Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

ISOTERM ADSORPSI FREUNDLICH


OLEH :
GST. AYU PT WULAN AMELIA PUTRI (1013031011)
RATIH NOVIYANTI (1113031028)
DEWA AYU PRAPTI WIDI PRAMERTI (111303102)
!URUSAN PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARA!A
201
I. !UDUL : Isoterm Adsorpsi Freundlich
II. TU!UAN : Menentukan isoterm adsorpsi menurut Freundlich bagi proses adsorpsi
asam oksalat pada arang aktif.
III. DASAR TEORI
Adsorpsi atau penyerapan adalah pembentukan lapisan gas pada permukaan padatan atau
cairan. Dalam proses adsorpsi terdapat zat yang dirserap pada suatu permukaan zat lain yang
disebut adsorbat, sedangkan zat yang permukaannya dapat menyerap zat lain disebut adsorben.
Adsorpsi atau penyerapan berbeda dengan absorpsi. Secara kimia, absorpsi adalah masuknya gas
ke dalam padatan atau larutan, atau masuknya cairan ke dalam padatan. Sedangkan secara fisika,
absorpsi adalah perubahan energi radiasi elektromagnetik, bunyi, berkas partikel, dan lainlain ke
dalam bentuk energi lain !ika dile"atkan pada suatu medium. #ila foton diserap akan ter!adi
suatu peralihan ke keadan tereksitasi $Daintith, %&&'(.
Adsorpsi dapat ter!adi karena interaksi gaya elektrostatik atau )an der *aals antar
molekul maupun oleh adanya interaksi kimia"i antar molekul $Fatimah, +,,&(. Adsorpsi ter!adi
akibat gaya -an der *aals yang ada pada permukaan adsorbens, dimana panas adsorben
biasanya rendah dan ter!adi di lapisan pada permukaan adsorben yang umumnya lebih besar dari
satu mol. Sedangkan, adsorpsi kimia ter!adi karena adanya reaksi antara zat yang diserap dan
adsorben, dimana lapisan molekul pada permukaan adsorben hanya satu lapis dan panas
adsorpsinya tinggi $pada proses adsorpsi yang ter!adi pada kimisorpsi, yakni partikel melekat
pada permukaan dengan membentuk ikatan kimia umumnya ikatan ko)alen(, dan cenderung
mencari tempat yang memaksimumkan bilangan koordinasinya dengan substrat. .eristi"a
adsorpsi disebabkan oleh gaya tarik molekulmolekul di permukaan adsorbens. Dimana adsorben
yang umum digunakan dalam percobaan adalah kabon aktif, sedangkan zat yang diserap adalah
asam oksalat $/eenan, %&&&(.
.ada proses adsorpsi dalam larutan, !umlah zat yang teradsorpsi bergantung pada
beberapa faktor, yaitu:
a( 0enis adsorben
b( 0enis zat yang diadsorbsi $adsorbat(
2
c( /onsentrasi masingmasing zat
d( 1uas permukaan aktif adsorben
e( 2emperatur
f( 2ekanan
.ada suatu adsorbens dengan bahan dan !enis tertentu, banyaknya gas yang dapat diserap
makin besar !ika temperatur kritis semakin tinggi atau gas tersebut mudah dicairkan. 0ika luas
permukaan dari suatu adsorben yang digunakan semakin luas, maka semakin banyak gas yang
dapat diserap. 1uas permukaan sukar ditentukan, sehingga daya serap dihitung tiap satuan massa
adsorben. Daya serap zat padat terhadap gas tergantung dari !enis adsorben, !enis gas, luas
permukaan adsorben, temperatur dan tekanan gas $Atkins, %&&,(.
.eristi"a adsorpsi ter!adi !ika berada pada permukaan dua fasa yang bersih ditambahkan
komponen ketiga, maka komponen ketiga ini akan sangat mempengaruhi sifat permukaan.
/omponen yang ditambahkan adalah molekul yang teradsorpsi pada permukaan dan karenanya
dinamakan surface aktif. 0umlah zat yang terserap setiap berat adsorbens, tergantung konsentrasi
dari zat terlarut. 3amun, bila adsorbens sudah !enuh maka konsentrasi tidak lagi berpengaruh.
Adsorpsi dan desorpsi $pelepasan( merupakan kesetimbangan $Atkins, %&&,(.
/arbon aktif atau sering !uga disebut sebagai arang aktif, adalah suatu !enis karbon yang
memiliki luas permukaan yang sangat besar. 4al ini bisa dicapai dengan mengaktifkan karbon
atau arang tersebut. #iasanya pengaktifan hanya bertu!uan untuk memperbesar luas
permukaannya $"""."ikipedia.com(.
Arang aktif
/arbon aktif merupakan material amorf yang memiliki luas permukaan yang besar yang
dibangun oleh struktur pori internalnya melalui proses karbonisasi dan akti)asi. /arbon aktif
memiliki luas permukaan yang besar sekitar 5,, m
+
6gram

