Anda di halaman 1dari 5

MELAKSANAKAN TRIANGULASI UDARA

Disusun oleh :
Aryan Hadiyana
4122.3.13.13.0011


JURUSAN TEKNIK GEODESI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS WINAYA MUKTI
BANDUNG
2014
Triangulasi udara merupakan metode penentuan titik kontrol dengan cara melakukan
pengukuran koordinat foto atau koordinat model yang selanjutnya diproses dengan perhitungan
perataan, sehingga dapat diperoleh koordinat maupun elevasi tanah dengan ketelitian yang
memenuhi persyaratan teknik untuk keperluan pemetaan fotogrametri.

Berdasarkan data koordinat yang diukur, maka triangulasi udara dapat dilakukan
dengan tiga cara, yaitu :
1. Aeropoligon dengan data input berupa koordinat strip
2. Independent Model Triangulation , data input berupa koordinat model.
3. Bundle Adjustment , data input berupa koordinat foto.

Triangulasi udara adalah merupakan bagian kegiatan dalam pemetaan fotogrametri dengan cara
mengukur titik-titik minor foto, kemudian ditranformasi ke titik referensi (titik kontrol tanah).

Kegiatan triangulasi udara ini dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat dan biaya yang
lebih murah dibandingkan dengan metode konvensional yang dilakukan secara terestris
dilapangan.

Berdasarkan cara pengukuran yang dilakukan dan instrument yang digunakan yaitu
menggunakan metode Model Bebas (independent model) yang berdasarkan pada unit dasar
model dimana dilakukan pengukuran koordinat titik-titik model hasil orientasi relatif dan
pengukuran koordinat pusat proyeksi foto udara.




Gambar 1. Persebaran titik kontrol tanah vertikal dan horisontal





Gambar 2. Triangulasi Udara (titik-titik van gubber)




Gambar 3. Contoh persebaran titik triangulasi udara dengan 2 jalur

Gambar di atas menunujukkan 2 jalur terbang yang berisi titik persebaran Triangulasi Udara baik
titik kontrol vertikal maupun titik kontrol horisontal.

Pengambilan data koordinat untuk keperluan triangulasi udara dapat dilakukan dengan
tiga cara, yaitu :

1. Pengadaan data koordinat strip
Pengadaan data koordinat strip antara lain dapat dilakukan dengan menggunakan alat
multiplex. Data hasil pengamatan berupa data koordinat strip. Strip adalah gabungan dari
beberapa foto udara yang saling overlap antara satu foto dengan foto berikutnya. Untuk
menggabungkan foto udara tersebut dilakukan dengan mengidentifikasi obyek yang sama antara
dua foto udara yang berurutan, selanjutnya kedua foto udara tersebut disambungkan pada obyek
yang sama, sehingga antara satu foto dengan foto berikutnya menjadi mosaik foto udara. Dengan
cara yang sama dilakukan penyambungan foto berikutnya, sehingga akan membentuk satu strip
memanjang dari foto udara dalam satu jalur penerbangan.





2. Pengadaan data koordinat model
Pengadaan data koordinat model dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut :
a. Dengan menggunakan alat stereo plotter
Hasil pengukuran dengan stereo plotter adalah koordinat model dengan sisitem koordinat yang
independent (bebas).
b. Dengan menggunakan Komparator
Hasil ukuran denga alat komparator adalah data koordinat komparator. Data koordinat
komparator ini terlebih dahulu diubah ke sistem koordinat foto dengan software tertentu.
Selanjutnya data koordinat foto ini ditransformasikan ke sistem koordinat model dengan suatu
program yang disebut Digital Relative Orientation ( DRO ).

3. Pengadaan data koordinat foto
Pengadaan data koordinat foto dilakukan dengan menggunakan alat komparator. Hasil
pengukuran dengan komparator ini berupa koordinat komparator yang selanjutnya diubah ke
sistem koordinat foto.