Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM KONSELING

KONSELING FARMASIS KEPADA PASIEN GERIATRI











Disusun oleh :
Kelompok V
YOLITA SATYA GITYA UTAMI G1F011010
AWALIYATUN NIKMAH G1F011018
SINTIYA UTAMI G1F011020
NURINA KHIMATUS SOLIHAH G1F011022



JURUSAN FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2013



I. JUDUL
Konseling Farmasis kepada Pasien Geriatri
II. TUJUAN
Memberikan konseling tentang obat-obatan yang sesuai dengan kondisi dan keluhan
pasien didasarkan pada indikasi obat, kontraindikasi, aturan pakai dan efek samping yang
mungkin terjadi
III. IDENTIFIKASI MASALAH
Konseling obat adalah suatu proses diskusi antara farmasis dengan
pasien/keluarga pasien yang dilakukan secara sistematis untuk memberikan kesempatan
kepada pasien/keluarga pasien mengeksplorasikan diri dan membantu meningkatkan
pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran sehingga pasien/keluarga pasien memperoleh
keyakinan akan kemampuannya dalam penggunaan obat yang benar termasuk swamedikasi.
Salah satu manfaat dari konseling adalah meningkatkan kepatuhan pasien dalam penggunaan
obat, sehingga angka kematian dan kerugian (baik biaya maupun hilangnya produktivitas)
dapat ditekan (Schnipper, et al., 2006). Selain itu pasien memperoleh informasi tambahan
mengenai penyakitnya yang tidak diperolehnya dari dokter karena tidak sempat bertanya,
malu bertanya, atau tidak dapat mengungkapkan apa yang ingin ditanyakan (Rantucci,
2007).
Pasien yang perlu untuk diberi konseling adalah pasien-pasien yang berkemungkinan
untuk tidak patuh terhadap pengobatan seperti pasien yang ditunjuk dokter, pasien dengan
penyakit tertentu seperti hipertensi, gagal jantung, pasien yang menerima golongan obat
tertentu, pasien geriatrik, pediatrik, pasien yang keluar dari Rumah Sakit, dan lain-lain
(Hussar, 1995).
Tujuan umum konseling adalah memberikan pemahaman yang benar mengenai obat
kepada pasien dan tenaga kesehatan mengenai nama obat, tujuan pengobatan, jadwal
pengobatan, cara menggunakan obat, lama penggunaan obat, efek samping obat, tanda-tanda
toksisitas, cara penyimpanan obat dan penggunaan obat-obat lain. Tujuan khusus dari
konseling adalah:
1. meningkatkan hubungan kepercayaan antara farmasis dan pasien,
2. menunjukkan perhatian serta kepedulian terhadap pasien,
3. membantu pasien untuk mengatur dan terbiasa dengan obat,
4. membantu pasien untuk mengatur dan menyesuaikan penggunaan obat dengan
penyakitnya,
5. meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan,
6. mencegah atau meminimalkan masalah terkait obat,
7. meningkatkan kemampuan pasien memecahkan masalahnya dalam hal terapi,
8. mengerti permasalahan dalam pengambilan keputusan,
9. membimbing dan membina pasien dalam penggunaan obat sehingga dapat mencapai
tujuan pengobatan dan meningkatkan mutu pengobatan pasien (Anonim, 2004).

Kegiatan yang dilakukan dalam konseling meliputi:
1. membuka komunikasi antara farmasis dengan pasien,
2. menanyakan hal-hal yang menyangkut obat yang dikatakan oleh dokter kepada pasien
dengan metode open-ended question,
3. menanyakan apa yang dikatakan dokter mengenai obat,
4. menjelaskan bagaimana cara pemakaian,
5. menjelaskan efek yang diharapkan dari obat tersebut,
6. memperagakan dan menjelaskan mengenai cara penggunaan obat,
7. verifikasi akhir : mengecek pemahaman pasien, mengidentifikasi dan menyelesaikan
masalah yang berhubungan dengan cara penggunaan obat, untuk mengoptimalkan
tujuan terapi,
8. dokumentasi (Anonim, 2004).

IV. PERUMUSAN MASALAH
Daftar Pemain :
Yolita Satya G : Sebagai Bapak Ahlan Wasahlan
Awaliyatun Nikmah : Sebagai Apoteker dari Apotek UNSOED Farma
Sintiya Utami : Sebagai Narator dan Karyawati Apotek
Nurina Khimatus S : Sebagai isteri Bapak Ahlan Wasahlan

Apotek UNSOED Farma
Di suatu hari yang sibuk, Apotek UNSOED Farma kedatangan seorang pasien yang
bernama Bapak Ahlan Wasahlan yang berusia 65 tahun, beliau mengeluh karena dirinya sedang
menderita sariawan. Sariawan yang di deritanya sudah berlangsung selama 7 hari dan tak
kunjung sembuh. Sebelum menderita sariawan ini, Bapak Ahlan sempat memakan kerupuk yang
keras, yang akhirnya melukai mulutnya. Sariawannya ada di rongga mulut dan merembet di
lidah, di ujung rongga mulut. Hal ini sangat menganggu aktivitasnya sebagai motivator. Bapak
Ahlan Wasahlan tidak datang sendiri ke Apotek, beliau ditemani oleh sang isteri tercintanya
dikarenakan kondisi sariawannya saat ini sudah cukup parah dan agak menyulitkan dirinya untuk
berbicara
KA : Selamat pagi pak, bu... Ada yang bisa saya bantu ?
Ibu : Mba ada obat sariawan yang manjur ga ?
KA : Oh buat bapaknya ya bu?
Ibu : Iya mba...
KA : Oh iya bu langsung saya antar saja ke apotekernya ya (Mengantarkan ke meja
apoteker)
Ap : Selamat pagi pak, bu. (Sambil salaman)
Bp,ibu : Pagi bu.
Ap : Silahkan duduk dlu (Bapak Ibu duduk)
Ibu : Terimakasih bu
Ap : Perkenalkan, saya Awaliya apoteker di Apotek ini. Maaf dengan ibu dan bapak siapa?
Ibu : Ini suami saya, Bapak Ahlan Wasahlan. Saya istrinya.
Ap : Iya bu, alamat rumahnya dimana?
Ibu : Rumah saya di djaelanino.32 bu.
Ap : Owh, kebetulan sekali Bu, rumah saya juga sekitar situ. Kapan-kapan saya boleh
mampir yah Bu.
Ibu : Iya bu, mampir saja. Saya senang kalau Ibu mau mampir ke rumah.
Ap : Iya Bu, kapan-kapan saya mampir. Oh ya, Bapak sama Ibu datang kesini ada perlu apa
ya? Ada yang bisa saya bantu?
Bp : Gini mba, saya sariawan sudah 7 hari dan nggak sembuh-sembuh :( Obat yang paling
bagus apa ya mba?
Ibu : Iya Bu, suami saya itu sariwan udah 7 hari gak sembuh-sembuh dan awalnya hanya di
rongga mulut, kemudian melebar sampai ke lidah.
Ap : Owh gitu ya, bapaknya sariawansudah 7 hari belum sembuh dan sudah menyebar ke
lidah. Penyebab sariawanya kira-kira kenapa pak? Cara mengkonsumsi makananya
gimana?
Bp : Sebelumnya saya makan kerupuk keras banget Bu, terus jadi ada luka gitu Bu.
Ibu : Jadi gini lo mba, waktu itu suami saya lagi makan bakso sama saya di djaelani itu looh.
Terus dia makan kerupuk juga yang keras itu loh, kerupuk rambak apa ya.. terus kok
bibirnya malah sakit. Eh pas saya liat ada lukanya kecil doing kok mba.
Ap : Oh begitu. Selain makan kerupuk itu, ada nggak Bu makanan yang lain yang
dikonsumsi bapak,seperti makanan yang pedas mungkin.
Bp : Iya Bu, saya suka makan pedas.
Ibu : Iya Bu, suami saya suka sekali makan pedas, kalau nggak pedas makannya nggak
selera Bu.
Ap : Oh Bapaknya suka sekali makan pedas. Ini sebelumnya sudah konsultasi sama dokter
belum bu? Atau sudah konsumsi obat apa gitu Bu?
Ibu : Belum Bu. Cuma makan buah aja soalnya juga cuma sariawan, biasanya sebentar aja
juga sembuh tapi kok malah jadi merembet ke lidah ya mba.
Ap : Iya Bu, biasanya memang sariawan bisa sembuh sendiri. Maaf boleh lihat sariawanya
Pak?
Bp : Iya mbak. (memperlihatkan sariawanya)
Ap : Oh, ini sariawanya sudah melebar pak. Oh ya sebelumnya bolehkah saya meminta
waktunya beberapa menit untuk menjelaskan pengobatanya Pak, Bu?
Bp,Ibu : Iya mbak, silahkan.
Ap : Terimakasih atas kesediaanya pak,bu. Gini pak,Bu sariawan itu bisa disebabkan
beberapa faktor seperti kekurangan vitamin C, luka kegigit, dan yang dialami bapaknya
itu karena makan makanan yang terlalu keras, kemudian menimbulkan luka.
Pelebaranya ke lidah itu disebabkan oleh bakteri.
Bp : Oh gitu ya Bu. Pokoknya saya minta obat yang benar-benar mujarab Bu.
Ib : iya bu, obat yang paling cepet nyembuhin sariawan suami saya. Soalnya sariawan ini
sangat mengganggu pekerjaan suami saya sebagai pembicara motivator bu, karena
