Anda di halaman 1dari 19

Manajemen Ayam Broiler

Oleh
Eka Ch. Caspriyati
2011
1.1 Ayam Broiler
Ayam broiler merupakan hasil teknologi yaitu persilangan antara ayam Cornish dengan
Plymouth o!k. "ang mana memiliki karakteristik ekonomis# pertumbuhan yang !epat sebagai
penghasil daging# kon$ersi pakan rendah# dipanen !epat karena pertumbuhannya yang !epat# dan
sebagai penghasil daging dengan serat lunak %Murtidjo# 1&'(). Menurut *orthe %1&'+) pertambahan
berat badan yang ideal adalah +00 gram per
minggu untuk jantan dan untuk betina ,00 gram per minggu.
Menurut -uprijatna et al. %200.) Ayam broiler adalah ayam yang mempunyai si/at tenang#
bentuk tubuh besar# pertumbuhan !epat# bulu merapat ke tubuh# kulit putih dan produksi telur
rendah. 0ijelaskan lebih lanjut oleh -iregar et al. %1&'0) bah1a ayam Broiler dalam klasi/ikasi
ekonomi memiliki si/at2si/at antara lain 3 ukuran badan besar# penuh daging yang berlemak#
temperamen tenang# pertumbuhan badan !epat serta e/isiensi penggunaan ransum tinggi.
Ayam broiler adalah ayam tipe pedaging yang telah dikembangbiakan se!ara khusus untuk
pemasaran se!ara dini. Ayam pedaging ini biasanya dijual dengan bobot rata2rata 1#+ kg tergantung
pada e/isiensinya perusahaan. Menurut asya/ %1&&2) ayam pedaging adalah ayam jantan dan ayam
betina muda yang berumur diba1ah 4 minggu ketika dijual dengan bobot badan tertentu#
mempunyai pertumbuhan yang !epat# serta dada yang lebar dengan timbunan daging yang banyak.
Ayam broiler merupakan jenis ayam jantan atau betina yang berumur 4 sampai ' minggu
yang dipelihara se!ara intensi/ untuk mendapatkan produksi daging yang optimal. Ayam broiler
dipasarkan pada umur 4 sampai ( minggu untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan permintaan
daging. Ayam broiler terutama unggas yang pertumbuhannya !epat pada /ase hidup a1al# setelah
itu pertumbuhan menurun dan akhirnya berhenti akibat pertumbuhan jaringan yang membentuk
tubuh. Ayam broiler mempunyai kelebihan dalam pertumbuhan dibandingkan dengan jenis ayam
piaraan dalam klasi/ikasinya# karena ayam broiler mempunyai ke!epatan yang sangat tinggi dalam
pertumbuhannya. 5anya dalam tujuh atau delapan minggu saja# ayam tersebut sudah dapat
dikonsumsi dan dipasarkan padahal ayam jenis lainnya masih sangat ke!il# bahkan apabila ayam
broiler dikelola se!ara intensi/ sudah dapat diproduksi hasilnya pada umur enam minggu dengan
berat badan men!apai 2 kilogram per ekor %Anonimus# 1&&+).
6ntuk mendapatkan bobot badan yang sesuai dengan yang dikehendaki pada 1aktu yang
tepat# maka perlu diperhatikan pakan yang tepat. 7andungan energi pakan yang tepat dengan
kebutuhan ayam dapat mempengaruhi konsumsi pakannya# dan ayam jantan memerlukan energy
yang lebih banyak daripada betina# sehingga ayam jantan mengkonsumsi pakan lebih banyak#
%Anggorodi# 1&'.). 5al2hal yang terus diperhatikan
dalam pemeliharaan ayam broiler antara lain perkandangan# pemilihan bibit# manajemen pakan#
sanitasi dan kesehatan# re!ording dan pemasaran. Banyak kendala yang akan mun!ul apabila
kebutuhan ayam tidak terpenuhi# antara lain penyakit yang dapat menimbulkan kematian# dan bila
ayam dipanen lebih dari ' minggu akan menimbulkan kerugian karena pemberian pakan sudah
1 | C a s p r y
tidak e/isien dibandingkan kenaikkan8penambahan berat badan# sehingga akan menambah biaya
produksi %Anonimus# 1&&+)
0aghir %1&&') membagi tiga tipe /ase pemeliharaan ayam broiler yaitu /ase starter umur 0
sampai , minggu# /ase gro1er , sampai 4 minggu dan /ase /inisher 4 minggu hingga dipasarkan.
Ayam broiler ini baru populer di 9ndonesia sejak tahun 1&'02an dimana pemegang
kekuasaan men!anangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin
sulit keberadaannya. 5ingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat 9ndonesia dengan berbagai
kelebihannya. 5anya .24 minggu sudah bisa dipanen. 0engan 1aktu pemeliharaan yang relati/
singkat dan menguntungkan# maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang
bermun!ulan diberbagai 1ilayah 9ndonesia.
Banyak strain ayam pedaging yang dipelihara di 9ndonesia. -train merupakan sekelompok
ayam yang dihasilkan oleh perusahaan pembibitan melalui proses pemuliabiakan untuk tujuan
ekonomis tertentu. Contoh strain ayam pedaging antara lain CP (0(# -tarbro# 5ybro %-uprijatna et
al.# 200.).
2.2. Perkandangan
7andang yang baik adalah kandang yang dapat memberikan kenyamanan bagi ayam# mudah
dalam tata laksana# dapat memberikan produksi yang optimal# memenuhi persyaratan kesehatan dan
bahan kandang mudah didapat serta murah harganya. Bangunan kandang yang baik adalah
bangunan yang memenuhi persyaratan teknis# sehingga kandang tersebut biasa ber/ungsi untuk
melindungi ternak terhadap lingkungan yang merugikan# mempermudah tata laksana# menghemat
tempat# menghindarkan gangguan binatang buas# dan menghindarkan ayam kontak langsung dengan
ternak unggas lain %Anonimus# 1&&+).
7andang serta peralatan yang ada di dalamnya merupakan sarana pokok untuk
terselenggarakannya pemeliharaan ayam se!ara intensi$e# berdaya guna dan berhasil guna. Ayam
akan terus menerus berada di dalam kandang# oleh karena itu kandang harus diran!ang dan ditata
agar menyenangkan dan memberikan kebutuhan hidup yang sesuai bagi ayam2ayam yang berada di
dalamnya. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini adalah pemilihan tempat atau
lokasi untuk mendirikan kandang serta konstruksi atau bentuk kandang itu sendiri. 7andang
merupakan modal tetap %in$estasi) yang !ukup besar nilainya# maka sedapat mungkin semenjak
a1al dihindarkan kesalahan2kesalahan dalam pembangunannya# apabila keliru akibatnya akan
menimbulkan problema2problema terus menerus sedangkan perbaikan tambal sulam tidak banyak
membantu %:illiamsons dan Payne# 1&&,).
-istem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras meliputi3 persyaratan
temperatur berkisar antara ,2#22,. derajat C# kelembaban berkisar antara 402(0;#
penerangan8pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada# tata letak kandang agar mendapat
sinar matahari pagi dan tidak mela1an arah mata angin ken!ang# model kandang disesuaikan
dengan umur ayam# untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang bo<#
untuk ayam remaja = 1 bulan sampai 2 atau , bulan memakai kandang bo< yang dibesarkan dan
untuk ayam de1asa bisa dengan kandang postal atapun kandang bateray. 6ntuk kontruksi kandang
tidak harus dengan bahan yang mahal# yang penting kuat# bersih dan tahan lama%Bambang#1&&.).
