Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN KASUS

DERMATITIS NUMULARIS
Disusun Oleh:
Dian Natalia (07120100025
Pe!"i!"in#:
D$% S% &asihah Ris'an(i) S*% KK
Ke*anite$aan Klini+ Il!u Kesehatan Kulit (an Kela!in
&a+ultas Ke(,+te$an Uni-e$sitas Pelita .a$a*an
Ru!+ital Ma$ini$ /ilan(a+
Pe$i,(e 01 Ma$et 1 2 Mei 2012
DERMATITIS NUMULARIS
Dian Natalia
Kepaniteraan Klinik FK UPH / Rumkital Marinir Cilandak
Jl. Raya Cilandak KKO, Kelurahan Cilandak Timur, Keamatan Pa!ar Min""u
Jakarta #elatan $%&'(
A3STRAK
Lata$ 3ela+an#: Dermatitis Numularis merupakan dermatitis yang berupa lesi berbentuk
mata uang logam (koin) atau agak lonjong berbatas tegas dengan efloresensi berupa
papulovesikel yang pada umumnya mudah pecah dan mengeluarkan cairan. Penyebab pasti
dari dermatitis numularis tidak diketahui. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan
gambaran klinis, berupa rasa gatal dan lesi vasikel dan papulovesikel berbentuk bulat atau
lonjong berbatas tegas, eritematosa dan sedikit edematosa. Vesikel kemudian pecah dan
terjadi eksudasi dan krusta. esi lama berupa likenifikasi dan skuama. Kasus: seorang !anita
berusia "# tahun datang dengan keluhan gatal dan timbul luka pada pergelangan kaki kiri dan
pergelangan tangan kiri serta bercak merah pada area !ajah sejak $ bulan yang lalu.
Penatala+sanaan: Pasien diberi %etri&ine $ ' $( mg per hari, De'amethasone ) ' (,* mg
per hari, kompres, deso'imetasone salep +,* mg
ABSTRACT
Background: Nummular Dermatiti! i! a )*rm *) dermatiti! in the )*rm *) harateri+ed ,y
*in !haped *r *-al le!i*n .ith de)ined ,*rder, -e!ile! .hih u!ually ,reak! ea!ily and
**+in" li/uid. The e0at au!e *) nummular dermatiti! i! n*t )ully kn*.n. Clinial
mani)e!tati*n! that *mm*nly !een are ithin" and !kin le!i*n *n!i!t *) -e!ile! *r
papull*-e!iel! in irular *r *-al !hape .ith de)ined ,*rder, erythemati, and edemat*u!.
The -e!ile! .ill ,reak, then )*rm e0udati*n and ru!ty. Case: 1 2& year! *ld .*man
pre!ented .ith ithin" and le!i*n *n her ankle, ,a!k *) .ri!t, el,*., and red pathe! *n her
)ae !ine $ m*nth a"*. Case Management: Patient .a! treated .ith Cetri+ine $ 0 $(m" a
day, De0ametha!*ne 3 0 (,4 m" a day, and de!*0imeta!*ne t*pial
PENDA.ULUAN
Dermatitis numularis merupakan dermatitis berupa lesi berbentuk mata uang logam atau agak
lonjong dan berbats tegas dengan efloresensi berupa papulovesikel yang mudah pecah.
Dermatitis numularis lebih sering ditemukan pada orang de!asa.
,ejala klinis yangumumnya dikeluhkan ialah rasa sangat gatal. -elain itu juga ditemukan lesi
berbentuk papul atau papulovesikel yang kemudian meluas membentuk lesi karakteristik
berbentuk bulat atau agak lonjong, berbatas tegas, sedikit edematosa dan eritematosa. ambat
laun vesikel akan pecah dan kemudian terjadi eksudasi dan krusta. Proses penyembuhan
dimulai dari tengah sehingga menyerupai lesi dermatomikosis. .kuran lesi dapat mencapai
*cm. Pada umumnya lesi ditemukan pada tungkai ba!ah, badan, punggung, tangan atau
lengan ba!ah. Pada tempat predileksi dapat dijumpai lebih dari satu lesi dan tersebar dengan
ukuran yang bervariasi.
Penyebab utama dari dermatitis numularis sendiri belum diketahui. /aktor yang diduga
berpengaruh antara lain infeksi, dermatitis kontak, trauma fisik maupun kmia!i. Dermatitis
numaris cenderung hilang timbul dan dapat terjadi terus menerus dan hanya membaik bila
sedang dalam masa pengobatan. 0ila terjadi kekambuhan pada umumnya terjadi pada lokasi
yang sama. esi dapat juga muncul pada tempat yang mengalami trauma (fenomena 1obner).
