Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN

PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN


VITAMIN
UJI VITAMIN E

Diajuakan untuk memenuhi persyaratan
Praktikum Biokimia Pangan



Oleh :
Nama : Shinta Selviana
NRP :123020011
Kel /Meja : A/5 (Lima)
Asisten :Noorman Adhi Tridhar
Tgl . Percobaan :14 April 2014



LABORATORIUM BIOKIMIA PANGAN
JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2014
Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

I PENDAHULUAN

Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar
Belakang percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip
Percobaan, dan (4)Reaksi Percobaan.

1.1. Latar Belakang Percobaan

Tubuh membutuhkan jumlah yang berbeda untuk
setiap Vitamin.Setiap orang punya kebutuhan Vitamin
yang berbeda. Anak-anak, orang tua, orang yang
menderita penyakit atau wanita hamil membutuhkan
jumlah yang lebih tinggi akan beberapa Vitamin dalam
makanan mereka sehari-hari. Vitamin termasuk kelompok
zat pengatur pertumbuhan dalam pemeliharaan
kehidupan.Tiap Vitamin mempunyai tugas spesifik di
dalam tubuh, karena Vitamin adalah zat organik maka
Vitamin dapat rusak karena penyimpanan dan
pengolahan. Vitamin merupakan nutrisi tanpa kalori yang
penting dan dibutuhkan untuk metabolisme tubuh
manusia.Vitamin tidak dapat diproduksi oleh tubuh
manusia, tetapi diperoleh dari makanan

sehari-hari.Fungsi khusus Vitamin adalah sebagai
kofaktor (elemen pembantu) untuk reaksi enzimatik.
Vitamin juga berperan dalam berbagai macam fungsi
tubuh lainnya, termasuk regenerasi kulit, penglihatan,
sistem susunan syaraf dan sistem kekebalan tubuh dan
pembekuan darah. Lama tidak diketahuinya mengenai
Vitamin karena bahan-bahan makanan mengandung
Vitamin yang cukup untuk mencegah timbulnya gangguan
yang hebat terhadap kesehatan. Bahan makanan yang
disajikan oleh alam mengandung berbagai Vitamin dan
Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

bila dimakan secara bersama-sama akan saling
melengkapi satu sama lain. Oleh karena itu konsumsi
jenis bahan makanan yang monoton dalam waktu lama
dapat menimbulkan terjadinya kekurangan Vitamin. Gejala
defisiensi bervariasi dari tingkat masalah kecil, seperti
sakit kepala, masalah-masalah kulit atau hilangnya nafsu
makan sampai penyakitpenyakit yang serius misalnya
beri-beri yang disebabkan oleh kekurangan Vitamin E atau
kudisan yang disebabkan oleh kekurangan Vitamin E
dalam jangka waktu yang panjang. Namun demikian,
konsumsi Vitamin yang hampir sampai pada tahap
optimum juga terjadi pada beberapa bagian grup
populasi.Melihat pentingnya dan peranan Vitamin dalam
tubuh manusia maka dilakukan percobaan ini untuk
mengetahui ada atau tidakVitamin dalam suatu bahan
pangan.

1.2. Tujuan Percobaan

Tujuan dari percobaan ini untuk mengetahui adanya
vitamin E dalam bahan pangan.
.
1.3 Prinsip Percobaan

Prinsip percobaan ini berdasarkan reaksi antara
Vitamin E dengan alkhol absolute dan HNO
3
pekat disertai
pemanasan sehingga membentuk senyawa kompleks
berwarna merah.




Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

1.4 Reaksi percobaan

Gambar 1. Reaksi Uji Vitamin E









Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

II METODE PERCOBAAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Bahan yang
Digunakan, (2) Pereaksi yang Digunakan, (3) Alat yang
Digunakan, dan (4) Metode percobaan
2.1. Bahan yang Digunakan
Bahan yang di gunakan dalam Uji sampel j (nutrisari
Lime, sampel A (selai monita coklat), sampel H (nature E),
sampel K (malkis), sampel E (madu rasa)
2.2. Pereaksi yang Digunakan
Pereaksi yang digunakan dalam uji vitamin E adalah
Alkohol absolute dan HNO
3
pekat.
2.3. Alat yang Digunakan
Peralatan yang digunakan pada uji.vitamin E adalah
tabung reaksi sejumlah sampel yang di gunakan, pipet
tetes sebanyak sampel yang di gunakan, waterbath, dan
penjepit tabung.
2.4. Metode Percobaan
Metode percobaan yang digunakan dalam Uji vitamin
E adalah seperti gambar di bawah ini:






Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)



















Gambar 2. Metode Percobaan Uji Vitamin E


Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

III HASIL PENGAMATAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil
Pengamatan dan, (2) Pembahasan.
3.1. Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Vitamin E
Sampel Pereaksi suhu Warna Hasill
I
Hasil
II
Sebelum
pemanasa
n
Sesudah
pemanasan
J
Alcohol
absolut
e &
HNO
3

pekat




75
0
Ben ing Bening
- +
A Orange Orange
- +
H Bening Bening
- +
K Putih Putih
- -
E Bening Bening
- -
Keterangan : +jika terdapat Vitamin E
- Jika tidak terdapat Vitamin E
Sumber : Hasil I : Shinta dan Fitriani, Kelompok A, Meja 5,
2014
Hasil II : Laboratorium Biokimia Pangan, 2014







Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)





Gambar 3. Hasil Pengamatan Uji
3.2 Pembahasan
Berdasarkan percobaan dengan menggunakan Uji
Vitamin E, dapat diketahui bahwa semua sampel tidak
mengandung vitamin E, ditandai dengan tidak berubahnya
warna menjadi merah. Vitamin E tahan terhadap suhu tinggi
serta asam, tetapi karena bersifat antioksidan, vitamin E
mudah teroksidasiterutama bila ada lemak tengik, timah, dan
garam besi, serta mudah rusak oleh sinar ultra violet
(Winarno, 1991). Alkohol dan HNO3 pekat pada Uji Vitamin E
berfungsi untuk membentuk senyawa -kuinon yang dapat
direduksi menghasilkan kuinol.Dengan adanya pereaksi
HNO3 pekat maka -tokoferol dapat meghasilkan -kuinon.
Pemrosesandan penyimpanan makanan dapat
mengakibatkan kehilangan tokoferol secara berarti.Sehingga
kerusakan vitamin E dapat ditekan dengan mempertahankan
suhu uji pada 750C.Pemrosesan dan penyimpanan makanan
dapat mengakibatkan kehilangan tokoferol secara berarti.
Suhu pada percobaan uji vitamin E diusahakan 75C karena
suhu tersebut merupakan suhu optimum bagi Vitamin E, jika
suhu lebih dari itu maka Vitamin E akan hilang.Peranan
vitamin E terutama karena sifatnya sebagai zatanti oksidan.
Dengan menerima oksigen, vitamin E dapat membantu
mencegah oksidasi terhadap vitamin E dalam saluran
pencernaan. Dalam jaringan vitamin E menekan terjadinya

Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

oksidasi asam lemak tidak jenuh, dengan demikian membantu
dan mempertahankan fungsi membran sel, jugaterlibat dlam
proses sintesis, khususnya dalma proses pemasangan
pirimidin ke dalam asam nukleat, pembentukan sel darah
merah dalam sumsum tulang, dan dalam proses pernapasan
(Winarno, 1991).
Berikut 8 macam buah dan sayuran yang menjadi
sumber vitamin E diantaranya : Bayam, sayur ini berada di
atas buah dan sayur lainnya.Selain itu bayam juga banyak
mengandung nutrisi dan vitamin penting lainnya yang sangat
berguna bagi tubuh dan kesehatan. Kacang - kacangan
Semua jenis kacang - kacangan mengandung vitamin E, mulai
dari kacang almond kacang tanah dan jenis kacang
lainnya.Jika anda perduli dengan asupan vitamin E setiap
harinya maka tidak seharusnya melupakan kacang-kacangan
dalam menu makan anda.
Biji bunga matahari di indonesia, biji bunga matahari
dikemas sebagai makanan ringan. Jenis ini merupakan
sumber vitamin E yang sangat baik untuk dikonsumsi setiap
hari. Lobak, Jenis lobak berwarna hijau lebih banyak
mengandung vitamin E bila dibandingkan dengan lobak
biasa.Selain itu lobak juga mengandung banyak vitamin dan
nutrisi penting bagi tubuh seperti kandungan kalsium di
dalamnya yang dapat kita manfaatkan untuk mencegah
terjadinya osteoporosis. Sawi, Warna hijau yang kita temukan
pada daun sawi menunjukkan kandungan vitamin yang tinggi,
agar lebih maksimal makanlah sayur ini selagi masih segar
dan jangan dimasak terlalu matang. Paprika, Paprika dengan
warna merah lebih tinggi kandungan vitaminnya, selain itu
paprika juga dikenal sebagai sumber vitamin C dan
mengandung antioksidan alami. Tomat, Sayuran atau buah
yang banyak sekali manfaatnya, kami pernah mengulas
Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

secara mendalam tentang manfaat tomat beberapa hari yang
lalu. Tomat banyak mengandung vitamin dan nutrisi yang baik
untuk kesehatan dan kecantikan kulit (Janggleng,2013).
Sifat vitamin E sebagai antioksidan, vit E mudah
teroksidasi terutama bila pada lemak yang tengik, timah,
garam besi serta mudah rusak oleh sinar UV. Vit E menjaga
kesuburan individu, pada hewan menyebabkan kemandulan
(Qonita, 2008).

Rumus kimia dari vitamin E adalah C29H50O2.
Contoh sumber dari vitamin E adalah minyak, nabati, sayuran
hijau, kecambah, biji-bijian. Fungsi dari vitamin E adalah
mencegah dan mempertahankan selaput sel. akibat
avitaminosis adalah keguguran, kulit mengalami gangguan
(Putri, 2009).

Vitamin E tahan terhadap suhu tinggi serta asam,
tetapi karena bersifat antioksidan, vitamin E mudah teroksidasi
162

Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

terutama bila ada lemak tengik, timah, dan garam besi, serta
mudah rusak oleh sinar ultra violet (Winarno, 1997).

Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan kulit
bersisik, lemah otot dan kemandulan. Pengaruh vitamin E
terhadap kesuburan manusia masih belum diketahui.
Kekurangan tokoferol menyebabkan tanda-tanda lain,
termasuk degenerasi hati dan perubahan fungsi membran.
Aktivitas biokimiawi vitamin E belum teridentifikasi tetapi
vitamin E mungkin ikut serta dalam mencegah pengaruh
merusak oksigen terhadap lemak ada membran sel (Poedjiadi,
1994).

Defisiensi vitamin E menyebabkan terjadinya
hemolisis sel-sel darah merah dan anemi. Pada hewan
menyebabkan kemandulan (Najib, 2010).

Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan. Vitamin ini
menerangi terjadinya oksidasi vitamin A, karotin, asam lemak
tidak jenuh dan menjagakeadaan kesuburan individual (Najib,
2010).

