Anda di halaman 1dari 72

Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013

BAB I
PRINSIP FILOGENI
I.1. DASAR TEORI
Filogeni adalah ilmu yang mempelajari hubungan kekerabatan suatu
organisme dengan organisme lainnya. Hubungan tersebut ditentukan berdasarkan
morfologi hingga DNA. Filogeni sangat diperlukan dalam mempelajari proses
evolusi dan penyusunan taksonomi.
Evolusi sendiri dapat diartikan sebagai perubahan yang berangsur-angsur
dari suatu organism menuju kepada kesesuaian dengan waktu dan tempat. adi
evolusi sendiri merupakan proses adaptasi dari suatu organism terhadap
lingkungannya.
I.2. METODE PENYUSUNAN FILOGENI
!etode analisis dalam penyusunan filogeni ada dua metode yaitu fenetik
dan kladistik. Fenetik umum dipakai diberbagai ma"am bidang ilmu# namun
jarang digunakan di dalam geologi# karena kurang dapat menjelaskan proses yang
terjadi.
I.2.1. Pendekatan Fenetik
!etode penyusunan filogeni dengan pendekatan analisa numerik.
$endekatan tersebut meliputi penghitungan indeks ketidaksamaan# indeks
keanekaragaman# analisa pola# dan berbagai indeks yang lain. Dalam
pendekatan fenetik# semua subjek dan faktor yang dianalisis punya
kedudukan yang sama. !isalnya rambut dikategorikan sebagai satu "riteria
ada dan tidak ada. %edangkan warna rambut menjadi "riteria kedua. &agi
takson yang tidak ada rambut berarti hanya ada satu kriteria.
Dalam penggolongan biologis tidak semua faktor bias mempunyai
tingkatan yang sama. 'nilah yang menjadikan pendekatan fenetik jarang
dipakai dalam penyusunan filogeni. !isalnya hidung man"ung dan hidung
Albertus Kurniawan P.S.
1 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
pesek tidak dapat digunakan sebagai penentuan ras dari manusia# karena
faktor tersebut dapat mun"ul dihampir setiap ras manusia.
I.2.2. Pendekatan Kladistik
$endekatan kladistik timbul atas dasar pemikiran bahwa proses
alamiah akan selalu mengambil jalan yang paling singkat. (alau demikian#
proses alamiah diperkirakan tidak selalu mengikuti pola yang paling
sederhana# tetapi sedikit lebih rumit. $endekatan (ladistik dipilih karena )
$aling rasional
!erupakan tolak ukur yang eksak bagi semua peneliti
%elalu dapat diuji
!emberikan informasi paling lengkap
$aling mudah dianalisis
*mumnya mendekati kebenaran
I.2.. Men!"s"n P#$#n Fil#%eni
Dalam menyusun suatu pohon filogeni kita menggunakan "iri yang
ada pada suatu organisme. +iri-"iri yang ada pada organisme dikelompokkan
ke dalam )
&ersifat $lesiomorfik# "iri yang dimiliki nenek moyang
,primitif-
&ersifat Apomorfik# sudah mengalami perubahan.
&ersifat %inapomorfik# berubah sebelum per"abangan.
&ersifat Autopomorfik# berubah se"ara autonom.
!isalnya kita membandingkan . ma"am organisme# dengan
melakukan pendekatan terhadap tujuh "iri utama. Dari analisis yang
dilakukan kita berharap dapat mengungkapkan hubungan kekerabatan dari ke
lima organisme yang ada di hadapan kita. ,/abel 0.0-.
Albertus Kurniawan P.S.
2 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ta&el 1.1 '"&"n%an anta(a li)a #(%anis)e den%an t"*"$ +i(i !an% di%"nakan se&a%ai
,e)&andin% - 1 . +i(i A,#)#(/ik0 1 . +i(i Plesi#)#(/ik 2
3i(i !an% di&andin%kan
Taks#n 1 2 4 5 6 7
A 1 1 1 1 1 1 1
B 0 1 1 1 1 1 1
3 0 0 1 1 1 1 1
D 0 0 0 0 0 0 1
E 0 0 0 0 0 0 0
Dari data tabel 0.0. dapat kita analisis dengan pendekatan fenetik
maupun kladistik. *ntuk menghitung kekerabatan dengan pendekatan fenetik#
maka kita membandingkan 2 takson seperti di atas# A-&# A-+# A-D# A-E# &-
+# &-D# &-E# +-D# +-E dan D-E. $erbandingan itu kita hitung banyaknya "iri
yang sama. !isal ) A-& memiliki 3 "iri $lesiomorfik# D-E memiliki 3 "iri
apomorfik yang sama.
*ntuk menentukan hubungan kekerabatan se"ara kladistik# maka
tingkat kesamaan adalah semua "iri yang ada# hasilnya dituangkan dalam
table diagonal di bawah. , /abel 0.2 -
Ta&el 1.2. Pen%$it"n%an *")la$ kesa)aan dan *enis kesa)aan &e(dasa( +i(i A,i#)#(/ik
Taks#n A B 3 D E
A 1 1 1 1
B 3 0 0 0
3 . 3 0#2 0#2
D 0 2 4 0#2#4#5#.#3
E 1 0 2 3
Dengan menggunakan data dari table diatas kita dapat menyusun
suatu pohon filogeni. $ohon filogeni yang disusun dengan data fenetik kita
Albertus Kurniawan P.S.
3 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
sebut dengan fenogram# sedangkan pohon filogenetik yang kita susun dengan
"ara kladistik disebut kladogram.
Dalam data fenetik kita melihat ada tiga pasangan kekerabatan yang
dekat# yaitu A-&# &-+ dan D-E. Dari data tersebut# D-E dapat kita
kelompokkan tanpa masalah# sedangkan antara A-&-+ kita harus memilih
mana yang harus terlebih dahulu dikelompokkan. !elihat bahwa + lebih
dekat ke D dan E daripada ke A# maka &-+ kita kelompokkan dulu baru A
dikelompokkan terakhir. Hasilnya adalah)
%edangkan jika data tersebut kita susun dengan pendekatan kladistik#
maka urutan penyusunan seperti berikut ini.
/akson D dan E mempunyai kesamaan 3 "iri apiomorfik# sehingga
dikelompokkan lebih dahulu. (emudian kita mengelompokkan +# karena +
mempunyai 2 "iri yang sama dengan D dan E. Akhirnya kita
mengelompokkan &# karena mempunyai 0 "iri yang sama. %edangkan A tidak
mempunyai kesamaan dalam "iri apiomorfik sehingga ditempatkan terakhir.
I. Le)&a( Disk(i,si
/erlampir
Albertus Kurniawan P.S.
4 410012159
E
D
+
&
A
E
D
+
&
A
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
BAB II
PROSES PEMFOSILAN
II.1. DASAR TEORI
Fosil berasal dari bahasa 6atin yaitu fossa yang berarti 7menggali keluar
dari dalam tanah8. $engertian fosil adalah sisa bahan organik yang terawetkan
se"ara alamiah dan berumur lebih tua dari Holosen. Adapun yang dimaksud
dengan fosilisasi 9 proses pemfosilan adalah semua proses yang melibatkan
penimbunan hewan atau tumbuhan dalam sedimen yang terakumulasi serta
pengawetan seluruh atau sebagian maupun pada jejak-jejaknya. 'lmu pengetahuan
"abang $aleontologi yang mempelajari bagaimana suatu proses pemfosilan terjadi
disebut dengan Taphonomy.
Fosil mahluk hidup terbentuk ketika mahluk hidup pada :aman dahulu
,lebih dari 00.111 tahun- terjebak dalam lumpur atau pasir dan kemudian jasadnya
tertutup oleh endapan lumpur. Endapan lumpur tersebut akan mengeras menjadi
batu di sekeliling mahluk hidup yang terkubur tersebut.
Dari fosil yang ditemukan# yang paling banyak jumlahnya adalah yang
sangat lembut ukurannya seperti serbuk sari# misalnnya foraminifera# ostra"oda
dan radiolarian. %edangkan# hewan yang besar biasanya han"ur ber"erai-"erai dan
bagian tertentu yang ditemukan sebagai fosil.
&entuk fosil ada dua ma"am yaitu fosil "etakan dan jejak fosil. Fosil
"etakan terjadi jika kerangka mahluk hidup yang terjebak di endapan lumpur
meninggalkan bekas ,misalnya tulang- pada endapan tersebut yang membentuk
"etakan. ika "etakan tersebut berisi lagi dengan endapan lumpur maka akan
terbentuk jejak fosil persis seperti kerangka aslinya.
&erdasarkan ukurannya# jenis fosil dibagi menjadi )
a. Macrofossil ,Fosil &esar- # dipelajari tanpa menggunakan alat bantu
b. Microfossil ,Fosil (e"il-# dipelajari dengan alat bantu mikroskop
". Nannofossil ,Fosil %angat (e"il-# dipelajari menggunakan batuan mikroskop
khusus ,dengan pembesaran hingga 0111;-
Albertus Kurniawan P.S.
5 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
(egunaan Fosil )
*ntuk mengidentifikasi unit-unit strartigrafi permukaan bumi# atau untuk
mengidentifikasi umur relatif "lan posisi relatif batuan yang mengandung
fosil. 'dentifikasi ini dapat dilakukan dengan mempelajari fosil indeks.
Fosil indeks adalah organisme yang hadir selama periode waktu tertentu
dimana kemun"ulan dan kepunahannya pada periode waktu yang terbatas.
Fosil indeks dipakai sebagai pedoman dalam penentuan umur batuan
dimana fosil tersebut terawetkan.
Ga)&a( 2.1. +#nt#$ F#sil Indeks !an% di,akai se&a%ai k"n+i ,ada skala 8akt" %e#l#%i
(elati/9 &ent"k &ent"k ke$id",an !an% $adi( sela)a ,e(i#de 8akt" %e#l#%i !an% te(&atas
!an% di,akai se&a%ai ,ed#)an dala) ,enent"an ")"( &at"an di)ana /#sil te(se&"t
te(a8etkan
$ersyaratan bagi sutau fosil untuk dapat dikategorikan sebagai fosil
indeks adalah )
Albertus Kurniawan P.S.
6 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
a. terdapat dalam jumlah yang melimpah dan mudah diidentifikasi<
b. memiliki distribusi hori:ontal yang luas# tetapi dengan distribusi
vertikal yang relatif pendek ,kurang lebih 0 juta tahun-.
!enjadi dasar dalam mempelajari paleoekologi dan paleoklimatologi.
%truktur dan distribusi fosil diasumsikan dapat men"erminkan kondisi
lingkungan tempat tumbuhan tersebut tumbuh dan bereproduksi.
*ntuk mempelajari paleofloristik# atau kumpulan fosil tumbuhan dalam
dimensi ruang dan waktu tertentu. Hal ini dapat memberikan gambaran
mengenai distribusi populasi tumbuhan dan migrasinya# sebagai respon
terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungan masa lampau.
!enjadi dasar dalam mempelajari evolusi tumbuhan yaitu dengan "ara
mempelajari perubahan suksesional tumbuhan dalam kurun waktu geologi.
/idak semua kehidupan organisme dapat terfosilkan. Hal ini disebabkan
oleh beberapa faktor# antara lain proses oksidasi-reduksi# proses kimiawi# fisika#
biologi ,proses pelarutan air tanah-# proses geologi ,orogenesa# perlipatan#
pengikisan# erupsi# gempa bumi- atau bahkan pada saat organisme tersebut mati
justru dimangsa binatang lain atau rusak oleh bakteri pembusuk.
Dengan demikian suatu kehidupan dapat terfosilkan bila memenuhi
persyaratan seperti)
a. =rganisme segera terhindar dari proses perusakan yang diakibatkan oloeh
s"avenger 9 bakteri pembusuk# proses-proses deformasi# aktivitas gempa 9
longsoran.
b. %egera tertutup oleh material yang bersifat protektif. !aterial yang paling
protektif hanya material yang ukuran butirannya sangat halus seperti
lempung# karbonatan 9 gampingan# napal 9 lempung karbonatan# pasir sangat
halus.
