Anda di halaman 1dari 168

ii

Buku ini akan menggerakkan Anda! Jika memang serius dengan


percepatan rezeki, buku ini harus Anda miliki. Pastikan keluarga
Anda juga membacanya! Ippho Santosa, Pakar Otak Kanan
& Penulis Mega-Bestseller
Pepatah mengatakan, Everybody needs motivation and secret
strategy to gain success, (Setiap orang membutuhkan motivasi
dan kunci rahasia untuk meraih sukses). Subhaanallaah, Mas
Reza membeberkan rahasia sukses itu dengan cara yang simpel,
konkret, dan terbukti efektif. Buku ini wajib dimiliki oleh setiap
insan yang ingin sukses secara fnansial dan spiritual. Dr.
Muhammad Syafi Antonio, MEc, Chairman Group TAZKIA &
Komite Ekonomi Nasional
Banyak orang berpikir bahwa rezeki adalah obyek, namun
buku karya Reza M. Syarief ini justru mengajak kita berpikir
sebaliknya, yaitu bahwa rezeki adalah subyek. Jika kita
menghargai dan memperlakukannya dengan baik maka Allah
Yang Maha Memberi Rezeki akan melipatgandakannya. Sudah
saatnya para bankers meluruskan angle of mind-nya tentang
uang. Dr. Halim Alamsyah, SE., SH., MA., Dewan Gubernur
Bank Indonesia
Buku ini sangat faktual dan memenuhi kebutuhan orang
untuk mencari solusi paling dekat bagi permasalahan hidup.
Mengkanalisasi masalah rezeki sebagai persoalan yang paling
memusingkan umat hari ini, kemudian mencarikan saluran-
saluran jalan keluar yang paling tepat membuat buku ini layak
untuk dibaca. Muhammad Lukman Edy, Ketua FPKB MPR RI
& Menteri PDT RI Kabinet Indonesia Bersatu I
iii
Buku ini sangat bermanfaat bagi mereka yang terkadang bingung
dengan policy Allah SWT dalam mendistribusikan rezeki di
muka bumi. Kebingungan yang berkepanjangan adalah sumber
kekafran. Insya Allah buku ini akan menghapus kebingungan
tersebut. Fuad Bawazier, Anggota DPR & Mantan Menteri
Keuangan
Two thumbs up! Buku yang sangat inspiratif. Bertutur tanpa
menggurui dan menasihati tanpa mendikte. Memberi inspirasi,
bukan sekadar memotivasi. A must read book. Adiwarman
Karim, Presiden Direktur Karim Business Consulting
Buku ini adalah salah satu masterpiece Reza M. Syarief.
Membaca judul bab-bab di dalamnya saja sudah membuat
saya bersemangat mengaplikasikannya, apalagi membaca
isinya yang penuh ilmu dan kearifan hidup. Aidil Akbar
Madjid, MBA, Perencana Keuangan Independen Senior & AFC
Financial Check Up
Adalah kesalahan besar jika kita berambisi dan terobsesi untuk
memburu rezeki. Seharusnya rezeki itulah yang memburu kita.
Untuk itu, kita harus menjadi magnet. Bagaimana caranya?
Buku ini mengupas habis tentangnya. Ratih Sanggarwati,
Artis, Model, & Trainer Kepribadian
Sebuah buku multi-dimensi yang mencerahkan batin, ringan
dan mudah dicerna, menyejukkan jiwa di tengah gurun gersang
emosi negatif, menggelitik akal dan nurani, dan merangkul kita
untuk melihat ke dalam. Allah telah memberikan kunci untuk
membuka pintu rezeki yang terpendam dalam hati setiap
manusia. Damien Dematra, Sutradara & Penulis
iv
Membaca judulnya...bikin penasaran
Melihat penulisnya...sangat meyakinkan
Membaca isinya...sungguh mencerahkan
3B untuk buku ini: Beli, Baca, Buktikan! Ahmad Ghozaly,
Perencana Keuangan & Penulis
Setelah membaca buku ini, hati saya seakan dilumuri berbagai
pesan dan kesan yang sangat inspiratif. Semoga buku ini
menjadi pelita bagi mereka yang merindukan lahirnya generasi
rabbani yang cerdas, tangkas, dan penuh integritas. Toto
Tasmara, Dai Nasional & Pengusaha
Saya bersyukur diberi kesempatan oleh Allah untuk berkiprah
di dunia seni dan flm. Setelah membaca buku Mas Reza ini,
saya lebih bersyukur karena diberi kesempatan untuk belajar
tentang seni menjemput rezeki. Aditya Gumay, Sutradara &
Pemimpin Sanggar Teater Ananda
Subhaanallaah, buku ini memberikan motivasi sekaligus
inspirasi dalam mencari rezeki tanpa perlu frustrasi. Membaca
halaman demi halamannya serasa sedang ditemani oleh Sang
Pemberi Rezeki. Ustadz Sholeh Mahmoed
Terkadang, kenaifan diri membuat kita merasa sudah maksimal
dalam mengejar rezeki. Bacalah buku ini agar Anda semakin
mengerti bagaimana membuka pintu-pintu rezeki yang telah
Allah siapkan. Ustadz Bobby Herwibowo, Dai
v
Buku ini wajib dibaca semua anak muda Indonesia agar tidak
pesimis menghadapi masa depan. Buku ini juga memprovokasi
siapapun untuk menjadi pelopor dan bukan pengekor. Semakin
banyak anak bangsa seperti Reza, semakin bangsa Indonesia
akan disegani di dunia. Perpaduan antara wawasan yang
luas, pengalaman yang dalam, bahasa yang mudah dicerna,
dan acuan kitab suci membuat buku ini mampu menembus
nurani dan menajamkan pikiran. Dewi Motik, Ketua Umum
Kowani
Saya sangat menyukai buku ini karena enak dibaca, banyak
nasihat, dan dilengkapi pengalaman nyata dari penulis.
Prof. Dr. Veni Hadju, MSc., Ph.D., Guru Besar Universitas
Hasanuddin, Makassar
Inspiring! Rangkaian kata dalam buku ini mengajak kita bukan
sekadar berpikir namun juga merasakan langsung pengalaman
hidup penulis yang senantiasa bertindak lugas, tegas, dan
tuntas. Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH. MSi., Dosen &
Mantan Walikota Jakarta Pusat
Ditulis oleh seorang motivator ternama dengan ayat-ayat Al-
Quran sebagai referensinya serta disajikan dalam bahasa yang
lugas dan sederhana menjadikan buku ini berdaya guna dan
cocok untuk semua lapisan masyarakat. Suharno Eliandy,
SE., Ak., MSC, Dosen Program Vokasi Universitas Indonesia
vi
Pembaca yang dirahmati Allah, syukran sudah
membeli buku terbitan QultumMedia.
Apabila setelah membeli buku ini ditemukan cacat produksi
seperti halaman kosong, halaman terbalik atau tidak berurutan,
silakan mengembalikan ke alamat di bawah ini untuk digantikan
dengan buku baru yang tidak cacat. Jangan lupa menyertakan
struk pembayarannya.
Distributor AgroMedia
Jl. Moh. Kah 2 No. 13-14, Cipedak-Jagakarsa
Jakarta Selatan 12640
Redaksi QultumMedia
Jl. H. Montong No. 57 Ciganjur-Jagakarta
Jakarta Selatan 12630
Email: redaksi@qultummedia.com
Atau, menukarkan buku ini ke toko
buku tempat membeli.
Dan, apabila terdapat kesalahan tulisan atau ajaran yang keliru,
mohon diberitahukan kepada kami, baik
via pos ke alamat redaksi maupun email.
Semoga bermanfaat dunia dan akhirat, wajazakumullah.
Wassalam
Redaksi QultumMedia
viii
13 TOP SECRETS
PEMBUKA PINTU REZEKI
Penulis:
Reza M. Syarief, PSK
Penyunting:
Firdaus Agung
Desain Sampul & Tata Letak:
Def & N1h4l
Penerbit:
QultumMedia
Redaksi:
Jl. H. Montong No.57, Ciganjur, Jagakarsa Jakarta Selatan 12630
Telp. (021) 7888 3030, Ext. 213, 214, 216
Faks. (021) 727 0996
E-mail: redaksi@qultummedia.com
Distributor Tunggal:
PT AgroMedia Pustaka
Jl. Moh. Kahf II No.12A Rt.13 Rw. 09
Cipedak Jagakarsa Jakarta Selatan
Telp. (021) 78881000
Faks. (021) 78882000
E-mail: pemasaran@agromedia.net
Cetakan pertama, Februari 2012
Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Reza M. Syarief, PSK
13 Top Secrets Pembuka Pintu Rezeki/Reza M. Syarief, PSK;
Penyunting, Firdaus Agung Cet 1 Jakarta : QultumMedia, 2012
xvi+152 Hal : 15 x 23 cm
ISBN : 979-017-211-7
1. 13 Top Secrets Pembuka Pintu Rezeki I. Judul
II. Reza M. Syarief, PSK III. Agung
201
Hak cipta dilindungi undang-undang
ix
P
ara insan sejati, kita mungkin telah membaca
banyak artikel atau tulisan seputar rezeki, baik yang
bersifat teoritis normativ maupun praktis empiris. Kali
ini, secara khusus saya menghadirkan ke hadapan Anda
sebuah buku yang bukan sekadar bisa menjadi media rekreasi
intelektual atau sensasi spiritual namun juga sahabat setia di
kala suka dan duka. Sahabat setia adalah mereka yang tidak
pernah jenuh untuk senantiasa menyirami batin kita di tengah
dahaga ruhani. Mereka tidak pernah bosan membangunkan
kita dari selimut kemalasan, ketakutan, dan kekecewaan.
Mereka juga tidak pernah jemu mengajak kita bangkit setelah
berkali-kali mengalami keterpurukan dan kegagalan.
Siapapun kita, betapapun kedudukan kita sebagai ciptaan
Sang Khalik lebih sempurna ketimbang makhluk-Nya yang lain,
tidaklah lepas dari kelemahan, keterbatasan, dan kesalahan.
Namun demikian, perbaikan dan perubahan adalah sebuah
harga yang tidak bisa ditawar-tawar. Ketika Anda sakit parah
maka kesembuhan menjadi kebutuhan, saat Anda tersudut
oleh beban utang yang menggunung maka pelunasan adalah
sesuatu yang sangat dinanti, dan manakala Anda gagal dalam
bisnis maka kesuksesan usaha adalah harapan yang dinantikan.
Semua solusi yang Anda butuhkan untuk semua itu bermuara
pada satu kata: REZEKI.
kata PENGANTAR
x
Rezeki tak ubahnya dewa penyelamat atau dewi
keberuntungan bagi siapapun yang telah kehilangan asa.
Rezeki mampu mengisi seluruh ruang hidup kita. Namun,
tidak semua orang bisa mengarahkan hati dan pikirannya untuk
mendapatkan rezeki secara baik. Di ranah politik, maraknya
budaya korupsi yang terang-terangan dan berjamaah didorong
oleh keinginan buta untuk memburu rezeki. Dalam dunia bisnis
yang ramai dengan white collar crime alias penjahat berkerah
putih, tak pernah sepi dari orang-orang yang terobsesi untuk
mengejar rezeki.
Para profesional di berbagai perusahaan saling menjatuhkan
demi mendapatkan jatah rezeki yang berlebih. Seorang ibu
rela menghabisi nyawa bayinya yang masih merah karena
khawatir tidak bisa memenuhi rezekinya. Tidak kalah ironis,
seorang pelajar terjun bebas dari lantai atas sebuah pusat
perbelanjaan lantaran malu karena orangtuanya tidak memiliki
rezeki untuk tunggakan SPP-nya. Tidak ketinggalan fenomena
meningkatnya jumlah pria dan wanita yang mengalami
keterlambatan menikah lantaran tidak sanggup berkeluarga
hanya dengan rezeki yang pas-pasan. Pertanyaan besar kita
sekarang adalah: Apakah benar bahwa Allah SWT belum
berkenan menganugerahkan rezeki kepada kita? Atau, Dia
pilih kasih dalam mendistribusikan rezeki di antara manusia?
Banyak pertanyaan lain yang bisa kita angkat untuk masalah
ini.
Salah satu harian pagi di ibukota pernah memuat artikel
yang merupakan hasil wawancara seorang wartawan dengan
pasangan suami-istri, sebut saja Bapak dan Ibu Zaini, yang
telah dikaruniai Allah SWT keturunan sangat banyak. Tahukah
Anda berapa anak mereka? 25! Subhaanallaah. Dengan
mengandalkan pekerjaan sang suami sebagai penarik becak dan
sesekali menjual sembako, pasangan itu mampu membesarkan
xi
semua anaknya dengan sukses. Bagaimana dengan kita? Anak
kita tidak sebanyak anak mereka, bukan? Lantas, mengapa kita
yang memiliki anak lebih sedikit tidak memiliki keyakinan yang
lebih kuat daripada pasangan tersebut? Memang, persoalannya
bukan pada sedikit atau banyaknya anak, namun seberapa
besar keyakinan kita dalam masalah rezeki.
Masyarakat Betawi memegang kepercayaan yang sangat
kuat untuk urusan ini, yaitu banyak anak banyak rezeki. Boleh
jadi apa yang mereka percayai itu ada benarnya. Rezeki
bukan masalah kecil dan main-main. Ia merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari tangis kesedihan atau senyum
kebahagiaan setiap insan. Rezeki adalah sesuatu yang tidak
lekang oleh zaman. Untuk itu, sengaja saya menghadirkan
buku kesembilan saya ini sebagai kado terindah bagi siapapun
yang ingin hidupnya lebih SIP (Sejahtera, Indah, dan Penuh
Kedamaian).
Buku ini bukan sekadar kumpulan data atau kata yang
sarat dengan motivasi agama, juga bukan hasil salin-sadur
berbagai literatur kerezekian, apalagi hanya sebuah reportase
pengalaman sukses orang lain. Buku ini tersaji ke hadapan Anda
sebagai hasil pergelutan kami dalam universitas kehidupan, di
mana setiap cerita dan makna yang tertulis di dalamnya adalah
kumpulan tetes air mata, cucuran keringat, bahkan goresan
darah yang kami alami selama dua puluh tahun lebih.
Doa kami, Anda tidak perlu mengalami hal yang sama.
Ambil dan tangkap insight-nya dan jangan lupa menjalin
hubungan dekat dengan Sang Pemberi Rezeki, Allah SWT.
Semoga setiap episode keberhasilan Anda menjadi penggugur
dosa-dosa kami, pemberat timbangan kebaikan kami, dan
penggenap tabungan amal saleh kami. Ini bukan hanya buku
saya, namun buku kami dan kita semua, karena segenap
inspirasi yang lahir di dalamnya tidak lepas dari peran dan
xii
dukungan tulus sahabat-sahabat kehidupan saya. Tanpa
mengurangi khidmah Anda dalam membaca buku ini nantinya,
sudilah kiranya Anda turut mendoakan orang-orang yang telah
digerakkan Allah SWT untuk membantu saya.
Buku ini saya dedikasikan yang setinggi-tingginya untuk
ayahanda tercinta, alm. Brigjenpol Sjarief Wondodihardjo,
sosok polisi yang lurus, tulus dan selalu menjadi teladan
kami sekeluarga; ibunda tercinta yang selalu sabar dengan
segala perilaku yang kurang menyenangkan hati; orangtua
kedua saya yang telah memberikan dukungan luar biasa,
alm. Haji Nawawi bin Sholeh dan Hajjah Rasyidah; mereka
yang senantiasa menjadikan rumah kami sebagai surga dunia:
pasangan setiaku, dr. Hilmia, serta kelima mujahid-mujahidah
penyejuk mata penenang hati: Farhata, Hanna, Fajar, Fia, dan
Shakira; para guru sekolahku sejak TK hingga perguruan tinggi,
terima kasih atas bimbingannya selama ini; para murabbiku
sejak SMP hingga kini: Akhil Kiram Tasri, Ustadz Ruslani
Effendi, alm. KH. Ishak Farid, pimpinan Pondok Pesantren
Cintawana, Singaparna-Tasik, alm. KH. Rahmat Abdullah,
dan Syaikh Abdullah At-Tamimy; teman-teman kecilku; mitra
pendukung karirku; adik-adikku penggagas Leadership Center
Club dan QAF; rekan pendamping Multi Utama Motivindo
(MUC): Razikun, Sugianto, Afdal, dan Nasdi; orang-orang yang
telah mengawal PT. RLC Indonesia sedari bayi hingga kini
yang tengah menuju kedewasaan; semua ikhwan di Majelis
Annubuwwah; segenap tim Yayasan Semesta Nubuwwah Insani;
para mentee di Republik Motivasi; adik-adik yatim-dhuafa
yang tak kenal lelah mendoakan kami di bawah bimbingan
saudaraku, Amin Sangadji; dan siapapun yang karena kelalaian
xiii
saya belum tercantum. Semoga seluruh jerih payah mereka
dilipatgandakan pahalanya oleh Allah, dicukupkan rezekinya,
dan diberi keberkahan segala usahanya. Amin.

Jakarta, Februari 2012
Penulis
xiv
Barangsiapa bertakwa kepada Allah, Dia akan
memberikan jalan keluar baginya dan melimpahkan
rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka olehnya.
(QS. Ath-Talaq: 2-3)
xv
daftar isi
KATA PENGANTAR ix
DAFTAR ISI xv
FAITH
Fanatik, Setia Saja Tidak Cukup 1
FREEDOM
Kemerdekaan Tanpa Tapi 9
FOCUS
Pikiran Total dan Radikal 27
TELEPATHY
Bicaralah dengan Langit! 39
ENTHUSIASTIC
Gerak Penuh Energi 47
APPRECIATION
Menghargai, Bukan Memberi Harga 59
ABUNDANCE
Berselancar dalam Keluasan 67
MEANINGFULNESS
Lebih dari Apa Adanya 75
xvi
PROVOCATIVE
Bujuk, Rayu, dan Rangkul untuk Kebaikan 85
RESPONSIVE
Cepat dan Sigap, Tidak Kagetan 95
INFLUENTIAL
Mewarnai, Bukan Diwarnai 103
MILDNESS
Bantu, Bantu, dan Bantu! 113
ELASTICITY
Lentur Tapi Tidak Luntur 121
UCAPAN TERIMAKASIH 129
TENTANG PENULIS 143
FAITH
Fanatik, Setia Saja Tidak Cukup
2
F1
3
Rezeki tidak akan berpihak kepada Anda selama
tirai keragu-raguan masih menyelimuti hati Anda.
Singkap tirainya dan tampakkan keyakinan agar
rezeki segera berpihak kepada Anda!
Allah SWT memberikan sebuah potensi istimewa kepada
manusia sejak mereka dilahirkan. Potensi tersebut tidak
diberikan kepada makhluk ciptaan Allah lainnya. Hal ini
sesuai dengan frman Allah SWT dalam Surat Al-Isra ayat 70
yang artinya, ...dan telah Kami istimewakan manusia di antara
sekian banyak makhluk ciptaan Allah lainnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, potensi istimewa
tersebut terkikis akibat virus-virus yang ada di lingkungan kita.
Pada akhirnya, virus-virus itu melahirkan sebuah penyakit
yang menggerogoti segenap potensi terbaik kita sehingga
mengakibatkan diri kita menderita impotensi. Jangan pernah
menyalahkan Allah atas ketidakberdayaan kita! Sebab, yang
sesungguhnya terjadi adalah kita selalu membiarkan berbagai
virus negatif (saya istilahkan dengan energi negatif atau ENEG)
masuk dengan mudah ke dalam pikiran kita.
Apabila virus tersebut telah menguasai pikiran seseorang
maka alam bawah sadarnya akan menggiringnya pada 4
L, yaitu letih, lesu, lemah, dan loyo. Entah berapa banyak
sampah energi negatif yang sudah menumpuk di dalam pikiran
kita. Dalam salah satu survey, dikatakan bahwa setiap hari
setidaknya kita membiarkan hampir 300 energi negatif masuk
ke dalam pikiran, sedangkan energi positif hanya seperlimanya.
Salah satu dari sekian banyak energi negatif itu adalah perasaan
gagal.
4
Tidak bisa dipungkiri bahwa pikiran bawah sadar mem-
pengaruhi hampir 80% perilaku manusia, sementara sisanya
yaitu 20% dipengaruhi pikiran sadarnya. Bisa Anda bayangkan,
jika seseorang dikendalikan oleh pikiran bawah sadar yang
buruk maka perilaku sehari-harinya pasti akan mengarah pada
perilaku yang buruk (akhlaq mazhmumah), bukan perilaku
yang baik (akhlaq mahmudah).
Allah SWT mengkaruniakan tiga kecenderungan ter hadap
manusia, yaitu:
1. Nafsu Lawwaamah (perasan bersalah/guilty feeling),
seperti diuraikan dalam QS. Al-Qiyamah ayat 2;
2. Nafsu Ammaarah bis Suu (dorongan untuk melakukan
penyimpangan atau menerobos aturan), seperti
disinggung dalam QS. Yusuf ayat 53;
3. Nafsu Muthmainnah (perasaan yang tenang), bisa kita
baca dalam QS. Al-Fajr ayat 27.
Nafsu Muthmainnah (perasaan yang tenang) seharusnya
bisa menjadi kendali bagi dua nafsu yang lainnya. Dalam
kenyataannya, Nafsu Ammaarah bis Suu lebih sering
mengungguli Nafsu Muthmainnah dan Lawwaamah. Allah
SWT melarang hamba-Nya bersikap putus asa atau merasa
gagal sebelum melakukan suatu upaya. Sebab, niat untuk
berbuat kebaikan saja sudah dibalas oleh Allah dengan satu
kebaikan yang lain.
Real success is determined by two factors.
First is faith, and second is action.
(Kesuksesan sejati ditentukan oleh dua hal.
Pertama adalah keyakinan, dan kedua adalah
tindakan.)
5
Perasaan gagal akan membawa kita pada keburukan dan
keburukan akan mengantarkan kita pada penyimpangan aturan
Allah SWT. Islam mengajarkan kita untuk mengedepankan sikap
optimis. Jangan sekali-kali kita kalah sebelum bertanding.
Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah SWT berfrman,
Sesungguhnya Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku.
