Anda di halaman 1dari 19

Pesta Danau Toba Dibuka

Penulis : Mohammad Hilmi Faiq | Selasa, 27 Desember 2011 | 19:50 WIB



Dibaca: 456

Komentar: 0
|



Share:
Kompas/MHF Tari Tor Tor Soma dalam pembukaan Pesta danau Toba 2011
TERKAIT:
Pesta Danau Toba Harus Lestarikan Tradisi Batak
Wisman Ramaikan Pesta Danau Toba
Danau Toba, Salah Satu Keajaiban Dunia
Pesta Danau Toba Hidupkan Budaya Batak
Pesta Danau Toba Hidupkan Budaya Batak
PARAPAT, KOMPAS.com Pesta Danau Toba 2011 secara resmi dibuka Pelaksana
Tugas Gubernut Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Selasa (27/12/2011). Pesta yang akan
berlangsung hingga 30 Desember ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat kunjungan
wisata.
Dalam sambutannya, Gatot mengatakan, Pesta Danau Toba menjadi agenda tahunan
Pemerintah Provinsi Sumatara Utara serta Kementerian Pariwisata dan Prekonomian Kreatif.
Gatot berharap yang meningkat tidak hanya tingkat kunjungan wisata, tetapi juga ekonomi
rakyat sekitar Danau Toba. "Sehingga semua maju bersama," ujarnya.
Pembukaan ini semestinya dilakukan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, tetapi
batal karena halangan cuaca. Selanjutnya, Gatot mengkritik pelaksanaan Pesta Danau Toba
pada Desember ini sebab banyak juga agenda yang hampir bersamaan, seperti Natal dan
Tahun Baru
Untuk itu, tahun depan, dia meminta agar Pesta Danau Toba dilaksanakan pada bulan Juni
saat liburan sekolah. Pesta Danau Toba 2011 menampilkan beberapa acara, seperti pentas
seni budaya, festival tari daerah, festival suling, balap sepeda, balap lari, renang, dan opera
batak.
Editor :
Pepih Nugraha

http://travel.kompas.com/read/2011/12/27/19502468/Pesta.Danau.Toba.Dibuka

DANAU TOBA DAN POTENSI
EKONOMI YANG DIMILIKINYA
Kamis, 29 Desember 2011 14:56
0 Komentar
Keindahan Danau Toba
Penulis : Budiah Sari Siregar

KABARSUMUT.COM - Danau
Toba, danau terbesar di Indonesia ini
memiliki begitu banyak potensi dalam
berbagai bidang yang sangat sayang
jika tidak ditangani dengan baik.
Tidak hanya memiliki andil besar
dalam keseimbangan ekosistem dunia,
danau Toba juga berpotensi kuat untuk
dijadikan andalan dalam
pengembangan sektor ekonomi
masyarakat luas, khususnya
masyarakat yang bermukim di
Kawasan Danau Toba (KDT) dan
Sumut.

Terdapat beberapa sektor yang jika
dikembangkan akan meningkatkan
sektor ekonomi Sumut ke depannya.
Sektor pertama adalah sektor
pariwisata. Danau Toba memiliki berbagai kriteria daerah untuk dijadikan Daerah Tujuan
Wisata (DTW) tingkat dunia. Dari mulai alam, budaya, kesenian, kuliner maupun produk
kerajinan penduduk lokal. Geowisata dan wisata budaya sangat bagus dikembangkan di
KDT.

Sejarah terbentuknya dan kondisi fisik danau Toba sangat mendukung untuk
dikembangkannya geowisata. Kondisi geografis di sekitarnya yang merupakan perbukitan
dan hutan tropis menjadi daya tarik tersendiri. Sebagai danau vulkanik terluas di dunia,
kepopuleran danau Toba telah terdengar hingga taraf internasional. Hal ini menarik
pengunjung untuk datang tidak hanya menikmati keindahan alamnya saja, tetapi juga
mengadakan penelitian berkaitan dengan sejarah terbentuknya danau ini secara ilmiah.

Wisata budaya juga memiliki prospek bagus untuk dikembangkan seiring dengan geowisata.
KDT yang merupakan asal sekaligus tempat bermukimnya masyarakat asli batak adalah aset
berharga untuk menarik wisatawan. Suku batak yang kaya dengan produk budaya yang unik
dan khas adalah juga mengandung unsur wisata bernilai jual tinggi.

Selain dua hal di atas, nilai estetika juga melekat pada alam danau Toba. Keindahan alam
danau Toba tak perlu diragukan lagi. Tak akan bosan mata memandang tiap sisi danau yang
terbentuk akibat letusan gunung Toba sekitar 75.000 tahun silam ini. Pulau Samosir, gugusan
perbukitan dan hutan tropisnya, sungguh indah menawan siapapun yang memandang.