Persiapan dalam perkandangan adalah 3
a. >okasi kandang
7andang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk# mudah di!apai sarana
transportasi# terdapat sumber air# arahnya membujur dari timur ke barat.
b. Pergantian udara dalam kandang.
2 | C a s p r y
Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. -upaya kebutuhan
oksigen selalu terpenuhi# $entilasi kandang harus baik.
!. -uhu udara dalam kandang.
?abel 1. -uhu ideal kandang sesuai umur adalah 3
6mur %hari) -uhu %
0
C )
01 2 0( ,+ @ ,2
0' 2 1+ 2& @ 2(
1. 2 21 24 @ 2.
21 2 2' + @ 2,
2& 2 ,. 2, @ 21
d. 7emudahan mendapatkan sarana produksi
>okasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.
e. 7epadatan 7andang
Pada a1al pemeliharaan# kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan# sehingga energi
yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan# bukan untuk produksi panas tubuh.
7epadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti 9ndonesia adalah '210 ekor8m
2
# lebih dari
angka tersebut# suhu kandang !epat meningkat terutama siang hari pada umur de1asa yang
menyebabkan konsumsi pakan menurun# ayam !enderung banyak minum# stress# pertumbuhan
terhambat dan mudah terserang penyakit.
Pengaturan kepadatan kandang dilakukan sedemikian rupa untuk mengatasi kanibalisme akibat
terlalu padatnya kandang. 5al ini juga berman/aat untuk kenyamanan ayam. 7epadatan kandang
juga berpengaruh terhadap produksi# per/ormen dan tingkat kenyamanan ayam broiler %May dan
>ott# 1&&2).
?abel 2. ?ingkat kepadatan kandang ayam per bobot hidup
Bobot Badan %kg) Ekor8m2
1#+ 1, @ 1(
1#' 10 @ 1,
2#, ' @ 10
2#( 4 @ '
-iregar et al.# 1&'0
?abel ,. -tandar Bobot Badan Ayam Broiler Berdasarkan Aenis 7elamin pada 6mur 1 sampai 4
Minggu %%*C# 1&&+)
6mur %minggu) Aenis 7elamin
Aantan %g) Betina %g)
1 1.2 1++
2 ,(4 ,++
, 4'4 41(
+ 10'. &4.
. 1.(4 1,++
4 20'' 1(+1
Aika dilihat dari perbandingan table 2 dan , maka dapat dibandingkan perbandingan antara umur
dengan luas kandang yang dibutuhkan sesuai dengan jenis kelamin dan bobot badan.
3 | C a s p r y
7epadatan tinggi menurunkan berat badan pullet umur 1' minggu %Anderson dan Adams#
1&&()# meningkatkan kerusakan dada pada broiler# menimbulkan kanibalisme pada ayam# yakni
ayam saling patuk mematuk sehingga menimbulkan luka pada tubuh ternak sehingga memudahkan
masuknya parasit dan menimbulkan penyakit dan akhirnya meningkatkan angka kematian#
pen!apaian berat badan yang rendah dan mengurangi konsumsi pakan pada broiler# sedangkan
konsumsi pakan broiler umur ( minggu menurun sebesar ,#(; pada jantan dan ,#&; pada betina
ketika kepadatan kandang ditingkatkan dari 10 ekor8m
2
menjadi 1. ekor8m
2
. 7epadatan tinggi yang
diasumsikan dengan bobot badan perluasan lantai mengurangi akti$itas broiler menjadi lebih sedikit
berjalan# sebaliknya lebih banyak mengantuk dan tidur %Cra$ener et al.# 1&&2).
/. ?ipe 7andang
1. 7andang postal.
7andang ini tidak terdapat halaman umbaran sehingga dalam pemeliharaan sistem ini ayam2ayam
selalu terkurung sepanjang hari di dalam kandang. >itter yang baik harus dapat memenuhi beberapa
kriteria yakni3 memiliki daya serap yang tinggi# lembut sehingga tidak menyebabkan kerusakan
dada# mempertahankan kehangatan# menyerap panas# dan menyeragamkan temperatur dalam
kandang %Prayitno dan "u1ono# 1&&(). >itter merupakan sistem kandang pemeliharaan unggas
dengan lantai kandang ditutup oleh bahan penutup lantai seperti# sekam padi# serutan gergaji# dan
jerami padi %asya/# 1&&+). 7euntungan sistem ini adalah biaya relati/ rendah# menghilangkan bau
kotoran# jika litter kering maka pembuangan kotoran lebih mudah dan dapat menahan panas
didalam kandang. 7ekurangannya adalah penyebaran penyakit lebih mudah# Penga1asan kesehatan
le1at kotoran sulit diamati %Campa# 1&&+).
2. Cage
Bangunan kandang berbentuk sangkar berderet# menyerupai batere dan alasnya dibuat berlubang
%ber!elah). 7euntungan sistem ini adalah tingkat produksi indi$idual dan kesehatan masing2masing
terkontrol# memudahkan tata laksana# penyebaran penyakit tidak mudah. 7elemahannya adalah
biaya pembuatan semakin tinggi# ayam dapat kekurangan mineral# dan sering banyak lalat %asya/#
1&&+).
,. Panggung
-istem ini biasanya dibuat diatas kolam ikan. Bahan yang biasa digunakan untuk alas lantai adalah
bambu yang dipasang se!ara berderet agar ayam tidak terperosok.7elebihannya adalah sisa pakan
dapat diman/aatkan sebagai pakan ikan# penyebaran penyakit relati/ rendah. 7ekurangannya jika
jarak pemasangan bambu untuk alas terlalu lebar# akan dapat mengakibatkan ayam terperosok#
biaya pembuatan relati/ mahal %Martono# 2004).
4 | C a s p r y
2.,. Pakan
Ayam broiler sebagai bangsa unggas umumnya tidak dapat membuat makanannya sendiri.
Oleh sebab itu ia harus makan dengan !ara mengambil makanan yang layak baginya agar kebutuhan
nutrisinya dapat dipenuhi. Protein# asam amino# energi# $itamin# mineral harus dipenuhi agar
pertumbuhan yang !epat itu dapat ter1ujud tanpa menunggu /ungsi2 /ungsi tubuhnya se!ara normal.
0ari semua unsur nutrisi itu kebutuhan energi bagi ayam broiler sangat besar %asya/# 1&&+).
-uprijatna et al. %200.) pakan adalah !ampuran dari berbagai ma!am bahan organik maupun
anorganik untuk ternak yang ber/ungsi sebagai pemenuhan kebutuhan Bat2Bat makanan dalam
proses pertumbuhan. ansum dapat diartikan sebagai pakan tunggal atau !ampuran dari berbagai
bahan pakan yang diberikan pada ternak untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi ternak selama 2+ jam
baik diberikan sekaligus maupun sebagian %>ubis# 1&&2). asya/ %1&&+) menyatakan ransum adalah
kumpulan dari beberapa bahan pakan ternak yang telah disusun dan diatur sedemikian rupa untuk
2+ jam.
ansum memiliki peran penting dalam kaitannya dengan aspek ekonomi yaitu sebesar 4.2
(0; dari total biaya produksi yang dikeluarkan %Cadilah# 200+). Pemberian ransum bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan hidup pokok# pertumbuhan# pemeliharaan panas tubuh dan produksi
%-uprijatna et al. 200.). Pakan yang diberikan harus memberikan Bat pakan %nutrisi) yang
dibutuhkan ayam# yaitu karbohidrat# protein# lemak# $itamin dan mineral# sehingga pertambahan
berat badan perhari %A$erage 0aily Dain8A0D) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum
%selalu tersedia8tidak dibatasi). Apabila menggunakan pakan dari pabrik# maka jenis pakan
disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam# yang dibedakan menjadi 2 %dua) tahap. ?ahap
pertama disebut tahap pembesaran %umur 1 sampai 20 hari)# yang harus mengandung kadar protein
minimal 2,;. ?ahap kedua disebut penggemukan %umur diatas 20 hari)# yang memakai pakan
berkadar protein 20 ;. Aenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. E/isiensi pakan dinyatakan
dalam perhitungan CC %Ceed Con$ertion atio). Cara menghitungnya adalah# jumlah pakan
selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.
