Anda di halaman 1dari 17

Rangkuman Mata Kuliah

Auditing I kelas C
Bab 11 Audit Kecurangan
Pertemuan 12
untuk
Drs. Wartono, Msi., Akt., CPA, CA
Ole
Benedictus Andre C.A. !"#12"2$
!akultas %konomi dan Bisnis
&ni'ersitas (ebelas Maret
(emester )ena* 2"1#+2"1,
Kecurangan Audit adala u*a-a untuk mendeteksi dan mencega kecurangan dalam
transaksi.transaksi komersial. (ebagaimana /uga diakui ole IAI, kesenga/aan sering sulit
ditentukan, *adaal 0aktor kesenga/aan meru*akan kata kunci -ang digunakan ole IAI untuk
menentukan a*aka suatu kesalaan diangga* sebagai kekeliruan 1error2 atau kecurangan.
Meski*un demikian, adan-a 0ak.tor risiko atau kondisi lain da*at mem*eringatkan auditor
tentang kemungkinan adan-a kecurangan antara lain da*at berbentuk sebagai berikut3
1. Pengendalian intern -ang lema atau diabaikan ole mana/emen.
2. Kerugian *ersediaan dalam /umla -ang besar.
#. 4asil.asil *emeriksaan auditor intern atau*un auditor ekstern -ang diabaikan ole
ma.na/emen.
,. Akti'itas *erbankan -ang tidak biasa atau ane.
5. Pengeluaran untuk bia-a atau *embelian dalam /umla -ang besar.
6. Mana/emen didominasi ole sala seorang atau bebera*a orang secara bersama.sama.
$. 7erda*at *er*utaran *im*inan -ang tinggi, atau sering berganti.ganti *im*inan.
8. Perusaaan mem*un-ai *er/an/ian kontrak -ang signi0ikan.
9. Kom*ensasi mana/emen didasarkan *ada kiner/a tertulis seingga membuka *eluang
bagi mana/emen untuk :mengutak.atik; kiner/a agar mem*erole bonus atau
kom*en.sasi -ang besar.
1". Auditor men/um*ai adan-a ketidak/u/uran dari mana/emen.
11. Perusaaan sering berganti.ganti auditor.
A. JENIS-JENIS KECURANGAN
(ebagai suatu konse* ukum -ang luas, kecurangan meru*akan setia* ketidak/u/uran -ang
tidak disenga/a untuk meram*as ak atau ke*emilikan orang atau *iak lain.Dalam konteks
audit atas la*oran keuangan, kekurangan dide'enisikan sabagi sala sa/i dalam la*oran
keuangan -ang dilakukan dengan senga/a.Dua kategori utama kecurangan adala kecurangan
dalam la*oran keuangan dan *en-alagunaan aset.
Kecurangan Dalam Lapran Keuangan
Kecurangan dalam la*oran keuangan meru*akan sala sa/i atau *enga*usan terada* /umla
atau *un *engungka*an -ang sering dilakukan dengan tu/uan untuk mengelabui *ara
*engguna.sebagian besar kasus melibatkan sala sa/i terada* /umla -ang dila*orkan
dibandingkan terada* *engungka*an. Mana!emen la"a 1management earning2 melibatkan
tindakan.tindakan mana/emen -ang senga/a dilkukan unntuk memenui target laba. #erataan
la"a (income smooting2 meru*akan sala satu bentuk mana/emen laba dimana *enda*atan.
*enda*atandan beban.beban di*indakan diantara bebera*a *eriode untuk mengurangi
0luktasi laba.
#en$alahgunaan A%et
Pen-alagunaan aset meru*akan kecurangan -ang melibatkan kecurian atau aset milik entita.
Dalam ban-ak kasus, namun tidak semuan-a, /umla minimal -ang terlibat tidak material
terada* la*oran keuangan.
Istila *en-alagunaan aset sering kali digunakan untuk mengacu *ada *encurian -ang
dlakukan dengan *ega<ai dan *iak.*iak internal lainn-a didalam suatu organisasi.
Menurut *erkiraan Association O0 Certi0ied !raud %=aminers rata.rata *erusaaan merugi 6
*ersen dari *enda*atann-a disebabkan ole kecurangan, meski*un sebagian besar dari
*encurian tersebut melibakan *iak.*ian eksternal, se*erti *engutilan -ang dilakukan ole
*elanggan dan *eni*uaan -ang dilakukan ole *emasok.
&. K'NDISI (ANG MEN(E&A&KAN )ERJADIN(A KECURANGAN
7erda*at tiga kondisi -ang men-ebabkan ter/adin-a kecurangan dalam la*oran keuangan dan
*en-alaguanaan aset sebagaimana di/elaskan dalam P(A $" 1(A #162
1. Insentif / Tekanan. Mana/emen atau *ega<ai lainn-a memiliki insenti0 atau tekanan
untuk melakukan kecurangan.
2. Kesempatan. (ituasi -ang memberikan kesem*atan bagi mana/emen atau *ega<ai
untuk melakukan kecurangan.
#. Sikap / Rasionalasi. Adan-a suatu sika*, karakter, atau se*erangkat nilai.nilai etika
-ang memungkan mana/emen atau *ega<ai untuk melakukan tindakan -ang tidak
/u/ur, atau mereka berada dalam suatu lingkungan -ang memberikan mereka tekanan
-ang cuku* besar seingga men-ebabkan mereka membenarkan melakukan *erilaku
-ang tidak /u/ur tersebut.
*aktr-+aktr Ri%ik untuk Kecurangan ,alam Lapran Keuangan
In%enti+-)ekanan (ebua insenti0 -ang umum bagi *erusaaan untuk memani*ulasi la*oran
keuangan adala adan-a *enurunan dalam *ros*ek keuangan *erusaaan
Ke%empatan Meski*un la*oran keuangan dari semua *erusaaan *otensial da*at ter/adi
mani*ulasi, risiko men/adi lebi besar untuk *erusaaan -ang bergerak dalam industri -ang
melibatkan *enilaian sub/ekti0 dan estimasi -ang signi0ikan.
Sikap-Ra%inali%a%i sika* mana/emen *uncak terada* la*oran keuangan meru*akan 0aktor
risiko *enting dalam menilai kemungkinan adan-a kecurangan dalam la*oran keuangan.>ika
C%O atau mana/er *uncak menun/ukkan dominasi terada* *roses *en-usunan la*oran
keuangan, se*erti terus menerus mengeluarkan *ro-eksi -ang terlalu o*timi, atau mereka
terlalu ka<atir untuk memenui *roksi laba *ara analisis *asar, kemungkinan ter/adi
kecurangan dalam la*oran keuangan men/adilebu besar.