Potensi ekonomi lainnya adalah pemanfaatan air danau Toba untuk pembangkit listrik.
Kesemua hal di atas sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Danau Toba sudah dijadikan
tempat wisata, pembangkit listrik sudah dibangun. Harusnya masyarakat bisa hidup makmur
dari hasil aktifitas wisata di KDT. Harusnya tak perlu ada pemadaman listrik untuk wilayah
Sumut. Faktanya seperti yang terlihat saat ini, pencapaian ekonomi yang salah satu
indikatornya dilihat dari tingkat kemakmuran rakyat, masih jauh dari kata sukses.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki danau Toba, sangat memungkinkan untuk
peningkatan mutu ekonomi masyarakat Sumut. Namun pada kenyataannya, masih banyak hal
yang perlu diperbaiki. Jumlah wisatawan yang datang ke danau Toba masih jauh di bawah
Bali atau Jogja. Berbagai isu tentang menurunnya permukaan air danau Toba yang juga
artinya menurunkan produksi listrik yang dihasilkan.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki berkaitan dengan kegagalan Sumut
memanfaatkan potensi danau Toba untuk memajukan perekonomian Sumut. Diantaranya
yakni :

1. Pemeliharaan budaya. Produk budaya merupakan satu hal yang menjadi daya tarik
sebuah DTW. Danau Toba dengan suku batak yang bermukim di KDT sebenarnya
telah memiliki hal itu. Namun sayangnya, kian hari masyarakat justru meninggalkan
kesenian, adat istiadat serta budaya mereka. Tak terkecuali masyarakat batak. Turis
asing berbondong-bondong ke danau Toba selain ingin melihat alamnya juga ingin
melihat tradisi lokal. Kita justru berlomba-lomba agar terlihat kebarat-baratan.
Masyarakat harus sadar dan kembali mempertahankan budaya lokal agar tak hilang,
sekaligus untuk menarik kembali wisatawan.
2. Penggalakkan kembali sapta pesona Dilihat dari gelagatnya, pelaku pariwisata di
KDT tampaknya kurang memahami makna sapta pesona. Banyak turis domestik yang
mengeluh akan sikap apriori penjual aksesoris di KDT. Sapta pesona diterapkan
bukan untuk turis mancanegara saja, justru turis domestik haruslah menjadi fokus
perhatian.
3. Perbaikan infrastruktur. Hal ini sangat penting diperhatikan. Dukungan infrastruktur
yang baik akan menimbulkan kesan yang baik pula di hati para pengunjung. Apalagi
negara yang masyarakatnya suka bepergian, rata-rata adalah masyarakat dari negara
maju yang infrastruktur di negaranya sangat baik.
4. Pemeliharaan alam. Danau Toba memegang peranan penting dalam keseimbangan
ekosistem dunia. Pemanfaatannya harus tetap memperhatikan keseimbangan alam.
Jangan sampai merusaknya hanya untuk mengejar nilai ekonomi semata.
5. Kerja sama seluruh pihak. Memanfaatkan dan menjaga keseimbangan alam danau
Toba memerlukan kerjasama seluruh pihak. Masyarakat, pemerintah dan seluruh
stekholder terkait. Tak cukup hanya kesadaran masyarakat. Tak cukup hanya niat baik
pemerintah. Seluruh pihak harus ikut serta..

Danau Toba memiliki potensi besar untuk menjadi sumber sekaligus membangkitkan sektor
ekonomi Sumut. Tidak mudah memang untuk mencapai ke titik tersebut ditengah kecamuk
masalah global. Namun harus diingat, danau Toba memiliki potensi itu. Tinggal bagaimana
kita sebagai masyarakat Sumut dalam mengambil sikap, mengabaikannya atau segera atur
strategi sebelum diambil alih oleh investor asing seperti potensi-potensi lain di negeri ini.
Biodata Penulis :
Nama : Budiah Sari Siregar
Judul Artikel : Danau Toba dan Potensi Ekonomi yang Dimilikinya
Ttl : Piasa Ulu, 12 Juni 1987
Email : pio_sya@yahoo.co.id
http://kabarsumut.com/pariwisata/budaya/1350-danau-toba-dan-potensi-ekonomi-yang-dimilikinya








Jumlah Penduduk Sumut Urutan
Terbesar ke-4 di Indonesia

Ditulis oleh Mula Halomoan
Minggu, 23 Oktober 2011 18:56
Share
Starberita.com - Medan, Berdasarkan hasil sensus penduduk pada 2010, jumlah penduduk
di Sumatera Utara mengalami peningkatan sebesar 1,11 persen dengan jumlah penduduk
sekitar 13 Juta Jiwa. Dengan kata lain, angka kelahiran di Sumut cukup tinggi yakni dengan
angka kelahiran 3,8 Juta Jiwa.



