Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

S
DENGAN BATU URETER POST URS + DJ STENT HARI KE-0
DI RUANG PEMULIHAN, RUANG OPERASI
DI RSU GANESHA TANGGAL 8 JANUARI 2014
Ol!"
N#. D.A. E$% P&'() A(*%(#)n), S. K+
I K,-%n. S&/%'%, A-*. K+
RUMAH SAKIT UMUM GANESHA
0ELUK
2014
KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN DENGAN BATU URETER
A. TINJAUAN TEORI
1. Konsep Dasar Batu Ureter
a. Pengertian
Ureterolithiasis adalah kalkulus atau batu di dalam ureter (Sue
Hinchliff, 1 Hal !"1#.
Batu ureter pada umumn$a berasal dari batu gin%al $ang turun ke
ureter. Batu ureter mungkin dapat le&at sampai ke kandung kemih dan
kemudian keluar bersama kemih. Batu ureter %uga bisa sampai ke kandung
kemih dan kemudian berupa nidus men%adi batu kandung kemih $ang
besar. Batu %uga bisa tetap tinggal di ureter sambil men$umbat dan
men$ebabkan obstruksi kronik dengan hidroureter $ang mungkin
asimtomatik. 'idak %arang ter%adi hematuria $ang didahului oleh serangan
kolik. ((. S%amsuhida%at, 1) Hal. 1*+,#.
b. -tiologi
-tiologi pembentukan batu meliputi idiopatik, gangguan aliran kemih,
gangguan metabolisme, infeksi saluran kemih oleh mikroorganisme
berda$a membuat urease (Proteus mirabilis#, dehidrasi, benda asing,
%aringan mati (nekrosis papil# dan multifaktor.
Ban$ak teori $ang menerangkan proses pembentukan batu di saluran
kemih. tetapi hingga kini masih belum %elas teori mana $ang paling benar.
Beberapa teori pembentukan batu adalah /
a. 'eori 0ukleasi
Batu terbentuk di dalam urine karena adan$a inti batu sabuk batu
(nukleus#. Partikel1partikel $ang berada dalam larutan $ang kele&at %enuh
(supersaturated# akan mengendap di dalam nukleus itu sehingga akhirn$a
membentuk batu. 2nti batu dapat berupa kristal atau benda asing di saluran
kemih.
b. 'eori 3atriks
3atriks organik terdiri atas serum4protein urine (albumin, globulin, dan
mukoprotein# merupakan kerangka tempat diendapkann$a kristal1kristal
batu.
c. Penghambatan kristalisasi
Urine orang normal mengandung 5at penghambat pembentuk kristal,
antara lain / magnesium, sitrat, pirofosfat, mukoprotein dan beberapa
peptida. 6ika kadar salah satu atau beberapa 5at itu berkurang, akan
memudahkan terbentukn$a batu di dalam saluran kemih.
(Basuki, +*** hal. 78#.
c. -pidemiologi
Pen$akit ini dapat men$erang penduduk di seluruh dunia tidak terkecuali
penduduk di negara kita. 9ngka ke%adian pen$akit ini tidak sama di
berbagai belahan bumi. Di negara1negara berkembang ban$ak di%umpai
pasien batu buli1buli sedangkan di negara ma%u lebih ban$ak di%umpai
pen$akit batu saluran kemih bagian atas. hal ini karena adan$a pengaruh
status gi5i dan akti:itas pasien sehari1hari.
Di 9merika Serikat " ; 1*< pendudukn$a menderita pen$akit ini,
sedangkan di seluruh dunia rata1rata terdapat 1 ; 1+ < penduduk
menderita batu saluran kemih (Basuki, +*** Hal. 7+#.
d. 3anifestasi klinis
=erakan pristaltik ureter mencoba mendorong batu ke distal, sehingga
menimbulkan kontraksi $ang kuat dan dirasakan sebagai n$eri hebat
(kolik#. 0$eri ini dapat men%alar hingga ke perut bagian depan, perut
sebelah ba&ah, daerah inguinal, dan sampai ke kemaluan.
