Anda di halaman 1dari 20

TUGAS MANDIRI

Sistem Perhitungan Biaya Berbasis Aktivitas


Mata Kuliah : Akuntansi Manajemen


Nama Mahasiswa : Nathalia
NPM : 120910121
Kode Kelas : 132-AC005-N4
Dosen : Hikmah,S.E,M.SI



UNIVERSITAS PUTERA BATAM
2014


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa ,karena
atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik. Makalah yang berjudul Sistem Perhitungan Biaya Berbasis Aktivitas ini
membahas tentang sistem perhitungan biaya berbasis aktivitas seperti
penelusuran biaya aktivitas menuju produksi ,bagaimana manajemen berbasis
aktivitas itu , pertimbangan mengenai system perhitungan biaya berbasis
aktivitas dan hal yang bersangkutan lainnya .
Dalam penulisan makalah ini saya banyak mendapat bantuan dari berbagai
sumber dan pihak. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini. Saya sadar bahwa
dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal itu di karenakan
keterbatasan kemampuan dan pengetahuan saya. Maka dari itu, saya memohon
maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan.
Di akhir kata , saya ucapkan terima kasih .






Batam, 1 Mei 2014

Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah ........................................................................... 2
1.3 Tujuan.................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Menelusuri Biaya Aktivitas............................................................... 3
2.2 Menelusuri Biaya dari Aktivitas ke Produk.................................... 6
2.3 Manajemen Berbasis Aktivitas........................................................... 8
2.4 Mengukur Biaya Kapasitas Sumber Daya........................................ 9
2.5 Biaya Tetap dan Biaya Variabel dalam Sistem Perhitungan
Biaya Berbasis Aktivitas..................................................................... 10
2.6 Perhitungan Biaya Berbasis Aktivitas yang Dikendalikan oleh
Waktu.................................................................................................... 10
2.7 Persamaan Waktu................................................................................ 11
2.8 Beban Pemasaran,Penjualan,Distribusi,dan Administrasi :
Penelusuran Biaya-ke Pelanggan........................................................ 12
2.9 Mengelola Profitabilitas dari Pelanggan............................................ 12
BAB III PENUTUP
Kesimpulan .................................................................................................... 16
Saran............................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 17


ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semakin derasnya arus teknologi dan informasi, perusahaan dituntut
untuk lebih dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tersebut
dalam persaingan global. Kelangsungan hidup suatu perusahaan dapat
ditentukan oleh berbagai strategi yang diterapkan oleh perusahaan. Salah satu
strategi yang dapat digunakan perusahaan agar dapat bersaing dalam bisnis
global ini adalah dengan mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas,
meningkatkan kualitas produk atau jasa dan meningkatkan kemampuan untuk
memberi respon terhadap berbagai kebutuhan pelanggan.
Bervariasinya sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi suatu
produk, maka perusahaan pun harus dapat menggunakan sumber daya tersebut
dengan lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan perusahaan lain yang
sejenis. Perhitungan biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan untuk
menghasilkan suatu produk pun haruslah akurat, sehingga perusahaan dapat
menentukan harga jual yang kompetitif di pasar global ini.
Manajemen sering kali mengabaikan perhitungan biaya produksi secara
akurat yang dapat mengakibatkan perusahaan tersebut tidak mampu bersaing
di pasaran. Oleh karena itu, manajer suatu perusahaan membutuhkan suatu
informasi mengenai biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi
suatu produk secara akurat. Pembebanan setiap biaya produksi yang
dikeluarkan untuk satu unit produk dengan suatu metoda dapat membantu
manajemen memperoleh informasi mengenai biaya produksi satu unit produk
dengan lebih akurat. Metoda ini didalam akuntansi manajemen dinamakan
sebagai Metode Activity Based Costing (ABC) System.
Metode Activity Based Costing (ABC) System menghitung setiap biaya
pada masing-masing aktivitas dengan dasar alokasi yang berbeda untuk
masing-masing aktivitas. Banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia belum
mengadopsi metode ini dalam penghitungan biaya produksi yang dikeluarkan
untuk setiap produk. Umumnya metode yang digunakan oleh perusahaan yang
berada di Indonesia adalah pemerataan biaya secara umum untuk masing-
1
masing produk. Padahal masing-masing produk tersebut kenyataannya tidak
menggunakan sumber daya dalam jumlah yang sama.
Metode manajemen biaya yang canggih seperti Activity Based Costing
(ABC) banyak diterapkan pada perusahaan perusahaan dunia. ABC
membantu perusahaan mengurangi distorsi yang disebabkan oleh sistem
penentuan harga pokok tradisional, sehingga dengan ABC dapat diperoleh
biaya produk yang lebih akurat. ABC menyediakan pandangan yang jelas
bagaimana perusahaan membedakan produk, jasa dan aktivitas yang
memberikan kontribusi dalam jangka panjang. Sistem ABC telah
dikembangkan dan diimplementasikan pada banyak perusahaan seperti
Hewlett-Packara,General Electric , Merck , AT&T dan American Express .