Keadaan ini menempatkan Sumut berada pada posisi keempat dengan jumlah penduduk
terbesar setelah Jawa Barat dengan jumlah penduduk sekitar 43 Juta Jiwa, Jawa Timur sekitar
38 Juta Jiwa dan Jawa Tengah sekitar 35 Juta Jiwa.

Dosen Kependudukan Departement Kependudukan dan Biostatistika FKM USU, Drs Heru
Santoso, MS, PhD mengatakan penduduk dunia saat ini telah mencapai 6,77 Milyar.

Pada akhir bulan Oktober 2011 diestimasikan penduduk dunia akan tembus pada angka 7
Milyar.
Menurutnya, kecendrungan meningkatnya populasi penduduk ini tentunya akan memberikan
dampak kepada semua aspek kehidupan, seperti politik, social, ekonomi, kesehatan,
pendidikan, kemiskinan, pengangguran dan lainnya.

"Kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Jika tidak ditangani sejak dini maka ancaman
penduduk di Sumut tidak akan terbendung lagi. Ini berarti masalah kependudukan tetap
merupakan tantangan besar," kata Heru Santoso yang juga menjabat sebagai Ketua Koalisi
Kependudukan Daerah Sumatera Utara itu, Minggu (23/10).

Ditambahkannya, kondisi ini sangat memerlukan komitmen dari semua pihak baik kalangan
pelaksana program (birokrat), stakeholder, swasta, LSM, teknokrat, akademisi, semua
kelembagaan masyarakat dan dukungan dari DPRD tentunya.

"Disamping itu diperlukan penggalangan dan peningkatan koordinasi, keterpaduan,
penyerasian serta kemitraan lintas sector dan fungsional melalui advokasi, sosialisasi,
promosi dan fasilitasi dalam menentukan program serta kebijakan pembangunan berwawasan
kependudukan yang mengarah ke masa depan, bebernya. (FNR/MUL)

http://www.starberita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=38243:jumlah-
penduduk-sumut-urutan-terbesar-ke-4-di-indonesia&catid=158:sosial&Itemid=391


19,5% rakyat Aceh miskin, Sumut 10,7%
Warta
WASPADA ONLINE
(kompas.com)
MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data penurunan jumlah penduduk
miskin di Indonesia. Penurunan data ini juga terjadi di Aceh dan Sumatera Utara.

BPS Aceh menyatakan 909 ribu orang di provinsi itu atau 19,46 persen adalah penduduk
miskin. Angka ini diklaim menurun 0,11 persen dibandingkan posisi Maret 2011.

Plh Kepala BPS Aceh, Abdul Hakim mengatakan, secara jumlah angka kemiskinan memang
meningkat, karena naiknya jumlah penduduk Aceh, namun secara persentasi angkanya
menurun. Pada Maret 2011 jumlah warga miskin di Aceh adalah 894 ribu orang, sedangkan
pada Maret 2012 jumlahnya mencapai 909 ribu orang.

"Dibandingkan dengan persentase penduduk miskin pada Maret 2011 yaitu 19,57 persen,
berarti penduduk miskin turun sebesar 0,11 persen," katanya, hari ini.

BPS menjelaskan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan di Aceh hingga Maret
2012 turun 0,62 persen dibanding tahun lalu, yaitu dari 176 ribu orang pada Maret 2011
menjadi 171 ribu orang. Sementara di pedesaan penduduk miskin naik 0,10 persen dari 718
ribu pada Maret 2011 menjadi 737 ribu pada Maret tahun ini.

Menurut Abdul Hakim, ini disebabkan adanya perubahan pada pertumbuhan ekonomi, indeks
harga konsumen, tingkat pengangguran terbuka yang mencapai 7,87 persen dan Nilai Tukar
Petani yang flukfuatif.

Masih tingginya tingkat kemiskinan di Aceh akibat naiknya garis kemiskinan. Selama
periode Maret 2011-Maret 2012 garis kemiskinan di provinsi itu naik 5,37 persen yaitu dari
Rp303.692 per kapita per Maret 2011 menjadi Rp320.013 per kapita per Maret 2012.

