Anda di halaman 1dari 13

1 | I s u l i n g k u n g a n

BAB X
ISU LINGKUNGAN
A. Tujuan
1. Memahami dan memiliki wawasan tentang isu lingkungan global
2. Memahami dan memiliki wawasan tentang isu lingkungan nasional
3. Memahami dan memiliki wawasan tentang isu lingkungan lokal
4. Memahami tentang studi kasus

B. Uraian Materi
Permasalahan lingkungan dapat dikategorikan masalah lingkungan global, nasional,
dan lokal. Pengkategorian tersebut berdasarkan pada dampak dari permasalahan
lingkungan, apakah dampaknya hanya global, nasional, dan lokal. Dampak yang
dimaksud adalah dampak yang dapat terlihat langsung atau dirasakan secara langsung
akibat dari permasalahan lingkungan yang terjadi baik itu dari isu lingkungan global,
nasional dan lokal.
1. Isu Lingkungan Global
Sebelumnya masalah lingkungan global banyak dipengaruhi oleh faktor alam, seperti
iklim, yang mencakup temperatur, curah hujan, kelembaban, tekanan udara dll. Namun
dalam perkembangannya saat ini orang mulai menyadari bahwa aktifitas manusia pun
mempengaruhi iklim dan lingkungan secara signifikan.
Dengan adanya masalah lingkungan global ini maka akan memberikan dampak bagi
lingkungan dunia. Berikut merupakan penyebab dan dampak lingkungan global :
1) Pemanasan Global : Pemanasan Global / Global Warming pada dasarnya merupakan
fenomena peningkatan temperature global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek
rumah kaca yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas karbondioksida, metana,
dinitrooksida, dan CFC sehingga energy matahari tertangkap dalam atmosfer bumi.
Dampak bagi lingkungan biogeofisik : pelelehan es di kutub, kenaikan mutu air laut,
perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora
dan fauna, migrasi fauna dan hama penyakit. Dampak bagi aktivitas sosial ekonomi

2 | I s u l i n g k u n g a n

masyarakat: gangguan pada pesisir dan kota pantai, gangguan terhadap prasarana
fungsi jalan, pelabuhan dan bandara. Gangguan terhadap pemukiman penduduk,
gangguan produktifitas pertanian. Peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit
2) Penipisan Lapisan Ozon : dalam lapisan stratosfer pengaruh radiasi ultraviolet, CFC
terurai dan membebaskan atom klor. Klor akan mempercepat penguraia ozon menjadi
gas oksigen yang mengakibatkan efek rumah kaca. Beberapa atom lain yang
mengandung brom seperti metal bromide dan halon juga ikut memeperbesar
penguraian ozon. Dampak bagi makhluk hidup: lebih banyak kasus kanker kulit
melanoma yang bisa menyebabkan kematian, meningkatkan kasus katarak pada mata
dan kanker mata, menghambat daya kebal pada manusia (imun), penurunan produksi
tanaman jagung, kenaikan suhu udara dan kematian pada hewan liar, dll. Berdasarkan
laporan dari NASA bahwa lubang ozon di Antartika telah mencapai 29 juta Km.
3) Hujan Asam : Proses revolusi industri mengakibatkan timbulnya zat pencemaran
udara. Pencemaran udara tersebut bisa bereaksi air hujan dan turun menjadi senyawa
asam. Dampaknya : proses korosi menjadi lebih cepat, iritasi pada kulit, sistem
pernapasan, menyebabkan pengasaman pada tanah. Hujan asam dilaporkan pertama
kali di Manchester, Inggris, yang menjadi kota penting dalam Revolusi Industri. Pada
tahun 1852, Robert Angus Smith menemukan hubungan antara hujan asam dengan
polusi udara. Istilah hujan asam tersebut mulai digunakannya pada tahun 1872. Ia
mengamati bahwa hujan asam dapat mengarah pada kehancuran alam.
4) Pertumbuhan populasi : pertambahan penduduk dunia yang mengikuti pertumbuhan
secara ekponsial merupakan permasalahan lingkungan. Dampaknya: terjadinya
pertumbuhan penduduk akan menyebabkan meningkatnya kebutuhan sumber daya
alam dan ruang. Pertumbuhan penduduk paling tinggi akan terjadi di negara-negara
berkembang, dan lebih dari setengah penambahan jumlah penduduk dunia itu akan
terjadi di Afrika.
5) Desertifikasi : merupakan penggurunan, menurunkan kemampuan daratan. Pada
proses desertifikasi terjadi proses pengurangan produktifitas yang secara bertahap dan
penipisan lahan bagian atas karena aktivitas manusia dan iklim yang bervariasi seperti
kekeringan dan banjir. Dampak : awalnya berdampak local namun sekarang isu
lingkungan sudah berdampak global dan menyebabkan semakin meningkatnya lahan

