Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR


VERTEBRAE
Disusun guna memenuhi tugas Program Pendidikan Profesi Ners (PPPN)
Stase Keperawatan Medikal Bedah
Oleh
Fikri Ulil Albab, S.Kep.
NIM.!"#$$$$%
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS &EMBER
"$'
LAPORAN PENDAHULUAN
KONSEP DAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN
FRAKTUR VERTEBRAE
Ole() Fikri Ulil Albab, S.Kep. *NIM.!"#$$$$%+
$. Ka,-,
Fraktur Verterae
". Pr.,e, /er0a1i23a 4a,ala(
a. Pe25er/ia2
Fraktur adalah patah tulang !ang iasan!a diseakan oleh trauma atau
tenaga fisik" Kekuatan dan sudut dari tenaga terseut# keadaan tulang dan
$aringan lunak di sekitar tulang akan menentukan apakah fraktur !ang ter$adi
itu lengkap atau tidak lengkap (Pri%e & 'ilson# ())*)" Fraktur adalah
terputusn!a kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai $enis luasn!a (Brunner &
Suddart# ())+)" Fraktur adalah terputusn!a kontinuitas $aringan tulang# !ang
iasan!a disertai dengan luka sekitar $aringan lunak# kerusakan otot# rupture
tendon# kerusakan pemuluh darah# dan luka organ,organ tuuh dan ditentukan
sesuai $enis dan luasn!a# ter$adin!a $ika tulang dikenai stress !ang leih esar
dari !ang dapat diasorsin!a (Smelt-er# ()).)"
/ulang elakang atau 0erterae merupakan suatu satu kesatuan !ang kuat
diikat oleh ligamen di depan dan di elakang serta dilengkapi diskus
inter0erteralis !ang mempun!ai da!a asorsi tinggi terhadap tekanan atau
trauma !ang memerikan sifat fleksiel dan elastis" Vertera dimulai dari
%ranium sampai pada ape1 %o%%igeus# mementuk skeleton dari leher#
punggung dan agian utama dari skeleton (tulang %ranium# %osta dan sternum)"
Fungsi 0ertera !aitu melindungi medulla spinalis dan seraut s!araf#
men!okong erat adan dan erperan dalam peruahan posisi tuuh" Vertera
pada orang dewasa terdiri dari 22 0ertera dengan pemagian . regio !aitu 3
%er0i%al# 4( thora%al# . lumal# . sa%ral# 5 %o%%igeal (Moore# ())()"
6idera tulang elakang adalah %idera mengenai %er0i%alis# 0erteralis dan
lumalis !ang diakiatkan oleh trauma# $atuh dari ketinggian# ke%elakakan lalu
lintas# atau ke%elakakan olah raga !ang dapat men!eakan fraktur atau
pergeseran satu atau leih tulang 0ertera sehingga mengakiatkan defisit
neurologi ( S$amsuhida!at# 4773)" Semua trauma tulang elakang harus
dianggap suatu trauma heat sehingga se$ak awal pertolongan pertama dan
transpotasi ke rumah sakit harus diperlakukan dengan hati,hati" /rauma tulang
dapt mengenai $aringan lunak erupa ligament# dis%us dan faset# tulang
elakang dan medulla spinalis" Pen!ea trauma tulang elakang adalah
ke%elakaan lalu lintas (558)# ke%elakaan olah raga(((8)# ter$atuh dari
ketinggian ((58)# ke%elakaan ker$a"
Fraktur atau %idera 0erterae menurut kestailann!a teragi men$adi
%edera stail dan %edera tidak stail" 6edera dianggap stail $ika agian !ang
terkena tekanan han!a agian medulla spinalis anterior# komponen 0erteral
tidak ergeser dengan pergerakan normal# ligamen posterior tidak rusak
sehingga medulla spinalis tidak terganggu# fraktur kompresi dan urst fraktur
adalah %ontoh %edera stail" 6edera tidak stail artin!a %edera !ang dapat
ergeser dengan gerakan normal karena ligamen posteriorn!a rusak atau roek#
Fraktur medulla spinalis diseut tidak stail $ika kehilangan integritas dari
ligamen posterior"
Menentukan stail atau tidakn!a fraktur memutuhkan pemeriksaan
radiograf" Pemeriksaan radiografi minimal ada 5 posisi !aitu anteroposterior#
lateral# olik kanan dan kiri" Dalam menilai stailitas 0ertera# ada tiga unsur
!amg harus dipertimangkan !aitu kompleks posterior (kolumna posterior)#
kompleks media dan kompleks anterior (kolumna anterior)" Pemagian agian
kolumna 0erteralis adalah seagai erikut 9