*aktr-+aktr Ri%ik untuk #en$alahgunaan A%et
In%enti+-tekanan 7ekanan keuangan meru*akan insenti0 umum bagi *ega<ai -ang
men-alagunakan aset. Pega<ai -ang memiliki utang -ang sangat besar, atau mereka -ang
terlibat dalam masala kecanduan narkotika dan *er/adian, da*at mencuri untuk memenui
kebutuan *ribadi mereka.
Ke%empatan Kesem*atan untuk melakukan *encurian ada *ada semua *erusaaan.
Kelemaan dalam *engendalian internal menci*takan kesem*atan ter/adin-a *encurian,
*emisaan tugas -ang tidak -ang memadai am*ir di*astikan men/adi liseni bagi *ara
*ega<ai untuk melakukan *encuriaan. Kecurangan men/adi lebi besar di *erusaaan -ang
lebi kecil dan organisasi nirlaba karena lebi sulit bagi entitas tersebut untuk melakukan
*emisaan tugas .?amun demikian, bakan *erusaaan -ang lebi besar *un da*at tidak
melakukan *emisaan tugas -ang memadai dibagian.bagian *enting.
Sikap-Ra%inali%a%i (ika* mana/emen terada* *engendalian dan kode etik da*at
men-ebabkan *ara kar-a<an dan mana/er membenarkan *encurian terada* aset. >ika
man/emen mencurangi *ara *elanggann-a dan meneta*kan arga -ang sangat tinggi untuk
barang.barang atau terlibat dalam taktik *en/ualan bertekanan tinggi, *ara *ega<ai da*at
merasa ba<a mereka /uga dibenarkan untuk memmbuat seru*a dengan memalsukan
*engeluaran atau memalsukan la*oran keuangan <aktu kiner/a
*rau, )riangle !aktor resiko untuk kecurangan
*ela*oran keuangan
!aktor resiko *en-alagunaan
Akti'a
Insentif /
Tekanan
(tabilitasi keuangan atau
*ro0itabilitas teranacam ole
kondisi ekonomi,industri dan
*ersaingan
Contoh : *enurunan *ermintaan
*elanggan -ang signi0ikan
Ke<a/iban keuangan *ribadi
menci*takan tekanan
4ubungan buruk antara
management dan *ega<ai
Kesempatan
%stimasi akuntansi -ang signi0ikan
Ketidake0ekti'an komite audit
dalam menga<asi *ela*oran
keuangan
(ta0 akuntansi, I7 -ang sering
berganti atau tidak e0ekti0
Adan-a /umla kas -ang besar
ditangan atau ditem*at kasir
Pengendalian internal -ang tidak
memadai
Sikap
Rasionalisasi
Komunikasi -ang tidak te*at
(e/ara *elanggaran ukum
securitas
Kebiasaan management membuat
*eramalan
Meremekan *engendalian
internal
Meremekan *emantauan
C. MENGUKUR RISIK' KECURANGAN
P(A $" memberikan *aduan ke*ada auditor dalam mengukur risiko kecurangan. Auditor
arus men/aga suatu tingkat ske*tisme *ro0essional ketika mereka mem*ertimbangkan
in0ormasi -ang luas termasuk 0aktor.0aktor risiko kecurangan, untuk mengedinti0ikasi dan
mengada*i risiko kecurangan.
Skepti%me #r+e%inal
P(A ", 1(A2#"2 men-atakan ba<a, dalam melaksanakan ske*tisme *ro0essional, seorang
auditor; tidak menganggap bahwamanajemen tidak jujur maupun tidak menganggap
kejujuran manajemen dipertanyakan;. Dalam *raktin-a, men/aga sika* ske*tisme
*ro0essional da*at men/adi sulit, karena meski*un bebera*a conto kasus kecurangan dalam
la*oran keuangan tingkat tinggi, kecurangan material /arang ter/adi dibandingkan dengan
/umla audit atas la*oran keuangan -ang di lakukan setia* taun. (ebagian besar auditor
tidak akan *erna menemukan kecurangan material se*an/ang akir mereka.
&er+ikir kriti% P(A "$ menekankan *ertimbangan atas kecurangan klien untuk melakukan
kecurangan, tan*a mem*ertimbangkan ke-akinan auditor mengenai kemungkinan ter/adin-a
kecurangan serta ke/u/uran dan integrasi mana/eman.
E.alua%i Kriti% ata% &ukti Au,it 7erada* in0ormasi -ang ditemukan atau kondisi @kondisi
lain-a -ang mengindikasikan adan-a sala sa/i material -ang disebabkan ole kecurangan
mungkin tela ter/adi, auditor arus menin'estogasi masala.masala -ang ada secara
men-eluru, menda*atkan bukti tambaan /ika di*erlukan, dan berkonsultasi dengan anggota
tim lainn-a.
Sum"er-Sum"er In+rma%i Untuk Mengukur Ri%ik Kecurangan
Kmunika%i Antara Se%ama )im Au,it P(A $" mengaruskan tim audit untuk melakukan
diskusi untuk berbagai *emaaman dari anggota tim audit lebi ber*engalam dan untuk
:urun rembungide.ide -ang men-angkut al berikut.
1. Bagaimana dan ka*an mereka -akin ba<a la*oran keuangan entitas tidak dicurigai
terda*at sala sa/i -ang disebabkan ole kecurangan. 4al ini /uga termasuk *ertimbangan
atas 0aktor internal dan eksternal -ang diketaui memengarui entitas -ang mungkin
akan
Menci*takan ensenti0 atau tekanan bagi mana/emen untuk melakukan kecurangan.
Memberiakn kesem*atan untuk dilakukan-a tidak kecurangan
Mengindikasikan buda-a atau lingkungan-a -ang membuat mana/emen membenarkan
tindakan.tindakan kecurangan.
2. Bagaimana mana/emen da*at melakukan dan menutu*i kecurangan dalam la*oran
keuangan
#. Bagaimana setia* orang da*at men-alasa/ikan asset entitas tersebut.
,. Bagaimana auditor da*at men-ika*i kemungkinan adan-a sala sa/i dalam la*oran
keuangan -ang disebabkan ole kecurangan.