3 | I s u l i n g k u n g a n

kritis di muka bumi sehingga penangkap CO2 menjadi semakin berkurang. Kasus
desertifikasi di meksiko menyebabkan emigrasipenduduk ke USA.
6) Penurunan keaneragaman hayati : adalah keaneragaman jenis spesies makhluk hidup.
Tidak hanya mewakili jumlah atau sepsis di suatu wilayah, meliputi keunikan spesies,
gen serta ekosistem yang merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.
Dampaknya: karena keaneragaman hayati ini memiliki potensi yang besar bagi
manusia baik dalam kesehatan, pangan maupun ekonomi. Contohnya di Indonesia,
kantong semar yang dahulu sangat banyak dijumpai di Bengkulu sekarang menjadi
sedikit jumlah dan jenisnya. Satwa liar menjadi menurun dan kemudian masuk
kriteria dilindungi. Satwa-satwa tersebut antara lain badak Sumatera, gajah Sumatera,
harimau Sumatera, tapir, beruang madu, rusa sambar, napu, rangkong, siamang, kuao,
walet hitam, penyu belimbing serta kura-kura.
7) Pencemaran limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): bahan yang di identifikasi
memiliki bahan kimia satu atau lebih. Karakteristik mudah meledak, mudah terbakar,
bersifai reaktif, beracun, penyebab infeksi, bersifat korosif. Dampak : dulunya hanya
bersifat lokal namun sekarang antar negara pun melakukan proses pertukaran dan
limbanya di buang di laut lepas. Dan jika itu semua terjadi maka limbah bahan
berbahaya dan beracun dapat bersifat akut sampai kematian makhluk hidup. Contoh
limbah B3 ialah logam berat seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe, Pb, Mn, Hg, dan Zn serta zat
kimia seperti pestisida, sianida, sulfida, fenol dan sebagainya. Cd dihasilkan dari
lumpur dan limbah industri kimia tertentu sedangkan Hg dihasilkan dari industri klor-
alkali, industri cat, kegiatan pertambangan, industri kertas, serta pembakaran bahan
bakar fosil. Pb dihasilkan dari peleburan timah hitam dan accu. Logam-logam berat
pada umumnya bersifat racun sekalipun dalam konsentrasi rendah.

2. Isu Lingkungan Nasional
Di negara Indonesia banyak terjadi perusakan lingkungan yang mengakibatkan tidak
seimbangnya ekosistem di alam. Menurut TIM IAD MIKU & TIM MUP (2012:155), ada
beberapa isu lingkungan nasional, diantaranya :
a. Banjir

