Anda di halaman 1dari 85

I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki tanah yang subur
serta iklim yang cocok untuk pertumbuhan berbagai jenis tanaman. Hal ini
menyebabkan sebagian besar penduduk Indonesia bermatapencaharian sebagai
petani. Sektor pertanian merupakan sektor primer dalam perekonomian
Indonesia, artinya pertanian merupakan sektor utama yang menyumbang
hampir dari setengah perekonomian. Pertanian juga memiliki peran nyata
sebagai penghasil devisa negara melalui ekspor. Oleh karena itu, perlu
diadakannya pembangunan di dalam sektor pertanian sehingga dapat bersaing
di pasar dalam negeri maupun di luar negeri.
Perencanaan program pembangunan pertanian pada dasarnya
merupakan perencanaan pembangunan pertanian yang dilakukan secara resmi
oleh pemerintah. Potensi wilayah perlu dikembangkan sebagai salah satu
sasaran programa penyuluhan pertanian karena berisi data-data kecocokan
agroklimat dengan potensi pertanian di suatu wilayah. Potensi lahan
diharapkan dapat menampung program-program penyuluhan pertanian tentang
komoditas-komoditas yang cocok dibudidayakan di wilayah tersebut. Program
penyuluhan pertanian adalah rencana kegiatan pertanian yang dibuat dengan
sengaja dan mempunyai jangka waktu tertentu untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan. idalam pengembangan program penyuluhan pertanian,
sangat penting untuk mengetahui ruang lingkup dari perencanaan program
penyuluhan pertanian itu sendiri.
!valuasi adalah suatu bentuk penelitian ilmiah yang berdasarkan data
dan "akta untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan suatu program. !valuasi
juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk kelanjutan program
tersebut. #pakah akan dihentikan atau dilanjutkan dengan perbaikan pada
setiap tahap-tahapannya. alam proses pertanian terdapat beberapa
perencanaan agar hasil yang didapatkan tersebut sesuai dengan yang
diharapkan. Perencanaan dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis
$
%
kondisi saat ini, meramalkan perkembangan berbagai "aktor noncontrolable
yang relevan, memperkirakan "aktor-"aktor pembatas, menetapkan tujuan dan
sasaran yang diperkirakan dapat dicapai, serta mencari langkah-langkah untuk
mencapai tujuan tersebut. Perencanaan tersebut antara lain mencakup tentang
bagaimana persiapan, pengelolaan dan yang terakhir adalah evaluasi dari
kegiatan yang kita laksanakan.
Praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan Pertanian
ini, kami mengkaji keadaan esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar dengan cara menganalisis data monogra"i sehingga dapat
menetapkan masalah-masalah yang terjadi di desa tersebut. Penetapan masalah
dilakukan melalui identi"ikasi impact point teknis, ekonomis dan sosial.
Setelah menetapkan masalah, maka kita dapat menetapkan suatu program
untuk menyelesaikan masalah tersebut dalam upaya peningkatan produktivitas
sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya.
B. Perumusan Masalah
#dapun permasalahan yang dapat dirumuskan berdasarkan latar
belakang di atas adalah(
$. )agaimana mahasiswa dapat merumuskan dan menetapkan keadaan secara
benar dengan mendasarkan pada keadaan yang dipresentasikan dalam
monogra"i daerah, data yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan
data petani serta usahataninya*
%. )agaimana mahasiswa berlatih mengidenti"ikasikan Impact Point +eknis,
Impact Point !konomi dan Impact Point Sosial*
,. )agaimana mahasiswa dapat merumuskan tujuan program penyuluhan
pertanian yang memenuhi syarat*
-. )agaimana mahasiswa dapat menetapkan cara mencapai tujuan dari
program penyuluhan pertanian*
.. )agaimana mahasiswa dapat mengevaluasi tujuan program penyuluhan
berdasarkan teori yang diberikan*
/. )agaimana mahasiswa dapat menetapkan indikator untuk mengukur
kemajuan yang dicapai suatu program penyuluhan pertanian*
,
0. )agaimana mahasiswa dapat membuat standar dan kriteria untuk
menentukan nilai pencapaian tujuan prorgam yang telah ditetapkan dalam
evaluasi penyuluhan pertanian*
C. Tujuan
Pada Praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan
Pertanian ini bertujuan sebagai berikut(
$. 1ahasiswa dapat merumuskan dan menetapkan keadaan secara
benar dengan mendasarkan pada keadaan yang dipresentasikan dalam
monogra"i daerah, data yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah dan
data petani serta usahataninya.
%. 1ahasiswa berlatih mengidenti"ikasikan Impact Point +eknis,
Impact Point !konomi dan Impact Point Sosial, sebagai salah satu bentuk
rumusan masalah dalam sebuah program pertanian untuk sebuah wilayah.
,. 1ahasiswa dapat merumuskan tujuan program penyuluhan
pertanian yang memenuhi syarat.
-. 1ahasiswa dapat menetapkan cara mencapai tujuan dari program
penyuluhan pertanian.
.. 1ahasiswa dapat mengevaluasi tujuan program penyuluhan
berdasarkan teori yang diberikan.
/. 1ahasiswa dapat menetapkan indikator untuk mengukur kemajuan
yang dicapai suatu program penyuluhan pertanian.
0. 1ahasiswa dapat membuat standar dan kriteria untuk menentukan
nilai pencapaian tujuan prorgam yang telah ditetapkan dalam evaluasi
penyuluhan pertanian.
D. Manfaat
$. 1an"aat bagi mahasiswa
a. Praktikan mampu mengidenti"ikasi impact point teknis, impact point
ekonomi, impact point sosial.
-
b. 1ahasiswa memperoleh pengalaman berinteraksi secara langsung
dengan petani untuk mengkaji permasalahan pertanian yang ada di
lapang.
c. 1ahasiswa memperoleh pengalaman melaksanakan penyuluhan secara
langsung kepada petani sebagai penerima man"aat penyuluhan.
d. 1ahasiswa memperoleh pengetahuan mengenai cara mencegah serta
menekan permasalahan yang ada pada sasaran penyuluhan yang
diperoleh melalui berbagai sumber in"ormasi.
e. 1enambah pengetahuan tentang program yang sudah dievaluasi
dengan program yang belum dievaluasi.
". 1enambah pengetahuan tentang cara mengevaluasi program yang telah
dilaksanakan atau sedang berjalan.
%. 1an"aat bagi petani
a. +umbuhnya keinginan2minat agar mau merubah kebiasaan buruk
menjadi baik dengan adanya evaluasi program tersebut.
b. 1emperoleh masukan terhadap usahataninya sehingga dapat dijadikan
sebagai perbaikan.
c. 1embantu petani memecahkan masalah yang tengah dihadapi saat ini.
,. 1an"aat bagi penyuluh
a. 1engetahui seberapa tingkat keberhasilan program penyuluhan yang
dilaksanakan.
b. 1emperoleh evaluasi terhadap progam penyuluhan maupun evaluasi
terhadap dirinya sendiri.
-. 1an"aat bagi 3akultas Pertanian 45S
a. 1endukung kelengkapan dalam penerapan
kurikulum pendidikan di 3akultas Pertanian 45S.
b. 1emberikan in"ormasi maupun bahan
mengenai berbagai kajian masalah dan cara mengatasi masalah yang
terkait.
II. MENETAPKAN KEADAAN
A. Pengumpulan an Peng!lahan Data
)adan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan 'ehutanan
6)P-'7 &atipuro berada di wilayah 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar. ata mengenai kebijakan pemerintah, keadaan wilayah, keadaan
penduduk dan kelembagaan di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar didapatkan dari data monogra"i desa, rencana kerja penyuluhan
dan programa penyuluhan pertanian esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro,
'abupaten 'aranganyar. ata-data tersebut antara lain(
". Data Ke#$jakan Pemer$ntah
'ebijakan pemerintah merupakan suatu keputusan yang dibuat
secara sistematik oleh pemerintah dengan maksud dan tujuan tertentu
menyangkut kepentingan umum. 'ebijakan pemerintah, khususnya dalam
bidang pertanian bertujuan untuk meningkatkan pembangunan pertanian di
suatu wilayah hingga akhirnya mampu mendukung pembangunan
pertanian nasional. )erikut data kebijakan pemerintah 'ecamatan &atipuro.
+abel %.$ ata 'ebijakan Pemerintah di 'ecamatan &atipuro +ahun %8$-
N!. Pr!gama
$. Peningkatan pendapatan petani guna meningkatkan kesejahteraan keluarga
%. Peningkatan pengetahuan, sikap dari ketrampilan 6PS'7 masyarakat tani dalam
agribisnis pertanian
,. Peningkatan dan penciptaan ketersediaan pangan dengan ikut mengawal
program pemerintah dalam mencapai target surplus beras $8 juta pada tahun
%8$-
-. Peningkatan dan mendukung kelestarian lingkungan hidup, peningkatan
produktivitas ulat pelok dengan pola S9-P++ menjadi /: kwt ;';
.. Pengembangan varietas baru
/. Peningkatan penanganan pasca usaha pertanian
0. Pengembangan komoditas unggulan daerah
<. Peningkatan pengembangan pertanian organik
:. Pengembangan usahatani dengan pola kemitraan
$8. Intensi"ikasi tanaman hias
$$. Pengembangan kolam dengan ikan patin nila merah
$%. Penanganan "lu burung
$,. Peningkatan inseminasi buatan
$-. Peningkatan konservasi dan pelestarian S#
Sumber( ata Sekunder
.
/
ata kebijakan 'ecamatan &atipuro berlaku untuk semua desa yang
ada di 'ecamatan &atipuro termasuk esa &atisuko. 'ebijakan tersebut
disambut baik oleh penduduk esa &atisuko. Hal ini terlihat dari antusias
penduduk dalam mengikuti program penyuluhan yang dilaksanakan oleh
penyuluh. Penyuluhan dilakukan secara terjadwal.
%. Data Keaaan &$la'ah
a. 1usim2Iklim
Iklim adalah suatu unsur yang sama sekali tidak dapat
dipengaruhi, artinya dengan jalan bagaimanapun tidak dapat diubah
sekehendak manusia. 4nsur-unsur iklim, seperti suhu, sinar matahari,
curah hujan, angin, dan penguapan. Iklim besar pengaruhnya terhadap
usaha pertanian misalnya dalam pemilihan kultur, produktivitas hasil
tanaman, pelaksanaan pekerjaan pertanian 6##', $:<,7. Iklim adalah
suatu unsur yang sama sekali tidak dapat dipengaruhi, artinya dengan
jalan bagaimanapun tidak dapat diubah sekehendak manusia. 4nsur-
unsur iklim, seperti suhu, sinar matahari, curah hujan, angin, dan
penguapan. Iklim besar pengaruhnya terhadap usaha pertanian,
misalnya dalam pemilihan kultur, produktivitas hasil tanaman,
pelaksanaan pekerjaan pertanian.
i Indonesia terdapat dua jenis musim2iklim, yaitu musim panas
dan musim penghujan yang terjadi masing-masing selama kurang lebih
enam bulan. Iklim juga dapat mempengaruhi pertanian di suatu tempat,
seperti dapat menentukan jenis tanaman, mempengaruhi pemilihan,
pemeliharaan, serta penggunaan mesin pertanian yang tepat, dan
sebagainya.
+abel %.% ata Iklim di esa &atisuko +ahun %8$,
N! In$kat!r Keterangan
$. =urah Hujan %%-$ mm2thn
%. 'etinggian 008 mdpl
,. Suhu >ata->ata Harian ,%
o
=
Sumber( ata Sekunder
0
ari data di atas dapat diketahui bahwa esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro memiliki curah hujan sebesar %%-$ mm2tahun.
'etinggian desa tersebut, yaitu 008 mdpl dengan suhu rata-rata ,%
o
=.
esa &atisuko termasuk daerah yang basah karena memiliki curah hujan
yang sedang. Oleh karena itu, di esa &atisuko ini cocok untuk
menanam bermacam-macam tanaman pangan, seperti padi, palawija,
hortikultura.
b. )atas ?ilayah
esa &atisuko merupakan salah satu desa di 'ecamatan &atipuro
yang berada di daerah dataran tinggi. esa &atisuko memiliki luas
wilayah ,$8,,% Ha. &arak dari Pusat Pemerintahan 'ecamatan adalah .
km, dan jarak dari Ibukota 'abupaten %8 km. #dapun batas wilayah
esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar, yaitu
sebagai berikut.
+abel %., )atas ?ilayah di esa &atisuko +ahun %8$,
Batas Desa(Kelurahan Ke)amatan
4tara
Selatan
+imur
Ploso
&atimulyo 'arangbangun
&atiwarno dan &atiharjo
&atipuro
&atipuro
&atipuro
)arat &atikuwung &atipuro
Sumber( ata Sekunder
ata mengenai keadaan wilayah esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro ini diperoleh dari data monogra"i desa2kelurahan &atisuko.
ata monogra"i yang ada dalam suatu wilayah tertentu memegang
peranan penting. 'elengkapan dan keakuratan data monogra"i suatu
wilayah sangat diperlukan, semakin lengkap dan akurat data yang ada,
maka semakin mudah dan tepat dalam merencanakan pembangunan
yang akan datang di wilayah tersebut. )egitu juga dengan data
monogra"i yang dimiliki oleh esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro,
'abupaten 'aranganyar ini dapat digunakan untuk membuat
perencanaan pembangunan desa tersebut.
<
c. 'eadaan +opogra"i, &enis +anah, Pengairan dan Pertanaman
+opogra"i adalah studi tentang bentuk permukaan bumi dan
objek lain seperti planet, satelit alam dan asteoroid. +opogra"i alam
dapat mempercepat atau memperlambat kegiatan iklim. +anah
merupakan benda alam yang terus menerus berubah akibat pelapukan
dan pencucian yang terus menerus. engan mengetahui jenis tanah
suatu wilayah, kita dapat menentukan jenis tanaman yang harus
ditanam di daerah tersebut. Pengairan adalah suatu usaha mengatur dan
meman"aatkan air yang tersedia baik dari sungai maupun dari sumber
air yang lain dengan menggunakan sistem tata saluran untuk
kepentingan pertanian.
+abel %.- ata 'eadaan +opogra"i, &enis +anah, Pengairan dan
Pertanaman di esa &atisuko +ahun %8$,
N!. In$kat!r K!n$s$
$.
%.
+opogra"i
&enis +anah
+inggi
9atosol
,. Pengairan +eknis dan tadah hujan
-. Pertanaman Padi, palawija, hortikultura
Sumber( ata Sekunder
+opogra"i di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro sebagian besar
adalah miring karena esa &atisuko berada pada dataran tinggi dengan
ketinggian tanah dari permukaan laut adalah 008 meter di atas
permukaan laut. +ipe topogra"i tinggi dengan jenis tanah lathosol, yaitu
tanah yang tidak terlalu subur sehingga jenis tanaman kurang beragam.
Pengairan yang terdapat di esa &atisuko, yaitu teknis dan tadah hujan.
+anaman yang biasa ditanam dan dibudidayakan, yaitu padi, palawija,
dan hortikultura.
d. Perhubungan &alan, 9istrik dan +elepon
Setiap daerah memiliki sarana dan prasaran yang berbeda.
Sarana dan prasarana yang ada dapat menunjukkan tingkat
perkembangan daerah tersebut. esa &atisuko memiliki sarana dan
prasarana berupa jalan, listrik dan telepon.
:
+abel %.. ata Sarana dan Prasarana di esa &atisuko +ahun %8$,
N! In$kat!r K!n$s$
$.
%.
&alan yang baik
&alan yang rusak
$8 km
. km
,. 9istrik #da
-. +elepon #da
Sumber( ata Sekunder
+abel di atas menunjukkan sarana dan prasarana yang dimiliki
oleh esa &atisuko. &alan di esa &atisuko menjadi salah satu jalur
utama tranportasi darat yang dilalui bus dan truk muatan. 'ondisi jalan
yang dilalui transportasi umum dan merupakan jalan besar sudah baik.
Selain jalan umum, ada juga jalan yang berada di tengah desa, baik
yang berkondisi baik ataupun sudah rusak. Panjang jalan yang baik dan
rusak tidak diketahui secara pasti, karena tidak terdapat dalam
monogra"i esa &atisuko. Penduduk esa &atisuko sudah memakai
listrik, teknologi komunikasi sudah memasuki esa &atisuko.
?alaupun tidak ditemukan telepon umum, tetapi sebagian besar
penduduk esa &atisuko sudah memiliki telepon genggam.
*. Data Keaaan Penuuk
ata kependudukan merupakan data yang mengelompokkan
penduduk untuk memudahkan dalam pengelompokan berdasarkan hal
tertentu. ata kependudukan dapat dikelompokkan berdasarkan umur,
jenis kelamin, tingkat pendidikan dan mata pencaharian.
a. 'eadaan Penduduk 1enurut 4mur
Penduduk menurut kelompok umur adalah pengelompokkan
penduduk menurut usia dan jenis kelaminnya. Pengelompokkan ini
dimaksudkan untuk mengetahui penduduk usia produkti" dan penduduk
usia non produkti" dalam kurun waktu tertentu di suatu wilayah.
Penduduk yang tergolong dalam usia produkti" adalah usia $.-.- tahun
dan penduduk yang tergolong dalam usia non produkti" adalah usia 8-
$- tahun dan .- tahun ke atas.
$8
+abel %./ 'eadaan Penduduk )erdasarkan 4mur di esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar +ahun %8$,
N!. Kel!mp!k Umur +umlah
$.
%.
,.
-.
..
/.
0.
<.
:.
$8.
$$.
$%.
$,.
8--
.-:
$8-$-
$.-$:
%8-%-
%.-%:
,8-,-
,.-,:
-8---
-.--:
.8-.-
..-.:
/8@
$,%
%$-
%,<
$:%
%%/
%:-
%<.
%<%
%<8
%0<
%<8
%:-
,/,
&umlah ,,.<
Sumber( ata Sekunder
+abel %./ menunjukkan jumlah penduduk menurut umur di esa
&atisuko, 'ecamatan &atipuro. &umlah penduduk terbesar adalah
penduduk dengan usia %.-%: tahun dan usia ..-.: tahun dengan jumlah
%:- jiwa. Sedangkan penduduk dengan jumlah terkecil adalah
penduduk yang berusia 8-- tahun dengan jumlah $,% jiwa. #ngka
beban tanggungan merupakan perbandingan jumlah penduduk yang
non produkti" dengan produkti" dalam prosentase.
