Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PENDAHULUAN TRAUMA ABDOMEN

LAPORAN PENDAHULUAN
TRAUMA ABDOMEN DI RUANGAN IGD
RUMAH SAKIT UMUM SAYANG RAKYAT
NAMA : NURHISANTI
NIM : 10 3145 105 064
KELOMPOK : IV
CI LAHAN CI INSTITUSI
( ) (Ns E!"s#$ S"%"$&#%"$&# SK'()
PROGRAM STUDI
S1 KEPERA)ATAN
STIKES MEGA RE*KY MAKASSAR
+013
BAB I
KONSEP DASAR MEDIS
1 DE,INISI
Trauma adalah luka atau cedera fisik lainnya atau cedera fisiologis akibat gangguan
emosional yang hebat. (Brooker,2001)
Trauma abdomen adalah cedera pada abdomen, dapat berupa trauma tumpul dan tembus serta
trauma yang di sengaja atau tidak di sengaja. (melt!er, 2001)
+ ETIOLOGI
a. Trauma tembus (trauma perut dengan penetrasi ke dalam rongga peritonium).
"i sebabkan oleh # luka tusuk, luka tembak
b. Trauma tumpul (trauma perut tanpa penetrasi ke dalam rongga peritonium).
"i sebabkan oleh # pukulan, benturan, ledakan, deselerasi, kompresi atau sabuk pengaman (set$
belt). (%&'(, 1))*).
3 PATO,ISIOLOGI
+ika terjadi trauma penetrasi atau non$pnetrasi kemungkinan terjadi pendarahan intra
abdomen yang serius, pasien akan memperlihatkan tanda$tanda iritasi yang disertai penurunan
hitung sel darah merah yang akhirnya gambaran klasik syok hemoragik. Bila suatu organ ,iseral
mengalami perforasi, maka tanda$tanda perforasi, tanda$tanda iritasi peritonium cepat tampak.
Tanda$tanda dalam trauma abdomen tersebut meliputi nyeri tekan, nyeri spontan, nyeri lepas dan
distensi abdomen tanpa bising usus bila telah terjadi peritonitis umum.Bila syok telah lanjut
pasien akan mengalami takikardi dan peningkatan suhu tubuh, juga terdapat leukositosis.
Biasanya tanda$tanda peritonitis mungkin belum tampak. -ada fase a.al perforasi kecil hanya
tanda$tanda tidak khas yang muncul. Bila terdapat kecurigaan bah.a masuk rongga abdomen,
maka operasi harus dilakukan (/ansjoer, 2001).
4 MANI,ESTASI KLINIK
/enurut (0udak 1 2allo, 2001) tanda dan gejala trauma abdomen, yaitu #
3yeri
3yeri dapat terjadi mulai dari nyeri sedang sampai yang berat. 3yeri dapat timbul di bagian yang
luka atau tersebar. Terdapat nyeri saat ditekan dan nyeri lepas.
"arah dan cairan
4danya penumpukan darah atau cairan dirongga peritonium yang disebabkan oleh iritasi.
5airan atau udara diba.ah diafragma
3yeri disebelah kiri yang disebabkan oleh perdarahan limpa. Tanda ini ada saat pasien dalam
posisi rekumben.
/ual dan muntah
-enurunan kesadaran (malaise, letargi, gelisah)
6ang disebabkan oleh kehilangan darah dan tanda$tanda a.al hock hemoragi.
5 KOMPLIKASI
egera # hemoragi, syok, dan cedera.
7ambat # infeksi (melt!er, 2001).
6 PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1) -emeriksaan rektum # adanya darah menunjukkan kelainan pada usus besar, kuldosentesi,
kemungkinan adanya darah dalam lambung dan kateterisasi, adanya darah menunjukkan adanya
lesi pada saluran kencing.
2) 7aboratorium # hemoglobin, hematokrit, leukosit dan analisis urine.
8) 9adiologik # bila diindikasikan untuk melakukan laparatomi.
:) (;-<sistogram # hanya dilakukan bila ada kecurigaan terhadap trauma saluran kencing.