4 | I s u l i n g k u n g a n

Banjir merupakan suatu peristiwa terbenamnya daratan (yang pada keadaan normal
kering) karena meningkatnya volume air. Banjir dapat disebabkan oleh beberapa hal,
diantaranya akibat pemanasan global, yaitu dapat meningkatkan tinggi permukaan air
laut, sehingga beberapa daerah di pesisir pantai akan terkena luapan air tersebut. Selain
itu banjir juga disebabkan karena meningkatnya curah hujan dan tidak adanya saluran air
yang baik dan cukup untuk menampung air hujan. Banjir juga dapat disebabkan karena
peluapan air sungai akibat meningkatnya curah hujan atau karena sebab lain, seperti
pecahnya bendungan sungai. Banjir yang banyak melanda kota-kota besar biasanya
disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah ke sungai
atau saluran air lain. Banjir juga disebabkan oleh kurangnya resapan air karena tanah
telah tertutup bangunan. Banjir menyebabkan kerugian pada segi perekonomian,
kesehatan, dan lingkungan. Contohnya : yaitu di daerah ibu kota Jakarta yang sering
terjadi banjir.
b. Kerusakan hutan di Indonesia
Hutan di Indonesia banyak berkurang dan yang masih ada banyak mengalami
kerusakan. Penyebab kerusaan hutan paling besar karena ulah manusia. Manusia
melakukan eksploitasi dari hutan secara berlebihan dan mengabaikan segi ekologisnya.
Faktor alam yang merusak hutan salah satunya adalah kebakaran hutan. Kebakaran
hutan ini dipicu oleh musim kemarau yang panjang maupun pemanasan global.
Contohnya kerusakan hutan yang terjadi di daerah kalimantan, Sebanyak 14.212
kilometer persegi hutan di Kalimantan hilang dalam kurun waktu 2000 2010.
Kerusakan hutan umumnya disebabkan penebangan kayu. Namun, hutan rusak karena
perkebunan sawit menduduki posisi teratas.
c. Sampah
Manusia sebagai konsumen setiap harinya menghasilkan sampah/limbah. Libah
yang dihasilkan berupa organik dan anorganik. Sampah anorganik dihasilkan dari
rumah tangga maupun industri. Sampah merupakan masalah sosial yang dapat
menyebabkan konflik. Di Indonesia masalah sampah kurang mendapat penanganan
yang baik. Contohnya di daerah ibu kota Jakarta, banyak sekali sampah-sampah yang

5 | I s u l i n g k u n g a n

terdapat di aliran sungai sehingga tersumbatnya aliran sungai dan membuat sungai jadi
dangkal.
d. Pencemaran minyak lepas pantai
Hasil ekploitasi minyak bumi diangkut oleh kapal tanker ke tempat pengolahan
minyak bumi. Pencemaran minyak lepas pantai diakibatkan oleh sistem penampungan
yang bocor atau kapal tenggelam yang menyebankan lepasnya minyak ke perairan.
Dampak : mengakibatkan limbah tersebut dapat tersebar tergantung gelombang air laut.
Dapat berdampak kebeberapa negara, akibatnya tertutupnya lapisan permukaan laut
yang menyebabkan penetrasi matahari berkurang menyebabkan fotosintesis terganggu,
pengikatan oksigen, dan dapat menyebabkan kematian organisme laut. Seperti
tumpahan minyak mentah di Kepulauan Seribu yang sering terjadi. Selain dikarenakan
kebocoran pipa perusahaan pengeboran minyak lepas Pantai, pencemaran laut juga
disebabkan kapal-kapal minyak yang membuang ampas minyak (residu) ke laut.
e. Pencemaran limbah industri
Menurut Undang Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup, yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan hidup adalah :
masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energy ataupun komponen lain
kedalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya menurun hingga
ketingkat tertentu sehingga lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan
peruntukkannya.
Pencemaran terjadi akibat pencemaran limbah industry yang tidak baik dan tidak
benar. Dampak dari pencemaran adalah gangguan kesehatan, penurunan kualitas
lingkungan, dan dapat menurunkan produktivitas, dampak dari pencemaran limbah
industry ini biasa berskala nasional karena pencemaran dapat terjadi di badan perairan
mengalir atau udara sehingga dampaknya dapat dirasakan tidak hanya disatu daerah
tetapi dapat juga di rasakan oleh daerah lain. Contohnya Pencemaran Lingkungan di
Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu Pulau Biawak di Indramayu tercemar oleh limbah
dari salah satu industri migas yang beroperasi di Indramayu. Hal ini menyebabkan

6 | I s u l i n g k u n g a n

terganggunya ekosistem air di wilayah tersebut, selain itu juga menyebabkan matinya
ikan-ikan dan menurunnya kualitas air, sehingga merugikan masyarakat sekitar.
3. Isu Lingkungan Lokal
Selain isu lingkungan global dan isu lingkungan nasional ada pula isu lingkungan
local yakni kerusakan lingkungan yang dampaknya langsung bagi lingkungan local yang
lebih kecil tingkat cakupannya dibandingkan 2 isu lingkungan sebelumnya. Dimana
dalam isu lingkungan local ini memiliki beberapa penyebab serta dampaknya, yaitu :
a. Kekeringan : kekeringan adalah kekurangan air yang terjadi akibat sumber air tidak
dapat menyediakan kebutuhan air bagi manusia dan makhluk hidup yang lainnya.
Dampak: menyebabkan ganggungan kesehatan, keterancaman pangan. Sedikitnya
4.000 hektare areal tanaman padi di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, terancam
kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut. Selain di
Kabupaten Tapin, ancaman kekeringan juga melanda wilayah lain seperti Kabupaten
Tabalong dan Banjar. Kekeringan ini dapat mengancam jadwal tanam petani,
sehingga akan mempengaruhi pencapaian target produksi padi Kalimantan selatan.
b. Longsor : adalah terkikisnya daratan oleh air larian karena penahan air berkurang.
Dampaknya: terjadi kerusakan tempat tinggal, ladang, sawah, mengganggu
perekonomian dan kegiatan transportasi. Contohnya Siring Sungai Martapura
sepanjang sekitar 20 meter dengan lebar 7 meter, di Kelurahan Pangambangan,
Banjarmasin, Kalimantan Selatan terjadinya longsor. Longsornya siring juga
menyebabkan sekitar 20 rumah lainnya kini berada di daerah rawan.
c. Abrasi pantai/Erosi Pantai : adalah terkikisnya lahan daratan pantai akibat gelombang
air laut. Dampak: menyebabkan kerusakan tempat tinggal dan hilangnya potensi
ekonomi seperti kegiatan pariwisata. Contohnya yang terjadi di Batulicin, abrasi
hebat yang menimpa pesisir pantai Pagatan, kerusakan kawasan pesisir Tanah bumbu
itu kian tahun kian parah saja. Kerusakan parah kawasan pesisir pada tahun itu
setidaknya telah memutuskan jalur trans provinsi yang ada di Desa Sei Lembu hingga
Desa Betung Kecamatan Kusan Hilir. Akibatnya, untuk penanganan ruas penting
penghubung Banjarmasin, Tanah bumbu, Kotabaru hingga ke provinsi Kaltim
pemerintah pusat harus turun tangan langsung. Sampai akhirnya, ruas jalan negara