bahkan bisa mencapai %5,, m
+
6gram.
3
/arbon aktif memiliki densitas yang berbedabeda. /arbon aktif !uga memiliki tingkat kekerasan
yang berbedabeda terhadap tekanan atau geseran tertentu. .erbedaan densitas dan kekerasan
karbon aktif tergantung dari bahan baku dan pengaktifannya.
#erdasarkan bentuknya, karbon aktif dibedakan men!adi empat golongan, yaitu:
%. /arbon aktif serbuk $powdered activated carbon( berbentuk serbuk dengan ukuran
partikel kurang dari ,,7 mm.
+. /arbon aktif granular $granular activated carbon(, memiliki partikelpartikel yang tidak
rata dengan ukuran ,,+85,, mm.
9. /arbon aktif pelet $pellete activated carbon(, berbentuk silinder dengan ukuran diameter
,,785,, mm. /arbon aktif ini umumnya dipakai untuk aplikasi dalam fasa gas karena
memiliki kandungan debu yang rendah, tetesan bertekanan rendah tapi memiliki kekuatan
mekanis yang tinggi.
'. /arbon aktif terlapisi polimer $polymer coated carbon(, merupakan poripori karbon
yang dapat dilapisi dengan biopolymer yang mungkin untuk menghasilkan permukaan
halus dan permeabel tanpa menutupi pori, menghasilkan suatu karbon yang dapat untuk
hermoperfusi yaitu suatu teknik treatment dimana ke dalam darah pasien ditekan dengan
absorben untuk mengeluarkan senya"a toksik dari dalam darah.
Arang aktif dapat dibuat dan bahan yang mengandung karbon baik organik atau
anorganik, tetapi yang biasa beredar di pasaran berasal dan tempurung kelapa, kayu, dan
batubara. Saat ini, arang aktif telah digunakan secara luas dalam industri kimia, makanan atau
minuman dan farmasi.
4
:ntuk adsorben dengan luas permukaan tertentu, makin tinggi konsentrasi adsorbat
makin besar zat yang dapat diserap. .roses adsorbsi berada dalam keadaan setimbang apabila
kecepatan desorbsi sama dengan kecepatan adsorbsi. Apabila salah satu zat ditambah atau
dikurangi maka akan ter!adi kesetimbangan baru. Desorbsi adalah kebalikan adsorbsi, yaitu
peristi"a terlepasnya kembali adsorbat dari permukaan adsorben. Adsorbsi isotermis adalah
adsorbsi yang ter!adi pada temperatur tetap.
#agi suatu sistem adsorpsi tertentu, hubungan antara banyaknya zat yang teradsorsi per
satuan luas atau per satuan berat adsorben dengan konsentrasi zat terlarut pada temperatur
tertentu disebut isoterm adsorpsi.
Ada dua persamaan yang sering dipakai untuk men!elaskan proses adsorpsi pada
permukaan zat padat, yaitu persamaan 1angmuir yang dikenal sebagai isotherm adsorpsi
1angmuir dan persamaan Freundlich yang dikenal sebagai isotherm adsorpsi Freundlich.
.ersamaan 1angmuir ini berlaku untuk adsorpsi lapisan tunggal $monolayer( pada permukaan zat
yang homogen. .ersamaan 1angmuir dapat diturunkan secara teoritis dengan menganggap
ter!adinya suatu kesetimbangan antara molekul yang diadsorpsi dan molekul yang masih bebas,
dapat dituliskan sebagai berikut.
C
m
x
m
x
a
m
x
C
maks maks
( $
%
( $
%
+ =
dimana, ; < konsentrasi molekul zat terlarut yang bebas
5
= < mol zat terlarut yang teradsorpsi oleh m gram adsorban
a < tetapan

monolayer kapasitas
m
=
maks
=

.ada persamaan isoterm adsorpsi Freundlich, dinyatakan sebagai:


m
x
< k;
%6n
dimana, = < berat zat $solute( yang teradsorpsi $gram(
m < berat adsorben $gram(
; < konsentrasi larutan setelah diadsorpsi $tercapai keseimbangan adsorpsi(
k < konstanta Freundlich
n < konstanta lain
.ersamaan tersebut dapat diubah men!adi :
m
x
log < log k >
; log
n
%
$Sukard!o, %&75(
.ersamaan ini mengungkapkan bah"a bila suatu proses adsorpsi menuruti isoterm
Freundlich, maka aluran log =6m terhadap %6log ; akan merupakan garis lurus. #erdasarkan garis
lurus yang diperoleh pada aluran tersebut, maka harga tetapan n dan k dapat ditentukan
$Sukard!o,%&75(.
IV. ALAT DAN "AHAN
A#$% !&'#$( "$($) K*%*+$),$)
;a"an porselin % buah
1arutan asam oksalat
,,9 3? ,,+
3? ,,% 3?
,,,5 3? ,,,%
3? dan
,,,,5 3
1abu @rlenmeyer dengan
tutup
A buah
.ipet )olume %, m1 % buah
.ipet tetes % buah Arang aktif %5 gram
;orong % buah 1arutan standar 3aB4 ,,% 3
6
#uret +5 m1 % buah Indikator fenolptalein 5 m1
/aca arlo!i % buah /ertas saring ukuran +5 = +5 cm A lembar
Spatula % buah
Celar :kur %,, m1
% buah
2hermometer %,,
, % buah
Statif dan klem % set
Celas kimia %,, m1 ? +5, m1 A ? % buah
1abu ukur %,, m1 ? +5, m1 9 ? % buah
V. PROSEDUR KER!A DAN HASIL PENGAMATAN
NO P+-.*/&+ K*+0$ H$.1# P*),$'$%$)
% Arang diaktifkan denga cara dipanaskan
pada temperatus %,5
o
; selama D % !am.
+ Sebanyak + gram arang aktif ditimbang
dan ditempatkan ke dalam enam buah
labu erlenmeyer bertutup.
Arang aktif berupa bubuk ber"arna hitam.
Massa arang aktif pada masingmasing
erlenmeyer adalah sebagai berikut:
@rlenmeyer % : +,,,A gram
@rlenmeyer + : +,,,E gram
@rlenmeyer 9 : +,,,% gram
@rlenmeyer ': +,,,A gram
@rlenmeyer 5 : +,,,9 gram
@rlenmeyer A : +,,,& gram
7
Gambar 1.
Pemanasan
arang
Gambar 2.
Erlenmeyer I