Untuk daerah perkotaan, garis kemiskinan naik 5,07 persen dari Rp333.355 per kapita per
Maret 2011 menjadi Rp350.260 per kapita hingga Maret 2012. Di pedesaan naik 5,50 persen
yaitu dari Rp292.085 per kapita menjadi Rp308.162 persen per kapita pada Maret 2012.

Abdul Hakim mengatakan beras, rokok, tongkol, gula pasir dan telur ayam ras merupakan
komoditas paling penting bagi penduduk miskin di Aceh. Untuk komoditas bukan bahan
makanan yang paling penting bagi penduduk miskin adalah perumahan, pendidikan, listrik,
bensing dan angkutan.

"Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.
Dimensi lain yang perlu diperhatikan yaitu tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.
Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan penanggulangan
kemiskinan juga sekaligus dapat mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari
kemiskinan," ujar Abdul Hakim.

Menurutnya indeks kedalaman kemiskinan Aceh bergeser dari 3,495 pada Maret 2011
menjadi 3,548 pada Maret 2012, sedangkan indeks keparahan kemiskinannya bergeser dari
0,940 menjadi 0,994. Terjadi peningkatan sebesar 0,05 point.

"Besarnya kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin
cenderung mendekati garis kemiskinan, serta ketimpangan pengeluaran diantara penduduk
miskin juga mengecil," sebut Abdul Hakim

Sementara itu, BPS Sumut, mengklaim terjadinya penurunan jumlah penduduk miskin di
Sumatera Utara sebanyak 74.100 orang. Dimana penurunan jumlah penduduk miskin
tertinggi, terjadi di wilayah pedesaan.

Kepala BPS Sumut, Suharno, mengatakan, berdasarkan hasil survei ekonomi nasional
(susenas) pada Maret lalu, jumlah penduduk Miskin di Sumut telah mencapai 1.407.200
orang, atau 10,67 persen terhadap jumlah total penduduk. Kondisi ini lebih baik jika
dibandingkan dengan kondisi Maret 2011 yang jumlah penduduk miskinnya sebanyak
1.481.300 orang atau 11,33 persen dari total jumlah penduduk.

Dengan berkurangnya 74.100 orang warga miskin, maka penurunan persentase penduduk
miskin sebesar 0,66 point. Penurunan angka kemiskinan ini, didorong oleh inflasi umum
yang relatif rendah di angka 3,86 persen. Apalagi perekonomian sumatera utara hingga
triwulan pertama 2012 menunjukkan pergerakan yang positif. Begitupula dengan indeks
tendensi konsumen yang meningkat dan pengangguran yang menurun, ungkapnya, hari ini.

Suharno menambahkan, penurunan angka kemiskinan terbesar di Sumut terjadi di wilayah
pedesaan. Tercatat pada Maret jumlah orang miskin di pedesaan Sumatera Utara sebanyak
738 ribu orang, menurun dari Maret 2011 lalu yang mencapai 790.200 orang.

Jumlah penduduk miskin sumut di perkotaan sebanyak 669.200 orang dan di daerah
perdesaan sebanyak 738.000 orang. Jika dibandingkan dengan penduduk yang tinggal pada
masing-masing daerah tersebut, maka persentase penduduk miskin di daerah perkotaan
sebesar 10,32 persen, sedangkan di daerah perdesaan sebesar 11,01 persen, tambahnya

Suharno menambahkan, kemiskinan bukan hanya sekedar jumlah dan persentase penduduk
miskin, namun juga seberapa dalam kemiskinan masyarakat itu sendiri. Tercatat, indeks
kemiskinan pada Maret 2012 sebesar 0,34 persen menurun dibandingkan Maret tahun lalu
yang mencapai 1,84 persen.

Menurutnya, Pada Maret 2012 Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan
Kemiskinan di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan daerah perdesaan. Indeks
Kedalaman Kemiskinan untuk perkotaan sebesar 1,65 sementara di perdesaan 1,46 dan
Indeks Keparahan Kemiskinan untuk perkotaan sebesar 0,38 sedangkan di perdesaan hanya
0,30.

"Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di perkotaan lebih
jauh dari garis kemiskinan dibanding perdesaan, begitu juga tingkat ketimpangan
pengeluaran penduduk miskin di perkotaan lebih lebar dibanding perdesaan, tukas dia.

Sekadar informasi, pada Maret 2012 garis kemiskinan Sumatera Utara sebesar Rp262.102 per
kapita per bulan. Untuk daerah perkotaan, garis kemiskinannya sebesar Rp286.649 per kapita
per bulan, dan untuk daerah perdesaan sebesar Rp238.368 per kapita per bulan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah masyarakat miskin pada Maret 2012 mencapai
29,12 juta orang atau 11,96 persen dari total penduduk Indonesia saat ini. Angka itu turun
dibanding Maret 2011 yang mencapai 30,02 juta orang (12,4 persen).