7 | I s u l i n g k u n g a n

yang putus akibat abrasi hebat itu di alihkan, dan selanjutnya dibangun ruas baru
dengan kontruski beton baja.
4. Study Kasus
Nasib si Pasar Terapung
Banjarmasin yang merupakan ibukota dari Kalimantan Selatan yang memiliki julukan
sebagai kota seribu sungai. Letak Banjarmasin yang dilewati oleh sungai barito dan
Martapura, menjadikan sungai sebagai pusat dari aktivitas warga. Karena sejak dahulu, sungai
menjadi sumber kehidupan masyarakat Banjarmasin, menjadikan kegiatan pasar pun
dilakukan secara terapung di sungai.
Kegiatan pasar yang dilakukan terapung di sungai tersebut dijadikan suatu ikon yang
khas dari daerah Banjarmasin, yang mana kegiatan tersebut biasa dikenal dengan pasar
terapung. Pasar terapung yang terkenal di daerah Kalimantan Selatan, yakni pasar terapung
kuin di Banjarmasin.
Pasar Terapung Muara Kuin adalah Pasar Tradisional yang berada di atas sungai
Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Para pedagang dan pembeli
menggunakan jukung, sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pasar ini mulai setelah shalat
Subuh sampai selepas pukul 07:00 pagi. Matahari terbit memantulkan cahaya di antara
transaksi sayur-mayur dan hasil kebun dari kampung-kampung sepanjang aliran sungai Barito
dan anak-anak sungainya.
Suasana pasar terapung yang unik dan khas adalah suasana berdesak-desakan antara
perahu besar dan kecil saling mencari pembeli dan penjual yang selalu berseliweran kian
kemari dan selalu oleng dimainkan gelombang sungai Barito. Pasar terapung tidak memiliki
organisasi seperti pada pasar di daratan, sehingga tidak tercatat berapa jumlah pedagang dan
pengunjung atau pembagian pedagang bersarkan barang dagangan.Para pedagang wanita yang
berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh, sedangkan
tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan.
Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang
berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk, sesuatu yang unik dan langka.

8 | I s u l i n g k u n g a n

Selain itu selama ini pasar terapung merupakan ikon khas Banjarmasin yang dapat
menarik banyak perhatian pengunjung karena keunikan dan latar belakang budayanya yang
masih tinggi. Pengunjungnya pun bukan hanya dari dearah Banjarmasin, melainkan dari
banyak kota kota besar lainnya bahkan pengunjung dari luar negeri (contohnya turis dari
Australia). dapat dikatakan bahwa pasar terapung ini merupakan salah satu aset wisata
daaerah yang khas dan unik yang masih kental mengandung unsur unsur kebudayaan rakyat
di daerahnya. Selain sebagai budaya, pasar terapung nyatanya juga berpengaruh terhadap
perekonomian banua (istilah untuk Wilayah Kalimantan Selatan). Tercatat bahwa pada tahun
2008 Kalimantan Selatan mampu menarik 24 ribu wisatawan asing.
Pasar terapung yang dulu memikat banyak orang kini mulai terpinggirkan oleh
perkembangan zaman. Dan kini nasib dari si pasar terapung mulai memprihatinkan dan tak
diperdulikan. Pasar terapung yang indah kini memiliki beberapa masalah yang mungkin
dampaknya akan membuat kepunahan pasar tradisional di daerah "seribu sungai" ini.
Kepunahan dari pasar tradisional di daerah seribu sungai ini dikarenakan :
1. Pertumbuhan jalan darat di sekitar lokasi pasar itu sudah begitu pesat, sehingga warga yang
tadinya berbelanja hanya melalui sungai kini bisa melalui darat. Yang mengakibatkan warga
akan lebih memilih untuk berbelanja di darat karena aksesnya yang lebih mudah.
2. Air sungai yang luar biasa pekat dan kotor yang diakibatkan dari banyaknya tumpukan
sampah dan tumbuhan enceng gondok yang dapat mempersulit para pedagang di dipasar
terapung tersebut.
3. Menyempitnya area sungai yang diakibatkan dari banyaknya pinggiran sungai yang dijadikan
sebagai pemukiman pemukiman warga dan terjadinya pendangkalan sungai akibat
banyaknya sampah sampah yang ada di aliran sungai tersebut.
4. Angkutan kapal penyeberangan persis membelah kawasan Pasar terapung. Mengakibatkan
Jika kapal tersebut melewati kawasan para pedagang khususnya ibu-ibu pengayuh sampan
menjadi takut oleng sampannya, sehingga enggan melakukan aktivitas jual beli di kawasan
itu.