Contoh perhitungan :
0iketahui ayam yang dipanen 1000 ekor# berat rata2rata 2 kg# berat pakan selama
pemeliharaan ,12. kg# maka CC2nya adalah 3
Berat total ayam hasil panen E 1000 < 2 E 2000 kg
CC E ,12. 3 2000 E 1#4
-emakin rendah angka CC# semakin baik kualitas pakan# karena lebih e/isien %dengan pakan
sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi).
7onsumsi pakan adalah kemampuan ternak dalam mengkonsumsi sejumlah ransum yang
digunakan dalam proses metabolisme tubuh %Anggorodi# 1&'.). Blakely dan Blade %1&&')
menjelaskan bah1a tingkat konsumsi ransum akan mempengaruhi laju pertumbuhan dan bobot
akhir karena pembentukan bobot# bentuk dan komposisi tubuh pada hakekatnya adalah akumulasi
pakan yang dikonsumsi ke dalam tubuh ternak. 7ebutuhan ransum ayam broiler tergantung pada
strain# akti$itas# umur# besar ayam dan temperature% 9!h1an # 200,). Caktor yang mempengaruhi
konsumsi pakan antara lain umur# nutrisi ransum# kesehatan# bobot badan# suhu dan kelembaban
serta ke!epatan pertumbuhan %:ahju# 1&&().
Pakan pemula %starter) harus diberi setelah ayam memperoleh minum# pada beberapa hari
pertama pakan dapat diberi dengan !ara ditaburkan pada katon bo< 0OC atau tempat pakan untuk
anak ayam. -isa pakan harus dibuang tiap pagi dan jangan dibuang di litter karena akan
membahayakan kesehatan ayam. Pada 2 hari pertama gunakan air hangat bersuhu 14 sampai 20
0
C.
5 | C a s p r y
6ntuk air minum larutkan .0 gram gula dan 2 gram $itamin %dalam 1 liter air minum untuk 12 jam
pertama) Perlu juga memakai meter air agar dapat diketahui dengan pasti berapa banyak air yang
digunakan pada 2 minggu pertama tempat minum dibersihkan , kali sehari setelah itu 2 kali sehari
%Anonimus# 200+).
Pada ayam broiler /ase starter kebutuhan energi adalah ,200 k!al8kg dengan kebutuhan asam
amino methionin 0#,';. -edangkan pada /inisher kebutuhan energi sama tetapi kebutuhan protein
berkurang dan kebutuhan asam amino methionin juga berkurang menjadi 0#,2; %*C. 1&&+).
Caktor yang dapat mempengaruhi ransum pada ayam broiler# diantaranya yaitu temperatur
lingkungan# kesehatan ayam# tingkat energi ransum yang diberikan sistem pemberian makanan pada
ayam# jenis kelamin ayam dan genetik ayam %asya/# 1&&+).
Bentuk /isik ransum yang diberikan pada ayam broiler ada tiga bentuk /isik ransum yang
diberikan yaitu bentuk halus seperti tepung %mesh) yang didalamnya merupakan !ampuran berbagai
bahan makanan yang telah diramu dalam suatu sistem /ormula. ansum berbentuk butiran lengkap
atau pellet yang didasarkan pada si/at ayam broiler yang memang gemar sekali makanan2makanan
butiran dan ransum bentuk butiran pe!ah atau !rumble yang berbentuk butiran tetapi ke!il2ke!il
%asya/# 1&&+).
Menurut Bambang %1&&.) kualitas pakan ayam ras broiler ada 2 %dua) /ase yaitu /ase starter
%umur 02+ minggu) dan /ase /inisher %umur +24 minggu)3
a. 7ualitas pakan /ase starter adalah terdiri dari protein 2222+;# lemak 2#.;# serat kasar +;# 7alsium
%Ca) 1;# Phospor %P) 0#(20#&;# ME 2'002,.00 7!al.
b. 7ualitas pakan /ase /inisher adalah terdiri dari protein 1'#1221#2;F lemak 2#.;# serat kasar +#.;#
kalsium %Ca) 1;# Phospor %P) 0#(20#&; dan energy %ME) 2&002,+00 7!al.
?abel +. 7ebutuhan *utrisi Pakan Ayam Broiler pada Periode Starter dan Periode Finisher
%*C# 1&&+)
*utrisi Periode G-tarterG Periode GCinisherG
Protein %;) 2,#00; 20#00;
Energi Metabolis
%kkal8 kg)
2'002,200 2&002,200
7alsium %;) 1#00 0#&0
Cos/or %;) 0#+. 0#,.
2.+. Manajemen Pemeliharaan
Pemeliharaan ayam daging ditujukan untuk men!apai beberapa sasaran yaitu tingkat
kematian serendah mungkin# kesehatan ternak baik# berat timbangan setiap ekor setinggi mungkin
dan daya alih makanan baik %hemat). 6ntuk men!apai hal2hal tersebut ada beberapa hal pokok yang
perlu dipertimbangkan sebaik2baiknya dalam pemeliharaan ayam pedaging yaitu perkandangan dan
peralatan serta persiapannya# pemeliharaan masa a1al dan akhir# pemberian pakan# pen!egahan dan
pemberantasan penyakit dan pengelolaan %-uyoto# 1&',).
Ayam broiler atau ayam daging dipelihara selama kurang lebih 4 sampai ( minggu. Ayam ini
tidak dimaksudkan untuk produksi telur# tetapi diharapkan dagingnya. -ampai umur . minggu
beratnya kira2kira sama dengan ayam telur de1asa yaitu kurang lebih 1#. kg. Cara pemeliharaan
ayam daging hampir sama dengan ayam telur dari periode starter sampai gro1er %Aahja# 2000).
Pemeliharaan dilakukan dengan pembersihan se!ara tuntas terhadap kandang dan peralatan
yang akan dipakai didalamnya# baik tempat makanan# tempat minuman#brooder# alat pelingkan dan
6 | C a s p r y
lain2lain. ?erutama pada kandang lama yang sudah dipakai# sisa2sisa dari ternak yang lama# baik
kotoran# bahan2bahan yang ter!e!er harus dibersihkan se!ara tuntas sehingga tidak ada yang
tertinggal# sebab setiap butir sisa dari ka1anan ayam yang lama akan ada kemungkinan akan
menularkan sesuatu penyakit kepada ka1anan berikutnya. Pembersih dilakukan dengan air dan
bahan pen!u!i %sabun atau detergen) %-uyoto# 1&',).
7ebersihan lingkungan kandang %sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha
pen!egahan penyakit yang paling murah# hanya dibutuhkan tenaga yang ulet8terampil saja.
