Anda di halaman 1dari 323

i

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL MATEMATIKA BERBASIS


PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DAN PEMECAHAN
MASALAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
PADA MATERI POKOK SEGITIGA



SKRIPSI











Oleh
Eni Rahmawati
NPM 09310050


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
IKIP PGRI SEMARANG
2013

ii

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL MATEMATIKA BERBASIS
PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DAN PEMECAHAN
MASALAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
PADA MATERI POKOK SEGITIGA


Skripsi
Diajukan kepada IKIP PGRI Semarang
untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan
Program Sarjana Pendidikan Matematika












Oleh
Eni Rahmawati
NPM 09310050


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
IKIP PGRI SEMARANG
2013

iii

Halaman Persetujuan

Skripsi berjudul

PENGEMBANGAN BAHAN AJ AR MODUL MATEMATIKA BERBASIS
PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DAN PEMECAHAN
MASALAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJ ARAN
PADA MATERI POKOK SEGITIGA


yang disusun oleh
Eni Rahmawati
NPM 09310050



telah disetujui dan siap untuk diujikan

Semarang, .

Pembimbing I Pembimbing II



Dra. Intan Indiati, M.Pd Widya Kusumaningsih, S.Pd, M.Pd
NIP. 19610429 198603 2 002 NPP. 108101293






iv

Halaman Pengesahan

Skripsi berjudul

PENGEMBANGAN BAHAN AJ AR MODUL MATEMATIKA BERBASIS
PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DAN PEMECAHAN
MASALAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJ ARAN
PADA MATERI POKOK SEGITIGA

yang dipersiapkan dan disusun oleh
Eni Rahmawati
NMP 09310050

telah dipertahankan di depan Dewan Penguji
Pada hari Rabu, tanggal 31 J uli 2013
dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Pendidikan

Panitia Ujian
Ketua Sekretaris


Drs. Nizaruddin, M.Si Dr. Rasiman, M.Pd
NIP. 19680325 199403 1 004 NIP. 19560218 198603 1 001

Anggota Penguji
1. Dra. Intan Indiati, M.Pd (.)
NIP. 19610429 198603 2 002

2. Widya Kusumaningsih, S.Pd, M.Pd (.)
NPP. 108101293

3. Drs. Sutrisno, SE, MM. M.Pd (.)
NIP. 19601121 198703 1 001

v

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI


Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Eni Rahmawati
NPM : 09310050
Program Studi : Pendidikan Matematika
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi ini benar-benar hasil karya
sendiri, bukan plagiarisasi atau duplikasi dari karya ilmiah lain. Pernyataan ini
saya buat dengan sesungguhnya, dan apabila dikemudian hari terbukti atau
dibuktikan bahwa skripsi ini bukan merupakan karya asli saya sendiri, maka saya
bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang telah saya
peroleh, serta sanksi lainnya sesuai dengan hukum yang berlaku.


Semarang, 2013


Eni Rahmawati














vi

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto
Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, hidup di tepi jalan dan ketika
dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah.
(Abu Bakar Sibli)
J angan takut dengan kesalahan. Kebijaksanmaan biasanyalahir dari kesalahan.
(Paul Galvin)

Persembahan
Alhamdulillah ..Untaian katasyukur kiranyatak cukup untuk ungkapan nikmat
yang tiada kiranya. Semangat jiwa yang mengiringi hembusan nafas untuk selalu
melantunkan syukur kepada-Mu. Segalapuji untuk-Mu yaAllah SWT.
Karyanan sederhanaini ku persembahkan untuk:
1. Keduaorang tuasaya, Ibu Giarti dan Bapak Sumarmo sertapak de saya, Bpk Drs.
Randiman (Alm) yang selalu memanjatkan doa, memberi kasih sayang, dan
memberikan segalanyayang tak mungkin mampu terbalas.
2. Kakek dan nenekku (Sujinah dan Partorejo Podo) yang selalu mendoakan dan
memberi semangat untuk tiap langkahku.
3. Adik-adikku tersayang (Aini ArumRarasati dan AnaTriwahyningsih), trimakasih atas
dukungan dan doanyasertakasih sayang yang kalian berikan padaku.
4. My sweet heart Prada Budi Mulyono yang selalu mensupport, membantu,
memberikan inspirasi dan setiamenghibur. Terimakasih untuk segalapengertian dan
doanya.
5. Sahabat-sahabatku terutamaanak Matematikakelas Bhe angkatan 2009.
6. Seluruh pihak yang membantu terselesaikannya skripsi ini, terima kasih atas ilmu
dan bimbingan yang telah kalian berikan kepadaku.

vii

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MODUL MATEMATIKA BERBASIS
PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME DAN PEMECAHAN
MASALAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
PADA MATERI POKOK SEGITIGA

Eni Rahmawati
Program Studi Pendidikan Matematika

ABSTRAK
Bahan ajar modul yang mengutamakan aktivitas siswa jumlahnya masih terbatas
dan jarang digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Solusi yang perlu
dipertimbangkan adalah mengembangkan bahan ajar modul matematika sebagai
media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar modul matematika
berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah yang valid dan
efektif sebagai media pembelajaran pada materi pokok segitiga.
Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Mranggen. Subyek penelitian ini adalah
kelas VII F sebagai uji coba kelompok kecil, kelas VII A dan VII E sebagai uji
lapangan terbatas. Penelitian pengembangan ini mengacu model pengembangan
ADDIE, yaitu: (1) analysis, meliputi analisis kinerja dan analisis kebutuhan; (2)
design, meliputi penyusunan modul dan RPP; (3) development, dilakukan
pengembangan bahan ajar modul matematika berdasarkan pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah, setelah dikembangkan bahan ajar modul
tersebut divalidasi oleh ahli untuk menguji aspek kelayakan dan revisi produk; (4)
implementation, dilakukan pada kelas uji coba kelompok kecil dan uji coba
lapangan terbatas untuk mendapatkan data kelayakan dan keefektifan; (5)
evaluation, dilakukan untuk menganalisis data berdasarkan tahap implementation.
Hasil penilaian melalui instrumen angket yang dilakukan oleh ahli desain media,
ahli materi, siswa uji coba kelompok kecil dan siswa uji coba lapangan terbatas
memperoleh nilai 88,10%, 79,50%, 84,93%, dan 82,56%. Data tersebut
menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan bersifat layak dan tidak perlu
direvisi, namun perlu ditindak lanjuti mengenai komentar dan saran guna
penyempurnaan produk. Hasil perhitungan dari siswa uji coba kelompok kecil
dengan menggunakan uji-t memberikan hasil t
hitung
=14,027 t
tabel
=1,694. Hal
ini dapat dikatakan bahwa nilai post test lebih baik daripada nilai pre test.
Sedangkan hasil perhitungan dari siswa uji coba lapangan terbatas dengan
menggunakan uji-t memberikan hasil t
hitung
=1,731 >t
tabel
=1,669. Hal ini dapat
dikatakan bahwa selisih nilai (pretest-posttest) kelas eksperimen lebih baik
daripada selisih nilai (pretest-posttest) kelas kontrol.
Berdasarkan analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah layak
dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran pada materi pokok segitiga.Kata
Kunci: pengembangan, model pengembangan ADDIE, modul matematika,
konstruktivisme, pemecahan masalah, hasil belajar.

viii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang tiada henti melimpahkan rahmat,
kasih sayang, dan petunjuk-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini
dengan sebaik-baiknya. Penulisan skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu
syarat dalam menyelesaikan Program Pendidikan Strata Satu (S1) pada Jurusan
Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada pihak-
pihak yang telah membantu, mulai dari persiapan sampai selesainya penelitian ini,
terutama kepada:
1. Dr. Muhdi, S.H. M.Hum., selaku Rektor IKIP PGRI Semarang.
2. Drs. Nizaruddin, M.Si., selaku Dekan FP MIPA IKIP PGRI Semarang.
3. Dr. Rasiman, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika
IKIP PGRI Semarang.
4. Dra. Intan Indiati, M.Pd., selaku Wakil Dekan I FP MIPA IKIP PGRI
Semarang dan Dosen Pembimbing I, serta Widya Kusumaningsih, S.Pd,
M.Pd., selaku Dosen Pembimbiung II yang telah menuntun, membimbing dan
memberi pengarahan yang sangat berguna dalam penyusunan skripsi ini.
5. Maryati, S.Pd., selaku Kepala SMP Negeri 2 Mranggen yang bersedia
memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian di sekolah.
6. Retnodiati Caecilia, S.Pd., guru matematika SMP Negeri 2 Mranggen yang
membantu terlaksanakannya penelitian disekolah.
7. Siswa kelas VII A, VII B, VII E, dan VII F SMP Negeri 2 Mranggen yang
sangat membantu pelaksanaan implementasi di sekolah.
8. Semua pihak yang telah membantu penyususnan skripsi ini, yang tidak dapat
saya sebutkan satu-persatu.
Skripsi ini diharapkan bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi
calon/guru-guru matematika, dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Semarang, 2013

Penulis

ix

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL ........................................................................... i
HALAMAN J UDUL .............................................................................. ii
HALAMAN PERSETUJ UAN ................................................................ iii
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................. iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRISI .................................................... v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................... vi
ABSTRAK ............................................................................................. vii
KATA PENGANTAR ............................................................................ viii
DAFTAR ISI .......................................................................................... ix
DAFTAR TABEL .................................................................................. xii
DAFTAR ILUSTRASI ........................................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... xv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................. 1
A. Latar Belakang ................................................................ 1
B. Identifikasi Masalah ......................................................... 5
C. Pemilihan Masalah .......................................................... 5
D. Rumusan Masalah ............................................................ 5
E. Tujuan Penelitian ............................................................. 6
F. Manfaat Penelitian ........................................................... 6
BAB II TELAAH PUSTAKA ............................................................. 7
A. Deskripsi Teori ................................................................ 7
1. Belajar ....................................................................... 7
2. Teori Belajar Konstruktivisme ................................... 8
3. Bahan Ajar ................................................................. 11
4. Media Pembelajaran ................................................... 14

x

5. Pengertian Modul ....................................................... 18
6. Karakteristik Modul ................................................... 19
7. Tujuan dan Manfaat Penyusunan Modul .................... 20
8. Prinsip-prinsip Penyusunan Modul ............................. 21
9. Alur Penyusunan Modul ............................................ 21
10. Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran dengan
Modul ........................................................................ 22
11. Pendekatan Konstruktivisme ...................................... 23
12. Karakteristik Pendekatan Konstruktivisme ................. 26
13. Pendekatan Pemecahan Masalah ................................ 27
14. Langkah-langkah Pendekatan Pemecahan Masalah .... 27
15. Keunggulan dan Kelemahan Pendekatan Pemecahan
Masalah ..................................................................... 28
16. Materi Segitiga .......................................................... 29
B. Kerangka Berfikir ............................................................ 37
C. Produk yang Akan Dihasilkan .......................................... 38
BAB III METODE PENELITIAN ....................................................... 39
A. Desain Penelitian ............................................................. 39
B. Prosedur Penelitian .......................................................... 40
C. Evaluasi terhadap Bahan Ajar Modul Matenatika ............. 46
1. Subyek Penelitian ...................................................... 46
2. Teknik Pengumpulan Data ......................................... 46
3. Instrumen Penelitian .................................................. 47
4. Analisis dan Interprestasi Data ................................... 49
5. Pembuatan Desain Produk ......................................... 50
6. Validasi Desain .......................................................... 51
7. Revisi Produk Pengembangan .................................... 52
D. Eksperimen Pengujian Bahan Ajar Modul Matematika .... 53
1. Subyek Penelitian ...................................................... 53
2. Teknik Pengumpulan Data ......................................... 54
3. Instrumen Penelitian .................................................. 55

xi

4. Analisis dan Interprestasi Data ................................... 55
5. Validasi Produk ......................................................... 62
E. Uji Coba Pemakaian Produk ............................................ 63
1. Revisi Produk ............................................................ 63
2. Pengujian Produk ....................................................... 63
3. Penyempurnaan Produk ............................................. 67
BAB IV HASIL PENELITIAN ............................................................. 68
A. Desain Produk ................................................................. 68
1. Validasi Desain .......................................................... 69
2. Revisi Desain ............................................................. 82
3. Analisis Instrumen ..................................................... 85
B. Hasil Pengujian Produk .................................................... 86
1. Revisi Produk ............................................................ 86
2. Validasi Produk ......................................................... 94
C. Hasil Uji Coba Pemakaian Produk ................................... 96
1. Revisi Produk ............................................................ 96
2. Pengujian Produk ....................................................... 96
3. Penyempurnaan Produk ............................................. 109
BAB V PEMBAHASAN ..................................................................... 110
KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................... 115
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN








xii

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1 J enis-jenis Media Menurut Anderson ..................................... 16
Tabel 3.1 Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika Kelas VII
Semester II Di SMP Negeri 2 Mranggen ................................ 41
Tabel 3.2 Interprestasi Data .................................................................. 52
Tabel 4.1 Hasil Penilaian Ahli Desain Media Pembelajaran Melalui
Instrumen Angket .................................................................. 69
Tabel 4.2 Ikhtisar Penilaian Komponen Ahli Desain Media
Pembelajaran ..................................................................................... 72
Tabel 4.3 Hasil Penilaian Ahli Materi Pembelajaran Melalui
Instrumen Angket ............................................................................. 76
Tabel 4.4 Ikhtisar Penilaian Komponen Ahli Materi Pembelajaran ......... 79
Tabel 4.5 Hasil Penilaian Siswa Uji Coba Kelompok Kecil Melalui
Instrumen Angket .................................................................. 86
Tabel 4.6 Ikhtisar Penilaian Komponen Siswa Uji Coba
Kelompok Kecil ..................................................................... 89
Tabel 4.7 Hasil Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil Melalui
Pre Test dan Post Tes ............................................................. 94
Tabel 4.8 Hasil Penilaian Siswa Uji Coba Lapangan Terbatas
Kelas Eksperimen Melalui Instrumen Angket .................................... 97
Tabel 4.9 Ikhtisar Penilaian Komponen Siswa Uji Coba Lapangan
Terbatas Kelas Eksperimen .................................................... 100
Tabel 4.10 Hasil Penilaian Uji Coba Lapangan Terbatas
Melalui Pre Test dan Post Tes ................................................ 106






xiii

DAFTAR ILUSTRASI

Halaman
Gambar 2.1 Media dalam Pendidikan ................................................... 15
Gambar 2.2 J enis-jenis Segitiga Berdasarkan Panjang Sisinya .............. 29
Gambar 2.3 J enis-jenis Segitiga Berdasarkan Besar Sudutnya .............. 30
Gambar 2.4 Segitiga Lancip Samasisi .................................................. 30
Gambar 2.5 Segitiga Lancip Samakaki ................................................. 30
Gambar 2.6 Segitiga Tumpul Samakaki ............................................... 30
Gambar 2.7 Segitiga Siku-siku Samakaki ............................................. 31
Gambar 2.8 Segitiga Lancip Sembarang ............................................... 31
Gambar 2.9 Segitiga Tumpul Sembarang ............................................. 31
Gambar 2.10 Segitiga Siku-siku Sembarang ........................................... 31
Gambar 2.11 J umlah Sudut pada Segitiga .............................................. 31
Gambar 2.12 Sudut Dalam dan Sudut Luar Segitiga ............................... 32
Gambar 2.13 Keliling Segitiga ............................................................... 32
Gambar 2.14 Luas Segitiga .................................................................... 33
Gambar 2.15 Melukis Segitiga Samakaki ............................................... 34
Gambar 2.16 Melukis Segitiga Samasisi ................................................ 34
Gambar 2.17 Melukis Garis Tinggi ........................................................ 35
Gambar 2.18 Melukis Garis Bagi ........................................................... 36
Gambar 2.19 Melukis Garis Berat dan Garis Sumbu .............................. 36
Gambar 2.20 Kerangka Berfikir R & D .................................................. 37
Gmabar 3.1 Model ADDIE ................................................................... 39
Gambar 3.2 Desain One-Group Pretest-Posttest .................................. 44
Gambar 3.3 Desain Pretest-Posttest Control Group Design dengan
Satu Variabel Perlakuan .................................................... 45
Gambar 4.1 Desain Produk .................................................................. 68
Gambar 4.2 Tampilan Sebelum Direvisi pada Cover ............................ 82
Gambar 4.3 Tampilan Sesudah Direvisi pada Cover ............................. 83
Gambar 4.4 Tampilan Sebelum Direvisi pada Rumus ........................... 83

xiv

Gambar 4.5 Tampilan Sesudah Direvisi pada Rumus ........................... 83
Gambar 4.6 Tampilan Sebelum Direvisi pada J udul Kegiatan
Pembelajaran ..................................................................... 83
Gambar 4.7 Tampilan Sesudah Direvisi pada Judul Kegiatan
Pembelajaran ..................................................................... 84
Gambar 4.8 Tampilan Sebelum Direvisi pada Materi ........................... 84
Gambar 4.9 Tampilan Sesudah Direvisi pada Materi ............................ 84

























xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Silabus Pembelajaran
Lampiran 2a RPP Pertemuan 1 Kelas Eksperimen
Lampiran 2b RPP Pertemuan 2 Kelas Eksperimen
Lampiran 2c RPP Pertemuan 3 Kelas Eksperimen
Lampiran 3a RPP Pertemuan 1 Kelas Kontrol
Lampiran 3b RPP Pertemuan 2 Kelas Kontrol
Lampiran 3c RPP Pertemuan 3 Kelas Kontrol
Lampiran 4 Kisi-kisi Penulisan Soal Tes Uji Coba Instrumen
Lampiran 5 Soal Tes Uji Coba Instrumen
Lampiran 6 Kunci J awaban Tes Uji Coba Instrumen
Lampiran 7a Angket Ahli Desain Media Pembelajaran
Lampiran 7b Angket Ahli Materi Pembelajaran
Lampiran 7c Angket Penilaian Siswa
Lampiran 8a Daftar Nama Ahli Desain Media Pembelajaran Dan Ahli Materi
Pembelajaran
Lampiran 8b Daftar Nama Kelas VII B (Kelas Uji Coba Soal Tes Instrumen)
Lampiran 8c Daftar Nama Kelas VII F (Kelas Uji Coba Kelompok Kecil)
Lampiran 8d Daftar Nama Kelas VII A (Kelas Eksperimen)
Lampiran 8e Daftar Nama Kelas VII E (Kelas Kontrol)
Lampiran 9 Analisis Soal Tes Uji Coba Instrumen
Lampiran 10 Soal Evaluasi
Lampiran 11 Kunci J awaban Soal Evaluasi
Lampiran 12a Analisis Angket Ahli Desain Media Pembelajaran
Lampiran 12b Analisis Angket Ahli Materi Pembelajaran
Lampiran 12c Analisis Angket Kelas VII F (Kelas Uji Coba Kelompok Kecil)
Lampiran 12d Analisis Angket Kelas VII A (Kelas Eksperimen)
Lampiran 13a Nilai Pretest-Posttest Kelas VII F (Uji Coba Kelompok Kecil)
Lampiran 13b Nilai Pretest-Posttest Kelas VII A (Kelas Eksperimen)
Lampiran 13c Nilai Pretest-Posttest Kelas VII E (Kelas Kontrol)

xvi

Lampiran 14a Uji Normalitas Nilai Pre Test Kelas VII F
Lampiran 14b Uji Normalitas Nilai Post Test Kelas VII F
Lampiran 14c Uji t Berpasangan Kelas VII F
Lampiran 15a Uji Normalitas Nilai Pre Test Kelas VII A
Lampiran 15b Uji Normalitas Nilai Post Test Kelas VII A
Lampiran 15c Uji Normalitas Nilai Pre Test Kelas VII E
Lampiran 15d Uji Normalitas Nilai Post Test Kelas VII E
Lampiran 15e Uji Homogenitas Nilai Pre Test Kelas VII A dan VII E
Lampiran 15f Uji Homogenitas Nilai Post Test Kelas VII A dan VII E
Lampiran 15g Uji t Berpasangan Kelas VII A dan VII E
Lampiran 16 Daftar Harga Kritik r Product Moment
Lampiran 17 Daftar Luas Dibawah Lengkungan Normal Standar dari 0 ke z
Lampiran 18 Daftar Nilai Kritis L untuk Uji Lilliefors
Lampiran 19 Daftar Nilai Persentil Untuk Distribusi Uji F
Lampiran 20 Daftar Nilai Persentil Untuk Distribusi t
Lampiran 21 Rekapitulasi Bimbingan Skripsi
Lampiran 22 Surat Ijin Penelitian
Lampiran 23 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian
Lampiran 24 Foto Kegiatan Pembelajaran
Lampiran 25 Bahan Ajar Modul Matematika Berbasis Pendekatan
Konstruktivisme dan Pemecahan Masalah Materi Pokok Segitiga





1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga,
masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran,
dan/atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang
hayat, untuk mempersiapkan siswa agar dapat memainkan peranan dalam
berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang
(Mudyahardjo, 2012: 11). Pendidikan membuat manusia berusaha
mengembangkan dirinya, menggali potensi yang ada dalam diri untuk mampu
menghadapi setiap perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Oleh karena itu,
masalah pendidikan perlu mendapat perhatian dan penanganan yang lebih baik
menyangkut berbagai masalah yang berkaitan dengan input, proses, dan
outputnya.
Matematika sebagai salah satu ilmu dasar yang mempunyai peranan
penting dalam upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut
Suherman (2003: 62) dalam pembelajaran matematika di sekolah, guru
hendaknya memilih dan menggunakan strategi, pendekatan, metode, dan
teknik yang banyak melibatkan siswa aktif, baik secara mental, fisik, maupun
sosial. Dalam matematika belajar aktif tidak harus dibentuk kelompok, belajar
aktif dalam kelas yang cukup besarpun bisa terjadi. Dalam pembelajaran
matematika siswa dibawa ke arah mengamati, menebak, berbuat, mencoba,
mampu menjawab pertanyaan mengapa, dan kalau mungkin mendebat. Prinsip
belajar aktif inilah yang diharapkan dapat menumbuhkan sasaran
pembelajaran matematika yang kreatif dan kritis.
Pendidikan merupakan hal yang kompleks, dimulai dari pendidikan
usia dini, pendidikan sekolah dasar, pendidikan sekolah menengah pertama,
pendidikan sekolah menengah atas, sampai pada pendidikan tinggi. Dengan
demikian masalah yang terkait dalam dunia pendidikan juga kompleks, mulai
dari siswa, guru, kualitas pembelajaran, sumber belajar, media pembelajaran,
2


model pembelajaran, dan lain sebagainya. Proses belajar akan berlangsung
efektif jika siswa terlibat secara aktif dalam tugas-tugas yang bermakna, dan
berinteraksi dengan materi pelajaran secara intensif. Dalam era globalisasi saat
ini, siswa dituntut tidak hanya menerima dan meniru yang diajarkan oleh guru,
namun siswa harus secara aktif berinteraksi dan berbuat atas dasar
kemampuan dan keyakinan sendiri. Hal tersebut sesuai dengan pendapat
Djamarah (2010: 44) bahwa dalam kegiatan belajar mengajar, guru dan siswa
terlibat dalam sebuah interaksi dengan bahan pelajaran sebagai mediumnya.
Untuk interaksi itu siswalah yang lebih aktif, bukan guru.
Salah satu prioritas kebijakan umum pembangunan pendidikan di
Indonesia adalah peningkatan mutu pendidikan. Dalam usaha peningkatan
mutu pendidikan tersebut, banyak faktor atau strategi yang bisa digunakan
untuk mengimplementasikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi
peningkatan mutu pendidikan adalah peningkatan kualitas pembelajaran.
Peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan dari berbagai aspek
variabel pembelajaran. Variabel pembelajaran yang terkait langsung dengan
kualitas pembelajaran adalah tersedianya buku teks yang berkualitas (Wena,
2010: 229). Beberapa hasil penelitian menyimpulkan bahwa ketersediaan
sumber belajar sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Terkait dengan
penerapan strategi pembelajaran bahwa setiap strategi pembelajaran
digunakan untuk materi/isi pembelajaran tertentu, dan juga membutuhkan
media/sumber belajar tertentu. Penyampaian pembelajaran dalam kelas besar
menuntut penggunaan jenis media yang berbeda dari kelas kecil. Demikian
juga untuk pembelajaran perseorangan dan belajar mandiri. Tanpa adanya
sumber belajar yang memadai amat sulit bagi seorang guru untuk
melaksanakan proses pembelajaran. Mengingat begitu pentingnya keberadaan
sumber belajar, maka setiap guru seharusnya memiliki kemampuan dalam
mengembangkan sumber belajar/media pembelajaran (Wena, 2010: 15).
Media sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran adalah suatu
kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Karena memang gurulah yang
menghendaki untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesan
3


dari bahan pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa. Hal tersebut
sesuai dengan pendapat Djamarah (2010: 120) bahwa dalam proses belajar
mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam
kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu
dengan menghadirkan media sebagai perantara.
Dalam proses pembelajaran, setiap siswa memiliki karakter dan
kemampuan yang berbeda-beda. Hal ini tentunya mempengaruhi penggunaan
media pembelajaran. Pada satu sisi ada siswa yang paham dan nyaman dengan
penggunaan media tertentu, namun dilain sisi ada siswa yang tidak paham
dengan adanya media pembelajaran. Perlu diingat bahwa setiap jenis media
memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Tidak ada satu jenis media yang
cocok untuk segala macam proses pembelajaran dan dapat mencapai semua
tujuan belajar. Hal tersebut tentunya dapat mempengaruhi kualitas
pembelajaran, khususnya matematika.
Solusi yang perlu dipertimbangkan adalah penggunaan bahan ajar
modul dalam proses pembelajaran. Dengan sistem pembelajaran modul ini,
siswa mendapat kesempatan lebih banyak untuk belajar sendiri, membaca
uraian, dan petunjuk di dalam lembaran kegiatan, menjawab pertanyaan-
pertanyaan serta melaksanakan tugas-tugas yang harus diselesaiakan dalam
setiap tugas. Karena itu setiap siswa dalam batas-batas tertentu dapat maju
sesuai dengan irama kecepatan dan kemampuan masing-masing ( Mulyasa,
2009: 234). Akan tetapi, bahan ajar modul yang mengutamakan aktivitas
siswa jumlahnya masih terbatas dan jarang digunakan dalam proses
pembelajaran di sekolah. Berdasarkan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di
SMP N 2 Mranggen, dalam proses pembelajaran mata pelajaran matematika
guru dan siswa hanya menggunakan Buku Kerja Siswa (BKS) dan buku paket.
Oleh karena itu, hendaknya kita perlu mengembangkan bahan ajar modul
matematika sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran.


4


Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman
belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar siswa,
siswa dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka
pencapaian kompetensi dasar. Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dapat
terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan
berpusat pada siswa (Anwar, 2011: 110). Dalam usaha memperkaya
pengalaman dan membangun pengetahuan dari materi yang dipelajari dengan
kemampuan yang dimiliki siswa, guru dapat menggunakan pendekatan
konstruktivisme. Sedangkan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah, guru dapat menggunakan pendekatan pemecahan masalah.
Dalam penelitian Restyana, Ndaru (dalam http://library.um.ac.id/free-
contents/download/pub/pub.php/40172.pdf) memperlihatkan bahwa hasil
penelitian pengembangan modul pembelajaran berbasis konstruktivisme
model learning cycle (sikuls belajar) 4E materi kerusakan dan pencemaran
lingkungan serta upaya pelestariannya untuk kelas X SMA Diponegoro
Tumpang Kabupaten Malang adalah sebagai berikut. Hasil validasi yang
dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan guru, memperoleh nilai 66,1%,
89,2%, dan 85,2%. Uji coba oleh responden (siswa) mendapatkan nilai 88,2%.
Data hasil validasi dari ahli materi dan guru serta uji coba oleh responden
menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan bersifat valid dan tidak perlu
direvisi. Sedangkan data hasil validasi dari ahli media menunjukkan bahwa
modul kurang valid dan perlu direvisi. Meskipun berdasarkan data kuantitatif
modul telah dinyatakan valid dan layak tetapi perlu ditindak lanjuti mengenai
komentar dan saran dari ahli media, ahli materi, guru, dan responden.
Berdasarkan uraian di atas penulis menyampaikan gagasan untuk
mengembangkan bahan ajar modul sebagai media pembelajaran matematika.
Gagasan ini diwujudkan dalam bentuk penelitian dengan judul
Pengembangan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah sebagai media pembelajaran pada
materi pokok segitiga.

5


B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan pemaparan latar belakang masalah di atas, maka
permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Masih terbatasnya keberadaan media pembelajaran yang memfasilitasi
siswa dalam memperkaya pengalaman dan pengetahuan siswa.
2. Masih terbatasnya bahan ajar modul matematika.
3. Perlu adanya media pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan
kemampuan siswa.
4. Perlunya modul yang menuntut kepada mengkonstruksikan pengetahuan
siswa, menstimulus pemecahan masalah sehingga siswa terlibat aktif
dalam proses pembelajaran.

C. Pemilihan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah dapat ditemukan permasalahan
utama yang dialami siswa dalam proses pembelajaran matematika yaitu masih
terbatasnya sarana penunjang belajar matematika berupa bahan ajar modul
yang mengutamakan keaktifan siswa. Oleh karena itu penelitian ini terbatas
pada pengembangan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah sebagai media pembelajaran pada
materi pokok segitiga.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas maka rumusan
masalah penelitian ini adalah:
1. Bagaimana pengembangan bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah yang valid dan
menarik sebagai media pembelajaran pada materi pokok segitiga?
2. Apakah bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah efektif digunakan dalam proses
pembelajaran matematika pada materi pokok segitiga?

6


E. Tujuan Masalah
Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian
pengembangan ini adalah:
1. Mengembangkan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah yang valid sebagai media
pembelajaran pada materi pokok segitiga.
2. Mengetahui keefektifan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah dalam proses pembelajaran
matematika pada materi pokok segitiga.

F. Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti
Hasil pengembangan modul ini diharapkan mampu meningkatkan
pengetahuan dan kemampuan dalam pembuatan bahan ajar modul berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah.
2. Bagi Guru
Hasil pengembangan modul ini diharapkan dapat dimanfaatkan
sebagai media pembelajaran dalam merangsang siswa untuk berfikir
mandiri berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. Dan mampu
membantu guru dalam mewujudkan pembelajaran matematika yang
berpusat pada kegiatan siswa.
3. Bagi Siswa
Hasil pengembangan modul ini diharapkan mampu memfasilitasi
siswa dalam belajar segitiga, memperkaya pengalaman, membangun
konsep matematika pada diri siswa, meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah. Dan dapat memotivasi siswa dalam mempelajari matematika.
4. Bagi IKIP PGRI Semarang
Penelitian pengembangan ini dapat menambah kepustakaan tentang
pengembangan bahan ajar modul berbasis pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah sebagai media pembelajaran matematika dimasa
mendatang.

7

BAB II
TELAAH PUSTAKA

A. Deskripsi Teori
1. Belajar
Menurut Slameto (2010: 2) belajar adalah suatu proses yang
dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Siregar (2010: 3)
belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua
orang dan berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi (bahkan dalam
kandungan) hingga liang lahat. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah
belajar sesuatu adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya.
Perubahn tingkah laku tersebut menyangkut perubahan yang bersifat
pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (psikomotor) maupun yang
menyangkut nilai dan sikap (afektif).
Beberapa pakar pendidikan mendefinisikan belajar seperti yang
dirangkum oleh Suprijono (2009: 2-3):
a. Gagne
Belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai
seseorang melalui aktivitas. Perubahan disposisi tersebut bukan
diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah.
b. Travers
Belajar adalah proses menghasilkan penyesuaian tingkah laku.
c. Cronbach
Belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman.
d. Harold Spears
Belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu,
mendengar dan mengikuti arah tertentu.
e. Geoch
Belajar adalah perubahan performance sebagai hasil latihan.
8


f. Morgan
Belajar adalah perubahan perilaku yang bersifat permanen sebagai
hasil dari pengalaman.
Dari pandangan beberapa pakar pendidikan di atas, dapat
disimpulkan bahwa belajar adalah segala proses aktivitas yang
menghasilkan perubahan perilaku atau tingkah laku baik yang bersifat
kognitif, psikomotor, dan afektif pada diri seseorang dari hasil pengalaman
dirinya.
Menurut Siregar (2010: 5) belajar memiliki ciri-ciri sebagai
berikut:
a. Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku
tersebut bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor),
maupun nilai dan sikap (afektif).
b. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja, melainkan menetap atau
dapat disimpan.
c. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja, melainkan harus dengan usaha.
Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan.
d. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik atau
kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-
obatan.

2. Teori Belajar Konstruktivistik
Teori konstruktivistik memahami belajar sebagai proses
pembentukan (konstruksi) pengetahuan oleh si belajar itu sendiri.
Pengetahuan ada di dalam diri seseorang yang sedang mengetahui.
Pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari otak seseorang guru
kepada orang lain (siswa) (Slameto, 2010: 39).



9


Menurut Budiningsih (2005: 58-60) proses belajar menurut teori
konstruktivistik adalah sebagi berikut.
a. Proses Belajar Konstruktivistik
Secara konseptual, proses belajar jika dipandang dari
pendekatan kognitif, bukan sebagai perolehan informasi yang
berlangsung satu arah dari luar ke dalam diri siswa, melainkan sebagai
pemberian makna oleh siswa kepada pengalamannya melalui proses
asimilasi dan akomodasi yang bermuara pada pemutahkiran struktur
kognitifnya. Kegiatan belajar lebih dipandang dari segi prosesnya dari
pada segi perolehan pengetahuan dari fakta-fakta yang terlepas-lepas.
Pemberian makna terhadap obyek dan pengalaman oleh individu
tersebut tidak dilakukan secara sendiri-sendiri oleh siswa, melainkan
melalui interaksi dalam jaringan sosial yang unik, yang terbentuk baik
dalam budaya kelas maupun di luar kelas. Oleh sebab itu pengolahan
pembelajaran harus diutamakan pada pengolahan siswa dalam
memproses gagasannya, bukan semata-mata pengolahan siswa dan
lingkungan belajarnya bahkan pada unjuk kerja atau prestasi
belajarnya yang dikaitkan dengan sistem penghargaan dari luar seperti
nilai, ijasah, dan sebagainya.
b. Peran Siswa
Menurut pandangan konstruktivistik, belajar merupakan suatu
proses pembentukan pengetahuan. Pembentukan ini harus dilakukan
oleh si belajar. Ia harus aktif melakukan kagiatan, aktif berfikir,
menyusun konsep dan memberi makna tentang hal-hal yang sedang
dipelajari. Guru memang dapat dan harus mengambil prakarsa untuk
menata lingkungan yang memberi peluang optimal bagi terjadinya
belajar. Namun yang akhirnya paling menentukan terwujudnya gejala
belajar adalah niat belajar siswa sendiri. Dengan istilah lain, dapat
dikatakan bahwa hakekatnya kendali belajar sepenuhnya ada pada
siswa.
10


Paradigma konstruktivistik memandang siswa sebagai pribadi
yang sudah memiliki kemampuan awal sebelum mempelajari sesuatu.
Kemampuan awal tersebut akan menjadi dasar dalam mengkonstruksi
pengetahuan yang baru. Oleh sebab itu meskipun kemampuan awal
tersebut masih sangat sederhana atau tidak sesuai dengan pendapat
guru, sebaiknya diterima dan dijadikan dasar pembelajaran dan
pembimbingan.
c. Peran Guru
Dalam belajar konstruktivistik guru atau pendidik berperan
membantu agar proses pengkonstruksian pengetahuan oleh siswa
berjalan lancar. Guru tidak mentransferkan pengetahuan yang telah
dimilikinya, melainkan membantu siswa untuk membentuk
pengetahuan sendiri. Guru dituntut untuk lebih memahami jalan
pikiran atau cara pandang siswa dalam belajar. Guru tidak dapat
mengklaim bahwa satu-satunya cara yang tepat adalah yang sama dan
sesuai dengan kemauannya.
d. Sarana Belajar
Pendekatan konstruktivistik menekankan bahwa peranan utama
dalam kegiatn belajar adalah aktivitas siswa dalam mengkonstruksi
pengetahuannya sendiri. Segala sesuatu seperti bahan, media,
peralatan, lingkungan, dan fasilitas lainnya disediakan untuk
membantu pembentukan tersebut. Siswa diberi kebebasan untuk
mengungkapkan pendapat dan pemikirannya tentang sesuatu yang
dihadapinya. Dengan cara demikian, siswa akan terbiasa dan terlatih
untuk berfikir sendiri, memecahkan masalah yang dihadapinya,
mandiri, kritis, kreatif, dan mampu mempertanggung jawab
pemikirannya secara rasional.
J adi, pada dasarnya belajar menurut teori konstruktivistik adalah
suatu proses aktivitas siswa untuk memperoleh pengetahuan baru melalui
pembentukan (konstruksi) berdasarkan pengalaman yang telah
dimilikinya. Dengan kata lain, pengetahuan awal yang sudah dimiliki oleh
11


siswa kemudian dikembangkan lagi untuk membentuk pengetahuan baru
berdasarkan pengalamannya sendiri. Pada saat proses pembelajaran siswa
dituntut aktif, kreatif, dan inovatif. Karena proses pembelajaran berpusat
pada siswa.
Menurut Hendriansyah (dalam http://jurnal.untan.ac.id/index.php/
jpdpb/article/download/1975/1923) pembelajaran matematika dalam
pandangan konstruktivisme bercirikan:
a. Siswa terlibat aktif dalam belajar matematika dengan bekerja dan
berpikir, siswa belajar memaknai belajarnya;
b. Informasi baru harus dikaitkan dengan informasi lain sehingga
menyatu dengan skemata yang dimiliki siswa agar berbentuk
pemahaman baru yang kompleks; dan
c. Berorientasikan investigasi dan penemuan yang esensinya adalah
pemecahan masalah.
Ciri pembelajaran matematika seperti ini, juga sudah terkandung
dalam prinsip active learning. Dengan demikian, esensi pembelajaran
dalam pandangan konstruktivisme adalah tidak terlepas dari belajar aktif
dengan tujuan akhir yang bermuara pada pemecahan masalah, atau dapat
dikatakan bahwa pembelajaran dalam pandangan konstruktivisme adalah
pemecahan masalah; bukan hanya pemecahan masalah bagi siswa, tetapi
juga memecahkan masalah guru.

3. Bahan Ajar
Bahan (materials) merupakan perangkat lunak (sofware) yang
mengandung pesan-pesan belajar, yang biasanya disajikan menggunakan
peralatan tertentu (Anwar, 2011: 174). Sementara itu menurut Hamdani
(2011, 119) bahan yaitu segala sesuatu yang berupa teks tertulis, cetak,
rekaman elektronik, web yang dapat digunakan untuk belajar.
Menurut Widodo (2008: 40) bahan ajar adalah seperangkat sarana
atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode,
batasan-batasan dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis
12


dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu
mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya.
Sedangkan menurut Majid (2011: 174) bahan ajar adalah segala bentuk
bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa
berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. Definisi lain tentang
bahan ajar dikemukakan oleh Purnomo (dalam http://e-jurnal.ikippgrismg.
ac.id/index.php/aksioma/article/view/43) bahwa bahan ajar ( Instructional
materials ) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus
dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah
ditentukan. Secara terperinci , jenis-jenis materi pembelajaran terdiri atas
pengetahuan ( fakta, konsep, prinsip , prosedur), ketrampilan, dan sikap
atau nilai.
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa bahan
ajar adalah segala bentuk bahan yang berupa teks tertulis maupun tidak
tertulis yang disusun secara sistematis, menarik dan digunakan untuk
membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran,
sehingga dalam proses pembelajaran tersebut siswa mampu mencapai
standar kompetensi yang telah ditentukan.
Bahan ajar yang baik harus dirancang dan ditulis sesuai dengan
kaidah instruksional. Hal ini diperlukan karena bahan ajar akan digunakan
pendidik untuk membantu tugas mereka dalam proses pembelajaran.
Menurut Pribadi (2009: 105) contoh jenis bahan ajar yang dapat digunakan
dalam aktivitas pembelajaran yaitu buku teks, buku panduan, modul,
program audio video, bahan ajar berbasis komputer, program multimedia,
dan bahan ajar yang digunakan pada sistem pendidikan jarak jauh.
Pengadaan bahan ajar yang akan digunakan dapat dilakukan melalui
beberapa cara, yaitu:
a. Membeli produk komersial,
b. Memodifikasi bahan ajar yang telah tersedia, dan
c. Memproduksi sendiri bahan ajar sesuai tujuan.
13


Menurut Purnomo (dalam http://e-jurnal.ikippgrismg.ac.id/index.
php/aksioma/article/view/43) bahan ajar dapat disajikan dalam bentuk:
a. Bahan cetak, seperti: handout, buku, modul, lembar kerja siswa,
brosur, leaflet, wallchart.
b. Audio, seperti: radio, kaset, CD audio, PH.
c. Audio visual, seperti: video/film, VCD.
d. Visual, seperti: foto, gambar, model/maket.
e. Multimedia, seperti: CD interaktif, computer based, internet.
Dari berbagai bahan ajar yang ada, menurut Sungkono (dalam
http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/51094962_0216-7999.pdf) dalam
kegiatan pembelajaran bahan ajar sangat penting, artinya penting bagi guru
dan siswa. Guru akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan
efektivitas pembelajarannya jika tanpa disertai bahan ajar yang lengkap.
Begitu pula bagi siswa, tanpa adanya bahan ajar siswa akan mengalami
kesulitan dalam belajarnya. Hal tersebut diperparah lagi jika guru dalam
menjelaskan materi pembelajarannya cepat dan kurang jelas. Oleh karena
itu bahan ajar merupakan hal yang sangat penting untuk dikembangkan
sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menurut Harijanto (dalam http://utsurabaya.files.wordpress.com/
2010/08/harijanto1-pengembangan-bahan-ajar-sd.pdf) bahan ajar yang
dapat memudahkan belajar adalah bahan ajar yang memiliki komponen-
komponen yang jelas berupa:
a. Tujuan umum pembelajaran,
b. Tujuan khusus pembelajaran,
c. Petunjuk khusus pemakaian buku ajar,
d. Uraian isi pelajaran yang disusun secara sistematis,
e. Gambar/ ilustrasi untuk memperjelas isi pelajaran,
f. Rangkuman,
g. Evaluasi formatif, dan tindak lanjut untuk kegiatan belajar berikutnya,
h. Daftar bacaan, dan
i. Kunci jawaban.
14


4. Media Pembelajaran
Interaksi antara pendidik dan siswa akan sangat efektif jika tersedia
media pendukung. Media (medium), yaitu segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan (Widodo, 2008: 38). Kehadiran
media dalam proses pembelajaran dapat membantu pendidik dalam
menyampaikan pesan-pesan materi yang disampaikan.
Media (merupakan jamak dari kata medium) adalah suatu saluran
untuk komunikasi. Diturunkan dari bahasa latin yang berarti antar.
Istilah ini merujuk kepada sesuatu yang membawa informasi dari pengirim
informasi ke penerima informasi. Masuk didalamnya antara lain: film,
televisi, diagram, materi cetakan, komputer, dan instruktur. Yang
demikian ini dipandang sebagai media ketika mereka membawa pesan
dengan suatu maksud pembelajaran (Suherman, 2003: 238). Definisi lain
tentang media dikemukakan oleh Pribadi (2009: 46) yang mengemukakan
bahwa media adalah sarana pembelajaran yang dapat digunakan untuk
memfasilitasi aktivitas belajar. Media dapat diartikan sebagai perantara
yang menghubungkan antara guru atau instruktur dengan siswa. Media
dapat digunakan untuk mendukung terciptanya proses pembelajaran yang
efektif, efesien, dan menarik.
Menurut Hanafiah (2012: 59) media pembelajaran merupakan
segala bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong
siswa belajar secara cepat, tepat, mudah, benar dan tidak terjadi
verbalisme. Sementara itu menurut Suryosubroto (2009: 201) media
pembelajaran merupakan perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke
penerima, dan pesan tersebut berupa isi ajaran ataupun didikan yang ada
dalam kurikulum, sumber pesannya/pengirim bisa guru, siswa, orang lain,
ataupun penulis buku dan prosedur media dan penerima pesannya adalah
siswa maupun pendidik.


15


Dari pandangan beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa
media pembelajaran adalah segala bentuk media yang dapat digunakan
oleh guru untuk berinteraksi dengan siswa dalam menyampaikan materi
pelajaran pada proses pembelajaran, sehingga tercipta suasana
pembelajaran yang efektif, efesien dan menarik.
Dalam dunia pendidikan, konsep komunikasi tidak banyak berbeda
kecuali dalam aspek kontek berlangsungnya komunikasi itu. Dalam proses
pembelajaran, sumber informasi adalah dosen, guru, mahasiswa, siswa,
bahan bacaan, dan lain sebagainya. Peneriman informasi mungkin juga
dosen, guru, mahasiswa, siswa atau orang lain. Menurut Heinich et al
metode adalah prosedur yang sengaja dirancang untuk membantu siswa,
mahasiswa belajar lebih baik, dan mencapai tujuan-tujuan pembelajaran.
Maka komunikasi yang terjadi dalam dunia pembelajaran sebagaimana
gambar berikut ini (dalam Yamin, 2007: 177);












Dari gambar 2.1 terlihat jelas bahwa dalam proses pembelajaran
antara sumber informasi dan penerima informasi saling berinteraksi baik
menggunakan metode pembelajaran maupun media pembelajaran. Metode
tersebut dapat berupa pendekatan pembelajaran, seperti pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah. J adi dapat disimpulkan bahwa
Sumber Informasi
Penerima Informasi
Media
Informasi
Penerima Informasi
Sumber Informasi
Metode
Pembelajaran
Metode
Pembelajaran
Gambar 2.1: Media dalam Pendidikan

16


kehadiran media pembelajaran dalam proses pembelajaran sangatlah
penting digunakan oleh guru. Karena dengan adanya media pembelajaran
dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Materi
yang sulit akan lebih mudah dipahami oleh siswa dengan adanya media
pembelajaran. Namun perlu diingat bahwa media pembelajaran tidak
selamanya cocok untuk segala macam proses pembelajaran.
Menurut Anderson (dalam Anwar, 2011: 169) mengelompokkan
media menjadi 10 golongan seperti yang tercantum pada tabel 2.1.
Tabel 2.1
J enis-jenis Media Menurut Anderson
No. Golongan Media Contoh dalamPembelajaran
1. Audio Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
2. Cetak Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet,
gambar
3. Audio-cetak Kaset video yang dilengkapi bahan
tertulis
4. Proyeksi visual
diam
Overhead transparansi (OHT), film
bingkai (slide)
5. Proyeksi audio
visual diam
Filmbingkai (slide) bersuara
6. Visual diam Filmbisu
7. Audio visual
gerak
Filmgerak bersuara, video/VCD,
televisi
8. Obyek fisik Benda nyata, model, spesimen
9. Manusia dan
lingkungan
Guru, pustakawan, laboran
10. Komputer CAI (pembelajaran berbantu komputer),
CBI (pembelajaran berbasis komputer)
Dari berbagai jenis media di atas tentunya memiliki manfaat dalam
proses pembelajaran. Maka menurut Widodo (2008: 30) manfaat media
dalam proses pembelajaran adalah:
a. Proses pembelajaran dapat terjadi dalam dua arah dan menjadi lebih
interaktif.
b. Proses belajar-mengajar menjadi lebih efisien.
17


c. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Diharapkan dengan
adanya media pembelajaran, kualitas belajar siswa lebih meningkat.
d. Tempat berlangsungnya proses pembelajaran dapat terjadi dimana saja
dan kapan saja.
e. Peran pendidik (guru/pelatih/tutor) dapat lebih berfungsi sebagai
fasilitator.
Sedangkan menurut Anwar (2011: 161) media pembelajaran dapat
dipakai guru bermanfaat untuk:
a. Memperjelas informasi/pesan;
b. Memberikan tekanan pada hal-hal yang penting;
c. Memberikan variasi;
d. Memperjelas struktur pembelajaran;
e. Meningkatkan motivasi.
Menurut Anwar (2011: 161) media pembelajaran juga dapat
mempertinggi kualitas hasil belajar yang dicapainya. Alasan media
pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa adalah sebagai
berikut:
a. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa, sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar siswa.
b. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih
dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan
pembelajaran lebih baik.
c. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi
verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak
bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apabila guru mengajar untuk
setiap jam pelajaran.
d. Siswa banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain, seperti
mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.


18


5. Pengertian Modul
Modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai suatu satuan
bahasan tertentu yang disusun secara sistematis, operasional, dan terarah
untuk digunakan oleh siswa, disertai dengan pedoman penggunaannya
untuk para guru (Mulyasa, 2009: 231). Sedangkan menurut Nasution,
(2006: 205) modul dapat dirumuskan sebagai: suatu unit yang lengkap dan
terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu
siswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas.
Senada dengan pendapat di atas, menurut Majid (2011: 176) modul
adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar siswa dapat belajar
secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi
paling tidak tentang segala komponen dasar bahan ajar yang telah
disebutkan sebelumnya. Sementara itu menurut Hamdani (2011: 219)
modul adalah sarana pembelajaran dalam bentuk tertulis atau cetak yang
disusun secara sistematis, memuat materi pembelajaran, metode, tujuan
pembelajaran berdasarkan kompetensi dasar atau indikator pencapaian
kompetensi, petunjuk kegiatan belajar mandiri (self instruction), dan
memberikan kesempatan kepada siswa untuk menguji diri sendiri melalui
latihan yang disajikan dalam modul tersebut.
Dari pandangan beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa
modul adalah sarana pembelajaran dalam bentuk buku tertulis yang
disusun secara sistematis, operasional, dan terarah untuk digunakan siswa
secara kelompok, mandiri atau dengan bimbingan guru dalam proses
pembelajaran berdasarkan kompetensi dasar atau indikator pencapaian
kompetensi sehingga tercipta pembelajaran yang kondusif.
Pada umumnya sebuah modul sudah mencakup seluruh kegiatan
belajar yang harus ditempuh oleh siswa, sehingga guru tidak lagi menjadi
sumber pokok di dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan
pendapat Mulyasa (2009: 235) bahwa tugas utama guru dalam sistem
modul adalah mengorganisasi dan mengatur proses belajar, antara lain:

19


a. Menyiapkan situasi pembelajaran yang kondusif.
b. Membantu siswa yang mengalami kesulitan di dalam memahami isi
modul atau pelaksanaan tugas.
c. Melaksanakan penilaian terhadap setiap siswa.

6. Karakteristik Modul
Pembelajaran dengan sistem modul memiliki karakteristik sebagai
berikut (Mulyasa, 2009: 232):
a. Setiap modul harus memberikan informasi dan memberikan petunjuk
pelaksanaan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan oleh seorang
siswa, bagaimana melakukannya, dan sumber belajar apa yang harus
digunakan.
b. Modul merupakan pembelajaran individual, sehingga mengupayakan
untuk melibatkan sebanyak mungkin karakteristik siswa. Dalam hal ini
setiap modul harus: (a) memungkinkan siswa mengalami kemajuan
belajar sesuai dengan kemampuannya; (b) memungkinkan siswa
mengukur kemajuan belajar yang telah diperoleh; dan (c)
memfokuskan siswa pada tujuan pembelajaran yang spesifik dan dapat
diukur.
c. Pengalaman belajar dalam modul disediakan untuk membantu siswa
mencapai tujuan pembelajaran seefektif dan seefisien mungkin, serta
memungkinkan siswa untuk melakukan pembelajaran secara aktif,
tidak sekedar membaca dan mendengar, tetapi lebih dari itu, modul
memberikan kesempatan untuk bermain peran (role playing), simulasi,
dan berdiskusi.
d. Materi pembelajaran disajikan secara logis dan sistematis, sehingga
siswa dapat mengetahui kapan dia memulai dan kapan mengakhiri
suatu modul, dan tidak menimbulkan pertanyaan mengenai apa yang
harus dilakukan, atau dipelajari.

20


e. Setiap modul memiliki mekanisme untuk mengukur pencapaian tujuan
belajar siswa, terutama untuk memberikan umpan balik bagi siswa
dalam mencapai ketuntasan belajar. Pengukuran ini juga merupakan
suatu kriteria atau standar kelengkapan modul.

7. Tujuan dan Manfaat Penyusunan Modul
Salah satu tujuan penyusunan modul adalah menyediakan bahan
ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan
kebutuhan siswa, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik materi
ajar dan karakteristik siswa, serta setting atau latar belakang lingkungan
sosialnya (Hamdani, 2011: 220). Oleh karena itu, pengembangan bahan
ajar modul berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah
harus disusun berdasarkan karakteristik materi ajar dan karakteristik siswa
serta bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Modul memiliki berbagai manfaat, baik ditinjau dari kepentingan
siswa maupun dari kepentingan guru (Hamdani, 2011: 220). Berikut ini
adalah manfaat modul bagi siswa dan bagi guru.
Bagi siswa, modul bermanfaat, antara lain:
a. Siswa memiliki kesempatan melatih diri belajar secara mandiri;
b. Belajar menjadi lebih menarik karena dapat dipelajari di luar kelas dan
di luar jam pelajaran;
c. Berkesempatan mengekspresikan cara-cara belajar yang sesuai dengan
kemampuan dan minatnya;
d. Berkesempatan menguji kemampuan diri sendiri dengan mengerjakan
latihan yang disajikan dalam modul;
e. Mampu membelajarkan diri sendiri;
f. Mengembangkan kemampuan siswa dalam berinteraksi langsung
dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya;



21


Bagi guru, penyusunan modul bermanfaat karena:
a. Mengurangi kebergantungan terhadap ketersediaan buku teks;
b. Memperluas wawasan karena disusun dengan menggunakan berbagai
referensi;
c. Menambah khazanah pengetahuan dan pengalaman dalam menulis
bahan ajar;
d. Membangun komunikasi yang efektif antara dirinya dan siswa karena
pembelajaran tidak harus berjalan secara tatap muka;
e. Menambah angka kredit jika dikumpulkan menjadi buku dan
diterbitkan.

8. Prinsip-prinsip Penyusunan Modul Pembelajaran
Menurut Hamdani (2011: 221) sebagaimana bahan ajar yang lain,
penyusunan modul hendaknya meperhatikan berbagai prinsip yang
membuat modul dapat memenuhi tujuan penyusunannya. Prinsip yang
harus dikembangkan antara lain:
a. Disusun dari materi yang mudah untuk memahami yang lebih sulit,
dan dari yang konkret untuk memahami yang semikonkret dan abstrak;
b. Menekankan pengulangan untuk memperkuat pemahaman;
c. Umpan balik yang positif akan memberikan penguatan terhadap siswa;
d. Memotivasi adalah salah satu upaya yang dapat menentukan
keberhasilan belajar;
e. Latihan dan tugas untuk menguji diri sendiri.

9. Alur Penyusunan Modul
Modul pada dasarnya merupakan sarana pembelajaran yang
memuat materi dan cara-cara pembelajarannya. Oleh karena itu,
penyusunannya hendaknya mengikuti cara-cara penyususnan perangkat
pembelajaran pada umumnya. Sebelum menyusun modul, guru harus
melakukan identifikasi terhadap kompetensi dasar yang akan dibelajarkan.
Selain itu, guru juga melakukan identifikasi terhadap indikator-indikator
22


pencapaian kompetensi yang terdapat dalam silabus yang telah disusun.
Penyusunan sebuah modul pembelajaran diawali dengan urutan kegiatan
sebagai berikut (Hamdani, 2011: 221).
a. Menetapakan judul modul yang akan disusun.
b. Menyiapkan buku-buku sumber dan buku referensi lainnya.
c. Melakukan identifikasi terhadap kompetensi dasar, serta merancang
bentuk kegiatan pembelajaran yang sesuai.
d. Mengidentifikasi indikator pencapaian kompetensi dan merancang
bentuk dan jenis penilaian yang akan disajikan.
e. Merancang format penulisan modul.
f. Penyusunan draf modul.
Setelah draf modul tersusun, kegiatan berikutnya adalah
melakuakan validasi dan finalitas terhadap draf modul tersebut. Kegiatan
ini sangat penting agar modul yang disajikan (dibelajarkan) kepada siswa
benar-benar valid dari segi isi dan efektivitas modul dalam mencapai
kompetensi yang ditetapkan.

10. Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran dengan Modul
Beberapa keunggulan pembelajaran dengan sistem modul dapat
dikemukakan sebagai berikut (Mulyasa, 2009: 236).
a. Berfokus pada kemampuan individual siswa, karena pada hakekatnya
mereka memiliki kemampuan untuk bekerja sendiri dan lebih
bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya.
b. Adanya kontrol terhadap hasil belajar melalui penggunaan standar
kompetensi dalam setiap modul yang harus dicapai oleh siswa.
c. Relevansi kurikulum ditunjukkan dengan adanya tujuan dan cara
pencapaiannya, sehingga siswa dapat mengetahui keterkaitan antara
pembelajaran dan hasil yang akan diperolehnya.


23


Di samping keunggulan, modul pembelajaran memiliki
keterbatasan sebagai berikut.
a. Penyusunan modul yang baik membutuhkan keahlian tertentu. Sukses
atau gagalnya suatu modul bergantung pada penyusunannya. Modul
mungkin saja memuat tujuan dan alat ukur berarti, akan tetapi belajar
yang termuat di dalamnya tidak ditulis dengan baik atau tidak lengkap.
Modul yang demikian kemungkinan besar akan ditolak oleh siswa,
atau lebih parah lagi siswa harus berkonsultasi dengan fasilitator. Hal
ini tentu saja menyimpang dari karakteristik utama sistem modul.
b. Sulit menentukan proses penjadwalan dan kelulusan, serta
membutuhkan menajemen pendidikan yang sangat berbeda dari
pembelajaran konvensional, karena setiap siswa menyelesaikan modul
dalam waktu yang berbeda-beda, bergantung pada kecepatan dan
kemampuan masing-masing.
c. Dukungan pembelajaran berupa sumber belajar, pada umumnya cukup
mahal, karena setiap siswa harus mencarinya sendiri. Berbeda dengan
pembelajaran konvensional, sumber belajar seperti peraga dapat
digunakan bersama-sama dalam pembelajaran.

11. Pendekatan Konstruktivisme
Pendekatan pembelajaran merupakan kegiatan yang dipilih
pendidik dalam proses pembelajaran yang dapat memberikan kemudahan
atau fasilitas kepada siswa dalam menuju tercapainya tujuan yang telah
ditetapkan (Suryosubroto, 2009: 195). Sehingga dengan menggunakan
pendekatan pembelajaran tertentu dapat membantu guru mempermudah
penyampaian materi ajar dalam proses pembelajaran.
Menurut Pribadi (2009: 157) asal kata konstruktivisme yaitu to
construct yang berarti membentuk. Konstruktivisme adalah salah satu
aliran filsafat yang mempunyai pandangan bahwa pengetahuan yang kita
miliki adalah hasil konstruksi atau bentukan diri kita sendiri. Dengan kata
lain, kita akan memiliki pengetahuan apabila kita terlibat aktif dalam
24


proses penemuan pengetahuan dan pembentukan dalam diri kita.
Konstruktivisme berpandangan bahwa pengetahuan merupakan perolehan
individu melalui keterlibatan aktif dalam menempuh proses belajar.
Sementara itu menurut Hanafiah (2012: 62) menyatakan bahwa
pendekatan konstruktivisme dalam belajar merupakan salah satu
pendekatan yang lebih berfokus kepada siswa sebagai pusat dalam proses
pembelajaran. Pendekatan ini disajikan supaya lebih merangsang dan
memberi peluang kepada siswa untuk belajar berfikir inovatif dan
mengembangkan potensinya secara optimal.
J adi pada dasarnya dalam proses pembelajaran, pendekatan
konstruktivisme digunakan untuk mengkonstruksi pengetahuan siswa
dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal, sehingga
siswa dituntut aktif dalam proses pembelajaran.
Dalam kelas konstruktivistik seorang guru tidak mengajarkan
kepada siswa bagaimana menyelesaikan persoalan, namun
mempresentasikan masalah dan encourage (mendorong) siswa untuk
menemukan cara mereka sendiri dalam menyelesaikan permasalahan.
Ketika siswa memberikan jawaban, guru mencoba untuk tidak mengatakan
bahwa jawabannya benar atau tidak. Namun guru encourage
(mendorong ) siswa untuk setuju atau tidak setuju kepada ide seseorang
dan saling tukar menukar ide sampai persetujuan dicapai tentang apa yang
dapat masuk akal siswa (Suherman, 2003: 75). Sehingga dalam proses
pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme sangat
dibutuhkan interaksi yang kuat antar siswa, serta siswa dengan guru.
Selanjutnya tujuan pendekatan konstruktivistik dalam
pembelajaran adalah agar siswa memiliki kemampuan dalam menemukan,
memahami, dan menggunakan informasi atau pengetahuan yang dipelajari.
Implementasi pendekatan konstruktivistik dalam kegiatan pembelajaran
perlu memperhatikan beberapa komponen penting sebagai berikut
(Pribadi, 2009: 161).