Dari seluruh daerah, pengurangan kemiskinan paling banyak terjadi di Pulau Jawa.
Alasannya, karena jumlah penduduknya paling banyak.

Per Maret 2012, jumlah penduduk miskin di Jawa tercatat 16,1 juta orang, Sumatera 6,3 juta
orang, Sulawesi 2,09 juta orang, Bali dan Nusa Tenggara 2,03 juta orang, dan Kalimantan
954,57 ribu orang.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=252394:1
95-rakyat-aceh-miskin-sumut-107&catid=15:sumut&Itemid=28









Jumlah Penduduk Sumut 12.985.075 Jiwa
16 Agustus, 2010 | Filed under: Medan | Posted by: Redaksi
Medan ( Berita ) : Badan Pusat Statistik Sumatera Utara mengumumkan, jumlah penduduk
di provinsi itu sebanyak 12.985.075 jiwa berdasarkan proses sensus yang dilakukan sejak Mei
2010.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Alimuddin Sidabalok di Medan, Senin [16/08],
mengatakan, dari jumlah itu diketahui 6.506.024 jiwa di antaranya berjenis kelamin
perempuan. Sedangkan sisa dari jumlah penduduk provinsi tersebut sebanyak 6.479.051 jiwa
diketahui berjenis kelamin laki-laki.
Data itu menunjukkan bahwa penduduk Sumut lebih banyak berjenis kelamin perempuan.
Dari data itu, sex ratio di Sumut 99,59, katanya.
Meski demikian, kata Alimuddin, jumlah itu belum menjadi patokan secara keseluruhan
karena ada beberapa daerah di Sumut yang penduduknya lebih banyak berjenis kelamin laki-
laki.
Seperti Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel) yang memiliki sex ratio mencapai 103,88
dan Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) dengan sex ratio 102,10.
Sedangkan daerah yang paling banyak penduduknya berjenis kelamin perempuan adalah
Kabupaten Nias Barat. Sex rationya 91,77, kata Alimuddin.
Berdasarkan kewilayahan, daerah yang paling padat penduduknya adalah Kota Medan
dengan jumlah 2.109.330 jiwa (16,24 persen), sedangkan paling sedikit adalah Pakpak Bharat
dengan 40.481 jiwa (0,31 persen).
Rinciannya, Kabupaten Nias 132.329 jiwa (1,02 persen), Mandailing Natal 403.894 jiwa
(3,11 persen), Tapanuli Selatan 264.108 jiwa (2,03 persen), Tapanuli Tengah 310.962 jiwa
(2,39 persen), Tapanuli Utara 278.897 jiwa (2,15 persen), Toba Samosir 172.933 jiwa (1,33
persen).
Labuhan Batu 414.417 jiwa (3,19 persen) dan Asahan 667.563 jiwa (5,14 persen).Kabupaten
Simalungun 818.104 jiwa (6,30 persen), Dairi 269.848 jiwa (2,08 persen), Karo 350.479 jiwa
(2,70 persen), Deli Serdang 1.789.243 jiwa (13,78 persen).
Langkat 966.133 jiwa (7,44 persen), Nias Selatan 289.876 jiwa (2,33 persen), Humbang
Hasundutan 171.687 jiwa (1,32 persen) dan Pakpak Bharat 40.481 jiwa (0,31
persen).Kabupaten Samosir 119.650 jiwa (0,92 persen), Serdang Bedagai 592.922 jiwa (4,57
persen), Batubara 374.535 jiwa (2,88 persen).
Padang Lawas Utara 223.049 jiwa (1,72 persen), Padang Lawas 223.480 jiwa (1,72 persen),
Labusel 277.549 jiwa (2,14 persen), Labura 331.660 (2,55 persen), Nias Utara 127.530 jiwa
(0,98 persen) dan Nias Barat 81.461 jiwa (0,63 persen).
Tingkat kota adalah Kota Sibolga 84.444 jiwa (0,65 persen), Tanjung Balai 154.426 jiwa
(1,19 persen), Tebing Tinggi 145.180 jiwa (1,12 persen), Medan 2.109.339 jiwa (16,24
persen), Binjai 246.010 jiwa (1,89 persen), Padang Sidempuan 191.554 jiwa (1,48 persen),
Gunung Sitoli 125.566 (0,97 persen) serta jumlah tambahan lain sebanyak 881 jiwa (0,01
persen). (ant )
http://beritasore.com/2010/08/16/jumlah-penduduk-sumut-12-985-075-jiwa/























