
$da banyak ayat maupun hadits -osululloh shallallahu alaihi wa sallamyang menunjukkan
akan hal ini. 6amun cukup saya sebutkan beberapa diantaranya, yaitu (
Lirman $lloh 'a=ala (
"an hendaklah kamu tetap dirumah3rumah kalian dan janganlah kamu berhias dan
bertingkah laku seperti orang3orang jahiliyah yang dahulu. />! $l $h#ab ( **0
Juga sabda -osululloh shallallahu alaihi wa sallam (
&. GH. I> &; J384E @K1 I> LM. &. N3O1 I> P-Q I> L,-. ) *-O N:/
<=79(> R <13. >STA U BC7V :'A7WFO> X:Y,W(>
"ari $bdulloh bin %as=ud radhiyallahu anhu dari -osulullohshallallahu alaihi wa
sallam bersabda ( ;anita itu aurot, apabila dia keluar maka akan dibanggakan oleh setan.
/H-. 'urmudli 11G* berkata Hasan !hohih ghorib, &bnu 5hu#aimah *AC7, 'hobroni dalam $l
5abir 1::170.
%enguatkan ini semua perintah -osululloh shallallahu alaihi wa sallampada para wanita
untuk sholat fardlu dirumah, meskipun dia tinggal dikota %adinah yang mana sholat dimasjid
nabawi sama dengan 1::: sholat dimasjid lainnya selain masjidil haram.
"ari Ummu Humaid As Saidiyah radhiyallahu anha sesungguhnya beliau datang kepada
-osululloh shallallahu alaihi wa sallam, lalu berkata ( ;ahai -osululloh, sesunguhnya saya
ingin sholat bersamamu.
%aka beliau menjawab ( !aya tahu bahwasannya kamu ingin sholat bersamaku, akan
tetapi sholatmu di kama yan! khusus "a!imu l#"ih "aik dai$ada kamu sholat di
"a!ian lain dai umahmu% dan sholatmu diumahmu l#"ih "aik dai$ada kamu sholat
di masid kam$un!mu% dan sholatmu di mas&id kam$un!mu l#"ih "aik dai$ada kamu
sholat di mas&idku ini.
/H-. $hmad 7A1C9A1**G, &bnu 5hu#aimah *AC7A1?9C dengn sanad hasann0
)idak *eluar "umah *ecuali &engan +in ,uami
6amun hal diatas tidak mela#imkan keharaman wanita keluar rumahnya kalau
memng ada sebuah keperluan yang harus dikerjakan diluar rumah, meskipun seandainya
dia tetap didalam rumahnya maka itulah yang jauh lebih baik.
"ari $isyah radhiyallahu anha, ia berkata ( !audah keluar rumah untuk menunaikan
suatu keperluan setelah turunnya ayat hijab, dan beliau itu adalah seoang wanita yang
gemuk, sehinga tidak lagi samar bagi yang pernah mengenalnya, %aka 4mar bin
5hothob mengetahuinya, lalu diapun berkata ( ;ahai !audah, "emi $lloh engkau tidak
lagi samar bagi kami, maka perhatikanlah lagi bagaimana keadaanmu saat engkau
keluar. %aka !audah pun langsung balik pulang. !aat itu -osululloh berada dalam
rumahku sedang makan malam, dan saat itu beliau sedang memegang makanan, maka
!audah pun masuk lalu berkata ( ;ahai -osululloh, saya keluar untuk menunaikan
sebagian keperluanku, namun 4mar berkata begini begitu. %aka $lloh pun mewahyukan
kepada beliau, lalu bersabda ( S#sun!!uhnya t#lah dii'inkan "a!i kalian k#lua
umah untuk s#"uah k#$#luan. /H-. ,ukhori 9A729, %uslim 21G:0
Seorang istri juga tidak boleh keluar rumah kecuali dengan i/in suami. arena tempat asal wanita itu
di rumah. Sebagaimana firman Allah, 5'an tinggal-lah kalian 0para wanita1 di rumah-rumah kalian.6
0$S. Al Ah/ab s::tu ::1.
&bnu 5atsir berkata, $yat ini menunjukkan bahwa wanita tidak boleh keluar rumah kecuali
ada kebutuhan. /tafsir $l >uran $l $d#im ?A.:90. "engan demikian, wanita tidak boleh
keluar rumah melainkan untuk urusan yang penting atau termasuk kebutuhan seperti
memasak dan lain3lain. Jika bukan urusan tersebut, maka seorang istri tidak boleh keluar
rumah melainkan dengan i#in suaminya.

Syaikhul Islam berkata, 52idak halal bagi seorang wanita keluar rumah tanpa i/in suaminya, jika ia
keluar rumah tanpa i/in suaminya, berarti ia telah berbuat nusyu/ 0durhaka1, bermaksiat kepada Allah
dan 3asul-(ya, serta layak mendapat hukuman.6
A$a"ila (anita K#lua Rumah
6amun apabila wanita keluar dari rumahnya, wajib baginya untuk beradab sesuai dengan
ketentuan syariat islam yang suci, diantaranya (
)*B#$akaian yan! syaI
Lirman $lloh 'a=ala (
Hai 6abi, 5atakanlah kepada istri3istrimu, anak3anak perempuanmu dan istri3istri orang
mu=min Hendaknya mereka menjulurkan pakaiannya keseluruh tubuh mereka yang
demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu.
/>!. $l $h#ab ( 7C0
+*Tidak m#makai $a,um
&. @;= PO3E &. @HM(> P-Q I> L,-. *-O) N:/ :9Z= <=7E> [7Y8FO> [79A
P-. \3/ >)G],( :'^Z1 @'A ?,_>0
"ari $bu %usa $l $sy=ari dari -osululloh shallallahu alaihi wa sallambersabda ( ;anita
mana saja yang memakai parfum , lalu lewat pada sebuah kaum untuk dicium baunya maka
dia adalah wanita pe#ina. /H-. $hmad .A.1., $bu "awud .1G*, 'urmud#i 2G9?, 6asa=&
9A17* dengan sanad hasan0
"an larangan ini pun tetap berlaku meskipun wanita itu ingin pergi ke masjid untuk
mengerjalan sholat berjamaah, lalu bagaimana dengan lainnya +++
&. @;= <7Z7` N:/ N:/ N3O1 I> P-Q I> L,-. *-O) :9Z= <=7E> B;:Q=
>13a; bA G'W2 :M8E c:W8(> <7Vd>
"ari $bu Huroiroh radhiyallahu anhu berkata ( -osululloh shallallahu alaihi wa
sallam bersabda ( ;anita mana saja yang memakai minyak wangi, maka jangan ikut sholat
isya= berjamaah bersama kami. /H-. %uslim 2A970
-* Tidak "#dandan ala &ahiliyah
Lirman $lloh 'a=ala (
"an hendaklah kamu tetap dirumah3rumah kalian dan janganlah kamu berhias dan
bertingkah laku seperti orang3orang jahiliyah yang dahulu.
/>! $l $h#ab ( **0
.*M#nundukkan $andan!an
Lirman $lloh (
"an katakanlah pada wanita3wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan dari
sebagian pandangannya dan memelihara kemaluannya.
/>!. $n 6ur ( *10
/*B#laku so$an s#hin!!a tidak m#nim"ulkan ,itnah% "aik dalam !aya &alan% suaa
atau lainnya*
Perhatikanlah firman $lloh 'a=ala (
Jika kamu /Para wanita0 berta<wa, maka janganlah kamu lembutkan dalam berbicara
sehingga berkeinginnan orang3orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah
ucapan yang baik.
/>!. $l $h#ab ( **0
juga firman 6ya (
"an janganlah mereka /;anita0 memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang
mereka sembunyikan.
/>!. $n 6ur ( *10
&ni semua bukanlah untuk sebuah pengekangan pada kebebasan kaum wanita M
sebagaimana yang banyak digemborkan oleh sebagian kalangan3 namun ini adalah untuk
menjaga kehormatan wanita dari penghinaan dan pelecehan. 5arena mau tidak mau harus
diakui bahwa wanita adalah fitnah dunia yang paling besar. -osululloh shallallahu alaihi wa
sallambersabda (
&. ?E:O= @K1 I> LM. &. @HM(> P-Q I> L,-. ) *-O N:/R R :E B572
eG8; ?MFA @` 7K= P-. N:C7(> &E c:4M(>
"ari 4samah bin Naid radhiyallahu anhu dari -osululloh shallallahu alaihi wa
sallam bersabda ( 'idaklah aku tinggalkan sepeniggalkku fitnah yang lebih berbahaya bagi
kaum laki3laki melainkan para wanita. /H-. ,ukhori %uslim0
(anita Kai dalam Tin&auan Syai
,erangkat dari hal diatas bahwa pada dasarnya tugas wanita adalah mengurusi rumah
tangga suaminya dan dia harus tetap didalam rumahnya kecuali kalau ada sebuah
keperluan untuk keluar, dan apabila keluar rumah harus sesuai dengan ketentuan syar=i baik
dalam hal pakaian maupun lainnya, maka hukum wanita karier bisa dibagi menjadi dua (
Kai#nya di lua umah
Pada dasarnya hukum kai# wanita di lua umah adalah t#laan!, karena dengan
bekerja diluar rumah maka akan ada banyak kewajiban dia yang harus ditinggalkan.
%isalnya melayani keperluan suami, mengurusi dan mendidik anak serta hal lainnya yang
menjadi tugas dan kewajiban seorang istri dan ibu. Padahal semua kewajiban ini sangat
melelahkan yang membutuhkan perhatian khusus. !emua kewajiban ini tidak mungkin
terpenuhi kecuali kalau seorang wanita tersebut memberi perhatian khusus padanya. /8ihat
$l %ufashol Li $hkamil %ar=ah @leh !yaikh $bdul 5arim Naidan .A2?70
Ka$an (anita B#kai di lua Rumah0
6amun kalau memang ada sesuatu yang sangat mendesak untuk berkariernya
wanita diluar rumah maka hal ini diperbolehkan. 6amun harus difahami bahwa sebuah
kebutuhan yang mendesak ini harus ditentukan dengan kadarnya yang sesuai
sebagaimana sebuah kaedah fi<hiyah yang masyhur. "an kebutuhan yang mendesak ini
misalnya (