25


a. Belajar aktif (active learning)
b. Siswa terlibat dalam aktivitas pembelajaran yang bersifat otentik dan
situasional.
c. Aktivitas belajar harus menarik dan menantang.
d. Siswa harus dapat mengaitkan informasi baru dengan informasi yang
telah dimiliki sebelumnya dalam sebuah proses yang disebut
bridging.
e. Siswa harus mampu merefleksikan pengetahuan yang sedang
dipelajari.
f. Guru harus lebih banyak berperan sebagai fasilitator yang dapat
membantu siswa dalam melakukan konstruksi pengetahuan. Dalam hal
ini, guru tidak lagi hanya sekedar berperan sebagai penyaji informasi.
g. Guru harus dapat memberi bantuan berupa scafolding yang diperlukan
oleh siswa dalam menempuh proses belajar.
Komponen di atas sesuai dengan pendapat Chujaemah (dalam
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdkebumen/article/download/524/2
45) bahwa pendekatan konstruktivisme akan menciptakan siswa menjadi
lebih aktif dalam memahami materi yang diberikan, sehingga pengalaman
belajar siswa akan bertambah sesuai dengan apa yang mereka lakukan
dalam proses belajarnya. Proses pembelajaran melibatkan berbagai
kegiatan dan tindakan yang perlu dilakukan siswa untuk memperoleh
kualitas belajar yang lebih baik.
Sementara itu menurut Newby dkk (dalam Pribadi, 2009: 162) juga
mengemukakan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan
pendekatan konstruktivistik dalam kegiatan pembelajaran yaitu sebagai
berikut.
a. Berikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan belajar dalam
konteks nyata. Belajar terjadi manakala siswa menerapkan
pengetahuan yang dipelajari dalam mengatasi suatu permasalahan.

26


b. Ciptakan aktivitas belajar kelompok. Belajar merupakan sebuah proses
yang berlangsung melalui interaksi sosial antara guru dan siswa dalam
menggali dan mengaplikasikan kombinasi pengetahuan yang telah
mereka miliki.
c. Ciptakan model dan arahkan siswa untuk dapat mengkonstruksi
pengetahuan. Guru dan siswa bekerja bersama untuk mencari solusi
terhadap suatu permasalahan. Guru, yang pada umumnya memiliki
pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas/ekstensif, perlu memberi
arah yang konsisten agar siswa dapat memperoleh pengalaman belajar
yang bermakna.

12. Karakteristik Pendekatan Konstruktivisme
Menurut Hanafiah (2012: 63) pendekatan konstruktivisme sebagai
pendekatan baru dalam proses pembelajaran memiliki karakteristik
sebagai berikut.
a. Proses pembelajaran berpusat pada siswa sehingga siswa diberi
peluang besar untuk aktif dalam proses pembelajaran.
b. Proses pembelajaran merupakan proses integrasi pengetahuan baru
dengan pengetahuan lama yang dimiliki siswa.
c. Berbagai pandangan yang berbeda di antara siswa dihargai dan sebagai
tradisi dalam proses pembelajaran.
d. Siswa didorong untuk menemukan berbagai kemungkinan dan
mensintesiskan secara terintegrasi.
e. Proses pembelajaran berbasis masalah dalam rangka mendorong siswa
dalam proses pencarian (inquiry) yang lebih alami.
f. Proses pembelajaran mendorong terjadinya kooperatif dan kompetitif
dikalangan siswa secra aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan.
g. Proses pembelajaran dilakukan secara kontekstual, yaitu siswa
dihadapkan ke dalam pengalaman nyata.


27


13. Pendekatan Pemecahan Masalah
Menurut Hamdani (2011: 84) metode pemecahan masalah
(problem solving) merupakan metode dalam kegiatan pembelajaran
dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah, baik masalah
pribadi maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara
bersama-sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan
penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Sementara itu untuk memecahkan suatu masalah, J onh Dewey
mengemukakan sebagai berikut:
a. Mengemukakan persoalan atau masalah. Guru menghadapkan masalah
yang akan dipecahkan kepada siswa.
b. Memperjelas persoalan atau masalah. Masalah tersebut dirumuskan
oleh guru bersama siswa.
c. Siswa bersama guru mencari kemungkinan-kemungkinan yang akan
dilaksanakan dalam pecahan persoalan.
d. Mencobakan kemungkinan yang dianggap menguntungkan. Guru
menetapkan cara pemecahan masalah yang dianggap paling tepat.
e. Penilaian cara yang ditempuh dinilai, apakah dapat mendatangkan
hasil yang diharapkan atau tidak.

14. Langkah-langkah Pendekatan Pemecahan Masalah
Selanjunya menurut Hamdani (2011: 85) Langkah-langkah
pelaksanaan metode pemecahan masalah (problem solving) sebagai
berikut.
a. Persiapan
1) Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih dahulu disiapkan oleh
guru.
2) Guru menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan sebagai bahan
pembantu dalam pemecahan masalah.
3) Guru memberikan gambaran secara umum tentang cara-cara
pelaksanaannya.
28


4) Persoalan yang disajikan hendaknya jelas dapat merangsang siswa
untuk berpikir.
5) Persoalan harus bersifat praktis dan sesuai dengan kemampuan.
b. Pelaksanaan
1) Guru menjelaskan secara umum tentang masalah yang dipecahkan.
2) Guru meminta kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang
tugas yang akan dilaksanakan.
3) Siswa dapat bekerja secara individual atau berkelompok.
4) Siswa dapat menemukan pemecahannya dan mungkin pula tidak.
5) Kalau pemecahannya tidak ditemukan siswa, hal tersebut
didiskusikan.
6) Pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan pikiran.
7) Data diusahakan mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk
analisis sehingga dijadikan fakta.
8) Membuat kesimpulan.

15. Keunggulan dan Kelemahan Pendekatan Pemecahan Masalah
Keunggulan metode pemecahan masalah (problem solving) adalah
sebagai berikut (Hamdani, 2011: 84):
a. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
b. Berpikir dan bertindak kreatif.
c. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis.
d. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
e. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
f. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk
menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
g. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan,
khususnya dunia kerja.


29


Di samping keunggulan, metode problem solving memiliki
kelemahan sebagai berikut.
a. Memerlukan waktu lama, artinya memerlukan alokasi waktu yang
lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.
b. Siswa yang pasif dan malas akan tertinggal.
c. Sukar sekali untuk mengorganisasikan bahan pelajaran.

16. Materi Segitiga
a. Jenis-jenis Segitiga
1) Jenis-jenis Segitiga Berdasarkan Panjang Sisinya
J enis-jenis segitiga berdasarkan panjang sisinya dapat
dibagi menjadi tiga, yaitu segitiga sama kaki, segitiga sama sisi,
dan segitiga sembarang.
a) Segitiga sama kaki adalah segitiga yang memiliki dua sisi yang
sama panjang.
b) Segitiga sama sisi adalah segitiga yang ketiga sisinya sama
panjang dan memiliki sudut-sudut yang sama besar, yaitu 60
o
.
c) Segitiga sembarang adalah segitiga yang panjang ketiga sisinya
sembarang (tidak sama panjang).







2) Jenis Segitiga Berdasarkan Besar Sudutnya
J enis-jenis segitiga berdasarkan besar sudutnya dapat dibagi
menjadi tiga, yaitu segitiga lancip, segitiga tumpul, dan segitiga
siku-siku.
Gambar 2.2
Segtitiga sama sisi segitiga sembarang Segitiga sama kaki
A A A B B
C C C
B
30


a) Segitiga lancip adalah segitiga yang ketiga sudutnya
merupakan sudut lancip. Sehingga sudut-sudut yang terdapat
pada segitiga tersebut besarnya antara 0
o
dan 90
o
.
b) Segitiga tumpul adalah segitiga yang salah satu sudutnya sudut
tumpul. Sehingga sudut-sudut yang terdapat pada segitiga
tersebut besarnya antara 90
o
dan 180
o
.
c) Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu sudutnya
siku-siku (besarnya 90
o
).







3) Jenis-Jenis Segitiga Ditinjau dari Panjang Sisi dan Besar
Sudutnya
J enis-jenis segitiga berdasarkan panjang sisi dan besar
sudut diantaranya adalah sebagai berikut.
a) Segitiga lancip samasisi adalah segitiga
yang besar ketiga sudutnya lancip dan
memiliki tiga sisi yang sama panjang.
b) Segitiga lancip samakaki adalah segitiga
yang besar ketiga sudutnya lancip dan
memiliki dua sisi yang sama panjang.
c) Segitiga tumpul samakaki adalah
segitiga yang besar salah satu sudutnya
tumpul dan memiliki dua sisi yang sama
panjang.

Gambar 2.3
Segitiga lancip segitiga tumpul Segitiga siku-siku
A B
C C C
B B A A
Gambar 2.4
Gambar 2.5
Gambar 2.6
31


d) Segitiga siku-siku samakaki adalah
segitiga yang besar salah satu sudutnya
90
o
dan memiliki dua sisi yang sama
panjang.
e) Segitiga lancip sembarang adalah
segitiga yang besar ketiga sudutnya
lancip dan memiliki tiga sisi yang tidak
sama panjang (berbeda).
f) Segitiga tumpul sembarang adalah
segitiga yang besar salah satu sudutnya
tumpul dan memiliki tiga sisi yang tidak
sama panjang (berbeda).
g) Segitiga siku-siku sembarang adalah
segitiga yang besar salah satu sudutnya
90
o
dan memiliki tiga sisi yang tidak
sama panjang (berbeda).
b. Jumlah Sudut pada Segitiga
Perhatikan ABC pada gambar dibawah ini! Berapakah jumlah
sudut-sudutnya?






J ika kalian susun ketiga potongan sudut tersebut, maka akan
membentuk garis lurus. J adi, a +b +c =180
o
.



J umlah ketiga sudut pada suatu segitiga adalah 180
o
.
Gambar 2.11
(a)
(b) (c)
a
c
b
a
c
b
c
a
b
Gambar 2.8
Gambar 2.9
Gambar 2.10
Gambar 2.7
32


c. Sudut Dalam dan Sudut Luar Segitiga
Perhatikan gambar dibawah ini! Garis AB diperpanjang sampai
di titik D. Sudut-sudut a, b, dan c disebut sudut dalam segitiga,
sedangkan CBD disebut sudut luar segitiga dari sudut a.







Karena sudut dalam dan sudut luar segitiga saling berpelurus maka
b +CB =180
o

CB =180
o
b . . . (1)
o +b +c =180
o

o +c =180
o
b . . . (2)

Dengan menyubstitusikan persamaan (2) ke persamaan (1) diperoleh:
CB =o +c


d. Keliling dan Luas Segitiga
1) Keliling Segitiga







A
C
B D
a b
c
Gambar 2.12
Besar sebuah sudut luar segitiga sama dengan jumlah dua sudut
yang tidak bersisian dengan sudut luar tersebut.
Keliling segitiga adalah jumlah panjang dari sisi-sisi segitiga.
A
C
B
Gambar 2.13
Gambar disamping menunjukkan
ABC. Keliling (K) segitiga
tersebut adalah
K = AB + BC + CA
33


2) Luas Segitiga





Perhatikan gambar diatas! Persegi panjang pada gambar
tersebut dibagi menjadi dua segitiga yang besarnya sama.
Luas persegi panjang =alas tinggi
2 luas segitiga =luas persegi panjang
2 luas segitiga =alas tinggi
luas segitiga =
uIus tngg
2

=
1
2
olos tinggi
J adi rumus luas segitiga adalah: L =
1
2
o t
e. Melukis Segitiga
1) Melukis Segitiga Samakaki
Misalkan kita akan melukis segitiga sama kaki ABC
dengan kaki AC = kaki BC. Untuk menulis segitiga tersebut,
ikutilah langkah-langkah berikut.
a) Lukislah AB


b) Lukislah dua busur lingkaran masing-masing berpusat di titik A
dan B dengan jari-jari lebih panjang daripada setengah AB.
c) Perpotongan kedua busur lingkaran pada langkah b, berilah
nama C.
d) Hubungkan titik A dengan C dan titik B dengan C sehingga
diperoleh segitiga sama kaki ABC.



alas
tinggi
(a)
t
a
(b)
Gamabar 2.14
34









2) Melukis Segitiga Samasisi
Misalkan kita akan melukis segitiga sama sisi ABC. Untuk
melukis segitiga tersebut, ikuti langkah-langkah berikut ini.
a) Lukislah AB


b) Lukislah dua busur lingkaran masing-masing berpusat di titik A
dan B dengan jari-jari sama dengan AB.
c) Perpotongan kedua busur lingkaran pada langkah b, berilah
nama C.
d) Hubungkan titik A dengan C dan titik B dengan C sehingga
diperoleh segitiga sama sisi ABC.








f. Garis-garis pada Segitiga
Selain sisi-sisinya, pada suatu segitiga masih terdapat beberapa
garis, misalnya garis tinggi, garis bagi, garis berat, dan garis sumbu.
1) Garis tinggi adalah garis yang ditarik dari sebuah sudut dalam
segitiga yang tegak lurus pada sisi yang di hadapannya.
A B A B
C
A B
C
(a) (b) (c)
Gambar 2.15
(a) (b) (c)
Gambar 2.16
A B A B
C
A B
C
35


Langkah-langkah melukis garis tinggi pada segitiga
sembarang sebagai berikut:
a) Dengan pusat titik A, lukislah busur lingkarang dengan jari-jari
sembarang sehingga memotong sisi BC di titik K dan L.
b) Dengan pusat K dan L, lukislah busur lingkaran yang berjari-
jari sama sehingga berpotongan di titik D.
c) Hubungkan titik A dan D. Garis AD memotong sisi BC di titik
E. Garis AE disebut garis tinggi dari titik A ke sisi BC.








2) Garis bagi adalah garis yang membagi sebuah sudut segitiga
menjadi dua sama besar.
Langkah-langkah untuk melukis garis bagi pada segitiga
sembarang adalah sebagai berikut:
a) Dengan pusat A, lukislah busur lingkaran yang memotong sisi
AB dan AC berturut-turut di titik K dan L.
b) Lukislah dua busur masing-masing berpusat di K dan L,
dengan jari-jari sembarang yang sama. Kedua busur ini
berpotongan di titik M.
c) Hubungkan titik A dan M. Garis AM memotong sisi BC di titik
D. garis AD disebut garis bagi ABC.




Gambar 2.17
A B
C
A B
C
K
L
D
E
36









3) Garis berat adalah garis yang ditarik dari sebuah sudut dalam
segitiga dan membagi sisi yang di hadapan sudut itu menjadi dua
bagian yang sama.
Langkah-langkah untuk melukis garis berat dan garis
sumbu segitiga sembarang adalah sebagai berikut:
a) Lukislah dua busur lingkaran masing-masing berpusat di B
dan C dengan jari-jari sembarang. Kedua busur lingkaran
berpotongan di titik K dan L.
b) Gris KL memotong sisi BC di titik D sehingga BD =CD.
Hubungkan titik A dengan D. Garis AD disebut garis berat
ABC.







4) Garis sumbu adalah garis yang melalui pertengahan sisi dan
tegak lurus pada sisi tersebut.
Pada gambar 2.19 di atas garis KL merupakan garis sumbu BC

.



A B
C
A B
C
K
L
D
M
o
o
Gambar 2.18
A B
C
A B
C
K
L
D
Gambar 2.19
37


B. Kerangka Berfikir





























Gambar 2.20: Gambar Kerangka Berfikir R & D.
Kurikulum SMP N 2 Mranggen
Tahun Pelajaran 2012/2013.
(Materi Pokok Segitiga)
Tindakan:
Mengembangkan bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah.
Indikator:
1. Bagaimana pengembangan bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah yang valid sebagai
media pembelajaran pada materi pokok segitiga?
2. Apakah bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah efektif digunakan dalam proses
pembelajaran matematika pada materi pokok segitiga?

Mengingat begitu pentingnya keberadaan
sumber belajar, maka setiap guru
seharusnya memiliki kemampuan dalam
mengembangkan sumber belajar/media
pembelajaran (Wena, 2010: 15).
Analysis
Design
Development
Implementation
Evaluation
Uji Coba Lapangan Terbatas Uji Coba Kelompok Kecil
Uji Ahli Materi
Pembelajaran
Uji Ahli Desain
Media Pembelajaran
Pengembangan bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah efektif
digunakan dalam proses pembelajaran materi pokok segitiga.
Hasil yang diharapkan
Langkah-langkah Model ADDIE
38


Berdasarkan kerangka berfikir di atas, model pengembangan bahan
ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan
malasalah pada materi pokok segitiga adalah menggunakan model
pengembangan ADDIE, yaitu : analysis, design, development, implementation
dan evaluation. Pada tahap analysis dilakukan analisis kinerja dan analisis
kebutuhan. Pada tahap design dilakukan penyusunan modul, dan RPP. Pada
tahap development, dilakukan pengembangan bahan ajar modul matematika
berdasarkan pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah, setelah
dikembangkan bahan ajar modul tersebut divalidasi oleh ahli desain media
pembelajaran dan ahli materi pembelajaran untuk menguji aspek kelayakan
dan revisi produk 1. Pada tahap implementation dilakukan uji coba kelompok
kecil dan uji coba lapangan terbatas untuk mendapatkan data kelayakan dan
keefektifan. Pada tahap evaluation, dilakukan analisis terhadap data
keefektifan.

C. Produk yang Akan Dihasilkan
Produk yang akan dihasilkan dalam penelitian pengembangan ini
adalah suatu bentuk bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah pada materi pokok segitiga.


39

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model penelitian
yang digunakan adalah model ADDIE. Menurut Pribadi (2009: 125) salah satu
model desain sistem pembelajaran yang memperlihatkan tahapan-tahapan
dasar desain sistem pembelajaran yang sederhana dan mudah dipelajari adalah
model ADDIE. Model ini, sesuai dengan namanya, terdiri dari lima fase atau
tahap utama, yaitu (A)nalysis, (D)esign, (D)evelopment, (I)mplementation,
dan (E)valuation. Kelima fase atau tahap dalam model ADDIE, perlu
dilakukan secara sistemik dan sistematik. Model desain sistem pembelajaran
ADDIE dengan komponen-komponennya dapat di perlihatkan pada gambar
3.1.
















Gambar 3.1: Model ADDIE
A
analysis
Analisis kebutuhan untuk menentukan
masalah dan solusi yang tepat dan
menentukan kompetensi siswa.
D
design
Menentukan kompetensi khusus, metode,
bahan ajar, dan strategi pembelajaran.
D
development
Memproduksi program dan bahan ajar yang
akan digunakan dalam program pembelajaran.
I
implementation
Melaksanakan program pembelajaran dengan
menerapkan desain atau spesifikasi program
pembelajaran.
E
evaluation
Melakukan evaluasi program pembelajaran
den evaluasi hasil belajar.
40


B. Prosedur Penelitian
Dalam pengembangan bahan ajar modul ini, prosedur pengembangan
yang dilakukan terdiri atas lima tahap, yakni:
1. Analisis (Analysis)
Langkah analisis terdiri atas dua tahap, yaitu analisis kinerja atau
performanse analysis dan analiasis kebutuhan atau need analysis. Tahapan
ini dijelaskan secara rinci yaitu :
a. Analisis kinerja
Analisis kinerja dilakukan untuk mengetahui dan
mengklarifikasi apakah masalah kinerja yang dihadapi memerlukan
solusi berupa penyelenggaraan program atau perbaikan menajemen
(Pribadi, 2009: 128). Analisis kinerja dalam penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui dan mengklarifikasi masalah dasar yang dihadapi
dalam pembelajaran materi pokok segitiga. Permasalahan yang
dihadapi dalam penelitian ini adalah masih terbatas dan jarang
digunakannya bahan ajar modul matematika dalam proses
pembelajaran di sekolah, sehinggga dibutuhkan solusi berupa
perbaikan kualitas manajemen dalam proses pembelajaran. Solusi dari
permasalahan tersebut bisa dilakukan dengan cara penyediaan fasilitas
pembelajaran yang memadai, misalnya tersedia bahan ajar modul
matematika yang mengutamakan aktivitas belajar siswa.
b. Analisis kebutuhan
Analisis kebutuhan merupakan langkah yang diperlukan untuk
menentukan kemampuan-kemampuan atau kompetensi yang perlu
dipelajari oleh siswa untuk meningkatkan prestasi belajar.
Berdasarkan hasil analisis kurikulum di SMP N 2 Mranggen
dan pengalaman langsung peneliti melakukan kegiatan PPL di sekolah
tersebut, maka dapat diidentifikasi kompetensi dasar mata pelajaran
matematika kelas VII semester genap seperti yang tercantum pada
tabel 3.1.

41


Tabel 3.1: Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Matematika
Kelas VII Semester II di SMP N 2 Mranggen
Standar
Kompetensi
Kompetensi Dasar Materi Pokok
Memahami
konsep segitiga
serta
menentukan
ukurannya.
Mengidentifikasi jenis-
jenis segitiga berdasarkan
sisi dan sudutnya serta
menghitung jumlah sudut
pada segitiga.
Segitiga

Menghitung keliling dan
luas daerah segitiga serta
menggunakannya dalam
pemecahan masalah.
Segitiga

Melukis segitiga, garis
tinggi, garis bagi, garis
berat dan garis sumbu.
Segitiga

Sumber: Kurikulum SMP N 2 Mranggen Tahun Pelajaran
2012/2013.
Berdasarkan kurikulum pada tabel di atas dapat dibuat bahan
ajar modul matematika untuk memfasilitasi siswa dalam proses
pembelajaran matematika. Mengingat bahwa dalam proses
pembelajaran di kelas VII SMP N 2 Mranggen menggunakan Buku
Kerja Siswa (BKS) dan buku paket. Maka peneliti akan
mengembangkan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
kontruktivisme dan pemecahan masalah sebagai media pembelajaran
di kelas VII SMP N 2 Mranggen. Pengembangan bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan kontruktivisme dan pemecahan
masalah ini diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar khususnya
materi segitiga.





42


2. Perancangan (Design)
Pada langkah perancangan (design) disusun: modul pada materi
pokok segitiga dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
a. Penyusunan modul
Rancangan penelitian pengembangan bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan
masalah pada materi pokok segitiga dilakukan langkah-langkah
sebagai berikut:
1) Menetapkan judul modul yang akan disusun.
Judul modul ditentukan berdasarkan kompetensi dasar,
indikator-indikator, dan materi pembelajaran yang tercantum
dalam kurikulum.
2) Menyiapkan buku-buku sumber dan buku referensi lainnya.
Pengumpulan materi pokok dilakukan dengan
menggunakan sumber-sumber atau buku-buku mata pelajaran
matematika yang sudah ada, memanfaatkan download dari internet
dan referensi lainnya.
3) Melakukan identifikasi terhadap kompetensi dasar, serta
merancang bentuk kegiatan pembelajaran yang sesuai.
Identifikasi terhadap kompetensi dasar dilakukan dengan
cara memilih kompetensi dasar tertentu berdasarkan kurikulum.
4) Mengidentifikasi indikator pencapaian kompetensi dan merancang
bentuk dan jenis penilaian yang akan disajikan.
Setelah memilih kompetensi dasar, langkah selanjutnya
yaitu menentukan indikator pencapaian kompetensi yang akan
dikembangkan dalam bentuk modul.
5) Merancang format penulisan modul.




43


b. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Penyusunan RPP dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
1) Menuliskan identitas
2) Menuliskan Standar Kompetensi
3) Menuliskan Kompetensi Dasar
4) Menuliskan indikator
5) Merumuskan tujuan pembelajaran
6) Menentukan materi pembelajaran
7) Menentukan model dan metode pembelajaran
8) Menyusun langkah-langkah kegiatan pembelajaran
a) Pendahuluan
b) Kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi)
c) Kegiatan akhir
9) Sumber belajar
10) Penilaian hasil belajar

3. Pengembangan (Development)
Pada langkah pengembangan (development), dikembangkan bahan
ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah pada materi pokok segitiga berdasarkan validasi ahli
dan revisi produk I. Tahapan pengembangan modul berdasarkan hal-hal
berikut:
a. Berbentuk media cetak.
b. Dirancang secara menarik, bervariasi, dan komunikatif.
c. Dilengkapi dengan informasi berupa teks dan gambar.
d. Disusun berdasarkan format penulisan modul.
e. Materi dalam modul disusun melalui pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah.

44


Modul yang telah dikembangkan kemudian diujikan kepada ahli
desain media pembelajaran dan ahli materi pembelajaran matematika
supaya mendapat masukan untuk pengembangan dan perbaikan sebelum
diuji cobakan.

4. Implementasi (Implementation)
Langkah selanjutnya adalah mengujicobakan modul matematika
kepada siswa di kelas. Uji coba yang dilakukan adalah uji coba kelompok
kecil dan uji coba lapangan terbatas pada sekolah yang dijadikan subjek
penelitian. Implementation dilakukan untuk mendapatkan data kelayakan
dan keefektifan modul yang dikembangkan.
a. Uji Coba Kelompok Kecil
Pada uji coba kelompok kecil untuk mendapatkan data
kevalidan modul dilakukan dengan model eksperimen yaitu
membandingkan hasil tes dengan keadaan sebelum dan sesudah
menggunakan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah. Uji coba kelompok kecil ini
dilakukan pada satu kelas dengan menggunakan desain One-group
Pretest-posttest. Menurut Arikunto (2010: 212) One-group Pretest-
posttest design yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu
kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Desain ini dapat di
gambarkan sebagai berikut:





Keterangan: O
1
=observasi sebelum menggunakan produk.
O
2
=observasi sesudah menggunakan produk.


Kelompok Pretest Treatment Posttest
A O
1 O
2
X
Waktu
Gambar 3.2 Desain One-group Pretest-posttest
45


b. Uji Coba Lapangan Terbatas
Pada uji coba lapangan terbatas untuk mendapatkan data
keefektifan modul dilakukan dengan model eksperimen yaitu
membandingkan hasil tes kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol. Uji coba lapangan terbatas ini menggunakan desain Pretest-
posttest Control Group Design dengan Satuan Variabel Perlakuan.
Menurut Arikunto (2010: 210) di dalam model ini sebelum dimulai
perlakuan kedua kelompok diberi tes awal atau pretest untuk
mengukur kondisi awal (T
1
). Selanjutnya pada kelompok eksperimen
diberi perlakuan (X) dan pada kelompok pembanding tidak diberi.
Sesudah selesai perlakuan kedua kelompok diberi tes lagi sebagai
posttest (T
2
). Desain uji coba ini dapat digambarkan sebagai berikut.






Keterangan: T
1
=Pretest
T
2
=Posttest
X =Variabel perlakuan (treatment)

5. Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi dapat didefinisikan sebagai sebuah proses yang dilakukan
untuk memberikan nilai terhadap program pembelajaran. Pada langkah
evaluasi ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan dan keefektifan
modul yang dikembangkan pada tahap implementasi serta melakukan
revisi produk II berdasarkan evaluasi pada saat uji coba lapangan. Data-
data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui revisi yang perlu
dilakukan serta menganalisis apakah produk tersebut efektif untuk
digunakan dalam proses pembelajaran.
Kelompok Pretest Treatment Posttest
Waktu
Gambar 3.3 Desain Pretest-posttest Control Group Design
dengan Satuan Variabel Perlakuan
Kel. Eksper. (random)
T
1
X

T
2
Kel.Kontrol. (random)
T
1
T
2
46


C. Evaluasi terhadap Bahan Ajar Modul Matematika
1. Subyek Penelitian
Subyek yang melakukan evaluasi serta validasi terhadap produk
hasil penelitian pengembangan ini adalah ahli desain media pembelajaran
dan ahli materi pembelajaran matematika.
a. Ahli Desain Media Pembelajaran
Ahli desain media pembelajaran minimal memiliki pendidikan
Sarjana S1 (Strata Satu) yang memiliki pengalaman dan keahlian
dalam perancangan dan pengembangan media pembelajaran yang
berasal baik dari dosen atau guru dari sekolahan.
b. Ahli Materi Pembelajaran Matematika
Ahli materi pembelajaran matematika minimal memiliki
pendidikan Sarjana S1 (Strata Satu) bidang pendidikan matematika
yang berasal baik dari dosen atau guru dari sekolah yang mamiliki
pengalaman tinggi dalam mengajar matematika.

2. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan
oleh peneliti untuk mengumpulkan data (Arikunto, 2010: 100). Dalam
penelitian pengembangan ini, teknik pengumpulan data yang digunakan
untuk mengevaluasi dan validasi terhadap media pembelajaran yang
dikembangkan adalah kuesioner atau angket.
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis
kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2010: 199). Hal tersebut
diperkuat dengan pendapat Trianto (2010: 265) bahwa bentuk lembaran
angket dapat berupa sejumlah pertanyaan tertulis, tujuannya untuk
memperoleh informasi dari responden tentang apa yang ia alami.


47


Angket digunakan untuk mengumpulkan data mengenai penilaian
beragam aspek validasi dari suatu media pembelajaran. Validasi angket
ahli desain media pembelajaran dimaksudkan untuk mengetahui data
tentang kualitas teknis dari produk media yang dikembangkan, sedangkan
validasi angket ahli materi pembelajaran matematika bertujuan untuk
mengetahui apakah sudah sesuai dengan materi serta konsep pembelajaran
atau tidak. Seluruh data yang diperoleh dikelompokkan menurut sifatnya
menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Menurut Trianto
(2010: 280-281) data kualitatif ialah data yang berbentuk kata-kata, bukan
dalam bentuk angka. Sedangkan data kuantitatif ialah data yang berbentuk
angka atau bilangan.
Dalam penelitian ini, data kualitatif berupa komentar dan saran
perbaikan produk dari ahli desain media pembelajaran dan ahli materi
materi pembelajaran matematika, sedangkan data kuantitatif berasal dari
skor penilaian ahli desain media pembelajaran dan ahli materi
pembelajaran matematika.

3. Instrumen Penelitian
Pengembangan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah menggunakan instrumen berupa
angket. Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur
fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua
fenomena ini disebut variabel penelitian (Sugiyono, 2010: 148). Sementara
itu menurut Trianto (2010: 263) instrumen pengumpulan data adalah alat
bantu yang dipilih dan digunakan oleh penelitian dalam kegiatannya
mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah
olehnya. Berdasarkan definisi tersebut suatu instrumen berfungsi untuk
menjaring data-data hasil penelitian.
Instrumen yang digunakan dalam evaluasi media ini terdapat dua
instrumen meliputi instrumen untuk validasi ahli desain media
pembelajaran dan ahli materi pembelajaran matematika. Validasi ahli
48


desain media pembelajaran dan ahli materi pembelajaran matematika
digunakan untuk mereview produk awal sehingga diperoleh masukan
untuk perbaikan awal sebagai validasi dari media yang dikembangkan.
a. Instrumen untuk Validasi Ahli Desain Media Pembelajaran
Instrumen validasi yang ditujukan kepada ahli desain media
pembelajaran berupa angket penilaian yang menggunakan format skala
perhitungan rating scale terhadap produk yang dikembangkan. Rating
scale atau skala bertingkat adalah suatu ukuran subjektif yang dibuat
berskala (Trianto, 2010: 268). Oleh karena itu, menurut Sugiyono
(2010: 141) rating scale ini lebih fleksibel, tidak terbatas untuk
pengukuran sikap saja tetapi untuk mengukur persepsi responden
terhadap fenomena lainnya, seperti skala untuk mengukur status sosial
ekonomi, kelembagaan, pengetahuan, kemampuan, proses kegiatan
dan lain-lain. Dengan rating scale data mentah yang diperoleh berupa
angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitiatif.
Menurut Sukitman (dalam http://lib.uin-malang.ac.id/appendix/
09760012%5B1%5D-tri-sukitman.pdf) skala penilaian komponen
dalam angket untuk jawaban sangat sesuai diberi skor 5, sesuai diberi
skor 4, cukup sesuai diberi skor 3, kurang sesuai diberi skor 2, dan
sangat tidak sesuai diberi skor 1. Angket penilaian ahli desain media
pembelajaran ini digunakan untuk mengetahui apakah modul yang
dikembangkan memiliki kualitas teknis yang baik atau tidak.
b. Instrumen untuk Validasi Ahli Materi Pembelajaran Matematika
Instrumen validasi yang ditujukan kepada ahli materi
pembelajaran matematika juga berupa angket penilaian yang
menggunakan format skala perhitungan rating scale. Angket penilaian
ahli materi pembelajaran matematika ini digunakan untuk mengatahui
apakah modul yang dikembangkan sudah sesuai dengan materi serta
konsep pembelajaran atau tidak.


49


4. Analisis dan Interprestasi Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara
sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan
dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori,
menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam
pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat
kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri mapun orang lain
(Sugiyono, 2010: 335).
Analisis data dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang
konkret tentang keberhasilan bahan ajar yang dikembangkan. Hasil yang
diperoleh kemudian digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
memperbaiki bahan ajar. Dalam penelitian pengembangan ini teknik
analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil pengembangan
yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis deskriptif
kuantitatif.
a. Analisis Deskriptif Kualitatif
Analisis deskriptif kualitatif merupakan suatu teknik
pengolahan data yang dilakukan dengan mengelompokkan informasi-
informsi dari data kualitatif yang berupa masukan, kritik, dan saran
perbaikan yang terdapat pada angket. Teknik analisis deskriptif
kualitatif ini digunakan untuk mengolah data hasil review ahli desain
media pembelajaran dan ahli materi pembelajaran matematika berupa
saran dan komentar mengenai perbaikan bahan ajar modul matematika.
b. Analisis Deskriptif Kuantitatif
Metode analisis deskriptif kuantitatif ialah suatu cara
pengolahan data yang dilakukan dengan jalan menyusun secara
sistematis dalam bentuk angka-angka dan presentase, mengenai suatu
objek yang diteliti, sehingga diperoleh kesimpulan umum. Objek yang
diteliti pada penelitian ini adalah persepsi responden mengenai
kelayakan produk media pembelajaran berupa bahan ajar modul
matematika.
50


Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mengolah data yang
diperoleh melalui angket dalam bentuk deskriptif persentase.
Menurut J aya (dalam http://pasca.undiksha.ac.id/e-journal/index.php/
jurnal_tp/article/download/301/95) rumus yang digunakan untuk
menghitung persentase dari masing-masing subyek adalah sebagai
berikut.
P =
(jawaban bobot tIap pIIIhan)
n bobot tcrtInggI
100%
Keterangan :
=jumlah
n =jumlah seluruh butir angket.
Selanjutnya, untuk menghitung persentase keseluruhan subyek
digunakan rumus sebagai berikut.
Pcrscntosc =
F
N

Keterangan:
P =persentase
F =jumlah persentase keseluruhan subyek
N =banyak subyek
Hasil dari analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif
kuantitatif ini kemudian digunakan untuk merevisi produk media
pembelajaran sebelum diuji cobakan kepada kolompok kecil dan
lapangan terbatas .

5. Pembuatan Desain Produk
Pembuatan desain media pembelajaran dilakukan melalui tiga
tahap, yaitu menyusun rencana pembuatan media pembelajaran berupa
modul, memilih pendekatan pembelajaran dan mendesain tampilan fisik.
a. Menyusun Rencana Pembuatan Bahan Ajar Modul
Penyusunan rencana dalam pembuatan bahan ajar modul ini
merupakan langkah awal untuk menentukan bagaimana cara
menyampaikan materi dalam media tersebut. Penggunaan format
51


pembuatan modul secara jelas merupakan langkah awal yang sangat
penting dan harus dilakukan sebelum pembuatan bahan ajar modul.
b. Mengembangkan Modul melalui Pendekatan Pembelajaran
Untuk membuat suatu bahan ajar modul matematika yang
mengutamakan keaktifan siswa dibutuhkan pendekatan dalam proses
pembelajaran. Salah satunya yaitu pendekatan konstruktivisme dan
pendekatan pemecahan masalah. Pendekatan konstruktivisme berfokus
kepada siswa sebagai pusat dalam proses pembelajaran, sehingga
materi modul disusun berdasarkan karakteristik pendekatan
konstruktivisme. Sedangkan pendekatan pemecahan masalah
digunakan dalam proses mengonstruksi (membangun) pengetahuan
yang dimiliki siswa. Selain itu pendekatan pemecahan masalah dapat
pula digunakan untuk menyelesaiakan permasalahan-permasalahan
yang terdapat pada modul.
c. Mendesain Tampilan Fisik Modul
Setelah modul selesai dikembangkan melalui pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah. Langkah selanjutnya yaitu
mendesain tampilan modul tersebut. Misalnya, mendesain cover,
huruf, gambar, ilustrasi, warna dan lain sebagainya.

6. Validasi Desain
Untuk mengetahui kelayakan bahan ajar modul matematika yang
digunakan sebagai media pembelajaran siswa, maka perlu dilakukan uji
validasi terlebih dahulu yang dilakukan oleh para ahli baik secara segi
teknis maupun dari segi isinya. Validasi media dilakukan dengan cara
menganalisis angket penilaian ahli sehingga dapat memberikan makna dan
pengambilan keputusan ketetapan sebagai indikator keberhasilan validasi
ahli media dan materi.
Validasi media meliputi dua tahap, tahap pertama validasi
berdasarkan tiap aspek penilaian yang menjadi tolak ukur media tersebut
serta tahap kedua berdasarkan keseluruhan nilai yang diberikan oleh
52


masing-masing kelompok ahli. Dari validasi para ahli, kemudian
ditransformasikan kedalam kalimat yang bersifat kualitatif. Untuk
menentukan interprestasi dilakukan seperti yang tercantum pada tabel 3.2.
Tabel 3.2: Interprestasi Data
(Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul J abar, 2009: 35)
No. Interval Interprestasi
1 81% 100% Baik Sekali/Layak Sekali
2 61% 80% Baik/Layak
3 41% 60% Cukup Baik/Cukup Layak
4 21% 40% Kurang Baik/Kurang Layak
5 <21% Kurang Baik Sekali/Kurang Layak Sekali
Data hasil validasi ini akan dijadikan bahan revisi awal dari media
pembelajaran yang dikembangkan. Pada uji ahli desain media
pembelajaran dan ahli materi pembelajaran matematika, hasil persentase
penilaian dapat di lihat pada tabel 3.2. Media pembelajaran dapat
dikatakan berhasil atau valid bila hasil penilaian pada kedua tahap baik
dilihat dari masing-masing aspek maupun keseluruhan dimana hasil
tersebut berada pada rentang 61% 80% atau rentang 81% 100%
dengan kata lain pada kriteria layak atau layak sekali.

7. Revisi Produk Pengembangan
Revisi I produk pengembangan bahan ajar modul matematika
berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah dilakukan
dua tahap, yaitu berdasarkan penilaian angket dari ahli desain media
pembelajaran dan penilaian angket dari ahli materi pembelajaran
matematika. Penilaian dari masing-masing kelompok ahli yang telah
terkumpul tersebut dianalisis, selanjutnya dilakukan interprestasi data agar
dapat disimpulkan apakah media yang telah dikembangkan sudah layak
dan siap diuji cobakan kepada siswa atau belum. J ika belum mencapai
tingkat tersebut, kelayakan bahan ajar modul matematika akan dianalisis
53


secara keseluruhan mulai dari tiap-tiap aspek penilaian untuk kemudian
dilakukan koreksi dengan menitik beratkan aspek penilaian yang kurang
tersebut, selain itu juga komentar dan saran perbaikan dari ahli desain
media pembelajaran dan ahli materi pembelajaran matematika dalam
angket menjadi bahan pertimbangan lain untuk merevisi media
pembelajaran yang dikembangkan.

D. Eksperimen Pengujian Bahan Ajar Modul Matematika
1. Subyek Penelitian
Pada penelitian pengembangan bahan ajar modul matematika
berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah, subyek
penelitiannya berupa populasi dan sampel. Populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010: 117). Sedangkan
sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin
mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan
dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang
diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu,
kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel
yang diambil dari populasi harus betul-betul representative (mewakili)
(Sugiyono, 2010: 118).
Dengan demikian, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
siswa kelas VII SMP N 2 Mranggen. Karena terdapat uji coba kelompok
kecil dan uji coba lapangan terbatas, maka sampel untuk uji coba
kelompok kecil diambil secara cluster random sampling yaitu siswa kelas
VII F SMP N 2 Mranggen. Sedangkan untuk uji coba lapangan terbatas
diambil dua kelas secara cluster random sampling yaitu kelas VII A
sebagai kelas eksperimen dan kelas VII E sebagai kelas kontrol.

54


2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam melakukan eksperimen pengujian
produk ini ada dua metode yaitu metode tes dan metode kuesioner/angket.
Tes adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau
mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang
sudah ditentukan (Arikunto, 2009: 53). Adapun tes yang digunakan dalam
penelitian ini berupa soal uraian (esai). Menurut Arikunto (2009: 162) tes
bentuk esai adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban
yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata. Metode tes ini digunakan
sebagai evaluasi nilai pre test dan nilai post test. Soal pre test diberikan
sebelum menggunakan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah. Sedangkan soal post test
diberikan sesudah menggunakan bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah. Hasil dari tes
digunakan untuk pengolahan data pada analisis data sekaligus menjawab
hipotesis.
Selain pada evaluasi desain media pembelajaran dan materi
pembelajaran untuk para ahli, metode kuesioner/angket juga dipakai untuk
diajukan kepada siswa. Hanya saja terdapat perbedaan aspek yang
diajukan kepada responden (siswa). Angket penilaian siswa ini digunakan
untuk mengatahui bagaimana pembelajaran ini secara teknis,
mengidentifikasi ketertarikan dan motivasi siswa terhadap media
pembelajaran yang dikembangkan. Angket ini diberikan kepada siswa
setelah mereka menggunakan bahan ajar modul matematika yang
dikembangkan.






55


3. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian pengembangan yang digunakan untuk
mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah berupa tes dan angket.
Instrumen tes yang digunakan disusun berdasarkan silabus mata pelajaran
matematika kelas VII. Karena merujuk kepada uji coba dengan desain
One-group Pretest-posttest dan desain Pretest-posttest Control Group
Design dengan Satu Variabel Perlakuan, maka tes dilakukan dua kali yaitu
pre test dan post test.
Sedangkan instrumen yang ditujukan kepada uji coba kelompok
kecil dan uji coba lapangan terbatas adalah berupa angket penilaian yang
menggunakan format skala perhitungan rating scale. Angket penilaian uji
coba kelompok kecil dan uji coba lapangan terbatas ini digunakan untuk
mengetahui apakah modul yang dikembangkan memiliki daya tarik dan
layak digunakan bagi siswa atau tidak.

4. Analisis dan Interprestasi Data
Dalam penelitian pengembangan ini terdapat dua macam metode
analisis, yaitu metode analisis instrumen dan metode analisis data.
a. Metode Analisis Instrumen
Sebelum soal pretest-posttest diimplementasikan pada kelas uji
coba kelompok kecil dan kelas uji coba lapangan terbatas, maka soal
tersebut harus divalidasi terlebih dahulu melalui uji validitas,
reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya pembeda.
1) Validitas Instrumen
Sebuah tes dikatakan memilki validitas jika hasilnya sesuai
dengan kriterium, dalam arti memiliki kesejajaran hasil tes tersebut
dengan kriterium. Teknik yang digunakan untuk mengetahui
kesejajaran adalah teknik korelasi product moment yang
dikemukakan oleh Person (Arikunto, 2009: 69).
56


r
x
=
NX (X)()
_|NX
2
(X)
2
||N
2
()
2
|

(Arikunto, 2009: 72)
Dimana:
r
x
=koefisien korelasi tiap item
N =banyaknya subyek uji coba
X =jumlah skor item
Y =jumlah skor total
X
2
=jumlah kuadrat skor item
Y
2
=jumlah kuadrat skor total
XY =jumlah perkalian skor item (X) dengan skor total (Y)
Harga r yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan
r
tabel
product moment dengan taraf signifikansi 5%. J ika r
hitung
>
r
tabel
, maka item soal yang diuji valid.
2) Reliabilitas Instrumen
Menurut Arifin (2011: 258) reliabilitas adalah tingkat atau
derajat konsisten dari suatu instrumen. Reliabilitas tes berkenaan
dengan pertanyaan, apakah suatu tes teliti dan dapat dipercaya
sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Suatu tes dapat
dipercaya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Suatu tes
dapat dikatakan reliabel jika selalu memberi hasil yang sama bila
diteskan pada kelompok yang sama pada waktu atau kesempatan
yang berbeda.
Untuk keperluan mencari reliabilitas soal bentuk uraian
perlu juga dilakukan analisis butir soal seperti halnya soal bentuk
obyektif. Skor untuk masing-masing butir soal dicantumkan kolom
item menurut apa adanya. Rumus yang digunakan adalah Alpha
sebagai berikut (Arikunto, 2009: 109):
r
11
=[
n
n-1
[
c
i
2
c
t
2

57


Dimana:
r
11
=reliabilitas yang dicari
o

2
=jumlah varians skor tiap-tiap item
o
t
2
=varians total
Harga r
11
yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan
r
tabel
dengan taraf signifikansi 5%. J ika r
hitung
> r
tabel
, maka
instrumen tersebut reliabel.
3) Taraf Kesukaran
Menurut Arifin (2011: 266) perhitungan tingkat kesukaran
soal adalah pengukuran seberapa besar derajat kesukaran suatu
soal. J ika suatu soal memiliki tingkat kesukaran seimbang
(proporsional), maka dapat dikatakan bahwa soal tersebut baik.
Suatu soal hendaknya tidak terlalu sukar dan tidak terlaku mudah.
Cara menghitung tingkat kesukaran untuk soal bentuk
uraian adalah menghitung beberapa persen siswa yang gagal
menjawab benar atau ada di bawah batas lulus (passing grade)
untuk tiap-tiap butir soal. Untuk menafsirkan tingkat kesukaran
soal dapat digunakan kriteria sebagai berikut (Arifin, 2011: 273):
b) J ika jumlah siswa yang gagal mencapai 27%, termasuk mudah.
c) J ika jumlah siswa yang gagal antara 28% sampai dengan 72%,
termasuk sedang.
d) J ika jumlah siswa yang menjawab gagal 72% ke atas, termasuk
sukar.
4) Daya Pembeda
Menurut Arifin (2011: 273) perhitungan daya pembeda
adalah pengukuran sejauh mana suatu butir soal mampu
membedakan siswa yang sudah menguasai kompetensi dengan
siswa yang belum/kurang menguasai kompetensi berdasarkan
kriteria tertentu.

58


Teknik yang digunakan untuk menghitung daya pembeda
soal bentuk uraian adalah menghitung perbedaan dua rata-rata
(mean), yaitu antara rata-rata kelompok atas dengan rata-rata
kelompok bawah untuk tiap soal. Rumus yang digunakan adalah
sebagai berikut (Arifin, 2011: 177-178):
t =
(X

1
X

2
)
__
X
1
2
+X
2
2
n(n 1)
]

Dimana:
X

1
=rata-rata dari kelompok atas
X

2
=rata-rata dari kelompok bawah
X
1
2
=jumlah kuadrat deviasi individual dari kelompok atas
X
2
2
=jumlah kuadrat deviasi individual dari kelompok bawah
n =27% N (baik untuk kelompok atas maupun kelompok
bawah)
Harga t yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan
t
tabel
dengan taraf signifikansi 5%. J ika t
hitung
>t
tabel
, maka daya
pembeda pada item soal signifikan.

b. Metode Analisis Data
Dalam penelitian pengembangan ini masih digunakan dua
teknik analisis data, yaitu analisis deskriptif kulitatif dan analisisi
deskriptif kuantitatif. Kemudian teknik ini diaplikasikan dalam
pengolahan data yang didapat dari hasil instrumen tes maupun angket.
Untuk menganalisis nilai hasil tes siswa mengacu pada uji coba
kelompok kecil dengan desain One-group Pretest-posttest baik nilai
pre test maupun post test tersebut digunakan untuk menunjukkan
kevalidan media pembelajaran yang dikembangkan. Bila nilai post test
lebih baik daripada nilai pre test, maka bahan ajar yang dikembangkan
tersebut valid.
59


Selain dengan cara membandingkan data yang didapat juga
dilakukan uji statistik karena sampel berkorelasi/berpasangan, maka
dalam pengujian kevalidan penggunaan bahan ajar modul matematika
dilakukan dengan cara membandingkan hasil pre test dan post test
menggunakan Uji t. Tujuan dilakukan pengujian ini adalah untuk
membandingkan dua nilai (pre test dan post test) dengan mengajukan
pertanyaan apakah ada perbedaan antara kedua nilai tersebut secara
signifikan.
Adapun sebelum melakukan Uji t berpasangan, perlu dipenuhi
syarat terlebih dahulu antara lain:
1) Sampel data mengandung unsur berpasangan, dalam hal ini sudah
dipenuhi dengan data berpasangan antara pre test dan post test.
2) Sampel diambil secara acak, dalam hal ini sudah dipenuhi dengan
pengambilan sample secara cluster random sampling.
3) Dilakukan uji kenormalan data dengan menggunakan uji Lilliefors
terhadap kedua tes tersebut sehingga dapat disusun langkah-
langkah analisis data eksperimen dengan desain One-group
Pretest-posttest.
Langkah-langkah uji normalitas data dengan rumus
Lilliefors, dilakukan dengan sebagai berikut :
a) Hipotesis
H
0
=Sampel dari populasi berdistribusi normal.
H
a
=Sampel dari populasi berdistribusi tidak normal.
b) Untuk pengujian hipotesis nol tersebut kita tempuh dengan
prosedur berikut (Sudjana, 2005: 466):
(1) Pengamatan x
1
,x
2
, ,x
n
dijadikan bilangan baku
z
1
,z
2
, ,z
n
dengan rumus : z
I
=
X
i
-X

S
(X

dan S masing-
masing merupakan rata-rata dan simpangan baku sampel).
60


(2) Untuk tiap bilangan baku ini dan menggunakan daftar
distribusi normal baku, kemudian dihitung peluang
F(z

) = P(z z

).
(3) Kemudian dihitung proporsi z
1
,z
2
, ,z
n
yang lebih kecil
atau sama dengan z

. J ika proporsi ini dinyatakan oleh


S(z

), maka S(z

) =
bunuknu z
1
,z
2
,,z
n
ung <z
i

n

(4) Hitung selisih F(z
i
) S(zi) kemudian tentukan harga
mutlaknya.
(5) Ambil harga yang paling besar di antara harga-harga
mutlak selisih tersebut. Sebutlah harga terbesar ini L
0
.
(6) Menentukan harga Lillefors tabel (L) dengan rumus :
(o, n). Pada taraf signifikan 0,05.
c) Membuat kesimpulan:
(1) J ika harga L
0
<L, maka H
0
diterima atau sampel dari
populasi berdistribusi normal.
(2) J ika harga L
0
I, maka H
0
ditolak atau sampel dari
populasi berdistribusi tidak normal.
4) Uji t berpasangan
Menguji perbedaan rerata dengan menggunakan rumus Uji
t berpasangan digunakan sebagai indikator dari kevalidan
penggunaan bahan ajar modul matematika.
Langkah-langkah Uji t berpasangan adalah sebagai berikut.
a) Hipotesis
_
E
0
p
B
=0
E
1
p
B
>0

E
0
: Hasil belajar siswa sesudah (post test) menggunakan
bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah sama dengan
hasil belajar siswa sebelum (pre test) menggunakan bahan
ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah.
61


E
1
: Hasil belajar siswa sesudah (post test) menggunakan
bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah lebih baik
daripada hasil belajar siswa sebelum (pre test)
menggunakan bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah.
b) Taraf signifikansi
o =0,05
c) Statistik uji t berpasangan dengan desain One-group Pretest-
posttest.
t =
B

S
B
n
_
(Sudjana, 2005:242)
Keterangan:
B =Beda
Dihitung dengan rumus B
n
=x
n
y
n

B

=Rata-rata dari nilai B


Dihitung dengan rumus B

=
B
i
n

S
B
=Simpangan baku dari B
Dihitung dengan rumus S
B
2
=
nB
i
2
-(B
i
)
2
n(n-1)

n =Banyaknya pasangan
d) Kriteria keputusan
H
0
diterima jika t
hitung
<t
(1-),(db: n-1)
H
0
ditolak jika t
hitung
t
(1-),(db: n-1)
e) Kesimpulan
Apabila perhitungan pengujian menunjukkan penolakan
E
0
dan penerimaan E
1
maka kesimpulannya adalah hasil
belajar siswa sesudah (post test) menggunakan bahan ajar
modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah lebih baik daripada hasil belajar siswa
sebelum (pre test) menggunakan bahan ajar modul matematika
62


berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah.
Begitu sebaliknya apabila penerimaan E
0
dan penolakan E
1
.
Sedangkan untuk data yang diperoleh dari angket penilaian
siswa dianalisis seperti halnya dengan data yang didapat dari
menganalisis angket validasi ahli. Angka tersebut didapat dari jawaban
yang diberi skor. Menurut Sukitman (dalam http://lib.uin-
malang.ac.id/appendix/097600 12%5B1%5D-tri-sukitman.pdf) skala
penilaian komponen dalam angket untuk jawaban sangat baik diberi
skor 5, baik diberi skor 4, cukup baik diberi skor 3, kurang baik diberi
skor 2, dan sangat tidak baik diberi skor 1. Kemudian Untuk
perhitungan angket penilaian siswa dengan menggunakan format skala
perhitungan rating scale sama halnya perhitungan pada ahli desain
media pembelajaran dan ahli materi pembelajaran.

5. Validasi Produk
Validasi bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah setelah lolos dari penilaian para
ahli, dilanjutkan pada uji coba validasi media pembelajaran yang
diterapkan kepada siswa uji coba kelompok kecil. Data olahan yang
berasal dari nilai hasil pre test maupun post test akan menunjukkan valid
tidaknya media pembelajaran yang telah dikembangakan tersebut. J ika
terjadi peningkatan yang signifikan dalam kesimpulan uji statistik tersebut
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bahan ajar modul telah mencapai
indikator kevalidan dengan kata lain bahan ajar modul matematika
berbasis pendekatan konstruktivistik dan pemecahan masalah layak/valid
dipergunakan dalam proses pembelajaran.





63


E. Uji Coba Pemakaian Produk
1. Revisi Produk
J ika pengujian validasi bahan ajar modul matematika pada sampel
uji coba kelompok kecil menunjukkan adanya kevalidan terhadap media
pembelajaran dengan kata lain bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivistik dan pemecahan masalah layak/valid
dipergunakan dalam proses pembelajaran. Maka produk tersebut perlu
diuji cobakan lagi pada kelas yang lebih luas, yaitu pada kelas uji coba
lapangan terbatas. Namun apa bila ada beberapa komponen yang perlu
ditambahi dan diperbaiki, maka produk perlu direvisi terlebih dahulu.
Setelah direvisi, maka produk tersebut baru diuji cobakan pada sampel uji
coba lapangan terbatas. Untuk uji coba lapangan terbatas diambil dua
kelas secara cluster random sampling yaitu kelas VII A sebagai kelas
eksperimen dan kelas VII E sebagai kelas kontrol. Uji coba lapangan
terbatas ini menggunakan desain Pretest-posttest Control Group Design
dengan Satu Variabel Perlakuan.

2. Pengujian Produk
Setelah melakukan uji coba kelompok kecil dan revisi tahap II,
maka bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme
dan pemecahan masalah siap diuji cobakan lagi pada uji coba lapangan
terbatas. Hal ini dilakukan guna melihat sejauh mana bahan ajar yang
dibuat mencapai sasaran dan tujuan yang diharapkan. Uji eksperimen ini
dilakukan menggunakan desain Pretest-posttest Control Group Design
dengan Satu Variabel Perlakuan. Maka diambil dua kelas secara cluster
random sampling yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas
VII E sebagai kelas kontrol.
Cara pengujiannya seperti langkah-langkah yang sudah di
sampaikan pada uji coba kelompok kecil. Namun untuk menganalisis nilai
hasil tes siswa mengacu pada desain Pretest-posttest Control Group
Design dengan Satu Variabel Perlakuan, maka tes dilakukan pada kedua
64


sampel uji coba lapangan terbatas tersebut yaitu pretest-posttest pada kelas
eksperimen dan pretest-posttest pada kelas kontrol. Baik nilai pretest-
posttest dari kelas eksperimen dan pretest-posttest dari kelas kontrol
tersebut digunakan untuk menunjukkan keefektifan media pembelajaran
yang dikembangkan. Dikatakan efektif jika selisih nilai pretest-posttest
(T
1
T
2
) kelas eksperimen lebih baik daripada selisih nilai pretest-posttest
(T
1
T
2
) kelas kontrol.
Selain dengan cara membandingkan data yang didapat juga
dilakukan uji statistik, maka dalam pengujian efektivitas penggunaan
bahan ajar modul matematika dilakukan dengan cara membandingkan
hasil nilai kelas eksperimen dan nilai kelas kontrol menggunakan Uji t
berpasangan. Tujuan dilakukan pengujian ini adalah untuk
membandingkan dua nilai (pretest-posttest) pada kelas eksperimen dan
(pretest-posttest) pada kelas kontrol dengan mengajukan pertanyaan
apakah ada perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol secara
signifikan. Selain itu uji efektifitas lapangan terbatas ini juga bertujuan
untuk mengetahui daya tarik dan kelayakan bahan ajar yang
dikembangakan bagi siswa melalui instrument angket.
Adapun sebelum melakukan Uji t berpasangan yang menggunakan
desain Pretest-posttest Control Group Design dengan Satu Variabel
Perlakuan, perlu dipenuhi syarat terlebih dahulu antara lain:
a. Sampel data mengandung unsur berpasangan, dalam hal ini sudah
dipenuhi dengan data berpasangan antara (pretest-posttest) kelas
eksperimen dan (pretest-posttest) kelas kontrol.
b. Sampel diambil secara acak, dalam hal ini sudah dipenuhi dengan
pengambilan sampel secara cluster random sampling.
c. Dilakukan uji kenormalan data dengan menggunakan uji Lilliefors
terhadap nilai (pretest-posttest) kelas eksperimen dan nilai (pretest-
posttest) kelas kontrol. Uji Lilliefors seperti halnya pada uji coba
kelompok kecil.
65


d. Dilakukan uji homogenitas varians terhadap pretest kelas eksperimen
dengan pretest kelas kontrol dan posttest kelas eksperimen dengan
posttest kelas kontrol.
Langkah-langkah untuk menguji homogenitas adalah sebagai
berikut:
1) Hipotesis
E
0
s
1
2
=s
2
2
(Varians dua kelompok data adalah
homogen/sama).
E
u
s
1
2
s
2
2
(Varians dua kelompok data adalah tidak
homogen/berbeda).
2) Cari F
hitung
dengan menggunakan rumus;
F =
VarIans Tcrbcsar
VarIans TcrkccII
(Sudjana, 2005: 250)
3) Tetapkan taraf signifikansi ()
4) Hitung F
tabel
dengan rumus;
F
tubcI
=F
u
(Jb
pcmbIung
= n
1
1,Jb
pcncbut
= n
2
1)
5) Tentukan kriteria pengujian H
0
yaitu;
J ika F
htung
<F
tubcI
, maka H
0
diterima (homogen)

J ika F
htung
F
tubcI
, maka H
0
ditolak (tidak homogen)

6) Buatlah kesimpulannya.
e. Uji t berpasangan
Menguji perbedaan rerata dengan menggunakan rumus Uji t
berpasangan digunakan sebagai indikator dari efektifitas dari
penggunaan bahan ajar modul matematika dengan langkah-langkah
sebagai berikut.
1) Hipotesis
_
E
0
p
1
=p
2
E
1
p
1
>p
2

E
0
: Selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas eksperimen
sama dengan selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas
kontrol.
66


E
1
: Selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas eksperimen
lebih baik daripada selisih hasil belajar (pretest-posttest)
siswa kelas kontrol.
2) Taraf signifikansi
o =0,05
3) Statistik Uji t berpasangan dengan desain Pretest-posttest Control
Group Design dengan Satuan Variabel Perlakuan.
J ika varians homogen dapat digunakan t-test dengan rumus polled
varians, yaitu (Sugiyono, 2010: 273):
t =
X

1
X

2
_
(n
1
1)s
1
2
+(n
2
1)s
2
2
n
1
+n
2
2
[
1
n
1
+
1
n
2


J ika varians tidak homogen dapat digunakan t-test dengan rumus
separated varians, yaitu (Sugiyono, 2010: 273):
t =
X

1
X

2
_
s
1
2
n
1
+
s
2
2
n
2

Keterangan:
X

1
=nilai rerata kelas eksperimen
X

2
=nilai rerata kelas kontrol
s
1
2
=varians kelas ekperimen
s
2
2
=varians kelas kontrol
n
1
=jumlah siswa kelas eksperimen
n
2
=jumlah siswa kelas kontrol
4) Kriteria keputusan
H
0
diterima jika t
hitung
t
(1-u),(db=n
1
+n
2
-2)
H
0
ditolak jika t
hitung
>t
(1-u),(db=n
1
+n
2
-2)



67


5) Kesimpulan
Apabila perhitungan pengujian menunjukkan penolakan E
0

dan penerimaan E
1
maka kesimpulannya adalah selisih hasil
belajar (pretest-posttest) siswa kelas eksperimen lebih baik
daripada selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas kontrol.
Begitu sebaliknya apabila penerimaan E
0
dan penolakan E
1
.
Sedangkan untuk data yang diperoleh dari angket penilaian
siswa dianalisis seperti halnya perhitungan data pada uji coba
kelompok kecil.

