Anda di halaman 1dari 9

Pengukuran Besaran Elektrik

Muhammad Ary Murti


Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
60
BAB V
PENGUKURAN DAYA



5.1 PENGUKURAN DAYA DC
Daya arus searah dapat diukur dengan alat pengukur volt dan alat pengukur
amper, yang dihubungkan seperti pada gambar dibawah ini. Dalam hal ini maka adalah
penting untuk diperhitungkan kerugian-kerugian daya yang terjadi, oleh adanya alat-alat
pengukuran.

Gambar 5.1 Pengukuran Daya DC

Misalkan bahwa bila beban tahanan adalah R, tegangan beban adalh V dan arus
beban adalah I, sedangkan alat-alat pengukur volt dan amper yang mempunyai tahanan-
tahanan dalamnya R
v
dan R
a
, menunjukkan V
v
dan I
a
. dengan memperguankan rangkaian
pada gambar diatas akan didapatkan :
V
v
= IR + IR
a
; I
a
= I
Maka daya yang akan diukur adalah :
W = I
2
R = V
v
I I
a
2
R
a

Dan pula dengan cara yang sama dalam (b) :
W = VI = V
v
I
a
V
v
2
/R
v

Bila dimisalkan bahwa pada (b), tahanan dalam dari alat pengukur volt adalah 10 K,
sedangkan alat pengukur volt menunjukkan 100V, dan pembacaan pada alat pengukur
maper sama dengan 5A, maka beban daya pada beban adalah:
W = 100 X 5 (100
2
/10
4
) = 499 W.
Dalam hal pengukuran arus bolak-balik, bila diketahui tegangan V dan arus I
dan disamping itu diketahui pela perbedaan fasa atau faktor daya cos , maka W
dihitung dari VI cos .
Power yang diambil oleh beban dari sebuah beban DC supply ditunjukkan oleh
hasil pembacaan dari sebuah Ammeter dan sebuah Voltmeter ketika terhubung dengan
sirkuit, seperti pada gambar dibawah.
Power P=V x I watt
Perlu diingat juga, bahwa Ammeter dan Voltmeter memerlukan power untuk
beroperasi dan pembagian harus digunakan untuk kebutuhan ini. Ada dua jenis
hubungan yang dapat dipakai pada gambar dibawah.
Pada gambar (a) Ammeter terhubung antara beban dan Voltmeter. Maka voltmeter tidak
hanya mengukur tegangan VL yang ada di beban tetapi juga mengukur tegangan yang
drop di V di Ammeter. Jika Ra merupakan tahanan dari Ammeter, drop tegangan

Pengukuran Besaran Elektrik
Muhammad Ary Murti
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
61
Va = I Ra
Konsumsi power beban = V
L.
I = (VVa)I = VIVa.I = VII
2
Ra

Pada gambar (b) voltmeter terhubung antara beban dengan Ammeter. Maka
tidak hanya menunjukkan arus yang melewati beban tetapi juga arus yang melewati
voltmeter. Arus yang melalui voltmeter Rv V Iv / = dimana Rv = tahanan dalam
voltmeter.
Konsumsi power beban = VI
L
= V(I-Iv) = V(I-V/RV) = VI-V
2
/Rv
= power yang ditunjukkan alat (loss
power di voltmeter).

Maka dalam kedua kasus, power yang ditunjukkan oleh instrumen sama dengan
konsumsi power oleh beban ditambah konsumsi power oleh alat terdekat ke terminal
beban.
Dalam rangka memperoleh harga yang pasti, koreksi harus diterapkan pada loss
power insrument. Dalam kondisi normal nilai loss power instrument cukup kecil bila
dibandingkan dengan dengan power beban, maka error yang ada diatas dalam
perhitungannya menjadi kecil. Bagaimanapun juga ketika output dari sumber yang
terukur terbatas, Ammeter dan voltmeter munkin membebani sirkuit terlalu berat dan
menyebabkan error serius.
Untuk instalasi kabel permanen, ketika pengukuran power dibutuhkan, akan
terlihat dengan nyata keuntungan penggunaan wattmeter untuk menggantikan Ammeter
dan Voltmeter. Wattmeter memberikan hasil pengukuran power secara langsung dan
tidak perlu memengalikan hasil dari dua kali pengukuran pada saat ammeter dan
voltmeter digunakan. Tenaga kerja yang terlibat berkurang dan akurasi yang diberikan
akan meningkat.