#)+ 6#ngka )eban +anggungan7 A
A B $88C
A .<,/% C A .: C
#ngka )eban +anggungan di esa &atisuko sebesar .:C. Hal
ini berarti tiap $88 penduduk usia produkti" di esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro harus menanggung .: penduduk usia non
produkti". #)+ yang ditanggung oleh masyarakat di esa &atisuko
termasuk dalam kategori rendah karena jumlah penduduk non produkti"
$$
lebih kecil dari jumlah penduduk usia produkti". #pabila jumlah
penduduk non produkti" lebih besar dari jumlah penduduk usia
produkti", maka angka tanggungan lebih tinggi.
b. 'eadaan Penduduk 1enurut &enis 'elamin
Penduduk merupakan orang-orang yang bermukim di suatu
wilayah, baik sementara atau menetap. 'omponen penduduk adalah
laki-laki dan perempuan. 'omposisi penduduk menurut jenis kelamin
penting untuk diketahui terutama ketika menyusun suatu perencanaan
kebijakan dan programa pembangunan suatu wilayah. +abel berikut
menunjukkan perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan
di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro.
+abel %.0 'eadaan Penduduk berdasarkan &enis 'elamin di esa
&atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar
+ahun %8$,
N!. +en$s Kelam$n +umlah ,-rang.
$. 9aki-laki $/::
%. Perempuan $/.:
D ,,.<
Sumber( ata Sekunder
+abel %.0 menunjukkan jumlah penduduk menurut jenis kelamin
di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro. )erdasarkan data yang
diperoleh, maka dapat diketahui sex ratio esa &atisuko. Sex ratio
merupakan perbandingan jumlah penduduk laki-laki dengan jumlah
penduduk perempuan dalam persentase. Perhitungan sex ratio perlu
dilakukan karena dapat digunakan untuk pembagian kerja antara laki-
laki dan perempuan.
Sex ratio A B $88
A B $88
$%
A $8%,-$ A $8%
Sex ratio diperoleh dengan menggunakan jumlah penduduk laki-
laki dengan perempuan untuk, kemudian dibuat perbandingannya. &ika
Sex ratio $88, artinya dalam $88 orang perempuan terdapat $88 orang
laki-laki 6jumlah laki-laki sama dengan perempuan7. Hal ini berarti
pembagian kerja antara perempuan dan laki-laki sama, jika sex ratio
kurang dari $88, maka pembagian kerjanya tidak sama, yang lebih
berperan adalah wanita, begitu pula sebaliknya. #ngka Sex Ratio di
esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro adalah sebesar $8%. #ngka ini
menunjukkan bahwa pada setiap $88 orang perempuan terdapat $8%
laki-laki. Oleh karena itu, yang lebih berperan dalam pekerjaannya
yaitu laki-laki.
c. 'eadaan Penduduk 1enurut +ingkat Pendidikan
+ingkat pendidikan di suatu daerah menunjukkan pencapaian
pemerataan pendidikan suatu negara. Salah satu indikator keberhasilan
pembangunan dapat dilihat pada kondisi pendidikan di pedesaan.
#danya tingkat pendidikan yang tinggi pada suatu daerah dapat
mempercepat proses pembangunan pada daerah yang bersangkutan.
+abel %.< 'eadaan Penduduk esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro,
'abupaten 'aranganyar +ahun %8$,
N!. T$ngkat Pen$$kan +umlah ,-rang.
$. +amat #kademi Perguruan +inggi 0.
%. +amat S9+# ,$.
,. +amat S9+P ,.8
-. +amat S <,8
.. +idak +amat S 8
/. )elum +amat S 0.8
0. +idak Sekolah 8
&umlah %,%8
Sumber( ata Sekunder
)erdasarkan tabel %.< dapat diketahui bahwa pendidikan
penduduk di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro masih rendah. Hal ini
ditunjukkan oleh tingkat pendidikan terbanyak pada tingkat tamat S
$,
sebesar <,8 sedangkan penduduk yang menyelesaikan pendidikan
hingga tamat perguruan tinggi, yaitu hanya 0. orang. Penduduk yang
tamat S9+# adalah sebanyak ,$. orang, tamat S9+P sebanyak ,.8
orang, belum tamat S sebanyak 0.8 orang dan tidak ada penduduk
yang tidak tamat S maupun yang tidak bersekolah.
'esadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sangat
berpengaruh terhadap kegiatan penyuluhan yang ada di esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro. +ingkat pendidikan yang relati" tinggi akan
mempengaruhi kecepatan petani dalam mengadopsi inovasi-inovasi
yang ada. Selain itu, petani mempunyai pengetahuan tentang analisis
usahatani sehingga dapat memperhitungkan setiap pengeluaran dan
pendapatan dalam usahatani.
d. 'eadaan Penduduk 1enurut 1ata Pencaharian
'eadaan penduduk menurut mata pencaharian diperlukan untuk
mengetahui proporsi penduduk sesuai jenis mata pencaharian sehingga
dapat diketahui dengan tepat jumlah petani di esa &atisuko. engan
mengetahui jumlah petani, maka akan memudahkan penyuluh dalam
membuat perencanaan untuk mendukung upaya peningkatkan produksi
pertanian. 'eberadaan petani memberi kontribusi bagi pertumbuhan
pendapatan pokok daerah dari sektor pertanian.
#kibat pertambahan penduduk yang tinggi, maka jumlah
angkatan kerja tidak seharusnya terserap. )ahkan semakin ketatnya
persaingan tenaga kerja, maka angkatan kerja muda yang merupakan
tenaga kerja kurang produkti" pun ikut bersaing. Hal ini kurang
menguntungkan usaha pembangunan secara nasional karena golongan
muda kurang produkti" tersebut merupakan beban. 1asalah tenaga
kerja dan kesempatan kerja merupakan masalah yang harus ditangani
secara serius karena sangat peka terhadap ketahanan nasional
6#ditya, %8887.
$-
+abel %.: 'eadaan Penduduk )erdasarkan 1ata Pencaharian di esa
&atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar
+ahun %8$,
N!. +en$s Mata Pen)ahar$an +umlah
$.
%.
,.
-.
..
/.
0.
<.
:.
$8.
$$.
Petani
)uruh +ani
#ngkutan
?iraswasta
)uruh industri
)uruh bangunan
Swasta
P5S, +5I, PO9>I
Pensiunan
Pengangguran
9ain-lain
/8
-.8
$:
.8
-
$88
,8
%:
%.
-
-
&umlah 0/,
Sumber ( ata Sekunder
)erdasarkan +abel %.: dapat diketahui bahwa sebagian besar
penduduk di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro bermatapencaharian
sebagai buruh tani. 'eadaan penduduk menurut mata pencaharian
diperlukan untuk mengetahui seberapa besar penduduk yang bermata
pencaharian sebagai petani dan buruh tani, hal ini dikarenakan
pendapatan pokok esa &atisuko adalah dari sektor pertanian. engan
mengetahui jumlah petani, maka dapat dibuat perencanaan yang dapat
meningkatkan produksi pertaniannya. Potensi pertanian yang mampu
dioptimalkan akan memberikan man"aat bagi kesejahteraan produsen
dan masyarakat.
/. Data Kelem#agaan Desa
'elembagaan di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro meliputi
kelembagaan di bidang pemerintahan, pertanian, dan kelembagaan sosial2
kemasyarakatan. 'elembagaan adalah suatu hubungan dan tatanan antara
anggota masyarakat atau organisasi yang melekat, diwadahi dalam suatu
$.
jaringan atau organisasi yang dapat menentukan suatu hubungan antara
manusia atau organisasi dengan ditentukan oleh "aktor-"aktor pembatas dan
pengikat, berupa norma, kode etik atau aturan "ormal dan non-"ormal untuk
bekerja sama demi mencapai tujuan yang diinginkan. 'elembagaan berisi
sekelompok orang yang bekerja sama dengan pembagian tugas tertentu
untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. +ujuan peserta kelempok
dapat berbeda, tetapi dalam organisasi menjadi satu kesatuan
6Hartati, %88$7. #dapun rincian kelembagaan di esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro adalah sebagai berikut(
a. 'elembagaan Pemerintah
'elembagaan pemerintah yang terdapat di esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro adalah )P dan 9P1. 3ungsi dari kelembagaan
pemerintah adalah untuk mengatur pemerintahan desa. 'elembagaan
pemerintah yang ada di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro dapat
dilihat pada tabel berikut.
+abel %.$8 'elembagaan Pemerintah di esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro, 'abupaten 'aranganyar +ahun %8$,
N!. +en$s Kelem#agaan +umlah Angg!ta
$.
%.
,.
-.
..
/.
)P
91P
'epala esa
Sekretaris esa
'epala usun
'#4>
:
:
$
$
<
/
+otal ,-
Sumber ( ata Sekunder
)erdasarkan +abel %.$8 dapat diketahui bahwa kelembagaan
pemerintah di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, yaitu )P yang
merupakan salah satu unsur penyelenggara. Pemerintahan esa
terbentuk sebagai wahana pelaksanaan demokrasi di esa telah
menunjukkan peran penting dalam mendukung perwujudan tata
penyelenggaraan pemerintahan desa yang baik. 9embaga )P
memiliki anggota sebanyak : orang. 'epala desa di esa &atipuro $
orang dengan sekretaris desa $ orang. 'epala dusun yang ada sebanyak
$/
< orang dan '#4> yang / orang. 9P1 69embaga Pemberdayaan
1asyarakat esa7 adalah wadah yang dibentuk atas prakarsa
masyarakat sebagai mitra Pemerintah esa dalam menampung dan
mewujukan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dibidang pembangunan
memiliki anggota sebanyak : orang. #nggota 9P1 dipilih oleh
masyarakat desa yang bersangkutan.
b. 'elembagaan Pertanian
Pertanian merupakan sektor yang sangat penting bagi penduduk
pedesaan. 'elembagaan pertanian adalah suatau lembaga yang
terbentuk karena "aktor kepentingan dan kebutuhan yang sama dari
suatu masyarakat untuk menjalankan kegiatan pertanian. 3ungsi dari
kelembagaan Pertanian di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro adalah
untuk koordinasi pertanian, baik dari waktu tanam, input produksi, dan
pola tanam yang disampaikan dari PP9. Selain itu, juga untuk
menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petani. 'elembagaan
pertanian yang ada di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro adalah
sebagai berikut.
+abel %.$$ ata 'elembagaan Pertanian di esa &atisuko +ahun %8$,
N!. Lem#aga +umlah Angg!ta
$.
%.
,.
-.
..
/.
0.
<.
:.
$8.
$$.
$%.
$,.
Suko 1ulyo I
Suko 1ulyo II
Suko 1ulyo III
Suko 1ulyo IE
Suko 1ulyo E
Suko 1ulyo EI
Suko 1ulyo EII
Suko 1ulyo EIII
Suko 1ulyo IF
Suko 1ulyo F
Suko 1ulyo FI
Sumber Pangan I
Sumber Pangan II
,.
-$
,8
-8
-.
,8
,8
%-
-.
,8
%:
%$
$.
Sumber( ata Sekunder
+abel ata 'elembagaan Pertanian di esa &atisuko +ahun
%8$, menunjukkan bahwa jumlah kelompok tani di esa &atisuko
jumlahnya cukup banyak. #da $, kelompok tani di esa &atisuko,
$0
walaupun tidak semua kelompok tani di esa &atisuko tersebut akti".
'elompok +ani Suko 1ulyo II memiliki jumlah anggota paling
banyak, yaitu -$ jiwa. )erbeda dengan 'elompok +ani Sumber Pangan
II yang hanya memilii anggota $.. 'elompok tani tersebut memiliki
jumlah anggota yang paling sedikit di antara kelompok tani yang lain.
c. 'elembagaan 'emasyarakatan
'elembagaan sosial adalah suatau lembaga yang terbentuk
karena "aktor kepentingan dan kebutuhan yang sama dari suatu
masyarakat. 3ungsi dari kelembagaan sosial2kemasyarakatan di esa
&atisuko, 'ecamatan &atipuro adalah untuk menggerakkan masyarakat
dalam kelembagaan yang berpartisipasi dalam kemasyarakatan atau
sosial. 'elembagan kemasyarakatan adalah lembaga yang dibentuk
oleh anggota masyarakat ?arga 5egara Indonesia secara sukarela atas
dasar kesamaan visi, misi, pro"esi, "ungsi dan kegiatan untuk berperan
serta dalam pembangunan dalam rangka mencapai tujuan nasional
dalam wadah 5egara 'esatuan >epublik Indonesia yang berdasarkan
Pancasila, yang terdiri dari organisasi keagamaan, lembaga swadaya
masyarakat, organisasi pro"esi, organisasi swasta, organisasi sosial,
organisasi politik, media massa, dan bentuk organisasi lainnya
63arid, %88:7. 'elembagaan sosial yang ada di esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro adalah sebagai berikut(
+abel %.$% 'elembagaan Sosial atau 1asyarakat di esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar +ahun %8$,
N!. 0arana +umlah
$. Sekolah
a. +'
b. S
c. S9+P 4mum
% )uah
-
-
%. 1asjid $8 )uah
,. ;ereja -
-. 1ushola , )uah
.. Puskesmas Pembantu -
/. Posyandu < )uah
0. P' $ buah
<. 9apangan Olahraga % buah
$<
&umlah %/ buah
Sumber ( ata Sekunder
)erdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa kelembagaan
sosial atau masyarakat di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro,
'abupaten 'aranganyar adalah sarana pendidikan, tempat ibadah,
sarana kesehatan, dan sarana olahraga. esa &atisuko hanya memiliki %
bangunan sebagai sarana pendidikan, yaitu bangunan +'. Sarana
peribadatan mempunyai $8 masjid dan , mushola, tetapi tidak
mempunyai gereja.
Posyandu di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro sebanyak <
buah. 3ungsi Posyandu adalah menanggulangi berbagai masalah
kesehatan terutama yang dihadapi lansia dan balita, baik yang bersi"at
preventi", rehabilitati". 4ntuk sarana olahraga, esa &atisuko memiliki
% lapangan olahraga, yaitu lapangan sepak bola dan lapangan
bulutangkis.
1. Data Keaaan Usahatan$
a. Pengusaaan #set 1asyarakat
4sahatani merupakan usaha yang dilakukan petani dalam bidang
pertanian yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan petani. 4sahatani
sangat erat hubungannya dengan tingkat kesejahteraan petani. Hal ini
juga terlihat dari aset yang dimiliki petani dalam menunjang
usahataninya. ata penguasaan aset masyarakat di esa &atisuko dapat
dilihat tabel berikut.
$:
+abel %.$, ata Penguasaan #set 1asyarakat di esa &atisuko +ahun
%8$,
N!. Lem#aga
+umlah
Angg!ta
Luas 2arapan ,Ha.
T!tal
0a3ah
Tegalan an
Pekarangan
$.
%.
,.
-.
..
/.
0.
<.
:.
$8.
$$.
$%.
$,.
Suko 1ulyo I
Suko 1ulyo II
Suko 1ulyo III
Suko 1ulyo IE
Suko 1ulyo E
Suko 1ulyo EI
Suko 1ulyo EII
Suko 1ulyo EIII
Suko 1ulyo IF
Suko 1ulyo F
Suko 1ulyo FI
Sumber Pangan I
Sumber Pangan II
,.
-$
,8
-8
-.
,8
,8
%-
-.
,8
%:
%$
$.
$-./8
$$.08
$,.08
$/..8
0.-88
$/.08
$..$8
$..88
$,.,8
$,.%8
/.088
-
-
..%888
,.8888
:.8888
/.,888
-.$888
-..888
-.8888
-.0888
-.%888
-.%888
%..888
%.8888
%.8888
$:.<88
$-.088
%%.088
%%.088
$$..88
%$.%88
$:.$88
$:.088
$0..88
$0.-88
:.%888
%.8888
%.8888
Sumber( ata Sekunder
)erdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa penguasaan
aset masyarakat esa &atisuko bervariasi. Penguasaan lahan terbesar
adalah kelompok tani Suko 1ulyo III dan Suko 1ulyo IE dengan total
luas garapan %%,0 Ha untuk masing-masing kelompok tani. Sedangkan
penguasaan lahan terkecil adalah kelompok tani Sumber Pangan I dan
Sumber Pangan II, yaitu sebesar % Ha. 9uas garapan kelompok tani
Sumber Pangan I dan II kecil karena kelompok tani tersebut hanya
menggarap tegalan dan pekarangan.
b. 'eadaan +anaman Pangan, 9uas 9ahan dan Hasil Panen
Sebuah proses produksi yang menghasilkan output tidak pernah
terlepas dari adanya input-input yang menunjang. Input tersebut dapat
diperoleh apabila ada sejumlah biaya yang dikorbankan petani untuk
menghasilkan output tertentu. Penentuan harga tidak hanya berpacu
pada biaya input yang telah dikeluarkan, tetapi juga pada harga produk
pada saat panen.
%8
+abel %.$- ata 'eadaan +anaman Pangan di esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar +ahun %8$,
N!. +en$s Tanaman Luas Lahan ,ha. Has$l Panen ,t!n.
$. Padi $.% .8-
%. &agung .8 0.
,. 'etela Pohon %0 .-
-. 'acang +anah $8 $.
Sumber( ata Sekunder
ari tabel di atas dapat diketahui jenis tanaman yang ada di
esa &atisuko, yaitu padi, jagung, ketela pohon, dan kacang tanah.
+anaman pangan yang paling banyak ditanam adalah padi dengan
jumlah luas lahan $.% ha dan hasil panen .8- ton sehingga dalam satu
ha lahan dapat menghasilkan ,,,$ ton. +anaman pangan yang paling
sedikit ditanam adalah kacang tanah dengan luas lahan $8 ha dan hasil
panen $. ton.
B. Perumusan Keaaan
Praktikum Perencanaan dan !valuasi Penyuluhan Pertanian ini
dilaksanakan di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar,
Provinsi &awa +engah. +erdapat tiga kelompok tani yang menjadi narasumber
diantaranya kelompok tani Suko 1ulyo III dengan ketua kelompok )apak
Sukarno, kelompok tani Suko 1ulyo E dengan ketua kelompok )apak
aryonoo, dan yang terakhir kelompok tani Suko 1ulyo II dengan ketua
kelompok )apak Sriyono. Sebagian besar jenis tanaman yang ditanam di desa
ini adalah tanaman padi dan tanaman palawija, seperti jagung, ketela pohon,
dan kacang tanah. #dapun rumusan keadaan yang ada di tempat tersebut yaitu(
$. Hampir semua petani menanam tanaman padi, tetapi ada pula yang
menanam tanaman palawija.
%. +eknik pengolahan tanah, yaitu dengan cara dicangkul, dibajak dengan
alat traktor dan digaru.
,. Sistem irigasi yang ada di lahan desa ini, yaitu dengan irigasi teknis dari
bendungan dan tadah hujan.
%$
-. )enih yang digunakan petani merupakan varietas unggul padi.
.. Sistem tanam padi dengan menggunakan sistem jajar legowo.
