Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI DENGAN IBU DM

A. PENGERTIAN
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai
oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia.
Diabetes mellitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang
yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah
akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif.
Bayi dari ibu diabetes adalah bayi yang dilahirkan dari ibu penderita
diabetes. Satu dari 500-1000 wanita hamil adalah penderita diabetes, dan satu
dari 10 kehamilan adalah gestasional diabetes.
B. ANATOMI FISIOLOGI
!ankreas merupakan sekumpulan kelenjar yang panjangnya kira " kira 15
#m, lebar 5 #m, mulai dari duodenum sampai ke limpa dan beratnya rata " rata
$0 " %0 gram. &erbentang pada 'ertebrata lumbalis 1 dan di belakang lambung.
!ankreas merupakan kelenjar endokrin terbesar yang terdapat di dalam tubuh
baik hewan maupun manusia. (agian depan ( kepala ) kelenjar pankreas terletak
pada lekukan yang dibentuk oleh duodenum dan bagian pilorus dari lambung.
(agian badan yang merupakan bagian utama dari organ ini merentang ke arah
limpa dengan bagian ekornya menyentuh atau terletak pada alat ini. )ari segi
perkembangan embriologis, kelenjar pankreas terbentuk dari epitel yang berasal
dari lapisan epitel yang membentuk usus.
!ankreas terdiri dari dua jaringan utama, yaitu *
1. +sini sekresi getah pen#ernaan ke dalam duodenum.
. !ulau ,angerhans yang tidak tidak mengeluarkan sekretnya keluar, tetapi
menyekresi insulin dan glukagon langsung ke darah.
1
!ulau " pulau ,angerhans yang menjadi sistem endokrinologis dari pankreas
tersebar di seluruh pankreas dengan berat hanya 1 " - . dari berat total pankreas.
/umlah semua pulau langerhans di pankreas diperkirakan antara 1 " juta.
!ulau langerhans manusia, mengandung tiga jenis sel utama, yaitu *
1. Sel " sel + ( alpha ), jumlahnya sekitar 0 " 00 . 1 memproduksi glikagon
yang manjadi faktor hiperglikemik, suatu hormon yang mempunyai 2 anti
insulin like a#ti'ity 2.
. Sel " sel ( ( betha ), jumlahnya sekitar $0 " 30 . , membuat insulin.
-. Sel " sel ) ( delta ), jumlahnya sekitar 5 " 15 ., membuat somatostatin.
4nsulin di sintesis sel beta pankreas dari proinsulin dan di simpan dalam
butiran berselaput yang berasal dari kompleks 5olgi. !engaturan sekresi insulin
dipengaruhi efek umpan balik kadar glukosa darah pada pankreas. (ila kadar
glukosa darah meningkat diatas 100 mg6100ml darah, sekresi insulin meningkat
#epat. (ila kadar glukosa normal atau rendah, produksi insulin akan menurun.
Selain kadar glukosa darah, faktor lain seperti asam amino, asam lemak, dan
hormon gastrointestina merangsang sekresi insulin dalam derajat berbeda-beda.
7ungsi metabolisme utama insulin untuk meningkatkan ke#epatan transport
glukosa melalui membran sel ke jaringan terutama sel " sel otot, fibroblas dan sel
lemak.
C. ETIOLOGI
Diabetes Melitus
)iabetes 8elitus ()8) mempunyai etiologi yang heterogen, dimana
berbagai lesi dapat menyebabkan insufisiensi insulin, tetapi determinan genetik
biasanya memegang peranan penting pada mayoritas )8. 7aktor lain yang
dianggap sebagai kemungkinan etiologi )8 yaitu *
1. 9elainan sel beta pankreas, berkisar dari hilangnya sel beta sampai
kegagalan sel beta melepas insulin.

. 7aktor " faktor lingkungan yang mengubah fungsi sel beta, antara
lain agen yang dapat menimbulkan infeksi, diet dimana pemasukan
karbohidrat dan gula yang diproses se#ara berlebihan, obesitas dan
kehamilan.
-. 5angguan sistem imunitas. Sistem ini dapat dilakukan oleh
autoimunitas yang disertai pembentukan sel " sel antibodi antipankreatik dan
mengakibatkan kerusakan sel - sel penyekresi insulin, kemudian peningkatan
kepekaan sel beta oleh 'irus.