?indakan pre$enti/ dengan memberikan $aksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai !atatan
pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna se!ara e/ekti/# maka
bangunan kandang perlu dipelihara se!ara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga8di!ek
apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam8diperbaiki kembali. 0engan demikian daya
guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.
?eknis pemeliharaan ayam broiler yang baik menurut %Anonimus# 200&)# yaitu minggu
pertama %hari ke21 sampai ke2(). 0OC dipindahkan ke indukan atau pemanas# segera diberi air
minum hangat yang ditambah gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan
dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 1, gram atau 1#, kg untuk 100 ekor ayam. Aumlah
tersebut adalah kebutuhan minimal# pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang
diberikan pada a1al pemeliharaan berbentuk butiran2butiran ke!il %!rumbles).
Mulai hari ke22 hingga ayam dipanen sudah diberi air munum. Haksinasi yang pertama
dilaksanakan pada hari ke2+. Minggu 7edua %hari ke2' sampai ke21+). Pemeliharaan minggu kedua
masih memerlukan penga1asan seperti minggu pertama# meskipun lebih ringan. Pemanas sudah
bisa dikurangi suhunya. 7ebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah ,, gram per ekor atau ,#, kg
untuk 100 ekor ayam.
Minggu 7etiga %hari ke21. sampai ke221). Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada
siang hari yang terik. 7ebutuhan pakan adalah +' gram per ekor atau +#' kg untuk 100 ekor. Pada
akhir minggu %umur 21 hari) dilakukan $aksinasi yang kedua menggunakan $aksin *0 strain
>asotta melalui suntikan atau air minum. Aika menggunakan air minum# sebaiknya ayam tidak
diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu# agar ayam benar2benar merasa haus sehingga
akan meminum air mengandung $aksin sebanyak2banyaknya.
Minggu 7eempat %hari ke222 sampai ke22'). Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang
hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 2' hari# dilakukan sampling berat badan untuk
mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal mempunyai berat badan minimal
1#2. kg. 7ebutuhan pakan adalah 4. gram per ekor atau 4#. kg untuk 100 ekor ayam. 7ontrol
terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
Minggu 7elima %hari ke22& sampai ke2,.). Pada minggu ini# yang perlu diperhatikan adalah
tatalaksana lantai kandang. 7arena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi# perlu dilakukan
pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. 7ebutuhan pakan adalah
'' gram per ekor atau '#' kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur ,. hari juga dilakukan sampling
penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik men!apai 1#' sampai 2 kg. 0engan
bobot tersebut# ayam sudah dapat dipanen. Maka dapat disimpulkan bah1a kebutuhan pakan
hingga berumur . minggu adalah 2+#( kg untuk 100 ekor ayam.
Minggu 7eenam %hari ke2,4 sampai ke2+2). Aika ingin diperpanjang untuk mendapatkan
bobot yang lebih tinggi# maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan.
Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik# ayam sudah men!apai bobot 2#2. kg.
7 | C a s p r y
Menurut Bambang %1&&.) untuk pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 %dua) /ase yaitu /ase
starter %umur 02+ minggu) dan /ase /inisher %umur +24 minggu)3
a. 7uantitas pakan /ase starter adalah terbagi8digolongkan menjadi + %empat) golongan yaitu minggu
pertama %umur 12( hari) 1( gram8hari8ekor# minggu kedua %umur '21+ hari) +, gram8hari8ekor#
minggu ke2, %umur 1.221 hari) 44 gram8hari8ekor dan minggu ke2+ %umur 2222& hari) &1
gram8hari8ekor. Aadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur + minggu sebesar
1..20 gram.
b. 7uantitas pakan /ase /inisher adalah terbagi8digolongkan dalam empat golongan umur yaitu3
minggu ke2. %umur ,02,4 hari) 111 gram8hari8ekor# minggu ke24 %umut ,(2+, hari) 12&
gram8hari8ekor# minggu ke2( %umur ++2.0 hari) 1+4 gram8hari8ekor dan minggu ke2' %umur .12.(
hari) 141 gram8hari8ekor. Aadi total jumlah pakan per ekor pada umur ,02.( hari adalah ,.'2& gram.
-edangkan Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 %dua)
/ase yaitu3
a. Case starter %umur 122& hari)# kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing2masing minggu# yaitu
minggu ke21 %12( hari) 1#' lliter8hari8100 ekorF minggu ke22 %'21+ hari) ,#1 liter8hari8100 ekor#
minggu ke2, %1.221 hari) +#. liter8hari8100 ekor dan minggu ke2+ %2222& hari) (#( liter8hari8ekor.
Aadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur + minggu adalah sebanyak 122#4 liter8100
ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress
kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah .0 gram8liter air.
b. Case /inisher %umur ,02.( hari)# terkelompok dalam masing2masing minggu yaitu minggu ke2. %,02
,4 hari) &#. liter8hari8100 ekor# minggu ke24 %,(2+, hari) 10#& liter8hari8100 ekor# minggu ke2( %++2
.0 hari) 12#( liter8hari8100 ekor dan minggu ke2' %.12.( hari) 1+#1 liter8hari8ekor. Aadi total air
minum ,02.( hari sebanyak ,,,#+ liter8hari8ekor.
Cara Pemberian Pakan3
a. 6ntuk anak ayam umur 1 2 4 hari %kutuk)# pakan ditabur atau sediakan pada 1adah yang mudah
terjangkau# jenis pakan yang dipakai adalah ransum ayam ras starter %pakan komersial).
b. Ayam umur ( hari s8d 1 bulan dapat diberikan pakan !ampuran yaitu pakan ayam ras starter
di!ampur dengan katul dan dedak halus# dengan perbandingan 13 1 atau jagung giling dan katul
dengan perbandingan 2 3 1 dan dapat di tambah protein he1ani.
!. Ayam umur 22+ bulan dan seterusnya# diberikan pakan !ampuran# dedak halus# jagung giling# dan
pakan komersil dengan perbandingan ,3131 dan dapat di tambahan gabah# gaplek dan tepung ikan.
2... Haksinasi dan Pen!egahan Penyakit
1. Haksinasi
Haksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk
menimbulkan kekebalan alami. Haksinasi penting yaitu $aksinasi *08tetelo. 0ilaksanakan pada
umur + hari dengan metode tetes mata# dengan $aksin *0 strain B1 dan pada umur 21 hari dengan
$aksin *0 >asotta melalui suntikan atau air minum.
Haksin adalah mikroorganisme penyebab penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan dan
mempunyai si/at immunogenik. 9mmunogenik artinya dapat merangsang pembentukan kekebalan.
Haksinasi adalah proses memasukkan $aksin ke dalam tubuh ternak dengan tujuan supaya ternak
tersebut kebal terhadap penyakit yang disebabkan organisme tersebut. Haksin ada dua ma!am# yaitu
$aksin akti/ dan $aksin inakti/. Haksin akti/ adalah $aksin yang mikroorganismenya masih akti/
atau masih hidup. Biasanya $aksin akti/ berbentuk sediaan kering beku# !ontoh3 ME09HAC *0 >A
-O?A# ME09HAC *029B dan ME09HAC D6MBOO A. Haksin inakti/ adalah $aksin yang
8 | C a s p r y
mikroorganismenya telah dimatikan. Biasanya berbentuk sediaan emulsi atau suspensi# !ontoh3
ME09HAC *02E0- EM6>-9O*# ME09HAC CO"IA B %Aahja# 2000).
Pelaksanaan 7egiatan $aksinasi dapat dilakukan dengan !ara membagi ayam menjadi 2
kelompok besar dalam sekatan. Ayam kemudian digiring ke dalam 2 sekatan yang terbentuk.
