Anda di halaman 1dari 32

TRAUMA THORAKS, PNEUMOTHORAKS,

HEMATOTHORAKS
TRAUMA THORAKS
BATASAN
Semua keadaan rudapaksa pada thoraks dan dinding thoraks, baik trauma/
rudapaksa tajam maupun tumpul.
PATOFISIOLOGI
a. Perdarahan jaringan interstitium, perdarahan intra alveolar, diikuti kolaps
kapiler-kapiler kecil dan atelektasis, hingga tahanan perifer pembuluh paru
naik, aliran darah turun : pertukaran gas berkurang.
b. Sekret terkumpul karena batuk kurang.
c. Terjadi kompresi dan dekompresi karena coup en contre coup.
GEJALA KLINIS
!. Sesak nafas, pernafasan asimetris.
". #$eri, nafas berkurang, ekskursi turun.
%. &da jejas atau trauma 'luka(.
). *mfisema kutis.
!
PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
!. +-,oto thoraks " arah 'P&/ &P - lat(.
". .iagnosis fisik paru.
DIAGNOSIS BANDING
Sesak non trauma : asma.
PENYULIT
&telektasis paru.
Pneumothoraks, hematothoraks.
'/ihat Pedoman .iagnosis dan Terapi Pneumothoraks(.
Tension 0 pneumothoraks 'ventiel(.
,lail 0 chest.
PENATALAKSANAAN
!. ,iksasi kosta $ang patah
'plester pada saat ekspirasi(
Tutup luka primer pada trauma tajam
'jahit dengan anestesi setempat(
". &nalgetika.
%. /akukan +-foto kontrol, lihat situasi dan diagnosis selanjutn$a.
"
&kibat dari trauma thoraks, dapat pula menimbulkan :
PNEUMOTHORAKS, HEMATOTHORAKS.
BATASAN
Pneumothor!" #
Terdapatn$a udara dalam rongga pleura paru kolaps.
Hemtothor!" #
Terdapatn$a darah dalam rongga pleura, sehingga paru terdesak, dan juga ada
anemia 'perdarahan(.
G$un%n #
1emato-pneumothoraks.
PATOFISIOLOGI
2arena tekanan negatif intra pleura, maka udara luar terhisap masuk ke rongga
pleura 'sucking-3ound(.
2arena sifat elastis paru, maka paru akan kolaps 'mengkerut(.
2arena sifat elastis dinding thoraks, maka kurungan ini meleset kearah luar.
2arena ada trauma tajam, ada perdarahan, darah akan masuk ke rongga pleura
dengan atau tanpa pneumothoraks.
GEJALA KLINIS
!. #$eri dada hebat.
%
". .ispneu/ sesak nafas.
%. batuk, rasa takut.
). dapat terjadi emfisema kutis.
PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
a. Tampak hemithoraks $bs. .iam.
b. Perkusi : hipersonor 'pneu(, redup 'hemato(.
c. &uskultasi suara nafas menurun.
d. +-foto thoraks.
DIAGNOSIS BANDING
Status asmatikus.
KOMPLIKASI
Tension pneumothoraks 'a3as, ga3at(.
Pneumothoraks bilateral 'sesak hebat(.
'lambat( : emfisema.
PENATALAKSANAAN
!. 4ila pneumothoraks kurang dari %56, atau hematothoraks ringan '%55 cc(,
terapi simptomatis, observasi.
)
". 4ila pneumothoraks lebih dari %56, atau hematothoraks sedang '%550755 cc(,
drainase kavum pleura denga 8.S...
.ianjurkan untuk melakukan drainase dengan :continuous suction unit.
%. Pada keadaan pneumothoraks $ang residif lebih dari dua kali harus
dipertimbangkan thorakotomi.
). Pada hematothoraks $ang massif 'terdapat perdarahan melalui drain lebih dari
755 cc(, segera thorakotomi.
9atatan tambahan/ resume.
:ndikasi melakukan drainase rongga thoraks :
!. Pneumothoraks lebih dari %56 '";6(.
". Persiapan respirator.