Jika kita sudah merasa gagal sebelum menyelesaikan suatu
upaya maka kemungkinan besar hasil yang kita peroleh adalah
kegagalan. Lantas, bagaimana cara kita mengatasi perasaan
takut gagal? Berikut beberapa tipsnya.
1. Melakukan perencanaan yang matang sebelum me-
lakukan suatu pekerjaan. Karena, perencanaan yang
sempurna akan membawa hasil yang sempurna pula;
2. Miliki keyakinan tentang keberhasilan yang lebih
kuat daripada bayangan tentang kegagalan. Karena,
keyakinan bahwa diri kita akan berhasil memberikan
sumbangan 50% terhadap keberhasilan itu sendiri;
3. Berikan stimulus berupa hadiah atau sesuatu yang
menyenangkan sehingga kita seolah-olah mendapatkan
suntikan kekuatan untuk mengejar keberhasilan;
4. Berikan pula konsekuensi hukuman berupa se-
suatu yang tidak menyenangkan sehingga
kita berusaha keras untuk menghindari kegagalan;
5. Bernadzarlah dengan sesuatu yang baik agar
Anda diberi kemudahan oleh Allah dalam meraih
keberhasilan;
6. Jangan lupa berdoa agar Allah memudahkan Anda
dalam memperoleh keberhasilan;
7. Setelah berikhtiar secara optimal dan berdoa sepenuh
hati, serahkan hasilnya kepada Allah. Bertawakallah!
6
Untuk memperlancar upaya kita dalam mengejar
keberhasilan dalam hidup, mari kita amalkan sebuah doa yang
diajarkan Allah SWT berikut.
Hasbiyallaahu laa ilaaha illaa Huwa, alaihi tawakkaltu wa
Huwa Rabbul arsyil azhiim.
Cukuplah Engkau bagiku, tiada yang patut disembah selain
Dia, kepada-Nya aku berpasrah diri, dan Dialah Yang Maha
Memiliki Arsy lagi Maha Agung. (QS. At-Taubah ayat 129)
JEJAK LANGKAH
Alhamdu lillaah, selama hampir 21 tahun menikah, kami telah
dikaruniai lima orang anak. Anak pertama sudah menjadi
mahasiswi FISIP UI, anak kedua siswi kelas dua SMUN 109
Jakarta, anak ketiga siswa kelas dua SMPN 2 Depok, anak
keempat siswi kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Plus Al-Azhar
Syarif, dan anak terakhir putri berusia dua tahun. Jadi, 2
anak perempuan di atas, 2 anak perempuan di bawah, dan
1 anak laki-laki di tengah-tengah. Sambil bergurau, saya
sering mengistilahkannya dengan Wiro Sableng.
Ada sedikit cerita tentang anak ke-3 saya yang laki-laki.
Ketika itu ia masih duduk di kelas 6 SD. Saya bertanya,
Selepas SD, Abang mau pilih SMP mana?
SMP yang punya standar internasional, jawabnya.
Abang serius mau masuk SMP itu? Saya m enimpali. Dia
mengangguk. Setelah itu, hari-hari saya dan istri tiada
lain kecuali memotivasi si Abang. Saat ujian masuk SMP
telah tiba, saya berpesan kepada istri agar lima menit
sebelum ujian dimulai ia menyempatkan shalat Dhuha dan
mendoakan putra kami. Saya meminta istri agar mengirim
7
keyakinan kepadanya bahwa ia bisa lulus dengan nilai
terbaik.
Di tengah kesibukan yang ada, saya mengantar kan putra
kami satu-satunya itu ke sekolah. Beberapa saat sebelum
ujian dimulai, saya mengajaknya melakukan telepati
Ilahiyah.
Abang pejamkan mata, bayangkan di hadapan Abang ada
lembar jawaban soal. Perhatikan di kotak nilai pojok kanan
atas sudah tertulis angka 100. Bayangkan di majalah dinding
sekolah terdapat pengumuman daftar siswa yang lulus ujian
masuk dan ternyata nama Abang ada di kelompok 10 besar.
Yakinlah bahwa soal-soal yang nanti dikerjakan semuanya
mudah dan Abang sudah biasa mengerjakannya.
Berapapun hasil ujian nanti, ayah dan ibu tetap bangga
denganmu. Pasrahkan semuanya kepada Allah. Bismillaah.
Setelah dia saya minta membuka mata, saya pun bergegas
meninggalkan kelas sambil terus berdoa dari jauh.
Beberapa hari kemudian, untuk kedua kalinya, saya kembali
mengantarnya ke sekolah untuk melihat hasil ujian.
Dengan sabar, kami lihat satu demi satu nama dan akhirnya
saya menemukan nama putra saya tercatat sebagai siswa
yang lulus. Alhamdu lillaah, keyakinan sukses adalah 50%
keberhasilan. Adapun sisanya adalah berlatih dan pasrah.
Mental yang siap juga merupakan kekuatan penarik rezeki.
Sibaklah keragu-raguan dan sibuklah dengan keyakinan
Anda!
8
Jika saja penduduk negeri-negeri beriman dan
bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan berkah dari
langit dan bumi kepada mereka.
(QS. Al-Araf: 96)
FREEDOM
Kemerdekaan Tanpa Tapi
10
F1
F2
11
Rezeki yang tidak terbatas dimulai dari
keinginan kuat untuk menghancurkan pikiran-pikiran
yang penuh keterbatasan.
Mari membayangkan seekor katak dalam sebuah toples.
Katak itu berusaha keluar dari toples tersebut. Namun, setiap
kali melompat, ia selalu gagal karena mulut toples kita tutup.
Dua-tiga kali katak itu melompat, ia tetap gagal. Ia tak putus asa
dan terus berusaha keluar dari toples itu. Sampai hitungan ke-
300, ia tak juga berhasil. Menurut Anda, jika pada hitungan ke-
301 kita membuka tutup toplesnya, apakah katak itu berhasil
melompat keluar? Tidak. Ia tidak mampu keluar. Seolah ada
batas tak terlihat (invisible limit) yang menghalanginya.
Katak dalam toples adalah gambaran diri kita dalam hal
menjemput rezeki. Ketika berusaha sekuat tenaga mencari
rezeki, seringkali kita terpaksa menelan kegagalan. Mengapa
hal itu terjadi? Rezeki sebenarnya sudah disiapkan oleh
Allah SWT. Kita pun sudah berusaha untuk menjemputnya.
Masalahnya, kekuatan yang sudah kita himpun sedemikian
rupa dibajak (hijacked) oleh batas yang kita ciptakan dalam
pikiran kita sendiri.
Dalam kasus di atas, yang sebenarnya terjadi adalah daya
dorong kita, sebut saja pedal gas, sama kuatnya dengan daya
tahan kita atau bisa kita sebut pedal rem. Artinya, jika kita
mengeluarkan energi sebesar 100% maka pada saat yang
sama kita juga menahannya dengan prosentase yang sama
besar tanpa kita sadari.
Apa yang menahan kekuatan itu? Pikiran terbatas (limited
mind) kita sendiri. Oleh karena itu, agar energi yang kita
kerahkan betul-betul efektif, kita harus memiliki kemampuan
12
mengendalikan pikiran terbatas tersebut dalam skala yang
wajar tanpa menghalangi daya dorong kita dalam menjemput
rezeki. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat Matriks Energi
berikut.
MATRIKS ENERGI
NO. KONDISI HASIL
1. Daya Dorong (max)-Daya Tahan (max) Mubadzir (M1)
2. Daya Dorong (min)-Daya Tahan (max) Malas (M2)
3. Daya Dorong (min)-Daya Tahan (min) Melamun (M3)
4. Daya Dorong (max)-Daya Tahan (min) Mantap (M4)
Setiap manusia memiliki harapan untuk meraih kehidupan
yang lebih baik sebagai karunia dari Allah SWT. Tapi, mengapa
ada sebagian orang yang gagal dalam hal rezeki sementara
yang lainnya berhasil?
Mari kita arahkan pembicaraan bukan pada soal bagaimana
mengoptimalkan daya dorong tapi bagaimana menyisihkan
keterbatasan pikiran yang seringkali menyusahkan kita.
Sebelumnya, mari kita kenali batasan pikiran apa saja yang
kerap membajak daya dorong kita. Setidaknya ada tujuh batasan
pikiran yang dapat mengganggu daya dorong kita. Bayangkan
tujuh batasan pikiran itu bak gembok-gembok yang membuat
pintu ruangan di dalam rumah kepribadian kita tidak bisa
dibuka. Tugas kita sekarang adalah menghancurkan gembok
yang mengunci tujuh pintu tersebut agar setiap potensi rezeki
dapat masuk ke dalam rumah kepribadian kita.
Mari kita lihat gembok yang pertama: I am so busy.
Pernahkah Anda merasa sibuk dengan berbagai aktivitas baik
13
di kantor maupun di rumah? Jika Anda seorang ibu rumah
tangga, Anda mungkin sibuk mengurus anak dan rumah. Jika
Anda pejabat, Anda mungkin sibuk mengurus instansi Anda.
Jika Anda seorang presiden direktur di sebuah perusahaan,
Anda sibuk mengurus direktur dan manajer perusahaan Anda.
Atau, jika Anda seorang menteri, Anda pasti sibuk mengurus
departemen Anda.
Pada dasarnya, setiap orang mempunyai kesibukan yang
berbeda-beda. Namun, Allah memberikan jatah waktu yang
sama bagi mereka, baik pejabat maupun rakyat, pimpinan
maupun anak buah, yaitu 24 jam sehari-semalam.
Satu hal yang ingin saya tekankan di sini adalah jangan
sampai kesibukan tersebut membuat kita lupa untuk
merencanakan hal-hal yang jauh lebih penting dalam kehidupan
kita. Ada satu ungkapan menarik berkenaan dengan hal ini,
Dont work for money but money work for you, dont work
for the time but the time work for you (Jangan bekerja untuk
mengejar uang, tapi uang itulah yang semestinya bekerja untuk
Anda. Jangan bekerja dengan dikendalikan waktu, tapi waktu
itulah yang seharusnya Anda kendalikan.)
Jadi, hal pertama yang bisa membatasi diri kita adalah I
am so busy. Kita merasa terlalu sibuk sehingga tidak punya
waktu untuk hal-hal yang lebih bermakna dalam kehidupan.
Kita enggan berpikir, misalnya, sudahkah kita meluangkan
waktu beberapa menit saja untuk berdialog dan berkomunikasi
dengan Allah SWT? Sudahkah kita meluangkan waktu untuk
berkumpul bersama keluarga? Sudahkah kita meluangkan
waktu untuk kehidupan pribadi kita? Sudahkah kita membuat
rencana-rencana untuk masa depan?
Apa yang ingin kita capai dalam kehidupan ini? Tentu
bukan sekadar penghasilan yang banyak atau jabatan yang
bergengsi saja, namun apa yang membuat diri kita bermakna
14
bagi kehidupan. I am so busy. Ungkapan ini merupakan
refeksi dari sikap mental yang bisa membuat pikiran kita
terbatas.
Jika suatu ketika Anda merasa pusing, apa yang ada dalam
pikiran Anda saat itu? Anda pasti langsung terpikir dengan
obat yang bisa menyembuhkan pusing tersebut. Atau, Anda
langsung teringat dengan dokter. Saya harus berobat ke dokter,
saya harus minta resep obat untuk menyembuhkan rasa pusing
saya.
Tapi, pernahkah Anda merasa sakit, bukan dalam arti fsik
namun psikis, yang membuat Anda merasa kehilangan sesuatu
dalam hidup atau miskin spiritual? Ketika kita merasa miskin
secara spiritual, kita sebenarnya sedang mengidap penyakit.
Tapi, pernahkah saat itu kita langsung teringat dengan Tuhan?
Pernahkah kita terpikir untuk mengobati sakit mental kita
dengan mendekat kepada-Nya?
Kalau kita merasa bahwa kondisi fsik kita tidak ft, kita akan
bergegas untuk mengobatinya. Tapi, mengapa ketika kondisi
mental kita butuh perhatian kita kurang peka? Ini yang saya
sebut dengan gembok pertama. I am so busy, saya terlalu
sibuk untuk menemukan waktu khusus beraudiensi dengan
Sang Pencipta. Padahal, manusia adalah makhluk yang lemah.
Wa khuliqal insaanu dhaiifa. Dan manusia diciptakan Allah
dengan sifat lemah. (QS. An-Nisa: 76)
Kita akan mempunyai kekuatan jika mau mendekatkan
diri kepada Dzat yang merupakan sumber kekuatan (source of
power), Allah SWT. Jika kita mau mendekat kepada Tuhan, Dia
tak akan segan mentransfer kekuatan-Nya kepada kita. Tapi,
jika kita menjauh dari-Nya, kita tak akan menerima transfer
kekuatan dari-Nya. Insya Allah, dengan mendekat kepada
Tuhan, kita akan semakin yakin dalam mengambil keputusan.
15
Gembok yang kedua: I am not clever, saya tidak pandai.
Kita mungkin pernah menemui hambatan berupa keraguan
yang melemahkan motivasi diri ketika sedang berupaya
meraih harapan atau cita-cita. Keraguan merupakan salah
satu wujud konkret dari apa yang saya sebut sebagai gembok
pikiran yang kedua. I am not clever atau Saya tidak pandai
adalah ungkapan yang biasa terlontar ketika seseorang dilanda
keraguan.
Dalam dunia pendidikan, istilah pandai sering diartikan
dengan ranking satu atau indeks prestasi di atas rata-rata. Tentu
yang saya maksud di sini bukan semata-mata kecerdasan
akademik. Karena, seperti kita tahu, Tuhan menciptakan dua
otak bagi kita, yaitu otak kiri (Intellectual Quotient [IQ] atau
kecerdasan intelektual) dan otak kanan (Emotional Quotient
[EQ] atau kecerdasan emosional). Yang perlu kita ingat, 80%
keberhasilan orang bukan ditentukan oleh kecerdasan akademik
tapi kecerdasan emosional. Jadi, ketika kita mengatakan I am
not clever, itu patut kita pertanyakan kembali. Benarkah kita
tidak pandai?
Tony Buzan, seorang psikolog Inggris yang cukup terkenal,
mengungkapkan hasil penelitiannya bahwa ketika seorang bayi
lahir, jumlah sel sarafnya sudah mencapai 1 trilyun. 1 trilyun
sel saraf itu terbagi menjadi dua, 100 milyar sel saraf untuk
berpikir, sedangkan 900 milyar sisanya bertugas memberi
nutrisi atau suplai makanan kepadanya. Professor Ornstein,
seorang psikolog yang lain, memaparkan bahwa jika satu dari
100 milyar sel saraf itu diambil, ia bisa menciptakan 20 ribu
connection di dalam otak kita. Sekarang, mari kita berhitung.
Kalau satu sel saraf saja bisa menciptakan 20 ribu connection
atau 20 kilobyte, berapa kilobyte yang bisa diciptakan oleh
memori otak kita yang berjumlah 100 milyar sel saraf itu?
Jadi, pantaskah kita mengatakan bahwa diri kita tidak pintar
16
jika kenyataannya kita memiliki potensi kecerdasan yang
sedemikian besar?
Tuhan menciptakan manusia dengan jumlah neuron
yang sama, yaitu 1 trilyun sel saraf dengan kemampuan 20
ribu connection dikali 100 milyar atau sekitar 10 pangkat 21
kilobyte. Siapa pun orang tua kita, baik berpendidikan maupun
tidak, kita terlahir dengan jumlah neuron yang sama. Pernahkah
Anda melihat sebuah komputer, yang paling canggih sekalipun,
dengan kapasitas memori mencapai 10 pangkat 21 kilobyte?
Saya yakin tidak ada.
Kita sering lupa. Kita abai dengan fakta penciptaan yang
luar biasa ini. Padahal, di dalam diri kita sendiri, di dalam
diri anak dan bayi kita, terdapat apa yang disebut dengan
biocomputer. Biocomputer itu adalah otak. Otak manusia
memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa. Dalam suatu
penelitan, Albert Einstein, orang yang dianggap paling jenius
di dunia hingga abad ini, diketahui baru menggunakan tidak
lebih dari 15% potensi otaknya. Padahal, ia mempunyai IQ di
atas 220. Skor IQ itu menunjukkan bahwa Einstein superjenius,
meski ia baru menggunakan 15% potensi otaknya. Bagaimana
dengan orang lain? Menurut para pakar, kebanyakan orang
baru menggunakan sekitar 0,5% potensi otak mereka (!).
Ini tentu perlu kita renungkan. Sebab, Islam mengajarkan
kita untuk bersyukur. Salah satu cara bersyukur adalah dengan
memaksimalkan potensi yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Jadi, kita sebenarnya tidak punya alasan untuk mengatakan I
am not clever. Ungkapan itu hanya akan membuat kita gagal
meraih kesuksesan. Kecerdasan bukanlah alasan bagi siapapun
untuk tidak sukses, sebab setiap orang dilahirkan dengan
memori sebesar 10 pangkat 21 kilobyte.
17
Gembok yang ketiga adalah I am not talented, Saya
tidak berbakat. Kita sering mendengar orang lain berkata,
Saya tidak berbakat, bagaimana mungkin saya bisa menjadi
pengusaha? Bagaimana mungkin saya menjadi direktur
atau seorang pimpinan di perusahaan besar jika saya tidak
berbakat? Oke, jika kita mengatakan demikian di dalam
pikiran, kita juga akan mengatakan demikian di dalam hati.
Mari kita buktikan!
Coba lihat orang-orang sukses di sekeliling Anda, apakah
mereka berbakat di bidangnya? Awalnya, mereka mungkin
tidak mengetahui bahwa bakat mereka adalah di suatu
bidang tertentu. Tapi, ternyata orang-orang itu sukses karena
terus berkecimpung di bidang itu. Saya ingin mengutip ayat
Al-Quran yang sangat menarik dan relevan dengan apa
yang sedang kita bahas sekarang, yaitu Surat Al-Isra ayat
84, Katakanlah (Muhammad), Setiap orang berbuat sesuai
dengan pembawaannya masing-masing. Maka, Tuhanmu
lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.
Persoalan kita sekarang bukan kita belum sukses, tapi kita
belum menemukan bakat kita sendiri sehingga mungkin kita
berada di tempat yang salah atau tidak sesuai dengan bakat
kita. Jadi, kita belum sukses bukan karena kita tidak punya
bakat. Kita semua mempunyai bakat, hanya saja bakat yang
kita miliki mungkin tidak tersalurkan dengan baik karena kita
berada di tempat atau waktu yang salah. I am not talented
atau Saya tidak berbakat bukan alasan bagi kita untuk tidak
berhasil dalam kehidupan.
Kita lihat gembok yang keempat, I am not beautiful/
handsome. Saya kan tidak cantik/tampan, Pak. Pernahkah
Anda mendengar sebuah rumusan dalam dunia bisnis,
manajeman, marketing, atau pendidikan bahwa untuk meraih
sukses kita harus cantik atau tampan? Tidak ada!
18
Kita justru sering menemukan orang-orang yang secara
fsik tidak begitu menonjol, namun sukses dalam karir dan
kehidupannya. Terlalu banyak contoh yang bisa saya sebutkan
satu persatu. Bukankah kita harus percaya bahwa Tuhan
melahirkan kita dalam bentuk yang terbaik? Anda masih ingat
dengan Surat At-Tin ayat 4 di mana Allah berfrman, Sungguh
telah kami ciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik.
Kita semua diciptakan Tuhan dalam bentuk yang paling
baik. Syukuri dan nikmati bentuk tubuh yang sudah diberikan
Tuhan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Saya ingat,
sewaktu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama,
saya mempunyai seorang kawan. Kebetulan kawan saya
itu dilahirkan dengan hidung yang pesek. Dia tidak senang
dengan bentuk hidungnya yang minimalis itu, sehingga dia
pun menjalani operasi plastik di Singapura. Sepulang dari luar
negeri, hidungnya berubah mancung. Namun, apa yang terjadi
setelah dia kembali masuk sekolah? Bukannya pujian, dia
justru menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Mengapa?
Sebab, hidung mancungnya tidak proporsional alias tidak
sesuai dengan tubuhnya. Tuhan menciptakan bentuk tubuh
manusia dengan seimbang. Tidak ada yang tidak seimbang
dalam kehidupan ini. Jadi, jangan pernah kita beranggapan
bahwa sukses semata-mata ditentukan oleh kondisi fsik.
Siapapun Anda, bagaimanapun wajah Anda, dan seperti
apapun penampilan Anda, Anda tetap punya peluang sukses
yang sama dengan orang lain.
Ada seorang tokoh yang sangat menarik. Dia dilahirkan
dalam keadaan tanpa tangan dan kaki. Namun, hari ini dia
menjadi motivator kelas dunia. Dia adalah pemuda dari Jepang.
Meski lahir dalam keadaan cacat, dia bisa membuktikan bahwa
orang cacat pun bisa sukses. Nah, jika orang yang cacat saja
bisa sukses, mengapa kita yang sempurna tidak bisa sukses? Ini
19
adalah pertanyaan penting untuk kita renungkan. Jadi, tidak
ada alasan bahwa kondisi fsik adalah hambatan untuk meraih
keberhasilan.
Kita lihat gembok berikutnya, I am not lucky, Saya tidak
beruntung. Dalam pergaulan sehari-hari, kita sering mendengar
ungkapan Belum nasib saya, Pak, atau Memang nasibnya
baik, Pak. Kalau saya memang tidak beruntung. Dalam Islam,
kita mengenal istilah takdir. Takdir ada dua macam, yaitu
takdir kauni dan takdir syari. Takdir kauni adalah takdir yang
melibatkan kita dalam proses sebab-akibat, sedangkan takdir
syari adalah takdir yang menarik kita dalam suatu aturan
main, rule of the game. Orang yang ingin mendapatkan uang
bisa melakukan dua cara, yang pertama dengan cara yang
baik, sedang yang kedua dengan cara yang tidak baik. Kita bisa
mendapatkan uang dengan menjual narkotika. Kita juga bisa
mendapatkan uang dengan cara berdagang. Dua-duanya bisa
mendatangkan uang, tapi cara yang pertama mendatangkan
uang melalui jalur yang salah, sedangkan yang kedua melalui
jalur yang benar. Cara yang pertama tidak mengikuti takdir
syari, sedangkan cara yang kedua mengikuti takdir syari.