". !emiliki bagian tubuh 9 rangka yang keras 9 resisten# seperti kalsit#
aragonit# silika# "hiltine 9 :at tanduk# selulosa.
Daerah yang mampu mengawetkan fosil hanyalah daerah yang panas
sekali 9 arride# dingin sekali# daerah dengan kondisi salinitas tinggi# lingkungan
anaerob seperti rawa-rawa# atau daerah yang kurang oksigen.
Albertus Kurniawan P.S.
7 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
&erdasarkan sifat terubahnya dan bentuk yang terawetkan# maka proses
pemfosilan dapat dibagi menjadi beberapa golongan# yaitu )
a. Fosil /ak /ermineralisasi ,*naltered >emains-
!erupakan fosil yang terawetkan tanpa mengalami proses perubahan
se"ara kimiawi# meliputi tubuh lunak maupun tubuh keras dan bersifat insitu.
?olongan ini dibagi menjadi beberapa jenis )
0. Fosil yang tidak mengalami perubahan se"ara keseluruhan# yaitu fosil yang
jarang terjadi dan merupakan keistimewaan dalam proses pemfosilan.
!isalnya Mammoth di %iberia dalam endapan es tersier ditemukan berupa
kaki depan# kepala dan belalainya.
Ga)&a( 2.2. 3#nt#$ /#sil Ma))#t$
2. Fosil yang terubah sebagian# umumnya dijumpai pada batuan !eso:oikum
dan (eno:oikum. +ontohnya gigi-gigi binatang buas# tulang dan rangka
Rhinoceros yang tersimpan di museum >usia# +angkang moluska.
Ga)&a( 2.. 3#nt#$ %i%i &inatan% &"as
4. Destilasi / (arbonisasi# yaitu menguapnya kandungan gas-gas atau :at lain
yang mudah menguap dalam tumbuhan atau hewan karena tertekannya
Albertus Kurniawan P.S.
8 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
rangka dan meninggalkan residu karbon ,+- berupa lapisan-lapisan tipis dan
kumpulan unsur + yang menyelubungi atau menyelimuti sisa-sisa
organisme tadi.
Ga)&a( 2.4. Destilasi / Ka(&#nisasi
5. Amber# yaitu hewan atau tumbuhan yang terperangkap dalam getah
tumbuhan seperti damar dan akhirnya terfosilkan. +ontohnya insekta yang
terselubungi getah damar dalam endapan =ligosen di /eluk &altik sebagai
fosil >esen.
Ga)&a( 2.5. A)&e(
b. Fosil @ang /ermineralisasi ,Altered >emains-
!erupakan jenis pemfosilan dimana unsur-unsur kimia di dalam tubuh
organisme telah terubah baik se"ara keseluruhan maupun hanya sebagian.
?olongan ini dibedakan atas dasar material yang mengubahnya serta "ara
terubahnya. ?olongan ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis# yaitu )
0. Replacement, merupakan penggantian total material penyusun rumah
organisme oleh mineral-mineral asing.
Albertus Kurniawan P.S.
9 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ga)&a( 2.6. F#sil Re,la+e)ent
2. Histometabasis# adalah penggantian total tiap-tiap molekul dari jaringan
tumbuhan oleh mineral-mineral asing yang meresap ke dalam jasad tumbuh-
tumbuhan. Aalupun seluruh molekul telah terganti namun struktur
mikroskopisnya masih terpelihara dan nampak dengan jelas mineral-mineral
pengganti tersebut# antara lain agate# "hert# kalsedon dan opak.
Ga)&a( 2.7. F#sil !an% )en%ala)i 'ist#)eta&esis
4. $ermineralisasi# adalah pengisian oleh mineral-mineral asing ke dalam tiap
pori-pori dalam kulit kerang tanpa mengubah material penyusunnya yang
semula , tulang 9 kulit kerang -.
5. Leaching, adalah porses pelarutan dinding test oleh air tanah.
Albertus Kurniawan P.S.
10 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ga)&a( 2.:. Lea+$in%
.. Destilasi# hilangnya unsur nitrogen# oksigen dan hydrogen di dalam
"angkang9shell yang tergantikan oleh lapisan tipis karbon.
". $roses $emfosilan @ang 6ain
0. Impression, adalah jejak-jejak organisme yang memiliki relief rendah.
+ontohnya bekas daun yang jatuh di lumpur# jadi yang tertinggal hanya
jejaknya.
2. Mold, adalah "etakan tapak yang ditinggalkan oleh organisme berelief
tinggi.
Ga)&a( 2.;. <enis=*enis M#ld
Albertus Kurniawan P.S.
11 410012159
lea"hing
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
4. Cast, adalah "etakan dari jejak oleh material asing yang terjadi apabila
rongga antar tapak dan tuangan terisi :at lain dari luar# sedang fosilnya
sendiri telah lenyap.
5. oprolit, adalah kotoran binatang yang terfosilkan dan berbentuk
memanjang dengan komposisi phospatik.
.. !astrolit, fosil yang dahulu tertelan oleh salah satu hewan tertentu
misalnya pada reptil untuk membantu pen"ernaan.
Ga)&a( 2.11. Gast(#lit$
3. Trail# adalah jejak ekor binatang yang terfosilkan.
B. Trac", adalah jejak kuku binatang yang terfosilkan.
Ga)&a( 2.11. 3#,(#lite9 T(ail9 dan T(a+k
Albertus Kurniawan P.S.
12 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
C. #oot print, adalah jejak kaki hewan yang terfosilkan.
Ga)&a( 2.12. F##t,(int
D. $%rro&, borring, t%bes, adalah lubang-lubang yang berbentuk seperti
lubang bor atau pipa yang merupakan tempat tinggal 9 hidup yang telah
memfosil. $%rro& adalah lubang yang dibuat oleh organisme untuk men"ari
mangsa 9 makan dan hidup. $orring adalah lubang yang digunakan untuk
menyimpan makanan. %edangkan t%be adalah lubang hasil aktivitas
organisme yang berbentuk pipa 9 tabung.
Ga)&a( 2.1. B"((#8s
II.2. Le)&a( Disk(i,si
/erlampir
Albertus Kurniawan P.S.
13 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
BAB III
KLASIFIKASI TAKSONOMI
III.1. DASAR TEORI
(ata taksonomi diambil dari bahasa @unani tassein yang berarti untuk
mengelompokkan dan nomos yang berarti aturan. /aksonomi dapat diartikan
sebagai pengelompokan suatu hal berdasarkan hierarki ,tingkatan- tertentu.
Dimana taksonomi yang lebih tinggi bersifat lebih umum dan taksonomi yang
lebih rendah bersifat lebih spesifik.
%istem klasifikasi adalah sistem yang digunakan oleh ilmuwan untuk
mengelompokkan mahkluk hidup. %istem ini dipelopori oleh +arolus 6innaeus.
+abang ilmu yang mempelajari pengelompokkan mahkluk hidup ke dalam
takson-takson adalah taksonomi# sehingga hingga kini ia disebut dengan bapak
taksonomi.
/ujuan dari pengelompokkan mahkluk hidup adalah untuk memudahkan
mempelajari mahkluk hidup dalam bagian-bagian yang lebih ke"il. !ahkluk
hidup bisa dikelompok-kelompokkan karena memiliki "iri-"iri morfologi yang
sama atau berbeda dengan organisme yang lain.
$engelompokkan didasarkan atas dasar persamaan dan perbedaan. Dengan
adanya persamaan maka beberapa spesies dapat dikelompokkan dalam kelompok
yang sama. Dengan adanya "iri-"iri yang berbeda maka dapat beberapa spesies
dapat dipisahkan dalam kelompok yang berbeda.
=rganisme di dunia ini dibagi menjadi dua bagian terbesar# yaitu
kelompok hewan dan tumbuhan yang tidak hanya terbagi ke dalam %uperkingdom
dan (ingdom saja# tapi terbagi kedalam suatu urutan kelompok yang makin
terbatas dan makin ke"il sesuai aturan yang berlaku# hingga berakhir dalam
kelompok individu yang mempunyai "iri khusus# berbeda dengan individu
kelompok lainnya. $enggunaan bahasa 6atin sebagai bahasa ilmu pengetahuan
internasional# termasuk penamaan dan aturan dalam klasifikasi# sistematika#
maupun taksonomi.
Albertus Kurniawan P.S.
14 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
&eberapa 'stilah dalam /aksonomi dan (lasifikasi anta(a lain >
a. %pesies
%pesies adalah kelompok dari populasi alamiah yang se"ara
potensial melakukan pembiakan antar populasi itu dan se"ara reproduktif
terisolasi dari kelompok lain.
b. ?enus
?enus adalah suatu kategori taksonomi satu tingkat lebih tinggi
dari spesies dan meliputi satu atau lebih kelompok spesies menurut
perkiraan berpangkat pada filogenetis yang sama. Nama genus
mengandung pengertian adanya kelompok dari spesies yang mempunyai
hubungan dekat# sedangkan spesies lebih tegas lagi yaitu menunjukkan
hanya satu untuk satu bentuk saja. %elain itu# pada spesies isolasi
reproduktif merupakan syarat objektif untuk kedudukannya# sedangkan
pada genus persyaratan demikian tidak ada.
". Famili
Famili merupakan kategori taksonomi yang didalamnya terdiri atas
beberapa genus yang se"ara filogenetis terpisah dalam famili lainnya oleh
adanya peluang yang ditentukan. Daerah penyebaran famili di seluruh
dunia# sedangkan penyebaran genus terbatas pada bagian dunia yang
berdekatan saja.
d. =rdo# (elas# dan Filum
=rdo# kelas dan filum kategori taksonomi yang lebih tinggi setelah
famili. (ategori yang lebih tinggi ini merupakan kategori kolektif yang
bertujuan untuk mengelompokkan sehingga mempermudah dalam
pemberian nama. Dengan demikian akhirnya "epat dapat dipahami. =rdo#
kelas dan filum ini umumnya merupakan kategori yang lebih mantap di
dalam kategori taksonomi.
Albertus Kurniawan P.S.
15 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Dalam 'roced%re in Ta(onomy, edisi 4 /ahun 0D.3# disebutkan ) )ystema
Nat%rae oleh Carl *on Linnae%s ,Naturalist %wedia# 0B.C- ) $enamaan bersistem
se"ara hirarki berdasarkan perbedaan kategori# aturan )
0. $rosedur penamaan suatu organisme# mengikuti aturan penamaan ganda atau
$inary / $inomial Nomenclat%re yang tetap digunakan hingga sekarang.
2. /a;onomi merupakan tat "ara sistematis# yang terdiri dari penamaan dan
klasifikasi.
4. Dalam aturan penamaan terkandung aspek nama legal 9 sah dan asli.
5. Esensi klasifikasi suatu kelompok berupa urutan 9 rangking dari berbagai
kategori sistematika yakni ) (ingdom# Filum# (las# =rdo# Famili# ?enus# dan
%pesies.
%ejak pengusulan penamaan binomial ini# maka penamaan suatu ta;on
menjadi lebih teratur# praktis# dan dipakai se"ara internasional. $enulisan nama
binomial menggunakan nama 6atin yang ditulis miring tanpa garis bawah. Huruf
pertama diawali dengan huruf besar yang menunjukkan nama genus. %edangkan
kata kedua seluruhnya ditulis dengan huruf ke"il yang menunjukkan nama spesies
itu sendiri. $ada umumnya setelah nama genus dan spesies itu ditambah dengan
nama penemu spe"ies tersebut untuk menyertakan nama ilmiah ta;on tersebut.
$emberian nama pada akhir jenis tersebut dikenal dengan nama La& of 'riority.
Adapun "ara penulisannya menggunakan huruf kapital yang diikuti tanda
koma ,#- dan tahun publikas pertama yang membahas spesies tersebut.
+ontoh) )pirifer roc"ymontan%s
+li*a gibbosa EN('N%'
!lobigerina b%lloides d,=>&'?N@# 0C23
&ila diperlukan nama sub-genus dapat dituliskan dalam tanda kurung
antara nama genus dan spesies.