*) -arasentesis perut # tindakan ini dilakukan pada trauma tumpul perut yang diragukan adanya
kelainan dalam rongga perut atau trauma tumpul perut yang disertai dengan trauma kepala yang
berat, dilakukan dengan menggunakan jarum pungsi no 1= atau 20 yang ditusukkan melalui
dinding perut didaerah kuadran ba.ah atau digaris tengah diba.ah pusat dengan menggosokkan
buli$buli terlebih dahulu.
>) 7a,ase peritoneal # pungsi dan aspirasi<bilasan rongga perut dengan memasukkan cairan garam
fisiologis melalui kanula yang dimasukkan kedalam rongga peritonium (%&'(, 1))*)
- PENATALAKSANAAN
a. -enatalaksanaan kedaruratan ? 4B5"@.
b. -emasangan 32T untuk pengosongan isi lambung dan mencegah aspirasi.
c. &ateter dipasang untuk mengosongkan kandung kencing dan menilai urin yang keluar
(perdarahan).
d. -embedahan<laparatomi (untuk trauma tembus dan trauma tumpul jika terjadi rangsangan
peritoneal # syok, bising usus tidak terdengar, prolaps ,isera melalui luka tusuk, darah dalam
lambung, buli$buli, rektum ? udara bebas intraperitoneal ? la,ase peritoneal positif ? cairan bebas
dalam rongga perut) (%&'(, 1))*).
BAB II
KONSEP DASAR KEPERA)ATAN
A PENGKA.IAN
-engkajian adalah langkah a.al dan dasar dalam proses kepera.atan secara menyeluruh
(Boedihartono, 1)):).
-engkajian pasien trauma abdomen (melt!er, 2001) adalah meliputi #
1) Trauma Tembus abdomen
"apatkan ri.ayat mekanisme cedera, kekuatan tusukan<tembakan, kekuatan tumpul (pukulan).
(nspeksi abdomen untuk tanda cedera sebelumnya # cedera tusuk, memar, dan tempat keluarnya
peluru.
4uskultasi ada<tidaknya bising usus dan catat data dasar sehingga perubahan dapat dideteksi.
4danya bising usus adalah tanda a.al keterlibatan intraperitoneal, jika ada tanda iritasi
peritonium, biasanya dilakukan laparatomi (insisi pembedahan kedalam rongga abdomen).
&aji pasien untuk progresi distensi abdomen, gerakkan melindungi, nyeri tekan, kekakuan otot
atau nyeri lepas, penurunan bising usus, hipotensi dan syok.
&aji cedera dada yang sering mengikuti cedera intra abdomen, obser,asi cedera yang berkaitan.
5atat semua tanda fisik selama pemeriksaan pasien.
2) Trauma tumpul abdomen
"apatkan ri.ayat detil jika mungkin (sering tidak bisa didapatkan, tidak akurat, atau salah).
dapatkan semua data yang mungkin tentang hal$hal sebagai berikut #
/etode cedera.
Aaktu a.itan gejala.
7okasi penumpang jika kecelakaan lalu lintas (sopir sering menderita ruptur limpa atau hati).
abuk keselamatan digunakan<tidak, tipe restrain yang digunakan.
Aaktu makan atau minum terakhir.
&ecenderungan perdarahan.
-enyakit danmedikasi terbaru.
9i.ayat immunisasi, dengan perhatian pada tetanus.
4lergi.
7akukan pemeriksaan cepat pada seluruh tubuh pasien untuk mendeteksi masalah yang
mengancam kehidupan.
B PENATALAKSANAAN KEDARURATAN
1. /ulai prosedur resusitasi (memperbaiki jalan napas, pernapasan, sirkulasi) sesuai indikasi.
2. -ertahankan pasien pada brankar atau tandu papan ? gerakkan dapat menyebabkan fragmentasi
bekuan pada pada pembuluh darah besar dan menimbulkan hemoragi masif.
a) -astikan kepatenan jalan napas dan kestabilan pernapasan serta sistem saraf.
b) +ika pasien koma, bebat leher sampai setelah sinar B leher didapatkan.
c) 2unting baju dari luka.
d) 0itung jumlah luka.
e) Tentukan lokasi luka masuk dan keluar
8. &aji tanda dan gejala hemoragi. 0emoragi sering menyertai cedera abdomen, khususnya hati
dan limpa mengalami trauma.
:. &ontrol perdarahan dan pertahanan ,olume darah sampai pembedahan dilakukan.
a) Berikan kompresi pada luka perdarahan eksternal dan bendungan luka dada.
b) -asang kateter (; diameter besar untuk penggantian cairan cepat dan
memperbaiki dinamika sirkulasi.
c) -erhatikan kejadian syoksetelah respons a.al terjadi terhadap transfusi ? ini sering
merupakan tanda adanya perdarrahan internal.
d) "okter dapat melakukan parasentesis untuk mengidentifikasi tempat perdarahan.
*. 4spirasi lambung dengan selang nasogastrik. -rosedur ini membantu mendeteksi luka lambung,
mengurangi kontaminasi terhadap rongga peritonium, dan mencegah komplikasi paru karena
aspirasi.
>. Tutupi ,isera abdomen yang keluar dengan balutan steril, balutan salin basah untuk mencegah
nkekeringan ,isera.
a) %leksikan lutut pasien ? posisi ini mencegah protusi lanjut.
b) Tunda pemberian cairan oral untuk mencegah meningkatnya peristaltik dan
muntah.
C. -asang kateter uretra menetap untuk mendapatkan kepastian adanya hematuria
dan pantau haluaran urine.
=. -ertahankan lembar alur terus menerus tentang tanda ,ital, haluaran urine, pembacaan tekanan
,ena sentral pasien (bila diindikasikan), nilai hematokrit, dan status neurologik.
). iapkan untuk parasentesis atau la,ase peritonium ketika terdapat ketidakpastian mengenai
perdarahan intraperitonium.
10. iapkan sinografi untuk menentukan apakah terdapat penetrasi peritonium pada kasus luka
tusuk.
a) +ahitan dilakukan disekeliling luka.
b) &ateter kecil dimasukkan ke dalam luka.
c) 4gens kontras dimasukkan melalui kateter ? sinar B menunjukkan apakah
penetrasi peritonium telah dilakukan.
11. Berikan profilaksis tetanus sesuai ketentuan.
12. Berikan antibiotik spektrum luas untuk mencegah infeksi. Trauma dapat menyebabkan infeksi
akibat karena kerusakan barier mekanis, bakteri eksogen dari lingkungan pada .aktu cedera dan
manu,er diagnostik dan terapeutik (infeksi nosokomial).
18. iapkan pasien untuk pembedahan jika terdapat bukti adanya syok, kehilangan darah, adanya
udara bebas diba.ah diafragma, e,iserasi, atau hematuria.
C DIAGNOSA KEPERA)ATAN
"iagnosa kepera.atan adalah suatu penyatuan dari masalah pasien yang nyata maupun
potensial berdasarkan data yang telah dikumpulkan (Boedihartono, 1)):).
"iagnosa kepera.atan pada pasien dengan trauma abdomen (Ailkinson, 200>) adalah #
1) &erusakan integritas kulit berhubungan dengan cedera tusuk.
2) 9isiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan gangguan integritas kulit.
8) 3yeri akut berhubungan dengan trauma<diskontinuitas jaringan.
:) (ntoleransi akti,itas berhubungan dengan kelemahan umum.
*) 0ambatan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri<ketidak nyamanan, terapi pembatasan
akti,itas, dan penurunan kekuatan<tahanan.
D INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI
(nter,ensi adalah penyusunan rencana tindakan kepera.atan yang akan dilaksanakan untuk
menanggulangi masalah sesuai dengan diagnosa kepera.atan (Boedihartono, 1)):).
(mplementasi adalah pengelolaan dan per.ujudan dari rencana kepera.atan yang telah
disusun pada tahap perencanaan (@ffendi, 1))*).
(nter,ensi dan implementasi kepera.atan yang muncul pada pasien dengan trauma abdomen
(Ailkinson, 200>) meliputi #
D/ I
&erusakan integritas kulit adalah keadaan kulit seseorang yang mengalami perubahan secara
tidak diinginkan.
T0102$ # /encapai penyembuhan luka pada .aktu yang sesuai.
K%"3'%"2 42s"5 #
Tidak ada tanda$tanda infeksi seperti pus.
7uka bersih tidak lembab dan tidak kotor.
Tanda$tanda ,ital dalam batas normal atau dapat ditoleransi.