.ntuk terapi sedapat mungkin dicari faktor yang memprovokasi timbulnya dermatitis
numularis. -ecara topikal dapat diberikan obat anti inflamasi. 0ila masih terdapat lesi
eksudatif, dilakukan kompres dengan larutan permanganas kalius $2$(((( terlebih dahulu.
Dapat pula diberikan antihistamin unutk mengurangi rasa gatal pasien.
LAPORAN KASUS
-eorang !anita dengan inisial -, berusia "# tahun, pekerjaan ibu rumah tangga, istri dari
seorang PN- datang dengan keluhan gatal dan munculnya luka pada punggung tangan kiri,
siku kanan, punggung kaki kiri serta bercak merah pada !ajah sejak $ bulan yang lalu.
1eluhan a!al ialah rasa gatal diikuti munculnya bintil bintil kecil berkelompok dan berisi
cairan pada kaki kiri sejak $ bulan sebelum kunjungan. 3asa gatal kemudian dirasakan pada
area punggung tangan kiri, siku kanan serta !ajah + minggu sebelum kunjungan.pada
punggung tangan dan siku pasien menemukan intil bintil yang serupa dengan pergelangan
kaki, sedangkan pada !ajah pasien menyadari munculnya plak ber!arna kemerahan yang
tersebar di seluruh area !ajah. ,atal dirasakan pasien terus menerus. 3asa gatal
menyebabkan pasien menggaruk bintil pada area pergelangan kaki kiri, pergelangan tangan
kiri serta siku kanan, mengakibatkan bintil tersebut pecah dan mengeluarkan cairan. setelah
digaruk pasien menyadari area tempat bintil semula berada menjadi gelap dan menebal.
Pasien menggosok gosok area yang gatal pada !ajah dengan tangan, dan menurut pasien saat
digosok plak merah pada area !ajah tersebut mengeluarkan cairan bening. 4idak terjadi
perubahan pada plak merah pada !ajah.
Pasien telah menggunakan obat berupa salep acyclovir selama + minggu, 0ioplacenton ) hari
sebelum kunjungan pada lesi di pergelangan kaki kiri, pergelangan kaki kanan, siku dan
!ajah.
Pasien belum pernah mengalami gejala serupa sebelumnya. Pasien juga tika memiliki ri!ayat
alergi. 4idak ada anggota keluarga atau orang di sekitar pasien yang memiliki gejala serupa.
Pasien tidak mengganti detergen, sabun maupun produk kulit dalam $ tahun terakhir.
Dalam pemeriksaan fisik keadaan umu pasien baik, kesadaran compos mentis. Pemeriksaan
tanda tanda vital tidak dilakukan.
Pada pemeriksaan dermatologi ditemukan2
$. Pada regio dorsopedis sinistra terdapat " lesi makula hiperpigmentasi berbentuk bulat
dengan ukuran $,*5 ) cm, berskuama, batas tegas dengan tepi tidak aktif , likenifikasi
6,ambar $.$ dan ,ambar $.+7
+. Pada region dorso amnus sinistra ditemukan lesi makula hiperpigmentasi berbentuk
bulat dengan batas tegas. terdapat papulovesikel berkelompok pada tepi lesi. Pada
bagian tengah lesi tampak tenang 6,ambar $.)7
Pada region siku de'tra ditemukan lesi makula eritem dan papulovesikel berkelompok
dengan batas tegas. 0erbentuk lonjong dengan ukuran $ ' + cm
). Pada region facial ditemukan lesi plak eritema, batas tidak tegas dan skuama
berminyak.
Diagnosa banding pasien ialah dermatitis numularis, dermatitis seboroik dan dermatitis
kontak iritan. Pemeriksaan lanjutan tidak dilakukan. Diagnosis pasien ini ialah dermatitis
nummularis pada area dorsopedis sinistra, dorsomanus sinistra, dan siku de'tra, serta
dermatitis seboroik pada area facial.
4erapi yang diberikan pada pasien ini ialah De'amethasone ) ' (,* mg per hari, %etri&ine
$ ' $( mg per hari, kompres
Prognosis pasien Ny - kurang baik karena sebagian besar kasus dermatitis numularis
bersifat hilang timbul dan untuk dermatitis seboroik sukar disembuhkan meskipun dapat
dikontrol.
8njuran untuk pasien ini ialah agar menggunakan obat yang diberikan sesuai dengan
anjuran, melakukan kompres pada region dorsopedis sebelum pemberian obat
dikarenakan penebalan pada lesi lama sehingga diperlukan kompres untuk membantu
proses penyerapan, dan menghindari kontak dengan bahan yang dapat menimbulkan iritas
serta faktor predisposisi seperti stress emosional dan kurang tidur . juga perlu dijelaskan
kepada pasien bah!a sebagian besar kasus dermatitis numularis dapat berulang serta pada
dermatitis seboroik sulit disembuhkan meskipun dapat dikontrol.
PEM3A.ASAN
0erdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan dermatologi, pada kasus ini terdapat dua
kondisi kulit pada area yang berbeda, yaitu dermatitis numularis (area dorsopedis sinistra,
dorsomanus sinistra dan siku de'tra) serta Dermatitis seboroik (area fasial).
De$!atitis Nu!ula$is
Dermatits numularis merupakan dermatitis dengan lesi berbentuk bulat atau agak lonjong,
berbatas tegas efluoresensi berupa papulovesikel yang mudah pecah. 0iasanya dermatitis
numularis ditemukan pada area tungkai ba!ah, badan dan lengan, termasuk punggung
tangan. Penyebab utama dari dermatitis numularis sendiri belum diketahui. /aktor yang
diduga berpengaruh antara lain infeksi, dermatitis kontak, trauma fisik maupun kimia!i.
Dermatitis numaris cenderung hilang timbul dan dapat terjadi terus menerus dan hanya
membaik bila sedang dalam masa pengobatan. 0ila terjadi kekambuhan pada umumnya
terjadi pada lokasi yang sama. esi dapat juga muncul pada tempat yang mengalami trauma
(fenomena 1obner)
6$7
.
,ambaran klinis yang umumnya dikeluhkan ialah rasa sangat gatal. 4erdapat juga lesi akut
berupa vesikel dan papulovesikel yang kemudian membesar dengan cara berkonfluensi,
membentuk suatu lesi khas berbentuk seperti uang logam, bulat atau agak lonjong,
eritematosa, sedikit edematosa dan berbatas tegas. Vesikel tersebut lambat laun pecah,
sehingga terjadi eksudasi yang kemudian mengering membentuk krusta kekuningan.
kemudian proses penyembuhan akan dimulai dari tengah, menimbulkan kesan menyerupai
lesi dermatomikosis. Pada lesi lama ditemukan likenifiksai dan skuama. .kuran lesi dapat
bervarisai, dan dapat mencapai * cm. 9umlah lesi juga bervariasi, dapat hanya satu maupun
lebih dari $ dan tersebar
6$,+7
.
-ecara histopatologis, pada lesi akut ditemukan spongiosis, vesikel intraepidermal, sebukan
sel radang limfosit dan makrofag di sekitar pembuluh darah. sedangkan pada lesi kronik
ditemukan akantosis teratur, hipergranulosis dan hiperkeratosis
6$7
.
Diagnosis biasanya dilakukan berdasarkan2
$. ,ambaran klinik yang khas, yaitu rasa gatal disertai munculnya lesi yang khas,
+. esi khas yang dapat ditemukan melalui pemeriksaan dermatologis pada area
predileksi (tungkai ba!ah, lengan, punggung tangan dan badan) berupa papulovesikel
berkelompok dengan bentuk bulat atau lonjong seperti uang logam dan berbatas jelas.
.kuran lesi bervarisai, dapat mencapai * cm dan dapat berjumlah lebih dari $ lesi.
esi tersebut dapat pecah dan menghasilkan eksudasi yang kemudian mengering
membentuk krusta. Proses penyembuhan dimulai dari tengah lesi, sehingga tampak
menyerupai lesi dermatomikosis. esi yang sudah lama mengalami likenifikasi dan
berskuama.
). Pemeriksaan histopatologis, pada lesi akut ditemukan spongiosis, vesikel
intraepidermal, sebukan sel radang limfosit dan makrofag di sekitar pembuluh darah.
sedangkan pada lesi kronik ditemukan akantosis teratur, hipergranulosis dan
hiperkeratosis6$7. Pada kasus ini tidak dilakukan
Diagnosis banding antara lain dermatitis kontak, dermatitis atopik, dan dermatomikosis
6+7
.
4erapi yang dapat diberikan2
$. 4erapi topikal
a. 1ortikosteroid topical deso'imetason +,* mg
b. 8ntibiotic topical bila terjadi infeksi sekunder
+. 4erapi sistemik
a. %etri&ine $ ' $( mg
b. De'amethasone ) ' (* mg
DA&TAR PUSTAKA
$. Djuanda 8,. 5lmu penyakit kulit dan kelamin. :disi keenam, %etakan pertama, 9akarta2
0alai penerbit /1.;< +($(
+. 0arakbah 9, Ped*man Dia"n*!i! dan Terapi 5lmi Penyakit Kulit dan Kelamin. :disi
ketiga, -urabaya2 0alai Penerbit /akultas 1edokteran 8irlangga< +((*
). /redberg ;=, Dermatology in ,eneral medicine. Volume $ #
th
edition. .nited -tates
of 8merica 2 =c,ra!5>ill< +((?