Profil Daerah Sumatera Utara

Statistik Penduduk Menurut Jenis Kelamin


Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Provinsi Sumatera Utara
Tahun 2011 2010 2009 2008
Jumlah Pria (jiwa) 6.544.092 6.483.354 6.594.118 6.489.000
Jumlah Wanita (jiwa) 6.559.504 6.498.850 6.654.268 6.553.317
Total (jiwa) 13.103.596 12.982.204 13.248.386 13.042.317
Pertumbuhan Penduduk (%) - -2 - -
Kepadatan Penduduk (jiwa/Km) - 181 - -

http://regionalinvestment.bkpm.go.id/newsipid/demografipendudukjkel.php?ia=12&is=37

Profil Daerah Sumatera Utara

Struktur, Luas, dan Jarak ke Ibukota Provinsi


Menampilkan 1 sampai 20 dari 33
<sebelumnya 1 2 selanjutnya>

Nama Kabupaten/Kota Ibukota
Luas
(km)
Jarak ke Ibukota Provinsi
(km)
Kabupaten Asahan Kisaran 3.675 -
Kabupaten Batu Bara Limapuluh - -
Kota Binjai Binjai 90 30
Kabupaten Dairi Sidikalang 1.928 183
Kabupaten Deliserdang Lubuk Pakam 2.561 30
Kota Gunung Sitoli Gunung Sitoli 142 -
Kabupaten Humbang Hasundutan Dolok Sanggul 2.297 -
Kabupaten Karo Kaban Jahe 2.127 -
Kabupaten Labuhanbatu Rantau Prapat 9.223 -
Kabupaten Labuhan Batu Selatan Kota Pinang - -
Kabupaten Labuhan Batu Utara Aek Kanopan - -
Kabupaten Langkat Stabat 6.263 50
Kabupaten Mandailingnatal Panyambungan 6.621 -
Kota Medan Medan 265 -
Kabupaten Nias Gunung Sitoli 980 -
Kabupaten Nias Barat Lahomi - -
Kabupaten Nias Selatan Teluk Dalam 1.626 -
Kabupaten Nias Utara Lotu - -
Kabupaten Padang Lawas Sibuhuan - -
Kabupaten Padang Lawas Utara Gunung Tua - -

Nama Kabupaten/Kota Ibukota
Luas
(km)
Jarak ke Ibukota Provinsi
(km)
Kota Padangsidempuan Padangsidempuan 115 389
Kabupaten Pakpakbharat Salak 1.218 -
Kota Pematangsiantar Pematangsiantar 80 125
Kabupaten Samosir Samosir 2.434 -
Kabupaten Serdang Bedagai Sei Rampah 1.913 -
Kota Sibolga Sibolga 11 347
Kabupaten Simalungun Pematang Siantar 4.369 -
Kota Tanjungbalai Tanjungbalai 62 -
Kabupaten Tapanuli Selatan Padang Sidimpuan 4.353 -
Kabupaten Tapanuli Tengah Pandan 2.158 349
Kabupaten Tapanuli Utara Tarutung 3.765 -
Kota Tebingtinggi Tebing Tinggi 38 78
Kabupaten Tobasamosir Balige 2.352 -

Pencari Kerja Menurut Jenis Kelamin dan Pendidikan


Jumlah Pencari Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Provinsi Sumatera Utara
* Klik Pencari Kerja untuk menampilkan grafik pencari kerja berdasarkan pendidikan
Tahun 2010
Pencari Kerja - Pendidikan SMU/SMK
Jumlah Pria (Jiwa ) 8.826
Jumlah Wanita (Jiwa ) 7.303
Total (Jiwa ) 16.129
Pencari Kerja - Pendidikan S1
Jumlah Pria (Jiwa ) 26.629
Jumlah Wanita (Jiwa ) 86.621
Total (Jiwa ) 113.250
Pencari Kerja - Pendidikan D3
Jumlah Pria (Jiwa ) 23.242
Jumlah Wanita (Jiwa ) 34.858
Total (Jiwa ) 58.100
Grand Total
Jumlah Pria (Jiwa ) 58.697
Jumlah Wanita (Jiwa ) 128.782
Total (Jiwa ) 187.479


Jenis dan Nilai Ekspor Komoditi Unggulan


Jenis Ekspor Utama
Tahun
(ribu US$)
2011 2010 2009 2008 2007
Barang-Barang Aluminium - 331.604 244.216 405.472 442.588
Getah Karet Alam 3.141.420 2.077.950 943.011 1.678.060 1.392.110
Kopi 455.218 262.598 203.646 211.007 216.664
Lemak dan Minyak Nabati 4.287.990 3.615.020 2.726.020 4.181.610 2.958.680
Margarin 411.300 - 167.992 332.154 -
Olahan Minyak Lemak Nabati dan Hewani 426.715 271.083 - - 173.863