I$3'%6'$s" !2$ I7(5'7'$32s" :
1. &aji kulit dan identifikasi pada tahap perkembangan luka.
9< mengetahui sejauh mana perkembangan luka mempermudah dalam melakukan tindakan yang
tepat.
2. &aji lokasi, ukuran, .arna, bau, serta jumlah dan tipe cairan luka.
9< mengidentifikasi tingkat keparahan luka akan mempermudah inter,ensi.
8. -antau peningkatan suhu tubuh.
9< suhu tubuh yang meningkat dapat diidentifikasikan sebagai adanya proses peradangan.
:. Berikan pera.atan luka dengan tehnik aseptik. Balut luka dengan kasa kering dan steril,
gunakan plester kertas.
9< tehnik aseptik membantu mempercepat penyembuhan luka dan mencegah terjadinya infeksi.
*. +ika pemulihan tidak terjadi kolaborasi tindakan lanjutan, misalnya debridement.
9< agar benda asing atau jaringan yang terinfeksi tidak menyebar luas pada area kulit normal
lainnya.
>. etelah debridement, ganti balutan sesuai kebutuhan.
9< balutan dapat diganti satu atau dua kali sehari tergantung kondisi parah< tidak nya luka, agar
tidak terjadi infeksi.
C. &olaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi.
9 < antibiotik berguna untuk mematikan mikroorganisme pathogen pada daerah yang berisiko
terjadi infeksi.
D/ II
9isiko infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan perifer, perubahan sirkulasi,
kadar gula darah yang tinggi, prosedur in,asif dan kerusakan kulit.
T0102$ # infeksi tidak terjadi < terkontrol.
K%"3'%"2 42s"5 :
Tidak ada tanda$tanda infeksi seperti pus.
7uka bersih tidak lembab dan tidak kotor.
Tanda$tanda ,ital dalam batas normal atau dapat ditoleransi.
I$3'%6'$s" !2$ I7(5'7'$32s" :
1. -antau tanda$tanda ,ital.
9< mengidentifikasi tanda$tanda peradangan terutama bila suhu tubuh meningkat.
2. 7akukan pera.atan luka dengan teknik aseptik.
9< mengendalikan penyebaran mikroorganisme patogen.
8. 7akukan pera.atan terhadap prosedur in,asif seperti infus, kateter, drainase luka, dll.
9< untuk mengurangi risiko infeksi nosokomial.
:. +ika ditemukan tanda infeksi kolaborasi untuk pemeriksaan darah, seperti 0b dan leukosit.
9< penurunan 0b dan peningkatan jumlah leukosit dari normal bisa terjadi akibat terjadinya
proses infeksi.
*. &olaborasi untuk pemberian antibiotik.
9< antibiotik mencegah perkembangan mikroorganisme patogen.
D/ III
3yeri adalah pengalaman sensori serta emosi yang tidak menyenangkan dan meningkat akibat
adanya kerusakan jaringan aktual atau potensial, digambarkan dalam istilah seperti kerusakan ?
a.itan yang tiba$tiba atau perlahan dari intensitas ringan samapai berat dengan akhir yang dapat
di antisipasi atau dapat diramalkan dan durasinya kurang dari enam bulan.
T0102$ : nyeri dapat berkurang atau hilang.
K%"3'%"2 H2s"5 :
3yeri berkurang atau hilang
&lien tampak tenang.
I$3'%6'$s" !2$ I7(5'7'$32s" :
1. 7akukan pendekatan pada klien dan keluarga
9< hubungan yang baik membuat klien dan keluarga kooperatif
2. &aji tingkat intensitas dan frek.ensi nyeri
9< tingkat intensitas nyeri dan frek.ensi menunjukkan skala nyeri
8. +elaskan pada klien penyebab dari nyeri
9< memberikan penjelasan akan menambah pengetahuan klien tentang nyeri
:. Dbser,asi tanda$tanda ,ital.
9< untuk mengetahui perkembangan klien
*. /elakukan kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesik
9< merupakan tindakan dependent pera.at, dimana analgesik berfungsi untuk memblok
stimulasi nyeri.
D/ IV
(ntoleransi akti,itas adalah suatu keadaaan seorang indi,idu yang tidak cukup mempunyai energi
fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau memenuhi kebutuhan atau akti,itas sehari$hari
yang diinginkan.
T0102$ # pasien memiliki cukup energi untuk berakti,itas.
K%"3'%"2 42s"5 :
-erilaku menampakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan diri.
-asien mengungkapkan mampu untuk melakukan beberapa akti,itas tanpa dibantu.
&oordinasi otot, tulang dan anggota gerak lainya baik.
I$3'%6'$s" !2$ I7(5'7'$32s" :
1 9encanakan periode istirahat yang cukup.
9< mengurangi akti,itas yang tidak diperlukan, dan energi terkumpul dapat digunakan untuk
akti,itas seperlunya secar optimal.
+ Berikan latihan akti,itas secara bertahap.
9< tahapan$tahapan yang diberikan membantu proses akti,itas secara perlahan dengan
menghemat tenaga namun tujuan yang tepat, mobilisasi dini.
3 Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhan sesuai kebutuhan.
9< mengurangi pemakaian energi sampai kekuatan pasien pulih kembali.
4 etelah latihan dan akti,itas kaji respons pasien.
9< menjaga kemungkinan adanya respons abnormal dari tubuh sebagai akibat dari latihan.
D/ V
0ambatan mobilitas fisik adalah suatu keterbatasan dalam kemandirian, pergerakkan fisik yang
bermanfaat dari tubuh atau satu ekstremitas atau lebih.
T0102$ : pasien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal.
K%"3'%"2 42s"5 :
-enampilan yang seimbang..
/elakukan pergerakkan dan perpindahan.
/empertahankan mobilitas optimal yang dapat di toleransi, dengan karakteristik #
0 mandiri penuh
1 memerlukan alat Bantu.
2 memerlukan bantuan dari orang lain untuk bantuan, penga.asan, dan pengajaran.
8 membutuhkan bantuan dari orang lain dan alat Bantu.
: ketergantungan? tidak berpartisipasi dalam akti,itas.
I$3'%6'$s" !2$ I7(5'7'$32s" :
1. &aji kebutuhan akan pelayanan kesehatan dan kebutuhan akan peralatan.
9< mengidentifikasi masalah, memudahkan inter,ensi.
2. Tentukan tingkat moti,asi pasien dalam melakukan akti,itas.
9< mempengaruhi penilaian terhadap kemampuan akti,itas apakah karena ketidakmampuan
ataukah ketidakmauan.
8. 4jarkan dan pantau pasien dalam hal penggunaan alat bantu.
9< menilai batasan kemampuan akti,itas optimal.
:. 4jarkan dan dukung pasien dalam latihan 9D/ aktif dan pasif.
9< mempertahankan <meningkatkan kekuatan dan ketahanan otot.
*. &olaborasi dengan ahli terapi fisik atau okupasi.
9< sebagai suaatu sumber untuk mengembangkan perencanaan dan
mempertahankan<meningkatkan mobilitas pasien.
E EVALUASI
@,aluasi addalah stadium pada proses kepera.atan dimana taraf keberhasilan dalam
pencapaian tujuan kepera.atan dinilai dan kebutuhan untuk memodifikasi tujuan atau inter,ensi
kepera.atan ditetapkan (Brooker, 2001).
@,aluasi yang diharapkan pada pasien dengan trauma abdomen adalah #
1. /encapai penyembuhan luka pada .aktu yang sesuai.
2. (nfeksi tidak terjadi < terkontrol.
8. 3yeri dapat berkurang atau hilang.
:. -asien memiliki cukup energi untuk berakti,itas.
*. -asien akan menunjukkan tingkat mobilitas optimal.
DA,TAR PUSTAKA
1. Boedihartono, 1)):, -roses &epera.atan di 9umah akit, +akarta.
2. Brooker, 5hristine. 2001. &amus aku &epera.atan @d.81. @25 # +akarta.
8. "orland, A. 4. 3e.man. 2002. &amus &edokteran. @25 # +akarta.%&'(. 1))*.
:. &umpulan &uliah (lmu bedah. Binarupa 4ksara # +akarta
*. 3asrul @ffendi, 1))*, -engantar -roses &epera.atan, @25, +akarta.
>. melt!er, u!anne 5. 2001. &epera.atan /edikal$Bedah Brunner and uddarth @d.= ;ol.8.
@25 # +akarta.