%. Persiapan pembiusan dengan intubasi endotrakeal.
). Pneumothoraks residif.
;. 2ombinasi dengan hematothoraks <hemato-pneumothoraks(.
=. 1ematothoraks lebih dari %55 cc.
>. Pneumothoraks bilateral.
7. 1ematothoraks bilateral 'meskipun masing-masing %55 cc(.
<. ,lail-chest(.
DAFTAR PUSTAKA
!. 4orrie, ?. : @anagement of *mergencies in Thoracic Surger$. 9entur$ 9rofts,
#e3 Aork, !<7".
;
". 9ohn, /. 1., .ot$, .. 4., @c*lvein, B. 4. : .ecision @aking in
9ardiothoracic Surger$. 4. 9. .ecker :nc, Toronto, !<7>.
%. *merson, P. : Thoracic @edicine. 4utter3orths - 9o. 'tk(, !<7!.
). Puruhito : Pengantar Tindakan 4edah &kut Pada thoraks. &irlangga
Cniversit$ Press, Suraba$a, !<7%.
;. Bichard, &.4., 2enneth, @. @. : @anual of 9linical Sciences :nternational
/td., Tok$o, !<7;.
=
TUMOR PARU, TUMOR MEDIATINUM
TUMOR DINDING TORAKS
TUMOR PARU
BATASAN
Aang dimaksud dengan tumor paru disini adalah pertumbuhan neoplastik
pada paru baik jinak maupun ganas.
M&'%n #
Primer : &( 2arsinoma.
4( &denoma.
Sekunder : Tumor metastase.
Ben'%n #
1amartoma, /ipoma, dan sebagain$a.
PATOFISIOLOGI
Perjalanan pen$akit tergantung jenis dan tipe histopatologi, pola pen$ebaran
dan lokalisasin$a. 'lihat klasifikasi 8.1.D(.
Pola pertumbuhan tumor dapat terjadi :
a. Pertumbuhan invasive : kearah dinding thoraks, diafragma, esofagus,
perifrenikus, n.rekurens.
b. @etastase keluar paru secara :
>
/imfogen ke hilus, mediastinum, parabronkial, supraklavikula.
1ematogen ke hepar, adrenal, otak, tulang dan ginjal.
Tumor metastase dapat berasal dari : mamma, prostat, tulang,
otak, ginjal, dan organ lain.
GEJALA KLINIS
!. 1emoptoe, batuk kronis.
". #$eri dada.
%. sesak nafas, 3heeEing
). ,ebris residif kausa ignota.
;. 4erat badan menurun.
=. Fejala pneumonia 'obstruksi(.
Fejala metastase
#$eri tulang, linu.
#eurologik, sefalgia.
:kterik
2aheksia.
PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
!. Pemeriksaan laboratories, /,T.
". Boentgenologis :
Thoraks &P/ lat.
7
Tomogram/ planigram.
4ronkografi, bronkoskopi.
2.p. esofagografi, angiografi.
BS t$pe-& : 9T- Scan, @B:.
%. 1istopatologis : biopsi.
). sitologis : sputum, imprin.
;. Test faal paru.
=. staging : T#@, stadium :, ::, :::
2arnovsk$ : 5 'mati( s/d !55 'sehat(.
DIAGNOSIS BANDING
Tumor mediastinum.
KOMPLIKASI
.ari akibat gejala metastase-n$a atau besarn$a tumor 'datang terlambat(.
PENATALAKSANAAN
!. Pembedahan.
Stadium :.
Beseksi segmen, lobektomi.
Stadium ::.
/obektomi G diseksi hillus atau pneumonektomi.
<
Stadium :::.
Pneumonektomi, reseksi kosta/ dinding thoraks.
Stadium :H.
'inoperable, kontraindikasi(.
". 2ontra-indikasi pembedahan
Test faal paru jelek.
@etastase jauh ke : pleksus, jantung, esofagus, vena kava superior.
%. Badioterapi.
:ndikasi
2arsinoma anaplastik.
Sindroma vena kava superior.