4" kolumna anterior !ang terentuk dari ligament longitudinal dan duapertiga
agian anterior dari %orpus 0ertera# diskus dan annulus 0erteralis
(" kolumna media !ang terentuk dari satupertiga agian posterior dari
%orpus 0erteralis# diskus dan annulus 0erteralis
2" kolumna posterior !ang terentuk dari pedikulus# sendi,sendi permukaan#
arkus tulang posterior# ligamen interspinosa dan supraspinosa
b. E/i.l.5i
4" /rauma langsung !ang men!eakan ter$adin!a fraktur pada titik
ter$adin!a trauma terseut" Misaln!a tulang kaki terentur umper
moil maka tulang akan patah tepat di tempat enturan"
(" /rauma tidak langsung !ang me!eakan fraktur di tempat !ang $atuh
dari tempat ter$adin!a trauma"
2" /rauma akiat tarikan otot"
5" /rauma akiat faktor patologis# misaln!a adan!a metastase kanker
tulang !ang dapat melunakkan struktur tulang dan men!eakan
fraktur# ataupun adan!a pen!akit osteoporosis
6. Pa/.7i,i.l.5i
/ulang elakang !ang mengalami gangguan trauma (ke%elakaan moil#
$atuh dari ketinggian# %edera olahraga# dll) atau pen!akit (/rans0erse M!elitis#
Polio# Spina Bifida# Friedrei%h dari ata1ia# dll) dapat men!eakan kerusakan
pada medulla spinalis# tetapi lesi traumati% pada medulla spinalis tidak selalu
ter$adi karena fraktur dan dislokasi" :fek trauma !ang tidak langsung
ersangkutan tetapi dapat menimulkan lesi pada medulla spinalis diseut
;whiplash<=trauma indirek" 'hiplash adalah gerakan dorsapleksi dan
anterofleksi erleihan dari tulang elakang se%ara %epat dan mendadak"
/rauma whiplash ter$adi pada tulang elakang agian ser0ikalis awah
maupun torakalis awah misal> pada waktu duduk dikendaraan !ang sedang
er$alan %epat kemudian erhenti se%ara mendadak# atau pada waktu ter$un dari
$arak tinggi# men!elam !ang dapat mengakiatkan paraplegia" /rauma tidak
langsung dari tulang elakang erupa hiperekstensi# hiperfleksi# tekanan
0erti%al (terutama pada /"4( sampai ?"()# rotasi" Kerusakan !ang dialami
medulla spinalis dapat ersifat sementara atau menetap"akiat trauma terhadap
tulang elakang# medula spinalis dapat tidak erfungsi untuk sementara
(komosio medulla spinalis)# tetapi dapat semuh kemali dalam eerapa hari"
@e$ala !ang ditimulkan adalah erupa oedema# perdarahan peri 0askuler dan
infark disekitar pemuluh darah" Pada kerusakan medulla spinalis !ang
menetap# se%ara makroskopis kelainann!a dapat terlihat dan ter$adi lesi#
%ontusio# laserasio dan pemengkakan daerah tertentu di medulla spinalis"
?aserasi medulla spinalis merupakan lesi erat akiat trauma tulang
elakang se%ara langsung karena tertutup atau peluru !ang dapat
mematahkan =menggeserkan ruas tulang elakang (fraktur dan dislokasi)"lesi
trans0ersa medulla spinalis tergantung pada segmen !ang terkena (segmen
trans0ersa# hemitrans0ersa# kuadran trans0ersa)"hematomielia adalah
perdarahan dlam medulla spinalis !ang erentuk lon$ong dan ertempat
disustansia grisea"trauma ini ersifat ;whiplash ; !aitu $atuh dari $arak tinggi
dengan sifat adan erdiri# $atuh terduduk# terdampar eksplosi atau fraktur
dislokasio"kompresi medulla spinalis ter$adi karena dislokasi# medulla spinalis
dapat ter$epit oleh pen!empitan kanalis 0erteralis"
Suatu segmen medulla spinalis dapat tertekan oleh hematoma ekstra
meduler traumati% dan dapat $uga tertekan oleh kepingan tulang !ang patah
!ang terselip diantara duramater dan kolumna 0erteralis"ge$ala !ang didapat
sama dengan sindroma kompresi medulla spinalis akiat tumor# kista dan ases
didalam kanalis 0erteralis" Akiat hiperekstensi dislokasio# fraktur dan
whislap radiks saraf spinalis dapat tertarik dan mengalami $e$as=reksis"pada
trauma whislap# radiks %olmna .,3 dapat mengalami hal demikian# dan ge$ala
!ang ter$adi adalah n!eri radikuler spontan !ang ersifat hiperpatia# gamaran