Haksinasi dilakukan mulai dari pen terakhir hingga pen pertama. Ayam yang telah di$aksinasi
diletakan diluar sekatan hingga kemungkinan terjadinya pengulangan $aksinasi dapat diminimalisir.
Pemberian $aksin dapat dilakukan dengan beberapa !ara# seperti tetes mata# hidung# mulut
%!ekok)# atau melalui air minum. Haksinasi harus dilakukan dengan benar sehingga tidak menyakiti#
unggas dan memper!epat proses $aksinasi# dan tidak meninggalkan sisa sampah dari peralatan
$aksinasi seperti suntikan# sarung tangan# masker maupun sisa $aksin yang digunakan %botol
$aksin). 6nggas yang di$aksin harus benar2 benar dalam keadaan sehat tidak dalam kondisi sakit
maupun stress sehingga akan mendapatkan hasil yang maksimal dan tidak terjadi kematian dalam
proses $aksinasi. ?ata !ara $aksinasi harus ditempat yang teduh# bersih# $aksin tidak dalam kondisi
sakit maupun stress sehingga tidak merusak $aksin. Program $aksinasi untuk unggas# harus
disesuaikan dengan umur dari unggas tersebut dan harus berhati2hati dalam mem$aksin karena
sangat sensiti/ terhadap jarum suntik dan dapat menimbulkan stress dan kematian mendadak %Aahja#
2000).
Manajemen Brooding
Pada ayam broiler %pedaging)# masa brooding ialah periode pemeliharaan dari 0OC %chick in)
hingga umur 1+ hari %atau hingga pemanas tidak digunakan). Baik tidaknya performance ayam di
masa selanjutnya seringkali ditentukan dari bagaimana pemeliharaan di masa brooding. -atu hal
yang patut diperhatikan oleh peternak ialah kesalahan manajemen pada periode ini seringkali tidak
bisa dipulihkan %irreversible) dan berdampak negati/ terhadap performance ayam di periode
pemeliharaan berikutnya.
Manajemen brooding yang baik merupakan salah satu penentu keberhasilan peternakan ayam
%-umber 3 0ok. Medion
7enyataannya# pendapat di atas benar adanya karena pada masa ini terjadi perkembangan
pesat berbagai organ tubuh ayam %yang tidak dijumpai pada umur lebih tua). Oleh karena itu#
diharapkan peternak perlu benar2benar memberikan perhatiannya terhadap masa ini. Ada beberapa
hal yang mengalami perkembangan pesat pada umur ini yaitu 3
1. 7ekebalan tubuh ayam
Pada periode ini terjadi peralihan antara kekebalan pasi/ %kekebalan yang diturunkan dari
induk8 antibodi maternal) ke kekebalan akti/ %milik anak ayam). 7ekebalan pasi/ berasal dari
penyerapan kantung kuning telur selama periode pengeraman dan beberapa hari setelah menetas.
7ekebalan pasi/ ini !ukup e/ekti/ untuk men!egah in/eksi pada anak ayam# namun jangka
1aktunya pendek dan tingkat protekti$itasnya akan terus menurun sejalan dengan 1aktu
9 | C a s p r y
%menjadi tidak protekti/#red). Oleh karena itu# dibutuhkan kekebalan pengganti yaitu kekebalan
akti/.
?ergertaknya kekebalan akti/ dalam tubuh ayam juga berkaitan dengan perkembangan
optimal dari organ2organ kekebalan tubuh ayam seperti limpa# thymus, bursa Fabricius, peyer
patches dan sebagainya. 6mur satu minggu# perkembangan organ lim/oid sudah men!apai (0;.
*amun perlu diingat# bila berat badan ayam tidak men!apai standar maka perkembangan organ
lim/oid pun terganggu %begitu juga dengan kekebalan ayam).
7eterkaitan antara penggertakan kekebalan akti/ dan perkembangan organ kekebalan
mendasari diperlukannya tindakan $aksinasi sebagai tindakan yang e/ekti/ menggertak
kekebalan akti/. -timulus $aksin akan merangsang pematangan sel2sel pertahanan tubuh milik
anak ayam %yang sedang berkembang pesat pada umur tersebut#red) sehingga merangsang
terbentuknya kekebalan akti/ baik lokal %di mukosa saluran pernapasan) ataupun seluruh tubuh.
Atas dasar itu# beberapa $aksinasi dilakukan pada masa ini misalnya *0 %+ hari)# 9B %+ hari)#
Dumboro %( atau 1+ hari) serta A9 %10 hari). 0iharapkan ketika antibodi maternal sudah tidak
protekti/# antibodi akti/ hasil gertakan $aksinasi ini sudah mampu melindungi ayam dari in/eksi
lapang.
2. -istem pen!ernaan
Perkembangan pesat juga ditunjukkan oleh organ pen!ernaan misalnya lambung# tembolok#
usus# hati# pankreas dan sebagainya baik dalam ukuran maupun panjangnya. 6ntuk $ili usus#
perkembangan yang baik ditunjukkan dengan ukuran $ili yang panjang# besar# jumlah banyak
dan seragam. Hili yang seperti itu akan membantu e/isiensi ransum. -eperti diketahui bah1a
e/isiensi ransum paling baik terjadi pada /ase ini.
Organ pen!ernaan anak ayam umur 2 hari. -aluran pen!ernaan berkembang paling baik pada
ayam yang langsung diberikan ransum saat chick in %atas). "ang tengah ialah yang diberikan '
jam setelah chick in sedangkan yang paling ba1ah ialah yang belum diberikan ransum sama
sekali
%-umber 3 ?ony 6nandar)
,. 7erangka tubuh
10 | C a s p r y
-eiring dengan bertambahnya umur# terjadi pertambahan massa# tebal dan panjang tulang.
Pembentukan kerangka tubuh yang optimal akan mampu menopang perkembangan organ lain.
-elain itu juga menekan terjadinya a/kir ayam karena patah tulang dan kelumpuhan.
+. ?hermoregulasi %pengaturan suhu tubuh)
Ayam tidak memiliki kemampuan untuk mengatur suhu tubuhnya selama . hari pertama dan
belum se!ara optimal mampu mengatur suhu sendiri hingga umur 2 minggu. Atas dasar itu
kelangsungan hidup anak ayam pada periode ini mutlak tergantung dari bagaimana peternak
mampu menyediakan suhu yang nyaman untuk anak ayam.
.. Perkembangan bulu
Bagi anak ayam# bulu berperan menjaga kehangatan. 7etersediaan asam amino akan
membantu pertumbuhan bulu ayam sehingga lebih !epat melindungi ayam dari !ekaman suhu
dan angin.
-etelah penjelasan di atas# sungguh sangat disayangkan jika /ase ini tidak dioptimalkan oleh
peternak. 6ntuk mengetahui apakah manajemen brooding sudah berhasil atau tidak# salah satunya
dengan melakukan penimbangan berat badan ayam di umur ( hari. 0ikatakan berhasil bila berat
ayam pada umur ( hari setidaknya + kali berat saat 0OC %!obb2$antress.!om). Aika target ini tidak
di!apai maka manajemen brooding yang telah dilakukan# perlu die$aluasi.
Meski makna brooding sendiri ialah dari pemeliharaan dari 0OC hingga lepas brooder, tapi
keberhasilan manajemen brooding ditentukan oleh tiga /ase yaitu persiapan kandang %pre chick in)#
penyambutan 0OC %chick in) dan manajemen brooding sendiri. Berikut penjelasan mengenai ketiga
/ase tersebut.
