Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM

KIMIA ANALISIS DASAR




Di Susun:
O
L
E
H

1. Choirunissa (061230401033)
2. Dwi Setia (061230401036)
3. Fitri ( 061230401039 )
4. Lola (061230401042)
5. M. Dery Adhatul Akbar ( 061230401044)
6. Prima Hardiyanti Akbar ( 061230401046)
7. Supiansyah (061230401050)
8. Zefrina Destrina (061230401054)



PEMBUATAN LARUTAN
Dosen Pembimbing :Ir.Hj. Sofiah, M.T
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Tahun Akademik
2012/2013

PEMBUATAN LARUTAN
1.TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa mampu:
a) Membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dari padatan dan cairan.
b) Memebuat larutan dengan cara yang cepat dan tepat.
c) Menggunakan peralatan dengan tepat dan benar.

2. DASAR TEORI
Suatu laturan adalah campuran homogen dari molekul,atom ataupun ion
dari sutu zat atau lebih. Umumnya larutan terdiri dari zat terlarut (solut) dan
zat pelarut (solven). Konsentrasi relatif suatu zat tertentu dalam suatu larutan
disebut konsentrasi. Konsentrasi dari larutan berupa:

%

:




%

:




%

:




M : Molaritas :




N : normalitas :




m : molaritas :




Larutan dapat dibuat dari asalnya yaitu:
1. Padatan
Jumlah zat terlarut (solut) yang dibutuhkan : M V BM
M : Molaritas,mol/liter
V : Volume, liter
BM : Berat molekul zat, gr/mol
Jika larutan yang akan dibuat dalam %w/v maka, jumlah zat yang diperlukan:
% W/v V

2. Cairan
Jika larutan yang dibuat dari zat asalnya cairan, umumnya senyawa
asam,basa,organic,maka volume zat yang dibutuhkan ditentukan dari
persamaan :

V1 M1 =V2 M2 ATAU V1 N2 = V2 M2

Di mana : V1 : Volume awal
M1 :molaritas awal
N1 :normalitas awal
V2 :volume akhir
M2 :molaritas akhir
N1 :normalitas akhir
Molaritas awak didapat dari :
Untuk %

: M :


Untuk %

: M :



3.DAFTAR ALAT
Kaca arloji
Spatula
Pengaduk
Gelas kimia 100 ml,250 ml
Labu takar 100 ml, 250 ml
Botol aquadest
Corong gelas
Bola karet
Pipet ukur
Pipet tetes
Masker,kacamata,sarung tangan

4.DAFTAR BAHAN
Bahan /zat petunjuk pretikim analisa kation-kation:
(N

)







5.KESELAMTAN KERJA
Untuk mengambil laritan zat pekat (misalnya asam dan basa kuat)
gunakan sarung tangan,masker, dan kacamta.
Sebelum larutan pekat dimasukkan ke dala labu ukur,terlebih dahulu isi
labu ukur dengan air aquadest.
Lakukan pengenceran di lemari asam.

7.LANGKAH KERJA
a) Untuk zat asal padatan (pelarutan )
Hitung jumlah zat yang diperlukan
Timbang zat tersebut dengan menggunakan kaca arloji
Zat dimasukkan ke dalam gelas kimia, zat yang tertinggal disemprot dan
dibilas dengan air dimeniral
Aduk hingga semua zat terlarut ke dalam air
Pindahkan larutan kedalam labu ukuryang sudah dipasng corong
Zat yang tertinggal dibilas dengan air demineral
Tambahkan air dengan hati-hati sampai tanda batas
Tutup labu ukur dan kocok sambil dibalik-balik sampai homogen
Pindahkan ke dalam botol zat, diberi label identitas za (nama zat/rumus
kimia,konsentrasi,tanggal).


b) Untuk zat asal cairan (pengenceran)
Hitung molaritas zat asal berdasarkan keterangan pasa botol zat
Hitung volume zat yang dibutuhkan berdasarkan rumus pengenceran
Isi air demineral

bagian ke dalam labu ukura yang akan digunakan


sesuai dengan volumenya.
Ambil zat tersebut dengan menggunaan pipet ukur
Masukkan ke dalma labu melalui dindingnya
Tutup dan kocok sambil dibolak balik sampai homogen
Masukkakn ke dalam botol zat,beri label

















7. DATA PENGAMATAN
Zat yang
digunakan
Sifat fisik dan kimia Perubahan Jumlah
yang di
butuhkan
Konsentrasi
larutan
yang dibuat
Volume
larutan
yang
dibuat
Warna : putih
Bau : menyengat
Bentuk : serbuk
BM : 18 gr/mol
% : -
Spgr : -
Padat cairan 1,33 gr 0,1 M 50 ml
Warna : bening
Bau : menyengat
Bentuk : -
BM :266 gr/mol
% : -
Spgr :

= 0,0266
Padat cairan 0,485 gr 0,1 M 50 ml
Warna : bening
Bau : menyengat
Bentuk : -
BM :97 gr/mol
% : -
Spgr :

=0,0097
Padat cairan 1 gr 1% 100 ml
Warna : kuning
Bau : tidak berbau
Bentuk : -
BM :-
% : 10%
Spgr :

=0,01
Padat cairan 0,425 gr 0,1 M 50 ml

Warna : putih
Bau : tidak berbau
Bentuk : kristal
BM :85 gr/mol
% :-
Spgr :

=0,0085
Padat cairan
0,55 gr 0,1 M 50 ml

Warna : bening
Bau : tidak berbau
Bentuk : serbuk
BM :110 gr/mol
% : -
Spgr :

= 0,011
Padat cairan
1,7 gr 0,1 M 50 ml

Zat yang
digunakan
Sifat fisik dan kimia Perubahan Jumlah
yang di
butuhkan
Konsentrasi
larutan
yang dibuat
Volume
larutan
yang
dibuat

Warna : tidak jernih
Bau : menyengat
Bentuk : serbuk
BM : 340 gr/mol
% : -
Spgr :

= 0,0358
cairan
cairan
3,15 gr 10 M 50 ml

Warna : bening
Bau : menyengat
Bentuk : cairan
BM : 63 gr/mol
% : -
Spgr :

= 0,063
Padat cairan
6,3 gr 1 M 50 ml

Warna : putih
Bau : tidak berbau
Bentuk : serbuk
BM : 126 gr/mol
% : -
Spgr :-
Suhu menjadi
panas
16,6 gr 6 M 50 ml

Warna : bening
Bau : menyengat
Bentuk : cair
BM : 98 gr/mol
% : 98%
Spgr :

= 0,036
Padat cairan
berwarna
kuning
9,2 gr 0,5 M 50 ml

Warna : orange
Bau : tidak ada
Bentuk : kristal
BM : 368 gr/mol
% : -
Spgr :

=0,184
Cairancairan
14,8 gr 1 M 100 ml








8.PERHITUNGAN

1)
































9.PERTANYAAN

a) Tuliskan 4 nama zat dan rumus kimianya dari asalnya padatan dan cairan
serta sifat fisik dan kimianya!
Potasium tiosiana (KSCN)
Warna: bening
Bau:menyengat
Bentuk:kristal
Potasium nitrit (KN

)
Warna : putih
Bau : tidak berbau
Bentuk : kristal
Ferum triklorida (Fe

)
Warna : Orange
Bau : menyengat
Bentuk : padat


Warna : benimg
Bau : menyengat
Bentuk : serbuk
HN


Warna : bening
Bau : menyangat
Bentuk : cair

b) Hitung molaritas larutan yang mengandung 10 gr NaCl ( BM = 58,44)
dalam larutan 200 ml larutan?
Jawab:
NaCl : Gr = M BM V
10 gr = M 58,44 gr/mol 0,2 ml
M =



M = 0,85 mol/liter



c) Hitung molaritas HCl pekat jika diketahui densitasnya 1,18 gr/ml dan %
HCl 36 ?
Penyelesaian :

BM (HCl) = H + Cl = 1 + 35,5 = 36,5 gr/mol

M =

= 11,63 mol/liter

Jadi molaritas HCl pekat 11,63 mol/liter
























10.ANALISA
Dari percobaan yang telah dilakukan HN

dapat di analisa bahwa


setelah dihitung zat diperlukan. Zat tersebut diambil menggunakan pipet ukur
yang terdapat pada ruang asam dalam bentuk cairan. Pada saat pengambilan
zat pada botolnya, zat tersebut mengeluarkan asap dan berbau menyengat.
Setelah diambil dan dicampur pada labu ukur yang telah diberi aquadest
kemudian dikocok hingga homogen. Larutan tersebut berubah menjadi
sangat bening dan tidak terjadi perubahan. Bentuknya teteap dari cairan
menjafi cairan.


11.KESIMPULAN

Larutan merupakan campuran homogen dari za terlarut dan pelarut.
Larutan dapat dibuat umumnya berupa asam-basa dan organic.
Konsentrasi dari larutan dapat berupa : 1. molaritas (M)
2. molalitas (m)
3. Normalitas (N)
4. % w/w
5. % w/v
6. % v/v















12.DAFTAR PUSTAKA

Ir.Hj Sofiah M.T, Petunjuk Pratikum Kimia Analitik Dasar,Laboratorium
Teknik Kimia Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, 2012

Anda mungkin juga menyukai