Anda di halaman 1dari 4

PRODUK CACAT

Produk cacat, sebagaimana telah diketahui adalah produk yang tidak sesuai dengan
standar namun secara ekonomis masih menguntungkan bila diperbaiki. Dengan demikian produk
cacat memerlukan biaya untuk perbaikannya. Biaya perbaikan tersebut dapat berupa biaya bahan
baku, tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Persoalannya adalah perlakuan biaya tambahan
atau biaya perbaikan tersebut.
Produk cacat terjadi dapat bersifat normal dan bersifat tidak normal. Bila produk cacat
yang terjadi bersifat normal maka biaya tambahan untuk memperbaiki akan menambah biaya
produksi. Akibat selanjutnya harga pokok per unit akan menjadi lebih tinggi sedangkan kualitas
produk yang dihasilkan tetap.
Contoh 5:
PT ROY mempunyai 2 buah departemen produksi yakni departemen I dan departemen II.
Dalam proses produksinya hamper dapat dipastikan terjadi produk cacat baik yang bersifat
normal maupun yang bersifat tidak normal. PT ROY menggunakan metode rata-rata dalam
hubungannya dengan BDP awal.
Berikut ini data yang diperoleh untuk bulan Maret 19XA :

Jawaban :




Departemen I Departemen II
100% BB dan 30% TK 20.000 Unit -
100% BB dan 60% TK - 10.000 Unit
Masuk proses produksi 80.000 Unit 74.000 Unit
Unit ditambahkan - 8.000 Unit
Produk Jadi - 68.000 Unit
BDP akhir dengan tingkat penyelesaian:
100% BB dan 65% BK 12.000 Unit -
100% BB dan 40% BK - 16.000 Unit
Produk Rusak :
Normal 10.000 Unit 6.000 Unit
Tidak normal 4.000 Unit 2.000 Unit
Biaya Produksi
BDP awal
Dari dept. 1 - 80,000.00 Rp
Bahan baku 30,000.00 Rp 60,000.00 Rp
Tenaga kerja 36,000.00 Rp 50,000.00 Rp
Overhead Pabrik 14,000.00 Rp 24,000.00 Rp
Periode ini :
Bahan baku 160,000.00 Rp 100,000.00 Rp
Tenaga kerja 220,000.00 Rp 140,000.00 Rp
Overhead Pabrik 100,000.00 Rp 80,000.00 Rp
60% 100%
Biaya perbaikan produk cacat
Untuk yang bersifat normal
Tenaga kerja 8,000.00 Rp -
Overhead pabrik 5,000.00 Rp -
Untuk yang bersifat tidak normal
Tenaga kerja - 14,000.00 Rp
Overhead pabrik - 8,000.00 Rp
BDP-awal dengan tingkat penyelesaian
Saat ditemukan produk rusak pada
proses produksi
PT ROY
Laporan Harga Pokok Produksi
Departemen 1
Bulan Maret 19XA
Skedul kuantitas
BDP awal 20.000 Unit
Masuk proses produksi 80.000 Unit
100.000 Unit
Selesai diproses 74.000 Unit
BDP Akhir 12.000 Unit
Produk rusak 14.000 Unit
100.000 Unit
0 Unit
Pembebanan Biaya
Elemen Jumlah biaya Biaya per unit
BDP awal
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead pabrik

Rp 30.000,00
Rp 36.000,00
Rp 14.000,00

-
-
-

Bulan ini :
Bahan baku
Tenaga kerja
Overhead pabrik
Rp 80.000,00

Rp 1,90000.
Rp 2,92683
Rp 1,31929

Rp 160.000,00
Rp 228.000,00
Rp 105.000,00
Rp 573.000,00 Rp 6,14612






Perhitungan biaya :
Produk selesai :
74.000 Unit @Rp6,14612 = Rp 454.812,00
Produk rusak (normal)
(lihat alokasi produk rusak) 38.272,00
Ke departemen II Rp 493.084,00
Produk rusak (tidak normal):4.000 = 17.790,00
BDP akhir: (12.000 unit)
100% BB :