1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas ,perumusan masalahnya sebagai berikut :
1. Bagaimanakah bentuk metode ABC itu ?
2. Tindakan bagaimanakah yang harus dilakukan oleh manajer bagi
perusahaannya ?


1.3 Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Memahami bentuk system ABC yang dijalankan oleh sebuah perusahaan .
2. Bagaimana pentingnya system ABC tersebut .
3. Bagaimana Manajer dapat bersikap dan mengambil keputusan dalam
penyusunan system ABC itu sendiri .





2
BAB II
PEMBAHASAN
Sistem biaya berbasis aktivitas ( activity-based cost-ABC ) pada umumnya
menggunakan pendekatan dua tahap yang hamper sama namun lebih umum
daripada system biaya tradisional. Sistem biaya tradisional menggunakan
departemen dan sentra biaya actual dalam mendefinisikan kumpulan biaya untuk
mengakumulasi dan mendistribusikan biaya . Sistem ABC,yang tidak
menggunakan sentra biaya,menggunakan aktivitas untuk mengakumulasi biaya.
Pengembangan system ABC dimulai dengan menanyakan aktivitas apa yang
dilakukan oleh sumber daya yang dimiliki oleh departemen . ABC kemudian
mengalokasikan beban sumber daya ke aktivitas berdasarkan berapa banyak
sumber daya yang digunakan oleh masing-masing aktivitas tersebut .