Besidif setelah pembedahan.
&da metastase jauh.
2ontra-indikasi radioterapi
&da nekrosis tumor.
Pleuritis.
:nfeksi.
). terapi lain
a. 2emoterapi.
b. :mmunoterapi.
c. 2ombinasi.
!5
TUMOR MEDIASTINUM
BATASAN
Tumor mediastinum ialah pertumbuhan neoplastik dalam rongga
mediastinum, baik anterior, posterior, superior, maupun inferior.
PATOFISIOLOGI
@assa men$ebabkan penekanan atau obstruksi organ didekatn$a :
!. 2e vena kava superior I oedema bag. 2epala/ leher, sianosis, kolateral.
". 2e traktus respiratorius : batuk kering, dispneu.
%. 2e sistem saraf : neuralgia interkostal, sindroma 1orner, paralisis frenikus.
). 2e traktus gastro-intestinal I disfagia.
;. 2e sistem kardiovaskuler I disritmia, angina pektoris.
PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
a. Cmumn$a secara kebetulan 3aktu dibuat +-foto thoraks.
b. Tomografi, esofagografi.
c. 9T-Scan.
d. 4ronkoskopi.
e. &ngiografi, ekokardiografi.
!!
DIAGNOSIS BANDING
Tumor paru
Predileksi dari lokalisasi tumor :
&nterior Posterior :nf/ tengah Superior
Timoma neurinoma kista-bronkogen struma
Teratoma limfoma limfoma timoma
Struma aneurisma aneurisma
PENATALAKSANAAN
Pembedahan untuk ekstirpasi tumor : struma, timoma, neurinoma, kista-
bronkogen, melalui thorakotomi atau sternotomi.
/imfoma : condong ke radioterapi.
TUMOR DINDING THORAKS
BATASAN
Tumor dinding thoraks ialah pertumbuhan neoplastik pada dinding thoraks
$ang bukan berasal dari kulit.
PATOFISIOLOGI
.apat berasal dari tulang iga atau sternum.
!"
GEJALA KLINIS
4enjolan n$eri, tanda-tanda radang dengan atau tanpa patah tulang.
PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
Boentgenologis : evaluasi pleura atau mediastinum.
Punksi percobaan.
9T-scan thoraks.
DIAGNOSIS BANDING
:nfeksi banal jaringan lunak.
Perikondritis T49.
KOMPLIKASI
!. pneumothoraks, piothoraks.
". 1ambatan/ obstruksi nafas.
PENATALAKSANAAN
Pembedahan
a. 4enigna : eksisi.
b. @aligna : radiasi pra-bedah, eksisi luas, reseksi iga.
!%
DAFTAR PUSTAKA
!. 4urnette, 8. : 9linical Sciene for Surgeons, 4utter3orths - 9o., 'tk(, !<7!.
". 9ohn, /. 1., .ot$, .. 4., @c*lvein, B. 4. : .ecision making in
cardiothoracic Surger$. 4. 9. .ecker :nc., Toronto, !<7>.
%. *merson, P. : thoracic medicine. 4utter3orth - 9o., 'tk(, !<7!.
). Puruhito : :ndikasi Pembedahan pada 2arsinoma bronchogenik, &irlangga
Cniversit$ Press, Suraba$a, !<7".
!)
(ARISES TUNGKAI
BATASAN
Harises tungkai ialah memanjangn$a, berkelok-kelok dan pembesaran dari
vena di tungkai.
?enis/ pembagian :
!. Harises trunkal.
". varises retikularis.
%. Harises kapilaris.
PATOFISIOLOGI
Terdapatn$a inkompetensi dari katub vena, hingga terdapat Jreversal flo3
atau aliran balik dalam pembuluh vena, lalu mengembang dan berkelok-kelok,
menimbulkan pula rasa n$eri/ kemeng.
:nkompetensi katub dapat terjadi pada :
a. Hv. Perforantes varises trunkal.
b. Hv. 2omunikans varises retikularis et kapilaris.