)an$a Ja/a" ,engan Mana!emen. P(A $" Mengaruskan auditor untuk membuat 7an-a
/a<ab s*esi0ik se*utar kecurangan dan setia* *engauditan. 7an-a /a<ab dengan mana/emen
dan *iak lain-a dalam *erusaaan memberikan kesem*atan bagi *ara *ega<ai untuk
memberitaukan in0ormasi -ang mungkin tidak da*at dikomunikasikan dengan *iak lain,
selain itu, /a<aban mereka terada* *ertan-aan.*ertan-aan auditor sering kali membuka
*ertan-aan atas kemungkinan adan-a kecurangan.
*aktr-*aktr Ri%ik P(A $" Mengaruskan auditor untuk menge'aluasi a*aka 0aktor.
0aktor risiko kecurangan mengidenti0ikasi adan-a insenti0 atau tekanan untuk melakukan
kecurangan, kesem*atan untuk melakukan kecurangan, atau sika* atau rasionalisasi
digunakan untuk membenarkan tindakan k/ecurangan.
#r%e,ur Analiti%. Auditor arus melakukan *rosedur analitis se*an/ang 0ase *erencanaan
dan *en-elesaiaan audit untuk membantu mengidenti0ikasi transaksi.transaksi atau ke/adiaan.
ke/adian -ang tidak biasa -ang da*at mengindenti0ikasikan sala sa/i material dalam la*oran
keuangan. Ketiaka asil *rosedur analitis berbeda dengan eks*ektasi auditor, auditor arus
menge'aluasi asil tersebut beserta in0ormasi lain -ang dida*atkan terkait dengan
kemungkinan adan-a kecurangan atau menentukan a*aka risiko kecurangan meningkat.
In+rma%i lain$a Auditor arus mem*ertimbamgkan semua in0ormasi -ang tela mereka
da*atkan dalam setia* 0ase atau bagian *engauditan ketika mereka mengukur risiko
kecurangan. Ban-ak *rosedur *engukuran risiko -ang dilakukan auditor dise*an/ang 0ase
*erencanaan untuk mengukur sala sa/imaterial -ang da*at mengindikasikan adan-a
*eningkatan risiko kecurangan.
Men,kumenta%iakn 0a%il #engu!ian Kecurangan
P(A $" Mengaruskan auditor mendokumentasikan al.al berukut -ang terkait dengan
*ertimbangan auditor terada* sala sa/i material -ang disebabkan ole kecurangan.
Diskusi dengan sesame *ersonel tim ker/a dalam *erencanaan audit mengenai
kecurigaan terada* adan-a sala sa/i material dalam la*oran keuangan entitas -ang
disebabkan ole kecurangan .
Prosedur -ang dilakukan untuk menda*atkan in0ormasi -ang dibutukan untuk
mengindenti0ikasi dan mengukur risiko kecurangan material.
Aisiko s*esi0ik dalam kecurangan material -ang tela diindenti0ikasi, dan deskri*si
res*ons auditor terada* risiko.risiko tersebut.
Alasan.alasan -ang mendukug suatu kesim*ulan tersebut bukan meru*akan risiko
-ang signi0ikan *engakuan *enda*atan material -ang tidak te*at.
4asil dari *rosedur -ang di/alankan untuk mengatasi risiko dominasi *engendalian
ole mana/emen.
Kondisi.kondisi lain serta ubungan analitis -ang mengindikasikan ba<a *rosedur
audit atau tambaan atau *enanganan lain-a di*erlukan, dan tindakan.tindakan
tersebut adala di/alankan ole auditor.
(i0at komunikasi mengenai kecurangan -ang dilakukan dengan mana/emen komite
audit atau lain-a
D. #ENGA1ASAN )A)A KEL'LA #ERUSA0AAN UN)UK MENGURANGI
RISIK' KECURANGAN
Mana/emen bertanggung /a<ab untuk menera*kan tata kelola *erusaaan dan *rosedur
*engendalian untuk meminimalisasikan risiko kecurangan, -ang da*at dikurangi melalui
kombinasi antara tindakan *encegaan, -ang da*at dikurangi melalui kombinasi antara
tindakan *encegaan, antisi*asi dan *endeteksiaan. Karena kolusi dan dokumentasi *alsu
men/adikan deteksi kecurangan men/adi lebi sulit seinggasering kali lebi e0ekti0 dan lebi
e0esien bagi *erusaaan untuk mem0okuskan bagi *encegaan dan *engantisi*asian
kecurangan.
&ntuk membantu mana/emen dan direksi dalam men/alankan usaa.usaa
antikecurangan.AICPA, beker/a sama dengan bebera*a organisasi *ro0esi, terkait
menerbitkan *rogram dan *en gendalian bagi mana/emen3 *anduan untuk membantu
mencega, mengantisi*asi, mendeteksi kecurangan, *aduan tersebut mengidenti0ikasi tiga
elemen berikut untuk mencega mengantisi*asi dan mendeteksim kecurangan.
1. Buda-a ke/u/uran dan etika -ang bernilai tinggi.
2. 7anggung /a<ab mana/emen untuk menge'aluasi risiko.risiko kecurangan .
#. Penga<asan dari komite audit.
&u,a$a ke!u!uran ,an Etika &ernilai )inggi
Menci*takan suatu buda-a ke/u/uran dan etika -ang bernilai tinggi -ang mencaku* enam
elemen berikut ini3
)ela,an ,ari #impinan. Mana/emen dan de<an direksi bertanggung /a<ab unntuk
memeberikan teladan dalam *erilaku -ang beretika dalam *erusaaan. Ke/u/uran dan
integritas mana/emen mendorong ke/u/uran dan integritas *ada seluru *ega<ai dalam
integritas *ada seluru *ega<ai dalam organisasi tersebut. Mana/emen tidak da*at bertindak
dalam suatu cara tertentu dan berara* ba<aann-a ber*erilaku -ang berbeda dari -ang di
contokan. Melalui tindakan dan komunikasin-a, mana/amen da*at menun/ukkan ba<a
*erilaku tidak /u/ur dan tidak etis tidak da*at di terima, meski*un menguntungkan bagi
*erusaaan.
Menciptakan lingkungan ker!a $ang p%iti+. Penilaian menun/ukkan ba<a *erbuatan
sala lebi /arang ter/adi ketika *ara *ega<ai memiliki *erasaan *ositi0 mengenai *emberi
ker/an-a dibandingkan ketika mereka merasa ba<a mereka terania-a, terancam atau
terabaikan. Bingkungan ker/a -ang *ositi0 da*at menci*takan moral *ega<ai -ang lebi baik,
-ang akan mengurangi kemungkinan *ara *ega<ai untuk melakukan kecurangan terada*
*erusaaan.
Mempeker!akan ,an memprm%ikan pega/ai $ang tepat. Kisa sebelumn-a
menggambarkan risiko.risiko *ega<ai -ang tidak /u/ur di *eker/akan. Agar berasil
mencega kecurangan, *erusaaan -ang tela ber/alan dengan baik arus menera*kan
kebi/akan *emilian -ang e0ekti0 untuk mengurangi kemungkinan mem*eker/akan dan
mem*romosikan orang.orang -ang memiliki tingkat ke/u/uran -ang renda. Kususn-a untuk
mereka -ang memegang *osisi.*osisi *enting
#elatihan. (emua *ega<ai baru arus terlebi daulu di lati tentang eks*ektasi *erusaaan
terada* *erilaku etika *ara *ega<ain-a. 4arus di a/arkan ba<a mereka arus
mengemudikasikan adan-a tindakan kecurangan -ang ter/adi atau di curigaitela ter/adi atau
cara -ang te*at untuk mengomunikasikan-a. (elain itu *elatian mengenai ke<as*adaan
terada* kecurangan terada* ke<as*adaan terada* kecurangan -ang arus disesuaikan
dengan tanggung /a<ab eks*esi0ik *ega<ai, misaln-a *elatian -ang berbeda dengan agen.
agen *embelian dan *en/ualan.
Kn+irma%i. (ebagian besar *erusaaan mengaruskan *ega<ain-a untuk secara *eriodik
mengkon0irmasikan tanggung /a<ab mereka untuk memenui kode etik. Para *ega<ai
diminta untuk membuat *ern-ataan ba<a mereka memaami eks*ektasi *erusaaan dan
tela memntui kode etik, serta ba<a mereka me<as*adai setia* bentuk *elanggaran.
Kon0irmasi tersebut membantu *enegakan kode etik dan /uga membantu mencega *ara
*ega<ai untuk melakukan kecurangan atau *elanggaran etika lainn-a. Dengan
menindaklan/uti *engakuan.*engakuan dan tidak adan-a balasan, maka auditor internal atau
lainn-a da*at mengungka* masala.masala *enting.
Di%iplin. Para *ega<ai arus mengetaui ba<a mereka arus bertanggung /a<ab /ika
mereka tidak mematui kode etik *erusaaan. Pemberian ukuman atas *elanggaran kode
etik, tan*a mem*ertimbangkan /en/ang *ega<ai -ang melakukan tindakan tersebut,
memberikan *esan -ang /elas *ada semua *ega<ai ba<a ke*atuan terada* kode etik dan
standar etika lainn-a sangat *enting dan di ara*kan. Pen-elidikan -ang men/adi alat
*encega kecurangan -ang e0ekti0.
)anggung Ja/a" Mana!emen Untuk Menge.alua%i Ri%ik-Ri%ik Kecurangan
Mengi,enti+ika%i ,an mengukur ri%ik kecurangan. Penga<asan terada* kecurangan
-ang e0ekti0 di mulai dengan kesadaran mana/emen ba<a kecurangan mungkin ter/adi dan
am*ir setia* *ega<ai mam*u melakukan tindakan -ang tidak /u/ur *ada kondisi lingkungan
uang normal.
Menangani ri%ik kecurangan. Mana/emen bertanggung /a<ab dalam merancang dan
menera*kan *rogram.*rogram dan *engendalian.*engendalian untuk menangani risiko.risiko
kecurangan, dan tersebut da*at menguba akti0itas dan *roses bisnis -ang rentang terada*
ter/adin-a kecurangan, untuk mengurangi insenti0 dan kesem*atan ter/adin-a kecurangan.
#enga/a%an ,alam prgram-prgram ,an pengen,alian-pengen,alian pencegahan
kecurangan untuk bagian.bagian -ang memiliki risiko kecurangan -ang tinggi, mana/emen
secara berkala arus menge'aluasi a*aka *rogram.*rogram dan *engendalian.*engendalian
anti kecurangan telCa di tera*kan dan ber/alan secara e0ekti0..
#enga/a%an Dari Kmite Au,it
Komite audit memiliki tanggung /a<ab utama untuk menga<asi *roses *en-usunan la*oran
keuangan dan *engendalian internal organisasi. Komite audit /uga membantu dalam
menci*takan suatu; conto teladan; -ang e0ekti0 mengenai *entingn-a ke/u/uran dan *erilaku
beretika dengan tidak memberikan toleransi sama sekali terada* setia* tindakan ke/u/uran.
Penga<asan -ang di lakukan ole komite audit /uga bertindak sebagai *encega kecurangan
ole mana/emen senior. (ebagai conto, untuk meningkatkan kemungkinan ba<a setia*
usaa -ang di lakukan ole mana/emen senior untuk melibatkan *ara *ega<ain-a dalam
melakukan atau menutu*i kecurangan da*at segera terungka*, *enga<asann-a da*at
mencaku* al.al berikut3
Pela*oran langsung atas temuan.temuan kunci ole internal audit ke*ada komite
audit.
Ba*oran berkala ole *etugas etika mengenai *engaduann-a -ang ada.
Ba*oran lainn-a mengenai *erilaku -ang tidak etis atau kecurangan -ang dicurigai
tela ter/adi.
E. MENG0ADA#I RISIK' KECURANGAN
Aes*ons auditor terada* risiko kecurangan meli*uti al.al sebagai berikut 3
Menguba keseluruan *ellaksanaan audit
Merancang dan melakukan *rosedur audit untuk mengada*i risiko kecurangan
tersebut.
Merancang dan melakukan *rosedur.*rosedur untuk mengatasi dominasi mana/emen
terada* *engendalian.
Mengu"ah Ke%eluruhan #elak%anaan Au,it
Auditor da*at memili dari bebera*a res*ons secara keseluruan atas meningkatn-a risiko
kecurangan. >ika risiko sala sa/i -ang disebabkan ole kecurangan meningkat, lebi ban-ak
*ersonel -ang ber*engalaman ditugaskan dalam *egauditan. Dalam bebera*a kasus, seorang
ali dibidang kecurangan da*at ditugaskan kedalam tim audit.
Pelaku kecurangan sering kali memiliki *engetauan -ang baik dalam *rosedur audit. untuk
alasan itu, P(A $" mengaruskan auditor untuk menera*kan rencana audit -ang tidak da*at
di*rediksi. (ebagai conto, auditor da*at mengun/ungi lokasi tem*at *ersediaan berada atau
mengu/i akun.akun -ang tidak diu/i *ada *eriode audit sebelumn-a. Auditor /uga arus
mem*ertimbangkan *engu/ian untuk terkait dengan *en-alagunaan aset, meski*un bila
/umla tersebut biasan-a tidak material
Merancang Dan Melakukan #r%e,ur Au,it Untuk Mengha,api Ri%ik Kecurangan
Prosedur audit -ang te*at digunakan untuk mengatasi risiko audit s*esi0ik bergantung *ada
akun -ang sedang diaudit dan /enis risiko kecurangan -ang teridenti0ikasi.
Auditor /uga arus mem*ertimbangkan *ilian mana/emen atas *rinsi*.*rinsi* akuntansi.
Peratian saksama arus diberikan *ada *rinsi*.*rinsi* akuntansi -ang melibatkan
*engukuran.*engukuran sub/ekti0 atau transaksi.transaksi -ang rumit. Karena auditor
me-akini adan-a risiko kecurangan dalam *engungka*an *enda*atan, mereka /uga arus
menge'aluasi kebi/akan *engakuan *enda*atan *erusaaan.
Merancang Dan Melakukan #r%e,ur-#r%e,ur Untuk Mengata%i Dmina%i
Mana!emen )erha,ap #engen,alian
Memerik%a a$at-a$at !urnal ,an pen$e%uaian-pen$e%uaian lainn$a %e"agai "ukti
a,an$a kemungkinan %alah %a!i $ang ,i%e"a"kan leh kecurangan. Kecurangan
seringkali diakibatkan ole *en-esuaian terada* /umla -ang dila*orkan dalam la*oran
keuangan, meski*un terda*at *engendalian internal -ang e0ekti0 di dalam la*oran. (A( 99
mengaruskan auditor untuk mengu/i a-at.a-at /urnal dan *en-esuaian.*en-esuaian la*oran
keuangan lainn-a.
Menelaah e%tima%i akuntan%i untuk %etiap hal $ang ti,ak /a!ar. Kecurangan dalam
la*oran keuangan sering kali dica*ai melalui sala sa/i -ag disenga/a dalam estimasi
akuntansi. P(A $" mengaruskan auditor untuk mem*ertimbangkan *otensi ketidak<a/aran
mana/emen ketika menelaa estimasi.estimasi taun ber/alan. Auditor diaruskan untuk
:meliat kembali; estimasi.estimasi signi0ikan *ada *eriode sebelumn-a untuk
mengidenti0ikasi setia* *erubaan dalam *roses *erusaaan atau *enilaian mana/emen dan
asumsi.asumsi -ang da*at memadai adan-a dimasukkan ke dalam kelom*o/ -ang tinggi
untuk rentang /umla -ang da*at diterima ditaun sebelumn-a dan di kelom*ok -ang renda
di tau ber/alan.
Menge.alua%i ra%inalita% "i%ni% untuk tran%ak%i-tran%ak%i $ang ti,ak "ia%a. P(A $"
menem*atkan 0okus -ang lebi besar dibandingkan -ang sebelumn-a diaruskan untuk
*emaaman atas dasar rasionalitas bisnis untuk transaksi.transaksi tidak biasa -ang signi0ikan
-ang mungkin di luar kebiasaan bisnis *erusaaan.
Memutakhirkan #r%e% #enilaian Ri%ik
Penilaian auditor terada* risiko dala sa/i material -ang disebabkan ole kecurangan arus
terus ber/alan dise*an/ang *engauditan dan dikoordinasikan dengan *rosedur *enilaian risiko
lainn-a. Auditor arus me<as*adai kondisi.kondisi berikut ketika melakukan *engauditan.
1. Ketidak konsistenan dalam *encatatan akuntansi
2. Bukti audit -ang bermasala atau ilang
#. 4ubungan -ang *roblematik atau tidak biasa antara auditor dengan mana/emen
,. 4asil dari *engu/ian substanti0 atau *enelaaan akir darin*rosedur analitis -ang
mengindikasikan adan-a risiko kecurangan -ang sebelumn-a tidak diketaui.
5. >a<aban terada* *ertan-aan -ang dia/ukan di se*an/ang *engauditan -ang tidak /elas
atau tidak masuk akal atau -ang mengasilakn bukti -ang tidak konsisten dengan
bukti lainn-a.
*. &AGIAN-&AGIAN RISIK' KECURANGAN S#ESI*IK
Ke<as*adaan terada* adan-a tanda.tanda *eringatan ter/adin-a kecurangan dan teknis
*endektesian kecurangan lainn-a akan meningkatkan kemungkinan auditor dalam
mengidenti0ikasi sala sa/i -ang disebabkan karena kecurangan.
Ri%ik Kecurangan Dalam #en,apatan Dan #iutang Dagang
Ri%ik kecurangan ,alam lapran keuangan untuk akun pen,apatan. Ada bebera*a
alasan menga*a *enda*atan rentan terada* mani*ulasi. Dang *aling *enting *enda*atan
am*ir selalu meru*akan akun terbesar dalam la*oran laba.rugi, seingga suatu sala sa/i
-ang an-a beru*a *ersentase *en/ualan -ang kecil teta* da*at ber*engaru besar terada*
laba. Alasan lain -ang men-ebabkan *enda*atan rentan terada* mani*ulasi adala kesulitan
dalam menentukan <aktu -ang te*at untuk mengakui *enda*atan dalam berbagai situasi.
Berikut tiga /enis mani*ulasi *enda*atan -ang *enting.
1. Penda*atan 0ikti0
2. Pengakuan *enda*atan -ang *remature
#. Mani*ulasi *en-esuaian.*en-esuaian *enda*atan
Pendapatan fiktif. Bentuk kecurangan *enda*atan -ang *aling 0atal melibatkan *enci*taan
*enda*tan.*enda*atan akti0. Para *elaku kecuragan sering kali melakukann-a dalam /angka
<aktu -ang lama untuk mendukung *enda*atan 0ikti0 dan melibatkan *ara *ega<ai
*erusaaan.
Pengakuan pendapatan yang prematur Perusaaan sering kali mem*erce*at <aktu
*engakuan *enda*tan untuk memenui *ro-eksi laba atau *en/ualan. Pengakuan *enda*atan
-ang *remature, *engakuan *enda*atan sebelum ketentuan dalam PAB& untuk mencatat
*enda*atan tela ter*enui, arus dibedakan dari kesalaan karena masala *isa batas,
dimana transaksi.transaksi tersebut tan*a disenga/a dicatat dalam *eriode -ang sala. (ala
satu metode kecurangan dalam mem*erce*at *engakuan *enda*atan adala dengan menagi
dan menaan *en/ualan. Metode lainn-a adala dengan menerbitkan *er/an/ian tambaan
-ang memodi0ikasi s-arat transaksi *en/ualan.
Manipulasi Penyesuaian-Penyesuaian Pendapatan. Pen-esuaian terada* *en/ualan -ang
*aling umum melibatkan retur *enuualan dan *engurangan arga. (ebua *erusaaan da*at
men-embun-ikan retur *en/ualan dari auditorn-a untuk melebisa/ikan *en/ualan bersi dan
laba. Perusaaan /uga da*at mengurangsa/ikan beban *iutang tak tertagi, sebagian
disebabkan karena *ertimbangan -ang signi0ikan di*erlukan untuk menentukan /umla -ang
te*at.
)an,a-)an,a #eringatan Kecurangan Dalam #en,apatan.
Prosedur Analitis. Prosedur analitis seringkali da*at menandai kecurangan dalam
*enda*atan, kususn-a dari *ersentase margin kotor dan *er*utassran *iutang dagang.
Penda*atan 0ikti0 akan melebisa/ikan *ersentase margin laba dan *engakuan *enda*atan
-ang *remature /uga melebisa/ikan margin laba kotor /ika bia-a *en/ualan -ang terkait tidak
diakui. Pen/ualan 0ikti0 /uga menurunkan *er*utaran *iutang karena *en/ualan 0ikti0 /uga
dimasukkan ke dalam *iutang tak tertagi.
Ketidakcocokan Dokumen. Meski*un usaa -ang terbaik tela dilakukan ole *elaku
kecurangan., transaksi.transaksi 0ikti0 /arang memilki tingkat keandalan bukti -ang sama
sebagaimana -ang diasilkan dari transaksi.transaksi -ang sa. Para auditor arus
me<as*adai *enandaan dan *erubaan -ang tidak biasa dalam dokumen.dokumen, dan
mereka arus mengandalkan dokumen asli dari*ada salinan dokumen atau du*likasin-a.
#en$alahgunaan &ukti #enerimaan (ang Meli"atkan #en,apatan .
Tidak Dicatatnya Sebuah Penualan. (ala satu kecurangan -ang *aling sulit untuk
dideteksi adala ketika suatu *en/ualan tidak dicatat dan kas dari *en/ualan tersebut dicuri.
Kecurangan semacam itu lebi muda terdeteksi ketika barang.barang dikirim untuk *ara
*elanggan -ang membeli secara kredit. Menelusuri dokumen *engiriman terada* terada*
a-at *en/ualan dalam /urnal *en/ualan dan akuntansi untuk semua dokumen *engiriman da*at
digunakan untuk mem'eri0ikasi ba<a semua *en/ualan tela dicatat.
Pencurian Penerimaan Kas Setelah Sebuah Penualan Dicatat. Akan men/adi /au lebi
sulit untu men-embun-ikan *encuran atas *enerimaan kas setela *en/ualan dicatat. >ika
*emba-aran *elanggan dicuri, *enagian regular atas akun.akun -ang belum diba-ar akan
segera membongkar kecurangan. Akibatn-a, untuk men-embun-ikan *encurian, *elaku
kecurangan arus mengurangi akun *elanggan dengan sala satu dari tiga cara berikut.
1. Mencatat retur *en/ualan atau *engurangan arga
2. Menga*us akun *iutang *elanggan.
#. Memasukkan *emba-aran dari *elanggan lain ke akun *elanggan -ang uangn-a ia
curi, -nag /uga dikenal sebagai la**ing.
)an,a-)an,a #eringatan #en$alahgunaan #en,apatan Dan #enerimaan Ka%. Pencurian
atas *en/ualan dan *enerimaan kas -ang terkait -ang /umlan-a relati'e kecil da*at dicega
dan deteksi dengan lebi baik ole *engendalian internal -ang dirancang untuk
meminimalisasi kesem*atan untuk melakukan kecurangan. &ntuk mendeteksi kecurangan
-ang lebi besar, *rosedur analitis dan *erbandingan @ *erbandingan lainn-a da*at berguna
untuk mendeteksi kecurangan tersebut.
Ri%ik Kecurangan Dalam #er%e,iaan
Persediaan sering kali meru*akan akun terbesar *ada neraca sebagian besar *erusaaan dan
auditor seringkali kesulitan untk mem'eri0ikasi keberadaan dan *enilaian *ersediaan. (ebagai
akibatn-a, *ersediaan sangat rentan terada* mani*ulasi -ang dilakukan ole mana/er -ang
ingin menca*ai bebera*a sasaran dalam la*oran keuangan karena *ersediaan umumn-a sia*
di/ual, *ersediaan /uga rentan disalagunakan.
Ri%ik Kecurangan Lapran Keuangan Untuk #er%e,iaan. Persediaan 0ikti0 tela men/adi
inti masala dari bebera*a kasus kecurangan la*oran keuangan *enting. Ban-ak *erusaaan
besar -ang memilki *ersediaan -ang beragam dan dalam /umla -ang sangat ban-ak -ang
terletak di bebera*a lokasi -ang berbeda, -ang membuat *erusaaan relati'e muda untuk
menamba *ersediaan akti0 dalam *encatatan akuntansi. (ememtara auditor diaruskan untuk
mem'eri0ikasi keberadaan 0isik *ersediaan *engu/ian audit dilakukan berdarkan sam*el dan
biasan-a tidak semua lokasi *ersediaan diu/i.