2.1 Menelusuri Biaya Aktivitas
Laura Tunney ,kontroler kepada Ericson Ice Cream , memulai analisisnya
terhadap beban tidak langsunbg dengan melihat tunjangan yang dibayarkan
kepada para karyawan . Ia mempelajari bahwa biaya tunjangan memberi
tambahan 40% atas gaji yang dibayarkan kepada tenaga kerja langsung dan tidak
langsung . Ia mengalokasikan biaya tunjangan sebagai margin sebesar 40% untuk
semua biaya tenaga kerja langsung dan tidak langsung .
Tunney kemudian mewawancarai semua kepala departemen yang bertanggung
jawab terhadap tenaga kerja tidak langsung dan menemukan bahwa tenaga kerja
tidak langsung di departemen tersebut setidaknya memproses tiga aktivitas utama
. Sekitar setengah ( 50% ) tenaga kerja tidak langsung terlibat dalam penjadwalan
pesanan produksi ,pembelian , persiapan,dan pengeluaran material untuk operasi
produksi dan menginspeksi beberapa unit pertama yang diproduksi setiap saat
proses beralih ke rasa yang baru .Tunney mengelompokkan semua tugas ini ke
aktivitas yang disebutnya penanganan produksi . 40% tenaga kerja lainnya
melakukan pengubahan produksi es krim dari rasa satu ke rasa yang lainnya.
3
Aktivitas ini dinamakannya sebagai instalasi mesin. Saat mewawancarai
supervisor,Tunney memahami bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mengubah
produksi ke coklat adalah pendek , hanya 2,4 jam , karena rasa sebelumnya tidak
perlu dibersihkan sampai benar-benar bersih .Sementara itu rasa lainnya
memerlukan waktu pengubahan yang lebih lama . Es krim dengan rasa moka-
almond memerlukan waktu pengubahan paling lama 7,6 jam , untuk
membersihkan semua bahan ( kacang-kacangan ) dan juga untuk memenuhi
spesifikasi kualitas yang disyaratkan .
Untuk 10% waktu sisanya ,para tenaga kerja tidak langsung tersebut
membuat catatan mengenai keempat rasa es krim tersebut ,termasuk membuat
rincian material yang diperlukan,memonitor dan menjaga suplai minimum
persediaan bahan mentah dan bahan jadi untuk masing-masing
produk,memperbaiki proses produksi,dan melakukan perubahan resep produk
tersebut . Tunney menyebut aktivitas-aktivitas ini sebagai pendukung produk .
Saat ia melakukan wawancara,Tunney telah melaksanakan dua langkah
pertama pembuatan desain system biaya berbasis aktivitas :
1. Menyusun kamus aktivitas- daftar aktivitas utama yang dilakukan oleh
sumber daya pabrik ( baik sumber daya manusia maupun sumber daya
fisik ) .
2. Mendapatkan informasi yang cukup untuk mengalokasikan beban sumber
daya ke masing-masing aktivitas dalam kamus aktivitas ( 50% tenaga kerja
langsung untuk penanganan produksi, 40% instalasi mesin , dan 10%
untuk pendukung produk ) .
Tunney telah mengikuti panduan dengan baik menggunakan bentuk verbal
kata-kata seperti penanganan ,instalasi dan pendukung untuk menjelaskan
aktivitas . Aktivitas tersebut sebaiknya dapat menjelaskan apa yang dilakukan
oleh masing-masing sumber daya,seperti manusia dan peralatan .
Tunney kemudian mengalihkan perhatiannya ke beban sebesar $300.000 yang
diperlukan untuk mengoperasikan system computer perusahaan. Ia
mewawancarai manajer pusat data dan manajemen departemen system
4
informasi dan menemukan bahwa penjadwalan produksi di pabrik dan
pemesanan serta pembayaran material untuk setiap pengoperasian produksi
memerlukan sebagian besar waktu computer dan program piranti lunak .
Karena masing-masing pengoperasian produksi dilakukan untuk konsumen
yang spesifik,waktu computer yang diperlukan untuk menyiapkan dokumen
pengiriman serta penagihan kepada konsumen juga masuk ke aktivitas ini .
Secara keseluruhan,aktivitas produksi memakan 80% dari sumber daya
computer .
20% sumber daya computer lainnya menyimpan catatan mengenai
keempat produk yang ada ,termasuk pemrosesan produksi dan informasi
pemberitahuan perubahan teknis yang terkait dengannya .Tunney meyakini
bahwa beban ini harus dialokasikan ke aktivitas pendukung produk,yang juga
telah disebutkan di dalam kamus aktivitasnya .
Tiga kategori sisa beban overhead ( depresiasi mesin,perawatan mesin,dan
energy untuk mengoperasikan mesin ) terkait dengan kapasitas mesin yang
tersedia untuk memproduksi es krim dengan berbagai rasa . Mesin tersebut
memiliki kapasitas praktikal sebanyak 12.000 jam waktu produktif untuk
membuat es krim . Untuk pekerjaan ini, Tunney menambahkan satu entri baru
ke kamus aktivitasnya ,yaitu pengoperasian mesin.
Tunney mencatat bahwa walaupun ia telah mendefinisikan empat aktivitas
untuk biaya tidak langsungnya ,aktivitas tersebut mewakili tiga tingkatan yang
berbeda dalam hierarki biaya :

Aktivitas Hierarki Biaya
Pengoperasian mesin Tingkatan unit
Penanganan produksi Tingkatan kelompok
Instalasi mesin Tingkatan kelompok
Pendukungan produk Pemertahanan produk

5
Menemukan setidaknya satu aktivitas untuk setiap tingkatan hierarki
memberikannya keyakinan bahwa kompleksitas proses manufaktur dapat
ditunjukkan dengan cukup baik oleh system biaya berbasis aktivitas .
Sampai di titik ini, Tunney telah menyelesaikan separuh desain system
ABC yang baru dan dapat mengalokasikan semua beban tidak langsung dan
pendukung ke masing-masing aktivitas produksi . Ia menyiapkan gambar ini
sebagai hasil kesimpulan analisinya .
Penanganan
produksi
Instalasi
mesin
Produk
pendukung
Pengopera
sian mesin
Total
beban
Tenaga kerja tidak langsung
( ditambah 40% tunjangan )
50% 40% 10% $840,000
Beban computer 80% 20% 300,000
Depresiasi mesin 100% 240,000
Perawatan 100% 120,000
Energi 100% 60,000
Beban aktivitas $660,000 $336,000 $144,000 $420,000 $1,560,000