3. Penyempurnaan Produk
Berdasarkan hasil penilaian dan review para ahli (angket tanggapan
dan penilaian para ahli) serta hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba
lapangan terbatas. Maka penelitian pengembangan bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah
dapat diketahui apakah layak dan efektif atau tidak. Perlu diingat juga
komentar berupa masukan dan saran perbaikan yang disampaikan oleh
para ahli dalam angket, berusaha diwujudkan sebaik-baiknya sehingga
produk pengembangan yang dihasilkan semakin baik.



68

BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Desain Produk
Desain bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah dilakukan dengan langkah-langkah
sebagai berikut.


















Setelah selesai pembuatan desain modul, kemudian modul yang
dikembangkan divalidasi oleh ahli desain media pembelajaran dan ahli materi
pembelajaran. Validasi ahli dilakukan untuk mengetahui apakah produk yang
dikembangkan secara rasional layak atau tidak. Dikatakan secara rasional,
karena validasi disini masih bersifat penilaian berdasarkan pemikiran rasional,
belum fakta lapangan.
Gambar 4.1
Menetapkan judul modul
yang akan disusun.
Menyiapkan buku-buku sumber dan
buku referensi lainnya.
Identifikasi terhadap
kompetensi dasar
Identifikasi indikator
pencapaian kompetensi
Menetapkan pendekatan
pembelajaran
Merancang format
penulisan modul
Penyusunan draf modul

Pemilihan gambar dan
warna
Perancangan dari
sisi media (variasi)
Pencetakan
69


1. Validasi Desain
Untuk mengetahui apakah produk yang dikembangkan layak atau
tidak dapat dilakukan dengan cara menghadirkan ahli desain media
pembelajaran dan ahli materi pembelajaran. Review ini dilakukan untuk
mengetahui hal-hal apa saja yang masih kurang dan perlu ditambahkan
pada modul sebelum diujikan lebih lanjut kepada siswa. Di bawah ini
disajikan hasil penilaian dan tanggapan dari para ahli desain media
pembelajaran dan ahli materi pembelajaran dari instansi IKIP PGRI
Semarang dan SMP N 2 Mranggen.
a. Ahli Desain Media pembelajaran
Ahli desain media pembelajaran yang melakukan penilaian
terhadap bahan ajar modul matematika adalah Ibu Heni Purwati, S. Pd,
M. Pd dan Ibu Rini Widyastuti, S. Pd. Berikut ini disajikan paparan
deskriptif hasil penilaian ahli desain media pembelajaran terhadap
pengembangan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah melalui instrumen angket.
Tabel 4. 1: Hasil Penilaian Ahli Desain Media Pembelajaran
Melalui Instrumen Angket
No. Komponen
Responden
Ahli 1 Ahli 2
1. Kemenarikan pengemasan desain cover. 4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 1: Gambar sudah sesuai, sebaiknya warna disesuaikan
dengan warna isi, biar tidak terlalu kontras.
Ahli 2: Cover bagus dan menarik.
2. Ketepatan pemakaian jenis huruf yang
digunakan dalam cover.
4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
3. Ketepatan layout pengetikan. 4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 1: Cantik, sebaiknya warna ditipiskan biar tulisan materi
lebih terlihat.

70


4. Konsisten penggunaan spasi, judul, dan
pengetikan materi.
5 5
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 2: Pengetikan rapi dan konsisten.
5. Kejelasan tulisan atau pengetikan. 4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 1: Secara keseluruhan bagus, untuk pengetikan dengan
huruf berwarna biru muda, warnanya lebih dituakan.
6. Ketepatan pemenpatan gambar. 5 5
Komentar dan saran perbaikannya:
7. Kesesuaian penggunaan variasi jenis,
ukuran dan bentuk huruf untuk judul bab-
sub bab.
5 5
Komentar dan saran perbaikannya:
8. Ketepatan penggunaan whitespace (kolom
kosong)
5 5
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 2: Untuk kolom rumus diberi tanda titik-titik (............).
9. Ketepatan penggunaan ilustrasi. 4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
10. Konsisten penggunaan sistem penomoran. 4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
11. Kesesuaian pengorganisasian isi bahan ajar
modul matematika.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
12. Ketepatan penempatan tujuan pembelajaran 4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
13. Konsistensi penggunaan jenis huruf, ukuran
huruf yang digunakan untuk judul kegiatan
belajar.
4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
14. Ketepatan teks rumusan tujuan
pembelajaran.
4 5
71


Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 1: J udul tujuan ditebalkan.
15. Ketepatan penataan paragraf uraian
pembelajaran.
4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
16. Kesesuaian antara isi tugas, tes formatif,
lembar kerja, dan evaluasi dengan tujuan
pembelajaran.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
17. Kesesuaian bentuk penilaian pada bab IV. 3 4
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 1: Penyebutnya bukan 10 tapi skor maksimal.
18. Ketepatan jenis huruf yang digunakan untuk
judul rangkuman, tugas, tes formatif, dan
lembar kerja.
4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
19. Ketepatan pemilihan gambar yang
digunakan dalam bahan ajar modul
matematika.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 2: Variasi gambar bagus.
20. Kemudahan bahasa yang digunakan dalam
bahan ajar modul matematika.
4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 1: Perlu diperhatikan untuk penggunaan tanda baca,
terutama pada kalimat tanya dan perintah.
21. Ketepatan pemilihan warna dalam bahan
ajar modul matematika.
3 5
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 1: Backgroundnya ditipiskan.
Ahli 2: Warna modul serasi, tetapi antara cover dengan isi
kurang serasi.
J umlah 86 99
Jumlah keseluruhan 185
Ahli 1: Ibu Heni Purwati, S. Pd, M. Pd
Ahli 2: Ibu Rini Widyastuti, S. Pd
72


Berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam angket, penilaian
ahli desain media pembelajaran untuk tiap komponen yakni sebagai
berikut:
1) Sangat kurang sesuai
2) Kurang sesuai
3) Cukup sesuai
4) Sesuai
5) Sangat sesuai
Setelah data tersajikan, langkah berikutnya yang dilakukan
adalah menganalisis data tersebut berdasarkan masing-masing ahli
desain media pembelajaran. Analisis data dilakukan pada tiap
komponen dan komentar dari para ahli desain media pembelajaran
sebagaimana tercantum pada tabel 4.1, maka dapat dihitung persentase
tingkat pencapaian media pembelajaran sebagai berikut.
P =
(jawaban bobot tiap pilihan)
n bobot tertinggi
100%
Penganalisisan dimulai dari tiap komponen pada angket. Hasil
penilaian dari ahli desain media pembelajaran untuk tiap komponen
tercantum pada tabel 4.2.
Tabel 4.2: Ikhtisar Penilaian Komponen Ahli
Desain Media Pembelajaran
No. Komponen
Skor
Observasi
Skor yang
Diharapkan
Kelayakan
1. Kemenarikan
pengemasan
desain cover.
8 10 80%
(layak)
2. Ketepatan
pemakaian jenis
huruf yang
digunakan dalam
cover.
9 10 90%
(layak sekali)
3. Ketepatan layout
pengetikan.
9 10 90%
(layak sekali)

73


4. Konsisten
penggunaan spasi,
judul, dan
pengetikan materi.
10 10 100%
(layak sekali)
5. Kejelasan tulisan
atau pengetikan.
9 10 90%
(layak sekali)
6. Ketepatan
pemenpatan
gambar.
10 10 100%
(layak sekali)
7. Kesesuaian
penggunaan
variasi jenis,
ukuran dan bentuk
huruf untuk judul
bab-sub bab.
10 10 100%
(layak sekali)
8. Ketepatan
penggunaan
whitespace (kolom
kosong)
10 10 100%
(layak sekali)
9. Ketepatan
penggunaan
ilustrasi.
8 10 80%
(layak)
10. Konsisten
penggunaan sistem
penomoran.
9 10 90%
(layak sekali)
11. Kesesuaian
pengorganisasian
isi bahan ajar
modul matematika.
8 10 80%
(layak)
12. Ketepatan
penempatan tujuan
pembelajaran
9 10 90%
(layak sekali)
13. Konsistensi
penggunaan jenis
huruf, ukuran
huruf yang
digunakan untuk
judul kegiatan
belajar.

9 10 90%
(layak sekali)
74


14. Ketepatan teks
rumusan tujuan
pembelajaran.
9 10 90%
(layak sekali)
15. Ketepatan
penataan paragraf
uraian
pembelajaran.
9 10 90%
(layak sekali)
16. Kesesuaian antara
isi tugas, tes
formatif, lembar
kerja, dan evaluasi
dengan tujuan
pembelajaran.
8 10 80%
(layak)
17. Kesesuaian bentuk
penilaian pada bab
IV.
7 10 70%
(layak)
18. Ketepatan jenis
huruf yang
digunakan untuk
judul rangkuman,
tugas, tes formatif,
dan lembar kerja.
9 10 90%
(layak sekali)
19. Ketepatan
pemilihan gambar
yang digunakan
dalam bahan ajar
modul matematika.
8 10 80%
(layak)
20. Kemudahan
bahasa yang
digunakan dalam
bahan ajar modul
matematika.
9 10 90%
(layak sekali)
21. Ketepatan
pemilihan warna
dalam bahan ajar
modul matematika.
8 10 80%
(layak)


75


Pada proses analisis selanjutnya dilakukan analisis keseluruhan
dari penilaian para ahli desain media pembelajaran yang dapat dicari
berdasarkan perhitungan pada tabel 4.1, diketahui data:
F =185
N =2
Bobot tertinggi =5
Sehingga dapat dihitung sebagai berikut.
Pcrscntosc =
185
2152
100%=88,10%
Berdasarkan perhitungan di atas, jelas terlihat bahwa persentase
keseluruhan dari penilaian para ahli desain media pembelajaran adalah
layak sekali, karena berada pada rentang 81% sampai 100%. Sehingga
media pembelajaran tidak memerlukan revisi. Namun komentar dan
saran ahli desain media pembelajaran dijadikan bahan pertimbangan
untuk menyempurnakan media pembelajaran.

b. Ahli Materi Pembelajaran
Ahli materi pembelajaran yang melakukan penilaian terhadap
bahan ajar modul matematika adalah Bapak Bagus Ardi Saputro,
M. Pd dan Ibu Retnodiati Caecilia, S. Pd. Berikut ini disajikan paparan
deskriptif hasil penilaian ahli materi pembelajaran terhadap
pengembangan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah melalui instrumen angket.








76


Tabel 4.3: Hasil Penilaian Ahli Materi Pembelajaran
Melalui Instrumen Angket
No. Komponen
Responden
Ahli 1 Ahli 2
1. Tingkat relevansi bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah
dengan Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar SMP kelas VII.
4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 2: Sesuai dengan kurikulum SMP N 2 Mranggen.
2. Ketepatan judul kegiatan belajar dengan
uraian materi dalam bahan ajar modul
matematika.
2 5
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 1: 1) J enis-jenis segitiga dan jumlah sudut pada
segitiga.
3) Garis pada segitiga.
3. Bahasa yang digunakan dalam bahan ajar
modul matematika adalah bahasa bahan ajar
yang berlaku.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
4. Bahasa yang digunakan mudah dipahami 4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
5. Kesesuaian antara aspek pengetahuan, sikap
dan wahana diskusi dalam bahan ajar modul
matematika.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
6. Kesesuaian antara tugas, tes formatif,
lembar kerja dan evaluasi dengan tujuan
pembelajaran.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
7. Kesesuaian antara isi rangkuman dengan
poin-poin inti isi materi pembelajaran.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
77


8. Kesesuaian antara kunci jawaban tes
formatif dan evaluasi dengan tujuan
pembelajaran.
2 5
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 1: Tambahi kunci jawaban, dipisah dalam modul, singkat
saja.
Ahli 2: Kunci jawaban singkat saja.
9. Apakah komponen yang ada sudah
memadai sebagai bahan ajar modul
matematika pada materi pokok segitiga.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 2: Materi cukup komplit.
10. Kesesuaian antara isi uraian dengan materi
pokok segitiga.
4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
11. Ketepatan rumusan tujuan pembelajaran
pada bahan ajar modul matematika.
4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
12. Kejelasan uraian materi dengan materi
pokok segitiga.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 2: Uraian materi jelas.
13. Kemenarikan pengemasan bahan ajar. 4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
14. Ketepatan penggunaan ilustrasi. 2 4
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 1: Ilustrasi tidak tepat dengan konsep.
15. Validitas/kesahihan isi secara
keilmuan.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
16. Kesesuian referensi yang digunakan dengan
bidang ilmu.
2 4
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 1: Cari buku konstruktivisme dan pemecahan masalah
dan jurnal.

78


17. Keluasan dan kedalaman isi bahan ajar
modul matematika.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
18. Format penulisan bahan ajar modul
matematika konsisten.
4 5
Komentar dan saran perbaikannya:
19. Ketercernaan uraian materi pada bahan ajar
modul matematika.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
20. Uraian materi dalam bahan ajar modul
matematika membangun pengetahuan
(mengonstruksi) pemahaman siswa dan
meningkatkan pemecahan masalah terhadap
materi pokok segitiga.
4 4
Komentar dan saran perbaikannya:
Ahli 1: Tetapi pemecahan masalah masih kurang.
J umlah 72 87
J umlah keseluruhan 159
Ahli 1: Bapak Bagus Ardi Saputro, M. Pd.
Ahli 2: Ibu Retnodiati Caecilia, S. Pd.
Berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam angket, penilaian
ahli materi pembelajaran untuk tiap komponen yakni sebagai berikut:
1) Sangat kurang sesuai
2) Kurang sesuai
3) Cukup sesuai
4) Sesuai
5) Sangat sesuai
Setelah data tersajikan, langkah berikutnya yang dilakukan
adalah menganalisis data tersebut berdasarkan masing-masing ahli
materi pembelajaran. Analisis data dilakukan pada tiap komponen dan
komentar dari para ahli materi pembelajaran sebagaimana tercantum
pada tabel 4.3, maka dapat dihitung persentase tingkat pencapaian
media pembelajaran sebagai berikut.
79


P =
(jawaban bobot tiap pilihan)
n bobot tertinggi
100%
Penganalisisan dimulai dari tiap komponen pada angket. Hasil
penilaian dari ahli materi pembelajaran untuk tiap komponen
tercantum pada tabel 4.4.
Tabel 4.4: Ikhtisar Penilaian Komponen Ahli Materi Pembelajaran
No. Komponen
Skor
Observasi
Skor yang
Diharapkan
Kelayakan
1. Tingkat relevansi
bahan ajar modul
matematika
berbasis pendekatan
konstruktivisme dan
pemecahan masalah
dengan Standar
Kompetensi dan
Kompetensi Dasar
SMP kelas VII.
9 10 90%
(layak sekali)
2. Ketepatan judul
kegiatan belajar
dengan uraian
materi dalam bahan
ajar modul
matematika.
7 10 70%
(layak)
3. Bahasa yang
digunakan dalam
bahan ajar modul
matematika adalah
bahasa bahan ajar
yang berlaku.
8 10 80%
(layak)
4. Bahasa yang
digunakan mudah
dipahami.
8 10 80%
(layak)
5. Kesesuaian antara
aspek pengetahuan,
sikap dan wahana
diskusi dalam
modul matematika.
8 10 80%
(layak)
80


6. Kesesuaian antara
tugas, tes formatif,
lembar kerja dan
evaluasi dengan
tujuan
pembelajaran.
8 10 80%
(layak)
7. Kesesuaian antara
isi rangkuman
dengan poin-poin
inti isi materi
pembelajaran.
8 10 80%
(layak)
8. Kesesuaian antara
kunci jawaban tes
formatif dan
evaluasi dengan
tujuan
pembelajaran.
7 10 70%
(layak)
9. Apakah komponen
yang ada sudah
memadai sebagai
bahan ajar modul
matematika pada
materi pokok
segitiga.
8 10 80%
(layak)
10. Kesesuaian antara
isi uraian dengan
materi pokok
segitiga.
9 10 90%
(layak sekali)
11. Ketepatan rumusan
tujuan
pembelajaran pada
bahan ajar modul
matematika.
9 10 90%
(layak sekali)
12. Kejelasan uraian
materi dengan
materi pokok
segitiga.
8 10 80%
(layak)
13. Kemenarikan
pengemasan bahan
ajar.
9 10 90%
(layak sekali)
81


14. Ketepatan
penggunaan
ilustrasi.
6 10 60%
(layak)
15. Validitas/kesahihan
isi secara keilmuan.
8 10 80%
(layak)
16. Kesesuian referensi
yang digunakan
dengan bidang
ilmu.
6 10 60%
(layak)
17. Keluasan dan
kedalaman isi
bahan ajar modul
matematika.
8 10 80%
(layak)
18. Format penulisan
bahan ajar modul
matematika
konsisten.
9 10 90%
(layak sekali)
19.

Ketercernaan uraian
materi pada bahan
ajar modul
matematika.
8 10 80%
(layak)
20. Uraian materi
dalam bahan ajar
modul matematika
membangun
pengetahuan
(mengonstruksi)
pemahaman siswa
dan meningkatkan
pemecahan masalah
terhadap materi
pokok segitiga.
8 10 80%
(layak)
Pada proses analisis selanjutnya dilakukan analisis keseluruhan
dari penilaian para ahli materi pembelajaran yang dapat dicari
berdasarkan perhitungan pada tabel 4.3, diketahui data:
F =159
N =2
Bobot tertinggi =5
82

Sehingga dapat dihitung sebagai berikut:
Pcrscntosc =
159
2052
100%=79,50%
Berdasarkan perhitungan di atas, jelas terlihat bahwa persentase
keseluruhan dari penilaian para ahli materi pembelajaran adalah layak,
karena berada pada rentang 61% sampai 80%. Sehingga media
pembelajaran tidak memerlukan revisi. Namun komentar dan saran
ahli materi pembelajaran dijadikan bahan pertimbangan untuk
menyempurnakan media pembelajaran.

2. Revisi Desain
Semua data dari hasil review, penilaian, dan diskusi dengan ahli
desain media pembelajaran dan ahli materi pembelajaran dijadikan bahan
pertimbangan dalam rangka revisi penyempurnaan bahan ajar modul
matematika sebelum dilakukan prosedur penelitian selanjutnya yaitu uji
coba terhadap kelompok kecil dan uji coba lapangan terbatas. Berdasarkan
komentar dan saran dari para ahli terdapat beberapa komponen bahan ajar
modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan
masalah yang sebaiknya direvisi. Hal ini dilakukan agar produk
pengembangan bahan ajar modul matematika yang dihasilkan semakin
baik. Berikut ini disajikan beberapa contoh komponen produk yang
direvisi berdasarkan komentar dan saran perbaikan baik dari ahli desain
media pembelajaran maupun ahli materi pembelajaran.

Gambar 4.2: Tampilan sebelum direvisi
83


Gambar 4.3: Tampilan sesudah direvisi


Gambar 4.4: Tampilan sebelum Gambar 4.5: Tampilan sesudah
direvisi direvisi


Gambar 4.6: Tampilan sebelum direvisi

84


Gambar 4.7: Tampilan sesudah direvisi.


Gambar 4.8: Tampilan sebelum direvisi.

Gambar 4.9: Tampilan sesudah direvisi.

85


3. Analisis Instrumen
a. Uji Validitas
Uji coba instrumen dilakukan pada kelas VII B SMP N 2
Mranggen sebanyak 32 siswa. Berdasarkan hasil uji validitas item tes
dari 12 butir soal yang diujicobakan pada siswa terdapat 10 soal yang
valid yaitu terdapat pada butir soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, dan
12. Karena memiliki r
hitung
>r
tabel
. Diketahui r
tabel
=0,349 pada =5%
dengan n =32 sehingga r
hitung
>0,349 dan dikatakan soal tersebut
adalah valid. Sedangkan butir soal nomor 8 dan 11 tidak valid, karena
memilki r
hitung
<r
tabel
.
b. Uji Reliabilitas
Hasil penghitungan r
11
dikonsultasikan ke tabel r product
moment dengan N =32 dan taraf signifikan 5%. Bila r
11
hitung lebih
besar dari r
tabel
, maka dapat dikatakan bahwa soal uji coba adalah
reliabel. Berdasarkan hasil uji reliabilitas instrumen didapatkan
r
11
=0,664 >r
tabel
=0,349 . Sehingga instrumen tersebut reliabel dan
dapat digunakan untuk pengumpulan data.
c. Tingkat Kesukaran Soal
Penghitungan tingkat kesukaran soal terdapat 3 soal dengan
kriteria mudah, yaitu nomor 1, 2, dan 6. Kemudian soal dengan kriteria
sedang terdapat pada soal nomor 3, 4a, 5, dan 7. Sedangkan sisannya
dengan kriteria sukar terdapat pada soal nomor 4b, 8, 9,10,11, dan 12.
d. Daya Pembeda
Hasil penghitungan daya pembeda soal uraian dengan
menggunakan rumus t dikonsultasikan ke tabel t dengan N =32 siswa
dan taraf signifikan 5%. Sehingga dihasilkan t
tabel
=1,75 berdasarkan
uji daya pembeda terdapat 11 soal yang signifikan, yaitu soal nomor 1,
2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 11, dan 12. Karena memiliki t
hitung
>t
tabel
.
Sedangkan soal nomor 8 tidak signifikan. Karena memiliki t
hitung
<
t
tabel
.

86


Dari uraian analisis instrumen dapat disimpulkan bahwa dari soal uji
coba sebanyak 12 soal terdapat 10 soal yang valid serta 11 soal yang
signifikan dan 1 soal yang tidak signifikan. Terdapat 3 soal dengan kriteria
mudah, 4 soal dengan kriteria sedang, dan 5 soal dengan kriteria sukar.
Kemudian 12 soal tersebut reliabel. Maka atas dasar analisis instrumen yang
dipakai untuk penelitian lebih lanjut adalah 10 soal.

B. Hasil Pengujian Produk
1. Revisi Produk
Setelah bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah melalui uji kelayakan oleh para
ahli desain media pembelajaran dan ahli materi pembelajaran. Selanjutnya
modul matematika tersebut diujikan pada siswa uji coba kelompok kecil
melalui angket untuk mengetahui kelayakan modul tersebut.
Uji coba kelompok kecil dilakukan pada kelas VII F SMP N 2
Mranggen yang berjumlah 34 siswa. Data yang diperoleh dari instrumen
angket penilaian siswa uji coba kelompok kecil dipaparkan dalam tabel 4.5
sebagai berikut.
Tabel 4.5: Hasil Penilaian Siswa Uji Coba Kelompok Kecil
Melalui Instrumen Angket
No. Komponen
Responden
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,
11, 12, 13, 14, 15, 16, 17,
18, 19, 20, 21, 22, 23, 24,
25, 26, 27, 28, 29, 30, 31,
32, 33, 34
1. Menurut pendapat anda,
bagaimanakah tampilan fisik bahan
ajar modul matematika berbasis
pendekatan kons-truktivisme dan
pemecahan?
3, 4, 4, 4, 4, 4, 5, 4, 4, 4,
4, 4, 5, 5, 4, 4, 4, 4, 4, 4,
4, 4, 5, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4,
4, 4, 5, 4
J umlah 140
2. Apakah daftar isi dan peta konsep
pada bagian awal membantu
memahami materi yang akan
dipelajari?
4, 4, 4, 3, 4, 3, 4, 4, 4, 4,
4, 4, 4, 4, 3, 4, 3, 3, 5, 4,
3, 3, 5, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4,
4, 3, 5, 4
87


J umlah 131
3. Bagaimanakah tingkat kejelasan
petunjuk penggunaan dalam bahan
ajar modul matematika?
2, 4, 5, 4, 4, 4, 5, 4, 4, 4,
4, 4, 5, 5, 4, 5, 4, 4, 4, 4,
4, 4, 5, 4, 4, 4, 4, 4, 5, 5,
5, 5, 5, 4
J umlah 145
4. Apakah ukuran dan jenis huruf yang
digunakan dalam bahan ajar modul
matematika mudah dibaca?
5, 5, 4, 5, 4, 5, 4, 5, 5, 5,
4, 5, 5, 3, 5, 3, 5, 5, 5, 4,
5, 5, 4, 4, 4, 4, 5, 4, 5, 3,
5, 3, 4, 4
J umlah 150
5. Bagaimanakah kejelasan tujuan
pembelajaran?
4, 5, 5, 4, 4, 4, 5, 4, 5, 4,
4, 5, 4, 4, 4, 5, 4, 4, 4, 4,
5, 4, 5, 5, 4, 4, 4, 4, 5, 5,
4, 3, 4, 4
J umlah 146
6. Bagaimanakah kejelasan paparan
materi pada tiap kegiatan belajar
dalam bahan ajar modul matematika?
3, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 5, 4,
4, 4, 4, 3, 4, 4, 4, 4, 3, 4,
4, 4, 4, 2, 5, 4, 4, 4, 4, 4,
4, 3, 5, 4
J umlah 133
7. Bagaimanakah tingkat kesesuaian
antara gambar dan materi dalam
bahan ajar modul matematika?
4, 4, 4, 5, 4, 5, 5, 4, 5, 4,
4, 4, 5, 4, 5, 4, 5, 5, 4, 5,
5, 5, 4, 4, 4, 4, 5, 4, 4, 4,
5, 4, 4, 4
J umlah 149
8. Apakah contoh-contoh yang
diberikan membantu anda memahami
materi?
2, 4, 5, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4,
4, 5, 5, 5, 4, 5, 4, 4, 5, 3,
4, 4, 4, 5, 5, 4, 5, 4, 5, 5,
5, 3, 4, 4
J umlah 144
9. Bagaimanakah tingkat kejelasan
rangkuman pada tiap bagian akhir
kegiatan belajar?
3, 4, 5, 5, 5, 5, 4, 4, 4, 4,
4, 5, 4, 3, 5, 3, 5, 5, 4, 4,
5, 5, 5, 4, 4, 5, 4, 5, 4, 3,
4, 5, 5, 4
J umlah 147
10. Bagaimanakah kejelasan tugas, tes
formatif, lembar kerja, dan evaluasi?
4, 5, 4, 3, 3, 3, 3, 5, 4, 4,
5, 4, 4, 5, 3, 4, 3, 3, 5, 4,
3, 3, 4, 4, 4, 5, 5, 5, 5, 4,
4, 3, 4, 4
88


J umlah 135
11. Apakah tugas, tes formatif, lembar
kerja, dan evaluasi dalam modul
matematika membantu meningkatkan
pemahaman anda terhadap materi
pokok segitiga?
4, 5, 4, 4, 5, 4, 4, 4, 4, 4,
5, 4, 5, 5, 4, 4, 4, 4, 5, 5,
4, 4, 4, 5, 5, 5, 4, 5, 5, 4,
5, 3, 5, 5
J umlah 150
12. Bagaimanakah kejelasan urutan
penyajian materi pada tiap kegiatan
belajar dalam bahan ajar modul
matematika?
2, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4,
5, 4, 5, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4,
4, 4, 5, 4, 5, 5, 4, 5, 4, 4,
4, 5, 4, 5
J umlah 142
13. Apakah bahan ajar modul matematika
ini dapat dipahami uraian materinya
dengan mudah?
4, 5, 5, 5, 5, 5, 5, 5, 5, 5,
5, 5, 5, 4, 5, 5, 5, 5, 4, 5,
5, 5, 5, 5, 5, 5, 5, 5, 5, 5,
5, 4, 4, 5,
J umlah 165
J umlah keseluruhan 1877
Berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam angket, penilaian
siswa uji coba kelompok kecil untuk tiap komponen yakni sebagai berikut:
1) Sangat kurang baik
2) Kurang baik
3) Cukup baik
4) baik
5) Sangat baik
Setelah data tersajikan, langkah berikutnya yang dilakukan adalah
menganalisis data tersebut berdasarkan masing-masing siswa uji coba
kelompok kecil. Analisis data dilakukan pada tiap komponen dari para
siswa uji coba kelompok kecil sebagaimana tercantum pada tabel 4.5,
maka dapat dihitung persentase tingkat pencapaian media pembelajaran
sebagai berikut.
P =
(jawaban bobot tiap pilihan)
n bobot tertinggi
100%
89


Penganalisisan dimulai dari tiap komponen pada angket. Hasil
penilaian dari siswa uji coba kelompok kecil untuk tiap komponen
disajikan pada tabel 4.6.
Tabel 4.6 : Ikhtisar Penilaian Komponen
Siswa Uji Coba Kelompok Kecil
No. Komponen
Skor
Observasi
Skor yang
Diharapkan
Kelayakan
1. Menurut pendapat
anda, bagaimana-kah
tampilan fisik bahan
ajar modul matematika
berbasis pendekatan
konstruktivisme dan
pemecahan?
140 170 82,35%
(layak sekali)
2. Apakah daftar isi dan
peta konsep pada
bagian awal membantu
memahami materi yang
akan dipelajari?
131 170 77,06%
(layak)
3. Bagaimanakah tingkat
kejelasan petunjuk
penggunaan dalam
bahan ajar modul
matematika?
145 170 85,29%
(layak sekali)
4. Apakah ukuran dan
jenis huruf yang
digunakan dalam bahan
ajar modul matematika
mudah dibaca?
150 170 88,24%
(layak sekali)
5. Bagaimanakah
kejelasan tujuan
pembelajaran?
146 170 85,88%
(layak sekali)
6. Bagaimanakah
kejelasan paparan
materi pada tiap
kegiatan belajar dalam
modul?

133 170 78,24%
(layak)
90


7. Bagaimanakah tingkat
kesesuaian antara
gambar dan materi
dalam bahan ajar
modul matematika?
149 170 87,65%
(layak sekali)
8. Apakah contoh-contoh
yang diberikan
membantu anda
memahami materi?
144 170 84,71%
(layak sekali)
9. Bagaimanakah tingkat
kejelasan rangkuman
pada tiap bagian akhir
kegiatan belajar?
147 170 86,47%
(layak sekali)
10. Bagaimanakah
kejelasan tugas, tes
formatif, lembar kerja,
dan evaluasi?
135 170 79,41%
(layak)
11. Apakah tugas, tes
formatif, lembar kerja,
dan evaluasi dalam
bahan ajar modul
matematika membantu
meningkatkan
pemahaman anda
terhadap materi pokok
segitiga?
150 170 88,24%
(layak sekali)
12. Bagaimanakah
kejelasan urutan
penyajian materi pada
tiap kegiatan belajar
dalam bahan ajar
modul?
142 170 83,53%
(layak sekali)
13. Apakah modul ini
dapat dipahami uraian
materinya dengan
mudah?
165 170 97,06%
(layak sekali)

91


Pada proses analisis selanjutnya dilakukan analisis keseluruhan
dari penilaian para siswa uji coba kelompok kecil yang dapat dicari
berdasarkan perhitungan pada tabel 4.5, diketahui data:
F =1877
N =34
Bobot tertinggi =5
Sehingga dapat dihitung sebagai berikut:
Pcrscntosc =
1877
13534
100%=84,93%
Berdasarkan perhitungan di atas, jelas terlihat bahwa persentase
keseluruhan dari penilaian para siswa uji coba kelompok kecil adalah
layak sekali, karena berada pada rentang 81% sampai 100%. Sehingga
media pembelajaran tidak memerlukan revisi. Komentar dan saran siswa
uji coba kelompok kecil dalam pertanyaan pendukung dijadikan bahan
pertimbangan untuk menyempurnakan media pembelajaran.
Berdasarkan tabel 4.6 tentang penilaian siswa uji coba kelompok
kecil terhadap pengembangan bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah pada materi pokok
segitiga dapat dinilai layak sekali dengan persentase rata-rata 84,93% dari
kriteria yang ditetapkan. Hasil penilaian siswa uji coba kelompok kecil
pada setiap komponen sebagaimana dianalisis secara kuantitatif dalam
analisis data statistik secara perorangan dapat diinterprestasikan sebagai
berikut.
1) Menurut siswa uji coba kelompok kecil, tampilan fisik bahan ajar
modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah 14,71% menyatakan sangat baik. 82,35% baik.
Sedangkan 2,94% lainnya menyatakan cukup baik. Dengan demikian,
modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah memiliki tampilan fisik yang baik.

92


2) Daftar isi dan peta konsep pada bagian awal menyatakan 8,82% sangat
membantu memahami materi yang akan dipelajari. 67,65%
menyatakan membantu memahami materi yang akan dipelajari.
Sedangkan 23,53% menyatakan cukup membantu materi yang akan
dipelajari. Dengan demikian, daftar isi dan peta konsep pada bagian
awal modul matematika membantu memahami materi yang akan
dipelajari.
3) Petunjuk penggunaan bahan ajar modul matematika menyatakan
32,35% sangat jelas. 64,71% jelas. Sedangkan 2,94% lainnya
menyatakan kurang jelas. Dengan demikian, petunjuk penggunaan
bahan ajar modul matematika memiliki tingkat kejelasan yang baik.
4) Ukuran dan jenis huruf yang digunakan dalam bahan ajar modul
matematika menyatakan 52,94% sangat mudah dibaca. 35,29% mudah
dibaca. Sedangkan sisanya 11,76% menyatakan cukup mudah dibaca.
Dengan demikian ukuran dan jenis huruf yang digunakan dalam bahan
ajar modul matematika sangat mudah dibaca.
5) Tujuan pembelajaran bahan ajar modul menunjukkan 32,35% sangat
jelas. 64,71% jelas. Sedangkan 2,94% menunjukkan cukup jelas.
Dengan demikian tujuan pembelajaran dalam bahan ajar modul
memiliki tingkat kejelasan yang baik.
6) Paparan materi pada tiap kegiatan belajar dalam bahan ajar modul
matematika menunjukkan 8,82% sangat jelas, 76,47% jelas, 11,76%
cukup jelas. Sedangkan 2,94% kurang jelas. Dengan demikian paparan
materi pada tiap kegiatan belajar dalam bahan ajar modul matematika
memiliki tingkat kejelasan yang baik.
7) Antara gambar dan materi dalam bahan ajar modul matematika
38,24% sangat sesuai. Sedangkan 61,76% menunjukkan sesuai.
Dengan demikian antara gambar dan materi dalam bahan ajar modul
matematika memiliki tingkat kesusaian yang baik.

93


8) Menurut pendapat siswa, contoh-contoh yang diberikan 35,29% sangat
membantu memahami materi. 55,88% membantu memahami materi.
5,88% cukup memahami materi. Sedangkan 2,94% menunjukkan
kurang memahami materi. Dengan demikian contoh-contoh yang
diberikan dalam bahan ajar modul matematika membantu memahami
materi.
9) Rangkuman pada tiap bagian akhir kegiatan belajar menunjukkan
44,12% sangat jelas. 44,12% jelas. Sedangkan 11,76% cukup jelas.
Dengan demikian rangkuman pada tiap bagian akhir kegiatan belajar
memiliki tingkat kejelasan yang baik.
10) Tugas, tes formatif, lembar kerja, dan evaluasi nenunjukkan 26,47%
sangat jelas, 44,12% jelas. Sedangkan 29,41% menunjukkan cukup
jelas. Dengan demikian antara tugas, tes formatif, lembar kerja, dan
evaluasi memiliki tingkat kejelasan yang baik.
11) Tugas, tes formatif, lembar kerja, dan evaluasi dalam bahan ajar modul
matematika menunjukkan 44,12% sangat membantu meningkatkan
pemahaman siswa. 52,94% membantu membantu meningkatkan
pemahaman siswa. Sedangkan 2,94% cukup membantu meningkatkan
pemahaman siswa. Dengan demikian tugas, tes formatif, lembar kerja,
dan evaluasi dalam bahan ajar modul matematika membantu
pemahaman siswa terhadap materi pokok segitiga.
12) Urutan penyajian materi pada tiap kegiatan belajar dalam bahan ajar
modul matematika 23,53% sangat jelas. 73,53% jelas. Sedangkan
2,94% kurang jelas. Dengan demikian urutan penyajian materi pada
tiap kegiatan belajar dalam bahan ajar modul matematika memiliki
tingkat kejelasan yang baik.
13) Uraian materi dalam bahan ajar modul matematika menunjukkan
85,29% sangat mudah dipahami. Sedangkan 14,71% mudah dipahami.
Dengan demikian uraian materi dalam bahan ajar modul matematika
sangat mudah dipahami.
94


Berdasarkan perhitungan angket siswa uji coba kelompok kecil
menunjukkan bahwa media pembelajaran tidak memerlukan revisi. Namun
komentar dan saran dari para siswa tersebut dijadikan bahan pertimbangan
untuk menyempurnakan media pembelajaran dan berusaha diwujudkan
dengan sebaik-baiknya, sehingga produk pengembangan yang dihasilkan
semakin baik.

2. Validasi Produk
Nilai pre test dan post test yang didapat dari siswa uji coba
kelompok kecil digunakan untuk mengetahui kevalidan dengan indikator
adanya perbedaan antara kedua nilai tersebut secara signifikan.
Berikut adalah hasil tes kemampuan awal (pre test) sebelum dan
tes kemampuan akhir siswa (pos test) sesudah menggunakan bahan ajar
modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan
masalah tersajikan pada tabel 4.7.
Tabel 4.7: Hasil Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil
Melalui Pre Test dan Post Tes
No. Nama Nilai Pre Test Nilai Post Test
1. Abdu Rahman Anas 46 68
2. Ade Irma Fitriyani 70 92
3. Agung Slamet Widodo 48 79
4. Ahmad Fahruddin 49 76
5. Ana Fauziyah 62 78
6. Andriyan Tri Yulianto 48 92
7. Diah Ayu Dwiyanti 80 94
8. Dwi Andriyani 62 89
9. Fadhilatut Tasmiyah 70 77
10. Fajar Heni Kristanti 70 83
11. Febrivania Yasmin S. 70 81
12. Hanakuri 71 73
13. Himdani Amalul Ahli 50 69
14. Indah Khomsati Lestari 48 94
15. Irfa' As-Shidqi 77 91
16. Khabib Widodo 62 71
95


17. Muhammad Kuntoro R. S. 49 92
18. Muhamad Anang P. 66 86
19. Mardiyana 54 92
20. Muhamad Irzal Efendi 78 78
21. Muhamad Ulul Albab 59 86
22. Muhammad Faishol 54 76
23. Muhammad M. T. 52 77
24. Ninik Nur Afifah 61 89
25. Novita Puji Rahayu 43 78
26. Octavia Dwi J ayanti 72 98
27. Putri Rina Primasari 66 88
28. Ratnawati 79 98
29. Ryan Ghozali 44 83
30. Rosi Dwi Putra 46 87
31. Siti Mahmudah 82 100
32. Syafrie Surya Satria 55 68
33. Varis Dyan Hidayat 46 73
34. Yeni 69 86
Dari nilai pre test dan post test tersebut selanjutnya dianalisis
melalui uji-t berpasangan (paired sample t-test). Akan tetapi sebelum
dilakukan uji tersebut perlu dipenuhi syarat terlebih dahulu antara lain:
sampel data mengandung unsur berpasangan, dalam hal ini sudah
dipenuhi dengan data berpasangan antara pre test dan post test.
Selanjutnya sampel diambil secara acak yang terpenuhi. Dan terakhir
dilakukan uji kenormalan data dengan menggunakan uji Lilliefors
terhadap kedua tes tersebut.
1) Uji Normalitas Data
Dari perhitungan data pada lampiran 14a, yaitu uji
normalitas pre test dengan mengambil nilai siswa kelas VII F SMP
N 2 Mranggen sebelum menggunakan bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan
masalah pada materi pokok segitiga dengan n =34 dan =5%
diketahui L
0
=0,1442. Dengan melihat lampiran 18, maka didapat
L =
0,886
34
=0,1519. Karena L
0
<L yaitu 0,1442 <0,1519, maka H
0

96


diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data nilai pre test
berdistribusi normal.
Selanjutnya uji normalitas pada post test dengan
mengambil nilai siswa kelas VII F SMP N 2 Mranggen sesudah
menggunakan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah pada materi pokok
segitiga dalam proses pembelajaran. Dari data perhitungan pada
lampiran 14b, diperoleh L
0
=0,0494. Dengan melihat lampiran 18,
maka didapat L =
0,886
34
=0,1519. Karena L
0
<L yaitu 0,0494 <
0,1519, maka H
0
diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data
nilai pos test berdistribusi normal.
J adi dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa nilai pre
test dan post test pada kelas uji coba kelompok kecil, yaitu kelas
VII F berdistribusi normal.
2) Uji Hipotesis
Data pre test dan pos test kemudian dianalisis untuk
mengetahui ada tidaknya perbedaan antara kedua nilai tersebut
secara signifikan dengan menggunakan uji t berpasangan.
Hipotesis yang akan diuji yaitu E
0
p
B
=0 dan E
1
p
B
>0.
Dari hasil perhitungan pada lampiran 14c, dapat dilihat mengenai
perhitungan uji t bahwa diperoleh nilai t
hitung
=14,027. Sedangkan
t
0,95(33)
=1,694.
Berdasarkan kriteria pengujian bahwa H
0
ditolak jika nilai
t
hitung
t
0,95(33)
ternyata diperoleh t
hitung
t
0,95(33)
maka 14,027
1,694. J adi atas dasar tersebut maka H
0
ditolak artinya hasil belajar
siswa sesudah (post test) menggunakan bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan
masalah lebih baik daripada hasil belajar siswa sebelum (pre test)
menggunakan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah. Dengan kata lain
penggunaan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
97


konstruktivisme dan pemecahan masalah secara signifikan
valid/layak digunakan dalam proses pembelajaran.

C. Hasil Uji Coba Pemakaian Produk
1. Revisi Produk
Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil pada kelas VII F SMP
N 2 Mranggen menunjukkan bahwa bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah layak/valid
digunakan tanpa memerlukan revisi. Maka untuk memperkuat hasil uji
coba tersebut tersebut, selanjutnya modul diujikan lagi secara luas yaitu
pada uji coba lapangan terbatas. Uji coba lapangan terbatas dimaksudkan
untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kelayakan dan keefektifan modul
yang dikembangkan.

2. Pengujian Produk
Uji coba lapangan terbatas dilakukan pada dua kelas, yaitu kelas
eksperimen dan kelas kontrol. Uji coba kelas eksperimen dilakukan pada
kelas VII A SMP N 2 Mranggen yang berjumlah 33 siswa dan uji coba
kelas kontrol dilakukan pada kelas VII E SMP N 2 Mranggen yang
berjumlah 33 siswa.
a. Penilaian Angket Uji Coba Lapangan Terbatas Kelas Eksperimen
Data yang diperoleh dari instrumen angket penilaian siswa uji
coba lapangan terbatas kelas eksperimen dipaparkan dalam tabel 4.8.
Tabel 4.8: Hasil Penilaian Siswa Uji Coba Lapangan Terbatas
Kelas Eksperimen Melalui Instrumen Angket
No. Komponen
Responden
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,
11, 12, 13, 14, 15, 16, 17,
18, 19, 20, 21, 22, 23, 24,
25, 26, 27, 28, 29, 30, 31,
32, 33

98


1. Menurut pendapat anda,
bagaimanakah tampilan fisik
bahan ajar modul matematika
berbasis pendekatan kons-
truktivisme dan pemecahan?
5, 5, 4, 4, 4, 4, 3, 5, 4, 5,
4, 4, 4, 4, 4, 3, 4, 4, 5, 3,
4, 3, 4, 3, 4, 4, 5, 4, 4, 4,
4, 3, 5
Jumlah 133
2. Apakah daftar isi dan peta konsep
pada bagian awal membantu
memahami materi yang akan
dipelajari?
5, 4, 4, 3, 4, 3, 4, 5, 5, 5,
4, 5, 5, 5, 5, 3, 3, 3, 4, 4,
5, 3, 4, 4, 4, 4, 5, 4, 5, 5,
4, 3, 5
Jumlah 138
3. Bagaimanakah tingkat kejelasan
petunjuk penggunaan dalam
bahan ajar modul matematika?
4, 3, 3, 5, 5, 4, 4, 5, 5, 3,
5, 4, 3, 4, 4, 4, 3, 4, 3, 5,
5, 2, 5, 4, 3, 5, 5, 3, 4, 5,
4, 4, 5
Jumlah 134
4. Apakah ukuran dan jenis huruf
yang digunakan dalam bahan ajar
modul matematika mudah
dibaca?
4, 4, 4, 3, 4, 5, 5, 4, 4, 5,
4, 4, 5, 4, 5, 3, 4, 4, 4, 5,
3, 4, 5, 4, 4, 5, 5, 4, 4, 4,
5, 4, 5
Jumlah 140
5. Bagaimanakah kejelasan tujuan
pembelajaran?
5, 4, 5, 4, 5, 4, 5, 5, 4, 5,
5, 4, 3, 5, 5, 4, 5, 4, 3, 5,
5, 3, 4, 4, 3, 4, 4, 4, 3, 4,
3, 5, 4
Jumlah 139
6. Bagaimanakah kejelasan paparan
materi pada tiap kegiatan belajar
dalam bahan ajar modul
matematika?
4, 4, 4, 5, 5, 3, 5, 5, 3, 4,
5, 4, 4, 3, 4, 4, 4, 5, 2, 3,
5, 4, 3, 3, 2, 5, 4, 3, 4, 5,
3, 4, 5
Jumlah 130
7. Bagaimanakah tingkat kesesuaian
antara gambar dan materi dalam
bahan ajar modul matematika?
3, 3, 4, 3, 4, 4, 4, 5, 4, 4,
4, 5, 3, 3, 4, 3, 5, 4, 5, 5,
3, 4, 4, 3, 4, 5, 5, 4, 5, 4,
4, 3, 5
Jumlah 132
8. Apakah contoh-contoh yang
diberikan membantu anda
memahami materi?
4, 5, 4, 3, 4, 5, 4, 3, 5, 3,
5, 5, 5, 5, 5, 4, 4, 4, 4, 4,
5, 4, 5, 4, 3, 4, 5, 5, 4, 5,
4, 5, 5
99


Jumlah 143
9. Bagaimanakah tingkat kejelasan
rangkuman pada tiap bagian akhir
kegiatan belajar?
5, 3, 4, 3, 4, 4, 5, 5, 4, 5,
5, 4, 4, 2, 4, 3, 4, 4, 5, 4,
5, 4, 4, 3, 3, 5, 5, 4, 3, 5,
3, 4, 5
Jumlah 134
10. Bagaimanakah kejelasan tugas,
tes formatif, lembar kerja, dan
evaluasi?
4, 4, 5, 4, 4, 5, 3, 5, 3, 5,
4, 5, 5, 2, 4, 3, 3, 5, 4, 4,
5, 3, 4, 3, 4, 5, 5, 4, 4, 5,
4, 4, 5
Jumlah 136
11. Apakah tugas, tes formatif,
lembar kerja, dan evaluasi dalam
bahan ajar modul matematika
membantu meningkatkan
pemahaman anda terhadap materi
pokok segitiga?
5, 4, 5, 3, 4, 5, 5, 4, 4, 3,
4, 5, 3, 4, 3, 3, 4, 5, 5, 5,
5, 3, 5, 4, 4, 5, 4, 5, 5, 5,
3, 4, 5
Jumlah 140
12. Bagaimanakah kejelasan urutan
penyajian materi pada tiap
kegiatan belajar dalam bahan ajar
modul matematika?
4, 4, 3, 4, 4, 5, 4, 4, 4, 4,
4, 5, 4, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 4,
5, 3, 4, 4, 3, 5, 5, 4, 4, 4,
3, 5, 4
Jumlah 131
13. Apakah bahan ajar modul
matematika ini dapat dipahami
uraian materinya dengan mudah?
3, 4, 5, 3, 4, 5, 5, 5, 4, 5,
4, 3, 4, 5, 5, 4, 5, 4, 5, 4,
5, 4, 5, 3, 3, 5, 5, 5, 4, 5,
3, 3, 5
Jumlah 141
J umlah keseluruhan 1771
Berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam angket, penilaian
siswa uji coba lapangan terbatas kelas eksperimen untuk tiap
komponen yakni sebagai berikut:
1) Sangat kurang baik
2) Kurang baik
3) Cukup baik
4) Baik
5) Sangat baik
100


Setelah data tersajikan, langkah berikutnya yang dilakukan
adalah menganalisis data tersebut berdasarkan masing-masing siswa
uji coba lapangan terbatas kelas eksperimen. Analisis data dilakukan
pada tiap komponen dari para siswa uji coba lapangan terbatas kelas
eksperimen sebagaimana tercantum pada tabel 4.8, maka dapat
dihitung persentase tingkat pencapaian media pembelajaran sebagai
berikut.
P =
(jawaban bobot tiap pilihan)
n bobot tertinggi
100%
Penganalisisan dimulai dari tiap komponen pada angket. Hasil
penilaian dari siswa uji coba lapangan terbatas kelas eksperimen untuk
tiap komponen disajikan pada tabel 4.9.
Tabel 4.9: Ikhtisar Penilaian Komponen Siswa Uji Coba
Lapangan Terbatas Kelas Eksperimen
No. Komponen
Skor
Observasi
Skor yang
Diharapkan
Kelayakan
1. Menurut pendapat
anda, bagaimana-
kah tampilan fisik
bahan ajar modul
matematika
berbasis pendekatan
konstruktivisme
dan pemecahan?

133 165 80,61%
(layak sekali)
2. Apakah daftar isi
dan peta konsep
pada bagian awal
membantu mema-
hami materi yang
akan dipelajari?
138 165 83,64%
(layak sekali)
3. Bagaimanakah
tingkat kejelasan
petunjuk peng-
gunaan dalam
modul matematika?
134 165 81,21%
(layak sekali)
101


4. Apakah ukuran dan
jenis huruf yang
digunakan dalam
bahan ajar modul
matematika mudah
dibaca?
140 165 84,85%
(layak sekali)
5. Bagaimanakah
kejelasan tujuan
pembelajaran?
139 165 84,24%
(layak sekali)
6. Bagaimanakah
kejelasan paparan
materi pada tiap
kegiatan belajar
dalam bahan ajar
modul matematika?
130 165 78,79%
(layak)
7. Bagaimanakah
tingkat kesesuaian
antara gambar dan
materi dalam bahan
ajar modul
matematika?
132 165 80,00%
(layak)
8. Apakah contoh-
contoh yang
diberikan
membantu anda
memahami materi?
143 165 86,67%
(layak sekali)
9. Bagaimanakah
tingkat kejelasan
rangkuman pada
tiap bagian akhir
kegiatan belajar?
134 165 81,21%
(layak sekali)
10. Bagaimanakah
kejelasan tugas, tes
formatif, lembar
kerja, dan evaluasi?
136 165 82,42%
(layak sekali)
11. Apakah tugas, tes
formatif, lembar
kerja, dan evaluasi
dalam bahan ajar
modul matematika
140 165 84,85%
(layak sekali)
102


membantu
meningkatkan
pemahaman anda
terhadap materi
pokok segitiga?
12. Bagaimanakah
kejelasan urutan
penyajian materi
pada tiap kegiatan
belajar dalam bahan
ajar modul
matematika?
131 165 79,39%
(layak)
13. Apakah bahan ajar
modul matematika
ini dapat dipahami
uraian materinya
dengan mudah?
141 165 85,45%
(layak sekali)
Pada proses analisis selanjutnya dilakukan analisis keseluruhan
dari penilaian para siswa uji coba lapangan terbatas kelas eksperimen
yang dapat dicari berdasarkan perhitungan pada tabel 4.8, diketahui
data:
F =1771
N =33
Bobot tertinggi =5
Sehingga dapat dihitung sebagai berikut:
Pcrscntosc =
1771
13533
100%=82,56%
Berdasarkan perhitungan di atas, jelas terlihat bahwa persentase
keseluruhan dari penilaian para siswa uji coba lapangan terbatas kelas
eksperimen adalah layak sekali, karena berada pada rentang 81%
sampai 100%. Sehingga media pembelajaran tidak memerlukan revisi.
Komentar dan saran siswa uji coba lapangan terbatas kelas eksperimen
dalam pertanyaan pendukung dijadikan bahan pertimbangan untuk
menyempurnakan media pembelajaran.
103


Berdasarkan tabel 4.9 tentang penilaian siswa uji coba
lapangan terbatas terhadap pengembangan bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan
masalah pada materi pokok segitiga dapat dinilai layak sekali dengan
persentase rata-rata 82,56% dari kriteria yang ditetapkan. Hasil
penilaian siswa uji coba lapangan terbatas kelas eksperimen pada
setiap komponen sebagaimana dianalisis secara kuantitatif dalam
analisis data statistik secara perorangan dapat diinterprestasikan
sebagai berikut.
1) Menurut siswa uji coba lapangan terbatas kelas eksperimen,
tampilan fisik bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah 21,21% menyatakan
sangat baik. 60,61% baik. Sedangkan 18,18% lainnya menyatakan
cukup baik. Dengan demikian, modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah memiliki
tampilan fisik yang baik.
2) Daftar isi dan peta konsep pada bagian awal menyatakan 39,39%
sangat membantu memahami materi yang akan dipelajari. 39,39%
menyatakan membantu memahami materi yang akan dipelajari.
Sedangkan 21,21% lainnya menyatakan cukup membantu materi
yang akan dipelajari. Dengan demikian, daftar isi dan peta konsep
pada bagian awal modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah membantu memahami
materi yang akan dipelajari.
3) Petunjuk penggunaan bahan ajar modul matematika menunjukkan
36,36% sangat jelas. 36,36% jelas. 24,24% cukup jelas. Sedangkan
3,03% menunjukkan kurang jelas. Dengan demikian, petunjuk
penggunaan bahan ajar modul matematika memiliki tingkat
kejelasan yang baik.
4) Ukuran dan jenis huruf yang digunakan dalam bahan ajar modul
matematika menyatakan 33,33% sangat mudah dibaca. 57,58%
104


mudah dibaca. Sedangkan sisanya 9,09% menyatakan cukup
mudah dibaca. Dengan demikian ukuran dan jenis huruf yang
digunakan dalam bahan ajar modul matematika mudah dibaca.
5) Tujuan pembelajaran bahan ajar modul menunjukkan 39,39%
sangat jelas. 42,42% jelas. Sedangkan 18,18% menunjukkan cukup
jelas. Dengan demikian tujuan pembelajaran dalam bahan ajar
modul memiliki tingkat kejelasan yang baik.
6) Paparan materi pada tiap kegiatan belajar dalam bahan ajar modul
matematika menunjukkan 30,30% sangat jelas. 39,39% jelas.
24,24% cukup jelas. Sedangkan 6,06% kurang jelas. Dengan
demikian paparan materi pada tiap kegiatan belajar dalam bahan
ajar modul matematika memiliki tingkat kejelalasan yang baik.
7) Antara gambar dan materi dalam bahan ajar modul matematika
27,27% sangat sesuai. 45,45% sesuai. Sedangkan 27,27%
menunjukkan cukup sesuai. Dengan demikian antara gambar dan
materi dalam bahan ajar modul matematika memiliki tingkat
kesusaian yang baik.
8) Menurut pendapat siswa uji coba lapangan terbatas kelas
eksperimen, contoh-contoh yang diberikan 45,45% sangat
membantu memahami materi. 42,42% membantu memahami
materi. Sedangkan 12,12% cukup memahami materi. Dengan
demikian contoh-contoh yang diberikan dalam bahan ajar modul
matematika sangat membantu memahami materi.
9) Rangkuman pada tiap bagian akhir kegiatan belajar menunjukkan
33,33% sangat jelas. 42,42% jelas. 21,21% cukup jelas. Sedangkan
3,03% menunjukkan kurang jelas. Dengan demikian rangkuman
pada tiap bagian akhir kegiatan belajar memiliki tingkat kejelasan
yang baik.
10) Tugas, tes formatif, lembar kerja, dan evaluasi menunjukkan
36,36% sangat jelas. 42,42% jelas. 18,18% cukup jelas. Sedangkan
3,03% menunjukkan kurang jelas. Dengan demikian antara tugas,
105


tes formatif, lembar kerja, dan evaluasi memiliki tingkat kejelasan
yang baik.
11) Tugas, tes formatif, lembar kerja, dan evaluasi dalam bahan ajar
modul matematika menunjukkan 45,45% sangat membantu
meningkatkan pemahaman siswa. 33,33% membantu membantu
meningkatkan pemahaman siswa. Sedangkan 21,21% lainnya
cukup membantu meningkatkan pemahaman siswa. Dengan
demikian tugas, tes formatif, lembar kerja, dan evaluasi dalam
bahan ajar modul matematika sangat membantu pemahaman siswa
terthadap materi pokok segitiga.
12) Urutan penyajian materi pada tiap kegiatan belajar dalam bahan
ajar modul matematika 18,18% sangat jelas. 60,61% jelas.
Sedangkan 21,21% kurang jelas. Dengan demikian urutan
penyajian materi pada tiap kegiatan belajar dalam bahan ajar
modul matematika memiliki tingkat kejelasan yang baik.
13) Uraian materi dalam bahan ajar modul matematika menunjukkan
48,48% sangat mudah dipahami. 30,30% mudah dipahami.
Sedangkan 21,21% menunjukkan cukup mudah dipahami. Dengan
demikian uraian materi dalam bahan ajar modul matematika sangat
mudah dipahami.

b. Hasil Pengembangan Media Pembelajaran Pada Kelas Uji Coba
Lapangan Terbatas
Nilai pre test dan post test yang didapat dari siswa uji coba
lapangan terbatas digunakan untuk mengetahui keefektifan dengan
indikator adanya perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol
secara signifikan.
Berikut adalah hasil pretest-posttest pada kelas eksperimen dan
pretest-posttest pada kelas kontrol yang tersajikan pada tabel 4.10.