Adapun solusi yang dapat dilakukan dari berbagai permasalahan di atas yaitu sebagai berikut :

9 | I s u l i n g k u n g a n

1. Seharusnya pemerintah lebih memikirkan pembangunan infrastruktur yang lebih baik, dimana
adanya keseimbangan antara pembangunan di daerah daratan maupun di daerah sungai.
Sehingga dapat memberikan keuntungan baik bagi pelaku ekonomi di daerah darat maupun di
daerah sungai.
2. Menumbuhkan kesadaran warga untuk menjaga kelestarian dan kebersihan sungai, dengan
tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kelestarian dari sungai. Sehingga sungai
masih dapat dijadikan sebagai salah satu tempat untuk melakukan aktivitas sehari hari.
3. Pemerintah dan aparat yang berwenang seharusnya dapat mengawasi bahkan menbuat
peraturan agar tidak semakin banyak berdirinya pemukiman warga yang ada di pinggiran
sungai yang akan mengakibatkan sebagian lahan dari bantaran sungai beralih fungsi menjadi
pemukiman warga. Sehingga sungai masih memiliki luas asalnya tanpa adanya penyempitan
luas sungai, yang juga akan mempermudah aktivitas yang dilakukan di atas aliran sungai
tersebut.
4. Mengatur jalur angkutan kapal penyeberangan, sehingga tidak akan menggangu aktifitas
perdagangan di pasar terapung tersebut. Dan para pedagang pun merasa lebih aman apabila
adanya pembagian jalur jalur lalu lintas di aliran sungai.

Selain dari solusi solusi yang ada di atas adapun salah satu upaya yang dilakukan
Pemerintahan kota demi pelestarian pasar terapung adalah dengan membuat pasar terapung
buatan.
Pasar Terapung Buatan
Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel) akan
membangun pasar terapung tradisional yang selama ini berada di atas sungai Barito di muara
sungai Kuin, Banjarmasin ke sungai kerokan jalan Zafi Zam-Zam.
Gagasan membangun pasar terapung buatan tersebut bertujuan untuk memudahkan
wisatawan yang ingin menyaksikan pasar terapung tanpa harus jauh-jauh ke muara
kuin. Selain itu kita juga ingin melestarikan dan terus membina para pedagang pasar terapung
yang kini terus berkurang.

10 | I s u l i n g k u n g a n

Sebagaimana diketahui, untuk bisa menyaksikan pasar terapung para wisatawan harus
rela bangun sebelum subuh untuk menuju ke sungai Barito Muara Kuin Banjarmasin dengan
mengendarai kapal kayu bermesin atau disebut kelotok.
Wisatawan pun juga harus rela menembus dinginnya suasana pagi dengan perjalanan
sekitar setengah jam dari dermaga pemberangkatan yang terletak di depan masjid bersejarah
Sultan Suriansyah.
Kondisi tersebut membuat sebagian wisatawan enggan untuk bisa menikmati eksotiknya
wisata pasar terapung, karena terlambat sedikit pasar yang kini pedagangnya terus berkurang
tersebut telah bubar.
Dengan adanya pasar terapung yang aksesnya lebih mudah terjangkau oleh wisatawan
akan mampu menyedot wisatawan lokal, nasional maupun mancanegara lebih banyak lagi
datang ke Banjarmasin.
Saat ini pasar terapung masih merupakan wisata andalan Kalsel, yang bila tidak dijaga
kelestariannya dikhawatirkan akan menghilang tergerus oleh pasar-pasar modern.
Sekarang ini antara wisatawan dan pedagangnya lebih banyak wisatawannya, sehingga
bila kondisi ini dibiarkan dikhawatirkan lama kelamaan pasar terapung tinggal menjadi
sejarah.
Tentang kunjungan wisatawan di Kalsel, berdasarkan data dari Dinas Pariwisata
Kalsel jumlahnya terus bertambah. Namun bertambahnya jumlah tersebut apakah murni
wisatawan atau tamu yang kebetulan berkunjung untuk tugas atau perjalanan dinas atau
memang ingin menyaksikan wisata Kalsel.