Pre Chick In
0isebut juga masa persiapan sebelum chick in. 0alam tahap ini perlu diperhatikan mengenai 3
1. Biosekuriti ketat
Biosekuriti ketat adalah kun!i menekan penularan penyakit dari periode sebelumnya. 6ntuk
me1ujudkannya# peternak dapat melakukan berbagai tindakan selama pre chick in yang dimulai
dari 3
a. ?ahap persiapan kandang yang optimal seperti pengangkatan /eses# penyikatan hingga ke
sela2sela kandang# perbaikan kerusakan kandang dan desin/eksi kandang menggunakan
Formades atau Sporades.
11 | C a s p r y
Perbaiki lantai kandang yang rusak juga termasuk ke dalam hal yang dilakukan saat
pre chick in
%-umber 3 0ok. Medion)
b. 0esin/eksi Tempat Minum Ayam %TMA) dan Nampan Ransum DOC %NRDOC)
sebelum digunakan kembali. endamlah dengan Zaldes atau Medisep selama 1.2,0 menit
lalu diangin2anginkan sebelum dipakai.
!. Masa istirahat kandang yang !ukup sebelum chick in %minimal 1+ hari setelah desin/eksi).
2. Persiapan peralatan dan perlengkapan kandang
Meliputi pemilihan bahan litter, jumlah Nampan Ransum DOC %NRDOC)# Tempat
Minum Ayam %TMA) dan Induan !as Medion %I!M). Peren!anaan yang matang dari tahap
ini menentukan keberhasilan /ase chick in.
Bahan litter yang dapat digunakan antara lain sekam padi# jerami# serutan kayu halus dan
kertas. -ekam padi merupakan bahan litter yang paling sering digunakan karena murah# mudah
ditemukan# ketersediaannya kontinu dan tidak toksik bagi ayam. 0ianjurkan ketebalan litter
sekam padi ialah '212 !m. -ebelum dimasukkan ke dalam kandang# litter dikeringkan dulu lalu
disemprot dengan Formades atau Sporades dan diangin2anginkan sebelum digunakan.
?ujuannya untuk mematikan bibit penyakit dan memastikan litter benar2benar kering sehingga
tidak mudah berjamur.
Berangkat dari jumlah 0OC per kandang# peternak membuat list peralatan yang dibutuhkan
dan disesuaikan dengan kapasitas masing2masing peralatan. 6sahakan agar jumlahnya tidak
kurang dari kebutuhan agar menekan terjadinya persaingan antar ayam baik dalam hal ransum#
air minum maupun ruang gerak. Contoh pada ?abel 1 bisa digunakan untuk kapasitas 1000 ekor
0OC di kandang brooder.
?abel 1. Peralatan dan Perlengkapan 7andang Brooder 7apasitas 1000 ekor Ayam Broiler

12 | C a s p r y
-umber 3 0ok. Medion
*yalakan pemanas 12, jam sebelum chick in. ?ujuannya agar panas sudah menyebar merata
baik udara# litter maupun air minum. ?indakan ini juga akan mengusir gas ammonia#
menghangatkan udara dan air minum serta menurunkan kelembaban litter.

Chick In
-aat chick in, pertama kali lakukan penimbangan dan penghitungan jumlah 0OC. Biar lebih
mudah# peternak dapat menimbang 0OC bersama2sama dengan boksnya lalu dikurangi dengan
berat boks kosong %umumnya berat satu boks +kg).
-ambil memindahkan 0OC ke chick guard, seleksilah kualitas 0OC. Pisahkan 0OC yang
kualitasnya buruk seperti lesu# bulu kusam atau mata keruh. -elain berpotensi menjadi sumber
penyakit# 0OC berkualitas buruk akan menurunkan persen keseragaman berat badan. ?ips lain ialah
gunakan 0OC yang telah di2sexing karena ada perbedaan konsumsi ransum dan pertumbuhan antara
ayam jantan dan betina. Anjuran lain ialah gunakan 0OC yang sudah dipotong paruhnya agar ayam
mudah mematuk ransum sehingga menekan jumlah ransum ter!e!er. -elain itu# mengurangi
kanibalisme karena patuk mematuk.
-aat chick in, peternak juga 1ajib menyediakan nutrisi dan lingkungan yang baik. Berikut
ulasannya 3
1. *utrisi
-elayaknya kita saat bertamu ke rumah kerabat# tentu akan sangat nyaman dan betah bila saat
datang disambut dengan baik dan disuguhi berbagai hidangan yang nikmat. Perumpamaan ini
juga berlaku saat chick in dimana 0OC datang dalam kondisi yang lemah setelah perjalanan
sehingga menuntut pelayanan yang maksimal dari peternak.
-ediakan air gula 22.; %202.0 gram dalam 1 liter air minum) ditambah Strong n Fit untuk
mengganti energi yang hilang dari tubuh ayam dengan segera. Ada baiknya# air minum tersebut
hangat suam2suam kuku %24#(2,,
o
C). 5al ini untuk men!egah cold shock atau ayam trauma
meminum air minum karena suhu air terlalu dingin.
Bersamaan dengan itu# berikan pula ransum. -elain sebagai nutrisi# pemberian ransum dini
akan mema!u perkembangan $ili dan pemanjangan usus. Pemberian yang sedikit demi sedikit
akan lebih baik daripada sekaligus dalam satu kali pemberian %?abel 2). 0aya tampung tembolok
0OC yang terbatas dan terjaganya kesegaran ransum adalah alasan anjuran tersebut sehingga
na/su makan ayam tetap tinggi. 7euntungan lain ialah saat memberi ransum# peternak bisa
sekaligus mengontrol kondisi ayam.

?abel 2. Pembagian :aktu Pemberian ansum
13 | C a s p r y
-umber 3 0ok. Medion
Berikan air minum biasa setelah air gula habis atau 122 jam setelah chick in. Akan lebih baik#
jika air tersebut ditambah "ita Chi# atau Strong n Fit sehingga perkembangan tubuh ayam
lebih optimal. Aika kondisi anak ayam jelek %seperti kaki kering# bulu kusam dan sebagainya)
berikan Neo Meditril untuk meminimalkan resiko in/eksi bakteri misalnya !oliba!illosis.
>akukan pemeriksaan konsumsi ransum dan air minum# 22, jam setelah pemberian ransum
pertama melalui perabaan tembolok. 7onsumsi ransum dikatakan baik bila minimal (.; sampel
0OC teraba kenyal dan lunak yang mengindikasikan bah1a ayam sudah mengkonsumsi !ukup
ransum dan juga air minum. Aika perlu# peternak dapat melakukan pemeriksaan kembali 2+ jam
setelah pemberian ransum dengan indikator &.; tembolok ayam harus teraba kenyal dan lunak.
?embolok yang keras menunjukkan bah1a ayam tidak !ukup mengkonsumsi air minum atau
bahkan mengkonsumsi sekam %litter). ?etapi jika tembolok berisi air# diduga ayam !ukup
mengkonsumsi air namun tidak dengan ransum.
Aika tidak men!apai &.;# peternak 1ajib menge$aluasi manajemen chick in misalnya nutrisi#
kenyamanan kandang# jumlah TRA# TMA dan sebagainya. -elain ketika chick in# metode
perabaan tembolok ini juga dapat digunakan saat penggantian tempat ransum. Metodenya sama
yaitu pemeriksaan dilakukan , jam setelah perlakuan.