106


Tabel 4.10: Hasil Penilaian Uji Coba Lapangan Terbatas
Melalui Pre Test dan Post Tes
No. Nama
Kelas
Eksperimen
Nama
Kelas
Kontrol
Pre
Test
Post
Test
Pre
Test
Post
Test
1. Adam Wahyudi 27 58 Ahmad Khabib 70 83
2. Berliana Indah R. 73 79 Ana Dwi Astutik 34 41
3. David F. 45 79 Aprilia P. 61 84
4. Diah Ayu F. 61 82 Bambang R. 50 81
5. Dimas Rizalul F. 30 78 Deddy Daud A. P. 42 79
6. Diyah Ageng P. L 45 76 Delia Ennan D. 50 78
7. Evi Septiani 50 84 Dewa Adi P. N. 48 60
8. Firman Maulana 62 78 Dilla Saputri 50 86
9. Ika Suswanti 74 91 Dodi Novean 52 84
10. Iman Wijoyo S. S. 36 50 Dwi Prastiwi I. 61 95
11. J oko Agung S. 42 95 Dwi Yoga Aji N. 37 40
12. Lilis Suryani 61 100 Edelweis A. O. 37 64
13. Lina Fuadi 45 84 Fahrur Rozi 42 77
14. Luvi Dwi Nur K. 60 84 Fendi Khoirudin 62 94
15. Muahammad Y. R. 56 86 Ferri Yuliyanto 48 64
16. Muhammad Y. A. 23 76 Gilang Ahsanal F. 48 78
17. M. Rozi S. 24 72 Indah Amalia 56 80
18. Nita Ratna Sari 46 83 Isna Nikmatul F. 52 69
19. Novi Wahyu R. 44 56 J oko Adi Sasono 70 79
20. Novita Dwi W. 71 91 Kaviga Agustin 56 76
21. Nurhadi Kusuma 56 77 Khalimatus S. 56 76
22. Okky Ari Setiawan 30 76 Kisti Wulandari 47 81
23. Putri Mulia 62 95 Mukhammad F. R. 23 63
24. Riana 50 71 Muhamad Faizal A. 61 65
25. Risky Bagus S. 70 77 Mila Paramita 77 93
26. Savil Riyanto 24 64 Muhammad M. 62 94
27. Sigid Eko Prasetyo 44 89 Putri Dewi Ayu L. 50 76
28. Silvy L. 73 91 Reza Sabila Robbi 36 89
29. Siti Nurkhoirul N. 75 100 Sapto Faris N. 36 88
30. Sudarsono 50 88 Setyaningsih 56 58
31. Vays Dianto 36 50 Tejo Suminar 30 40
32. Woro Yustina L. 61 96 Vanny Ayu Lestari 56 60
33. Allsa Elgita T. 34 64 Yeni Indah M. 43 77
107


Dari nilai (pretest-posttest) kelas eksperimen dan (pretest-
posttest) kelas kontrol, selanjutnya dianalisis melalui uji-t berpasangan
(paired sample t-test). Akan tetapi sebelum dilakukan uji tersebut perlu
dipenuhi syarat terlebih dahulu antara lain: sampel data mengandung
unsur berpasangan, dalam hal ini sudah dipenuhi dengan data
berpasangan antara pre test dan post test. Selanjutnya sampel diambil
secara acak yang terpenuhi. Kemudian dilakukan uji kenormalan
masing-masing nilai (pretest-posttest) kelas eksperimen dan (pretest-
posttest) kelas kontrol dengan menggunakan uji Lilliefors. Dan
terakhir dilakukan uji homogenitas antara nilai pre test kelas
eksperimen dengan pre test kelas kontrol dan nilai post test kelas
eksperimen dengan post test kelas kontrol.
1) Uji Normalitas Data
Dari perhitungan data pada lampiran 15a, yaitu uji
normalitas pre test dengan mengambil nilai siswa kelas VII A SMP
N 2 Mranggen sebelum menggunakan bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan
masalah pada materi pokok segitiga dengan n =33 dan =5%
diketahui L
0
=0,0778. Dengan melihat lampiran 18, maka didapat
L =
0,886
33
=0,1542. Karena L
0
<L yaitu 0,0778 <0,1542, maka H
0

diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data nilai pre test
berdistribusi normal. Sedangkan uji normalitas pada post test
dengan mengambil nilai siswa kelas VII A SMP N 2 Mranggen
sesudah menggunakan bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah pada materi
pokok segitiga dalam proses pembelajaran. Dari data perhitungan
pada lampiran 15b, diperoleh L
0
= 0,0680. Dengan melihat
lampiran 18, maka didapat L =
0,886
33
=0,1542. Karena L
0
<L
yaitu 0,0680 < 0,1542, maka H
0
diterima. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa data nilai pos test berdistribusi normal.
108


Selanjutnya dari perhitungan data pada lampiran 15c, yaitu
uji normalitas pre test dengan mengambil nilai siswa kelas VII E
SMP N 2 Mranggen dengan n = 33 dan = 5% diketahui
L
0
= 0,0768. Dengan melihat lampiran 18, maka didapat
L =
0,886
33
=0,1542. Karena L
0
<L yaitu 0,0768 <0,1542, maka H
0

diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data nilai pre test
berdistribusi normal. Sementara itu uji normalitas pada post test
dengan mengambil nilai siswa kelas VII E SMP N 2 Mranggen
sesudah pembelajaran materi pokok segitiga. Dari data perhitungan
pada lampiran 15d, diperoleh L
0
= 0,1196. Dengan melihat
lampiran 18, maka didapat L =
0,886
33
=0,1542. Karena L
0
<L
yaitu 0,1196 < 0,1542, maka H
0
diterima. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa data nilai pos test berdistribusi normal.
J adi dapat disimpulkan bahwa nilai (pretest-posttest) kelas
eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal.
2) Uji Homogenitas
Dari perhitungan data pada lampiran 15e, yaitu uji
homogenitas pre test kelas eksperimen (VII A) dengan pre test
kelas kontrol (VII E). Dimana n
1
=n
2
=33 dan =5% diketahui
F
hitung
=1,754. Dengan melihat lampiran 19, tidak diperoleh nilai,
sehingga dilakukan interpolasi. Maka didapat F
tabel
=1,808. Karena
F
hitung
<F
tabel
yaitu 1,754 <1,808. Maka H
0
diterima. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa varians nilai pre test kelas VII A dan
nilai pre test kelas VII E SMP N 2 Mranggen homogen/sama.
Selanjutnya uji homogenitas post test kelas eksperimen
(VII A) dengan post test kelas kontrol (VII E). Dari data
perhitungan pada lampiran 15f, dimana n
1
=n
2
=33 dan =5%
diketahui F
hitung
= 1,259. Dengan melihat lampiran 19, tidak
diperoleh nilai, sehingga dilakukan interpolasi. Maka didapat
F
tabel
=1,808. Karena F
hitung
< F
tabel
yaitu 1,259 <1,808. Maka H
0

109


diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa varians nilai post test
kelas VII A dan nilai post test kelas VII E SMP N 2 Mranggen
homogen/sama.
J adi dapat disimpulkan bahwa varians nilai pre test dan
post tes dari kelas eksperimen dan kelas kontrol homogen/sama.
3) Uji Hipotesis
Data (pretest-postest) kelas eksperimen dan (pretest-
postest) kelas kontrol, kemudian dianalisis untuk mengetahui ada
tidaknya perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol
secara signifikan dengan menggunakan uji t berpasangan.
Hipotesis yang akan diuji yaitu E
0
p
1
=p
2
dan E
1
p
1
>p
2
.
Dari hasil perhitungan pada lampiran 15g, dapat dilihat mengenai
perhitungan uji t bahwa diperoleh nilai t
hitung
=1,731. Sedangkan
t
0,95(64)
=1,669.
Berdasarkan kriteria pengujian bahwa H
0
ditolak jika nilai
t
hitung
>t
0,95(64)
ternyata diperoleh t
hitung
>t
0,95(64)
maka 1,731 >
1,669. J adi atas dasar tersebut maka H
0
ditolak artinya selisih hasil
belajar (pretest-posttest) siswa kelas eksperimen lebih baik
daripada selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas kontrol.
Dengan kata lain penggunaan bahan ajar modul matematika
berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah
secara signifikan efektif digunakan dalam proses pembelajaran.

3. Penyempurnaan Produk
Setelah melalui berbagai tahapan yang dimulai dari validasi desain
produk sampai implementasi produk, pada dasarnya media yang
dikembangkan oleh peneliti yaitu bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah telah mengalami
beberapa revisi dan perbaikan-perbaikan yang wajar. Komentar dan saran
dalam modul diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga produk
pengembangan yang dihasilkan semakin baik.

110

BAB V
PEMBAHASAN

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan
keefektifan produk yang dikembangkan yaitu berupa bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah.
Penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE, yaitu : analysis,
design, development, implementation dan evaluation. Pada tahap analysis
dilakukan analisis kinerja dan analisis kebutuhan. Pada tahap design dilakukan
penyusunan modul, dan RPP. Pada tahap development, dilakukan pengembangan
bahan ajar modul matematika berdasarkan pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah, setelah dikembangkan bahan ajar modul tersebut divalidasi
oleh ahli desain media pembelajaran dan ahli materi pembelajaran untuk menguji
aspek kelayakan dan revisi produk 1. Pada tahap implementation dilakukan uji
coba kelompok kecil dan uji coba lapangan terbatas untuk mendapatkan data
kelayakan dan keefektifan. Pada tahap evaluation, dilakukan analisis terhadap
data hasil penelitian.
Berdasarkan hasil dari tahapan-tahapan pengembangan tersebut diperoleh
hasil penelitian yang digunakan untuk mengevaluasi produk yang dikembangkan
dan juga mengetahui kelayakan serta keefektifan penggunaan bahan ajar sebagai
media pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa.
Hasil validasi berupa penilaian dan tanggapan bahan ajar modul
matematika baik dari ahli desain media pembelajaran, ahli materi pembelajaran,
dan siswa mengarah menuju keputusan yang sama yaitu kelayakan akan bahan
ajar modul matematika. Kesahihan akan penggunaan bahan ajar modul
matematika ini didasarkan atas seluruh penilaian ahli desain media pembelajaran,
ahli materi pembelajaran, dan siswa yang menunjukkan persentase diatas batas
kelayakan bahan ajar modul matematika yang telah ditentukan sebelumnya yaitu
jika memenuhi kriteria layak ataupun layak sekali.

111


Berdasarkan penilaian dan tanggapan dari ahli desain media pembelajaran,
bahan ajar modul matematika ini memiliki pengemasan desain cover yang
menarik. Ketepatan pemakaian jenis huruf, layout pengetikan, penempatan
gambar, penggunaan whitespace, penggunaan ilustrasi, penempatan tujuan
pembelajaran, teks rumusan tujuan pembelajaran, penataan paragraf, pemilihan
gambar, dan pemilihan warna dalam bahan ajar modul matematika. Konsisten
dalam penggunaan spasi, judul, pengetikan, sistem penomoran, jenis huruf, dan
ukuran huruf yang digunakan dalam bahan ajar modul matematika. Memiliki
kesesuaian yang baik antara penggunaan variasi jenis, ukuran, bentuk huruf,
pengorganisasian isi bahan ajar, isi tugas, tes formatif, lembar kerja, evaluasi serta
bentuk penilaian dalam bahan ajar modul matematika. Sehingga tulisan dalam
bahan ajar modul tersebut terlihat jelasan serta bahasa yang digunakan mudah
dipahami. Hal tersebut berdasarkan persentase penilaian secara keseluruhan
sebesar 88,10% yang termasuk dalam kualifikasi layak sekali.
Sedangkan penilaian dan tanggapan dari ahli materi pembelajaran
menunjukkan pengemasan cover menarik. Tingkat relevansi bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah sesuai
dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar SMP kelas VII. Memiliki
ketepatan yang baik antara judul kegiatan pembelajaran, uraian materi, rumusan
tujuan pembelajaran, penggunaan ilustrasi dalam bahan ajar modul matematika.
Memiliki tingkat kesesuaian yang baik antara tugas, tes formatif, lembar kerja,
evaluasi, isi rangkuman, kunci jawaban, dan referensi buku dengan uraian materi
serta tujuan pembelajaran. Bahan ajar modul matematika ini menggunakan bahasa
yang baik, komponen yang ada memadai sebagai bahan ajar dan penulisannya
konsisten. Sehingga bahasa yang digunakan mudah dipahami, uraian materi jelas
dan membangun pengetahuan (mengonstruksi) pemahaman siswa serta
meningkatkan pemecahan masalah terhadap materi pokok segitiga. Hal tersebut
berdasarkan persentase penilaian secara keseluruhan sebesar 79,50% yang
termasuk dalam kualifikasi layak.

112


Uji coba kelompok kecil dilakukan pada 34 siswa SMP N 2 Mranggen.
Secara keseluruhan penilaian dan tanggapan melalui angket siswa uji coba
kelompok kecil terhadap media pembelajaran mendapat persentase penilaian
sebesar 84,93% yang termasuk dalam kualifikasi layak sekali. Menurut siswa
tersebut, bahan ajar modul matematika ini memiliki tampilan fisik yang baik dan
menarik. Daftar isi dan peta konsep membantu memahami materi. Memiliki
tingkat kejelasan yang baik antara petunjuk penggunaan modul, tujuan
pembelajaran, paparan materi, rangkuman, tugas, tes formatif, lembar kerja, dan
evaluasi dalam bahan ajar modul matematika. Sehingga uraian materi, contoh-
contoh, tugas, tes formatif, lembar kerja, dan evaluasi mudah dipahami oleh
siswa.
Pengujian kelayakan bahan ajar modul matematika selanjutnya
diimplementasikan pada kelas uji coba kelompok kecil, yaitu pada kelas VII F
SMP N 2 Mranggen. Pre test dan post test pada kelas tersebut diikuti sebanyak 34
siswa. Kemudian kedua hasil tersebut dibandingkan untuk mengetahui apakah ada
perbedaan antara kedua nilai tersebut secara signifikan.
Berdasarkan analisis uji t diperoleh nilai t
hitung
= 14,027 sedangkan
t
(0,95),(33)
=1,694. Sehingga dapat diketahui t
hitung
t
(0,95),(33)
maka 14,027 1,694
.
J adi atas dasar tersebut H
0
ditolak dan H
1
diterima artinya ada perbedaan antara
kedua nilai tersebut secara signifikan. Dengan menggunakan = 0,05 dapat
disimpulkan bahwa hasil belajar siswa sesudah (post test) menggunakan bahan
ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan
masalah lebih baik daripada hasil belajar siswa sebelum (pre test) menggunakan
bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah. Dengan kata lain pengembangan bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah secara
signifikan valid/layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Penilaian selanjutnya didapat dari hasil uji coba lapangan terbatas pada
kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen 33 siswa kelas VII A
SMP N 2 Mranggen. Didapatkan penilaian dan tanggapan melalui angket secara
keseluruhan 82,56%. Tidak jauh berbeda dengan siswa uji coba kelompok kecil,
113


pada uji coba kali ini siswa memberikan penilaian yang memasuki kriteria layak
sekali. Penilaian ini berdasarkan kelebihan bahan ajar modul matematika yang
mempermudah proses pembelajaran. Sehingga bahan ajar ini dapat membantu
siswa untuk belajar lebih aktif.
Uji coba lapangan terbatas dilaksanakan untuk mengetahui keefektifan
penggunaan produk yang dikembangkan. Uji ini dilakukan pada kelas eksperimen
(VII A) dan kelas kontrol (VII E). Pre test dan post test pada masing-masing kelas
tersebut diikuti sebanyak 33 siswa. Kemudian kedua nilai (pretest-posttest) pada
kelas eksperimen dan (pretest-posttest) pada kelas kontrol dibandingkan untuk
mengetahui apakah ada perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol
secara signifikan.
Berdasarkan analisis uji t diperoleh nilai t
hitung
=1,731 sedangkan t
(0,95),(64)
=1,669. Sehingga dapat diketahui t
hitung
>t
(0,95),(64)
maka 1,731 >1,669
.
J adi atas
dasar tersebut H
0
ditolak dan H
1
diterima artinya ada perbedaan antara kelas
eksperimen dan kelas kontrol secara signifikan. Dengan menggunakan =0,05
dapat disimpulkan bahwa selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas
eksperimen lebih baik daripada selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas
kontrol. Dengan kata lain penggunaan bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah secara signifikan efektif
digunakan dalam proses pembelajaran.
J adi secara keseluruhan berdasarkan hasil validasi ahli desain media
pembelajaran, ahli materi pembelajaran, dan siswa serta hasil pre test dan post test
dapat disimpulkan bahwa bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah secara layak/valid dan efektif digunakan
dalam proses pembelajaran pada materi pokok segitiga. Meskipun berdasarkan
data kuantitatif modul telah dinyatakan valid/layak dan efektif tetapi perlu
ditindak lanjuti mengenai komentar dan saran dari ahli desain media
pembelajaran, ahli materi pembelajaran, dan responden (siswa).
Hasil penelitian tersebut menunjukkan telah tercapainya tujuan penelitian
sekaligus menjawab hipotesis yang ada dan menjawab permasalahan yang
melatarbelakangi dilakukannya penelitian, yaitu terbatas dan jarang digunakannya
114


bahan ajar modul matematika yang mengutamakan keaktifan siswa. Hal tersebut
dibuktikan dengan adanya peningkatan kualitas pembelajaran terhadap mata
pelajaran matematika pada materi pokok segitiga.
Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian terdahulu yang disampaikan
oleh Restyana, Ndaru (dalam http://library.um.ac.id/ freecontents/download/pub/
pub.php/40172.pdf) memperlihatkan data hasil validasi dari ahli materi dan guru
serta uji coba oleh responden menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan
bersifat valid dan tidak perlu direvisi. Sementara itu dalam penelitian aisyah
septiningsih (dalam http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/matematika/article/
view/8571) juga memperlihatkan bahwa hasil penelitian pengembangan modul
berbasis konstruktivisme menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan layak
digunakan sebagai salah satu bahan ajar untuk membantu siswa dalam proses
pembelajaran.








115

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut.
1. Prosedur pengembangan bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah pada materi pokok
segitiga adalah: analisis kinerja dan analisis kebutuhan, merancang bahan
ajar modul dan RPP, mengembangkan bahan ajar modul berdasarkan
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah, implementasi pada
uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan terbatas, serta evaluasi
terhadap data hasil penelitian.
2. Validasi terhadap bahan ajar modul matematika dilakukan oleh dua ahli
desain media pembelajaran. Hasil validasi dan penilaian ahli desain media
pembelajaran diperoleh persentase keseluruhan sebesar 88,10% berada
pada kualifikasi layak sekali. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa
bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah layak digunakan dalam proses pembelajaran materi
pokok segitiga.
3. Validasi terhadap bahan ajar modul matematika dilakukan oleh dua ahli
materi pembelajaran. Hasil validasi dan penilaian ahli materi pembelajaran
diperoleh persentase keseluruhan sebesar 79,50%. Dimana setelah
dikonversikan dengan tabel skala, bahan ajar modul matematika berada
pada kualifikasi layak, sehingga bahan ajar modul matematika ini layak
digunakan dalam proses pembelajaran materi pokok segitiga.
4. Hasil uji coba kelompok kecil berupa penilaian angket yang dilakukan
terhadap 33 siswa diperoleh secara keseluruhan sebesar 84,93% dengan
kategori layak sekali. Sedangkan hasil post test mengalami peningkatan.
Sehingga bahan ajar modul matematika layak/valid digunakan dalam
proses pembelajaran.
116


5. Hasil uji coba lapangan terbatas berupa angket serta hasil pre test dan post
test. Berdasarkan penilaian angket dari siswa uji coba lapangan terbatas
kelas eksperimen, diperoleh secara keseluruhan 82,56% diatas kriteria
kelayakan, yang berarti bahan ajar modul matematika layak digunakan.
Sedangkan selisih hasil (pretest-posttest) kelas eksperimen lebih baik
daripada selisih hasil (pretest-posttest) kelas kontrol. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar modul matematika
berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah secara
signifikan efektif digunakan dalam proses pembelajaran.
6. Bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah yang dikembangkan layak digunakan untuk
mendukung pembelajaran materi pokok segitiga kelas VII, karena telah
diujikan kelayakannya oleh ahli desain media pembelajaran, ahli materi
pembelajaran dan siswa, serta telah melalui uji keefektifan media
pembelajaran menggunakan uji statistik t berpasangan pihak kanan yang
secara signifikan meningkatan hasil belajar siswa pada materi pokok
segitiga.

B. Saran
Berdasarkan simpulan hasil penilitian dan pembahasan seperti yang
telah disebutkan di atas, disarankan hal-hal berikut:
1. Hasil penelitian pengembangan berupa bahan ajar modul matematika
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah dapat dimanfaatkan
sebagai media pembelajaran pada materi pokok segitiga.
2. Guru diharapkan dalam mengajar menerapkan pembelajaran yang menarik
dan menyenangkan. Salah satu alternatifnya adalah dengan
mengembangkan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah.
3. Guru akan lebih kreatif dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan
memanfaatkan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah.



DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Kasful dan Hendra Harmi. 2011. Perencanaan Sistem Pembelajaran
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bandung: Alfabeta.
Arifin, Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur.
Bandung: Rosda Karya.
Arikunto, Suharsimi dan Cepi Safruddin Abdul J abar. 2009. Evaluasi Program
Pendidikan: Pedoman Teoritis Praktis bagi Mahasiswa dan Pratisi
Pendidikan. J akarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi. J akarta: Bumi Aksara.
. 2010. Manajemen Penelitian. J akarta: Rineka Cipta.
Budiningsih, Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. J akarta: Rineka Cipta.
Chujaemah, Nurul, dkk. Penggunaan Pendekatan Konstruktivisme dalam
Peningkatan Hasil Belajar Belajar Matematika Siswa Kelas IV Materi
Bangun Ruang. http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdkebumen/
article/download/ 524/245, diakses pada 12 J uni 2013.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Strategi Belajar Mengajar. J akarta: Rineka Cipta.
Hamdani, 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Hanafiah, Nanang dan Cucu Suhana. 2012. Konsep Strategi Pembelajaran.
Bandung: Refika Aditama.
Harijanto, Mohammad. 2007. Pengembangan Bahan Ajar untuk Peningkatan
Kualitas Pembelajaran Program Pendidikan Pembelajaran Sekolah
Dasar. http://utsurabaya.files.wordpress.com/2010/08/harijanto1-
pengembangan-bahan-ajar-sd.pdf, diakses pada 25 J uni 2013.
Hendriansyah, Marzuki, dan Dede Suratman. Pengembangan Desain
Pembelajaran Matematika melalui Pendekatan Konstruktivistik di Sekolah
Menengah Pertama Negeri 2 Segodong. http://jurnal.untan.ac.id/
index.php/jpdpb/article/download/1975/1923, diakses pada 12 J uni 2013.
J aya, Sang Putu Sri. Pengembangan Modul Fisika Kontekstual untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas X Semester 2 di
SMK Negeri 3 Singaraja. http://pasca.undiksha.ac.id/e-journal/index.php/
jurnal_tp/article/download/301/95, diakses pada 25 J anuari 2013.



Majid, Abdul. 2011. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar
Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Marsigit. 2009. Mathematics 1 for Junior High School Year VII. J akarta:
Yudistira.
Mudyahardjo, Redja. 2012. Pengantar Pendidikan Sebuah Studi Awal tentang
Dasar-dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia.
J akarta: Rajawali Pers.
Mulyasa. 2009. Kurikulum yang Disempurnakan Pengembangan Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution, 2006. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. J akarta:
Bumi Aksara.
Pribadi, Benny A. 2009. Model Desain Sistem Pembelajaran. J akarta: Dian
Rakyat.
Purnomo, Djoko. Pengembangan Bahan Ajar Matematika sebagai Sarana
Pengembangan Kreativitas Berpikir. http://e-jurnal.ikippgrismg.ac.id/
index. php/aksioma/article/view/43, diakses pada 25 J anuari 2013.
Restyana, Ndaru. 2009. Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis
Konstruktivisme Model Learning Cycle (Sikuls Belajar) 4E Materi
Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan serta Upaya Pelestariannya
untuk Kelas X SMA Diponegoro Tumpang Kabupaten Malang.
http://library.um.ac.id/free-contents/download/pub/pub.php/40172.pdf,
diakses pada 15 Maret 2013
Salamah, Umi. 2012. Matematika 1 untuk Kelas VII SMP dan MTs. Solo: Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri.
Septiningsih, Aisyah. 2010. Pengembangan Modul Berbasis Konstruktivisme
untuk SMP Kelas VII pada Materi Identifikasi Sifat-sifat Segiempat.
http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/matematika/article/view/8571,
diakses pada 15 Maret 2013.
Siregar, Eveline dan Hartini Nara. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor:
Ghalia Indonesia.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. J akarta:
Rineka Cipta.
Sudjana. 2005. Metode Statistik. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.



Suherman, Erman dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.
Bandung: J ICA, UPI.
Sukitman, Tri. Angket Penilaian. http://lib.uin-malang.ac.id/appendix/
09760012%5B1%5D-tri-sukitman.pdf, diakses pada 22 April 2013.
Sungkono. 2009. Pengembangan dan Pemanfaatan Bahan Ajar Modul dalam
Proses Pembelajaran. http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/
510949620216-7999.pdf, diakses pada 12 Juni 2013.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suryosubroto, B. 2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah: Wawasan Baru,
Beberapa Metode Pendukung, dan Beberapa Komponen Layanan Khusus.
J akarata: Rineka Cipta.
Trianto. 2010. Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi
Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. J akarta: Kencana.
Wena, Made. 2010. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan
Konseptual Operasional. J akarta: Bumi Aksara.
Widodo, Chomsin S dan J asmadi. 2008. Panduan Menyususn Bahan Ajar
Berbasis Kompetensi. J akarta: Elex Media Komputindo.
Yamin, Martinis. 2007. Desain Pembelajaran Bebasis Tingkat Satuan
Pendidikan. J akarta: Gaung Persada Press.








LAMPIRAN



SILABUS PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP N 2 Mranggen
Kelas : VII (Tujuh)
Mata Pelajaran : Matematika
Semester : II (dua)
Standar Kompetensi : 6. Memahami konsep segitiga serta menentukan ukurannya.
Kompetensi
Dasar
Materi
Pembelajaran
Kegiatan
Pembelajaran
Indikator
Pencapaian
Kompetensi
Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar Teknik Bentuk Contoh Instrumen
6.1 Mengide
ntifikasi
jenis-
jenis
segitiga
berdasar
kan sisi
dan
sudutnya
serta
menghit
ung
jumlah
sudut
pada
segitiga.
Segitiga

Mendiskusi-kan
jenis-jenis
segitiga
berdasar-kan
panjang sisinya
dengan
menggunakan
segitiga.
(kerjasama dan
tekun)

Mengidenti
fikasi jenis-
jenis
segitiga
berdasarka
n panjang
sisinya.

Tes
tertulis
Uraian Dengan cara mengukur
panjang sisinya,
sebutkan jenis-jenis
segitiga berikut.

2x40
menit
Bahan ajar
modul
matematika
berbasis
pendekatan
kontrukti-
visme dan
pemecahan
masalah.

Mendiskusikan
jenis-jenis
segitiga
berdasarkan
besar sudutnya
dengan
menggunakan
segitiga.
(kerjasama dan
tekun)





Mengidenti
fikasi jenis-
jenis
segitiga
berdasar-
kan besar
sudutnya.
Tes
tertulis
Uraian Dengan cara mengukur
besar sudutnya,
sebutkan jenis-jenis
segitiga berikut.




Penggaris
Busur
derajat

Lampiran 1



Kompetensi
Dasar
Materi
Pembelajaran
Kegiatan
Pembelajaran
Indikator
Pencapaian
Kompetensi
Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar
Teknik Bentuk Contoh Instrumen
Mendiskusikan
jumlah sudut
pada segitiga.
(kerjasama dan
tekun)
Menghitun
g jumlah
sudut pada
segitiga.
Tes
tertulis
Uraian Besar dua sudut sebuah
segitiga masing-masing
32
o
dan 54
o
. Tentukan
besar sudut yang ketiga.

Mendiskusikan
sudut dalamdan
sudut luar
segitiga.
(kerjasama dan
tekun)
Menghitun
g sudut
dalam dan
sudut luar
segitiga.
Tes
tertulis
Uraian




Hitunglah besar CB
dan
besar CBA.

6.2 Menghit
ung
keliling
dan luas
bangun
segitiga
serta
menggun
a-kannya
dalam
pemeca-
han
masalah.
Segitiga




Mendiskusikan
pemecahan
masalah dengan
menggunakan
rumus keliling
bangun segitiga.
(kerjasama dan
gigih)
Menghitu-
ng keliling
bangun
segitiga.



Tes
tertulis
Uraian




Hitunglah keliling
bangun segitiga PQR di
atas.

2x40
menit
Bahan ajar
modul
matematika
berbasis
pendekatan
kontruktivis
me dan
pemecahan
masalah.
Penggaris
Mendiskusi-kan
pemecahan
masalah dengan
menggunakan
rumus luas
bangun segitiga.






Menghitun
g luas
bangun
segitiga.
Tes
tertulis
Uraian Hitunglah luas bangun
segitiga pada gambar di
bawah ini.




D
A B
C
80
o
35
o
5 cm
7 cm
6 cm
R
P
Q
8 cm
6 cm



Kompetensi
Dasar
Materi
Pembelajaran
Kegiatan
Pembelajaran
Indikator
Pencapaian
Kompetensi
Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar
Teknik Bentuk Contoh Instrumen
Mendiskusi-kan
pemecahan
masalah yang
berkaitan
dengan keliling
dan luas
bangun
segitiga.
(gigih dan
unggul)
Menyelesai
kan
masalah
yang
berkaitan
dengan
keliling dan
luas bangun
segitiga.
Tes
tertulis
Uraian Sebuah puzzle
permukaan berbentuk
segitiga siku-siku
seperti gambar berikut.
Tentukan keliling dan
luas permukanan puzzle
tersebut.

6.3 Melukis
segitiga,
garis
tinggi,
garis
bagi,
garis
berat dan
garis
sumbu.


Segitiga Menggunakan
penggaris,
jangka, dan
busur untuk
melukis
segitiga jika
diketahui:
1. ketiga
sisinya
2. dua sisi dan
satu
sudut
apitnya.
3. satu sisi
dan dua
sudut.
(inovatif,
kreatif dan
gigih)

Melukis
segitiga
yang
diketahui
tiga sisinya,
dua sisi
satu sudut
apitnya
atau
satu sisi
dan dua
sudut.
Tes
tertulis
Uraian Lukislah sebuah
segitiga jika diketahui
panjang sisi-sisinya 5
cm, 6 cm, dan 4 cm.
2x40
menit
Bahan ajar
modul
matematika
melalui
pendekatan
kontruktivis
me dan
pemecahan
masalah.
Penggaris
Busur
derajat
J angka

Melukis
segitiga
samasisi dan
segitiga
samakaki
dengan
menggunakan
Melukis
segitiga
samasisi
dan segitiga
samakaki.

Tes
tertulis
Uraian Lukislah sebuah
segitiga ABC dengan
AC =BC =3 cm, dan
AB =4 cm.



penggaris,
jangka dan
busur derajat.
(kreatif)
Menggunakan
penggaris dan
jangka untuk
melukis garis
tinggi, garis
bagi, garis
berat, dan garis
sumbu.
(inovatif,
kreatif dan
gigih)

Melukis
garis tinggi,
garis bagi,
garis berat,
dan garis
sumbu.
Tes
tertulis
Uraian



Lukislah ketiga garis
tinggi dari masing-
masing segitiga
tersebut.




Mranggen, 2013
Mengetahui,
Guru Peneliti


Retnodiati Caecilia, S. Pd Eni Rahmawati
NIP. 19610316 198901 2 001 NPM. 09310050











RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(Kelas Eksperimen)
Nama Sekolah : SMP N 2 MRANGGEN
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/II
Pertemuan : Pertama
Alokasi Waktu : 2 40 Menit
A. Standar Kompetensi : Segitiga
6. Memahami konsep segitiga serta menentukan
ukurannya.
B. Kompetensi Dasar : 6.1 Mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasar-
kan sisi dan sudutnya serta menghitung jumlah
sudut pada segitiga.
C. Indikator : 1. Mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasar-
kan panjang sisinya.
2. Mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasar-
kan besar sudutnya.
3. Menghitung jumlah sudut pada segitiga.
4. Menghitung sudut dalam dan sudut luar
segitiga.
D. Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui mengukur panjang sisi pada segitiga secara berdiskusi, siswa
dapat mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasarkan panjang sisinya.
(kerjasama dan kreatif)
2. Melalui mengukur sudut pada segitiga secara berdiskusi, siswa dapat
mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasarkan besar sudutnya.
(kerjasama dan kreatif)
3. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menghitung jumlah sudut pada
segitiga. (kerjasama dan gigih).
4. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menghitung sudut dalam dan sudut
luar segitiga. (kerjasama dan gigih)
Lampiran 2a



E. Materi Ajar : Segitiga
F. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Konstruktivisme
Metode Pembelajaran : Ceramah bervariasi, tanya jawab, diskusi
kelompok, pemberian latihan, dan pemberian
tugas.
G. Langkah-langkah Kegiatan
1. Pendahuluan ( 10 menit )
a. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika
membuka pelajaran. (iman dan taqwa)
b. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. (iman dan taqwa)
c. Guru memperkenalkan diri kepada siswa.
d. Guru mengontrol kehadiran siswa. (integritas dan komitmen)
e. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi.
Apersepsi : 1) Guru mengingatkan kembali cara memperoleh
segitiga
yang sudah dipelajari waktu kelas SD.
Motivasi : 1) Guru menyajikan tujuan pembelajaran.
2) Guru menginformasikan model pembelajaran yang
akan digunakan.
2. Kegiatan Inti (60 menit)
a. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1) Membentuk kelompok, siswa dibagi menjadi lima kelompok untuk
berdiskusi mengenai materi jenis-jenis segitiga, jumlah sudut pada
segitiga serta sudut dalam dan sudut luar segitiga. (konsisten)
2) Membagi bahan ajar modul matematika melalui pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah kepada masing-masing
kelompok.



3) Memberi kesempatan pada siswa untuk mempelajari materi jenis-
jenis segitiga, jumlah sudut pada segitiga serta sudut dalam dan
sudut luar segitiga secara berkelompok. (kerjasama dan gigih)
4) Membimbing siswa untuk mengkomunikasikan secara lisan
mengenai materi tersebut. (profesional dan responsif)
5) Melalui tanya jawab siswa diminta menyebutkan jenis-jenis
segitiga. (responsif)
6) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (responsif)
b. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
a. Meminta masing-masing kelompok untuk mengerjakan latihan soal
yang terdapat pada bahan ajar modul melalui pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah. (gigih dan unggul)
2) Memperjelas persoalan atau masalah. (responsif)
3) Meminta siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang
akan dilaksanakan. (responsif)
4) Mencari kemungkinan-kemungkinan bersama siswa yang akan
dilaksanakan dalam pemecahan persoalan. (kerjasama)
5) Memberi kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk
memikirkan jawabannya secara berdiskusi. (kerjasama)
6) Berkeliling untuk mengecek keaktifan setiap kelompok sambil
melakukan tanya jawab pada siswa. (profesional)
7) Menunjuk beberapa kelompok untuk mempresentasikan atau
menuliskan hasil diskusinya dipapan tulis. (integritas dan
komitmen)
c. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1) Membahas hasil pekerjaan siswa secara bersama-sama. (integritas
dan komitmen)
2) Meminta siswa atau kelompok lain untuk mengomentari hasil
diskusi temannya. (proaktif dan antisipatif)



3) Mendorong siswa untuk menemukan cara mereka sendiri dalam
menyelesaikan permasalahan. (gigih)
4) Mencoba untuk tidak mengatakan bahwa jawaban yang
disampaikan siswa benar atau tidak. Namun guru mendorong siswa
untuk setuju atau tidak setuju kepada ide siswa dan saling tukar
menukar ide sampai persetujuan dicapai tentang apa yang dapat
masuk akal siswa. (profesional)
5) Memberikan reward kepada kelompok yang berhasil menjawab
dengan benar. (unggul)
6) Memberikan motivasi bagi siswa yang kurang atau belum bisa
menguasai materi tentang jenis-jenis segitiga. (pendidik teladan)
7) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (responsif)
3. Kegiatan Akhir (10 menit)
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. Bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran
hari ini. (profesional dan kerja sama)
b. Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang sudah
dilakukan. (responsif)
c. Memberikan latihan atau tugas rumah (PR) yang berasal dari bahan
ajar modul matematika melaui pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah. (profesional)
d. Menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa.
e. Menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. (iman dan taqwa)
H. Alat dan Sumber Belajar
Sumber : Bahan ajar modul matematika melalui pendekatan kostruktivisme
dan pemecahan masalah.
Alat : White board, spidol, penggaris, dan busur derajat.
I. Penilaian Hasil Belajar : Post test






Mranggen, 2013
Mengetahui,
Guru Peneliti


Retnodiati Caecilia, S. Pd Eni Rahmawati
NIP. 19610316 198901 2 001 NPM. 09310050



























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(Kelas Eksperimen)

Nama Sekolah : SMP N 2 MRANGGEN
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/II
Pertemuan : Kedua
Alokasi Waktu : 2 40 Menit

A. Standar Kompetensi : Segitiga
6. Memahami konsep segitiga serta menentukan
ukurannya.
B. Kompetensi Dasar : 6.2 Menghitung keliling dan luas bangun segitiga
serta menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
C. Indikator : 1. Menghitung keliling bangun segitiga.
2. Menghitung luas bangun segitiga.
3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan keliling dan luas bangun segitiga.
D. Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menghitung keliling bangun
segitiga. (kerjasama dan gigih)
2. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat menghitung luas bangun segitiga.
(kerjasama dan gigih)
3. Melalui berfikir logis dan kritis, siswa dapat menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan keliling dan luas bangun segitiga. (kerjasama, gigih dan
unggul)
E. Materi Ajar : Segitiga
F. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Konstruktivisme

Lampiran 2b



Metode Pembelajaran : Ceramah bervariasi, tanya jawab, diskusi
kelompok, pemberian latihan, dan pemberian
tugas.
G. Langkah-langkah Kegiatan
1. Pendahuluan ( 15 menit )
a. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika
membuka pelajaran. (iman dan taqwa)
b. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. (iman dan taqwa)
c. Guru mengontrol kehadiran siswa. (integritas dan komitmen)
d. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi.
Apersepsi : 1) Membahas PR.
2) Guru mengingatkan kembali rumus segitiga yang
sudah dipelajari waktu SD.
Motivasi : 1) Guru menyajikan tujuan pembelajaran.
2) Guru menginformasikan model pembelajaran yang
akan digunakan.
2. Kegiatan Inti (55 menit)
a. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1) Meminta siswa untuk bergabung bersama kelompoknya masing-
masing yang sudah dibentuk pada pertemuan pertama. (konsisten)
2) Memberi kesempatan pada siswa untuk mempelajari materi
keliling dan luas bangun segitiga secara berkelompok. (kerjasama
dan gigih)
3) Membimbing siswa untuk mengkomunikasikan secara lisan
mengenai materi tersebut. (profesional dan responsif)
4) Melalui tanya jawab siswa diminta menyebutkan rumus keliling
dan luas bangun segitiga. (responsif)
5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (responsif)





b. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
a. Meminta masing-masing kelompok untuk mengerjakan latihan soal
yang terdapat pada bahan ajar modul melalui pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah. (gigih dan unggul)
b. Memperjelas persoalan atau masalah. (responsif)
c. Meminta siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang
akan dilaksanakan. (responsif)
d. Mencari kemungkinan-kemungkinan bersama siswa yang akan
dilaksanakan dalam pemecahan persoalan. (kerjasama)
e. Memberi kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk
memikirkan jawabannya secara berdiskusi. (kerjasama)
f. Berkeliling untuk mengecek keaktifan setiap kelompok sambil
melakukan tanya jawab pada siswa. (profesional)
g. Menunjuk beberapa kelompok untuk mempresentasikan atau
menuliskan hasil diskusinya dipapan tulis. (integritas dan
komitmen)
c. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1) Membahas hasil pekerjaan siswa secara bersama-sama. (integritas
dan komitmen)
2) Meminta siswa atau kelompok lain untuk mengomentari hasil
diskusi temannya. (proaktif dan antisipatif)
3) Mendorong siswa untuk menemukan cara mereka sendiri dalam
menyelesaikan permasalahan. (gigih)
4) Mencoba untuk tidak mengatakan bahwa jawaban yang
disampaikan siswa benar atau tidak. Namun guru mendorong siswa
untuk setuju atau tidak setuju kepada ide siswa dan saling tukar
menukar ide sampai persetujuan dicapai tentang apa yang dapat
masuk akal siswa. (profesional)



5) Memberikan reward kepada kelompok yang berhasil menjawab
dengan benar. (unggul)
6) Memberikan motivasi bagi siswa yang kurang atau belum bisa
menguasai materi tentang jenis-jenis segitiga. (pendidik teladan)
7) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (responsif)
3) Kegiatan Akhir (10 menit)
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. Bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman/simpulan
pelajaran hari ini. (profesional dan kerja sama)
b. Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang sudah
dilakukan. (responsif)
c. Memberikan latihan atau tugas rumah (PR) yang berasal dari bahan
ajar modul matematika melaui pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah. (profesional)
d. Menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa.
e. Menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. (iman dan taqwa)
H. Alat dan Sumber Belajar
Sumber : Bahan ajar modul matematika melalui pendekatan kostruktivisme
dan pemecahan masalah.
Alat : White board, spidol, dan penggaris.
I. Penilaian Hasil Belajar : Post test

Mranggen, 2013
Mengetahui,
Guru Peneliti


Retnodiati Caecilia, S. Pd Eni Rahmawati
NIP. 19610316 198901 2 001 NPM. 09310050





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(Kelas Eksperimen)

Nama Sekolah : SMP N 2 MRANGGEN
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/II
Pertemuan : Ketiga
Alokasi Waktu : 2 40 Menit

A. Standar Kompetensi : Segitiga
6. Memahami konsep segitiga serta menentukan
ukurannya.
B. Kompetensi Dasar : 6.3 Melukis segitiga, garis tinggi, garis bagi, garis
berat, dan garis sumbu.
C. Indikator : 1. Melukis segitiga yang diketahui tiga sisinya,
dua sisi satu sudut apitnya atau satu sisi dan
dua sudut.
2. Melukis segitiga samasisi dan segitiga
samakaki.
3. Melukis garis tinggi, garis bagi, garis berat,
dan garis sumbu.
D. Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui latihan melukis suatu segitiga secara berdiskusi, siswa dapat
melukis segitiga jika diketahui tiga sisinya, dua sisi satu sudut apitnya atau
satu sisi dan dua sudut. (kerjasama, inovatif dan kreatif)
2. Melalui latihan melukis suatu segitiga secara berdiskusi, siswa dapat
melukis segitiga samasisi dan segitiga samakaki. (kerjasama, inovatif dan
kreatif)
3. Melalui latihan melukis garis-garis istimewa pada segitiga secara
berdiskusi, siswa dapat melukis garis tinggi, garis bagi, garis berat, dan
garis sumbu. (kerjasama, inovatif dan kreatif)
Lampiran 2c



E. Materi Ajar : Segitiga
F. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Konstruktivisme
Metode Pembelajaran : Ceramah bervariasi, tanya jawab, diskusi
kelompok, pemberian latihan, dan pemberian
tugas.
G. Langkah-langkah Kegiatan
1. Pendahuluan ( 15 menit )
a. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika membuka
pelajaran. (iman dan taqwa)
b. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. (iman dan taqwa)
c. Guru mengontrol kehadiran siswa. (integritas dan komitmen)
d. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi.
Apersepsi : 1) Membahas PR.
2) Guru mengingatkan kembali bentuk-bentuk segitiga.
Motivasi : 1) Guru menyajikan tujuan pembelajaran.
2) Guru menginformasikan model pembelajaran yang
akan digunakan.
2. Kegiatan Inti (55 menit)
a. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1) Meminta siswa untuk bergabung bersama kelompoknya masing-
masing yang sudah dibentuk pada pertemuan pertama. (konsisten)
2) Memberi kesempatan pada siswa untuk mempelajari materi
melukis segitiga secara berkelompok. (kerjasama dan gigih)
3) Membimbing siswa untuk mengkomunikasikan secara lisan
mengenai materi tersebut. (profesional dan responsif)
4) Melalui tanya jawab siswa diminta menyebutkan garis-garis pada
segitiga. (responsif)
5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (responsif)




b. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1) Meminta masing-masing kelompok untuk mengerjakan latihan soal
yang terdapat pada bahan ajar modul melalui pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah. (gigih dan unggul)
2) Memperjelas persoalan atau masalah. (responsif)
3) Meminta siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang
akan dilaksanakan. (responsif)
4) Mencari kemungkinan-kemungkinan bersama siswa yang akan
dilaksanakan dalam pemecahan persoalan. (kerjasama)
5) Memberi kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk
memikirkan jawabannya secara berdiskusi. (kerjasama)
6) Berkeliling untuk mengecek keaktifan setiap kelompok sambil
melakukan tanya jawab pada siswa. (profesional)
7) Menunjuk beberapa kelompok untuk mempresentasikan atau
menuliskan hasil diskusinya dipapan tulis. (integritas dan
komitmen)
c. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1) Membahas hasil pekerjaan siswa secara bersama-sama. (integritas
dan komitmen)
2) Meminta siswa atau kelompok lain untuk mengomentari hasil
diskusi temannya. (proaktif dan antisipatif)
3) Mendorong siswa untuk menemukan cara mereka sendiri dalam
menyelesaikan permasalahan. (gigih)
4) Mencoba untuk tidak mengatakan bahwa jawaban yang
disampaikan siswa benar atau tidak. Namun guru mendorong siswa
untuk setuju atau tidak setuju kepada ide siswa dan saling tukar
menukar ide sampai persetujuan dicapai tentang apa yang dapat
masuk akal siswa. (profesional)



5) Memberikan reward kepada kelompok yang berhasil menjawab
dengan benar. (unggul)
6) Memberikan motivasi bagi siswa yang kurang atau belum bisa
menguasai materi tentang jenis-jenis segitiga. (pendidik teladan)
7) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (responsif)
3. Kegiatan Akhir (10 menit)
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. Bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran
hari ini. (profesional dan kerja sama)
b. Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang sudah
dilakukan. (responsif)
c. Memberikan latihan atau tugas rumah (PR) yang berasal dari bahan
ajar modul matematika melaui pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah. (profesional)
d. Menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa.
e. Menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. (iman dan taqwa)
H. Alat dan Sumber Belajar
Sumber : Bahan ajar modul matematika melalui pendekatan kostruktivisme
dan pemecahan masalah.
Alat : White board, spidol, penggaris, jangka dan busur derajat.
I. Penilaian Hasil Belajar : Post test

Mranggen, 2013
Mengetahui,
Guru Peneliti


Retnodiati Caecilia, S. Pd Eni Rahmawati
NIP. 19610316 198901 2 001 NPM. 09310050





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(Kelas Kontrol)

Nama Sekolah : SMP N 2 MRANGGEN
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/II
Pertemuan : Pertama
Alokasi Waktu : 2 40 Menit

A. Standar Kompetensi : Segitiga
6. Memahami konsep segitiga serta menentukan
ukurannya.
B. Kompetensi Dasar : 6.1 Mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasar-
kan sisi dan sudutnya serta menghitung jumlah
sudut pada segitiga.
C. Indikator : 1. Mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasar-
kan panjang sisinya.
2. Mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasar-
kan besar sudutnya.
3. Menghitung jumlah sudut pada segitiga.
4. Menghitung sudut dalam dan sudut luar
segitiga.
D. Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui penyampaian materi dari guru, siswa dapat mengidentifikasi jenis-
jenis segitiga berdasarkan panjang sisinya. (profesional dan kreatif)
2. Melalui penyampaian materi dari guru, siswa dapat mengidentifikasi jenis-
jenis segitiga berdasarkan besar sudutnya. (profesional dan kreatif)
3. Melalui penyampaian materi dari guru, siswa dapat menghitung jumlah
sudut pada segitiga. (profesional dan gigih)
4. Melalui penyampaian materi dari guru, siswa dapat menjelaskan sudut
dalam dan sudut luar segitiga. (profesional dan gigih)
Lampiran 3a



E. Materi Ajar : Segitiga
F. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Explicit Instruction
Metode Pembelajaran : Ceramah bervariasi, tanya jawab, pemberian
latihan, dan pemberian tugas.
G. Langkah-langkah Kegiatan
1. Pendahuluan ( 10 menit )
a. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika
membuka pelajaran. (iman dan taqwa)
b. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. (iman dan taqwa)
c. Guru memperkenalkan diri kepada siswa.
d. Guru mengontrol kehadiran siswa. (integritas dan komitmen)
e. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi.
Apersepsi : 1) Guru mengingatkan kembali cara memperoleh segitiga
yang sudah dipelajari waktu kelas SD.
Motivasi : 1) Guru menyajikan tujuan pembelajaran.
2) Guru menginformasikan model pembelajaran yang
akan digunakan.
2. Kegiatan Inti (60 menit)
1. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1) Memberikan stimulus kepada siswa berupa pemberian materi
mengenai jenis-jenis segitiga, jumlah sudut pada segitiga serta
sudut dalam dan sudut luar segitiga. Kemudian antara siswa dan
guru mendiskusikan materi tersebut. (profesional, inovatif dan
kreatif)
2) Membimbing siswa untuk mengkomunikasikan secara lisan
mengenai materi tersebut. (profesional dan responsif)
3) Mengajak peserta didik secara bersama-sama membahas contoh
soal mengenai materi tersebut. (gigih)
4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (responsif)



5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencatat materi
tambahan yang sudah disampaikan. Dimana materi tersebut ditulis
oleh guru di papan tulis. (integritas dan komitmen)
b. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1) Memberi beberapa soal latihan kepada siswa yang ada dalam Buku
Kerja Siswa (BKS). (profesional)
2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk memikirkan jawabannya
secara individu. (gigih dan unggul)
3) Memberi bimbingan kepada siswa yang kesulitan dalam
mengerjakan soal latihan. (pendidik teladan)
4) Meminta beberapa siswa untuk menuliskan hasil pekerjaannya di
papan tulis. (integritas dan komitmen)
c. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1) Membahas hasil pekerjaan siswa secara bersama-sama. (integritas
dan komitmen)
2) Memberikan reward kepada peserta didik yang berhasil menjawab
dengan benar. (unggul)
3) Memberikan motivasi bagi peserta didik yang kurang atau belum
bisa menguasai materi yang diberikan. (pendidik teladan)
3. Kegiatan Akhir (10 menit)
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. Bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran
hari ini. (profesional dan kerja sama)
b. Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang sudah
dilakukan. (responsif)
c. Memberikan latihan atau tugas rumah (PR). (profesional)
d. Menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa.
e. Menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. (iman dan taqwa)




H. Alat dan Sumber Belajar
Sumber : Buku pendamping dari SMP N2 MRANGGEN, yaitu:
Buku Matematika kelas VII Semester II BKS (Buku Kerja
Siswa).
Alat : White board, spidol, penggaris, dan busur derajat.
I. Penilaian Hasil Belajar : Post test

Mranggen, 2013
Mengetahui,
Guru Peneliti


Retnodiati Caecilia, S. Pd Eni Rahmawati
NIP. 19610316 198901 2 001 NPM. 09310050




















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(Kelas Kontrol)

Nama Sekolah : SMP N 2 MRANGGEN
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/II
Pertemuan : Kedua
Alokasi Waktu : 2 40 Menit

A. Standar Kompetensi : Segitiga
6. Memahami konsep segitiga serta menentukan
ukurannya.
B. Kompetensi Dasar : 6.2 Menghitung keliling dan luas bangun segitiga
serta menggunakannya dalam pemecahan
masalah.
C. Indikator : 1. Menghitung keliling bangun segitiga.
2. Menghitung luas bangun segitiga.
3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan menghitung keliling dan luas bangun
segitiga.
D. Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui penyampaian materi dari guru, siswa dapat menghitung keliling
bangun segitiga. (gigih dan unggul)
2. Melalui penyampaian materi dari guru, siswa dapat menghitung luas
bangun segitiga. (gigih dan unggul)
3. Melalui pemberian contoh serta berfikir logis dan kritis, siswa dapat
menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas bangun
segitiga. (gigih dan unggul)
E. Materi Ajar : Segitiga
F. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Explicit Instruction
Lampiran 3b



Metode Pembelajaran : Ceramah bervariasi, tanya jawab, pemberian
latihan, dan pemberian tugas.
G. Langkah-langkah Kegiatan
1. Pendahuluan ( 15 menit )
a. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika
membuka pelajaran. (iman dan taqwa)
b. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. (iman dan taqwa)
c. Guru mengontrol kehadiran siswa. (integritas dan komitmen)
d. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi.
Apersepsi : 1) Membahas PR.
2) Guru mengingatkan kembali rumus segitiga yang
sudah dipelajari waktu SD.
Motivasi : 1) Guru menyajikan tujuan pembelajaran.
2) Guru menginformasikan model pembelajaran yang
akan digunakan.
2. Kegiatan Inti (55 menit)
a. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1) Memberikan stimulus kepada siswa berupa pemberian materi
mengenai keliling dan luas bangun segitiga. Kemudian antara
siswa dan guru mendiskusikan materi tersebut. (profesional,
inovatif dan kreatif)
2) Membimbing siswa untuk mengkomunikasikan secara lisan
mengenai materi tersebut. (profesional dan responsif)
3) Mengajak peserta didik secara bersama-sama membahas contoh
soal mengenai materi tersebut. (gigih)
4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (responsif)
5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencatat materi
tambahan yang sudah disampaikan. Dimana materi tersebut ditulis
oleh guru di papan tulis. (integritas dan komitmen)




b. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1) Memberi beberapa soal latihan kepada siswa yang ada dalam Buku
Kerja Siswa (BKS). (profesional)
2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk memikirkan jawabannya
secara individu. (gigih dan unggul)
3) Memberi bimbingan kepada siswa yang kesulitan dalam
mengerjakan soal latihan. (pendidik teladan)
4) Meminta beberapa siswa untuk menuliskan hasil pekerjaannya di
papan tulis. (integritas dan komitmen)
c. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1) Membahas hasil pekerjaan siswa secara bersama-sama. (integritas
dan komitmen)
2) Memberikan reward kepada peserta didik yang berhasil menjawab
dengan benar. (unggul)
3) Memberikan motivasi bagi peserta didik yang kurang atau belum
bisa menguasai materi yang diberikan. (pendidik teladan)
3. Kegiatan Akhir (10 menit)
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. Bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran
hari ini. (profesional dan kerja sama)
b. Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang sudah
dilakukan. (responsif)
c. Memberikan latihan atau tugas rumah (PR). (profesional)
d. Menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa.
e. Menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. (iman dan taqwa)







H. Alat dan Sumber Belajar
Sumber : Buku pendamping dari SMP N2 MRANGGEN, yaitu:
Buku Matematika kelas VII Semester II BKS (Buku Kerja
Siswa).
Alat : White board, spidol, dan penggaris.
I. Penilaian Hasil Belajar : Post test

Mranggen, 2013
Mengetahui,
Guru Peneliti


Retnodiati Caecilia, S. Pd Eni Rahmawati
NIP. 19610316 198901 2 001 NPM. 09310050




















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(Kelas Kontrol)

Nama Sekolah : SMP N 2 MRANGGEN
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/II
Pertemuan : Ketiga
Alokasi Waktu : 2 40 Menit

A. Standar Kompetensi : Segitiga
6. Memahami konsep segitiga serta menentukan
ukurannya.
B. Kompetensi Dasar : 6.3 Melukis segitiga, garis tinggi, garis bagi, garis
berat, dan garis sumbu.
C. Indikator : 1. Melukis segitiga yang diketahui tiga sisinya,
dua sisi satu sudut apitnya atau satu sisi dan
dua sudut.
2. Melukis segitiga samasisi dan segitiga
samakaki.
3. Melukis garis tinggi, garis bagi, garis berat,
dan garis sumbu.
D. Tujuan Pembelajaran :
1. Melalui penyampaian materi dari guru dan latihan melukis suatu segitiga,
siswa dapat melukis segitiga jika diketahui tiga sisinya, dua sisi satu sudut
apitnya atau satu sisi dan dua sudut. (profesional dan kreatif)
2. Melalui penyampaian materi dari guru dan latihan melukis suatu segitiga,
siswa dapat melukis segitiga samasisi dan segitiga samakaki. (profesional
dan kreatif)
3. Melalui penyampaian materi dari guru dan latihan melukis garis-garis
istimewa, siswa dapat melukis garis tinggi, garis bagi, garis berat, dan
garis sumbu. (profesional dan kreatif)
Lampiran 3c



E. Materi Ajar : Segitiga
F. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Explicit Instruction
Metode Pembelajaran : Ceramah bervariasi, tanya jawab, pemberian
latihan, dan pemberian tugas.
G. Langkah-langkah Kegiatan
1. Pendahuluan ( 15 menit )
a. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika
membuka pelajaran. (iman dan taqwa)
b. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa. (iman dan taqwa)
c. Guru mengontrol kehadiran siswa. (integritas dan komitmen)
d. Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi.
Apersepsi : 1) Membahas PR.
2) Guru mengingatkan kembali bentuk-bentuk segitiga.
Motivasi : 1) Guru menyajikan tujuan pembelajaran.
2) Guru menginformasikan model pembelajaran yang
akan digunakan.
2. Kegiatan Inti (55 menit)
a. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1) Memberikan stimulus kepada siswa berupa pemberian materi
mengenai melukis segitiga. Kemudian antara siswa dan guru
mendiskusikan materi tersebut. (profesional, inovatif dan kreatif)
2) Membimbing siswa untuk mengkomunikasikan secara lisan
mengenai materi tersebut. (profesional dan responsif)
3) Mengajak peserta didik secara bersama-sama membahas contoh
soal mengenai materi tersebut. (gigih)
4) Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. (responsif)
5) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencatat materi
tambahan yang sudah disampaikan. Dimana materi tersebut ditulis
oleh guru di papan tulis. (integritas dan komitmen)



b. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1) Memberi beberapa soal latihan kepada siswa yang ada dalam Buku
Kerja Siswa. (profesional)
2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk memikirkan jawabannya
secara individu. (gigih dan unggul)
3) Memberi bimbingan kepada siswa yang kesulitan dalam
mengerjakan soal latihan. (pendidik teladan)
c. Meminta beberapa siswa untuk menuliskan hasil pekerjaannya
di papan tulis. (integritas dan komitmen)
c. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1) Membahas hasil pekerjaan siswa secara bersama-sama. (integritas
dan komitmen)
2) Memberikan reward kepada peserta didik yang berhasil menjawab
dengan benar. (unggul)
3) Memberikan motivasi bagi peserta didik yang kurang atau belum
bisa menguasai materi yang diberikan. (pendidik teladan)
3. Kegiatan Akhir (10 menit)
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. Bersama-sama dengan siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran
hari ini. (profesional dan kerja sama)
b. Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang sudah
dilakukan. (responsif)
c. Memberikan latihan atau tugas rumah (PR). (profesional)
d. Menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa.
e. Menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. (iman dan taqwa)







H. Alat dan Sumber Belajar
Sumber : Buku pendamping dari SMP N2 MRANGGEN, yaitu:
Buku Matematika kelas VII Semester II BKS (Buku Kerja
Siswa).
Alat : White board, spidol, penggaris, jangka dan busur derajat.
I. Penilaian Hasil Belajar : Post test

Mranggen, 2013
Mengetahui,
Guru Peneliti


Retnodiati Caecilia, S. Pd Eni Rahmawati
NIP. 19610316 198901 2 001 NPM. 09310050




















KISI-KISI PENULISAN SOAL TES UJI COBA INSTRUMEN

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/ semester : VII/II
Alokasi Waktu : 2x40 Menit
Jumlah Soal : 12 Soal
Bentuk Soal : Uraian

Standar Kompetensi : 6. Memahami konsep segitiga serta menentukan ukurannya.
Kompetensi Dasar
Materi
Pembelajaran
Indikator Pencapaian
Kompetensi
No Soal
Aspek
Penilaian
6.2 Mengidentifikasi
jenis-jenis segitiga
berdasarkan sisi
dan sudutnya serta
menghitung
jumlah sudut pada
segitiga.
Segitiga

Mengidentifikasi jenis-
jenis segitiga
berdasarkan panjang
sisinya.
1a, 1b, dan 1c C
1
Mengidentifikasi jenis-
jenis segitiga
berdasarkan besar
sudutnya
2a, 2b, dan 2c C
1

Menghitung jumlah
sudut pada segitiga.
3a dan 3b C
2

Menghitung sudut
dalam dan sudut luar
segitiga.