11 | I s u l i n g k u n g a n

C. Evaluasi
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan isu lingkungan global menurut anda?
2. Jelaskan dan sebutkan salah satu isu lingkungan nasional yang saat ini sedang
melanda !
3. Sebutkan dan jelaskan secara singkat penyebab dan dampak dari isu lingkungan local
!
4. Apakah yang dimaksud dengan global warming? Sebutkan apa dampak dari global
warming?

D. Kunci Jawaban
1. Isu lingkungan global merupakan perusakan lingkungan yang dampaknya dapat
dirasakan dan dilihat secara langsung dan terjadi dalam cakupan global atau
mendunia.
2. Salah satu isu lingkungan nasional yang saat ini sedang melanda adalah Sampah.
Dimana manusia sebagai konsumen setiap harinya menghasilkan sampah/limbah.
Libah yang dihasilkan berupa organik dan anorganik. Sampah anorganik dihasilkan
dari rumah tangga maupun industri. Sampah merupakan masalah sosial yang dapat
menyebabkan konflik.dengan banyaknya penumpukkan sampah dan tidak adanya
tindakan pembersihan sampah itu maka sampah akan menimbulkan konflik ataupun
masalah.
3. Penyebab dan dampak dari isu lingkungan local, yaitu :
a. Kekeringan : kekeringan adalah kekurangan air yang terjadi akibat sumber air
tidak dapat menyediakan kebutuhan air bagi manusia dan makhluk hidup yang
lainnya. Dampak: menyebabkan ganggungan kesehatan, keterancaman pangan.
b. Banjir : merupakan fenomena alam ketika sungai tidak dapat menampung
limpahan air hujan karena proses influasi mengalami penurunan. Itu semua
dapat terjadi karena hijauan penahan air larian berkurang. Dampak: ganggungan
kesehatan, penyakit kulit, aktivitas manusia terhambat, penurunan produktifitas
pangan, dll.
c. Longsor : adalah terkikisnya daratan oleh air larian karena penahan air
berkurang. Dampaknya: terjadi kerusakan tempat tinggal, ladang, sawah,
mengganggu perekonomian dan kegiatan transportasi

12 | I s u l i n g k u n g a n

d. Erosi pantai : adalah terkikisnya lahan daratan pantai akibat gelombang air laut.
Dampak: menyebabkan kerusakan tempat tinggal dan hilangnya potensi
ekonomi seperti kegiatan pariwisata.
e. Instrusi Air Laut: air laut (asin) mengisi ruang bawah tanah telah banyak
digunakan oleh manusia dan tidak adanya tahanan instrusi air laut seperti
kawasan mangrove. Dampaknya: terjadinya kekurangan stok air tawar, dan
mengganggu kesehatan.

4. Pemanasan global atau Global Warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-
rata bumi, yang meliputi peningkatan suhu atmosfer, hidrosfer dan suhu litosfer.
Dampaknya iklim tidak stabil, peningkatan permukaan laut, suhu global cenderung
meningkat, gangguan ekologis, dampak sosial dan politik, dampak terhadap
kesehatan manusia













13 | I s u l i n g k u n g a n

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Abu dan A. Supatmo. Ilmu Alamiah Dasar. 1998. Jakarta : PT. Bumi Aksara
Maskoeri, Jasin.1994. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: PT Raja Gafindo Persada.
TIM IAD MKU UMS, TIM MUP.2008. Ilmu Kealaman Dasar. Surakarta: Muhammadiyah
University Press
Lurangung.2012. Isu Lingkungan Global. http://goresanpena.com diakses tanggal 17 september
2013
Lurangung.2012. Isu Lingkungan Lokal. http://goresanpena.com diakses tanggal 17 september
2013
http://www.id.wikipedia.org. Diakses tanggal 17 september 2013