1ormonal berpengaruh pada timbuln$a keluhan primer <ada reseptor otot polos
dinding vena( dan kekuatan memompa m.gastroknemius mempengaruhi arah aliran
darah balik.
!;
PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
Terdapat ) stadium klinis I
Stadium : : keluhan tidak spesifik, kemeng, linu, restlessleg, gringgingen, se -
mutan dan sebagain$a.
Stadium :: : fleboekstasia.
Stadium ::: : varises sesungguhn$a, keluhan jelas.
Stadium :H : 9hronic venous insufficienc$, ada ulkus-varikosum, kelainan tro-
fik.
KOMPLIKASI
Perdarahan varises $ang pecah.
Tromboflebitis akut/ kronik.
Selulitis, gangren.
PENATALAKSANAAN
!. Pembedahan : stripping varises, ligasi vv, komunikans, ligasi vv. Perforantes,
ekstraksi vena '4abcock(, pada :
Harises trunkal St. ::-:::.
Harises retikularis St. :::.
". Pembedahan dengan eksisi ulkus dan Thiersch pada stadium :H.
%. Skleroterapi dilakukan pada :
Harises kapilaris.
!=
Harises retikularis St ::.
). Terapi konservatif berupa :
Pemasangan bebat elastik pada tungkai, pemakaian kaos kaki elastik pada
tungkai, pemakaian sepatu bertumit tinggi.
Dbat-obatan vasoaktif.
9atatan :test klinis $ang dipakai untuk evaluasi I
!. Test trendelenburg.
&.
- Penderita tidur, tungkai dikosongkan dengan menaikkan
keatas, kalau perlu dengan massage:.
- Setelah kosong, pemeriksa menahan daerah inguinal, atau
dipasang torniket pada pangkal paha.
- Penderita disuruh berdiri.
- Pada insufisiensi ringan : vena terisi lebih dari ); detik.
- 4ila setelah berdiri, cepat 'kurang dari !5 detik( terisi
kembali dari ba3ah/ distal berarti ada kebocoran pada komunikans Tes
Trendelenburg : positif 'insufisiensi komunikans(.
4.
- :katan bisa diturunkan pada titik-titik diba3ah, sehingga dapat
diketahui v. komunikan mana $ang insufisiensi.
9.
!>
- .iulangi prosedur seperti pada &, tetapi setelah penderita berdiri,
langsung lepas tahanan tersebut : bila terlihat pengisian vena dari
proksimal ke distal ada reversal flo3, Trendelenburg :: positif
'insufisiensi superficial(.
#ormal : 3aktu lepas vena terisi dari ba3ah dan lambat lebih dari !;
detik.
". Tes Derthes.
- Penderita berdiri, bagian inguinal diikat sedang.
- Penderita kemudian diminta berdiri lari di tempat atau jongkok berdiri
berulang.
- 4ila :
&. Harises makin mengempis, maka sistem profunda masih baik,
aliran darah varises dipompa masuk ke sisitem profunda : Tes
Perthes #egatif.
4. Harises makin tegang dan penderita lebih n$eri hebat, maka
berarti sistem profunda juga tertutup '.HT(, : Tes Perthes Positif.
DAFTAR PUSTAKA
!. .ale, &ndre3, 8 : management of vascular surgical problems. @c-gra3 1ill
4ook 9o., 'tk(, !<7;.
". Puruhito : 4eberapa aspek dari varises Tungkai dan 9ara-cara Pengobatann$a,
4ag :, 4edah, ,akultas 2edokteran Cniversitas airlangga, Suraba$a, !<7".
%. Puruhito : Pengantar 4edah Haskuler, &irlangga Cniversit$ press, !<7>.
!7
!<
PENYAKIT ARTERIA PERIFER
BATASAN
Pen$akit arteria perifer ialah kelainan arteria perifer $ang mengakibatkan
gejala-gejala akral akibat hipovaskularisasi $ang ditimbulkann$a : gejala-gejala akral
tersebut bukan karena proses degeneratif/ organik.