Untuk meraih sukses, faktor keberuntungan tidak ada
kaitannya. Semua itu adalah skenario Tuhan. Kita tidak pernah
tahu tentang hal itu. Its a mistery of life, itu adalah misteri
kehidupan. Untuk mengungkap misteri itu, tidak ada cara
lain kecuali just do it! Kerjakan saja! Ambil tindakan, yaitu
amal saleh! Islam adalah agama iman dan amal saleh. Islam
mengajarkan kepada kita agar selalu mengiringi iman dengan
amal saleh.
Islam bukan sekadar agama teori namun agama
perbuatan. Jadi, take the action! Ambil keputusan dan segeralah
bertindak! Jangan sampai kita mengkambinghitamkan faktor
keberuntungan sebagai hambatan untuk sukses! Jangan ada
20
lagi kalimat Saya beruntung, sedangkan Anda tidak, atau
Nasib saya buruk, sedangkan nasib Anda baik. Tidak ada
faktor nasib di sini. Bahkan, kalau kita bicara dalam konteks
keyakinan atau akidah, mungkin ini adalah salah satu hal yang
sangat bertentangan dengan akidah.
Kita beranjak ke gembok berikutnya, I am not rich, Saya
tidak kaya. Bagaimana saya bisa sukses, Pak, orang saya tidak
kaya. Jelas saja dia sukses, dia kan orang kaya. Rumahnya
besar, mobilnya bagus, punya koneksi di mana-mana pula.
Jelas saja dia mudah mencari pekerjaan. Kenalannya kan ada
di mana-mana.
Apakah tidak kaya adalah alasan yang bisa diterima ketika
seseorang tidak bisa sukses? Faktanya, banyak orang sukses yang
memulai karirnya dalam keadaan tidak kaya. Sebelum bicara lebih
jauh, mari kita lihat lebih dekat apa sesungguhnya kekayaan itu.
Kaya tidak semata-mata urusan materi. Kaya pikiran, jiwa, dan
hati juga merupakan kekayaan bagi kita.
Gembok pikiran yang terakhir adalah I am a common
person, saya adalah orang biasa. Kita sering mendengar
orang berkata, Saya orang yang biasa-biasa saja, Pak. Saya
bukan keturunan ningrat. Sukses tidak ada hubungannya
dengan keturunan ningrat. Sukses tidak ditentukan oleh hal
itu.
Itulah yang saya sebut dengan tujuh gembok yang membuat
pintu ruangan dalam pikiran kita tidak bisa dibuka sehingga
potensi terbaiknya tidak bisa muncul. Sekarang, saya akan ajak
Anda untuk menghancurkan gembok yang mengunci pintu-
pintu ruang pikiran Anda. Kita akan melakukan sebuah latihan.
Latihan ini membutuhkan fokus dan konsentrasi.
Saya akan menghitung sampai tiga. Setelah saya
mengucapkan angka tersebut, saya minta Anda menutup mata
21
dan kita akan memulai latihan ini. Latihan ini kita sebut Breaking
The Limit Exercise. Anda sudah siap? Oke, kita mulai. Mulailah
berkonsentrasi! Jika saya mengucapkan angka tiga, tutup mata
Anda! 1, 2, 3, tutup mata Anda! Fokus dan konsentrasi, pusatkan
kekuatan Anda! Bayangkan di depan Anda ada sebuah televisi
yang sangat besar. Sekarang nyalakan TV anda. Ok, sekarang
TV sudah menyala. Bayangkan sebuah gambar berukuran kecil
di bagian tengah layar TV Anda. Itu adalah gambar diri Anda
ketika Anda merasa kurang percaya diri, putus asa, pesimis,
ragu-ragu dalam mengambil keputusan, dan minder. Lihat
gambar kecil itu, lihat ekspresi wajah Anda! Anda terlihat tidak
percaya diri, minder, kurang bangga dengan diri sendiri, dan
kurang optimis dalam hidup.
Pikirkan peristiwa yang Anda hadapi saat itu. Mungkin
itu terjadi sehari, seminggu, sebulan, atau setahun yang lalu.
Tampilkan gambarnya, letakkan ke bagian tengah televisi
tersebut. Sekarang, saya akan menghitung. Setiap hitungan saya
bertambah, saya ingin Anda membesarkan gambarnya. Dengan
demikian, semakin lama gambar itu akan semakin besar. Jika
saya sudah menghitung sampai angka sembilan, kumpulkan
kekuatan anda. Ketika saya mengucapkan angka sepuluh,
break the limit! Hancurkan gambar itu! Teriakkan kata-kata,
Yes, I can do it. Yes, I break my limit! Saya menghancurkan
batasan saya!
Oke, kita mulai. Satu, gambarnya membesar. Dua,
gambarnya semakin besar. Tiga, terus membesar. Empat,
tambah besar. Lima, gambar diri Anda yang sedang pesimis dan
putus asa semakin terlihat. Anda sangat benci dengan gambar
itu, Anda tidak suka dengan gambar itu. Enam, gambar Anda
semakin memenuhi layar televisi. Tujuh, semakin besar dan
jelas. Delapan, semakin bertambah jelas. Sembilan, himpun
kekuatan Anda! Ketika saya mengucapkan angka sepuluh,
22
Anda berteriak sekencang mungkin, Yes, I can do it, saya
dapat menghancurkan batasan itu! Sepuluh, Yes, I can do it, I
break my limit! Allaahu Akbar!
Alhamdulillaah. Gambar itu hilang, gambar itu pecah
berkeping-keping bagaikan kaca yang hancur dan serpihannya
berserakan di sekeliling Anda. Gambar itu kini hilang dan
digantikan gambar positif diri Anda. Dalam gambar itu, Anda
terlihat sangat confdence dan optimis. Simpan gambar itu
untuk kehidupan Anda yang lebih baik dan tempatkan di relung
hati yang paling dalam. Satu, dua, tiga! Anda bisa membuka
kembali mata Anda.
Itulah yang saya sebut dengan Breaking The Limit Exercise.
Mungkin sebagian dari Anda mendapatkan pencerahan
dari kontemplasi ini. Namun, bagi yang belum, Anda bisa
melakukannya berulang-ulang. Saya sendiri baru bisa
mendapatkan makna dari apa yang kita mainkan barusan
setelah melakukannya empat sampai lima kali.
Sebagai penutup bagian pertama ini, saya akan sampaikan
satu kalimat ajaib yang mungkin bisa menjadi bekal dan modal
Anda dalam mengejar mimipi-mimpi dan harapan Anda.
Never put any limitation since you want
to start something, but if you have done you
know your limitation.
(Jangan sekali-kali membuat batasan
ketika Anda baru memulai, sebab jika Anda
sudah mengerjakan, Anda akan tahu sendiri
sejauh mana batasan Anda!)
23
JEJAK LANGKAH
Sejak kelas 6 SD, saya rutin mengikuti pengajian di
kompleks POLRI di wilayah Ampere Kemang yang dipimpin
oleh seorang ustadz yang akrab dipanggil Uda Usral atau
disingkat Da Us. Suatu ketika selepas shalat Isya' di masjid,
saya mengurungkan diri untuk cepat-cepat pulang ke
rumah lantaran penasaran dengan majelis taklim yang
disampaikan oleh penceramah muda dan menarik itu. Saya
pun bergabung dengan jamaah yang lain dan mengikuti
kajian hingga tuntas.
Topik yang disampaikan oleh ustadz muda itu sangat
menarik, yaitu tentang masalah tauhid. Walau saya adalah
peserta terkecil dalam pengajian itu, saya memberanikan
diri bertanya tentang sesuatu yang kerap menjadi ganjalan
di hati saya. Ustadz, saya memulai, bagaimana kita bisa
meyakinkan orang yang tidak bertuhan atau atheis bahwa
Allah benar-benar ada?
Beliau terlihat setengah kaget dengan pertanyaan saya.
Sambil mendekat, beliau berbisik kepada saya, Pertanyaan
bagus! Kalau kamu serius mau tahu jawabannya, pekan
depan ikut saya mengaji di Kampung Melayu.
Hati saya langsung berbunga. Ini yang namanya pucuk
dicinta ulam pun tiba. Berbekal semangat belajar yang
berkobar-kobar, pada hari yang ditentukan, saya pun bertolak
ke rumah guru baru saya. Sesampai di sana, ternyata sudah
banyak murid lain yang tengah serius menyimak uraian KH.
R. Eendi, guru baru saya, seputar tauhid.
24
Seusai kajian, ustad saya mengenalkan diri saya kepada
beliau sambil tak lupa menyampaikan pertanyaan saya
minggu sebelumnya. Dengan ramah, semua pertanyaan
saya dijawab satu persatu oleh beliau. Jawaban beliau benar-
benar memuaskan dahaga spiritual saya.
Tak terasa, hampir dua tahun kemudian, saya telah
menamatkan kajian tauhid. Hari yang bersejarah dan
merubah hampir seluruh perjalanan hidup saya pun terjadi.
Begini ceritanya. Kyai Eendi suatu kali meminta saya
untuk menggantikan ceramah beliau di suatu tempat karena
beliau merasa kurang sehat.
Saya tentu terkejut dengan permintaan beliau yang sangat
mendadak. Tapi, seolah tak peduli dengan keterkejutan
saya, beliau berkata bahwa materinya sudah biasa saya
dengar dan pelajari. Benar memang. Kalau materinya
seputar marifatullah atau bagaimana manusia mengenal
Allah, saya memang sudah sering mendengar. Saya pun
akhirnya menyanggupi.
Sesampai di lokasi, saya kaget bukan kepalang. Ternyata,
peserta yang hadir kebanyakan para mahasiswa, sementara
saya waktu itu baru kelas tiga SMP. Hati saya seketika ciut.
Jangan-jangan baru mau ngomong pesertanya kabur. Di
tengah keterkejutan itu, saya ingat kata-kata Pak Kyai,
Kamu kan sudah sering mendengar dan mempelajari
materinya. Kamu pasti bisa!
Akhirnya, sambil membaca taawwudz saya berusaha
menepis keragu-raguan yang muncul. Ketakutan seperti
saya kan masih terlalu muda, memangnya saya sudah
25
menguasai betul materi kajian itu? apa jadinya kalau
nanti salah mengutip ayat Al-Quran atau hadits Nabi?
jangan-jangan mereka mangajukan pertanyaan yang sulit
dijawab, saya kan hanya murid SMP, sedangkan mereka
sudah SMA bahkan ada yang sudah kuliah, seketika luntur.
Saya memulai dengan doa Nabi Musa tatkala ia akan
menghadapi Firaun. Hasilnya? Subhaanallaah, saya lancar
menyampaikan materi dan semua pertanyaan dapat saya
jawab dengan tuntas.
Tahukah Anda apa yang membuat saya bisa melewati
tantangan itu dengan mudah? Ketenangan hati
dan kelancaran lisan saya terjadi karena saya telah
menghancurkan seluruh batasan yang dibentuk oleh pikiran
saya sendiri. Berkat situasi kepepet itu, keberanian saya
terdongkrak melebihi yang pernah saya bayangkan.
Hal yang sama berlaku dalam masalah rezeki. Jika Anda
mampu mengesampingkan segala hambatan atau batasan
yang menutupi potensi diri kita dan keadaan tidak
memberikan pilihan yang lain, saat itulah sebuah kekuatan
raksasa akan muncul dan memberikan tarikan yang
kuat terhadap peluang-peluang rezeki. Alhamdu lillaah,
pengalaman tersebut akhirnya mengantarkan saya menjadi
seorang pembicara publik dengan jam terbang mencapai 7.296
jam dan telah berhadapan dengan 725.140 peserta dari 756
perusahaan dan institusi nasional maupun internasional.
26
Katakanlah, Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki
bagi orang yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-
Nya dan menyempitkan bagi (orang yang dikehendaki-
Nya). Barang apa saja yang kamu infakkan, Allah akan
menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.
(QS. Saba: 39)
FOCUS
Pikiran Total dan Radikal
28
F1 F3
F2
29
Pusaran rezeki berpusat pada satu titik.
Barangsiapa mampu menyatukan pikiran, perasaan,
dan tindakan maka ia akan mendulang rezeki di
kedalaman pusaran itu.
Tahukah Anda sebuah kata yang dapat melejitkan potensi
seseorang sehingga ia mampu mencapai hasil usaha di atas
rata-rata? Kata itu adalah fokus. Ketika bicara tentang fokus,
saya teringat dengan salah satu ritual yang juga merupakan
rukun Islam yang kelima, yaitu haji. Rasulullah SAW bersabda,
Islam dibangun di atas lima pilar, yaitu kamu bersaksi bahwa
tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah
utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa
Ramadan, dan berhaji jika mampu. (HR. Muslim)
Pada poin kelima dalam hadits tersebut, Rasulullah
menyebut haji, sebuah ritual yang dilaksanakan oleh jutaan
umat Islam di Makkah dan Madinah. Haji mengandung
pelajaran yang luar biasa, salah satunya berkenaan dengan
fokus. Apa hubungan antara fokus dan haji?
Dalam ritual haji, kita mengenal istilah thawaf. Saat
melakukan thawaf, kita bergerak mengelilingi sebuah
bangunan yang menjadi pusat putaran dan kita sebut Kakbah.
Kita mengelilingi Kakbah bersama-sama, bukan hanya satu
atau dua orang, bukan pula ratusan atau ribuan orang, tapi
jutaan. Bukan hanya satu putaran, tapi tujuh. Dalam thawaf,
Kakbah menjadi center of the circle, pusat lingkaran berjuta-
juta manusia. Itu baru satu pelajaran dari haji.
Pelajaran kedua, mengapa dalam berhaji kita harus
menggunakan baju ihram, sebuah pakaian serba putih dan tanpa
jahitan? Dalam rukun yang lain yaitu melempar jumrah, kita
30
melemparkan batu pada satu sasaran. Kita melempar jumrah
sebanyak 21 kali. 21 lemparan batu itu kita lakukan dalam 3
periode, masing-masing periode sebanyak 7 lemparan. Apa
yang kita lempar? Sebuah sasaran, satu titik. Jadi, saat itu kita
berseragam dan sama-sama fokus pada satu sasaran. Apakah
Anda tidak melihat ini sebagai FOKUS?
Sebagaimana dalam permainan mematahkan
sumpit dengan satu jari, ritual-ritual haji tidak semata-
mata ber kaitan dengan dimensi fsik saja, namun juga
dimensi pikiran yang bersifat non-fsik, yaitu fokus atau
konsentrasi pada satu titik. Satu titik itu adalah Allah SWT.
Jadi, ritual haji mengajarkan kepada kita betapa penting sebuah
fokus dalam kehidupan.
Mengapa kita harus berthawaf atau mengitari satu titik
pusat? Mengapa kita harus menggunakan pakaian ihram
yang warnanya seragam? Mengapa pula kita harus melempar
jumrah pada satu titik sasaran? Rukun-rukun itu sebenarnya
mengarahkan kesadaran kita terhadap pentingnya sebuah
fokus.
Setiap orang mempunyai kekuatan atau potensi untuk
sukses. Tapi, mengapa sebagian orang belum bisa mencapai
kesuksesan itu? Jawabannya adalah karena mereka tidak fokus.
Pikirannya mengalami fragmentasi atau perpecahan. Semua
tugas ingin dikerjakan. Akhirnya, semua tidak ada yang beres.
Dalam ilmu fsika, kita mengenal istilah divergen dan
konvergen. Divergen artinya menyebar, sedangkan konvergen
artinya mengumpul. Menyebar berarti mengarah pada lebih
dari satu titik, sedangkan mengumpul berarti menuju pada satu
titik. Nah, berbicara tentang fokus sama saja dengan berbicara
tentang konsep konvergen. Dalam konsep konvergen, benda
yang jumlahnya banyak bergerak menuju satu titik. Titik itulah
31
yang disebut dengan fokus. Di dalam Al-Quran, kita bisa
menemukan sebuah ayat yang sangat berkaitan dengan fokus.
Ayat tersebut artinya, Apabila dirimu telah menyelesaikan
suatu pekerjaan maka bersiap-siaplah melakukan pekerjaan
berikutnya.
Secara tersirat, ayat ini berbicara tentang fokus. Jangan
pernah melakukan pekerjaan kedua sebelum kita menyelesaikan
pekerjaan yang pertama. Artinya, fokuslah pada pekerjaan
yang pertama lebih dulu. Step by step. Jangan melakukan
dua pekerjaan atau lebih dalam satu waktu! Seringkali meski
belum menyelesaikan suatu pekerjaan kita sudah mengerjakan
pekerjaan yang lainnya. Akhirnya, dua-duanya tidak beres.
Kita mengabaikan fokus, padahal haji mengajarkan kita untuk
fokus. Thawaf, ihram, dan jumrah mengajarkan kita untuk
fokus.
Apa manfaat fokus dalam kehidupan? Bukankah fokus
justru akan membatasi kehidupan kita karena ia menjadi
tersegmentasi? Tidak. Dengan fokus, kita justru akan
mendapatkan beberapa hal yang bernilai. Pertama, ketika
seseorang fokus, dia akan mengalami apa yang disebut dengan
quantum leap process. Quantum leap process adalah sebuah
akselerasi proses hidup tingkat tinggi. Konkretnya, quantum
leap process adalah sesuatu yang seharusnya dijalani oleh
seseorang dalam tempo sepuluh tahun namun kemudian bisa
dipersingkat menjadi dua tahun karena adanya fokus dalam
hidupnya. Prestasi yang seharusnya dicapai dalam waktu tiga
tahun bisa dicapai hanya dalam waktu satu tahun.
Namun demikian, jangan kaburkan istilah quantum leap
process dengan istilah karbitan. Quantum leap process bukan
mengkarbit. Prosesnya alamiah, namun distimulasi dengan
fokus. Hasil yang didapat dari adanya stimulasi ini adalah
multiplier effect atau pelipatgandaan potensi yang luar biasa.
32
Kedua, Anda akan mendapatkan outstanding achievement
atau prestasi di atas rata-rata. Jika selama ini Anda bekerja
sebagai profesional, pengusaha, atau orang tua dan hasilnya
pas-pasan maka bisa jadi itu disebabkan Anda tidak fokus
dengan pekerjaan. Jika kita fokus, kita akan mendapatkan nilai
atau hasil above the average, di atas rata-rata, atau saya sebut
outstanding.
Jika Anda adalah mahasiswa yang IP-nya 2,5, Anda harus
bertanya berapa IP rata-rata di kelas Anda. Kalau IP rata-rata
di kelas adalah 2,8, berarti IP Anda below the average. Dan,
itu artinya Anda belum berprestasi. Apa yang saya sebut above
the average atau outstanding adalah apabila IP rata-rata kelas
2,5 dan IP Anda mencapai 3. Itu baru outstanding.
Keep going and dont quit! The champion
is never quit.
Terus maju dan jangan berhenti! Pemenang
tak pernah berhenti.
Seorang outstanding mother adalah jika ia mampu
mendidik anaknya secara optimal di atas rata-rata orangtua
yang lain. Kemampuan mendidik anak sedemikian rupa hanya
bisa dilakukan jika kita fokus dengan pekerjaan kita sebagai
ibu rumah tangga. Demikian pula jika Anda seorang pejabat
atau presiden yang fokus dengan pekerjaan Anda. Anda akan
mendapatkan hasil above the average. Anda akan meraih
outstanding performance and achievement, performa dan
prestasi di atas rata-rata.
Ada pengalaman menarik ketika saya mengikuti bela
diri. Olahraga tersebut merupakan campuran antara Kungfu
Mandarin dan seni bela diri dari Mongolia, Thifan Pokhan.
33
Saya mengikuti olahraga itu sekitar dua atau tiga bulan dan,
yang menarik, saya mendapat banyak pelajaran tentang fokus
dalam waktu sesingkat itu. Para pegiat olahraga itu punya
latihan-latihan yang disebut dengan latihan fokus. Saya akan
berikan sedikit exercise untuk Anda dan bisa Anda coba di
rumah.
Saya akan tunjukkan kepada Anda bahwa fokus akan
memberikan suatu kekuatan yang luar biasa. Anda siap?
Silakan angkat tangan Anda ke atas, kencangkan perut dan
mulai menghitung. Begitu saya sebutkan angka tiga, turunkan
tangan dan pukul perut Anda sekencang-kencangnya. Lakukan
dua atau tiga pukulan sekaligus. Tahan nafas saat Anda
memukulkan tangan ke perut. Setalah itu, lepaskan tangan
Anda dan embuskan nafas. Anda bisa lihat bagaimana latihan
untuk fokus.
Anda tahu ban mobil? Ban mobil sifatnya sangat lentur
karena bahannya karet. Kalau Anda menendang ban, semakin
kencang tendangan Anda maka semakin kencang pula
tendangan tersebut berbalik. Mengapa? Karena ban itu bersifat
feksibel. Seperti halnya ban, perut kita pun bisa memiliki
kelenturan melalui latihan-latihan seperti di atas. Mengapa
bisa demikian? Karena perut kita telah terbiasa dengan pukulan
tersebut. Bagaimana agar perut kita terbiasa dengan pukulan-
pukulan tersebut? Fokus. Supaya kita bisa fokus, berikut tip-
tipnya.
1. Find out your inner potential, temukan potensi Anda
yang tersembunyi. Untuk itu, be yourself! Jadilah diri
Anda sendiri, jangan menjadi orang lain;
2. Obey your deep heart feeling, taati suara hati nurani
Anda;
34
3. Consentrate in one direction, konsentrasi satu arah
(khusyu dan thumakninah). Bagaimana maksudnya?
Kita seringkali berkonsentrasi pada banyak arah.
Misalnya, mengerjakan shalat sambil mengingat
pekerjaan atau keluarga;
4. Unity and uniformity, kesatuan dan keseragaman.
Itu sebabnya, dalam haji, kita mengenal pakaian
ihram atau pakaian serba putih. Ini menggambarkan
keseragaman. Dengan adanya keseragaman, akan ada
fokus. Islam memandang penganutnya sebagai umat
yang egaliter atau setara. Orang Islam, karenanya,
sering diibaratkan bak sebuah sisir. Semua sama tinggi
dan rata, tidak ada perbedaan. Yang berbeda hanya
satu, yaitu tingkat ketakwaan masing-masing. Allah
berfrman, Inna akramakum indallaahi atqaakum
(Orang yang paling mulia adalah orang yang paling
bertakwa di antara kalian);
5. Service minded. Fokus adalah service minded,
mempunyai mentalitas melayani. Apa yang bisa saya
lakukan untuk Anda?