+ontoh) Margenella -.ol*arina/ sp.
!orgonia -Rhipidogorgia/ sp.
Albertus Kurniawan P.S.
16 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
*ntuk penamaan sub-spesies yang juga merupakan penamaan trinomial#
nama sub-spesies dituliskan di belakang nama spesies awal yang telah
dipublikasikan sebelumnya.
+ontoh) .e*ella *ella m%tica
'entacrin%s s%bang%laris alas"a
$os -$%bal%s/ b%balis palaeo"eraba% D*&='%
(lasifkasi se"ara filogenetik lebih penting karena urutannya sebagai
bentuk pohon dengan batang yang ber"abang. Dalam tata nama organisme
terdapat C1 satuan ta;onomi. %elanjutnya ada penambahan awalan 9 prefik# yakni
super untuk kelompok sekunder yang lebih besar# dan sub untuk kelompok yang
lebih ke"il.
Dalam Terminology of Types, oleh D. 6. Fri::el ,0D44-# menyebutkan tipe
merupakan konsep genus disebut tipe spesimen# sedangkan tipe genus untuk dasar
konsep famili disebut tipe genus# untuk genus dan sub-genus. /ipe famili diberi
akhiran idea atau iane. !enosyntipe/tipe genus yakni genus didasarkan atas
beberapa spesies# tidak satupun yang ditunjukkan sebagai tipe semua spesies#
selama spesies tersebut terseleksi oleh beberapa pengarang sebagai satu spesies 9
!enolectotype. /ipe spesies merupakan tipe utama dari spesimen# bisa sebagai
holotipe, paratipe, sintipe, le"totipe, atau neotipe# yang penting untuk evaluasi
spesies. /ipe spesies juga sebagai tipe kedua yakni hipotipe,topotipe, dan
homeotipe yang pentinmgn untuk perbandingan materi spesies tersebut.
$engertian istilah dalam terminologi )
0. 0ipotipe ) bukti konkrit untuk tingkat validitas yang dilaporkan.
2. 'lastotipe ) berfungsi sama sebagai tipe utama dan tipe kedua.
/ipe dalam kategori spesies# antara lain )
0. 0olotipe ) spesimen tunggal sebagai tipeoleh penulisan suatu spesies.
2. 'aratipe ) suatu spesimen# tambahan untuk holotipe# digunakan oleh penulis
sebagai dasar spesies baru.
4. )initipe ) satu dari beberapa spesimen dalam tingkat yang sama selama
mendasar atas satu spesies tersebut.
Albertus Kurniawan P.S.
17 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
5. Le"totipe ) suatu spesimen terpilih dari satu seri sinitipe# memiliki deskripsi
asli untu digunakan sebagai holotipe.
.. Neotipe ) suatu spesimen terpilih untuk menggantikan holotipe bila tipe
materi awal dari D spesies tersebut hilang atau rusak.
3. Topotipe ) penggambaran dan diskripsi suatu daftar spesimen.
B. 0omeotipe ) suatu spesimen dibandingkan oelh pengamat yang
berkepentingan dengan holotipe# lektotipe# atau tipe materi utama
dari spesies dan ditemukan untuk pengkhususan dengannya.
'stilah-istilah lain sering dijumpai pada penulisan nama suatu spesies dapat
timbul karena kurangnya dokumentasi yang lengkap ataupun spesies yang
dijumpai mempunyai "iri yang agak berbeda dengan spesies asli menurut
penulisan terdahulu# atau juga karena rusak sehingga sangat meragukan dalam
determinasi. *ntuk kasus tersebut dapat dipergunakan istilah berikut )
"f. ,"onfer - disebandingkan 9 disamakan-
Digunakan untuk kesebandingan tetapi penulis masih mempunyai sedikit
keraguan karena individu fosil tersebut terawetkan kurang baik sehingga
terdapat sedikit perbedaan dengan yang asli.
aff. ,affis E mirip-
Ditunjukkan untuk spesies yang mirip dari satu genus yang sama karen
amemiliki hubungan yang sama.
sp. ,spe"ies F spesies-
Ditunjukkan untuk lebih dari satu individu yang hampir sama dengan satu
genus dan nama spesiesnya tidak diketahui dengan pasti.
n.s.p. ,new nouvelle spe"ies F spe"ies baru-
Digunakan oleh penulis pertama yang memperkenalkan spesies tersebut dan
baru dipublikasikan untuk pertama kalinya.
$enggunaan istilah-istilah tersebut di atas dengan singkatan dalam huruf
ke"il yang ditulis tegak# tidak digarisbawahi dan diakhiri dengan titik.
Albertus Kurniawan P.S.
18 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
%elain taksonomi ada pula "abang ilmu yang mirip dengan taksonomi
adalah sistematika. $ada "abang ilmu sistematika ini kegiatannya meliputi
'dentifikasi# (lasifikasi# dan /ata Nama.
$ada (egiatan 'dentifikasi# kita melakukan kegiatan membandingkan
organisme dengan organsime yang sudah ada dengan melihat karakter
yang dimiliki oleh organisme tersebut.
kemudian pada kegiatan (lasifikasi kita akan mengelompokkan organisme
tersebut ke dalam takson-takson seperti 1spesies, gen%s, famili, ordo,
class, di*isi / fil%m1 berdasarkan persamaan dan perbedaan yang ada.
%emua karakter yang berbeda akan dipisahkan dalam takson yang berbeda
sedangkan karakter yang sama akan diletakkan dalam takson yang sama.
o konsep klasifikasi takson adalah)
%emakin tinggi takson maka akan semakin banyak
perbedaan demikian juga sebaliknya
semakin tinggi takson semakin banyak ma"am spesiesnya
demikian juga sebaliknya
%emakin tinggi takson hubungan kekerabatannya semakin
jauh
$ada kegiatan tata na)a kita memberikan nama suatu spesies berdasarkan
karakter yang sudah diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan
menggunakan aturan binomial nomen"lature yang di"etuskan oleh +.
6inaeus. &erikut ini adalah aturannya )
o Nama spesies harus terdiri dari d"a kata
(ata yang digunakan adalah kata latin atau !an%
dilatinkan
(ata pertama adalah ?enusnya ,diawali dengan huruf
kapital-
(ata kedua adalah epiteton spesifikumnya ,tidak diawali
dengan huruf kapital-
+ontohnya perhatikan gambar di bawah ini)
Albertus Kurniawan P.S.
19 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
o Harus di"etak miring atau jika ditulis tegak harus diberi garis
bawah yang dipisah.
"ontoh yang benar ) Gea mays atau 2ea mays
Albertus Kurniawan P.S.
20 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
BAB I?
FILUM 3OELENTERATA
I?.1. DASAR TEORI
Nama Coelenterata berasal dari bahasa @unani# yaitu coelos yang berarti
rongga dan enteron yang berarti usus sehingga "oelenterata berarti hewan yang
memiliki rongga. >ongga pada +oelenterata tersebut digunakan sebagai ususnya
dan sebuah mulut sebagai alat untuk menelan mangsanya# serta tentakel sebagai
alat penangkap mangsanya. +oelenterata merupakan golongan hewan diploblastik
yaitu mempunyai jaringan ektoderm dan endoderm serta mempunyai simetri
radial. adi# bila dibandingkan dengan $orifera# +oelenterata jauh lebih kompleks.
Hewan ini merupakan salah satu binatang karang dan termasuk dalam anggota
+oelenterata. (ebanyakan +oelenterata hidup di air laut# tetapi ada juga yang
hidup di air tawar. +oelenterata hidupnya bisa se"ara berkoloni maupun soliter
,menyendiri-. /ubuh +oelenterata umumnya melekat pada dasar perairan.
Anggota dari phylum +oelenterata adalah 0ydra# ubur-ubur# anemon laut#
dan koral. Hewan dari phylum +oelenterata digolongkan kedalam hewan
diploblastik dan bersimetri tubuh radial. +nidaria memiliki jumlah sekitar 01.111
spesies yang sebagian besar hidup di perairan laut. +nidaria dikenal juga sebagai
hewan +oelenterata. %pesies anggota phylum +oelenterata tubuhnya dikelilingi
oleh lengan-lengan halus yang disebut tentakel dan dalam tentakel ini terdapat
nematokist. Nematokist mengandung ra"un yang berguna untuk melumpuhkan
mangsanya. $hylum +oelenterata memiliki "iri khas# yaitu sebagai organisme#
yang selama hidupnya mengalami dua bentuk kehidupan ,dimorfis-. &entuk hidup
tersebut# yaitu polip dan medusa. $olip adalah bentuk hidup +oelenterata yang
menempel pada dasar perairan# sedangkan medusa adalah bentuk hidup
+oelenterata yang bergerak melayang bebas di perairan. >eproduksi pada $hylum
+oelenterata dapat dilakukan se"ara vegetatif dan generatif. $olip merupakan
bentuk perkembangbiakan +oelenterata se"aravegetatif dan medusa adalah bentuk
perkembangbiakan +oelenterata se"ara generatif yang menghasilkan sperma dan
sel telur.
Albertus Kurniawan P.S.
21 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ga)&a( 4.1. U&"(="&"( -Hydra2
&ila kita memotong seekor 0ydra dari kepala sampai pangkal# maka
hewan ini tidak mempunyai permukaan dorsal dan permukaan ventral# maupun
sisi kanan dan sisi kiri sehingga akan menampakkan tubuhnya yang simetris
radial. /ubuhnya tersusun dari dua lapisan kulit ,diplobasti"-# yaitu ektoderm dan
endoderm. 'ngatlah ektoderm sebagai lapisan luar ,epidermis- untuk melindungi
endoderm sedangkan endoderm sebagai lapisan dalam ,gastrodermis- untuk
pen"ernaan. Di antara kedua lapisan ini terdapat rongga yang berisi bahan seperti
jeli# yaitu :at gelatin yang dinamakan mesoglea dan pada lapisan ini terdapat sel-
sel saraf yang letaknya tersebar dan karena tidak mempunyai kepala# maka tidak
memiliki pusat susunan saraf pusat.
=leh beberapa ahli# mesoglea dianggap sebagai lapisan ketiga. ika ada
makanan maka bagian tubuh yang dekat makanan akan masuk melalui lubang
,mulut- dan masuk ke rongga dalam yang disebut rongga gastro*as"%lar dan di
dalam rongga ini proses pen"ernaan makanan terjadi.
a/ #ase 'olip Coelenterata
Daur hidup +oelenterata mengalami fase polip dan fase med%sa. $ada fase polip
hidup +oelenterata menempel di batuan perairan. /erlihat pada ?ambar 5.2. ,a-
bentuknya seperti silinder dengan ujung yang satu terdapat mulut yang dikelilingi
tentakel dan ujung lain buntu untuk melekatkan diri. $olip ini umumnya hidup
Albertus Kurniawan P.S.
22 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
se"ara soliter atau menyendiri# tetapi ada pula yang membentuk koloni# karena dia
melekat jadi tidak dapat bergerak bebas. $olip yang membentuk koloni
mempunyai beberapa ma"am bentuk menurut fungsinya# yaitu polip untuk makan
yang disebut gasto3oid. $olip yang digunakan untuk pembiakan dengan
menghasilkan medusa disebut gono3oid dan polip untuk pertahanan. (oloni dari
beberapa bentuk polip disebut polimorfisme.
b/ #ase Med%sa Coelenterata
$ada fase medusa# +oelenterata hidup melayang-layang di perairan.
&entuk tubuh +oelenterata tampak seperti paying 9 lon"eng dengan tantakel pada
bagian tepi yang melingkar# tampak transparan# dan berenang bebas. Di bagian
tengah permukaan bawahnya terdapat mulut. &entuk tubuh lain +oelenterata
seperti bunga mawar dan mendapat julukan Hmawar laut8.
F"n%si da(i )ed"sa adalah untuk berkembang biak +oelenterata se"ara
seksual# jadi pada fase medusa ini akan menghasilkan sperma dan ovum. /idak
semua +oelenterata mempunyai bentuk polip dan medusa# ada yang hanya
mempunyai bentuk polip saja.