Peranan vitamin E terutama karena sifatnya sebagai
zat anti oksidan. Dengan penerimaan oksigen, vitamin E dapat
membantu mencegah oksidasi terhadap vitamin A dalam
saluran pencernaan. Dengan jaringan vitamin E menekan
terjadinya oksidasi asam lemak tak jenuh, dengan demikan
membantu dan mempertahankan fungsi membrane sel.
Vitamin E juga diperlukan dalam sintesis koenzim A yang
penting dalam peoses pernafasan (Winarno, 1997).
Keaktifan vitamin E pada beberapa senyawa tokoferol
berbeda-beda. Dikenal alfa, beta, dan gama-tokoferol. alfa-
tokoferol menunjukkan keaktifan vitamin E yang paling tinggi.
Vitamin E tahan terhadap suhu tinggi serta asam, karena
bersifat antioksidan, vitamin E mudah teroksidasi terutama bila
Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

pada lemak yang tengik, timah, garam besi serta mudah rusak
oleh sinar UV (Qonita, 2008).

Fungsi vitamin E dengan menerima oksigen Vitamin E
dapat membantu mencegah oksidasi terhadap Vitamin A
dalam saluran pencernaan, vitamin E dalam jaringan menekan
oksidasi asam lemak tidak jenuh, diperlukan dalam sintesis
koenzim A yang penting dalam pernafasan (Qonita, 2008).
Sumber Vitamin E: minyak tumbuhan, sayuran hijau, dan
kacang-kacangan. Kekurangan vitamin E dapat menyebabkan
berkurangnya kesuburan (Qonita, 2008).

Vitamin E (Tokoferol) terdiri atas senyawa sejenis yang
semuanya mengandung satu cincin kroman. Senyawa-
senyawa ini hanya terdapat pada tumbuh-tumbuhan terutama
dalam kecambah gandun, membentuk suatu pelindung
oksidasi yang efektif untuk lemak jenuh. Oleh karena itu
vitamin E merupakan baris pertama pertahanan terhadap
proses peroksidasi asam lemak tak jenuh ganda yang
terdapat dalam fosfolipid membrane seluler dan subseluler
(Yuniastuti, hlm: 68, 2006).
Tokoferol adalah turunan tokol, dan adanya sejumlah
senyawa sejenis dalam produk hewan dan sayur telah
ditunjukkan. Tokoferol penting sebagai antioksidan dalam
makanan, terutama dalam minyak tumbuhan. Tokoferol dalam
berbagai lemak dan makanan mengandung lemak dapat
sangat beragam. Dengan beberapa kekecualian, produk
hewan dan sayur mengandung tokoferol mulai dari sekitar 0,5
sampai 1,5 mg/100 g, minyak nabati mulai dari 10 sampai 60
mg/100 g, dan minyak kecambah serealia, yang merupakan
sumber yang sangat baik, mulai dari 150 sampai 500 mg/100
g. Minyak nabati mempunyai perbandingan -tokoferol
Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

tertinggi, yang berjumlah sekitar 60 persen dari tokoferol total
(Deman, 1997).
Alkohol dan HNO3 pekat pada uji vitamin E berfungsi
untuk membentuk senyawa -kuinon yang dapat direduksi
menghasilkan kuinol. Dengan adanya pereaksi HNO3 pekat
maka -tokoferol dapat meghasilkan -kuinon.
Vitamin E (Tocopherol), adalah vitamin yang larut baik
dalam lemak yang melindungi tubuh dari radikal bebas.
Vitamin E juga berfungsi mencegah penyakit hati, mengurangi
kelelahan dan mengurangi PMS, membantu memperlambat
penuaan karena oksidasi; mensuplai oksigen ke darah
sampai dengan ke seluruh organ tubuh. Vitamin E juga
menguatkan dinding pembuluh kapiler darah dan mencegah
kerusakan sel darah merah akibat racun. Vitamin ini juga
membantu mencegah sterilitas dan destrofi otot. Vitamin E
juga dikenal sebagai tokoferol, khususnya pada molekul alfa
tokoferol. Vitamin E diserap di saluran pencernaan yaitu oleh
silomikron melalui transport silomikron dan kemudian di hati
diserap oleh uptake silomikron. hati dapat mengubah vitamin
E menjadi VLDL. Tempat penyimpanan utama vitamin E
adalah di jaringan adiposa. Fungsi utama vitamin E di dalam
tubuh adalah sebagai antioksidan alami yang mambuang
radikal bebas dan molekul oksigen. secara partikular, vitamin
E juga penting dalam mencegah peroksidasi membran asam
lemak tak jenuh. Vitamin E dan C berhubungan dengan
efektifitas antioksidan masing-masing. Alfa-tokoferol yang aktif
dapat diregenerasi dengan adanya interaksi dengan vitamin C
yang menghambat oksidasi rakdikal bebas peroksi. Alternatif
lain, alfa tokoferol dapat membuang dua radikal bebas peroksi
dan mengkonjugasinya menjadi glucuronat ketika ekskresi di
ginjal. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan tubuh tidak
bertenaga, aktifitas seksual menurun, deposit lemak yang
Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