Konsep ini sebenarnya diambil dari makna flosofs Surat
Al-Fatihah ayat 5, yaitu Iyyaaka nabudu wa iyyaaka nastaiin
(Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu
kami memohon pertolongan). Dalam kehidupan sehari-hari,
baik saat berada di rumah maupun di tempat kerja, janganlah
kita mengharapkan fasilitas, sebab fasilitas akan diberikan
secara otomatis jika kita telah memberikan pengabdian yang
cukup. Banyak di antara kita yang menuntut hak tapi tidak
cukup bertanggung jawab dengan kewajiban. Nah, fokus
mengajarkan kita agar menunaikan kewajiban-kewajiban
sebelum kita menuntut hak.
35
Kalau fokus diterapkan dalam kehidupan pribadi, kita
akan menjadi pribadi yang unggul, pribadi yang mengalami
percepatan-percepatan. Saya membayangkan jika fokus
diterapkan dalam lingkungan keluarga maka keluarga itu akan
menjadi keluarga yang unggul. Kalau fokus diterapkan di suatu
perusahaan maka perusahaan itu akan menjadi perusahaan yang
unggul. Dan, apabila fokus diterapkan di suatu bangsa maka
bangsa itu akan menjadi bangsa yang unggul. Subhaanallaah!
Terakhir, mari kita menyempurnakan ikhtiar dengan
sebuah doa yang diajarkan Allah SWT dan dicontohkan oleh
Nabi Muhammad saw berikut.
Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii alaa diinika.
Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, te tapkanlah
hatiku dalam menegakkan agama-Mu.
JEJAK LANGKAH
Pengalaman ini terjadi saat saya mendaftar sekolah di
Pendidikan dan Latihan Penerbangan Curug pada tahun 1988.
Tidak kurang lima tahapan seleksi yang ketat harus kami
lalui agar bisa diterima sebagai taruna. Jumlah pendaftar
yang tercatat dari seluruh Indonesia lebih dari 5.000 orang,
sementara yang diterima kurang dari 200 orang untuk 7
jurusan. Itu artinya, 1 kursi diperebutkan 25 orang lebih.
Perjuangan dimulai dengan seleksi administratif yang
dilanjutkan kemudian dengan seleksi akademis yang mencakup
empat mataujian, yaitu pengetahuan umum, matematika,
sika, dan bahasa Inggris. Seleksi berikutnya adalah wawancara
disusul psikotes dan diakhiri dengan seleksi kesehatan dan
pentukhir (penentuan akhir).
36
Seleksi terberat adalah psikotes bagian ketiga. Kami diminta
meyelesaikan operasi matematika sebanyak satu halaman koran
dengan instruksi yang cepat diiringi suara mesin pesawat dan
sirene tanda bahaya yang meraung-raung. Jangankan diganggu
dengan suara-suara bising itu, melihat ratusan operasi bilangan
yang harus dihitung saja kami sudah cukup pusing.
Dalam keadaan seperti itu, hanya satu kata yang terngiang
di telinga saya, yaitu fokus. Seluruh pikiran, perhatian, dan
konsentrasi saya pusatkan pada satu titik, yaitu instruksi yang
diberikan penguji. Saya tidak peduli dengan suara-suara di
sekeliling saya. Akhirnya, alhamdu lillaah, hampir seluruh soal
bisa saya kerjakan dengan baik. Setelah keseluruhan seleksi
kami jalani, kami diminta menunggu sekitar dua pekan.
Sepekan sebelumnya, saya melihat pengumuman melalui
surat kabar dan melihat nama saya tercantum sebagai calon
mahasiswa Jurusan Perkapalan Institut Teknologi Surabaya.
Bingung juga. Kalau saya ambil kesempatan di ITS, jangan-
jangan tes di Curug lulus. Tapi, kalau kesempatan di ITS
saya lepas, jangan-jangan tes di Curug tidak lulus. Saya
tidak mendapatkan dua-duanya dong?! Dengan berbagai
pertimbangan, akhirnya saya mengambil keputusan yang
cukup berat, yaitu melepas kesempatan kuliah di ITS dan
menunggu hasil tes di Curug.
Persis dua pekan setelah seleksi, saya menerima amplop
berwarna putih. Dengan hati berdebar, saya buka surat
tersebut. Setelah saya baca, ternyata isinya menyatakan bahwa
saya TIDAK LULUS.
Apa boleh buat, saya harus menerima kenyataan tersebut.
Selama satu bulan setelah menerima surat pemberitahuan itu,
saya mengikuti kursus komputer di bilangan Kebayoran Baru.
37
Suatu hari sepulang dari tempat kursus, saya mendapati sebuah
amplop berwarna coklat tebal dengan kop PLP Curug di meja
ruang tamu. Karena tak sabar, saya segera membuka amplop
tersebut dan tahukah Anda bahwa surat tersebut menyatakan
bahwa saya LULUS!
Walaupun pengumuman pertama menyatakan saya tidak lulus,
pikiran dan emosi saya tetap tertuju penuh pada PLP Curug.
Dalam berbagai kesempatan, saya pun terus menyiapkan diri
sebagai seorang calon taruna. Sikap semacam ini biasa saya
sebut manajemen as if atau manajemen seolah-olah. Boleh
saja saya ikut kursus komputer, tapi mental dan perilaku saya
sudah seperti seorang taruna.
Fokuslah pada apa yang ingin Anda capai, Allah akan
memudahkan kedatangan rezeki itu bagi Anda. Oleh karena itu,
mulai saat ini, BERHATI-HATILAH terhadap fokus yang tidak
benar, sebab bisa jadi Anda akan benar-benar merasakan hasilnya.
38
Perumpamaan (harta yang dikeluarkan oleh)
orang-orang yang menafkahkannya di jalan Allah
serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan
tujuh bulir yang masing-masing bulir terdiri dari
seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala)
bagi orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas
(karunia-Nya) dan Maha Mengetahui..
(QS. Al-Baqarah: 261)
TELEPATHY
Bicaralah dengan Langit!
40
T
F1 F3
F2
41
Rezeki memiliki frekuensi tertentu dalam
mengunjungi manusia. Karenanya, samakan frekuensi
diri Anda dengannya melalui telepati Ilahiyah.
Seorang Ibu tiba-tiba merasa khawatir dengan keadaan
anaknya yang sedang menempuh studi di luar negeri. Gelas
yang dipegangnya bahkan sampai jatuh dan pecah berantakan.
Saat itu juga sang ibu menelepon anaknya dan menanyakan
keadaannya. Benar, Bu. Aku hampir saja ditabrak mobil.
Coba Anda renungkan, apakah kejadian seperti itu hanya
sebuah kebetulan? Tentu kita meyakini bahwa tidak ada
yang kebetulan dalam hidup ini. Semua telah direncanakan
oleh Allah SWT. Namun, ada hal-hal tertentu yang memang
ditakdirkan oleh-Nya sebagai pemicu. Salah satu di antaranya
adalah frasat atau telepati Ilahiyah.
Suatu kali saya pernah kedatangan tamu seorang ibu dan
anaknya yang sudah beranjak dewasa. Dia menyampaikan
bahwa maksud kedatangannya adalah untuk meminta bantuan
agar anaknya bisa kembali normal.
Maksud ibu? tanya saya waktu itu.
Begini, Pak Reza. Sejak masih di sekolah dasar, anak saya
sudah memakai ganja. Begitu SMP, dia mengonsumsi morfn.
Puncaknya, ketika SMA, ia kecanduan putauw. Khusus yang
terakhir ini, saya angkat tangan lantaran tidak tahu bagaimana
anak saya bisa sembuh. Saya datang kemari dengan harapan
Bapak bisa memberikan solusi yang terbaik, ibu itu menjelaskan
duduk perkaranya.
Terang saja saya kaget. Bagaimana saya mau memberikan
solusi jika pengetahuan saya tentang psikotropika atau
42
narkoba sangat minim? Tapi, ibu itu tetap memaksa saya untuk
menyembuhkan anaknya. Saya tersudut. Jika saya terima dan
melakukan penanganan terhadap anak itu namun ternyata
malah membuatnya bertambah parah, bisa-bisa saya dituduh
malpraktik. Ujung-ujungnya, bisa-bisa saya masuk hotel
prodeo. Sementara kalau saya tolak mentah-mentah, jangan-
jangan ini adalah cara Allah memberikan kesempatan kepada
saya untuk beramal saleh.
Saya saat itu teringat pitutur para ulama yang mengatakan
bahwa sebaik-baik amal saleh adalah amal yang sangat
dibutuhkan oleh seseorang tatkala tidak ada pihak lain yang
mau memberikannya. Saya akhirnya memutuskan untuk
mengabulkan permohonan ibu itu dengan syarat dia dan
anaknya menandatangani kesepakatan tertulis dan bermaterai
bahwa jika terjadi kesalahan atau kerugian di pihak klien,
mereka tidak boleh melakukan tuntutan apapun. Setelah
kami sepakat, mula-mula saya melakukan wawancara
mendalam terhadap sang ibu dan anaknya. Singkat cerita, saya
menyimpulkan bahwa penyebab utama perilaku negatif anak
tersebut bukan dirinya sendiri melainkan sang ibu. Lho, kok?!
Ternyata, keadaan si anak yang tak kunjung sembuh
distimulasi oleh keyakinan ibunya bahwa sampai kapanpun
ia akan tetap seperti itu, betapapun secara lisan sang ibu
mengatakan ia ingin anaknya sembuh seperti sediakala.
Walhasil, saya terapi ibu tersebut selama hampir satu bulan
untuk merekonstruksi ulang pola pikir dan keyakinannya
melalui alam bawah sadarnya agar menjadi lebih positif.
Setelah pikiran, perasaan, ucapan, dan tindakan si ibu
menjadi sinkron, baru saya terapi anaknya. Alhamdu lillaah, tidak
sampai sepekan, anak itu sembuh total dari ketergantungannya
terhadap narkoba bahkan saat ini ia menjadi professional
trainer bagi mantan pecandu narkoba.
43
Itulah kekuatan hebat telepati Ilahiyah sang ibu bagi
kesembuhan anaknya. Kalaulah setiap ibu memiliki telepati
Ilahiyah yang positif maka proses mendidik anak akan menjadi
lebih sederhana. Kalaulah para istri mempunyai telepati
Ilahiyah, tentu tidak banyak suami yang berselingkuh. Dan,
jika saja para pengusaha mempunyai telepati Ilahiyah yang
positif, insya Allah banyak orang yang bersedia menjadi rekan
bisnis mereka.
Good communication comes from people to
people, but great communication comes from
people to Allah.
(Komunikasi yang baik bermula dari
seseorang kepada orang lain, tapi komunikasi
yang hebat bermula dari seseorang kepada
Allah.)
Untuk memiliki kemampuan telepati yang tajam, kita harus
melewati tiga tingkatan berikut.
1. Antipati, yaitu suatu keadaan di mana telepati Ilahiyah
kita minus sehingga tidak memiliki efek sama sekali;
2. Simpati, yaitu suatu keadaan di mana telepati Ilahiyah
kita pada posisi nol, artinya kita memiliki perhatian tapi
tidak melakukan suatu penyelesaian secara kongkrit;
3. Empati, yaitu suatu keadaan di mana telepati Ilahiyah
kita berada pada posisi plus. Artinya, kita memiliki
perhatian yang kuat dan solusi yang nyata, namun
vibrasinya belum maksimal.
Jika empati di-back up dengan kekuatan ruhaniyah maka
telepati Ilahiyah akan mencapai posisi plus-plus.
44
TELEPATI ILAHIYAH

TINGKATAN SKOR POSISI


Antipati Minus Lemah
Simpati Nihil/nol Sedang
Empati Plus Kuat
Telepati Plus-plus Sangat kuat
JEJAK LANGKAH
Ketika masih menjadi manajer penjualan, saya mendidik
para sales executive dan supervisor bagaimana strategi
meningkatkan penjualan tanpa harus membuat calon
konsumen merasa bersalah atau kalah. Ungkapan bahasa
Bagaimana caranya agar telepati Ilahiyah bisa sampai pada
posisi sangat kuat? Berikut beberapa tipsnya.
1. Kurangi campur tangan akal, perbanyak sentuhan
nurani;
2. Jalani hidup dengan alamiah dan mengalir tanpa
banyak rekayasa;
3. Jadilah diri sendiri, jangan memakai topeng orang
lain;
4. Jangan banyak berasumsi;
5. Jangan ragu-ragu atau mudah berubah pikiran dalam
memutuskan sesuatu.
Jika kita mampu meningkatkan telepati Ilahiyah sampai
meraih skor plus-plus, akan terjadi koneksi yang kuat antara
makhluk dan Khalik sehingga pintu rezeki akan lebih mudah
terbuka.
45
Jawanya, menang ora ngasorake atau menang tanpa
merendahkan.
Nah, suatu kali, saya membawa salah seorang anggota
tim penjualan untuk praktik di lapangan. Saya meyakini
bahwa satu contoh yang dialami langsung oleh orang yang
bersangkutan lebih bermakna ketimbang ratusan ceramah
di dalam kelas. Selama satu jam menyusuri sejumlah
kompleks perumahan, akhirnya saya berhenti di salah satu
rumah yang tampak cukup bersahabat.
Setelah warming up dan sedikit melakukan wawancara,
saya memperagakan segenap kemampuan terbaik saya
untuk mempresentasikan produk andalan kami. Tiga puluh
menit kemudian, saya melakukan closing technique. Anggota
tim saya sepertinya sangat puas dalam menerima pelajaran
di lapangan kali ini. Tapi, tahukah Anda bahwa ternyata
si empunya rumah tidak tertarik untuk membeli produk
kami?
Rasanya, tidak mungkin kalau bapak itu tidak jadi membeli
produk kita, komentar mentee saya.
Kenapa? saya menimpali.
Karena Pak Reza sudah menerangkan segalanya dengan
prima. Tapi, kenapa dia tidak membeli ya?
Sudahlah, tidak perlu kita bahas. Lebih baik kita pulang
dan bersiap-siap untuk calon konsumen lain besok. Yang
perlu kamu ketahui, meski orang tersebut menolak, tapi
kita meninggalkan rumahnya dengan kesan yang baik, ujar
saya menghibur dirinya.
46
Sesampai di rumah, saya merenungkan kembali kejadian
siang tadi. Apa yang salah? Belum tuntas otak saya berputar-
putar mencari pelajaran di balik itu semua, suara adzan Isya
membuyarkan pikiran saya. Setelah shalat Isya berjamaah
di masjid dekat rumah, dalam perjalanan pulang, saya
menemukan jawabannya.
Memang presentasi saya sangat bagus. Tapi, saat itu saya
berpikiran bahwa bapak tersebut kurang potensial untuk
membeli produk yang kami tawarkan. Artinya, saat saya
menjelaskan dengan ucapan, pikiran dan hati saya tidak
selaras (uncongruent) dengan frekuensi komunikasi bapak
itu. Jika saya mampu menyelaraskan apa yang saya ucapkan,
pikirkan, dan rasakan dengan apa yang dia ucapkan,
pikirkan, dan rasakan maka saya pasti akan berhasil.
Untuk menjawab rasa penasaran, saya menelepon beliau
dan membuat janji yang kedua kalinya dengan alasan ada
informasi terbaru dan menarik yang perlu beliau ketahui. Hal
lain yang juga saya tambahkan untuk keberhasilan transaksi
nanti adalah saya mendoakan beliau agar dibukakan hatinya
untuk menerima apa yang saya sampaikan dan dimudahkan
dalam mengambil keputusan. Saya pun mengulangi
presentasi kepada beliau dengan beberapa informasi
terbaru dan tentu saja dengan pendekatan yang berbeda.
Hasilnya? Subhaanallaah, beliau membeli dua paket produk
kami secara kredit.
Janganlah kita terlalu mengandalkan kemampuan diri.
Berdoalah untuk orang-orang yang Anda harapkan tertarik
dengan produk Anda. Keputusan transaksi bukan sekadar
inisiatif dan prakarsa otak semata, tapi juga INISIATIF dan
PRAKARSA HATI.
ENTHUSIASTIC
Gerak Penuh Energi
48
T
E
F1 F3
F2
49
Saat Anda antusias menjemput rezeki maka rezeki
akan datang kepada Anda dengan antusias pula. Dan,
rezeki kurang bersahabat dengan kemalasan.
Kokok ayam selalu identik dengan dimulainya hari baru.
Datangnya hari baru menunjukkan kita sudah beranjak dari
hari kemarin. Kemarin adalah pengalaman, sedangkan hari ini
adalah kenyataan. Kesuksesan adalah jika pada hari ini kita
lebih baik daripada kemarin. Jika esok lebih baik daripada hari
ini maka itu disebut bahagia.
Sejak dilahirkan, ayam mempunyai dua ciri yang sangat
menonjol. Pertama, tidak pernah bangun kesiangan. Kedua,
tidak pernah malas menjemput makanan. Itu ayam. Tapi,
mengapa makhluk Allah yang bernama manusia kok kadang
bisa malas? Apakah karena bekerja hingga larut malam atau
karena perasaan bosan terhadap pekerjaan yang itu-itu saja?
Atau, jangan-jangan kita belum mengetahui sepenuhnya
tentang keutamaan waktu subuh.
Allah SWT berfrman dalam Surat Al-Isra ayat 78 yang
artinya, Sesungguhnya (waktu shalat) subuh itu disaksikan
(oleh malaikat). Senada dengan ayat tersebut, Nabi
Muhammad juga pernah bersabda, Sesungguhnya shalat
yang paling berat bagi orang munafk adalah shalat Isya dan
Subuh. Seandainya mereka mengetahui apa yang terkandung
di dalamnya niscaya mereka akan mendatangi keduanya
(dengan berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Shalat Subuh adalah shalat wajib yang paling sedikit
jumlah rakaatnya, hanya dua rakaat. Namun, ia menjadi
standar keimanan dan ujian kejujuran setiap orang karena
50
waktunya sangat sempit, yaitu dari terbit fajar sampai matahari
terbit di ufuk timur. Mengapa ia menjadi standar keimanan dan
ujian kejujuran setiap orang? Sebab, mengerjakan shalat Subuh
ternyata tidak seperti mengerjakan shalat wajib yang lain. Apa
yang membedakan? Godaan setan!
Nabi Muhammad saw bersabda, Setan melilitkan tali di
leher salah seorang kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur.
Pada setiap lilitan, setan berbisik, Nikmatilah malam panjang
ini! Apabila orang tersebut bangun dari tidurnya dan mengingat
Allah, terlepaslah satu lilitan. Apabila ia berwudhu, lepaslah
lilitan yang kedua. Kemudian, apabila ia mengerjakan shalat,
lepaslah lilitan yang ketiga sehingga ia menjadi bersemangat.
Tetapi, kalau tidak (bangun dan mengerjakan shalat), ia akan
cenderung lamban dan malas.
Dalam hadits yang lain, Nabi saw juga bersabda,
Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sering
berjalan dalam kegelapan (saat isya dan subuh) menuju masjid
dengan cahaya yang sangat terang kelak pada hari kiamat!
(HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi, dan Ibnu Majah)
Dalam hadits tersebut, Rasulullah mengabarkan bahwa
pada hari kiamat nanti, Allah akan memberikan cahaya yang
sangat terang kepada mereka yang senantiasa menjalankan
shalat Subuh secara berjamaah. Cahaya itu selalu menyertai
mereka hingga mereka menapakkan kakinya di surga, tidak
hanya saat melewati Ash-Shiraath Al-Mustaqiim.
Masih banyak hadits-hadits lain yang membicarakan
keutamaan shalat Subuh, di antaranya hadits berikut. Malaikat
penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu subuh.
Kemudian, naiklah mereka yang menyertaimu pada malam hari
(untuk menghadap kepada Allah). Lalu, Tuhan mereka bertanya
meski Dia lebih mengetahui keadaan mereka, Bagaimana
51
keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? Mereka
menjawab, Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat
dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga. (HR.
Bukhari)
Barang siapa menunaikan shalat Subuh maka ia berada
dalam jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan semua umat
berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah
sepanjang hari. Barangsiapa membunuh orang yang sedang
menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga
Dia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka. (HR.
Muslim, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Di samping rahmat dan anugerah yang diterima oleh
hamba Allah yang taat, banyak juga petaka yang menimpa
kaum durhaka yang terjadi pada waktu subuh. Allah berfrman,
Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka adalah
pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat? (QS.
Hud: 81)
Rutinitas harian kita bergantung pada pelaksanaan shalat
Subuh. Seluruh urusan dunia menyesuaikan waktu shalat,
bukan sebaliknya, waktu shalat yang mengikuti urusan dunia.
Jika kamu menolong (agama) Allah maka Ia pasti akan
menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu, demikian
frman Allah dalam QS. Muhammad ayat 7. Dalam ayat yang
lain, Allah berfrman, Sungguh Allah akan menolong orang
yang menolong agama-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat
dan Maha Perkasa. (QS. Al-Hajj: 40)
Jadi, kemalasan harus dilawan sejak kita bangun tidur pada
pagi hari. Karena, bangun tidur pada pagi hari adalah awal
dari seluruh aktivitas kita. Jika kita mengawali hari dengan
malas-malasan maka itu akan berpengaruh terhadap seluruh
pekerjaan.
52
Good start will lead you to great end.
(Permulaan yang baik akan membimbingmu
kepada akhir yang jauh lebih baik.)
Dengan memahami keutamaan shalat Subuh, kita akan
terbebas dari rasa malas. Jika kita renungkan ayat-ayat Al-
Quran dan hadits Nabi berkenaan dengan shalat Subuh, kita
akan mengetahui setidaknya empat keutamaan yang terkandung
di dalamnya, yaitu:
1. Mendapatkan kedudukan yang mulia di hadapan Allah
SWT (maqaaman mahmuuda);
2. Dijauhkan dari kemunafkan dan kemalasan;
3. Memperoleh jaminan, penjagaan, dan perlindungan
Allah SWT sepanjang hari;
4. Dikaruniai cahaya terang dalam kehidupan dunia dan
akhirat.