4a dan 4b C
2

Lampiran 4



Kompetensi Dasar
Materi
Pembelajaran
Indikator Pencapaian
Kompetensi
No Soal
Aspek
Penilaian
6.3 Menghitung
keliling dan luas
bangun segitiga
serta
menggunakannya
dalam pemecahan
masalah.
Segitiga


Menghitung keliling
bangun segitiga.
5a dan 5b C
2

Menghitung luas
bangun segitiga.
6a dan 6b C
2

Menyelesaikan
masalah yang
berkaitan dengan
keliling dan luas
bangun segitiga.
7a, 7b dan 8 C
3

6.4 Melukis segitiga,
garis tinggi, garis
bagi, garis berat
dan garis sumbu.
Segitiga Melukis segitiga yang
diketahui tiga sisinya,
dua sisi satu sudut
apitnya atau satu sisi
dan dua sudut.
9a dan 9b C
2

Melukis segitiga
samasisi dan segitiga
samakaki.
10a, 10b dan 11 C
2

Melukis garis tinggi,
garis bagi, garis berat,
dan garis sumbu.
12a dan 12b C
2


Keterangan:
C
1
: Ingatan
C
2
: Pemahaman
C
3
: Aplikasi






SOAL TES UJI COBA INSTRUMEN

1. Dengan cara mengukur panjang sisinya, sebutkan jenis-jenis segitiga berikut.
a. b. c.



2. Dengan cara mengukur besar sudutnya, sebutkan jenis-jenis segitiga berikut.
a. b. c.


3. Hitunglah besar sudut pada segitiga.
a. J ika diketahui PR dengan P =48
o
dan =72
o
. Maka berapakah
besar R?
b. J ika diketahui perbandingan sudut-sudutnya adalah 4 : 3 : 5. Maka
berapakah besar masing-masing sudut tersebut?
4. Perhatikan gambar berikut ini!
a. Hitunglah besar CB.
b. Hitunglah besar CBA.


5. Perhatikan gambar di samping!




6. Perhatikan gambar berikut.




Diketahui DE =13 cm, DF =20 cm, EF =
15, EG =9 cm, dan GF =12 cm. Hitunglah:
a. Keliling DEF
b. Keliling EGF
Diketahui KL =8 cm, PM =5 cm, dan
PK =4 cm. Hitunglah:
a. Luas daerah KLM
b. Luas daerah PKM
A B
C
80
o
60
o
D
D E
F
G
20 cm
9 cm 13cm
12 cm
15 cm
L K
M
C
P 4 cm 8 cm
5 cm
Lampiran 5



7. Selesaikanlah soal cerita berikut.
a. Sebuah taman berbentuk segitiga dengan panjang tiap sisi berturut-turut
5 m, 12 m, dan 7 m. Di sekiling taman tersebut akan dipasang pagar
dengan biaya Rp60.000,00 per meter. Hitunglah keseluruhan biaya yang
diperlukan.
b. Sebuah taman berbentuk segitiga samakaki dengan panjang sisi yang sama
5 m, panjang sisi lainya 12 m, dan tinggi 7 m. J ika taman tersebut ditanami
rumput dengan biaya Rp60.000,00 per meter. Hitunglah keseluruhan biaya
yang diperlukan.
8. Perhatikan gambar di samping! AB
siku-siku di D. Panjang AD = 11 cm,
CD =3 cm, dan BD =5 cm. Berapa luas
daerah ABC tersebut?
9. Lukislah segitiga-segitiga berikut ini!
a. XZ jika diketahui panjang sisi XY =3 cm, XZ =5 cm, dan YZ =4 cm.
b. ABC jika diketahui panjang sisi AB = 4 cm dengan besar sudut
A =60
o
dan B =95
o
.
10. Lukislah segitiga-segitiga berikut ini!
a. Segitiga samasisi PQR dengan panjang sisi PQ =QR =PR =4 cm.
b. Segitiga samakaki KLM dengan panjang sisi KL =5 cm, dan KM =LM =
4 cm.
11. Lukislah segitiga RSI siku-siku di R dengan panjang RS

=4 cm dan
RI

=6 cm.
12. Perhatikan gambar ABC berikut!







3
A
B
C
D
5
a. Lukislah garis tinggi di titik T pada RSI di
samping.
b. Lukislah garis bagi di titik T pada RSI di
samping.

R S
T



KUNCI JAWABAN SOAL TES UJI COBA INSTRUMEN

1. a. segitiga samakaki
b. Segitiga samasisi
c. Segitiga sembarang
3. a. Pada PR, berlaku P + +R =180
o

Sehingga, 48
o
+72
o
+R = 180
o

120
o
+R = 180
o

R = 180
o
120
o

R = 60
o

J adi, besar R adalah 60
o
.
b. Misalkan besar sudut-sudut itu 4x, 3x, dan 5x
4x +3x +5x =180
o

12x =180
o
x =15
o
J adi, besar sudut-sudutnya adalah 60
o
, 45
o
, dan 75
o
.
4. a. CB =CAB +BCA
=80
o
+60
o

=140
o

J adi, besar CB =140
o
dan CBA =40
o
.
5. a. Keliling DEF =DE +EF +DF b. Keliling EGF =EG +GF +EF
=13 +15 +20 =9 +12 +15
=48 =36
Jadi, keliling DEF adalah 48 cm. J adi, keliling EGF adalah 36 cm
6. a. Luas KLM =
1
2
KI PH b. Luas PKM =
1
2
PK PH
=
1
2
85 =
1
2
45
=20 cm
2
=10 cm
2
J adi, luas KLM adalah 20 cm
2
. J adi, luas PKM adalah 10 cm
2
.

2. a. Segitiga tumpul
b. Segitiga siku-siku
c. Segitiga lancip

CBA =180
o
CB
CBA =180
o
140
o

CBA =40
o

b. karena CBA +CB =180
o
maka

Lampiran 6



7. a. Keliling taman =5 +12 +7
=24 cm
Dengan demikina, biaya pemasangan pagar =24 Rp60.000,00
=Rp1.440.000,00
J adi, biaya keseluruhan yang diperlukan adalah Rp1.440.000,00.
b. Luas taman =
1
2
o t
=
1
2
127
=42
Luas taman yang akan ditanami rumput 42 cm
2
.
Dengan demikian, biaya penanaman rumput =42 Rp60.000,00
=Rp2.520.000,00
J adi, biaya keseluruhan yang diperlukan adalah Rp2.520.000,00.
8. AC =AD CD =11 3 =8
Luas daerah ABC =
1
2
AC B
=
1
2
85
=20
J adi, luas daerah ABC adalah 20 cm
2

9. a. b.











12 m
7 m
5 m
X Y
Z
5 cm 4 cm
3 cm
4 cm
95
o
60
o
A
C
B



10. a. Segitiga Samasisi b. Segitiga Samakaki







11. Segitiga Siku-siku











12. a. Melukis Garis Tinggi b. Melukis Garis Bagi










4 cm P Q
R
4 cm
4 cm
K
M
L
4 cm
4 cm
5 cm
R S
T
K L
U
E
R S
T
K
L
D
M
o o
R S
T



ANGKET BAHAN AJAR MODUL MATEMATIKA




ANGKET AHLI DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN
Judul :


Penyusun : Eni Rahmawati
Pembimbing : 1. Dra. Intan Indiati, M. Pd
2. Widya Kusumaningsih, S. Pd, M. Pd
Instansi : Program Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang
Petunjuk :
1. Isilah nama dan asal instansi/lembaga Anda pada kolom yang disediakan.
2. Berikan pendapat Anda dengan sejujurnya dan sebenarnya.
3. Berilah tanda checklist () pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan
pernyataan yang telah disediakan.
Keterangan :
1 : Sangat Kurang Sesuai
2 : Kurang Sesuai
3 : Cukup Sesuai
4 : Sesuai
5 : Sangat Sesuai

Kriteria angket ahli desain media pembelajaran yang beracuan dari Tri
Sukitman adalah sebagai berikut.
http://lib.uin-malang.ac.id/appendix/09760012%5B1%5D-tri-sukitman.pdf
Nama : .
Instansi/lembaga : .
Lampiran 7a
Pengembangan Bahan Ajar Modul Matematika Berbasis
Pendekatan Konstruktivisme dan Pemecahan Masalah Sebagai
Media Pembelajaran Pada Materi Pokok Segitiga.



No. Komponen
Skala Penilaian Komponen
1 2 3 4 5
1. Kemenarikan pengemasan desain cover.
Komentar dan saran perbaikannya:

2. Ketepatan pemakaian jenis huruf yang
digunakan dalam cover.

Komentar dan saran perbaikannya:

3. Ketepatan layout pengetikan.
Komentar dan saran perbaikannya:

4. Konsisten penggunaan spasi, judul, dan
pengetikan materi.

Komentar dan saran perbaikannya:

5. Kejelasan tulisan atau pengetikan.
Komentar dan saran perbaikannya:

6. Ketepatan pemenpatan gambar.
Komentar dan saran perbaikannya:

7. Kesesuaian penggunaan variasi jenis,
ukuran dan bentuk huruf untuk judul
bab-sub bab.

Komentar dan saran perbaikannya:

8. Ketepatan penggunaan whitespace
(kolom kosong)

Komentar dan saran perbaikannya:



9. Ketepatan penggunaan ilustrasi.
Komentar dan saran perbaikannya:

10. Konsisten penggunaan sistem
penomoran.

Komentar dan saran perbaikannya:

11. Kesesuaian pengorganisasian isi bahan
ajar modul matematika.

Komentar dan saran perbaikannya:

12. Ketepatan penempatan tujuan
pembelajaran

Komentar dan saran perbaikannya:

13. Konsistensi penggunaan jenis huruf,
ukuran huruf yang digunakan untuk
judul kegiatan belajar.

Komentar dan saran perbaikannya:

14. Ketepatan teks rumusan tujuan
pembelajaran.

Komentar dan saran perbaikannya:

15. Ketepatan penataan paragraf uraian
pembelajaran.

Komentar dan saran perbaikannya:






16. Kesesuaian antara isi tugas, tes formatif,
lembar kerja, dan evaluasi dengan
tujuan pembelajaran.

Komentar dan saran perbaikannya:

17. Kesesuaian bentuk penilaian pada bab
IV.

Komentar dan saran perbaikannya:

18. Ketepatan jenis huruf yang digunakan
untuk judul rangkuman, tugas, tes
formatif, dan lembar kerja.

Komentar dan saran perbaikannya:

19. Ketepatan pemilihan gambar yang
digunakan dalam bahan ajar modul
matematika.

Komentar dan saran perbaikannya:

20. Kemudahan bahasa yang digunakan
dalam bahan ajar modul matematika.

Komentar dan saran perbaikannya:

21. Ketepatan pemilihan warna dalam bahan
ajar modul matematika.

Komentar dan saran perbaikannya:








Pertanyaan Pendukung
1. Menurut Anda, apa saja kelebihan yang terdapat dalam bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah?
......
......
......
2. Menurut Anda, apa saja kelemahan yang terdapat dalam bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah?
......
......
......
3. Bagaimana pendapat Anda tentang bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah?
......
......
......
4. Apakah bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme
dan pemecahan masalah layak digunakan sebagai media pembelajaran
matematika?
......
......
......
Demikian, angket ini saya isi dengan sebenarnya, tanpa ada pengaruh dari
pihak lain.

Semarang, . 2013
Responden,


(.........)




ANGKET BAHAN AJAR MODUL MATEMATIKA




ANGKET AHLI MATERI PEMBELAJARAN
Judul :


Penyusun : Eni Rahmawati
Pembimbing : 1. Dra. Intan Indiati, M. Pd
2. Widya Kusumaningsih, S. Pd, M. Pd
Instansi : Program Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang
Petunjuk :
1. Isilah nama dan asal instansi/lembaga Anda pada kolom yang disediakan.
2. Berikan pendapat Anda dengan sejujurnya dan sebenarnya.
3. Berilah tanda checklist () pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan
pernyataan yang telah disediakan.
Keterangan :
1 : Sangat Kurang Sesuai
2 : Kurang Sesuai
3 : Cukup Sesuai
4 : Sesuai
5 : Sangat Sesuai

Kriteria angket ahli materi pembelajaran yang beracuan dari Tri Sukitman
adalah sebagai berikut.
http://lib.uin-malang.ac.id/appendix/09760012%5B1%5D-tri-sukitman.pdf
Nama : .
Instansi/lembaga : .
Lampiran 7b
Pengembangan Bahan Ajar Modul Matematika Berbasis
Pendekatan Konstruktivisme dan Pemecahan Masalah Sebagai
Media Pembelajaran Pada Materi Pokok Segitiga.



No. Komponen
Skala Penilaian Komponen
1 2 3 4 5
1. Tingkat relevansi bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan
masalah dengan Standar Kompetensi
dan Kompetensi Dasar SMP kelas VII.

Komentar dan saran perbaikannya:

2. Ketepatan judul kegiatan belajar dengan
uraian materi dalam bahan ajar modul
matematika.

Komentar dan saran perbaikannya:

3. Bahasa yang digunakan dalam bahan
ajar modul matematika adalah bahasa
bahan ajar yang berlaku.

Komentar dan saran perbaikannya:

4. Bahasa yang digunakan mudah
dipahami

Komentar dan saran perbaikannya:

5. Kesesuaian antara aspek pengetahuan,
sikap dan wahana diskusi dalam bahan
ajar modul matematika.

Komentar dan saran perbaikannya:

6. Kesesuaian antara tugas, tes formatif,
lembar kerja dan evaluasi dengan tujuan
pembelajaran.




Komentar dan saran perbaikannya:

7. Kesesuaian antara isi rangkuman dengan
poin-poin inti isi materi pembelajaran.

Komentar dan saran perbaikannya:

8. Kesesuaian antara kunci jawaban tes
formatif dan evaluasi dengan tujuan
pembelajaran.

Komentar dan saran perbaikannya:

9. Apakah komponen yang ada sudah
memadai sebagai bahan ajar modul
matematika pada materi pokok segitiga.

Komentar dan saran perbaikannya:

10. Kesesuaian antara isi uraian dengan
materi pokok segitiga.

Komentar dan saran perbaikannya:

11. Ketepatan rumusan tujuan pembelajaran
pada bahan ajar modul matematika.

Komentar dan saran perbaikannya:

12. Kejelasan uraian materi dengan materi
pokok segitiga.

Komentar dan saran perbaikannya:

13. Kemenarikan pengemasan bahan ajar.
Komentar dan saran perbaikannya:



14. Ketepatan penggunaan ilustrasi.
Komentar dan saran perbaikannya:

15. Validitas/kesahihan isi secara keilmuan.
Komentar dan saran perbaikannya:

16. Kesesuian referensi yang digunakan
dengan bidang ilmu.

Komentar dan saran perbaikannya:

17. Keluasan dan kedalaman isi bahan ajar
modul matematika.

Komentar dan saran perbaikannya:

18. Format penulisan bahan ajar modul
matematika konsisten.

Komentar dan saran perbaikannya:

19. Ketercernaan uraian materi pada bahan
ajar modul matematika.

Komentar dan saran perbaikannya:

20. Uraian materi dalam bahan ajar modul
matematika membangun pengetahuan
(mengonstruksi) pemahaman siswa dan
meningkatkan pemecahan masalah
terhadap materi pokok segitiga.

Komentar dan saran perbaikannya:






Pertanyaan Pendukung
1. Menurut Anda, apa saja kelebihan yang terdapat dalam bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah?
......
......
......
2. Menurut Anda, apa saja kelemahan yang terdapat dalam bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah?
......
......
......
3. Bagaimana pendapat Anda tentang bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah?
......
......
......
4. Apakah bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme
dan pemecahan masalah layak digunakan sebagai media pembelajaran
matematika?
......
......
......
Demikian, angket ini saya isi dengan sebenarnya, tanpa ada pengaruh dari
pihak lain.

Semarang, . 2013
Responden,


(.........)




ANGKET BAHAN AJAR MODUL MATEMATIKA




ANGKET SISWA
Judul :


Penyusun : Eni Rahmawati
Pembimbing : 1. Dra. Intan Indiati, M. Pd
2. Widya Kusumaningsih, S. Pd, M. Pd
Instansi : Program Pendidikan Matematika IKIP PGRI Semarang
Petunjuk :
1. Isilah nama dan asal instansi/lembaga Anda pada kolom yang disediakan.
2. Berikan pendapat Anda dengan sejujurnya dan sebenarnya.
3. Berilah tanda checklist () pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan
pernyataan yang telah disediakan.
Keterangan :
1 : Sangat Kurang Baik
2 : Kurang Baik
3 : Cukup Baik
4 : Baik
5 : Sangat Baik

Kriteria angket uji coba kelompok kecil yang beracuan dari Tri Sukitman
adalah sebagai berikut.
http://lib.uin-malang.ac.id/appendix/09760012%5B1%5D-tri-sukitman.pdf

Nama : .
Instansi/lembaga : .
Pengembangan Bahan Ajar Modul Matematika Berbasis
Pendekatan Konstruktivisme dan Pemecahan Masalah Sebagai
Media Pembelajaran Pada Materi Pokok Segitiga.
Lampiran 7c



No. Komponen
Skala Penilaian Komponen
1 2 3 4 5
1. Menurut pendapat anda, bagaimanakah
tampilan fisik bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan?

2. Apakah daftar isi dan peta konsep pada
bagian awal membantu memahami
materi yang akan dipelajari?

3. Bagaimanakah tingkat kejelasan
petunjuk penggunaan dalam bahan ajar
modul matematika?

4. Apakah ukuran dan jenis huruf yang
digunakan dalam bahan ajar modul
matematika mudah dibaca?

5. Bagaimanakah kejelasan tujuan
pembelajaran?

6. Bagaimanakah kejelasan paparan materi
pada tiap kegiatan belajar dalam bahan
ajar modul matematika?

7. Bagaimanakah tingkat kesesuaian antara
gambar dan materi dalam bahan ajar
modul matematika?

8. Apakah contoh-contoh yang diberikan
membantu anda memahami materi?

9. Bagaimanakah tingkat kejelasan
rangkuman pada tiap bagian akhir
kegiatan belajar?

10. Bagaimanakah kejelasan tugas, tes
formatif, lembar kerja, dan evaluasi?




11. Apakah tugas, tes formatif, lembar
kerja, dan evaluasi dalam bahan ajar
modul matematika membantu
meningkatkan pemahaman anda
terhadap materi pokok segitiga?

12. Bagaimanakah kejelasan urutan
penyajian materi pada tiap kegiatan
belajar dalam bahan ajar modul
matematika?

13. Apakah bahan ajar modul matematika
ini dapat dipahami uraian materinya
dengan mudah?


Pertanyaan Pendukung
1. Menurut Anda, apa saja kelebihan yang terdapat dalam bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah?
......
......
......
2. Menurut Anda, apa saja kelemahan yang terdapat dalam bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah?
......
......
......
3. Bagaimana pendapat Anda tentang bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah?
......
......
......



4. Apakah bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme
dan pemecahan masalah layak digunakan sebagai media pembelajaran
matematika?
......
......
......
Demikian, angket ini saya isi dengan sebenarnya, tanpa ada pengaruh dari
pihak lain.

Mranggen, . 2013
Responden,


(.........)




















DAFTAR NAMA AHLI DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN
No.
Ahli Desain Media
Pembelajaran
Instansi
1. Heni Purwati, S. Pd, M. Pd Dosen IKIP PGRI Semarang
2. Rini Widyastuti, S. Pd Guru SMP N 2 Mranggen


DAFTAR NAMA AHLI MATERI PEMBELAJARAN
No.
Ahli Materi Pembelajaran Instansi
1.
Bagus Ardi Saputro, M. Pd Dosen IKIP PGRI Semarang
2.
Retnodiati Caecilia, S. Pd Guru SMP N 2 Mranggen















Lampiran 8a



DAFTAR NAMA KELAS VII B
(KELAS UJI COBA SOAL TES INSTRUMEN)
No. Nama Instansi
1. Agung Setiawan SMP N 2 Mranggen
2. Aisyah Kurniawati SMP N 2 Mranggen
3. Alva Reza Ihza Mahendra K. SMP N 2 Mranggen
4. Ana Safitri SMP N 2 Mranggen
5. Andrean Bayu Setiyono SMP N 2 Mranggen
6. Anjarani Diah Sukmawati SMP N 2 Mranggen
7. Ari Widodo SMP N 2 Mranggen
8. Ayu Silviyani SMP N 2 Mranggen
9. Bayu Setiawan SMP N 2 Mranggen
10. Dimas Prasetyo SMP N 2 Mranggen
11. Dwi Yuliana SMP N 2 Mranggen
12. Evi Pramudyastuti SMP N 2 Mranggen
13. Fajar Ari Santoso SMP N 2 Mranggen
14. Fatkhul Mujib SMP N 2 Mranggen
15. Ika Hesti Fiana SMP N 2 Mranggen
16. Indah Puspita Prameswari SMP N 2 Mranggen
17. Irwan Ardiyansyah SMP N 2 Mranggen
18. Ita Wulan Sari SMP N 2 Mranggen
19. Khoirul Anna SMP N 2 Mranggen
20. Lisa Ariani SMP N 2 Mranggen
21. Miftahul Kamil SMP N 2 Mranggen
22. Muhammad Khoirul Roziqin SMP N 2 Mranggen
23. Muhammad Subhan SMP N 2 Mranggen
24. Muhammad Taufiq Hidayat SMP N 2 Mranggen
25. Mulyono SMP N 2 Mranggen
26. Nia Sofiana SMP N 2 Mranggen
27. Puji Rahayu SMP N 2 Mranggen
28. Renita Ulfa SMP N 2 Mranggen
29. Siti Rohana SMP N 2 Mranggen
30. Sofiyatun Fitriyani SMP N 2 Mranggen
31. Tyas Praptiningsih SMP N 2 Mranggen
32. Vani Sulistiyanto SMP N 2 Mranggen



Lampiran 8b



DAFTAR NAMA KELAS VII F
(KELAS UJI COBA KELOMPOK KECIL)
No. Nama Instansi
1. Abdu Rahman Anas SMP N 2 Mranggen
2. Ade Irma Fitriyani SMP N 2 Mranggen
3. Agung Slamet Widodo SMP N 2 Mranggen
4. Ahmad Fahruddin SMP N 2 Mranggen
5. Ana Fauziyah SMP N 2 Mranggen
6. Andriyan Tri Yulianto SMP N 2 Mranggen
7. Diah Ayu Dwiyanti SMP N 2 Mranggen
8. Dwi Andriyani SMP N 2 Mranggen
9. Fadhilatut Tasmiyah SMP N 2 Mranggen
10. Fajar Heni Kristanti SMP N 2 Mranggen
11. Febrivania Yasmin S. SMP N 2 Mranggen
12. Hanakuri SMP N 2 Mranggen
13. Himdani Amalul Ahli SMP N 2 Mranggen
14. Indah Khomsati Lestari SMP N 2 Mranggen
15. Irfa' As-Shidqi SMP N 2 Mranggen
16. Khabib Widodo SMP N 2 Mranggen
17. Muhammad Kuntoro R. S. SMP N 2 Mranggen
18. Muhamad Anang Prasetiyo SMP N 2 Mranggen
19. Mardiyana SMP N 2 Mranggen
20. Muhamad Irzal Efendi SMP N 2 Mranggen
21. Muhamad Ulul Albab SMP N 2 Mranggen
22. Muhammad Faishol SMP N 2 Mranggen
23. Muhammad Misbahul T. SMP N 2 Mranggen
24. Ninik Nur Afifah SMP N 2 Mranggen
25. Novita Puji Rahayu SMP N 2 Mranggen
26. Octavia Dwi J ayanti SMP N 2 Mranggen
27. Putri Rina Primasari SMP N 2 Mranggen
28. Ratnawati SMP N 2 Mranggen
29. Ryan Ghozali SMP N 2 Mranggen
30. Rosi Dwi Putra SMP N 2 Mranggen
31. Siti Mahmudah SMP N 2 Mranggen
32. Syafrie Surya Satria SMP N 2 Mranggen
33. Varis Dyan Hidayat SMP N 2 Mranggen
34. Yeni SMP N 2 Mranggen

Lampiran 8c



DAFTAR NAMA KELAS VII A
(KELAS EKSPERIMEN UJI COBA LAPANGAN TERBATAS)
No. Nama Instansi
1. Adam Wahyudi SMP N 2 Mranggen
2. Berliana Indah Rosalia SMP N 2 Mranggen
3. David Firmansyah SMP N 2 Mranggen
4. Diah Ayu Febriani SMP N 2 Mranggen
5. Dimas Rizalul Fatoni SMP N 2 Mranggen
6. Diyah Ageng Putri L SMP N 2 Mranggen
7. Evi Septiani SMP N 2 Mranggen
8. Firman Maulana SMP N 2 Mranggen
9. Ika Suswanti SMP N 2 Mranggen
10. Iman Wijoyo Seffudin S. SMP N 2 Mranggen
11. J oko Agung Setiawan SMP N 2 Mranggen
12. Lilis Suryani SMP N 2 Mranggen
13. Lina Fuadi SMP N 2 Mranggen
14. Luvi Dwi Nur Kholiza SMP N 2 Mranggen
15. Muahammad Yusuf R. SMP N 2 Mranggen
16. Muhammad Yusuf A. SMP N 2 Mranggen
17. M. Rozi Syachputra SMP N 2 Mranggen
18. Nita Ratna Sari SMP N 2 Mranggen
19. Novi Wahyu Rahmawati SMP N 2 Mranggen
20. Novita Dwi W. SMP N 2 Mranggen
21. Nurhadi Kusuma SMP N 2 Mranggen
22. Okky Ari Setiawan SMP N 2 Mranggen
23. Putri Mulia SMP N 2 Mranggen
24. Riana SMP N 2 Mranggen
25. Risky Bagus Saputro SMP N 2 Mranggen
26. Savil Riyanto SMP N 2 Mranggen
27. Sigid Eko Prasetyo SMP N 2 Mranggen
28. Silvy Listiyaningrum SMP N 2 Mranggen
29. Siti Nurkhoirul Nasiroh SMP N 2 Mranggen
30. Sudarsono SMP N 2 Mranggen
31. Vays Dianto SMP N 2 Mranggen
32. Woro Yustina Lusiani SMP N 2 Mranggen
33. Allsa Elgita Tumanggor SMP N 2 Mranggen


Lampiran 8d



DAFTAR NAMA KELAS VII E
(KELAS KONTROL UJI COBA LAPANGAN TERBATAS)
No. Nama Instansi
1. Ahmad Khabib SMP N 2 Mranggen
2. Ana Dwi Astutik SMP N 2 Mranggen
3. Aprilia Permatasari SMP N 2 Mranggen
4. Bambang Rusmanto SMP N 2 Mranggen
5. Deddy Daud Apriady Putra SMP N 2 Mranggen
6. Delia Ennan Dinny SMP N 2 Mranggen
7. Dewa Adi Pranata Nurdiawan SMP N 2 Mranggen
8. Dilla Saputri SMP N 2 Mranggen
9. Dodi Novean SMP N 2 Mranggen
10. Dwi Prastiwi Inawati SMP N 2 Mranggen
11. Dwi Yoga Aji Nugroho SMP N 2 Mranggen
12. Edelweis Agusta Octavia SMP N 2 Mranggen
13. Fahrur Rozi SMP N 2 Mranggen
14. Fendi Khoirudin SMP N 2 Mranggen
15. Ferri Yuliyanto SMP N 2 Mranggen
16. Gilang Ahsanal Fikri SMP N 2 Mranggen
17. Indah Amalia SMP N 2 Mranggen
18. Isna Nikmatul Fauziah SMP N 2 Mranggen
19. J oko Adi Sasono SMP N 2 Mranggen
20. Kaviga Agustin SMP N 2 Mranggen
21. Khalimatus Sadiyah SMP N 2 Mranggen
22. Kisti Wulandari SMP N 2 Mranggen
23. Mukhammad Fiky Ramadhan SMP N 2 Mranggen
24. Muhamad Faizal Ardha SMP N 2 Mranggen
25. Mila Paramita SMP N 2 Mranggen
26. Muhammad Muhlisin SMP N 2 Mranggen
27. Putri Dewi Ayu Lestari SMP N 2 Mranggen
28. Reza Sabila Robbi SMP N 2 Mranggen
29. Sapto Faris Novianto SMP N 2 Mranggen
30. Setyaningsih SMP N 2 Mranggen
31. Tejo Suminar SMP N 2 Mranggen
32. Vanny Ayu Lestari SMP N 2 Mranggen
33. Yeni Indah Maulina SMP N 2 Mranggen


Lampiran 8e



ANALISIS SOAL TES UJI COBA INSTRUMEN

No. Kode
Skor Soal (X)
Y Y
2
1 2
3 4 5 6 7
8
9 10
11
12
a b a b a b a b a b a b a b a b
1 UC-01
5 5 10 5 10 9 10 10 10 10 15 15 2 5 5 5 5 5 5 5 151 22801
2 UC-02
4 5 4 5 10 0 10 10 10 10 10 2 0 2 0 0 0 0 5 0 87 7569
3 UC-03
5 5 9 5 10 9 9 9 10 10 10 10 0 5 5 5 5 0 5 2 128 16384
4 UC-04
5 5 10 15 0 10 0 0 10 10 15 15 4 5 5 5 5 0 5 5 129 16641
5 UC-05
5 5 10 15 0 0 10 10 10 10 0 0 0 5 0 5 5 0 5 5 100 10000
6 UC-06
5 5 9 14 10 5 5 5 10 10 15 15 0 5 0 5 5 0 5 5 133 17689
7 UC-07
5 5 10 0 0 0 10 10 10 10 15 15 2 5 0 5 5 0 5 5 117 13689
8 UC-08
5 5 9 15 10 9 9 9 10 10 10 10 2 5 0 0 0 0 0 0 118 13924
9 UC-09
5 5 9 5 10 9 0 0 10 10 5 0 0 5 5 5 5 0 5 5 98 9604
10 UC-10
4 5 5 5 10 0 9 10 9 10 14 14 2 5 5 2 2 0 0 0 111 12321
11 UC-11
5 5 5 15 10 9 10 10 10 10 15 14 0 5 5 5 5 0 5 5 148 21904
12 UC-12
5 5 10 15 0 9 0 0 10 0 15 0 0 5 5 5 5 2 5 5 101 10201
13 UC-13
5 5 5 15 0 9 10 10 10 10 15 10 2 5 5 5 5 2 5 5 138 19044
14 UC-14
4 4 5 5 10 0 5 5 9 10 15 15 2 2 0 0 0 0 0 0 91 8281
15 UC-15
5 5 5 15 0 2 10 10 10 10 10 10 0 5 5 5 5 5 0 0 117 13689
16 UC-16
5 5 9 15 9 9 10 10 10 10 15 15 2 5 5 5 5 2 5 5 156 24336
17 UC-17
5 4 5 5 0 0 10 10 10 2 15 0 0 5 5 5 5 0 5 5 96 9216
18 UC-18
5 5 10 15 10 9 0 0 10 10 10 15 2 5 0 5 5 0 0 0 116 13456
19 UC-19
5 5 9 15 9 9 10 10 10 10 15 15 2 5 5 5 5 0 5 5 154 23716
20 UC-20
5 5 9 15 0 2 9 9 10 9 10 10 0 5 5 5 5 0 0 0 113 12769
21 UC-21
4 4 2 15 2 5 10 10 10 10 10 10 2 2 5 5 5 2 5 5 123 15129
22 UC-22
5 5 9 15 10 10 10 10 10 10 15 15 0 5 2 2 5 2 5 5 150 22500
23 UC-23
4 4 0 5 0 0 0 0 10 10 14 14 2 2 0 0 2 2 2 2 73 5329
24 UC-24
5 5 9 15 10 9 10 10 10 10 15 14 0 5 5 5 5 0 5 5 152 23104
25 UC-25
5 5 10 5 9 10 10 10 10 10 15 15 0 5 5 5 2 2 5 2 140 19600
26 UC-26
5 4 2 5 0 0 9 9 9 2 10 0 2 5 5 5 5 0 2 5 84 7056
27 UC-27
5 5 2 15 2 5 10 10 10 10 10 0 2 2 5 5 5 0 5 5 113 12769
28 UC-28
5 5 0 0 9 9 10 10 10 10 15 15 2 5 5 5 5 5 5 5 135 18225
29 UC-29
5 5 10 10 10 10 9 9 10 10 10 5 0 5 5 5 5 5 2 5 135 18225
30 UC-30
5 5 10 15 10 9 10 10 10 10 15 5 0 5 5 5 5 2 5 5 146 21316
31 UC-31
5 5 10 15 2 0 9 9 10 10 10 10 0 5 5 5 5 0 5 5 125 15625
32 UC-32
5 5 2 15 0 2 10 10 10 10 15 15 0 5 5 5 5 5 5 2 131 17161

Lampiran 9



No Kode
X
2
1 2
3 4 5 6 7
8
9 10
11
12
a b a b a b a b a b a b a b a b
1
UC-01 25 25 100 25 100 81 100 100 100 100 225 225 4 25 25 25 25 25 25 25
2
UC-02 16 25 16 25 100 0 100 100 100 100 100 4 0 4 0 0 0 0 25 0
3
UC-03 25 25 81 25 100 81 81 81 100 100 100 100 0 25 25 25 25 0 25 4
4
UC-04 25 25 100 225 0 100 0 0 100 100 225 225 16 25 25 25 25 0 25 25
5
UC-05 25 25 100 225 0 0 100 100 100 100 0 0 0 25 0 25 25 0 25 25
6
UC-06 25 25 81 196 100 25 25 25 100 100 225 225 0 25 0 25 25 0 25 25
7
UC-07 25 25 100 0 0 0 100 100 100 100 225 225 4 25 0 25 25 0 25 25
8
UC-08 25 25 81 225 100 81 81 81 100 100 100 100 4 25 0 0 0 0 0 0
9
UC-09 25 25 81 25 100 81 0 0 100 100 25 0 0 25 25 25 25 0 25 25
10
UC-10 16 25 25 25 100 0 81 100 81 100 196 196 4 25 25 4 4 0 0 0
11
UC-11 25 25 25 225 100 81 100 100 100 100 225 196 0 25 25 25 25 0 25 25
12
UC-12 25 25 100 225 0 81 0 0 100 0 225 0 0 25 25 25 25 4 25 25
13
UC-13 25 25 25 225 0 81 100 100 100 100 225 100 4 25 25 25 25 4 25 25
14
UC-14 16 16 25 25 100 0 25 25 81 100 225 225 4 4 0 0 0 0 0 0
15
UC-15 25 25 25 225 0 4 100 100 100 100 100 100 0 25 25 25 25 25 0 0
16
UC-16 25 25 81 225 81 81 100 100 100 100 225 225 4 25 25 25 25 4 25 25
17
UC-17 25 16 25 25 0 0 100 100 100 4 225 0 0 25 25 25 25 0 25 25
18
UC-18 25 25 100 225 100 81 0 0 100 100 100 225 4 25 0 25 25 0 0 0
19
UC-19 25 25 81 225 81 81 100 100 100 100 225 225 4 25 25 25 25 0 25 25
20
UC-20 25 25 81 225 0 4 81 81 100 81 100 100 0 25 25 25 25 0 0 0
21
UC-21 16 16 4 225 4 25 100 100 100 100 100 100 4 4 25 25 25 4 25 25
22
UC-22 25 25 81 225 100 100 100 100 100 100 225 225 0 25 4 4 25 4 25 25
23
UC-23 16 16 0 25 0 0 0 0 100 100 196 196 4 4 0 0 4 4 4 4
24
UC-24 25 25 81 225 100 81 100 100 100 100 225 196 0 25 25 25 25 0 25 25
25
UC-25 25 25 100 25 81 100 100 100 100 100 225 225 0 25 25 25 4 4 25 4
26
UC-26 25 16 4 25 0 0 81 81 81 4 100 0 4 25 25 25 25 0 4 25
27
UC-27 25 25 4 225 4 25 100 100 100 100 100 0 4 4 25 25 25 0 25 25
28
UC-28 25 25 0 0 81 81 100 100 100 100 225 225 4 25 25 25 25 25 25 25
29
UC-29 25 25 100 100 100 100 81 81 100 100 100 25 0 25 25 25 25 25 4 25
30
UC-30 25 25 100 225 100 81 100 100 100 100 225 25 0 25 25 25 25 4 25 25
31
UC-31 25 25 100 225 4 0 81 81 100 100 100 100 0 25 25 25 25 0 25 25
32
UC-32 25 25 4 225 0 4 100 100 100 100 225 225 0 25 25 25 25 25 25 4















No. Kode
XY
1 2
3 4 5 6 7
8
9 10
11
12
a b a b a b a b a b a b a b a b
1
UC-01 755 755 1510 755 1510 1359 1510 1510 1510 1510 2265 2265 302 755 755 755 755 755 755 755
2
UC-02 348 435 348 435 870 0 870 870 870 870 870 174 0 174 0 0 0 0 435 0
3
UC-03 640 640 1152 640 1280 1152 1152 1152 1280 1280 1280 1280 0 640 640 640 640 0 640 256
4
UC-04 645 645 1290 1935 0 1290 0 0 1290 1290 1935 1935 516 645 645 645 645 0 645 645
5
UC-05 500 500 1000 1500 0 0 1000 1000 1000 1000 0 0 0 500 0 500 500 0 500 500
6
UC-06 665 665 1197 1862 1330 665 665 665 1330 1330 1995 1995 0 665 0 665 665 0 665 665
7
UC-07 585 585 1170 0 0 0 1170 1170 1170 1170 1755 1755 234 585 0 585 585 0 585 585
8
UC-08 590 590 1062 1770 1180 1062 1062 1062 1180 1180 1180 1180 236 590 0 0 0 0 0 0
9
UC-09 490 490 882 490 980 882 0 0 980 980 490 0 0 490 490 490 490 0 490 490
10
UC-10 444 555 555 555 1110 0 999 1110 999 1110 1554 1554 222 555 555 222 222 0 0 0
11
UC-11 740 740 740 2220 1480 1332 1480 1480 1480 1480 2220 2072 0 740 740 740 740 0 740 740
12
UC-12 505 505 1010 1515 0 909 0 0 1010 0 1515 0 0 505 505 505 505 202 505 505
13
UC-13 690 690 690 2070 0 1242 1380 1380 1380 1380 2070 1380 276 690 690 690 690 276 690 690
14
UC-14 364 364 455 455 910 0 455 455 819 910 1365 1365 182 182 0 0 0 0 0 0
15
UC-15 585 585 585 1755 0 234 1170 1170 1170 1170 1170 1170 0 585 585 585 585 585 0 0
16
UC-16 780 780 1404 2340 1404 1404 1560 1560 1560 1560 2340 2340 312 780 780 780 780 312 780 780
17
UC-17 480 384 480 480 0 0 960 960 960 192 1440 0 0 480 480 480 480 0 480 480
18
UC-18 580 580 1160 1740 1160 1044 0 0 1160 1160 1160 1740 232 580 0 580 580 0 0 0
19
UC-19 770 770 1386 2310 1386 1386 1540 1540 1540 1540 2310 2310 308 770 770 770 770 0 770 770
20
UC-20 565 565 1017 1695 0 226 1017 1017 1130 1017 1130 1130 0 565 565 565 565 0 0 0
21
UC-21 492 492 246 1845 246 615 1230 1230 1230 1230 1230 1230 246 246 615 615 615 246 615 615
22
UC-22 750 750 1350 2250 1500 1500 1500 1500 1500 1500 2250 2250 0 750 300 300 750 300 750 750
23
UC-23 292 292 0 365 0 0 0 0 730 730 1022 1022 146 146 0 0 146 146 146 146
24
UC-24 760 760 1368 2280 1520 1368 1520 1520 1520 1520 2280 2128 0 760 760 760 760 0 760 760
25
UC-25 700 700 1400 700 1260 1400 1400 1400 1400 1400 2100 2100 0 700 700 700 280 280 700 280
26
UC-26 420 336 168 420 0 0 756 756 756 168 840 0 168 420 420 420 420 0 168 420
27
UC-27 565 565 226 1695 226 565 1130 1130 1130 1130 1130 0 226 226 565 565 565 0 565 565
28
UC-28 675 675 0 0 1215 1215 1350 1350 1350 1350 2025 2025 270 675 675 675 675 675 675 675
29
UC-29 675 675 1350 1350 1350 1350 1215 1215 1350 1350 1350 675 0 675 675 675 675 675 270 675
30
UC-30 730 730 1460 2190 1460 1314 1460 1460 1460 1460 2190 730 0 730 730 730 730 292 730 730
31
UC-31 625 625 1250 1875 250 0 1125 1125 1250 1250 1250 1250 0 625 625 625 625 0 625 625
32
UC-32 655 655 262 1965 0 262 1310 1310 1310 1310 1965 1965 0 655 655 655 655 655 655 262



Y 3909
Y
2
493273


Nomor Soal
1 2
3 4 5 6 7
8
9 10
11
12
a b a b a b a b a b a b a b a b
V
a
l
i
d
i
t
a
s

B
u
t
i
r

X
15
5
155 223
34
4
182
17
8
25
3
254
31
7
29
3
398 318 32
14
5
11
7
13
4
13
6
41
12
1
11
3
X
2

75
5
755
191
1
45
96
173
6
15
40
24
17
243
6
31
43
28
89
534
2
423
8
72
69
5
57
9
65
8
66
2
157
58
7
54
1
X
Y
19
06
0
190
78
281
73
43
45
7
236
27
23
77
6
31
98
6
320
97
38
80
4
36
52
7
496
76
410
20
38
76
18
08
4
14
92
0
16
91
7
17
09
3
539
9
15
33
9
14
36
4
rxy
0,4
88
0,5
58
0,3
93
0,3
81
0,4
20
0,
69
0
0,4
22
0,4
16
0,3
89
0,4
08
0,4
26
0,5
27
-
0,
04
2
0,4
80
0,4
07
0,4
43
0,4
17
0,3
04
0,3
91
0,
37
5
rtabel
0,3
49
0,3
49
0,3
49
0,3
49
0,3
49
0,
34
9
0,3
49
0,3
49
0,3
49
0,3
49
0,3
49
0,3
49
0,
34
9
0,3
49
0,3
49
0,3
49
0,3
49
0,3
49
0,3
49
0,
34
9
Krit
eria
val
id
vali
d
vali
d
val
id
vali
d
val
id
val
id
vali
d
val
id
val
id
vali
d
vali
d
dr
op
val
id
val
id
val
id
val
id
dro
p
val
id
va
lid





Nomor Soal
1 2
3 4 5 6 7
8
9 10
11
12
a b a b a b a b a b a b a b a b
D
a
y
a

P
e
m
b
e
d
a

MH
5,0
00
5,0
00
8,4
44
12,7
78
8,5
56
9,22
2
10,
000
10,
000
10,
00
0
10,
000
15,
000
13,
111
0,
88
9
5,0
00
4,6
67
4,6
67
4,6
67
1,6
67
5,0
00
4,6
67
ML
4,5
56
4,5
56
5,5
56
7,22
2
4,4
44
2,00
0
5,8
89
6,0
00
9,6
67
7,1
11
10,
889
5,0
00
0,
88
9
4,0
00
2,7
78
3,0
00
3,2
22
0,4
44
3,2
22
3,0
00
X1
2

0,0
00
0,0
00
32,
222
155,
556
84,
222
1,55
6
0,0
00
0,0
00
0,0
00
0,0
00
0,0
00
94,
889
8,
88
9
0,0
00
8,0
00
8,0
00
8,0
00
20,
000
0,0
00
8,0
00
X2
2

2,2
22
2,2
22
98,
222
155,
556
222
,22
2
126,
000
174
,88
9
182
,00
0
2,0
00
152
,88
9
224
,88
9
396
,00
0
8,
88
9
18,
00
0
55,
55
6
48,
00
0
39,
55
6
6,2
22
39,
55
6
48,
00
0
ni 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
t
2,5
30
2,5
30
2,1
46
2,67
3
1,9
93
5,42
6
2,6
38
2,5
16
2,0
00
1,9
82
2,3
26
3,1
06
0,
00
0
2,0
00
2,0
10
1,8
90
1,7
77
2,0
25
2,3
99
1,8
90
ttabel
1,7
5
1,7
5
1,7
5
1,75
1,7
5
1,75
1,7
5
1,7
5
1,7
5
1,7
5
1,7
5
1,7
5
1,
75
1,7
5
1,7
5
1,7
5
1,7
5
1,7
5
1,7
5
1,7
5
Krit
eria
sig
n
sig
n
sig
n
sign
sig
n
sign
sig
n
sig
n
sig
n
sig
n
sig
n
sign
td
k
sig
n
sig
n
sig
n
sig
n
sig
n
sig
n
sig
n
sig
n
T
K

F 5 5 22 14 18 28 14 13 3 4 15 20 32 32 32 32 32 32 32 32
n 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32 32
TK
16
%
16
%
69
%
44
%
56
%
88
%
44
%
41
%
9
%
13
%
47
%
63
%
10
0
%
10
0%
10
0
%
10
0%
10
0%
100
%
10
0%
10
0
%
Krit
eria
Mu
dah
Mu
dah
Sed
ang
Sed
ang
Sed
ang
Suk
ar
Sed
ang
Sed
ang
M
ud
ah
Mu
dah
Sed
ang
Sed
ang
Su
ka
r
Su
kar
Su
ka
r
Su
kar
Su
kar
Suk
ar
Su
kar
Su
ka
r
R
e
l
i
a
b
i
l
i
t
a
s

Vari
ans
0,1
32
0,1
32
11,
155
28,0
63
21,
902
17,1
84
13,
022
13,
121
0,0
85
6,4
44
12,
246
33,
684
1,
25
0
1,1
87
4,7
26
3,0
27
2,6
25
3,2
65
4,0
46
4,4
37
o

2 181,
731
o
t
2

492,
632
r11
0,6
64
rtab
el
0,3
49
Krit
eria
reli
abe
l
Ketera
ngan
Pa
kai
Pa
kai
Pak
ai
Pak
ai
Pa
kai
Pak
ai
Pa
kai
Pa
kai
Pa
ka
i
Pa
kai
Pa
kai
Pa
kai
Bu
an
g
Pa
kai
Pa
ka
i
Pa
ka
i
Pa
kai
Bu
an
g
Pa
ka
i
Pa
ka
i










SOAL EVALUASI

1. Dengan cara mengukur panjang sisinya, sebutkan jenis-jenis segitiga berikut.
a. b. c.



2. Dengan cara mengukur besar sudutnya, sebutkan jenis-jenis segitiga berikut.
a. b. c.



3. Hitunglah besar sudut pada segitiga.
a. J ika diketahui PR dengan P =48
o
dan =72
o
. Maka berapakah
besar R?
b. J ika diketahui perbandingan sudut-sudutnya adalah 4 : 3 : 5. Maka
berapakah besar masing-masing sudut tersebut?
4. Perhatikan gambar berikut ini!
a. Hitunglah besar CB.
b. Hitunglah besar CBA.


5. Perhatikan gambar di samping!








Diketahui DE =13 cm, DF =20 cm, EF =
15, EG =9 cm, dan GF =12 cm. Hitunglah:
a. Keliling DEF
b. Keliling EGF
A B
C
80
o
60
o
D
D E
F
G
20 cm
9 cm 13cm
12 cm
15 cm
Lampiran 10



6. Perhatikan gambar berikut.





7. Selesaikanlah soal cerita berikut.
a. Sebuah taman berbentuk segitiga dengan panjang tiap sisi berturut-turut
5 m, 12 m, dan 7 m. Di sekiling taman tersebut akan dipasang pagar
dengan biaya Rp60.000,00 per meter. Hitunglah keseluruhan biaya yang
diperlukan.
b. Sebuah taman berbentuk segitiga samakaki dengan panjang sisi yang sama
5 m, panjang sisi lainya 12 m, dan tinggi 7 m. J ika taman tersebut ditanami
rumput dengan biaya Rp60.000,00 per meter. Hitunglah keseluruhan biaya
yang diperlukan.
8. Lukislah segitiga-segitiga berikut ini!
a. XZ jika diketahui panjang sisi XY =3 cm, XZ =5 cm, dan YZ =4 cm.
b. ABC jika diketahui panjang sisi AB = 4 cm dengan besar sudut
A =60
o
dan B =95
o
.
9. Lukislah segitiga-segitiga berikut ini!
a. Segitiga samasisi PQR dengan panjang sisi PQ =QR =PR =4 cm.
b. Segitiga samakaki KLM dengan panjang sisi KL =5 cm, dan KM =LM =
4 cm.
10. Perhatikan gambar ABC berikut!







Diketahui KL =8 cm, PM =5 cm, dan
PK =4 cm. Hitunglah:
a. Luas daerah KLM
b. Luas daerah PKM
a. Lukislah garis tinggi di titik T pada RSI di
samping.
b. Lukislah garis bagi di titik T pada RSI di
samping.

R S
T
L K
M
P 4 cm 8 cm
5 cm



KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI

1. a. segitiga samakaki
b. Segitiga samasisi
c. Segitiga sembarang
3. a. Pada PR, berlaku P + +R =180
o

Sehingga, 48
o
+72
o
+R = 180
o

120
o
+R = 180
o

R = 180
o
120
o

R = 60
o

J adi, besar R adalah 60
o
.
b. Misalkan besar sudut-sudut itu 4x, 3x, dan 5x
4x +3x +5x =180
o

12x =180
o
x =15
o
J adi, besar sudut-sudutnya adalah 60
o
, 45
o
, dan 75
o
.
4. a. CB =CAB +BCA
=80
o
+60
o

=140
o

J adi, besar CB =140
o
dan CBA =40
o
.
5. a. Keliling DEF =DE +EF +DF b. Keliling EGF =EG +GF +EF
=13 +15 +20 =9 +12 +15
=48 =36
Jadi, keliling DEF adalah 48 cm. J adi, keliling EGF adalah 36 cm
6. a. Luas KLM =
1
2
KI PH b. Luas PKM =
1
2
PK PH
=
1
2
85 =
1
2
45
=20 cm
2
=10 cm
2
J adi, luas KLM adalah 20 cm
2
. J adi, luas PKM adalah 10 cm
2
.

2. a. Segitiga tumpul
b. Segitiga siku-siku
c. Segitiga lancip

CBA =180
o
CB
CBA =180
o
140
o

CBA =40
o

b. karena CBA +CB =180
o
maka

Lampiran 11



7. a. Keliling taman =5 +12 +7
=24 cm
Dengan demikina, biaya pemasangan pagar =24 Rp60.000,00
=Rp1.440.000,00
J adi, biaya keseluruhan yang diperlukan adalah Rp1.440.000,00.
b. Luas taman =
1
2
o t
=
1
2
127
=42
Luas taman yang akan ditanami rumput 42 cm
2
.
Dengan demikian, biaya penanaman rumput =42 Rp60.000,00
=Rp2.520.000,00
J adi, biaya keseluruhan yang diperlukan adalah Rp2.520.000,00.
8. a. b.










9. a. Segitiga Samasisi b. Segitiga Samakaki






12 m
7 m
5 m
4 cm P Q
R
4 cm
4 cm
X Y
Z
5 cm 4 cm
3 cm
4 cm
95
o
60
o
A
C
B
K
M
L
4 cm
4 cm
5 cm



10. a. Melukis Garis Tinggi b. Melukis Garis Bagi






























R S
T
K L
U
E
R S
T
K
L
D
M
o o



ANALISIS ANGKET AHLI DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN
No.
Komponen
Skor Tiap
Komponen Jumlah
Skor
Ideal
Persentase Kriteria
Ahli I Ahli II
1 4 4 8 10 80% Layak
2 4 5 9 10 90% Layak Sekali
3 4 5 9 10 90% Layak Sekali
4 5 5 10 10 100% Layak Sekali
5 4 5 9 10 90% Layak Sekali
6 5 5 10 10 100% Layak Sekali
7 5 5 10 10 100% Layak Sekali
8 5 5 10 10 100% Layak Sekali
9 4 4 8 10 80% Layak Sekali
10 4 5 9 10 90% Layak Sekali
11 4 4 8 10 80% Layak
12 4 5 9 10 90% Layak Sekali
13 4 5 9 10 90% Layak Sekali
14 4 5 9 10 90% Layak Sekali
15 4 5 9 10 90% Layak Sekali
16 4 4 8 10 80% Layak
17 3 4 7 10 70% Layak
18 4 5 9 10 90% Layak Sekali
19 4 4 8 10 80% Layak
20 4 5 9 10 90% Layak Sekali
21 3 5 8 10 80% Layak
Jumlah 86 99 185 210
Skor Tiap Ahli 81,90% 94,29%
Interprestasi Layak
Sekali
Layak
sekali

Keterangan:
Ahli I : Heni Purwati, S. Pd, M. Pd Ahli II : Rini Widyastuti, S. Pd
Lampiran 12a



ANALISIS ANGKET AHLI MATERI PEMBELAJARAN
No.
Komponen
Skor Tiap
Komponen Jumlah
Skor
Ideal
Persentase Kriteria
Ahli I Ahli II
1 4 5 9 10 90% Layak Sekali
2 2 5 7 10 70% Layak
3 4 4 8 10 80% Layak
4 4 4 8 10 80% Layak
5 4 4 8 10 80% Layak
6 4 4 8 10 80% Layak
7 4 4 8 10 80% Layak
8 2 5 7 10 70% Layak
9 4 4 8 10 80% Layak
10 4 5 9 10 90% Layak Sekali
11 4 5 9 10 90% Layak Sekali
12 4 4 8 10 80% Layak
13 4 5 9 10 90% Layak Sekali
14 2 4 6 10 60% Cukup Layak
15 4 4 8 10 80% Layak
16 2 4 6 10 60% Cukup Layak
17 4 4 8 10 80% Layak
18 4 5 9 10 90% Layak Sekali
19 4 4 8 10 80% Layak
20 4 4 8 10 80% Layak
Jumlah 72 87 159 200
Skor Tiap Ahli 68,57% 82,86%
Interprestasi Layak Layak
Sekali


Keterangan:
Ahli I : Bagus Ardi Saputro, M.Pd Ahli II : Retnodiati Caecelia, S. Pd
Lampiran 12b



ANALISIS TIAP KOMPONEN ANGKET KELAS VII F
(KELAS UJI COBA KELOMPOK KECIL)

No. Nama
Skor Tiap Komponen
Jumlah Skor Tiap Siswa Interprestasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Abdu Rahman Anas
3 4 2 5 4 3 4 2 3 4 4 2 4 44 67,69 Baik
2 Ade Irma Fitriyani
4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 5 4 5 57 87,69 Baik Sekali
3 Agung Slamet Widodo 4 4 5 4 5 4 4 5 5 4 4 4 5 57 87,69 Baik Sekali
4 Ahmad Fahruddin
4 3 4 5 4 4 5 4 5 3 4 4 5 54 83,08 Baik Sekali
5 Ana Fauziyah
4 4 4 4 4 4 4 4 5 3 5 4 5 54 83,08 Baik Sekali
6 Andriyan Tri Yulianto
4 3 4 5 4 4 5 4 5 3 4 4 5 54 83,08 Baik Sekali
7 Diah Ayu Dwiyanti 5 4 5 4 5 4 5 4 4 3 4 4 5 56 86,15 Baik Sekali
8 Dwi Andriyani
4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 5 55 84,62 Baik Sekali
9 Fadhilatut Tasmiyah
4 4 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 57 87,69 Baik Sekali
10 Fajar Heni Kristanti 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 54 83,08 Baik Sekali
11 Febrivania Yasmin S.
4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 56 86,15 Baik Sekali
12 Hanakuri
4 4 4 5 5 4 4 5 5 4 4 4 5 57 87,69 Baik Sekali
13 Himdani Amalul Ahli 5 4 5 5 4 4 5 5 4 4 5 5 5 60 92,31 Baik Sekali
14 Indah Khomsati Lestari
5 4 5 3 4 3 4 5 3 5 5 4 4 54 83,08 Baik Sekali
15 Irfa' As-Shidqi
4 3 4 5 4 4 5 4 5 3 4 4 5 54 83,08 Baik Sekali
16 Khabib Widodo 4 4 5 3 5 4 4 5 3 4 4 4 5 54 83,08 Baik Sekali
17 Muhammad Kuntoro R. S.
4 3 4 5 4 4 5 4 5 3 4 4 5 54 83,08 Baik Sekali
18 Muhamad Anang P.
4 3 4 5 4 4 5 4 5 3 4 4 5 54 83,08 Baik Sekali
19 Mardiyana
4 5 4 5 4 3 4 5 4 5 5 4 4 56 86,15 Baik Sekali
20 Muhamad Irzal Efendi
4 4 4 4 4 4 5 3 4 4 5 4 5 54 83,08 Baik Sekali
21 Muhamad Ulul Albab
4 3 4 5 5 4 5 4 5 3 4 4 5 55 84,62 Baik Sekali
22 Muhammad Faishol
4 3 4 5 4 4 5 4 5 3 4 4 5 54 83,08 Baik Sekali

Lampiran 12c



No Nama
Skor Tiap Komponen
Jumlah
Skor
Tiap
Siswa
Interprestasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
23 Muhammad Misbahul T.
5 5 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 5 59 90,77 Baik Sekali
24 Ninik Nur Afifah
4 4 4 4 5 2 4 5 4 4 5 4 5 54 83,08 Baik Sekali
25 Novita Puji Rahayu 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 5 5 57 87,69 Baik Sekali
26 Octavia Dwi J ayanti
4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 57 87,69 Baik Sekali
27 Putri Rina Primasari
4 4 4 5 4 4 5 5 4 5 4 4 5 57 87,69 Baik Sekali
28 Ratnawati
4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 57 87,69 Baik Sekali
29 Ryan Ghozali 4 4 5 5 5 4 4 5 4 5 5 4 5 59 90,77 Baik Sekali
30 Rosi Dwi Putra
4 4 5 3 5 4 4 5 3 4 4 4 5 54 83,08 Baik Sekali
31 Siti Mahmudah
4 4 5 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 58 89,23 Baik Sekali
32 Syafrie Surya Satria 4 3 5 3 3 3 4 3 5 3 3 5 4 48 73,85 Baik
33 Varis Dyan Hidayat
5 5 5 4 4 5 4 4 5 4 5 4 4 58 89,23 Baik Sekali
34 Yeni
4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 55 84,62 Baik Sekali
Jumlah 140 131 145 150 146 133 149 144 147 135 150 142 165 1877
Skor yang Diharapkan 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170 170
Persentase Tiap Komponen
82,
35
77,
06
85,
29
88,
24
85,
88
78,
24
87,
65
84,
71
86,
47
79,
41
88,
24
83,
53
97,
06
Kriteria
La
yak
Sek
ali
La
yak
La
yak
Sek
ali
La
yak
Sek
ali
La
yak
Sek
ali
La
yak
La
yak
Sek
ali
La
yak
Sek
ali
La
yak
Sek
ali
La
yak
La
yak
Sek
ali
La
yak
Sek
ali
La
yak
Sek
ali





















ANALISIS TIAP SKOR ANGKET KELAS VII F
(KELAS UJI COBA KELOMPOK KECIL)

No
Komponen
1 2 3 4 5
Jumlah
Responden
Jumlah
Nilai
Rata-rata
Nilai
%
1 2 3 4 5
1 0 0 1 28 5 34 140 4,12 0,00 0,00 2,94 82,35 14,71
2 0 0 8 23 3 34 131 3,85 0,00 0,00 23,53 67,65 8,82
3 0 1 0 22 11 34 145 4,26 0,00 2,94 0,00 64,71 32,35
4 0 0 4 12 18 34 150 4,41 0,00 0,00 11,76 35,29 52,94
5 0 0 1 22 11 34 146 4,29 0,00 0,00 2,94 64,71 32,35
6 0 1 4 26 3 34 133 3,91 0,00 2,94 11,76 76,47 8,82
7 0 0 0 21 13 34 149 4,38 0,00 0,00 0,00 61,76 38,24
8 0 1 2 19 12 34 144 4,24 0,00 2,94 5,88 55,88 35,29
9 0 0 4 15 15 34 147 4,32 0,00 0,00 11,76 44,12 44,12
10 0 0 10 15 9 34 135 3,97 0,00 0,00 29,41 44,12 26,47
11 0 0 1 18 15 34 150 4,41 0,00 0,00 2,94 52,94 44,12
12 0 1 0 25 8 34 142 4,18 0,00 2,94 0,00 73,53 23,53
13 0 0 0 5 29 34 165 4,85 0,00 0,00 0,00 14,71 85,29
Dikatakan tinggi (T) jika rata-rata 3.
Dikatakan rendah (R) jika rata-rata <3.













ANALISIS TIAP KOMPONEN ANGKET KELAS VII A (KELAS ESKPERIMEN UJI
COBA LAPANGAN TERBATAS)
No Nama
Skor Tiap Komponen
Jumlah
Skor
Tiap
Siswa
Interprestasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
1 Adam Wahyudi
5 5 4 4 5 4 3 4 5 4 5 4 3 55 84,62 Baik Sekali
2 Berliana Indah Rosalia 5 4 3 4 4 4 3 5 3 4 4 4 4 51 78,46 Baik
3 David Firmansyah
4 4 3 4 5 4 4 4 4 5 5 3 5 54 83,08 Baik Sekali
4 Diah Ayu Febriani
4 3 5 3 4 5 3 3 3 4 3 4 3 47 72,31 Baik
5 Dimas Rizalul Fatoni 4 4 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 55 84,62 Baik Sekali
6 Diyah Ageng Putri L
4 3 4 5 4 3 4 5 4 5 5 5 5 56 86,15 Baik Sekali
7 Evi Septiani
3 4 4 5 5 5 4 4 5 3 5 4 5 56 86,15 Baik Sekali
8 Firman Maulana
5 5 5 4 5 5 5 3 5 5 4 4 5 60 92,31 Baik Sekali
9 Ika Suswanti 4 5 5 4 4 3 4 5 4 3 4 4 4 53 81,54 Baik Sekali
10 Iman Wijoyo Seffudin S.
5 5 3 5 5 4 4 3 5 5 3 4 5 56 86,15 Baik Sekali
11 J oko Agung Setiawan
4 4 5 4 5 5 4 5 5 4 4 4 4 57 87,69 Baik Sekali
12 Lilis Suryani 4 5 4 4 4 4 5 5 4 5 5 5 3 57 87,69 Baik Sekali
13 Lina Fuadi 4 5 3 5 3 4 3 5 4 5 3 4 4 52 80,00 Baik Sekali
14 Luvi Dwi Nur Kholiza
4 5 4 4 5 3 3 5 2 2 4 3 5 49 75,38 Baik
15 Muahammad Yusuf R.
4 5 4 5 5 4 4 5 4 4 3 3 5 55 84,62 Baik Sekali
16 Muhammad Yusuf A. 3 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 4 44 67,69 Baik
17 M. Rozi Syachputra
4 3 3 4 5 4 5 4 4 3 4 4 5 52 80,00 Baik
18 Nita Ratna Sari
4 3 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 4 54 83,08 Baik Sekali
19 Novi Wahyu Rahmawati
5 4 3 4 3 2 5 4 5 4 5 4 5 53 81,54 Baik Sekali
20 Novita Dwi W.
3 4 5 5 5 3 5 4 4 4 5 4 4 55 84,62 Baik Sekali
21 Nurhadi Kusuma
4 5 5 3 5 5 3 5 5 5 5 5 5 60 92,31 Baik Sekali
22 Okky Ari Setiawan 3 3 2 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 44 67,69 Baik

Lampiran 12d



No
.
Nama
Skor Tiap Komponen
Jumlah
Skor
Tiap
Siswa
Interprestasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
23 Putri Mulia
4 4 5 5 4 3 4 5 4 4 5 4 5 56 86,15 Baik Sekali
24 Riana
3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 4 3 46 70,77 Baik
25 Risky Bagus Saputro 4 4 3 4 3 2 4 3 3 4 4 3 3 44 67,69 Baik
26 Savil Riyanto
4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 61 93,85 Baik Sekali
27 Sigid Eko Prasetyo
5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 62 95,38 Baik Sekali
28 Silvy Listiyaningrum
4 4 3 4 4 3 4 5 4 4 5 4 5 53 81,54 Baik Sekali
29
Siti Nurkhoirul
Nasiroh 4 5 4 4 3 4 5 4 3 4 5 4 4 53 81,54 Baik Sekali
30 Sudarsono 4 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 4 5 60 92,31 Baik Sekali
31 Vays Dianto
4 4 4 5 3 3 4 4 3 4 3 3 3 47 72,31 Baik
32 Woro Yustina Lusiani
3 3 4 4 5 4 3 5 4 4 4 5 3 51 78,46 Baik
33
Allsa Elgita
Tumanggor 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 4 5 63 96,92 Baik Sekali
Jumlah 133 138 134 140
13
9
13
0
13
2
14
3
13
4
13
6
14
0
13
1
141 1771
Skor yang Diharapkan
16
5
16
5
16
5
16
5
16
5
16
5
16
5
16
5
16
5
16
5
16
5
16
5
165
Persentase Tiap
Komponen
80
,6
1
83,
64
81,
21
84,
85
84,
24
78,
79
80,
00
86,
67
81,
21
82,
42
84,
85
79
,3
9
85,
45
Kriteria
La
ya
k
Se
ka
li
La
ya
k
Se
kal
i
La
ya
k
Se
kal
i
La
ya
k
Se
kal
i
La
ya
k
Se
kal
i
La
ya
k
La
ya
k
La
ya
k
Se
kal
i
La
ya
k
Se
kal
i
La
ya
k
Se
kal
i
La
ya
k
Se
kal
i
La
ya
k
La
yak
Sek
ali


















ANALISIS TIAP SKOR ANGKET KELAS VII A
(KELAS ESKPERIMEN UJI COBA LAPANGAN TERBATAS)

No
Komponen
Rating
Jumlah
Responden
Jumlah
Nilai
Rata-
rata
Nilai
%
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 0 0 6 20 7 33 133 4,03 0,00 0,00 18,18 60,61 21,21
2 0 0 7 13 13 33 138 4,18 0,00 0,00 21,21 39,39 39,39
3 0 1 8 12 12 33 134 4,06 0,00 3,03 24,24 36,36 36,36
4 0 0 3 19 11 33 140 4,24 0,00 0,00 9,09 57,58 33,33
5 0 0 6 14 13 33 139 4,21 0,00 0,00 18,18 42,42 39,39
6 0 2 8 13 10 33 130 3,94 0,00 6,06 24,24 39,39 30,30
7 0 0 9 15 9 33 132 4,00 0,00 0,00 27,27 45,45 27,27
8 0 0 4 14 15 33 143 4,33 0,00 0,00 12,12 42,42 45,45
9 0 1 7 14 11 33 134 4,06 0,00 3,03 21,21 42,42 33,33
10 0 1 6 14 12 33 136 4,12 0,00 3,03 18,18 42,42 36,36
11 0 0 7 11 15 33 140 4,24 0,00 0,00 21,21 33,33 45,45
12 0 0 7 20 6 33 131 3,97 0,00 0,00 21,21 60,61 18,18
13 0 0 7 10 16 33 141 4,27 0,00 0,00 21,21 30,30 48,48
Dikatakan tinggi (T) jika rata-rata 3.
Dikatakan rendah (R) jika rata-rata <3.













NILAI PRETEST-POSTTEST KELAS VII F
(KELAS UJI COBA KELOMPOK KECIL)

No. Nama Nilai Pre Test Nilai Post Test
1. Abdu Rahman Anas 46 68
2. Ade Irma Fitriyani 70 92
3. Agung Slamet Widodo 48 79
4. Ahmad Fahruddin 49 76
5. Ana Fauziyah 62 78
6. Andriyan Tri Yulianto 48 92
7. Diah Ayu Dwiyanti 80 94
8. Dwi Andriyani 62 89
9. Fadhilatut Tasmiyah 70 77
10. Fajar Heni Kristanti 70 83
11. Febrivania Yasmin S. 70 81
12. Hanakuri 71 73
13. Himdani Amalul Ahli 50 69
14. Indah Khomsati Lestari 48 94
15. Irfa' As-Shidqi 77 91
16. Khabib Widodo 62 71
17. Muhammad Kuntoro R. S. 49 92
18. Muhamad Anang Prasetiyo 66 86
19. Mardiyana 54 92
20. Muhamad Irzal Efendi 78 78
21. Muhamad Ulul Albab 59 86
22. Muhammad Faishol 54 76
23. Muhammad Misbahul T. 52 77
24. Ninik Nur Afifah 61 89
25. Novita Puji Rahayu 43 78
26. Octavia Dwi J ayanti 72 98
27. Putri Rina Primasari 66 88
28. Ratnawati 79 98
29. Ryan Ghozali 44 83
30. Rosi Dwi Putra 46 87
31. Siti Mahmudah 82 100
32. Syafrie Surya Satria 55 68
33. Varis Dyan Hidayat 46 73
34. Yeni 69 86
Lampiran 13a



NILAI PRETEST-POSTTEST KELAS VII A
(KELAS EKSPERIMEN UJI COBA LAPANGAN TERBATAS)

No. Nama Nilai Pre Test Nilai Post Test
1. Adam Wahyudi 27 58
2. Berliana Indah Rosalia 73 79
3. David Firmansyah 45 79
4. Diah Ayu Febriani 61 82
5. Dimas Rizalul Fatoni 30 78
6. Diyah Ageng Putri L 45 76
7. Evi Septiani 50 84
8. Firman Maulana 62 78
9. Ika Suswanti 74 91
10. Iman Wijoyo Seffudin S. 36 50
11. J oko Agung Setiawan 42 95
12. Lilis Suryani 61 100
13. Lina Fuadi 45 84
14. Luvi Dwi Nur Kholiza 60 84
15. Muahammad Yusuf R. 56 86
16. Muhammad Yusuf A. 23 76
17. M. Rozi Syachputra 24 72
18. Nita Ratna Sari 46 83
19. Novi Wahyu Rahmawati 44 56
20. Novita Dwi W. 71 91
21. Nurhadi Kusuma 56 77
22. Okky Ari Setiawan 30 76
23. Putri Mulia 62 95
24. Riana 50 71
25. Risky Bagus Saputro 70 77
26. Savil Riyanto 24 64
27. Sigid Eko Prasetyo 44 89
28. Silvy Listiyaningrum 73 91
29. Siti Nurkhoirul Nasiroh 75 100
30. Sudarsono 50 88
31. Vays Dianto 36 50
32. Woro Yustina Lusiani 61 96
33. Allsa Elgita Tumanggor 34 64

Lampiran 13b



NILAI PRETEST-POSTTEST KELAS VII E
(KELAS KONTROL UJI COBA LAPANGAN TERBATAS)

No. Nama Nilai Pre Test Nilai Post Test
1. Ahmad Khabib 70 83
2. Ana Dwi Astutik 34 41
3. Aprilia Permatasari 61 84
4. Bambang Rusmanto 50 81
5. Deddy Daud Apriady Putra 42 79
6. Delia Ennan Dinny 50 78
7. Dewa Adi Pranata N. 48 60
8. Dilla Saputri 50 86
9. Dodi Novean 52 84
10. Dwi Prastiwi Inawati 61 95
11. Dwi Yoga Aji Nugroho 37 40
12. Edelweis Agusta Octavia 37 64
13. Fahrur Rozi 42 77
14. Fendi Khoirudin 62 94
15. Ferri Yuliyanto 48 64
16. Gilang Ahsanal Fikri 48 78
17. Indah Amalia 56 80
18. Isna Nikmatul Fauziah 52 69
19. J oko Adi Sasono 70 79
20. Kaviga Agustin 56 76
21. Khalimatus Sadiyah 56 76
22. Kisti Wulandari 47 81
23. Mukhammad Fiky R. 23 63
24. Muhamad Faizal Ardha 61 65
25. Mila Paramita 77 93
26. Muhammad Muhlisin 62 94
27. Putri Dewi Ayu Lestari 50 76
28. Reza Sabila Robbi 36 89
29. Sapto Faris Novianto 36 88
30. Setyaningsih 56 58
31. Tejo Suminar 30 40
32. Vanny Ayu Lestari 56 60
33. Yeni Indah Maulina 43 77

Lampiran 13c



PERHITUNGAN MANUAL UJI NORMALITAS
NILAI PRE TEST KELAS VII F (UJI COBA KELOMPOK KECIL)

1. Rumusan Hipotesis
H
0
: Sampel nilai pre test dari populasi berdistribusi normal.
H
a
: Sampel nilai pre test dari populasi berdistribusi tidak normal.
2. Uji Statistik yang Digunakan
Uji Lilliefors dengan taraf signifikan 5%.
3. Kriteria
(3) J ika harga L
0
<L, maka H
0
diterima atau sampel nilai pre test dari
populasi berdistribusi normal.
(4) J ika harga L
0
I, maka H
0
ditolak atau sampel nilai pre test dari populasi
berdistribusi tidak normal.
4. Perhitungan
Untuk pengujian hipotesis nol tersebut kita tempuh dengan prosedur berikut
ini:
a. Data nilai pre test diberi simbol x
i
.
b. Mengurutkan data sampel dari skor terendah ke skor tertinggi.
c. Menghitung x
i.

d. Menghitung rata-rata ( x ).
e. Menghitung nilai z
i
, F(z
i
), S(z
i
), dan |F(z
i
)-S(z
i
)|.
Semua nilai tersebut dapat dicari menggunakan bantuan tabel penolong
dibawah, didapat sebagai berikut.
n =34
x
i
=1865
x =54,853
(x

x )
2
=6688,265
S
2
=
(x

x )
2
n 1
=
6688,265
34 1
=202,675
S =202,675=14,236

Lampiran 14a



Tabel Penolong Uji Lilliefors Kelas VII F (Pre Test)
No. Nama x
i
(x

x ) (x

x )
2
z
i
F(z
i
) S(z
i
) |F(z
i
) S(z
i
)|
1. Varis Dyan Hidayat
35 -19,853 394,142 -1,39 0,0823 0,0294 0,0529
2. Muhammad Faishol
36 -18,853 355,436 -1,32 0,0934 0,0588 0,0346
3. Muhamad Irzal Efendi
38 -16,853 284,024 -1,18 0,1190 0,1471 0,0281
4. Rosi Dwi Putra
38 -16,853 284,024 -1,18 0,1190 0,1471 0,0281
5. Syafrie Surya Satria
38 -16,853 284,024 -1,18 0,1190 0,1471 0,0281
6. Ryan Ghozali
39 -15,853 251,318 -1,11 0,1335 0,1765 0,0430
7. Muhammad Misbahul Taufiq
40 -14,853 220,612 -1,04 0,1492 0,2059 0,0567
8. Himdani Amalul Ahli
42 -12,853 165,200 -0,90 0,1841 0,2353 0,0512
9. Abdu Rahman Anas
43 -11,853 140,494 -0,83 0,2033 0,3235 0,1202
10. Hanakuri
43 -11,853 140,494 -0,83 0,2033 0,3235 0,1202
11. Muhamad Anang Prasetiyo
43 -11,853 140,494 -0,83 0,2033 0,3235 0,1202
12. Ahmad Fahruddin
45 -9,853 97,082 -0,69 0,2451 0,3824 0,1373
13. Khabib Widodo
45 -9,853 97,082 -0,69 0,2451 0,3824 0,1373
14. Andriyan Tri Yulianto
46 -8,853 78,376 -0,62 0,2676 0,4118 0,1442
15. Agung Slamet Widodo
50 -4,853 23,552 -0,34 0,3669 0,4706 0,1037
16. Muhamad Ulul Albab
50 -4,853 23,552 -0,34 0,3669 0,4706 0,1037
17. Irfa' As-Shidqi
51 -3,853 14,846 -0,27 0,3936 0,5294 0,1358
18. Muhammad Kuntoro Rekso Samudro
51 -3,853 14,846 -0,27 0,3936 0,5294 0,1358
19. Putri Rina Primasari
55 0,147 0,022 0,01 0,5400 0,5588 0,0188
20. Ninik Nur Afifah
57 2,147 4,610 0,15 0,5596 0,5882 0,0286
21. Novita Puji Rahayu
58 3,147 9,904 0,22 0,5871 0,6176 0,0305
22. Dwi Andriyani
62 7,147 51,080 0,50 0,6915 0,6471 0,0444
23. Yeni
65 10,147 102,962 0,71 0,7612 0,6765 0,0847
24. Fadhilatut Tasmiyah
67 12,147 147,550 0,85 0,8023 0,7059 0,0964
25. Fajar Heni Kristanti
68 13,147 172,844 0,92 0,8212 0,7647 0,0565
26. Octavia Dwi J ayanti
68 13,147 172,844 0,92 0,8212 0,7647 0,0565
27. Ana Fauziyah
69 14,147 200,138 0,99 0,8389 0,7941 0,0448
28. Ade Irma Fitriyani
70 15,147 229,432 1,06 0,8554 0,8235 0,0319
29. Febrivania Yasmin Setyaningrum
71 16,147 260,726 1,13 0,8708 0,8529 0,0179
30. Indah Khomsati Lestari
75 20,147 405,902 1,42 0,9222 0,8824 0,0398
31. Mardiyana
76 21,147 447,196 1,49 0,9319 0,9412 0,0093
32. Ratnawati
76 21,147 447,196 1,49 0,9319 0,9412 0,0093
33. Siti Mahmudah
77 22,147 490,490 1,56 0,9406 0,9706 0,0300
34. Diah Ayu Dwiyanti
78 23,147 535,784 1,63 0,9484 1,0000 0,0516

1865

6688,265
Rata-rata
54,853
S
2
202,675
S
14,236
L
0 0,1442
L
0,1519



1) Mencari z
i
, berdasarkan tabel diatas dengan rumus z

=
x
i
-x
s
.
Contoh:
Untui i =1, maka z
1
dapat dicari:
z
1
=
x
1
x
s
=
35 54,853
14,236
=1,39
2) Menghitung F(z
i
) dengan menggunakan tabel distribusi normal baku
pada lampiran 17.
Karena pada daftar distribusi normal baku tidak memuat harga z
i

negatif, maka dengan menggunakan sifat simetri untuk z
1
= 1,39
diperoleh luas dibawah lengkung normal standar adalah 0,4177 dan
F(z
1
) =0,5 0,4177 =0,0823.
3) Menghitung porposi S(z
i
)
Contoh:
Untuk i =1
S(z
I
) =
banyaknya z
1
,z
2
,z
3
,,z
n
z
I
n

S(z
1
) =
1
34
=0,0294
4) Menghitung selisih F(z
i
) S(z
i
) dan menentukan harga mutlaknya.
Contoh:
|F(z
1
) S(z
1
)| =0,0823 0,0294 =0,0529
5) Menentukan L
0
dengan cara mengambil harga mutlak terbesar di
antara harga-harga multak selisih tersebut, diperoleh L
0
=0,1442.
6) Membandingkan L
0
dengan L
tabel
pada taraf signifikan 5%.
Dari tabel lilliefors pada lampiran 18, dengan =5% dan n =34
diperoleh I =
0,886
34
=0,1519.
5. Analisis
J adi, L
0
<L atau 0,1442 <0,1519.
6. Kesimpulan
Karena L
0
<L atau 0,1442 <0,1519. Maka H
0
diterima. J adi, sampel nilai pre
test dari populasi berdistribusi normal.



PERHITUNGAN MANUAL UJI NORMALITAS
NILAI POST TEST KELAS VII F (UJI COBA KELOMPOK KECIL)

1. Rumusan Hipotesis
H
0
: Sampel nilai post test dari populasi berdistribusi normal.
H
a
: Sampel nilai post test dari populasi berdistribusi tidak normal.
2. Uji Statistik yang Digunakan
Uji Lilliefors dengan taraf signifikan 5%.
3. Kriteria
a. J ika harga L
0
<L, maka H
0
diterima atau sampel nilai post test dari
populasi berdistribusi normal.
b. J ika harga L
0
I, maka H
0
ditolak atau sampel nilai post test dari
populasi berdistribusi tidak normal.
4. Perhitungan
Untuk pengujian hipotesis nol tersebut kita tempuh dengan prosedur berikut
ini:
a. Data nilai post test diberi simbol y
i
.
b. Mengurutkan data sampel dari skor terendah ke skor tertinggi.
c. Menghitung y
i.

d. Menghitung rata-rata ( y ).
e. Menghitung nilai z
i
, F(z
i
), S(z
i
), dan |F(z
i
)-S(z
i
)|.
Semua nilai tersebut dapat dicari menggunakan bantuan tabel penolong
dibawah, didapat sebagai berikut.
n =34
y
i
=2764
y =81,294
(y

y)
2
=3847,059
S
2
=
(y

y)
2
n 1
=
3847,059
34 1
=116,578
S =116,578=10,797

Lampiran 14b



Tabel Penolong Uji Lilliefors Kelas VII F (Post Test)
No. Nama y
i
(y

y) (y

y)
2
z
i

F(z
i
) S(z
i
) |F(z
i
) S(z
i
)|
1. Himdani Amalul Ahli 57 -24,294 590,198 -2,25 0,0122 0,0294 0,0172
2.
Syafrie Surya Satria
61 -20,294 411,846 -1,88 0,0301 0,0588 0,0287
3.
Hanakuri
66 -15,294 233,906 -1,42 0,0778 0,0882 0,0104
4. Khabib Widodo 68 -13,294 176,730 -1,23 0,1093 0,1176 0,0083
5.
Abdu Rahman Anas
69 -12,294 151,142 -1,14 0,1271 0,1765 0,0494
6.
Varis Dyan Hidayat
69 -12,294 151,142 -1,14 0,1271 0,1765 0,0494
7.
Ana Fauziyah
71 -10,294 105,966 -0,95 0,1711 0,2059 0,0348
8. Fadhilatut Tasmiyah 73 -8,294 68,790 -0,77 0,2206 0,2353 0,0147
9.
Novita Puji Rahayu
74 -7,294 53,202 -0,68 0,2482 0,2647 0,0165
10.
Ahmad Fahruddin
75 -6,294 39,614 -0,58 0,2810 0,3235 0,0425
11.
Muhammad Faishol
75 -6,294 39,614 -0,58 0,2810 0,3235 0,0425
12.
Agung Slamet Widodo
77 -4,294 18,438 -0,40 0,3446 0,3529 0,0083
13.
Muhammad Misbahul Taufiq
78 -3,294 10,850 -0,31 0,3783 0,3824 0,0041
14.
Muhamad Irzal Efendi
79 -2,294 5,262 -0,21 0,4168 0,4412 0,0244
15. Rosi Dwi Putra 79 -2,294 5,262 -0,21 0,4168 0,4412 0,0244
16.
Ryan Ghozali
80 -1,294 1,674 -0,12 0,4522 0,4706 0,0184
17.
Febrivania Yasmin Setyaningrum
81 -0,294 0,086 -0,03 0,4880 0,5000 0,0120
18.
Dwi Andriyani
83 1,706 2,910 0,16 0,5636 0,5588 0,0048
19. Putri Rina Primasari 83 1,706 2,910 0,16 0,5636 0,5588 0,0048
20.
Fajar Heni Kristanti
85 3,706 13,734 0,34 0,6331 0,6176 0,0155
21.
Muhamad Anang Prasetiyo
85 3,706 13,734 0,34 0,6331 0,6176 0,0155
22.
Muhamad Ulul Albab
86 4,706 22,146 0,44 0,6700 0,6765 0,0065
23.
Ninik Nur Afifah
86 4,706 22,146 0,44 0,6700 0,6765 0,0065
24.
Yeni
87 5,706 32,558 0,53 0,7019 0,7059 0,0040
25.
Irfa' As-Shidqi
89 7,706 59,382 0,71 0,7612 0,7647 0,0035
26. Muhammad Kuntoro Rekso Samudro 89 7,706 59,382 0,71 0,7612 0,7647 0,0035
27.
Andriyan Tri Yulianto
91 9,706 94,206 0,90 0,8159 0,7941 0,0218
28.
Ade Irma Fitriyani
92 10,706 114,618 0,99 0,8389 0,8529 0,0140
29.
Mardiyana
92 10,706 114,618 0,99 0,8389 0,8529 0,0140
30. Diah Ayu Dwiyanti 94 12,706 161,442 1,18 0,8810 0,9118 0,0308
31.
Indah Khomsati Lestari
94 12,706 161,442 1,18 0,8810 0,9118 0,0308
32.
Octavia Dwi J ayanti
98 16,706 279,090 1,55 0,9394 0,9706 0,0312
33. Ratnawati 98 16,706 279,090 1,55 0,9394 0,9706 0,0312
34.
Siti Mahmudah
100 18,706 349,914 1,73 0,9582 1,0000 0,0418
2764

3847,059
Rata-rata 81,294
S
2
116,578
S 10,797
L
0
0,0494
L 0,1519



1) Mencari z
i
, berdasarkan tabel diatas dengan rumus z

i
-
s
.
Contoh:
Untui i =1, maka z
1
dapat dicari:
z
1
=
y
1
y
s
=
57 81,294
10,797
=2,25
2) Menghitung F(z
i
) dengan menggunakan tabel distribusi normal baku
pada lampiran 17.
Karena pada daftar distribusi normal baku tidak memuat harga z
i

negatif, maka dengan menggunakan sifat simetri untuk z
1
= 2,25
diperoleh luas dibawah lengkung normal standar adalah 0,4878 dan
F(z
1
) =0,5 0,4878 =0,0122.
3) Menghitung porposi S(z
i
)
Contoh:
Untuk i =1
S(z
I
) =
banyaknya z
1
,z
2
,z
3
,,z
n
z
I
n

S(z
1
) =
1
34
=0,0294
4) Menghitung selisih F(z
i
) S(z
i
) dan menentukan harga mutlaknya.
Contoh:
|F(z
1
) S(z
1
)| =0,0122 0,0294 =0,0172
5) Menentukan L
0
dengan cara mengambil harga mutlak terbesar di
antara harga-harga multak selisih tersebut, diperoleh L
0
=0,0494.
6) Membandingkan L
0
dengan L
tabel
pada taraf signifikan 5%.
Dari tabel lilliefors pada lampiran 18, dengan =5% dan n =34
diperoleh I =
0,886
34
=0,1519.
7. Analisis
J adi, L
0
<L atau 0,0494 <0,1519.
8. Kesimpulan
Karena L
0
<L atau 0,0494 <0,1519. Maka H
0
diterima. J adi, sampel nilai post
test dari populasi berdistribusi normal.



PERHITUNGAN MANUAL UJI t BERPASANGAN
KELAS VII F (UJI COBA KELOMPOK KECIL)

1. Hipotesis
E
0
p
B
=0
E
1
p
B
>0

E
0
: Hasil belajar siswa sesudah (post test) menggunakan bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah
sama dengan hasil belajar siswa sebelum (pre test) menggunakan bahan
ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah.
E
1
: Hasil belajar siswa sesudah (post test) menggunakan bahan ajar modul
matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah
lebih baik daripada hasil belajar siswa sebelum (pre test) menggunakan
bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan
pemecahan masalah.
2. Uji Statistik yang Digunakan
Uji t berpasangan (satu pihak) dengan taraf signifikan 5%.
3. Kriteria
a. H
0
diterima jika t
hitung
<t
(1-),(db: n-1)
b. H
0
ditolak jika t
hitung
t
(1-),(db: n-1)
4. Perhitungan
Untuk mencari t
hitung
menggunakan rumus:
t =
B

S
B
n
_

Dimana: B

=
B
i
n

S
B
=_
nB
i
2
-(B
i
)
2
n(n-1)

B

dan S
B
dapat dicari menggunakan bantuan tabel penolong dibawah ini.


Lampiran 14c



Tabel Penolong Uji t Berpasangan Kelas VII F
No. Nama Nilai Pre Test Nilai Post Test B B
2
1 Abdu Rahman Anas 43 69 26 676
2
Ade Irma Fitriyani
70 92 22 484
3
Agung Slamet Widodo
50 77 27 729
4 Ahmad Fahruddin 45 75 30 900
5
Ana Fauziyah
69 71 2 4
6
Andriyan Tri Yulianto
46 91 45 2025
7
Diah Ayu Dwiyanti
78 94 16 256
8 Dwi Andriyani 62 83 21 441
9
Fadhilatut Tasmiyah
67 73 6 36
10
Fajar Heni Kristanti
68 85 17 289
11
Febrivania Yasmin S.
71 81 10 100
12
Hanakuri
43 66 23 529
13
Himdani Amalul Ahli
42 57 15 225
14
Indah Khomsati Lestari
75 94 19 361
15 Irfa' As-Shidqi 51 89 38 1444
16
Khabib Widodo
45 68 23 529
17
Muhammad Kuntoro R. S
51 89 38 1444
18
Muhamad Anang P.
43 85 42 1764
19 Mardiyana 76 92 16 256
20
Muhamad Irzal Efendi
38 79 41 1681
21
Muhamad Ulul Albab
50 86 36 1296
22
Muhammad Faishol
36 75 39 1521
23
Muhammad Misbahul T.
40 78 38 1444
24
Ninik Nur Afifah
57 86 29 841
25
Novita Puji Rahayu
58 74 16 256
26 Octavia Dwi J ayanti 68 98 30 900
27
Putri Rina Primasari
55 83 28 784
28
Ratnawati
76 98 22 484
29
Ryan Ghozali
39 80 41 1681
30 Rosi Dwi Putra 38 79 41 1681
31
Siti Mahmudah
77 100 23 529
32
Syafrie Surya Satria
38 61 23 529
33 Varis Dyan Hidayat 35 69 34 1156
34
Yeni
65 87 22 484
1865 2764 899 27759
B

26,441
S
B
2
120,860
S
B
10,994
T hitung 14,027
T tabel 1,694



Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa:
B

=899 dan (B

)
2
=27759
B

=26,441
S
B
=
_
nB

2
(B

)
2
n(n 1)

S
B
=_
3427759(899)
2
34(341)

S
B
=
_
943806808201
3433

S
B
=
_
135605
1122

S
B
=10,994
Sehingga t
hitung
dapat dicari:
t =
B

S
B
n
_

t =
26,441
10,994
34
,

t =
26,441
1,885

t =14,027
J adi, nilai t
hitung
adalah 14,027.
5. Analisis
Diketahui t
hitung
=14,027 dengan n =34 dan taraf signifikan 5% dengan
derajat kebebasan n -1 =34 1 =33. Dengan melihat lampiran 20, tidak
diperoleh nilai, sehingga perlu dilakukan interpolasi dengan cara berikut.
n t
tabel

30 1,70
33 X ?
40 1,68



Untuk menentukan nilai X dengan perhitungan sebagai berikut:
1,70 X
1,70 1,68
=
30 33
30 40

1,70 X
0,02
=
3
10

17+10X = 0,06
10X =16,94
X =1,694
J adi, nila t
tabel
adalah t
(1-),(db: n-1)
=t
(0,95),(33)
=1,694
6. Kesimpulan
Karena t
hitung
=14,027 t
(0,95),(33)
=1,694. Maka H
0
ditolak dan H
1
diterima.
Sehingga hasil belajar siswa sesudah (post test) menggunakan bahan ajar
modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan
masalah lebih baik daripada hasil belajar siswa sebelum (pre test)
menggunakan bahan ajar modul matematika berbasis pendekatan
konstruktivisme dan pemecahan masalah. Dengan kata lain penggunaan bahan
ajar modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan
masalah secara signifikan valid digunakan dalam proses pembelajaran.
.















PERHITUNGAN MANUAL UJI NORMALITAS
NILAI PRE TEST KELAS VII A (KELAS EKSPERIMEN)

1. Rumusan Hipotesis
H
0
: Sampel nilai pre test dari populasi berdistribusi normal.
H
a
: Sampel nilai pre test dari populasi berdistribusi tidak normal.
2. Uji Statistik yang Digunakan
Uji Lilliefors dengan taraf signifikan 5%.
3. Kriteria
a. J ika harga L
0
<L, maka H
0
diterima atau sampel nilai pre test dari
populasi berdistribusi normal.
b. J ika harga L
0
I, maka H
0
ditolak atau sampel nilai pre test dari populasi
berdistribusi tidak normal.
4. Perhitungan
Untuk pengujian hipotesis nol tersebut kita tempuh dengan prosedur berikut
ini:
a. Data nilai pre test diberi simbol x
i
.
b. Mengurutkan data sampel dari skor terendah ke skor tertinggi.
c. Menghitung x
i.

d. Menghitung rata-rata ( x ).
e. Menghitung nilai z
i
, F(z
i
), S(z
i
), dan |F(z
i
)-S(z
i
)|.
Semua nilai tersebut dapat dicari menggunakan bantuan tabel penolong
dibawah, didapat sebagai berikut.
n =33
x
i
=1640
x =49,697
(x

x )
2
=8204,970
S
2
=
(x

x )
2
n 1
=
8204,970
33 1
=256,405
S =256,405=16,013

Lampiran 15a



Tabel Penolong Uji Lilliefors Kelas VII A (Pre Test)
No. Nama x
i
(x

x ) (x

x )
2
z
i
F(z
i
) S(z
i
) |F(z
i
) S(z
i
)|
1 Muhammad Yusuf Abidin 23 -26,697 712,730 -1,67 0,0475 0,0303 0,0172
2 M. Rozi Syachputra
24 -25,697 660,336 -1,60 0,0548 0,0909 0,0361
3 Savil Riyanto
24 -25,697 660,336 -1,60 0,0548 0,0909 0,0361
4 AdamWahyudi 27 -22,697 515,154 -1,42 0,0778 0,1212 0,0434
5 Dimas Rizalul Fatoni
30 -19,697 387,972 -1,23 0,1093 0,1818 0,0725
6 Okky Ari Setiawan
30 -19,697 387,972 -1,23 0,1093 0,1818 0,0725
7
Elisa Elgiva Tumanggor
34 -15,697 246,396 -0,98 0,1635 0,2121 0,0486
8 Iman Wijoyo Seffudin Seno 36 -13,697 187,608 -0,86 0,1949 0,2727 0,0778
9 Vays Dianto
36 -13,697 187,608 -0,86 0,1949 0,2727 0,0778
10 J oko Agung Setiawan
42 -7,697 59,244 -0,48 0,3156 0,3030 0,0126
11 Novi Wahyu Rahmawati
44 -5,697 32,456 -0,36 0,3594 0,3636 0,0042
12 Sigid Eko Prasetyo
44 -5,697 32,456 -0,36 0,3594 0,3636 0,0042
13 David Firmansyah
45 -4,697 22,062 -0,29 0,3859 0,4545 0,0686
14 Diyah Ageng Putri Lestari
45 -4,697 22,062 -0,29 0,3859 0,4545 0,0686
15 Lina Fuadi 45 -4,697 22,062 -0,29 0,3859 0,4545 0,0686
16 Nita Ratna Sari
46 -3,697 13,668 -0,23 0,4090 0,4848 0,0758
17 Evi Septiani
50 0,303 0,092 0,02 0,5080 0,5758 0,0678
18 Riana
50 0,303 0,092 0,02 0,5080 0,5758 0,0678
19 Sudarsono 50 0,303 0,092 0,02 0,5080 0,5758 0,0678
20 Muahammad Yusuf Riyadi
56 6,303 39,728 0,39 0,6517 0,6364 0,0153
21 Nurhadi Kusuma
56 6,303 39,728 0,39 0,6517 0,6364 0,0153
22 Luvi Dwi Nur Kholiza
60 10,303 106,152 0,64 0,7389 0,6667 0,0722
23 Diah Ayu Febriani
61 11,303 127,758 0,71 0,7612 0,7576 0,0036
24 Lilis Suryani
61 11,303 127,758 0,71 0,7612 0,7576 0,0036
25 Woro Yustina Lusiani
61 11,303 127,758 0,71 0,7612 0,7576 0,0036
26 Firman Maulana 62 12,303 151,364 0,77 0,7794 0,8182 0,0388
27 Putri Mulia
62 12,303 151,364 0,77 0,7794 0,8182 0,0388
28 Risky Bagus Saputro
70 20,303 412,212 1,27 0,8980 0,8485 0,0495
29 Novita Dwi Wahyuningsih
71 21,303 453,818 1,33 0,9082 0,8788 0,0294
30 Berliana Indah Rosalia 73 23,303 543,030 1,46 0,9279 0,9394 0,0115
31 Silvy Listiyaningrum
73 23,303 543,030 1,46 0,9279 0,9394 0,0115
32 Ika Suswanti
74 24,303 590,636 1,52 0,9357 0,9697 0,0340
33 Siti Nurkhoirul Nasiroh 75 25,303 640,242 1,58 0,9429 1,0000 0,0571
1640 8204,970
Rata-rata 49,697
S
2
256,405
S 16,013
L
0
0,0778
L 0,1542




1) Mencari z
i
, berdasarkan tabel diatas dengan rumus z

=
x
i
-x
s
.
Contoh:
Untui i =1, maka z
1
dapat dicari:
z
1
=
x
1
x
s
=
23 49,697
16,013
=1,67
2) Menghitung F(z
i
) dengan menggunakan tabel distribusi normal baku
pada lampiran 17.
Karena pada daftar distribusi normal baku tidak memuat harga z
i

negatif, maka dengan menggunakan sifat simetri untuk z
1
= 1,67
diperoleh luas dibawah lengkung normal standar adalah 0,4525 dan
F(z
1
) =0,5 0,4525 =0,0475.
3) Menghitung porposi S(z
i
)
Contoh:
Untuk i =1
S(z
I
) =
banyaknya z
1
,z
2
,z
3
,,z
n
z
I
n

S(z
1
) =
1
33
=0,0303
4) Menghitung selisih F(z
i
) S(z
i
) dan menentukan harga mutlaknya.
Contoh:
|F(z
1
) S(z
1
)| =0,0475 0,0303 =0,0172
5) Menentukan L
0
dengan cara mengambil harga mutlak terbesar di
antara harga-harga multak selisih tersebut, diperoleh L
0
=0,0778.
6) Membandingkan L
0
dengan L
tabel
pada taraf signifikan 5%.
Dari tabel lilliefors pada lampiran 18, dengan =5% dan n =33
diperoleh I =
0,886
33
=0,1542.
5. Analisis
J adi, L
0
<L atau 0,0778 <0,1542.
6. Kesimpulan
Karena L
0
<L atau 0,0778 <0,1542. Maka H
0
diterima. J adi, sampel nilai pre
test dari populasi berdistribusi normal.



PERHITUNGAN MANUAL UJI NORMALITAS
NILAI POST TEST KELAS VII A (KELAS EKSPERIMEN)

1. Rumusan Hipotesis
H
0
: Sampel nilai post test dari populasi berdistribusi normal.
H
a
: Sampel nilai post test dari populasi berdistribusi tidak normal.
2. Uji Statistik yang Digunakan
Uji Lilliefors dengan taraf signifikan 5%.
3. Kriteria
a. J ika harga L
0
<L, maka H
0
diterima atau sampel nilai post test dari
populasi berdistribusi normal.
b. J ika harga L
0
I, maka H
0
ditolak atau sampel nilai post test dari
populasi berdistribusi tidak normal.
4. Perhitungan
Untuk pengujian hipotesis nol tersebut kita tempuh dengan prosedur berikut
ini:
a. Data nilai post test diberi simbol y
i
.
b. Mengurutkan data sampel dari skor terendah ke skor tertinggi.
c. Menghitung y
i.

d. Menghitung rata-rata ( y ).
e. Menghitung nilai z
i
, F(z
i
), S(z
i
), dan |F(z
i
)-S(z
i
)|.
Semua nilai tersebut dapat dicari menggunakan bantuan tabel penolong
dibawah, didapat sebagai berikut.
n =33
y
i
=2620
y =79,394
(y

y)
2
=5691,879
S
2
=
(y

y)
2
n 1
=
5691,879
33 1
=177,871
S =177,871=13,337

Lampiran 15b



Tabel Penolong Uji Lilliefors Kelas VII A (Post Test)
No. Nama y
i
(y

y) (y

y)
2
z
i

F(z
i
) S(z
i
) |F(z
i
) S(z
i
)|
1. Iman Wijoyo Seffudin Seno 50 -29,394 864,007 -2,20 0,0139 0,0606 0,0467
2.
Vays Dianto
50 -29,394 864,007 -2,20 0,0139 0,0606 0,0467
3.
Novi Wahyu Rahmawati
56 -23,394 547,279 -1,75 0,0401 0,0909 0,0508
4. AdamWahyudi 58 -21,394 457,703 -1,60 0,0548 0,1212 0,0664
5.
Savil Riyanto
64 -15,394 236,975 -1,15 0,1251 0,1818 0,0567
6.
Elisa Elgiva Tumanggor
64 -15,394 236,975 -1,15 0,1251 0,1818 0,0567
7.
Riana
71 -8,394 70,459 -0,63 0,2643 0,2121 0,0522
8. M. Rozi Syachputra 72 -7,394 54,671 -0,55 0,2912 0,2424 0,0488
9.
Diyah Ageng Putri Lestari
76 -3,394 11,519 -0,25 0,4013 0,3333 0,0680
10.
Muhammad Yusuf Abidin
76 -3,394 11,519 -0,25 0,4013 0,3333 0,0680
11.
Okky Ari Setiawan
76 -3,394 11,519 -0,25 0,4013 0,3333 0,0680
12.
Nurhadi Kusuma
77 -2,394 5,731 -0,18 0,4286 0,3939 0,0347
13.
Risky Bagus Saputro
77 -2,394 5,731 -0,18 0,4286 0,3939 0,0347
14.
Dimas Rizalul Fatoni
78 -1,394 1,943 -0,10 0,4602 0,4545 0,0057
15. Firman Maulana 78 -1,394 1,943 -0,10 0,4602 0,4545 0,0057
16.
Berliana Indah Rosalia
79 -0,394 0,155 -0,03 0,4880 0,5152 0,0272
17.
David Firmansyah
79 -0,394 0,155 -0,03 0,4880 0,5152 0,0272
18.
Diah Ayu Febriani
82 2,606 6,791 0,20 0,5793 0,5455 0,0338
19. Nita Ratna Sari 83 3,606 13,003 0,27 0,6064 0,5758 0,0306
20.
Evi Septiani
84 4,606 21,215 0,35 0,6368 0,6667 0,0299
21.
Lina Fuadi
84 4,606 21,215 0,35 0,6368 0,6667 0,0299
22.
Luvi Dwi Nur Kholiza
84 4,606 21,215 0,35 0,6368 0,6667 0,0299
23.
Muahammad Yusuf Riyadi
86 6,606 43,639 0,50 0,6915 0,6970 0,0055
24.
Sudarsono
88 8,606 74,063 0,65 0,7422 0,7273 0,0149
25.
Sigid Eko Prasetyo
89 9,606 92,275 0,72 0,7642 0,7576 0,0066
26. Ika Suswanti 91 11,606 134,699 0,87 0,8078 0,8485 0,0407
27.
Novita Dwi Wahyuningsih
91 11,606 134,699 0,87 0,8078 0,8485 0,0407
28.
Silvy Listiyaningrum
91 11,606 134,699 0,87 0,8078 0,8485 0,0407
29.
J oko Agung Setiawan
95 15,606 243,547 1,17 0,8790 0,9091 0,0301
30. Putri Mulia 95 15,606 243,547 1,17 0,8790 0,9091 0,0301
31.
Woro Yustina Lusiani
96 16,606 275,759 1,25 0,8944 0,9394 0,0450
32.
Lilis Suryani
100 20,606 424,607 1,55 0,9394 1,0000 0,0606
33. Siti Nurkhoirul Nasiroh 100 20,606 424,607 1,55 0,9394 1,0000 0,0606
2620

5691,879
Rata-rata 79,394
S
2
177,871
S 13,337
L
0
0,0680
L 0,1542



1) Mencari z
i
, berdasarkan tabel diatas dengan rumus z

i
-
s
.
Contoh:
Untui i =1, maka z
1
dapat dicari:
z
1
=
y
1
y
s
=
50 79,394
13,337
=2,20
2) Menghitung F(z
i
) dengan menggunakan tabel distribusi normal baku
pada lampiran 17.
Karena pada daftar distribusi normal baku tidak memuat harga z
i

negatif, maka dengan menggunakan sifat simetri untuk z
1
= 2,20
diperoleh luas dibawah lengkung normal standar adalah 0,4861 dan
F(z
1
) =0,5 0,4861 =0,0139.
3) Menghitung porposi S(z
i
)
Contoh:
Untuk i =1
S(z
I
) =
banyaknya z
1
,z
2
,z
3
,,z
n
z
I
n

S(z
1
) =
2
33
=0,0606
4) Menghitung selisih F(z
i
) S(z
i
) dan menentukan harga mutlaknya.
Contoh:
|F(z
1
) S(z
1
)| =0,0139 0,0606 =0,0467
5) Menentukan L
0
dengan cara mengambil harga mutlak terbesar di
antara harga-harga multak selisih tersebut, diperoleh L
0
=0,0680.
6) Membandingkan L
0
dengan L
tabel
pada taraf signifikan 5%.
Dari tabel lilliefors pada lampiran 18, dengan =5% dan n =33
diperoleh I =
0,886
33
=0,1542.
7. Analisis
J adi, L
0
<L atau 0,0680 <0,1542.
8. Kesimpulan
Karena L
0
<L atau 0,0680 <0,1542. Maka H
0
diterima. J adi, sampel nilai post
test dari populasi berdistribusi normal.



PERHITUNGAN MANUAL UJI NORMALITAS
NILAI PRE TEST KELAS VII E (KELAS KONTROL)

1. Rumusan Hipotesis
H
0
: Sampel nilai pre test dari populasi berdistribusi normal.
H
a
: Sampel nilai pre test dari populasi berdistribusi tidak normal.
2. Uji Statistik yang Digunakan
Uji Lilliefors dengan taraf signifikan 5%.
3. Kriteria
a. J ika harga L
0
<L, maka H
0
diterima atau sampel nilai pre test dari
populasi berdistribusi normal.
b. J ika harga L
0
I, maka H
0
ditolak atau sampel nilai pre test dari populasi
berdistribusi tidak normal.
4. Perhitungan
Untuk pengujian hipotesis nol tersebut kita tempuh dengan prosedur berikut
ini:
a. Data nilai pre test diberi simbol x
i
.
b. Mengurutkan data sampel dari skor terendah ke skor tertinggi.
c. Menghitung x
i.

d. Menghitung rata-rata ( x ).
e. Menghitung nilai z
i
, F(z
i
), S(z
i
), dan |F(z
i
)-S(z
i
)|.
Semua nilai tersebut dapat dicari menggunakan bantuan tabel penolong
dibawah, didapat sebagai berikut.
n =33
x
i
=1659
x =50,273
(x

x )
2
=4678,545
S
2
=
(x

x )
2
n 1
=
4678,545
33 1
=146,205
S =146,205=12,092

Lampiran 15c



Tabel Penolong Uji Lilliefors Kelas VII E (Pre Test)
No. Nama x
i
(x

x ) (x

x )
2
z
i
F(z
i
) S(z
i
) |F(z
i
) S(z
i
)|
1 Mukhammad Fiky Ramadhan 23 -27,273 743,817 -2,26 0,0119 0,0303 0,0184
2 Tejo Suminar
30 -20,273 410,995 -1,68 0,0465 0,0606 0,0141
3 Ana Dwi Astutik
34 -16,273 264,811 -1,35 0,0885 0,0909 0,0024
4 Reza Sabila Robbi 36 -14,273 203,719 -1,18 0,1190 0,1515 0,0325
5 Sapto Faris Novianto
36 -14,273 203,719 -1,18 0,1190 0,1515 0,0325
6 Dwi Yoga Aji Nugroho
37 -13,273 176,173 -1,10 0,1357 0,2121 0,0764
7
Edelweis Agusta Octavia
37 -13,273 176,173 -1,10 0,1357 0,2121 0,0764
8 Deddy Daud Apriady Putra 42 -8,273 68,443 -0,68 0,2482 0,2727 0,0245
9 Fahrur Rozi
42 -8,273 68,443 -0,68 0,2482 0,2727 0,0245
10 Yeni Indah Maulina
43 -7,273 52,897 -0,60 0,2742 0,3030 0,0288
11 Kisti Wulandari
47 -3,273 10,713 -0,27 0,3936 0,3333 0,0603
12 Dewa Adi Pranata Nurdiawan
48 -2,273 5,167 -0,19 0,4246 0,4242 0,0004
13 Ferri Yuliyanto
48 -2,273 5,167 -0,19 0,4246 0,4242 0,0004
14 Gilang Ahsanal Fikri
48 -2,273 5,167 -0,19 0,4246 0,4242 0,0004
15 Bambang Rusmanto 50 -0,273 0,075 -0,02 0,4920 0,5455 0,0535
16 Delia Ennan Dinny
50 -0,273 0,075 -0,02 0,4920 0,5455 0,0535
17 Dilla Saputri
50 -0,273 0,075 -0,02 0,4920 0,5455 0,0535
18 Putri Dewi Ayu Lestari
50 -0,273 0,075 -0,02 0,4920 0,5455 0,0535
19 Dodi Novean 52 1,727 2,983 0,14 0,5557 0,6061 0,0504
20 Isna Nikmatul Fauziah
52 1,727 2,983 0,14 0,5557 0,6061 0,0504
21 Indah Amalia
56 5,727 32,799 0,47 0,6808 0,7576 0,0768
22 Kaviga Agustin
56 5,727 32,799 0,47 0,6808 0,7576 0,0768
23 Khalimatus Sadiyah
56 5,727 32,799 0,47 0,6808 0,7576 0,0768
24 Setyaningsih
56 5,727 32,799 0,47 0,6808 0,7576 0,0768
25 Vanny Ayu Lestari
56 5,727 32,799 0,47 0,6808 0,7576 0,0768
26 Aprilia Permatasari 61 10,727 115,069 0,89 0,8133 0,8485 0,0352
27 Dwi Prastiwi Inawati
61 10,727 115,069 0,89 0,8133 0,8485 0,0352
28 Muhamad Faizal Ardha
61 10,727 115,069 0,89 0,8133 0,8485 0,0352
29 Fendi Khoirudin
62 11,727 137,523 0,97 0,8340 0,9091 0,0751
30 Muhammad Muhlisin 62 11,727 137,523 0,97 0,8340 0,9091 0,0751
31 Ahmad Khabib
70 19,727 389,155 1,63 0,9484 0,9697 0,0213
32 J oko Adi Sasono
70 19,727 389,155 1,63 0,9484 0,9697 0,0213
33 Mila Paramita 77 26,727 714,333 2,21 0,9864 1,0000 0,0136
1659 4678,545
Rata-rata 50,273
S
2
146,205
S 12,092
L
o
0,0768
L 0,1542




1) Mencari z
i
, berdasarkan tabel diatas dengan rumus z

=
x
i
-x
s
.
Contoh:
Untui i =1, maka z
1
dapat dicari:
z
1
=
x
1
x
s
=
23 50,273
12,092
=2,26
2) Menghitung F(z
i
) dengan menggunakan tabel distribusi normal baku
pada lampiran 17.
Karena pada daftar distribusi normal baku tidak memuat harga z
i

negatif, maka dengan menggunakan sifat simetri untuk z
1
= 2,26
diperoleh luas dibawah lengkung normal standar adalah 0,4881 dan
F(z
1
) =0,5 0,4881 =0,0119.
3) Menghitung porposi S(z
i
)
Contoh:
Untuk i =1
S(z
I
) =
banyaknya z
1
,z
2
,z
3
,,z
n
z
I
n

S(z
1
) =
1
33
=0,0303
4) Menghitung selisih F(z
i
) S(z
i
) dan menentukan harga mutlaknya.
Contoh:
|F(z
1
) S(z
1
)| =0,0119 0,0303 =0,0184
5) Menentukan L
0
dengan cara mengambil harga mutlak terbesar di
antara harga-harga multak selisih tersebut, diperoleh L
0
=0,0768.
6) Membandingkan L
0
dengan L
tabel
pada taraf signifikan 5%.
Dari tabel lilliefors pada lampiran 18, dengan =5% dan n =33
diperoleh I =
0,886
33
=0,1542.
5. Analisis
J adi, L
0
<L atau 0,0768 <0,1542.
6. Kesimpulan
Karena L
0
<L atau 0,0768 <0,1542. Maka H
0
diterima. J adi, sampel nilai pre
test dari populasi berdistribusi normal.



PERHITUNGAN MANUAL UJI NORMALITAS
NILAI POST TEST KELAS VII E (KELAS KONTROL)

1. Rumusan Hipotesis
H
0
: Sampel nilai post test dari populasi berdistribusi normal.
H
a
: Sampel nilai post test dari populasi berdistribusi tidak normal.
2. Uji Statistik yang Digunakan
Uji Lilliefors dengan taraf signifikan 5%.
3. Kriteria
a. J ika harga L
0
<L, maka H
0
diterima atau sampel nilai post test dari
populasi berdistribusi normal.
b. J ika harga L
0
I, maka H
0
ditolak atau sampel nilai post test dari
populasi berdistribusi tidak normal.
4. Perhitungan
Untuk pengujian hipotesis nol tersebut kita tempuh dengan prosedur berikut
ini:
a. Data nilai post test diberi simbol y
i
.
b. Mengurutkan data sampel dari skor terendah ke skor tertinggi.
c. Menghitung y
i.

d. Menghitung rata-rata ( y ).
e. Menghitung nilai z
i
, F(z
i
), S(z
i
), dan |F(z
i
)-S(z
i
)|.
Semua nilai tersebut dapat dicari menggunakan bantuan tabel penolong
dibawah, didapat sebagai berikut.
n =33
y
i
=2452
y =74,303
(y

y)
2
=7166,970
S
2
=
(y

y)
2
n 1
=
7166,970
33 1
=223,968
S =223,968=14,966

Lampiran 15d



Tabel Penolong Uji Lilliefors Kelas VII E (Post Test)
No. Nama y
i
(y

y) (y

y)
2
z
i

F(z
i
) S(z
i
) |F(z
i
) S(z
i
)|
1. Dwi Yoga Aji Nugroho 40 -34,303 1176,696 -2,29 0,0101 0,0606 0,0505
2.
Tejo Suminar
40 -34,303 1176,696 -2,29 0,0101 0,0606 0,0505
3.
Ana Dwi Astutik
41 -33,303 1109,090 -2,23 0,0129 0,0909 0,0780
4. Setyaningsih 58 -16,303 265,788 -1,09 0,1379 0,1212 0,0167
5.
Dewa Adi Pranata Nurdiawan
60 -14,303 204,576 -0,96 0,1685 0,1818 0,0133
6.
Vanny Ayu Lestari
60 -14,303 204,576 -0,96 0,1685 0,1818 0,0133
7.
Mukhammad Fiky Ramadhan
63 -11,303 127,758 -0,76 0,2236 0,2121 0,0115
8. Edelweis Agusta Octavia 64 -10,303 106,152 -0,69 0,2451 0,2727 0,0276
9.
Ferri Yuliyanto
64 -10,303 106,152 -0,69 0,2451 0,2727 0,0276
10.
Muhamad Faizal Ardha
65 -9,303 86,546 -0,62 0,2676 0,3030 0,0354
11.
Isna Nikmatul Fauziah
69 -5,303 28,122 -0,35 0,3632 0,3333 0,0299
12.
Kaviga Agustin
76 1,697 2,880 0,11 0,5438 0,4242 0,1196
13.
Khalimatus Sadiyah
76 1,697 2,880 0,11 0,5438 0,4242 0,1196
14.
Putri Dewi Ayu Lestari
76 1,697 2,880 0,11 0,5438 0,4242 0,1196
15. Fahrur Rozi 77 2,697 7,274 0,18 0,5714 0,4848 0,0866
16.
Yeni Indah Maulina
77 2,697 7,274 0,18 0,5714 0,4848 0,0866
17.
Delia Ennan Dinny
78 3,697 13,668 0,25 0,5987 0,5455 0,0532
18.
Gilang Ahsanal Fikri
78 3,697 13,668 0,25 0,5987 0,5455 0,0532
19. Deddy Daud Apriady Putra 79 4,697 22,062 0,31 0,6217 0,6061 0,0156
20.
J oko Adi Sasono
79 4,697 22,062 0,31 0,6217 0,6061 0,0156
21.
Indah Amalia
80 5,697 32,456 0,38 0,6480 0,6364 0,0116
22.
Bambang Rusmanto
81 6,697 44,850 0,45 0,6736 0,6970 0,0234
23.
Kisti Wulandari
81 6,697 44,850 0,45 0,6736 0,6970 0,0234
24.
Ahmad Khabib
83 8,697 75,638 0,58 0,7190 0,7273 0,0083
25.
Aprilia Permatasari
84 9,697 94,032 0,65 0,7422 0,7879 0,0457
26. Dodi Novean 84 9,697 94,032 0,65 0,7422 0,7879 0,0457
27.
Dilla Saputri
86 11,697 136,820 0,78 0,7823 0,8182 0,0359
28.
Sapto Faris Novianto
88 13,697 187,608 0,92 0,8212 0,8485 0,0273
29.
Reza Sabila Robbi
89 14,697 216,002 0,98 0,8365 0,8788 0,0423
30. Mila Paramita 93 18,697 349,578 1,25 0,8944 0,9091 0,0147
31.
Fendi Khoirudin
94 19,697 387,972 1,32 0,9066 0,9697 0,0631
32.
Muhammad Muhlisin
94 19,697 387,972 1,32 0,9066 0,9697 0,0631
33. Dwi Prastiwi Inawati 95 20,697 428,366 1,38 0,9162 1,0000 0,0838
2452

7166,970
Rata-rata 74,303
S
2
223,968
S 14,966
L
0
0,1196
L 0,1542



1) Mencari z
i
, berdasarkan tabel diatas dengan rumus z

i
-
s
.
Contoh:
Untui i =1, maka z
1
dapat dicari:
z
1
=
y
1
y
s
=
40 74,303
14,966
=2,29
2) Menghitung F(z
i
) dengan menggunakan tabel distribusi normal baku
pada lampiran 17.
Karena pada daftar distribusi normal baku tidak memuat harga z
i

negatif, maka dengan menggunakan sifat simetri untuk z
1
= 2,29
diperoleh luas dibawah lengkung normal standar adalah 0,4899 dan
F(z
1
) =0,5 0,4899 =0,0101.
3) Menghitung porposi S(z
i
)
Contoh:
Untuk i =1
S(z
I
) =
banyaknya z
1
,z
2
,z
3
,,z
n
z
I
n

S(z
1
) =
2
33
=0,0606
4) Menghitung selisih F(z
i
) S(z
i
) dan menentukan harga mutlaknya.
Contoh:
|F(z
1
) S(z
1
)| =0,0101 0,0606 =0,0505
5) Menentukan L
0
dengan cara mengambil harga mutlak terbesar di
antara harga-harga multak selisih tersebut, diperoleh L
0
=0,1196.
6) Membandingkan L
0
dengan L
tabel
pada taraf signifikan 5%.
Dari tabel lilliefors pada lampiran 18, dengan =5% dan n =33
diperoleh I =
0,886
33
=0,1542.
5. Analisis
J adi, L
0
<L atau 0,1196 <0,1542.
6. Kesimpulan
Karena L
0
<L atau 0,1196 <0,1542. Maka H
0
diterima. J adi, sampel nilai post
test dari populasi berdistribusi normal.



PERHITUNGAN MANUAL UJI HOMOGENITAS
NILAI PRE TEST KELAS VII A DAN VII E

1. Rumusan Hipotesis
E
0
s
1
2
=s
2
2

E
u
s
1
2
s
2
2

E
0
: Varians nilai Pre Test kelas VII A dan nilai Pre Test kelas VII E SMP N 2
Mranggen homogen/sama.
E
u
: Varians nilai Pre Test kelas VII A dan nilai Pre Test kelas VII E SMP N 2
Mranggen tidak homogen/berbeda.
2. Uji Statistik yang Digunakan
Uji F (Varians terbesar dibandingkan dengan varians terkecil) dengan taraf
signifikan 5%.
3. Kriteria
a. J ika F
htung
<F
tubcI
, maka H
0
diterima (homogen).


b. J ika F
htung
F
tubcI
, maka H
0
ditolak (tidak homogen).
4. Perhitungan
a. Untuk mencari F
hitung
menggunakan rumus:
F =
Varians Terbesar
Varians Terkecil

b. Untuk menghitung varians (S
2
) pada nilai pre test menggunakan rumus:
S
2
=
(x

x )
2
n 1

Varians (S
2
) pada nilai pre test dapat dicari menggunakan bantuan tabel
penolong dibawah, didapat sebagai berikut.
Varians (S
2
) nilai Pre Test kelas VII A =256,405
Varian (S
2
) nilai Pre Test kelas VII E =146,205
Sehingga, diperoleh:
F =
Varians Terbesar
Varians Terkecil
=
256,405
146,205
=1,754
J adi, nilai F
hitung
=1,754.

Lampiran 15e



Tabel Penolong Uji Homogenitas Pre Test (Kelas VII A Dan VII E)
No.
Nilai Pre Test
VII A (x
1
)
Nilai Pre Test
VII E (x
2
)
(x
1
x
1
) (x
2
x
2
) (x
1
x
1
)
2
(x
2
x
2
)
2

1 27 70 -22,700 19,730 515,290 389,273
2 73 34 23,300 -16,270 542,890 264,713
3 45 61 -4,700 10,730 22,090 115,133
4 61 50 11,300 -0,270 127,690 0,073
5 30 42 -19,700 -8,270 388,090 68,393
6 45 50 -4,700 -0,270 22,090 0,073
7 50 48 0,300 -2,270 0,090 5,153
8 62 50 12,300 -0,270 151,290 0,073
9 74 52 24,300 1,730 590,490 2,993
10 36 61 -13,700 10,730 187,690 115,133
11 42 37 -7,700 -13,270 59,290 176,093
12 61 37 11,300 -13,270 127,690 176,093
13 45 42 -4,700 -8,270 22,090 68,393
14 60 62 10,300 11,730 106,090 137,593
15 56 48 6,300 -2,270 39,690 5,153
16 23 48 -26,700 -2,270 712,890 5,153
17 24 56 -25,700 5,730 660,490 32,833
18 46 52 -3,700 1,730 13,690 2,993
19 44 70 -5,700 19,730 32,490 389,273
20 71 56 21,300 5,730 453,690 32,833
21 56 56 6,300 5,730 39,690 32,833
22 30 47 -19,700 -3,270 388,090 10,693
23 62 23 12,300 -27,270 151,290 743,653
24 50 61 0,300 10,730 0,090 115,133
25 70 77 20,300 26,730 412,090 714,493
26 24 62 -25,700 11,730 660,490 137,593
27 44 50 -5,700 -0,270 32,490 0,073
28 73 36 23,300 -14,270 542,890 203,633
29 75 36 25,300 -14,270 640,090 203,633
30 50 56 0,300 5,730 0,090 32,833
31 36 30 -13,700 -20,270 187,690 410,873
32 61 56 11,300 5,730 127,690 32,833
33 34 43 -15,700 -7,270 246,490 52,853
1640 1659 8204,970 4678,546
x 49,697 50,273
S
2
(x
1
) 256,405
S
2
(x
2
) 146,205
F
hitung
1,754
F
tabel
1,808



5. Analisis
Diketahui F
hitung
=1,754 dan F
tabel
dengan dk pembilang n 1 =33 1 =32,
dk penyebut n 1 =33 1 =32 dengan taraf signifikan 5%. Tetapi dengan
melihat daftar tabel F pada lampiran 19 tidak diperoleh nilai, sehingga perlu
dilakukan interpolasi dengan cara berikut ini.
dk
pembilang
F
tebel

30 1,82
32 X ?
40 1,76
Untuk menentukan nilai X dengan perhitungan sebagai berikut:
1,82 X
1,82 1,76
=
30 32
30 40

1,82 X
0,06
=
2
10

18,2+10X = 0,12
10X =18,08
X =1,808
J adi, nilai F
tabel
adalah 1,808.
6. Kesimpulan
Karena F
hitung
=1,754 F
tabel
=1,808. Maka H
0
diterima dan H
a
ditolak.
Sehingga varians nilai Pre Test kelas VII A dan nilai Pre Test kelas VII E
SMP N 2 Mranggen homogen/sama.












PERHITUNGAN MANUAL UJI HOMOGENITAS
NILAI POST TEST KELAS VII A DAN VII E

1. Rumusan Hipotesis
E
0
s
1
2
=s
2
2

E
u
s
1
2
s
2
2

E
0
: Varians nilai Post Test kelas VII A dan nilai Post Test kelas VII E SMP N
2 Mranggen homogen/sama.
E
u
: Varians nilai Post Test kelas VII A dan nilai Post Test kelas VII E SMP N
2 Mranggen tidak homogen/berbeda.
2. Uji Statistik yang Digunakan
Uji F (Varians terbesar dibandingkan dengan varians terkecil) dengan taraf
signifikan 5%.
3. Kriteria
c. J ika F
htung
<F
tubcI
, maka H
0
diterima (homogen).


d. J ika F
htung
F
tubcI
, maka H
0
ditolak (tidak homogen).
4. Perhitungan
c. Untuk mencari F
hitung
menggunakan rumus:
F =
Varians Terbesar
Varians Terkecil

d. Untuk menghitung varians (S
2
) pada nilai post test menggunakan rumus:
S
2
=
(y

y)
2
n 1

Varians (S
2
) pada nilai post test dapat dicari menggunakan bantuan tabel
penolong dibawah, didapat sebagai berikut.
Varians (S
2
) nilai Post Test kelas VII A =177,871
Varian (S
2
) nilai Post Test kelas VII E =223,968
Sehingga, diperoleh:
F =
Varians Terbesar
Varians Terkecil
=
223,968
177,871
=1,259
J adi, nilai F
hitung
=1,259
Lampiran 15f



Tabel Penolong Uji Homogenitas Post Test (Kelas VII A Dan VII E)
No.
Nilai Post Test
VII A (y
1
)
Nilai Post Test
VII E (y
2
)
(y
1
y
1
) (y
2
y
2
) (y
1
y
1
)
2
(y
2
y
2
)
2

1 58 83 -21,394 8,697 457,703 75,638
2 79 41 -0,394 -33,303 0,155 1109,090
3 79 84 -0,394 9,697 0,155 94,032
4 82 81 2,606 6,697 6,791 44,850
5 78 79 -1,394 4,697 1,943 22,062
6 76 78 -3,394 3,697 11,519 13,668
7 84 60 4,606 -14,303 21,215 204,576
8 78 86 -1,394 11,697 1,943 136,820
9 91 84 11,606 9,697 134,699 94,032
10 50 95 -29,394 20,697 864,007 428,366
11 95 40 15,606 -34,303 243,547 1176,696
12 100 64 20,606 -10,303 424,607 106,152
13 84 77 4,606 2,697 21,215 7,274
14 84 94 4,606 19,697 21,215 387,972
15 86 64 6,606 -10,303 43,639 106,152
16 76 78 -3,394 3,697 11,519 13,668
17 72 80 -7,394 5,697 54,671 32,456
18 83 69 3,606 -5,303 13,003 28,122
19 56 79 -23,394 4,697 547,279 22,062
20 91 76 11,606 1,697 134,699 2,880
21 77 76 -2,394 1,697 5,731 2,880
22 76 81 -3,394 6,697 11,519 44,850
23 95 63 15,606 -11,303 243,547 127,758
24 71 65 -8,394 -9,303 70,459 86,546
25 77 93 -2,394 18,697 5,731 349,578
26 64 94 -15,394 19,697 236,975 387,972
27 89 76 9,606 1,697 92,275 2,880
28 91 89 11,606 14,697 134,699 216,002
29 100 88 20,606 13,697 424,607 187,608
30 88 58 8,606 -16,303 74,063 265,788
31 50 40 -29,394 -34,303 864,007 1176,696
32 96 60 16,606 -14,303 275,759 204,576
33 64 77 -15,394 2,697 236,975 7,274
2620 2452 5691,879 7166,970
y 79,394 74,303
S
2
(y
1
) 177,871
S
2
(y
2
) 223,968
F
hitung
1,259
F
tabel
1,808



5. Analisis
Diketahui F
hitung
=1,259 dan F
tabel
dengan dk pembilang n 1 =33 1 =32,
dk penyebut n 1 =33 1 =32 dengan taraf signifikan 5%. Tetapi dengan
melihat daftar tabel F pada lampiran 19 tidak diperoleh nilai, sehingga perlu
dilakukan interpolasi dengan cara berikut ini.
dk
pembilang
F
tebel

30 1,82
32 X ?
40 1,76
Untuk menentukan nilai X dengan perhitungan sebagai berikut:
1,82 X
1,82 1,76
=
30 32
30 40

1,82 X
0,06
=
2
10

18,2+10X = 0,12
10X =18,08
X =1,808
J adi, nilai F
tabel
adalah 1,808.
6. Kesimpulan
Karena F
hitung
=1,259 F
tabel
=1,808. Maka H
0
diterima dan H
a
ditolak.
Sehingga varians nilai Post Test kelas VII A dan nilai Post Test kelas VII E
SMP N 2 Mranggen homogen/sama.












PERHITUNGAN MANUAL UJI t BERPASANGAN
KELAS VII A DAN VII E

1. Hipotesis
E
0
p
1
=p
2
E
1
p
1
>p
2

E
0
: Selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas eksperimen sama dengan
selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas kontrol.
E
1
: Selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas eksperimen lebih baik
daripada selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas kontrol.
2. Uji Statistik yang Digunakan
Uji t berpasangan (satu pihak) dengan taraf signifikan 5%.
3. Kriteria
a. H
0
diterima jika t
hitung
t
(1-u),(db=n
1
+n
2
-2)
b. H
0
ditolak jika t
hitung
>t
(1-u),(db=n
1
+n
2
-2)
4. Perhitungan
Untuk mencari t
hitung
menggunakan rumus:
t =
X

1
X

2
_
(n
1
1)s
1
2
+(n
2
1)s
2
2
n
1
+n
2
2
[
1
n
1
+
1
n
2


Dimana: X

1
, X

2
, s
1
2
dan s
2
2
dapat dicari menggunakan bantuan tabel penolong
dibawah ini.








Lampiran 15g



Tabel Penolong Uji t Berpasangan Kelas VII A VII E
No.
Kelas Eksperimen Kelas Kontrol
X
1
X
2
X
1
X
2
X
1
2
X
2
2
Pre Test Post Test Pre Test Post Test
1 27 58 70 83 31 13 18 961 169
2 73 79 34 41 6 7 1 36 49
3 45 79 61 84 34 23 11 1156 529
4 61 82 50 81 21 31 10 441 961
5 30 78 42 79 48 37 11 2304 1369
6 45 76 50 78 31 28 3 961 784
7 50 84 48 60 34 12 22 1156 144
8 62 78 50 86 16 36 20 256 1296
9 74 91 52 84 17 32 15 289 1024
10 36 50 61 95 14 34 20 196 1156
11 42 95 37 40 53 3 50 2809 9
12 61 100 37 64 39 27 12 1521 729
13 45 84 42 77 39 35 4 1521 1225
14 60 84 62 94 24 32 8 576 1024
15 56 86 48 64 30 16 14 900 256
16 23 76 48 78 53 30 23 2809 900
17 24 72 56 80 48 24 24 2304 576
18 46 83 52 69 37 17 20 1369 289
19 44 56 70 79 12 9 3 144 81
20 71 91 56 76 20 20 0 400 400
21 56 77 56 76 21 20 1 441 400
22 30 76 47 81 46 34 12 2116 1156
23 62 95 23 63 33 40 7 1089 1600
24 50 71 61 65 21 4 17 441 16
25 70 77 77 93 7 16 9 49 256
26 24 64 62 94 40 32 8 1600 1024
27 44 89 50 76 45 26 19 2025 676
28 73 91 36 89 18 53 35 324 2809
29 75 100 36 88 25 52 27 625 2704
30 50 88 56 58 38 2 36 1444 4
31 36 50 30 40 14 10 4 196 100
32 61 96 56 60 35 4 31 1225 16
33 34 64 43 77 30 34 4 900 1156
1640 2620 1659 2452 980 793 187 34584 24887
X

49,697 79,394 50,273 74,303 29,697 24,030 5,667


s
1
2
171,280
s
2
2
182,218
T
hitung
1,731
T
tabel
1,669
Keterangan:
X
1
=Selisih pretest posttest kelas eksperimen.
X
2
=Selisih pretest posttest kelas kontrol.
X
1
X
2
=Selisih hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol.




Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa:
X
1
=980 maka X

1
=29,697
X
2
=793 maka X

2
=24,030
X
1
2
=34584
X
2
2
=24887
S
1
2
=
n
1
X
1
2
(X
1
)
2
n
1
(n
1
1)

=
3334584(980)
2
33(33 1)

=
1141272960400
3332

=
180872
1056

=171,280
S
2
2
=
n
2
X
2
2
(X
2
)
2
n
2
(n
2
1)

=
3324887(793)
2
33(33 1)

=
821271 628849
1056

=
192422
1056

=182,218



t =
X

1
X

2
_
(n
1
1)s
1
2
+(n
2
1)s
2
2
n
1
+n
2
2
[
1
n
1
+
1
n
2


t =
29,697 24,030
_
(331) 171,280+(331) 182,218
33+33 2
[
1
33
+
1
33


t =
5,667
_
5480,960+5830,976
64
[
2
33


t =
5,667
_
11311,936
64
[
2
33


t =
5,667
10,712

t =
5,667
3,273

t = 1,731
J adi, nilai t
hitung
adalah 1,731.
5. Analisis
Diketahui t
hitung
=1,731 dengan n
1
=n
2
=33 dan taraf signifikan 5% dengan
derajat kebebasan n
1
+n
2
2 =33 +33 2 =64. Dengan melihat lampiran 20
tidak diperoleh nilai, sehingga perlu dilakukan interpolasi dengan cara berikut.
n t
tabel

60 1,67
64 X ?
120 1,66
Untuk menentukan nilai X dengan perhitungan sebagai berikut:
1,67 X
1,67 1,66
=
6064
60120

1,67 X
0,01
=
4
60

100,2+60X = 0,04
60X =100,16
X =1,669



J adi, nila t
tabel
adalah t
(1-u),(db=n
1
+n
2
-2)
=t
(0,95),(64)
=1,669.
6. Kesimpulan
Karena t
hitung
=1,731 >t
(0,95),(64)
=1,669. Maka H
0
ditolak dan H
1
diterima.
Sehingga selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas eksperimen lebih
baik daripada selisih hasil belajar (pretest-posttest) siswa kelas kontrol.
Dengan kata lain penggunaan bahan ajar modul matematika berbasis
pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah secara signifikan efektif
digunakan dalam proses pembelajaran.


























NILAI-NILAI r PRODUCT MOMENT

N
Taraf Signifikan
N
Taraf Signifikan
N
Taraf Signifikan
5% 1% 5% 1% 5% 1%
3 0,997 0,999 27 0,381 0,487 55 0,266 0,345
4 0,950 0,990 28 0,374 0,478 60 0,254 0,330
5 0,878 0,959 29 0,367 0,470 65 0,244 0,317

6 0,811 0,917 30 0,361 0,463 70 0,235 0,306
7 0,754 0,874 31 0,355 0,456 75 0,227 0,296
8 0,707 0,834 32 0,349 0,449 80 0,220 0,286

9 0,666 0,798 33 0,344 0,442 85 0,213 0,278
10 0,632 0,765 34 0,339 0,436 90 0,207 0,270
11 0,602 0,735 35 0,334 0,430 95 0,202 0,263

12 0,576 0,708 36 0,329 0,424 100 0,195 0,256
13 0,553 0,684 37 0,325 0,418 125 0,176 0,230
14 0,532 0,661 38 0,320 0,413 150 0,159 0,210

15 0,514 0,641 39 0,316 0,408 175 0,148 0,194
16 0,497 0,623 40 0,312 0,403 200 0,138 0,181
17 0,482 0,606 41 0,308 0,398 300 0,113 0,148

18 0,468 0,590 42 0,304 0,393 400 0,098 0,128
19 0,456 0,575 43 0,301 0,389 500 0,088 0,115
20 0,444 0,561 44 0,297 0,384 600 0,080 0,105

21 0,433 0,549 45 0,294 0,380 700 0,074 0,097
22 0,423 0,537 46 0,291 0,376 800 0,070 0,091
23 0,413 0,526 47 0,288 0,372 900 0,065 0,086
24 0,404 0,515 48 0,284 0,368 1000 0,062 0,081
25 0,396 0,505 49 0,281 0,364
26 0,388 0,496 50 0,279 0,361
Sumber: Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.


Lampiran 16






z 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
0,0
0,1
0,2
0,3
0,4

0,5
0,6
0,7
0,8
0,9

1,0
1,1
1,2
1,3
1,4

1,5
1,6
1,7
1,8
1,9

2,0
2,1
2,2
2,3
2,4

2,5
2,6
2,7
2,8
2,9

3,0
3,1
3,2
3,3
3,4

3,5
3,6
3,7
3,8
3,9
0000
0398
0793
1179
1554

1915
2258
2580
2881
3159

3413
3643
3849
4032
4192

4332
4452
4554
4641
4713

4772
4821
4861
4898
4918

4938
4953
4965
4074
4981

4987
4990
4993
4995
4997

4998
4998
4999
4999
5000
0040
0438
0832
1217
1591

1950
2291
2612
2910
3186

3438
3665
3869
4049
4207

4345
4463
4564
4649
4719

4778
4826
4864
4896
4920

4940
4955
4966
4975
4982

4987
4991
4993
4995
4997

4998
4998
4999
4999
5000
0080
0478
0871
1255
1628

1985
2324
2642
2939
3212

3461
3686
3888
4066
4222

4357
4474
4573
4656
4726

4783
4830
4868
4898
4922

4941
4956
4967
4976
4982

4987
4991
4994
4995
4997

4998
4999
4999
4999
5000
0120
0517
0910
1293
1664

2019
2357
2673
2967
3238

3485
3708
3907
4082
4236

4370
4484
4582
4664
4732

4788
4834
4871
4901
4025

4043
4957
4968
4977
4083

4988
4991
4994
4996
4997

4998
4998
4999
4999
5000
0160
0557
0948
1331
1700

2054
2389
2703
2995
3264

3508
3729
3925
4099
4251

4382
4495
4591
4671
4738

4793
4838
4875
4004
4927

4945
4959
4969
4977
4984

4988
4992
4994
4996
4997

4998
4998
4999
4999
5000
0199
0596
0987
1368
1736

2088
2422
2734
3023
3289

3531
3749
3944
4115
4265

4394
4505
4599
4678
4744

4798
4842
4878
4906
4929

4946
4960
4970
4987
4984

4989
4992
4994
4996
4997

4998
4998
4999
4999
5000
0239
0636
1026
1406
1772

2123
2454
2764
3051
3315

3554
3770
3962
4131
4279

4406
4515
4608
4686
4750

4808
4846
4881
4909
4931

4948
4961
4971
4979
4985

4989
4992
4994
4996
4997

4998
4998
4999
4999
5000
0279
0675
1064
1443
1808

2157
2486
2794
3078
3340

3577
3790
3980
4147
4292

4419
4525
4616
4693
4756

4808
4850
4884
4911
4932

4949
4962
4972
4979
4985

4989
4992
4994
4996
4997

4998
4998
4999
4999
5000
0319
0714
1103
1480
1844

2190
2517
2823
3106
3365

3599
3810
3997
4162
4306

4429
4535
4625
4699
4761

4812
4854
4887
4913
4934

4951
4963
4973
4980
4986

4990
4993
4995
4997
4997

4998
4998
4999
4999
5000
0359
0753
1141
1517
1879

2224
2549
2852
3133
3389

3621
3830
4015
4177
4319

4441
4545
4633
4706
4767

4817
4857
4890
4916
4936

4952
4964
4974
4981
4986

4990
4993
4995
4997
4998

4998
4998
4999
4999
5000
Sumber: Sudjana. 2005. Metode Statistik (Halaman 490). Bandung: Tarsito.
Lampiran 17
LUAS DIBAWAH LENGKUNGAN NORMAL STANDAR Dari 0 ke z
(Bilangan dalam badan daftar menyatakan desimal)
z
0



NILAI KRITIS L UNTUK UJI LILLIEFORS

Ukuran
Sampel
Taraf Nyata ()
0,01 0,05 0,10 0,15 0,20
n = 4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
25
30
n >30
0,417
0,405
0,364
0,348
0,331
0,311
0,294
0,284
0,275
0,268
0,261
0,257
0,250
0,245
0,239
0,235
0,231
0,200
0,187
0,031
n

0,381
0,337
0,319
0,300
0,285
0,271
0,258
0,249
0,242
0,234
0,227
0,220
0,213
0,206
0,200
0,195
0,190
0,173
0,161
0,886
n

0,352
0,315
0,294
0,276
0,261
0,249
0,239
0,230
0,223
0,214
0,207
0,201
0,195
0,289
0,184
0,179
0,174
0,158
0,144
0,805
n

0,319
0,299
0,277
0,258
0,244
0,233
0,224
0,217
0,212
0,202
0,194
0,187
0,182
0,177
0,173
0,169
0,166
0,147
0,136
0,768
n

0,300
0,285
0,265
0,247
0,233
0,223
0,215
0,206
0,199
0,190
0,183
0,177
0,173
0,169
0,166
0,163
0,160
0,142
0,131
0,736
n

Sumber: Sudjana. 2005. Metode Statistik (Halaman 467). Bandung: Tarsito.

Lampiran 18







v
2
= dk
penyebut
v
1
= dk pembilang
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 16 20 24 30 40 50 75 100 200 500
1


2


3


4


5


6


7
161
4,052

18,51
98,49

10,13
34,12

7,71
21,20

6,61
16,26

5,99
13,74

5,59
12,25
200
4,999

19,00
99,01

9,55
30,81

6,94
18,00

5,79
13,27

5,14
10,92

4,74
9,55
216
5,403

19,16
99,17

9,28
29,46

6,59
16,69

5,41
12,06

4,76
9,76

4,35
8,45
225
5,625

19,25
99,25

9,12
26,71

6,39
15,96

5,19
11,39

4,53
9,15

4,12
7,85
230
5,764

19,30
99,30

9,01
26,24

6,26
15,52

5,05
10,97

4,39
8,75

3,97
7,46
234
5,859

19,33
99,33

8,94
27,91

6,16
15,21

4,95
10,67

4,28
8,47

3,87
7,19
237
5,928

19,36
99,34

8,86
27,67

6,09
14,98

4,68
10,45

4,21
8,26

3,79
7,00
239
5,981

19,37
99,38

8,84
27,49

6,04
14,80

4,82
10,27

4,15
8,10

3,73
6,84
241
6,022

19,38
99,38

8,81
27,34

6,00
14,66

4,78
10,15

4,10
7,98

3,68
6,71
242
6,056

19,39
99,40

8,78
27,23

5,98
14,54

4,74
10,05

4,06
7,67

3,63
6,62
243
6,082

19,40
99,41

8,76
27,13

5,93
14,45

4,70
9,96

4,03
7,79

3,60
6,54
244
6,106

19,41
99,42

8,74
27,05

5,91
14,37

4,68
9,89

4,00
7,72

3,57
6,47
245
6,142

19,42
99,43

8,71
26,92

5,87
14,24

4,64
9,77

3,96
7,60

3,52
6,35
246
6,169

19,43
99,44

8,69
26,83

5,84
14,15

4,60
9,63

3,92
7,52

3,49
6,27
248
6,208

19,44
99,45

8,66
26,69

5,80
14,02

4,56
9,55

3,67
7,39

3,44
6,15
249
6,234

19,45
99,46

8,64
26,60

5,77
13,93

4,53
9,47

3,84
7,31

3,41
6,07
250
6,258

19,46
99,47

8,62
26,50

5,74
13,83

4,50
9,38

3,81
7,23

3,38
5,98
251
6,286

19,47
99,48

8,60
26,41

5,71
13,74

4,46
9,29

3,77
7,14

3,34
5,90
252
6,302

19,47
99,48

8,58
26,30

5,70
13,69

4,44
9,24

3,75
7,09

3,32
5,85
253
6,223

19,48
99,49

8,57
26,27

5,68
13,61

4,42
9,17

3,72
7,02

3,29
5,78
253
6,334

19,49
99,49

8,56
26,23

5,66
13,57

4,40
9,13

3,71
6,99

3,28
5,75
254
6,352

19,49
99,49

8,54
26,18

5,65
13,52

4,38
9,07

3,69
6,94

3,25
5,70
254
6,361

19,50
99,50

8,54
26,14

5,64
13,48

4,37
9,04

3,68
6,90

3,24
5,67
254
6,366

19,50
99,50

8,53
26,12

5,63
13,46

4,36
9,02

3,67
6,88

3,23
5,65
Nilai persentil
Untuk distribusi F
(Bilangan dalam Badan Daftar
Menyatakan Fp : Baris Atas Untuk
Lampiran 19
Fp





8


9


10

5,32
11,26

5,12
10,58

4,96
10,04

4,46
8,65

4,26
8,02

4,10
7,56


4,07
7,59

3,66
6,99

3,71
6,55

3,64
7,01

3,63
6,42

3,48
5,99

3,69
6,63

3,46
6,06

3,33
5,64

3,58
6,37

3,37
5,80

3,22
5,39

3,50
6,19

3,29
5,62

3,14
5,21

3,44
6,03

3,23
5,47

3,07
5,06

3,39
5,91

3,16
5,35

3,02
4,95

3,34
5,82

3,13
5,26

2,97
4,85

3,31
5,74

3,10
5,18

2,94
4,76

3,28
5,67

3,07
5,11

2,91
4,71

3,23
5,58

3,02
5,00

2,86
4,60

3,20
5,48

2,96
4,92

2,82
4,52

3,15
5,36

2,93
4,80

2,77
4,41

3,12
5,28

2,90
4,73

2,74
4,33

3,08
5,20

2,86
4,64

2,70
4,25

3,05
5,11

2,82
4,56

2,67
4,17

3,03
5,06

2,80
4,51

2,64
4,12

3,00
5,00

2,77
4,45

2,61
4,05

2,98
4,98

2,78
4,41

2,59
4,01

2,96
4,91

2,73
4,36

2,56
3,96

2,94
4,88

2,72
4,33

2,55
3,93

2,93
4,86

2,71
4,31

2,54
3,91




v
2
= dk
penyebut
v
1
= dk pembilang
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 16 20 24 30 40 50 75 100 200 500

11


12


13


14


15


16


17


18


19
4,84
9,65

4,75
9,33

4,67
9,07

4,60
8,86

4,54
8,68

4,49
8,53

4,45
8,40

4,41
8,28

4,38
3,98
7,20

3,88
6,93

3,80
6,70

3,74
6,51

3,68
6,36

3,63
6,23

3,69
6,11

3,55
6,01

3,52
3,59
6,22

3,49
5,95

3,41
5,74

3,34
5,56

3,29
5,42

3,24
5,29

3,20
5,18

3,16
5,09

3,13
3,36
5,67

3,26
5,41

3,18
5,20

3,11
5,03

3,06
4,89

3,01
4,77

2,96
4,67

2,93
4,58

2,90
3,20
5,32

3,11
5,06

3,02
4,86

2,96
4,69

2,90
4,56

2,85
4,44

2,81
4,34

2,77
4,25

2,74
3,09
5,07

3,00
4,82

2,92
4,62

2,85
4,46

2,79
4,32

2,74
4,20

2,70
4,10

2,66
4,01

2,63
3,01
4,88

2,92
4,65

2,84
4,44

2,77
4,28

2,70
4,14

2,66
4,03

2,62
3,93

2,58
3,85

2,55
2,95
4,74

2,85
4,50

2,77
4,30

2,70
4,14

2,64
4,00

2,59
3,89

2,55
3,79

2,51
3,71

2,48
2,90
4,63

2,80
4,39

2,72
4,19

2,65
4,03

2,59
3,89

2,54
3,78

2,50
3,68

2,46
3,60

2,43
2,86
4,54

2,76
4,30

2,67
4,10

2,60
3,94

2,55
3,80

2,49
3,69

2,45
3,59

2,41
3,51

2,38
2,82
4,46

2,72
4,22

2,63
4,02

2,56
3,86

2,51
3,73

2,45
3,61

2,41
3,52

2,37
3,44

2,34
2,79
4,40

2,69
4,18

2,60
3,96

2,53
3,80

2,48
3,67

2,42
3,55

2,38
3,45

2,34
3,37

2,31
2,74
4,29

2,64
4,05

2,55
3,85

2,48
3,70

2,43
3,58

2,37
3,45

2,33
3,35

2,29
3,27

2,26
2,70
4,21

2,60
3,98

2,51
3,78

2,44
3,62

2,39
3,48

2,33
3,37

2,29
3,27

2,25
3,19

2,21
2,65
4,10

2,54
3,86

2,46
3,67

2,39
3,51

2,33
3,36

2,28
3,25

2,23
3,16

2,19
3,07

2,15
2,61
4,02

2,50
3,78

2,42
3,59

2,35
3,43

2,29
3,29

2,24
3,18

2,19
3,08

2,15
3,00

2,11
2,57
3,94

2,46
3,70

2,38
3,51

2,31
3,34

2,25
3,20

2,20
3,10

2,15
3,00

2,11
2,91

2,07
2,53
3,86

2,42
3,61

2,34
3,42

2,27
3,26

2,21
3,12

2,16
3,01

2,11
2,92

2,07
2,83

2,02
2,50
3,80

2,40
3,56

2,32
3,37

2,24
3,21

2,18
3,07

2,13
2,96

2,08
2,86

2,04
2,78

2,00
2,47
3,74

2,36
3,49

2,28
3,30

2,21
3,14

2,15
3,00

2,08
2,89

2,04
2,79

2,00
2,71

1,96
2,45
3,70

2,35
3,46

2,26
3,27

2,19
3,11

2,12
2,97

2,07
2,86

2,02
2,76

1,98
2,68

1,94
2,42
3,66

2,32
3,41

2,24
3,21

2,16
3,06

2,10
2,92

2,04
2,80

1,99
2,70

1,95
2,62

1,91
2,41
3,62

2,31
3,38

2,22
3,18

2,14
3,02

2,08
2,89

2,02
2,77

1,97
2,67

1,93
1,59

1,90
2,40
3,60

2,30
3,36

2,21
3,16

2,13
3,00

2,07
2,87

2,01
2,75

1,98
2,65

1,92
2,57

1,88





20


21


22


23
8,18

4,35
8,10

4,32
8,02

4,30
7,94

4,28
7,88
5,93

3,49
5,85

3,47
5,78

3,44
5,72

3,42
5,66
5,01

3,10
4,94

3,07
4,67

3,05
4,82

3,03
4,76
4,50

2,87
4,43

2,84
4,37

2,82
4,31

2,80
4,26
4,17

2,71
4,10

2,68
4,04

2,66
3,99

2,64
3,94
3,94

2,60
3,87

2,57
3,81

2,55
3,76

2,53
3,71
3,77

2,52
3,71

2,49
3,65

2,47
3,59

2,45
3,54
3,63

2,45
3,56

2,42
3,51

2,40
3,45

2,38
3,41
3,52

2,40
3,45

2,37
3,40

2,35
3,35

2,32
3,30
3,43

2,35
3,37

2,32
3,31

2,30
3,26

2,28
3,21
3,36

2,31
3,30

2,28
3,24

2,26
3,18

2,24
3,14
3,30

2,28
3,23

2,25
3,17

2,23
3,12

2,20
3,07
3,19

2,23
3,13

2,20
3,07

2,18
3,02

2,14
2,97
3,12

2,16
3,05

2,15
2,99

2,13
2,94

2,10
2,89
3,00

2,12
2,94

2,09
2,88

2,07
2,83

2,04
2,78
2,92

2,08
2,86

2,05
2,80

2,03
2,75

2,00
2,70
2,84

2,04
2,77

2,00
2,72

1,98
2,67

1,96
2,62
2,76

1,99
2,69

1,96
2,63

1,93
2,58

1,91
2,53
2,70

1,98
2,63

1,93
2,58

1,91
2,53

1,88
2,48
2,63

1,92
2,58

1,89
2,51

1,87
2,46

1,84
2,41
2,60

1,90
2,53

1,87
2,47

1,84
2,42

1,82
2,37
2,54

1,87
2,47

1,84
2,42

1,81
2,37

1,79
2,32
2,51

1,85
2,44

1,82
2,38

1,80
2,33

1,77
2,28
2,49

1,84
2,42

1,81
2,36

1,78
2,31

1,76
2,28





v
2
= dk
penyebut
v
1
= dk pembilang
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 16 20 24 30 40 50 75 100 200 500

24


25


26


27


28


29


30


32


34
4,26
7,82

4,24
7,77

4,22
7,72

4,21
7,68

4,20
7,64

4,18
7,60

4,17
7,56

4,15
7,50

4,13
3,40
5,61

3,38
5,57

3,37
5,53

3,35
5,49

3,34
5,45

3,33
5,52

3,32
5,39

3,30
5,34

3,28
3,01
4,72

2,99
4,68

2,89
4,64

2,96
4,60

2,95
4,57

2,98
4,64

2,92
4,51

2,00
4,46

2,88
2,78
4,22

2,76
4,18

2,74
4,14

2,73
4,11

2,71
4,07

2,70
4,04

2,69
4,02

2,67
3,97

2,65
2,62
3,90

2,60
3,86

2,59
3,82

2,57
3,79

2,56
3,76

2,54
3,73

2,53
3,70

2,51
3,66

2,49
2,51
3,67

2,49
3,63

2,47
3,59

2,46
3,56

2,44
3,53

2,43
3,50

2,42
3,47

2,40
3,42

2,38
2,43
3,50

2,41
3,46

2,39
3,42

2,37
3,39

2,36
3,36

2,35
3,33

2,34
3,30

2,32
3,25

2,30
2,36
3,36

2,34
3,32

2,32
3,29

2,30
3,26

2,29
3,23

2,28
3,20

2,27
3,17

2,25
3,12

2,23
2,30
3,25

2,28
3,21

2,27
3,17

2,25
3,14

2,24
3,11

2,22
3,08

2,21
3,06

2,19
3,01

2,17
2,26
3,17

2,24
3,13

2,22
3,09

2,20
3,06

2,19
3,03

2,18
3,00

2,16
2,98

2,14
2,94

2,12
2,22
3,09

2,20
3,05

2,18
3,02

2,16
2,98

2,15
2,95

2,14
2,92

2,12
2,90

2,10
2,86

2,06
2,18
3,03

2,16
2,99

2,15
2,96

2,13
2,93

2,12
2,90

2,10
2,87

2,09
2,84

2,07
2,80

2,05
2,13
2,93

2,11
2,89

2,10
2,86

2,08
2,83

2,06
2,80

2,05
2,77

2,04
2,74

2,02
2,70

2,00
2,09
2,85

2,06
2,81

2,05
2,77

2,03
2,74

2,02
2,71

2,00
2,68

1,99
2,66

1,97
2,62

1,95
2,02
2,74

2,00
2,70

1,99
2,66

1,97
2,63

1,96
2,60

1,94
2,57

1,93
2,55

1,91
2,51

1,89
1,98
2,66

1,96
2,62

1,95
2,58

1,93
2,55

1,91
2,52

1,90
2,49

1,89
2,47

1,86
2,42

1,84
1,94
2,58

1,92
2,54

1,90
2,50

1,88
2,47

1,87
2,44

1,85
2,41

1,84
2,38

1,82
2,34

1,80
1,89
2,49

1,87
2,45

1,85
2,41

1,84
2,38

1,81
2,35

1,80
2,32

1,78
2,28

1,76
2,25

1,74
1,86
2,44

1,84
2,40

1,82
2,36

1,80
2,33

1,78
2,30

1,77
2,27

1,78
2,24

1,74
2,20

1,71
1,82
2,36

1,80
2,32

1,78
2,28

1,76
2,25

1,75
2,22

1,73
2,19

1,72
2,16

1,69
2,12

1,67
1,80
2,33

1,77
2,29

1,76
2,25

1,74
2,21

1,72
2,18

1,71
2,15

1,69
2,13

1,67
2,08

1,64
1,76
2,27

1,74
2,23

1,72
2,19

1,71
2,16

1,69
2,13

1,68
2,10

1,66
2,07

1,64
2,02

1,61
1,74
2,23

1,72
2,19

1,70
2,15

1,68
2,12

1,67
2,09

1,65
2,08

1,64
2,03

1,61
1,96

1,59
1,73
2,21

1,71
2,17

1,69
2,13

1,67
2,10

1,65
2,06

1,64
2,03

1,62
2,01

1,59
1,98

1,57





36


38


40


42
7,44

4,11
7,38

4,10
7,35

4,08
7,31

4,07
7,87
5,29

3,26
5,25

3,25
5,21

3,23
5,18

3,22
5,15
4,42

2,80
4,38

2,85
4,34

2,84
4,31

2,83
4,29
3,93

2,63
3,89

2,62
3,86

2,61
3,83

2,59
3,80
3,61

2,48
3,58

2,46
3,54

2,45
3,51

2,44
3,49
3,38

2,36
3,35

2,35
3,32

2,34
3,29

2,32
3,26
3,21

2,28
3,16

2,26
3,15

2,25
3,12

2,24
3,10
3,08

2,21
3,04

2,19
3,02

2,18
2,99

2,17
2,96
2,97

2,15
2,94

2,14
2,91

2,12
2,88

2,11
2,86
2,89

2,10
2,86

2,09
2,82

2,07
2,80

2,06
2,77
2,82

2,06
2,78

2,05
2,75

2,04
2,73

1,99
2,70
2,76

2,03
2,72

2,02
2,69

2,00
2,66

1,94
2,61
2,68

1,89
2,62

1,96
2,59

1,95
2,58

1,89
2,54
2,58

1,93
2,54

1,92
2,51

1,90
2,49

1,82
2,46
2,47

1,87
2,43

1,85
2,40

1,84
2,37

1,78
2,35
2,38

1,82
2,35

1,80
2,32

1,79
2,29

1,73
2,25
2,30

1,78
2,26

1,76
2,22

1,74
2,20

1,68
2,17
2,21

1,72
2,17

1,71
2,14

1,69
2,11

1,64
2,08
2,15

1,69
2,12

1,67
2,08

1,68
2,05

1,60
2,02
2,08

1,65
2,04

1,63
2,00

1,61
1,97

1,57
1,94
2,04

1,62
2,00

1,60
1,97

1,59
1,94

1,51
1,91
1,98

1,59
1,94

1,57
1,90

1,55
1,88

1,54
1,85
1,94

1,56
1,90

1,54
1,86

1,53
1,84

1,51
1,80
1,91

1,55
1,87

1,53
1,84

1,51
1,81

1,49
1,78




v
2
= dk
penyebut
v
1
= dk pembilang
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 16 20 24 30 40 50 75 100 200 500

44


46


48


50


55


60


65


70


80
4,06
7,24

4,05
7,21

4,04
7,19

4,03
7,17

4,02
7,12

4,00
7,08

3,99
7,04

3,98
7,01

3,96
3,21
5,12

3,20
5,10

3,19
5,08

3,18
5,08

3,17
5,01

3,15
4,98

3,14
4,95

3,13
4,92

3,44
2,82
4,26

2,81
4,24

2,80
4,22

2,79
4,20

2,78
4,16

2,76
4,13

2,75
4,10

2,74
4,08

2,72
2,58
3,78

2,57
3,76

2,56
3,74

2,36
3,72

2,51
3,68

2,52
3,65

2,51
3,62

2,50
3,60

2,48
2,43
3,46

2,42
3,44

2,41
3,42

2,10
3,11

2,38
3,37

2,37
3,31

2,36
3,34

2,35
3,29

2,33
2,31
3,24

2,30
3,22

2,30
3,20

2,29
3,18

2,27
3,15

2,23
3,12

2,24
3,09

2,32
3,07

2,21
2,23
3,07

2,22
3,05

2,21
3,04

2,20
3,02

2,18
2,98

2,17
2,95

2,15
2,93

2,14
2,91

2,12
2,16
2,94

2,14
2,92

2,14
2,90

2,13
2,88

2,11
2,83

2,10
2,82

2,08
2,79

2,07
2,77

2,05
2,10
2,84

2,09
2,82

2,08
2,80

2,07
2,78

2,05
2,75

2,01
2,72

2,02
2,70

2,01
2,67

1,99
2,05
2,75

2,04
2,73

2,03
2,71

2,02
2,70

2,00
2,66

1,99
2,03

1,98
2,61

1,97
2,59

1,95
2,01
2,68

2,00
2,66

1,99
2,64

1,98
2,62

1,97
2,59

1,95
2,56

1,94
2,54

1,93
2,51

1,91
1,98
2,62

1,97
2,60

1,96
2,58

1,95
2,56

1,93
2,53

1,92
2,50

1,90
2,47

1,89
2,45

1,88
1,92
2,52

1,91
2,50

1,90
2,48

1,90
2,16

1,88
2,43

1,86
2,40

1,85
2,37

1,84
2,35

1,82
1,88
2,44

1,87
2,42

1,86
2,40

1,85
2,39

1,83
2,35

1,81
2,32

1,80
2,30

1,79
2,28

1,77
1,81
2,32

1,80
2,30

1,79
2,28

1,78
2,26

1,76
2,23

1,75
2,20

1,74
2,18

1,72
2,15

1,70
1,76
2,24

1,75
2,22

1,74
2,20

1,71
2,18

1,72
2,15

1,70
2,12

1,68
2,09

1,67
2,07

1,65
1,72
2,15

1,71
2,13

1,70
2,11

1,69
2,10

1,67
2,00

1,63
2,03

1,63
2,00

1,62
1,98

1,60
1,66
2,06

1,65
2,04

1,64
2,02

1,63
2,00

1,61
1,96

1,59
1,93

1,57
1,90

1,56
1,88

1,54
1,63
2,00

1,62
1,98

1,61
1,96

1,60
1,91

1,58
1,90

1,56
1,87

1,54
1,84

1,54
1,82

1,51
1,58
1,92

1,57
1,90

1,56
1,88

1,55
1,86

1,52
1,82

1,50
1,79

1,49
1,76

1,47
1,74

1,45
1,56
1,88

1,54
1,86

1,53
1,84

1,52
1,82

1,50
1,78

1,48
1,71

1,46
1,71

1,45
1,69

1,42
1,52
1,82

1,51
1,80

1,50
1,78

1,48
1,76

1,46
1,71

1,44
1,68

1,42
1,64

1,40
1,63

1,38
1,50
1,78

1,48
1,76

1,47
1,73

1,46
1,71

1,43
1,66

1,41
1,63

1,39
1,60

1,37
1,56

1,35
1,48
1,75

1,46
1,72

1,45
1,70

1,44
1,68

1,41
1,61

1,39
1,60

1,37
1,56

1,35
1,53

1,32





100


125


150


200
6,96

3,94
6,90

3,92
6,84

3,91
6,81

3,89
6,76
4,88

3,09
4,82

3,07
4,78

3,06
4,75

3,04
4,74
4,04

2,70
3,98

2,68
3,94

2,67
3,91

2,65
3,88
3,58

2,46
3,51

2,44
3,47

2,43
3,44

2,41
3,41
3,25

2,30
3,20

2,29
3,17

2,27
3,13

2,26
3,11
3,04

2,19
2,99

2,17
2,95

2,16
2,92

2,14
2,90
2,87

2,10
2,82

2,08
2,79

2,07
2,76

2,05
2,73
2,74

2,03
2,65

2,01
2,65

2,00
2,62

1,98
2,60
2,61

1,97
2,59

1,95
2,56

1,94
2,53

1,92
2,50
2,55

1,92
2,51

1,90
2,47

1,89
2,44

1,67
2,44
2,48

1,88
2,43

1,86
2,40

1,85
2,37

1,83
2,34
2,44

1,85
2,36

1,83
2,33

1,82
2,30

1,80
2,28
2,32

1,79
2,28

1,77
2,23

1,76
2,20

1,74
2,17
2,24

1,75
2,19

1,72
2,15

1,71
2,12

1,69
2,09
2,14

1,68
2,06

1,65
2,03

1,64
2,00

1,62
1,97
2,03

1,63
1,98

1,60
1,94

1,59
1,94

1,57
1,88
1,94

1,57
1,89

1,55
1,85

1,54
1,82

1,52
1,79
1,84

1,51
1,79

1,49
1,75

1,47
1,72

1,45
1,69
1,78

1,48
1,73

1,45
1,68

1,44
1,66

1,42
1,62
1,70

1,42
1,64

1,39
1,59

1,37
1,56

1,35
1,53
1,65

1,39
1,59

1,36
1,54

1,34
1,51

1,32
1,48
1,57

1,34
1,51

1,31
1,46

1,29
1,43

1,26
1,39
1,52

1,30
1,46

1,27
1,40

1,25
1,37

1,22
1,33
1,49

1,28
1,43

1,25
1,37

1,22
1,33

1,19
1,28





v
2
= dk
penyebut
v
1
= dk pembilang
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 14 16 20 24 30 40 50 75 100 200 500

400


1000


2000

3,86
6,70

3,85
6,68

3,84
6,64
3,02
4,68

3,00
4,62

2,99
4,60

2,62
3,83

2,61
3,80

2,60
3,78
2,39
3,36

2,38
3,34

2,37
3,32
2,23
3,06

2,22
3,04

2,21
3,02
2,12
2,85

2,10
2,62

2,09
2,80
2,03
2,69

2,02
2,68

2,01
2,64
1,96
2,55

1,95
2,53

1,94
2,51
1,90
2,16

1,89
2,43

1,88
2,41
1,85
2,37

1,84
2,34

1,83
2,32
1,81
2,29

1,80
2,26

1,79
2,24

1,78
2,23

1,76
2,20

1,75
2,18
1,72
2,12

1,70
2,09

1,69
2,07
1,67
2,04

1,65
2,01

1,64
1,99
1,60
1,92

1,58
1,89

1,57
1,87
1,54
1,84

1,53
1,81

1,52
1,79
1,49
1,74

1,47
1,71

1,46
1,69
1,42
1,64

1,41
1,64

1,40
1,59
1,38
1,57

1,36
1,54

1,35
1,52
1,32
1,47

1,30
1,44

1,28
1,41
1,28
1,42

1,26
1,38

1,24
1,36

1,22
1,32

1,19
1,28

1,17
1,25
1,16
1,24

1,13
1,19

1,11
1,15
1,13
1,19

1,08
1,11

1,00
1,00
Sumber: Sudjana. 2005. Metode Statistik (Halaman 493-496). Bandung: Tarsito.








V t
0,995
t
0,99
t
0,975
t
0,95
t
0,925
t
0,90
T
0,75
t
0,70
t
0,60
t
0,55


1 63,66 31,82 12,71 6,31 3,08 1,376 1,000 0,727 0,325 0,158
2 9,92 6,96 4,30 2,92 1,89 1,061 0,816 0,617 0,289 0,142
3 5,84 4,54 3,18 2,35 1,64 0,978 0,765 0,584 0,277 0,137
4 4,60 3,75 2,78 2,13 1,53 0,941 0,741 0,569 0,271 0,134

5 4,03 3,36 2,57 2,02 1,48 0,920 0,727 0,559 0,267 0,132
6 3,71 3,14 2,45 1,94 1,44 0,906 0,718 0,583 0,265 0,131
7 3,50 3,00 2,36 1,90 1,42 0,896 0,711 0,549 0,263 0,130
8 3,36 2,00 2,31 1,86 1,40 0,889 0,700 0,546 0,262 0,130
9 3,25 2,82 2,26 1,83 1,38 0,883 0,703 0,543 0,261 0,129

10 3,17 2,76 2,23 1,81 1,37 0,879 0,700 0,542 0,280 0,129
11 3,11 2,72 2,20 1,80 1,36 0,876 0,697 0,540 0,200 0,129
12 3,06 2,68 2,18 1,78 1,36 0,873 0,695 0,539 0,259 0,128
13 3,01 2,65 2,16 1,77 1,35 0,870 0,694 0,538 0,259 0,128
14 2,98 2,62 2,14 1,76 1,34 0,868 0,692 0,537 0,258 0,128

15 2,95 2,60 2,13 1,75 1,34 0,866 0,691 0,536 0,258 0,128
16 2,92 2,58 2,12 1,75 1,34 0,865 0,690 0,535 0,258 0,128
17 2,90 2,57 2,11 1,74 1,33 0,863 0,689 0,534 0,257 0,128
18 2,88 2,55 2,10 1,73 1,33 0,862 0,698 0,534 0,257 0,127
19 2,86 2,54 2,09 1,73 1,33 0,861 0,638 0,533 0,257 0,127

20 2,84 2,53 2,09 1,72 1,32 0,860 0,687 0,533 0,257 0,127
21 2,83 2,52 2,08 1,72 1,32 0,859 0,686 0,532 0,257 0,127
22 2,82 2,51 2,07 1,72 1,32 0,858 0,686 0,532 0,256 0,127
23 2,81 2,50 2,07 1,71 1,32 0,858 0,685 0,532 0,256 0,127
24 2,80 2,49 2,08 1,71 1,32 0,857 0,685 0,531 0,256 0,127

25 2,79 2,48 2,06 1,71 1,32 0,856 0,648 0,531 0,256 0,127
26 2,78 2,48 2,06 1,71 1,32 0,856 0,684 0,531 0,256 0,127
27 2,77 2,47 2,05 1,70 1,31 0,856 0,684 0,531 0,256 0,127
28 2,76 2,47 2,05 1,70 1,31 0,855 0,683 0,530 0,256 0,127
29 2,76 2,46 2,04 1,70 1,31 0,854 0,683 0,530 0,256 0,127

30 2,75 2,46 2,04 1,70 1,31 0,854 0,683 0,530 0,256 0,127
40 2,70 2,42 2,02 1,68 1,30 0,851 0,681 0,529 0,255 0,126
60 2,66 2,39 2,00 1,67 1,30 0,848 0,679 0,527 0,254 0,126
120 2,62 2,36 1,98 1,66 1,29 0,845 0,677 0,526 0,254 0,126
00 2,58 2,33 1,06 1,645 1,28 0,842 0,674 0,524 0,253 0,126
Sumber: Sudjana. 2005. Metode Statistik (Halaman 491). Bandung: Tarsito.


Lampiran 20
Nilai persentil
Untuk distribusi t
V =dk
(Bilangan DalamBadan Daftar
Menyatakan t
p
)

tp


FOTO KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Kegiatan Pembelajaran Kelas VII F (Kelas Uji Coba Kelompok Kecil)



Lampiran 24



B. Kegiatan Pembelajaran Kelas VII A (Kelas Eksperimen)






C. Kegiatan Pembelajaran Kelas VII E (Kelas Kontrol)




Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah ii

KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas karunia dan
hidayah-Nya sehingga Bahan Ajar Modul Matematika Berbasis Pendekatan
Konstruktivisme dan Pemecahan Masalah ini hadir dihadapan kita. Modul ini
dibuat untuk memenuhi kebutuhan belajar para siswa SMP kelas VII dan sebagai
pelengkap bagi para guru matematika. Modul ini disusun sedemikian rupa
sehingga setiap kompetensi yang ada dalam modul ini disampaikan dengan cara
yang mudah dipahami oleh para siswa.
Di setiap kompetensi dasar, siswa akan diberi penjelasan mengenai teori,
rumus-rumus, dan prosedur-prosedur yang penting. Selain itu contoh-contoh soal
dilengkapi dengan penyelesaiannya secara sistematis sehingga para siswa dengan
bimbingan guru dapat memahami contoh-contoh soal tersebut. Dibagian akhir
modul ini diberikan soal evaluasi yang berbentuk essay. Oleh karena itu siswa
dapat belajar mempersiapkan ulangan khususnya materi segitiga.
Kritik dan saran selalu penulis harapkan dari para siswa, guru, dan
pembaca demi perbaikan modul ini. Akhir kata dengan kerendahan hati, penulis
berharap semoga Bahan Ajar Modul Matematika Berbasis Pendekatan
Konstruktivisme dan Pemecahan Masalah ini dapat bermanfaat dan membantu
para siswa serta guru sehingga terjadi proses pembelajaran dengan baik.

Semarang, April 2013

Penulis






Lampiran 25


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah iii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................... ii
Daftar Isi ........................................................................................... iii
Peta Kedudukan Modul ..................................................................... v

I. PENDAHULUAN
A. Deskripsi ..................................................................................... 1
B. Prasyarat ..................................................................................... 1
C. Petunjuk Penggunaan Modul ....................................................... 1
1. Penjelasan Bagi Siswa ............................................................. 1
2. Peran Serta Guru....................................................................... 2
D. Tujuan Akhir ............................................................................... 2
E. Kompetensi ................................................................................. 3
F. Cek Kemampuan ......................................................................... 5

II. PEMBELAJARAN
A. Rencana Belajar Siswa ................................................................. 6
B. Kegiatan Belajar ............................................................................ 6
1. Kegiatan Belajar 1: J enis-jenis Segitiga dan J umlah Sudut Pada
Segitiga .................................................................................. 8
Uraian Materi ......................................................................... 8
Rangkuman ............................................................................ 19
Tugas ..................................................................................... 20
Tes Formatif .......................................................................... 20
Lembar Kerja ......................................................................... 21






Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah iv
2. Kegiatan Belajar 2: Keliling dan Luas Daerah Segitiga .......... 23
Uraian Materi ........................................................................ 23
Rangkuman ............................................................................. 30
Tugas ..................................................................................... 31
Tes Formatif ........................................................................... 31
Lembar Kerja ......................................................................... 32
3. Kegiatan Belajar 3: Melukis Segitiga dan Garis Pada Segitiga 33
Uraian Materi ......................................................................... 33
Rangkuman ............................................................................ 46
Tugas ...................................................................................... 47
Tes Formatif ........................................................................... 48
Lembar Kerja .......................................................................... 49

III. EVALUASI ....................................................................................... 50

IV. PENUTUP ........................................................................................ 53

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 54

LAMPIRAN ............................................................................................... 55

GLOSARIUM ............................................................................................ 58











Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah v
PETA KEDUDUKAN MODUL
















Segitiga
Pengertian Segitiga
J enis-J enis Segitiga
Panjang
Sisinya
Besar
Sudutnya
Panjang Sisi dan
Besar Sudutnya
J umlah Sudut
pada Segitiga
Sudut Dalam dan
Luar Segitiga
Keliling dan
Luas Segitiga
Segitiga
Garis-garis segitiga
Melukis


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 1






A. Deskripsi
Modul ini menyajikan standar kompetensi memahami konsep
segitiga serta menentukan ukurannya. Didalamnya dibicarakan tentang
mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi dan sudutnya serta
menghitung jumlah sudut pada segitiga, menghitung keliling dan luas daerah
segitiga serta menggunakannya dalam pemecahan masalah, kemudian melukis
segitiga, garis tinggi, garis bagi, garis berat, dan garis sumbu.

B. Prasyarat
Untuk mempelajari modul ini, kalian harus sudah mempelajari tentang:
1. Aljabar
2. Geometri
3. Bangun datar
4. Garis dan sudut
5. Bilangan bulat dan bilangan pecahan

C. Petunjuk Penggunaan Modul
Sebelum mempelajari modul ini, perhatikanlah dan ikutilah petunjuk-
petunjuk serta cara-cara mempelajarinya, baik oleh siswa maupun guru.
1. Penjelasan Bagi Siswa
a. Pelajari secara berurutan dari kegiatan belajar 1, 2, dan 3.
b. Kerjakan tugas, tes formatif, dan lembar kerja disetiap kegiatan
belajar.

PENDAHULUAN
BAB I
PENDAHULUAN
BAB I


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 2
c. Apabila tingkat penguasaan materi telah mencapai 75% keatas,
lanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya. Akan tetapi, bila tingkat
penguasaan dibawah 75%, kalian harus mengulang kegiatan belajar
yang belum dikuasai.
d. Kerjakanlah soal evaluasi dengan cermat. J ika kalian menemui
kesulitan dalam mengerjakan soal evaluasi, kembalilah mempelajari
materi yang terkait.
e. J ika kalian mempunyai kesulitan yang tidak dapat kalian pecahkan,
catatlah, kemudian tanyakan kepada guru pada saat kegiatan tatap
muka atau bacalah referensi lain yang berhubungan dengan materi
modul ini. Dengan membaca referensi lain, kalian juga akan
mendapatkan pengetahuan tambahan.
2. Peran Serta Guru
Dalam kegiatan belajar dengan sistem modul ini, guru mempunyai
peran sebagi berikut:
a. Membimbing siswa dalam merencanakan proses belajar.
b. Membimbing siswa dalam memahami konsep dasar materi segitiga
dalam contoh-contoh soal.
c. Membimbing siswa dalam menyelesaikan soal-soal latihan.
d. Melakukan proses penilaian dan mencatat hasil penilaian.
e. Mengadakan remedial bagi siswa yang belum kompeten.

D. Tujuan Akhir
Setelah mempelajari modul ini, kalian diharapkan dapat:
1. Mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasarkan panjang sisinya,
2. Mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasarkan besar sudutnya,
3. Menghitung jumlah sudut pada segitiga,
4. Menghitung sudut dalam dan sudut luar segitiga,
5. Menghitung keliling segitiga,
6. Menghitung luas daerah segitiga,


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 3
7. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas daerah
segitiga,
8. Melukis segitiga yang diketahui tiga sisinya, dua sisi satu sudut apitnya
atau satu sisi dan dua sudut,
9. Melukis segitiga samasisi dan segitiga samakaki,
10. Melukis garis tinggi, garis bagi, garis berat, dan garis sumbu.