/. Sebelum dipanen, tanah biasanya dibiarkan kering.
0. Hasil panen padi sebagian besar dikonsumsi sendiri dan ada pula yang
dijual dalam bentuk beras.
<. Penurunan kesuburan tanah di esa &atisuko selalu diiringi dengan
pemberian pupuk organik agar kesuburan tanah tetap terjaga.
:. Petani mendapatkan pupuk organik dari penyuluh ataupun membeli
sendiri di toko saprodi.
$8. Petani di desa ini tidak menjual beras jika harga beras mahal dan ketika
membutuhkan uang.
$$. +enaga kerja yang digunakan kebanyakan dari tenaga kerja dalam
keluarga sendiri untuk menghemat biaya tenaga kerja yang dikeluarkan.
$%. 1asih ada petani yang belum memperhitungkan pendapatan yang
diperoleh, walaupun sudah ada perencanaan di awal bersama anggota
kelompok tani yang lain.
$,. Petani di desa ini tidak melakukan analisis biaya usahatani, hanya
beberapa anggota ;#PO'+#5 yang melakukannya.
$-. Hasil produksi padi P'; rata-rata untuk saat ini, yaitu sebesar /,0 ton2ha
$.. Hampir semua petani antusias mendengarkan penyuluh dalam
memberikan in"ormasi terkait cara peningkatan usahatani dan
pengendalian hama dan penyakit.
$/. Setiap anggota kelompok tani sudah terjalin keeratan kekeluargaan
sehingga komunikasi antar anggota mudah dilakukan.
$0. 'esadaran terhadap penyerapan teknologi baru cukup tinggi.
C. Masalah 'ang D$haap$
Peranan petani dan masyarakat berpengaruh terhadap masalah yang
terjadi di esa &atisuko. Selain itu, "aktor cuaca, pengendalian hama dan
penyakit juga tidak kalah penting, dimana turut berdampak terhadap hasil
produksi pertanian. #dapun masalah yang dihadapi petani di esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar, yaitu(
%%
$. Pada musim kemarau petani tidak bisa menanam padi
Sisrim irigasi di esa &atisuko ada yang teknis dan ada pula yang
tadah hujan. Pada musim kemarau, petani yang tadah hujan tidak bisa
menanam padi karena tidak ada air. Irigasi teknis petani dapat menanam
padi tetapi juga terjadi kelangkaan air. Petani harus bergantian dengan
petani lainnya untuk menyirami padi di sawah agar tidak terjadi
kekeringan.
%. istribusi pupuk kurang lancar
'elangkaan pupuk anorganik di esa &atisuko disebabkan karena
distribusi pupuk kurang lancar. Petani menggunakan pupuk organik dan
pupuk anorganik. Pupuk anorganik yang berupa pupuk urea, ponska, dan
SP,/ sering terjadi kelangkaan sehingga petani mengalam kesulitan dalam
pemupukan.
,. #danya hama dan penyakit yang menyerang
Hama dan penyakit yang menyerang di esa &atisuko berupa
penyakit kresek pada padi. #kibat dari serangan hama tersebut
produktivitas padi menjadi menurun. Permasalahan itu terjadi dikarenakan
pelaksanaan PH+ dan pelaksanaan pola tanam dan tata tanam saat
pembibitan belum baik.
D. Upa'a Peme)ahan Masalah
)anyak upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada di
esa &atisuko, baik yang berasal dari masyarakat setempat maupun dari
pemerintah. 4paya ini bertujuan untuk memperbaiki keadaan sehingga akan
diperoleh hasil yang lebih baik. #dapun upaya pemecahan masalah yang
dihadapi petani yang ada di esa &atisuko, 'ecamatan jatipuro, 'abupaten
'aranganyar yaitu(
$. Perbaikan irigasi
Irigasi teknis yang ada di esa &atisuko perlu diperpanjang agar
semua wilayah di desa tersebut mendapatkan air irigasi. Irigasi yang sudah
ada juga perlu diperbaiki lagi. Selain itu, petani juga sebaiknya melakukan
%,
pergiliran pengairan air irigasi. Peran pemerintah diperlukan dalam
perbaikan irigasi sehingga petani dapat menanam padi pada saat musim
kemarau.
%. istribusi pupuk kurang lancar
Pendistribusian yang kurang lancar ini dikarenakan oleh berbagai
hal. Salah satu penyebabnya, yaitu pupuk subsidi digunakan untuk petani
justru digunakan pada sektor perkebunan dan tekstil. Peran pemerintah
diperlukan dalam masalah kelangkaan pupuk tersebut. Pemerintah
seharusnya melakukan pengawasan tentang pendistribusian pupuk agar
tepat tujuan. Selain itu, petani sebaiknya dibiasakan menggunakan pupuk
organik agar tidak tergantung dengan pupuk anorganik.
,. #danya hama dan penyakit yang menyerang
Penyakit yang menyerang dapat menyebabkan turunnya
produktivitas padi sehingga perlu dilakukan upaya pemberantasan hama.
Pemberantasan hama dilakukan dengan pestisida organik agar hama dan
penyakit tidak resisten terhadap pestisida. Pemberantasan hama dan
penyakit dilakukan secara bersamaan atau serentak agar hama dan penyakit
tersebut tidak menyebar.
III. IDENTI4IKA0I IMPACT POINT TEKNI0
A. Pen'usunan Instrumen Impact Point Tekn$s
Identi"ikasi impact point teknis merupakan suatu langkah yang
dilakukan untuk mengetahui permasalahan mengenai teknis budidaya yang
dialami petani dan bagaimana solusi apa yang harus digunakan untuk
memecahkan masalah tersebut. Hal ini berhubungan dengan pelaksanaan
secara teknis dari kegiatan usahatani yang meliputi sapta usahatani
6pembibitan, penanaman, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan
penyakit, panen, dan pemasaran7.
Penyusunan instrumen yang dibutuhkan dalam mengidentiti"ikasi
impact point teknis perlu dibuat kuisioner terlebih dahulu yang berisi da"tar
pertanyaan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan teknik budidaya
komoditas yang ditanam di lokasi penelitian. 4ntuk menentukan impact point,
terlebih dahulu kita harus menyusun instrumen untuk menilai luas cakupan
dan tingkat penerapan teknologi 6+P+7 dengan menggunakan kuisioner. i
bawah ini adalah tabel penyusunan instrumen yang digunakan dalam
praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan Pertanian di esa
&atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar.
%-
%.
+abel ,.$ 'uisioner Penilaian 9uas =akupan dan +ingkat Penilaian +eknologi
6+P+7 +eknis
N! PE5TAN6AAN ALTE5NATI4 +A&ABAN 0K-5
" % * /
I )!5IH 6$887
$. Earietas apa yang Saudara
pergunakan*
a. Earietas unggul
b. 4nggul 9okal
,8
$.
%. ari mana asal benih yang
Saudara pergunakan*
a. inas 6P+ Pertani, Sanghyang Sri,
'47
b. Pengankar2pedagang benih
c. )enih sendiri
%8
$.
$8
,. )erapa jumlah benih yang
Saudara pergunakan*
a. Sesuai rekomendasi
b. 9ebih dari rekomendasi
c. 'urang dari rekomendasi
,8
%8
$8
-. Setiap berapa kali Saudara
mengadakan pergantian benih*
a. Setiap musim tanam ganti
b. Setiap % musim tanam ganti
c. Setiap , musim tanam ganti
d. 9ebih dari , musim tanam ganti
%8
$.
$8
.
II )!>=O=O' +#5#1 6$.87
$. )agaimana cara Saudara
mengerjakan tanah
a. ikerjakan sesuai aturan 6dibajak,
dicangkul, dan digaru7
b. ikerjakan kurang intensi" 6dicangkul
dan diratakan7
c. +idak dikerjakan pengolahan
,8
%8
$8
%. )agaimana Saudara membuat
bedengan*
a. Sesuai dengan anjuran 6lebar % m,
panjang sesuai dengan lahan yang
ada7
b. +idak sesuai anjuran
c. +idak dibuat bedengan
,8
%8
$8
,. )agaimana Saudara membuat
parit keliling*
a. ibuat sesuai anjuran 6lebar -8 cm,
kedalaman -8 cm7
b. ibuat tidak sesuai anjuran
c. +idak dibuat bedengan
%8
$.
$8
-. )agaimana cara Saudara
menanam*
a. itugal sedalam ,-.cm
b. itanam dengan sistem palir
c. isebar
$8
/
%
.. )erapa ukuran jarak tanam yang
Saudara pakai*
a. Sesuai anjuran 6untuk yang
bercabang banyak menggunakan jarak
%.B%. cm, yang bercabang sedikit
menggunakan jarak %8 B %8 cm7
b. +idak sesuai dengan anjuran
$8
.
/. )erapa jumlah benih tiap lubang
yang dipergunakan*
a. Sesuai dengan anjuran 6%-, biji2
lubang7
b. +idak sesuai anjuran
$8
.
0. #pakah Saudara melakukan
penyiangan*
a. ilakukan % kali dalam $ musim
b. ilakukan $ kali dalam $ musim
c. +idak disiangi
$8
/
%
<. #pakah Saudara melakukan
pergiliran tanaman*
a. ilakukan sesuai anjuran 6ganti
tanaman tiap musim7
b. +idak dilakukan 6padi terus menerus7
,
8
%/
III P!14P4'#5 6$887
$. )agaimana "rekuensi yang
dilakukan*
a. ua kali selama pertanaman
b. Satu kali selama pertanaman
c. +idak dipupuk
%8
$.
$8
%. )erapakah dosis tiap "rekuensi
pemupukan*
a. Sesuai anjuran
b. 9ebih dari anjuran
c. 'urang dari anjuran
,8
%8
$8
,. )agaimana cara Saudara
memupuk*
a. itugal, pupuk dimasukkan lalu
dibenam
b. itaruh dalam paliran lalu dibenam
c. isebar lalu diinjak-injak
d. isebar saja
%8
$.
$8
.
-. #pakah Saudara juga
memberikan pupuk organik
sebagai tambahan pupuk*
a. 1enanam sesuai dengan anjuran
b. 1enambah tidak sesuai dengan
anjuran
c. +idak menambah
$8
/
%
IE P!5;#I>#5 6.87
$. #pakah Saudara memberikan air
pada saat kemarau*
a. 1enambah air pada musim kemarau
secara rata
b. 1enambah tetapi tidak merata
c. +idak menambah
$.
$8
.
%. #pakah saudara menambah
pemberian air pada saat tanaman
menjelang berbunga*
a. iberi tambahan air
b. +idak diberi tambahan air
$8
.
,. #pakah dalam "ase pengisian
polong Suadara memberi air
pengairan*
a. iberi tambahan air
b. +idak diberi tambahan air
$8
.
-. )agaimana cara saudara
mengairi*
a. ibuatkan saluran pengairan
b. +idak dibuatkan saluran
.
8
.. #pakah pengeringan sebelum
dipanen saudara lakukan*
a. ilakukan pengeringan
b. +idak dilakukan
.
8
E P!5;!5#9I#5 H#1# #5
P!5G#'I+
6$887
$. )erapa kali Suadara melakukan
pemberantasan hama*
a. !mpat kali penyemprotan
b. +iga kali penyemprotan
c. ua kali penyemprotan
d. Satu kali penyemprotan
e. +idak disemprot
$8
<
/
-
%
%. )erapa dosis spray yang Saudara
pergunakan setiap penyemprotan*
a. Sesuai dengan anjuran 6$ lt $ kali
spray7
b. 9ebih dari anjuran
c. 'urang dari anjuran
$8
/
%
,. )erapakah konsentrasi larutan
yang Saudara pergunakan*
a. Sesuai anjuran 6% cc2lt7
b. 9ebih dari anjuran
c. 'urang dari anjuran
$8
/
%
-. #lat apa yang Saudara pakai
dalam penyemprotan*
a. engan alat penyemprot 6hand
sprayer 2 motor sprayer7
b. engan alat tradisional
$8
.
.. )agaimana cara saudara
menyemprot*
a. Sesuai anjuran 6tepat waktu dan
interval7
b. +idak sesuai anjuran
$8
.
%0
/. #pakah saudara menggunakan
pestisida yang sesuai dengan
hama2penyakitnya*
a. Sesuai dengan hama2penyakit yang
menyerang
b. +idak sesuai dengan hama2penyakit
yang menyerang
$.
$8
0. Siapa yang melakukan
pengamatan terhadap adanya
hama dan penyakit*
a. Petugas pengamat hama
b. >egu pemberantasan hama dari
kelompok tani
c. Petani sendiri
$.
$8
.
EI P#5!5 6-87
$ 'apan Saudara melakukan
panen*
a. Sesuai anjuran 6$88-$$8 HS+7
b. +idak sesuai anjuran
%.
.
% )agaimana cara Saudara
memanen*
a. engan sabit
b. engan tangan saja
$.
.
EII P!1#S#>#5 6$%7
$ )agaimana sistem penjualan
terhadap hasil panen Saudara*
a. ijual ke pengumpul
b. ijual sendiri
c. itebaskan
<
/
%
% 'emanakah Saudara memasarkan
hasil2produksi*
a. 'e daerah luar 'abupaten
b. Hanya sampai dalam 'abupaten
Setempat
c. i desa2tempat sendiri
-
,
$
Sumber( ata Primer
B. Penetapan 0ampel Petan$ 5esp!nen
9okasi Praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan
Pertanian adalah di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar. Pengambilan sampel dimulai pada tahap penentuan lokasi yang
dilakukan oleh petugas penyuluhan dari )PP 'ecamatan &atipuro.
Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Purposive
sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan khusus
sehingga layak dijadikan sampel.
Praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan Pertanian
dilaksanakan di 'ecamatan &atipuro. Penetapan sampel responden dari
kalangan petani dimulai dari tahap penentuan lokasi, yaitu menentukan desa
yang berada di 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar. Penentuan
sampel desa dilakukan berdasarkan lokasi desa yang berada di sekitar
'ecamatan &atipuro sebagai pusat in"ormasi. Sampel responden terdiri dari .
responden, yaitu petani di esa &atisuko yang mayoritas petani mengusahakan
komoditas padi 6Oryza sativa7. Penentuan sampel responden yang dipilih
berdasarkan anjuran dari penyuluh di 'ecamatan &atipuro yang mengetahui
%<
seluk beluk kondisi petani dan tingkat pemahaman petani dalam
mengaplikasikan inovasi. Pertimbangan yang dilakukan oleh penyuluh
didasarkan pada tingkat keberhasilan kelompok tani dalam menyerap inovasi
yang ada, kelompok tani Suko 1ulyo III diketuai oleh )apak Sukarno dipilih
sebagai sampel responden sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
C. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber
sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data
kepada pengumpul data. Sumber sekunder merupakan sumber yang tidak
langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang
lain atau melalui dokumen seperti monogra"i desa, data dari )PS dan
sebagainya.
1etode pengumpulan data yang dilakukan dalam penyusunan laporan
pada praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan Pertanian di
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar, meliputi(
$. Observasi
1etode observasi adalah teknik pengumpulan data dengan
melakukan pengamatan langsung ke lapangan dengan melihat obyek
penelitian. igunakan metode observasi terstruktur, yaitu metode obsevasi
yang telah dirancang secara sistematis tentang hal yang diamati dan tempat
melakukan pengamatan. Peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel
apa yang akan diamati.
%. ?awancara
+eknik wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan
memberikan pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya kepada
narasumber. ?awancara dilakukan dengan melalui tatap muka secara
langsung dengan narasumber yang bersangkutan. igunakan da"tar
pertanyaan yang berkaitan dengan tema praktikum.
,. 'uisioner
%:
'uisioner adalah da"tar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada
responden. &awaban responden atas semua pertanyaan dalam kuisioner
kemudian dicatat atau direkam. 'uisioner merupakan metode
pengumpulan data yang e"isien bila peneliti mengetahui secara pasti data
atau in"ormasi apa yang dibutuhkan dan bagaimana variabel yang
menyatakan in"ormasi yang dibutuhkan tersebut diukur.
-. Pencatatan
+eknik pencatatan adalah teknik pengumpulan data dengan
menggunakan media catatan oleh peneliti mengenai data atau in"ormasi
penting yang diperoleh dari narasumber atau obyek penelitian. Pencatatan
data dapat dilakukan dengan mencatat data dari brosur, papan in"ormasi
ataupun buku yang tersedia di tempat praktikum itu dilakukan.
ata yang dikumpulkan adalah data luas lahan yang digarap petani
responden. ata nama petani dan luas lahan yang digarap petani responden
dapat dilihat pada +abel ,.%.
+abel ,.% 5ama dan 9uas 9ahan Petani >esponden di 'elompok +ani Suko
1ulyo III
N!. Nama Luas Lahan ,Ha.
$. )apak Sukarno 8,:,.8
%. )apak Suripto 8,0,%.
,. )apak ;iman 8,00%.
-. )apak ?aluyo 8,.8.8
.. )apak 5arko 8,.<-0
&umlah 9uas 9ahan ,,.%:0
Sumber ( ata Primer
)erdasarkan tabel ,.% di atas dapat diketahui luas lahan yang dimiliki
responden. ata yang dikumpulkan adalah kolom isian instrument penilaian,
data luas lahan yang digarap petani responden, dan luas areal potensial di esa
&atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar, yaitu $::,. hektar.
Identi"ikasi impact point teknis dilakukan di 'elompok +ani Suko 1ulyo III
dengan mengetahui data luas lahan yang digarap petani responden. Petani
yang dijadikan sampel di 'elompok +ani Suko 1ulyo III, yaitu )apak
Sukarno sebagai ketua kelompok tani yang memiliki luas lahan 8,:,. hektar,
)apak Suripto yang memiliki luas lahan 8,0,%. hektar, )apak ;iman yang
,8
memiliki luas lahan 8,00%. hektar, )apak ?aluyo yang memiliki luas lahan
8,.8. hektar, dan )apak 5arko yang memiliki luas lahan 8,.<-0 hektar.