)*Rumah tan!!a m#m#lukan k#"utuhan $okok yan! m#n!hauskan wanita "#k#&a,
%isalnya karena suaminya atau orang tuanya meninggal dunia atau keluarganya
sudah tidak bisa memberi nafkah karena sakit atau lainnya, sedangkan negara tidak
memberikan jaminan pada keluarga semacam mereka. 8ihatlah kisah yang difirmankan
$lloh dalam surat $l >oshosh 2*,2. (
"an tatkala %usa sampai di sumber air negeri Madyan, ia menjumpai di sana sekumpulan
orang yang sedang meminumkan ternaknya, dan ia menjumpai dibelakang orang yang
banyak itu dua orang wanita yang sedang menambat ternaknya.
%usa berkata ( $pa maksud kalian berbuat demikian +
5edua wanita itu menjawab ( 5ami tidak dapat meminumkan ternak kami sebelum
penggembala3pengembala itu memulangkan ternaknya, sedang bapak kami adalah orang
tua yang telah berumur lanjut, %aka %usa memberi minum ternak itu untuk menolong
keduanya.
5emudian ia kembali ketempat yang teduh lalu berdo=a ( Ea 'uhanku, sesungguhnya aku
sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Ongkau turunkan kepadaku.

5emudian datang kepada %usa salah s#oan! dari kedua wanita itu,"#&alan d#n!an
$#nuh asa malu, ia berkata ( !esungguhnya bapakku memanggil kamu untuk memberi
balasan terhadap kebaikanmu memberi minum ternak kami.
P#hatikanlah perkataan kedua wanita tadi ( S#dan! "a$ak kami adalah oan!
tua yan! t#lah "#umu lan&ut. &ni menunjukkan bahwa keduanya melakukan
perbuatan tersebut karena t#$aksa, disebabkan orang tuanya sudah lanjut dan tidak
bisa melaksanakan tugas tersebut. /8ihat 'afsir $l $lusi 2:A7C0
+*T#na!a wanita t#s#"ut di"utuhkan ol#h masyaakat, dan $#k#&aan t#s#"ut tidak
"isa dilakukan ol#h laki1laki
Hal yang menunjukkan hal ini adalah bahwa di #aman -osululloh ada para wanita
yang bertugas membantu kelahiran, semacam dukun bayi atau bidan pada saat ini. Juga
saat itu ada wanita yang mengkhitan anak3anak wanita. "an yang dhohir bahwa
perkerjaan ini mereka lakukan diluar rumah /8ihat $l %ufashol .A2G*0 Pada #aman ini
bisa saya tambahkan yaitu dokter wanita spesialis kandungan, perawat saat bersalin,
tenaga pengajar yang khusus mengajar wanita dan yang sejenisnya.
"iantara pekerjaan wanita yang ada pada #aman -osululloh adalah apa yang
diriwayatkan oleh $nas bin %alik radhiyallahu anhu berkata ( -osululloh shallallahu
alaihi wa sallam berperang bersama Ummu Sulaim dan beberapa wanita anshor, maka
mereka memberi minum dan mengobati orang yang terluka. /H-. %uslim 12A1990

Syaat wanita "#ka# dilua umah
$pabila ada keperluan bagi seorang wanita untuk bekerja keluar rumah maka da harus
memenuhi beberapa ketentuan syar=& agar kariernya tidak menjadi perkerjaan yang haram.
!yarat3syarat itu adaah (
)*M#m#nuhi ada" k#luanya wanita dai umahnya baik dalam hal pakaian ataupun
lainnya sebagaimana diatas
Syaat wanita "#ka# dilua umah
$pabila ada keperluan bagi seorang wanita untuk bekerja keluar rumah maka da harus
memenuhi beberapa ketentuan syar=& agar kariernya tidak menjadi perkerjaan yang haram.
!yarat3syarat itu adaah (
)*M#m#nuhi ada" k#luanya wanita dai umahnya baik dalam hal pakaian ataupun
lainnya sebagaimana diatas
+*M#nda$at i'in dai suami atau walinya*
5arena suami mempunyai hak terhadap istrinya untuk tidak memperbolehkannya
keluar untuk bekerja. ,agaimana tidak, padahal untuk pergi sholat berjamaah ke masjid
harus minta i#in terlebih dahulu.
-*P#k#&aan t#s#"ut tidak ada kholwat dan ikhtilat /)ampur baur0 antara laki3laki dan
wanita yang bukan mahram. !ebagaimana firman $lloh 'a=ala (
"an apabila kalian meminta pada mereka sebuah keperluan, maka mintalah dari balik
hijab. />!. $l $h#ab ( 7*0
Juga sabda -osululloh shallallahu alaihi wa sallam (
f X3-aZ gC1 <=7E:; fh iE eS \7^E
Janganlah seorang laki3laki berdua3duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.
/H-. ,ukhori %uslim0

.*Tidak m#nim"ulkan ,itnah
-osululloh shallallahu alaihi wa sallam bersabda (
>3j2:A :,_G(> ) >3j2> c:4M(> XTA N)= ?MFA @F; g,k>7Oh B_:5 @A c:4M(>
Hati3hatilah pada dunia dan hati3hatiah pada wanita karena fitnah pertama bagi ,ani &sroil
adalah karena wanita.
/H-. $hmad 11112 dengan sanad shohih0
/*T#ta$ "isa m#n!#&akan k#wa&i"annya s#"a!ai i"u dan isti "a!i k#lua!anya,
karena itulah kewajibannya yang asasi
"ari beberapa kreteria di atas, kayaknya sulit kita menemukan karier wanita yang ada saat
ini bisa memenuhi ketentuan tesebut kecuali sangat sedikit sekali. ,ahkan yang banyak kita
saksikan adalah bahwa setiap karier wanita saat ini baik dikantor, pabrik, sales atau lainnya
penuh dengan ikhtilat, pakaian yang tidak syar=& dan banyak menimbulkan fitnah. @leh
karena itu, wahai kaum wanita mu=minah, berta<walah pada $lloh, takutlah pada ad#ab 6ya
yang pedih, janganlah hanya karena beberapa keping uang engkau rela menerjang
larangan $lloh dan -osul 6ya. Padahal sebenarnya banyak dari kalangan wanita karier
tersebut bukan karena kebutuhan yang mendesak atau karena sebab syar=i lainnya namun
mungkin hanya karena mengejar ambisi dunia. /8ihat $l Jami= Li $hkamin 6isa= oleh !yaikh
$l $dawi .A*?*0

