Anda di halaman 1dari 10

Disusun Oleh:

Nama Anggota :
- Dicky Irwanda
- Dwi Apipa
- Elisa Beth
- Farida Budiarti
- Fendiska Octaria
- Ferly Andrian
- Fitria Romadona
- emi Oktami
!elompok : ll "Dua#
Dosen $em%im%ing : Drs& 'armadi( ))
BAB I
$ENDA*+,+AN
-&- ,atar Belakang
Komunikasi adalah cara penyampaian pesan yang dilakukan satu arah atau lebih
dimana ada komunikan dan komunikator nantinya diharapkan terjadinya umpan balik
antara keduanya. Berkaitan dengan itu, kita tidak pernah terlepas dari yang namanya
observasi dan judgment.
Observasi perlu dilakukan untuk menciptakan persepsi yang baik, karena dengan dianalisis
dan dilakukan pengamatan terhadap suatu objek, dapat diketahui suatu objek itu baik atau
tidak. Melalui observasi pula, kita dapat membuktikan persepsi yang kita buat.
Judgment adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan atas situasi yang dihadapi. Setelah
adanya persepsi dan dibuktikan dengan observasi, judgment adalah hal terakhir yang
dilakukan. Apabila persepsi kita terhadap suatu objek itu baik, dan dibuktikan dengan hasil
observasi, maka akan diperoleh kesimpulan atau judgment yang baik pula. Apabila yang
terjadi adalah sebaliknya, maka akan terjadi komunikasi yang tidak eekti.
!." #ujuan
!. Mengetahui beberapa deinisi dan pengertian observasi.
". Mengetahui deinisi dan pengertian judgment.
$. Mengetahui persamaan dan perbedaan observasi dengan judgment.
!.$ Manaat
!. Mahasis%a dapat memahami beberapa deinisi dan pengertian observasi.
". Mahasis%a dapat memahami deinisi dan pengertian judgment.
$. Mahasis%a dapat memahami persamaan dan perbedaan observasi dengan judgment.
BAB &&
#&'JA(A' )(S#AKA
".! )engertian Observasi
Observasi ialah metode atau cara*cara yang menganalisis dan mengadakan pencatatan
secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau
kelompok secara langsung.
)engertian observasi menurut para ahli +
a. Observasi adalah suatu penyelidikan yang dijalankan secara sistematis dan sengaja
diadakan dengan menggunakan alat indra terutama mata terhadap kejadian*kejadian yang
langsung ,Bimo -algito, !./0+123.
b. Observasi adalah suatu tehnik untuk mengamati secara langsung maupun tidak
langsung gejala*gejala yang sedang 4berlangsung baik di dalam sekolah maupun di luar
sekolah ,5jumhur, !./1+1!3.
c. Observasi sebagai alat pengumpul data adalah pengamatan yang memiliki siat*siat
,depdikbud+!.01+163+
7 dilakukan sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan lebih dulu.
7 direncanakan secara sistematis.
7 hasilnya dicatat dan diolah sesuai dengan tujuannya.
7 dapat diperiksa validitas, reliabilitas dan ketelitiannya.
7 bersiat k%antitati.
".!." Macam*macam Observasi
!. Menurut peranan observer
a.Observasi )artisipan+ observasi di mana observer ikut akti didalam kegiatan observee.
b.Observasi 'on )artisipan+ observasi dimana observer tidak ikut akti di dalam bagian
kegiatan observee ,hanya mengamati dari jauh3.
c.Observasi Kuasi partisipasi + observasi dimana observer seolah*olah turut berpartisipasi
yang sebenarnya hanya berpura*pura saja dalam kegiatan observee.
". Menurut situasinya
a. 8ree Situation + adalah observasi yang dijalankan dalam situasi bebas, tidak ada hal*hal
atau aktor*aktor yang membatasi jalannya observasi.
b. Manipulated Stuation + adalah observasi yang situasinya dengan sengaja diadakan.
Siatnya terkontrol , dalam pengontrolan observer 3.
c. )artially 9ontrolled Situation + adalah campuran dari keadaan observasi ree situation
dan manipulated situation.
$. Menurut siatnya.
a. Observasi Sistematis + adalah observasi yang dilakukan menurut struktur yang
berisikan aktor*aktor yang telah diatur berdasarkan kategori, masalah yang hendak di
observasi.
b. Observasi 'on Sistematis + adalah observasi yang dilakukan tanpa struktur atau
rencana terlebih dahulu, dengan demikian observer dapat menangkap apa saja yang dapat
di tangkap.
".!.$ Alat )encatat Observasi.
7 Anecdotal :ecords + merupakan cara untuk melengkapi observasi, dalam mengadakan
observasi pengamat dapat melakukan pencatatan tentang kejadian yang berlakudengan
suatu kasus atau individu.
7 9heck ;ist + adalah suatu datar pengamatan, dimana observer tinggal memberikan
tanda check atau tanda*tanda lain terhadap ada tidaknya aspek*aspek yang di amati.
7 :ating Scale + adalah alat pengumpul data yang dipergunakan dalam observasi untuk
menjelaskan, menggolongkan, menilai individu atau situasi.
7 Mechanical 5eviaces , pencatatan dengan alat 3 + dengan kemajuan tehnologi,
memungkinkan observer menggunakan alat*alat yang lebih sempurna untuk mengadakan
observasi, misalnya dengan alat potret, tape recorder dan lain*lain.
".!.2 9ara Mencatat <asil Observasi
7 )encatatan secara langsung , 6n the spot 3 yaitu mencatat semua kejadian yang terjadi
pada saat itu juga.
7 )encatatan sesudah observasi berlangsung.