Batu $ang terletak di sebelah distal ureter dirasakan oleh pasien sebagai
n$eri pada saat kencing atau sering kencing. Batu $ang ukurann$a kecil
(>" mm# pada umumn$a dapat keluar spontan sedangkan $ang lebih besar
seringkali tetap berada di ureter dan men$ebabkan reaksi peradangan
(periureteritis# serta menimbulkan obstruksi kronik berupa
hidroureter4hidronefrosis (Basuki, +*** Hal 7#.
e. Patofisiologi
Komposisi batu saluran kemih $ang dapat ditemukan adalah dari %enis
urat, asam urat, oksalat, fosfat, sistin, dan ?antin. Batu oksalat kalsium
keban$akan merupakan batu idiopatik. Batu campuran oksalat kalsium
dan fosfat biasan$a %uga idiopatik. di antaran$a berkaitan dengan sindrom
alkali atau kelebihan :itamin D. Batu fosfat dan kalsium (hidroksiapatit#
kadang disebabkan hiperkalsiuria (tanpa hiperkalsemia#. Batu fosfat
amonium magnesium didapatkan pada infeksi kronik $ang disebabkan
bakteria $ang menghasilkan urease sehingga urin men%adi alkali karena
pemecahan ureum. Batu asam urin disebabkan hiperuremia pada artritis
urika. Batu urat pada anak terbentuk karena pH urin rendah ((.
S%amsuhida%at, 1) Hal. 1*+,#.
Pada keban$akan penderita batu kemih tidak ditemukan pen$ebab $ang
%elas. @aktor predisposisi berupa stasis, infeksi, dan benda asing. 2nfeksi,
stasis, dan litiasis merupakan faktor $ang saling memperkuat sehingga
terbentuk lingkaran setan atau sirkulus :isiosus.
6aringan abnormal atau mati seperti pada nekrosis papila di gin%al dan
benda asing mudah men%adi nidus dan inti batu. Demikian pula telor
sistosoma kadang berupa nidus batu ((. S%amsuhida%at, 1) Hal. 1*+,#.
f. Pemeriksaan Diagnostik
a# 9ir kemih
1# 3ikroskopik endapan
+# Biakan
8# Sensiti:itas kuman
b# @aal gin%al
1# Ureum
+# Kreatinin
8# -lektrolit
c# @oto polos perut (*< batu kemih radiopak#
d# @oto pielogram intra:ena (adan$a efek obstruksi#
e# Ultrasonografi gin%al (hidronefrosis#
f# @oto kontras spesial
1# (etrograd
+# Perkutan
g# 9nalisis biokimia batu
h# Pemeriksaan kelainan metabolik
g. Komplikasi
a# Sumbatan / akibat pecahan batu
b# 2nfeksi / akibat desiminasi partikel batu gin%al atau bakteri akibat
obstruksi
c# Kerusakan fungsi gin%al / akibat sumbatan $ang lama sebelum
pengobatan dan pengangkatan batu gin%al
h. Penatalaksanaan
1. 3edikamentosa
Ditu%ukan untuk batu $ang ukurann$a > " mm, karena batu
diharapkan dapat keluar spontan. 'erapi $ang diberikan bertu%uan
mengurangi n$eri, memperlancar aliran urine dengan pemberian
diuretikum, dan minum ban$ak supa$a dapat mendorong batu
keluar.
+. -SAB (-?tracorporeal Shock&a:e Bithotripsi#
9lat -SAB adalah pemecah batu $ang diperkenalkan pertama kali
oleh Causs$ pada tahun 1)*. 9lat ini dapat memecah batu gin%al,
batu ureter proksimal, atau batu buli1buli tanpa melalui tindakan
in:asif atau pembiusan. Batu dipecah men%adi fragmen1fragmen
kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih.