Ga)&a( 4.2. -a2 Bent"k ,#li, -&2 Med"sa
Albertus Kurniawan P.S.
23 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
*ntuk memperbanyak diri# +oelenterata berkembang biak se"ara aseksual
dengan membentuk kun"up 9 tunas yang menempel pada hewan induknya# yaitu
pada kakinya dan akan membesar sehingga terbentuk tentakel kemudian terlepas
sehingga dapat menjadi individu baru. Ada juga +oelenterata yang tetap melekat
pada induknya dan induknya tetap membentuk kun"up yang lain sehingga
terbentuklah koloni.
%elain se"ara aseksual# +oelenterata dapat juga berkembang biak se"ara
seksual# yaitu dengan penyatuan sperma dan sel telur yang akan terbentuk :igot.
%perma yang telah masak dikeluarkan dalam air dan akan berenang menuju ovum.
ika bertemu# terjadilah pembuahan dan :igot yang akan dihasilkan tumbuh
menjadi larva bersilia yang disebut plan%la. Gigot ini dapat berenang
meninggalkan induknya dengan tujuan agar tidak terjadi perebutan makanan. ika
terdapat pada suatu perairan yang "o"ok# maka akan tumbuh membentuk individu
baru.
Ga)&a( 4.. Da"( $id", +#elente(ata
Albertus Kurniawan P.S.
24 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
*bur-ubur salah satu anggota filum +oelenterata sering dimanfaatkan oleh
orang epang untuk bahan makanan dan sebagai bahan kosmetik. +oelenterata ada
yang membentuk karang yang bentuknya bervariasi dan sangat indah sehingga
dapat dimanfaatkan sebagai objek yang berkaitan dengan pariwisata yang
dibentuk dari jenis hewan Antho:oa. Ada juga +oelenterata yang membentuk
rangka dari :at tanduk yang sering dikenal sebagai akar bahar ,4%ple(a%ra
antipathes- yang kerangkanya dapat digunakan sebagai gelang dari jenis
Antho:oa.
+oelenterata terutama kelas Antho:oa yaitu koral atau karang merupakan
komponen utama pembentuk ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu
karang merupakan tempat hidup beragam jenis hewan dan ganggang.
(eanekaragaman organisme terumbu karang yang paling tingg terdapat di Asia
/enggara# dari Filipina dan 'ndonesia hingga ?reat &arier >eef di Australia. Dua
puluh lima persen ikan yang dikonsumsi manusia juga hidup pada ekosistem ini.
%elain itu# terumbu karang sanga indah sehingga dapat di jadikan objek wisata.
(arang di pantai sangat bermanfaat sebagai penahan ombak untuk men"engah
pengikisan pantai
Ga)&a( 4.4. Be&e(a,a $e8an 3#elente(ata
Albertus Kurniawan P.S.
25 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
I?.1.1. KLAS 'YDRO@OA
Hydro:oa berasal dari kata hydra# artinya hewan yang bentuknya seperti
ular. *mumnya hidup soliter atau berkoloni. %oliter berbentuk polip dan yang
berkoloni berbentuk polip dan medusa.
Hydro:oa hidupnya ada yang soliter ,terpisah- dan ada yang berkoloni
,berkelompok-. Hydro:oa yang soliter mempunyai bentuk polip# sedangkan
yang berkoloni dengan bentuk polip dominan dan beberapa jenis membentuk
medusa.
Dominan hidup di laut dengan kantong perut tidak terbagi ,satu-. !ulut
dikelilingi tentakel# tetapi bagian dasarnya tidak memiliki gullet. (eturunannya
sebagai perubahan antara polyp dan medusa. Diameter 2-3 mm. hidup di
kedalaman C111 meter. %ebagian besar hydro:oa mempunyai tubuh keras yang
tersusun oleh :at tanduk atau :at gampingan ,"al"areous-. Hanya beberapa
yang hidup di air tawar# hydro:oa ini tidak mempunyai rangka karena
rangkanya tersusun oleh "al"areous. Hydro:oa hidup pada :aman (ambrium.
I?.1.1.1. O(d# '!d(#ida
!erupakan hydro:oa dengan bentuk polyp yang berkembang baik
hidup dengan soliter maupun koloni. Aalauun begitu ada yng berbentuk
medusa. &entuk luar dari rangkanya berbentuk dendritik dan berkomposisi
:at gampingan.
Fosil tertua dari hydroid berumur kambrium bawah yang ditemukan di
Amerika *tara dan Australia. /empat tinggalnya adalah laut dangkal.
Ga)&a( 4.4. O(d# '!d(#ida
Albertus Kurniawan P.S.
26 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
I?.1.1.2. O(d# Mille,#(ida
!emiliki bentuk tubuh polyp# kadang sering disebut juga dengan
koral. Dikenal sebagai salah satu pembentuk reef ,terumbu-. !emiliki
rangka gampingan. %erta tumbuh ke atas se"ara vertikal. &entuk polypnya
berma"am-ma"am dan mempunyai fungsi sendiri# yaitu gastro:oid ,polyp
pemakan- dan da"tylo:oid ,polyp pelindung-. Hidup di daerah dengan iklim
tropis dan berada dilaut dengan kedalaman smapai 41 m. /inggi
pertumbuhan tidak lebih dari 1#. m serta tersusun oleh rangka bersifat
gampingan. Diperkirakan mun"ul pada :aman trias.
Ga)&a( 4.5. O(d# Mille,#(ida
I?.1.1.. O(d# St!laste(ida
%hro"k I /wenhofel ,0D.2- memasukkan ordo ini menjadi satu
dengan ordo !illeporida. =rdo ini merupakan hydro:oa yang hidup
berkoloni dengan bentuk tidak teratur atau menyerupai ranting-ranting
pohon. /ubuh tersusun oleh rangka gampingan yang keras. !asing-masing
gastro:oid dihubungkan oleh suatu sistem kanal.
Albertus Kurniawan P.S.
27 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ga)&a( 4.6. O(d# St!laste(ida
I?.1.2. KLAS STROMATOPORIDA
/ubuh tersusun oleh rangka bersifat gampingan yang disebut dengan
"oenosteum. %truktur dalam sama untuk semua jenis# hanya dari ukuran tubuh
yang membedakan.
Hidup berkoloni dihubungkan dengan "oenosteum. /erdapat dua tipe
koloni# yaitu)
'!d(#A#id# merupakan koloni berbentuk masif# pipih atau spheri"al
dengan permukaan atasnya berbuku-buku.
Beat(i+#id# merupakan koloni berbentuk tabung dengan permukaan
undulating ,tidak rata- dengan sebuah sumbu tengah yang berbentuk
tabung pula.
Hidup dilingkungan marine pada dasar laut yang dangkal. %tromaporida
merupakan kehidupan yang telah punah# diperkirakan hidup pada masa
paleo:oikum sampai meso:oikum. /aksonomi dari kelas ini tidak jelas.
I?.1.. KLAS S3'YPO@OA
%"hypo:oa merupakan jenis "oelenterate dengan bentuk medusa. Hidup
se"ara soliter dan berenang. /ubuhnya berbentuk payung. Diameter tubuh
Albertus Kurniawan P.S.
28 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
dapat men"apai lebih dari 2 meter# dengan tentakel men"apai 51 meter. Hidup
pada (ambrium /engah->esen. Fosil dijumpai dalam bentuk "etakan.
?olongan ini oleh para ahli dibagi menjadi empat ordo.
I?.1..1. O(d# Sta"(#)ed"sae
Hidup se"ara menambat dengan mengunakan mulut yang bertangkai
pada dasar laut# terdapat didaerah laut dingin dekat pantai. &entuknya
menyerupai piala , goblet-shaped -# belum ada fosil yang ditemukan.
Ga)&a( 4.7. O(d# Sta"(#)ed"sae
I?.1..2. O(d# 3"&#)ed"sae
&entuk tubuhnya menyerupai bel-kubus# memiliki empat atau lebih
tentakel dengan penyebaran sepanjang laut yang hangat. Fosilnya pertama
kali ditemukan pada batugamping %olenhofen yaitu Med%sina 5%odrata
berumur ura.
Ga)&a( 4.:. O(d# 3"&#)ed"sae
Albertus Kurniawan P.S.
29 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
I?.1... O(d# 3#(#nata
Hidup dilaut dalam# fosilnya ditemukan pada batugamping &avaria
yang berumur ura. +ontoh fosil adalah Comptostroma roddyi.
Ga)&a( 4.;. O(d# 3#(#nata
I?.1..4. O(d# Dis+#)ed"sae
&erbentuk medusa# hidup dengan penyebaran yang sangat luas di laut.
Dikenal dengan ikan ubur-ubur. +ontoh Rhi3ostoma yang hidup sampai
sekarang.
Ga)&a( 4.11. O(d# Dis+#)ed"sae
I?.1.4. KLAS ANT'O@OA
Albertus Kurniawan P.S.
30 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
?olongan ini sebagian besar hidup soliter# selebihnya hidup se"ara
berkoloni. !empunyai bentuk tubuh seperti bunga ,Anthos-# dimana pada
bagian atas tubuhnya terdapat mulut yang dikelilingi tentakel-tentakel.
!ulutnya dihubungkan sampai kebagian dalam tubuhnya dengan gullet. /ubuh
mempunyai eksoskeleton ,/he"a-. $ada the"a terdapat sekat vertikal ,%epta-
dan Horisontal ,/abula-. &erkembang biak dengan dua "ara# yaitu bertunas
,lateral building- atau membelah diri ,"ai"yl building-.
I?.1.4.1. S"&klas O+t#+#(allia
!erupakan golongan yang be"iri khas memiliki C buah tentakel dan C
mesentris. /idak memiliki septa dan koralit-koralit berhubungan satu sama
lain dengan menggunakan saluran-saluran yang berbentuk tabung. +ontoh
T%bipora m%sica - resen /.
I?.1.4.2. S"&kelas @#ant$a(ia
!erupakan koral yang hidup berkoloni maupun soliter# dimana "iri
khasnya adalah septanya bersusun dalam enam siklus. >angkanya selalu
memperlihatkan struktur prismati" menjarum. %ubklas dibagi menjadi
empat ordo )
I?.1.4.2.1. O(d# Pte(#+#(allia -sin. R"%#sa9 Tet(a+#(allia2
$tero"orallia umumnya hidup soliter# walaupun ada yang hidup
se"ara koloni. +iri khas golongan ini memiliki septa yang tersusun
dalam 5 kuadran. =rdo ini juga di"irikan dengan melimpahnya
tabula. &entuk ini kadang-kadang disebut dengan rugosa# sering
disebut juga sebagai koral tanduk ,horn "orals- dan hidup mulai dari
ordovisium bawah serta punah pada :aman perm. +ontoh )
2apherentis.
Albertus Kurniawan P.S.
31 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ga)&a( 4.11. O(d# Pte(#+#(allia
I?.1.4.2.2. O(d# Ta&"lata
?olongan ini hidup pada :aman paleo:oikum yang telah punah.
&entuk tubuhnya di"irikan adanya the"a yang berbentuk tabung#
tabula sangat banyak dan berkembang sangat baik. $ada dindingnya
ditembusi oleh lubang-lubang halus disebut mural pores. +ontoh
#a*osites , =rdovisum &awah E $erm -.
Ga)&a( 4.12. O(d# Ta&"late
I?.1.4.2.. O(d# 'ete(#+#(allia
Albertus Kurniawan P.S.
32 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Hidup dari paleo:oikum sampai meso:oikum dan telah
mengalami kepunahan. (omposisi gampingan# dapat berbentuk
sederhana# ber"abang atau masif. @ang hidup berkoloni dan tidak
mempunyai septa atau tidak berkembang baik.
I?.1.4.2.4. O(d# 3!+l#+#(allia
=rdo ini di"irikan dengan bentuk septa bersiklus enam. Diantara
masing-masing keenam protosepta tumbuh septa ordo kedua
berjumlah enam pula. Diantara protosepta dan septa ketiga terdapat 02
bua# demikian seterusnya.