2. Modi/ikasi lingkungan
Pada 12, jam setelah chick in# lakukan pemeriksaan suhu litter apakah sudah nyaman atau
belum. -alah satu teknik mendeteksinya ialah melihat kondisi kaki 0OC. Aika litter terlalu panas#
kaki 0OC akan kemerahan dan terlihat pe!ah2pe!ah terutama di kuku dan telapak. 0OC yang
mengalami hal ini biasanya akan berkumpul jauh dari brooder. -ebaliknya jika litter terlalu
dingin# kaki 0OC akan teraba dingin %dibanding suhu tubuh kita). 7onsumsi ransum dari 0OC
yang kedinginan juga akan menurun karena 0OC !enderung diam dan meringkuk.

?embolok 0OC yang sudah mengkonsumsi ransum dan air minum %kanan) dibandingkan dengan
yang belum %kiri)
%-umber 3 Anonimous)
Masa Brooding
14 | C a s p r y
Manajemen masa brooding perlu memperhatikan beberapa hal antara lain 3
1. *utrisi
Berikan ransum berkualitas dan khusus broiler starter dengan jumlah sesuai standar breeder.
Perkembangan yang pesat pada umur ini sebaiknya juga dioptimalkan dengan suplementasi.
0ibandingkan dengan masa finisher, kebutuhan ayam masa starter %termasuk masa brooding)
akan asam amino lebih tinggi terutama yang essensial %yang tidak bisa dibuat oleh tubuh).
-uplementasi asam amino seperti methionine dan lysine akan membantu pembentukan otot dan
tulang. Man/aat asam amino akan lebih optimal bila dibantu dengan suplementasi $itamin dan
mineral. -eperti halnya $itamin B kompleks yang akan meningkatkan metabolisme tubuh.
-elain mengenai kualitas ransum# perhatikan pula mengenai bentuk ransum yang digunakan.
6ntuk masa brooding, dianjurkan ransum berbentuk fine crumble %butiran halus). Alasan dari
anjuran ini ialah karena bentuk fine crumble lebih mudah dikonsumsi oleh anak ayam sehingga
konsumsi ransum tetap baik dan juga lebih e/isien %tidak banyak terbuang).
Pergantian tempat ransum dari Nampan Ransum DOC %NRDOC) ke Tempat Ransum
Ayam %TRA) yang diletakkan di litter juga terjadi pada /ase ini yang mengikuti pertambahan
tinggi tubuh ayam. ?ujuannya agar ayam nyaman dan na/su makan tetap tinggi. Penggantian ini
dilakukan mulai umur ( hari. Buatlah masa transisi misalnya J NRDOC diganti di hari pertama#
lalu meningkat menjadi K di hari ketiga. 0i hari kelima pergantian men!akup L dan di hari
ketujuh semua NRDOC telah berganti menjadi TRA %kira2kira di umur 1+ hari). -aat masa
transisi# peternak dapat memberikan "ita Stress# Forte$it atau "ita Strong untuk menekan
stres.
5al yang sama juga berlaku untuk Tempat Minum Ayam %TMA) dimana hingga ( hari
dianjurkan menggunakan ?MA 1 galon atau lebih ke!il agar ayam mudah meminum air. Bagi
peternakan yang menggunakan nipple drinker %ND%&'()# perhatikan ketinggian ND%&'( dan
tekanan air dalam pipa. -e!ara umum# ketinggian ND%&'( ketika chick in ialah sejajar dengan
mata ayam. 7emudian membentuk sudut sebesar +.
o
C dari mata ayam %atau mengikuti kontur
punggung) di umur selanjutnya.
6mumnya# setiap nipple drinker sudah men!antumkan tekanan air yang sesuai untuk
spesi/ikasinya. Ada beberapa !ara untuk mendeteksi apakah tekanan air minum dan juga
ketinggian nipple drinker sudah sesuai. -alah satunya ialah dengan memperhatikan kebasahan
litter di ba1ah nipple drinker.
a. Aika litter terlalu basah maka diduga nipple drinker terlalu rendah atau tekanan air dalam
pipa terlalu tinggi.
b. Aika litter terlalu kering# bisa jadi nipple drinker dipasang terlalu tinggi atau tekanan air
dalam pipa terlalu rendah.
Meski begitu# pada beberapa situasi# penyebabnya bisa berbeda# misalnya saat tekanan air
terlalu rendah# litter selalu basah. ?ernyata hal tersebut disebabkan tetesan air dari nipple drinker
yang tidak menutup sempurna. Oleh karena itu# tekanan air dalam pipa dianjurkan mengikuti
standar nipple tersebut.
2. >ingkungan
Beri perhatian terhadap !ahaya# suhu# kelembaban dan ke!epatan angin. 6mumnya# setiap
breeder telah men!antumkan bagaimana lingkungan yang nyaman bagi perkembangan optimal
ayam.
15 | C a s p r y
-alah satu /aktor yang ikut berperan mengatur keempat hal tersebut ialah tirai kandang.
0ikatakan demikian karena tirai ber/ungsi untuk menjaga suhu dan kelembaban udara# mengatur
jumlah !ahaya yang masuk# men!egah tampias air hujan atau terpaan angin langsung mengenai
tubuh ayam dan membantu mengeluarkan ammonia serta debu dari kandang. -aat chick in tirai
tertutup total %dengan !elah 202,0 !m di bagian atas). Baru pada ( hari# tirai dibuka J dari atas
dan saat 1+ hari# tirai dibuka hingga K .
?irai terbuka K dari atas sehingga !ahaya masuk dan sirkulasi udara berjalan lan!ar
tanpa mengganggu kenyamanan ayam %-umber 3 0ok. Medion)
Manajemen )esehatan
0i luar dari tiga manajemen tersebut# ada satu hal yang patut diperhatikan juga yaitu
manajemen kesehatan ayam. Beberapa tindakan penting dalam men!egah penyakit ialah $aksinasi
maupun cleaning program.
-aat melakukan $aksinasi# perlakukan ayam dengan hati2hati. Perlakuan yang kasar ataupun
$aksinasi yang tergesa2gesa# selain menyebabkan ayam stres# juga rentan men!ederai ayam dan ada
kemungkinan ayam mendapatkan $aksin tidak dosis.
Aika diperlukan# peternak dapat menerapkan clearing program dengan Amo*itin# Therapy#
+ro*an%C# +ro*an%S# atau Neo Meditril sesuai dengan dosis dan aturan pakai. -elepas pemberian
air gula# jika kondisi 0OC tidak baik bisa dilakukan cleaning program ini.
%-umber 3 0ok. Medion)
Penerapan poin2poin di atas dalam manajemen brooding diharapkan mampu mengoptimalkan
potensi genetik ayam broiler. -eperti kata pepatah# Mbersusah2susah dahulu bersenang2senang
16 | C a s p r y
kemudianG# bersusah di masa brooding# lebih ringan di masa finisher dan gembira saat panen.
-emoga itu semua bisa kita !apai. -ukses selalu.
)onsumsi Ransum
?ernak akan dapat men!apai tingkat penampilan produksi tertinggi sesuai
dengan potensi genetiknya bila memperolh Bat2Bat makanan yang dibutuhkannya. Iat
makanan tersebut diperoleh ternak dengan jalan mengkonsumsi sejumlah makanan
%-utardi#1&'0). Menurut Maynard and >oosly %1&42) tujuan ternak mengkonsumsi
ransom adalah untuk hidup# bertumbuh dan berproduksi.
7onsumsi adalah jumlah makanan yang terkonsumsi oleh he1an bila
diberikan se!ara ad libitum. %Parakkasi# 1&&&). -edangkan menurut ?illman et al.