tersut diseut hematorasis atau neuralgia radikularis traumatik !ang
re0ersile"$ika radiks terputus akiat trauma tulang elakang# maka ge$ala
defisit sensorik dan motorik !ang terlihat adalah radikuler dengan terputusn!a
arteri radikuler terutama radiks /"+ atau /"7 !ang akan menimulkan defisit
sensorik motorik pada dermatoma dan miotoma !ang ersangkutan dan
sindroma sistem anastomosis anterial anterior spinal"
1. Ta21a 1a2 5e0ala
@amaran klinik tergantung pada lokasi dan esarn!a kerusakan !ang
ter$adi" kerusakan meningitis# lintang memerikan gamaran erupa hilangn!a
fungsi motorik maupun sensorik kaudal dari tempat kerusakan disertai sho%k
spinal" Sho%k spinal ter$adi pada kerusakan mendadak sumsum tulang elakang
karena hilangn!a rangsang !ang erasal dari pusat" Peristiwa ini umumn!a
erlangsung selama 4,* minggu# kadang leih lama"tandan!a adalah
kelumpuhan flasid# anastesia# refleksi# hilangn!a fersfirasi# gangguan fungsi
re%tum dan kandung kemih# triafismus# radikardia dan hipotensi"setelah sho%k
spinal pulih kemali# akan terdapat hiperrefleksi terlihat pula pada tanda
gangguan fungsi otonom# erupa kulit kering karena tidak erkeringat dan
hipotensi ortostatik serta gangguan fungsi kandung kemih dan gangguan
defekasi"
Sindrom sumsum elakang agian depan menun$ukkan kelumpuhan otot
lurik diawah tempat kerusakan disertai hilangn!a rasa n!eri dan suhu pada
kedua sisin!a# sedangkan rasa raa dan posisi tidak terganggu" 6edera sumsum
elakang sentral $arang ditemukan"keadaan ini pada umumnn!a ter$adi akiat
%edera didaerah ser0ikal dan diseakan oleh hiperekstensi mendadak sehinnga
sumsum elakang terdesak dari dorsal oleh ligamentum fla0um !ang
terlipat"%edera terseut dapat ter$adi pada orang !ang memikul arang erat
diatas kepala# kemudian ter$adi gangguan keseimangan !ang mendadak
sehingga ean $atuh dsan tulang elakang sekon!ong,kon!ong dihiper
ekstensi"gamaran klinik erupa tetraparese parsial"gangguan pada ekstremitas
atas leih ringan daripada ekstremitas atas sedangkan daerah perianal tidak
terganggu"
Kerusaka tulang elakang setinggi 0ertera lumal 4&( mengakiatkan
anaestesia perianal# gangguan fungsi defekasi# miksi# impotensi serta hilangn!a
refleks anal dan refleks ulokafernosa"
e. Ke4-25ki2a2 K.4plika,i 3a25 M-26-l
4" Dini
a" Bnfeksi
Sistem pertahanan tuuh rusak ila ada trauma pada $aringan" Pada
trauma orthopedi infeksi di mulai pada kulit (superfi%ial) dan
masuk ke dalam" Bni iasan!a ter$adi pada kasus fraktur teruka#
tapi $uga isa karena penggunaan ahan lain dalam pemedahan
seperti pin dan plate"
" S!ok
Komplikasi awal setelah fraktur adalah s!ok# !ang isa erakiat
fatal dalam eerapa $am setelah %idera" S!ok ter$adi karena
kehilangan an!ak darah dan meningkatn!a permeailitas kapiler
!ang isa men!eakan menurunn!a oksigenasi# iasan!a ter$adi
pada fraktur (Padila# ()4()"
%" /romoemoli (emoli paru)# !ang dapat men!eakan kematian
eerapa minggu setelah %edera# emoli lemak !ang dapat ter$adi
dalam 5+ $am atau leih# dan koagulopati intra0askuler diseminata
(KBD)"
(" ?an$ut
a" Malunion
Biasan!a ter$adi pada fraktur !ang komminuti0a sedang
immoilisasin!a longgar# sehingga ter$adi angulasi dan rotasi
(untuk memperaiki perlu dilakukan osteotomi)"
" Dela!ed union
/erutama ter$adi pada fraktur teruka !ang diikuti dengan infeksi
atau pada fraktur !ang %ommuniti0a" Cal ini dapat diatasi dengan
operasi onegraft alih tulang spongiosa"
%" Non union
Diseakan karena ter$adi kehilangan segmen tulang tiia disertai
dengan infeksi" Cal ini dapat diatasi dengan melakukan one
grafting menurut %ara papineau"
7. Pe4erik,aa2 K(-,-, 1a2 Pe2-20a25
$. Pe4erik,aa2 Fi,ik
Pemeriksaan fisik utama !ang iasan!a dilakukan adalah primar!