Gambar 5.
Erlenmeyer III

Gambar 7.
Erlenmeyer V
%. Masingmasing dibuat sebanyak %,, m1
larutan asam oksalat dengan konsentrasi
,,93? ,,+, 3? ,,% 3? ,,,5 3? ,,,% 3 dan
,,,,5 3
1arutan asam oksalat dibuat dari ',E+E
gram asam oksalat yang dilarutkan dalam
+5, m1 aFuades sehingga terbentuk
larutan asam oksalat ,,9 3 $larutan induk(
bening tak ber"arna.
8
Gambar 3.
Erlenmeyer II
Gambar 4.
Erlenmeyer IV
Gambar 6.
Erlenmeyer VI
Gambar 8. Larutan asam oksalat 03 !
/emudian larutan induk diencerkan
sehingga diperoleh konsentrasi larutan ,,9
3? ,,+, 3? ,,% 3? ,,,5 3? ,,,% 3 dan
,,,,5 3.
Gambar ". Pengen#eran larutan asam oksalat
$ar% larutan %n$uk
+. Sebanyak %,, m1 larutan asam oksalat
dalam berbagai konsentrasi yang telah
dibuat tersebut dimasukkan ke dalam
labu @rlenmeyer yang telah berisi arang
aktif. 1abu @rlenmeyer ditutup dan
dibiarkan selama + !am, sambil diaduk
perlahanlahan sehingga tercapai
kesetimbangan.
Dimasukkan %,, m1 asam oksalat
tersebut kedalam A buah labu @rlenmeyer
yang telah berisi arang aktif tersebut
terbentuk suatu suspensi. Setelah diaduk
campuran men!adi keruh dan setelah
didiamkan arang aktif terlihat terkumpul
di dasar @rlenmeyer
"
Gambar 10. &am'uran asam oksalat $engan
arang akt%(
9. 2emperature selama percobaan di!aga
agar tidak ter!adi perubahan temperature
yang terlalu besar,.
2emperatur pada masingmasing
@rlenmeyer yaitu:
@rlenmeyer % ,,9 3 9+,5
B
;
@rlenmeyer + ,,+ 3 9+,5
B
;
@rlenmeyer 9 ,,% 3 9+,5
B
;
@rlenmeyer ' ,,,5 3 9+,5
B
;
@rlenmeyer 5 ,,,% 3 9+,5
B
;
@rlenmeyer A ,,,,5 3 9+,5
B
;
Gambar 11. Pengukuran su)u 'a$a #am'uran
arang akt%( $an asam oksalat
'. ;ampuran disaring dengan menggunakan
kertas saring yang kering. /emudian
filtrate dititrasi dengan menggunakan
larutan 3aB4 ,,% 3 dan fenolftalein
sebagai indikator. Sebelum melakukan
titrasi 3aB4 distandarisasi terlebih
dahulu dengan menggunakan asam osalat
1arutan kemudian disaring dan didapatkan
filtrate yang bening tak ber"arna
sedangkan residu yang didapatkan
ber"arna hitam.

10
Gambar 12. Proses
'enyar%ngan

Adapun filtrat total yang dihasilkan oleh
masingmasing labu erlenmeyer:
@rlenmeyer % ,,9 3 7' m1
@rlenmeyer + ,,+ 3 7& m1
@rlenmeyer 9 ,,% 3 7& m1
@rlenmeyer ' ,,,5 3 7A m1
@rlenmeyer 5 ,,,% 3 7A m1
@rlenmeyer A ,,,,5 3 75 m1
3aB4 yang dibuat distandarisasi terlebih
dahulu dengan menggunakan asam oksalat
diperoleh data :
2itrasi
ke
-olume Asam
Bksalat $m1(
-olume
3aB4 $m1(
I + m1 ',+ m1
II + m1 ',+ m1
II + m1 ',9 m1
Gatarata '.+9 m1



11
Gambar 13. Pengukuran *olume (%ltrat
$ar% mas%ng+mas%ng erlenmeyer
Gambar 14. !a,- 01
!
Gambar 15.
.tan$ar%sas% !a,-
Gambar 16. -as%l t%tras% $ar% stan$ar%sas%
!a,-
Filtrat yang diperoleh dari campuran
antara arang aktif dengan asam oksalat
konsentrasi ,,9 3? ,,+ 3? ,,% 3? dan ,,,5
3 diambil sebanyak % m1
Masingmasing filtrate tersebut
ditambahkan + tetes .. dan dititrasi
dengan 3aB4 sampai filtrat menu!ukkan
titik khir titrasi $ber"arna merah muda(.
Gambar 17. -as%l t%tras% $ar% (%ltrat #am'uran
arang akt%( $an asam oksalat
12
Adapun data yang diperoleh dari hasil titrasi filtrat dengan menggunakan 3aB4
adalah sebagai berikut:
K-).*)%+$.1 H2C2O V-#&'* H2C2O V-#&'* N$OH
,,9, M
2itrasi I : % m1 2itrasi I : +,5 m1
2itrasi II : % m1 2itrasi II : +,+ m1
2itrasi III : % m1 2itrasi III : +,9 m1
R$%$2+$%$ 233 'L
,,+, M
2itrasi I : % m1 2itrasi I : %,+ m1
2itrasi II : % m1 2itrasi II : %,E m1
2itrasi III : % m1 2itrasi III : %,A m1
R$%$2+$%$ 134 'L
,,%, M
2itrasi I : % m1 2itrasi I : ,,E m1
2itrasi II : % m1 2itrasi II : ,,7 m1
2itrasi III : % m1 2itrasi III : ,,A m1
R$%$2+$%$ 035 'L
,,,5 M
2itrasi I : % m1 2itrasi I : ,,% m1
2itrasi II : % m1 2itrasi II : ,,+ m1
2itrasi III : % m1 2itrasi III : ,,% m1
R$%$2+$%$ 0313 'L
,,,% M
2itrasi I : % m1 2itrasi I : ,,,5 m1
2itrasi II : % m1 2itrasi II : ,,% m1
2itrasi III : % m1 2itrasi III : ,,,5 m1
R$%$2+$%$ 0304 'L
,,,,5 M
2itrasi I : % m1 2itrasi I : ,,,5 m1
2itrasi II : % m1 2itrasi II : ,,,5 m1
2itrasi III : % m1 2itrasi III : ,,,5 m1
R$%$2+$%$ 0304 'L
13
VI. ANALISIS DATA DAN PEM"AHASAN
P*'6&$%$) L$+&%$) A.$' O7.$#$% 033N
3ormalitas 4
+
;
+
B
'.
+4
+
B< M 4
+
;
+
B
'.
+4
+
B = eFi)alen 4
+
;
+
B
'.
+4
+
B
Molaritas 4
+
;
+
B
'.
+4
+
B <
B .+4 B ; 4 eFi)alen
B .+4 B ; 4 3
+ ' + +
+ ' + +