I?.2. Le)&a( Disk(i,si
/erlampir
BAB ?
Albertus Kurniawan P.S.
33 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
FILUM MOLLUS3A
?.1. DASAR TEORI
!oluska terdiri atas lima klas# yaitu ) Amphineura# %"haphopoda#
$ele"ypoda# ?astropoda# dan +ephalopoda. Dari kelima klas tersebut# hanya
Amphineura yang penggunaan dalam stratigrafi masih sedikit dikarenakan
fosilnya jarang diketemukan# untuk itu klas tersebut tidak akan dibahas.
Ga)&a( 5.1. <enis=*enis /il") M#l"ska
?.1.1. KLAS AMP'INEURA
Albertus Kurniawan P.S.
34 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
%emua anggota kelas Amphineura hidup di laut dan pada umumnya
melekat pada dasar perairan. Hewan ini memiliki "iri tubuhnya berbentuk pipih
memanjang# tidak berkepala# tidak bertentakel# dan pada bagian punggungnya
terdapat "angkang yang tersusun atas beberapa ,biasanya delapan- lempeng
terlapis yang saling tumpang tindih seperti genting. Di dalam mulutnya terdapat
radula. +ontoh kelas Amphineura ialah +hiton.
%istem organ dalam tubuh Amphineura. /erdiri dari )
%istem pen"ernaan
=rgan pen"ernaan dimualai dari mulut yang dilengkapi radula dan gigi E
faring E perut E usus halus E anus. (elenjar pen"ernaannya adalah hati
yang berhubungan dengan perut.
%istem saraf
%ystem saraf berupa "in"in esophagus dan 2 "abang saraf yang disarafi
matel dan daerah kaki. /idak terdapat ganglion yang jelas# tetapi ada sel-
sel ganglion pada "abang saraf.
%istem peredaran darah
%ystem peredaran darah lakunair ,terbuka- terdiri dari jantung# aorta# dan
sebuah sinus. Darah mendapat oksigen dari insang.
%istem ekskresi
Ekskresi dilakukan oleh sepasang ginjal yang bermuara kea rah posterior.
%istem reproduksi
>eproduksi se"ara seksual# yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma.
/erdapat individu jantan dan betina.
Albertus Kurniawan P.S.
35 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ga)&a( 5.2. 3#nt#$ kelas A),$ine"(a 3$it#n
?.1.2. KLAS S3AP'OPODA
(elas %"aphopoda juga dikenal dengan nama siput gading atau siput gigi.
Anggota kelas ini juga dijumpai di laut. +iri khasnya adalah memiliki "angkang
yang berbentuk pipa atau silinder ,tabung- memanjang atau keru"ut dan terbuka di
kedua ujungnya. 'ndividu dewasa hidup terbenam di dalam pasir# ber"angkok
seperti keru"ut atau tanduk. (edua ujung "angkok berlubang. (aki terdapat di
daerah mulut. /ubuhnya diselubungi mantel# "ontoh genusnya adalah Dentali%m
elephanti%m dan Dentali%m *%lgare.
Ga)&a( 5.2. 3#nt#$ #(d# Dentaliida
?.1.. KLAS PELE3YPODA
Albertus Kurniawan P.S.
36 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
(ata $ele"ypoda berasal dari bahasa @unani# yaitu pele"ys 9 kapak ke"il
dan po%s kaki yang berarti binatang berkaki mirip kapak. Disebut juga
Lamellibranchia yang berarti lempeng ke"il# mempunyai insang# test dari kulit
kerang 9 bi*al*e yang sama besar dan terrbentuk dari :at gampingan. Dimana
kedua valve ini dihubungkan dengan system engsel yang terdiri dari gigi dan
soket. $ada bagian dalam test dilapisi oleh membran yang tipis# di mana kearah
posterior kulit mantel dapat membentuk saluran-saluran.
%aluran-saluran tersebut dapat tergantung menjadi tabung besar# yaitu
Inc%rrent siphon# yang merupakan saluran memasukkan air J =
2
J makanan# dan
4(c%rrent siphon# yang merupakan saluran pengeluaran air dan kotoran.
Hewan ini mulai mun"ul pada :aman =rdovisium &awah sampai >esen.
$ada umumnya pele"ypoda yang hidup di lumpur mempunyai siphon yang lebih
besar dibandingkan dengan hidupnya di laut.
$ele"ypoda memiliki alat untuk bergerak yang disebut dengan foot. $osisi
foot pada bagian antero*entral# yaitu bagian dalam pada *entralnya. #oot ini
berfungsi untuk berpindah tempat dan menggali. $ele"ypoda juga mempunyai
bagian yang lunak yang disebut dengan mooth 9 mulut# esophag%s 9 usus#
stomach 9 lambung# intestine 9 saluran lambung# an%s 9 lubang pembuangan.
&agian "angkang dari $ele""ypoda berupa bicon*e(# tersusun oleh unsure
gampingan yang dihubungkan dengan dorsal hinge line. (edua *al*e tersebut
terbagi atas right *al*e dan left *al*e. &agian "angkang yang tumbuh pertama kali
disebut bea"# sedangkan bagian yang tumbuh berikutnya adalah %mbo. &agian
atas atau yang terdapat hinge line disebut dorsal# sedang bagian bawah disebut
anterior# bagian lain disebut posterior.
+ara untuk menentukan dan membedakan bagian anterior dan posterior# yaitu)
0. Dilihat m%scle scarnya# jika besar berarti posterior# sedang yang ke"il disebut
anterior.
2. ika m%scle scarnya sama besar# apabila ditemukan pallial sin%s nya maka
bagian itu anterior.
Albertus Kurniawan P.S.
37 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
4. ika Monomyaria 9 satu m%scle scar# bila ditemukan m%scle scar maka bagian
itu adalah posterior.
5. Dengan melihat esc%tcheonya# bagian yang ditemukan adanya lekuk 9 l%n%le
disebut anterior# sedang bagian esc%tcheon adalah posterior.
'allial line 9 garis mantel adalah garis yang merupakan bekas dari tempat
melekatnya pele"ypoda# m%scle scar berfungsi untuk menutup *al*e. *ntuk
membuka *al*e digunakan ligament# yaitu pita yang elastis yang terbuat dari
konsiolin. %edang jika tidak mempunyai ligament# digunakan resili%m# yaitu
aliran yang terletak pada bidang segitiga 9 resilifer.
(lasifikasi $ele"ypoda didasarkan pada bagian tubuh tertentu# yaitu
insang# susunan giginya# dan otot penutup kelopaknya. (lasifikasi berdasarkan
struktur insangnya biasa dipakai oleh ahli biologi dan terutama berguna bagi
penyelidikan $ele"ypoda :aman sekarang. %edangkan klasifikasi berdasarkan
susunan gigi pada engsel dianggap penting sekali bagi paleontology karena biasa
diperiksa serta diamati pada fosil-fosilnya. (emungkinan gigi-gigi ini mulai
tumbuh tidak rata pada tepi dorsal "angkang dengan tujuan men"egah pergesekan
kedua kelopak. &entuk geligi yang sederhana sudah dijumpai pada :aman
=rdovisium. %egera setelah itu terjadi evolusi gigi menjadi dua susun.
Albertus Kurniawan P.S.
38 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
PERBEDAAN ANTARA BRA3'IOPODA DENGAN PELE3YPODA
B(a+$i#,#da Pele+!,#da
'neKuivalen EKuivalen
Lalvenya disebut ventral valve dan
dorsal valve
Lalvenya disebut valve kiri dan valve
kanan
Lalve kiri valve kanan
EKuilateral ,simetris- 'neKuilateral ,asimetris-
!empunyai pedi"le /idak mempunyai pedi"le
?igi terdapat pada so"ket pada dorsal
valve
?igi terdapat pada so"ket di kedua valve
atau kedua sistem lekukan
Ga)&a( 5.. Pe(&edaan anta(a B(a+$i#,#da den%an Pele+!,#da
?.1..1. SUBKLAS PALEOTABODONTA
Albertus Kurniawan P.S.
39 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
!erupakan pele"ypoda dengan hinge line berupa ta;odont yang
sederhana ,"tenodont-. Hidup sebagai infaunal dan epifaunal. +ontoh
genus ) N%c%la dan 6oldia.
Ga)&a( 5.4. Gen"s Nucula
?.1..2. SUBKLAS 3RYPTODONTA
+ryptodonta di"irikan dengan hinge line yang tidak bergigi#
dengan ukuran ke"il dan tipis. Hidup pada $aleo:oikum. +ontoh genus
Cryptodonta.
Ga)&a( 5.5. Gen"s Cryptodonta
?.1... SUBKLAS PTERIOMORP'IA
@ang termasuk dalam subklas sini antara lain adalah ordo Ar"oida#
$terioida# =steroida# dan !ytiloida. +ara hidup bervariasi# ada yang hidup
di permukaan substrat dan ada yang membuat lobang sampai substrat yang
keras.
?.1...1. ORDO AR3OIDA
Albertus Kurniawan P.S.
40 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Di"irikan dengan gigi pada engsel yang berjumlah banyak
,taksodonta-. @ang termasuk dalam ordo ini adalah ?ly"ymerididae dan
Ar"idae. +ontoh genus !lycymeris dan Arca.
Ga)&a( 5.6. Gen"s Glycymeris Ga)&a( 5.7. Gen"s Arca
?.1...2. ORDO PTERIOIDA
Di"irikan dengan bentuk shell agak pipih# ineKuivalve# dan
asimetri. !us"le s"ar mun"ul satu atau dua tidak sama besar
,Anisomyaria-. !asuk dalam ordo ini antara lain 'teria, Malle%s,dan
'%ma.
Ga)&a( 5.:. O(d# Pte(i#ida
?.1.... ORDO OSTREOIDA
Albertus Kurniawan P.S.
41 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Di"irikan dengan bentuk shell tidak beraturan# bisa eKuivalve dan
ineKuivalve. !us"le s"ar mun"ul satu berada di tengah shell. @ang
termasuk dalam ordo ini antara lain !ryphaea, 'ecten, dan +strea.
Ga)&a( 5.;. Gen"s Gryphaea
Ga)&a( 5.11. Gen"s Pecten
Ga)&a( 5.11. Gen"s Ostrea
?.1..4. SUBKLAS 'ETERODONTA
Albertus Kurniawan P.S.
42 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
%ubklas ini di"irikan dengan engsel ,hinge line- tersusun oleh gigi
berstruktur heterodonta. Hidupnya berenang bebas. /erbagi dalam dua ordo#
yaitu Leneroida dan !yoida.

Ga)&a( 5.12. O(d# ?ene(#ida Ga)&a( 5.1. O(d# M!#ida
?.1..5. SUBKLAS AMOMALODESMATA
!erupakan kelompok ke"il yang memiliki mus"le s"ar sama besar
,'somyaria-. Engsel tebal dan tidak melengkung# tetapi tidak ada gigi engsel.
@ang termasuk dalam kelompok ini antara lain !oniomya dan 'le%romya.
Ga)&a( 5.14. Gen"s Goniomya
Ga)&a( 5.15. Gen"s Pleuromya
?.1.4. KLAS GASTROPODA
Albertus Kurniawan P.S.
43 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
&erasal dari kata gastro yang berarti perut dan podos yang berarti kaki.
(las ini merupakan yang tyerbesar dari filum !olus"a# spe"ies yang telah
memfosil men"apai lebih dari 05.111 spesies# sedangkan spesies yang hidup pada
masa kini jauh lebih besar lagi. ?olongan ini men"akup golongan siput# baik yang
membuat "angkang maupun yang tidak ,siput telanjang F sl%g-.