E. Kompetensi
Standar Kompetensi : Memahami konsep segitiga serta menentukan
ukurannya.
Alokasi waktu : 6 40 Menit
Kompetensi
Dasar
Kegiatan Pembelajaran Penilaian
Alokasi
Waktu
Mengidentifikasi
jenis-jenis
segitiga
berdasarkan sisi
dan sudutnya
serta menghitung
jumlah sudut
pada segitiga.

Mendiskusikan jenis-
jenis segitiga
berdasarkan panjang
sisinya dengan
menggunakan
segitiga.
Mendiskusikan jenis-
jenis segitiga
berdasarkan besar
sudutnya dengan
menggunakan
segitiga.
Mendiskusikan
jumlah sudut pada
segitiga.
Mendiskusikan sudut
dalam dan sudut luar
segitiga.



Tugas
kelompok
Tes
tertulis
uraian (pre
test dan
post test)
2 40
Menit


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 4
Kompetensi
Dasar
Kegiatan Pembelajaran Penilaian
Alokasi
Waktu
Menghitung
keliling dan luas
daerah segitiga
serta mengguna-
kannya dalam
pemecahan
masalah.
Mendiskusikan
pemecahan masalah
dengan menggunakan
rumus keliling
segitiga.
Mendiskusikan
pemecahan masalah
dengan menggunakan
rumus luas daerah
segitiga.
Mendiskusikan
pemecahan masalah
yang berkaitan
dengan keliling dan
luas daerah segitiga.
Tugas
kelompok
Tes
tertulis
uraian (pre
test dan
post test)
2 40
Menit

Melukis segitiga,
garis tinggi, garis
bagi, garis berat
dan garis sumbu.


















Menggunakan
penggaris, jangka, dan
busur untuk melukis
segitiga jika
diketahui:
1. ketiga sisinya
2. dua sisi dan satu
sudut apitnya.
3. satu sisi dan dua
sudut.
Melukis segitiga
samasisi dan segitiga
samakaki dengan
menggunakan
penggaris, jangka dan
busur derajat.
Menggunakan
penggaris dan jangka
untuk melukis garis
tinggi, garis bagi,
garis berat, dan garis
sumbu.
Tugas
kelompok
Tes
tertulis
uraian (pre
test dan
post test)
2 40
Menit


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 5
F. Cek Kemampuan
Sebelum kalian mempelajari materi yang terdapat pada modul ini,
jawablah pertanyaan berikut ini dengan memberi tanda checklist ().
No Pertanyaan Ya Tidak
1. Dapatkah kalian mengidentifikasi jenis-jenis segitiga
berdasarkan panjang sisinya?

2. Dapatkan kalian mengidentifikasi jenis-jenis segitiga
berdasarkan besar sudutnya?

3. Dapatkah kalian menghitung jumlah sudut pada
segitiga?

4. Dapatkah kalian menghitung sudut dalam dan sudut
luar segitiga?

5. Dapatkah kalian menghitung keliling suatu segitiga?
6. Dapatkah kalian menghitung luas suatu daerah
segitga?

7. Dapatkah kalian menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan keliling dan luas daerah segitiga?

8.
Dapatkah kalian melukis segitiga jika diketahui tiga
sisinya?

9. Dapatkah kalian melukis segitiga jika diketahui dua
sisi satu sudut apitnya?

10. Dapatkah kalian melukis segitiga jika diketahui satu
sisi dan dua sudut?

11. Dapatkah kalian melukis segitiga samasisi dan
samakaki?

12. Dapatkah kalian melukis garis tinggi, garis bagi,
garis berat, dan garis sumbu pada segitiga?


Apabila kalian menjawab TIDAK pada salah satu pertanyaan di atas,
pelajarilah materi tersebut pada modul ini. Apabila kalian menjawab YA
pada semua pertanyaan, maka lanjutkanlah dengan mengerjakan tugas, tes
formatif, lembar kerja dan evaluasi yang ada pada modul ini.





Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 6





A. Rencana Belajar siswa
Rencanakan setiap kegiatan belajar kalian dengan mengisi tabel di
bawah ini. J ika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar, mintalah
bukti belajar kepada guru kalian.
Jenis Kegiatan Tanggal Waktu
Tempat
Belajar
Perubahan
Paraf
Guru











B. Kegiatan Belajar
Berikut ini akan dipelajari tiga kegiatan belajar, yaitu:
1. J enis-jenis segitiga dan jumlah sudut pada segitiga.
2. Keliling dan luas daerah segitiga.
3. Melukis segitiga dan garis pada segitiga
PEMBELAJARAN
BAB II


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 7




















Sumber: Dit. PSMP, 2006

S E G I T I G A
Perhatikan gambar kapal layar di atas! Kapal layar yang sedang
mengarungi lautan dengan layarnya yang terkembang merupakan salah contoh
benda yang berbentuk segitiga dan segiempat yang dapat kalian lihat pada
kehidupan sehari-hari. Apakah nama bangun segitiga pada layar tersebut?
Coba kalian cari benda lain yang permukaannya berbentuk segitiga.
Untuk memahami lebih jauh mengenai segitiga, pelajarilah bahan ajar
modul matematika berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan
masalah ini dengan saksama.


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 8










A. Mengenal Segitiga
Agar kalian dapat membentuk sebuah segitiga, lakukan kegiatan
berikut ini. Misalkan diketahui tiga buah sedotan berwarna merah, kuning, dan
hijau dengan ukuran yang sama panjang.

















Setelah mempelajari kegiatan belajar 1, kalian diharapkan mampu:
Mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasarkan panjang sisinya.
Mengidentifikasi jenis-jenis segitiga berdasarkan besar sudutnya.
Menghitung jumlah sudut pada segitiga.
Menghitung sudut dalam dan sudut luar segitiga.

Kegiatan 1
1. Ambil tiga buah sedotan yang
berwarna merah, kuning, dan
hijau.
2. Lalu bentuklah sebuah segitiga
dari ketiga sedotan tersebut.
Apakah ketiga sedotan tersebut
terbentuk tepat sebuah segitiga?
Mengapa?
Kegiatan 2
1. Ambil tiga buah sedotan yang
berwarna merah, kuning, dan
hijau.
2. Kemudian potonglah warna hijau
dengan ukuran sama panjang.
3. Ambil salah satu hasil dari
potongan warna hijau tersebut.
4. Bentuklah sebuah segitiga dari
ketiga sedotan tersebut.
Apakah terbentuk sebuah segitiga?
Mengapa?

Kegiatan Belajar 1
JENIS-JENIS SEGITIGA DAN
JUMLAH SUDUT PADA SEGITIGA
Gambar 1.1: Ilustrasi sedotan
Aper sepsi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 9













Dari kegiatan di atas, bagaimana syarat tiga ruas garis dapat
membentuk sebuah segitiga? J elaskan!





Untuk setiap panjang sisi suatu segitiga berikut ini, apakah dapat dilukis
atau tidak? J elaskan!
a. 3 cm, 4 cm, dan 5 cm
b. 6 cm, 5 cm, dan 8 cm
c. 1 cm, 4 cm, dan 3 cm
d. 4 cm, 5 cm, dan 9 cm
e. 7 cm, 6 cm, dan 8 cm
f. 4 cm, 7 cm, dan 11 cm
g. 9 cm, 8 cm, dan 14 cm


Kegiatan 3
1. Ambil dua buah sedotan yang
berwarna merah dan kuning.
2. Potonglah sedotan warna
kuning dengan ukuran sama
panjang.
3. Bentuklah sebuah segitiga dari
ketiga sedotan tersebut.
Apakah terbentuk sebuah segitiga?
Mengapa?

Kegiatan 4
1. Ambil satu buah sedotan yang
berwarna merah.
2. Lalu potonglah sedotan tersebut
menjadi tiga buah dengan ukuran
sama panjang.
3. Bentuklah sebuah segitiga dari
ketiga potongan sedotan tersebut.
Apakah terbentuk sebuah segitiga?
Mengapa?

Wahana Diskusi
Diskusi dan Penjelasan Konsep
Eksplor asi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 10
B. Jenis-jenis Segitiga
J enis-jenis segitiga ditentukan oleh panjang sisi dan besar sudut yang
dimiliki. Bagaimana cara kalian mengidentifikasi jenis-jenis segitiga
berdasarkan panjang sisi dan besar sudutnya?


1. Jenis-jenis Berdasarkan Panjang Sisinya
Berikut ini disajikan berbagai bentuk segitiga. Identifikasilah
segitiga-segitiga di bawah ini berdasarkan panjang sisinya!






















Gambar 1.2
g
b
d
j
h
c
e
f
i
a
k
p
l
o
m
n
Eksplor asi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 11
Perhatikan gambar segitiga-segitiga di atas!
a. Gunakan penggaris untuk mengukur panjang sisi segitiga-segitiga
tersebut!
b. Kelompokkan segitiga-segitiga tersebut!
c. Bagaimana cara kalian mengelompokkan segitiga tersebut?
d. Berilah nama pada masing-masing kelompok segitiga tersebut!
e. Kesimpulan apa yang dapat kalian peroleh?










Perhatikan gambar (a)! J ika ditinjau dari panjang sisinya, berbentuk
segitiga apakah layar dari kapal tersebut?
Perhatikan gambar (b)! J ika ditinjau dari panjang sisinya, berbentuk
segitiga apakah layar dari kapal tersebut?


2. Jenis Segitiga Berdasarkan Besar Sudutnya
Berikut ini disajikan berbagai bentuk segitiga. Identifikasilah
segitiga-segitiga di bawah ini berdasarkan besar sudutnya!





Gambar 1.3: Ilustrasi bentuk segitiga
(b) (a)
Wahana Diskusi
Diskusi dan Penjelasan Konsep
Eksplor asi
a
b
c


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 12














Perhatikan gambar segitiga-segitiga di atas!
a. Gunakan busur derajat untuk mengukur besar sudut segitiga-segitiga
tersebut!
b. Kelompokkan segitiga-segitiga tersebut!
c. Bagaimana cara kalian mengelompokkan segitiga tersebut?
d. Berilah nama pada masing-masing kelompok segitiga tersebut!
e. Kesimpulan apa yang dapat kalian peroleh?










e
d
h
g
f
l
i
k
j
Gambar 1.4
(a) (b)
Gambar 1.5: Ilustrasi bentuk segitiga
Wahana Diskusi
Diskusi dan Penjelasan Konsep


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 13
Perhatikan gambar (a)! J ika ditinjau dari besar sudutnya, berbentuk
segitiga apakah dinding pada teras rumah tersebut?
Perhatikan gambar (b)! J ika ditinjau dari besar sudutnya, berbentuk
segitiga apakah bendera pada gambar tersebut?


3. Jenis-jenis Segitiga Ditinjau dari Panjang Sisi dan Besar Sudutnya
Kalian sudah mengetahui jenis-jenis segitiga berdasarkan panjang
sisi dan besar sudutnya. Selanjuntya bagaimana jenis-jenis segitiga yang
ditinjau dari panjang sisi dan besar sudutnya?


1. Adakah segitiga lancip yang merupakan segitiga samasisi? Mengapa?
2. Adakah segitiga tumpul yang merupakan segitiga samasisi? Mengapa?
3. Adakah segitiga siku-siku yang merupakan segitiga samasisi?
Mengapa?
4. Adakah segitiga lancip yang merupakan segitiga samakaki? Mengapa?
5. Adakah segitiga tumpul yang merupakan segitiga samakaki? Mengapa?
6. Adakah segitiga siku-siku yang merupakan segitiga samakaki?
Mengapa?
7. Adakah segitiga lancip yang merupakan segitiga sembarang? Mengapa?
8. Adakah segitiga tumpul yang merupakan segitiga sembarang?
Mengapa?
9. Adakah segitiga siku-siku yang merupakan segitiga sembarang?
Mengapa?
Dari pertanyaan-pertanyaan di atas, kesimpulan apa yang dapat kalian
peroleh?




Diskusi dan Penjelasan Konsep
Wahana Diskusi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 14



Dengan cara mengukur besar sudutnya, sebutkan jenis-jenis segitiga
berikut ini.
1. 2. 3.



Penyelesaian:
1. Setelah kalian hitung besar masing-masing sudutnya, maka diperoleh
A =40
o
, B =90
o
, dan C =50
o
. J adi, gambar tersebut adalah
segitiga siku-siku. Karena memiliki satu sudut siku-siku, yaitu B.
2. Coba kalian ukur masing-masing sudutnya menggunakan busur
derajat. Maka kalian akan memperoleh salah satu sudutnya merupakan
sudut tumpul, yaitu A. J adi, gambar tersebut adalah segitiga tumpul.
3. Coba kalian ukur masing-masing sudutnya menggunakan busur
derajat. Maka kalian akan memperoleh ketiga sudutnya merupakan
sudut lancip. J adi, segitiga tersebut adalah segitiga lancip.


C. Jumlah Sudut pada Segitiga
Berapakah jumlah sudut pada segitiga? Dapatkah kalian menghitung
jumlah sudut pada segitiga? Untuk menemukan jumlah sudut pada segitiga,
ikutilah langkah-langkah berikut ini.

1. Buatlah guntingan kertas berbentuk segitiga seperti gambar berikut.
Misalkan masing-masing sudut pada segitiga tersebut kalian namai a,b,
dan c.



P erhatikan contoh berikut
Gambar 1.6
(c)
(b)
(a)
A B
C
A B
C
A B
C
Gambar 1.7
a
c
b
Eksplor asi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 15
2. Potonglah ketiga sudut seperti gambar berikut ini.




3. Kemudian susunlah hasil potongan sudut-sudut tersebut secara
berhimpitan seperti gambar di bawah ini.


Dengan percobaan yang telah kalian lakukan di atas, kalian telah
menemukan jumlah ukuran sudut-sudut pada segitiga. J ika sudut-sudut pada
segitiga tersebut diletakkan berhimpitan, apakah ketiga potongan sudut
tersebut membentuk garis lurus? Kesimpulan apa yang dapat kalian peroleh?




Diketahui persegi ABCD seperti gambar di bawah ini.
Tentukanlah besar sudut-sudut berikut!
a. Besar BA d. Besar AB
b. Besar BC e. Besar CB
c. Besar AB



1. Diketahui ABC seperti gambar berikut ini,
a. Bagaimana cara kalian menentukan besar
masing-masing sudut pada segitiga
tersebut?
b. Berapakah besar masing-masing sudut
tersebut?
Gambar 1.8
a
c b
Wahana Diskusi
Gambar 1.9
a
b
c
A
B
C D
Gambar 1.10
Diskusi dan Penjelasan Konsep

P erhatikan contoh berikut
Gambar 1.11
A
C
B
x
o

2x
o

90
o



Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 16
Penyelesaian:
a. Segitiga ABC adalah segitiga siku-siku di A. Sehingga, besar
CAB = 90
O
. Oleh karena CAB +ABC +BCA =180
O
maka
90
o
+2x
o
+x
o
=180
o

90
o
+3x
o
=180
o

3x
o
=180
o
90
o

3x
o
=90
o

x
o
=30
o

Setelah kalian menghitung x
o
, barulah kalian dapat menentukan
besar masing-masing sudutnya.
b. J adi, besar setiap sudut pada ABC tersebut adalah CAB = 90
O
,
ABC =2x
o
=2(30
o
) =60
o
, dan BCA =x
o
=30
o

2. Diketahui perbandingan sudut-sudut sebuah segitiga adalah 2 : 3 : 4.
Bagaimana cara kalian menentukan besar setiap sudut segitiga tersebut?
Penyelesaian:
Misalnya, besar sudut-sudut segitiga tersebut adalah 2x
o
,3x
o
, dan 4x
o
.
Oleh karena itu jumlah sudut pada segitiga adalah 180
o
maka
2x
o
+3x
o
+4x
o
=180
o

9x
o
=180
o

x
o
=
180
o
9
=20
o

Dengan demikian, 2x
o
=2(20
o
) =40
o
;3x
o
=3(20
o
) =60
o
;
dan 4x
o
=4(20
o
) =80
o
.
J adi, besar setiap sudut segitiga tersebut adalah 40
o
,60
o
, dan 80
o
.



Diketahui PR seperti pada gambar di samping.
1. Berapakah besar P?
2. Berapakah besar ?
3. Apakah besar P =? Mengapa?
Wahana Diskusi
Gambar 1.12
P Q
R
80
o
2 cm
2 cm
? ?


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 17
D. Sudut Dalam dan Sudut Luar Segitiga
Sudut luar segitiga adalah sudut yang dibentuk oleh sisi segitiga dan
perpanjangan sisi lainnya dalam segitiga tersebut. Coba kalian pikirkan
apakah yang dimaksud dengan sudut dalam suatu segitiga?


Perhatikan ABC di bawah ini! Garis AB diperpanjang sampai di titik
D. Sudut-sudut a, b, dan c disebut sudut dalam ABC, sedangkan CBD
disebut sudut luar ABC.






Karena sudut dalam dan sudut luar segitiga saling berpelurus maka:
b +CB =180
o
(berpelurus)
CB =180
o
b . . . (1)
o +b +c =180
o
(segitiga dalam segitiga)
o +c =180
o
b . . . (2)
Dengan menyubstitusikan persamaan (2) ke persamaan (1), apa yang
kalian peroleh?


Coba diskusikan dengan kelompok kalian.
1. Kesimpulan apa yang dapat kalian peroleh tentang hubungan antara CB
dan ABC?
2. Berapakah besar CB?
3. Kesimpulan apa yang dapat kalian peroleh tentang hubungan antara
ukuran sudut luar segitiga (CB) dan dua sudut dalam segitiga
(o dan c)?
A
C
B D
a b
c
Gambar 1.13

J umlah sudut segi t iga adalah 180
o
.
J adi, o +b +c = 180
o
at au bisa juga dit ul is
BAC +ABC +BCA = 180
o


Ingat Kembali
Eksplor asi
Diskusi dan Penjelasan Konsep


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 18

Perhatikan gambar di samping!
Berapakah besar sudut luar dan sudut dalam pada segitiga di samping?
J ika diketahui CAB = 80
o
dan BCA = 35
o
.
Penyelesaian:
CB merupakan sudut luar pada ABC, maka
CB =CAB +BCA
=80
o
+35
o

=115
o
CBA merupakan sudut dalam pada ABC.
Oleh karena CBA +CB =180
o
(berpelurus) maka
CBA = 180
o
CB
CBA = 180
o
115
o

CBA = 65
o

J adi, besar

sudut luar dan sudut dalam pada segitiga tersebut adalah
115
o
dan 65
o
.




Perhatikan gambar di samping!
1. Berapakah besar sudut luar EF?
2. Hitunglah besar EF!
3. Hitunglah besar EF!







P erhatikan contoh berikut
A B
C
80
o
35
o
D
Gambar 1.14
Gambar 1.15
D
E
G
F
35
o
75
o
Wahana Diskusi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 19

































Setelah kalian mempelajari kegiatan belajar 1, coba kalian
lengkapi rangkuman di bawah ini.
1. J enis-jenis segitiga berdasarkan panjang sisinya.
a)
b)
c)
2. J enis-jenis segitiga berdasarkan besar sudutnya.
a)
b)
c)
3. J enis-jenis segitiga berdasarkan panjang sisi dan besar sudutnya.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
4. J umlah ketiga sudut pada suatu segitiga adalah ...
5. Besar sebuah sudut luar segitiga sama dengan .....
...........
Rangkuman 1


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 20

1. Selidikilah, apakah panjang sisi-sisi berikut dapat dibuat sebuah segitiga?
a. 6 cm, 9 cm, dan 15 cm
b. 10 cm, 10 cm, dan 12 cm
2. Dengan cara mengukur panjang sisinya, sebutkan jenis-jenis segitiga
berikut ini.
a. b. c.

3. Diketahui ABC,besar A =75
0
dan B =55
0
.
Maka berapakah besar C?
4. Dapatkah segitiga tumpul merupakan segitiga samakaki? J elaskan!



1. Dengan cara mengukur besar sudutnya, sebutkan jenis-jenis
segitiga berikut ini.
a. b. c.


2. Besar sudut-sudut suatu segitiga adalah 45
o
dan 60
o
. Maka berapakah
besar sudut yang ketiga?
3. Perhatikan gambar di samping! Diketahui besar ACF =110
o
dan
BE =45
o
. Hitunglah:
a. Besar ABC
b. Besar ACB
c. Besar BAC

4. Sebuah meja berbentuk segitiga siku-siku dengan besar salah satu
sudutnya adalah 35
o
. Maka berapakah besar sudut yang lainnya?
5. Adakah segitiga lancip merupakan segitiga samakaki? J elaskan.
A
D
E
B
F
C
110
o
45
o
Tes For mat i f 1
Tugas 1
Pengembangan dan Aplikasi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 21


Nama Kelompok :

Kelas :

1. Perhatikan gambar berikut ini!
a. Dibentuk dari segitiga apa sajakah ABC?
b. Ada berapa segitiga siku-siku pada ABC?
c. Ada berapa segitiga samakaki pada ABC?
d. Ada berapa segitiga samasisi pada ABC?

Penyelesaian:
..
......
......
2. Perbandingan sudut-sudut sebuah segitiga adalah 5 : 6 : 7. Tentukanlah besar
setiap sudut segitiga tersebut!
Penyelesaian:
..
......
......
3. Pada gambar di samping,
C =105
o
, A =2x
o
, dan
ABC =3x
o
. Berapakah besar
CB?
Penyelesaian:
..
......
......
B A
C
C
D B A
105
o
2x
o
3x
o
Lembar K er ja 1



Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 22

4. Sebuah cermin berbentuk segitiga dengan besar kedua sudutnya adalah 45
o
.
a. Berapakah besar sudut yang ketiga?
b. Termasuk jenis segitiga apakah cermin tersebut?
Penyelesaian:
..
......
......
5. Diketahui segitiga dengan besar tiap-tiap sudutnya 50
o
, 60
o
, dan 70
o
. Segitiga
apakah itu? J elaskan.
Penyelesaian:
..
......
......



















Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 23











A. Keliling Daerah Segitiga


Pernahkah kalian menghitung keliling suatu daerah bidang datar?
Misalnya keliling lapangan, sawah, dan taman. Keliling suatu bidang datar
adalah jumlah panjang sisi yang membatasi bidang itu. Bagaimanakah dengan
keliling segitiga? Coba kalian ingat kembali rumus keliling segitiga!


Untuk mengingat kembali rumus keliling segitiga, ikuti langkah-
langkah berikut ini! Misal diketahui ABC seperti gambar berikut.









Setelah mempelajari kegiatan belajar 2, kalian diharapkan mampu:
Menghitung keliling segitiga.
Menghitung luas daerah segitiga.
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling dan luas
daerah segitiga.

KELILING DAN LUAS
DAERAH SEGITIGA
Kegiatan Belajar 2
Gambar 2.1
C
B A
Perhatikan gambar di samping!
1. Gunakan penggaris untuk mengukur
panjang sisi segitiga tersebut.
2. Bagaimana cara kalian menghitung
keliling ABC pada gambar di samping?
3. Berapakah keliling ABC?
4. Kesimpulan apa yang dapat kalian
peroleh?
5. Dapatkah kalian rumuskan keliling ABC?
J adi, Rumus Keliling Segitiga:

Aper sepsi
Eksplor asi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 24




1. Hitunglah keliling segitiga
samakaki PQR di samping!
2. J elaskan bagaimana cara kalian
menghitung keliling PR!

P erhatiakan contoh berikut
Pada segitiga di samping, diketahui DE =14 cm, DF =21 cm, EG =5 cm,
dan FG =12 cm. Berapakah keliling EF dan EF0?
Penyelesaian:
Sebelum menghitung keliling EF dan EF0, kalian harus mencari
panjang sisi EF terlebih dahulu.




EF
2
=E0
2
+F0
2

=5
2
+12
2

=25+144
=169
EF = 169 =13 cm
Perhatikan EF, untuk mencari kelilingnya. Kalian harus menjumlahkan
panjang ketiga sisi yang membentuk segitiga tersebut.
Sehingga, Keliling EF =DE +EF +DF
=14 +13 +21
=48 cm
J adi, keliling EF adalah 48 cm.
Kemudian bagaimana cara menghitung keliling EF0? Coba diskusikan
dengan kelompok kalian!
Wahana Diskusi
Gambar 2.2
P Q
R
7 cm
5 cm
F
21 cm 12 cm
D E G 5 cm 14 cm
Gambar 2.3
Per hat ikan segit iga siku- siku EFG.
Ber dasar kan Teor ema Pyt hagor as di dapat :
EF
2
=E0
2
+F0
2


Ingat Kembali
Diskusi dan Penjelasan Konsep


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 25
B. Luas Daerah Segitiga


Kalian tentu pernah mengikuti kegiatan kemah,
kegiatan tersebut biasanya menggunakan tenda
sebagai tempat berlindung. Adakah sisi tenda
yang berbentuk segitiga? Bagaimana
menentukan luasnya? Coba ingat kembali rumus
luas daerah segitiga!


Untuk mengingat kembali rumus luas daerah segitiga ikuti langkah-
langkah berikut ini!
1. Gambarlah persegi panjang ABCD pada kertas berpetak dengan ukuran
panjang 12 kotak dan lebar 9 kotak!
2. Potong atau gunting persegi panjang ABCD tersebut menurut sisi-
sisinya!
3. Berapakah luas daerah persegi panjang ABCD?
4. Gambar salah satu diagonal persegi panjang ABCD!
5. Potong/gunting persegi panjang ABCD menurut diagonalnya, sehingga
menjadi dua bagian!
6. Bangun apakah yang kalian peroleh? apakah dua bagian yang kalian
peroleh merupakan bangun yang berukuran sama?
7. Apakah kedua bangun yang kalian peroleh mempunyai luas yang sama?
8. Berapakah luas daerah untuk masing-masing bangun yang kalian
peroleh?
9. Bagaimana rumus luas daerah untuk masing-masing bangun yang kalian
peroleh?



Gambar 2.4
J adi, Rumus Luas Daerah Segitiga:

Aper sepsi
Eksplor asi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 26




Diketahui KIH seperti pada gambar di samping.
Hitunglah luas daerah KIH!






Diketahui ABC dengan
AB =15 cm, BD =9 cm, dan
CD =12 cm.
a. Berapakah luas daerah BC?
b. Berapakah luas daerah ABC?













=54
=90
Penyelesaian:
a. Luas BC =
1
2
B C
=
1
2
912
J adi, luas daerah
BC adalah 54 cm
2

b. Luas ABC =
1
2
AB C
=
1
2
1512
J adi, luas daerah
ABC adalah 90 cm
2

P erhatikan contoh berikut

Info Matematika
Kalian dapat menentukan luas segitiga dengan sisi a, b, dan c diketahui tanpa
harus menentukan tingginya. Caranya dengan menggunakan rumus berikut.
Luas daerah segitiga =s(s o)(s b)(s c) dengan s =setengah keliling
segitiga. Rumus tersebut dinamakan formula Horen. Sekarang, coba kalian
gunakan rumus tersebut untuk mencari luas daerah segitiga dengan panjang sisi 6
cm, 8 cm, dan 10 cm.
Gambar 2.6
A B
C
D 9 cm 15 cm
12 cm
Wahana Diskusi
Gambar 2.5
14 cm
M
L K
13 cm
1
2

c
m

15 cm
Diskusi dan Penjelasan Konsep


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 27
C. Menyelesaikan Masalah yang Berkaitan dengan Keliling dan
Luas Daerah Segitiga
Berikut ini akan disajikan beberapa permasalah yang berkaitan dengan
menghitung keliling dan luas daerah segitiga. Dapatkah kalian menyelesaikan
permasalahan berikut ini? Coba perhatikan secara saksama.


1. Masalah Kebun
Pak Budi mempunyai kebun
berbentuk seperti pada gambar di
samping. Pak Budi ingin memberi
pagar yang mengelilingi kebunnya.
a. Bagaimana cara kalian menghitung keliling kebun Pak Budi?
b. Berapakah panjang pagar yang diperlukan Pak Budi?
c. Apakah kaitan keliling kebun dengan biaya yang harus dikeluarkan
Pak Budi? J elaskan!
d. J ika biaya pemasangan pagar Rp25.000,00 per meter, berapakah biaya
yang harus dikeluarkan oleh Pak Budi untuk memasang pagar
tersebut?
2. Pertukangan
Seorang tukang kayu akan membuat
dinding kayu untuk bagian belakang
sebuah gudang seperti gambar di samping.
a. Bagaimana cara kalian menghitung luas dinding gudang tersebut?
b. Berapakah luas dinding gudang tersebut?
c. Apakah kaitan luas dinding gudang dengan biaya yang harus
dikeluarkan untuk membeli kayu? J elaskan!
d. J ika harga kayu Rp5.000,00/m
2
, berapakah biaya yang harus
dikeluarkan untuk membuat dinding gudang tersebut?


14 m
8 m
6 m
10 m
Gambar 2.7
Gambar 1.8
4 m
10 m
6 m
Eksplor asi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 28




Pak Amir mempunyai sebidang kebun berbentuk segitiga siku-siku dengan
panjang kaki 15 m dan 20 m. Di sekeliling kebun tersebut akan dibuat
pagar.
a. Bagaimana cara kalian menghitung keliling kebun Pak Amir?
b. Berapa meter panjang pagar yang diperlukan Pak Amir?
c. J ika biaya pembuatan pagar Rp50.000,00 per meter, berapakah biaya
yang harus dikeluarkan oleh Pak Amir untuk memasang pagar?

P erhatikan contoh-contoh berikut ini.




1. Sebuah taman berbentuk
segitiga dengan keliling
60 m. Panjang kedua sisi
taman tersebut 15 m dan
28 m. Berapakah panjang
sisi yang lainnya?
Dapatkah kalian menyelesaikan
permasalahan di atas?






Coba perhatikan penyelesaian berikut.
Misalkan panjang sisi yang belum
diketahui adalah a, maka:
K = a + 15 + 28
60 = a + 15 + 28
= a + 43
a = 60 43
= 17
J adi, panjang sisi yang lain adalah 17 cm

Wahana Diskusi
Diskusi dan Penjelasan Konsep


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 29



2. Sebuah syal berbentuk
segitiga samakaki dengan
panjang sisi yang sama
12 cm dan panjang sisi
lainnya 30 cm. J ika tinggi
syal tersebut 9 cm,
tentukan:
a. Berapakah keliling syal
tersebut?
b. Berapakah luas syal
tersebut?
3. Pak Harun mempunyai tanah berbentuk segitiga siku-siku dengan panjang
kakinya masing-masing 30 m dan 40 m. Di sekeliling kebun itu akan
dibuat pagar pembatas.
a. Berapakah panjang pagar yang diperlukan Pak Harun?
b. J ika biaya pembuatan pagar adalah Rp50.000,00 per meter, berapakah
biaya pembuatan pagar itu?












x =30
2
+40
2

= 900+1.600
=2.500
=50
Coba perhatikan penyelesaian berikut!
a. Dari keterangan soal tersebut, dapat digambarkan sebagai berikut.






Misalkan panjang sisi miring =x
maka berdasarkan teorema Pythagoras adalah

Gambar 2.9
Perhatikan penyelesaian berikut!
Dari keterangan pada soal di samping,
dapat kalian gambarkan sebagai berikut.




a. Keliling syal =12 +12 +30
=54 cm
b. Luas syal =
1
2
o t
=
1
2
309
=135 cm
2

30 cm
9 cm
12 cm
Gambar 2.10
30 m
40 m
x


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 30










Sebuah taman berbentuk segitiga samakaki dengan panjang sisi yang sama
5 m, panjang sisi lainya 12 m, dan tinggi 7 m. J ika taman tersebut ditanami
rumput dengan biaya Rp60.000,00/m
2
. Berapakah biaya keseluruhan yang
diperlukan?



















Wahana Diskusi


Setelah kalian mempelajari kegiatan belajar 2, coba kalian
lengkapi rangkuman di bawah ini.
1. Keliling daerah segitiga adalah jumlah panjang dari sisi-sisi segitiga.
Misalkan panjang sisinya sisi a, b, dan c maka
Rumus keliling daerah segitiga =

2. Rumus luas daerah segitiga =

3. Rumus luas daerah segitiga dengan menggunakan formula Horen
sebagai berikut.
Rumus luas daerah segitiga =


Rangkuman 2
Oleh karena itu, panjang pagar =30 +40 +50
=120 m
J adi, panjang pagar yang diperlukan Pak Harun adalah 120 m.
b. Biaya pembuatan pagar =120 Rp50.000,00
=Rp6.000.000,00
J adi, biaya pembuatan pagar tersebut adalah Rp 6.000.000,00.


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 31



1. Diketahui ABC dengan panjang AB =14 cm, BC =9 cm, dan AC =11
cm. Maka berapakah keliling daerah ABC tersebut?
2. Suatu segitiga memiliki panjang alas 18 cm dan tingginya 15 cm. Dengan
demikian berapakah luas daerah segitiga tersebut?
3. Perhatikan gambar berikut ini!
a. Berapakah keliling ABC di samping?
b. Berapakah luas daerah ABC di
samping?






1. Keliling suatu segitiga adalah 51 cm dan panjang salah satu
sisinya =16 cm. J ika perbandingan sisi kedua dan ketiganya
adalah 4 : 3, hitunglah panjang sisi-sisi segitiga tersebut!
2. Luas sebuah segitiga =84 cm
2
dan panjang alasnya =24 cm. Maka
berapakah tinggi segitiga tersebut?
3. Diketahui segitiga seperti gambar berikut ini.
a. Berapakah keliling daerah ABC di samping?
b. Berapakah luas daerah ABC di samping?


4. Sebidang tanah berbentuk segitiga dengan panjang tiap sisi tanah berturut-
turut 4 m, 5 m, dan 7 m. Di sekeliling tanah tersebut akan dipasang pagar
dengan biaya Rp85.000,00 per meter. Berapakah biaya yang diperlukan
untuk pemasangan pagar tersebut?
Tes For mat i f 2
30 cm
30 cm
36 cm
A B
C
Pengembangan dan Aplikasi
D
C
B A
5 cm
1
2

c
m

10 cm
Tugas 2


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 32

Nama Kelompok :
Kelas :
1. Diketahui keliling suatu segitiga 55 cm. Panjang kedua sisinya
14 cm dan 16 cm. Berapakah panjang sisi yang ketiga?
Penyelesaian:
..
......
......
2. Luas sebuah daerah segitiga adalah 300 cm
2
, dan tingginya 40 cm. Maka
berapakah panjang alas segitiga tersebut?
Penyelesaian:
..
......
......
3. Pada gambar di samping, diketahui AB =18
cm, BC =9 cm, CD =6 cm, dan AD =8 cm.
Hitunglah keliling dan luas daerah ABC.
Penyelesaian:
..
......
......
4. Yuli memiliki sebuah taman berbentuk segitiga seperti gambar berikut ini.
a. Yuli ingin memagari tamannya dengan pagar kayu.
Berapa meter panjang kayu yang akan ia perlukan?
b. Berapakah luas seluruh taman yang dimiliki Yuli?
Penyelesaian:
..
......
......
Lembar K er ja 2
A
18 cm
8 cm
B
C
D
6 cm
9 cm
20 cm
16 cm
12 cm


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 33










A. Melukis Segitiga


Alat-alat yang dapat kalian gunakan untuk melukis suatu segitiga
adalah sebagai berikut.
1. Pensil
2. J angka
3. Penghapus
4. Penggaris
5. Busur derajat










Setelah mempelajari kegiatan belajar 3, kalian diharapkan mampu:
Melukis segitiga yang diketahui tiga sisinya, dua sisi satu sudut
apitnya atau satu sisi dan dua sudut.
Melukis segitiga samasisi dan segitiga samakaki.
Melukis garis tinggi, garis bagi, garis berat, dan garis sumbu.
MELUKIS SEGITIGA DAN
GARIS PADA SEGITIGA
Kegiatan Belajar 3
Gambar 3.1
Gambar 3.3 Gambar 3.2
Aper sepsi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 34
1. Melukis Segitiga jika Diketahui Panjang Ketiga Sisinya (S, S, S)
Misalkan kalian akan melukis ABC jika diketahui panjang
AB

=7 cm, AC

=4 cm, dan BC

=5 cm. Bagaimana cara melukis segitiga


tersebut? Coba kalian ikuti langkah-langkah berikut ini!
a. Buatlah ruas garis AB dengan panjang 7 cm!
b. Dengan pusat titik A buatlah busur lingkaran dengan jari-jari 4 cm!
c. Kemudian dengan pusat titik B buatlah busur lingkaran dengan jari-jari
5 cm sehingga memotong busur pertama di titik C!
d. Hubungkan titik A dengan titik C dan titik B dengan titik C, sehingga
terbentuk ABC!

A rea melukis (s, s, s)



















Eksplor asi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 35
2. Melukis Segitiga jika Diketahui Panjang Dua Sisi dan Besar Sudut
yang diapitnya (S, Sd, S)
Misalkan kalian akan melukis KIH jika diketahui panjang
KI

=3 cm, K =70
o
, dan panjang KH

=4 cm. Bagaimana cara melukis


segitiga tersebut? Coba kalian ikuti langkah-langkah berikut ini!
a. Buatlah ruas garis KL dengan panjang 3 cm!
b. Dengan menggunakan busur derajat, pada titik K buatlah sudut yang
besarnya 70
o
!
c. Kemudian dari titik K buatlah busur lingkaran dengan panjang jari-jari
4 cm, sehingga berpotongan di titik M!
d. Hubungkan titik L dan M, sehingga terlukislah KIH!

A rea melukis (s, sd, s)





















Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 36
3. Melukis Segitiga jika Diketahui Panjang Dua Sisi dan Besar Sudut di
Hadapan Salah Satu dari Kedua Sisi Tersebut (S, S, Sd)
Misalkan kalian akan melukis PR dengan panjang P

=5 cm,
PR

=3 cm, dan =30


o
. Bagaimana cara melukis segitiga tersebut?
Coba kalian ikuti langkah-langkah berikut ini!
a. Buatlah ruas garis PQ dengan panjang 5 cm!
b. Lukislah sudut di titik Q sebesar 30
o
dengan menggunakan busur
derajat!
c. Dengan titik P sebagai titik pusat, buatlah busur lingkaran dengan jari-
jari 3 cm, sehingga memotong garis tersebut di titik R
1
dan R
2
!
d. Hubungkan titik P dengan R
1
dan titik P dengan R
2
, sehingga diperoleh
PR
1
dan PR
2
!
A rea melukis (s, s, sd)





















Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 37
4. Melukis Segitiga jika Diketahui Satu Sisi dan Besar Dua Sudut pada
Kedua Ujung Sisi Tersebut (Sd, S, Sd)
Misalkan kalian akan melukis RSI apabila diketahui panjang
RS

=5 cm, R =45
o
dan S =65
o
. Bagaimana cara melukis segitiga
tersebut? Coba kalian ikuti langkah-langkah berikut ini!
a. Buatlah ruas garis RS dengan panjang 5 cm!
b. Dari titik R, buatlah sudut yang besarnya 45
o
dengan menggunakan
busur derajat!
c. Kemudian dari titik S, buatlah sudut yang besarnya 65
o
sehingga
berpotongan di titik T!
d. RSI adalah segitiga yang dimaksud.
A rea melukis (sd, s, sd)





















Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 38


Dapatkah kalian melukis sebuah ABC apabila diketahui panjang
AB

=10 cm, A =115


o
, dan BC

=8 cm? Coba kalian selidiki dan beri


alasannya!

B. Melukis Segitiga Samasisi dan Segitiga Samakaki
1. Melukis Segitiga Samasisi
Kalian telah mengetahui bahwa segitiga samasisi adalah segitiga
yang ketiga sisinya sama panjang dan memiliki sudut-sudut yang sama
besar, yaitu 60
o
. Dapatkah kalian melukis segitiga samasisi? Dalam
melukis segitiga samasisi, kalian harus mengingat sifat-sifat khusus pada
segitiga samasisi.

Misalkan kalian akan melukis segitiga samasisi PQR dengan
panjang P

=3 cm, R

=3 cm, dan PR

=3 cm. Bagaimana cara melukis


segitiga tersebut? Coba kalian ikuti langkah-langkah berikut ini!
a. Lukislah P

=3 cm!
b. Lukislah dua busur lingkaran masing-masing berpusat di titik P dan Q
dengan jari-jari 3 cm!
c. Perpotongan kedua busur lingkaran pada langkah 2, berilah nama R!
d. Hubungkan titik P dengan titik R dan titik Q dengan R! Sehingga
diperoleh segitiga samasisi PQR.


Setelah kalian melukis segitiga samasisi PQR di atas, jawablah pertanyaan
berikut ini!
1. Alat apa yang kalian gunakan untuk melukis XZ tersebut?
2. J enis segitiga apakah PR, jika dilihat dari besar sudut dan panjang
sisinya?
3. Adakah cara lain yang dapat kalian lakukan untuk melukis PR?
J elaskan!
Wahana Diskusi
Wahana Diskusi
Diskusi dan Penjelasan Konsep
Eksplor asi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 39
A rea melukis segitiga samasisi




















2. Melukis Segitiga Samakaki
Misalkan kalian akan melukis segitiga samakaki XYZ dengan
panjang X

=4 cm, dan panjang XZ

=Z

=5 cm. Bagaimana cara


melukis segitiga tersebut? Coba kalian ikuti langkah-langkah berikut ini!
a. Lukislah X

=4 cm!
b. Lukislah dua busur lingkaran masing-masing berpusat di titik X dan Y
dengan jari-jari 5 cm!
c. Perpotongan kedua busur lingkaran pada langkah 2, berilah nama Z!
d. Hubungkan titik X dengan Z dan titik Y dengan Z! Sehingga diperoleh
segitiga samakaki XYZ.


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 40
A rea melukis segitiga samakaki
























1. Alat apa yang kalian gunakan untuk melukis XZ tersebut?
2. J enis segitiga apakah XZ, jika dilihat dari besar sudut dan panjang
sisinya?
3. Adakah cara lain yang dapat kalian lakukan untuk melukis XZ?
J elaskan!

Wahana Diskusi
Diskusi dan Penjelasan Konsep


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 41
4. Melukis Segitiga Siku-siku
Misalkan kalian akan melukis segitiga ABC siku-siku di B dengan
panjang AB

=3 cm dan BC

=4 cm. Coba diskusikan dengan kelompok


kalian!
a. Langkah apa yang kalian lakukan terlebih dahulu untuk melukis
ABC? Pilihlah, apakah melukis sisi AB

atau melukis sisi BC

atau
melukis B?
b. Langkah apa selanjutnya yang kalian lakukan?
c. Sebutkan langkah-langkah yang kalian lakukan sehingga terlukis
ABC. Kemudian alat apa yang kalian gunakan untuk melukis ABC
tersebut?
d. Adakah cara lain yang dapat kalian lakukan untuk melukis ABC?
J elaskan!
A rea melukis segtitiga siku-siku

















Eksplor asi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 42
C. Melukis Garis-garis pada Segitiga
Pada bagian ini kalian akan mempelajari mengenai cara melukis garis-
garis istimewa yang terdapat pada sebuah segitiga.
1. Garis Tinggi
Misalkan diketahui segitiga sembarang seperti gambar di bawah
ini. Bagaimana cara kalian melukis garis tinggi pada segitiga sembarang?
Untuk melukis garis tinggi pada segitiga sembarang, ikuti langkah-langkah
berikut ini!
d) Dengan pusat titik A, lukislah busur lingkaran dengan jari-jari
sembarang sehingga memotong sisi BC di titik K dan L!
e) Dengan pusat K dan L, lukislah busur lingkaran yang berjari-jari sama
sehingga berpotongan di titik D!
f) Hubungkan titik A dan D! Garis AD memotong sisi BC di titik E.
Garis AE disebut garis tinggi dari titik A ke sisi BC.
A rea melukis garia tinggi











Dari uraian di atas dapat kalian simpulkan bahwa:



A B
C
Gambar 3.4
Garis tinggi adalah ...
..

Eksplor asi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 43
2. Garis Bagi
Misalkan diketahui segitiga sembarang seperti gambar di bawah
ini. Bagaimana cara kalian melukis garis bagi pada segitiga sembarang?
Untuk melukis garis bagi pada segitiga sembarang, ikuti langkah-langkah
berikut ini!
d) Dengan pusat A, lukislah busur lingkaran yang memotong sisi AB dan
AC berturut-turut di titik K dan L!
e) Lukislah dua busur masing-masing berpusat di K dan L, dengan jari-
jari sembarang yang sama! Kedua busur ini berpotongan di titik M.
f) Hubungkan titik A dan M! Garis AM memotong sisi BC di titik D.
garis AD disebut garis bagi ABC.
A rea melukis garia bagi














Dari uraian di atas dapat kalian simpulkan bahwa:



Garis bagi adalah .
..

A B
C
Gambar 3.5


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 44
3. Garis Berat
Misalkan diketahui segitiga sembarang seperti gambar di bawah
ini. Bagaimana cara kalian melukis garis berat pada segitiga sembarang?
Untuk melukis garis berat pada segitiga sembarang, ikuti langkah-langkah
berikut ini!
c) Lukislah dua busur lingkaran masing-masing berpusat di B dan C
dengan jari-jari sembarang! Kedua busur lingkaran berpotongan di titik
K dan L.
d) Gris KL memotong sisi BC di titik D sehingga BD =CD. Hubungkan
titik A dengan D! Garis AD disebut garis berat ABC.

A rea melukis garis berat














Dari uraian di atas dapat kalian simpulkan bahwa:



Garis berat adalah
..

A B
C
Gambar 3.6


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 45
4. Garis Sumbu
Misalkan diketahui segitiga sembarang seperti gambar di bawah
ini. Bagaimana cara kalian melukis garis sumbu pada segitiga sembarang?
Untuk melukis garis sumbu pada segitiga sembarang, ikuti langkah-
langkah berikut ini!
a. Lukislah dua busur lingkaran masing-masing berpusat di B dan C
dengan jari-jari sembarang! Kedua busur lingkaran berpotongan di titik
K dan L.
b. Gris KL memotong sisi BC di titik D. Maka terlukislah garis sumbu
KL yang tegak lurus sisi BC.

A rea melukis garis sumbu














Dari uraian di atas dapat kalian simpulkan bahwa:



Garis sumbu adalah .
..
.
A B
C
Gambar 3.7


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 46



Gunakan penggaris dan jangka!
1. Lukislah garis tinggi, garis bagi, garis
berat, dan garis sumbu di titik X pada
segitiga samasisi XYZ di samping!
2. Apa yang dapat kalian simpulkan dari
keempat garis tersebut?


1.



















Wahana Diskusi
X Y
Z
Gambar 3.8


Setelah kalian mempelajari kegiatan belajar 3, coba kalian
lengkapi rangkuman di bawah ini.
1. Alat-alat yang dapat digunakan untuk melukis segitiga:
a. ...
b. ...
c. ...
d. ...
e. ...
2. Suatu segitiga dapat dilukis jika diketahui:
a. ...
b. ...
c. ...
d. ...
e. Garis istimewa yang terdapat pada sebuah segitiga:
a. ...
b. ...
c. ...
d. ...

Rangkuman 3
Diskusi dan Penjelasan Konsep


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 47


1. Mungkinkah kalian melukis segitiga dengan ukuran P

=3,5 cm, PR

=6
cm, dan R

=5 cm?
a. Sebutkan langkah-langkah yang kalian lakukan sehingga terlukis
PR.
b. Kemudian alat apa yang kalian gunakan untuk melukis PR
tersebut?
2. Lukislah segitiga samasisi XYZ dengan panjang sisi 6,5 cm.
a. Sebutkan langkah-langkah yang kalian lakukan sehingga terlukis
XZ.
b. Kemudian alat apa yang kalian gunakan untuk melukis XZ
tersebut?
c. J enis segitiga apakah XZ, jika dilihat dari besar sudut dan panjang
sisinya?
3. Lukislah garis tinggi dan garis bagi di titik pusat A pada segitiga berikut.





4. Apakah yang dapat kalian simpulkan tentang ketiga garis tinggi pada suatu
segitiga?








Tugas 3
A
C
B
Pengembangan dan Aplikasi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 48




1. Lukislah ABC dengan AB

=6 cm, BC

=8 cm, dan B =90


o
.
a. Sebutkan langkah-langkah yang kalian lakukan sehingga terlukis
ABC.
b. Kemudian alat apa yang kalian gunakan untuk melukis ABC
tersebut?
2. Lukislah segitiga samakaki PQR dengan panjang P

=6 cm, dan panjang


PR

=R

=8 cm.
a. Sebutkan langkah-langkah yang kalian lakukan sehingga terlukis
PR.
b. Kemudian alat apa yang kalian gunakan untuk melukis PR
tersebut?
3. Salinlah segitiga berikut!




a. Buatlah garis berat di titik R.
b. Buatlah garis sumbu di titik R.
4. Apakah yang dapat kalian simpulkan tentang ketiga garis sumbu pada
suatu segitiga?
5. Apakah yang dapat kalian simpulkan tentang ketiga garis bagi pada suatu
segitiga?





Tes For mat i f 3
R
P Q


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 49



Nama Kelompok :
Kelas :

1. Lukislah ABC jika diketahui panjang sisi AB

=4 cm dengan besar sudut


A =60
o
dan B =95
o
.
Area melukis:










2. Lukislah segitiga RSI siku-siku di R dengan panjang RS

= 4 cm dan
RI

=6 cm.
Area melukis:









Lembar K er ja 3


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 50





Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
1. Dengan cara mengukur panjang sisinya, sebutkan jenis-jenis segitiga berikut.
a. b. c.


2. Dengan cara mengukur besar sudutnya, sebutkan jenis-jenis segitiga berikut.
a. b. c.


3. Dengan mengukur panjang sisi dan besar sudutnya, sebutkan jenis-jenis
segitiga berikut.
a. b. c.


4. Apa yang kalian ketahui tentang sifat-sifat suatu segitiga samasisi?
5. Adakah segitiga segitiga tumpul merupakan segitiga sembarang?
6. Perhatikan gambar F0E di samping.
a. Hitunglah besar masing-masing
sudut yang dinyatakan dengan x, y, z.
b. Dengan melihat besar sudut-
sudutnya, segitiga apakah FGH itu?
c. Dengan melihat besar sudut-
sudutnya, segitiga apakah GHJ itu?
d. Dengan melihat besar sudut-
sudutnya, segitiga apakah FGJ itu?

EVALUASI
BAB III
G
H J F
39
o
65
o
x
o
z
o
21
o
y
o
Pengembangan dan Aplikasi


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 51
7. Diketahui sudut suatu segitiga PQR dengan perbandingan 9 : 5 : 4. Berapakah
besar setiap sudut segitiga tersebut?
8. Pada gambar di samping, jika diketahui besar
K =45
o
dan HIN =130
o
.
a. Berapakah besar KHI?
b. Berapakah besar KIH?
9. Keliling sebuah daerah ABC adalah 120 cm. J ika perbandingan panjang sisi
AB : BC : AC =3 : 4 : 5.
a. Berapakah sisi terpanjang dari ABC?
b. Berapakah sisi terpendek dari ABC?
10. Pada gambar di samping, AB siku-siku di D.
Panjang AD =11 cm, CD =3 cm, dan BD =5 cm.
Berapa luas daerah ABC tersebut?
11. Diketahui luas suatu daerah segitiga adalah 252 cm
2
. J ika panjang alasnya
36 cm, maka berapakah tinggi segitiga tersebut?
12. Permukaan sebuah kotak perhiasan berbentuk segitiga. J ika panjang sisinya
4 cm, 2 cm dan 3 cm. Berapakah keliling permukaan kotak perhiasan tersebut?
13. Pak Yudi memiliki sebuah taman berbentuk segitiga dengan panjang sisi yang
sama 5 m, panjang sisi lainya 12 m, dan tinggi 7 m. Di Taman tersebut akan
ditanami rumput sebagai hiasan.
a. Berapakah luas taman yang dimiliki Pak Yudi?
b. J ika taman tersebut ditanami rumput dengan biaya Rp60.000,00/m
2
,
berapakah biaya yang harus dikeluarkan oleh Pak Yudi?
14. Lukislah KIH jika diketahui KI

=3 cm, IH

=4 cm, dan KH

=5 cm.
15. Lukislah ABC, bila diketahui panjang sisi AB

=6 cm dengan besar sudut


A =40
o
dan B =55
o
.
16. Lukislah segitiga samasisi RST dengan panjang RS

=4,5 cm.
17. Lukislah segitiga samakaki PQR dengan panjang P

= 4 cm, dan panjang


PR

=R

= 3 cm.
18. Apakah yang dimaksud dengan garis tinggi, garis bagi, garis berat, dan garis
sumbu?
K L
M
N
130
o
45
o
3
A
B
C
D
5


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 52
19. Lukislah garis tinggi, garis bagi, garis berat, dan garis sumbu di titik C pada
segitiga samakaki berikut ini.





Kesimpulan apakah yang kalian peroleh setelah melukis keempat garis
tersebut?
20. Kapan antara garis tinggi, garis bagi, garis berat, dan garis sumbu saling
berhimpit?




















A B
C


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 53





Setiap melalui proses belajar dengan bahan ajar modul matematika
berbasis pendekatan konstruktivisme dan pemecahan masalah ini, pada akhir
proses kegiatan belajar dilaksanakan tes formatif. Kalian dinyatakan kompeten
bila telah memperoleh tingkat penguasaan minimal.
Cocokkan jawaban dengan kunci jawaban tes formatif yang terdapat di
bagian akhir modul ini. Hitung jumlah jawaban yang benar, kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan terhadap materi
kegiatan belajar.
Tingkat penguasaan =
]umIuh ]uwubun bcnu
sko muksmuI
100%
Arti tingkat penguasaan yang kalian capai:
90% - 100% =sangat baik
80% - 89% =baik
70% - 79% =sedang
0% - 69% =kurang
Bila tingkat penguasaan materi telah mencapai 75% keatas, kalian dapat
melanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya. Akan tetapi, bila tingkat
penguasaan di bawah 75%, kalian harus mengulang kegiatan belajar yang belum
dikuasai.








PENUTUP
BAB IV


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 54



Adinawan, M. Cholik dan Sugijono. 2004. Seribu Pena Matematika untuk SMP
Jilid 1 untuk Kelas VII. J akarta: Erlangga.
Atik, Wintarti, dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Matematika Sekolah
Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VII Edisi 4. J akarta:
Pusat Perbukuan, Depatemen Pendidikan Nasional.
Marsigit. 2009. Mathematics 1 for Junior High School Year VII. J akarta:
Yudistira.
Nuharini, Dewi dan Tri Wahyuni. 2008. Matematika 1 Konsep dan Aplikasinya
untuk Kelas VII SMP/MTs. J akarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional.
Rosida, Manik Dame. 2009. Penunjang Belajar Matematika untuk SMP/MTs
Kelas 7. J akarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Salamah, Umi. 2012. Matematika 1 untuk Kelas VII SMP dan MTs. Solo: Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri.
Siswono, Tatag Yuli Eko dan Netti Lastiningsih. 2007. Matematika SMP dan MTs
untuk Kelas VII. J akarta: Erlangga.
Wagiyo, A, F. Surati, dan Irene Supradiarini. 2008. Pegangan Belajar
Matematika 1 untuk SMP/MTs Kelas VII. J akarta: Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional.






DAFTAR PUSTAKA


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 55



A. Kunci Jawaban Tes Formatif 1
1. a. Segitiga siku-siku
b. Segitiga tumpul
c. Segitiga lancip
2. Besar sudut yang ketiga =75
o
.
3. a. Besar ABC =45
o

b. Besar ACB =70
o

c. Besar BAC =65
o

4. Besar sudut yang lainnya =90
o

dan 55
o
.
5. Ada, karena segitiga samakaki
memiliki dua sudut lancip yang
sama besar.

B. Kunci Jawaban Tes Formatif 2
1. Panjang sisi-sisi segitiga adalah 16 cm, 20 cm, dan 15 cm.
2. Tinggi =7 cm.
3. a. Keliling =96 cm
b. luas =432 cm
2

4. Biaya yang diperlukan untuk memasang pagar =Rp1.360.000,00.
C. Kunci Jawaban Tes Formatif 3
1. 2.












LAMPIRAN
6 cm
8 cm 8 cm
R
Q P A
C
B
8 cm
6 cm
90
o


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 56
3. a. Garis RD disebut garis berat PR
b. Garis KL disebut garis sumbu yang tegak lurus dengan sisi PQ.




4. J ika kalian melukis ketiga garis sumbu pada suatu segitiga, maka ketiga
perpotongan garis sumbu tersebut dinamakan titik sumbu.
5. J ika kalian melukis ketiga garis bagi pada suatu segitiga, maka ketiga
perpotongan garis bagi tersebut dinamakan titik bagi.
D. Kunci Jawaban Evaluasi
1. a. Segitiga samakaki
b. Segitiga sembarang
c. Segitiga samasisi
2. a. Segitiga lancip
b. Segitiga tumpul
c. Segitiga siku-siku
3. a. Segitiga tumpul samakaki
b. Segitiga siku-siku sembarang
c. Segitiga siku-siku samakaki
4. Sifat-sifat segitiga samasisi antara lain: ketiga sisinya sama panjang, ketiga
sudutnya sama besar yaitu 60
o
, mempunyai simetri putar tingkat tiga.
5. Ada, karena segitiga tumpul bisa dibuat melalui ketiga panjang sisinya
berbeda.
6. a. Besar x =76
o
, y =104
o
, dan z =55
o
.
b. Segitiga lancip
c. Segitiga tumpul
d. Segitiga lancip
7. Besar setiap sudutnya =90
o
, 50
o
, dan 40
o
.
8. a. Besar KHI =85
o

b. Besar KIH =50
o

9. a. Sisi terpanjang =50 cm b. Sisi terpendek =30 cm
R
P Q
L
K
D


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 57
10. Luas daerah ABC = 20 cm
2
. 14.
11. Tinggi =14 cm
12. Keliling =9 cm
13. a. Luas taman =42 m
2

b. Biaya =Rp2.250.000,00.


15. 16.




17.




18. Garis tinggi adalah garis yang ditarik dari sebuah sudut dalam segitiga
yang tegak lurus pada sisi yang di hadapannya.
Garis bagi adalah garis yang membagi sebuah sudut segitiga menjadi dua
sama besar.
Garis berat adalah garis yang ditarik dari sebuah sudut dalam segitiga dan
membagi sisi yang di hadapan sudut itu menjadi dua bagian sma besar.
Garis sumbu adalah garis melalui pertengahan sisi dan tegak lurus pada
sisi tersebut.
19. J ika kalian lukis semua garis istimewa di titik C pada segitiga samakaki
maka antara garis tinggi, garis bagi, garis berat, dan garis sumbu saling
berhimpit.
20. Antara garis tinggi, garis bagi, garis berat, dan garis sumbu akan berhimpit
jika dilukis pada segitiga samasisi.
A B
C
40
o
55
o
6 cm
R S
T
4,5 cm
4,5 cm
4,5 cm
P
R
Q 4 cm
3 cm
3 cm
3 cm
5 cm
4 cm
K
M
L


Modul Matematika Berbasis Pendekatan Konstruktivismedan Pemecahan Masalah 58


GLOSARIUM


Istilah Keterangan
Apersepsi Siswa didorong untuk mengungkapkan pengetahuan awal
tentang konsep yang dibahas.
Eksplorasi Siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki menemukan
konsep melalui pengumpulan, pengorganisasian, dan
penginterpretasian data.
Diskusi dan
Penjelasan
Konsep
Siswa memberi penjelasan dan solusi yang didasarkan pada
hasil observasi.
Pengembangan
dan Aplikasi
Siswa mengaplikasikan pemahaman konseptual melalui
kegiatan pemecahan masalah.