Anda di halaman 1dari 6

Pengukurann Ggl Se Melalui Cara Sel Pagendorf

2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 1

PENGUKURAN GGL SEL MELALUI CARA SEL PAGENDORF (NUL
DEFLECTION)
Selasa, 13 Mei 2014
Raisa Soraya*
(1112016200038)
Siti Masitoh, M.Ikhwan Fillah
Jurusan Pendidikan Imu Pengetahuan Alam
Program Studi Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta
2014
ABSTRAK
Elektrokimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari hubungan antara reaksi
kimia dan aliran listrik. Sel elektrokimia terdiri dari sepasang elektroda yang dicelupkan ke
dalam lelehan atau larutan ion dan dihubungkan dengan penghantar logam pada rangkaian
luar. Sel elektrokimia terbagi menjadi dua yaitu sel galvani atau sel volta dan sel elektrolisis.
Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang menyebabkan terjadinya reaksi redoks yang
semua tidak spontan dengan adanya energi listrik dari luar. Pada praktikum ini sel
elektrokimia yang dimaksud adalah sel galvani. Sel pogendorff pada percobaan in iterdiri dari
tahanan geser, galvanometer, multimeter power suplay dan sel galvani. Elektroda yang digunakan
dalam sel galvani ini adalah karbon dan tembaga sementara larutan yang dipakai adalah larutan
CuSO
4
dan ZnSO
4
yang dihubungkan dengan jembatan garam berupa agar yang telah ditambahkan
garam kalium iodida atau KI. Elektroda C bertindak sebagai anoda dan elektroda Cu bertindak
sebagai katoda. Ketika tidak ada lagi arus listrik yang mengalir maka akan terjadi perbedaan potensial
maksimum yang dinamakan GGL sel atau E sel. Berdasarkan percobaan E yang diperoleh adalah
sebesar 0,56 volt.
Kata Kunci: Elektrokimia, Sel Galvani, Sel Paggendorf, Ggl, dan Jembatan Garam
Pengukurann Ggl Se Melalui Cara Sel Pagendorf
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 2


INTRODUCTION
Faraday memperlihatkan adanya penyimpangan rangkaian yang tersambung ke baterai
ditutup, faraday memperlihatkan terjadinya penyimpangan sesaat pada jarum galvanometer;
penyimpangan serupa ke arah berlawanan terjadi ketika baterai dilepaskan dari rangkaian.
Percobaan ini adalah eksperimen pertamanya yang melibatkan medan magnet yang berubah
arah, hal ini diikuti oleh pembuktian faraday bahwa sebuah medan magnet bergerak atau
sebuah kumparan bergerak juga akan menyebabkan simpangan pada jarum galvanometer.
Sebuah medan magnet yang berubah terhadap waktu akan menghasilkan gaya gerak
listrik (ggl), yang pada gilirannya akan membangkitkan arus jika terdapat sebuah rangkaian
tertutup yang memadai. Gaya gerak istrik pada dasarnya adalah tegangan yang timbul karena
pergerakan konduktor berarus di dalam sebuah magnet, atau karena adanya medan yang
berubah-ubah. Secara umum Hukum Faraday dituliskan sebagai: ggl = -

V , (William
H.Hayt, 2006).
Reaksi oksidasi-reduksi, atau redoks, melibatkan perubahan dalam keadaan oksidasi
pereaksi-pereaksi. Dalam kebanyakan contoh sederhana terdapat kehilangan elektron yang
sesungguhnya oleh satu pereaksi dan perolehan elektron padanannya oleh pereaksi yang lain.
Bila aliran elektron yang menyertai suatu reaksi membentuk arus listrik, maka perubahan
kimia itu dirujuk sebagai elektrokimia.
Reaksi elektrokimia dapat dibagi dalam dua kelas: yang menghasilkan arus listrik
(proses yang erjadi dalam baterai) dan yang dihasilkan oleh arus listrik elektrolisis. Tipe
pertama reaksi bersifat sementara, dan energi bebas sistem kimianya berkurang; sistem itu
dapat melakukan kerja, misalnya menjalankan motor. Tipe kedua harus dipaksa agar terjadi
(oleh kerja yang dilakukan terhadap sistem kimia), dan energi bebas sistem kimia bertambah,
(Charles W. Keenan, 1984, hal: 29).
Beberapa istilah yang dipakai dalam analisis elektrogravimetrik adalah sel volta
(galvani) dan sel elektrolisis. Suatu sel terdiri dari dua elektroda dan satu atau lebih larutan
dalam wadah yang sesuai. Jika sel itu dapat memberi energi listrik kepada suatu sistem-luar
(eksternal) ia disebut sel volta (atau galvani). Jika energi listrik itu diberikan dari suatu
sumber luar, sel melalui mana yang mengallir dinamakan sel lektrolisis dan hukum-hukum
faraday menjelaskan perubahan utama pada elektrode-elektrode. Suatu sel terterntu dapat
Pengukurann Ggl Se Melalui Cara Sel Pagendorf
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 3

berfungsi sesaat sebagai sel galvani dan pada saat lain sebagai sel elektrolisis. Sebuah sel
galvani dibangun selagi produk-produknya terbentuk di atas elektroda-elektroda. Jika arus
dimatikan, produk-produk ini cenderung menghasilkan suatu arus dengan arah yang
berlawanan dengan arah dalam mana arus elektrolisis dilakukan. Voltase yang dikenakan
pada sel elektrolisis (Eappl = Eapplied = Edikenakan) harus melampaui voltase sel galvani
yang dihasikan ini selalu berlawanan dengan e.m.f (elektro-motif force, daya gerak listrik
yang dikenakan, dan dapat ditulis sebagai Eback=Ebalik), dan harus pula mengatasi tahanan
larutan terhadapaliran arus, (yaitu, penurunan IR). Banyaknya arus yang mengalir diberikan
oleh hukum ohm.
I = (Eappl-Eback)/R
Katode. Katode adalah pada mana reduksi terjadi, dalam sebuah sel elktroisis, itu
adalah elektroda yang melekat pada terminal negatif dari sumber, karena elektron-elktron
meninggalkan sumber dan masuk ke dalam sel elektrolisis, (J. Basset. 1994). Anoda adalah
dalam sel apa saja (galvanik maupun elektrolisis), elektroda tempat terjadinya oksidasi, (A.L
Underwood. 2002).
Metode paling memuaskan untuk pengukuran e.m.f suatu sel adalah metode yang
dikenal sebagai metode kompensasi Poggendorf. Asas metode ini adalah memberimbangkan
e.m.f anu terhadap e.m.f yang diketahui, yang mudah diubah-ubah. Bila kedua e.m.f ini esak
sama, tak akan ada arus mengalir lewat sebuah gavanometer yang ditaruh dalam rangkaian:
Oleh karena itu galvanometer digunakan sebagai instrumen nol, (J. Basset. 1994).

MATERIAL AND METHODS
Alat dan bahan:
Elektroda C dan Cu, larutan CuSO4, jembatan garam KI, power supply, multimeter,
galvanometer, tahanan geser, kabel secukupnya, agar-agar, aquades, garam KI, tabung U, Bunsen,
batang pengaduk dan kaki tiga.
Prosedur Kerja:
1. Buat jembatan garam dengan melarutkan garam KI serta agar-agar dalam aquades dan
dituang ke dalam tabung U, tunggu hingga dingin
2. Siapkan alat dan bahan kemudian rangkailah semua alat seperti gambar dibawah ini
Pengukurann Ggl Se Melalui Cara Sel Pagendorf
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 4


3. Periksa semua alat apakah sudah sesuai dengan petunjuk
4. Nyalakan dange serta tahan sampai galvanometermenunjukkan harganya dan catat panjang
tahanan.
RESULT AND DISCUSSION
Tahap
I II III
Rata rata
Pengukuran
Panjang (cm) 38 44 24 35.33
Kuatarus (A) 0.01 0.02 0.02 0.016

R = /, maka E = R. I
E = 35,33 cm x 0,016 A
E = 0.56Volt
Pembahasan:
Elektron akan mengalir dari anoda C ke katoda (Cu). Hal tersebut akan menimbulkan
perbedaan potensial antara kedua elektroda. Ketika tidak ada lagi arus listrik yang mengalir maka
akan terjadi perbedaan potensial maksimum yang dinamakan GGL sel atau E sel. Pada sel galvanik,
aliran listrik yang diperoleh adalah hasil aliran elektron, karena dorongan suatu gaya, dari elektroda
negatif melalui kabel luar ke elektroda positif. Gaya yang menyebabkan perpindahan elektrondisebut
gaya gerak listrik (ggl) dan terukur dalam satuan volt. Jadi 1 volt adalah muatan 1 C yang dapat
menghasilkan energi 1 J. Ggl yang dihasilkan sel galvanik disebut potensial sel.
Jembatan garam biasanya berupa tabung berbentuk U yang diisi dengan agar-agar yang
dijenuhkan dengan KCL. Jembatan garam berfungsi untuk menjagga kenetrtaan muatan listrik pada
larutan. Karena konsentrasi larutan elektroi=lit di kedua bagian eektroda, maka ion negatif dari
Pengukurann Ggl Se Melalui Cara Sel Pagendorf
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 5

jembatan garam masuk ke salah satu setengah-sel yang kelebihan muatan positif dari jembatan garam
berdifusi ke bagian lain yang kelebihan muatan negatif, (Sri Mulyani, 2000).
Pada percobaan ini dilakukan pengukuran GGL sel atau potensial sel dengan menggunakan
metode pogendorff. Sel pogendorff pada percobaan in iterdiri dari tahanan geser, galvanometer,
multimeter power suplay dan sel galvani. Elektroda yang digunakan dalam sel galvani ini adalah
karbon dan tembaga sementara larutan yang dipakai adalah larutan CuSO
4
dan ZnSO
4
yang
dihubungkan dengan jembatan garam berupa agar yang telah ditambahkan garam kalium iodida atau
KI. Dalam sel galvani ini elektroda di anoda merupakan elektroda inert sehingga yang akan tereduksi
adalah air. Dengan demikian maka dapat dihasilkan potensial yang cukup untuk menggerakkan
elektron menjadi arus listrik.Arus tersebut mengalir melalui tahanan geser sehingga didapat
pengukuran panjang pada mistar ditahanan dimana arus dapat terbaca pada percobaan 1,2, dan 3
adalah pada 38cm ,44cm , dan 24 cm. dengan persamaan hubungan antara arus, gaya gerak listrik dan
hambatan adalah R = / maka didapat E
0
sel 0.56 volt.

CONCLUSION
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan:
1. Elektrokimia adalah bagian dari ilmu kimia yang mempelajari hubungan antara reaksi
kimia dan aliran listrik. Sel elektrokimia terbagi menjadi dua yaitu sel galvani atau sel
volta dan sel elektrolisis.
2. Sel galvani atau sel volta adalah sel elektrokimia yang dapat menghasilkan energi
listrik yang disebabkan oleh terjadinya reaksi redoks yang spontan.
3. Reaksi oksidasi-reduksi, atau redoks, melibatkan perubahan dalam keadaan oksidasi pereaksi-
pereaksi. Katoda mengalami reduksi dan anoda mengalami oksidasi.
4. Nilai E yang diperoleh adalah 0,56 volt.





Pengukurann Ggl Se Melalui Cara Sel Pagendorf
2014

Laporan Praktikum Kimia Fisika II Page 6

REFERENCE LIST
Bassett, J. 1994. Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Jakarta. Buku
Kedoktteran EGC.
Day, R.A, dan Underwood, A.L. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi keenam.
Jakarta: Erlangga.
Hayt, William. H. 2006. Elektromagnetika Edisi Ketujuh. Jakarta: Erlangga.
Keenan, Charles. W. 1984. Kimia Untuk Universitas Edisi Keenam Jiid 2. Jakarta:
Erlangga.
Mulyani, Sri dan Hendrawan. 2000. Kimia Fisika II. Bandung: UPI Press.