Display Ekonomi PDRB Sumatera Utara

Pendapatan Domestik Regional Bruto Daerah ( Harga Konstant )


Sektor
Tahun
2010 2009 2008 2007 2006
Rupiah
(juta)
%
Rupiah
(juta)
%
Rupiah
(juta)
%
Rupiah
(juta)
%
Rupiah
(juta)
%
Pertanian 27.875 23,50 26.527 23,78 25.301 23,83 23.856 23,91 22.724 24,34
Pertambangan 1.401 1,18 1.323 1,19 1.304 1,23 1.229 1,23 1.120 1,20
Industri Pengolahan 26.105 22,00 24.977 22,39 24.305 22,89 23.615 23,66 22.471 24,07
Listrik dan Air Bersih 874 0,74 816 0,73 773 0,73 740 0,74 738 0,79
Bangunan 8.066 6,80 7.554 6,77 7.091 6,68 6.559 6,57 6.086 6,52
Perdagangan, Hotel,
Restoran
21.915 18,47 20.575 18,44 19.516 18,38 18.386 18,42 17.095 18,31
Angkutan/Komunikasi 11.634 9,81 10.630 9,53 9.883 9,31 9.077 9,10 8.259 8,85
Bank/Keu/Perum 8.795 7,41 7.939 7,12 7.480 7,04 6.721 6,73 5.978 6,40
Jasa 11.976 10,09 11.217 10,05 10.520 9,91 9.609 9,63 8.877 9,51
Total 118.641 100 111.559 100 106.172 100 99.792 100 93.347 100
Laju Pertumbuhan 6 5 6 6 -

UMR Daerah Tahunan

Upah Minimum Regional
Tahun
(Rupiah)
2012 2011 2010 2009 2008
1.200.000 1.035.500 965.000 905.000 822.205



Ketersediaan Lahan


# Komoditi Luas Lahan/Potensi Sumber Data
Perkebunan
1 Kakao Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 92594
Status Lahan: Luas Areal Perkebunan Rakyat
sebesar 66.190 ha, Perkebunan Swasta sebesar

Sumber Data:
Statistik Perkebunan 2009-2011
Kementrian Pertanian Direktorat
7.903 ha dan Perkebunan Negara Sebesar
18.501 ha.
Jenderal Perkebunan
Komp Deptan Gedung C Lt-III
Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3
Ps Minggu Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7817693 021-7815380-
4 Ext-4318
Fax 021-7815586 021-7815486

Updated: 28-2-2012
2 Karet Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 461148
Status Lahan: Luas Areal Perkebunan Rakyat
sebesar 292.961 ha, Perkebunan Swasta sebesar
103.305 ha dan Perkebunan Negara Sebesar
64.882 ha.

Sumber Data:
Statistik Perkebunan 2009-2011
Kementrian Pertanian Direktorat
Jenderal Perkebunan
Komp Deptan Gedung C Lt-III
Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3
Ps Minggu Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7817693 021-7815380-
4 Ext-4318
Fax 021-7815586 021-7815486

Updated: 28-2-2012
3 Kelapa Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 113847
Status Lahan: Luas Areal Perkebunan Rakyat
sebesar 110.759 ha, dan Perkebunan Swasta
sebesar 3.088 ha

Sumber Data:
Statistik Perkebunan 2009-2011
Kementrian Pertanian Direktorat
Jenderal Perkebunan
Komp Deptan Gedung C Lt-III
Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3
Ps Minggu Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7817693 021-7815380-
4 Ext-4318
Fax 021-7815586 021-7815486

Updated: 28-2-2012
4 Kelapa
Sawit
Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 1.01757e+06
Status Lahan: Luas Areal Perkebunan Rakyat
sebesar 392.726 ha, Perkebunan Swasta sebesar
352.657 ha dan Perkebunan Negara Sebesar
299.471 ha.

Sumber Data:
Statistik Perkebunan 2009-2011
Kementrian Pertanian Direktorat
Jenderal Perkebunan
Komp Deptan Gedung C Lt-III
Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3
Ps Minggu Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7817693 021-7815380-
4 Ext-4318
Fax 021-7815586 021-7815486

Updated: 28-2-2012
5 Kopi Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 80244
Status Lahan: Luas Areal Perkebunan Rakyat
sebesar 79.544 ha, Perkebunan Swasta sebesar
700 ha

Sumber Data:
Statistik Perkebunan 2009-2011
Kementrian Pertanian Direktorat
Jenderal Perkebunan
Komp Deptan Gedung C Lt-III
Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3
Ps Minggu Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7817693 021-7815380-
4 Ext-4318
Fax 021-7815586 021-7815486

Updated: 28-2-2012
6 Tebu Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 12366
Sumber Data:
Statistik Perkebunan 2008-2010
Departemen Pertanian Direktorat
Jenderal Perkebunan
Komp Deptan Gedung C Lt-III
Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3
Ps Minggu Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7817693 021-7815380-
4 Ext-4318
Fax 021-7815586 021-7815486

Updated: 28-2-2012
7 Tembakau Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 3216
Status Lahan: Luas Areal Perkebunan Rakyat
sebesar 340 ha, Perkebunan Negara Sebesar
2.876 ha.

Sumber Data:
Statistik Perkebunan 2009-2011
Kementrian Pertanian Direktorat
Jenderal Perkebunan
Komp Deptan Gedung C Lt-III
Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3
Ps Minggu Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7817693 021-7815380-
4 Ext-4318
Fax 021-7815586 021-7815486

Updated: 28-2-2012
Pertanian
8 Jagung Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 229882
Sumber Data:
Statistik Perkebunan 2008-2010
Departemen Pertanian Direktorat
Jenderal Perkebunan
Komp Deptan Gedung C Lt-III
Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3
Ps Minggu Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7817693 021-7815380-
4 Ext-4318
Fax 021-7815586 021-7815486

Updated: 28-2-2012
9 Ubi Jalar Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 14240
Sumber Data:
Buku Lima Tahun Statistik
Pertanian 2006-2010
Dinas Pertanian Provinsi
Sumatera Utara 2011

Updated: 28-2-2012
10 Ubi Kayu Lahan yang Sudah Digunakan (Ha): 35137
Sumber Data:
Buku Lima Tahun Statistik
Pertanian 2006-2010
Dinas Pertanian Provinsi
Sumatera Utara 2011

Updated: 28-2-2012

http://regionalinvestment.bkpm.go.id/newsipid/komoditiketersediaanlahan.php?ia=12&is=136

Profil Komoditi Unggulan di Daerah


Perkebunan
1. Kelapa Sawit
Jumlah Produksi Perkebunan Rakyat 2009 Sebesar 1.119.490 Ton, Perkebunan Negara 2009 Sebesar
1.027.143 Ton, Perkebunan Swasta 2009 Sebesar 1.011.511 Ton, Jumlah Produksi Perkebunan
Rakyat Sebesar 1.411.880 Ton (Angka Sementara 2010), Perkebunan Negara Sebesar 1.052.821 Ton
(Angka Sementara 2010), Perkebunan Swasta Sebesar 1.035.787 Ton (Angka Sementara 2010).
Produksi Tahunan:
- Tahun 2006 : 3.244.922
Ton
- Tahun 2007 : 1.022.472
Ton
- Tahun 2008 : 1.115.699
Ton
- Tahun 2009 : 3.158.144
Ton

Sumber Data:
Statistik Perkebunan Indonesia 2009-2011
Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan
Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3 Ps
Minggu Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318
Fax 021-7815586 021-7815486

Updated: 16-4-2012
- Tahun 2010 : 3.230.488
Ton
2. Karet
Jumlah Produksi Perkebunan Rakyat 2009 Sebesar 201.026 Ton, Perkebunan Negara 2009 Sebesar
68.751 Ton, Perkebunan Swasta 2009 Sebesar 112.296 Ton, Jumlah Produksi Perkebunan Rakyat
Sebesar 213.744 Ton (Angka Sementara 2010), Perkebunan Negara Sebesar 74.927 Ton (Angka
Sementara 2010), Perkebunan Swasta Sebesar 124.926 Ton (Angka Sementara 2010).
Produksi Tahunan:
- Tahun 2006 : 427.872
Ton
- Tahun 2007 : 225.286
Ton
- Tahun 2008 : 224.968
Ton
- Tahun 2009 : 382.073
Ton
- Tahun 2010 : 413.597
Ton

Sumber Data:
Statistik Perkebunan Indonesia 2009-2011
Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan
Komp Deptan Gedung C Lt-III Ruang.307 Jl. Harsono R.M No. 3 Ps
Minggu Jakarta Selatan 12550
Telp 021-7817693 021-7815380-4 Ext-4318
Fax 021-7815586 021-7815486

Updated: 16-4-2012

Sumber Data:
http://www.gajimu.com/main/gaji/Gaji-Minimum/ump-2012
Direktorat Jendral Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja