Anda di halaman 1dari 11

STRATIGRAFI ZONA KENDENG

Nama grup ini diberikan oleh Martin untuk lapisan


yang memiliki kandungan fosil vertebrata yang terdapat pada
Pegununga Kendeng .
Martin mempertimbangkan bahwa umur dari grup
lapisan Kendeng adalah Pliocene , Sedangkan Dubois percaya
bahwa umurnya adalah Pleistocene .
Grup Kendeng merupakan seri dari percampuran batuan
gunungapi, batuan endapan sungai (fluvial),dan sedikit perlapisan asal laut dengan
perubahan fasies lateral secara cepat . Sementara itu ketebalan batuan relative konstan
yang mengambarkan sedimentasi dapat didefinisikan dengan baik dengan aktivitas
gunungapi yang kuat dan pengangkatan yang lambat yang melingkupi wilayah itu .

Grup ini dibedakan menjadi empat formasi terpisah, adapun formasi tersebut
dari muda ke tua adalah sebagai berikut :
1. Solo terrace (lapisan Ngandong)
Pasir dan kerikil menutupi lereng bukit , kususnya kususnya pada Sungai
Solo antara Ngawi dan Cepu pada ketinggian antara 38-71 mdpl .
Umur dari Formasi ini adalah Upper Pleistocene

2. Formasi Nortopuro

Tuff , Tuffsandstone , conglomerate , dan agglomerate dari gunungapi atau
hasil transportasi asal gunungapi merupakan batuan penyusun formasi
Nortopuro yang menutupi formasi kabuh secara tidak selaras . karena
ditemukannya bidang erosi dan Hiatus .
Kira kira sepanjang Bukut Kendeng disana terdapat breksi andesit dan
agglomerate yang umumnya terbentuk karena endapan lahar.
Pada posisi yang sama yaitu bagian timur sedimen disebut sebagai
Djombang layer . basalt strata terbentuk di laut , yang lewat keatas melalui
breksi andesit gunungapi yang berasal dari gunungapi purba Wilis .Pada
bagian barat dari Djombang layer ini memiliki lapisan yang tipis , dan
menebal menuju ke timur . Hal ini mengambarkan pertumbuhan kaki
gunungapi kearah laut .
Umur dari Formasi ini adalah Upper Pleistocene
Formasi ini apat ditemukan pada Desa Nortopuro , 35 km dari madiun ,
jawa tengah yang merupakan bagian barat dari Gunung Pandan
Distribusinya meliputi bagian barat dari anticlinorium kendeng ,sepanjang
North slope diantara Gunung pandan dan semarang.

















3. Formasi Kabuh

Cross-badded andesitic Sandstone dan kerikil perselingan dengan andesitic
tuff , kadang dengan konglomerat basalt . Lapisan ini terbentuk karena erosi
pada lapisan batuan disekitarnya kususnya bagian barat dan selatan .
Ketebalan lapisan beragam antara 50 meter sampai beberapa ratus meter .
Umur Formasi ini adalah Middle-Pliocene .


4. Formasi Pucangan

Pada Formasi ini terdapat dua fasies batuan yang dapat dibedakan
diantaranya adalah fasies batulempung lingkungan laut dan fasies batuan
gunungapi tuffan menjadi fasies batupasir .
Antara Trinil dan Ngawi terdapat breksi gunugapi dan juga endapan lahar
yang berasal dari gunungapi purba Wilis yang sangat aktivf pada kala
Pleistocene bawah. Gunungapi tersebut membendung area barat yang
merupakan cekungan laut dangkal , yang sekarang menghasilkan danau
dangkal . Pada danau ini diendapkan lumpur hitam yang terekspos dengan baik
di Sangiran antiklin . 10 km utara dari Surakarta Ketebalan formasi ini berkisar
antara 200 meter di barat dan 1000 meter di sebelah timur .Umur dari formasi
ini adalah Pliocene
Menuju kearah timur , fasies gunugpai secara gradual berubah menjadi
fesies laut . Hal ini mengindikasikan bahwa menuju kearah timur merupakan
perubahan menuju kekaki Gunungapi Wilis .
Bagian atas formasi ini disebut dengan anggota Butak yang tersusun atas
batuan gunungapi yang menutupi bagian bawah formasi pucangan yaitu anggota
Ngronan yang tersusun atas napal , calcareous volcanic tuffsandstone, yang
mengandung fosil molusca .
Pada Gunung Butak didapatkan ketebalan batuan sebagai berikut ;
Perlapisan tuff dan batupasir tuffan = 125 m
Breksi tuff = 75 m
Perlapisan tuff dan batupasir tuffan = 40 m
Breksi Tuff = 200 m
Dengan Total ketebalan = 540 meter

















Selanjutnya beberapa formasi lainnya dibawah grup Kendeng adalah sebagai
berikut :
Formasi Kalibeng

Lower Kalibeng
Pada Bagian ini tersusun atas litologi yaitu globigerina marls yang
tidak menunjukan perlapisan batuan (masif) .Dan pada bagian barat dari
daerah Kendeng terlihat menutupi Lepidocyclina Beds yang berumur
Miocene . Ketebalan lower kalibeng ini setidaknya adalah 500 meter .
Upper Kalibeng
Upper Kalibeng memperlihatkan perubahan fasies dari barat ke
timur . Pada bagian barat batuan yang tersingkap adalah batugamping
coral sementara itu pada bagian timur batuan yang tersingkap adalah
perlapisan napal pasiran dengan glauconite dan foraminifera kecil, dan
terdapat pula perlapisan diatome yang tipis . Ketebalan upper kalibeng
ini berkisar pada 50 300 meter .
Secara umum Formasi Kalibeng ini memiliki umur yaitu Pliocene yang
letaknya itu pada Sungai Kalibeng 14 km NW dari Jombang , atau dengan lokasi
absolut long 122
0
850 E dan 70
0
2620 S .


Formasi Kerek
Formasi ini tersusun atas litologi berupa Napal lempungan yang mengandung
Globigerina , Radiolaria , Sponge,dan Discoaster serta selang seling antar calcareous
sandstone dengan quartz sandstone dengan kandungan foramifera besar .
Ketebalan Formasi ini adalah 1000 meter , tapi karena intesifnya lipatan dan
juga sesar pada formasi ini maka ketebalan sesungguhnya sulit didapatkan .
Formasi Kerek terbagi menjadi dua bagian yaitu
(1) Lower Kerek
Pada bagia bawah dapat dikorelasikan dengan flyslike Merawu Series
dan bagian atas dari Pejatan series .
(2) Upper Kerek
Pada bagian atas ini terdapat sisipan bauan gunungapi yang lebih
banyak dibandingkan dengan dibagian bawah .
Distribusi dari Formasi ini meliputi wilayah Daerah keneng , Diantara
Semarang dan Gudin ( jawa tengah) . Dan fosil pencirinya adalah Cyclocypeous
(katacycloclypeous) annulus Martin .
Secara umum umur Formasi ini adalah Miocene .


Formasi Pelang
Batuan penyusun dari Formasi ini adalah gray Marly Mudstone dengan
sisipan lentikuler dari batugamping dengan fosil Eulepidina (diameter 10 mm) .
Lapisan dari dasar seri Neogen merupakan tipikal dari bagian barat
Perbukitan Kendeng . Mereka ditutupi oleh Formasi Kerek . Menurut Van Bemmelen
Formasi Pelang ekuivalen dengan Formasi Lutut dan batugamping Sigugur .
Distribusi dari Formasi ini adalah pada Mrisi pada bagian barat Kendeng ,
Jawa Tengah , dan area lokalnya adalah sekitar 1 km kearah selatan dari Juwangi ,
Dekat Kedungjati , Wilayah semarang Jawa Tengah .
Secara umum formasi ini berumur Miocene .


Daftar Pustaka :

Marks,P . 1957. Stratigraphic Lexicon of Indonesia. Bandung : Kementrian
Perekonomian Pusat Djawatan Geologi