8. -ndourologi
1. P0B (Percutaneous 0ephro Bitholapa?$# / mengeluarkan batu
$ang berada di saluran gin%al dengan cara memasukkan alat
endoskopi ke sistem kaliks melalui insisi kulit. Batu kemudian
dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu.
+. Bitotripsi / memecah batu buli1buli atau batu uretra dengan
memasukkan alat pemecah batu (litotriptor# ke dalam buli1buli.
Pecahan batu dikeluarkan dengan e:akuator -llik.
8. Ureteroskopi atau uretero1renoskopi / memasukkan alat
ureteroskopi per uretram guna melihat keadaan ureter atau
sistem pielokaliks gin%al. Dengan memakai energi tertentu,
batu $ang berada di dalam ureter maupun sistem pel:ikalises
dapat dipecah melalui tuntunan ureteroskopi atau uretero1
renoskopi ini.
!. -kstraksi Dormia / mengeluarkan batu ureter dengan
men%aringn$a dengan keran%ang Dormia.
". Pemasangan D6 S'-0'
Setelah U(S dapat ditinggalkan double16 stent dan biasan$a
dipertahankan antara +17 minggu. 2ndikasi pemasangan D6
stent/
1 Baserasi dengan perdarahan
1 Baserasi tanpa perdarahan
1 Striktur ureter
1 Batu di gin%al
@ungsi dari benda ini adalah untuk mempermudah aliran
kencing dari gin%al ke kandung kencing, %uga memudahkan
terba&an$a serpihan batu saluran kencing. Ketika u%ung D6
stent berada di sistema pel:ikokaliks maka peristaltik ureter
terhenti sehingga seluruh ureter dilatasi.
!. Bedah Baparoskopi
Pembedahan laparoskopi untuk mengambil batu saluran kemih
saat ini sedang berkembang. Cara ini ban$ak dipakai untuk
mengambil batu ureter.
". Bedah terbuka /
1# Pielolitotomi atau nefrolitotomi / mengambil batu di saluran
gin%al.
+# Ureterolitotomi / mengambil batu di ureter.
8# Desikolitotomi / mengambil batu di :esica urinaria
!# Ureterolitotomi / mengambil batu di uretra.
B. K,n#+ D%#%( A#&!%n K+(%1%'%n P%*% P%#)n *n.%n B%'& U('(
1. Pengka%ian
Pengka%ian kepera&atan merupakan pengumpulan data $ang berhubungan
dengan pasien secara sistematis.
Pengka%ian kepera&atan pada ureterolithiasis tergantung pada ukuran, lokasi,
dan etiologi kalkulus (Doenges, 1 Hal 7,+#.
1. 9kti:itas 4 istirahat
=e%ala / peker%aan monoton, peker%aan di mana klien terpa%an pada
lingkungan bersuhu tinggi, keterbatasan akti:itas 4 mobilitas sehubungan
kondisi sebelumn$a.
+. Sirkulasi
'anda / peningkatan 'D 4 nadi, (n$eri, obstruksi oleh kalkulus# kulit
hangat dan kemerahan, pucat.
8. -liminasi
=e%ala / ri&a$at adan$a 2SK kronis, penurunan haluaran urine, distensi
:esica urinaria, rasa terbakar, dorongan berkemih, diare.
