Anda di halaman 1dari 6

I.

Tahap Pengumpulan data



Matriks IFE
Faktor Utama (Bobot) (Rating) (Score)
Faktor Internal
Strength
Produk terpercaya secara Nasional
maupun Internasional 0,09 4 0,36
Memiliki 3 Pabrik besar di
Indonesia 0,03 4 0,12
Jaringan distribusi besar 0,13 4 0,52
Produk yang diciptakan cocok
dengan permintaan pasar 0,11 4 0,44
Nestle milo memimpin pasar susu
coklat 0,2 4 0,8
Kualitas bahan baku 0,11 3 0,33
Weakness
Sebagian produk nestle masih di
impor 0,05 3 0,15
Total 2,72

Matriks EFE
Faktor Utama (Bobot) (Rating) (Score)
Faktor Eksternal
Opportunities
Menambah jaringan distribusi 0,08 4 0,32
Inovasi produk sesuai permintaan
pasar 0,07 5 0,35
Membuat produk instant 0,03 3 0,09
Pendapatan masyarakat
bertambah tingkat konsumsi susu
bertambah 0,01 4 0,04
Threats
Kepercayaan masyarakat produk
asing lebih baik dari lokal 0,2 5 1
Pesaing produk susu yang
bertambah baik asing maupun
lokal 0,02 5 0,1
Pesaing produk biskuit bayi 0,13 4 0,52
Tuntutan dari konsumen untuk
nutrisi tambahan dalam produk
susu 0,01 3 0,03
Kesadaran masyarakat yang rendah
untuk menkonsumsi susu sejak dini 0,05 3 0,15
Total 2,6

II. Tahap Analisis
A. Matriks Internal Eksternal (IE)
Matriks IE diperoleh dengan memasukkan total skor rata-rata yang diperoleh dari matriks IFE
dan EFE . Matriks ini bermanfaat untuk mengetahui posisi perusahaan sehingga dapat digunakan
untuk menetapkan strategi yang sesuai dijalankan perusahaan. Total skor IFE sebesar 2,72
dimana PT Nestle Indonesia berada pada kondisi rata-rata dalam melakukan kegiatan pemasaran
dan total skor EFE sebesar 2,6 memperlihatkan bahwa respon yang diberikan perusahaan
terhadap lingkugan eksternal tergolong tinggi. Apabila total skor IFE dan EFE diposisikan pada
matriks IE, maka posisi perusahaan saat ini berada pada sel II (gambar 5) Pada sel ini strategi
yang harus dijalankan oleh perusahaan adalah tumbuh dan kembangkan (growth and build).
Strategi yang dapat dijalankan perusahaan adalah strategi intensif (penetrasi pasar,
pengembangan pasar dan pengembangan produk).

Total Rata-rata pertimbangan IFE
Kuat Rata-rata Lemah
3,00-4,00 2,00-2,99 1,00-1,99
I
II
PT Nestle
Indonesia
III
IV V VI
VII VII IX

Strategi Penetrasi Pasar
Menurut David (2006) yang dimaksud dengan strategi penetrasi pasar adalah suatu strategi untuk
meningkatkan pangsa pasar (market share) suatu produk atau jasa yang sudah ada di pasar
melalui usaha pemasaraan yang lebih aktif. Strategi untuk meningkatkan pangsa pasar dapat
dilakukan melalui upaya pemasaran seperti memperluas jaringan distribusi, meningkatkan
kegiatan promosi dan publisitas dan meningkatkan pelayanan. Memperluasan jaringan distribusi
sangat penting dilakukan untuk menjangkau konsumen yang lebih banyak. Saat ini PT Nestle
Indonesia hanya memasarkan ke toko-toko dan swalayan. Untuk memperluas jaringan distribusi
PT Nestle perlu memasarkan produk hingga ke pasar secara umum hingga tersebar merata ke
seluruh Indonesia.
Meningkatkan kegiatan promosi sangat penting dilakukan mengingat Susu bayi dan biskuit bayi
merupakan produk yang memiliki banyak saingan.Promosi bisa dilakukan melalui menjadi media
partner acara-acara anak-anak yang kemudian memperkenalkan keunggulan produk yang
ditawarkan kepada konsumen. Promosi yang dilakukan selama ini lebih sudah cukup baik
menggunakan segala jenis media seperti media televisi, off air dan media cetak, namun seiring
berjalannya waktu persaingan semakin banyak maka perlu teknis promosi yang jauh lebih
menarik dan meyakinkan konsumen.