<
+
3 ,,9
< ,,%5 M
Molaritas 4
+
;
+
B
'.
+4
+
B <
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
,,%5 M <
1 ,,+5
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
Massa 4
+
;
+
B
'.
+4
+
B < ',E+E gram
P*'6&$%$) L$+&%$) $.$' -7.$#$% /*),$) 7-).*)%+$.1 032N8 031N8 0301N8 0304N8
03004N /*),$) '*#$7&7$) 9*),*:*+$) /$+1 #$+&%$) $.$' -7.$#$% 033N.
L$+&%$) $.$' -7.$#$% 032N
3
%
= -
%
< 3
+
= -
+
,,93 = -
%
< ,,+ = %,, ml
-
%
< AA,AE m1
L$+&%$) $.$' -7.$#$% 031N
3
%
= -
%
< 3
+
= -
+
,,93 = -
%
< ,,% = %,, ml
-
%
< 99,9 m1
L$+&%$) $.$' -7.$#$% 0301N
3
%
-
%
< 3
+
. -
+
,,93 = -
%
< ,,,% . %,, ml
14
-
%
< 9,9 m1
L$+&%$) $.$' -7.$#$% 0304N
3
%
= -
%
< 3
+
= -
+
,,93 = -
%
< ,,,5 = %,, ml
-
%
< %A,AEm1
L$+&%$) $.$' -7.$#$% 03004N
3
%
=

-
%
< 3
+
= -
+
,,93 = -
%
< ,,,,5 = %,, ml
-
%
< %,AE m1
S%$)/$+1.$.1 L$+&%$) N$OH 031M /*),$) L$+&%$) A.$' O7.$#$% 031 M
T$6*# 1. V-#&'* N$OH 031 M 7*%17$ S%$)/$+1.$.1
T1%+$.1 7*2 V-#&'* H
2
C
2
O

031 M ('L) V-#&'* N$OH ('L)


I + ',+
II + ',+
III + ',9
R$%$2+$%$ + ',+9
#erdasarkan tabel di atas, maka ditentukan konsentrasi dari 3aB4 sebagai berikut:
-
3aB4
= 3
3aB4
< -
oksalat
= 3
oksalat
-
3aB4
= n = M
3aB4
< -
oksalat
= n = M
oksalat
',+9 m1 = % = M
3aB4
< + m1 = + = ,,%M
3
3aB4
< ,,,&'5 3
0adi, konsentrasi 3aB4 adalah ,, ,&'5 3
.ada praktikum isoterm adsorpsi Freundlich ini dilakukan penentuan harga tetapan
tetapan adsorpsi isoterm Freundlich dalam proses adsorpsi 4
+
;
+
B
'
terhadap arang aktif. .ada
praktikum ini arang aktif bertindak sebagai adsorben, larutan asam oksalat dengan berbagai
konsentrasi sebagai adsorbat serta larutan 3aB4 ,,% 3 sebagai larutan standar. 1arutan asam
15
oksalat dibuat dengan berbagai )ariasi konsentrasi yaitu ,,9,3 ? ,,+,3? ,,%,3? ,,,53? ,,,%3?
,,,%3? ,,,,53, yang bertu!uan untuk mengetahui kemampuan arang untuk mengadsorpsi larutan
asam oksalat dalam berbagai konsentrasi pada suhu konstan $isoterm(. Arang dalam percobaan
ini harus dipanaskan terlebih dahulu menggunakan suhu yang tinggi dan tidak sampai membara.
.emanasan arang sampai membara dapat men!adikan arang men!adi abu, sehingga arang tersebut
tidak dapat lagi untuk men!adi absorben. 2u!uan dilakukan pemanasan adalah untuk membuka
poripori permukaan dari arang agar mampu mengadsorpsi secara maksimal.
Arang yang telah dipanaskan kemudian dicampurkan dengan larutan 4
+
;
+
B
'
dan
terbentuk campuran yang ber"arna hitam. ;ampuran ini didiamkan selama + !am sambil diaduk
aduk perlahan. .engadukan ini bertu!uan untuk memaksimalkan reaksi antara 4
+
;
+
B
'
dan arang
aktif, sehingga partikel karbon aktif akan bersinggungan dengan adsorbat $4
+
;
+
B
'
(. .roses
pendiaman ini dilakukan karena larutan 4
+
;
+
B
'
dan karbon aktif memerlukan "aktu yang cukup
lama untuk mencapai kesetimbangan. .engadsorpsian zat oleh zat lain pada dasarnya disebabkan
oleh ketidak!enuhan gayagaya antar molekul pada permukaan arang. .eristi"a adsorpsi yang
ter!adi bersifat selektif dan spesifik dimana asam oksalat lebih mudah teradsorbsi dari pelarut
$air(, karena arang aktif $karbon( hanya mampu mengadsorpsi senya"asenya"a organik.
2emperatur yang digunakan selama praktikum sebesar 9+,5
,
;, dan di!aga agar suhu tidak
berubah. -ariabel yang terukur pada percobaan ini adalah )olume larutan 3aB4 ,,% 3 yang
digunakan untuk menitrasi larutan asam oksalat sesudah perlakuan $penambahan arang(. Setelah
konsentrasi a"al dan akhir diketahui, konsentrasi 4
+
;
+
B
'
yang teradsorbsi dapat diketahui
dengan cara pengurangan konsentrasi a"al dengan konsentrasi akhir. Selan!utnya dapat dicari
berat 4
+
;
+
B
'
yang teradsorbsi. #erikut )olume 3aB4 yang digunakan untuk mentitrasi larutan
asam oksalat pada berbagai konsentrasi.
16
T$6*# 1. Data -olume Filtrat dan 4asil 2itrasi yang Diperoleh dalam .ercobaan
K-).*)%+$.1
H
2
C
2
O

