Anda di halaman 1dari 15

BATAS LEMPENG DAN BIDANG

PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN


TRANSFORM
Makalah Ujian Akhir Semester Tektonofisik






YONATHAN ANDRIANTO SUROSO
12300041
GEOTHERMAL - A



Jurusan Fisika
Universitas Negeri Manado
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi Geothermal
2014
BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 2
KATA PENGANTAR
Puji syukur patut kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa
karena atas berkat, penyertaan dan bimbinganNya kami dapat
menyelesaikan makalah kami yang berjudul Batas Lempeng dan
Bidang Pergerakannya: Konvergen dan Transform ini dengan baik.
Makalah ini memuat dan membahas tentang batas-batas lempeng
bumi beserta dengan dinamika-dinamika yang terjadi pada lempeng
bumi berdasarkan teori-teori mengenai tektonik lempeng bumi. Batas-
batas lempeng yang akan disajikan pada makalah ini adalah batas
konvergen dan batas transform.
Semoga makalah Tektonofisik ini dapat bermanfaat dan dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya. Terima kasih.


Penulis






BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................... 2
DAFTAR ISI .......................................................................................... 3
PEMAHAMAN DASAR ........................................................................... 4
BAB 1: KONVERGEN ........................................................................... 7
BAB 2: TRANSFORM .......................................................................... 12
DAFTAR REFERENSI ......................................................................... 21











BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 4
PEMAHAMAN DASAR
Bumi merupakan salah satu planet dalam tata surya yang
memiliki sejarah penciptaan yang sangat dinamis dan mengalami
sekian juta tahun perubahan yang cukup ekstrim sedemikian rupa
sampai pada hari ini bumi menjadi tempat tinggal yang ideal dan
nyaman bagi makhluk hidup. Dan sampai saat ini pula, bumi masih
berada pada jalur perubahan yang dinamis tersebut, yang disebabkan
baik karena faktor internal (perubahan yang dilakukan oleh bumi itu
sendiri) maupun faktor eksternal (perubahan akibat kegiatan makhluk
hidup maupun hal-hal yang berasal dari luar bumi).
Dinamika yang terjadi pada bumi menjadi topik yang menarik dan
menantang bagi ilmuwan-ilmuwan dunia selama berpuluh-puluh
tahun. Para ilmuwan berusaha mengobservasi bagaimana kehidupan
bumi pada masa lalu dan relevansinya dengan fenomena-fenomena
geoologis yang terus-menerus ada dan dirasakan oleh orang banyak.
Oleh sebab itu, muncullah sejumlah teori-teori dan konsep-konsep
yang dikemukakan oleh para ahli geologi mengenai bagaimana bumi ini
terbentuk. Salah satu teori yang paling berpengaruh dan yang paling
terkenal tentang dinamika bumi adalah Teori Tektonik Lempeng, yang
dikemukakan oleh seorang ahli meteorologi dan fisika berkebangsaan
Jerman, Alfred Wegener.
Tektonik lempeng adalah suatu teori yang menerangkan proses
dinamika bumi tentang pembentukan jalur pegunungan, jalur gunung
api, jalur gempa bumi, dan cekungan endapan di muka bumi yang diakibatkan
oleh pergerakan lempeng. Menurut teori ini, permukaan bumi terpecah
menjadi beberapa lempeng besar. Ukuran dan posisi dari tiap-tiap
lempeng ini selalu berubah-ubah. Pertemuan antara lempeng-lempeng
BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 5
ini, merupakan tempat-tempatyang memiliki kondisi tektonik yang
aktif, yang menyebabkan yaitu gempa bumi, gunung berapi, dan
pembentukan dataran tinggi.
Tahun 1912, Alferd Wegener mengemukakan tentang konsep
pengapungan benua. Hipotesanya yaitu bumi pada awalnya hanya
terdiri dari satu benua (supercontinent) yang disebut Pangaea dan
dikelilingi oleh lautan yang dinamakan Panthalassa. Kemudian
Pangaea ini pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil dan bergerak
ke tempatnya seperti sekarang ini. Hal ini didukung oleh bukti
kesamaan garis pantai, kesamaan fosil, kesamaan struktur dan batuan
antar benua.
Prinsip umum dari lempeng tektonik ini adalah adanya lempeng
litosfer padat dan kaku yang terapung di atas selubung bagian atas
yang bersifat plastis. Selubung bagian atas bumi merupakan
massayang mendekati titik lebur atau bisa dikatakan hampir
mendekati cair sehinggawajarlah kalau lempeng litosfer yang padat
dapat bergerak di atasnya.
Kerak bumi dapat diterangkan ibarat suatu rakit yang sangat kuat
dan relatif dingin yang mengapung di atas mantel astenosfer yang liat dan sangat
panas. Ada dua jenis kerak bumi yakni kerak samudera yang tersusun
oleh batuan bersifat basa dan sangat basa, yang dijumpai di samudera
sangat dalam, dan kerak benua tersusun oleh batuan asam dan lebih
tebal dari kerak samudera. Kerak bumi menutupi seluruh permukaan
bumi, namun akibat adanya aliran panas yang mengalir di dalam
astenofer menyebabkan kerak bumi ini pecah menjadi beberapa bagian
yang lebih kecil yang disebut lempeng kerak bumi. Dengan demikian
lempeng dapat terdiri dari kerak benua, kerak samudera atau
keduanya.
BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 6
Lempeng-lempeng litosfer bergerak di atas lapisan astenosfer
(kedalaman 500 km di dalam selubung dan bersifat hampir melebur
atau hampir berbentuk cair). Karena hal tersebut, maka terjadi
interaksi antar lempeng pada batas-batas lempeng. Batas-batas
lempeng yang muncul dapat berbentuk: batas divergen (batas saling
menjauh), konvergen (batas saling mendekat), dan transform (batas
saling berpapasan).













BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 7
BAB 1: KONVERGEN
Pergerakan lempeng kovergen adalah pergerakan yang terjadi pada
dua bagian lempeng bumi yang bergerak saling mendekati sampai
akhirnya bertumbukan hingga menyebabkan salah satu dari lempeng
akan tersubduksi ke dalam mantel dan mengakibatkan berkurangnya
area dari lempeng tersebut. Daerah lempeng bumi yang mengalami
peristiwa pergerakan konvergen disebut dengan batas konvergen.
Batas konvergen ialah batas lempeng-lempeng yang saling
mendekat dan menyebabkan tumbukan dimana salah satu dari
lempeng akan mengalami penunjaman (menyusup) ke bawah lempeng
dan lempeng yang lain akan masuk ke selubung. Daerah penunjaman
lempeng membentuk suatu palung yang dalam, yang biasanya merupakan jalur
gempa bumi yang kuat. Dalam pergerakan lempeng ini, lempeng bergerak
hanya beberapa sentimeter setiap tahun, sehingga benturan yang
terjadi sangatlah lambat dan berlangsung selama berjuta-juta tahun.

Gambar 1. Skema Pergerakan Lempeng Konvergen
BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 8
Fenomena-fenomena yang sering terjadi akibat pergerakan
lempeng konvergen adalah:
1. Terbentuk palung laut pada titik tumbukan lempeng benua dan
lempeng samudera, atau lempeng samudera dan lempeng
samudera;
2. Aktivitas vulkanisme berupa intrusi maupun ekstrusi gunung api;
3. Aktivitas seismik yang besar;
4. Terbentuknya batuan sedimen campuran yang dinamakan batuan
melange.
Pergerakan lempeng konvergen terdiri dari tiga model, yaitu
pertemuan antara lempeng samudera dengan samudera, pertemuan
antara lempeng benua dengan samudera, dan pertemuan antara
lempeng benua dengan benua.
PERTEMUAN LEMPENG SAMUDERA DENGAN SAMUDERA
Pertemuan atau tumbukan antara lempeng samudera dengan
samudera akan mengakibatkan salah satu lempeng akan tersubduksi
ke arah mantel sehingga pada daerah pertemuan tersebut akan
terbentuk parit di dasar laut dan deretan gunung berapi yang paralel
terhadap parit tersebut, yang juga terbentuk di dasar laut.
BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 9