sur0e!" primar! sur0e! dilakukan dengan mengidentifikasi keadaan !ang
memaha!akan klien dan segera ditanggulangi"
a" A D ;Airwa!<
Men$amin kelan%aran $alan nafas dan kontrol 0erterae ser0ikalis" Ealan
nafas dipertahankan dengan melakukan ;%hin lift< atau ;$aw thrust<
dapat $uga dengan memasang ;guedel< pada klien dengan multiple
trauma dan trauma tumpul di atas kla0ikula kita harus mengagap dan
memperlakukan seakan ada fraktur dari 0ertera ser0ikalis dengan
memasang ;ne%k %ollar< sampai diuktikan negatif" Casil pemeriksaan
neurologi !ang negatif tidak men!ingkirkan ada %edera ser0ikal" Karena
itu seaikn!a diuat F,ra! %rosstale lateral %er0i%al spino atau
swimmer 0iew dan menilai ketu$uh 0etera ser0ikal"
" B D Breathing dan Ventilasi
Seaikn!a thoraks harus dapat dilihat semuan!a untuk melihat
0entilasi" Ealan nafas !ang eas tidak men$amin 0entilasi !ang %ukup#
pertukaran udara !ang %ukup diperlukan untuk oksigenisasi !ang %ukup"
Bila ada gangguan instailitas kardio0askuler# respirasi atau kelainan
neurologis" Maka kita harus melakukan 0entilasi dengan alat ;ag 0al0e<
!ang disamungkan pada masker atau pipa endrokeal" Oksigenisasi atau
0entilasi !ang %ukup pada klien trauma termasuk memerikan 0olume dan
konsentrasi oksigen (4( liter per menit) !ang %ukup" Pernafasaan !ang
meleihi () kali = menit menandakan gangguan respirasi"
%" 6 8 6ir%ulation
Salah satu pen!ea kematian di rumah sakit adalah pendarahan
!ang segera tidak diatasi# ditandai dengan hipotensi !aitu9
4" kesadaran menurun
(" warna kulit pu%at#kelau menandakan kehilangan darah leih dari
2)8
2" nadi %epat dan lemah#ireguler merupakan pertanda hipo0olume
5" Pendarahan agian luar diatasi dengan alit tekan# $angan peke
torniket karena akan mengakiatkan metaolisme anaeroe"sedangkan
pada pendarahan tungkai atau adomend diatasi dengan memakai
MAS/"
d" D D Disailit!
Pada akhir primar! sur0e! dilakukan pemeriksaan neurologis untuk
menentukan9
4) Kesadaran# kesadaran ditentukan dengan metode AVPG9
A,;Alert<
V,;ereaksi pada 0okal stimuli<
P,;ereaksi pada pain stimuli<
G,;unresponsi0e<
() Pupil
2) Heaksi reflek
@las%ow 6oma S%ale (@6S) dilakukan pada ;primar! sur0e!< atau
;se%onder sur0e!<" Peruahan pada neurologis atau kesadaran klien
menun$ukkan kelainan intrakranial# dengan demikian kita harus
menilai ulang 9
a) Oksigenisasi
) Ventilasi
%) Perfusi
Kehilangan kesadaran dapat diseakan oleh A,B,G,:,O
a) A,;alkohol<
) B,;in$ur! atau infeksi<
%) G,;uremia<
d) :,; epilepsi<
e) O,; opium ; atau other drag
Dapat $uga ;don<t forget them<
a) D ;diaetes<
) F ; fe0er<
%) / ;trauma<
e" : D :ksposure
Klien harus ditelan$angi untuk pemeriksaan leih lengkap dan harus
diselimuti untuk menghindari hipotermi"
Pemeriksaan seln$utn!a adalah se%ondar! sur0e!" Se%ondar! sur0e!
tidak dimulai ila primer! sur0e! elum selesai" Hesusitasi sudah dilakukan
dari e0aluasi AB6 dire0aluasi" Se%ondar! sur0e! adalah anamnese !ang
lengkap termasuk iomekanik ke%elakaan dan pemeriksaan fisik dari
kepala sampai ke u$ung kaki"
Pengka$ian se%ondar! sur0e! meliputi 9
a" Aktifitas dan istirahat 9 kelumpuhan otot ter$adi kelemahan selama s!ok
spinal
" Sirkulasi 9 erdear,dear# pusing saat melakukan peruahan posisi#
Cipotensi# radikardi# ekstremitas dingin atau pu%at
%" :liminasi 9 inkontenensia defekasi dan erkemih# retensi urine# distensi
perut# peristaltik hilang
d" Bntegritas ego 9 men!angkal# tidak per%a!a# sedih dan marah# takut
%emas# gelisah dan menarik diri
e" Pola makan 9 mengalami distensi perut# peristaltik usus hilang
f" Pola keersihan diri 9 sangat ketergantungan dalam melakukan AD?
