Anda di halaman 1dari 4

1.

Definisi
Limfadenopati adalah suatu tanda dari infeksi berat dan terlokalisasi (Tambayong, 2000).
Limfadenopati adalah digunakan untuk menggambarkan setiap kelainan kelenjar limfe
(ri!e, 1""#)
Limfadenopati adalah pembengkakan kelenjar limfe ($arrison, 1""").
Dari pengertian diatas maka dapat diambil kesimpulan bah%a Limfadenopati adalah kelainan
dan pembengkakan kelenjar limfe sebagai tanda dari infeksi berat dan terlokalisasi.
2. &tiologi Limfadenopati ($arrison, 2012)'
1. eningkatan jumlah limfosit makrofag jinak selama reaksi terhadap antigen.
2. infiltrasi oleh sel radang pada infeksi yang menyerang kelenjar limfe.
(. roliferasi in situ dari limfosit maligna atau makrofag.
). infiltrasi kelenjar oleh sel ganas metastatik.
#. *nfiltrasi kelenjar limfe oleh makrofag yang mengandung metabolit dalam penyakit
!adangan lipid.
(. emeriksaan +isik
embesaran ,-.
,elainan/pembesaran organ
.erat badan menurun
0uhu meningkat
,eluhan anemia
1alaise berkepanjangan
.erkeringat bisa mengarahkan dugaan pada keganasan
2kuran dan tekstur kelenjar getah bening '
3odus yang keras dan menonjol lebih ke arah kanker
3odus yang lunak, bisa digerakkan, nyeri lebih ke arah infeksi
). emeriksaan Diagnostik
).1 Laboratorium
a. 4utin'
i. $ematologi'
1. Darah perifer lengkap
2. -ambaran darah tepi
ii. 2rinanalisis' urin lengkap
iii. ,imia klinik
1. rotein total, albumin, asam urat
2. 5lkali fosfatase
(. -ula darah puasa dan 2 jam pp
). &lektrolit' 35, ,, 6l, 6a,
b. ,husus'
i. -amma -T
ii. 6holinesterase
iii. LD$/fraksi
i7. 0erum rotein &lektroforesis
7. *muno &lektroforese
7i. Tes 6oombs
7ii. .
2
1ikroglobulin
).2 .iopsi ,-. dilakukan hanya 1 kelenjar yang paling representatif, superfisial, dan perifer.
8ika terdapat kelenjar perifer/superfisial yang representatif, maka tidak perlau dilakukan
biopsi intra abdominal atau intratorakal
).( 5spirasi sumsum tulang (.1) dan biopsi sumsum tulang dari 2 sisi spina ilia!a dengan
hasil spesimen sepanjang 2 !m
).) 4adiologi
).).1 4utin'
Toraks foto 5 dan lateral
6T s!an seluruh abdomen
).).2 ,husus'
6T s!an toraks
20- abdomen
Limfografi, limfosintigrafi
).# ,onsultasi T$T' bila !in!in 9aldeyer terkena, dilakukan gastroskopi atau foto saluran
!erna atas dengan kontras
).: 6airan tubuh lain' !airan pleura, asites, !airan serebrospinal jika dilakukan
punksi/aspirasi diperiksa sitologi dengan !ara !ytospin, di samping pemeriksaan rutin
lainnya.
#. atofisiologi
0istem limfatik berperan pada reaksi peradangan dan sejajar dengan sistem 7askular
darah. Terjadi penembusan lambat !airan interstisial dari jaringan kedalam saluran limfe dan
akhirnya bergabung kembali kedarah 7ena. .ila daerah terkena radang, biasanya terjadi
kenaikan pada aliran limfe dari daerah itu. Telah diketahui bah%a dalam perjalanan
peradangan akut, lapisan pembatas pembuluh limfe yang terke!il agak meregang, sama
seperti yang terjadi pada 7enula, dengan demikian memungkinkan lebih banyak bahan
interstisial yang masuk kedalam pembuluh limfe. .agaimanapun juga, selama peradangan
akut tidak hanya aliran limfe yang bertambah, tetapi kandungan protein dan sel dari !airan
limfe juga bertambah dengan !ara yang sama.
0ebaliknya, bertambahnya aliran bahan;bahan melalui pembuluh limfe
menguntungkan karena !enderung mengurangi pembengkakan jaringan yang meradang
dengan mengosongkan sebagian dari eksudat. 0ebaliknya, agen;agen yang dapat
menimbulkan !edera dapat diba%a oleh pembuluh limfe dari tempat peradangan primer
ketempat yang jauh dalam tubuh. Dengan !ara ini, misalnya, agen;agen yang menular dapat
menyebar. enyebaran sering dibatasi oleh penyaringan yang dilakukan oleh kelenjar limfe
regional yang dilalui oleh !airan limfe yang bergerak menuju kedalam tubuh, tetapi agen atau
bahan yang terba%a oleh !airan limfe mungkin masih dapat mele%ati kelenjar dan akhirnya
men!apai aliran darah. (ri!e, 1""#< (" ; )0).
4i%ayat penyakit dan pemeriksaan fisis dapat menghasilkan petunjuk tentang
kemungkinan diagnosis ini dan e7aluasi lebih lanjut se!ara langsung ( misalnya hitung darah
lengap, biakan darah, foto rontgen, serologi, uji kulit). 8ika adenopati sistemik tetap terjadi
tanpa penyebab yang jelas tanpa diketahui, biopsi kelenjar limfe dianjurkan. ($arrison, 1"""<
(=2). .iopsi sayatan' 0ebagian ke!il jaringan tumur mame diamdil melalui operasi dengan
anestesi umum jaringan tumor itu dikeluarkan, lalu se!epatnya dikirim kelaborat untuk
diperriksa. .iasanya biopsi ini dilakukan untuk pemastian diagnosis setelah operasi.
( >s%ari, 2000< 2)0 ). 5nestesi umum menyebabkan mati rasa karena obat ini masuk
kejaringan otak dengan tekanan setempat yang tinngi. ( >s%ari, 2000< () ). ada a%al
pembiusan ukuran pupil masih biasa, reflek pupil masih kuat, pernafasan tidak teratur, nadi
tidak teratur, sedangkan tekanan darah tidak berubah, seperti biasa. (>s%ari, 2000< (#).
=. enatalaksanaan
? Tatalaksana limfadenopati didasarkan kepada penyebabnya. .anyak kasus limfadenopati
sembuh dengan sendirinya dan tidak membutuhkan pengobatan apapun selain dari
obser7asi (0utoyo, 200")
? Lakukan obser7asi );: minggu, bila tidak juga mengalami penge!ilan, maka dapat
menjadi indikasi untuk melakukan biopsi (0utoyo, 200")
? .iopsi dilakukan terutama bila terdapat tanda dan gejala yang mengarahkan kepada
keganasan (0utoyo, 200")
? .ila penyebab limfadenopati adalah mikobakterium tuberkulosis maka diberikan obat
anti tuberkulosis selama ";12 bulan (0utoyo, 200")
? .ila disebabkan mikobakterium selain tuberkulosis maka memerlukan pengangkatan
,-. yang terinfeksi (0utoyo, 200")
? atau bila pembedahan tidak memungkinkan atau tidak maksimal diberikan antibiotik
golongan makrolida dan antimikobakterium. (0utoyo, 200")
@. 4>-3>0*0
rognosis untuk pemulihan adalah baik jika segera diobati dengan antibiotik. Dalam
kebanyakan kasus, infeksi dapat dikendalikan dalam tiga atau empat hari. 3amun, dalam
beberapa kasus mungkin diperlukan %aktu beberapa minggu atau bulan untuk pembengkakan
menghilang, panjang pemulihan tergantung pada penyebab infeksi. enderita dengan
limfadenitis yang tidak diobati dapat mengembangkan abses, selulitis, atau kera!unan darah
(septikemia), yang kadang;kadang fatal.
Da7ey, atri!k. 200:. At a Glance Medicine. 8akarta ' &rlangga.
$arrison, T4. 2012. $arrisonAs rin!iples >f *nternal 1edi!ine. 3e% Bork ' 1!-ra%$ill
ri!e, 5. 0yl7ia. 200:. atofisiologi.. 8akarta' &-6

Anda mungkin juga menyukai