0. 9elainan insulin. !ada pasien obesitas, terjadi gangguan kepekaan
jaringan terhadap insulin akibat kurangnya reseptor insulin yang terdapat
pada membran sel yang responsir terhadap insulin.
)ua ma#am diabetes pada kehamilan *
1. Diabetes sebel! "e#a!ila$.
0,-0,- . ibu hamil
%. Diabetes &estati'$al
-- . ibu hamil
D. PATHOFISIOLOGI
1. Hipoglikemia.
4bu diabetes akan mengalami hiperglikemia. :iperglikemia ibu ini juga
menyebabkan hiperglikemia pada janin (difusi lelalui plasenta). (ila glukosa
dapat berdifusi melalui plasenta, sebaliknya insulin ibu tidak dapat ditransfer
kejanin. :al ini menybabkan pangkreas janin terangsang untuk memproduksi
insulin sendiri. :asilnya adalah hiperinsulinemia pada janin. Segera setelah
lahir terjadi pemutusan aliran darah ibu kejanin, akibatnya suplai glukosa dari
ibu juga terhenti. ;amun, insulin masih tetap diproduksi oleh pan#reas bayi
sebagai adaptasi terhadap kondisi hiperglikemia sebelumnya. :al ini yang
menyebabkan hipoglikemia pada bayi yang baru lahir.
%. Makrosomia.
-
(ayi dari ibu diabetes #enderung lebih besar dan montok dari pada bayi
yang lahir normal. 8ekanisme yang menyebabkan janin ini tumbuh berlebih
belum diketahui dengan pasti. +kan tetapi, dari beberapa penelitian
didapatkan ada kolerasi positif antara tingkat makrosomia janin pada ibu yang
tidak mengalami konflikasi penyakit 'askuler. :al tersebut dimungkinkan
karena hiperglikemia dan hiperinsulinemia pada janin se#ara bersama-sama
dapat menyebabkan peningkatan sintesis glikogen, lipogenesis dan sintesis
protein dalam tubuh janin.sebagai hasil akhirnya, janin tumbuh subur6pesat
pada semua tingkat usia kehamilan yang disebut large for gestational age
(LGA).
3. Respiratory distress syindrome (RDS).
(ayi dari ibu diabetes mempunyai risiko tinggi mengalami <)S. :al ini
berkaitan dengan imaturitas paru sebagai akibat hiperinsulinemia janin.
:iperinsulinemia menghambat produksi surfaktan karena hiperinsulinemia
mepengaruhi perbandingan lesitin dengan spingomielin yang merupakan
unsur utama pembentukan surfaktan.
(. Anomaly congenital.
(ayi dari ibu diabetes mempunyai risiko tiga kali lebih besar untuk
mengalami #a#at bawaan. 9adar gula darah yang meningkat selama trimester
pertama dihubungkan dengan banyaknya kelainan malformasi fetal, seperti
kelainan jantung bawaan.
. Hiperbilirubinemia.
:iperbilirubinemia ini bisa terjadi dihubungkan dengan makrosomia,
trauma kelahiran dan pendarah akibat trauma kelahiran dan prematuritas.
!. Hipokalsemia.
:ipokalsemia ini akibat ketidaknormalan pada kadar kalsium ibu yang
disalurkan pada janin. 9adar kalsium dalam darah ibu yang tinggi selama
kehamilan (diabetes) direspon oleh janin berupa hipoparatiroid yang
kemudian menyebabkan hipokalsemia.
0
". #rauma la$ir.
:al ini terjadi akibat tubuh bayi dari ibu diabetes yang melebihi ukuran
normal sehingga sering terjadi penyulit pada proses persalinan.
E. TANDA DAN GE)ALA
1. (ayi besar dan montok
. (ayi gelisah, gemetar, lesu, dan daya isap jelek dapat juga terjadi.
-. Sekitar =5. bayi dari ibu diabetes selama kehamilan menderita hipoglikemia.
0. (anyak bayi dari ibu yang diabetes menderita takipnea.
F. KELAINAN YANG TER)ADI PADA BAYI DARI IBU DIABETES
Kelai$a$
a$te$atal
Kelai$a$
*e+i$atal
Kelai$a$ $e'$atal Kelai$a$ !asa a$a"
,a$ +e!a-a
1. Ke!atia$
-a$i$
%. T+'!b'sis
.. Mal/'+!asi
(. K'$&e$ital
0. Ma"+'s'!ia
T+a!a
La#i+
1. Hi*'&li"e!ia
%. Hi*'"alse!ia
.. RDS
(. Hi*e+bili+bi$e!ia.
0. A$'!al1
2'$&e$ital.
1. Obesitas
%. Diabetes
.. Ga$&&a$
I$tele"tal
(. At'a$tib',i
G. KOMPLIKASI
1. Hi*'&li"e!ia
9edutan, gugup, tremor, sianosis, letargi, frekuensi pernafasan tak teratur,
apnea, lemah, menangis nada tinggi, kesulitan makan, mata berputar,
hipertermia
%. Hi*'"alse!ia
5
,emah, kejang, tidak kuat mengisap, episode apnue (henti nafas)
.. RDS
)ispneu, sianosis, hipotensi, bradikardi, hipotermi, tonus otot meningkat,
edema.
(. Hi*e+bili+bi$e!ia.
8engantuk, tidak kuat mengisap, muntah, mata berputar-putar keatas,
opistotonus (posisi tubuh melengkung, leher mendekati punggung), kejang
0. Ma"+'s'!ia
8empunyai wajah berubi (menggembung), pletoris (wajah tomat), badan
montok dan bengkak, kulit kemerahan, lemak tubuh banyak, plasenta dan tali
pusat lebih besar dari rata-rata
3. T+a!a La#i+
4. A$'!al1 2'$&e$ital
H. PEMERIKSAAN PENUN)ANG
1. !emantauan glukosa darah, kimia darah, analisa gas darah
. :emoglobin (:b), :ematokrit (:t)
I. PENATALAKSANAAN MEDIS
Setelah lahir, semua bayi yang lahir dari ibu diabetes harus mendapat
pengamatan dan perawatan intensif. +dapun penatalaksanaan umum yang
dilakukan adalah*
1. !eriksa kadar gula darah bayi segera setelah lahir. Selanjutnya, kontrol setiap
jam sampai kadar gula darah normal dan stabil.
. /ika kondisi bayi baik, berikan minuman setelah -- jam kelahiran. /ika bayi
sulit mengisap, beri makanan melalui intra'ena.
$
-. 8engatasi hipoglikemia dengan #ara memberi infuse glukosa 10. , injeksi
bolus glukosa kadar tinggi harus dihindarkan karena dapat menyebabkan hiper
insulinemia.
). PROGNOSIS
!erkembangan fisik normal, tetapi bayi yang besar #enderung mengalami
obesitas pada masa kanak-kanak yang dapat berlanjut ke kehidupan dewasa.
K. Masala# "e*e+a5ata$ ,a$ ,ata 1a$& *e+l ,i"a-i
!engkajian yang dilakukan terhadap bayi dari ibu diabetes adalah mengkaji
tanda <)S, hiperbilirubinemia, trauma lahir, kelainan kongenital, hipokalsemia.
!engkajian keperawatan yang #ermat dan terus menerus serta perawatan yang
intensif sangat penting dalam penurunan bahaya potensial.
L. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Risi"' i$/e"si b., Ti,a" a,e"at *e+ta#a$a$ se"$,e+
%. Keti,a"e/e"ti/a$ *'la $a/as b., I!at+itas Ne+'l'&is
.. Resi"' 2e,e+a b.,. t+a!a "ela#i+a$ se"$,e+ te+#a,a* !a"+'s'!ia
(. A$sietas 6'+a$& ta7 b.,. a$2a!a$ *e+ba#a$ stats "ese8#ata$9 "+isis
sitasi'$al
0. De/isie$si *e$&eta#a$ be+#b$&a$ ti,a" /a!ilie+ ,e$&a$ s!be+
i$/'+!asi
=
). INTER:ENSI KEPERAWATAN
N'
Dia&$'sa
Ke*e+a5ata$
T-a$ I$te+;e$si
1 Risi"' i$/e"si b.,
Ti,a" a,e"at
*e+ta#a$a$
se"$,e+
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama>>
pasien tidak mengalami
infeksi dengan kriteria
hasil*
1. (ayi bebas
dari tanda dan gejala
infeksi
. 8enunjukka
n perilaku hidup sehat.
NIC <
1. !ertahankan teknik aseptif
. (atasi pengunjung bila perlu
-. ?u#i tangan setiap sebelum
dan sesudah tindakan
keperawatan
0. 5unakan baju, sarung tangan
sebagai alat pelindung
5. &ingkatkan intake nutrisi
(+S4)
$. 8onitor tanda dan gejala
infeksi
=. !ertahankan teknik isolasi
3. 4nspeksi kulit dan membran
mukosa terhadap kemerahan,
panas, drainase.
%. 8onitor adanya luka
10. +jarkan orang tua tanda dan
gejala infeksi
11. 9aji suhu badan pada bayi
setiap 0 jam
% Keti,a"e/e"ti/a$
*'la $a/as b.,
I!at+itas
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama ........
pasien menunjukkan
NIC<
1. +uskultasi suara nafas, #atat
adanya suara tambahan.
3
Ne+'l'&is keefektifan pola nafas,
dibuktikan dengan kriteria
hasil*
1. 8enunjukkan jalan
nafas yang paten (irama
nafas, frekuensi
pernafasan dalam
rentang normal, tidak
ada suara nafas
abnormal)
. &anda &anda 'ital
dalam rentang normal
(tekanan darah, nadi,
pernafasan)
. (erikan bronkodilator
-. (erikan pelembab kassa
basah ;a?l ,embab
0. +tur intake untuk #airan
mengoptimalkan
keseimbangan (+S4)
5. 8onitor respirasi
$. (ersihkan mulut, hidung
=. !ertahankan jalan nafas yang
paten
3. 8onitor 'ital sign
%. 8onitor pola nafas
. Keti,a"e/e"ti/a$
Pe!be+ia$ ASI
b., Re/le"s
!e$&isa* b+"
NOC
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama >>.
diharapkan keefektifan
pemberian +S4
dipertahankan, dengan
#riteria hasil *
1. 9emantapan
menyusui bayi
. 9emantapan menyusui
ibu
-. 8empertahankan
menyusui
0. 8eningkatnya
NIC
1. @bser'asi teknik menyusui
dengan benar
. !antau kemampuan bayi
untuk menghisap
-. !antau kemampuan bayi
untuk men#engkram puting deng
an benar
0. !ant au i nt egr i t as kul i t
put t i ng
5. +njurkan ibu untuk tidak
membatasi bayi
%
pengetahuan ibu tentang
menyusui
pada waktu menghisap
$. 4nformasikan pada ibu
tentang pilihan " pilihan
pompa yang tersedia jika
dibutuhkanuntuk mempertahankan
laktasi
( Resi"' 2e,e+a
b.,. t+a!a
"ela#i+a$
se"$,e+
te+#a,a*
!a"+'s'!ia
NOC
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama >>.
diharapkan ?edera
teridentifikasi dan teratasi
9riteria *
1. (ayi tidak
mengalami #edera yang
tak teridentifikasi 6tak
teratasi atau gejala sisa
neurologis

NIC
1. ,aporkan gejala-gejala #edera
kelahiran pada dokter
. )okumentasikan tujuan
pengkajian pada #atatan
perawatan dan perbaiki pada
setiap pergantian shift
-. Abah posisi dari satu sisi ke sisi
lain setiap jam
0. 4mplementasikan dan
pertahankan bebat, popok
khusus, dll sesuai pesanan
0 A$sietas 6'+a$&
ta7 b.,.
a$2a!a$
*e+ba#a$ stats
"ese8#ata$9 "+isis
sitasi'$al
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama >>.
ke#emasan orang tua
berkurang 6 hilang, dengan
#riteria *
NOC
Me$&'t+'l 2e!as
NIC
Me$+$"a$ Ce!as
1. 5unakan pendekatan dengan
konsep atraumatik #are
. /angan memberikan jaminan
tentang prognosis penyakit
-. /elaskan semua prosedur dan
dengarkan keluhan
10
a. 9lien6keluarga mampu
mengidentifikasi dan
mengungkapkan gejala
#emas.
b. 8engidentifikasi,
mengungkapkan, dan
menunjukkan teknik
untuk mengontrol
#emas
#. Bital sign (&), nadi,
respirasi) dalam batas
normal
d. 8enunjukkan
peningkatan
konsentrasi dan
akurasi dalam berpikir
klien6keluarga
0. !ahami harapan
pasien6keluarga dalam
situasi stres
5. &emani pasien6keluarga
untuk memberikan
keamanan
dan mengurangi takut
$. (ersama tim kesehatan,
berikan informasi mengenai
diagnosis, tindakan
prognosis
=. (antu pasien mengenal
penyebab ke#emasan
3. )orong
pasien6keluarga untuk
mengungkapkan perasaan,
ketakutan, persepsi tentang
penyakit
3 De/isie$si
*e$&eta#a$
be+#b$&a$
ti,a" /a!ilie+
,e$&a$ s!be+
i$/'+!asi 6==1%37
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama >.>
keluarga mengerti tentang
kondisi pasien, dengan
#riteria hasil
NOC
K$'5le,&e < Diease
*+'ses 61>=.7
a. 9elu
NIC
Tea2#i$& < Diease *+'2ess
1. (erikan
penilaian tentang penyakit
pengetahuan pasien tentang
proses penyakit yang
spesifik
. /elaskan
patofisiologi dari penyakit
dan bagaimana hal ini
11
arga menyatakan
pemahaman tentang
penyakit kondisi
prognosis dan program
pengobatan
b. 9elu
arga mampu
menjelaskan faktor
resiko penyakit anak
#. 9elu
arga mampu
menjelaskan tanda dan
gejala penyakit anak
d. 9elu
arga mampu
melaksanakan prosedur
yang dijelaskan se#ara
benar
e. 9elu
arga mampu
menjelaskan kembali
apa yang dijelaskan
perawat6 tim kesehatan
lainya
berhubungan dengan
anatomi fisiologi dengan
#ara yang tepat
-. 5ambarkan
tanda dan gejala yang biasa
mun#ul pada penyakit,
dengan #ara yang tepat
0. 4dentifikasika
n kemungkinan dengan #ara
yang tepat
K. IMPLEMENTASI
1
&indakan keperawatan adalah pelaksanaan asuhan keperawatan yang
merupakan realisasi ren#ana tindakan yang telah ditentukan dalam tahap peren#anaan
dengan maksud agar kebutuhan pasien terpenuhi se#ara optimal (Santosa ;4, 1%%5).
L . E:ALUASI
C'aluasi adalah merupakan langkah akhir dari proses keperawatan
yaitu proses penilaian pen#apaian tujuan dalam ren#ana perawatan, ter#apai atau tidak
serta untuk pengkajian ulang ren#ana keperawatan (Santosa ;4, 1%%5). C'aluasi
dilakukan se#ara terus menerus dengan melibatkan pasien, perawat dan petugas
kesehatan yang lain. )alam menentukan ter#apainya suatu tujuan asuhan
keperawatan pada bayi dengan post +sfiksia sedang, disesuaikan dengan kriteria
e'aluasi yang telah ditentukan. &ujuan asuhan keperawatan dikatakan berhasil bila
diagnosa keperawatan didapatkan hasil yang sesuai dengan kriteria e'aluasi.
DAFTAR PUSTAKA
1. Dong. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Volume 2. /akarta* C5?, 00.
. Sa#hann, 8 <ossa. 1%%$. Prinsip Keperawatan Pediatri. /akarta * C5?.
-. Suriadi, dkk 001. Askep Pada Anak. /akarta. !t 7ajar 4nterpratama.
0. ;gastiyah. 005. Perawatan Anak !akit, ed . /akarta* C5?.
5. ;+;)+ 4nternational. "anda #nternational$ "ursing %iagnoses 00%-011.
AS+* Dilley (la#kwell !ubli#aton, 00%.
1-
$. 8oorhead, Sue, 8eridean 8aas, 8arion /ohnson. ;ursing @ut#omes
?lassifi#ation (;@?) 7ourth Cdition. AS+* 8osby Clse'ier, 003.
=. (ule#hek, 5loria 8, /oanne ?. 8#?loskey. ;ursing 4nter'etion
?lassifi#ation(;4?) 7ifth Cdition. AS+* 8osby Clse'ier, 003.
10