Anda di halaman 1dari 1

METODE PENGUJIAN

PENGUKURAN KADAR AIR, KAYU DAN BAHAN BERKAYU


SNI 03-6850-2002
(PD M-12-2000-03)

RUANG LINGKUP :
Metode Pengujian ini meliputi penentuan kadar air kayu, vinir, dan bahan berkayu, termasuk di dalamnya yang
mengandung perekat dan bahan-bahan kimia aditif. Metoda pengujian kadar air berikut ini menguraikan tatacara
primer (A) dan tata cara sekunder (B-D) dalam mengukur kadar air;
a) Metode A: Metode Primer Kering Oven;
b) Metode B: Metode Sekunder Kering Oven;
c) Metode C: Metode Sekunder Distilasi;
d) Metode B: Metode Sekunder lainnya.

RINGKASAN :
Kadar air adalah kandungan air yang terdapat
dalam kayu, biasanya dinyatakan sebagai persen
dari berat kayu kering oven. Kadar air kayu atau
bahan berkayu dapat dinyatakan dalam kadar air
berdasarkan berat kayu kering oven atau berat kayu
basah.
Metoda ini disusun untuk berbagai tujuan
penggunaan, dari penelitian dasar hingga sampai
proses dalam industri. Metoda A didesain untuk
mendapatkan kadar air dengan ketepatan yang
tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Dengan menggunakan metoda ini juga diketahui
dugaan keragaman akibat oven atau akibat sifat
higroskopis contoh uji atau keragaman akibat
keduanya.
Peralatan Metode A atau Metode Primer Kering
Oven melingkupi beberapa komponen antara lain:
a) oven yang dapat mempertahankan
temperature (103 2)
0
C keseluruh ruangan
pengeringan selama waktu yang dibutuhkan
untuk mengeringkan benda uji.
b) timbangan;
Peralatan Metode B: Metode Sekunder Kering Oven
sebagai berikut;
a) oven yang digunakan dapat mempertahankan
temperature (103 2)
0
C sampai titik akhir
pengeringan.
(b) timbangan
bahan uji; (3) kalibrasi dan standardisasi; (4)
prosedur; (5) perhitungan; (6) laporan; (7) ketelitian
dan penyimpangan.
Peralatan Untuk Metode C atau Destilasi meliputi
beberapa komponen antara lain:
(a) labu ekstrasi;
(b) kondensor;
(c) perangkap air;
(d) labu ekstrasi;
(e) pelat panas;
(f) botol timbang;
(g) batang pengaduk;
(h) oven;
(i) eksikator;
(j) timbangan; dan
(k) alat bor;.