sudah ada kontrak kerja buat minggu depan bu, sayang sekali kalau suami saya
membatalkannya.
Ap : Oh motivator ya Bu, berarti sariawanya memang sangat mengganggu aktivitas
bapaknya ya Bu. Ya sudah,tunggu bentar pak,bu biar diambilkan obatnya dulu.
Bp,Ibu : Iya Bu.
Ap : Mbak, tolong ambilkan albothyl, aloclair gel sam vitamin C nya juga ya.
KA : Iya bu, sebentar ya (Kemudian ke counter obat untuk mengambil obat)
Ap : Pak Bu, tunggu sebentar ya sedang diambilkan
KA : (datang) Ini mba obatnya (sambil menyodorkan obat).
Ap : Gini pak,bu. Di apotek saya ada albotil sama gel Alloclair. (Menunjukkan Obat).
Keduanya fungsinya sama untuk obat sariawan. Kalau yang albothyl bentuknya
cairan,penggunaanya bisa diencerkan untuk kumur dan langsung dioleskan sama
sariawanya, namun rasanya agak perih.kalau yang aloclair gel ini bentuknya gel,bisa
langsung dioleskan ke sariawanya, rasanya nggak perih dan agak sedikit anis. Alloclair
harganya 66.500 yang albothyl 30.000. Bapaknya pilih yang mana?
Bp : Saya mau yang paling manjur aja bu, biar cepet sembuh.
Ap : Oh ya, bapak umurnya berapa? Ada alergi obat tidak?
Bp : Gak ada mba (sambil memegang bibir)
Ibu : Iya mba, setahu saya ga ada
Ap : Baiklah klo bgtu... Saran saya, sebaiknya memilih obat Alloclair ini bu, karena selain
tidak perih dan rasanya agak manis, obat ini juga khasiatnya lebih cepat dan
penggunaannya juga lebih praktis.
Bp : Iya, itu aja bu itu (sambil menunjuk Aloclair)
Ibu : Iya mba yang Aloclair saja.
Ap : Iya pak,bu. Obat ini penggunaannya cukup praktis bu, cukup dioleskan 1-2 oles saja ke
tempat luka, biarkan beberapa menit tidak boleh di sentuh. Digunakan 3-4 kali sehari.
Kalau bisa bapaknya jangan makan atau minum dulu selama satu jam setelah pemberian
obat ini ya pak
Ibu : Obat ini aman kan ya Bu?
Ap : Iya aman Bu, obat ini tidak berinteraksi sa ma obat lain dan makanan jadi relatif aman
untuk digunakan . Obat ini nanti disimpan di tempat yang sejuk ya pak, tapi nggak
perlu disimpan di kulkas.
Bp : Mba, klo saya mkn yg pedes-pedes boleh ga ?
Ibu : Iya mba, suami saya suka sekali makan pedas, boleh ga mba kalau makan yg pedas-
pedas?
Ap : Sebaiknya selama proses pengobatan, bapaknya jangan makan yang pedas-pedas dulu
ya, banyak minum air putih, jangan makan yang keras-keras, banyak makan sayur dan
buah untuk asupan vitamin C nya, yang terpenting jangan terlalu capek ya pak banyak
istirahat soalnya sariawan selain penyebabnya karena kekurangan vitamin C juga bisa
disebabkan juga oleh daya tahan tubuh yang menurun, jadi nanti saya kasih vitamin C
juga ya pak bu untuk menjaga daya tahan dan sebagai asupan vitamin C kalau bapak
tidak sempat makan buah atau sayur, ini vitamin C nya diminum setiap 3xsehari 1 tablet,
diminumnya tiap 8 jam sekali ya bu
Ibu : Berarti suami saya dapet alloclair sama vitamin C ya bu?
Ap : Iya bu betul bagaimana pak bu, apakah sudah jelas penjelasan dari saya ? atau ada
yang ingin ditanyakan lagi?
Bp : Sudah jelas mba
Ibu : Iya mba, sudah cukup jelas, trmksh ya mba.
Ap : Kalau begitu, bisa tolong diulangi penjelasan dari saya tadi bu?
Ibu : Obat yang Alloclair itu diolesin 1-2 tetes aja di tempat sariawannya, terus itu dipake 3-4
kali sehari, sama jangan makan atau minum dulu selama 1 jam. Kalo vitamin C nya
diminum 3xsehari 1 tablet, tiap 8 jam sekali. Suami saya juga ga boleh makan yang pedes
dlu sma yang keras-keras ya mba?
Ap : Yup, benar sekali ibu oiya pak, bu, ini kartu nama saya supaya kalau ada yang
dibutuhkan bisa menghubungi saya saja ya... Sama ini ada leaflet tentang sariawan dan
alocrailnya ya bu Obat nya dibayar di kasir ya bu
Ibu bpk : Terimakasih banyak ya mba
Ap : Iya bapak, ibu. Bapak pakai obatnya yang teratur ya, supaya cepet sembuh Ibunya
tolong diingetin ya bu barangkali bapaknya lupa minum obat karena terlalu sibuk, kalau
bisa jangan terlalu sibuk dulu ya bapaknya semoga lekas sembuh ya pak.
Ibu Bpk : Iya mbak
(Ibu dan Bpk Ahlan berjalan menuju counter)