'anda / oliguria, hematuria, piuruia, perubahan pola berkemih
!. 3akanan 4 cairan
=e%ala / mual 4 muntah, n$eri tekan abdomen, diet tinggi purin, kalsium
oksalat 4 fosfat, ketidakcukupan intake cairan
'anda / Distensi abdominal, penurunan 4 tidak ada bising usus , muntah
". 0$eri 4 ken$amanan
=e%ala / episode akut n$eri berat, lokasi tergantung pada lokasi batu, n$eri
dapat digambarkan sebagai akut, hebat, tidak hilang dengan perubahan
posisi atau tindakan lain
'anda / melindungi, prilaku distraksi, n$eri tekan pada area abdomen
7. Keamanan
=e%ala / pengguna alkohol, demam, menggigil
,. Pen$uluhan dan Pembela%aran
=e%ala / ri&a$at kalkulus dalam keluarga, pen$akit gin%al, 2SK,
paratiroidisme, hipertensi, pengguna antibiotik, antihipertensi, natrium
bikarbonat, allopurinol, fosfat, tia5id, pemasukan berlebihan kalsium dan
:itamin
). Pemeriksaan diagnostic / Urinalisis, urine +! %am, kultur urine, sur:e$
biokimia, foto (ontgen, 2DP, sistoureteroskopi, scan C', US=
+. Diagnosa Kepera&atan
Diagnosa kepera&atan $ang mungkin ditemukan pada pasien dengan
batu ureter adalah /
Pre Eperasi /
a# 0$eri akut berhubungan dengan trauma %aringan
b# Perubahan pola eliminasi berkemih (polakisuria# berhubungan dengan
obstruksi mekanik
c# (esiko tinggi terhadap kekurangan :olume cairan berhubungan dengan
diuresis pasca obstruksi
d# Kurang pengetahuan (kebutuhan bela%ar# tentang kondisi, prognosis, dan
kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpa%an 4 mengingat,
salah interpretasi informasi, tidak mengenal sumber informasi
Post Eperasi /
a# (esiko kurang :olume cairan b.d. haemoragik4 hipo:olemik
b# 0$eri b.d insisi bedah
c# Perubahan eliminasi perkemihan b.d. penggunaan kateter
d# (esiko infeksi b.d. insisi operasi dan pemasangan kateter.
8. Perencanaan
Dari diagnosa $ang telah disusun berdasarkan data dari pengka%ian, maka
langkah selan%utn$a adalah men$usun inter:ensi.
Pre Eperasi /
a# 0$eri akut berhubungan dengan trauma %aringan
'u%uan / 0$eri hilang atau terkontrol.
2nter:ensi /
1# Catat lokasi n$eri, laman$a intensitas, dan pen$ebaran
(asional / membantu menge:aluasi tempat obstruksi dan pergerakan
kalkulus.
+# 6elaskan pen$ebab n$eri
(asional / memberi kesempatan untuk pemberian analgetik dan
membantu meningkatkan koping klien.
8# Bakukan tindakan n$aman
(asional / meningkatkan relaksasi, menurunkan tegangan otot, dan
meningkatkan koping.
!# Bantu dengan ambulasi sesuai indikasi
(asional / mencegah stasis urine
"# Kolaborasi / pemberian obat sesuai indikasi
(asional / mengurangi keluhan
b# Perubahan pola eliminasi berkemih (polakisuria# berhubungan dengan
obstruksi mekanik
'u%uan / 3empertahankan fungsi gin%al adekuat
2nter:ensi /
1# 9&asi pemasukan dan pengeluaran dan karakteristik urine (asional /
memberikan informasi tentang fungsi gin%al dan adan$a komplikasi.
+# 'etapkan pola berkemih normal klien dan perhatikan :ariasi (asional /
kalkulus dapat men$ebabkan eksibilitas saraf, sehingga men$ebabkan
sensasi kebutuhan berkemih segera.
8# Dorong peningkatan intake cairan
(asional / peningkatan hidrasi membilas bakteri, darah, dan dapat
membantu le&atn$a batu
!# Periksa semua urine, catat adan$a batu
(asional / penemuan batu memungkinkan identifikasi tipe dan %enis
batu untuk pilihan terapi.
"# Selidiki keluhan kandung kemih penuh (asional / (etensi urine dapat
ter%adi, men$ebabkan distensi %aringan
7# Kolaborasi / a&asi pemeriksaan laboratorium
(asional / hal ini mengindikasikan fungsi gin%al
c# (esiko tinggi terhadap kekurangan :olume cairan berhubungan dengan
diuresis pasca obstruksi
'u%uan / 3encegah komplikasi
2nter:ensi /
1# 9&asi pemasukan dan pengeluaran
(asional / membandingkan keluaran aktual dan $ang diantisipasi
membantu dalam e:aluasi adan$a kerusakan gin%al
+# 'ingkatkan pemasukan cairan sampai 81! liter 4 hari dalam toleransi
%antung
(asional / mempertahankan keseimbangan cairan untuk homeostasis
tindakan FmencuciG $ang dapat membilas batu keluar.