D. Peng!lahan Data
Penilaian +ingkat Penilaian +eknologi 6+P+7 +eknis 'elompok +ani
Suko 1ulyo III di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar adalah sebagai berikut(
+abel ,., >ekapitulasi Perhitungan Penilaian +ingkat Penilaian +eknologi 6+P+7 +eknis 'elompok +ani HSuko 1ulyo IIII di esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro, 'abupaten 'aranganyar
5esp!nen
TPT Tekn$s
I7
"
I7
%
I7
*
I7
/
II
7"
II
7%
II
7*
II
7/
II
71
II
78
II
79
II
7:
III7
"
III7
%
III7
*
III7
/
I;7
"
I;7
%
I;7
*
I;7
/
I;7
1
;7
"
;7
%
;7
*
;7
/
;7
1
;7
8
;7
9
;I7
"
;I7
%
;II7
"
;II7
%
Sukarno
,
8
%
8
,
8
%
8
,8 ,8 %8 $8 $8 $8 / , %8 ,8 . $8 $. $8 . . / $8 $8 $8 $8 $8 $. . %. $. / ,
Suripto
,
8
%
8
,
8
. ,8 ,8 %8 $8 $8 $8 $8 , %8 ,8 . $8 $. $8 . . / $8 $8 $8 $8 $8 $. . %. $. / ,
;iman
,
8
%
8
,
8
%
8
,8 ,8 %8 $8 $8 $8 / , %8 ,8 . $8 $. $8 . 8 / $8 $8 $8 $8 $8 $. . %. $. / ,
?aluyo
,
8
%
8
,
8
. ,8 ,8 %8 $8 $8 $8 $8 , %8 ,8 . $8 $. $8 . . / $8 $8 $8 $8 $8 $. . %. $. / ,
5arko
,
8
%
8
,
8
. ,8 ,8 %8 $8 $8 $8 $8 , %8 ,8 . $8 $. $8 . . / $8 $8 $8 $8 $8 $. . %. $. / ,
Sumber( ata Primer
,
$
,%
)erdasarkan +abel ,., di atas, dapat diketahui siapa saja diantara .
petani responden yang memiliki skor di atas dan di bawah skor maksimum
berdasarkan tabulasi data impact point teknis diatas. +abel ,.,
menunjukkan hasil dari instrument penilaian luas cakupan dan +ingkat
Penilaian +eknologi 6+P+7 teknis. Pada kelompok tani Suko 1ulyo III,
rata-rata petani menggunakan +ingkat Penilaian +eknologi 6+P+7 teknis
6teknik sapta usaha tani7 yang sama karena pada saat dilaksanakannya
praktikum, kelompok tani Suko 1ulyo III sudah diberikan penyuluhan
tentang teknik sapta usaha tani. Hal ini dapat dibuktikan dengan skor yang
hampir sama antara petani yang satu dengan petani yang lain.
E. Penar$kan Kes$mpulan
Penarikan kesimpulan dalam identi"ikasi impact point teknis dilakukan
dengan cara pengolahan data. ata-data tersebut adalah luas cakupan, C +P+
dan tambahan input atau biaya yang dikeluarkan. ata yang dikumpulkan
kemudian akan disaring dalam tiga tahap penyaringan. Saringan $ didapat dari
semua anjuran yang akan diterapkan, kemudian dipilih .8C berdasarkan
urutan luas cakupan yang terbesar. Saringan % didapat dari hasil saringan $
dipilih .8C berdasarkan urutan C +P+ yang terkecil. Saringan , didapat dari
hasil saringan % dipilih .8C berdasarkan urutan tambahan biaya terkecil. Hasil
dari saringan , merupakan impact point teknis yang dicari. )erikut adalah
tabel rekapitulasi perhitungan identi"ikasi impact point teknis di esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar.
,,
+abel ,.- >ekapitulasi Perhitungan Identi"ikasi Impact Point +eknis di
'elompok +ani HSuko 1ulyo IIII, esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro, 'abupaten 'aranganyar
N! Anjuran 'ang #elum $terapkan
Luas
Cakupan
<
TPT
= Input
$ Earietas yang di tanam 8 8 ..888
% #sal benih 8 8 8
, &umlah benih 8 8 ..888
- Pergantian benih $$<,% -8 ..888
. Pengolahan tanah 8 8 .8.888
/ )edengan 8 8 -8.888
0 Pembuatan parit keliling 8 8 -..888
< =ara menanam 8 8 8
: &arak tanam 8 8 8
$8 &umlah benih tiap lubang 8 8 $.888
$$ Penyiangan $$8,0 /8 ..888
$% Pergiliran tanam 8 8 8
$, 3rekuensi pemupukan 8 8 :8.888
$- osis pemupukan 8 8 -..888
$. =ara memupuk $$:,. %. ..888
$/ Pemberian pupuk organik 8 8 ,.888
$0 Penyiraman saat kemarau 8 8 %.888
$< Penambahan air menjelang berbunga 8 8 ,.888
$: Pemberian air pada "ase pengisian
polong 8 8 ,.888
%8 Pengairan 8 8 ,..888
%$ Pengeringan sebelum panen .8,8< 8 8
%% Pemberantasan hama $::,. /8 %8.888
%, osis spray penyemprotan 8 8 $8.888
%- 'onsentrasi larutan 8 8 $8.888
%. #lat penyemprotan 8 8 $8.888
%/ =ara penyemprotan 8 8 8
%0 Pestisida sesuai hama2penyakit 8 8 %.888
%< Pengamatan hama2penyakit $::,. ,,,,, 8
%: ?aktu panen 8 8 8
,8 =ara memanen 8 8 $8.888
,$ Sistem penjualan hasil panen $::,. 0. $8.888
,% 9ingkup pemasaran $::,. 0. $..888
Sumber( ata Primer
Perhitungan untuk mencari luas cakupan pada proses saringan I dapat
dihitung dengan rumus sebagai berikut(
9uas cakupan A B 9uas #real
Potensial
,-
9uas cakupan mayoritas sebesar 8 ha sehingga dapat dikatakan bahwa
berdasarkan luas cakupan, teknik sapta usaha tani sudah dilakukan walaupun
hanya sebagian saja. +ingkat Penerapan +eknologi 6+P+7 teknis mayoritas 8C
sehingga dapat dikatakan bahwa 'elompok +ani Suko 1ulyo III belum
menerapkan seluruh teknologi yang ada. = input diperoleh dari tambahan
biaya yang dikeluarkan petani jika tidak menerapkan anjuran yang diterapkan
atau tidak sesuai rekomendasi. = input yang dihasilkan sebagian besar sebesar
>p 8,- sehingga dapat dikatakan 'elompok +ani Suko 1ulyo III sudah
melaksanakan teknik sapta usaha tani, meskipun masih dalam jumlah yang
sedikit.
+abel ,.. Saringan $ Identi"ikasi Impact Point +eknis 'elompok +ani HSuko
1ulyo IIII, esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar
N!.
Anjuran 'ang #elum
$terapkan
Luas Cakupan
,ha.
< TPT = Input ,5p.
$ Pergantian benih $$<,% -8 ..888
% Pengolahan tanah 8 8 .8.888
, )edengan 8 8 -8.888
- Pembuatan parit keliling 8 8 -..888
. Penyiangan $$8,0 /8 ..888
/ 3rekuensi pemupukan 8 8 :8.888
0 osis pemupukan 8 8 -..888
< =ara memupuk $$:,. %. ..888
: Pengairan 8 8 ,..888
$8 Pengeringan sebelum panen .8,8< 8 8
$$ Pemberantasan hama $::,. /8 %8.888
$% osis spray penyemprotan 8 8 $8.888
$, Pengamatan hama2penyakit $::,. ,,,,, 8
$- =ara memanen 8 8 $8.888
$. Sistem penjualan hasil panen $::,. 0. $8.888
$/ 9ingkup pemasaran $::,. 0. $..888
Sumber ( ata Primer
)erdasarkan tabel ,.. perhitungan identi"ikasi impact point teknis di
kelompok tani Suko 1ulyo III, maka dilakukan saringan I dengan
mengumpulkan $/ data yang memiliki luas cakupan paling besar, yaitu
pergantian benih, pengolahan tanah, bedengan, pembuatan parit keliling,
penyiangan, "rekuensi pemupukan, dosis pemupukan, cara memupuk,
,.
pengairan, pengeringan sebelum panen, pemberantasan hama, dosis spray
penyemprotan, pengamatan hama2penyakit, sistem penjualan, lingkup
pemasaran.
+abel ,./ Saringan % Identi"ikasi Impact Point +eknis di 'elompok +ani
HSuko 1ulyo IIII, esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar
N!.
Anjuran 'ang Belum
$ Terapkan
Luas
Cakupan
<TPT = Input
$ Pengolahan tanah 8 8 .8.888
% )edengan 8 8 -8.888
, Pembuatan parit keliling 8 8 -..888
- 3rekuensi pemupukan 8 8 :8.888
. osis pemupukan 8 8 -..888
/ Pengairan 8 8 ,..888
0 Pengeringan sebelum panen .8,8< 8 8
< osis spray penyemprotan 8 8 $8.888
Sumber ( ata Primer
)erdasarkan tabel ,./ rekapitulasi perhitungan identi"ikasi impact point
teknis berdasarkan luas cakupan terbesar di esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro, 'abupaten 'aranganyar, maka dilakukan penyaringan II dengan
mengumpulkan < data yang memiliki C +P+ yang terkecil. idapat < data
tersebut, yaitu pengolahan tanah, bedengan, pembuatan parit keliling,
"rekuensi pemupukan, dosis pemupukan, pengairan, pengeringan sebelum
panen, dosis spray penyemprotan.
+abel ,.0 Saringan , Identi"ikasi Impact Point +eknis di 'elompok +ani
HSuko 1ulyo IIII, esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar
N!.
Anjuran 'ang Belum
D$terapkan
Luas
Cakupan
<
TPT
= Input
$ Pengeringan sebelum panen .8,8< 8 8
% osis spray penyemprotan 8 8 $8.888
, Pengairan 8 8 ,..888
- )edengan 8 8 -8.888
Sumber ( ata Primer
)erdasarkan tabel ,.0 rekapitulasi perhitungan identi"ikasi impact point
teknis berdasarkan J Input di esa &atisuko 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar dapat ditarik kesimpulan bahwa impact point teknis di esa
,/
&atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar adalah pengeringan
sebelum panen, dosis spray penyemprotan, pengairan, dan bedengan.
4. Masalah 6ang D$haap$
)erdasarkan hasil impact point teknis, maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa masalah yang dihadapi oleh kelompok tani Suko 1ulyo III di esa
&atisuko adalah sebagai berikut(
$. Sebelum panen, petani di esa &atisuko tidak semuanya melakukan
pengeringan sawah. Pada saat tanah dalam kondisi basah, petani tetap
melakukan pemanenan sehingga petani kesulitan dalam pemanenan.
%. Penyemprotan yang dilakukan oleh petani tidak sesuai dosis yang
direkomendasikan oleh penyuluh.
,. i esa &atisuko, pada saat musim kemarau petani kesulitan mendapatkan
air untuk mengairi tanaman mereka. Hal tersebut menyebabkan sebagian
petani tidak menanam padi pada saat musim kemarau.
-. Petani di esa &atisuko tidak membuat bedengan sesuai dengan anjuran
yang diberikan oleh penyuluh.
2. Upa'a Peme)ahan Masalah
4paya pemecahan dari masalah yang dihadapi kelompok tani Suko
1ulyo III di esa &atisuko adalah(
$. Pengeringan Sebelum Panen
Panen merupakan suatu usaha pengumpulan hasil budidaya
tanaman yang sudah ditanam selama periode tertentu. 4ntuk proses
pemanenan yang cepat perlu diadakan pengeringan tanah. Pengeringan
tanah dilakukan untuk mempermudah dalam proses panen dan saat petani
menginjak tanah agar kuat. Perlu diadakan penyuluhan tentang man"aat
pengeringan lahan sebelum panen diadakan dan bagaimana melakukan
pengeringan laham yang baik sebelum dipanen.
%. osis Spray Penyemprotan
Pengadaan penyemprotan perlu dilakukan untuk menunjang
tumbuhnya tanaman yang baik. Hama maupun penyakit dapat
,0
ditanggulangi dengan adanya penyemprotan. +etapi dalam penyemprotan
pupuk cair atau pestisida perlu adanya dosis yang tepat agar tidak
merugikan lahan pada masa yang datang. Hal ini perlu diadakan
penyuluhan tentang cara penggunaan dosis spray yang benar. Penyuluhan
dapat dilakukan dengan cara ceramah dan sekolah lapang sehingga petani
dapat mengetahui teori dan juga dapat mengetahui prakteknya.
,. Pengairan
Saluaran irigasi yang baik sebagai salah satu penunjang
keberhasilan suatu tanaman tumbuh dengan baik dan sehat. Pengairan juga
berguna untuk kesuburan tanah dan agar tanah tetap lembab atau terisi air.
Saluran irigasi yang baik akan berdampak pada pengairan yang baik pula.
Perlu dilakukan perbaikan saluran irigasi agar pada musim kemarau petani
masih dapat menanam padi. Selain itu, diperlukan peran pemerintah dalam
hal perbaikan saluran irigasi untuk membantu masyarakat.
-. )edengan
)edengan perlu diadakan agar sawah tersebut dapat menampung air
dengan lama. )edengan juga dapat digunakan untuk akses jalan agar tidak
merusak tanaman.
H. 0aran
Saran yang dapat diberikan kepada kelompok tani Suko 1ulyo III
untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani tersebut
antara lain(
$. Penyuluh memberikan materi mengenai pentingnya pengeringan sebelum
panen serta materi tentang dosis spray penyemprotan yang tepat. Selain
memberikan materi, sebaiknya penyuluh juga mengadakan sekolah lapang
mengenai kedua permasalahan tersebut. engan mengadakan penerapan di
lahan salah satu anggota kelompok tani ataupun di lahan milik ketua
kelompok tani. Hal ini dilakukan agar petani lebih memahami mengenai
pentingnya kedua hal tersebut serta untuk memberikan bukti kepada petani
bahwa pengeringan sebelum panen serta dosis spray penyemprotan yang
tepat akan memberikan hasil yang lebih maksimal.
,<
%. Petani sebaiknya senantiasa memperbaiki saluran irigasi di sawahnya
setiap saat. Hal ini bertujuan agar air dapat tetap mengalir meskipun air
tersebut dalam jumlah yang sedikit. Petani biasanya cenderung
mengabaikan tanaman liar yang tumbuh di saluran irigasi sehingga aliran
air terhambat. Oleh karena itu, petani harus lebih rajin dalam merawat
saluran irigasi di sawahnya masiing-masing.
,. Petani juga hasrus memiliki bedengan di masing-masing sawahnya.
)edengan sebaiknya dibuat agak sedikit lebar namun tetap menyisakan
ruang untuk saluran irigasi. Hal ini dengan tujuan agar bisa digunakan
untuk jalan dan aliran air tidak terganggu.
I;. IDENTI4IKA0I IMPACT POINT EK-N-MI0
A. Pen'usunan Instrumen Impact Point Ek!n!m$s
'egiatan ekonomi yang dapat dilakukan, antara lain petani dapat
menentukan harga jual produk pertanian yang dihasilkan, petani dapat
menyeimbangkan dan meminimalkan biaya produksi, bagaimana petani
mengelola pendapatan dari hasil usahataninya, serta bagaimana petani
menganalisis usahatani, seperti biaya yang dikeluarkan, dan berapa besar
pendapatan yang diperoleh. Penentuan impact point ekonomis dilakukan
dengan menentukan beberapa indikator permasalahan +ingkat Penerapan
+eknologi 6+P+7 ekonomis, meliputi perencanaan, pengelolaan, dan analisis
usaha tani.
Penyusunan instrumen yang dibutuhkan dalam mengidentiti"ikasi
impact point ekonomis sama halnya dengan impact point teknis, yaitu dengan
membuat kuisioner terlebih dahulu yang berisi da"tar pertanyaan mengenai
hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan. Setiap
pertanyaan pada kuisioner impact point ekonomis memiliki skor yang
berbeda-beda. Skor ini yang akan digunakan untuk menentukan impact point
ekonomis. i bawah ini adalah instrumen untuk menilai +P+ ekonomis yang
digunakan dalam praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan
Pertanian di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar.
,:
-8
+abel -.$ 'uisioner Penilaian +ingkat Penilaian +eknologi 6+P+7 !konomis
N- PE5TAN6AAN ALTE5NATI4 +A&ABAN 0K-5
I PE5ENCANAAN U0AHATANI ,/:.
$ Identi"ikasi 'ebutuhan Pasar a. ilakukan /
b. +idak dilakukan 8
% 1enyusun Perencanaan usahatani a. ibuat sesuai rekomendasi /
b. ibuat tidak sesuai rekomendasi
c. +idak dibuat
,
8
, 1enyusun 'alender 4sahatani a. isuruh sesuai rekomendasi
b. isuruh tidak sesuai rekomendasi
$%
/
c. +idak disusun 8
- 1embuat Perencanaan 1odal a. ibuat sesuai rekomendasi $%
b. ibuat tidak sesuai rekomendasi /
c. +idak dibuat 8
. 1embuat Perencanaan +enaga
'erja
a. ibuat sesuai rekomendasi
b. ibuat tidak sesuai rekomendasi
c. +idak dibuat
/
,
8
/ 1embuat 'ontak dengan 1itra
'erja
a. ibuat sesuai rekomendasi /
b. ibuat tidak sesuai rekomendasi ,
c. +idak dibuat 8
II PEN2EL-LAAN U0AHATANI ,/:.
$ 1embuat 5eraca #wal
Pembukuan 4saha +ani
a. ibuat sesuai rekomendasi
b. ibuat tidak sesuai rekomendasi
c. +idak dibuat
<
-
8
% 1embuat )uku 'as a. ibuat sesuai rekomendasi <
b. ibuat tidak sesuai rekomendasi -
c. +idak dibuat 8
, 1embuat 5eraca #khir a. ibuat sesuai rekomendasi
b. ibuat tidak sesuai rekomendasi
c. +idak dibuat
<
-
8
- Identi"ikasi 3ungsi Pemasaran a. ilakukan <
b. +idak dilakukan 8
. )ernegosiasi a. ilakukan sesuai rekomendasi
b. ilakukan tidak sesuai rekomendasi
c. +idak dilakukan
$/
<
8
III ANALI0I0 U0AHATANI ,":.
$ 1enghitung )iaya 4saha +anaman
pangan
a. ilakukan sesuai rekomendasi ,
b. ilakukan tidak sesuai rekomendasi $
c. +idak dilakukan 8
% 1enghitung pendapatan pengelola a. ilakukan sesuai rekomendasi ,
b. ilakukan tidak sesuai rekomendasi $
c. +idak dilakukan 8
, 1enghitung Hasil +anaman
pangan
a.ibuat sesuai rekomendasi /
b. ibuat tidak sesuai rekomendasi $
c. +idak dilakukan 8
- 1enghitung keuntungan 4sahatani a. ilakukan sesuai rekomendasi ,
b. ilakukan tidak sesuai rekomendasi $
c. +idak dilakukan 8
. 1enghitung pendapatan +enaga
'erja
a. ilakukan sesuai rekomendasi
b. ilakukan tidak sesuai rekomendasi
c. +idak dilakukan
,
$
8
Sumber( ata Primer
-$
B. Penetapan 0ampel Petan$ 5esp!nen
Praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan Pertanian
dilaksanakan di 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar. Penetapan
sampel petani responden dimulai dari tahap penentuan lokasi, yaitu
menentukan desa yang berada di 'ecamatan &atipuro. Penentuan sampel
dilakukan dengan cara metode purposive sampling, dimana pemilihan
dilakukan secara metode purposive, yaitu penentuan responden yang dengan
sengaja dipilih untuk diamati, dengan mempertimbangkan alasan-alasan
tertentu, sesuai dengan karakteristik yang diinginkan dan kuota yang
dinginkan peneliti. esa yang dipilih adalah esa &atisuko, dimana kelompok
tani yang dipilih adalah kelompok tani Suko 1ulyo II dengan ketua yang
bernama )apak Sriyono.
C. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dari sampel penelitian, dilakukan dengan metode
tertentu sesuai dengan tujuannya. #da berbagai metode, antara lain
wawancara, observasi 6pengamatan7, kuisioner atau angket dan dokumenter.
1etode yang dipilih untuk setiap variabel tergantung pada berbagai "aktor
terutama jenis data dan ciri responden. 4ntuk data historis, misalnya tidak bisa
ditemukan dengan observasi tetapi dimungkinkan dengan dokumenter atau
wawancara. Hal ini tergantung pada karakteristik data variabel, maka metode
yang digunakan tidak selalu sama untuk setiap variabel.
1etode pengumpulan data yang dilakukan dalam penyusunan laporan
pada praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan Pertanian di
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar meliputi(
$. Observasi
1etode observasi adalah teknik pengumpulan data dengan
melakukan pengamatan langsung ke lapangan dengan melihat obyek
penelitian. igunakan metode observasi terstruktur, yaitu obsevasi yang
telah dirancang secara sistematis tentang hal yang diamati dan tempat
melakukan pengamatan. Peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel
apa yang akan diamati.
-%
%. ?awancara
+eknik wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan
memberikan pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya kepada
narasumber. ?awancara dilakukan dengan melalui tatap muka secara
langsung dengan narasumber yang bersangkutan. igunakan da"tar
pertanyaan yang berkaitan dengan tema praktikum.
,. 'uisioner
'uisioner adalah da"tar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada
responden. &awaban responden atas semua pertanyaan dalam kuisioner
kemudian dicatat atau direkam. 'uisioner merupakan metode
pengumpulan data yang e"isien bila peneliti mengetahui secara pasti data
atau in"ormasi apa yang dibutuhkan dan bagaimana variabel yang
menyatakan in"ormasi yang dibutuhkan tersebut diukur.
-. Pencatatan
+eknik pencatatan adalah teknik pengumpulan data dengan
menggunakan media catatan oleh peneliti megenai data atau in"ormasi
penting yang diperoleh dari narasumber atau obyek penelitian. Pencatatan
data dapat dilakukan dengan mencatat data dari brosur, papan in"ormasi
ataupun buku yang tersedia di tempat praktikum itu dilakukan.
D. Peng!lahan Data
+abel -.% +abulasi ata Impact Point !konomis 'elompok +ani HSuko
1ulyo III, esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar
5esp!nen
TPT Ek!n!m$s
I
7
"
I
7
%
I7
*
I7
/
I
7
1
I
7
8
II7
"
II7
%
II7
*
II7
/
II7
1
III7
"
III7
%
III7
*
III7
/
III7
1
Sriyono 8 , /
$
%
, , < < < < $/ $ $ $ , $
&oko / /
$
%
$
%
/ / < < < < $/ , , / , ,
?idi 8 ,
$
%
$
%
, , < < < 8 $/ $ $ $ $ $
1aryadi / /
$
%
$
%
/ / < < < < $/ , , / , ,
1ariyono / /
$
%
$
%
/ / < < < < $/ , , / , ,
Sumber( ata Primer
-,
)erdasarkan tabel tabulasi data impact point ekonomi dapat diketahui
hasil dari instrumen penilaian +ingkat Penilaian +eknologi 6+P+7 ekonomis
kelompok tani Suko 1ulyo II. iperoleh bahwa +P+ ekomonis kelompok
tani Suko 1ulyo II hampir seluruhnya dibawah skor maksimum. Hal ini
disebabkan oleh kurangnya kesadaran petani akan pentingnya suatu
perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik dan tertata dengan jelas
untuk mempermudah menghitung pengeluaran, pendapatan dan keuntungan
yang diperoleh pada setiap masa tanam. Petani di esa &atisuko hanya
melakukan perhitungan keuntungan, tetapi tidak merencanakan, menganalisis
dan mengelola usahataninya secara ekonomis dengan baik sehingga
keuntungan yang diperoleh tidak maksimal.
E. Penar$kan Kes$mpulan
Penarikan kesimpulan dalam identi"ikasi impact point ekonomis
dilakukan dengan % proses penyaringan data. Proses penyaringan data yang
pertama dilakukan dengan memilih .8C instrumen berdasarkan jumlah
responden yang berada di bawah skor maksimum yang terbesar. Sedangkan
penyaringan yang kedua adalah hasil saringan pertama dipilih .8C
berdasarkan urutan C +P+ yang terkecil. Hasil dari saringan kedua merupakan
impact point ekonomis. )erikut adalah tabel rekapitulasi perhitungan
identi"ikasi impact point ekonomis di kelompok tani Suko 1ulyo II.
--
+abel -., >ekapitulasi Perhitungan Identi"ikasi Impact Point !konomis di
'elompok +ani HSuko 1ulyo III, esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro, 'abupaten 'aranganyar
N!. Anjuran 'ang Belum D$terapkan
5ep!nen D$ Ba3ah
0k!r Maks$mum
< TPT
$ Identi"ikasi kebutuhan pasar % 8
% 1enyusun perencanaan usahatani % .8
, 1enyusun kalender usahatani $ .8
- 1embuat perencanaan modal 8 8
. 1embuat perencanaan tenaga kerja % .8
/ 1embuat kontrak dengan mitra kerja % .8
0 1embuat neraca awal 8 8
< 1embuat buku kas 8 8
: 1embuat neraca akhir 8 8
$8 Identi"ikasi "ungsi pemasaran $ 8
$$ )ernegosiasi 8 8
$% 1enghitung biaya usaha tanaman
pangan
% ,,,,,
$, 1enghitung pendapatan pengelola % ,,,,,
$- 1enghitung hasil tanaman pangan % $/,/0
$. 1enghitung keuntungan usahatani $ ,,,,,
$/ 1enghitung pendapatan tenaga kerja % ,,,,,
Sumber( ata Primer
$. Saringan I
Perhitungan untuk mencari persen +P+ pada proses saringan I dapat
dihitung dengan rumus sebagai berikut (
-.
+abel -.- Saringan I Identi"ikasi Impact Point !konomis di 'elompok
+ani HSuko 1ulyo III, esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro,
'abupaten 'aranganyar
N!. Anjuran 'ang Belum D$terapkan
5ep!nen D$ Ba3ah
0k!r Maks$mum
< TPT
$ 1enyusun kalender usahatani $ .8
% 1embuat perencanaan modal 8 8
, 1embuat neraca awal 8 8
- 1embuat buku kas 8 8
. 1embuat neraca akhir 8 8
/ Identi"ikasi "ungsi pemasaran 8 8
0 )ernegosiasi $ 8
< 1enghitung keuntungan usahatani $ ,,,,,
Sumber( ata Primer
)erdasarkan tabel -.- rekapitulasi perhitungan identi"ikasi impact
point ekonomis kelompok tani Suko 1ulyo II dilakukan penyaringan
pertama sehingga didapatkan < data yang memiliki jumlah responden yang
berada di bawah skor maksimum. ata yang didapatkan tersebut yang
terbesar, yaitu menyusun kalender usahatani, membuat perencanaan modal,
membuat neraca awal, membuat buku kas, membuat neraca akhir,
identi"ikasi "ungsi pemasaran, bernegosiasi, dan menghitung keuntungan
usahatani.
%. Saringan II
+abel -.. Saringan II Identi"ikasi Impact Point !konomis berdasarkan C
+P+ +erkecil di 'elompok +ani ISuko 1ulyo III, esa
&atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar
N!. Anjuran 'ang #elum $terapkan < TPT
$ 1embuat perencanaan modal 8
% 1embuat neraca awal 8
, Identi"ikasi "ungsi pemasaran
8
- 1embuat neraca akhir 8
Sumber( ata Primer
)erdasarkan +abel -.. dilakukan penyaringan kedua dengan cara
mencari data dengan C +P+ terkecil yang menjadi impact point ekonomis
di 'elompok Suko 1ulyo II, esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro,
'abupaten 'aranganyar diantaranya adalah membuat perencanaan modal,
-/
membuat neraca awal, identi"ikasi "ungsi pemasaran, dan membuat neraca
akhir.
4. Masalah 6ang D$haap$
1asalah adalah "aktor yang menyebabkan keadaan tidak memuaskan.
'eadaan yang tidak memuaskan terjadi jika terdapat perbedaan antara data
aktual dan data potensial. ari identi"ikasi impact point ekonomis di atas dapat
diketahui bahwa masalah-masalah yang dihadapi pada usahatani padi di esa
&atisuko adalah (
$. Petani di esa &atisuko tidak melakukan perencanaan modal.
%. Petani di esa &atisuko tidak membuat neraca awal.
,. Petani di esa &atisuko tidak melakukan identi"ikasi "ungsi
pemasaran.
-. Petani di esa &atisuko tidak membuat neraca akhir.
2. Upa'a Peme)ahan Masalah
4paya yang perlu diterapkan pada 'elompok +ani Suko 1ulyo II
untuk memecahkan masalah dalam kaitannya dengan impact point ekonomis
yaitu(
$. 1embuat perencanaan modal
Petani seharusnya melakukan perencanaan modal agar mengetahui
besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk usahatani. Pelatihan usahatani
perlu dilakukan untuk perencanaan modal yang lebih e"isien.
%. 1embuat neraca awal
Petani seharusnya membuat neraca awal untuk penentuan dan
pertimbangan biaya untuk produksi dan dapat diketahui dari mana saja
modal itu didapatkan. Pelatihan untuk masyarakat petani perlu dilakukan
untuk pengelolaan manajemen yang lebih baik.
,. Identi"ikasi "ungsi pemasaran
Petani seharusnya melakukan identi"ikasi "ungsi pemasaran. Hal
tersebut sebaiknya dilakukan agar hasil pertanian dapat memenuhi
-0
permintaan konsumen. Selain itu, juga dapat mengetahui harga hasil
pertanian di pasar.
-. 1embuat neraca akhir
Petani seharusnya membuat neraca akhir untuk mengetahui biaya
yang dikeluarkan untuk produksi. #danya suatu pelatihan seperti di
pembuatan neraca awal. isampaikan man"aat pembuatan neraca akhir dan
"ungsinya.
H. 0aran
Saran yang dapat diberikan kepada kelompok tani Suko 1ulyo II untuk
mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani tersebut antara
lain(
$. Petani sebaiknya diberi latihan melakukan perencanaan modal.
Perencanaan modal ini dilakukan sebelum masa tanam selanjutnya
dimulai. alam melakukan perencanaan modal, petani membuat perkiraan
awal mengenai biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama masa tanam
tersebut. engan demikian, petani bisa mempersiapkan modal yang akan
digunakan untuk usahataninya tersebut.
%. Petani juga diberi latihan untuk membuat neraca awal dan neraca akhir.
engan membuat neraca awal, petani dapat mempertimbangkan biaya
yang akan dikeluarkan dengan modal yang masih dimiliki. engan
demikian, petani akan lebih hati-hati dalam menggunakan modal yang
telah disiapkannya. Sedangkan untuk neraca akhir, petani dapat
mengetahui biaya-biaya yang telah dikeluarkan serta keuntungan yang
diperoleh dari penjualan hasil panen. engan neraca akhir, petani bisa
membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan. &ika lebih besar
pengeluaran, petani bisa melakukan evaluasi.
,. Penyuluh bersama petani sebaiknya melakukan identi"ikasi "ungsi
pemasaran sehingga petani dapat mengetahui harga hasil pertaniannya di
tingkat konsumen. Identi"ikasi "ungsi pemasaran ini bisa dengan
mengakses hasil penelitian yang dilakukan orang lain.
;. IDENTI4IKA0I IMPACT POINT 0-0IAL
A. Pen'usunan Instrumen Impact Point 0!s$al
#nalisis impact point sosial ini memudahkan langkah selanjutnya yang
dapat diambil guna membantu memecahkan masalah yang sedang dihadapi
petani. Identi"ikasi impact point merupakan suatu langkah yang dilakukan
guna mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. 4ntuk
menentukan impact point mengenai kondisi sosial yang ada, terlebih dahulu
kita harus menyusun instrumen untuk menilai tingkat penerapan teknologi
6+P+7.
+P+ impact point sosial yang teridenti"ikasi antara lain tujuan
kelompok, struktur tugas, tugas kelompok, mengembangkan dan membina
kelompok, kesatuan kelompok, iklim kelompok, tekanan kelompok dan
kee"ekti"an anggota kelompok tani dalam kegiatan kelompok tani. i bawah
ini adalah kuisioner untuk menilai +P+ sosial yang digunakan dalam
praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan Pertanian di esa
&atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar.
-<
-:
+abel ..$ 'uisioner Penilaian +ingkat Penilaian +eknologi 6+P+7 Sosial
N!. Pertan'aan Alternat$f +a3a#an 0k!r
I.
$.
TU+UAN KEL-MP-K
Penghayatan tujuan kelompok a. #nggota kelompok mengetahui tujuan
kelompok tani
b. +idak mengetahui
,*.
,
8
II.
$.
%.
0T5UKTU5 TU2A0
Otoritas, kekuasaan dan
pengaruh
1engkomunikasikan
keputusan kelompok
a. Otoritas, kekuasaan dan pengaruh di
dalam kelompok jelas
b. +idak jelas
a. 'eputusan yang diambil kelompok
diketahui oleh anggota
b. +idak diketahui
,8.
,
8
,
8
III.
$.
%.
,.
-.
TU2A0 KEL-MP-K
'epuasan anggota kelompok
Inisiati" kelompok
Penyebaran gagasan kepada
anggota
'lasi"ikasi permasalahan
a. #nggota kelompok merasa puas
terhadap kelompok
b. +idak puas
a. )anyak inisiati" yang diambil
kelompok untuk mencapai tujuan
b. +idak ada
a. Semua gagasan disebarkan dengan
lancar
b. #da gagasan kurang tidak tersebarkan
c. Semua gagasan tidak tersebarkan
a. Segala persoalan mampu dijelaskan
kepada anggota
b. 1asih ada persoalan yang belum jelas
c. +idak mampu
,"/.
,
8
,
8
-
%
8
-
%
8
I;.
$.
%.
,.
MEN2EMBAN2KAN DAN
MEMBINA KEL-MP-K
Partisipasi anggota
Penyediaan "asilitas kelompok
'egiatan kelompok
a. #nggota merasa ikut serta dalam
seluruh kegiatan
b. 1erasa berpartisipasi sebagian
c. +idak sama sekali
a. 3asilitas tersedia lengkap
b. 3asilitas tersedia kurang
c. +idak tersedia
a. #da kegiatan rutin untuk
mengembangkan dan membina
kehidupan kelompok
b. #da kegiatan, tetapi masih insidentil
c. +idak ada kegiatan
,"%.
-
%
8
-
%
8
-
%
8
;.
$.
KE0ATUAN KEL-MP-K
'epemimpinan kelompok a. 1emahami tujuan kelompok dan
menjelaskan tujuan kelompok kepada
anggota
b. 1emahami, tetapi tidak menjelaskan
c. +idak memahami tujuan kelompok
,">.
-
%
8
.8
%.
,.
'eanggotaan kelompok
5ilai tujuan kelompok
a. 1erasa bagian kelompok
b. +idak merasa
a. 1erasa bangga terhadap tujuan
kelompok
b. +idak merasa
,
8
,
8
;I.
$.
IKLIM KEL-MP-K
'eramah-tamahan kelompok a. >amah-tamah
b. +idak
,*.
,
8
;II.
$.
TEKANAN KEL-MP-K
+ekanan kelompok a. 1erasa ada desakan dari luar dan
dalam untuk meningkatkan motivasi
dalam melakukan kegiatan kelompok
b. +idak ada
,*.
,
8
;III.
$.
KEE4EKTI4AN
KEL-MP-K
'ee"ekti"an kelompok a. 1erasa tujuan tercapai
b. +ujuan tercapai tetapi tidak puas
c. +ujuan tidak tercapai
,/.
-
%
8
Sumber ( ata Primer
B. Penetapan 0ampel Petan$ 5esp!nen
Praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan Pertanian
dilaksanakan di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar.
Pada praktikum ini, penetapan sampel petani responden dilakukan dengan
menggunakan metode sampling kuota sehingga didapat . petani responden
yang berasal dari esa &atisuko, yaitu kelompok tani Suko 1ulyo E dengan
ketua kelompok )apak aryono. +eknik non probability sampling yang
digunakan adalah menggunakan purposive sampling atau sampling
pertimbangan. Pengertian dari purposive sampling ialah teknik sampling yang
digunakan peneliti jika peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan
tertentu di dalam pengambilan sampelnya atau penentuan sampel untuk tujuan
tertentu.
C. Pengumpulan Data
+eknik pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang dilakukan
untuk mengumpulkan data. 1etode menunjuk suatu cara sehingga dapat
diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes,
dokumentasi dan sebagainya. +eknik pengumpulan data merupakan "aktor
.$
penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara
mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
1etode pengumpulan data yang dilakukan dalam penyusunan laporan
pada praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan Pertanian di
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar, meliputi(
$. Observasi
1etode observasi adalah teknik pengumpulan data dengan
melakukan pengamatan langsung ke lapangan dengan melihat obyek
penelitian. igunakan metode observasi terstruktur, yaitu obsevasi yang
telah dirancang secara sistematis tentang hal yang diamati dan tempat
melakukan pengamatan. Peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel
apa yang akan diamati.
%. ?awancara
+eknik wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan
memberikan pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya kepada
narasumber. ?awancara dilakukan dengan melalui tatap muka secara
langsung dengan narasumber yang bersangkutan. alam melakukan
wawancara menggunakan da"tar pertanyaan yang berkaitan dengan tema
praktikum.
,. 'uisioner
'uisioner adalah da"tar pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada
responden. &awaban responden atas semua pertanyaan dalam 'uisioner
kemudian dicatat atau direkam. 'uisioner merupakan metode
pengumpulan data yang e"isien bila peneliti mengetahui secara pasti data
atau in"ormasi apa yang dibutuhkan dan bagaimana variabel yang
menyatakan in"ormasi yang dibutuhkan tersebut diukur.