PATOFISIOLOGI
.asar utama pen$akit adalah arteritis arteria perifer non spesifik, $ang bersifat
angio-neuropati dan terjadi pada orang muda. Sifat khusus tidak melampaui stadia
menurut ,ontaine, dan langsung berupa gejala $ang sepadan dengan ,ontaine-
stadium :H, berupa nekrosis gangren, akral dingin, parestesi dan kelainan trofik.
#$eri akral hebat karena arteritisn$a.
&rteritis
&dalah proses peradangan/ inflamasi dari dinding arteria, $ang men$ebabkan
penebalan dari dinding dan juga akan memberi sumbatan arteria $ang kronis.
?adi merupakan proses peradangan-obliteratif, $ang umumn$a men$erang penderita-
penderita muda.
Salah satu bentuk $ang paling klasik adalah apa $ang disebut pen$akit 8:#:-
8&BT*B-4C*BF*B atau Thrombendangitis-Dbliterans.
"5
Termasuk pula dalam kategori ini adalah pen$akit-pen$akit kolagen,
misaln$a:
Fiant-cell arteritis.
Periarteritis nodosa.
/upus eritematosus.
Folongan pen$akit ini umumn$a men$erang arteria-arteria kecil dan menimbulkan
sumbatan dan mikro-aneurisma.
Salah satu bentuk lain dari pada arteritis ini adalah apa $ang disebut sebagai arteritis
non-spesifik, $ang men$erang arteria-arteria besar.
4entuk-bentuk $ang dikenal terdapat pembagian geografis $ang jelas, $aitu terutama
di benua &sia dan &merika latin.
Aang dikenal dalam golongan arteritis non-spesifik ini adalah I
Pen$akit Taka$ashu, $aitu sumbatan pada a3al dari percabangan supra-
aortal.
*osinofil-arteritis $ang men$erang aorta, arteria iliaka dan arteria besar
lainn$a.
:nflamator$-arteriosclerosis '/:#.*B-.D*BB( proses arteriosclerosis pada
umur muda belia.
Sebagai patogenesis dari golongan pen$akit ini, umumn$a disepakati bah3a masih
belum jelas etiologin$a.
"!
Salah satu faktor kuat dari etiologi, adalah sering disebut adan$a faktor rokok
karena sering terdapatn$a pen$akit ini pada perokok berat. 4agaimana mekanisme
nikotin atau rokok tersebut membentuk proses arteritis, masih belum jelas.
GEJALA KLINIS
#$eri hebat dengan tanda-tanda cepat nekrosis ujung jari/ akral, gangren. Dnset
kurang dari = bulan.
Posisi tungkai/ lengan fleksi.
&da hubungan dengan habitus merokok ban$ak.
Penderita umur muda, kurang dari %; tahun.
Seperti $ang telah dikemukakan pada cara-cara diagnostik, pemeriksaan melalui
anamnesa, inspeksi, palpasi, dan auskultasi tetap harus dilakukan.
.ari anamnesa perlu ditan$akan :
#$eri 3aktu bekerja/ berjalan/ olah raga.
Aang hilang bila istirahat
@erupakan tanda adan$a sumbatan/ stenose pembuluh arteria.
Perjalanan pen$akit menentukan pula apakah proses tersebut bersifat :
.egeneratif.
Dbliteratif.
&kut.
""
Semi-akut 'it is(.
Pada proses $ang degeneratif obliteratif, maka perjalanan pen$akit secara kronologik
dapat menuruti pola tertentu, $ang oleh ,ontaine disusun menurut urutan :
Stadium : : keluhan non spesifik, seperti gringgingen, n$eri-n$eri ringan dan
lain sebagain$a.
Stadium :: : n$eri 3aktu bekerja/ berjalan, hilang bila berhenti 'claudicatio
intermittens(.
Stadium ::: : n$eri bila diam 'rest pain(, $ang menunjukkan mulain$a proses
irreversible.
Stadium :H : kerusakan jaringan berupa nekrose atau gangren.
Pada proses $ang berjalan cepat, 'akut, it is( maka kejadian $ang bersifat kronologik
tadi umumn$a tidak terdapat, karena mekanisme kompensasi oleh sirkulasi kollteral
belum sempat terjadi.