%1&&1) konsumsi diperhitungkan dari jumlah makanan yang dimakan oleh ternak#
dimana Bat makanan yang dikandungnya akan digunakan untuk men!ukupi
kebutuhan hidup pokok dan untuk produksi he1an tersebut.
Palatabilitas juga merupakan /a!tor yang menentukan tingkat konsumsi
ransom pada ternak. Menurut Chur!h %1&(&) palatabilitas dipengaruhi oleh bentuk#
bau# rasa tekstur# dan suhu makanan yang diberikan. E1ing %1&4,) menambahkan
bah1a ayam lebih menyukai bahan @bahan makanan yang ber1arna !erah.
6nggas mengkonsumsi ransom kira2kira setara dengan .; dari bobot badan
%:iradisastra# 1&'4). Menurut :ahju %1&&(0 konsumsi ransom ayam jantan lebih
besar daripada ayam betina. *C %1&&+) menyebutkan bah1a rataan konsumsi
ransom ayam broiler yang dipelihara selama + minggu adalah 1414 gr untuk jantan
dan 1+&0 gr untuk betina.
)onsumsi Air
Air merupakan senya1a penting dalam kehidupaan. 0ua per tiga bagian tubuh
he1an adalah air dengan berbagai peranan untuk kehidupan %Parakkasi# 1&&&).
Menurut -!ott et al. %1&'2) # air mempunyai /ungsi sebagai berikut 3 %1) Bat dasar dari
darah# !airan interseluler dan intraseluler yang bekerja akti/ dalam trans/ormasi BatBat
makanan# %2) penting dalam mengatur suhu tubuh karena air mempunyais si/at
menguap dan specific heat, %,) membantu mempertahankan homeostatis dengan ikut
dalam reaksi dan perubahan /isiologis yang mengontrol p5# tekanan osmotis#
konsentrasi elektrolit.
7andungan air dalam tubuh anak ayam berumur satu minggu adalah '.;
pada umur +2 minggu. 7ehilangan air tubuh 10; dapat menyebabkan keruskan yang
sangat hebat dan kehilangan air tubuh 2&; akan menyebabkan kematian %:ahju#
1&&().
Pada ayam broiler konsumsi air minum erat hubungannya dengan bobot badan
dan konsumsi ransum. Menurut Ensminger et al %1&&0) pada umumnya ayam
mengkonsumsi air minum dua kali dari bobot pakan yang dikonsumsi. 7onsumsi air
minum juga akan meningkatkan pada saat ayam pada temperatur lingkungan yang
tinggi. %May and >ott# 1&&2). Menurut *C %1&&+) konsumsi air minum bertambah
sekitar (; setiap peningkatan suhu 10C diatas suhu 210C.
7onsumsi Air Minum Ayam Broiler ?iap Minggu Pada 6mur "ang Berbeda
6mur %Minggu) 7onsumsi %ml8ekor)
17 | C a s p r y
-umber 3 *C %1&&+)
+ertum,uhan
-alah satu hal penting dalam menentukan produksi ternak adalah dengan
mengetahui pertumbuhannya. Pertumbuhan merupakan suatu proses yang sangat
kompleks yang meliputi pertambahan bobot hidup dan pertumbuhan se!ara merata
dan serentak %Maynard et al.# 1&(&). -edangkan menurut Anggorodi %1&'0)
pertumbuhan dide/inisikan sebagai pertambahan dalam bentuk dan jaringan seperti
urat daging# tulang# jantung# otak# dan semua jaringan tubuh lainnya.
Pertambahan bobot badan diperoleh melalui pengukuran kenaikan bobot
badan dengan melakukan pertimbangan berulang2ulang dalam 1aktu tiap hari# tiap
minggu atau tiap bulan %?illman et al.# 1&&10. ke!epatan pertumbuhan mempunyai
$ariasi yng !ukup besar# keaddan inibergantung pda tipe ayam# jenis kelamin# galur#
tata laksana# temperatur lingkungan# tempat ayam tersebut dipelihara serta kualitas
dan kuantitas makanan %Anggorodi# 1&'0). -!ott et al %1&'2) menyatakan bah1a
dalam keaddan normal ayam jantan tumbuh lebih !epat dari pada ayam betina.
7eseimbngan Bat2Bat nutrisi terutama imbangan energi dan protein penting
karena nyata mempengaruhi pertumbuhan %-!ott et al.# 1&'2). Menurut -iregar et l
%&1'2) dan :ahju %1&&() kualitas dari bahan2bahan makanan yang dipergunakan
untuk membuat ransum serta keserasiasn komposisi silai giBi yang sesuai dengan
kebutuhan untuk pertumbuhan merupakan dua hal yang penting dalam menentukan
pun!ak per/orman ayam broiler.
Pada umumnya semua ternak unggas# khususnya ayam broiler termasuk
golongan yang memiliki pertumbuhan !epat. -!ott et al. %1&'2) berpendapat bah1a
poertumbuhan ayam pedaging sengat !epat dan pertumbuhan dimulai sejak menetas
sampai umur ' minggu# setelah itu ke!epatan pertumbuhan akan menurun.
Pertumbuhan sangat erat hubungannya dengan konsumsi# dan diperkirakan
4,; dari penurunan pertumbuhan disebabkan karena menurunnya konsumsi ransum
dari ayam %0aghir# 1&&'). >eeson dan -ummer %1&&1) menjelaskan bah1a temperatur
tinggi dan saat ayam dalam keadaan stress# pertumbuhannya akan menurun karena
konsumsi ransumnya menurun.
7on$ersi ansum
7on$ersi ransum merupakan suatu ukuran yang dapat digunkan untuk menilai
e/isiensi penggunaan ransum serta kualitas ransum. 7on$ersi ransum adalah
perbandingan antara jumlah ransum yang dikonsumsi dengan pertambahan bobot
badan dalam jangka 1aktu tertentu %*orth# 1&'+). asya/ %1&&2) menyatakan bah1a
18 | C a s p r y
salah satu ukuran e/isiensi adalah dengan membandingkan antara jumlah ransum
yang diberikan %input) dengan hasil yang diperole baik itu daging atau telur %output).
*ilai suatu ransum selain ditentukan oleh nilai konsumsi ransum dan tingkat
pertumbuhan bobot badan juga ditentukan oleh tingkat kon$ersi ransum# dimana
kon$ersi ransum menggambarkan banyaknya jumlah ransum yang digunakan untuk
pertumbuhannya %:iradisastra# 1&'4). -emakin rendah angka kon$ersi ransum
berarti kualitas ransum semaikin baik. Anggorodi %1&'0) menyatakan bah1a nilai
kon$ersi ransum dapat dipenuhi oleh beberapa /a!tor# diantaranya adalah suhu
lingkungan# laju perjalanan ransum melalui alat pen!ernaan# bentuk /isik# dan
konsumsi ransum.
*ilai kon$ersi ransum berhubungan dengan biaya produksi# khususnya biaya
ransum# karena semakin tinggi kon$ersi ransum maka biaya ransum akan meningkat
karena jumlah ransum yang dikonsumsi untuk menghasilkan bobot badan dalam
jangka 1aktu tertentu semakin tinggi. *ilai kon$ersi ransum ransum yang tinggi
menunjukkan jumlah ransum yang dibutuhkan untuk menaikkan bobot badan
semakin meningkat dan e/isiensi ransum semakin rendah %Card and *esheim# 1&(2)
19 | C a s p r y