g" Neurosensori 9 kesemutan# rasa terakar pada lengan atau kaki# paralisis
flasid# hilangn!a sensasi dan hilangn!a tonus otot# hilangn!a reflek#
peruahan reaksi pupil# ptosi
h" N!eri=ken!amanan 9 n!eri tekan otot# hiperestesi tepat diatas daerah
trauma# dan mengalami deformitas pada daerah trauma
i" Pernapasan 9 napas pendek# ada ronkhi# pu%at# sianosis
$" Keamanan 9 suhu !ang naik turun
Pemeriksaan fisik iasan!a dilakukan setelah riwa!at kesehatan
dikumpulkan# pemeriksaan fisik !ang lengkap iasan!a dimulai se%ara
erurutan dari kepala sampai ke $ari kaki9
a" Bnspeksi
Pengamatan terhadap lokasi pemengkakan# warna kulit pu%at# laserasi#
kemerahan mungkin timul pada area ter$adin!a faktur# adan!a spasme
otot dan keadaan kulit"
" Palpasi
Pemeriksaan dengan %ara peraaan# !aitu penolakan otot oleh sentuhan
kita adalah n!eri tekan# lepas dan sampai atas mana daerah !ang sakit
iasan!a terdapat n!eri tekan pada area fraktur dan di daerah luka insisi"
%" Perkusi
Perkusi iasan!a $arang dilakukan pada kasus fraktur"
d" Auskultasi
Pemeriksaan dengan %ara mendengarkan gerakan udara melalui struktur
erongga atau %airan !ang mengakiatkan struktur solit ergerak" Pada
pasien fraktur pemeriksaan ini pada areal !ang sakit $arang dilakukan"
". Pe4erika,aa2 Pe2-20a25
4" Foto Hontgen
a" Gntuk mengetahui lokasi fraktur dan garis fraktur se%ara langsung
" Mengetahui tempat atau tipe fraktur" Biasan!a diamil seelum
dan sesudah serta selama proses pen!emuhan se%ara periodik
(" Artelogram ila ada kerusakan 0askuler
2" Citung darah lengkap C/ mungkin ter$adi (hemokonsentrasi) atau
menurun (perdarahan ermakna pada sisi fraktur atau organ $auh pada
organ multiple)" Peningkatan $umlah SDP adalah kompensasi normal
setelah fraktur"
5" Profil koagulasi peruahan dapat ter$adi pada kehilangan darah
transfusi multiple atau trauma hati"
." Seagai penun$ang# pemeriksaan !ang penting adalah ;pen%itraan<
menggunakan sinar rontgen (1,ra!)" Cal !ang harus dia%a pada 1,ra!9
a" Ba!angan $aringan lunak
" /ipis tealn!a korteks seagai akiat reaksi periosteum atau
iomekanik atau $uga rotasi
%" /roukulasi ada tidakn!a rare fra%tion
d" Sela sendi serta entukn!a arsitektur sendi
*" /omografi9 menggamarkan tidak satu struktur sa$a tapi struktur !ang
lain tertutup !ang sulit di0isualisasi" Pada kasus ini ditemukan
kerusakan struktur !ang kompleks dimana tidak pada satu struktur sa$a
tapi pada struktur lain $uga mengalamin!a"
3" M!elografi9 menggamarkan %aang,%aang saraf spinal dan
pemuluh darah di ruang tulang 0erterae !ang mengalami kerusakan
akiat trauma"
+" Arthrografi9 menggamarkan $aringan,$aringan ikat !ang rusak karena
ruda paksa"
7" 6omputed /omografi,S%anning9 menggamarkan potongan se%ara
trans0ersal dari tulang dimana didapatkan suatu struktur tulang !ang
rusak"
5. Terapi 3a25 Dilak-ka2
Pertolongan pertama dan penanganan darurat trauma spinal terdiri atas9
penilaian kesadaran# $alan nafas# sirkulasi# pernafasan# kemungkinan adan!a
perdarahan dan segera mengirim penderita ke unit trauma spinal ( $ika ada)"
Selan$utn!a dilakukan pemeriksaan klinik se%ara teliti meliputi pemeriksaan
neurolog! fungsi motorik# sensorik dan reflek untuk mengetahui kemungkinan
adan!a fraktur pada 0ertera"

/erapi pada fraktur 0ertera diawali dengan mengatasi n!eri dan stailisasi
untuk men%egah kerusakan !ang leih parah lagi" semuan!a tergantung dengan
tipe fraktur 9
4" Bra%es & Orthoti%s ada tiga hal !ang dilakukan !akni9
a" mempertahankan kesegarisan 0ertera (aligment)
" imoilisasi 0ertera dalam masa pen!emuhan
%" mengatsi rasa n!eri !ang dirasakan dengan mematasi pergerakan"
Fraktur !ang sifatn!a stail memutuhkan stailisasi# seagai %ontoh>
brace rigid collar (Miami E) untuk fraktur %er0i%al# cervical-thoracic
brace (Miner0a) untuk fraktur pada punggung agian atas#
thoracolumbar-sacral orthosis (/?SO) untuk fraktur punggung agian
awah# dalam waktu + sampai 4( minggu ra%e akan terputus# umumn!a
fraktur pada leher !ang sifatn!a tidak stail ataupun mengalami dislokas
memerlukan traksi# halo ring dan vest brace untuk mengemalikan
kesegarisan
(" Pemasanagan alat dan prosoes pen!atuan (fusion)" /eknik ini adalah teknik
pemedahan !ang dipakai untuk fraktur tidak stail" Fusion adalah proses
penggaungan dua 0ertera dengan adan!a bone graft diantu dengan alat,
alat seperti plat# rods, hooks dan pedicle screws. Casil dari one graft adalah
pen!atuan 0ertera diagian atas dan awah dari agian !ang disamung"
Pen!atuan ini memerlukan waktu eerapa ulan atau leih lama lagi untuk
menghasilkan pen!atuan !ang solid"
2" Verteroplast! & K!phoplast!# tindakan ini adalah prosedur in0asi !ang
minimal" Pada prinsipn!a teknik ini digunakan pada fraktur kompresi !ag
diseakan osteoporosis dan tumor 0ertera" Pada 0erteroplasti bone
cement diin$eksikan melalui luang $arung menu$u %orpus 0ertera
sedangkan pada k!poplasti# seuah alon dimasukkanan dikemungkan
untuk melearkan 0ertera !ang terkompresi seelum %elah terseut diisi
dengan bone cement "
Pengelolaan penderita dengan paralisis meliputi
4" Pengelolaan kandung kemih dengan pemerian %airan !ang %ukup#
kateterisasi dan e0akuasi kandung kemih dalam ( minggu
(" Pengelolaan saluran pen%ernaan dengan pemerian laksansia setiap dua hari
2" Monitoring %airan masuk dan %airan !ang keluar dari tuuh
5" Nutirsi dengan diet tinggi protein se%ara intra0ena
." 6egah dekuitus
#. P.(.2 Ma,ala( (Pathway, Ma,ala( Kepera9a/a2 3a25 M-26-l, 1a2
Da/a 3a25 Perl- Dika0i
a" Pohon Masalah
/rauma langsung
Fraktur tulang elakang
/rauma tidak langsung Kondisi patologis
Pelepasan mediator kimia N3eri ak-/
kelumpuhaan
@angguan fungsi rektum dan kandung kemih
Re/e2,i Uri2
K.2,/ipa,i
@angguan fungsi ekstremitas
Ha4ba/a2 4.bili/a, 7i,ik
De7i,i/ pera9a/a2 1iri
Keteratasan dalam pemenuhan
AD?