Tindakan kita sangat dipengaruhi oleh perilaku dan
karakter diri kita. Karakter dipengaruhi oleh kebiasaan,
sedangkan kebiasaan berasal dari pola pikir. Jika pagi hari
kita mulai dengan pola pikir yang malas maka kita akan
terbiasa kesiangan sehingga melakukan segala sesuatu dengan
terlambat dan menyelesaikan pekerjaan dengan terburu-buru.
Akumulasi dari kebiasaan ini adalah karakter indisipliner.
Akibatnya, dalam bertindak kita sering sembrono, asal-asalan,
dan kurang greget karena miskin antusiasme.
Ambisi untuk melakukan kerja terbaik berasal dari gairah
yang menggebu-gebu. Gairah didukung oleh antusiasme,
sementara antusiasme sendiri berasal dari keinginan kuat untuk
berperang melawan hawa nafsu atau ego diri yang di antaranya
adalah rasa malas. Antusiasme memancarkan gelombang
53
energi positif. Di antara ciri-ciri orang yang memiliki energi
positif adalah:
1. cepat dalam merespon;
2. sigap dalam bergerak;
3. energik dalam berbicara;
4. bersemangat dalam menerima hal-hal baru;
5. dinamis dalam pergaulan.
Nah, pribadi yang seperti inilah yang akan lebih mudah
connect dengan rezeki. Karena, pada dasarnya, rezeki yang
barakah bukan berada pada gelombang energi negatif. Mari
perhatikan orang-orang yang sukses menjemput rezeki. Mereka
adalah orang-orang yang selalu antusias dengan setiap peluang
yang ada. Dari sinilah sebenarnya kita harus menyadari betapa
hebat Allah membuat sebuah mekanisme bagi kepribadian kita
melalui shalat Shubuh yang diawali dengan berwudhu untuk
memberikan kesegaran bagi tubuh dan pikiran, disusul dengan
shalat Fajar, dan dikunci dengan shalat Subuh berjamaah. Jika
kita mengawali shalat Shubuh dengan antusias maka hal itu
akan jauh lebih mudah untuk mendongkrak semangat kerja,
melejitkan prestasi, dan mengakselerasikan hadirnya rezeki.
Setelah mengetahui beberapa keutamaan ini, masih adakah
kemalasan yang tersimpan dalam diri Anda? Kalau ya, lantas
bagaimana mengatasi rasa malas? Berikut beberapa tipsnya.
1. Ikhlaskan niat karena Allah dan berikan hak-hak
anggota tubuh kita, seperti hak mata untuk tidak
dibiarkan terlalu sering begadang, hak telinga untuk
tidak mendengarkan suara-suara yang buruk, hak
mulut untuk tidak berbicara kotor, hak tangan untuk
tidak menjamah sesuatu yang haram atau mengambil
barang-barang orang lain, dan hak kaki untuk tidak
54
melangkah ke tempat-tempat yang tidak diridhai Allah
SWT;
2. Bertekad kuat dan nyatakan dengan yakin dan mantap.
Lakukan muhaasabah atau perenungan sebelum tidur
pada malam hari;
3. Bertaubat dari dosa-dosa dan berjanji untuk tidak
mengulanginya lagi;
4 Perbanyaklah membaca doa, terutama doa akan tidur,
agar Allah kembali memberi kesempatan kepada kita
untuk mengerjakan shalat Subuh seperti biasanya;
5. Carilah kawan yang baik (shalih) dan lingkungan yang
baik (bii-ah hasanah) pula;
6. Berlatihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan
Rasulullah saw, yaitu tidur lebih awal, berwudhu saat
hendak tidur, tidur dengan posisi tubuh miring ke
kanan, dan maafkan orang-orang yang Anda benci;
7. Kurangi makan sebelum tidur serta jangan minum teh
dan kopi pada malam hari;
8. Selalu ingat keutamaan dan hikmah shalat Subuh.
Tulis dan letakkan di tempat yang mudah Anda lihat,
seperti di dinding kamar atau ruang santai keluarga;
9. Gunakan tiga alat bantu berupa alarm, yaitu jam
weker, handphone, dan jam ruangan;
10. Ajaklah orang lain mengerjakan shalat Subuh bersama
dan mulailah dari keluarga Anda;
11. Saat bangun tidur, bayangkan hari itu adalah ke-
sempatan terakhir yang diberikan oleh Allah SWT.
Karenanya, gunakan waktu seproduktif dan seefektif
mungkin;
55
12. Buatlah tanda khusus untuk acara yang menjadi
prioritas, misalnya dengan kalimat segera atau
mendesak!;
13. Buatlah hukuman jika Anda masih bersikap malas.
Sebaliknya, berikan hadiah jika Anda bersikap rajin.
Demi kesuksesan dan kebahagiaan Anda, mari kita mulai
dengan mengucapkan sebuah doa yang diajarkan oleh Nabi
Muhammad saw. Doa ini bisa kita baca setiap pagi dan
petang.
Allaahumma innii auudzu bika minal ajzi wal kasali.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan
kemalasan. (HR. Muslim)
JEJAK LANGKAH
Pada pertengahan tahun 1996 selepas me nyelesaikan
masa ikatan dinas mengajar di Pendidikan dan Latihan
Penerbangan Curug, saya menjajal bidang bisnis yang belum
pernah saya masuki sebelumnya, yaitu marketing. Aktivitas
penjualan apapun yang sedang marak saat itu saya lakoni.
Agak riskan juga sebenarnya, karena dalam keadaan sudah
menikah dan dikaruniai dua anak serta istri yang masih
menjalankan dokter co-ast di RSCM, saya memutuskan
memulai karir sebagai sales di mana penghasilannya
uktuatif, kadang dapat komisi besar, tapi tak jarang nihil.
Mula-mula saya mencoba menjadi sales mata uang atau
Forex Broker. Tidak sampai dua bulan, saya pindah ke bidang
properti. Setelah melompat-lompat di dua perusahaan
dalam tempo tiga bulan, saya banting stir menjadi agen
penjual asuransi. Setelah sempat satu bulan menjadi unit
56
manager, saya putuskan untuk keluar karena pemilik
perusahaan tersebut terlibat kasus penggelapan dana dan
korupsi hingga trilyunan rupiah.
Dalam kondisi luang karena tidak mempunyai pekerjaan
harian, saya berburu lowongan kerja melalui surat kabar.
Akhirnya, saya tertarik untuk mencoba bergabung di
sebuah perusahaan direct selling yang menjual buku-
buku pendidikan anak dan keluarga berbahasa Inggris.
Lamaran pun saya layangkan ke personel manager. Sepekan
kemudian, saya menerima panggilan wawancara dengan
manajer penjualan. Begitu berhadapan, ternyata manajer
tersebut seorang wanita.
Hampir setengah jam saya diwawancara oleh beliau. Secara
pribadi, hal paling mengesankan dalam wawancara itu
adalah saat beliau bertanya tentang berapa target penjualan
yang ingin saya capai bulan depan. Saya tidak langsung
menjawab namun balik bertanya,
Berapa rekor penjualan tertinggi yang pernah dicapai di
perusahaan ini?
Beliau tertegun sejenak, lalu menjawab, Rekor itu saya
buat beberapa tahun yang lalu dan sampai saat ini belum
terpecahkan.
Saya tersenyum mendengar jawabannya, lalu berkata bahwa
rekor beliau tak lama lagi akan saya pecahkan. Beliau hanya
membalas senyum saya.
Ketika saya menjalani masa-masa awal bekerja di perusahaan
tersebut, saat itu berlangsung tahap kualikasi International
57
Achievement Conference yang telah memasuki periode empat
bulan. Itu artinya, jika saya ingin terpilih dalam konferensi
yang berlangsung di Swiss itu, saya harus melampaui poin
penjualan selama setahun yang telah ditetapkan perusahaan
pusat yang berdomisili di Chicago, Amerika Serikat. Padahal,
waktu yang tersisa bagi saya tinggal delapan bulan.
Pada bulan Desember di mana kualikasi penilaian akan
berakhir satu hari lagi, sementara pencapaian poin saya
baru 80%, saya sudah menguatkan hati dan tidak terlalu
berharap banyak untuk bisa mengikuti konferensi tersebut.
Kemungkinan saya untuk bisa lolos sangat kecil. Ini yang
dinamakan mission impossible. Dengan langkah gontai,
setelah seharian berjibaku di lapangan, saya menyempatkan
diri mampir ke kantor. Seperti biasa, saya langsung bergerak
menuju ruang pemasaran.
Aneh. Tidak biasanya kantor sepi. Saya lalu bergegas
membuka pintu ruang utama pemasaran, tempat para sales
dan manajer berkumpul. Baru tiga langkah, seisi ruangan
tiba-tiba riuh rendah. Beberapa di antaranya bertepuk
tangan dan manajer-manajer senior menyalami saya sambil
mengucapkan selamat. Mereka bilang, saya menjadi bagian
dari peserta yang berangkat ke konferensi di Zurich, Swiss.
Saya tentu tidak percaya. Ada yang nggak beres nih, gumam
saya dalam hati.
Setahu saya, pencapaian poin saya baru mencapai 80%,
kenapa semua orang mengucapkan selamat? Tapi, sebentar
kemudian saya langsung mengerti. Teman-teman yakin
saya akan mampu menyelesaikan sisa 20% poin saya karena
ada perpanjangan tiga hari dari batas yang ditentukan. Itu
58
artinya, dari hari Jumat sampai Senin, saya harus bekerja
ekstra keras untuk meraih kesempatan emas itu.
Entah mengapa sejak kehebohan di kantor hari itu, saya
seperti mendapat tambahan energi untuk mewujudkan
impian saya berkeliling Eropa. Jadwal hari Jumat sampai
Senin saya padatkan untuk mengunjungi para calon
konsumen potensial. Pada hari Senin menjelang maghrib,
saya kembali ke kantor untuk melaporkan seluruh hasil
penjualan dan menunggu perhitungan pencapaian poin
saya. Antara percaya dan tidak, ternyata dalam injury time
itu saya lolos untuk berangkat ke Swiss bersama empat
rekan terbaik lainnya.
Saya tidak mengira akan berhasil karena dalam hitungan
saya, jumlah pencapaian poin saya masih kurang sekitar
30 poin lagi. Tapi, itulah rahasia antusiasme yang berpadu
dengan kesabaran sehingga membuahkan pertolongan Allah
SWT. Pada menit-menit terakhir, seorang konsumen lama
saya memesan paket buku terbaru dan jumlah keseluruhan
poinnya melampaui 30 poin. Subhaanallaah, ternyata
antusiasme yang tulus dari rekan sejawat menular tidak
saja kepada saya namun juga konsumen saya. Maha benar
Allah. Jika kita antusias, rezeki pun akan datang dengan
antusias pula.
APPRECIATION
Menghargai, Bukan Memberi Harga
60
T
E
F1 F3
F2
A
61
Hargai setiap rezeki yang datang, bagaimanapun
keadaannya, karena rezeki itu akan mengundang
teman-temannya yang lain untuk datang
kepada Anda.
Tiada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-
Nya, tiada biji yang berada di kegelapan bumi, dan tidak pula
sesuatu yang basah atau kering melainkan semua tercatat
dalam kitab yang nyata. (QS. Al-Anam: 59)
Subhaanallaah. Gugurnya daun adalah karena perintah
Allah. Karena ketundukannya terhadap Allah maka daun pun
rela menjatuhkan dirinya ke bumi sehingga regenerasi tumbuhan
bisa berlangsung. Demi keberlangsungan rezekinya, manusia
perlu meneladani perilaku daun yang senantiasa tunduk
terhadap perintah-Nya. Ketika Anda berdzikir kepada Allah
sebagaimana daun yang juga berdzikir dengan menjatuhkan
dirinya ke tanah maka pintu-pintu rezeki akan segera terbuka.
Orang yang berdzikir kepada Allah adalah orang yang
pandai berterima kasih dan tidak melupakan nikmat dari-Nya.
Sebaliknya, orang yang enggan berdzikir kepada Allah adalah
orang yang tidak pandai berterima kasih dan melupakan nikmat
dari-Nya. Jika kita mengikuti sikap yang terakhir, bagaimana
mungkin Allah akan membukakan pintu rezeki bagi kita?
Whoever remember the last, will get
the next.
Barangsiapa ingat dengan yang telah
lalu, akan mendapatkan yang akan datang.
62
Allah berfrman di dalam Al-Quran, Ingatlah kalian
kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kepada kalian. Bersyukurlah
kalian kepada-Ku dan janganlah kalian mengingkari nikmat.
Berdzikir akan menenangkan pikiran dan menenteramkan hati.
Dalam keadaan dzikir, otak kita mengeluarkan gelombang
alpha dan bahkan theta, sehingga kita akan memperoleh ide-
ide cemerlang dan brilian. Inilah yang akan memudahkan
kita menjemput rezeki. Sebaliknya, kekalutan pikiran dan
kegelisahan hati akan membuat orang mengalami kebuntuan
atau stagnasi.
Bagaimana caranya agar kita terhindar dari kebuntuan
hidup dan tidak berada di persimpangan jalan yang penuh
kebingungan? Berikut beberapa tipsnya.
1. Membawa sesuatu yang bisa mengingatkan kita
dengan cepat kepada Allah, seperti Al-Quran, tasbih,
atau buku saku doa;
2. Menyetel alarm pada setiap waktu-waktu shalat atau
mengaktifkan ringtone yang bernuansa dzikir;
3. Menghiasi dinding di kantor atau rumah dan wallpaper
di laptop atau I-Pad dengan kalimat yang bernafaskan
Islam;
4. Melatih spontanitas terhadap setiap kejadian dengan
dzikir. Saat memperoleh nikmat kita spontan
mengucapkan alhamdu lillaah, saat melihat sesuatu
yang menakjubkan kita spontan mengucapkan
subhaanallaah, saat melakukan kekeliruan kita spontan
mengucapkan astaghfrullaah, dan saat mendapatkan
cobaan kita spontan mengucapkan innaa lillaahi wa
innaa ilaihi raajiuun;
5. Menghibur hati dengan senandung lagu-lagu Islami,
seperti shalawat yang meneduhkan hati.
63
Agar kita bisa selalu berdzikir dalam kondisi bagaimanapun
dan di manapun, bacalah doa ini.
Allaahumma aiinii ala dzikrika wa husni ibaadatik.
Ya Allah, tolonglah aku agar selalu bisa mengingat-Mu,
bersyukur kepada-Mu, dan memperindah ibadah kepada-
Mu.
JEJAK LANGKAH
Empat tahun silam, saya diminta untuk memimpin
rombongan haji plus di salah satu biro travel haji di Jakarta.
Entah kenapa, saat disodori kontrak kesepakatan kerja
di mana terdapat dua butir penawaran yang akan mereka
berikan kepada saya, saya setuju saja. Butir pertama
menyatakan bahwa saya berangkat haji dengan fasilitas plus
tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun, karena pihak travel
yang bersangkutan bersedia menanggung seluruh biaya
keberangkatan haji hingga kepulangannya. Butir kedua
menyatakan saya mendapatkan fee sebesar US$ 1.000
sebagai tanda penghargaan atas bimbingan yang nanti akan
saya berikan selama proses ibadah haji.
Alhamdu lillaah, akhirnya kami berangkat bersama
rombongan yang berasal dari berbagai daerah termasuk
Jakarta. Sebisa mungkin, semua yang menjadi keperluan
para jamaah baik yang bersifat peribadatan maupun curhatan
mereka tentang rumahtangga dan bisnis saya dengar dan
saya tanggapi. Tidak jarang mereka meminta waktu-waktu
istirahat kami untuk menjelaskan bagaimana berhaji yang
baik dan benar. Saya pikir, memang begitulah seharusnya
seorang pembimbing menjalankan peran, meski tak jarang
risikonya harus kehilangan waktu pribadi, termasuk
64
untuk bermunajat kepada Allah. Sejak keberangkatan dari
Tanah Air, saya sudah memposisikan diri benar-benar
sebagai pelayan tetamu Allah. Bahkan, sampai pada hal-hal
teknis, tanpa banyak pertimbangan, kami selalu ada untuk
mereka.
Ritual demi ritual telah kami jalani, mulai dari miqat, ihram,
mabit, wuquf, jumrah, thawaf, sai, sampai tahalul tak ada
beban sedikit pun. Yang penting enjoy aja, gumam saya
waktu itu.
Semua pekerjaan mengalir bagai air, meski kadang ada riak-
riak kecil. Suatu ketika saat tengah malam, pintu kamar
kami digedor oleh salah seorang muslimah rombongan
jamaah. Saya terbangun dan tercenung sesaat memandang
raut wajah sang ibu yang tampak sangat bersedih.
Ustadz, ujarnya, antarkan saya untuk thawaf dan
mencium hajar aswad.
Tanpa banyak tanya, saya menjawab, Baik, saya bersiap-
siap dulu. Dalam lima menit saya akan menyusul ke lobby
hotel.
Saya bertanya-tanya ada apa gerangan dengan ibu ini.
Namun, saya tidak mau terbawa praduga macam-macam.
Begitu melangkah menuju Masjidil Haram melalui pintu
satu, kerumunan orang begitu padat, tidak seperti biasanya.
Biasanya, pada jam-jam tersebut situasi Masjidil Haram agak
lengang. Kucuran keringat yang membasahi tubuh tidak
mengurangi niat saya untuk menemani ibu itu. Pada putaran
kelima, saya berbisik kepada beliau bahwa meski sekeliling
Kakbah sudah penuh sesak dengan puluhan ribu manusia,
65
terus saja ber-thawaf. Siapa tahu Allah memudahkan dirinya
di dua putaran terakhir sehingga ia mendapat kesempatan
mencium hajar aswad.
Saya lalu mengajak beliau merapat ke pintu Kakbah dan
mengajaknya untuk tidak berhenti berdzikir dan berdoa
serta memasrahkan diri kepada-Nya. Subhaanallaah, entah
bagaimana mulanya, terbuka jalan yang begitu lapang seperti
rongga sebuah pipa besar di depan kami. Saya meminta
beliau segera maju hingga mendekati posisi hajar aswad.
Akhirnya, kekinginan beliau untuk mencium hajar aswad
terpenuhi. Usai thawaf, saya ajak beliau mencari tempat
yang agak lapang sejajar dengan multazam. Saya bimbing
beliau dengan doa. Beliau pun mengikuti kata-kata saya
dengan isak tangis yang semakin lama semakin kencang.
Apa yang Ibu rasakan saat ini? saya mulai bertanya.
Alhamdu lillaah, Ustadz. Semua beban yang berat sekarang
rasanya sudah lepas. Niat saya untuk membubarkan
pernikahan digantikan oleh bayangan keluarga surgawi,
jawab ibu itu.
Alhamdu lillaah, sepulang dari Tanah Suci, saya melihat
perubahan yang luar biasa pada diri beliau. Beliau terlihat
jauh berbeda dari sosok yang saya lihat sebelumnya. Beliau
berjanji sepenuh hati untuk lebih banyak menghabiskan sisa
hidupnya bersama kami dalam mengembangkan Pondok
Pesantren GAYA (Griya Asri Yatim) di bilangan Jonggol,
Cibubur. Lahan seluas 16 hektar beliau percayakan agar
dikembangkan bagi kemanfaatan umat. Ya Allah, semoga
sedekah dan niat tulus beliau Engkau balas dengan pahala
yang berlipat ganda. Amin.
66
Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu berrman,
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, Kami pasti akan
menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
(QS. Ibrahim: 7)
ABUNDANCE
Berselancar dalam Keluasan
68
T
E A
F1 F3
F2
A
69
Kesempitan rezeki berawal dari kesempitan hati.
Maka, lapangkanlah hati agar pintu rezeki juga
semakin lapang.
Adakalanya rezeki menjauh karena kita membuat situasi
yang tidak nyaman bagi rezeki tersebut. Situasi yang tidak
nyaman itu bisa kita sebut dengan 5 C, yaitu:
1. C1 : Curiga, yaitu curiga atas perbuatan orang lain
namun tidak bisa membuktikannya secara
obyektif;
2. C2 : Cemburu, yaitu cemburu jika melihat orang
lain berhasil;
3. C3 : Cela, selalu mencela kekurangan atau
kelemahan orang lain;
4. C4 : Campur tangan, atau usil dan senang merecoki
kewenangan orang lain;
5. C5 : Curang, curang dalam melakukan muamalah
atau transaksi ekonomi.
Seorang murid bertandang ke rumah gurunya untuk
mengadukan persoalannya. Harapannya, ia akan mendapatkan
pemecahan yang bijaksana darinya. Ketika ia sampai di
kediaman beliau, ia menceritakan uneg-uneg di dalam hatinya.
Tanpa terasa, murid itu sudah menghabiskan waktu satu jam
untuk berbicara. Setelah ia terdiam, sang guru bertanya, Apa
masih ada lagi yang ingin disampaikan?
Masih ada, Guru, jawab murid itu. Izinkan saya
mengutarakan problem rumah tangga saya yang sudah ada di
ambang perceraian, lanjutnya.
70
Satu jam kedua pun berakhir. Untuk kedua kalinya, sang
guru menanyakan hal yang sama kepada si murid, Apakah
masih ada yang ingin dikeluhkan?
Mmm... Izinkan saya menyampaikan problem usaha saya.
Apapun usaha yang saya lakukan, Guru, selalu menemui jalan
buntu. Utang saya pun semakin menggunung. Hidup saya tidak
nyaman karena terus dikejar para penagih utang.
Lagi-lagi, sang guru bertanya, Masih ada lagi yang mau
disampaikan?
Sudah, Guru, sudah cukup. Semuanya sudah saya
kemukakan. Saatnya saya menantikan jawaban Guru, jawab
si murid.
Sang guru tidak menjawab. Ia malah masuk ke dalam kamar.
Beberapa saat kemudian, ia keluar sambil membawa mangkuk
kecil berisi garam di tangan kirinya dan gelas berisi air putih
di tangan kanannya. Ia lalu meminta muridnya memasukkan
satu sendok garam ke dalam gelas dan mengaduknya. Setelah
garam itu larut, murid itu diminta mencicipi air dalam gelas
itu.