-. Pencatatan
+eknik pencatatan adalah teknik pengumpulan data dengan
menggunakan media catatan oleh peneliti megenai data atau in"ormasi
penting yang diperoleh dari narasumber atau obyek penelitian. Pencatatan
.%
data dapat dilakukan dengan mencatat data dari brosur, papan in"ormasi
ataupun buku yang tersedia di tempat praktikum itu dilakukan.
D. Peng!lahan Data
+abel ..% +abulasi Impact Point Sosial 'elompok +ani HSuko 1ulyo EI,
esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar
5esp!nen
TPT 0!s$al
I7
"
II7
"
II7
%
III7
"
III7
%
III7
*
III7
/
I;7
"
I;7
%
I;7
*
;7
"
;7
%
;7
*
;I7
"
;II7
"
;III7
"
aryono , , , , , % % % - - - , , , , -
Sarto , , , , , - % - - - - , , , 8 -
?itanto , , , , , - % - - - - , , , , -
Sukiman , , , , , - - - - - - , , , 8 -
=itro , , , , , - - - - - - , , , 8 -
Sumber( ata Primer
)erdasarkan tabel tabulasi data impact point sosial di atas, maka dapat
diketahui bahwa petani responden kelompok tani Suko 1ulyo E sebagian
besar skor di atas skor maksimum. 'egiatan dalam kelompok tani dilakukan
secara kondisional. Hal ini disebabkan seluruh anggota kelompok tani Suko
1ulyo E sudah mengetahui mengenai kewajiban yang harus mereka lakukan
sehingga dalam berkoordinasi dan bersosialisasi antar anggota tidak menjadi
kesulitan bagi kelompok tani tersebut.
E. Penar$kan Kes$mpulan
Penarikan kesimpulan dalam identi"ikasi impact point sosial dilakukan
dengan penyaringan data. Proses penyaringan dilakukan berdasarkan data-data
jumlah responden yang berada dibawah skor maksimum dan C +P+. ata
yang dikumpulkan kemudian akan disaring dalam dua tahap. Penyaringan
pertama didapat dari semua anjuran yang akan diterapkan dipilih .8C
berdasarkan jumlah responden yang berada dibawah skor maksimum yang
terbesar. Penyaringan kedua didapat dari hasil saringan pertama dipilih .8C
berdasarkan urutan C +P+ yang terkecil. Hasil dari saringan % merupakan
impact point sosial.
)erikut adalah tabel rekapitulasi perhitungan identi"ikasi impact point
sosial di kelompok tani Suko 1ulyo E(
.,
+abel .., >ekapitulasi Perhitungan Identi"ikasi Impact Point Sosial
'elompok +ani HSuko 1ulyo EI, esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro, 'abupaten 'aranganyar
N!. Anjuran 'ang #elum $terapkan
5ep!nen $ #a3ah sk!r
maks$mum
< TPT
$ Penghayatan tujuan kelompok 8 8
% Otoritas, kekuasaan dan pengaruh 8 8
, 1engkomunikasikan keputusan
kelompok
8 8
- 'epuasan anggota kelompok 8 8
. Inisiati" kelompok 8 8
/ Penyebaran gagasan kepada anggota $ .8
0 'lasi"ikasi permasalahan , .8
< Partisipasi anggota $ .8
: Penyediaan "asilitas kelompok 8 8
$8 'egiatan kelompok 8 8
$$ 'epemimpinan kelompok 8 8
$% 'eanggotaan kelompok 8 8
$, 5ilai tujuan kelompok 8 8
$- 'eramah-tamahan kelompok 8 8
$. +ekanan kelompok , 8
$/ 'ee"ekti"an kelompok 8 8
Sumber( ata Primer
$. Saringan I
Perhitungan untuk mencari persen +P+ pada proses saringan I dapat
dihitung dengan rumus sebagai berikut(
.-
+abel ..- Saringan I Identi"ikasi Impact Point Sosial di 'elompok +ani
HSuko 1ulyo EI, esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro,
'abupaten 'aranganyar
N!. Anjuran 'ang Belum D$terapkan
5ep!nen D$ Ba3ah
0k!r Maks$mum
< TPT
$. 'lasi"ikasi permasalahan , .8
%. +ekanan kelompok , 8
,. Penyebaran gagasan kepada anggota $ .8
-. Partisipasi anggota $ .8
.. 'egiatan kelompok 8 8
/. 'epuasan anggota kelompok 8 8
0. Inisiati" kelompok 8 8
<. 'ee"ekti"an kelompok 8 8
Sumber( ata Primer
)erdasarkan tabel Saringan I Identi"ikasi Impact Point Sosial
kelompok tani Suko 1ulyo E, dilakukan penyaringan sehingga didapatkan
< data yang memiliki jumlah responden yang berada dibawah skor
maksimum yang terbesar. #njuran yang belum diterapkan tersebut antara
lain klasi"ikasi permasalahan, tekanan kelompok, penyebaran gagasan
kepada anggota, partisipasi anggota, kegiatan kelompok, kepuasan anggota
kelompok, inisiati" kelompok, dan kee"ekti"an kelompok.
%. Saringan II
+abel ... Saringan II Identi"ikasi Impact Point Sosial berdasarkan C +P+
+erkecil di 'elompok +ani HSuko 1ulyo EI, esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar
N!.
Anjuran 'ang Belum
D$terapkan
5ep!nen D$ Ba3ah 0k!r
Maks$mum
< TPT
$ 'egiatan kelompok 8 8
% 'epuasan anggota kelompok 8 8
, Inisiati" kelompok 8 8
- 'ee"ekti"an kelompok 8 8
Sumber ( ata Primer
)erdasarkan tabel saringan II identi"ikasi impact point sosial
berdasarkan C +P+ yang terkecil di kelompok tani Suko 1ulyo E,
didapatkan - data yang memiliki C +P+ yang terkecil, yaitu kegiatan
kelompok, kepuasan anggota kelompok, inisiati" kelompok, dan
kee"ekti"an kelompok. 'eempat hal tersebut yang menjadi impact point
..
sosial di kelompok tani Suko 1ulyo E, esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro, 'abupaten 'aranganyar.
4. Masalah 'ang D$haap$
)erdasarkan data hasil impact point sosial didapatkan enam masalah
yang dihadapi di esa &atisuko. 'eempat impact point sosial tersebut adalah (
$. &umlah kegiatan kelompok masih tergolong rendah.
%. 'epuasan semua anggota kelompok belum terpenuhi.
,. #danya inisiati" yang masih rendah sehingga keputusan yang diambil
kurang bervariasi.
-. Optimalisasi kegiatan yang masih kurang dalam hal kee"ekti"an kelompok.
2. Upa'a Peme)ahan Masalah
)erdasarkan data hasil impact point social, data hasil menunjukkan
hasil yang cukup beragam. #danya kegagalan atau kurang berhasilnya impact
social pada kelompok atau masyarakat sangat beragam, dari hasil dapat ditarik
kesimpulan masing-masing untuk selanjutnya merumuskan langkah atau
upaya pemecahan masalah yang dapat digunakan bersama untuk kepentingan
masyarakat yang lebih baik. 4paya pemecahan masalah yang dihadapi agar
tidak menimbulkan ketidaknyamanan maupun kerugian adalah(
$. 'egiatan kelompok
'egiatan kelompok tani perlu dilakukan untuk menambah
solidaritas antar individu. 'ebutuhan yang tidak dapat terselesaikan
dengan baik, bisa dibantu dengan anggota kelompok yang lain. 'elompok
tani Suko 1ulyo E perlu mengadakan kegiatan rutin serta pembinaan
kehidupan kelompok sehingga kemampuan serta pengetahuan anggota
meningkat.
%. 'epuasan anggota kelompok
Suatu kegiatan kelompok yang dilakukan harus memberikan
kepuasan antar anggota kelompok. 'epuasan dalam arti semua nggota
kelompok merasa dirinya menjadi bagian dari kelompok tani tersebut.
Pendapat ditampung dengan baik antar anggota kelompok yang lain.
./
'elompok tani Suko 1ulyo E harus lebih memperhatikan kebutuhan
anggotanya agar kepuasan anggota bisa terpenuhi.
,. Inisiati" kelompok
'etua kelompok tani Suko 1ulyo E harus bisa memberikan
motivasi kepada anggotanya sehingga anggota kelompok taninya memiliki
inisiati" atau ide-ide dalam setiap pertemuan. Suatu pendapat harus
dihargai dan dibicarakan dengan baik antar anggota kelompok. engan
demikian, akan semakin banyak inisiati" yang bisa diambil dalam setiap
pertemuan untuk mencapai tujuan kelompok.
-. 'ee"ekti"an kelompok
'elompok tani yang berhasil perlu kee"ekti"an dalam menjalankan
suatu misi yang telah dibangun. 1engadakan kegiatan-kegiatan yang
mengarah pada pencapaian tujuan sehingga usaha dalam mencapai tujuan
bisa dilakukan bersama. engan adanya kegiatan-kegiatan tersebut, maka
anggota kelompok akan merasa bahwa ada upaya dalam mencapai tujuan
kelompok.
H. 0aran
Saran yang dapat diberikan kepada kelompok tani Suko 1ulyo E untuk
mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani tersebut antara
lain(
$. Sebaiknya kelompok tani Suko 1ulyo E banyak mengadakan kegiatan
yang melibatkan partisipasi anggota kelompok. 'egiatan seperti perbaikan
sarana jalan yang memudahkan dalam kegiatan pertanian ataupun kegiatan
yang lain. Selain itu, kegiatan yang diadakan tersebut sebaiknya
merupakan kegiatan yang mengarah pada tujuan kelompok. engan
demikian, anggota kelompok akan merasa puas terhadap kegiatan yang
diadakan karena telah dilibatkan dalam kegiatan tersebut dan kelompok
menjadi lebih e"ekti".
%. Pendapat atau ide maupun inisiati" yang disampaikan oleh tiap-tiap
anggota kelompok sebaiknya ditampung. 'emudian dibahas mengenai
kemungkinan pendapat tersebut. Setiap pendapat harus ditampung terlebih
.0
dahulu, jangan ditolak mentah-mentah. Hal ini disebabkan pendapat yang
ditampung akan memberikan kepuasan tersendiri bagi anggota tersebut
karena merasa pendapatnya dihargai. #pabila ditolak mentah-mentah,
maka akan muncul kemungkinan anggota tersebut merasa pendapatnya
tidak dihargai sehingga tidak lagi mengeluarkan ide-ide yang dimilikinya.
;I. ME5UMU0KAN TU+UAN
A. Impact Point 'ang D$tetapkan untuk D$rumuskan Tujuann'a
$. Impact Point +eknis
Identi"ikasi impact point merupakan suatu langkah yang dilakukan
guna mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. Oleh karena
melalui tahapan ini, maka akan memudahkan langkah selanjutnya yang
dapat kita ambil guna membantu memecahkan masalah yang sedang
dihadapi petani. 4ntuk itu perlu penetapan impact point teknis diantaranya(
a. Pengeringan Sebelum Panen
Sebelum panen, petani di esa &atisuko tidak semuanya
melalukan pengeringan sawah. Pada saat tanah dalam kondisi basah,
petani tetap melakukan pemanenan sehingga petani kesulitan dalam
pemanenan. Pengeringan tanah pada saat pengeringan tanah diharapkan
dapat mempermudah didalam pemanenan serta dapat menyebabkan
padi dalam keadaan kering.
b. osis Spray Penyemprotan
Spray penyemprotan dilakukan jika tanaman padi mempunyai
tanda-tanda terkena penyakit. Penyemprotan ini dilakukan untuk
mengendalikan penyakit atau hama yang menyerang tanaman padi.
Penyemprotan yang dilakukan oleh petani tidak sesuai dosis yang
direkomendasikan oleh penyuluh. Hal tersebut berbahaya karena jika
berlebihan, maka selain hama yang menyerang, pestisida juga akan
membunuh musuh alami.
c. Pengairan
i esa &atisuko, pada saat musim kemarau petani kesulitan
mendapatkan air untuk mengairi tanaman mereka. Hal tersebut
menyebabkan sebagian petani tidak menanam padi pada saat musim
kemarau. Pengairan di esa &atisuko sebaiknya diperbaiki lagi,
ditambah irigasinya agar semua petani dapat menanam padi pada saat
musim kemarau.
d. )edengan
.<
.:
)edengan di esa &atisuko tidak diadakan. )edengan ini
mempunyai "ungsi untuk menampung air agar air tetap menggenangi
tanaman padi. Selain itu, bedengan berguna sebagai jalan bagi petani
sehingga tidak merusak tanaman padi. )edengan ini sebaiknya
diadakan karena mempunyai man"aat besar bagi petani.
%. Impact Point !konomis
Selain pengelolaan usahatani yang maksimal dan perencanaan yang
matang, dalam usahatani perlu dilakukan analisis usahatani karena dari
analisis dapat menentukan langkah-langkah perbaikan yang harus
dilakukan pada musim tanam berikutnya dari musim tanam saat ini jika
terdapat kekurangan. 4ntuk itu, perlu penetapan impact point ekonomis,
diantaranya(
a. 1embuat Perencanaan 1odal
Perencanaan modal bertujuan untuk merancang jumlah modal
yang akan dikeluarkan pada usaha tani yang akan dilaksanakan.
Perancanaaan modal bisa dikatakan sebagai anggaran awal. engan
adanya perencanaan modal yang ditetapkan oleh petani, petani dapat
menyesuaikan pengeluaran untuk benih, pupuk, dan tenaga kerja agar
sesuai dengan perencanaan modal. Perencanaan modal belum
dilakukan oleh petani.
b. 1embuat 5eraca #wal
5eraca awal didalam usaha tani, yaitu berupa pencatatan
pengeluaran sebelum terjadi transaksi, artinya neraca awal hampir sama
seperti perencanaan modal. Pembuatan neraca awal yang merupakan
pedoman untuk melakukan pengeluaran belum dilaksanakan oleh
petani. Petani sebelum melakukan pembukuan terhadap usaha tani
mereka.
c. Identi"ikasi 3ungsi Pemasaran
Identi"ikasi "ungsi pemasaran diperlukan oleh petani agar hasil
pertanian sesuai dengan kebutuhan konsumen. Petani selama ini
didalam melakukan usaha tani tidak melihat ke "ungsi pemasaran.
/8
Petani hanya menanam yang mereka mampu tanam saja, tidak
berdasarkan pasar.
d. 1embuat 5eraca #khir
5eraca akhir merupakan pencatatan akuntansi setelah terjadi
adanya transaksi, yaitu pengeluaran untuk benih, tenaga kerja, dan
pupuk serta pendapatan dari usaha tani. 5eraca akhir ini untuk
mengetahui berapa besar pengeluaran dan pendapatan yang didapatkan
sehingga mengetahui keuntungan dari usahatani yang diperoleh berapa.
#kan tetapi, petani belum melakukan sistem tersebut dan dianggap
susah untuk melakukannya serta rumit dalam pengerjaannya. Petani
lebih memilih mengira-ngira hasil keuntungannya. Perlu adanya
perbaikan pencatatan keunagna untuk mengetahui biaya dan
keuntungan yang pasti.
,. Impact Point Sosial
Identi"ikasi impact point merupakan suatu langkah yang dilakukan
guna mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. 'arena
melalui tahapan ini, maka akan memudahkan langkah selanjutnya yang
dapat kita ambil guna membantu memecahkan masalah yang sedang
dihadapi petani tersebut. 4ntuk itu perlu penetapan impact point ekonomis
diantaranya adalah sebagai berikut(
a. 'egiatan 'elompok
'egiatan kelompok usahatani dilakukan untuk mengetahui
permasalahan apa yang terjadi. 'egiatan kelompok ini untuk
menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Saling membantu dan
gotong royong dapat dilakukan melalui kegiatan kelompok ini sehingga
permasalahan cepat terselesaikan. Selain itu, kegiatan kelompok juga
dapat untuk mempererat hubungan antar anggota petani.
b. 'epuasan #nggota 'elompok
'egiatan kelompok yang dilaksanakan perlu adanya
kesinambungan antar kelompok. Perasaan yang sama harus dirasakan
semua anggota petani. 'epedulian antar anggota petani perlu
/$
ditingkatkan. 'eperdulian yang sudah terjalin akan membuat
permasalahan yang terjadi cepat terselesaikan. Hal tersebut kepuasan
antar anggota kelompok tani akan lebih dirasakan bersama-sama.
c. Inisiati" 'elompok
'egiatan kelompok yang terjalin antar anggota petani. #danya
suatu penyaluran ide-ide untuk mendapatkan hasil maksimal dari suatu
usaha yang dijalankan. Inovasi baru dari anggota perlu adanya
penghargaan dari anggota kelompok tani yang lain. Ide yang sudah
diterima bersama harus diterapkan secara bersama-sama.
d. 'ee"ekti"an 'elompok
Suatu kegiatan kelompok yang sudah terjalin dengan baik harus
ditingkatkan. Ide-ide untuk membuat suatu kegiatan kelompok menjadi
tidak membosankan. 'egiatan kelompok yang dapat berjalan dengan
baik ketika kegiatan itu e"ekti". Pendapat anggota kelompok ditampung
dengan baik dan disesuaikan dengan kondisi petani. 'egiatan
kelompok bisa berjalan dengan maksimal saat anggota kelompok dapat
ikut berpartisipasi.
B. Perumusan Tujuan 'ang 5ele?an engan Impact Point 'ang
D$tetapkan
Identi"ikasi impact point merupakan suatu langkah yang dilakukan
guna mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi petani. 'arena melalui
tahapan ini, maka akan memudahkan langkah selanjutnya yang dapat kita
ambil guna membantu memecahkan masalah yang sedang dihadapi petani.
$. Impact Point +eknis
a. Petani melakukan pengeringan lahan sebelum panen agar padi yang
dipanen kondisinya tidak basah sehingga cepat untuk proses
pengeringan.
b. Petani menggunakan spray secara tepat anjuran dengan maksud dapat
membasmi hama secara cepat.
c. Petani memperbaiki saluran irigasi yang bertujuan untuk meningkatkan
produktivitas padi dengan tetap menanam saat kemarau.
/%
d. Petani membuat bedengan sebagai pembatas lahan agar sawah tersebut
dapat menampung air dengan lama. )edengan juga dapat digunakan
untuk akses jalan agar tidak merusak tanaman.
Impact point teknis dilakukan agar mengetahui bagaimana kondisi
petani. 'eempat tujuan di atas dipilih karena sesuai dengan kondisi esa
&atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten karanganyar berdasarkan dari
saringan satu sampai tiga analisis impact point teknis. Petani di esa
&atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar belum melakukan
pengeringan lahan saat panen. Petani tidak maksimal dalam pengeringan
lahan dan mereka menjadi kesulitan saat memanen. Perlu adanya
penyuluhan tentang man"aat pengeringan lahan. Serta dilakukan pelatihan
untuk memberi petani pengertian tentang keuntungan pengeringan lahan
sebelum panen. iharapkan produksi hasil tanaman yang dibudidayakan
lebih banyak.
