Anda di halaman 1dari 2

Pro dan Kontra selalu saja menjadi bumbu dan kembali kepada kita bagaimana selektif mencari tahu

dan
belajar dengan seorang Master yang baik karena pada dasarnya walaupun Reiki sendiri tidak didasarkan
pada ajaran keyakinan tertentu, namun begitu menjamurnya kreasi Reiki baru menyebabkan banyak
ditambah dengan berbagai doa atau mantera yang terkesan merujuk pada keyakinan tertentu.

Pada tahun 2003, seorang Grand Master di bidang Esoterik di Indonesia, yang bernama Yan Nurindra,
menemukan sebuah teknik pencapaian kultivasi semesta yang bersifat filosofis. Beliau menemukan
keilmuan yang disebut PRANA SHAKTI. Namun Prana Shakti ini bukanlah nama dari suatu Perguruan Silat
Tenaga Dalam, tetapi nama Keilmuan. Dimana pada dasarnya seluruh subtle energy di alam semesta ini
dapat digolongkan ke dalam kelompok Prana dan Kelompok Shakti.

Kelompok Prana berorientasi ke Makrokosmos atau jagad besar. Adapun teknik atau tradisi yang ada di
bawah Prana adalah Reiki, Seichim, Chikung, Shamballa Multi Dimensional Healing, Seichem, Prana
(Choa Kok Sui), dan masih banyak lagi. Varians Reiki saja ada ratusan bahkan mungkin sudah ribuan. Di
antaranya yang kita kenal di Indonesia antara lain Reiki kundalini, Vajra Tummo Reiki, Reiki Tummo,
Reiki Usui, Waskita Reiki, dan lain-lain.

Sedangkan subtle energy yang berada di bawah Shakti, yang berorientasi pada jagad kecil atau dalam
diri kita sendiri, antara lain Kundalini, ilmu Hikmah, ilmu Haq, Tenaga Dalam Inti, Mantera, dan
sebagainya. Biasanya untuk membangkitkan Shakti ini praktisi harus menggunakan keyakinan yang
tinggi.

Baik Prana maupun Shakti dapat dilakukan penyelarasan dan pembangkitan secara menyeluruh. Namun
hanya mereka yang telah menjadi Prana Shakti Master yang mampu melakukannya, sehingga praktisi
yang berada pada tingkat pertama atau Dharana dapat mengakses seluruh tradisi energy yang ada di
bawah Prana dan Shakti secara sempurna, atas izin Tuhan YME. Oleh sebab itu, berbeda dengan
tingkatan dalam tradisi Reiki misalnya, dalam Prana Shakti, sekalipun baru tingkat pertama dari tiga
tingkatan yang ada, praktisi Prana Shakti adalah Grand Master of Subtle Energy Traditions, artinya
mereka diberikan hak dan kemampuan untuk menjadi Grand Master dari seluruh tradisi energi yang
pernah ada. Setelah mendapatkan abhiseka dan shaktipat Prana Shakti, para praktisi mampu melakukan
Self-Initiation sehingga mereka tidak membutuhkan lagi attunement atau initiation dari seluruh tradisi
energi yang ada.Memang semuanya masih perlu waktu agar terapi holistik ini bisa diterima lebih luas
lagi di negara-negara lain seperti Indonesia.

Apakah Reiki dikenal di Asia? Ya, tentu saja karena sejarah awal mulanya Reiki berasal dari Jepang
dengan ditemukannya kembali teknik penyembuhan holistik yang diyakini sebenarnya sudah ada ribuan
tahun lalu. Penemu Reiki ini adalah Mikao Usui. Perkembangan pesat keilmuan ini terus berlangsung
dan merambah di puluhan negara di dunia dalam berbagai TRADISI atau disebut VARIANS nya, seperti
Reiki Kundalini, Reiki Tummo, R