/ubuh lunak dari ?astropoda terdiri atas tiga bagian# yaitu kepala# kaki#
dan alat pen"ernaan. &agian vital ini dilindungi oleh sema"am selubung atau
mantel berupa membran yang tipis. !embran tersebut memanjang membentuk
siphon yang berfungsi sebagai alat untuk memasukkasn air dan mengeluarkan
kotoran. *ntuk yang memiliki perkembangan yang baik# pada bagian kepala
dilengkapi dengan mulut# sepasang mata di ujung belalai# alat pengunyah yang
disebut rongga mantel. Di dalam rongga mantel didapat sepasang insang#
khususnya yang hidup di lingkungan air# sednagkan yang hidup di darat rongga
mantel berfungsi sebagai paru-paru. %elain itu juga mempunyai sepasang tentakel
sebagai alat sensor. Di bagian mulut# dijumpai radula dengan deretan gigi-gigi.
$ada beberapa ?astropoda juga dijumpai adanya rahang pada bagian dorsal 9
bawah. Adanya rad%la dengan sederetan giginya merupakan organ yang berfungsi
untuk membasahi dan memegang. (aki pada ?astropoda lebih berfungsi untuk
merayap terletak pada bagian bawah tubuh# memanjang dari kepala sampai
belakang. $ada beberapa gastropoda# kakinya dapat berfungsi untuk berenang.
%elain dari organ-organ tersebut di atas# ?astropoda juga dilengkapi dengan hati#
alat-alat pen"ernaan dan beberapa organ penting liannya. ?astropoda merupakan
binatang yang memiliki kelengkapan organ hidup yang hampir lengkap. &egitu
juga dengan alat perkembangbiakannya.
&entuk lengkap "angkang dari ?astropoda berupa satu "angkang yang
terpilin memanjang di dalam satu garis sumbu yang terdiri dari :at gampingan.
+angkang gastropoda pada bagian awal disebut dengan n%clear &horsl. N%clear
&horsl biasanya pada permukaannya mulus 9 smooth. $erkembangan "angkang di
bawah n%clear &horsl disebut dengan &horls. &atas antara &horls disebut dengan
s%t%re. Apabila &horls berkembang sampai akhir# maka sekumpulan &horls
disebut dengan spire. $ada putaran terakhir akan dijumpai adanya lubang yang
disebut dengan apert%re# yang pada beberapa jenis ?astropoda dilengkapi dengan
Albertus Kurniawan P.S.
44 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
plat penutup yang disebut dengan operc%l%m. 6ubang yang berada pada sumbu
perputaran &horls disebut dengan %mbilic%s.
&entuk "angkang ?astropoda bila dilihat dari arah atas# mempunyai 2
kenampakan# yaitu)
a. De(tral ) putaran test searah jarum jam.
b. )inistral ) putaran test berlawanan arah jarum jam.
%edangkan bila dilihat dari samping# terdapat 2 ma"am putaran# yaitu)
a. $utaran tinggi ) jika putaran lebih ke"il dari 41
o
.
b. $utaran rendah ) jika putaran lebih besar dari 41
o
.
enis putaran lainnya adalah in*ol%t# jika putaran yang terakhir menutupi
putaran sebelumnya 9 seluruhnya# dan e*ol%t# jika semua putaran nampak 9
terlihat.
%ejak mun"ul pada :aman (ambrium# ?astropoda telah beradaptasi pada
berbagai ma"am lingkungan# mulai dari lingkungan darat# air tawar di sungai#
danau# maupun laut. %e"ara umum apabila dijumpai fosil ?astropoda dalam
jumlah yang melimpah menunjukan bahwa lingkungan yang berair dangkal#
hangat# terang# dan energi arus yang tidak terlalu tinggi. *ntuk golongan yang
hidup di laut dangkal yang hampir jenuh dengan senyawa karbonat biasanya akan
mempunyai ukuran "angkang yang relative besar# dinding "angkang yang tebal
serta mempunyai hiasan yang kompleks. %edangkan golongan yang berdinding
tipis dengan hiasan sederhana atau bahkan tanpa hiasan sama sekali menunjukan
lingkungan perairan yang tidak jenuh karbonat# yaitu lingkungan air tawar atau
sebaliknya lingkungan laut yang dalam.
Albertus Kurniawan P.S.
45 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ga)&a( 5.16. Klasi/ikasi Klas Gast(#,#da
Albertus Kurniawan P.S.
46 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ga)&a( 5.17. Klas Gast(#,#da &ese(ta &a%ian=&a%ian st("kt"( t"&"n!a.
Albertus Kurniawan P.S.
47 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
?.1.4.1. SUBKLAS ORT'OGASTROPODA
!erupakan subklas terbesar dalam ?astropoda. /eridsi atas tiga
superordo yaitu Lestigastropoda# +aenogastropoda# dan Heterobran"hia.
+ontoh genus dari subklas =rthogastropoda adalah Marginella, Natica, dan
T%rritella.
Ga)&a( 5.1:. Gen"s Marginella
Ga)&a( 5.1;. Gen"s Natica
Ga)&a( 5.21. Gen"s Turritella
Albertus Kurniawan P.S.
48 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
?.1.4.2. SUBKLAS OPIST'OBRAN3'IA
Di"irikan dengan bentuk shell masif dan mempunyai oper"ulum.
?astropoda ini hidup di dalam laut dalam. !empunyai lima ordo
+ephalispidea# %a"logossa# Anaspidea# Notaspidea# dan Nudibran"hia.
Ga)&a( 5.21. O(d# 3e,$alis,idea Ga)&a( 5.22. O(d# Sa+l#%#ssa
Ga)&a( 5.2. O(d# Anas,idea Ga)&a( 5.24. O(d# N#tas,idea
Ga)&a( 5.25. O(d# N"di&(an+$ia
Albertus Kurniawan P.S.
49 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
?.1.4.. SUBKLAS PULMONATA
!erupakan ?astropoda yang sebagian besar hidup di darat. Hanya
terdapat dua ordo yaitu &asomathopora dan %tylommatophora.
Ga)&a( 5.26. O(d# Bas#)at$#,#(a Ga)&a( 5.27. O(d# St!l#))at#,$#(a
?.1.5. KLAS 3EP'ALOPODA
+ephalopoda berasal dari kata cephalon yang berarti kepala# dan podos
yang berarti kaki. ?olongan ini men"akup golongan "umi-"umi# gurita# nautilus#
dan ammonid yang merupakan golongan yang paling maju dan paling kompleks
dari filum !oluska. $ada umumnya memiliki bentuk tubuh simetri bilateral
dengan kepala yang dilengkapi mahkota berupa tentakel# yang dilengkapi dengan
organ penghisap air. +ephalopoda juga dilengkapi dengan mata yang hampir
berfungsi seperti pada binatang vertebrata# juga organ pendengaran yang "ukup
baik. $ada bagian mulut sudah dilengkapi dengan rahang dan gigi. /ubuh lunak
ini terletak pada rahang terakhir. %uatu batang ke"il memanjang yang terbungkus
oleh tabung gampingan memanjang kea rah dalam menembus septa. %aluran ini
disebut sebagai siph%ncle yang berfungsi sebagai penyalur gas ke kamar-kamar
yang tidak ditempati tubuh sebagai sarana untuk pengambangan.
%elain mempunyai tubuh yang lunak# +ephalopoda umumya mempunyai
"angkang. +angkang pada +ephalopoda berupa satu keru"ut 9 "one# yaitu pada
bagian awal ke"il dan tertutup kemudian membesar dan tertutup pada bagian
akhir. $ada bagian awal dari "angkang disebut dengan protoconch. Aalaupun
berbentuk keru"ut# "angkang pada +ephalopoda juga dapat lurus# melengkung
maupun terputar dan juga planispiral. &entuk "angkang yang paling sederhan
adalah keru"ut lurus yang disebut juga dengan orthoceracone. Apabila bentuk
Albertus Kurniawan P.S.
50 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
"angkangnya menyerupai kurva disebut cyrtocercone. %elain itu "angkang dapat
juga terputar# apabila putaran "angkang tidak saling bersinggungan disebut
dengan tarphyceracone. Apabila di antara "angkang yang terputar masih
memperlihatkan putaran awal disebut dengan dactylioceracone. $ada sebagian
besar Ammonoid# "angkangnya sering terputar dan menutupi sebagian dari
putaran sebelumnya yang disebut con*ol%te# dan juga menutupi semuanya
sehingga hanya kamar terakhir yang terlihat disebut dengan in*ol%te. (ondisi
in*ol%te dan con*ol%te disebut dengan na%tilicone 9 con*ol%te dan
ammoniticone 9 in*ol%te. (adang juga dijumpai bentuk putar meninggi disebut
dengan trochoceracone dan apabila bersinggungan disebut t%rriliticone.
*ntuk menentukan posisi dari "angkang digunakan letak dari hyponomic
sin%s yang terletak pada bagian apert%re# yaitu tempat saluran hyponome 9 lubang
pernapasan. $ada bagian yang terdapat hyponome sin%s adalah bagian *entral
sedangkan sebaliknya adalah dorsal. Apabila bagian *entral terletak di sisi dalam
bagianm putaran disebut "angkang endogastric# jika sebaliknya disebut dengan
e(ogastric. $ermukaan "angkang pada "ephalopoda biasanya smooth dan hanya
dihiasi oleh gro&th lines. $ada ammonid biasanya dijumpai dua katub untuk
menutup aperture# apabila tubuh lunak masuk ke dalam kamar. (atub tersebut
dikenal dengan anaptych%s. ?aris potong antara septa dengan dinding luar disebut
dengan s%t%r. )%t%r ini biasanya terlihat jelas mempunyai konfigurasi mulai dari
meliuk sederhana 9 nautiloid sampai bentuk perliukan yang sangat komplek 9
ammonitic. $ola-pola sutur ini memberi tanda pengenalan untuk berbagai general
dan spesies dari "ephalopoda yang berangka luar. +angkang "ephalopoda hanya
sebuah# umumnya terputar mirip ?astropoda dan disekat-sekat oleh septa.
$erbedaan utamanya adalah bahwa kebanyakan +ephalopoda "angkangnya
terputar pada satu bidang 9 planispiral sedangkan pada ?astropoda putarannya
bersifat trochospiral 9 tidak sebidang dan helicoids 9 "epat membesar. $erbedaan
lain yang lebih penting adalah bahwa rongga pada +ephalopoda terbagi menjadi
camerae 9 kamar oleh septa yang menyilang rongga tersebut.
%ampai saat ini ada ssekitar 311 genus dengan lebih dari 01.111 spesies
dari +ephalopoda yang telah dikenal. Fosil tertua ditemukan pada batuan berumur
(ambrium Atas. Ada dua periode perkembangan besar# pertama pada
Albertus Kurniawan P.S.
51 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
$aleo:oikum Awal ,(ambrium-%ilur-# yaitu pada saat Nautiloid berada pada
pun"ak kehidupan. %edangkan periode yang kedua adalah pada meso:oikum
dimana Ammonid sebagai kelompok yang dominant. +ephalopoda merupakan
binatang yang hidup di laut# ini terlihat pada batuan dimana dia ditemukan yang
merupakan fasies laut.
?.1.5.1. O(d# Tet(a&(an+$iata
/etrabran"hiata meliputi jumlah spesies yang sangat banyak#
diantaranya telah menjadi fosil ,kelompok nautiloid dan ammonoids- yang
hidup pada :aman !eso:oik ,31 juta tahun yang lalu-. +ontoh yang
mewakili dari nautiloids adalah genus Na%til%s yang dapat dijumpai di
lautan pasifik dan lautan 'ndonesia.
/etrabran"hiata memiliki "angkang luar dari kapur yang membelit
dan memiliki beberapa lengan. Hewan ini mempunyai dua pasang
insangserta dua pasang nefridia dan tidak mempunyai kromatofora dan
kantung tinta. %alah satu famili dari ordo tetrabran"hiata adalah famili
nautilida< "ontohnya Na%til%s pompili%s.
Ga)&a( 5.2:. S,esies Nautilus pompilius
?.1.5.2. O(d# Di&(an+$iata
Dibran"hiata memiliki "angkang dalam atau tidak sama sekali
dengan lengn lebih sedikit dibandingkan tetrabran"hiata. Hewan ini
mempunyai kantung tinta# sepasang insang# sepasang nefrida# serta memiliki
kromatofora.
Albertus Kurniawan P.S.
52 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
=rdo dibran"hiata dibagi menjadi 2 sub-ordo yaitu)
a. %ubordo de"apoda# "ontoh) Loligo pealeii dan )epia officinalis.
Ga)&a( 5.2;. S,esies Loligo pealeii Ga)&a( 5.1. S,esies epia o!!icinalis
b. %ubordo o"tapoda< sebagian besar tak memiliki "angkang ke"uali
genus Argona%ta. +ontoh o"tapoda antara lain Argona%ta argo#
+ctop%s *%lgaris, dan +ctop%s bairdi.
Ga)&a( 5.1. S,esies Argonauta argo Ga)&a( 5.2. S,esies Octopus "ulgaris
Ga)&a( 5.2. S,esies Octopus #airdi
?I.5. Le)&a( Disk(i,si
/erlampir
Albertus Kurniawan P.S.
53 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
BAB ?I
FILUM ART'ROPODA
Albertus Kurniawan P.S.
54 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
?I.1. DASAR TEORI
Arthropoda merupakan filum dengan jumlah spesies yang sangat besar.
Dari hampir 0 juta spesies yang pernah dijumpai# B. M di antaranya masih hidup
sampai sekarang. Dan dari jumlah tersebut# D1 M di antaranya berada pada klas
insekta. Arthropoda diduga mun"ul pertama kali pada :aman (ambrium# yaitu
dari kelompok /rilobit.
Arthropoda merupakan binatang yang berhasil menyesuaikan diri pada
berma"am-ma"am lingkungan# mulai lingkungan air# darat# maupun udara.
%ebagian besar mempunyai tubuh dengan rangka luar yang tersusun oleh :at
khitinan# sedangkan pada sebagian lagi tersusun oleh kalsium karbonat. Aalaupun
jumlahnya banyak# namun yang terawetkan dalam bentuk fosil sangat sedikit.
$engawetan sangat sukar terjadi# terutama bagi golongan yang hidup di darat.
&eberapa fosil insekta yang bagus ditemukan dalam pengawetan pada getah yang
mengeras 9 amber. Namun jumlah fosil yang seperti ini sangatlah sedikit. Dari
sekian banyak anggota Arthropoda# hanya 4 golongan yang "ukup banyak
terawetkan dalam bentu fosil# yaitu /rilobita# =strakoda dan &alanus.
%e"ara harafiah# Arthropoda disebut sebagai hewan dengan bentuk tubuh
bersegmen. %e"ara umum# bagian tubuhnya dibagi menjadi 4 bagian# yaitu
cephalon 9 kepala# thora( 9 dada# dan abdomen 9 perut 9 pygidium. $ada bagian
kepala dan dada terkadang dijumpai menjadi satu yang kemudian disebut dengan
cephalo thora( atau prosoma. /ubuh Arthropoda sendiri tersusun atas segmen-
segmen yang disebut somites. $ada beberapa segmen dari tubuhnya# ada yang
bentuknya memanjang# disebut appendages. %etiap segmen tubuhnya tersusun
oleh dorsal plate 9 tergite dan *entral plate 9 sternite. *kuran tubuhnya sangat
bervariasi# ada yang kurang dari 1#2. mm ,insekta- sampai 4#. m ,/rilobit-.
$enentuan klasifikasi didasarkan atas ) 0- sifat ruas tubuhnya# 2- struktur
dan jumlah kaki# 4- sifat dan posisi alat pernapasan. &erdasarkan pembagian
tersebut dikelompokkan menjadi )
a. (las +rusta"ea
b. (las Ara"hnoidea
". (las /rilobita
d. (las +hilopoda
Albertus Kurniawan P.S.
55 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
e. (las Diplopoda
f. (las %ymphyla
g. (las 'nse"ta
?I.1.1. KLAS 3RUSTA3EA
!erupakan kelompok kepiting# udang dan balanus. &entuk tubuh
dari "rusta"ean di"irikan dengan adanya bagian tubuh yang keras tersusun oleh :at
+$itin9 +al+a(e#"s +$itin#"s ata" +al+a(e#"s eC#skelet#n.
Ga)&a( 6.1. Klas 3("sta+ea
Appendagesnya termodifikasi menjadi beberapa bentuk dengan fungsi
yang berlainan. &agian pertama disebut dengan antenn"les masing-masing
tersusun oleh dua 8$i,like ,seperti "ambuk-. &agian yang kedua disebut
antennae# memanjang berupa whiplike. &aik# antennules maupun antennae
berfungsi sebagai alat sensor. &agian ketiga tersusun oleh gigi-gigi yang kuat
Albertus Kurniawan P.S.
56 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
disebut dengan )andi&les. &agian keempat juga tersusun oleh gigi yang kuat
berfungsi untuk menghan"urkan makanan yang disebut )aCillae. %emua bagian
ini terdapat di kepala ,"ephalo-.
$ada bagian t$#(aC -dada2 terdapat C segmen. &agian pertama tersusun
oleh 4 segmen yang disebut dengan )aCili,eds# yang berfungsi untuk
menghan"urkan makanan. (emudian . bagian berikutnya disebut dengan 8alkin%
le%s# berfungsi untuk berjalan. %alah satu dari walking legs dilengkapi dengan
sapit atau "laws yang disebut dengan +$ela. &agian dada dan kepala biasanya
menjadi satu disebut dengan "ephalo-thora;.
$ada bagian abdomen biasanya disusun oleh 5-3 ruas yang tidak
dilengkapi appendages. $ada ujung dari abdomen terdapat ruas yang berfungsi
sebagai ekor.
(las +rusta"ea dikelompokkan menjadi . subklas# yaitu ) a- %ubklas
&ran"hiopoda# b- %ubklas =stra"oda# "- %ubklas +opepoda# d- %ubklas +irripedia
dan e- %ubklas !ala"ostra"a. Dua subklas yang "ukup penting di dalam stratigrafi
adalah )
?I.1.1.1. S"&klas Ost(a+#da
&erukuran ke"il# berbentuk lensa# tersusun oleh dua "angkang#
pembagian ruas tubuhnya tidak jelas. Dalam pengamatan biasanya di gunakan
mikroskop karena ukuran tubuhnya berkisar 0-21 mm.
Ga)&a( 6.2. S"&klas Ost(a+#da
?I.1.1.2. S"&klas 3i((i,edia
Albertus Kurniawan P.S.
57 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Dikenal sebagai barna"le# hidup menambat pada usia dewasa# pada
usia muda berupa larva. /ubuh tersusun oleh "angkang atau lempeng
antara 5-01 buah. +ontoh genus adalah &alanus yang membentuk
batugamping berumur pliosen atas# seperti yang ditemukan di !iri.
Ga)&a( 6.2. S"&klas 3i((i,edia
?I.1.2. KLAS ARA3'NOIDEA
!erupakan kelompok laba-laba# kutu# kalajengking. /erdiri atas 4 ordo#
yaitu ) =rdo Niphosura# =rdo Eurypterida# =rdo Aglaspida. Ara"hnoidea dapat
dijumpai hidup di laut sampai darat. /ubuhnya terdiri dari "ephalothora; dan
abdomen. Alat geraknya ,walking legs- terdapat pada "ephalotora;.
?I.1.2.1. O(d# Bi,$#s"(a
Ara"hnoidea yang hidup di laut berukuran besar. Dikenal juga
dengan sebutan kepiting sepatukuda ,horseshoe "rab-. Niphosura
diperkirakan sudah mun"ul sejak masa $aleo:oikum dan surut pada
!eso:oikum. %aat ini yang masih hidup tinggal genus Lim%l%s.
Albertus Kurniawan P.S.
58 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ga)&a( 6.2. 3#nt#$ %en"s Limulus &e(")"( Resen
?I.1.2.2. O(d# E"(!,te(ida
/ubuh ditutupi lapisan kitin. /ubuh terbagi atas tiga bagian# yaitu )
prosoma# mesosoma dan metasoma.
$rosoma disusun oleh 3 ruas yang pertama ditutupi oleh perisai
,"arapa"e- berfungsi seperti kepala. $ada bagian dorsal# "arapa"e tersusun
oleh sepasang mata ,o"ellus- dan dua mata lateral berbentuk bulan sabit.
$ada bagian ventral terlihat 3 pasang appendages yaitu ) yang ke 0 berupa
"heli"erae# 2-5 digunakan untuk berjalan# yang ke . digunakan untuk
keseimbangan dank e 3 untuk berenang.
$ada perut ,abdomen- terdiri dari 04 ruas dan tidak mempunyai
appendages. >uas ke B-02 adalah mesosoma# ruas ke 04-0C ditambah ekor
,telson- disebut metasoma. &entuk tubuh merun"ing ke arah telson.
Albertus Kurniawan P.S.
59 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ga)&a( 6.. 3#nt#$ %en"s $urypterus
?I.2. Le)&a( Disk(i,si
/erlampir
BAB ?II
Albertus Kurniawan P.S.
60 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
FILUM E3'INODERMATA
?II.1. DASAR TEORI
E"hinodermata berasal dari bahasa @unani# echinos yang berarti duri dan
derma yang berarti kulit# maka E"hinodermata disebut juga binatang yang berkulit
duri. Filum ini men"akup hewan yang hanya hidup di air laut# biasanya
merupakan bentos baik vagille maupun sessile. E"hinodermata mempunyai
rangka luar atau "angkang berbentuk bola# bintang# atau silinder yang terdiri dari
lempeng ke"il. $ada masa hidupnya# "angkang itu diselubungi oleh selaput kulit#
yang kemudian hilang pada proses pemfosilan.
Filum E"hinodermata terdiri dari sejumlah organisme yang bentuk
"angkang tubuhnya telah berkembang sedemikian kompleks. +angkang tersebut
biasanya membentuk simetri kelipatan lima dengan "angkang yang berbintil-bintil
atau ditumbuhi sejenis duri. %elain itu juga dijumpai sema"am tabung yang terisi
"airan yang berfungsi sebagai kaki yang digunakan untuk bergerak maupun
menangkap mangsanya. /abung sema"am itu disebut sebagai tabung kaki# yang
merupakan bagian dari system otot# yang khas sebagai pen"iri dari anggota-
anggota dari filum ini.
+iri-"iri filum E"hinodermata# antara lain)
0. bentuk spherical maupun discoidal.
2. komposisi "angkang gampingan.
4. struktur tubuhnya bersamaan antara coelon 9 rongga tubuh# mo%th# dan anus.
$enentuan klasifikasi de"hinodermata didasarkan atas sifat hidupnya
menambat ,$elmato:oa- atau berenang bebas ,Eleuthero:oa-. &erdasarkan hal
tersebut terbagi atas . subfilum# antara lain )
?II.1.1. SUBFILUM 'OMALO@OA
%ubfilum Homalo:oa telah lama punah pada masa $aleo:oikum dan tidak
memiliki bentuk tubuh pentamer yang khas. &entuk Homalo:oa sangat bervariasi#
tetapi mereka semua merupakan binatang sessile , mempunyai rangka dan alat
Albertus Kurniawan P.S.
61 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
penambat 9 stalk -. /ubuh , teka - ditutupi dengan pelat kalsit dengan sejumlah
bukaan. &elum banyak diketahui bagaimana perkembangan tubuhnya.
Homalo:oa se"ara sederhana dianggap kelompok e"hinodermata# tetapi
juga telah dianggap pada garis keturunan induk dari "hordata , "al"i"hordates -.
Namun# sekarang se"ara umum homalo:oa termasuk filum e"hinodermata karena
kerangka kalsit mereka terdiri dari stereom struktur kristal khas.
(lasifikasinya dibagi kedalam tiga klas# yaitu)
O Homostelea ,(ambrium- ) !yrocytstis
O Homoiostelea ,(ambrium-Devon- ) Dendrocystites
O %tylophora ,(ambrium E Devon- ) Coth%rnocystis
Ga)&a( 7.1. F#sil S"&/il") '#)al#A#a
?II.1.2. SUBFILUM BLASTO@OA
!erupakan kelompok yang hidup dengan "ara menambat ,pelmato:oa-.
%emuanya menempel dengan bra"hioles ,lengan yang pendek-. !un"ul pada masa
$aleo:oikum. /erdiri atas 5 klas# yaitu) Eo"rinoidea# $arablastoidea# &lastoidea#
dan +yastoidea.
?II.1.2.1. Klas Blast#idea
!emiliki bentuk tubuh pentagonal simetri dengan "ara hidup menambat
menggunakan stalk. /ubuh disusun oleh 04 lempeng yang terbagi atas . lempeng
sebagai amburakal# . sebagai intraamburakal dan 4 pada basal.
Albertus Kurniawan P.S.
62 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
+ontoh genus ) Timoroblast%s, )chi3oblast%s dan 'entremites. $ada
Timoroblast%s di"irikan dengan the"a berbentuk bintang# ditemukan di $ulau
/imor yang berumur $erm.
)chi3oblast%s, the"a berbentuk agak bulat dengan amburakal sedikit lebih
panjang sari the"anya. $ada setiap amburakal terdapat hydrospires. !un"ul pada
$erm E (arbon &awah di $ulau /imor.
Ga)&a( 7.2. 3#nt#$ *enis=*enis Klas Blast#idae
?II.1.. SUBFILUM 3RINO@OA
!erupakan kelompok e"hinodermata yang hidup dengan "ara menambat
,pelmato:oa-. %emuanya menempel dengan stalk atau bagian bawah ,+aly;-.
%usunan tubuhnya terdiri dari +aly; ,the"a- yang dilengkapai dengan bra"hial dan
anal tube. Di bawah dari "aly; terdapat stalk yang dilengkapi akar. !un"ul pada
masa Ahkir (ambrium sampai sekarang.
/erdiri atas 2 klas# yaitu ) $ara"rinoidea ,telah punah- dan +rinoidea.
Albertus Kurniawan P.S.
63 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ga)&a( 7.. F#sil Klas Pa(a+(in#idea
?II.1..1 Klas 3(in#idea
(las ini mewakili golongan E"hinodermata yang bentuknya menyerupai
tanaman# dan sering disebut sebagai lili laut. (erangka "rinoid pada umumnya
terdiri dari tiga bagian utama# yaitu ) caly(# lengan dan batang 9 stem. =rgan-organ
yang penting tersimpan di dalam caly( atau kepala yang berbentuk sebagai
mangkuk# yang tersusun dari sejumlah lempeng-lempeng gampingan yang
tersusun se"ara simetris. Caly( ini mempunyai bentuk dan susunan yang khas
untuk setiap takson# sehingga klasifikasi +rinoidea didasarkan pada bentuk dan
susunan lempeng karbonat yang membentuk caly( tersebut. $ada permukaan
rangka terdapat mulut yang terdapat pada permukaan atas# sedangkan anusnya
juga terletak pada sisi yang sama dengan mulut. 6ima buah lengan yang
ber"abang merentang dari arah atas. $ada lengan tersebut terdapat saluran
makanan pinn%les dan cilia# yang berfungsi sebagai pembantu dalam
pengumpulan makanan. Dalam bentuk fosil# kerangka +rinoid mengalami
peruraian sehingga jarang dijumpai bentuk utuh sebagai fosil# yang sering
ditemukan adalah material lepas dari caly( dan stem.
Albertus Kurniawan P.S.
64 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
Ga)&a( 7.4. Klas 3(in#idea Ga)&a( 7.5. F#sil Klas 3(in#idea
?II.1.4. SUBFILUM ASTERO@OA
!erupakan kelompok yang hidup dengan "ara berjalan bebas. Dikenal
dengan bintang laut ,star-fish-. &entuk tubuh relatif datar dengan lima buah
lengan ambulakral. !ulut terdapat di bagian bawah tubuh. !un"ul pada masa
Ahkir (ambrium sampai sekarang.
?II.1.4.1. Klas Aste(#idea
Anggota dari klas Asteroidea# atau yang lebih popular disebut
dengan golongan bintang laut# pada umumnya memiliki lima buah lengan
yang meman"ar ke arah luar dari lempengan di bagian tengah# pada setiap
lengan dijumpai dua atau empat lajur tabung kaki. $ada lengan tersebut
terdapat saluran yang disebut saluran amb%la"ral# yang berfungsi sebagai
alat pengangkut makanan menuju mulut# yang terletak pada lempeng bagian
tengah bagian *entral. Dalam keadaan hidup# tubuhnya tersalut oleh kulit
yang tersusun opleh lempeng-lempeng gampingan yang ke"il. %etelah mati
dan membusuk# kulit penutup tersebut akan han"ur dan lempengan
gampingan tersebut akan terbuang. =leh karenanya maka sisa fosil dari
Asteroidea yang utuh sangat jarang dijumpai.
Asteroidea dalah golongan predator# dengan mangsa utama adalah
"a"ing# golongan udang# dan moluska. Aalaupun beberapa golongan hidup
di laut yang agak dalam# namun kebanyakan hidup di laut yang sangat
Albertus Kurniawan P.S.
65 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
dangkal bahkan hingga :ona litoral. Asteroidean mun"ul pada :aman
=rdovisium dan masih dijumpai pada masa Holosen.
Ga)&a( 7.6. Klas Aste(#idea
?II.1.5. SUBFILUM E3'INO@OA
E"hino:oa di"irikan dengan bentuk tubuh dari silindris sampai bulat yang
simetri. Hidup dengan "ara berjalan. /erdapat enam klas# yaitu) Heli"opla"oidea#
=phio"ystoidea# +y"lo"ystoidea# Edrioasteroidea# Holothuroidea# dan
E"hinoidea. Hanya klas E"hinoidea saja yang kita bahas.
Ga)&a( 7.7. S"&/il") E+$in#A#a
?II.1.5.1. Klas E+$in#idea
?olongan E"hinoid atau yang se"ara popular disebut bulu babi atau
landak laut# bentuknya sangat bervariasi# mulai dari bentuk membulat
seperti bola hingga berbentuk "akram yang pipih. $ada "angkang tersebut
dijumpai lima alur yang mengandung tabung kaki# yang dikenal dengan
daerah amb%la"ral. Alur ini meman"ar se"ara radial dari mulut yang berada
Albertus Kurniawan P.S.
66 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
di sebaliknya 9 aboral side. $ada bentuk yang pipih misalnya# mulut dan
anus terdapat di bagian pinggir depan 9 anterior periphery dan di pinggir
belakang 9 posterior periphery. $ada bentuk yang membulat# mulut terletak
di bagian bawah dan dilengkapi dengan lima buah gigi yang tajam.
*mumnya "angkang membulat tersebut terdiri atas dua puluh susunan
lempeng yang berarah verti"al. 6ima di antaranya merupakan padanan dari
lengan pada binatang laut dan di"irikan adanya perforasi untuk keluarnya
tabung kaki. $ada bentuk fosil serinmg dijumpai urutan tonjolan ke"il pada
lempeng penyusun "angkang. /onjolan 9 tuber"le tersebut adalah tempat
bertautnya duri semasa binatang tersebut hidup. $ergerakan terjadi akibat
kerja dari tabung kaki dan duri.
E"hinoid hidup di semua kedalaman laut# namun sebagian besar
menempati daerah laut dangkal yang hangat# baik pada terumbu maupun
pada ambang karbonat yang lain. E"hinoid terutama hidup dari makan
rumput laut# namun di samping itu juga makan binatang lain yang mati yang
menghampirinya akibat terbawa arus. !un"ul sejak :aman =rdovisium
tetapi mulai terfosilkan dalam jumlah banyak sebagai fosil sejak :aman
ura. %angat banyak dijumpai pada :aman (apur sepanjang (eno:oikum
hingga masa kini# beberapa diantaranya sebagai fosil indek.
Ga)&a( 7.1. Ba%ian t"&"$ Kelas E+$in#idea
?II.2. Le)&a( Disk(i,si
/erlampir
Albertus Kurniawan P.S.
67 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
BAB ?III
PENUTUP
Albertus Kurniawan P.S.
68 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
?III.1. Kesi),"lan
0. $aleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sisa9jejak kehidupan
yang terbentuk se"ara alamiah dan berumur lebih tua dari Holosen ,P 01.111
tahun yang lalu- dan menunjukan suatu silsilah.
2. Fosil adalah sisa bahan organik yang terawetkan se"ara alamiah dan
berumur lebih tua dari Holosen. %edangkan fosilisasi adalah semua proses
yang melibatkan penimbunan hewan atau tumbuhan dalam sedimen yang
terakumulasi serta pengawetan seluruh atau sebagian maupun pada jejak-
jejaknya.
4. (egunaan fosil antara lain )
- *ntuk korelasi.
- !enentukan umur relatif.
- !enentukan lingkungan pengendapan.
- !enentukan iklim masa lampau ,$aleoklimatologi-.
- !eme"ahkan masalah-masalah struktur geologi dan posisi stratigrafi.
- !engetahui geografi masa lampau ,$aleogeografi-.
- !engetahui evolusi kehidupan.
5. !ateri fosil yang dipelajari dalam praktikum adalah )
- Fosil dari berbagai ma"am jenis proses pemfosilan.
- Fosil dari filum +oelenterata.
- Fosil dari filum !olus"a# baik dari klas $ele"ypoda# klas ?astropoda#
dan klas +ephalopoda.
- Fosil dari filum E"hinodermata.
- Fosil dari filum Arthropoda
Albertus Kurniawan P.S.
69 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
?III.2. K(itik dan Sa(an
0. Dalam penjalanan praktikum "ukup baik# namun harus digaris bawahi
bahwa ketika penyampain materi# assisten haruslah sangat mengerti materi
yang akan diberikan kepada praktikan
2. $emberian penjelasan lebih lanjut dalam materi sangatlah penting bagi
praktikan agar dapat men"erna materi lebih baik# sehingga tidak terpatok
pada buku panduan praktikum.
4. (esabaran dan ketegasan sangatlah penting ketika penjalanan praktikum.
5. !embuat suatu strategi baru dalam pengajaran agar praktikum tidak
monoton.
.. &agi asisten agar sering-sering mengadakan diskusi bersama demi
peningkatan pengetahuan praktikan.
3. *"apan terima kasih untuk seluruh staff assiaten makropaleontologi.
Albertus Kurniawan P.S.
70 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
DAFTAR PUSTAKA
Al Fajri# Dian# 211D. Laporan Resmi 'ra"ti"%m 'aleontologi. *niversitas
$embangunan Nasional Leteran. @ogyakarta.
$andita# Hita# 2102. $%"% 'and%an 'ra"ti"%m 'aleontologi. urusan /eknik
?eologi %//NA%. @ogyakarta.
>i:ki# Alhusein F. 2100. Laporan Resmi 'ra"ti"%m 'aleontologi. urusan /eknik
?eologi. %//NA%. @ogyakarta.
/isno# Dede. 2101. Laporan Resmi 'ra"ti"%m 'aleontologi. urusan /eknik
?eologi. %//NA%. @ogyakarta.
http)99konsepbiologi.wordpress."om921029029109sistem-klasifikasi-mahkluk-
hidup-dan-taksonomi9 diakses 00 Desember 2104 at 21.14
http)99id.wikipedia.org9wiki9/aksonomiQ/aksonomiRdalamR&iologi diakses 00
Desember 2104 at 21.1.
http)99hidupsehati."om9"oelenterata-dan-"iri-"irinya.html diakses 00 Desember
2104 at 21.03
http)99gurungeblog."om9211C9009019mengenal-phylum-"oelenterata-"nidaria9
diakses 00 Desember 2104 at 21.24
http)99alvyanto.blogspot."om921029029phylum-mollus"a.htmlQi;::2nAmB=K$d
diakses 00 Desember 2104 at 21.41
http)99ortipulang.blogspot."om9211C91D9molus"a.html diakses 0 0 Des ember 21 04
at 24.03
Albertus Kurniawan P.S.
71 410012159
Laporan Resmi Praktikum Paleontologi 2013
LAMPIRAN
Albertus Kurniawan P.S.
72 410012159

Anda mungkin juga menyukai