5.2 DAYA PADA RANGKAIAN AC
Dalam kasus arus bolak-balik power yang ada seketika itu juga berubahubah
sepanjang arus dan tegangan berjalan mengelilingi lingkaran. Bagaimanapun juga, kita
tidak tertarik pada power yang ada saat itu (kecuali saat kondisi transient sedang
dipelajari), tetapi yang dipelajari adalh rata-rata seluruh lingkaran. Ini dikarenakan
power rata-rata dikalikan dengan waktu menghasilkan transfer energi sepanjang interval
waktu, jika sedang berada dalam kondisi steady state.
Power yang ada pada saat itu dirumuskan P = VI
Dimana p, v, I merupakan harga power saat itu, tegangan dan arus.
Maka jika kedua gelombang arus dan sinusoidal, arus akan tertinggal dalam
fasanya dengan sudut , kemudian:
V = vm sin t
I = Im sin( t- )
Maka dari harga dari power instant sebagai berikut :
P = vi = Vm.Im.Sin t .Sin ( t- )
atau = t
sehingga diperoleh
P = vi
= Vm.Im Sin Sin( - )

Pengukuran Besaran Elektrik
Muhammad Ary Murti
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
62
= Vm.Im/2[cos cos(20- )]
Power rata-rata untuk tiap putaran adalah :
P = Vm Im/2 [ ]

d


2
0
)) cos(2 - cos(cos 5 , 0
= Vm Im/2 cos
= V I cos
Dimana V dan I merupakan harga rms dari tegangan dan arus cos merupakan
power faktor dari beban.
Fakta tentang power faktor (cos ) dilibatkan dalam pengungkapan power berarti
bahwa wattmeter harus digunakan dalam pengukuran power sirkuit AC sebagai
pengganti ammeter dan voltmeter saja, sejak metode terakhir tidak
memperhitungkan power faktor.

5.2.1 Metoda tiga Voltmeter dan metode tiga Ampermeter




Daya satu fasa dapat diukur dengan menggunakan cara tiga alat pengukur volt atau
tiga alat pengukur amper. Gambar 5.2 di atas memperlihatkan cara tiga alat pengukur
volt dan cara tiga alat pengukur amper.
Bila dalam metoda tiga alat pengukur volt, masing-masing alat pengukur volt
menunjukkan V
1
, V
2
dan V
3
, maka:
V
3
2
= V
1
2
+ V
2
2
+ 2V
1
V
2
cos
W = V
1
I cos = V
1
(V
2
/R)cos
= (1/2R)(V
3
2
V
2
2
V
1
2
)
Dalam menggunakan cara tiga alat pengukur amper maka bial masing-masing alat
pengukur amper menunjukkan I
1
, I
2
, I
3
maka:
I
3
2
= I
1
2
+ I
2
2
+ 2I
1
I
2
cos

Pengukuran Besaran Elektrik
Muhammad Ary Murti
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
63
W = VI
1
cos = I
2
RI
1
cos
= R/2(I
2
3
I
2
2
-I
2
1
)


5.2.2 Elektrodinamometer Wattmeter
Instrument ini cukup familiar dalam desain dan konsrtuksi
elektrodinamometer tipe ammeter dan voltmeter analog. Kedua koilnya
dihubungkan dengan sirkuit yang berbeda dalam pengukuran power. Koil yang
tetap atau field coil dihubungkan secara seri dengan rangkaian, koil bergerak
dihubungkan parallel dengan tegangan dan membawa arus yang proporsional
dengan tegangan. Sebuah tahanan non-induktif dihubungkan secara seri dengan
koil bergerak supaya dapat membatasi arus menuju nilai yang kecil. Karena koil
bergerak membawa arus proposional dengan tegangan maka disebut pressure
coil atau voltage coil dari wattmeter. Lihat bab II.

5.2.3 Wattmeter satu fasa
Elektrodinamometer dipakai secara luas dalam pengukuran daya dia dapat
dipakai untuk menunjukkan daya searah (dc) maupun daya bolak-balik(ac) untuk
setiap bentuk gelombang tegangan dan arus dan tidak terbatas pada gelombang
sinus saja. Elektrodinamometer yang digunakan sebagai voltmeter atau kumparan-
kumparan yang diam dihubungkan seri dengan tahanan penbatas arus dan
membawa arus kecil (ip). Arus sesaat didalam kumparan yang berputar adalah
Ip=e/Rp dimana e adalah tegangan sesaat pada jala-jala dan Rp adalah tahanan
total, kumparan berputar beserta tahanan serinya.
Defleksi kumparan putar sebanding dengan perkalian Ic dan Ip dan untuk
defleksi rata-rata selama satu perioda dapat dituliskan :
rata-rata = K.Ic Ip dt
dimana: rata-rata = defleksi sudut rata-rata kumparan
K = konstanta instrumen
Ic = arus seasaat dalam kumparan medan
Ip = Arus sesaat di dalam kumparan-kumparan potensial

Dengan menganggap sementara Ic sama dengan arus beban I (secara
aktual Ic = Ip + I) dan menggunakan nilai Ip = e/Rp kita bisa dapatkan :

rata-rata = K.I.e/Rp dt = K.1/T.eI dt (*)
Menurut definisi, daya rata-rata didalam suatu rangkaian adalah :
P
rata-rata
= eI dt
Yang menunjukkan bahwa elektrodinamometer yang dihubungkan dalam
konfigurasi gambar 1 mempunyai defleksi yang sebanding dengan daya rata-rata.
Jika dan I adalah besaran sinus dengan bentuk e = Em sin wt dan I = Im sin (wt
+ ) maka persamaan (*) berubah menjadi :

rata-rata = K. EI cos

Pengukuran Besaran Elektrik
Muhammad Ary Murti
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
64
dimana E dan I menyatakan nilai-nilai rms tegangan dan arus menyatakan sudut
fasa antara tegangan dan arus.
Wattmeter elektrodinamometer membutuhkan sejumlah daya untuk
mempertahankan medan magnetnya, tetapi ini biasanya begitu kecil dibandingkan
daya beban sehingga dapat diabaikan, Jika diperlukan pembacaan daya yang
tepat, kumparan arus harus persis membawa arus beban, dan kumparan potensial
harus dihubungkan diantara terminal beban. Dengan menghubungkan kumparan
potensial ke titik A seperti pada gambar, tegangan beban terukur dengan tepat.
Tetapi arus yang melalui kumparan-kumparan medan lebih besar sebanyak Ip.
Berarti wattneter membaca lebih tinggi sebesar kehilangan daya daya tambahan
didalam rangkaian potensial. Tetapi, jika rangkaian potensial dihubungkan ke titik
B, kumparan medan mencatat arus yang tepat, tetapi tegangan pada kumparan
potensial akan lebih besar sebanyak penurunan tegangan pada kumparan-
kumparan medan. Juga wattmeter akan mencatat lebih tinggi, tetapi dengan
kehilangan sebesar I.R di dalam kumparan medan. Cara penyambungan yang
tepat tergantubng pada situasi. Umumnya, sambungan kumparan potensial pada
titik A lebih diinginkan untuk beban-beban arus tinggi, tegangan rendah, sedang
sambungan kumparan potensial pada titik B lebih diinginkan untuk beban-beban
arus rendah, dan tegangan tinggi.
Kesulitan dalam menempatkan sambungan kumparan potensi diatasi
dengan wattmeter yang terkompensasi. Kumparan arus terdiri dari dua kumparan,
masing-masing mempunyai jumlah lilitan yang sama. Salah satu kumparan
menggunakan kawat besaran yang membawa arus beban ditambah arus untuk
kumparan potensial. Gulungan lain menggunakan kawat kecil (tipis) dan hanya
membawa arus ke kumparan tegangan. Tetapi arus ini berlawanan dengan arus
didalam gulungan besar, menyebabkan fluks yang berlawanan dengan fluks
utama. Berarti efek I dihilangkan dan wattmeter menunjukkan daya yang sesuai.


Gambar 5.3 Wattmeter





Pengukuran Besaran Elektrik
Muhammad Ary Murti
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
65
5.2.4 Wattmeter tiga fasa
Pengukuran daya dalam suatu sistem fasa banyak memerlukan pemakaian
dua atau lebih wattmeter. Kemudian daya nyata total diperoleh dengan
menjumlahkan pembacaan masing-masing wattmeter secara aljabar. Teorema
Blondel menyatakan bahwa daya nyata dapat diukur dengan mengurangi satu
elemen wattmeter dan sejumlah kawat-kawat dalam setiap fasa banyak, dengan
persyaratan bahwa satu kawat dapat dibuat common terhadap semua rangkaian
potensial. Gambar (5.4) menunjukkan sambungan dua wattmeter untuk pengukura
konsumsi daya oleh sebuah beban tiga fasa yang setimbang yang dihubungkan
secara delta.
Kumparan arus wattmeter I dihubungkan dalam jaringan A, dan kumparan
tegangan dihubungkan antara (jala-jala, line) A dan C. Kumparan arus wattmeter
2 dihubungkan dalam antaran B , dan kumparan tegangannya antara antaran B dan
C. Daya toyal yang dipakai oleh beban setimbang tiga fasa sama dengan
penjumlahan aljabar dari kedua pembacaan wattmeter.
Diagram fasor gambar (5.5) menunjukkan tegangan tiga fasa Vac, Vcb,
Vba dan arus tiga fasa Iac, Icb dan Iba. Beban yang dihubungkan secara delta dan
dihubungkan secara induktif dan arus fasa ketinggalan dari tegangan fasa sebesar
sudut .


Gambar 5.4 Metode ARON


Pengukuran Besaran Elektrik
Muhammad Ary Murti
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
66

Gambar 5.5 Diagram fasor

Kumparan arus wattmeter I membawa arus antara I
AA
yang merupakan
penjumlahan vector dan arus-arus fasa I
AC
dan I
AB
. Kumparan potensial wattmeter
1 dihuubungkan ke tegangan antara V
AC.
. Dengan cara sama kumparan arus
wattmeter 2 membawa arus antara I
BB
yang merupakan penjumlahan vector dari
arus-arus fasa I
BA
dan I
BC
, sedang tegangan pada kumparan potensialnya adalah
tegangan antara V
BC
. Karena beban adalah setimbang, tegangan fasa dan arus-arus
fasa sama besarnya dan dituliskan :
V
AC
= V
BC
= V dan I
AC
= I
CB
=I
BA
= I
Daya dinyatakan oleh arus dan tegangan masing-masing wattmeter adalah:
W1 = V
AC
.I
AA
Cos (30-) = VI Cos (30-)
W2 = V
BC
.I
Bb
Cos (30+) = VI Cos (30+)
dan
W1+W2 = VI Cos (30-) + VI Cos (30+)
= VI Cos 30Cos + Sin 30Sin + Cos30Cos -
Sin30sin)
= 3VI Cos

Persamaan merupakan pernyataan daya total dalam sebuah rangkaian tiga fasa,
dan karena itu kedua wattmeter pada gambar secara tepat mengukur daya total tersebut.
Dapat ditunjukkan bahwa penjumlahan aljabar dari pembacaan kedua wattmeter akan
memberikan nilai daya yang benar untuk setiap kondisi yang tidak setimbang, faktor
daya atau bentuk gelombang.

Pengukuran Besaran Elektrik
Muhammad Ary Murti
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
67
Jika kawat netral dari system tiga fasa juga tersedia seperti halnya pada beban
yang tersambung dalam hubungan bintang 4 kawat, sesuai dengan teorema Blondel,
diperlukan tiga wattmeter untuk melakukan daya nyata total.