Strategi Pengembangan Pasar
Pengembangan pasar merupakan upaya untuk memperkenalkan produk perusahaan ke wilayah
baru yang belum pernah dimasuki sebelumnya. Strategi ini dapat dijalankan dengan mencari
pasar yang belu pernah tersentuh oleh pesaing dan mencari jaringan distribusi yang dapat
diandalkan.

Strategi Pengembangan Produk
Menurut David (2006), pengembangan produk adalah upaya untuk memprbaiki atau
memodifikasi produk atau jasa yang ada untuk meningkatkan penjualan. Strategi ini penting
ketika perusahaan menghadapi kondisi persaingan dalam industri yang semakin ketat. Perusahaan
perlu untuk mengadakan kegiatan penelitian dan pengembangan yang baik untuk menghasilkan
produk yang berbeda dari pesaingnya sehingga mampu meraih pangsa pasar yang belum dikuasai
pesaing. Meningkatkan kualitas produk tidak hanya dalam hal khasiat dan komposisi melainkan
memperbaharui kemasan agar lebih menarik. Kemasanyang lebih menarik akan lebih menarik
perhatian konsumen.

B. Matriks SWOT
Matriks SWOT digunakan untuk mengevaluasi keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman perusahaan yang sebelumnya telah diidentifikasi pada matriks IFE dan EFE. Melalui
matriks ini akan dihasilkan empat strategi utama yaitu strategi S-O (Strengths-Opportunities), W-
O (Weakness-Opportunities), S-T (Strengths-Threats) dan W-T (Weakness-Threats). Matriks
SWOT PT. Dexa Medica dapat dilihat pada Tabel 16. Hasil Uji Matriks SWOT (Strengths,
Weakness, Opportunities and Threats).

Faktor Eksternal KEKUATAN KELEMAHAN
STRENGTH - S WEAKNESS- W
1. Produk terpercaya secara
Nasional maupun
Internasional
1. Sebagian produk nestle
masih di impor
2. Memiliki 3 Pabrik besar di
Indonesia

3. Jaringan distribusi besar
3. Produk yang diciptakan
cocok dengan permintaan
pasar

4. Nestle milo memimpin
pasar susu coklat

Faktor Internal 5. Kualitas bahan baku
PELUANG STRATEGI STRATEGI
OPPORTUNITIES - O S-O W-O
1. Menambah jaringan
distribusi
1. Mempertahankan
Kualiatas bahan baku
1. Meningkatkan promosi
2. Inovasi produk sesuai
permintaan pasar
2. Memperluas pemasaran 2. Meminimalkan produk
impor
3. Membuat produk instant
4. Pendapatan masyarakat
bertambah tingkat
konsumsi susu bertambah

ANCAMAN STRATEGI STRATEGI
THREATS T S-T W-T
1. Kepercayaan masyarakat
produk asing lebih baik dari
lokal
1. Menyesuaikan harga
dengan keadaan pasar
1. Melakukan riset pasar
untuk mengetahui strategi
pasar yang lebih baik lagi
2. Pesaing produk susu
yang bertambah baik asing
maupun lokal

3. Pesaing produk biskuit
bayi

4Tuntutan dari konsumen
untuk nutrisi tambahan
dalam produk susu

5. Kesadaran masyarakat
yang rendah untuk
menkonsumsi susu sejak
dini


Matriks QSPM (Quantitatif Strategic Planing Matrix)

Tahap selanjutnya adalah tahap pengambilan keputusan dalam menentukan prioritas strategi yang
palig tepat untuk dilaksanakan terlebih dahulu, maka dilakukan analisis QSPM. Responden dalam
analisis ini adalah Direktur dan manajer pemasaran, dengan pertimbangan bahwa salah satu
pengambil keputusan utama dalam melakukan strategi.


