Beberapa saat kemudian, sang guru meminta murid itu untuk
memanggul sekarung garam dari gudang untuk ditumpahkan
ke kolam yang ada di samping rumah sang guru.
Ambil segelas air kolam yang sudah bercampur dengan
garam itu! Bagaimana rasanya? tanya sang guru.
Tanpa menunggu jawaban si murid, ia lantas me-
merintahkannya untuk pulang. Apa sebenarnya maksud sang
guru?
Garam ibarat masalah, sedangkan gelas adalah hati
manusia. Jika sesendok garam dimasukkan ke dalam segelas
air maka air tersebut akan terasa asin. Perumpamaan ini berarti
71
masalah kecil yang masuk ke dalam hati yang sempit akan
terasa sangat besar.
Sebaliknya, sekarung garam yang dimasukkan ke dalam
kolam yang besar tidak akan cukup untuk membuat air di
dalamnya asin. Artinya, sebesar apapun masalah jika ia masuk
ke dalam hati yang lapang maka masalah itu akan terasa kecil.
Jadi, fokus kita bukan lagi pada besar atau kecilnya suatu
masalah namun lapang atau sempitnya hati kita.
Think big, feel strong, and pray hard
for deep heart.
(Berpikirlah yang besar, merasalah [bahwa
diri Anda] kuat, dan berdoalah dengan
sungguh-sungguh untuk perasaan yang dalam.)
Allah tidak pernah menyempitkan rezeki manusia. Yang
ada adalah manusia yang menyempitkan hatinya sendiri.
Diperlukan beberapa cara agar hati kita menjadi lapang, di
antaranya:
1. Dalam situasi sesulit apapun, jangan bergeming untuk
meyakini bahwa Allah Maha Besar. Dengan begitu,
kita tidak akan khawatir terhadap sebesar apapun
masalah yang datang;
2. Upayakan membuang rasa benci, dendam, atau sikap
permusuhan terhadap orang lain. Ganti kebencian
dengan bibit-bibit cinta (mahabbah). Buatlah daftar
orang yang pernah Anda musuhi atau benci. Baca satu
persatu dan katakan pada setiap nama itu, Aku sudah
memaafkan Anda. Setelah selesai semua, robek daftar
itu dan buang ke tempat sampah! Anda merasakan
akibatnya? Hati terasa lebih lapang, bukan?
72
3. Kembangkan sikap 2 I 2 L dalam berinteraksi dengan
siapapun, baik pada skala mikro maupun makro. 2 I 2
L yang dimaksud adalah:
I 1 : INGATLAH selalu kebaikan orang lain terhadap
Anda;
I 2 : INGATLAH kesalahan Anda terhadap orang
lain;
L 1 : LUPAKAN kebaikan Anda terhadap orang lain;
L 2 : LUPAKAN kesalahan orang lain terhadap Anda.
JEJAK LANGKAH
Adalah manusiawi jika seseorang yang telah memperoleh
kesuksesan tidak ingin ada orang lain yang menandinginya.
Hatinya akan terasa sempit jika mengetahui ada orang lain
yang jauh lebih sukses dari dirinya. Sebaliknya, ia akan
bahagia kalau ada pesaing yang jatuh usahanya. SMS kata
orang, senang melihat orang susah dan susah melihat
orang senang.
ABUNDANCE BOX

AKTIVITAS KESALAHAN KEBAIKAN KETERANGAN


Ingat diri + - Riya
Ingat orang - + Ghil
Lupa diri - + Ghurur
Lupa orang + - Takabur
Jadi, ketika kita berlapang dada, yang terjadi adalah
lapangnya rezeki dan mengecilnya masalah. Sekali lagi, mari
jadikan Allah Maha Besar bukan hanya dalam ucapan tapi juga
dalam pikiran, hati, dan tindakan kita.
73
Awal berkarir di bidang pengembangan Sumber Daya
Manusia (SDM), perasaan ego dalam diri mendorong saya
selalu ingin menjadi orang nomor satu. Tidak boleh ada
yang lebih baik dari diri saya. Dalam bergaul, seringkali
yang mencuat adalah perasaan curiga, Jangan-jangan dia
mencuri gagasanku, jangan-jangan dia meniru metodeku,
dan seterusnya. Akibatnya, suasana yang tidak sehat
merebak dan rezeki pun menjauh. Lama-lama saya berpikir,
sampai kapan kita bisa mempertahankan kesuksesan diri?
Sebab, tidak ada orang yang memiliki kesuksesan abadi.
Setelah melalui proses perenungan yang cukup mendalam,
akhirnya saya menemukan sebuah pencerahan. Kalau
kita ingin kesuksesan sejati, bersiaplah untuk suksesi.
Maknanya, kalau pikiran kita selalu dipenuhi dengan ambisi
menjadi yang terdepan, terbesar, dan terbanyak maka pada
saat yang sama kita telah mempersempit ruang bagi rezeki
karena boleh jadi banyak orang akan merasa tidak nyaman
dengan keangkuhan pribadi kita.
Saya sempat tiga tahun berkutat dalam diskusi yang
tak pernah putus tentang bagaimana mengorbitkan diri
sendiri, bagaimana melejitkan citra diri, dan bagaimana
mempopulerkan diri sendiri sampai akhirnya pikiran
saya lelah. Selanjutnya, bersama sahabat-sahabat yang
mempunyai kesamaan visi saya menggagas sebuah komunitas
yang kami namakan Republik Motivasi Indonesia.
Republik Motivasi Indonesia adalah sebuah wadah
berkumpulnya orang-orang muda yang mempunyai
potensi besar dan komitmen untuk menjadi agen revolusi
dan siap memprovokasi seluruh masyarakat Indonesia
74
menuju revolusi Indonesia babak kedua. Mereka adalah
para motivator terbaik di bidang dan segmen masing-
masing. Saat itu, kebahagiaan yang saya rasakan bukanlah
bagaimana membuat diri saya bertambah sukses namun
bagaimana membuat mereka menjadi lebih sukses dari diri
saya.
Atas perkenan Yang Maha Kuasa, bermunculanlah para
motivator masa depan bangsa yang siap meluncurkan proyek
nasional, yaitu MOTIVASI UNTUK NEGERI. Sungguh, saya
sangat bangga dengan mereka karena Allah. Kang Enha,
teruslah membuat revolusi keluarga Indonesia sakinah;
Bang Derby, sebarkan abrakadabra-mu untuk menyihir
para pendidik agar lebih termotivasi dalam membimbing
anak bangsa, Pendekar Archan, jangan bosan berkampanye
mengenai pendidikan berkarakter untuk paramuda; Mas Adji
Goldwing, pancarkan kemilau revolusi emasmu untuk para
peretas karir; Very, sosok cergasmu dinantikan oleh mereka
yang gagap komunikasi; Bunda Asma, terus kibarkan pesan
Indonesia sehat bersama holistik; Kang Nanang, ajak para
pesimismania untuk lebih berani menatap ke depan dengan
HOPE manajemenmu; Bunda Anna, sentuhan lembut dan
tutur kata jernihmu dirindukan para wanita yang hilang asa;
Aryo, jangan bosan membisikkan kata asyik pada remaja
yang sedang mencari identitas dirinya.
Alhamdu lillaah, Ya Allah, Engkau kirimkan mereka padaku
untuk semakin membesarkan kebahagiaanku yang nantinya
akan kubagi untuk siapapun yang ingin berlapang hati
menerima kebaikan darimanapun asalnya. Marilah kita
berlapang hati agar Allah juga melapangkan rezeki bagi
kita.
MEANINGFULNESS
Lebih dari Apa Adanya
76
T M
E A
F1 F3
F2
A
77
Agar rezeki menantikan kehadiran Anda dan selalu
merindukan keberadaan Anda, jadilah orang yang
gemar menabung manfaat.
Sungguh beruntung orang-orang mukmin, yaitu mereka
yang khusyu shalatnya, yang meninggalkan perkataan dan
perbuatan yang tidak bermanfaat atau sia-sia. (QS. Al-
Mukminun: 1-3)
Salah satu karakteristik orang mukmin yang sukses adalah
senantiasa membuat dirinya produktif dan bermanfaat. Seekor
lebah tidak pernah mengambil sesuatu selain yang baik-baik
dan menghasilkan sesuatu yang baik-baik pula: madu. Begitulah
manusia seharusnya bersikap, tidak mencari rezeki kecuali
yang halal dan baik serta tidak menghasilkan sesuatu selain
yang bermanfaat. Nabi Muhammad saw bersabda: Manusia
yang paling baik adalah mereka yang paling bermanfaat bagi
sesamanya.
Tentu saja menjadi manusia yang bermanfaat bagi
sesama adalah sebuah pilihan, namun kita harus ingat bahwa
manusia yang menghadap Allah dengan meninggalkan jejak-
jejak kebaikan tidak saja akan mengharumkan nama besar
keluarganya di dunia namun juga membuka pintu surga.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita setidaknya akan
menemukan empat model manusia berkenaan dengan
manfaatnya terhadap sesama, yaitu:
1. Manusia yang seadanya, yaitu manusia yang hanya
bisa pasrah tanpa usaha dan meratapi nasibnya.
Sekolah yang penting lulus atau bekerja asal dapat
gaji;
78
2. Manusia yang mengada-ada, yaitu manusia yang
hari-harinya diisi dengan segudang mimpi yang tidak
jelas. Pikirannya dipenuhi dengan khayalan kosong. Ia
berandai-andai memiliki rumah megah, mobil mewah,
atau harta berlimpah;
3. Manusia yang ada-ada saja, yaitu manusia yang asbed
alias asal beda. Ia selalu berusaha membuat sensasi.
Kelemahan pribadinya ditutupi dengan penampilan
yang aneh-aneh, karena merasa dengan cara itu ia
bisa lebih percaya diri;
4. Manusia yang lebih dari apa adanya, yaitu manusia
yang kedatangannya selalu dinanti dan kepergiannya
membuat orang lain merasa kehilangan. Jika Anda
adalah seorang suami dan sedang ada keperluan di
luar kota selama beberapa hari, coba tanyakan kepada
istri atau anak-anak Anda apa yang mereka rasakan
saat Anda jauh dari mereka? Masih adakah kerinduan
di hati mereka? Jika Anda seorang ibu dan sedang
melakukan perjalanan jauh, coba renungkan apa yang
kira-kira anak-anak Anda rasakan ketika ibu mereka
tidak ada di rumah? Masihkah mereka merasakan
kerinduan yang kuat terhadap Anda? Jika Anda
seorang pimpinan di sebuah perusahaan dan tengah
berada di luar negeri untuk keperluan dinas, apakah
para bawahan Anda merindukan? Jika jawabannya
ya, alhamdu lillaah. Bersyukurlah karena Anda telah
menjadi manusia yang lebih dari apa adanya.
Make a history in your life, not just a story.
(Buatlah sejarah dalam hidup Anda,
bukan sekadar sebaris kisah.
79
Pribadi yang lebih dari apa adanya adalah seorang ahli
syukur. Rasa syukurnya tidak terbatas pada ucapan hamdalah
saja, namun direfeksikan dalam lima 5 aktivitas, yaitu:
1. Mengapresiasi nikmat melalui perbuatan di manapun,
apapun, dan kapanpun. Ia tidak sungkan atau
bosan untuk senantiasa tahadduts binimatillaah
(menceritakan nikmat Allah seraya mengagungkan
nama-Nya);
2. Memanfaatkan fungsi setiap nikmat yang diberikan
oleh-Nya secara optimal. Otak difungsikan untuk
berpikir secara optimal, mata difungsikan untuk
mengobservasi setiap fenomena secara optimal, telinga
difungsikan untuk mendeteksi setiap suara secara
optimal, dan mulut difungsikan untuk berbicara yang
baik secara optimal;
3. Berkontribusi penuh terhadap setiap kesempatan
beramal saleh melalui nikmat-Nya. Jika kondisinya
cukup sejahtera maka kontribusi sedekahnya cukup
banyak;
4. Mendistribusikan setiap nikmat yang diterima kepada
lebih banyak orang;
5. Melakukan regenerasi atas nikmat dengan menerapkan
manajemen hidup yang lebih produktif dan efektif.
Kelima aktivitas syukur di atas pada akhirnya akan membuat
diri kita menjelma menjadi sosok pribadi yang naafun li
ghairih (bermanfaat bagi orang lain). Jika Anda menyampaikan
dan menebarkan manfaat maka Anda tidak akan kesulitan
dalam masalah rezeki, sebagaimana dalam hukum bisnis,
more beneft more gain.
80
Bagaimana cara kita agar bisa menjadi manusia yang
bermanfaat bagi orang lain? Berikut beberapa tipsnya.
1. Berusahalah untuk menabung kebaikan sebanyak-
banyaknya kepada orang di sekeliling Anda;
2. Jadilah orang yang bermental melayani, bukan
dilayani. Tawarkan bantuan Anda sebelum diminta;
3. Buatlah suasana nyaman dan berkesan ketika Anda
berhubungan dengan orang lain;
JEJAK LANGKAH
Sejak kemunculan saya di salah satu stasiun televisi pada
tahun 2002, animo masyarakat ter hadap kebutuhan
motivasi sangat tinggi. Kon sekuensinya, jadwal kegiatan
saya sebagai moti vator cukup padat. Karena itu, bendera
Republik Motivasi pun saya kibarkan sebagai wadah
People do not care how much you know
until they know how much you care.
(Orang tidak peduli berapa banyak
pengetahuan Anda sampai mereka tahu seberapa
peduli diri Anda terhadap mereka.)
Agar kita selalu berusaha memberikan manfaat kepada
siapapun, bacalah doa ini.
Allaahumma innaa nauudzubika min ilmin laa yunfa, wa
min quluubin laa takhsya, wa min nufuusin laa tusyba, wa
min dawatin laa yustajaaba lah.
Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung dari ilmu
yang tak bermanfaat, hati yang tidak khusyu, nafsu yang
tak pernah kenyang, dan doa yang tak terkabulkan.
81
untuk memasyarakatkan motivasi dan memotivasikan
masyarakat, mencetak para motivator masa depan yang
dapat membangkitkan revolusi kedua bangsa Indonesia,
sekaligus menjadi fasilitator bagi semua pihak yang dapat
menjalankan gerbong perubahan.
Saya juga berpikir tentang cara agar motivasi bisa menjadi
kebutuhan primer sebagaimana sandang, pangan, dan
papan. Karena, sebuah potensi tanpa motivasi dapat
menjadi impotensi. Bangsa kita adalah bangsa yang kaya
dalam banyak hal: sumber daya alam, sumber daya manusia,
potendi nabati dan hewani, budaya, dan lain-lain. Akhirnya,
tercetuslah sebuah gagasan untuk membuat rekor MURI
di mana saya berbicara 24 jam nonstop tanpa istirahat di
hadapan para peserta yang berganti-ganti.
Terus terang saat itu saya juga agak ragu apakah mampu
berbicara sepanjang itu? Tapi, niat sebesar apapun tidak
akan bermakna besar jika tidak dibuktikan dengan
tindakan. Maka, kami pun mengontak sekretariat MURI
dan menanyakan apakah sudah ada rekor yang seperti
itu. Setelah beberapa hari, tibalah jawaban dari pihak
MURI. Mereka menyambut baik niat kami bahkan mereka
mengatakan bahwa rekor berbicara untuk acara motivasi
selama 24 jam belum pernah tercatat di Guinness Book of
World Record. Artinya, jika saya berhasil melakukan hal
tersebut maka saya berpeluang menjadi pembicara pertama
di dunia yang sanggup meyampaikan motivasi selama 24
jam tanpa istirahat.
Tentu kami sangat bahagia dengan berita itu, namun di balik
semua itu, saya harus berpikir keras bagaimana mendapatkan
82
biaya sebesar 150 juta rupiah untuk perhelatan akbar
tersebut. Peluang emas yang sama tidak akan datang untuk
yang kedua kalinya. Maka, tidak ada pilihan lain kecuali
terus maju dan pantang mundur. Tiba-tiba, saya teringat
salah seorang teman yang tergabung dalam IPERKAHRI
(Ikatan Pegawai Restoran dan Hotel Republik Indonesia)
yang bernama Bu Nuraini, seorang Manajer Humas di Hotel
Mercure Ancol. Saya coba mengontak beliau dan membuat
janji untuk bertemu. Setelah berhasil saya kontak, Alhamdu
lillaah, Bu Nuraini bersedia untuk bertemu.
Sesampai di lobby hotel, kami menuju ruang pertemuan
untuk berdiskusi. Saat itu, saya berkata, Bu Nuraini, apa
yang bisa saya bantu agar Hotel Mercure bisa ramai dengan
kunjungan para tamu yang menginap atau menyewa ruang
pertemuannya?
Gayung pun bersambut. Bu Nuraini berkata bahwa Hotel
Mercure bermaksud melakukan re-branding dari hotel yang
bersifat hiburan menjadi hotel pertemuan dan rekreasi
keluarga. Saya lantas menimpali dengan sebuah ide,
Bagaimana kalau kita berkolaborasi? Saya akan membuat
rekor dunia berbicara untuk acara motivasi selama 24 jam
non-stop dan menghadirkan tidak kurang 3.000 peserta
yang potensial menjadi promoter Hotel Mercure, namun
untuk biaya gedung, konsumsi, dan kepanitiaan menjadi
beban hotel yang bisa diambil dari anggaran re-branding.
Saya akan bicarakan hal ini dengan Mr. Marc Raissinger,
General Manager Hotel Mercure. Dalam beberapa hari ke
depan, akan saya informasikan perkembangannya kepada
Bapak, kata Bu Nur.
83
Sepekan kemudian, saya menerima telepon dari Bu
Nur. Beliau menyampaikan bahwa Mr. Marc berkenan
mendengarkan langsung presentasi program kerjasama
dari saya. Dalam diskusi yang cukup dinamis dan memakan
waktu hanya satu jam itu, alhamdu lillaah, Allah membuka
pintu hati mereka untuk menyambut program yang saya
tawarkan. Satu hal yang membuat mereka mudah dan
lancar menyetujui proposal program yang saya tawarkan
adalah kesungguhan hati dan keinginan kuat kami untuk
membantu Hotel Mercure agar berhasil dalam re-branding
melebihi apa yang mereka perkirakan. Saya tidak mau
hanya sekadar memanfaatkan mereka sebagai fasilitator
kesuksesan acara saya, tapi juga berpikir bagaimana caranya
agar mereka juga dapat mengambil manfaat besar dari
kegiatan bersama ini.
Alhamdu lillaah, kami akhirnya berhasil meyakinkan MURI
untuk memberikan dua buah sertikat, yaitu sertikat
sebagai pembicara motivasi selama 24 jam non-stop dan
sertikat bagi Hotel Mercure sebagai tempat pertama di
dunia yang menjadi even seminar motivasi 24 jam non-
stop.
Keinginan kita untuk membantu dan berbuat lebih banyak
bagi orang lain, insya Allah akan mendatangkan peluang
rezeki yang juga lebih besar bagi kita. Setelah perhelatan
yang dilangsungkan pada tahun 2006 tersebut, saya
diwawancarai secara maraton oleh Cek & Ricek, salah
satu program infotainmen yang sudah banyak dikenal
masyarakat, seputar rekor MURI tersebut. Subhaanallaah,
tak tanggung-tanggung, Bapak Ilham Bintang sendiri yang
84
langsung menjadi pengarah program sekaligus pengawas
produksinya. Sambil bercanda, beliau berkata bahwa liputan
tentang saya di Cek & Ricek akan menjadi liputan selebritis
terlama yang pernah ada.
Setelah saya saksikan tayangannya yang berdurasi lebih dari
10 menit, saya pun percaya dengan kata-kata Pak Ilham.
Jazaakallaah, Pak Ilham. Semoga Allah melipatgandakan
segenap ketulusan dan kebaikan Bapak dengan pahala yang
terbaik dari sisi-Nya. Berkat adanya liputan itu, sejak tahun
2006 hingga kini, masyarakat semakin mengenal saya sebagai
Grandmaster Motivasi Indonesia. Sambil berseloroh, Pak
Hermawan Kertajaya, salah satu mentor marketing saya,
berujar, Reza memang suhu motivator di Indonesia. Untuk
belajar kepadanya, Anda sampai harus mengikuti tiga kali
penampilannya: pertama, untuk Mendengarkannya; kedua,
untuk memahaminya, dan ketiga, untuk melaksanakannya.
Terima kasih, Pak Hermawan. Wah, berarti saya bisa
bersanding dengan Grandmaster Indonesia lain yang saya
banggakan yaitu Mas Utut Adianto. Betul kan, Mas Utut?
Dua istilah untuk jurusan yang berbeda, beliau jurusan
catur, sementara saya jurusan motivasi.
PROVOCATIVE
Bujuk, Rayu, dan Rangkul untuk Kebaikan
86
T
P
M
E A
F1 F3
F2
A
87
Secepat apa Anda melakukan kebaikan
atau kemanfaatan maka secepat itu pula rezeki
menghampiri Anda. Secepat apa Anda melakukan
keburukan maka secepat itu pula rezeki
menjauhi Anda.
Waktu adalah salah satu nikmat terbesar yang diberikan
Allah SWT kepada manusia. Waktu yang sudah terlewat tidak
bisa dikembalikan lagi. Bahkan, waktu yang tidak dimanfaatkan
dengan baik akan berubah menjadi penyesalan. Itu sebabnya,
Ali bin Abi Thalib menyatakan bahwa waktu ibarat pedang.
Jika kita bisa mengendalikannya maka ia akan mendatangkan
manfaat, namun jika tidak maka ia bisa membunuh kita. Apa
yang terjadi pada hari esok, tak ada satu pun manusia yang
mengetahuinya. Apakah kita tetap sehat atau terbaring di
rumah sakit? Apakah kita dalam keadaan berjaya atau terpuruk?
Apakah kita masih bisa bernafas atau telah wafat? Semua itu
merupakan misteri bagi kita. Karenanya, wajar jika Allah SWT
memberikan penegasan dalam Al-Quran soal pentingnya
waktu dengan menggunakan sumpah, di antaranya dalam Surat
Al-Ashr ayat 1-2, Demi masa! Sesungguhnya semua manusia
berada dalam kerugian.