7 Mencatat hasil observasi dengan menggunakan key %ords 4 key symbol. Merupakan
paduan dari cara langsung dan tidak langsung.
".!.1 ;angkah*langkah Observasi
7 Menentukan tujuan
7 Menentukan sasaran
7 Menentukan ruang lingkup
7 Menentukan tempat dan %aktu
7 Mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan.
7 Mulai mengadakan observasi.
7 Mengadakan pencatatan data.
7 Menyusun laporan.
".!.= <al*hal yang <arus 5iperhatikan dalam Observasi
7 Menentukan materi apa yang akan diobservasi
7 Menentukan cara4teknik apa yang akan dipergunakan
7 Menentukan cara dalam mencatat hasil observasi
7 5alam menyusun laporan harus di bedakan antara data dan interprestasi.
7 <arus diingat bah%a kemahiran observasi hanya dapat dicapai dengan mengadakan
latihan dalam observasi.
7 Selama observasi berlangsung jangan sampai memberikan interprestasi dan
7 &nterpretasi diberikan setelah oservasi selesai.
".!.0 Materi Observasi.
Materi observasi tergantung pada maksud dan tujuan dalam melaksanakan observasi.
Misalnya mengenai tingkah laku, latar belakang sosial atau keadaan lain.
".!./ Kelebihan Observasi.
7 Observasi merupakan teknik yang langsung dapat digunakan untuk memperhatikan
berbagai gejala. Banyak aspek tingkah laku manusia ataupun situasi yang hanya dapat
diteliti melalui observasi langsung.
7 Observasi memungkinkan pencatatan yang serempak dengan terjadinya suatu gejala
atau kejadian yang penting.
7 Observasi sangat baik dipergunakan sebagai teknik untuk melengkapi dan mencek akta
atau data yang diperoleh dengan alat pengumpul data lain.
7 5engan observasi observer tidak memerlukan bahasa verbal untuk berkomunikasi
dengan obyek yang ditelaah.
"." )engertian Judgment
Judgment adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan atas situasi yang dihadapi.
Judgment dibuat ketika berada dalam suatu situasi atau kasus. Jadi, melalui kasus atau
masalah, seseorang dapat mengolah pengetahuan*pengetahuan yang dimilikinya untuk
mengambil kesimpulan. Banyak orang takut dengan masalah dan begitu takutnya sedapat
mungkin menghindarinya. )adahal, di dalam masalah, kita dapat belajar untuk membuat
judgment yang baik. &ngat tanpa judgment yang baik, seseorang tidak akan mungkin
menjadi orang yang bijak. Orang yang takut terhadap masalah, tidak terlatih dengan baik
untuk membuat judgment yang baik. Sikap menghindari masalah adalah sikap yang
keliru dan merupakan usaha untuk bunuh diri mengingat dunia ini selalu dirudung dengan
masalah*masalah. Selanjutnya, berdasarkan judgment yang dibuat, seseorang harus
mengambil tindakan atau keputusan. <al ini merupakan tingkatan yang paling tinggi
dalam pengelolaan inormasi.
)ersamaan observasi dengan judgment adalah sama*sama dihadapi oleh suatu kasus atau
masalah, sama*sama mengamati suatu objek. Sedangkan perbedaannya adalah, jika
observasi hanya sebatas mengamati dan mencatat suatu objek, judgment mempunyai
tingkatan yang lebih tinggi yaitu menganalisa dan menarik suatu kesimpulan dari kasus
yang dihadapi. Jadi judgment tidak akan diperoleh bila tidak dilakukan observasi.
.&/ $ersamaan dan $er%edaan antara O%ser0asi dengan 1udgment
Persamaan observasi dengan judgment adalah sama-sama dihadapi oleh suatu
kasus atau masalah, sama-sama mengamati suatu objek.
Perbedaan observasi dan judgment adalah, jika observasi hanya sebatas
mengamati dan mencatat suatu objek, judgment mempunyai tingkatan yang lebih
tinggi yaitu menganalisa dan menarik suatu kesimpulan dari kasus yang
dihadapi. Jadi judgment tidak akan diperoleh bila tidak dilakukan observasi.
BAB III
$EN+2+$
/&- !esimpulan
)ada dasarnya dalam kehidupannya, manusia tidak lepas dari kegiatan komunikasi.
Komunikasi digunakan untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan dan manusia lainnya.
5alam berkomunikasi, manusia menerima stimulus dari yang lain, sehingga ia dapat
memberikan respon dari stimulus tersebut melalui panca indera yang dimilikinya. 'amun
dari stimulus*stimulus yang sama mungkin akan ditasirkan secara berbeda oleh orang
yang berbeda. Alat*alat indera yang dimiliki manusia menyebabkan manusia mampu
berpikir, merasakan, dan memiliki persepsi tertentu mengenai dirinya dan dunia
sekitarnya. )rasyarat terjadinya persepsi adalah penangkapan stimulus oleh alat*alat
indera, sehingga peranan alat*alat indera sangat penting.
Agar persepsi suatu objek itu dapat diketahui kebenarannya, maka dilakukan observasi
yang akan mengamati dan mencatat apa yang terjadi dalam suatu kasus atau masalah.
Setelah itu, maka ambillah suatu judgment dari analisis suatu kasus atau masalah
tersebut. Sehingga akan dihasilkan judgment yang baik dari persepsi dan observasi yang
baik.
$." Saran
!. 5iharapkan para pembaca dapat lebih mengerti dan memahami apa yang dimaksud
dengan observasi dan judgment.
". 5iharapkan makalah ini menjadi reerensi untuk pembuatan makalah yang lebih baik
kedepannya.
DAF2AR $+'2A!A
%%%.google.com
Mulyana, 5eddy. "66/. &lmu Komunikasi. Bandung + :emaja :osda