A;$#
V-#&'*
T-%$#
F1#%+$%
<$),
/19*+-#*(
V-#&'*
F1#%+$%
(H
2
C
2
O

.1.$) <$),
/1%1%+$.1
K-).*)%+$.1
T1%+$)
(N$OH)
V-#&'* T1%+$) (N$OH) <$),
/1($61.7$) 9$/$ .$$% T1%+$.1
N$OH 1)1 '*),7&+ <, .1.$3
6&7$) <$), %*+$6.-+6.1
I II III
,,9 7' % ,,,&'5 +,5 +,+ +,9
,,+ 7& % ,,,&'5 %,+ %,E %,A
,,% 7& % ,,,&'5 ,,E ,,7 ,,A
,,,5 7A % ,,,&'5 ,,% ,,% ,,%
,,,% 7A % ,,,&'5 ,,,5 ,,,5 ,,,5
,,,,5 75 % ,,,&'5 ,,,5 ,,,5 ,,,5
.ada praktikum ini /onsentrasi asam oksalat makin kecil, maka yang terabsorpsi makin
besar
1ihat table berikutnya: ; itu konsentrasi saat kesetimbangan yakni sisa
#erdasarkan data pada tabel % di atas, massa 4
+
;
+
B
'
yang dapat diadsorpsi oleh arang aktif
untuk setiap labu dapat diketahui melalui perhitungan sebagai berikut.
1) Labu I
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'
a"al < ,,9, 3 < ,,%5 M
-olume 4
+
;
+
B
'
a"al < %,, m1 < ,,% 1
/onsentrasi 3aB4 < ,,,&'5 3
-olume 3aB4 saat titrasi I, II, dan III < +,5m1? +,+ m1? +,9 m1
-olum filtrat total < 7' m1
-olume filtrat $sisa 4
+
;
+
B
'
( saat dititrasi < % m1
Massa H
2
C
2
O
4
awal
17
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'.
+4
+
B <
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
,,%5 M <
1 ,,%
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
Masaa 4
+
;
+
B
'
a"al < ,,%5 M = ,,% 1 = %+A,,E gmol
%
< %,7& gram
Konsentrasi H
2
C
2
O
4
setelah dicampur Arang
itrasi !
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
3 ,,+9A
m1 %
m1 5 , + 3 ,,,&'5
-
- 3
' + +
B ; 4
3aB4 3aB4
=

itrasi !!
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
,,+%3
m1 %
m1 + , + 3 ,,,&'5
-
- 3
' + +
B ; 4
3aB4 3aB4
=

itrasi !!!
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
3 ,,++
m1 %
m1 +,9 ,,,&'53
-
- 3
' + +
B ; 4
3aB4 3aB4
=

/onsentrasi H
2
C
2
O
4
sesudah ditambahkan arang:
<
M ,,%%% 3 ,,+++
9
3 ,,++ 3 ,,+% 3 ,,+9A
= =
+ +

Massa H
2
C
2
O
4
sesudah dicampur dengan arang akti"
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'
<
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
,,%%% M <
1 ,,,7'
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
Massa 4
+
;
+
B
'
< ,,%%% M = ,,,7' 1 = %+A,,Egmol
%
< %,%E5 gram.
18
Massa H
2
C
2
O
4
yang eradsorpsi #x$
= < massa 4
+
;
+
B
'
a"al 8 massa 4
+
;
+
B
'
sesudah dicampur dengan arang
< %,7& gram 8 %,%E5 gram
< ,,E%5 gram
2) Labu II
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'
a"al < ,,+, 3 < ,,%, M
-olume 4
+
;
+
B
'
a"al < %,, m1 < ,,% 1
/onsentrasi 3aB4 < ,,,&'5 3
-olume 3aB4 saat titrasi < %,+ m1? %,E m1? %,A m1
-olume filtrat $sisa 4
+
;
+
B
'
( saat titrasi < %m1
-olum filtrat total < 7& m1
Massa H
2
C
2
O
4
awal
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'.
+4
+
B <
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
,,%, M <
1 ,,%
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
Massa 4
+
;
+
B
'
a"al < ,,%, M = ,,% 1 = %+A,,E gmol
%
< %,+A gram
Konsentrasi H
2
C
2
O
4
setelah dicampur Arang
itrasi !
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
%
m&
m& %
'
' %
O C H
%aOH %aOH
%%9' , ,
%
+ , % ,&'5 , ,
' + +
=

itrasi !!
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
1"
3
4+;+B'
<
,,%A,A3
%m1
m1 E , % 3 ,,,&'5
-
- 3
' + +
B ; 4
3aB4 3aB4
=

itrasi !!!
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
,,%5%+3
m1 %
m1 A , % 3 ,,,&'5
-
- 3
' + +
B ; 4
3aB4 3aB4
=