Model ABC tersebut baru separuh selesai karena saat beban perusahaan
dialokasikan ke aktivitas-aktivitas produksi ,biaya-biaya tersebut belumlah
dialokasikan ke masing-masing produk. Sejauh ini Tunney telah mendapatkan
beberapa masukan yang penting dari analisisnya. Sebelumnya,ia hanya melihat
kategori beban,seperti pengeluaran perusahaan untuk computer ,energy,dan tenaga
kerja tidak langsung . Sekarang ia dapat melihat mengapa Ericson Ice Cream
mengeluarkan beban untuk aktivitas ini .Lebih khususnya,ia dapat melihat beban
yang tinggi untuk aktivitas seperti penanganan produksi dan instalasi mesin yang
digunakan untuk membuat es krim dengan rasa istimewa.

2.2 Menelusuri Biaya dari Aktivitas ke Produk
Setelah Tunney mengerti bagaimana sumber daya digunakan untuk
melakukan aktivitas ,ia dapat mengalihkan perhatiannya untuk memahami
6
kuantitas aktivitas yang diperlukan oleh keempat produk perusahaan .Pengetahuan
ini akan memungkinkan mengaitkan biaya aktivitas untuk masing-masing rasa .
Pemicu biaya aktivitas mempresentasikan kuantitas aktivitas yang
digunakan untuk memproduksi masing-masing produk .Tunney mengidentifikasi
pemicu biaya-biaya untuk aktivitas-aktivitas dalam kamus aktivitasnya . Setelah
pemicu biaya ditentukan,Tunney mendapatkan informasi kuantitatif atas total
kuantitas setiap aktivitas yang digunakan oleh masing-masing produk es krim .
Tunney sekarang memiliki cukup informasi untuk mengestimasi model
ABC yang komplit untuk pabrik Ericson Ice Cream .Ia menghitung tariff pemicu
biaya aktivitas dengan cara membagi beban aktivitas dengan total kuantitas
pemicu biaya aktivitas .Kemudian Tunney mengkalikan tariff pemicu biaya
aktivitas dengan kuantitas masing-masing pemicu biaya aktivitas yang digunakan
oleh masing-masing keempat produk tersebut .Tunney mengkombinasikan
analisis beban aktivitas untuk setiap produk dengan biaya material dan tenaga
kerja langsungnya .Sekarang Tunney dapat melihat biaya dari semua aktivitas
yang dilakukan untuk masing-masing produk .
Tunney sekarang memahami mengapa laba Ericson menurun di tahun-
tahun terakhir ini . Dua produk spesialnya yang dikabarkan menguntungkan
perusahaan oleh laporan system biaya sebelumnya ,ternyata tidaklah
menguntungkan dan memberi kerugian besar bagi perusahaan . Perusahaan telah
menambahkan banyak kuantitas sumber daya overhead system computer dan
karyawan serta pendukung tidak langsung lainnya lebih besar untuk mendesain
dan memproduksi produk-produk tersebut .Tambahan pendapatan dari penjualan
es krim strawberry dan moka-almond gagal menutup beban sumber daya
pendukung tambahan yang diperlukan .
Namun,analisis berbasis aktivitas menunjukkan hal yang berbeda dengan
pandangan system tradisional dan system ABC untuk es krim rasa coklat dan
strawberry .Sistem biaya tradisional yang mengalokasikan biaya overhead secara
proposional dengan biaya tenaga kerja tidak langsung ,mengalokasikan terlalu
banyak biaya overhead ke es krim coklat ,produk yang sederhana ,dan terlalu
7
sedikit ke es krim strawberry yang lebih kompleks .Secara umum,tidak hanya
dalam contoh sederhana perusahaan Ericson Ice Cream ,perusahaan yang
memproduksi produk dengan volume sedikit memerlukan lebih banyak sumber
daya per unit yang diproduksi untuk melakukan instalasi ,penanganan produksi
dan desain serta pendukung .