5.2.5 Pengukuran Daya Reaktif
Daya reaktif yang disuplai ke sebuah rangkaian arus bolak-balik sebagai satuan
yang disebut VAR (Volt-Ampere-Reaktif), karena itu memberikan perbedaan antara
daya nyata dan daya oleh komponen reaktif. Merupakan dua fasor E dan I yang
menyatakan tegangan dan arus pada sudut fasa . Daya nyata adalah perkalian
komponen-komponen sefasa dari tegangan dan arus (EI cos ), sedang daya reaktif
adalah perkalian komponen-komponen reaktif yaitu EI sin atau EI cos ( - 90). Jika
tegangan bergeser sebesar 90 dari nilai sebenarnya, komponen sefasa yang bergeser
akan menjadi E cos ( - 90) sehingga perkalian komponen-komponen sefasa menjadi
EI cos ( - 90), yang mana adalah daya reaktif.
Setiap wattmeter biasa bersama-dama dengan sebuah jaringan penggeser fasa
yang sesuai dapat digunakan untuk mengukur daya reaktif. Dalam sebuah rangkaian
satu fasa, pergeseran fasa 90 dapat dihasilkan oleh komponen R, L dan C yang
berimbang. Namun pemakaian umum dari pengukuran VAR ditemukan dalam system
tiga fasa dimana pergeseran fasa yang diinginkan dilakukan dengan menggunakan dua
autotransformator yang dihubungkan dalam konfigurasi delta terbuka. Seperti biasanya
kumparan-kumparan arus dari wattmeter dihubungkan seri dengan jala-jala. Kumparan-
kumparan potensial dihubungkan ke kedua autotransformator dalam cara yang
ditunjukkan pada gambar.
Antara fasa B dihubungkan ke terminal bersama kedua common kedua
transformator dan fasa antara fasa A dan C dihubungkan ke percabangan (tap) 100%
kedua transformator tersebut. Kedua transformator akan menghasilkan 115,4% tegangan
antara pada gulungan total. Kumparan potensial wattmeter 1 dihubungkan dari
percabangan (tap) 57,7% transformator 1 ke pencabangan 115,4% transformator 2
menghasilkan tegangan yang sama dengan teegangan antara tetapi bergeser sebesar 90
ini ditunukan dalam diagram fasor kumparan tegangan wattmeter 2 dihubungkan dengan
cara yang serupa. Karena sekarang kedua kumparan tegangan menerima gaya gerak
listrik (ggl) yang sama dengan tegangan antaran tetapi bergeser sejauh 90. Kedua
wattmeter akan membaca daya reaktif yang dipakai oleh beban penjumlahan aljabar
dan pembacaan kedua wattmeter menyatakan daya reaktif total yang disalurkan ke
beban. Dalam sebuah paket instrumen tunggal, gabungan wattmeter dan transfomator
penggeser fasa disebut VAR meter.

5.2.6 Alat Ukur Wattjam
Alat ukur wattjam (watthourmeter) tidak banyak digunakan dalama laboratorium tetapi
banyak digunakan dalam pengukuran energi listrik konersil. Kenyataanya adalah jelas
bahwa disemua tempat dimanapun, perusahaan listrik menyalurkan energi listrik ke
industri dan pemakai setempat memerlukan alat ukur kWh. Alat ini berkerja
berdasarkan prinsip kerja Induksi (lihat bab II)
Kumparan arus dihubungkan seri dengan antaran dan kumparan tegangan
dihubungkan secara parallel. Kedua kumparn yang dililitkan pada pada sebuah
kerangka logam dengan desain khusus melengkapi dua rangkaian magnit. Sebuah

Pengukuran Besaran Elektrik
Muhammad Ary Murti
Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
68
piringan aluminium ringan digantung dalam senjang udara medan kumparan arus yang
menyebabkan erus pusar mengalir didalam piringan. Reaksi arus pusar dan medan
kumparan tegangan membangkitkan sebuah torsi (aksi motor) terhadap piringan dan
menyebabkannya berputar. Torsi yang dibangkitkan sebanding dengan kuat medan
kumparan putaran tegangan dan arus pusar di dalam piringan yang berturut-turut adalah
fungsi kuat medan kumparan arus. Berarti jumlah putaran piringan sebanding dengan
energi yang telah dipakai oleh beban dalam selang waktu tertentu, dan diukur dalam
kilowatt-jam (kWh, kilo watthour). Poros yang menopang piringan aluminium
dihubungkan melalui susunan roda gigi ke mekanisme jam di panel alat ukur,
melengkapi suatu kWh terkalibrasi secara desimal.
Redaman piringan diberikan dua magnet permanen kecil yang ditempatkan
saling berhadapan pada sisi piringan. Bila piringan berputar , magnet-magnet permanen
menginduksi arus pusar didalamnya. Arus-arus pusar ini bereaksi dengan medan
magnet dari magnet-magnet permanen kecil dan meredam gerakan piringan.
Kalibrasi alat ukur wattjam dilakukan pada kondisi beban penuh yang diijinkan
dan pada kondisi 10% dari beban yang diijinkan. Pada beban penuh, kalibrasi terdiri
dari pengaturan posisi magnet-magnet permanen kecil agar alat ukur membaca dengan
tepat. Pada beban-beban yang sangan ringan, komponen tegangan dari medan
menghasilkan suatu torsi yang tidak sebanding langsung dengan beban. Komponen
kesalahan diperoleh dengan menyisipkan sebuah kumparan pelindung atau pelat diatas
sebagian kumparan tegangan dengan membuat alat ukur bekerja pada 10% beban yang
diijinkan. Kalibrasi alat ukur pada kedua posisi ini biasanya menghasilkan pembacaan
yang memuaskan untuk semua beban-beban lainnya.