/onsentrasi H
2
C
2
O
4
sesudah ditambahkan arang:
<
M E,7 ,,, 3 ,,%'%E
9
,,%5%+ 3 ,,%A,A 3 ,,%%9'
= =
+ + %

Massa H
2
C
2
O
4
sesudah dicampur dengan arang akti"
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'
<
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
,,,E,7 M <
1 ,,,7&
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
Massa 4
+
;
+
B
'
< ,,,E,7 M = ,,,7& 1 = %+A,,Egmol
%
< ,,E&' gram.
Massa H
2
C
2
O
4
yang eradsorpsi #x$
= < massa 4
+
;
+
B
'
a"al 8 massa 4
+
;
+
B
'
sesudah dicampur dengan arang
< %,+A gram 8 ,,E&'gram
< ,,'AA gram
3) Labu III
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'
a"al < ,,%, 3 < ,,,5 M
-olume 4
+
;
+
B
'
a"al < %,, m1 < ,,% 1
/onsentrasi 3aB4 < ,,,&'5 3
-olume 3aB4 saat titrasi I, II, dan III < ,,Em1? ,,7 m1? ,,A m1
-olume filtrat $sisa 4
+
;
+
B
'
( saat titrasi < %m1
-olume filtrat total < 7& m1
Massa H
2
C
2
O
4
awal
20
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'.
+4
+
B <
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
,,,5 M <
1 ,,%
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
Massa 4
+
;
+
B
'
a"al < ,,,5 M = ,,% 1 = %+A,,E gmol
%
< ,,A9, gram
Konsentrasi H
2
C
2
O
4
setelah dicampur Arang
itrasi !
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
%
m&
m& %
'
' %
O C H
%aOH %aOH
,AA , ,
%
E , , ,&'5 , ,
' + +
=

itrasi !!
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
,,,E5A3
%m1
m1 7 , , 3 ,,,&'5
-
- 3
' + +
B ; 4
3aB4 3aB4
=

itrasi !!!
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
,,,5AE3
m1 %
m1 A , , 3 ,,,&'5
-
- 3
' + +
B ; 4
3aB4 3aB4
=

/onsentrasi H
2
C
2
O
4
sesudah ditambahkan arang:
<
M 99 ,,, 3 ,,,AA%
9
,,,5AE 3 ,,,E5A 3 ,,,AA
= =
+ + %

Massa H
2
C
2
O
4
sesudah dicampur dengan arang akti"
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'
<
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
,,,99 M <
1 ,,,7&
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
21
Massa 4
+
;
+
B
'
< ,,,99 M = ,,,7& 1 = %+A,,Egmol
%
< ,,9E,7 gram.
Massa H
2
C
2
O
4
yang eradsorpsi #x$
= < massa 4
+
;
+
B
'
a"al 8 massa 4
+
;
+
B
'
sesudah dicampur dengan arang
< ,,A9 gram 8 ,,9E,7gram
< ,,+5&+ gram
4) Labu IV
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'
a"al < ,,,53 < ,,,+5M
-olume 4
+
;
+
B
'
a"al < %,, m1 < ,,% 1
/onsentrasi 3aB4 < ,,,&'5 3
-olume 3aB4 saat titrasi I, II, dan III < ,,% m1? ,,+m1? ,,% m1
-olum filtrat total < 7A m1
-olume filtrat $sisa 4
+
;
+
B
'
( saat dititrasi < % m1
Massa H
2
C
2
O
4
awal
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'.
+4
+
B <
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
,,,+5 M <
1 ,,%
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
Massa 4
+
;
+
B
'
a"al < ,,,+5 M = ,,% 1 = %+A,,E gmol
%
< ,,9%5gram
Konsentrasi H
2
C
2
O
4
setelah dicampur Arang
itrasi !
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
%
m&
m& %
'
' %
O C H
%aOH %aOH
,,&'5 , ,
%
% , , ,&'5 , ,
' + +
=

itrasi !!
22
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
%
m&
m& %
'
' %
O C H
%aOH %aOH
,%7& , ,
%
+ , , ,&'5 , ,
' + +
=

itrasi !!!
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
%
m&
m& %
'
' %
O C H
%aOH %aOH
,,&'5 , ,
%
% , , ,&'5 , ,
' + +
=

/onsentrasi H
2
C
2
O
4
sesudah ditambahkan arang:
<
M ,A9 ,,, 3 ,,,%+A
9
,,,,&'5 3 ,,,%7& 3 ,,,,&'5
= =
+ + %

Massa H
2
C
2
O
4
sesudah dicampur dengan arang akti"
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'
<
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
,,,,A9 M <
1 ,,,7A
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
Massa 4
+
;
+
B
'
< ,,,,A9M = ,,,7A 1 = %+A,,Egmol
%
< ,,,A79 gram.
Massa H
2
C
2
O
4
yang eradsorpsi #x$
= < massa 4
+
;
+
B
'
a"al 8 massa 4
+
;
+
B
'
sesudah dicampur dengan arang
< ,,9%5 gram 8 ,,,A79gram
< ,,+'AE gram
5) Labu V
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'
a"al < ,,,% 3 < ,,,,5 M
-olume 4
+
;
+
B
'
a"al < %,, m1 < ,,% 1
/onsentrasi 3aB4 < ,,,&'5 3
-olume 3aB4 saat titrasi I, II, dan III < ,,,5 m1? ,,% m1? ,,,5 m1
-olume filtrat $sisa 4
+
;
+
B
'
( saat dititrasi < % m1
-olme total filtrat < 7A m1
23
Massa H
2
C
2
O
4
awal
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'.
+4
+
B <
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
,,,,5 M <
1 ,,%
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
Massa 4
+
;
+
B
'
a"al < ,,,,5 M = ,,% 1 = %+A,,E gmol
%
< ,,,A9,gram
Konsentrasi H
2
C
2
O
4
setelah dicampur Arang
itrasi !
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
%
m&
m& %
'
' %
O C H
%aOH %aOH
,,'E+ , ,
%
,5 , , ,&'5 , ,
' + +
=