Tabel QSPM
Faktor Utama Weights
Analisis Strategi
Strategi I Strategi II Strategi III
Strategi
IV
Strategi V
AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS
Faktor Eksternal
Opportunities
Produk yang
terpercaya baik
nasional maupun
internasional. 0,06 5 0,4 5 0,4 4 0,32 4 0,32 5 0,4
Kuatnya tim
pemasaran untuk
program menjaga
mutu, sampai ke
pelosok desa. 0,04 5 0,35 4 0,28 3 0,21 5 0,35 4 0,28
Portfolio produk dan
merk yang tidak
tertandingi 0,03 4 0,12 3 0,09 4 0,12 5 0,15 3 0,09
Budaya karyawan dan
nilai sikap
0,01 4 0,04 2 0,02 5 0,05 4 0,04 5 0,05
Kualitas Bahan Baku
0,03 4 0,15 2 0,02 4 0,12 3 0,09 3 0,03
Threats
Image bahwa susu itu
mahal
0,2 5 1 3 0,6 3 0,6 3 0,6 3 0,6
Kesadaran akan
pentingnya susu sangat
kurang 0,02 5 0,1 4 0,08 3 0,06 4 0,08 3 0,06
Persepsi masyarakat
merk asing lebih baik ,
Nestle dianggap merk
lokal 0,13 4 0,52 5 0,65 4 0,52 5 0,65 3 0,39
Ada banyak tuntutan
dari konsumen untuk
nutrisi tambahan
dalam produk susu 0,01 4 0,04 2 0,02 5 0,05 3 0,03 3 0,03
Faktor Internal
Strength
Produk yang
terpercaya baik
nasional maupun
internasional. 0,09 4 0,36 3 0,27 4 0,36 4 0,36 4 0,36
Kuatnya tim
pemasaran untuk
program menjaga
mutu, sampai ke
pelosok desa. 0,03 4 0,12 4 0,12 3 0,09 5 0,15 4 0,12
Portfolio produk dan
merk yang tidak
0,13 5 0,65 5 0,65 3 0,39 4 0,52 4 0,52
tertandingi
Budaya karyawan dan
nilai sikap
0,11 5 0,55 2 0,22 5 0,55 5 0,55 4 0,44
Kualitas bahan baku
0,2 4 0,8 1 0,2 5 1 3 0,6 5 1
Weakness
Produk nestle masih
diimpor dari malaysia
dan Thailand
Kurangnya promosi
produk
Untuk Milo bahan-
bahannya tidak
tersedia di Indonesia
sehingga harus impor.
Karena
mempertahankan
kualitas, Nestle
tergolong mahal
Nama Nestle tercemar
karena pernah
terdapat pemboikotan
di sejumlah negara 0,05 4 0,2 3 0,15 4 0,2 4 0,2 3 0,15
Total 3,01 4,5 4,89 5,24 5,07

Berdasarkan hasil analisis QSPM dapat dilihat bahwa strategi terbaik yang harus dilakukan
sekarang adalah meningkatkan promosi. Promosi yang dilakukan melalui event-event tidak cukup
untuk meningkatkan permintaan karena masih banyak masyarakat yang belum mengenal
Stimuno. Promosi yang tepat dilakukan adalah melalui iklan testimoni di televisi, dengan promosi
ini diharapkan masyarakat paham definisi sistem imun dan membeli Stimuno sebagai salah satu
penguat sistem imun yang telah terbukti berkhasiat, dengan nilai TAS (Total Attraciveness Score)
tertinggi yaitu sebesar 5,24. Seluruh alternatif strategi tersebut dapat diperingkatkan sebagai
berikut :
1. Meningkatkan promosi (TAS = 3,01)
2. Memperluas pemasaran (TAS = 4,5)
3. Mempertahankan harga murah dan memberi sosialisasi mengenai pentingnya minum susu
sejak dini (TAS = 4,89)
4. Mempertahankan kualitas produk (TAS = 5.24)
5. Melakukan riset pasar untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat (TAS = 5.07)
Berdasarkan hasil analisis QSPM diketahui beberapa alternatif strategi pemasaran yang dapat
dipilih oleh perusahaan untuk dapat mempertimbangkan, diantaranya meningkatkan promosi
melalui iklan yang menarik dan . Alternatif yang kedua adalah memperluas pangsa pasar yang
lebih besar melalui usaha pemasaran yang lebih merata tidak hanya ke toko-toko besar dan
swalayan melainkan ke toko-toko biasa yang menjual keperluan sehari-hari hingga ke pasar.
Strategi pemasaran akan berjalan lancar jika masyarakat telah paham pentingnya menjaga
kesehatan, akan tetapi masyarakat kebayakan berobat hanya
jika sakit. Dengan demikian diperlukan alternatif strategi yaitu mensosialisasikan kepada
masyarakat mengenai pentingnyamengkonsumsi susu sejak dini.

Anda mungkin juga menyukai