Kai# wanita di dalam umah
$dapun kalau karier wanita itu dikerjakan didalam rumahnya sendiri, seperti menjahit
atau usaha lainnya yang bisa dikerjakan dirumah, yang akan terbebas dari kholwat,
ikhtilat, fitnah dan lainnya, maka hukum asalnya adalah boleh dengan catatan bahwa
pekerjaan itu tidak membuatnya melakukan kewajiban asasinya yaitu menunaikan hak
suami dan anak3anaknya. /8ihtat $l %ufashol .A2G70
Bahaya kai# "a!i wanita dan masyaakat
!emua perkara yang diperintahkan oleh $lloh dan -osul 6ya pasti mengandung
hikmah yang sangat agung, begitu pula segala yang dilarang 6ya pasti mengandung
bahasa yang sangat besar, hanya terkadang banyak orang yang tidak mengetahuinya.
,erkata Imam A"dul A'i' "in Ba' (
!esungguhnya propaganda untuk terjunnnya wanita dalam lapangan pekerjaan yang
menyebabkan banyaknya ikhtilat baik secara langsung ataupun tidak dengan dalih bahwa
ini adalah tuntuan hidup modern adalah sesuatu yang sangat membahayakan yang akan
menimbulkan efek yang sangat fatal sekali, disamping bahwa hal ini bertentangan dengan
sejumlah nash3nash syar=& yang memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dirumahnya dan
mengerjakan pekerjaan khusus baginya.. /8ihat $ts 'simar $l Eani=ah oeh !yaikh $l
Jarulloh hal ( *220.
"iantara dam$ak n#!ati, itu adalah (
a* P#n!auhnya t#hada$ ha!a dii dan k#$i"adian wanita
,anyak perkerjaan saat ini yang apabila diteruni oleh kaum wanita akan
mengeluarkanya dari kodrat kewanitaannya, menghilangkan rasa malunya dan
mencabutnya dari kefeminimannnya.
"* P#n!auhnya $ada anak
di antara pengaruh negatif bekerjanya wanita diluar rumah bagi anak adalah (
1. $nak tidak atau kurang menerima kasih sayang, lembut belaian dari sang ibu,
padahal anak sangat membutuhkannya untuk pengembangan kejiwaannya.
2. !eringnya wanita karier tidak bisa menyusui anaknya secara sempurna, dan ini juga
berbahaya bagi si anak
*. %embiarkan anak dirumah tanpa ada yang mengawasi atau hanya diawasi oleh
baby sister akan berakibat buruk.