Gambar 2. Pertemuan Lempeng Samudera dengan Lempeng Samudera
Pertemuan lempeng yang seperti ini biasanya terjadi daerah laut
dalam dengan kedalaman lebih dari 11 kilometer. Puncak sebagian
gunung berapi ini ada yang timbul sampai ke permukaan, membentuk
gugusan pulau vulkanik (volcanic island chain). Contohnya adalah
rangkaian kepulauan yang dipenuhi gunung api sepanjang Mariana
Trench di bagian barat Samudera Pasifik serta Kepulauan Aleutian di
Alaska, terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Pasifik dan
Lempeng Amerika Utara.
PERTEMUAN LEMPENG BENUA DENGAN SAMUDERA
Pertemuan atau tumbukan antara lempeng samudera dengan
lempeng benua akan mengakibatkan lempeng samudera tersubduksi
ke arah mantel dan menyebabkan terbentuknya gunung-gunung api
aktif di daratan benua. Ketika suatu lempeng samudera menunjam ke
bawah lempeng benua, lempeng ini masuk ke lapisan astenosfer yang
suhunya lebih tinggi, kemudian meleleh. Pada lapisan litosfer tepat di
atasnya, terbentuklah deretan gunung berapi (volcanic mountain range).
Sementara di dasar laut tepat di bagian terjadi penunjaman,
BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 10
terbentuklah parit samudera (oceanic trench). Dasar palung merupakan
tempat perusakan lempeng benua akibat pergesekan dua lempeng dan
terjadi pula pengendapan batuan yang berasal dari laut dalam maupun
yang diendapkan dari darat. Endapan campuran itulah yang
dinamakan batuan bancuh atau melange.

Gambar 3. Pertemuan Lempeng Benua dengan Lempeng Samudera
Pada daerah tipe konvergen seperti ini yang memiliki aktivitas
seismik yang cukup tinggi, bahkan kebanyakan gelombang tsunami
yang terjadi akibat aktivitas seismik pada tipe ini yang ditimbulkan dari
gempa-gempa besar yang dapat memicu terjadinya tsunami. Contoh
tipe ini terdapat di daerah zona penyusupan di sepanjang pantai barat
Sumatera dan di sepanjang pantai selatan Jawa. Selain itu, tipe
pergerakan ini terdapat pada Pegunungan Andes di Amerika Selatan,
terbentuk dari konvergensi antara Lempeng Nazka dan Lempeng
Amerika Selatan.
BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 11
PERTEMUAN LEMPENG BENUA DENGAN BENUA
Pertemuan atau tumbukan antara lempeng benua dengan lempeng
benua akan mengakibatkan kedua lempeng benua tersebut saling
bertabrakan (continental collision) sehingga menyebabkan terjadinya
lipatan yang semakin lama areanya semakin luas dan semakin tinggi.

Gambar 4. Pertemuan Lempeng Benua dengan Lempeng Benua
Salah satu lempeng benua menunjam ke bawah lempeng benua
lainnya. Karena keduanya adalah lempeng benua, materialnya tidak
terlalu padat dan tidak cukup berat untuk tenggelam masuk ke
astenosfer dan meleleh. Wilayah di bagian yang bertumbukan mengeras
dan menebal, membentuk deretan pegunungan non vulkanik (mountain
range). Contohnya adalah pembentukan pegunungan Himalaya dan
daerah dataran tinggi Tibet, terbentuk dari konvergensi antara
Lempeng India dan Lempeng Eurasia.


BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 12
BAB 2: TRANSFORM
Pergerakan lempeng transform adalah pergerakan yang terjadi
pada dua bagian lempeng bumi yang bergerak secara horisontal dan
berlawanan arahnya atau saling bergeser satu sama lain (slide each
other). Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu.
Daerah lempeng bumi yang mengalami peristiwa pergerakan transform
disebut dengan batas transform. Batas transform ini juga dikenal
sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault).

Gambar 5. Skema Pergerakan Lempeng Transform
Fenomena-fenomena yang sering terjadi akibat pergerakan
lempeng transform adalah:
1. Aktivitas vulkanisme yang lemah;
2. Aktivitas seismik yang tidak terlalu besar;
3. Gejala pergeseran yang tampak pada tanggul dasar samudera
yang tidak berkesinambungan, melainkan terputus-putus.
BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 13
Pada tipe ini tidak ada pembentukan lapisan astenosfer baru atau
terjadinya penyusupan yang dilakukan oleh salah satu lempeng
terhadap lainnya, contohnya adalah yang terjadi antara lempeng
samudera dengan lempeng samudera yang disebabkan karena
patahnya jalur pemekaran dasar laut (seafloor spreading) yang
mengakibatkan terbentuknya tipe ini, daerahnya biasa disebut sebagai
pematang-tengah dasar laut atau Mid-Ocean Ridges. Sedangkan
pertemuan antara lempeng benua dengan lempeng benua untuk tipe
ini terjadi akibat pergeseran dua buah lapisan secara horisontal yang
muncul hingga permukaan, contohnya adalah yang terjadi pada
patahan San Andreas di California.
Batas transform umumnya berada di dasar laut, namun ada juga
yang berada di daratan, salah satunya adalah Sesar San Andreas (San
Andreas Fault) di California, USA. Sesar ini merupakan pertemuan
antara Lempeng Amerika Utara yang bergerak ke arah tenggara,
dengan Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat laut.

Gambar 6. San Andreas Fault (Sesar San Andreas), California

BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 14
DAFTAR REFERENSI
http://demimaki.wordpress.com/geofisika/teori-tektonik-lempeng/
http://www.scribd.com/doc/28763928/Terbentuknya-Pegunungan-
Akibat-Tumbukan-Lempeng-Konvergen
http://www.echogeo.net/2013/10/batas-konvergen-tabrakan-antar-
lempeng.html#more
http://arierizky.blogspot.com/2011/04/pengertian-lempeng-tektonik-
batas.html
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fsyaifulmanga
ntjo.files.wordpress.com%2F2011%2F11%2Ftransform.jpg&imgrefurl=h
ttp%3A%2F%2Fsyaifulmangantjo.wordpress.com%2F2011%2F11%2F0
4%2F&h=302&w=420&tbnid=tIBMhGcY6911wM%3A&zoom=1&docid=2
mSp9nWhwo_FvM&ei=SjqQU5DAGJeeugTY-
oCwBw&tbm=isch&client=firefox-
a&ved=0CCkQMygAMAA&iact=rc&uact=3&dur=754&page=1&start=0&
ndsp=9
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http%3A%2F%2F3.bp.blogspot
.com%2F-
t5rUKk8uV8o%2FUnbEDUKCUdI%2FAAAAAAAAAEg%2FWwGuJHvPYD
4%2Fs1600%2Ftt.jpg&imgrefurl=http%3A%2F%2Fsetyawanerwin.blogs
pot.com%2F2013%2F11%2Fteori-lempeng-
tektonik.html&h=213&w=320&tbnid=qlRCY-
8hVn9QaM%3A&zoom=1&docid=Jf-
6PR4Gj0UPgM&ei=SjqQU5DAGJeeugTY-
oCwBw&tbm=isch&client=firefox-
BATAS LEMPENG DAN BIDANG PERGERAKANNYA: KONVERGEN DAN
TRANSFORM

Tektonofisik Fisika Geothermal 15
a&ved=0CDsQMygSMBI&iact=rc&uact=3&dur=404&page=2&start=9&n
dsp=11
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http%3A%2F%2F2.bp.blogspot
.com%2F_fdazQDNarys%2FTQiW5lvMorI%2FAAAAAAAAAB0%2FZBozY
2Q7Dlw%2Fs1600%2FUntitled.png&imgrefurl=http%3A%2F%2Fhadiku
suma-geo.blogspot.com%2F&h=232&w=376&tbnid=PK0qPlq8q-
bmyM%3A&zoom=1&docid=8vAckTSsttJtHM&ei=mDqQU7j8HtiWuASu
3IKgBw&tbm=isch&client=firefox-
a&ved=0CDUQMygQMBA&iact=rc&uact=3&dur=617&page=2&start=8&
ndsp=10
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fpubs.usgs.go
v%2Fgip%2Fdynamic%2Fgraphics%2FFig21contcont.gif&imgrefurl=http
%3A%2F%2Fstrukturawam.wordpress.com%2F2009%2F11%2F23%2Ft
eori-lempeng-tektonik-memahami-pergerakan-lempeng-
4%2F&h=181&w=301&tbnid=WY8q6jDxAlRAwM%3A&zoom=1&docid=6
Z4oYUNijoMNHM&ei=mDqQU7j8HtiWuASu3IKgBw&tbm=isch&client=fi
refox-
a&ved=0CFAQMygjMCM&iact=rc&uact=3&dur=3374&page=4&start=31
&ndsp=13
http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fpubs.usgs.go
v%2Fgip%2Fdynamic%2Fgraphics%2FFig21oceanocean.gif&imgrefurl=h
ttp%3A%2F%2Fstrukturawam.wordpress.com%2F2009%2F11%2F23%
2Fteori-lempeng-tektonik-memahami-pergerakan-lempeng-
4%2F&h=174&w=302&tbnid=leh_PVA31CVvxM%3A&zoom=1&docid=6Z
4oYUNijoMNHM&ei=mDqQU7j8HtiWuASu3IKgBw&tbm=isch&client=fire
fox-
a&ved=0CGUQMyg4MDg&iact=rc&uact=3&dur=13&page=6&start=56&
ndsp=13