Pada adan$a faktor-faktor resiko : rokok, hipertensi, diabetes dan lain sebagain$a,
anamnesa perlu diarahkan lebih teliti.
PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS
Babaan pulsasi arteria ada tapi agak berkurang, akral dingin, luka n$eri.
Pulsasi arteria sentral/ proksimal ada.
&rteriografi : gambaran ular dan arteria halus.
"%
Pencatatan 'registrasi( dari pendapatan pemeriksaan klinis ini harus dicantumkan
setiap kali penderita datang, untuk ini diperlukan beberapa formulir khusus untuk
menolong mempercepat pencatatan, selain itu memberikan pula konsistensi dan
terpadun$a hasil pemeriksaan.
Sebagai ketentuan umum, maka pencatatan hasil palpasi dilakukan sebagai berikut :
*Ktremitas ba3ah *Ktremitas atas
kanan kiri kanan kiri
a. femoralis. a. aKillaris
a. poplitea. a. cubiti
a. dors.pedis a. radialis
a. tib.post a. ulnaris
23alitas pulsasi din$atakan dengan tanda I
'G( untuk teraba baik.
'( untuk perabaan pulsasi $ang berkurang 'dibandingkan dengan sisi lain(.
'-( untuk tak teraban$a pulsasi.
DIAGNOSIS BANDING
!. &retriosklerosis obliterans.
". Pen$akit kollagen pembuluh darah <lupus eritematous, periarteritis nodosa(.
%. skleroderma.
). &ngiopati diabetikum.
")
PENATALAKSANAAN
Pembedahan bersifat paliatif 'simpatektomi(, konservatif 'nekrotomi(, obat-
obatan, h$giene akral.
DAFTAR PUSTAKA
!. 1ershle$, ,.4., 9olmann, 9.1. : &tlas of Hascular Surger$. 9H. @osb$, 9o.
!<>%.
". Puruhito : Pengantar 4edah Haskuler, &irlangga Cniversit$ Press !<7>.
%. Butherford, B. 4 : Hascular surger$. 8. 4. Saunders 9o, !<7).
";
TROMBOFLEBITIS AKUTA
BATASAN
Tromboflebitis akuta adalah suatu infeksi akut pembuluh darah vena $ang
disertai terbentukn$a thrombus.
PATOGENESIS
a. Pada keadaan vena $ang normal/ tidak ada kelainan sebelumn$a maka dapat
terjadi suatu trombosis karena sebab-sebab luar, misaln$a trauma, kelelahan,
pasca bedah, adan$a malignitas 'karsinoma(, $ang terjadi han$a pada salah
satu segmen vena. Trombosis ini mengadakan reaksi radang lokal pada dinding
vena. .alam hal ini, terjadin$a trombosis adalah menganut postulat $ang
disebutkan oleh Hircho3, $aitu adan$a perlambatan aliran darah, kelainan
dinding pembuluh darah dan keadaan hiperkoagulabilitas.
b. Pada vena $ang sebelumn$a terdapat venaektasia atau varises, maka
terdapatn$a turbulensi darah pada kantong-kantong vena disekitar klep 'katup(
vena merangsang terjadin$a trombosis primer, tanpa disertai reaksi radang
primer, $ang kemudian karena faktor lokal, daerah $ang ada trombusn$a
tersebut mendapat radang. @enipisn$a dinding vena karena adan$a varises
sebelumn$a, mempercepat proses peradangan. .alam keadaan ini, maka dua
faktor utama kelainan dinding vena dan melambatn$a aliran darah, menjadi
sebab penting dari terjadin$a tromboflebitis.
"=
c. 4eberapa sebab khusus karena rangsangan langsung pada vena dapat
menimbulkan keadaan ini. Cmumn$a pemberian infus 'dilengan atau
ditungkai( dalam jangka 3aktu lebih dari " hari pada tempat sama atau
pemberian obat $ang iritan secara intra-venous. 4an$ak pendapat $ang
men$atu tentang pemakaian kontrasepsi peroral, $ang dihubungkan dengan
terjadin$a tromboemboli.