KA : Sudah selesai pak ?
Bpk : iya mba sudah, ini mba obatnya
KA : Oh ini semuanya jadi 70rb
Bpk : Oh iya ini mba uangnya, kembaliannya diambil saja mba.
KA : Oh kalo begitu makasih ya pak, ini obatnya. Semoga lekas sembuh ya pak.
Bpk ibu : iya,makasih ya mba

Akhirnya Bapak Ahlan Wasahlan merasa puas dengan konseling yang telah diberikan.
Beliau diberi obat Alloclair untuk mengobati sariawannya dan vitamin C ipi untuk menambah
daya tahan tubuhnya dan menambah asupan vitamin c. Alloclair dioleskan 1-2 oles, 3 sampai 4
kali sehari. Vitamin C ipi diminum 3x sehari 1 tablet setiap 8 jam. Setelah diberi obat ini,
diharapkan bapak Ahlan wasahlan bisa lekas sembuh.


V. PEMECAHAN MASALAH
Pasien dalam kasus ini adalah pasien geriatric sehingga seorang apoteker harus
memperhatikan kondisi pasien. Pasien dengan kondisi khusus seperti geriatri memerlukan
perhatian yang berbeda. Perilaku asertif yang mungkin paling penting untuk membangun
interaksi dengan pasien adalah kesediaan sebagai farmasis untuk memulai komunikasi.
Mendorong pasien untuk berperilaku asertif juga merupakan keterampilan yang penting
untuk meningkatkan komunikasi dengan mereka. Salah satu situasi sulit yang dihadapi
dalam praktek farmasi adalah merespon pasien yang marah atau kritis (Beardsley, et al.,
2008).
Farmasis harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menasihati pasien
geriatri secara efektif, diantaranya pengetahuan terbaru tentang farmakoterapi geriatri,
pengetahuan tentang budaya pasien geriatri dan sikap terhadap kesehatan dan penyakit, dan
kesadaran indera pasien atau gangguan kognitif. Farmasis berperan dalam memverifikasi
bahwa pasien memiliki pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan yang cukup untuk
mengikuti rejimen farmakoterapi dan rencana pemantauan, termasuk informasi penyakit,
jika sesuai. Farmasis juga mencari cara untuk memotivasi pasien untuk belajar tentang
pengobatan dan untuk menjadi mitra aktif dalam pelayanan dan bekerjasama dengan
anggota tim interdisiplin tepat lainnya untuk menentukan konseling dan informasi spesifik
apa yang diperlukan dalam setiap situasi pelayanan pasien (Anonim, 2007).
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan konseling kepada pasien geriatri
adalah sebagai berikut:
1. Secara aktif menawarkan konseling untuk pasien usia lanjut.
2. Pastikan area konseling tenang dan bebas dari gangguan.
3. Jangan berteriak atau meninggikan suara Anda di atas normal kepada yang lebih tua.
4. Luangkan waktu kepada pasien untuk mencerna informasi yang disampaikan, kemudian
meminta untuk pakan kembali untuk memastikan bahwa informasi itu dipahami.
5. Mendorong kepatuhan terhadap obat. Jangan pernah berasumsi bahwa pasien yakin
bahwa mereka membutuhkan obat. Jelaskan manfaat dari pengobatan.
6. Ketika pasien mengalami kesulitan mengekspresikan pikiran atau pernyataan, bantu
dengan menyarankan kata-kata, kemudian menanyakannya apakah yang benar atau
tidak.
7. Tetap tenang. Berbicaralah dengan suara tenang, rendah dan juga dimodulasi (Power,
2003).