8# Ebser:asi tanda1tanda :ital
(asional / indikasi hidrasi 4 :olume sirkulasi dan kebutuhan inter:ensi
!# Kolaborasi / a&asi Hb. 4 Ht., elektrolit
(asional / mengka%i hidrasi dan keefektifan 4 kebutuhan inter:ensi
d# Kurang pengetahuan (kebutuhan bela%ar# tentang kondisi, prognosis, dan
kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpa%an 4 mengingat,
salah interpretasi informasi, tidak mengenal sumber informasi
'u%uan / 3emberikan informasi tentang proses pen$akitn$a 4 prognosis
dan kebutuhan pengobatan
2nter:ensi /
1# Ka%i ulang proses pen$akit
(asional / memberikan pengetahuan dasar di mana klien dapat
membuat pilihan berdasarkan informasi
+# 'ekankan pentingn$a peningkatan masukan cairan
(asional / pembilasan sistem gin%al menurunkan kesempatan
pembentukan batu
8# Ka%i ulang program diet
(asional / diet tergantung tipe batu
Post Eperasi /
a# (esiko kekurangan :olume cairan berhubungan dengan haemoragik 4
hipo:olemik
'u%uan /
1 tanda tanda :ital stabil
1 kulit kering dan elastis
1 intake output seimbang
1 insisi mulai sembuh, tidak ada perdarahan melalui selang
1 insisi mulai semb
b# 0$eri berhubungan dengan insisi bedah
'u%uan / pasien melaporkan meningkatan$a ken$amanan $ang ditandai
dengan mudah untuk bergertak, menun%ukkan ekspresi &a$ah dan tubuh
$ang relaks.
In'(2n#) R%#),n%l
In'(2n#) R%#),n%l
1. Ka%i balutan selang
kateter terhadap perdarahan setiap
%am dan lapor dokter.
+. 9n%urkan pasien untuk
mengubah posisi selang atau
kateter saat mengubah posisi.
8. Pantau dan catat intake
output tiap ! %am, dan laporan
ketidak seimbangan.
!. Ka%i tanda :ital dan
turgor kulit, suhu tiap !1) %am.
1. mengetahui adan$a perdarahan.
+. mencegah perdarahan pada luka insisi
8. mengetahui kesimbangan dalam tubuh.
!. dapat menun%ukan adan$a dehidrasi 4
kurangn$a :olume cairan
1. Ka%i intensitas,sifat, lokasi
pencetus daan penghalang factor
n$eri.
+. Berikan tindakan ken$amanan non
farmakologis, an%arkan tehnik
relaksasi, bantu pasien memilih
posisi $ang n$aman.
8. Ka%i n$eri tekan, bengkak dan
kemerahan.
!. 9n%urkan pasien untuk menahan
daerah insisi dengan kedua tangan
bila sedang batuk.
". Kolaborasi dengan dokter untuk
pemberian analgetik.
1. menentukan tindakan selan%utn$a
+. dengan otot relkas posisi dan
ken$amanan dapat mengurangi
n$eri.
8. peradangan dapat menimbulkan
n$eri.
!. untuk mengurangi rasa n$eri.
". analgetik dapat mengurangi n$eri.
c# Perubahan eliminasi perkemihan berhubungan dengan pemasangan alat
medik ( kateter#.
'u%uan / pasien berkemih dengan baik, &arna urine kuning %ernih dan
dapat berkemih spontan bila kateter dilepas setelah , hari.
In'(2n#) (asional
1. Ka%i pola berkemih normal
pasien.
+. Ka%i keluhan distensi kandung
kemih tiap ! %am
8. Ukur intake output cairan.
!. Ka%i &arna dan bau urine dan
n$eri.