2elainan jantung $ang secara hemodinamik men$ebabkan kelainan pula pada
sistem aliran vena.
?uga keadaan-keadaan dehidrasi berat 'hemokonsentrasi(, koagulasi intravasal
$ang meluas '..:.9( ataupun infeksi sistemik dapat menimbulkan rangsangan untuk
patogenesis ini. ?uga tumor-tumor intra abdominal, umumn$a di daerah rongga
panggul $ang memberikan hambatan aliran dari ekstremitas ba3ah, hingga terjadi
rangsangan pada segmen vena di tungkai.
GEJALA KLINIS
Penderita umumn$a mengeluh spontan terjadin$a n$eri didaerah vena, $ang
n$eri tekan, kulit disekitarn$a kemerahan dan panas. ?uga din$atakan adan$a oedema
atau pembengkakan agak luas, n$eri bila berjalan atau menggerakkan lengan, juga
pada gerakan-gerakan otot tertentu.
Pada kasus-kasus $ang agak berat, dapat terjadi keadaan seperti gambaran
er$sipelas, tetapi biasan$a terbatas pada satu bagian ekstremitas.
">
Pada perabaan, selain n$eri tekan, diraba pula pengerasan dari jalur vena tersebut,
pada tempat-tempat dimana terdapat katub vena, kadang-kadang diraba fluktuas,
sebagai tanda adan$a hambatan aliran vena dan mengembungn$a vena didaerah
katub. ,luktuasi ini dapat pula terjadi karena pembentukan abses.
,ebris dapat terjadi pada penderita-penderita ini, tetapi biasan$a pada orang
de3asa han$a dirasakan sebagai summer '?a3a( atau malaise.
PENATALAKSANAAN
4ila menghadapi keadaan-keadaan tersebut, maka setelah benar-benar dapat
disimpulkan terdapatn$a flebitis vena superfisialis, terapi dapat dilakukan dengan
pola sebagai berikut :
a. Penderita diminta tiduran, lokalisasi flebitis ditentukan dengan pasti dan diraba
dimana terdapat pergeseran dan n$eri tekan.
Tempat tersebut dilakukan desinfeksi dengan alkohol atau desinfeksi lainn$a
'antiseptik(.
b. .isiapkan sebuah skapel/ bisturi tajam 'bisturi steril no.!!, tanpa pegangan(,
beberapa kasa steril.
c. .engan tuntunan dua jari disekitar vena $ang mengeras tadi, dilakukan insisi
pendek dengan skapel tersebut, cepat dan singkat sedalam kulit sampai vena,
dan vena dipijat dengan dua jari, thrombus atau darah vena $ang mengental
dikeluarkan, kalau perlu dengan mengurut kearah lubang insisi.
d. 4ila perlu, dilakukan lagi insisi pada tempat-tempat lain dimana masih teraba
pengerasan.
"7
.engan insisi $ang cepat dan singkat ini rasa n$eri han$a dirasakan seperti
pen$untikan biasa I sebaikn$a dipakai skapel disposibel.
e. Setelah selesai, tempat-tempat insisi diberi kasa alkohol dan ekstremitas $ang
bersangkutan dibebat dengan bebat elastik dari arah distal. 4ebat ini
dipertahankan paling sedikit ") jam.
f. Dbat-obatan $ang paling baik memberi keringanan gejala adalah golongan
fenilbutason atau derivatn$a, dapat diberikan :
Per injeksi, pada saat itu, dosis satu kali, disusul pemberian per-oral selama
;-> hari.
Pada keadaan ringan cukup pemberian per-oral saja.
Cmumn$a pemberian antibiotik tidak diperlukan, kecuali bila terdapat abses
atau radang septik setempat.
&ntibiotik diberikan han$a bila faktor pen$ebabn$a adalah peradangan di lain
tempat 'lihat hal patogenesis(.
Penderita dapat dipulangkan dan dira3at ambulatoir/ kontrol poliklinis pada
hari berikutn$a/ seterusn$a melihat keadaan.
9atatan :
Pada flebitis ringan setelah pemberian infus lama $aitu bila ada kemerahan
ringan pada jalur vena $ang bekas diinfus, maka dapat diberikan pengobatan
konservatif dengan :
2ompres alkohol 'bila penderita dira3at di B.S(.
Salep/ jell$ $ang mengandung antikoagulansia.
"<
2ompres boor3ater umumn$a tidak memberikan pertolongan.
KEADAAN)KEADAAN KHUSUS TROMBOFLEBITIS
*. FLEBITIS MIGRANS.
Suatu keadaan $ang men$angkut reaksi men$eluruh dari sistem vena karena
berbagai etiologi $ang menimbulkan gangguan dari vena.
Pen$akit $ang umumn$a berkaitan dengan gejala ini :
,ase a3al dari Thrombendangitis obliterans 'pen$akit 8ini3ater
4uerger(.
Beaksi alergi 'keadaan $ang lebih dari gatal-gatal(.
&dan$a malignitas 'gejala adan$a pen$ebaran hematogen(.
/upus eritematosus diseminatus 'jarang dijumpai(.
4eberapa hari timbul lagi pada daerah vena $ang lain, biasan$a pada ekstremitas $ang
sama lagi.
/ebih ban$ak terjadi pada laki-laki setengah umur.
.apat disertai dengan serangan febris atau menggigil.
Pemeriksaan alboratorium menunjukkan /*. $ang meningkat, hitung diferensial
$ang shift to the left dan relatif terdapat leukopenia.
II. TROMBOFLEBITIS SEPTIK
Aaitu gejala-gejala tromboflebitis $ang disertai pembentukan abses atau
nanah pada tempat radang, dan pen$ebaran secara hematogen. Timbul gejala-gejala
sepsis G febris, menggigil, dan memerlukan pera3atan di rumah sakit. .alam
%5
menghadapi kasus seperti ini, diperlukan pera3atan spesifik/ khusus dari berbagai
segi : pemberian infus/ cairan, antibiotika dosis tinggi, kortikosteroid dan cara-cara
pengobatan sepsis lainn$a. :nsisi setempat di daerah abses tetap harus dilakukan.
Setelah selesain$a terapi sepsis, maka dasar pen$akit pembuluh darah harus
ditetapkan dan dilakukan pengobatan menurut etiologin$a.
III. TROMBOFLEBITIS (ENA)(ENA DALAM.
'.eep Hein Thrombophlebitis L .HT(
Aaitu keadaan flebitis dari vena-vena daerah panggul, $aitu vena femoralis
profunda, vena iliaka eksterna dan vena iliaka komunis. 4iasan$a terdapat pada satu
sisi.
2linis ditandai dengan terjadin$a oedema tungkai secara cepat dengan
ketegangan dan n$eri hebat.
Tungkai membengkak sampai daerah inguinal, kemerahan, tidak dapat digerakkan
atau sangat sukar dibengkokkan.
Penderita umumn$a diliputi rasa takut hebat.
Pada pemeriksaan pulsasi nadi arteri, teraba den$ut $ang baik dari arteria perifer. 1al
ini penting untuk men$ingkirkan kemungkinan terdapatn$a emboli arteria akut.
Pemeriksaan khusus angiologik dengan melakukan termografi, flebofrafi,
ultrasonic-*cho dan lain sebagain$a, umun$a sulit dilakukan di :ndonesia atau
rumah sakit biasa, padahal terapi harus segera dilakukan.
Penundaan tindakan pengobatan dapat merugikan ekstremitas $ang terkena
%!
DAFTAR PUSTAKA
!. 1ersle$, ,.4., 9olmann, 9.1. : &tlas of Hascular Surger$. 9. H. @osb$, 9o.,
!<7%.
". Puruhito : Pengantar 4edah Haskulus, &irlangga Cniversit$ Press, !<7>.
%. Butherford, B. 4. : Hascular Surger$. 8.4. Saunders 9o, !<7).
%"