)an,a-)an,a #eringatan Untuk Kecurangan Dalam #er%e,iaan. Ban-ak kemungkinan
tanda.tanda *eringatan atau indicator adan-a kecurangan dalam *ersediaan. Prosedur analitis
berguna untuk mendeteksi kecurangan dalam *ersediaan
#r%e,ur analiti%. Prosedur analitis, kususn-a *ersentasi margin laba kotor dan *er*utaran
*ersediaan, sering kali melibatkan dalam mengungka* kecurangan dalam *ersediaan.
Persediaan akti0 akan mengurangsa/ikan beban *okok *en/ualan dan melebisa/ikan
*ersentase margin kotor. Persediaan 0ikti0 /uga akan menurunkan *er*utaran *ersediaan.
Ri%ik Kecurangan #a,a Akun #em"elian Dan Utang Dagang.
Kasus.kasus kecurangan dalam la*oran keuangan -ang melibatkan utang dagang relati'e
umum meski*un lebi /arang ter/adi dibandingkan dengan kecurangan -ang melibatkan
*ersediaan atau *iutang dagang. Pengurangsa/ian utang dagang -ang disenga/a umumn-a
mengakibatkan kurang sa/i dalam *embelian dan beban *oko *en/ualan serta lebi sa/i dalam
laba bersi. Pen-alagunaan -ang signi0ikan -ang melibatkan *embelian /uga da*at ter/adi
dalam bentuk *emba-aran ke*ada *ara *emasok 0ikti0, dan /uga *emberian sua* atau
kese*akatan illegal lainn-a dengan *ara *emasok.
Ri%ik Kecurangan Lapran Keuangan Untuk Akun #iutang Dagang. Perusaaan.
*erusaaan da*at terlibat da*at terlibat dalam usaa.usaa -ang disenga/a untuk
mengurangsa/ikan utang dagang dan melebisa/ikan laba. 4al tersebut da*at dica*ai dengan
tidak mencatat utang dagang ingga *eriode berikutn-a atau dengan mencatat *engurangan
0ikti0 dalam utang dagang. Perusaaan seringkali memilki kese*akatan bisnis -ang kom*leks
dengan *ara *emasok -ang mengakibatkan *engurangan dalam utang dagang mereka karena
adan-a *engakuan dalam iklan dan *en-isian lainn-a.
#en$alahgunaan Dalam Siklu% #erlehan Dan #em"a$aran. Kecurangan -ang *aling
umum dalam bagian *erolean adala bagi sang *elaku untuk mengeluarkan *emba-aran.
*emba-aran ke*ada *emasok 0ikti0 dan men-im*an kas di rekening 0ikti0. Kecurangan
semacam itu da*at dicega dengan membuat *emba-aran an-a dilakukan *ada *emasok
resmi dan memeriksa dokumentasi.dokumentasi -ang mendukung *embelian tersebut dengan
seksama ole *ersonel -ang memilki otoritas sebelum *emba-aran dilakukan.
&agian-&agian Ri%ik Kecurangan Lainn$a
Asset Tetap. Asset teta*, sebua akun neraca -ang besar bagi ban-ak *erusaaan, sering kali
berdasarkan *ada *enilaian -ang ditentukan secara sub/ekti0. Akibatn-a, asset teta* da*at
men/adi target mani*ulasi, kusun-a bagi *erusaaan.*erusaaan -ang tidak memilki
*ersediaan atau *iutang -ang material. &ntuk mengurang *otensi *encurian, asset teta* arus
dilindungi secara 0isik /ika kemungkinan, diberi tanda, atau diberi label *ermanen dan arus
dicek keberadaann-a secara berkala.
!eban "ai. )a/i biasan-a /arang men/adi bagian risiko -ang signi0ikan *ada kecurangan
dalam la*oran keuangan . meski demkian, *erusaaan da*at mengurangsa/ikan *ersediaan
dan laba bersi dengan mencatat bia-a u*a kar-a<an -ang berlebian dalam *ersediaan.
Kecurangan dalam ga/i -ang melibatkan *encurian asset tidak terlalu ban-ak ditemukan,
namun /umala -ang terlibat seringkali material. Dua bagian umum -ang biasan-a ter/adi
kecurangan adala dici*takann-a *ega<ai.*ega<ai 0ikti0 dan lebi sa/i dalam /umla /am
ker/a setia* kar-a<an.
G. )ANGGUNG JA1A& KE)IKA KECURANGAN DICURIGAI )ELA0
)ERJADI
(ebagaimana tela di*erkirakan sebelumn-a, lebi ban-ak kecurangan -ang terdeteksi ole
*engendalian internal atau 0ungsi internal audit dibandingkan ole auditor eksternal
Mere%pn% %alah %a!i $ang mungkin ,i%e"a"kan leh kecurangan
(e*an/ang *engauditan, auditor terus menerus menge'aluasi a*aka bukti.bukti -ang
dida*atkan dan *engamatan.*engamatan lainn-a mengindikasikan adan-a sala sa/i material
-ang disebabkan ole kecurangan. (emua sala sa/i -ang ditemukan auditor selama
melakukan auditor arus diidenti0ikasi ada tidakn-a indikasi kecurangan. Ketika dicurigai
ter/adi kesalaan, auditor menda*atkan in0ormasi tambaan untuk menentukan a*aka
kecurangan benar.benar tela ter/adi.
Jeni% )eknik-)eknik 1a/ancara .
)an$a !a/a" in+rmal. Auditor melakukan tan$a !a/a" in+rmal untuk menda*atkan
in0ormasi mengenai 0akta.0akta dan rincian -ang tidak dida*atkan auditor. Biasan-a auditor
menginginkan in0ormasi dari orang -ang di<a<ancara mengenai ke/adian atau *roses *ada
*eriode sebelumn-a. (eringkali tan-a /a<ab dilakukan dengan santai, dengan auditor
memberikan *ertan-aan.*ertan-aan terbuka -ang memungkinkan res*onden memberikan
*erincian ke/adian, *roses atau kondisi -ang ditan-akan. Auditor sering kali menggunakan
tan-a /a<ab in0ormal ketika menindak lan/uti bukti.bukti -ang dikum*ulkan mengenai
*rogram atau *engendalian atau bukti lainn-a -ang melibatkan sala sa/i atau kecurangan
-ang dicurigai untuk diungka*kan dalam *engauditan.
)an$a !a/a" e.alua%i. (eorang auditor /uga menggunakan tan-a /a<ab untuk menge'aluasi
a*aka in0ormasi -ang tela ia da*atkan suda te*at, akurat atau benar. auditor menggunakan
tan-a /a<ab e'aluasi untuk mendukung atau tidak mendukung in0ormasi sebelumn-a.
Auditor sering kali memulai tan-a /a<ab e'aluasi dengan *ertan-aan.*ertan-aan -ang luas
dan terbuka -ang memungkinkan orang -ang di<a<ancarai meberikan /a<aban -ang
ter*erinci -ang kemudian da*at ditinda lan/uti dengan *ertan-aan.*ertan-aan -ang lebi
s*esi0ik.
)an$a !a/a" intergrati+. Kategori tan-a /a<ab ini digunakan ketika auditor ingin mencarai
tangga*an dari sub/ek -ang ia <a<ancarai mengenai *engetauann-a atas ke/adian atau
kondisi. 7an-a /a<ab introgati0 sering kali digunakan untuk menentukan a*aka indi'idu
tersebut tidak /u/ur atau dengan senga/a mengaa*us 0akta.0akta *engetauan kunci, ke/adian
atau kondisi -ang *enting, kususn-a ketika auditor mencurigai orang -ang di<a<ancarai
tidak /u/ur atau menutu*.nutu*i in0ormasi -ang sebenarn-a. (ering kali tan-a /a<ab -ang
intrigati0 bersi0at kon0rontati0, dikarenakan sub/ek -ang di<a<ancarai mungkin de0ensi0,
karena mereka menutu*i *engetauan meereka atasa 0akta, ke/adian, atau kondisi tertentu.
Ketika menggunakan tan-a /a<ab -ang in0ormati0 auditor biasan-a menan-akan *ertan-aan
langsung -ang memerlukan /a<aban :-a; atau :tidak;. Wa<ancara introgati0 biasan-a an-a
dilakukan ole anggota senior tim audit -ang ber*engalaman dan mengetaui masala -ang
melibatkan klien tersebut.
Menge.alua%i Re%pn% )an$a Ja/a" .
)eknik men,engarkan. Sangat *enting bagi auditor untuk menggunakan keteram*ilan
mendengarkan secara e0ekti0 di se*an/ang <a<ancara. Auditor arus terus menerus
mem*eratikan dengan men/aga kontak kontak mata, anggukan *ersetu/uan atau
menun/ukkan tanda.tanda ke*aaman lainn-a. Auditor /uga arus mencoba untuk
mengindari *emikiran.*emikiran -ang kaku terada* in0ormasi -ang sedang diberikan.
Pendengar -ang baik /uga meman0aatkan keeningan untuk memikirkan mengenai in0ormasi
-ang diberikan dan melakukan *rioritas atas in0ormasi -ang ia dengar.
Mengamati tan,a-tan,a perilaku. (eorang auditor -ang teram*il dalam menggunakan
tan-a /a<ab, akan menge'aluasi res*ons 'erbal dan non'erbal dari orang -ang ia
<a<ancarai. (elain mengamati tanda.tanda 'erbal, *enggunaan <a<ancara /uga
memungkinkan auditor untuk mengamati *erilaku non'erbal.
)anggung !a/a" lainn$a ketika ,icurigai a,an$a kecurangan. Ketika auditor mencurigai
ba<a kecurangan mungkin tela ter/adi, P(A $" mengaruskan auditor untuk menda*atkan
bukti tambaan untuk a*aka kecurangan -ang signi0ikan tela ter/adi.
Auditor sering kali menggunakan *erangkat lunak audit se*erti ACB atau ID%A untuk
menentukan a*aka kecurangan tela ter/adi. sebagai conto, *erangkat lunak da*at di
gunakan untuk mencari transaksi.transaksi 0ikti0 dengan mencari nomor du*likat 0aktur
*en/ualan atau dengan merekonsiliasi basis data 0aktur *en/ualan *ada basis data dokumen
*engiriman,untuk men-akinkan ba<a semua *en/ualan tela di dukung dengan bukti
*engiriman.
Auditor /uga menggunakan *rogram kertas ker/a dasar se*erti e=cel untuk melakukan
*rosedur analitis *ada bebera*a tingkatan. sebagai conto,*en/ualan da*at di *isakan ke
dalam bebera*a data ter*isa berdasarkan lokasi,/enis *roduk,atau *eriode <aktu1bulanan2
untuk *rosedur lan/utan.
Auditor /uga mem*erluas *rosedur subtanti0 lainn-a untuk mengganti tinggin-a resiko
kecurangan. (ebagai conto, ketika terda*at risiko ba<a s-arat *en/ualan mungkin tela di
uba agar da*at mengakui *en/ualan sebelum <aktun-a, auditor da*at memodi0ikasi
*ermintaan kon0irmasi *iutang dagang untuk menda*atkan tangga*an -ang lebi rinci dari
*ara *elanggan mengenai s-arat.s-arat tertentu dalam transaksi,se*erti *emba-aran,
*engiriman barang, dan kebi/akan *engembalian barang.
Ketika auditor menentukan ba<a kecurangan mungkin tela ter/adi, P(A $" mengaruskan
auditor untuk membaas al tersebut dan /uga *endekatan audit -ang di gunakan untuk
*en-elidikan lebi lan/ut dengan tingkat mana/emen -ang te*at, meski*un masala tersebut
di angga* tidak *enting.
7erkadang auditor mengidenti0ikasi risiko sala sa/i material -ang di sebabkan ole
kecurangan -ang memiliki im*likasi terada* *engendalian internal dalam bebera*a kasus,
*ertimbangan auditor terada* *rogram dan *engendalian anti kecurangan.kecurangan -ang
men-ebabkan gagaln-a *enanganan terada* risiko kecurangan tersebut. Auditor arus
membicarakan al tersebut dengan mana/emen serta dengan mereka -ang bertanggung /a<ab
dalam tata kelola *erusaaan, se*erti komite audit.
4asil dari *rosedur.*rosedur -ang di /alankan ole auditor da*at mengindikasikan adan-a
sala sa/i -ang material -ang di sebabkan ole kecurangan seingga auditor arus
mem*ertimbangkan kemungkinan untuk mengundurkan diri dari *erikatan.*engunduran diri
tersebut da*at bergantung *ada integrasi mana/emen serta keati.atian dan ker/a sam
man/emen dan de<an direksi dalm men-elidiki *otensi kecurangan dan *engambilan
tindakan.tindakan -ang te*at.