Dalam kasus ini, pasien mengeluhkan sariawan sehingga pasien tidak banyak bicara
karena rasa sakit yang di alaminya. Sehingga Apoteker memberikan penjelasan yang
disampaikan kepada keluarga pasien yang mendampingi yaitu istrinya. Pasien tidak
mengalami masalah dalam hal mengkonsumsi obat, sehingga pasien menyerahkan pemilihan
obat kepada Apoteker. Apoteker menawarkan Albothyl dan Aloclair sebagai obat sariawan,
dan pada akhirnya apoteker lebih menyarankan untuk memilih obat Aloclair gel untuk
menyembuhkan sariawan pasien karena lebih praktis dalam penggunaan dan tidak perih,
serta memberikan vitamin C juga sebagai asupan vitamin C dan menjaga daya tahan tubuh
pasien.
1. Aloclair
Kalbe Farma
Komp : Aqua, maltodextrin, propylene glycol, polyvinylpyrrolidone (PVP), aloe
vera extr, K sorbate, Na benzoate, hydroxyethylcellulose, PEG 40, hydrogenated
castor oil, disodium edetate, benzalkonium Cl, saccharin Na, Na hyaluronate,
glycyrrhetic acid.
I : membantu mengobati stomatitis aftosa dan tukak pada rongga mulut, lesi kecil
pada mulut termasuk lesi traumatik yang disebabkan oleh kawat gigi dan gigi palsu,
tukak aftosa difus.
D : Obat kumur Kumur-kumur 10 mL 2-3x/hari atau sesuai kebutuhan. Gel Gunakan
1-2 tetes untuk menutupi seluruh ulkus atau lesi pada mulut, 3-4x/hari.
K/H : Obat kumur 60 mL x 1 (Rp.59.000,-). Gel 8 mLx1 (Rp 49.000,-)
(Anonim, 2011:351).
2. Albothyl
Pharos/Nycomed
Komp: Policresulen (Produk kondensasi dari metacresolsulfonic acid dan methanal).
I : Hemostatik lokal. Pembersihan dan regenerasi jaringan pada luka bakar, luka,
proses inflamasi kronik, lesi dekubitus, ulkus kruris, kondiloma akuminata,
stomatitis aftosa. Vaginosis bacterial, kandidiasis vag, trikomuniasis.
D : Hemostasis lokal Gunakan secara langsung. Luka bakar Larutan dengan
konsentrasi 1:3 s/d 1:8. Luka bakar yang luas Gunakan hanya larutan concentrate
saja atau lapisi daerah yang sakit dengan Albothyl gel atau lapisan kasa. Supp vag
(ovula) Untuk dimasukkan ke dalam vag. Gel Penggunaan intravag dilakukan tiap 2
hari.
ES : Kadang, rasa tidak enak ringan pada permulaan terapi yang akan hilang jika
terapi dihentikan.
K/H : Kons 360mg/g x 10 mL x 1 (Rp 26.950,-), 100 mLx1 (Rp 263.500,-), Gel 50g
x 1 (Rp 74.580,-). Ovula 90mgx6 (Rp 92.400,-)
(Anonim, 2011:367).
3. Vitamin C Ipi
Supra Ferbindo
Komp: Vit.C
I : Mencegah dan mengobati defisiensi vit.C
D : 1 tab 3x/hari (Anonim, 2011:297).
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2004. Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan
Republik Indonesia.
Anonim. 2007. Clinical Practice Guidelines Guidelines for Pharmacist Counseling of
Geriatric Patients. United States: Assisted Living Consult.
Anonim. 2011. MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi. Jakarta : Medidata.
Beardsley RS, Kimberlin CL, Tindall WN. 2008. Communication Skill in Pharmacy
Practice: A Practical Guide for Students and Practitioner. United States: Lippincott
Williams & Wilkins.
Hussar, DA., 1995. Patient Compliance, in Remington: The Science and Practice of
Pharmacy (1796-1807), Volume II, USA: The Philadelphia Collage of Pharmacy and
Science
Powers WD. 2003. Health Notes: Drug Therapy Considerations in Older Adults. California:
California State Board of Pharmacy.
Rantucci, MJ., 2007. Komunikasi Apoteker-Pasien (Edisi 2). Penerjemah : A. N.Sani.
Jakarta : Penerbit Kedokteran EGC
Schnipper, JL, Jennifer, LK, Michael, CC, Stephanie, AW, Brandon, AB, Emily, T, Allen,
K, Mark, H, Christoper, LR, Sylvia, CM, David, WB. 2006. Role of Pharmacist
Counseling in Preventing Adverse Drug Events After Hospitalization.USA : Archives of
Internal Medicine. Vol 166.565-571