Putusn!a
0ena=arteri
?aserasi kulit
Ker-,aka2 i2/e5ri/a, k-li/
Perdarahan
Kehilangan 0olume %airan
Re,ik. ,3.k
*(ip.:.le4ik+
Re,ik. i27ek,i
" Masalah keperawatan !ang mun%ul
a" N!eri akut
" Camatan moilitas fisik
%" Defisit perawatan diri
d" Kerusakan integritas kulit
e" Konstipasi
f" Hetensi urine
g" Hesiko infeksi
h" Hesiko s!ok (hipo0olemik)
%" Data !ang Perlu Dika$i
Pengka$ian9
a" (Pengka$ian primer)
4" Airwa!9 Adan!a sumatan=ostruksi $alan napas oleh adan!a
penumpukan sekret akiat kelemahan reflek atuK
(" Breathing9 Kelemahan menelan= atuk= melindungi $alan napas#
timuln!a pernapasan !ang sulit dan=atau tak teratur# suara nafas
terdengar ron%hi =aspirasi
2" 6ir%ulation9 /D dapat normal atau meningkat # hipotensi ter$adi
pada tahap lan$ut# takikardi# un!i $antung normal pada tahap
dini# disritmia# kulit dan memran mukosa pu%at# dingin#
sianosis pada tahap lan$ut
" (Pengka$ian sekunder)
4" Akti0itas=istirahat9 kehilangan fungsi pada agian !ang terkena#
Keteratasan moilitas
(" Sirkulasi9 hipertensi ( kadang terlihat seagai respon
n!eri=ansietas)# hipotensi ( respon terhadap kehilangan darah)#
takikardi# penurunan nadi pada agian distal !ang %idera#
Capilary refill time melamat# pu%at pada agian !ang terkena#
masa hematoma pada sisi %edera
2" Neurosensori9 kesemutan# deformitas# krepitasi# pemendekan#
kelemahan# kerusakan fungsi saraf
5" Ken!amanan9 n!eri tia,tia saat %idera# spasme= kram otot
." Keamanan9 laserasi kulit# perdarahan# peruahan warna#
pemengkakan lokal
'. Dia52.,a Kepera9a/a2
a" N!eri akut erhuungan dengan agen %idera fisik akiat pergeseran
fragmen tulang
" Camatan moilitas fisik erhuungan dengan gangguan fungsi
ekstremitas
%" Defisit perawatan diri erhuungan dengan gangguan moilitas fisik
d" Kerusakan integritas $aringan "d fraktur teruka# pemedahan
e" Konstipasi erhuungan dengan kerusakan neuro owel
f" Hetensi urine erhuungan dengan inhiisi arkus reflek
g" Hesiko infeksi sekunder erhuungan dengan luka teruka
h" Hesiko s!ok (hipo0olemik) erhuungan dengan kehilangan 0olume
%airan
;. Re26a2a Ti21aka2 Kepera9a/a2
N.. Dia52.,a Kepera9a/a2 T-0-a2 1a2 Kri/eria Ha,il Re26a2a Ti21aka2 Ra,i.2al
4" N!eri akut erhuungan
dengan agen %idera fisik
akiat pergeseran fragmen
tulang
T-0-a2)
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 4 1 * $am
n!eri pasien dapat teratasi
Kri/eria Ha,il)
4" Pasien tidak meringis
kesakitan
(" Menun$ukkan teknik
relaksasi se%ara indi0idu
!ang efektif
2" Skala n!eri erkurang
4" Ka$i tanda,tanda 0ital
(" Ka$i skala n!eri (skala PIHS/)
2" Atur posisi pasien sen!aman
mungkin
5" An$urkan teknik relaksasi (napas
dalam)
." Kolaorasi9 pemerian analgesik
4" Mengetahui kondisi umum pasien
(" Mengetahui tingkat n!eri pasien
2" Mengurangi rasa n!eri
5" Mengurangi rasa n!eri
." Analgesik dapat memlok reseptor
n!eri pada susunan saraf pusat
(" Camatan moilitas fisik
erhuungan dengan
gangguan fungsi
ekstremitas
T-0-a2)
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2 1 (5
$am diharapkan pasien
meningkatkan moilitas pada
tingkat !ang paling tinggi
Kri/eria Ha,il)
4" Klien meningkat dalam
akti0itas fisik
4" ka$i kemampuan klien dalam
melakukan akti0itas
(" antu dan dorong dalam perawatan
diri pasien
2" menguah posisi se%ara periodik
sesuai dengan keadaan pasien
5" dorong atau pertahankan asupan
%airan ())),2))) ml=hari
." erikan diet tinggi kalsium dan
4" untuk mengetahui seerapa
kemampuan klien
(" meningkatkan kekuatan otot dan
sirkulasi
2" men%egah ter$adin!a luka
dekuitus atau komplikasi kulit
5" mempertahankan hidrasi !ang
adekuat dan men%egah konstipasi
." kalsium dan protein !ang %ukup
(" Mengerti tu$uan dari
peningkatan moilitas
tinggi protein diperlukan untuk proses
pen!emuhan
2" Defisit perawatan diri
erhuungan dengan
gangguan moilitas fisik
T-0-a2)
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2 1 (5
$am# perawatan diri pasien
terpenuhi
Kri/eria Ha,il)
Pasien dapat erpartisipasi
pada akti0itas sehari,hari
dalam meningkatkan
perawatan dirin!a
4" Ka$i kemampuan klien
(" Bantu pasien dalam personal
h!giene
2" Beker$asama dengan klien untuk
memprioritaskan tugas,
tugasmerawat diri
5" Berikan moti0asi dalam perawatan
diri sesuai kondisi klien
." Dorong atau gunakan teknik
penghematan energi seperti
dudukdalam melakukan akti0itas
dan peningkatan ertahap"
*" ?iatkan keluarga dalam perawatan
klien
4" Kondisi dasar dapat menentukan
kekurangan ataukeutuhan
(" untuk meningkatkan kontrol pasien
dan kesehatan diri
2" meningkatkan kemampuan dalam
perawatan diri
5" meningkatkan harga diri#
meningkatkan rasa kontrol
dankemandirian
." menghemat energi atau
menurunkan kelemahan
danpeningkatan kemampuan klien
*" untuk pen%apaian hasil !ang
maksimal harus ada partisipasiaktif
anggota keluarga dan untuk
mengukur dera$atdari kemandirian
pasien
5 Kerusakan integritas T-0-a2) 4" Ka$i ulang integritas luka dan 4" Mengetahui kondisi luka pasien#
$aringan erhuungan
dengan fraktur teruka#
pemedahan
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama ( 1 (5
$am diharapkan kerusakan
integritas $aringan teratasi
Kri/eria (a,il)
4" Pen!emuhan luka
sesuai waktu
(" /idak ada laserasi#
integritas kulit aik
oser0asi terhadap tanda infeksi
atau drainae
(" Monitor suhu tuuh
2" ?akukan perawatan kulit pada
patah tulang !ang menon$ol
5" ?akukan alih posisi dengan sering#
pertahankan kese$a$aran tuuh
." Pertahankan sprei tempat tidur
tetap kering dan eas kerutan
*" Kolaorasi pemerian antiiotik"
kulit %enderung rusak karena
peruahan sirkulasi perifer # serta
mengatisipasi adan!a infeksi
(" Salah satu tanda infeksi adalah
meningkatn!a suhu tuuh
2" Memper%epat pen!emuhan luka
5" Heposisi mengurangi adan!a
komplikasi dekuitus
." Memerikan ken!amanan pada
kulit dan men%egah ter$adin!a
infeksi sekunder
*" Memper%epat pen!emuhan
. Konstipasi erhuungan
dengan kerusakan neuro
owel
T-0-a2)
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama ( 1 (5
$am pasien dapat BAB se%ara
normal
Kri/eria (a,il )
a" pasien mendapatkan
nutrisi !ang %ukup
4" ?akukan auskultasi ising usus
(" Pantau tanda dan ge$ala konstipasi
2" Ka$i pengetahuan pasien mengenai
pemahaman tentang nutrisi
4" Mengetahui adan!a motilitas usus
pasien
(" Megetahui kondisi konstipasi !ang
dialami pasien
2" Mengukur seerapa $auh informasi
!ang diketahui pasien dan
memantu petugas dalam
memerikan tindakan selan$utn!a
dengan gi-i !ang
seimang
" pasien dapat BAB
dengan lan%ar maksimal
dalam waktu ( 1 (5 $am
dengan konsistensi feses
lemek=tidak keras
5" An$urkan pasien makan sa!ur dan
uah
5. An$urkan pasien untuk
meningkatkan intake %airan 4.))
%% !ang dipenuhi se%ara ertahap
*" Kolaorasi pemerian laksatif
5" Dapat memantu memperlan%ar
pengeluaran feses
." Bntake %airan !ang adekuat dapat
memantu men!erap makanan sisa
untuk dapat leih mudah
dikeluarkan melalui feses
*" Memantu memperlan%ar
pengeluaran feses
* Hetensi urine erhuungan
dengan inhiisi arkus reflek
T-0-a2 )
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 2 1 (5
$am diharapkan pasien isa
BAK lan%ar
Kri/eria Ha,il)
a" tidak ada spasme ladder
" kandung kemih kosong
se%ara penuh
%" tidak ada kesulitan untuk
BAK
d" alan%e %airan seimang
4" Pantau intake dan output
(" Pantau adan!a distensi ladder
2" Bnstruksikan keluarga untuk
men%atat output urine
5" Stimulasi reflek eliminasi dengan
kompres dingin
." Katerisasi $ika perlu
*" Dorong pasien untuk erkemih ila
terasa adan!a dorongan
4" Mengetahui keseimangan %airan
tuuh pasien
(" Mengetahui adan!a %airan urin
!ang penuh di dalam ladder
2" Memantu mengetahui keluaran
urine
5" Memantu pasien dalam
mendorong reflek erkemih
." Memantu pasien dalam eliminasi
urine
*" Memantu dan memperlan%ar
reflek erkemih
3 Hesiko infeksi sekunder
erhuungan dengan luka
teruka
T-0-a2)
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama" 4 1 *
$am diharapkan infeksi tidak
ter$adi
Kri/eria Ha,il)
4" tidak ada tanda dan ge$ala
infeksi
(" leukosit dalam atas
normal
4" 6u%i tangan seelum dan sesudah
akti0itas walaupun menggunakan
sarung tangan steril
(" Perawatan luka se%ara steril dan
prosedur aseptik
2" Analisa hasil pemeriksaan
laoratorium
5" Kolaorasi pemerian antiiotik"
4" mengurangi kontaminasi silang
(" untuk men%egah ter$adin!a infeksi
atau meminimalkan kontaminasi
kuman dari luar
2" leukositosis iasan!a ter$adi pada
proses infeksi
5" untuk mematikan akteri atau
kuman pen!ea infeksi"
+ Hesiko s!ok (hipo0olemik)
erhuungan dengan
kehilangan 0olume %airan
T-0-a2)
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 4 1 * $am
klien tidak mengalami tanda,
tanda s!ok
Kri/eria Ha,il)
4" nadi dalam atas normal
(" irama $antung# frekuensi
napas dan irama
pernapasan dalam atas
!ang diharapkan
4" Ka$i tanda,tanda 0ital
(" Monitor status sirkulasi# warna
kulit# den!ut $antung# irama
$antung# dan kapiler refill
2" Monitor suhu dan pernapasan
5" Kolaorasi pemerian %airan infus
!ang tepat sesuai keutuhan
." A$arkan keluarga dan pasien
tentang tanda dan ge$ala s!ok
4" Mengetahui tanda,tanda infeksi
dari keadaan umum klien
(" Mengetahui tanda,tanda
ketidaknormalan pada tuuh klien
2" Keadekuatan pernapasan dapat
melan%arkan transportasi oksigen
ke seluruh tuuh
5" Pemerian %airan !ang tepat
mengurangi resiko kekurangan
%airan dan sesuai dengan terapi
." Memerikan pengetahuan dan
segera melaporkan apaila terlihat
tanda dan ge$ala s!ok
Da7/ar P-,/aka
Brunner & Suddarth" ())+" Buku Aar !eperawatan "edical Bedah #ol $"
Eakarta> :@6"
Cerdman#/" Ceather" ()4(" %anda &nternational %ursing 'iagnosis( 'efinitions
) Classification *+,*-*+,-. O1ford9 'ile!,Bla%kwell"
Cudak dan @allo" 477*" !eperawatan !ritis( .endekatan /olistic" Eakarta9 :@6
Mans$oer# Arif dkk" ())4" !apita 0elekta !edokteran :disi 2" Eakarta 9 Media
Aes%ulapius FK GB
Moore# Keith" ())(" 1ssential Clinical Anatomy2 0econd 1dition, lippincot
3illiams and 3ilkins( Baltimore. %anda &nternational. *+,,. 'iagnosis
!eperawatan 'efinisi dan !lasifikasi *+,*-*+,-" Eakarta 9 :@6
Nurarif & Kusuma" ()42" Aplikasi Asuhan !eperawatan Berdasarkan 'iagnosa
"edis ) %A%'A and %&C-%4C" Eakarta9 Media%tion Pulishing"
Pri%e# S"A" & 'ilson# ?"M" ())*" .atofisiologi ( !onsep !linis .roses-.roses
.enyakit. Eakarta9 :@6"
S$amsuhida$at" H" 4773" Buku aar &lmu Bedah. Eakarta9 :@6"
Smelt-er & Bare# ())." Buku Aar !eperawatan "edikal-Bedah 1disi 5.Eakarta9
:@6"