tidak normal di otot, perubahan degenerasi di hati dan otot,
kulit kering, dan peningkatan resiko kanker (Burke, 2007).
Vitamin E banyak tersedia dalam sayuran dan minyak biji-
bijian, yang dapat ditemukan dalam bentuk margarine, salad
dressing, dan shortening. Minyak kacang dan minyak kulit
gandum mempunyai konsentrasi vitamin E yang tertinggi.
Tingkat selanjutnya adalah minyak jagung dan minyak biji
bunga matahari. Satu sendok makan dari sumber tersebut
mengandung lebih dari RDA vitamin E. Sebaliknya, lemak
hewani seperti butter dan susu hampir tidak mengandung
vitamin E. Hal ini karena vitamin E mudah rusak oleh
pemanasan, maka akan lebih baik memperolehnya dari
makanan segar. Seperti halnya vitamin C, Vitamin E juga
merupakan antioksidan. Vitamin E membantu menstabilkan
membran sel, mengatur reaksi oksidasi dan melindungi
vitamin A. Dalam peranannya sebagai anti oksidan, vitamin E
mempunyai pengaruh besar terhadap sel, seperti sel darah
merah dan sel darah putih yang melewati paru-paru. Ketika
kadar vitamin E dalam darah sangat rendah, sel darah merah
dapat terbelah. Proses ini disebut hemolisis eritrodit dan dapat
dihindari dengan vitamin E. Kekurangan vitamin E dapat
berakibat pada sistem syaraf dan otot yang menyebabkan
kelemahan, kesulitan berjalan dan nyeri pada otot betis.
Keracunan dapat terjadi jika konsumsi berlebih, tetapi hal ini
tidak mudah terjadi seperti pada vitamin A dan D. Gejalanya
adalah sakit kepala, lemah, lelah, pusing dan penglihatan
tidak normal (Anonim, 2010).
Vitamin E dipercaya sebagai sumber antioksidan yang
kerjanya mencegah lipid peroksidasi dari asam lemak tak
jenuh dalam membran sel dan membantu oksidasi vitamin A
serta mempertahankan kesuburan. Vitamin E disimpan dalam
jaringan adiposa dan dapat diperoleh dari minyak nabati
Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

terutama minyak kecambah, gandum, kacang-kacangan, biji-
bijian, dan sayuran hijau. Ada pula senyawa lain yang dapat
menggantikan vitamin E, yaitu flavonoid. Hal ini dikemukakan
oleh Department of Environmental and Molecular Toxicology,
Oregon State University. Flavonoid merupakan senyawa
polifenol yang terdapat pada teh, buah-buahan, sayuran,
anggur, bir dan kecap. Aktivitas antioksidan flavonoid
tergantung pada struktur molekulnya terutama gugus prenil
(CH
3
)
2
C=CH-CH
2
-
). Dalam penelitian menunjukkan bahwa
gugus prenil flavonoid dikembangkan untuk pencegahan atau
terapi terhadap penyakit-penyakit yang diasosiasikan dengan
radikal bebas (Sofia, 2005).
Tokoferol adalah turunan tokol, dan adanya sejumlah
senyawa sejenis dalam produk hewan dan sayur telah
ditunjukkan.Tokoferol penting sebagai antioksidan dalam
makanan, terutama dalam minyak tumbuhan. Aras tokoferol
dalam berbagai lemak dan makanan mengandung lemak
dapat sangat beragam. Dengan beberapa pengecualian,
produk hewan dan sayur mengandung tokoferol mulai dari
sekitar 0,5sampai 1,5 mg/100 g, minyak nabati mulai dari 10
sampai 60mg/100 g, dan minyak kecambah serealia, yang
merupakan sumber yang sangat baik, mulai dari 150 sampai
500 mg/100g. Minyak nabati mempunyai perbandingan -
tokoferoltertinggi, yang berjumlah sekitar 60 persen dari
tokoferol total (deMan, 1997).

