Anda di halaman 1dari 4

1

ADENOMIOSIS UTERI
10 LANGKAH MANAJEMEN KASUS

Nabilla Gusrina Diwati, S.Ked, Judi Januadi Endjun, dr, SpOG, D. Ultrasound

Departemen Obstetri dan Ginekolog
RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad / FK UPN Veteran Jakarta
2012

PROSEDUR HAL PENTING

EBM
PENDAHULUAN

DEFINISI :
Adenomiosis uteri adalah keadaan dimana terdapat pertumbuhan
jaringan kelenjar dan stroma endometrium didalam miometrium.

Biasanya terjadi pada waqnita usia 35 50 tahun yang telah memiliki
anak.
1 modifikasi


ETIOLOGI :
Sampai saat ini belum diketahui secara pasti, walaupun telah
dikaitkan dengan trauma pada uterus yang dapat merusak barrier
antara endometrium dan miometrium seperti sectio caecar, ligasi
tuba uteri, terminasi kehamilan.
1

PATOLOGI DAN HISTOGENESIS
Tampak tumor dengan batas tegas, biasanya ini sulit dibedakan
dengan mioma uteri. Pada gambaran mikroskospik akan terlihat
pulau pulau endometrium di tengah otot uterus.
3

FAKTOR RESIKO
Biasanya terjadi pada wanita usia 35-50 tahun yang telah memiliki
anak atau wanita yang pernah melakukan operasi sectio caecar,
maupun operasi pada rahim.
1 modifikasi

GEJALA KLINIS
1,2,3 modifikasi
- Adanya penekanan pada vagina yang terasa lebih berat
- Nyeri yang sangat hebat terutama pada perut bagian bawah
yang dirasakan pada saat pra-menstruasi maupun saat
menstruasi
- Kontraksi yang sangat kuat dirasakan pada bagian uterus
- Kram pada bagian abdominal
- Perdarahan yang banyak dan berat
- Menstruasi yang sangat lama ( menorrhagia) disertai
dysmennorhea
- Dyspareunia



1.
ANAMNESA

- Pada pasien keluhan utama yang dirasakan oleh pasien ( biasanya
nyeri saat haid)
- menanyakan sudah berapa lama keluhan yang diderita oleh pasien
- apakan keluahan pasien disertai oleh keluhan lain,
- bagaimana kualitas dan kuantitas nyeri yang dirasakan pasien
(seberapa parah nyeri yang dirasakan oleh pasien dan gambaran
dari rasa nyeri terasa panas,perih, atau rasa terbakar ).

2
- Nyeri dirasakan pada bagian sebelah mana
- apakah ada faktor-faktor yang meringankan dan memperberat dari
keluhan tersebut
- apakah dulu pernah merasakan keluahn yang sama
-apakah ada anggota keluarga yang merasakan keluhan yang sama
sebelumnya

2.
PEMERIKSAAN
FISIK
Status Generalis
Keadaan umum, kesadaran, dan tanda-tanda vital umumnya masih
baik.

Status Obstetri

Periksa Luar
Inspeksi :
Vulva :
tampak perdarahan yang terlihat

Palpasi :
Abdomen :
- Regio supra pubic tampak adanya nyeri tekan pada bagian uterus

Perkusi :

Auskultasi :

Periksa Dalam
Inspeksi
Vulva : tampak darah di vulva

Inspekulo
Vagina :
- Apakah tampak darah di vagina (encer atau mengandung
bekuan)

Porsio :
- licin, OUI tertutup, tampak darah mengalir dari OUI

VT
Uterus :
- terasa uterus sedikit membesar dan adanya nyeri tekan
Parametrium :
Cavum Douglas :

RT
Dilakukan bila ada indikasi


3.
PEMERIKSAAN
PENUNJANG

Laboratorium
Melakukan cek darah lengkap (bleeding time,clotting time)

USG
1,3 modifikasi
Pada pemeriksaan USG akan didapatkan uterus yang memebesar

3
yang memiliki tekstur uterus yang heterogen,dapat dilakukan pula
pemeriksaan dengan menggunakan MRI dengan menggunakan MRI
akan tampak lebih jelas perbedaan adenomiosis dengan fibroid uteri
Namun diagnosa pasti adenomiosis hanya dapat ditegakkan melalui
spesimen post hysterectomi.
CTG

4.
DIAGNOSIS
KERJA


5.
TATALAKSANA

Diagnostik

Terapi
1,2 modifikasi
Medisinalis :
- Menggunakan obat anti-inflamasi (pain killers) untuk
membantu mengurangi nyeri yang dirasakan oleh pasien.
- Obat hormon membantu mengontrol siklus menstruasi
melalui kombinasi estrigen -progestin
Operatif :
Dilakukan histerektomi sesuai dengan indikasi pasien histerektomi
adalah operasi pengangkatan alat kandungan yaitu rahim, sehingga
ibu tidak bisa lagi hamil dan mempunyai anak.
Histerektomi menurut jenisnya terbagi atas :
1. Histerektomi parsial (subtotal)
2. Histerektomi totalis
3. Histerektomi Salfingo ooforektomi bilateral
4. Histerektomi radikal
Paliatif :

Edukasi
Penjelasan mengenai penanganan, penyebab, prognosis dan pilihan
terapi. Pasien dan suami yang akan memutuskan pilihan tindakan
atau terapi (informed consent dan inform of choice).


6.
INDIKASI

Alasan medis kenapa tindakan tersebut dilakukan.
7.
INDIKASI
KONTRA

Alasan medis kenapa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan.
8.
SYARAT

Segela sesuatu yang harus dipenuhi sesuai persyaratan medis dan
panduan pelayanan medis (PPM) yang dianut di RS tersebut.


9.
CARA
MELAKUKAN

Urutan melakukan tindakan sesuai PTM (panduan tindak medis) di
Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto
Ditkesad.


10.
KOMPLIKASI &
PENANGANAN-
NYA

Setiap tindakan mengandung risiko penyulit (medis) sehingga RS
dan semua pegawai yang terlibat dalam tindakan tersebut harus
mampu menangani komplikasi yang mungkin terjadi. Perhatikan
aspek edukasi, etika, dan medikolegal.

4

TINDAK
LANJUT

Berisi hal-hal perencanaan lanjut untuk mencari kausa dan
mencegah berulangnya KTD tsb, serta preventif tuntutan etika dan
medikolegal.



KEPUSTAKAAN

1. Wikipedia.2012.Adenomyosis.<http://en.wikipedia.org/wiki/Adeno
myosis>.[Dilihat 15 November 2012]
2. YayanA.2012.AdenomiosisUteri.<http://www.scribd.com/doc/870
38463/ADENOMIOSISUTERI>.[Dilihat 15 November 2012].
3. Prawirohardjo, Sarwono. 2007. Ilmu Kandungan. Jakarta:
PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

DISUSUN OLEH 1. Nabilla Gusrina Diwati, S.Ked, 2. Judi Januadi Endjun, dr, SpOG,
D. Ultrasound


WAKTU DIBUAT 16 November 2012