2.3 Manjemen Berbasis Aktivitas
Manajemn berbasis aktivitas merujuk pada tindakan yang diambil oleh
para manajer ,berdasarkan studi ABC ,untuk meningkatkan efisiensi aktivitas serta
keuntungan produk-produknya .Sebagai contoh ,Dennis Selmor di departemen
penjualan dan pemasaran ,mungkin mencoba meningkatkan harga produk es krim
yang tidak menguntungkan untuk menutup biaya produksi dan pemertahannya
yang lebih tinggi .Saat ini,biaya penanganan produksi dan instalasi kedua produk
ini lebih besar daripada biaya material dan tenaga kerjanya .Para manajer
penjualan dan pemasaran juga dapat berusaha memperluas permintaan terhadap es
krim vanilla dan coklat yang menguntungkan perusahaan .
Tindakan ABM lainnya bertujuan memperbaiki proses ,terutama proses
yang melakukan aktivitas pemertahanan kelompok dan produk .Jeffrey Donald
dan personel produksi lainnya di Ericson dapat mengarahkan ulang perhatian
mereka dari mencoba mengoperasikan peralatannya dengan lebih cepat untuk
memperlajari bagaimana cara mengurangi waktu instalasi sehingga produk es
krim dengan rasa khusus yang diproduksi dalam kelompok kecil akan menjadi
lebih murah untuk diproduksi .
Kombinasi dampak perbaikan proses,penetapan harga baru,peningkatan
volume penjualan dan perbaikan teknis serta desain secara signifikan dapat
meningkatkan keuntungan Ericson tanpa harus mengkompromikan
kemampuannya memproduksi es krim standar yang diproduksi dalam volume
besar dan es krim dengan rasa special yang diproduksi dalam volume kecil .
Sistem ABC tersebut telah memberikan banyak masukan pada para manajer
8
Ericson bahwa mereka dapat mengubah operasinya yang kini merugi menjadi
untung .

2.4 Mengukur Biaya Kapasitas Sumber Daya
Dalam mengukur tariff pemicu biaya,seperti biaya per produksi,Laura
Tunney membagi beban untuk menjalankan produksi sebesar $660.000 dengan
2.000 kali produksi yang dilakukan selama periode tersebut . Namun
demikian,umpamakan bahwa kuantitas tenaga kerja tidak langsung yang tersedia
dapat melakukan 2.400 kali produksi ,walaupun hanya 2.000 kali produksi yang
dijadwalkan untuk kuartil ini . Para analisis dapat mendapatkan estimasi yang
lebih baik mengenai biaya sumber daya yang diperlukan untuk menagani setiap
kali produksi dilakukan dengan membagi beban aktivitas dengan kapasitas
praktikal ,bukan kapasitas yang sebenarnya digunakan .
Kapasitas praktikal biasanya disetimasi sebagai persentase dari kapasitas
teori,misalnya 80% atau 85% nya .Yaitu , apabila seorang karyawan atau mesin
biasanya dapat berkerja sampai dengan 40 jam per minggu ,kapasitas praktikal
dapat diestimasikan sebesar 32 jam per minggu .Estimasi ini memungkinkan 20%
waktu mereka untuk istirahat,kedatangan dan kepulangan,serta komunikasi tidak
berkaitan dengan pekerjaan yang sebenarnya dilakukan . Untuk mesin , 20%
tersebut menunjukkan alokasi untuk turun mesin dalam rangka
perawatan,perbaikan dan penjadwalan .
Dengan mengetahui kapasitas praktikal , sang analis dapat menghitung
biaya perunit suatu aktivitas ,seperti penanganan produksi secara lebih akurat :
Biaya per unit = Biaya Kapasitas yang tersedia
Kapasitas Praktikal sumber daya yang tersedia


9
2.5 Biaya Tetap dan Biaya Variabel dalam Sistem Perhitungan Biaya
Berbasis Aktivitas
Walaupun system ABC mengalokasikan kebanyakan biaya tidak langsung
ke produk , system ini tidak mengasumsikan bahwa biaya tersebut besifat variable
dalam pandangan tradisional ;bahwa biaya itu akan meningkat atau menurun
mengikuti perubahan volume aktivitas jangka pendek . Apabila perusahaan tidak
melakukan satu instalasi atau tidak melakukan satu kali produksi , biaya secara
keseluruhannya tidak akan berubah ,karena itu banyak pihak menyebutkan bahwa
biaya tidak langsung dan pendukung adalah biaya tetap .
Kebanyakan biaya yang dialokasikan oleh system ABC menunjukkan
biaya yang di komitmenkan ini,tetapi biaya tersebut dapat saja menjadi biaya
variable apabila manajer menginginkannya .Biaya dapat menjadi variable melalui
dua tahapan . Pertama , permintaan atas kapasitas sumber daya berubah entah
karena perubahan kuantitas aktivitas yang dilakukannya atau karena perubahan
efisiensi dalam melakukan aktivitas tersebut . Kedua , para manajer membuat
keputusan untuk mengubah suplai kapasitas yang dikomitmenkan entah
menambah atau menurunkan ,untuk memenuhi tingkat permintaan akan aktivitas
oleh sumber daya tersebut
.
2.6 Perhitungan Biaya Berbasis Aktivitas yang Dikendalikan oleh Waktu
Pendekatan umum terhadap perhitungan biaya berbasis aktivitas
mengalokasikan berbagai beban sumber daya ke aktivitas berdasarkan wawancara
dan survey .Sebagaimana disebutkan sebelumnya,pendekatan ini memakan
waktu,mahal,sering tidak akurat , dan sulit diperbarui .Perusahaan kini mengatasi
permasalahan ini dengan menggunakan perhitungan biaya berbasis aktivitas yang
dikendalikan oleh waktu,pendekatan baru yang memerlukan hanya ua parameter
untuk diestimasi :
1. Biaya per unit penyediaan kapasitas untuk tiap departemen atau proses .
2. Konsumsi kapasitas ( dalam unit waktu ) oleh tiap transaksi atau produk .
10
Dalam contoh Ericson Ice Cream,biaya penyediaan tenaga kerja tidak langsung
adalah sebesar $840.000 ,termasuk tunjangan.Untuk mengekstimasikan kapasitas
praktiknya,asumsikan bahwa kelima puluh tenaga kerja tidak langsung
menyediakan 500jam kerja tiap kuartalnya,atau 25.000 jam tenaga kerja secara
keseluruhan .Kapasitas praktikalnya ( sekitar 80% dari kapasitas praktikal ) adalah
sekita 20.000 jam per kuartal,menyebabkan biaya per unit penyediaan tenaga
kerja tidak langsung sebagai berikut :
Biaya tenaga kerja tidak langsung per jam = $840.000 = $42 per jam
20.000jam

2.7 Persamaan Waktu
Keuntungan lain dari ABC yang dikendalikan waktu timbul dari pelanggaran
penyederhanaan asumsi bahwa semua pesanan atau transaksi jenis tertentu adalah
sama , sehingga memerlukan lama waktu pemrosesan yang juga sama . ABC yang
dikendalikan waktu tidak memerlukan penyederhanaan ini . Sistem ABC ini
mengakomodasikan komplesitas operasi nyata dengan persamaan waktu,fitur baru
yang memungkinkan model ini mencerminkan bagaimana pesanan dan transaksi
yang berbeda menyebabkan perbedaan waktu pemrosesan. Persamaan waktu
banyak menyederhanakan proses estimasi produk dan menghasilkan model biaya
yang jauh lebih akurat yang mungkin dihasilkan oleh system ABC tradisional .
Elemen-elemen kunci untuk ABC ,yang dikendalikan oleh waktu adalah sebagai
berikut :
- Estimasi kapasitas praktikal atas sumber daya sumber daya yang
telah dikomitmenkan dan biaya-biayanya .
- Estimasi unit waktu untuk mengerjakan aktivitas-aktivitas
transaksional,termasuk penggunaan persamaan waktu saat diperlukan .