Pemrosesan dan penyimpanan makanan dapat
mengakibatkan kehilangan tokoferol secara berarti.
Perebusan sayur dalam air sampai 30 menit hanya
mengakibatkan kehilangan tokoferol sedikit saja.
Pemanggangan roti putih menyebabkan kehilangan sekitar 5
persen tokoferol pada bagian roti yang lunak (deMan, 1997).
Vitamin E tidak larut dalam air, tapi larut dalam lemak.
Sehingga vitamin E dalam tubuh hanya dapat dicerna oleh
Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

bantuan empedu hati, sebagai pengemulsi minyak saat
melalui duodenum (salah satu nama usus dalam tubuh kita).
Hal ini memiliki keuntungan tersendiri.Dimana vitamin E larut
dalam lemak ini dapat mencegah dari kerusakan radikal
bebas, karena radikal bebas terjadi di membran sel dan
lipoprotein yang terbuat dari molekul lemak.Mengkonsumsi
vitamin E ini bisa menjadi fungsi antioksidan bagi tubuh.
Sayangnya kebutuhan akan vitamin E ini dalam makanan
alami di Indonesia tidak terpenuhi bagi masyarakat secara
harian. Terutama pada wanita.Banyak wanita akhirnya
mengkonsumsi vitamin E sintesis atau suplemen ini untuk
memenuhi konsumsi vitamin E harian.Sangat baik bagi tubuh
untuk menkonsumsi lebih banyak vitamin E ini. Menurut
penelitian di Amerika (AAD) manfaat vitamin E untuk kulit yaitu
menjaga kesegaran dan keremajaan kulit, mencegah
kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet langsung,
menjaga kelembapaan dan mencegah kekeringan
kulit.Vitamin E ini sangat dibutuhkan bagi masyarakat
perkotaan. Dimana radikal bebas sangat banyak di kota,
sehingga vitamin E ini akan memberikan manfaat untuk
melindungi kulit dari hal-hal yang dapat merusaknya secara
lebih cepat. Biasanya selain dalam bentuk suplemen, vitamin
E ini juga sudah sering diberikan dalam pelembab lotion untuk
kulit.Jadi pemberian manfaat vitamin E ini baik secara dari
dalam tubuh maupun luar tubuh.Ternyata vitamin E juga
mampu untuk menjaga kesehatan rambut. Vitamin E dalam
dunia modern ini digunakan untuk komposisi shampoo,dimana
vitamin E ini memiliki fungsi sebagai pembantu dalam sirkulasi
darah ke kulit kepala. Selain tentunya juga digunakan dalam
suplemen sehari-hari. Perlu diingat juga vitamin E ini
memberikan kelembapan pada kulit kepala dan rambut terlihat
lebih segar, mudah diatur, dan mengkilap. Bahkan ada
penelitian yang mengatakan bahwa vitamin E mencegah dari
kerontokan rambut. Dengan cara vitamin E membawa
pasokan oksigen ke rambut. Kemudian merangsang
pertumbuhan rambut lebih cepat. Tidak hanya itu, vitamin E
juga dapat menutrisi rambut anda agar lebih kuat, mengobati
rambut yang kering, dan mengobati rambut yang rusak.
Dengan konsumsi harian setidaknya 100 sampai 400 UI setiap
Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

hari untuk memenuhi kebutuhan vitamin E ini.Untuk
pemenuhan vitamin E ini diperlukan suplemen.Karena
makanan alami tidak mencapai pemenuhan vitamin E hingga
400 UI.Standar yang dikonsumsi paling sedikit untuk manusia
adalah 10 sampai 30 mg dalam darah. Sehingga vitamin E ini
akan meningkatkan imunitas tubuh dengan menjadi
antioksidan. Menghalangi radikal bebas, udara kotor, dan
lainnya untuk merusak sistem dalam tubuh (Wikivitamin, 2012)

Pada percobaan penentuan vitamin Lemak terjadi
kesalah hasil yang berbeda antara hasil percobaan dan dan
hasil dari lab , hasil percobaan semua sampel negative
adanya vitamin E sedangkan hasil lab sampel J, A dan H
posisitif terdapat vitamin hal ini di sebabkan oleh ketidak
telitian praktikan dalam melihat warna hasil , karena bukan
merah pekat yang terdapat sehingga praktikan menganggap
itu negative.
Jika di oksidasi -tokoferol dapat membentuk
epoksida menstabilkan yang dapat di ubah tidak boleh bolak
balik menjadi -tokoferolkuinon, Reduksi kuinon ini
menghasilkan kuinol. Tokoferolkuinon terdapat di alam.
Oksidasi dengan asam nitrat menghasilkan -kuinon atau
merah tokoferol,yang di temukan di alam. Asam -tokoferonat
dan -tokotokoferonlakton adalah beberapa hasil metabolism
tokoferol. Banyak aktifitas biologi tokoferol merupakan
tokoferol terbanyak dan karena tampaknya mempunyai
aktifitas biologi terkuat.(deMan ,1997)



Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)

IV KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan
dan (2) Saran.
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan percobaan dengan menggunakan Uji Vitamin E, dapat
diketahui bahwa semua sampel tidak mengandung vitamin A,
ditandai dengan tidak berubahnya warna menjadi merah.
.
4.2 Saran
Disarankan pada semua praktikan harus teliti dalam melihat
hasil dari tiap percobaan supaya tidak terjadi kesalahan
identifikasi kandungan dari suatu sampel.

Keakuratan hasil percobaan, sebaiknya peralatan yang akan
digunakan terlebih dahulu dicuci, dan dikeringkan. Sedangkan
untuk sampel yang disediakan sebaiknya tidak disimpan
dalam waktu yang lama, karena secara tidak langsung sampel
akan terkontaminasi dan berpengaruh pada hasil pengamatan






Laboratorium Biokimia pangan Vitamin (Uji Vitamin E)


DAFTAR PUSTAKA
Achmad Djaeni Sediaoetama, (2000). Ilmu Gizi. Dian Rakyat:
Jakarta Timur.

deMan, John. (1997).Kimia Makanan.Penerbit ITB, Bandung.

Janggleng. (2013). 8 macam sumber vitamin E
http://www.janggleng.com/8-macam-sumber-vitamin-
e.html Diakses:14/04/2014

Poedjiadi, Anna. (2005).Dasar-Dasar Biokimia.UI-Press
:Jakarta

Qonita, (2008). Vitamin.
http://qforq.multiply.com/journal/item/11?&show_inters
titial=1&u=%2Fjournal%2Fitem. Diakses: 15/4-2014

Wikivitamin. (2012). Manfaat dan fungsi vitamin E tokoferol
http://wikivitamin.com/manfaat-dan-fungsi-vitamin-e-
tokoferol/Diakses:14/04/2014

Winarno(1991).Kimia Pangan dan Gizi.PT Gramedia
Pustaka Utama. Jakarta
Yuniastuti, (2006). Biokimia. Graha Ilmu: Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai