Anda di halaman 1dari 12

KESEHATAN REPRODUKSI

Fase perkembangan yang harus dilalui setiap orang, yaitu :



Remaja merupakan peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa (pubertas).

Pada masa pubertas terjadi perubahan karena pengaruh hormonal. Seiring dengan
pertumbuhan ke arah kematangan yg sempurna, muncul juga hasrat dan dorongan untuk
menyalurkan keinginan seksualnya.

Pemberian informasi masalah seksual adalah penting mengingat remaja berada
dalam potensi seksual aktif akibat pengaruh hormonal dan sering tidak memiliki
informasi yg cukup terhadap aktivitas seksual mereka. Tentu saja hal ini tidak baik bagi
perkembangan jiwa remaja bila tidak memiliki pengetahuan dan informasi yang tepat.
Fakta enunjukan sebagian besar remaja tidak tahu dampak dari perilaku seksual yang
mereka lakukan, seperti
Hamil diluar nikah
Aborsi
Penyakit Menular Seksual
Dalam rangka mencegah dampak2 tersebut, untuk itu setiap remaja harus memahami
apa yang dimaksud dengan kesehatan reproduksi.
Definisi :
Kesehatan adalah kesejahteraan jasmani, rohani, mental dan spiritual
Reproduksi adalah menghasilkan kembali yaitu suatu proses dalam menghasilkan/
melahirkan keturunan demi kelestarian hidup manusia
Jadi, kesehatan reproduksi adalah Kondisi sehat menyangkut sistem, fungsi dan proses alat
reproduksi yang dimiliki. Sehat tidak semata-mata berarti bebas dari penyakit/kecacatan,
melainkan juga sehat secara mental, sosial dan cultural.
Sistem Reproduksi Manusia
Reproduksi adalah cara makhluk hidup untuk menghasilkan individu baru yang
memiliki sifat yang sama dengan induknya. System reproduksi bertujuan untuk
mempertahankan/melestarikan jenisnya.
Selain yang terlihat di luar, perubahan juga terjadi di dalam tubuh dan tidak tampak
dari luar. Otak akan mengeluarkan zatzat kimia yang disebut hormon. Hormon ini akan
mempengaruhi perubahan fisik dan emosi seseorang pada masa pubertas, terutama:
ESTROGEN dan PROGESTERON pada remaja perempuan, diproduksi indung
telur
TESTOSTERON pada remaja laki-laki, diproduksi oleh testis.
Hormon-hormon yang mempengaruhi perubahan alat-alat reproduksi dari anak menjadi
remaja:
1) Pada remaja perempuan: rahim, saluran telur, indung telur, rongga panggul dan
vagina tumbuh seakan bersiap untuk melakukan fungsi dan proses reproduksi yang
ditandai dengan adanya siklus Menstruasi.
2) Pada remaja laki-laki: prostat dan seminal, uretra (saluran kencing), testis (buah
zakar), dan penis juga tumbuh membesar dan mulai mengeluarkan cairan yang
gunanya sebagai tempat berkembangnya sperma serta diproduksinya sperma yang
ditandai dengan Mimpi Basah



Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi
Wanita
1. Biasakan untuk membilas vagina setelah BAK dan BAB
Harus membilasnya sampai bersih, yaitu dengan membasuh menggunakan air bersih
dari arah depan ke belakang setiap kali usai buang air kecil atau buang air besar
2. Perhatikan jenis kertas tissu yang digunakan untuk membersihkan daerah vagina
3. Gantilah celana dalam paling tidak 2x dalam sehari, apalagi saat udara panas.
4. Hindari celana dalam yang terlalu ketat. Celana dalam yang terlalu ketat akan
menekan otot vagina dan membuat suasana lembab, misalnya celana jeans.
5. Sebaiknya menggunakan air yang berasal dari kran jika berada di toilet umum
6. Hindari penggunaan pantyliner beraroma (parfum) atau secara terus menerus setiap
hari karena dapat menyebabkan iritasi kulit.
7. Penggunaan pembalut
- Permukaan yang lembut
- Selain itu gantilah pembalut sesering mungkin. Pada saat aliran darah banyak,
minimal 5-6 jam sekali. Karena darah yang tertampung pada pembalut bisa
menjadi media tumbuhnya kuman penyebab infeksi.
8. Hindari penggunaan cairan khusus pembersih organ intim secara rutin karena akan
mengganggu keseimbangan flora dalam vagina
9. Hindari stres berlebihan dan beralihlah ke gaya hidup aktif dengan teratur berolahraga
dan konsumsi makanan seimbang
PRIA
1. Gunakan celana dalam bersih higienis
Ganti celana dalam yang kita pakai minimal 2x dalam satu hari
2. Cuci bersih secara rutin alat kelamin
a. Siram dan bilas dengan air bersih hingga bersih setelah buang air kecil dan air
besar agar tidak ada sisa air seni atau air kencing yang menempel pada kulit
kelamin
b. Untuk laki-laki yang tidak disunat dan penis masih memiliki kulup penutup
wajib membersihkan bagian dalam kulup (kepala penis dalam) hingga
bersih setiap hari untuk menghindari kanker
3. Cukur rambut kemaluan secara berkala
Menjaga tetap pendek agar tidak banyak ditumbuhi bakteri. Di samping itu, ada
bakteri baik yang tumbuh di rambut sekitar kemaluan, sehingga tidak baik untuk
dicukur habis hingga plontos.
4. Hindari makanan dan minuman yang merusak
Hindari pula makanan, minuman dan kebiasaan yang merusak kesehatan alat
reproduksi seperti minum minuman mengandung alkohol, merokok, menggunakan
narkoba
5. Jaga kelembaban
Oleh sebab itu hindarilah menggunakan pakaian yang ketat yang berbahan panas
kurang ventilasi serta jauhi kebiasaan yang meningkatkan suhu alat kelamin seperti
memangku laptop di paha dekat alat kelamin.
Masalah kesehatan Reproduksi
o Hubungan Seksual
- Hubungan seksual tanpa penetrasi (tidak memasukkan penis kedalam vagina)
biasanya dilakukan dengan belaian, ciuman, dan pelukan. Bila Hubungan seksual
dengan penetrasi (memasukkan penis kedalam vagina) sentuhan dilakukan pada
alat reproduksi (vagina dan penis) timbul hasrat seksual yang sering sulit
dikendalikan pada usia remaja.
- Bila terjadi hubungan seksual, kehamilan bisa terjadi segera setelah hubungan
seksual, walaupun itu untuk yang pertama kali. Yaitu bila sperma yang
dikeluarkan saat laki-laki orgasme berhasil membuahi sel telur yang dikeluarkan
indung telur perempuan (artinya, hubungan seks terjadi tepat pada masa subur)
- Mitos seperti: kehamilan tidak terjadi bila hubungan seks dilakukan dengan posisi
perempuan berdiri, setelah melakukan hubungan seksual sudah loncat-loncat
tetapi tetap hamil , perempuan tidak mengalami orgasme, atau baru pertama kali
adalah TIDAK BENAR. Kehamilan masih bisa terjadi walau penis ditarik
sebelum ejakulasi, tetapi semprotan sperma terjadi (ejakulasi) saat penis masih
berada di mulut vagina.
o Kehamilan
a. Ketika penis laki-laki masuk ke dalam vagina perempuan, kemudian diikuti
dengan ejakulasi, dalam waktu yang tidak terlalu lama (5 menit) jutaan sperma
menuju rahim. Namun, hanya satu yang bisa menembus sel telur. Sperma dapat
hidup dalam rahim selama 2-3 hari, sedangkan sel telur selama 2 hari.
b. Kehamilan diawali dengan menempelnya sel telur yang telah dibuahi sperma
(embrio) di lapisan dalam dinding rahim. Dalam 120 hari pertama,embrio
bertumbuh kembang mengikuti tahapan kehidupan sel atau hayati. Memasuki usia
kehamilan lebih lanjut, embrio berkembang menjadi janin/bayi dan tahap ini
disebut tahapan kehidupan insani.
c. Kehamilan umumnya berakhir dengan persalinan setelah + 280 hari (9 bulan 10
hari).
d. Kehamilan bisa terjadi pada remaja, karena alat reproduksi secara fisik sudah siap.
Namun, bukan berarti remaja telah siap mental dan sosial untuk melaksanakan
peran sebagai orang tua. Selain itu, pada usia di bawah 19 tahun, walaupun organ
reproduksi sudah siap melakukan fungsi reproduksi, pertumbuhan tulang panggul
remaja perempuan belum mencapai kesempurnaan sehingga Kesulitan persalinan
pada remaja perempuan dibawah 20 tahun 2-3 kali lipat lebih sering dibandingkan
perempuan berusia diatas 20 tahun.
e. Kehamilan yang tidak diinginkan dan Aborsi
Seharusnya, semua kehamilan terjadi karena diinginkan oleh calon ayah dan ibu.
Namun, perempuan bisa tidak menghendaki kehamilannya, bila:
Menderita penyakit tertentu
Usia masih terlalu muda (masih dibangku sekolah)
Korban perkosaan
Kegagalan alat KB
Bayi diduga akan lahir cacat
Indikasi psikologis, seperti depresi berat, ada konflik batin atau ketakutan.
Perempuan yang tidak menghendaki kehamilannya biasanya akan berupaya untuk
menghentikan kehamilannya. Penghentian kehamilan sebelum janin mampu hidup di
luar rahim disebut ABORSI.
o Aborsi
Ada 2 macam ABORSI:
o Spontan - secara alami, tanpa intervensi tindakan medis.
o Direncanakan - melalui tindakan medis dengan obatobatan saja atau tindakan
bedah, atau tindakan lain yang menyebabkan pendarahan lewat vagina.
Sperma adalah sel, sel telur juga merupakan sel, sel-sel ini memiliki kehidupan hayati,
belum memiliki kehidupan insani seperti janin yang sudah melewati usia kehamilan
120 hari.
Intervensi tindakan aborsi yang aman resikonya dibawah 1%, jauh lebih aman dari
pada persalinan. Namun, aborsi hanya berlangsung aman bila dilakukan sebelum
kandungan mencapai usia 12 minggu, dan dilakukan oleh dokter yang terlatih, di
sarana kesehatan yang terjamin kebersihannya
o Penyakit Menular Seksual
Penyakit menular seksual (PMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan
seksual, populer disebut penyakit kelamin. Semua tehnik hubungan seks lewat
vagina, dubur atau mulut bisa menjadi wahana penularan penyakit kelamin. Baik
laki-laki maupun perempuan bisa beresiko tertular penyakit kelamin. Perempuan
berisiko lebih besar untuk tertular, karena bentuk alat reproduksi perempuan lebih
rentan terhadap penularan PMS. Sayangnya, 50% (separuh) dari perempuan yang
tertular PMS tidak tahu bahwa sudah tertular Setiap orang yang sudah aktif seksual
terpapar risiko PMS. Kebanyakan mengira hanya bisa tertular jika berhubungan seks
dengan pekerja seks.
PMS tidak dapat dicegah hanya dengan:
Membersihkan alat kelamin setelah berhubungan seksual
Minum jamu
Minum obat antibiotik sebelum dan sesudah berhubungan seksual
Beberapa PMS yang umum terdapat di Indonesia adalah:
a. Gonore
Pada laki-laki mudah dikenal sebagai kencing nanah. Penyebabnya bakteri
yang disebut Neisseria gonorrheae. Gejala-gejala muncul antara 2 hingga 10
hari setelah terjadi hubungan seksual.
Gejala-gejala yang terjadi :
o Keluar cairan kental berwarna kekuningan
o Nyeri di perut bagian bawah
o Bisa muncul tanpa gejala
Komplikasi yang mungkin terjadi:
o Penyakit radang panggul
o Kemandulan
o Infeksi mata pada bayi baru lahir
o Memudahkan penularan infeksi HIV
b. Sifilis
Disebut juga raja singa. Disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Gejala-gejala : muncul antara 2 6 minggu (kadangkadang 3 bulan) setelah
terjadi hubungan seksual.
Munculnya gejala-gejala dibagi menjadi tiga tahap:
Primer : tampak luka tunggal, menonjol dan tidak nyeri
Sekunder: bintil/bercak merah di tubuh yang hilang sendiri, atau tanpa gejala
Tersier :kelainan jantung, kulit, pembuluh darah dan gangguan saraf
Komplikasi yang mungkin terjadi:
i. Kerusakan pada otak dan jantung
ii. Ditularkan pada bayi dalam kandungan dapat menyebabkan keguguran
atau lahir cacat
iii. Memudahkan penularan infeksi HIV
c. Herpes Genetikal
Disebabkan oleh virus Herpes simplex. Gejala-gejala muncul antara 4 7 hari
setelah terjadi hubungan seksual. Gejala-gejala yang mungkin muncul pada
tahap awal:
Bintil-bintil berair pada alat kelamin berkelompok seperti anggur kecil-
kecil dan sangat nyeri
Bintil-bintil tersebut pecah meninggalkan luka kering mengerak yang
bisa hilang sendiri
Gejala bisa kambuh lagi bila ada faktor pencetus (stress,haid, alkohol,
dll)
Komplikasi yang mungkin terjadi:
Nyeri dari syaraf
Dapat ditularkan ke mata bayi baru lahir - ( buta )
Dapat menyebabkan infeksi berat yang menyebabkan kematian pada
janin atau aborsi
Meningkatkan risiko terkena HIV/AIDS.
d. Trikomoniasis
Disebabkan oleh protozoa Trichomonas vaginalis. Gejala-gejala yang
mungkin muncul:
o Keluar cairan vagina encer berwarna kuning kehijauan, berbusa dan
berbau busuk
o Sekitar kemaluan bengkak, kemerahan, gatal, dan terasa tidak nyaman
Komplikasi yang mungkin terjadi:
o Lecet sekitar kemaluan
o Bayi lahir premature
o Memudahkan penularan infeksi HIV
e. Ulkus Mole (disebut juga bubo)
Disebabkan oleh bakteri Hemophilus ducreyi.
Gejala-gejala yang mungkin muncul:
Luka lebih dari 1 minggu dengan diameter + 2 cm, cekung pinggirnya
tidak teratur, keluar nanah dan nyeri.
Biasanya hanya pada salah satu sisi alat kelamin Sering (50%) disertai
pembengkakan kelenjar getah bening di lipat paha berwarna
kemerahan (bubo) yang bila pecah bernanah dan nyeri.
f. Kutil Kelamin
Disebabkan oleh Human Papiloma Virus.
Gejala-gejala: tonjolan kulit seperti kutil besar sekitar alat kelamin (seperti
jengger ayam)
Komplikasi yang mungkin terjadi:
1. Kutil dapat membesar (tumbuh) seperti tumor
2. Bisa berubah menjadi kanker mulut rahim
3. Meningkatkan risiko tertular HIV/AIDS
Tidak perlu mendeteksi laboratorium karena langsung terlihat dengan mata.
g. Klamidia
Disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini biasanya kronis,
karena 70% perempuan pada awalnya tidak merasakan gejala apapun sehingga
tidak memeriksakan diri.
Gejala-gejala yang mungkin muncul:
1. Cairan vagina encer berwarna putih-kekuningan
2. Nyeri di rongga panggul (perut bagian bawah)
3. Perdarahan setelah hubungan seksual
Komplikasi yang mungkin terjadi:
1. Biasanya menyertai Gonore
2. Penyakit radang panggul
3. Kemandulan akibat perlekatan pada saluran Falopian
4. Kehamilan diluar kandungan
5. Infeksi mata berat dan atau radang paru-paru pada bayi baru lahir
6. Memudahkan penularan infeksi HIV
h. HIV/AIDS
HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sejenis virus yang
menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang sel darah putih, yang merupakan
bagian paling penting dari system kekebalan tubuh. AIDS (Acquired Immuno-
Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala-gejala akibat menurunnya
sistem kekebalan tubuh.
Seseorang yang terinfeksi HIV secara fisik tidak ada bedanya dengan
orang yang tidak terinfeksi. Hampir tidak ada gejala yang muncul pada awal
terinfeksi HIV. Tetapi ketika berkembang menjadi AIDS, maka orang tersebut
perlahanlahan akan kehilangan kekebalan tubuhnya sehingga mudah terserang
penyakit, dan tubuh melemah.
Setiap orang beresiko tertular HIV tua atau muda, kaya atau miskin,
heteroseksual atau homoseksual, terkenal maupun tidak terkenal. Resiko
tertular HIV tidak berkaitan dengan siapa kita, tetapi apa yang pernah kita
lakukan.
HIV dapat ditularkan dengan cara:
Hubungan seksual tanpa pelindung dengan orang dengan HIV/AIDS
(ODHA)
Menggunakan benda tajam yang terkontaminasi oleh virus HIV,
misalnya jarum suntik pada pengguna narkoba, alat pembuat tattoo,
dan alat tindik
Mendapatkan Transfusi darah yang mengandung virus HIV
Dari ibu ODHA kepada bayi yang dikandung/disusui
HIV tidak dapat ditularkan kepada orang lain melalui:
Bersalaman atau berpelukan
Makanan dari piring yang pernah digunakan ODHA
Batuk atau bersin ODHA
Gigitan nyamuk
Berenang di tempat berenang yang sama dengan ODHA
Mengunjungi ODHA di rumah atau di rumah sakit
Obat-obat yang ada saat ini belum mampu menjanjikan penyembuhan. Tes
HIV (ELISA dua kali) perlu disertai konseling sebelum dan sesudah tes dilakukan.
Hari Pertama
a) Kelihatan Sehat
b) Pemeriksaan Darah Negative
Bulan Ke Tiga
1. Kelihatan Sehat
2. Pemeriksaan Darah Positive
Tahun 5 s/d Tahun 8
1. Sering merasa lelah
2. Berat badan turun secara mencolok
3. Sering demam disertai dengan keringat tanpa jelas
4. Pembesaran kelenjar disekitar ketiak, lipatan paha & Leher
Tahun 8 s/d Tahun 10
Tahap AIDS
Sistim kekebalan tubuhnya sudah menurun sehingga tidak ada lagi pertahan
terhadap penyakit.
Pada tahap ini penyakit tidak berbahaya pun akan menjadi penyakit yang
mematikan
Pada akhirnya penderita meninggal oleh penyakit oportunistik yang dideritanya

Referensi : Kesehatan Reproduksi Remaja, Meiwita Budiharsana

Anda mungkin juga menyukai