". 9n%urkan klien untuk minum air
putih + Bt 4sehari , bila tidak ada
kontra indikasi.
1. untuk membandingkan apakah
ada perubahan pola berkemih.
+. kandung kemih $ang tegang
disebabkan karena sumbatan
kateter.
8. untuk mengetahui keseimbangan
cairan
!. untuk mengetahui fungsi gin%al.
". untuk melancarkan urine.
d# (esiko infeksi berhubungan dengan insisi bedah dan pemasangan kateter.
'u%uan /
1 2nsisi kering dan pen$embuhan mulai ter%adi.
1 Drainase dan selang kateter bersih.
In'(2n#) R%#),n%l
1. Ka%i dan laporkan tanda dan ge%ala
infeksi luka (demam, kemerahan,
bengkak, n$eri tekan dan pus#
+. Ka%i suhu tiap ! %am.
8. 9n%urkan klien untuk menghindari
atau men$entuk insisi.
!. Pertahankan tehnik steril untuk
mengganti balutan dan pera&atan
luka.
1. menginter:ensi tindakan selan%utn$a.
+. peningkatan suhu menandakan adan$a
infeksi.
8. menghindarkan infeksi.
!. menghindari infeksi silang
!. Pelaksanaan
2mplementasi kepera&atan merupakan tahap ke empat dari proses
kepera&atan dimana rencana pera&atan dilaksanakan. Pada tahap ini pera&at
siap untuk melaksanakan inter:ensi dan akti:itas ; akti:itas $ang telah dicatat
dalam rencana pera&atan pasien. 9gar implementasi perencanaan ini dapat
tepat &aktu dan efektif terhadap bia$a, perlu mengidentifikasi prioritas
pera&atan pasien kemudian bila telah dilaksanakan memantau dan mencatat
respon pasien terhadap setiap inter:ensi dan mengkomunikasikan informasi
ini kepada pen$edia pera&atan kesehatan lainn$a (Doenges, 1) Hal 1*"#.
". -:aluasi
-:aluasi dilakukan untuk menilai tingkat keberhasilan pela$anan asuhan
kepera&atan $ang telah dilakukan. Dalam tahap ini, akan terlihat apakah
tu%uan $ang telah disusun tercapai atau tidak.
LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S
DENGAN POST URS + DJ STENT HARI KE-0
DI RUANG PEMULIHAN, RUANG OPERASI
DI RSU GANESHA TANGGAL 8 JANUARI 2014
DA3TAR PUSTAKA
C. Long Barbara, Pera&atan 3edikal Bedah , %ilid 8, Ha$asan 29PK Pa%a%aran,
Bandung, 17
Carpenito, B.6. (+**7#. Diagnosa Keperawatan. (edisi enam#. 6akarta / -=C.
Doenges 3-, dkk., (encana 9suhan Kepera&atan, edisi 8, -=C, 6akarta, +***
Engram, Barbara, (encana 9suhan Kepera&atan 3edikal Bedah, :olume 2, -=C,
6akarta , 1
-ngram, B. (+**8#.Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Volume 1.6akarta /
-=C
3arr$ 9nn 3atteson, 2ntroductor$ 0ursing Care of 9dults, Sounder Compan$,
Philadelpia Penn
S$l:ani, 1"
Purnomo, B. Basuki, Dasar1dasar Urolog , cetakan 2, CD. 2nfomedika, 6akarta, +***
(obert Prihard%o, Pengka%ian @isik Kepera&atan, cetakan 22, -=C, 6akarta, 17
3ans%oer, 9., dkk. (+**7#.Kapita elekta Kedokteran !.(-disi ketiga#.6akarta/3edia
9esculapius
Aartonah, '. (+**7#.Ke"utuhan Dasar Manusia dan #roses Keperawatan. (-disi
8#.6akarta / Salemba 3edika.
Aim de 6ong dan S%amsuhida$at, Buku 9%ar 2lmu Bedah, -disi (e:isi, -=C, 6akarta,
1)