11
2.8 Beban Pemasaran,Penjualan,Distribusi, dan Administrasi : Penelusuran
Biaya- ke Pelanggan
Laura Tunney dalam model ABC awalnya,berfokus pada analisis biaya produksi
pada pabrik Ericson Ice Cream . Namun demikian , dia menyadari bahwa
perusahaan ini juga memiliki $900.000 beban pemasaran,penjualan,distribusi,dan
administrasi .Seperti kebanyakan perusahaan ,beban Ericson tersebut telah
meningkat secara tajam di tahun-tahun terakhir .Saat ia berpikir mengenai
bagaimana mengalokasikan beban ini , ia menyadari bahwa sebagian dari beban
tersebut tidak terkait dengan produk atau lini produk yang ada . Beban tersebut
dikeluarkan untuk mendukung pelanggan , segmen pasar , dan saluran distribusi
.Dan,seperti permintaan yang berbeda-beda terhadap sumber daya pabrik ,
konsumen juga berbeda dalam penggunaan sumber daya
,pemasaran,penjualan,distribusi,dan administrasinya .
Ambillah contoh perusahaan reksa dana besar . Biaya pemasaran
produknya,sperti program investasi pension,yang langsung ke perusahaan
sangatlah berbeda dari biaya pemasaran produk investasi pension ke pelanggan
retail individual . Ukuran dan pendapat rekening investasi pension juga berbeda
secara signifikan antara pelanggan perusahaan dan pelanggan retail individu .
Perusahaan perlu memahami biaya penjualan dan pelayanan masing-masing
pelanggan yang berbeda .

2.9 Mengelola Profitabilitas dari Pelanggan
Kesempatan bagi perusahaan untuk mengidentifikasi pelanggannya yang
tidak menguntungkan dan kemudian mengubah mereka menjadi pelanggan yang
menguntungkan mungkin merupakan manfaat yang paling utama yang bisa
didapat oleh para manajer perusahaan tersebut dari system ABC . Para manajer
memiliki kuasa penuh untuk bertindak-perbaikan proses,penetapan harga berbasis
aktivitas,dan pengelolaan hubungan dengan pelanggan-untuk mengubah
pelanggan yang tidak menguntungkan menjadi pelanggan yang menguntungkan .
12
Perbaikan Proses
Para manajer sebaiknya lebih dahulu memeriksa operasi internalnya untuk
melihat di mana mereka dapat melakukan perbaikan proses untuk menurunkan
biaya pelayanan pelanggan . Apabila kebanyakan pelanggan berpindah ke
pemesanan dengan volume yang lebih rendah,perusahaan harus berusaha keras
untuk mengurangi biaya terkait kelompok,seperti instalasi dan penanganan
pemesanan,sehingga preferensi pelanggan dapat diakomodasikan tanpa
meningkatkan harga secara keseluruhan .Sebagai contoh,Ericson Ice Cream dapat
berusaha menjadi efisien dalam menangani pesanan pelanggannya dengan
menginstal kapasitas online yang lebih besar dan memindahkan pelanggannya
untuk memesan melalui jaringan internet . Hal ini akan menurunkan biaya
pemrosesan kuantitas yang besar atas pesanan yang sedikit . Apabila para
pelanggan memiliki preferensi pada supplier yang memiliki banyak jenis produk ,
perusahaan manufaktur dapat mencoba mengkustomisasi produknya pada
tingkatan yang paling memungkinkan sekaligus menggunakan teknologi
informasi untuk menaikkan keterkaitan dari proses desain hingga manufaktur
sehingga variasi produk yang lebih banyak dan terkustomisasi dapat diberikan
tanpa biaya penalty ,

Penetapan Biaya Berbasis Aktivitas
Penetapan harga adalah alat yang paling canggih yang dapat digunakan
oleh perusahaan untuk mengubah pelanggan yang tidak menguntungkan menjadi
pelanggan yang menguntungkan . Penetapan harga berbasis aktivitas menetapkan
harga dasar untuk pembuatan dan pengiriman kuantitas standar bagi produk yang
standar . Selain harga dasar ini , perusahaan menyediakan menu pilihan ,dengan
harga yang terkait,atas permintaan layanan khusus oleh pelanggan .Harga layanan
khusus dalam menu tersebut dapat ditetapkan secara sederhana untuk menutup
biaya berbasis aktivitas guna melayaninya ,yang memungkinkan pelanggan
memilih dari menu tersebut fitur dan layanan yang mereka inginkan sekaligus
13
memungkinkan perusahaan menutup biaya penyediaan fitur dan layanan khusus
yang diminta oleh pelanggan tersebut .

Pengelolaan Hubungan
Perusahaan dapat mengubah pelanggannya yang tidak menguntungkan
menjadi pelanggan yang menguntungkan dengan cara memengaruhi pelanggan
semacam itu untuk menggunakan cakupan produk dan jasa perusahaan secara
lebih besar .Margin dari kenaikan pembelian pelanggan berkontribusi pada
penutupan biaya pemertahanan pelanggan . Beberapa pelanggan mungkin tampak
tidak menguntungkan karena baru saja membina hubungan dengan perusahaan .
Perusahaan tersebut mungkin menghabiskan biaya yang tinggi untuk
mendapatkan pelanggan,dan mungkin pembelian awal konsumen atas produk dan
jasa perusahaan tidak cukup menutup biaya perolehan dan perawatannya .

2.10 Model ABC untuk Perusahan Jasa
Sistem biaya berbasis aktivitas dikembangkan bagi perusahaan
manufaktur;pembuatan kamus aktivitas,pengalokasian beban ke aktivitas ,
penentuan pemicu biaya aktivitas , penghitungan tariff pemicu biaya aktivitas,dan
pengalokasian beban aktivitas ke produk dan pelanggan .Jika model ABC
mengenai profitabilitas produk dan pelanggan telah diperoleh,para manajer
perusahaan jasa tersebut dapat memikirkan tindakan ABM operasi dan strategis
seperti yang dilakukan oleh para manajer di perusahaan manufaktur,perusahaan
perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan
,transportasi,telekomunikasi,perdagangan ritel dan pedagang besar ,pelayanan
kesehatan,dan bahkan institusi pemerintahan saat ini menggunakan analisa ABC
untuk memahami dan mengelola factor-faktor ekonomis kegiatan operasinya .
Masalah Implementasi :
1. Tujuan bisnis tidak jelas .
2. Tidak adanya komitmen dari Manajer Senior .
3. Pendelegasian Proyek kepada konsultan
4. Desain model ABC yang buruk .
5. Keenganan individu dan organisasi untuk berubah
6. Orang merasa terancam


















14
15
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem ABC memicu biaya tidak langsung dan sumber daya pendukung sumber
daya di pemasaran ,penjualan,distribusi,dan administrasi ke aktivitas yang
dilakukan sumber daya tersebut dan selanjutnya ke objek biaya produk ,jasa dan
pelanggan yang menciptakan permintaan terhadap aktivitas tersebut .Untuk
menyusun model ABC ,para akuntan manajemen harus mengestimasi tariff
pemicu biaya aktivitas dengan menggunakan kapasitas praktikal sumber daya
yang tersedia .Mereka juga harus membuat pilihan yang tepat mengenai
pendesainan model tersebut , menyeimbangkan biaya jika pengukurannya lebih
akurat melalui model yang lebih kompleks dengan manfaat yang didapatkan dari
keakuratan yang lebih tinggi itu .

3.2 Saran
Dalam menyusun model ABC akan sangat baik apabila para manajer yang
bersangkutan melakukan analisis ,pengekstimasian dan berbagai kegiatan lainnya
yang benar-benar penting dan dibutuhkan dalam penyusunan model ABC tersebut
. Sebab , apabila perhitungan atau pun salah satu proses penyusunan model ABC
ini salah dilakukan ,maka dampaknya akan sangat berpengaruh bagi perusahaan
itu sendiri .





16
DAFTAR PUSTAKA

Atkinson,Anthony,dkk .2009.Akuntansi Manajem . Jakarta : PT Indeks .

Garrison, Ray. H, Akuntansi Manajemen : Konsep untuk perencanaan,
pengendalian, dan pengambilan keputusan, dialihbahasakan oleh Badjuri
dan Kusnedi, jilid satu, Bandung: ITB, 1997.

Hansen and Mowen, Akuntansi Manajemen, dialihbasakan oleh Ancella A,
Hermawan, Jakarta : Erlangga, 1999.
17