itrasi !!
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
%
m&
m& %
'
' %
O C H
%aOH %aOH
,,&'5 , ,
%
% , , ,&'5 , ,
' + +
=

itrasi !!!
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
%
m&
m& %
'
' %
O C H
%aOH %aOH
,,'E+ , ,
%
,5 , , ,&'5 , ,
' + +
=

/onsentrasi H
2
C
2
O
4
sesudah ditambahkan arang:
<
M ,9%' ,,, 3 ,A+& ,,,
9
,,,,'E+ 3 ,,,,&'5 3 'E+ ,,,,
= =
+ + %

Massa H
2
C
2
O
4
sesudah dicampur dengan arang akti"
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'
<
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
24
,,,,9%' M <
1 ,,,7A
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
Massa 4
+
;
+
B
'
< ,,,,9%' M = ,,,7A 1 = %+A,,Egmol
%
< ,,,9' gram.
Massa H
2
C
2
O
4
yang eradsorpsi #x$
= < massa 4
+
;
+
B
'
a"al 8 massa 4
+
;
+
B
'
sesudah dicampur dengan arang
< ,,,A9, gram 8 ,,,9'gram
< ,,,+&gram
6) Labu VI
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'
a"al < ,,,,5 3 < ,,,,+5 M
-olume 4
+
;
+
B
'
a"al < %,, m1 < ,,% 1
/onsentrasi 3aB4 < ,,,&'5 3
-olume 3aB4 saat titrasi I, II, dan III < ,,,5 m1? ,,,5 m1? ,,,5 m1
-olum filtrat total < 75 m1
-olume filtrat $sisa 4
+
;
+
B
'
( saat dititrasi < % m1
Massa H
2
C
2
O
4
awal
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'.
+4
+
B <
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
,,,,+5 M <
1 ,,%
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
Massa 4
+
;
+
B
'
a"al < ,,,,+5 M = ,,% 1 = %+A,,E gmol
%
< ,,,9%5gram
Konsentrasi H
2
C
2
O
4
setelah dicampur Arang
itrasi !
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
25
3
4+;+B'
<
%
m&
m& %
'
' %
O C H
%aOH %aOH
,,'E+ , ,
%
,5 , , ,&'5 , ,
' + +
=

itrasi !!
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
%
m&
m& %
'
' %
O C H
%aOH %aOH
,,'E+ , ,
%
,5 , , ,&'5 , ,
' + +
=

itrasi !!!
3
4+;+B'
= -
4+;+B'
< 3
3aB4
= -
3aB4
3
4+;+B'
<
%
m&
m& %
'
' %
O C H
%aOH %aOH
,,'E+ , ,
%
,5 , , ,&'5 , ,
' + +
=

/onsentrasi H
2
C
2
O
4
sesudah ditambahkan arang:
<
M ,+9A ,,, 3 ,,,'E+
9
,,,,'E+ 3 ,,,,'E+ 3 'E+ ,,,,
= =
+ + %

Massa H
2
C
2
O
4
sesudah dicampur dengan arang akti"
/onsentrasi 4
+
;
+
B
'
<
B .+4 B ; 4 -olume
B .+4 B ; 4 mol
+ ' + +
+ ' + +
,,,,+9A M <
1 ,,,7A
mol g %+A,,E
B .+4 B ; 4 massa
%
+ ' + +
Massa 4
+
;
+
B
'
< ,,,,+9A M = ,,,75 1 = %+A,,Egmol
%
< ,,,+5+7 gram.
Massa H
2
C
2
O
4
yang eradsorpsi #x$
= < massa 4
+
;
+
B
'
a"al 8 massa 4
+
;
+
B
'
sesudah dicampur dengan arang
< ,,,9%5 gram 8 ,,,+5+7gram
< ,,,,A+gram
Dari data hasil perhitungan diketahui bah"a konsentrasi asam oksalat sebelum adsorpsi
lebih besar dibandingkan dengan setelah diadsorpsi. 4al ini dikarenakan asam oksalat telah
mengalami adsorpsi karena penambahan arang aktif. Adsorpsi arang aktif mengakibatkan
penurunan konsentrasi asam oksalat. .ada data diatas dapat dilihat bah"a penyerapan pada
percobaan % sampai A berbeda karena !umlah gram karbon yang diadsorpsi kurang stabil. Dalam
adsorpsi terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil adsorpsi yaitu:
26
%. Sifat serapan
Senya"a yang diadsorpsi oleh karbon aktif berbedabeda, adsorpsi akan bertambah
sesuai dengan bertambahnya ukuran molekul serapan dari struktur yang sama seperti
deret homolog. Adsorbsi !uga dipengaruhi oleh gugus fungsi, posisi gugus fungsi, ikatan
rangkap, struktur rantai dari senya"a serapan.
+. 2emperatur
Dalam penggunaan karbon aktif, suhu diusahakan harus tetap di!aga.
9. p4 $dera!at /easaman(
.ada asamasam organik, adsorpsi akan meningkat bila p4 diturunkan dengan
menambahkan asamasam mineral. 4al ini dikarenakan kemampuan asam mineral yang
dapat mengurangi ionisasi asam organik tersebut.
'. *aktu singgung
Apabila karbon aktif ditambahkan pada suatu larutan maka diperlukan "aktu untuk
mencapai kesetimbangan. *aktu yang diperlukan berbanding terbalik dengan !umlah
arang yang digunakan. .engadukan !uga dapat mempengaruhi "aktu singgung karena
pengadukan dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada partikel karbon aktif
untuk bersinggungan dengan senya"a serapan. :ntuk larutan yang mempunyai )iskositas
tinggi diperlukan "aktu singgung yang lebih lama.
T$6*# 2. Data 4asil .erhitungan /onsentrasi Asam Bksalat Sisa 4asil Adsorpsi
L$6&
M$..$
A/.-+6*) (')
K-).*)%+$.1
H
2
C
2
O

.*%*#$(
/1:$'9&+
$+$), $7%1=
(C)
M$..$ >$%
(H
2
C
2
O

)
<$),
%*+$/.-+9.1
(?)
m
=
L-,
m
= L-, C
I +,,,Agram ,,%%%M ,,E%5 gram ,,95A ,,''75 ,,&5
II +,,,E gram ,,,E,7 M ,,'AA gram ,,+9+ ,,A9'5 %,%'&
27
III +,,,% gram ,,,99M ,,+5&+ gram ,,%+& ,,77& %,'7
IV +,,,A gram ,,,,A9 M ,,+'AE gram ,,%++& ,,&%, +,+,,
V +,,,9 gram ,,,,9%'M ,,,+&gram ,,,%'5 %,797 +,5,9
VI +,,,& gram ,,,,+9AM ,,,,A+gram ,,,,9,7 +,5%% +,A+E
; itu konsentrasi saat kesetimbangan yakni sisa
Secara teoritis : 1og = per m harusnya berbanding lurus dengan log c
#erdasarkan hasil perhitungan pada tabel + di atas, maka dapat diperoleh kur)a hubungan
antara log
m
=
terhadap konsentrasi asam oksalat sisa hasil adsorpsi oleh arang aktif, yaitu
sebagai berikut.
G$'6$+ 3. /ur)a 4ubungan log =6m terhadap log ; Asam Bksalat
Isoterm adsorpsi freundlich didasarkan pada asumsi bah"a adsorben mempunyai
permukaan yang heterogen dan tiap molekul mempunyai potensi penyerapan yang berbedabeda.
#erdasarkan kur)a pada gambar 9 di atas, dapat ditentukan tetapantetapan adsorpsi isoterm
Freundlich dalam proses adsorpsi 4
+
;
+
B
'
terhadap arang aktif. 2etapantetapan tersebut
28
diantaranya yaitu nilai n dan k. 3ilai n dan k dapat ditentukan melalui persamaan regresi garis
lurus pada yang diperoleh pada kur)a tersebut. .ersamaan garis lurus yang diperoleh yaitu: y <
,.&E5= > ,,5A&
Melalui kur)a tersebut dapat diketahui bah"a nilai tan H sama dengan kemiringan garis
atau gradien $m(, dimana tan H < %6n. Dalam persamaan garis lurus tersebut !uga diketahui
bah"a besarnya nilai m sebesar ,,&E5 sehingga nilai n dapat ditentukan dengan menggunakan
persamaan berikut.
m < %6n
,,&E5 < %6n
n < %,,+5A
setelah nilai n diketahui, maka nilai k atau tetapan Freundlich !uga dapat ditentukan melalui
persamaan:
; log
n
%
k log
m
=
log + =

Data yang digunakan untuk menentukan harga k adalah data pada labu tiga. 4al ini dilakukan
karena data yang diperoleh pada labu tiga berada tepat pada garis regresi. Dimana data pada labu
tiga memiliki nilai log =6m < ,,77& sedangkan nilai log ; < %,'7. Melalui datadata tersebut
dapat disubstitusikan ke dalam persamaan berikut.
; log
n
%
k log
m
=
log + =
sehingga diperoleh:
,,77& < log k >
%,,+5A
%
$%,'7(
2"
,,77& < log k 8 ,,A577
log k < ,,A577 > ,,77&
log k < ,,+9,
k < %,A&7
VII. SIMPULAN
Arang aktif dapat mengadsorpsi 4
+
;
+
B
'
, dimana semakin besar konsentrasi a"al 4
+
;
+
B
'
maka semakin besar pula adsorpsinya. 4al ini dapat diketahui dari konsentrasi 4
+
;
+
B
'
sisa
mengalami penurunan seiring dengan semakin kecilnya konsentrasi a"al 4
+
;
+
B
'
yang
digunakan dengan massa arang aktif yang sama. Disamping itu, berdasarkan perhitungan
isotherm menurut Freundlich pada proses adsorpsi asam oksalat diperoleh nilai n < %,,+5A, dan
nilai k < %,A&7.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Karbon Akti". http:66id."ikipedia.org6"iki6/arbonIaktif. Diakses pada tanggal +& April
+,%'.
Atkins. %&&,. Kimia (isika )ilid 2 *disi Keempat. 0akarta: @rlangga.
Dainith. %&&'. Kamus &engkap Kimia. 0akarta: @rlangga.
Fatimah, Isti. +,,&. Adsorpsi+ http:66isfatimah.staff.uii.ac.id6+,,&6,'6+A6adsorpsi. Diakses pada
tanggal +& April +,%'.
/eenan. %&&&. Kimia ,ntuk ,niversitas. 0akarta: @rlangga.
Sukard!o. %&75. Kimia (isika. Jogyakarta: #ina Aksara.
30
31