2* P#n!auhnya ada hak suami
!eorang istri yang pagi pergi kerja lalu sore pulang, maka sampai rumah ia akan
tinggal melepas lelah. 8alu tatkala suaminya pulang dari kerja maka dia tidak akan bisa
memenuhi tugasnya sebagai seorang istri. Jarang atau bahkan tidak ada orang yang
mampu memenuhi tugas tersebut sekaligus
d* P#n!auhnya $ada masyaakat dan $##konomian nasional
%asuknya wanita dalam lapangan pekerjaan banyak mengambil bagian laki3laki
yang seharusnya bisa mendapatkan pekerjaan, namun terpaksa tidak menemukannya
karena sudah diambil alih oleh kaum wanita. Hal ini akan meningkatkan jumlah
pengangguran yang akan berakibat pada tindak kriminalitas. /8ihat Latwa !yaikh bin ,a#
sebagaimana dalam $ts 'simat $l EaniPah hal *223*21, Okonomi rumah tangga muslim
"-. Husein !yahatah hal 17*31?*, %as=uliyatul %ar=ah $l %uslimah hal ( 9:0.
Fatwa ulama s#$uta kai# wanita
Syaikh A"dul A'i' "in Ba' $#nah ditanya (
$pa pendapat islam tentang wanita yang bekerja dan keluar dengan mengenakan
pakaiannya seperti yang kita lihat dijalan3jalan, sekolah dan rumah serta pekerjaan wanita
pedesaan dengan suaminya di ladang menurut islam +
3awa" Syaikh (
'idak diragukan lagi bahwa islam memuliakan wanita, memeliharanya, menjaganya
dari manusia yang jahat. "an menjaga hak3haknya, mengangkat kedudukannya dan
menjadikannya partner laki3laki dalam warisan serta mewajibkan wali untuk minta i#innya
dalam pernikahan.
&slam juga memberikan hak penuh kepadanya untuk mengurusi hartanya apabila ia
berakal. "an mewajibkan suaminya untuk memberikan hak3haknya yang banyak,
mewajibkan kepada bapaknya dan keluarganya untuk memberinya nafkah ketika ia
membutuhkan.
&slam juga mewajibkannya untuk menutup diri dari pandangan orang lain agar tidak
menjadi barang murahan sebagaimana firman 6ya (
Hai 6abi, 5atakanlah kepada istri3istrimu, anak3anak perempuanmu dan istri3istri orang
mu=min Hendaknya mereka menjulurkan pakaiannya keseluruh tubuh mereka yang
demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu.
/>!. $l $h#ab ( 7C0
$lloh juga berfirman (
"an hendaklah kalian tetap dirumah3rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan
bertingkah laku seperti orag3orang jahiliyah yang dahulu. />! $l $h#ab ( **0
"alam ayat ini $lloh memerintahkan wanita untuk selalu konsisiten berada dirumah
karena keluarnya banyak menimbulkan fitnah. "an dalil syara= telah menunjukkan bahwa
dibolehkannya keluar untuk suatu keperluan dengan menggunakan hijab serta menjauhi
perhiasan, tetapi keberadaannya dirumah adalah hukum asal yang lebih baik untuknya
dan lebih sesuai serta lebih jauh dari fitnah.
$dapun pekerjaan wanita dengan suaminya diladang atau pabrik atau rumah maka
tidak ada dosa baginya, dan demikian juga apabila ia bersama dengan mahramnya, yang
tidak terdapat didalamnya orang lain sebagaimana hukum pekerjaannya bersama wania3
wanita lainnya* P#k#&aan yan! dihaamkan "a!inya hanyalah $#k#&aan yan!
dilakukan d#n!an oan! laki1laki yan! "ukan mahamnya, karena hal itu bisa
mendatangkan kerusakan dan firnah yang besar. /%ajmu= Latwa ;a %a<olat
%utanawwi=ah .A*:9 dengan ringkas0.
PenUtUp
"i penghujung tulisan ini, saya nukil penutup ,atwa Syaikh Bin Ba' t#ntan! wanita kai# (
5esimpulannya, ,ahwasannya menetapnya wanita di rumah untuk mengerjakan tugas
kewanitaannya setelah dia mengerajakan kewajibannya pada $lloh adalah suatu hal yang
sesuai dengan fithroh dan kodratnya.
Hal ini akan menyebabkan kebaikan baik bagi pribadinya sendiri, masyarakat maupun pada
generasi yang akan datang.
"an kalau masih
mempunyai keluangan waktu maka bisa digunakan untuk bekerja yang sesuai dengan
kodrat kewanitaan seperti mengajar wanita, mengobati dan merawat mereka serta
perkerjaan lain yang semisalnya.
&ni semua sudah 2uku$ m#nyi"ukkan "a!i s#oan! wanita dan akan bisa membantu
kaum laki3laki dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.
Jangan lupa $#an ummahatul muminin /istri3istri 6abi3ed0yang mana mereka
mengajarkan kebaikan pada ummat ini, namun t#ta$ dis#tai d#n!an hi&a" dan tidak
"#2am$u d#n!an laki1laki.
Hanya kepada $lloh lah kita memohon semoga "ia menunjukkan semuanya untuk bisa
menunaikan tugas dan kewajibannya masing3masing, dan semoga $lloh menjaga
semuanya dari fitnah dan segala tipu daya setan.
Semua ketentuan yang telah Allah tetapkan di atas sama sekali bukan bertujuan membatasi ruang
gerak para wanita, merendahkan harkat dan martabatnya, sebagaimana yang didengungkan oleh
orang-orang kafir tentang ajaran Islam. Semua itu adalah syariat Allah yang sarat dengan hikmah.
'an hikmah dari melaksanakan dengan tulus semua ketetapan Allah di atas adalah berlangsungnya
bahtera rumah tangga yang harmonis dan penuh dengan kenyamanan. etaatan pada suami pun
dibatasi dalam perkara yang baik saja dan sesuai dengan kemampuan. !udah-mudahan Allah
mengaruniakan kepada kita semua keluarga yang barakah
\ntUW Siapa Wanita ZeWerja
/hare on 7a!e*ook /hare on t%itter /hare on email /hare on 1rint $ore /haring /er?i!es lmn
Qini R /a*tu, D4 Ga*iul Akhir D4M< @ L D< ,e*ruari 20D4 D<:MF Q()
BoR%Tp ToRKp%T
(stri /holihat, (stri ;ang Pandai )angkitkan Sairah /uami
A2o Tutu1 Aurat
Qahai Para (steri Orang )eriman, )antulah Kehidu1an Agama /uamimu
'inta Pertama
:uhai QanitaJ
@aruskah seorang %anita *eker&a= )agaimana &ika
%anita terse*ut telah menikah, *ukankah suami 2ang seharusn2a men!uku1i ke*utuhann2a= alu
*agaimana *ila suami *elum da1at memenuhi semua ke*utuhan keluarga= :an &ika tidak *eker&a,
lalu *uat a1a %anita di1er*olehkan sekolah hingga ke 1erguruan tinggi dan *ahkan terkadang
1restasin2a le*ih *aik dari laki+laki=T
Adakah 1ertan2aan terse*ut 1ernah ter*esit dalam *enak kita, %ahai saudariku= :ilema 2ang
dihada1i kaum muslimah terutama setelah menikah dan mem1un2ai keturunan" Pilihan 2ang
dirasa *erat saat harus memilih antara 1eker&aan dan keluarga" Karenan2a *an2ak 2ang memilih
untuk men&alankan keduan2a"
Jika dilakukan sur?ei a1akah alasan %anita memilih teta1 *eker&a setelah menikah dan memiliki
anak, *eragam alasan 2ang mun!ul" $ungkin alasan 2ang ter*an2ak adalah karena 7aktor
ekonomi" Tinggin2a ke*utuhan keluarga dan harga 2ang terus meningkat tidak selalu *er&alan
searah dengan 1eningkatan 1enghasilan men2e*a*kan istri dituntut 1ula untuk mem*antu suami
dalam men!ari na7kah keluarga"
/elain masalah ekonomi, ada &uga muslimah 2ang *eker&a karena ingin menga*dikan ilmu 2ang
telah dida1atn2a se1erti dokter, guru dan lainn2a" :an mungkin ada &uga muslimah 2ang *eker&a
untuk da1at meniti karirn2a di*idang tertentu" Camun, selain alasan+alasan diatas, ada 1ula
muslimah 2ang memilih teta1 *eker&a karena merasa *osan dengan 1eker&aan rutinitas mengurus
rumah tangga atau karena angga1an *ah%a dengan *eker&a 1ergaulan dan statusn2a le*ih *aik
di*anding han2a men&adi i*u rumah tangga" (slam tidak melarang seorang muslimah untuk
*eker&a, *ukankah 1utri Gasulullah ,atimah menda1atkan u1ah dari hasil menum*uk gandum"
Kisah istri Ca*i A2u* 2ang *eker&a untuk memenuhi ke*utuhan keluarga ketika Ca*i A2u*
tengah sakit, &uga adalah !ontoh *agaimana muslimah mengam*il 1eran dalam turut memenuhi
ke*utuhan keluarga"
Camun tentun2a (slam se*agai agama 2ang sem1urna dan kom1lit mem*erikan 1etun&uk dan
arahan a1a dan *agaimana se*aikn2a muslimah *eker&a" :an tidak han2a *atasan mengenai
1eker&aan a1a 2ang *aik, a1a 2ang harus dihindari, teta1i (slam 1un mem*erikan 1anduan tentang
1enghasilan serta harta seorang muslimah 2ang *eker&a"
Tugas atau 1eran utama 2ang harus di&alankan oleh seorang muslimah 2ang telah men&adi istri
dan i*u adalah mengurus rumah tangga, mendidik anak, men&aga harta suami, men2elesaikan
1eker&aan+1eker&aan rumah 2ang tak kalah *eratn2a dari 1eker&aan suami untuk memenuhi
na7kah" /eorang istri tidak memiliki ke%a&i*an untuk turut men!ari na7kah, karena ke%a&i*an ini
telah di*e*ankan ke1ada suami"
3Dan ke"a&iban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan 'ara yang makru(.4
#Al )a-arah: 2MM0
3%empatkanlah mereka (para istri) dimana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan
&anganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan &ika mereka
(istri-istri yang telah ditalak) itu sedang hamil) maka berikanlah kepada mereka na(kahnya
hingga mereka melahirkan.4 #Ath+Thala-: H0
/uami *erke%a&i*an untuk mem*erikan na7kah ke1ada istri dan anak+anak se1erti 2ang
di1erintahkan dalam a2at diatas" :an ke%a&i*an untuk mem*erikan na7kah ke1ada istri dan anak+
anak *erlaku meski suami miskin atau istri dalam keadaan ka2aL*erke!uku1an" 3*endaklah
orang yang mampu memberi na(kah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan
ri+kinya hendaklah memberi na(kah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.Allah tidak
memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya.
Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.4 #Ath+Thala-:F0
$engenai *esaran na7kah 2ang harus di*erikan suami untuk keluarga, menurut *e*era1a ulama
adalah disesuaikan dengan ke*utuhan, kondisi dan ke*iasaan 2ang *erlaku dimas2arakat" @al ini
sesuai dengan hadist9 3Ambilah na(kah yang men'ukupimu dan anakmu dengan 'ara yang baik.4
#@G )ukhari0
/tandar minimal *agi seorang suami dalam mem*erikan na7kah ke1ada keluarga adalah *atas
ke!uku1an" Tidak ada &umlah 2ang 1asti untuk na7kah karena 1er*edaan %aktu, ke*iasaan, murah
dan mahaln2a *arang ke*utuhan" .ntuk itu suami harus mem1erkirakan na7kah se!uku1n2a
untuk istri dan anak+anak, *aik itu makanan *eserta laukn2a, 1akaian dan ke*utuhan lainn2a"
)atas ke!uku1an inilah 2ang terkadang memi!u 1erselisihan, karena setia1 orangLmas2arakat
mem1un2ai standar ke!uku1an terhada1 ke*utuhan 2ang *er*eda" Keluarga 2ang tinggal di desa
dengan keluarga 2ang tinggal di kota akan *er*eda standar ke!uku1ann2a, meski se*enarn2a
ke*utuhan dasarn2a adalah sama" /eorang istri 2ang *erasal dari keluarga ka2a tentu memiliki
standar ke!uku1an 2ang *er*eda dengan istri 2ang *erasal dari keluarga sederhana" .ntuk itu
7u-aha /2a7i6i2ah menilai ukuran ke!uku1an didasarkan 1ada ketentuan s2ariat"
Ca7kah 2ang harus di1enuhi suami ke1ada istri, antara lain tem1at tinggal, makan dan minum,