Islam adalah agama yang menganjurkan umatnya
agar bergegas melakukan kebaikan, bukan sebaliknya,
memperlambat apa yang seharusnya dikerjakan. Dalam Al-
Quran Surat Al-Baqarah ayat 148, Allah SWT berfrman, Bagi
setiap umat ada tempat menghadapnya. Maka, berlomba-
lombalah kalian dalam berbuat kebaikan. Mengapa untuk
hal-hal buruk dan berbau kejahatan manusia cenderung
cepat bertindak, sementara untuk hal-hal baik dan beraroma
88
kebenaran, mereka cenderung menunda-nunda? Sebab, itu
memang proses menuju keberhasilan. Kebahagiaan di dunia
dan akhirat dipagari oleh hal-hal yang membuat diri kita merasa
tidak nyaman, sedangkan kesengsaraan di dunia dan akhirat
dihiasi oleh hal-hal yang membuat kita merasa nyaman.
Life is struggle, theres no life
without struggle.
(Hidup adalah perjuangan, tiada hidup tanpa
perjuangan.)
Siapa sebenarnya yang paling berkepentingan dengan
sikap menunda-nunda itu? Tentu saja setan, karena ia tidak
senang jika manusia bergegas melakukan kebaikan dan
gembira jika mereka menunda-nundanya. Di antara sebab
tertutupnya pintu rezeki adalah menunda-nunda taubat atau
permohonan ampun atas penyimpangan yang dilakukan dan
enggan memaafkan orang yang menyakiti kita. Dalam
sebuah hadits qudsi, disebutkan bahwa Allah SWT berfrman:
Sesungguhnya Aku tidak pernah bosan mengampuni dosa-
dosa hamba-Ku hingga ia sendiri yang bosan meminta ampunan
kepada-Ku. (HR. At-Tirmidzi)
Jika kita terbiasa menunda-nunda kebaikan maka kebiasaan
itu akan menular pada pekerjaan. Kita pun kemudian cenderung
menunda-nunda pekerjaan. Lantas, bagaimana cara agar kita
terhindar dari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan?
Berikut beberapa tips yang dapat membuat diri kita lebih
bersemangat dan bergairah untuk segera melakukan kebaikan
atau pekerjaan.
1. Lakukan pekerjaan seolah-olah itu merupakan
pekerjaan terakhir Anda sehingga Anda semakin
terpacu untuk segera menyelesaikannya;
89
2. Sadarilah bahwa setiap detik yang kita lalui akan
dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT;
3. Dalam setiap gerak dan langkah, sadarilah bahwa
Allah bersama kita. Dia senantiasa mengawasi di
manapun kita berada;
4. Ingatlah bahwa hidup di dunia hanya satu kali,
sementara yang kekal dan abadi adalah kehidupan di
akhirat;
5. Sadarilah bahwa hidup di dunia hanya sebentar. Kita
bagai seorang musafr yang tengah mampir di sebuah
perhentian. Adapun kota tujuan belum kita capai;
6. Orang yang melakukan kebaikan dan diteladani oleh
orang lain akan mendapatkan pahala sebagai tabungan
untuk kehidupan di akhirat nanti;
7. Yakinlah dengan janji Allah bahwa barangsiapa
bergegas melakukan kebaikan, Dia akan segera
membuka pintu rezeki baginya;
8. Sering-seringlah mengingat kematian, karena dengan
mengingat kematian kita akan lebih menghargai
kehidupan;
9. Yakinlah bahwa rahmat Allah jauh lebih besar di-
banding kan keputusasaan manusia.
Untuk kesuksesan dan kebahagiaan Anda, saya ingin
mengajak Anda membaca dan menghayati doa berikut.
Rabbii auudzu bika min hamazaatis syayaathiini wa
auudzubika rabbi an yahdhuruun
Ya Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setan-
setan, dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan
yang dihadirkannya.
90
JEJAK LANGKAH
Selepas makan siang bersama beberapa orang sahabat,
saya kembali ke kantor. Belum lama duduk, staf saya
mengantarkan sebuah faks yang berasal dari sebuah
Perusahaan Pertambangan Batubara dari Australia
yang berkantor di kawasan TB. Simatupang. Saya segera
mempelajari faks tersebut yang ternyata berisi permohonan
dari Board of Management perusahaan itu agar saya berkenan
memberikan motivational training dan business inspirational
bagi para manajer dan karyawannya. Untuk memastikan
kesesuaian materi dan anggaran, saya dan tim bertandang
ke tempat mereka untuk mendiskusikan waktu, materi, dan
anggaran.
Karena konsep yang mereka pandang sudah sesuai, mereka
pun tidak menawar biaya training yang kami ajukan, yaitu
sebesar US$ 5.000 untuk dua jam. Setelah jadwal tersebut
dikoordinasikan dengan jadwal tahunan yang sudah
tercatat, staf saya menyampaikan bahwa ada jadwal yang
berbarengan. Jadwal apa? tanya saya.
Jadwal kajian bulanan majelis taklim ibu-ibu di Kemang
Pratama Bekasi, Pak, jawab staf saya.
Baik, kalau begitu coba di-approach lagi apakah pihak
perusahaan mau merubah jadwalnya karena jadwal kajian
sudah masuk lebih dahulu.
Saya sebenarnya berpikir alangkah baiknya kalau kedua
acara itu bisa terlaksana tanpa ada yang harus dikalahkan.
Keesokan harinya, saya mendapat berita bahwa pihak
perusahaan pertambangan tidak mungkin merubah
91
jadwal yang telah disepakati. Pilihannya hanya satu: saya
membatalkan kesepakatan dengan perusahaan tersebut
sehingga mereka mencari pembicara lain atau saya mengatur
ulang jadwal kajian bulanan saya. Entah mengapa, secara
spontan saya meminta staf saya untuk membatalkan saja.
Batalkan yang mana, Pak? tanya staf saya.
Yang perusahaan.
Lho, apa tidak sayang, Pak, training fee sebesar US$ 5.000
melayang?
Sejujurnya, saat itu saya merasa tidak ada ganjalan dalam hati
untuk memutuskan. Akhirnya, hari itu saya menyampaikan
kajian keagamaan di masjid kompleks perumahan Kemang
Pratama Bekasi. Alhamdu lillaah, saya sangat menikmati
gairah mereka dalam mendengarkan materi saya.
Sepekan setelah acara tersebut, salah satu santri kami
di Majelis An-Nubuwwah yang tinggal cukup jauh dari
Jakarta tepatnya di daerah dekat Pantai Mauk Tangerang
meminta izin untuk bertemu karena ada hal penting
yang ingin dibicarakan. Setelah membuka percakapan, ia
menyampaikan maksudnya,
Ustadz, beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan
seorang sahabat lama. Dalam kesempatan itu, ia mengajak
saya menemui ayahnya.
Dalam pertemuan dengan ayah si sahabat, santri tersebut
ditanya siapa ustadznya. Ia pun kemudian menyebut nama
saya.
92
Tanpa banyak tanya lagi, ayah sahabat saya langsung
mengeluarkan gulungan kertas dari sebuah ransel dan
menyerahkannya kepada saya, santri itu melanjutkan.
Saya terkejut. Apa ini?!
Bukankah dulu ustadz pernah bercerita bahwa ustadz
sedang membutuhkan lahan seluas 10 hektar untuk
pendirian pondok pesantren kepemimpinan An-Nubuwwah
? jawab santri itu.
Betul, lantas?
Silakan ustadz buka gulungan kertas itu, jawan santri itu
kalem.
Saya lalu menyingkapnya perlahan. Subhaanallaah, ternyata
itu adalah gambar sebuah lahan di daerah strategis dan
alami di Banten. Tahukah Anda berapa luasnya? Ya. 10
hektar. Dari penduduk setempat, saya mengetahui bahwa
harga 1 meter persegi di daerah tersebut sekitar 50 ribu.
Artinya, lahan itu bernilai hampir 5 Milyar!
Santri itu lalu melanjutkan pembicaraannya, Ayah sahabat
saya ikhlas mewakafkan lahan tersebut kepada ustadz.
Beliau mengenal ustadz dari program acara keagamaan
di salah satu stasiun televisi dan pernah membaca buku
karangan ustadz. Beliau meyakini bahwa ustadz adalah
orang yang tepat untuk menerima amanah itu.
Tangan saya seketika bergetar, perasaan mengharu biru.
Tanpa disadari, bulir air mata jatuh di atas meja kerja saya.
Ya Allah, Engkau Maha Benar dengan janji-Mu. Siapapun
93
yang bergegas dalam melakukan kebaikan, Kaupun akan
bersegera mengirimkan rezeki kepada dirinya. Pembatalan
kontrak senilai US$ 5.000 dengan sebuah perusahaan
pertambangan batubara tergantikan dengan lahan yang
nilainya ratusan ribu kali lipat lewat majelis taklim para ibu
di Kemang Pratama.
Jangan pernah menunda kebaikan. Percepat, atau rezeki
Anda akan tertunda!
94
Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan tawakal
yang sejati niscaya Dia akan menurunkan rezeki kepada kalian
sebagaimana Dia melimpahkan rezeki kepada burung-burung.
Mereka berangkat di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang
saat sore dalam keadaan kenyang.
(HR. Ahmad)
RESPONSIVE
Cepat dan Sigap, Tidak Kagetan
96
T
P
M
E R A
F1 F3
F2
A
97
Peluang rezeki Allah tebarkan di mana-mana.
Namun, yang dapat menemukannya adalah mereka yang
memiliki kepekaan cukup tajam terhadapnya.
Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua
ini dengan sia-sia. (QS. Ali Imran: 191).
Ada sedikitnya dua makna tersirat dari ayat di atas. Pertama,
semua ciptaan Allah SWT, baik yang besar maupun yang kecil,
baik yang jauh maupun yang dekat, baik yang terlihat maupun
yang tersembunyi, mempunyai manfaat tersendiri. Kedua, di
balik penciptaan-Nya, selalu terdapat ibrah atau pelajaran
berharga sehingga bisa menjadi inspirasi bagi kehidupan
manusia.
Salah satu pelajaran itu bisa kita dapatkan dari tanaman
Putri Malu (Mimosa pudica). Tanaman ini memiliki tingkat
kepekaan yang sangat tinggi sehingga jika kita sentuh akan
segera menguncup. Dalam bahasa Tongo, tanaman Putri Malu
disebut dengan istilah mateloi yang artinya pura-pura mati.
Kepekaan yang sedemikian rupa ternyata jarang dimiliki
oleh manusia. Banyak peluang yang telah Allah tebarkan di
sekililing kita namun lewat begitu saja tanpa bisa kita tangkap
dan kita manfaatkan. Mengapa? Boleh jadi karena kepekaan kita
dalam merasakan adanya peluang sangat lemah. Sensitivitas
atau dalam bahasa Arab disebut hasaasiyah merupakan buah
dari ketajaman perasaan dan kejernihan hati. Kepekaan yang
tinggi dapat melahirkan intuisi, dan intuisi yang kuat mampu
menggerakkan seseorang untuk bertindak cepat dan tepat.
Di zaman yang serba kompetitif di mana persaingan meraih
peluang sangat ketat seperti sekarang, kepekaan adalah suatu
98
hal yang sangat penting. Peluang yang saya maksud bukan
saja peluang dalam bidang bisnis yang sarat dengan dimensi
duniawi, namun juga peluang melakukan kebaikan yang kental
dengan nuansa ukhrawi. Dalam Al-Quraan Surat Al-Qashash
ayat 77, Allah berfrman, Dan raihlah apa-apa yang telah
diberikan oleh Allah kepadamu dari kampung akhirat, namun
jangan lupa dengan nasibmu di dunia!
Suatu saat, seorang sahabat mendengarkan nasihat
Rasulullah saw tentang kenikmatan surga, yang mana untuk
meraihnya salah satunya dengan berperang di jalan Allah (jihad).
Sahabat itu, yang kebetulan sedang memakan buah kurma,
segera membuang butir-butir kurma yang ada di tangannya dan
bergegas membantu kawan-kawannya sesama muslim yang
sedang berjuang di medan perang. Kurma bisa diibaratkan
sebagai dunia, sedang kenikmatan surga ibarat akhirat.
Kepekaan sahabat tersebut dengan kenikmatan yang lebih
besar ketimbang sekadar menikmati buah kurma membuatnya
berpikir jauh ke depan. Demikianlah para sahabat dididik
oleh Nabi Muhammad saw untuk selalu mengasah ketajaman
perasaan dan kejernihan hatinya. Bagaimana dengan kita?
Salah satu hal yang membedakan antara orang sukses
dan orang gagal adalah kemampuan diri untuk peka dalam
melihat peluang dan mengkonversinya menjadi hasil yang
bermanfaat melalui pengambilan keputusan yang cepat dan
tepat. Bagaimana cara untuk meningkatkan kepekaan kita?
Berikut beberapa tipsnya.
1. Membiasakan diri selalu dalam keadaan suci dengan
berwudhu, karena dengan membasuh air pada wajah
dan beberapa anggota tubuh lainnya akan membuat
Anda merasa segar;
99
2. Memandang setiap kejadian atau fenomena dengan
sudut pandang yang berbeda. Nabi Muhammad saw
menyebutkan dalam sebuah hadits, Islam datang
pertama kali sebagai sesuatu yang asing, dan kelak akan
kembali juga sebagai sesuatu yang asing. Beruntunglah
para ghurabaa (orang-orang yang diasingkan).;
3. Memperhatikan pemandangan alam dengan berbagai
keunikan dan keindahannya agar kita bisa lebih peka;
4. Hindari perbuatan yang bisa mendorong diri kita
melakukan penyimpangan terhadap perintah Allah
SWT agar perasaan kita tidak tumpul dan hati kita
tidak kotor;
5 Tidak terlalu sering melihat ke atas tapi ke bawah.
Lebih sering melihat orang miskin daripada orang
kaya akan membuat diri kita menghargai rezeki yang
telah Allah berikan.
Life is beautiful and brings many of
opportunities if we see with the right
perspective.
(Hidup itu indah dan membawa banyak peluang
jika kita melihatnya dengan perspektif yang
benar.)
Agar pikiran selalu dalam keadaan bersih dan hati dalam
keadaan jernih maka biasakan membaca doa yang diajarkan
oleh Nabi Muhammad saw berikut.
Ya Allah, sehatkanlah badanku, jernihkanlah pandangan
mataku, dan perjelaslah pendengaranku.
100
JEJAK LANGKAH
Sejak tahun 2000, saya memberi berbagai pelatihan seputar
motivasi dan manajemen diri utamanya bagi para mahasiswa,
tidak terkecuali para mahasiswa di kampus kedinasan dengan
bendera LCC (Leadership Center Club). Suatu ketika, saya
mendapat undangan dari rohis Unit Kegiatan Mahasiswa
STAN (Sekolah Tinggi Administrasi Negara) sebagai salah
satu pembicara dalam seminar tentang narkoba dalam
perspektif Islam bersama Mbak Shahnaz Haque. Yang
menarik, acara tersebut turut menghadirkan salah seorang
mantan pengguna narkoba.
Alhamdu lillaah, jamaah yang datang hampir memenuhi
seluruh ruangan yang ada di masjid yang terletak di daerah
Jurangmangu itu. Respon dari peserta sungguh luar biasa,
bahkan meski telah disediakan sesi tanya jawab, banyak
yang masih belum puas.
Setelah acara ditutup, salah seorang jamaah berjalan
mendekati saya sambil menggamit tangan untuk bersalaman.
Belakangan, saya ketahui lelaki itu bernama Nana Supriyatna.
Beliau bertanya beberapa hal seputar materi yang telah
disampaikan. Selama perbincangan tersebut, saya melihat
hal yang istimewa pada diri beliau. Untuk menyalurkan
keingintahuan, saya pun bertanya,
Mohon maaf, Pak Nana. Ngomong-ngomong, aktivitas
sehari-hari apa?
Beliau menjawab bahwa dirinya adalah seorang produser
eksekutif sebuah acara keislaman di salah satu stasiun
101
televisi nasional. Dengan bersemangat, beliau mengajak saya
untuk ikut berpartisipasi mengisi acara taushiyah di televisi
selepas shubuh. Saya tentu merasa terhormat mendapat
tawaran tersebut. Saya sampaikan beberapa usulan yang
mungkin bisa memberi manfaat lebih besar pada acara itu
dan beliau pun mengiyakan. Beliau bahkan berpesan agar
saya menganggap studio televisi tersebut milik saya sendiri.
Program acara bertajuk Life Excellence tanpa terasa sudah
berjalan kutang lebih satu bulan. Subhaanallaah, saya tidak
pernah membayangkan program acara tersebut menyedot
perhatian yang sangat besar dari masyarakat. Akibatnya,
kertas fax di kantor harus diganti baru setiap pekan karena
banyaknya permintaan atau undangan ceramah. Jika saat
itu Allah tidak mengkaruniakan kepekaan kepada diri saya,
boleh jadi pengalaman berdakwah melalui media televisi
tidak pernah terjadi dalam hidup saya.
Alhamdu lillaah, saya sangat berterimakasih kepada Bapak
Nana yang telah memfasilitasi peluang dakwah yang lebih
baik. Mari kita mengasah kepekaan diri setajam mungkin,
insya Allah kita akan bisa melihat peluang-peluang rezeki
yang Allah tebarkan di sekeliling kita.
102
Barangsiapa bahagia jika rezekinya lapang
dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia
menyambung tali silaturahmi.
(HR. Bukhari)
INFLUENTIal
Mewarnai, Bukan Diwarnai
104
T
P
M
E R A
F1 F3
F2
A
I
105
Allah SWT menitipkan rezeki kepada hamba-
hamba-Nya. Maka, bagi mereka yang bersedia
meluaskan pergaulan, pintu-pintu rezeki akan
terbuka untuknya. Dan, tiadalah yang menghalangi
terbukanya pintu-pintu itu melainkan sikap
rendah diri.
Sukses adalah hak setiap manusia yang mau berikhtiar
dan berdoa, begitu juga mereka yang tidak diuntungkan
oleh keadaan. Keterbatasan ekonomi, tempat tinggal, dan
pendidikan bukanlah halangan untuk memiliki cita-cita yang
tinggi. Persoalan harta, gelar, atau keturunan bukanlah faktor
seseorang bisa atau tidak bisa sukses.
Perasaan rendah diri (inferiority of complex) atau minder
berawal dari sikap selalu mencari-cari alasan atau banyak
berkilah atas suatu kegagalan. Oh, jelas saja dia sukses.
Orangtuanya kan kaya raya. Mereka kan sekolahnya tinggi,
terang saja bisa sukses. Bagaimana dia tidak sukses, wong
orangtuanya punya kedudukan tinggi.
Alasan apapun yang kita kemukakan untuk menutupi
sebuah kegagalan sebenarnya merupakan cikal bakal
tumbuhnya sifat minder. Allah SWT berfrman dalam Surat Al-
Kahf ayat 54 yang artinya, Dan manusia adalah makhluk yang
paling banyak membantah. Saat kita banyak membantah atau
beralasan, kita sebenarnya sedang mencari pembelaan atas
kegagalan kita. Padahal, kita seharusnya berusaha menemukan
kebenaran. Kebenaran yang dimaksud adalah:
1. Apa hakikat kesuksesan itu?
2. Apa hal istimewa yang menjadi kelebihan Anda?
106
3. Bagaimana kita menakar hambatan menuju sukses?
4. Apa posisi yang tepat untuk menyalurkan kelebihan
Anda?
Success does not depend on your aptitude or
your altitude. It depends on your attitude.
(Sukses tidak bergantung pada bakat atau
kedudukan Anda. Ia bergantung pada perilaku
Anda.)
Minder akan muncul saat kita mengidentikkan kesuksesan
dengan harta berlimpah, rumah megah, mobil mewah, atau
gelar-gelar yang wah. Minder akan muncul saat kita lebih
banyak memperhatikan kekurangan diri sendiri: saya pendek,
saya kurang cantik, saya terlalu gemuk, atau saya tidak cerdas.
Minder juga akan muncul saat kita membayangkan hambatan
bak gunung yang menjulang, karang yang kokoh, atau laut
yang dalam. Minder terjadi saat kita memaksakan diri berada
di posisi yang tidak nyaman karena pertimbangan gengsi.
Bagaimana mungkin Anda menjadi pesepakbola handal jika
saat ini berlatih di klub bola basket?
Nabi Muhammad saw bersabda, Jika suatu urusan
diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggulah saat
kehancurannya. (HR. Muslim). Hadits tersebut maknanya
adalah jika suatu urusan, termasuk di dalamnya urusan
pergaulan sosial, diserahkan kepada ahlinya atau orang yang
memiliki communication mastery cukup tinggi karena didukung
oleh self-confdence yang juga tinggi maka tunggulah lompatan
keberhasilannya (success leverage).
107
Potensi rezeki dapat dimanfaatkan secara lebih baik oleh
orang-orang yang luas pergaulannya karena mereka memiliki
kepercayaan diri yang besar sehingga tidak pernah ada
handicap dalam bersilaturahmi dengan siapapun, mulai dari
pengusaha, pejabat, perwira militer, bahkan presiden. Dan,
akan jauh lebih kuat jika level kepercayaan (trust) dinaikkan
satu tingkat menjadi level keyakinan (belief). Caranya adalah
dengan membalut trust dengan pakaian ketakwaan sehingga
berubah menjadi strong belief. Ingat, pakaian terbaik adalah
pakaian ketakwaan.
Pergaulan seperti apakah yang harus kita bangun? Ada tiga
jenis pergaulan yang perlu kita tahu. Saya mengistilahkannya
dengan pola pergaulan tiga dimensi, yaitu:
1. Dimensi Longitudinal atau pergaulan lintas generasi;
2. Dimensi Lateral atau pergaulan lintas teritori;
3. Dimensi Vertikal atau pergaulan lintas posisi.
Untuk lebih jelas, mari kita perhatikan skema berikut.
3-DIMENSIONAL RELATIONSHIP

VERTICAL DIMENSION
Cross Position (Lintas golongan
ekonomi, status sosial, jabatan,
dan pangkat)
LONGITUDINAL DIMENSION
Cross Generation (Lintas usia,
LATERAL DIMENSION
Cross territory (Lintas desa,
kota, daerah, negara, benua,
dan dunia)
108
Jadi, jelaslah bahwa KUNCI SUKSES terletak pada sikap
ANDA SENDIRI, yaitu sikap tidak mencari pembenaran untuk
kesalahan yang kita lakukan. Bagaimana cara kita membangun
kepercayaan diri (self confdence) di tengah kepungan
persaingan yang semakin ketat? Berikut beberapa tipsnya.