Petani di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar belum semuanya dapat melakukan spray penyemprotan yang
tepat sesuai rekomendasi karena mereka hanya melakukan penggunaan
spray penyemprotan dengan dosis yang tidak menentu dan hanya
perkiraan, diharapkan petani dapat memberikan dosis spray penyemprotan
secara tepat sesuai anjuran. Saluran irigasi di esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro, 'abupaten 'aranganyar belum semuanya menggunakan saluran
irigasi teknis. Sebagian petani menggunakan tadah hujan. Saluran irigasi
perlu diadakan untuk pasokan air yang lebih sehingga saat musim
kemarau, petani dapat menanam padi. Petani juga perlu untuk membuat
bedengan yang baik untuk penampung air di sawah dan adanya akses jalan
agar tidak merusak tanaman.
'egiatan yang perlu direncanakan dari tujuan di atas, yaitu
penggunaan demplot sebagai lahan percontohan sehingga petani dapat
melihat secara langsung bukti di lapangan. )ukti yang kuat di lapangan
akan membuat petani merubah pikirannya yang tadinya tidak percaya
menjadi percaya. engan adanya demplot, diharapkan petani dapat
/,
mempraktekkan langsung di lapangan sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai. Pengecualian untuk pengamatan hama dan penyakit dilakukan
Sekolah 9apang.
%. Impact Point !konomis
a. Petani membuat perencanaan modal agar mengetahui besarnya biaya
yang akan dikeluarkan untuk usahatani.
b. Petani dapat membuat neraca awal untuk penentuan dan pertimbangan
biaya untuk produksi dan dapat diketahui dari mana saja modal itu
didapatkan.
c. Petani melakukan identi"ikasi "ungsi pemasaran. Hal tersebut sebaiknya
dilakukan agar hasil pertanian dapat memenuhi permintaan konsumen.
Selain itu juga dapat mengetahui harga hasil pertanian di pasar
d. Petani membuat neraca akhir untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan
untuk produksi.
)erdasarkan keempat tujuan di atas, diketahui permasalahan utama
dari Impact Point !konomi adalah membuat perencanaan modal agar biaya
yang dikeluarkan untuk usahatani bisa diketahui secara tepat dan dapat
memperkirakan keuntungan. Petani juga harus membuat neraca awal untuk
mengetahui biaya yang akan dilakukan dan memperkirakan keuntungan
yang didapat dengana adanya pelatihan penggunaan manajamen yang baik.
1elakukan identi"ikasi "ungsi pemasaran oleh petani dan pembuatan
kontrak dengan mitra kerja. >ata-rata petani di esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro, 'abupaten 'aranganyar belum melakukan "ungsi pemasaran
karena masih belum mengerti tentang "ungsi pemasaran.
'ontrak kerja dengan mitra kerja dari luar masih belum terlaksana
karena belum ada mitra kerja yang ke esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro,
'abupaten 'aranganyar untuk mengadakan kerjasama dengan pihak
kelompok tani. 'egiatan yang akan direncanakan untuk penanganan
masalah identi"ikasi "ungsi pemasaran menggunakan metode training
sehingga petani dapat memahami cara melakukan identi"ikasi "ungsi
pemasaran, sedangkan untuk mitra kerja akan diadakan pertemuan antara
/-
mitra kerja dengan petani melalui perantara penyuluh sehingga ada
kerjasama yang terbentuk dari kegiatan tersebut. Selain itu, sebelum
diadakan pertemuan tersebut, ada baiknya diadakan training agar para
petani dapat membuat kontrak sesuai dengan rekomendasi. Selain
membuat neraca awal, perlu membuat neraca akhir untuk pembukuan
biaya pengeluaran dan pemasukan. #danya pelatihan berlanjut dari neraca
awal sebelumnya.
,. Impact Point Sosial
a. 'elompok tani mempunyai kegiatan rutin dalam pengembangan dan
melakukan pembinaan kehidupan kelompok.
b. #ngggota kelompok merasa puas terhadap kelompok.
c. #nggota kelompok tani lebih akti" dalam penyampaian inisiati"
sehingga banyak inisiati" yang diambil oleh kelompok dalam mencapai
tujuan.
d. 'elompok tani e"ekti" dalam usaha pencapaian tujuan sehingga tujuan
kelompok tani tercapai.
)erdasarkan keempat tujuan yang di atas merupakan masalah yang
terbentuk dari internal kelompok tani. 'elompok tani yang kompak akan
mencapai tujuan kelompok dengan baik. +anpa adanya kekompakan antara
kontak tani dengan anggota tani hanya akan memecah kelompok dan
menjauhkan kelompok dari tujuan semula. 1etode yang akan dipakai
untuk memperbaiki hal ini adalah training dan diskusi kepemimpinan
sehingga antara kontak tani dengan anggota tani akan termotivasi untuk
menjadi kompak dan memajukan kelompok tani sesuai dengan tujuan
didirikannya kelompok tani.
;II. CA5A MENCAPAI TU+UAN
A. Impact Point Tekn$s
1asalah yang dihadapi dalam Impact Point +eknis menurut matriks
cara mencapai tujuan di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar berupa masalah dosis spray penyemprotan, pengeringan sebelum
panen, bedengan, dan pengairan berupa masalah pemberian air pada saat
musim kemarau. +erjadi kurang e"ekti" dan e"isien dalam penggunaan dosis
spray penyemprotan di &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar, terdapat <8 C petani yang tidak dapat melakukan secara e"ekti"
dan e"isien. alam matriks diharapkan bertambah menjadi -. C petani yang
mampu menggunakan dosis spray penyemprotan secara e"ekti" dan e"isien.
4paya penyuluh untuk memecahkan masalah ini, yaitu dengan metode kuliah
di lapang. Perbaikan sistem irigasi oleh petani esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro, 'abupaten 'aranganyar sebanyak %8 C belum melakukannya.
1elalui penyuluhan, diharapkan ,8 C petani dapat melakukan pengairan
secara e"isien. 1etode yang digunakan untuk mencapainya adalah dengan
diskusi dan kerja lapang bersama.
Petani di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar
sebanyak <8 C petani dalam panen belum melakukan pengeringan sawah.
Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan praktek lapang untuk menjelaskan dan
menarik minat petani untuk melakukan pengeringan lahan sebelum panen
sehingga persentasi petani yang belum melakukan pengeringan hanya sebesar
..C. Petani di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar
sebanyak %8 C sawah tidak ada bedengan untuk pembatas lahan, diharapkan
dengan penyuluhan dapat membuat .8 C petani esa &atisuko, 'ecamatan
&atipuro, 'abupaten 'aranganyar dapat membuat bedengan sebagai
penampung air yang lama dan sebagai akses jalan.
Saran yang dapat diberikan dalam pelaksanaan penetapan cara
mencapai tujuan dari impact point teknis, yaitu penambahan cara diskusi
partisipati" yang melibatkan seluruh anggota kelompok tani. =ara tersebut
akan membuat para petani merasa dilibatkan dalam kegiatan. 1ereka
/.
//
diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. engan diskusi
partisipati", kelompok tani melakukan diskusi untuk menyelesaikan masalah
mereka sendiri dengan didampingi penyuluh.
B. Impact Point Ek!n!m$s
1asalah yang dihadapi dalam Impact Point !konomis menurut matriks
cara mencapai tujuan di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar berupa masalah identi"ikasi "ungsi pemasaran, membuat
perencanaan modal, membuat neraca awal dan membuat neraca akhir.
Permasalahan tersebut harus diatasi untuk meningkatkan e"isiensi usahatani
yang dilakukan.
4saha untuk memecahkan masalah membuat perencanaan modal
adalah dengan melakukan diskusi. Sebelumnya, petani dalam memulai
usahatani belum melakukan penyusunan perencanaan usaha tani. 'egiatan
diskusi dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan jumlah petani yang
melakukan penyusunan rencana usaha tani. Sebelumnya, petani dalam
memulai usahatani belum melakukan perencanaan tenaga kerja. 'egiatan
diskusi dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan jumlah petani yang
melakukan penyusunan rencana usaha tani setelah diadakannya penyuluhan.
Penghitungan neraca awal dan akhir oleh petani di esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar secara keseluruhan belum
dilakukan oleh petani. Oleh karena itu, perlu dilakukan pertemuan dan tatap
muka dengan petani sehingga petani mampu membuat buku kas dalam
usahatani mereka. Selain itu, petani belum menghitung hasil dan biaya
peternakan2perikanan. Hal ini perlu dilakukan penanganan karena hasil dan
biaya sangat berpengaruh untuk menentukan keuntungan mereka. Saran yang
dapat diberikan dalam pelaksanaan penetapan cara mencapai tujuan, yaitu dari
pihak penyuluh melakukan diskusi dan pertemuan secara rutin.
C. Impact Point 0!s$al
/0
1asalah yang dihadapi dalam impact point sosial menurut matriks cara
mencapai tujuan di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar berupa masalah kee"ekti"an kelompok, inisiati" kelompok,
kepuasan anggota terhadap kelompok tani mereka, kegiatan kelompok tani.
1engenai kee"ekti"an kelompok tani dalam mencapai tujuan yang kurang,
masalah yang ada disini adalah belum diterapkan pembinaan yang tepat di
dalam kelompok tani sehingga kurangnya kee"ekti"an kelompok. 4ntuk
menghadapi masalah ini, yang dapat dilakukan oleh anggota kelompok adalah
mengadakan kegiatan rutin sebagai langkah dasar pembinaan kee"ekti"an
kelompok tani.
'epuasan anggota terhadap kelompok tani tergolong cukup rendah.
Perlu dilakukan peningkatan kinerja dan rasa solidaritas dari setiap anggota.
Saran yang dapat diberikan adalah dengan mengadakan pertemuan bersama
anggota kelompok tani secara intensi" dan selalu melakukan rasa saling
terbuka antara kelompok dengan anggotanya.
1asalah berikutnya adalah kegiatan kelompok. 'elompok +ani HSuko
1ulyo EI memiliki anggota kelompok yang cenderung akti" karena terpaksa
atau karena HpekewuhI terhapat anggota kelompok yang lainnya. Sebagai
sebuah lembaga, meningkatkan partisipasi anggota kelompok tani diperlukan
secara sukarela dan merasa memiliki program tersebut sangatlah penting.
iskusi akti" kelompok tani merupakan alternati" yang dapat diambil demi
meningkatkan rasa solidaritas dan partisipati" dalam melaksanakan program.
Permasalahan terakhir dalam impact point sosial adalah tekanan kelompok,
yakni masih lemahnya tekanan yang ada dalam kelompok. +ekanan kelompok
yang terlalu kecil bahkan tidak ada akan mengakibatkan anggota terlalu
meremehkan dan menganggap enteng pelaksanaan program yang ada.
Solusinya adalah pertemuan intensi" dengan petani serta memberikan motivasi
motivasi kepada mereka.
+abel 0.$ 1enetapkan =ara 1encapai +ujuan
Masalah
Tujuan
Met!e
L!kas$ ;!lume 0asaran Petugas &aktu
B$a'a
Impa)t P!$nt Per$laku +en$s 5p.
Impact Point Teknis
$ osis spray
penyemprotan
<8C petani tidak
menggunakan dosis
spray secara tepat
anjuran
Sebanyak -.C
penggunaan dosis
spray dengan tepat
sehingga dapat
membasmi hama
secara e"ekti" dan
e"isien
Praktek lapang esa &atisuko,
'ecamatan&atipuro,
'abupaten
'aranganyar
0- #nggota 'elompok
+ani
PP9 dan 'lp. +ani,
inas +erkait )PP
1+
%8$-
P1
% Pengairan Sebanyak %8C
sawah belum
terdapat saluran
irigasi yang baik
Petani ,8C mampu
menanam padi pada
saat musim kemarau
iskusi dan
Praktek lapang
esa &atisuko,
'ecamatan&atipuro,
'abupaten
'aranganyar
0- #nggota 'elompok
+ani
PP9 dan 'lp. +ani,
inas +erkait )PP
1+
%8$-
P1
, Pengeringan
sebelum panen
Petani sebanyak
%8C melakukan
pengeringan lahan
Petani sebanyak -.C
mampu melakukan
pengeringan lahan
iskusi esa &atisuko,
'ecamatan&atipuro,
'abupaten
'aranganyar
0- #nggota 'elompok
+ani
PP9 dan 'lp. +ani,
inas +erkait )PP
1+
%8$-
P1
- )edengan %8C sawah tidak
ada bedengan untuk
pembatas lahan
Petani sebanyak .8C
mampu membuat
penampung air
dengan lama dan
sebagai akses jalan
iskusi dan
Praktek lapang
esa &atisuko,
'ecamatan&atipuro,
'abupaten
'aranganyar
0- #nggota 'elompok
+ani
PP9 dan 'lp. +ani,
inas +erkait )PP
1+
%8$-
P1
Impact Point Ekonomi
. Identi"ikasi "ungsi
pemasaran
Petani sebanyak
%8C melakukan
identi"ikasi "ungsi
pemasaran
Petani sebanyak ,8C
mampu memenuhi
permintaan
konsumen dan
mengetahui harga
hasil pertanian
iskusi esa &atisuko,
'ecamatan&atipuro,
'abupaten
'aranganyar
08 #nggota 'elompok
+ani
Penyuluh dan )PP 1+
%8$-
P1
/
<
/ 1embuat
perencanaan
modal
Petani sebanyak %8
C melakukan
perencanaan modal
Petani sebanyak .8C
mampu mengetahui
besarnya biaya yang
akan dikeluarkan
untuk kegiatan usaha
tani
iskusi esa &atisuko,
'ecamatan&atipuro,
'abupaten
'aranganyar
08 #nggota 'elompok
+ani
PP9, kelompok tani,
dan )PP
1+
%8$-
P1
0 1embuat neraca
awal
%. C petani
membuat neraca
awal
Petanisebanyak -.C
mampu membuat
buku kas dalam
usaha pertanian
Pertemuan dan
tatap muka
dengan petani
esa &atisuko,
'ecamatan&atipuro,
'abupaten
'aranganyar
08 #nggota 'elompok
+ani
PP9, kelompok tani,
dan )PP
1+
%8$-
P1
< 1embuat neraca
akhir
%. C petani
membuat neraca
akhir
Petani sebanyak .8C
mampu membuat
buku kas dalam
usaha pertanian
Pertemuan dan
tatap muka
dengan petani
esa &atisuko,
'ecamatan&atipuro,
'abupaten
'aranganyar
.8 #nggota 'elompok
+ani
PP9, kelompok tani,
dan )PP
1+
%8$-
P1
Impact Point Sosial
: 'e"ekti"an
kelompok
'urang e"ekti"
dalam usaha
pencapaian tujuan
Petani sebanyak .8C
mampu mengadakan
kegiatan ruitn
sehingga ada
pembinaan bersama
Pertemuan
bersama
anggota
kelompok tani
esa &atisuko,
'ecamatan&atipuro,
'abupaten
'aranganyar
$. Perwakilan
kelompok +ani.
)PP dan 'elompok
+ani
1+
%8$-
P1
$8 'epuasan anggota
kelompok tani
terhadap
kelompoknya
'ecilnya tingkat
kepuasn terhadap
kelompok tani
dikalangan
anggotanya
Petani sebanyak -.C
mampu
meningkatkan
tingkat kepuasan
anggota terhadap
kelompok taninya
Pertemuan
bersama
anggota
kelompok tani
esa &atisuko,
'ecamatan&atipuro,
'abupaten
'aranganyar
/< 'elompok +ani )PP dan 'elompok
+ani
1+
%8$-
P1
$$ 'egiatan
kelompok
'elompok tani
Suko 1ulyo E tidak
memiliki kegiatan
rutin dalam
pengembangan dan
pembinaan kegiatan
kelompok
Petani sebanyak ,8C
mampu
meningkatkan
partisipasi anggota
kelompok tani dalam
melaksanakan
program
iskusi akti"
kelompok tani
esa &atisuko,
'ecamatan&atipuro,
'abupaten
'aranganyar
/< 'elompok +ani Penyuluh, 'elompok
+ani, dan )PP
1+
%8$-
P1
/
:
$% Inisiati" kelompok #nggota kelompok
tani terlalu
menganggap santai
dan kurang inisiati"
dalam kegiatan
kelompok
#nggota petani
sebanyak .8C
mempunyai motivasi
yang besar terhadap
kegiatan program
dan melaksanakan
sepenuh hati
Pertemuan
dengan petani
esa &atisuko,
'ecamatan&atipuro,
'abupaten
'aranganyar
/< 'elompok +ani Penyuluh, 'elompok
+ani, dan )PP
1+
%8$-
P1
0
8
;III. MEN2E;ALUA0I TU+UAN7TU+UAN PEN6ULUHAN
A. Tujuan Pr!grama Pen'uluhan Ke)amatan +at$pur!
esa &atisuko adalah salah satu desa yang terletak di 'ecamatan
&atipuro, 'abupaten 'aranganyar. Programa Penyuluhan 'ecamatan &atipuro
&atipuro merupakan pedoman dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian
sebagai acuan dasar bagi penyuluh pertanian, penyuluh kehutanan serta
penyuluh perikanan untuk menentukan materi, metode penyuluhan dan
bimbingan kepada pelaku utama dan pelaku usaha sehingga 'ecamatan
&atipuro memiliki tujuan programa penyuluhan meliputi(
$. 1erubah pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dan masyarakat
pelaku usaha.
%. Peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan,
peternakan, perikanan, tanaman hutan rakyat dan rekayasa untuk
kelestarian sumberdaya alam.
,. 1eningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha tani para
pelaku utama dan pelaku usaha.
-. Peningkatan pendapatan para pelaku utama dan pelaku usaha.
.. Peningkatan kesejahteraan petani dan keluarganya.
B. E?aluas$ Unsur7Unsur Tujuan Pen'uluhan Pertan$an Ke)amatan
+at$pur!
+ujuan-tujuan penyuluhan adalah perubahan perilaku nyata yang
dikehendaki terjadi pada diri sasaran didik, yaitu petani dan anggota
keluarganya, yang dinyatakan secara spesi"ik dan jelas. !valuasi penyuluhan
berusaha untuk mengukur derajat perubahan perilaku tersebut. +anpa
memahami perumusan dari tujuan-tujuan penyuluhan yang akan dievaluasi,
tidak akan dapat melakukan evaluasi dengan baik.
+abel <.$ !valuasi 4nsur-4nsur +ujuan Penyuluhan Pertanian 'ecamatan
&atipuro
0$
0%
N!. Tujuan Pen'uluhan
0asaran
D$$k
Peru#ahan
Per$laku
Mater$ K!n$s$
$. 1erubah pengetahuan,
sikap dan keterampilan
petani dan masyarakat
pelaku usaha
'elompok
tani
1eningkatkan
pengetahuan, sikap
dan keterampilan
petani dan
masyarakat pelaku
usaha
1engakti"kan
dan
memantapkan
balai penyuluhan
kecamatan dan
;apoktan
)aik
%. Peningkatan produksi
tanaman pangan dan
hortikultura,
perkebunan,
peternakan, perikanan,
tanaman hutan rakyat
dan rekayasa untuk
kelestarian
sumberdaya alam.
'elompok
tani
1eningkatkan
produksi tanaman
pangan dan
hortikultura,
perkebunan,
peternakan,
perikanan, tanaman
hutan rakyat dan
rekayasa untuk
kelestarian
sumberdaya alam.
Program
Pelatihan
Intensi"ikasi
Subsektor
)aik
,. 1eningkatkan
pengetahuan dan
keterampilan dalam
berusaha tani para
pelaku utama dan
pelaku usaha
'elompok
tani
1eningkatnya
pengetahuan dan
keterampilan dalam
berusaha tani para
pelaku utama dan
pelaku usaha
1enge"ekti"kan
pelaksanaan
penyuluhan
kepada para
pelaku utama
dan pelaku usaha
)aik
- Peningkatan
pendapatan para
pelaku utama dan
pelaku usaha
'elompok
tani
1eningkatnya
pendapatan para
pelaku utama dan
pelaku usaha
1enjebatani
'emitraan
Petani dengan
pihak lain
)aik
. Peningkatan
kesejahteraan petani
dan keluarganya
'elompok
tani
1eningkatkan
kesejahteraan
petani dan
keluarganya
1emantapkan
koordinasi
dengan pihak
atau dinas terkait
)aik
Sumber( ata Sekunder
+abel <.$ menjelaskan mengenai evaluasi dari unsur-unsur tujuan
penyuluhan pertanian yang ada di programa penyuluhan 'ecamatan &atipuro.
!valuasi dilakukan terhadap sasaran didik, perubahan perilaku, materi yang
diberikan, dan kondisi esa &atisuko setelah dilakukan penyuluhan. !valuasi
ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian dampak setelah penyuluhan dengan
tujuan yang tercantum di programa. Hal ini akan mencerminkan keberhasilan
program yang dilakukan, sehingga evaluasi sangat penting untuk menunjang
kesejahteraan petani yang merupakan tujuan akhir untuk mencapai
swasembada dan swasembada berkelanjutan.
!valuasi pertama, yaitu merubah pengetahuan, sikap, dan keterampilan
petani dan masyarakat pelaku usaha. Sasaran didiknya, yaitu kelompok tani.
0,
Hal ini sudah sesuai dengan sasaran pelaksanaan penyuluhan. Perubahan
perilaku yang diharapkan yaitu meningkatkan pengetahuan, sikap dan
keterampilan petani dan masyarakat pelaku usaha dengan menerapkan materi
mengakti"kan dan memantapkan balai penyuluhan 'ecamatan dan ;apoktan.
1ateri-materi tersebut dapat diterapkan petani dalam melakukan usaha
taninya. 'ondisi petani setelah dilaksanakan program tersebut adalah
pertaniannya menjadi lebih baik dan mengalami perubahan perilaku yang
positi".
!valuasi kedua, yaitu peningkatan produksi tanaman pangan dan
hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, tanaman hutan rakyat dan
rekayasa untuk kelestarian sumberdaya alam. Sasaran didiknya yaitu
kelompok tani. Hal ini sudah sesuai dengan sasaran pelaksanaan penyuluhan.
Perubahan perilaku yang diharapkan yaitu meningkatkan produksi tanaman
pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, tanaman hutan
rakyat dan rekayasa untuk kelestarian sumberdaya alam. 1ateri yang
diberikan yaitu terkait dengan program pelatihan intensi"ikasi subsektor perlu
diterapkan oleh petani dalam kegiatan usaha taninya. 'ondisi petani setelah
dilaksanakan program tersebut adalah pertaniannya menjadi lebih baik dan
mengalami perubahan perilaku yang positi".
!valuasi ketiga, yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
dalam berusaha tani para pelaku utama dan pelaku usaha. Sasaran didiknya
sudah sesuai dengan sasaran pelaksanaan penyuluhan. Perubahan perilaku
yang diharapkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha
tani para pelaku utama dan pelaku usaha, yaitu dengan menge"ekti"kan
pelaksanaan penyuluhan kepada para pelaku utama dan pelaku usaha. 'ondisi
petani setelah dilaksanakan program tersebut adalah pertaniannya menjadi
lebih baik dan mengalami perubahan perilaku yang positi".
!valuasi keempat, yaitu peningkatan pendapatan para pelaku utama dan
pelaku usaha. Sasaran didiknya yaitu kelompok tani. Hal ini sudah sesuai
dengan sasaran pelaksanaan penyuluhan. Perubahan perilaku yang diharapkan
yaitu 1eningkatnya pendapatan para pelaku utama dan pelaku usaha. 1ateri
0-
yang diberikan yaitu menjembatani kemitraan petani dengan pihak lain.
'ondisi petani setelah dilaksanakan program tersebut adalah pertaniannya
menjadi lebih baik dan mengalami perubahan perilaku yang positi".
!valuasi kelima, yaitu peningkatan kesejahteraan petani dan
keluarganya. Sasaran didiknya yaitu kelompok tani. Hal ini sudah sesuai
dengan sasaran pelaksanaan penyuluhan. Perubahan perilaku yang diharapkan
yaitu meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya. 1ateri yang
diberikan yaitu terkait dengan memantapkan koordinasi dengan pihak atau
dinas terkait. 'ondisi petani setelah dilaksanakan program tersebut adalah
pertaniannya menjadi lebih baik dan mengalami perubahan perilaku yang
positi".
I@. MENETAPKAN INDIKAT-5
Penetapan indikator digunakan untuk mengevaluasi keadaan atau
kemungkinan dilakukan pengukuran terhadap perubahan-perubahan yang terjadi
dari waktu ke waktu. Suatu indikator tidak selalu menjelaskan keadaan secara
keseluruhan, tetapi hanya memberi petunjuk atau indikasi tentang keadaan
keseluruhan tersebut sebagai suatu pendugaan dari perilaku sasaran penyuluhan.
Indikator sangat berguna bagi para penyuluh untuk menilai hasil dari
perkembangan perilaku sasaran penyuluh.
Indikator bersi"at kuantitati" dan umumnya terdiri atas pembilang
6numerator7 dan penyebut 6denominator7. alam hal ini, pembilang adalah jumlah
kejadian yang sedang diukur sedangkan penyebut adalah besarnya populasi yang
beresiko menjadi sasaran kejadian tersebut. Indikator yang mencakup pembilang
dan penyebut ini sangat tepat untuk memantau perubahan dari waktu ke waktu
serta dalam membandingkan suatu wilayah dengan wilayah lain.
+abel :.$ Penetapan Indikator
0.
0/
N! Tujuan Pen'uluhan
Peru#ahan Per$laku 'ang
D$$ng$nkan ,PA 0A K.
In$kat!r
$. 1erubah pengetahuan,
sikap dan keterampilan
petani dan masyarakat
pelaku usaha
1eningkatkan pengetahuan,
sikap dan keterampilan
petani dan masyarakat
pelaku usaha
'esadaran dan minat petani
dalam meningkatkan
pengetahuan, sikap dan
keterampilan petani dan
masyarakat pelaku usaha
%. Peningkatan produksi
tanaman pangan dan
hortikultura, perkebunan,
peternakan, perikanan,
tanaman hutan rakyat dan
rekayasa untuk kelestarian
sumberdaya alam.
1eningkatkan produksi
tanaman pangan dan
hortikultura, perkebunan,
peternakan, perikanan,
tanaman hutan rakyat dan
rekayasa untuk kelestarian
sumberdaya alam.
'esadaran dan minat petani
dalam meningkatkan produksi
tanaman pangan dan
hortikultura, perkebunan,
peternakan, perikanan,
tanaman hutan rakyat dan
rekayasa untuk kelestarian
sumberdaya alam.
,. 1eningkatkan
pengetahuan dan
keterampilan dalam
berusaha tani para pelaku
utama dan pelaku usaha
1eningkatnya pengetahuan
dan keterampilan dalam
berusaha tani para pelaku
utama dan pelaku usaha
'esadaran dan minat petani
dalam meningkatnya
pengetahuan dan keterampilan
dalam berusaha tani para
pelaku utama dan pelaku
usaha.
- Peningkatan pendapatan
para pelaku utama dan
pelaku usaha
1eningkatnya pendapatan
para pelaku utama dan
pelaku usaha
'esadaran dan minat petani
dalam meningkatnya
pendapatan para pelaku utama
dan pelaku usaha.
. Peningkatan kesejahteraan
petani dan keluarganya
1eningkatkan
kesejahteraan petani dan
keluarganya
'esadaran dan minat petani
dalam meningkatnya
pendapatan para pelaku utama
dan pelaku usaha
Sumber( ata Sekunder
+abel :.$ menunjukkan bahwa penetapan indikator merupakan suatu
langkah yang sangat penting dilakukan. Indikator yang dipilih adalah indikator
yang relevan dengan tujuan yang ingin dicapai. +ujuan program merupakan dasar
pemikiran dalam menjabarkan indikator-indikator yang relevan yang akan
dipergunakan untuk mengukur kemajuan-kemajuan yang hendak dicapai.
Indikator ini menjadi tolak ukur dalam penilaian perilaku sasaran penyuluhan.
Indikator yang ditetapkan dalam penyuluhan kali ini adalah kesadaran dan
minat petani dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dan
masyarakat pelaku usaha. 'esadaran dan minat petani dalam meningkatkan
produksi tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan,
tanaman hutan rakyat dan rekayasa untuk kelestarian sumberdaya alam.
'esadaran dan minat petani dalam meningkatnya pengetahuan dan keterampilan
00
dalam berusaha tani para pelaku utama dan pelaku usaha. 'esadaran dan minat
petani dalam meningkatnya pendapatan para pelaku utama dan pelaku usaha.
Indikator terakhir kesadaran dan minat petani dalam meningkatnya pendapatan
para pelaku utama dan pelaku usaha.
@. MEMBUAT 0TANDA5 DAN K5ITE5IA
Peraturan Pemerintah 5o.$8%2%888 menjelaskan bahwa standar adalah
spesi"ikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode
yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan
memperhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan
hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman,
perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh man"aat
yang sebesar-besarnya, sedangkan dalam 44 5o %,2$::% pasal ., ayat %
disebutkan bahwa standar adalah pedoman yang harus dipergunakan sebagai
petunjuk dalam menjalankan pro"esi secara baik.
+abel $8.$ Standar dan 'riteria !valuasi Penyuluhan Pertanian
0<
0:
N! In$kat!r Kr$ter$a 0k!r
$. 'esadaran dan minat
petani dalam
meningkatkan
pengetahuan, sikap
dan keterampilan
petani dan masyarakat
pelaku usaha
a. +inggi, jika petani sadar dan minat dalam
meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan
petani dan masyarakat pelaku usaha
b. Sedang, jika petani melakukan peningkatan
pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dan
masyarakat pelaku usaha tanpa adanya minat.
c. >endah, jika petani tidak melakukan peningkatan
pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dan
masyarakat pelaku usaha
,
%
$
%. 'esadaran dan minat
petani dalam
meningkatkan
produksi tanaman
pangan dan
hortikultura,
perkebunan,
peternakan, perikanan,
tanaman hutan rakyat
dan rekayasa untuk
kelestarian
sumberdaya alam.
a. +inggi, jika petani sadar dan minat dalam
meningkatkan produksi tanaman pangan dan
hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan,
tanaman hutan rakyat dan rekayasa untuk kelestarian
sumberdaya alam.
b. Sedang, jika petani melakukan peningkatan produksi
tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan,
peternakan, perikanan, tanaman hutan rakyat dan
rekayasa untuk kelestarian sumberdaya alam tanpa
adanya minat.
c. >endah, jika petani tidak melakukan peningkatan
produksi tanaman pangan dan hortikultura,
perkebunan, peternakan, perikanan, tanaman hutan
rakyat dan rekayasa untuk kelestarian sumberdaya
alam.
,
%
$
,. 'esadaran dan minat
petani dalam
meningkatnya
pengetahuan dan
keterampilan dalam
berusaha tani para
pelaku utama dan
pelaku usaha
a. +inggi, jika petani sadar dan minat dalam
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam
berusaha tani para pelaku utama dan pelaku usaha
b. Sedang, jika petani melakukan peningkatan
pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha tani
para pelaku utama dan pelaku usaha tanpa adanya
minat.
c. >endah, jika petani tidak melakukan peningkatan
pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha tani
para pelaku utama dan pelaku usaha.
,
%
$
- 'esadaran dan minat
petani dalam
meningkatnya
pendapatan para
pelaku utama dan
pelaku usaha
a. +inggi, jika petani sadar dan minat dalam
meningkata pendapatan para pelaku utama dan
pelaku usaha
b. Sedang, jika petani melakukan peningkatan
pendapatan para pelaku utama dan pelaku usaha
tanpa adanya minat.
c. >endah, jika petani tidak melakukan peningkatan
pendapatan para pelaku utama dan pelaku usaha
,
%
$
. 'esadaran dan minat
petani dalam
meningkatnya
pendapatan para
pelaku utama dan
pelaku usaha
a. +inggi, jika petani sadar dan minat dalam
meningkatkan pendapatan para pelaku utama dan
pelaku usaha
b. Sedang, jika petani melakukan peningkatan
pendapatan para pelaku utama dan pelaku usaha
tanpa adanya minat.
c. >endah, jika petani tidak melakukan peningkatan
pendapatan para pelaku utama dan pelaku usaha
,
%
$
Sumber( ata Sekunder
<8
)erdasarkan tabel $8.$ dapat diketahui bahwa langkah evaluasi setelah
menetapkan indikator adalah tahap pembuatan standar dan kriteria. Standar dan
kriteria tertentu dibuat sesuai dengan kualitas atau mutu pencapaian tujuan
program yang telah ditetapkan. Pembuatan kriteria terdapat , macam criteria,
yaitu tinggi, sedang, dan rendah. 1asing-masing kriteria tersebut memiliki skor
yang berbeda dimana untuk kriteria tinggi memiliki skor ,, untuk kriteria sedang
memiliki skor % dan untuk kriteria rendah memiliki skor $. 'riteria untuk ke tiga
poin indikator sama, yaitu tinggi apabila petani melaksanakan dengan kesadaran
sendiri, sedang apabila petani melaksanakan tetapi tidak sesuai dengan
rekomendasi, dan rendah jika tidak sadar akan pentingnya menerapkan anjuran.
'egiatan evaluasi yang dilakukan didasarkan pada ketetapan tersebut.
@I. KE0IMPULAN DAN 0A5AN
A. Kes$mpulan
)erdasarkan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa(
$. Perumusan dan penetapan keadaan dilihat dari data kebijakan pemerintah
dan data monogra"i. +empat yang digunakan Praktikum Perencanaan dan
!valuasi Program Penyuluhan ini, yaitu 'elompok +ani Suko 1ulyo III di
esa &atisuko, dan 'elompok +ani Suko 1ulyo II di esa &atisuko, dan
'elompok +ani Suko 1ulyo E di esa &atisuko. &enis tanaman yang
ditanam yaitu padi.
%. Impact point teknis di 'elompok +ani Suko mulyo III, esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyr adalah pengeringan sebelum
panen, dosis spray penyemprotan, pengairan, dan bedengan.
,. Impact point ekonomis di 'elompok +ani Suko 1ulyo II, esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar adalah membuat
perencanaan modal, membuat neraca awal, identi"ikasi "ungsi pemasaran,
dan membuat neraca awal.
-. Impact point sosial di 'elompok +ani Suko 1ulyo E, esa &atisuko,
'ecamatan &atipuro, 'abupaten 'aranganyar adalah kegiatan kelompok,
kepuasan anggota kelompok, inisiati" kelompok, dan kee"ekti"an
kelompok.
.. =ara mencapai tujuan tersebut adalah dengan membuat matrikulasi berupa
upaya-upaya pemecahan masalah. Penyusunan materi disesuaikan dengan
masalah yang dihadapi. Selain itu metode yang digunakan yaitu praktek
lapangan, diskusi dan sosialisasi. Sasaran yang dituju adalah 'elompok
+ani Suko 1ulyo II, 'elompok +ani S4ko 1ulyo III, dan 'elompok tani
Suko 1ulyo E di esa &atisuko, 'ecamatan &atipuro, 'abupaten
'aranganyar.
/. +ujuan dari programa penyuluhan pertanian yaitu meningkatkan
pendapatan dan tara" hidup petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan
petani dan keluarganya.
<$
<%
0. Indikator yang ditetapkan untuk poin tujuan pertama yaitu kesadaran dan
kemauan petani untuk belajar menerapkan program-program dalam
budidaya padi sawah. Poin kedua indikatornya adalah kesadaran petani
dalam menggunakan varietas unggul. +ujuan ketiga memiliki indikator
berupa 'esadaran dan minat petani dalam menerapkan teknik budidaya
yang inovati" dan e"ekti" untuk meningkatkan produksi. 'esadaran
menggunakan manajemen untuk produksi tanaman..
B. 0aran
Saran dari praktikum Perencanaan dan !valuasi Program Penyuluhan
Pertanian adalah(
$. Petani sebaiknya mengaplikasikan anjuran yang diberikan oleh penyuluh
agar petani semakin maju sehingga meningkatkan kesejahteraan petani.
%. Penyuluh dan kelompok tani sebaiknya bekerja sama dalam melakukan
kegiatan penyuluhan sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang terjadi
di lapangan.
,. Pemerintah sebaiknya menetapkan suatu kebijakan pemerintah untuk
revitalisasi penyuluhan mengenai pembangunan pertanian agar
kesejahteraan petani meningkat.
DA4TA5 PU0TAKA
##'. $:<,. Dasar-Dasar Bercocok anam. 'anisius. Gogyakarta.
#ditya. %888. !eadaan Penduduk dan Pengaplikasiannya. Suara >aya. Surabaya.
3arid. %88:. !elembagaan dan "ungsinya. Penebar Swadya. &akarta.
Hartati. %88$. !elembagaan. Pustaka media. Surabaya.
LAMPI5AN

;ambar $. 3oto di )P' ;ambar %. 3oto di 'ecamatan

;ambar ,. 3oto di )alai esa ;ambar -. 3oto ?awancara

;ambar .. 3oto bersama 5arasumber ;ambar /. 3oto ?awancara