1akaian, dan *ia2a kesehatan ketika sakit" @al terse*ut adalah na7kah 2ang utama disam1ing
na7kah lainn2a 2ang mengikuti sesuai dengan ke*utuhan" /uami *erke%a&i*an mem*erikan
tem1at tinggal untuk ditem1ati *ersama demi me%u&udkan ketenangan dan !inta kasih diantara
keduan2a" Tem1at tinggal tidak dis2aratkan harus hak milik suami, karena da1at &uga se%a atau
*eru1a 1in&aman" $engenai makanan dan minuman suami mem*erikan na7kah sesuai dengan
ke*iasaan 2ang *erlaku, se1erti misaln2a suami men2ediakan *er*agai 1eralatan da1ur serta
mem*erikan uang *elan&a agar istri da1at memasak" /uami 1un %a&i* mem*erikan 1akaian
ke1ada istri dengan 2ang *aik" :an mengenai 1akaian *agi istri, (slam telah mengatur *agaimana
1akaian 2ang sesuai s2ariat"
Jika istri ter*iasa dengan adan2a khadimah, maka suami1un dian&urkan untuk da1at
memenuhin2a" Camun hal ini tentu kem*ali ke1ada kemam1uan dari suami" 3*endaklah orang
yang mampu memberi na(kah menurut kemampuannya"4 #Ath+Thala-:F0 3,rang yang mampu
menurut kemampuannya dan orang miskin menurut kemampuannya (pula).4 #Al+)a-arah: 2MH0
)ia2a hidu1 untuk memenuhi *eragam ke*utuhan terse*ut kian tahun selalu meningkat" :an
alasan inilah 2ang men2e*a*kan *an2ak muslimah 2ang turut mem*antu suami dalam men!ari
na7kah"
Jika dulu mungkin 1eker&aan 2ang tersedia untuk 1ara muslimah adalah 1eker&aan+1eker&aan
2ang tidak &auh dari 1eker&aan 2ang *erkaitan dengan rumah tangga" /ekarang ini seiring dengan
akses untuk 1endidikan 2ang le*ih ter*uka *aik untuk 1ria mau1un %anita, la1angan 1eker&aan
1un semakin luas untuk 1ara %anita" )ahkan ada 2ang mengatakan dengan dise*arluaskann2a isu
kesetaraan gender, %anita memiliki kesem1atan dan hak 2ang sama untuk setia1 *idang
1eker&aan"
Karena hal terse*ut &uga, se*agian orang *er1enda1at masukn2a %anita 1ada 1eker&aan di sektor
1u*lik mem1ersem1it la1angan ker&a *agi lelaki, sehingga lelaki men&adi sulit menda1at
1eker&aan" )an2ak industri 2ang terutama 1erusahaan ka1italis le*ih memilih 1eker&a %anita
karena dinilai le*ih teliti, le*ih tekun dan le*ih ke!il u1ahn2a atau kese&ahteraan 2ang harus
ditanggungn2a"
Antah 1enda1at terse*ut *enar atau tidak, 1erlu dika&i le*ih dalam lagi" Teta1i, ada hal 2ang 1erlu
men&adi renungan kita *ersama %ahai ukti, ketika kita memutuskan untuk *eker&a mem*antu
suami memenuhi na7kah keluarga" uruskanlah niat kita untuk *enar+*enar mem*antu suami
memenuhi na7kah keluarga, *ukan karena ingin menge&ar karir, kedudukan, 1o1ularitas atau
untuk memenuhi ke*utuhan+ke*utuhan lain 2ang *ukan utama dan han2a karena ingin terlihat
le*ih *aik dimata orang lain"
:i tengah arus in7ormasi 2ang deras, tidak semua *erita dan in7ormasi *enar dan *erman7aat" Ada
*e*era1a 1ihak 2ang senga&a meman7aatkan %anita se*agai o*&ek komersial, se1erti 1ro1aganda
ke!antikan dengan *er*agai 1roduk 1era%atan hingga 7ashion" (mage se*agai %anita modern
2ang memiliki karir dan keluarga harmonis men&adi to1ik di media+media, *ahkan media 2ang
khusus %anita tum*uh 1esat" Qanita+%anita sukses menurut ?ersi media ke*an2akan adalah 2ang
memiliki karir di 1osisi tinggi 1ada 1erusahaan dan memiliki keluarga 2ang harmonis dimana
anak+anakn2a memiliki 1restasi akademis atau seni 2ang *aik"
/e*agai muslimah, kita 1erlu terus mem1erka2a diri dengan ilmu 2ang *erasal dari Kuran dan
@adist agar da1at memilah dan memilih in7ormasi 2ang *enar dan *erman7aat *agi diri dan
keluarga" Tugas utama manusia adalah untuk *eri*adah ke1ada Allah /%t", dan ini *erlaku untuk
lelaki mau1un %anita" :an *agi %anita muslimah ketika telah *erkeluarga tugas utaman2a adalah
mela2ani suami, melahirkan dan mera%at serta mendidik anak+anak, dan men&aga rumah, harta
dan kehormatan suami" Para ulama *er1enda1at *ah%a melakukan 1eker&aan rumah tidak
meru1akan ke%a&i*an *agi istri, teta1i hal itu dian&urkan se*agaimana ke*iasaan 2ang *erlaku
dan istri menda1at 1ahala dengan menger&akan 1eker&aan rumah se!ara ikhlas"
(slam tidak melarang seorang %anita untuk *eker&a, namun ada *e*era1a kekha%atiran seiring
dengan semakin *an2akn2a %anita 2ang memutuskan untuk teta1 *eker&a dan menge&ar karir di
luar rumah" )e*era1a dam1ak negati7 2ang tim*ul diantaran2a keluarga ter1e!ah karena suami
istri si*uk *eker&a dan anak+anak men&adi terlantar, istri men&adi terlalu lelah karena konsentrasi
2ang ter*agi antara *e*an 1eker&aan di luar rumah dan &uga dirumah, *an2ak 1enelitian
mengungka1 salah satu 1emi!u angka 1er!eraian meningkat adalah kerena %anita terlalu si*uk di
luar rumah sehingga menga*aikan urusan rumah tangga dan memi!u 1ertikaian, angka
1engangguran lelaki 2ang meningkat, dan terse*arn2a 7enomena kerusakan sosial di mas2arakat"
/e*elum memutuskan untuk *eker&a di luar rumah, ada *aikn2a melihat 1ada *e*era1a 7aktor
s2ar6i 2ang mendorong seorang muslimah untuk *eker&a di luar rumah antara lain: /uami
kesulitan mem*eri na7kah istri dan keluarga" /2ariat mem*eri 1ilihan *agi istri 2ang suamin2a
tidak mam1u mem*eri na7kah antara menga&ukan 7asakh atau teta1 *ertahan se*agai istri, se1erti
2ang telah dise*utkan se*elumn2a" (stri 2ang memilih mem1ertahankan kehidu1an suami istri
ter1aks harus *eker&a untuk menda1atkan materi se*agai 1eno1ang kehidu1ann2a dan &uga
keluarga" /uami dengan 1enda1atan ter*atas sementara istri tidak *isa *eker&a karena si*uk
mem*angun kehidu1an mulia *ersama anak+anak" Akhirn2a kondisi ini mendorong istri *eker&a
untuk menda1atkan materi 2ang *isa meningkatkan tara7 hidu1 1ri*adi dan keluarga atas kerelaan
hatin2a" (stri memiliki utang 2ang harus dilunasi sehingga istri terdorong *eker&a demi
menda1atkan uang untuk menutu1 utang terse*ut"
/elain itu, *agi seorang muslimah ada kaidah+kaidah s2ar6i 2ang 1erlu di1erhatikan ketika
*eker&a di luar rumah untuk menghindari *er*agai sisi negati7: $engenakan 1akaian s2ar6i
2ang di%a&i*kan Allah untuk menutu1i aurat serta men&aga kehormatan dan kemuliaan Tem1at
ker&a tidak mem*aur dengan kaum lelaki dalam *entuk 2ang *isa menim*ulkan kerusakan"
/ementara &ika *erinteraksi dengan kaum lelaki namun teta1 mengindahkan kaidah+kaidah s2ar6i,
hukumn2a tidak a1a+a1a, dengan !atatan si %anita tidak *erhada1an langsung dengan lelaki"
Peker&aan 2ang dilakukan harus halal dan tidak *ertentangan dengan nash+nash s2ariat"
$isaln2a, mereka tidak *oleh *eker&a di *ank+*ank ri*a%i atau *eker&a di tem1at+tem1at 1emi!u
1er*uatan ke&i, maksiat dan lainn2a 2ang diharamkan Allah" /uami tahu si istri *eker&a di
tem1atn2a, tidak *oleh keluar meninggalkan tem1at ker&a tan1a izin suamin2a" @al ini tidak mesti
suami tahu setia1 hari, teta1i !uku1 dengan izi se!ara umum se*elumn2a" @arus mengindahkan
etika+etika (slami dalam *erinteraksi dengan orang lain" $isaln2a men&a%a* salam,
menundukkan 1andangan, tidak menggun&ing orang lain, menghindari *erduaan dengan lelaki
2ang *ukan mahram, saat *i!ara harus tegas tan1a di*uat+*uat atau dengan tutur kata lem*ut saat
*er*i!ara dengan lelaki" )ertak%a ke1ada Allah dalam melakukan 1eker&aa dengan
menunaikann2a se!ara *aik karena 1eker&aan 2ang ditugaskan meru1akan amanat" /e*elum
keluar meninggalkan rumah harus memastikan makanan untuk anak+anak dan sia1a 2ang
men&aga mereka" $isaln2a, dititi1kan 1ada keluarga atau orang 2ang dikenal 2ang *isa di1astikan
anak+anak aman selama si i*u *eker&a" Atau dititi1kan 1ada 1em*antu dengan !atatan si
1em*antu harus *isa di1er!a2a dan amanah" Atau meniti1kan ke lem*aga 1endidikan dan tem1at+
tem1at 1engasuhan anak 2ang ter1er!a2a" @al terse*ut untuk menghindari a1a 2ang dikatakan
Gasulullah: 3'uku1lah dosa *agi seseorang dengan men2ia+n2iakan orang 2ang men&adi
tanggungann2a"4 @arus menda1atkan izin suami untuk 1ergi *eker&a" Terle*ih ketika suami
tergolong ka2a dan mam1u mem*eri na7kah" ain soal ketika suami miskin dan tidak mam1u
mem*eri na7kah, saat itu suami tidak *oleh melarang istrin2a *eker&a" @arus menunaikan hak
suami di rumah" )eker&a di luar tidak *oleh mem*uat istri lalai dalam menunaikan hak suami,
misaln2a tidak 1ulang dalam &angka %aktu lama saat suami *erada di rumah" Khususn2a ketika
suami sangat memerlukan ke*eradaann2a"
Jika s2arat+s2arat 2ang dise*utkan diatas telah ter1enuhi, maka sah+sah sa&a *eker&a di luar rumah
tan1a resiko a1a1un" Ketika seorang istri *eker&a, ia akan memiliki 1enghasilan sendiri dan
1enghasilan 2ang dimiliki oleh istri adalah hak se1enuhn2a istri untuk menggunakann2a, karena
ke%a&i*an untuk mem*erikan na7kah han2a ada 1ada suami" Camun, istri 2ang mem*erikan
1enghasilann2a untuk ke1erluan keluarga dan rumah tangga terhitung se*agai sedekah" :an &ika
ada kese1akatan antara suami istri untuk turut *ersama memenuhi ke*utuhan keluarga di atas
1rinsi1 kasih sa2ang adalah solusi 2ang ter*aik"
/ekarang ini, *an2ak sekali 1eluang 1eker&aan *agi %anita, namun tidak sedikit 1ula 1eluang+
1eluang *isnis 2ang da1at diker&akan di rumah" .ntuk itu, mari sama+sama kem*ali meluruskan
niat ketika harus meninggalkan keluarga dan *eker&a di luar rumah untuk *enar+*enar mem*antu
suami dan meningkatkan tara7 hidu1 2ang le*ih *aik dalam mem*angun mahligai rumah tangga"
$elakukan 1eker&aan dengan *aik karena itu *entuk dari men&alankan ke%a&i*an untuk
men&alankan amanah sesuai dengan 2ang Allah dan Gasulullah !ontohkan, *ukan karena ingin
menda1atkan kedudukanLkarir 2ang *aik serta 1enghasilan 2ang tinggi" Terus mendukung suami
untuk da1at melaksanakan tugasn2a dalam memenuhi na7kah dan aturlah kese1akatan ke1erluan
rumah tangga mana 2ang da1at di*antu dari 1enghasilan istri" /e1erti 2ang dise*utkan dalam
surat Ath+Thala- #F0 3Dan orang yang disempitkan re+ekinya hendaklah memberi na(kah dari
harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang
melainkan sekedar apa yang telah Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan
kelapangan sesudah kesempitan.3
.tamakanlah 1emenuhan ke*utuhan keluarga dan rumah tangga, *ukan han2a menuntut na7kah
ke1ada suami untuk hal+hal 2ang si7atn2a han2a 1elengka1 dan han2a untuk 1enam1ilan atau
kesenangan semata" $allahualam" O%nP
/um*er : /aat (stri Pun2a Penghasilan /endiri, @annan A*dul Aziz, Pener*it A-%am
-Bolehkah Wanita Karir Kerja di Luar Rumah-
5 January 2012 at 08:06
Bolehkah Wanita Karir Kerja di Luar Rumah

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya Islam tidak pernah mensyariatkan untuk mengurung wanita di dalam rumah.
Tidak seperti yang banyak dipahami orang.

Lihatlah bagaimana Rasulullah SAW melarang orang yang melarang wanita mau datang
ke masjid.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar dia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
bersabda: Janganlah kamu mencegah perempuan-perempuan untuk pergi ke Masjid,
sedangkan rumah mereka itu lebih baik bagi mereka. (HR Abu Dawud dan Ibnu
Khuzaimah dan lafadz ini dari Abu Dawud).

Dari Abdullah Bin Umar dia berkata, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:
Apabila salah seorang perempuan di antara kamu minta izin (untuk berjamaah di masjid)
maka janganlah mencegahnya. (HR Al-Bukhari dan Muslim, lafadz ini dari Al-Bukhari).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dia berkata, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam bersabda: Janganlah kamu mencegah kaum wanita untuk pergi ke masjid,
tetapi hendaklah mereka keluar tanpa wangi-wangian. (HR Abu Dawud).

Padahal di masjid sudah bisa dipastikan banyak orang laki-laki. Dan perjalanan dari
rumah ke masjid serta begitu juga kembalinya, pasti akan bertemu dengan lawan jenis
yang bukan mahram.

Bahkan masjid Nabawi di masa Rasulullah SAW tidak ada hijabnya. Tidak seperti masjid
kita di zaman sekarang ini yang ada tabir penghalangnya. Di masa kenabian, posisi
jamaah laki-laki dan jamaah wanita hanya dipisahkan tempatnya saja.

Shaf laki-laki di bagian depan dan shaf wanita di bagian belakang. Anak kecil yang laki di
belakang shaf laki dan anak kecil perempuan berada di sfah terdepan dari shaf
perempuan. Dan tidak ada kain, tembok, tanaman atau penghalang apapun di antara
barisan laki dan perempuan.

Jadi kalau dikatakan bahwa wanita itu haram keluar rumah, harus lebih banyak dikurung
di dalamnya, rasanya tidak sesuai dengan apa yang terjadi di masa Rasulullah SAW dan
salafus-shalih. Boleh dibilang mengurung wanita di dalam rumah adalah sebuah perkara
bid'ah yang sesat.

Isteri Rasulullah SAW: Khadidjah radhiyallahu anha

Rasulullah SAW punya seorang isteri yang tidak hanya berdiam diri serta bersembunyi di
dalam kamarnya. Sebaliknya, dia adalah seorang wanita yang aktif dalam dunia bisnis.
Bahkan sebelum beliau menikahinya, beliau pernah menjalin kerjasama bisnis ke negeri
Syam. Setelah menikahinya, tidak berarti isterinya itu berhenti dari aktifitasnya.

Bahkan harta hasil jerih payah bisnis Khadijah ra itu amat banyak menunjang dakwah di
masa awal. Di masa itu, belum ada sumber-sumber dana penunjang dakwah yang bisa
diandalkan. Satu-satunya adalah dari kocek seorang donatur setia yaitu isterinya yang
pebisnis kondang.

Tentu tidak bisa dibayangkan kalau sebagai pebisnis, sosok Khadijah adalah tipe wanita
rumahan yang tidak tahu dunia luar. Sebab bila demikian,
bagaimana dia bisa menjalankan bisnisnya itu dengan baik, sementara dia tidak punya
akses informasi sedikit pun di balik tembok rumahnya.

Di sini kita bisa paham bahwa seorang isteri nabi sekalipun punya kesempatan untuk
keluar rumah mengurus bisnisnya. Bahkan meski telah memiliki anak sekalipun, sebab
sejarah mencatat bahwa Khadijah ra. dikaruniai beberapa orang anak dari Rasulullah
SAW.

Isteri Rasulullah SAW: 'Aisyah radhiyallahu anha

Sepeninggal Khadijah, Rasulullah beristrikan Aisyah radhiyallahu anha, seorang wanita
cerdas, muda dan cantik yang kiprahnya di tengah masyarakat tidak diragukan lagi.
Posisinya sebagai seorang isteri tidak menghalanginya dari aktif di tengah masyarakat.

Semasa Rasulullah masih hidup, beliau sering kali ikut keluar Madinah ikut berbagai
operasi peperangan. Dan sepeninggal Rasulullah SAW, Aisyah adalah guru dari para
shahabat yang memapu memberikan penjelasan dan keterangan tentang ajaran Islam.

Bahkan Aisyah ra. pun tidak mau ketinggalan untuk ikut dalam peperangan. Sehingga
perang itu disebut dengan perang unta (jamal), karena saat itu Aisyah radhiyallahu anha
naik seekor unta.

Banyak Pekerjaan Yang Hanya Bisa Ditangani Wanita

Keluar rumahnya seorang wanita untuk bekerja pada hakikatnya memang dibenarkan
dalam syariat Islam. Tapi memang tidak semua bentuk pekerjaan boleh dilakukan oleh
para wanita. Hukumnya haram kalau wanita yang melakukannya.

Sebaliknya, realitas syariah menetapkan ada juga begitu banyak pekerjaan yang justru
haram dilakukan oleh laki-laki. Harus dikerjakan oleh para wanita.

Maka kalau sampai para wanita dilarang mengerjakan pekerjaan yang memang menjadi
tugasnya secara syar'i, jelaslah kita telah menjerumuskan umat Islam ke dalam lembah
yang diharamkan Allah SWT.

Misalnya tugas membantu para wanita bersalin. Harusnya bukan dokter atau bidan laki-
laki. Hukumnya justru haram kalau dokternya laki-laki. Dan sebaliknya, hukumnya fardhu
bagi wanita untuk membantu proses persalinan.

Maka sekian juta wanita muslimah wajib keluar rumah untuk menjadi dokter dan para
medis di klinik, rumah sakit, lab, dan sejenisnya. Karena ada sekian ratus juta penduduk
dengan jenis kelamin wanita. Mereka butuh pelayanan kesehatan yang terkait dengan
fisik. Maka hanya para wanita saja yang boleh melayani mereka.

Lebih besar dari itu, Islam mewajibkan para wanita belajar dan bersekolah, bukan hanya
sampai tingkat pendidikan wajib 9 tahun, tapi juga sampai posisi yang tertinggi.

Dan untuk itu wajib ada guru yang berjenis kelamin wanita. Karena idealnya, harus ada
sekolah khusus untuk para wanita. Dan oleh karena itu dibutuhkan jutaan guru yang
berjenis kelamin wanita. Mereka wajib keluar rumah untuk mengajar. Dan para murid yang
wanita, juga wajib keluar rumah untuk belajar.

Kalau dikatakan wanita tidak boleh keluar rumah, maka hukumnya bertentangan dengan
realitas hukum fiqih yang ada.

Para Pengurung Wanita

Di dunia Islam memang ada sedikit kalangan yang punya kecenderungan ingin
mengurung para wanita di dalam rumah. Alasannya karena para wanita sumber fitnah.

Alasan ini ada benarnya, namun pada batas tertentu sebenarnya sudah keterlaluan juga.
Benar bahwa begitu banyak fitnah yang terjadi karena para wanita keluar rumah. Tidak
ada yang menyangkal kebenaran hal itu. Dan kita pun cukup prihatin dengan berbagai
kasus perzianaan yang begitu marak karena kita membiarkan para wanita keluar rumah.

Namun di sisi yang lain, tentu bukan pada tempatnya untuk begitu saja mengurung para
wanita di dalam rumah. Sebab wanita bukan binatang peliharaan yang kerjanya hanya
sekedar memuaskan nafsu seksual suami. Di sisi lain, wanita juga manusia, yang butuh
berinteraksi dengan sesama jenisnya, juga dengan lingkungannya, termasuk dengan alam
semesta.

Polemik Keshahihan Hadits: Wanita Adalah Aurat

Ada juga yang melarang wanita dengan menggunakan dalil merupakan hadits Nabi SAW.

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar marfu`an bahwa, "Wanita itu adalah aurat, bila dia keluar
rumah, maka syetan menaikinya." (HR Tirmizy)

Dari segi matan, hadits ini memang cukup jelas menyebutkan tentang keluarnya wanita
akan menjadikan para syetan beristisyraf. Sehingga secara sekilas di dalam kesan bahwa
ketika seorang wanita keluar rumah, maka syetan akan menaikinya dan akan menjadi
sumber masalah baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.

Karena itu banyak ulama yang ingin mengurung wanita di dalam rumah yang menjadikan
hadits ini sebagai hadits 'gacoan'. Ke mana-mana yang disebut-sebut adalah hadits ini.

Tapi apakah benar hadits ini 100% shahih tanpa kritik?

Memang kalau Nashiruddin Al-Albani jelas menshahihkan hadits ini. Lihat kitab beliau
Silsilah Ahadits Shahihah nomor 2688. Juga terdapat dalam Shahih At-Targhib 246,
Shahih Tirmizy 936, Shahih Al-Jami' 6690, Shahih Ibnu Khuzaemah 1685.

Sebab isi hadits ini sejalan dengan pendapatnya yang ingin mengurung para wanita di
dalam rumah.

Namun di sisi lain, tidak sedikit dari para ulama hadits banyak yang mempersoalkan
kedudukan hadits ini. Alasannya ada beberapa hal, antara lain:

1. Sesungguhnya isnad hadits ini tidak tersambung kepada Rasululah SAW, isnadnya
munqathi' (terputus). Karena Hubaib bin Abi Tsabit, salah seorang di antara mata rantai
perawinya dikenal sebagai mudallis. Dia tidak mendengar langsung dari Ibnu Umar.

2. Dikatakan hadits ini shahih terdapat dalam Al-Ausath-nya At-Tabrani. Padahal Mu'jam
At-Thabrani Al-Awsath bukan kitab sunan. At-Thabarani sendiri tidak meniatkannya
sebagai kitab shahih. Beliau justru hanya sekedar mengumpulkan hadits-hadits yang
ma'lul (bermasalah). Agar orang-orang tahu kemunkarannya.

Sayangnya, ada orang-orang yang datang kemudian, malah menshahihkan hadits-hadits
di dalamnya. Seandainya Imam At-thabarani masih hidup dan tahu apa yang dilakukan
orang-orang sekarang ini, pastilah beliau tidak menuliskannya.

3. Imam At-Thabarani pada dasarnya juga tidak meriwayatkan hadits itu di dalam Al-
Awsathnya.

4. Dikatakan bahwa Ibnu Khuzaemah juga menshahihkan hadits ini. Padahal perkataan itu
tidak lain adalah tadlis. Ibnu Khuzaemah tidak pernah menshahihkan hadits ini. Bahkan
beliau menjelaskan 'illatnya. Beliau menuliskan sebuah judul: Babu Ikhtiyari Shalatil
Mar'ah fi Baitiha 'ala Shalatiha fil Masjid, in tsabatal hadits.

Kata penutup in tsabatal hadits justru menunjukkan bahwa beliau belum memastikan
keshahihan hadits itu.

Dan perdebatan antara para muhaddits tidak ada habisnya tentang keshahihan hadits ini.
Sebagian bilang itu hadits shahih tapi yang lain bilang itu hadits yang bermasalah.

Maka ketika ada sebagian kalangan yang ingin mengurung wanita di dalam rumah dengan
berdasarkan haditsi ini, tidak semua sepakat membenarkannya.

Syarat dan Adab Wanita Keluar Rumah

Meski pun tidak ada dalil yang qath'i tentang haramnya wanita keluar rumah, namun para
ulama tetap menempatkan beberapa syarat atas kebolehan wanita keluar rumah. Sebab
memang ada peraturannya, tidak asal keluar rumah begitu saja, sebagaimana para wanita
di dunia barat yang tidak punya nilai etika.

1. Mengenakan Pakaian yang Menutup Aurat

Menutup aurat adalah syarat mutlak yang wajib dipenuhi sebelum seorang wanita keluar
rumah. Karena Allah SWT telah berfirman dengan tegas di dalam Al-Quran:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri
orang-oarang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh
mereka"(QS Al-Ahzaab 27)

2. Tidak Tabarruj atau Memamerkan Perhiasan dan Kecantikan

Wanita yang keluar rumah dan menutup auratnya, juga tetap harus menjaga
dandanannya. Dia dilarang memamerkan perhiasan dan kecantikannya, terutama di
hadapan para laki-laki. Karena Allah SWT telah berfirman di dalam Quran:

Janganlah memamerkan perhiasan seperti orang jahiliyah yang pertama` (QS Al-Ahzaab
33)

3. Tidak Melunakkan, Memerdukan atau Mendesahkan Suara

Selain itu para wanita yang keluar rumah juga diharamkan bertingkah laku yang akan
menimbulkan syahwat para laki-laki. Seperti mengeluarkan suara yang terkesan
menggoda, atau memerdukannya atau bahkan mendesah-desahkan suaranya.

Larangaannya tegas dan jelas di dalam Al-Quran, tidak ada urusan shahih atau tidak
shahih, karena semua ayat Quran hukumnya shahih.

Janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melunakkan dan memerdukan suara atau sikap
yang sejenis) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan
ucapkanlah perkataan yang baik` (QS Al-Ahzaab 32).

4. Menjaga Pandangan

Wanita yang keluar rumah juga diwajibkan untuk menjaga pandangannya. Bukan hanya
laki-laki saja yang haram jelalatan matanya, tetapi wanita juga haram lirak-lirik.

Hal itu ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya:

Katakanlah pada orang-orang laki-laki beriman: Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi
mereka sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah
kepada wanita-wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan
memelihara kemaluannya ........"(QS An Nuur 30-31)

5. Aman dari Fitnah

Kebolehan wanita keluar rumah akan batal dengan sendirinya manakala ada fitnah, atau
keadaan yang tidak aman. Hal ini sudah merupakan ijma` ulama.

Syarat ini didapat dari hadits Nabi SAW tentang kabar beliau bahwa suatu ketika akan ada
wanita yan berjalan dari Hirah ke Baitullah sendirian tidak takut apa pun kecuali takut
kepada Allah SWT.

6. Mendapatkan Izin Dari Orang Tua atau Suaminya

Ini adalah yang paling sering luput dari perhatian para muslimah terutama aktifis dakwah.
Sebab sekali mereka ikut terjun dalam dunia aktifitas rutinitas, maka seolah-olah izin dari
pihak orang tua maupun suami menjadi hal yang terlupakan. Padahal izin adalah hal yang
perlu didapatkan dan tidak bisa disepelekan begitu saja.

Pada dasarnya memang wanita harus mendapatkan izin suami untuk keluar rumah. Dan
ini sebenarnya sangat manusiawi sekali. Tidak merupakan beban dan paksaan atau
menjadi halangan.

Izin dari suami harus dipahami sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian serta wujud
dari tanggung-jawab seorang yang idealnya menjadi pelindung.
Semakin harmonis sebuah rumah tangga, maka semakin wajar bila urusan izin keluar
rumah ini lebih diperhatikan.

Namun tidak harus juga diterapkan secara kaku yang mengesankan bahwa Islam
mengekang kebebasan wanita.

Wallahu a'lam bishshawab, wasalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
%2idak akan pernah beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan mereka kepada
seorang wanita% 0+3. .ukhari1
+adist di atas mugkin akan menimbulkan pertanyaan, apakan seorang muslimah tidak
diperbolehkan mengurusi suatu urusan0bekerja1rr
+adist tersebut merupakan komentar 3asulullah SA) tatkala sampai kepadanya berita
tentang pengangkatan putri isra oleh 3aja Persia.
Sekalipun teks hadist tersebut berupa kalimat berita 0khabar1, tapi pemberitaan dalam
hadist ini disertai dengan celaan 0d/am1 atas suatu kaum atau masyarakat yang
menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada seorang wanita, berupa ancaman
tiadanya keberuntungan atas mereka. @elaan ini merupakan qqarinah; 0indikasi1 adanya
tuntutan yang bersifat qja/m; 0tegas dan pasti1. (amun, ada beberapa kalangan yang
meragukan keshahihan hadist ini.
A3I3 IS2A3I 3AS<*<**A+ SA)u
} hadidjah radhiyallahu anha
Islam tidak pernah mensyariatkan untuk mengurung wanita di dalam rumah. 2idak
seperti yang banyak dipahami orang.
3asulullah SA) punya seorang isteri yang tidak hanya berdiam diri serta bersembunyi
di dalam kamarnya. Sebaliknya, dia adalah seorang wanita yang aktif dalam dunia
bisnis. .ahkan sebelum beliau menikahinya, beliau pernah menjalin kerjasama bisnis ke
negeri Syam. Setelah menikahinya, tidak berarti isterinya itu berhenti dari aktifitasnya.
.ahkan harta hasil jerih payah bisnis hadijah ra itu amat banyak menunjang dakwah di
masa awal. 'i masa itu, belum ada sumber-sumber dana penunjang dakwah yang bisa
diandalkan. Satu-satunya adalah dari kocek seorang donatur setia yaitu isterinya yang
pebisnis kondang. 2entu tidak bisa dibayangkan kalau sebagai pebisnis, sosok hadijah
adalah tipe wanita rumahan yang tidak tahu dunia luar. Sebab bila demikian,
bagaimana dia bisa menjalankan bisnisnya itu dengan baik, sementara dia tidak punya
akses informasi sedikit pun di balik tembok rumahnya. 'i sini kita bisa paham bahwa
seorang isteri nabi sekalipun punya kesempatan untuk keluar rumah mengurus
bisnisnya. .ahkan meski telah memiliki anak sekalipun, sebab sejarah mencatat bahwa
hadijah ra. dikaruniai beberapa orang anak dari 3asulullah SA).
} Aisyah radhiyallahu anha
Sepeninggal hadijah, 3asulullah beristrikan Aisyah ra, seorang wanita cerdas, muda
dan cantik yang kiprahnya di tengah masyarakat tidak diragukan lagi. Posisinya sebagai
seorang istri tidak menghalanginya dari aktif di tengah masyarakat. Semasa 3asulullah
masih hidup, beliau sering kali ikut keluar !adinah ikut berbagai operasi peperangan.
'an sepeninggal 3asulullah SA), Aisyah adalah guru dari para shahabat yang
memapu memberikan penjelasan dan keterangan tentang ajaran Islam.
.ahkan Aisyah ra. pun tidak mau ketinggalan untuk ikut dalam peperangan. Sehingga
perang itu disebut dengan perang unta, karena saat itu Aisyah ra. naik seekor unta.
Aisyah r.a. diriwayatkan pernah berkatau %Alat pemintal di tangan perempuan lebih baik
daripada tombak di tangan lelaki.%
~ ~ ~
Peran muslimah, sesungguhnya bukan sekedar pelengkap, pemanis, atau sekedar
peran di belakang layar. Seorang muslimah juga dapat menjalankan peran-peran
strategis.
)anita karir, le,el apapun, kian hari kian merebak. !ulai dari berkarir pada posisi
puncak seperti pimpinan negara, direktur, hingga kondektur bus bahkan tukang becak,
tukang ojek sekalipun. -aman kini, kaum hawa mulai merambah ke hampir segala
bidang profesi.
Sesuai yang disabdakan !uhammad 3asulullah bahwa 5)anita adalah tiang (egara 6.
+ancur atau majunya suatu (egara tergantung bagaimana kondisi perempuan yang ada
di dalamnya. Seorang penyair bahkan mengatakan bahwa seorang ibu ibarat sekolah,
apabila kamu siapkan dengan baik. .erarti kamu menyiapkan satu bangsa yang harum
namanya. .egitu juga, orang-orang bijak banyak yang mengaitkan keberhasilan para
tokoh dan pemimpin dengan peran dan bantuan kaum wanita lewat ungkapan 5'ibalik
keberhasilan setiap pembesar, ada wanita6 2idak dapat dipungkiri bahwa ibu adalah
madrasah pertama bagi putra-putrinya yang akan meneruskan tongkat estafet
peradaban ini. 2idak heran jika muncul ungkapan, dibalik kelembutan seorang wanita ia
bisa mengayunkan buaian di tangan kanan dan mengguncang dunia dengan tangan
kirinya.
%'an orang laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman yang setengahnya
adalah pemimpin bagi yang setengahnya mereka menyuruh berbuat yang maruf dan
mencegah yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan /akat dan mereka taat
kepada Allah dan 3asul-(ya mereka itu akan diberi rakhmat oleh Allah...% 0At-2aubah, yu
>81. %'an Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman, laki-laki dan
perempuan, syurga-syurga 0Adn1 yang mengalir didekatnya sungai-sungai, kekal
mereka
didalamnya..% 0At-2aubah, yu >91.
*aki-laki dan perempuan dihargai sama, diberi rakhmat sama dan akan dibalas dengan
syurga sama oleh Allah. -adi, Islam tidak mendiskriminasikan wanita, justru sebaliknya,
mengharagai sama, tidak ada beda antara laki-laki dan perempuan.
)A(I2A A3I3 'A*A! PA('A(=A( (A=A3A-(A=A3A IS*A! *AI((&A.
'i Afganistan dan banyak (egara Islam lainnya, wanita tidak memiliki kesempatan yang
sama untuk mengenyam pendidikan dan meraih karier mereka setinggi-tingginya.
)anita dipaksa memakai pakaian yang tidak sesuai dengan hati nurani dan
keinginannya karena aturan kolot agama. 'i Arab Saudi dan negara 2imur 2engah
lainnya wanita bahkan tidak diperkenankan mengemudikan mobilnya sendiri. arier
wanita di banyak bidang dibatasi sehingga wanita hanya
menjadi obyek pemuasan seksual pria secara egois dan penerus keturunan. .egitu juga
dengan poligami yang sangat melecehkan aspirasi dan +A! wanita yang sebenarnya
jauh di hati kecilnya tak rela dirinya di madu
oleh suami mereka. Adapun masalah poligami memang Islam tidak melarangnya, tetapi
dengan syarat yang sangat berat yaitu harus berlaku adil.
)A(I2A A3I3 'I -APA(=
2ernyata masyarakat -epang telah melaksanakan hidup yang harmonis seperti
dianjurkan 2uhan dan (abi !uhammad saw, dan dapat membawa negaranya makmur
sejahtera, tiada lagi kemiskinan, tiada lagi orang yang minta-minta.
)anita wanita -epang pada umumnya kalau sudah menikah, mereka berhenti bekerja
dari kantor, dan mencurahkan perhatian dan waktunya untuk keluarga, dan kalau anak-
anaknya sudah besar, tamat S!P atau S!<, kebanyakan ibu-ibu kembali bekerja di
luar rumah untuk melanjutkan kariernya dan agar ilmu serta tenaganya dapat
bermanfaat untuk orang banyak. Ibu-ibu -epang ada yang menduduki jabatan tinggi
sebagai menteri.
!engambil contoh dari (egara sakura bukanlah tanpa alasan, dalam firman Allah swtu
%Aku jadikan manusia berbangsa bangsa dan bersuku-suku, agar kamu satu sama lain
saling mengenal.%0$S ?yu 8:1.
~~~
Islam memberi kesempatan untuk berkarir 0bekerja1 seluas-luasnya kepada wanita.
Selama pekerjaan itu, membutuhkannya dan atau selama mereka membutuhkan
pekerjaan itu. Selama pekerjaan itu dilakukan dalam suasana terhormat, sopan, serta
selama mereka dapat memelihara agamanya, serta dapat pula menghindari dampak-
dampak negatif dari pekerjaan tersebut terhadap diri dan lingkungannya