1. Mintalah perlindungan Allah SWT dari godaan setan
yang selalu berupaya membuat manusia was-was;
2. Yakinlah bahwa Allah SWT tidak akan memberikan
beban kepada hamba-Nya kecuali menurut kadar
kesanggupan atau kapasitasnya;
3. Senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT
terhadap kejadian apapun yang dialami;
4. Jangan menganggap setiap kendala sebagai ancaman,
namun lihatlah sebagai peluang yang menantang;
5. Berusahalah menjadi diri sendiri, karena meniru-niru
orang lain akan membuat diri Anda merasa tidak
nyaman;
6. Jangan pernah berada dalam bayang-bayang kesuksesan
orang lain, karena sampai kapan pun bayangan tidak
akan lebih baik daripada benda aslinya;
7. Ingatlah berbagai prestasi Anda di masa lalu dan jangan
dihantui oleh mimpi buruk tentang masa depan;
8. Terus tanamkan sikap penuh pengharapan (raja)
terhadap kebaikan-kebaikan Allah SWT dalam hati
kita;
9. Hindari sejauh mungkin perasaan takut (khauf) yang
berlebihan terhadap orang-orang dan lingkungan
di sekitar Anda, seperti takut tidak diterima dalam
pergaulan atau takut dilecehkan oleh lingkungan
baru.
109
Kepercayaan diri akan mengantarkan seseorang sukses
dalam bergaul, bekerja, dan berbisnis. Akan tetapi, apa yang
dihasilkan oleh kepercayaan diri baru merupakan keuntungan
atau (proft) semata. Maka, untuk bahagia dalam pergaulan,
bekerja, dan berbisnis, kepercayaan diri yang telah Anda
bangun perlu dikaitkan dengan iman. Kepercayaan diri plus
iman akan mengantarkan Anda tidak saja pada keuntungan
semata namun juga berkah (prosperity).
Allah SWT berfrman dalam Al-Quran Surat Ali Imran
ayat 139 yang artinya, Dan janganlah kalian berduka dan
bersedih hati, karena sesungguhnya kalianlah yang paling tinggi
derajatnya jika kalian beriman kepada Allah SWT.
Agar kita lebih mudah bahagia maka jangan pernah
berpikir bagaimana kedudukan Anda di mata manusia, tapi
berpikirlah bagaimana kedudukan Anda di hadapan Allah
SWT. Jika Anda rendah di mata manusia, kehinaan yang Anda
tanggung hanyalah kehinaan di dunia. Tetapi sebaliknya, jika
Anda beriman kepada Allah SWT, Anda akan mendapatkan
kehormatan di dunia dan akhirat.
Boleh jadi seseorang memiliki ketenaran di bumi, namun
ia tidak pernah dikenal sedikit pun di langit. Sebaliknya,
boleh jadi seseorang tidak dikenal di bumi, namun namanya
sangat masyhur di langit. Nabi Muhammad saw bersabda,
Sesungguhnya Allah tidak melihat kondisi fsikmu, tidak pula
Dia melihat rupamu, akan tetapi Allah melihat iman yang ada
di dalam dadamu. (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini
dipertegas oleh Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-Hujurat
ayat 13, Sesungguhnya orang yang paling mulia kedudukannya
di mata Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara
kalian.
110
Semoga kita bisa menjalani hidup dan menunaikan
pekerjaan dengan penuh percaya diri dan dalam bingkai
keimanan, bebas dari rasa hina, minder, dan pesimis.
JEJAK LANGKAH
Saya melihat rezeki bak sebuah puzzle. Walaupun kita sudah
mempunyai potongan-potongannya dan menyelesaikan
hampir semua sambungannya, puzzle itu tetap tidak
berarti apa-apa jika masih ada satu potongan yang belum
tersambung dengan tepat. Potongan-potongan puzzle itu
ibarat rezeki, sedangkan sambungannya adalah silaturahmi
atau pergaulan.
Silaturahmi dengan siapapun dan di manapun akan
menghasilkan sebuah sambungan yang saling berhubungan
dan membentuk puzzle (baca: rezeki) yang lengkap. Boleh
jadi terjalinnya silaturahmi dengan seseorang yang tidak
kita rencanakan dan tidak pernah kita kenal menjadi jalan
terselesaikannya puzzle rezeki kita. Saya ingin berbagi
pengalaman tentang masalah ini.
Sejak tahun 2003 hingga kini, saya diminta untuk sesekali
memberikan kajian tentang motivasi keislaman di Masjid
Al-Hakim, Menteng, yang dibangun oleh alm. Bapak
Datuk Hakim Tanthawi. Sepadat apapun jadwal saya,
selalu saya upayakan untuk menjadikan Masjid Al-Hakim
sebagai prioritas (ini saya sebut potongan puzzle pertama).
Sementara itu, sejak awal 2004, saya diminta menjadi khatib
shalat Jumat di gedung Granadi (potongan puzzle kedua),
di mana mayoritas jamaahnya berasal dari kedutaan besar
asing, para ekspatriat, pejabat departemen luar negeri,
111
atau muallaf. Karena para jamaahnya berasal dari berbagai
bangsa maka khutbah Jumat harus disampaikan dalam
bahasa Inggris.
Seingat saya, pada tahun itu hanya ada dua tempat
pelaksanaan shalat Jumat di mana khutbahnya disampaikan
dalam bahasa Inggris, yaitu di gedung GKBI dan Granadi.
Pada bulan Oktober 2004, saya mendapat laporan dari staf
kantor bahwa sebuah faks masuk dari Kedubes Indonesia
di Madrid, Spanyol. Saya terheran-heran membaca faks
itu, yang isinya adalah undangan agar saya bertandang ke
Spanyol selama dua pekan untuk memberikan motivasi
keislaman kepada warganegara Indonesia di Spanyol
dan beberapa komunitas muallaf sekaligus kunjungan ke
beberapa tempat bersejarah, termasuk peninggalan umat
Islam di Cordova, Alhambra.
Dari mana mereka tahu nomor faks kantor saya?
Beberapa hari kemudian, kebingungan saya terjawab setelah
Bunda Hakim, istri alm. Bapak Datuk Hakim Tanthawi,
menelepon saya dan bertanya apakah saya bersedia
memenuhi undangan duta besar Indonesia di Spanyol
yang tidak lain adalah sahabat kental alm. Bapak Datuk
dan Bunda Hakim. Beliau juga menambahkan bahwa saat
prol saya dikonrmasi ke Departemen Luar Negeri RI, ada
salah satu pejabat deplu yang juga mengenal saya karena
ikut mendengarkan khutbah saya dalam bahasa Inggris di
Gedung Granadi.
Ini rupanya jawaban teka-teki puzzle-nya. Dua potongan
puzzle yang terpisah ternyata bersambung menjadi
112
puzzle yang memberikan hasil konkret dan, tentu, sangat
membahagiakan. Akhirnya, pada bulan November tahun itu
juga saya berangkat ke Spanyol. Subhaanallaah, memperluas
silaturahmi di masjid diikuti kepercayaan diri yang besar
dalam menerima tawaran khutbah berbahasa Inggris
ternyata berbuah pengalaman yang tak terlupakan, yaitu
merayakan Hari Raya Idul Fitri di negeri orang bersama
sahabat-sahabat muslim.
MILDNESS
Bantu, Bantu, dan Bantu!
114
T
P
M
E R A M
F1 F3
F2
A
I
115
Pemilik segala rezeki adalah Allah SWT.
Barangsiapa dekat dengan orang yang takut kepada-
Nya niscaya dirinya tak akan pernah takut dengan
kesempitan rezeki.
Ulama adalah pewaris para nabi, waratsatul anbiyaa.
Salah satu sifat ulama yang paling utama adalah takut kepada
Allah SWT sebagaimana dinyatakan dalam Surat Al-Fathir ayat
28, Sesungguhnya hamba-hamba yang paling takut kepada
Allah adalah ulama. Rasa takut kepada Allah mengantarkan
mereka menjadi orang-orang yang bertakwa. Karena ketakwaan
tersebut, Allah kemudian memberikan keistimewaan berupa
karunia rezeki yang tak disangka-sangka. Tidak mengherankan
jika kita sering mendengar kehidupan para ulama dulu yang
sibuk dengan dakwah agama namun kebutuhan duniawinya
tidak pernah berkekurangan.
If you want to get the best, follow the
best person.
(Jika Anda ingin mendapatkan yang
terbaik, ikutilah orang yang terbaik.)
Jika kita ingin dibukakan pintu rezeki, mendekatlah
kepada orang-orang yang telah dijamin limpahan rezeki tak
terduga oleh Allah. Dalam suatu kisah yang ditulis oleh Syaikh
Mundziri dalam kitab At-Targhib wat Tarhib, disebutkan bahwa
suatu ketika terjadi dialog antara malaikat dan iblis.
Malaikat bertanya kepada iblis, Siapakah yang akan kau
goda, para ahli ibadah namun bodoh atau orang-orang yang
ibadahnya biasa-biasa saja namun ilmunya mendalam?
116
Aku akan menggoda ahli ibadah yang bodoh, jawab
iblis mantab.
Mengapa iblis memilih para ahli ibadah yang bodoh? Sebab,
biarpun mereka rajin mengerjakan ibadah namun kebodohan
mereka membuat iblis lebih leluasa dalam memperdaya
dan menipu mereka. Dengan mendekat kepada para ulama,
Allah akan menjauhkan kita dari iblis dan memudahkan kita
memperoleh rezeki yang tak disangka-sangka datangnya.
Lantas, bagaimana cara kita berkhidmah kepada para ulama
sehingga dapat mengantarkan kita pada terbukanya pintu-pintu
rezeki? Berikut tips-tipsnya.
1. Hormati mereka dengan perilaku yang terpuji dan
tutur kata yang santun;
2. Membantu memudahkan urusan mereka;
3. Membantu melayani kebutuhan mereka;
4. Menuntut ilmu dari mereka dan turut me-
nyebarluaskannya;
5. Mendoakan kesehatan dan keberkahan hidupnya.
How can people appreciate with you before
you appreciate with yourself?
(Bagaimana orang lain bisa menghargai Anda
jika Anda tidak menghargai diri Anda sendiri?)
Agar kita sanggup berkhidmah kepada para ulama, kita
dianjurkan membaca doa berikut.
Rabbanagh fr lanaa wa li ikhwaaninaa wali ulamaa-inaa
alladziina sabaquuna bil iimaan walaa tajal fi quluubinaa
ghillal lilladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufur rahiim.
117
Mari kita luangkan waktu di antara kesibukan kita untuk
berkhidmah kepada para ulama. Hadiri majelisnya, dengar
nasihatnya, dan sambut seruannya. Insya Allah, Allah akan
menurunkan rezeki yang tak terduga-duga kepada kita.
JEJAK LANGKAH
Beberapa bulan setelah kembali dari Singapore Expo
pada tahun 2002 untuk mengikuti Seminar Motivasi
Internasional, saya memantapkan diri untuk berkecimpung
di bidang motivasi. Kata orang, kalau sudah basah, ya
sekalian saja masuk ke kolam. Bismillaah, saya pun mulai
menuangkan gagasan-gagasan baru di bidang motivasi
melalui sebuah buku yang berjudul Real Battle for Success.
Cukup berat juga perjuangan saya untuk menerjemahkan
apa yang ada di dalam pikiran hingga menjadi rangkaian
kata-kata yang enak dibaca namun mudah dipahami. Tapi,
alhamdu lillaah, dengan sedikit memaksakan diri, akhirnya
buku perdana saya itu rampung dalam waktu satu bulan.
Saat launching, sungguh di luar perkiraan saya. Ternyata,
tamu-tamu kehormatan dan para tokoh nasional yang saya
undang turut hadir. Mereka antara lain alm. Bang Imad
(Dr. Imaduddin), Dr. Hidayat Nurwahid (tokoh nasional),
Hermawan Kertajaya (Pakar Marketing), Jenderal
Purnawirawan Wiranto (mantan Menkopolkam/Pangab),
Yessy Gusman (artis), alm. Ibu Titie Said (pimpinan LSF),
dan Krisna Purwana (komedian). Dari pertemuan di acara
launching buku itu, terjalin komunikasi yang cukup baik di
antara kami. Karena hubungan yang terus intens, datanglah
kerjasama dari tokoh-tokoh tersebut.
118
Saya diminta oleh Bapak Wiranto untuk bergabung menjadi
konsultan public relation dan branding sehubungan dengan
hajat beliau menjadi salah satu kandidat Presiden RI. Kisah
lengkapnya dimulai saat saya berkunjung ke Kuala Lumpur
untuk menemui salah satu pemimpin spiritual yang paling
berpengaruh di Malaysia saat itu, yaitu Syaikh At-Tamimy,
mursyid Tariqah Suhaimiyyah, dalam rangka memohon
kesediaan beliau untuk turut mendoakan kemudahan dan
kelancaran niat Bapak Wiranto untuk maju mencalonkan
diri menjadi pemimpin nasional.
Selama lima hari, saya berinteraksi dengan Syaikh At-
Tamimy baik dalam kegiatan majelis taklim, ibadah, bisnis,
rumah tangga, bahkan sampai makan. Subhaanallaah, aura
spiritual yang sangat kuat yang terpancar dari diri beliau
memberi kesan mendalam pada diri saya. Sebisa mungkin
selama berada di kediaman beliau, saya berkhidmah apapun
yang saya mampu.
Tidak sedikit kejadian luar biasa yang saya lihat secara
langsung sebagai bagian dari rahmat Allah yang
dianugerahkan kepada beliau, di antaranya kesibukan
beliau dalam berdakwah, bermunajat, dan berkiprah di
masyarakat, tidak mengurangi karunia rezeki yang Allah
berikan. Bahkan, beliau mempunyai kebiasaan jika masuk
ke sebuah rumah makan, beliau membayar tagihan semua
orang yang mengunjungi rumah makan itu.
Maha benar Allah. Barangsiapa menolong agama Allah maka
Allah akan menolongnya, meneguhkan kedudukannya, dan
mencukupi segala kebutuhannya. Sekembali ke Tanah Air,
Allah memberikan banyak kemudahan kepada kami dalam
119
menjemput rezeki, di antaranya mendapat kemudahan
untuk memperoleh akses dakwah melalui media televisi,
dimudahkan untuk memecahkan rekor MURI, dan
dimudahkan niat dalam merintis perusahaan yang melayani
kebutuhan diklat motivasi bagi para penyedia produk dan
jasa. Semenjak saat itu, saya meyakini bahwa barangsiapa
berkhidmah kepada ulama yang saleh maka Allah akan
memudahkan segala hajat dan keperluannya. Kini, terjawab
sudah teka-teki dalam hati saya tentang para ulama salaf
yang meski banyak waktunya dihabiskan untuk kegiatan
dakwah namun senantiasa tercukupi kebutuhan hidupnya.
120
Jika Allah menolongmu maka tak akan ada orang yang
dapat mengalahkan dirimu. Jika Allah membiarkanmu
maka siapakah orang yang dapat menolongmu sesudah
itu? Karena itu, hendaklah orang-orang yang beriman
bertawakal kepada Allah.
(QS. Ali Imran: 160)
ELASTICITY
Lentur Tapi Tidak Luntur
122
T
P E
M
E R A M
F1 F3
F2
A
I
123
Rezeki lebih banyak diturunkan pada waktu-waktu
tertentu. Jika kita menjemputnya pada waktu yang
tepat maka kita akan mendapatkan rezeki yang
berlimpah.
Demi waktu dhuha, dan demi malam yang
menyelimutinya. (QS. Ad-Dhuha ayat 1-2). Ada apa dengan
waktu dhuha sampai-sampai Allah SWT bersumpah dengannya?
Di balik waktu dhuha, pasti ada keistimewaan tersendiri. Nabi
Muhammad saw bersabda, Tuhanmu Yang Maha Tinggi
berseru, Hai anak Adam! Shalatlah empat rakaat untukku di
awal siang, Aku akan mencukupi (rezekimu) di akhir siang
itu. (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Nabi Muhammad menambahkan dalam sebuah hadits,
Pada setiap pagi, masing-masing kalian dianjurkan untuk
bersedekah. Tiap-tiap bacaan tasbih adalah sedekah dan tiap-
tiap bacaan tahmid juga merupakan sedekah. Setiap bacaan
tahlil adalah sedekah, setiap ajakan kepada kebaikan adalah
sedekah, dan upaya mencegah kemungkaran juga merupakan
sedekah. Namun, semua itu cukup diganti dengan hanya
mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha. (HR. Muslim dan Abu
Dzar)
Ketika seorang bayi lahir, saat itulah rezekinya dijamin
oleh Allah. Rezeki yang dijamin Allah sejak manusia
dilahirkan ke dunia dinamakan rezeki mutlak (rizqul
muthlaqah). Selain rezeki mutlak, Allah juga memberikan
rezeki pilihan (rizqul mukhtaarah) atau rezeki yang untuk
mendapatkannya harus melalui ikhtiar atau proses sebab-
akibat. Kita tidak akan bisa mendapatkan akibat berupa hasil
yang memuaskan sebelum melakukan sebab terlebih dahulu.
124
Untuk rezeki jenis ini, siapapun bisa mendapatkannya asal
mau kerja cerdas, kerja keras, dan kerja tuntas.
Siapapun yang ingin mendapatkan rezeki tanpa batas, ia
harus menggunakan waktu dan tempat-tempat khusus untuk
meminta kepada Allah agar dikaruniai rezeki tersebut. Di
antara tempat-tempat khusus yang dimaksud adalah multazam,
yaitu suatu tempat di antara pintu Kakbah dan Hajar Aswad
di Masjidil Haram, Maqam Ibrahim, bukit Shafa dan Marwah,
Mina, Arafah, Raudhah, dan tempat penampungan anak-anak
yatim.
Sementara itu, waktu-waktu khusus yang memudahkan
doa kita dikabulkan Allah antara lain saat sujud dalam shalat,
waktu antara adzan dan iqamah, saat orang yang berpuasa
sedang berbuka, saat kita terzhalimi, serta saat mengerjakan
shalat Tahajud dan shalat Dhuha.
Selain dua macam rezeki di atas, ada juga rezeki yang tidak
diberikan kepada semua manusia namun terbatas pada orang-
orang yang terpilih. Orang-orang terpilih itu adalah mereka
yang rajin mengerjakan shalat Dhuha.
Life is like a wheel, sometimes you'll be on
the top, sometimes you'll be at the bottom. It
isn't important when we become on the top or at
the bottom, but the most important is syukur when
success and shabar when fail.
(Hidup ibarat roda, kadang dirimu ada di atas,
kadang di bawah. Bukan masalah kita berada di
atas atau bawah, yang terpenting adalah bersyukur
saat berhasil dan bersabar saat gagal.)
125
Bagaimana caranya agar kita terbiasa mengerjakan shalat
Dhuha? Berikut tips-tipsnya.
1. Bacalah artikel atau buku-buku yang menjelaskan
keutamaan shalat Dhuha;
2. Galilah pelajaran dari pengalaman orang-orang yang
rajin mengerjakan shalat Dhuha;
3. Biasakan memulai aktivitas dengan berwudhu dan
sempatkan untuk singgah di musholla atau masjid
sebelum melanjutkan pekerjaan.
Untuk memudahkan usaha kita, lantunkanlah doa berikut
setiap selesai mengerjakan shalat Dhuha.
Ya Allah, ya Rabbi, waktu dhuha adalah milik-Mu
dan kebajikan juga milik-Mu. Keindahan adalah milik-Mu
dan kekuatan juga milik-Mu. Kekuasaan adalah milik-Mu
dan pemeliharaan juga milik-Mu. Ya Allah, ya Rabbi, jika
rezekiku berada di langit, turunkanlah! Jika ia berada di
dalam bumi, keluarkanlah! Jika ia di dalam air atau di laut,
keluarkanlah! Jika ia datang dengan lambat, percepatlah! Jika
ia sulit datang, mudahkanlah! Jika ia haram, sucikanlah! Jika
ia jauh, dekatkanlah! Jika ia sedikit, perbanyaklah! Jika ia
banyak, berkahilah ia untukku dan sampaikanlah ia kepadaku
di manapun aku berada. Janganlah Kau pindahkan aku dari
tempat itu dan jadikanlah tanganku berada di atas sebagai
pemberi dan jangan Kau menjadikannya berada di bawah
sebagai tukang meminta. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa
atas segala sesuatu. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan
pertolongan-Mu. Berikanlah kepadaku apa yang Engkau
berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh. Sampaikanlah
shalawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya.
126
JEJAK LANGKAH
Orang bijak berkata, Biarkan buah matang di pohonnya!
Saya belajar banyak dari ungkapan tersebut, utamanya
dalam meniti sebuah karir yang, tentunya, rezeki akan
mengikuti pergerakan karir tersebut. Lebih dari lima
tahun menjadi instruktur di kampus Pendidikan Latihan
Penerbangan Curug cukup untuk membuat zona nyaman
bagi Saya. Maka, saya pun mencoba untuk berkarir di dunia
yang sama sekali berbeda dengan tantangan-tantangan
baru yang bisa memancing ide-ide baru.
Kalau dulu di lingkup instansi pemerintah karir seseorang
didasarkan pada masa kerja atau senioritas, untuk orang
muda seperti saya waktu itu sulit melejitkan karir sebelum
memiliki masa kerja yang lama. Mestinya, suatu pekerjaan
tidak memperhitungkan masa kerja tapi prestasi. Siapapun
yang berprestasi bagus, berhak atas penghasilan dan posisi
yang lebih baik.
Tahukah Anda bidang apa yang saya maksud? Tentu saja
bidang penjualan. Dalam bidang itu, ukuran yang dijadikan
patokan sangat objektif. Siapapun yang penjualannya paling
tinggi maka ia akan mendapatkan komisi terbanyak dan
peluang untuk naik jabatan lebih cepat.
Petualangan saya di bidang penjualan cukup mengasyikkan
walaupun bukan berarti saya tidak pernah merasakan bumbu-
bumbu pedas. Pengalaman pertama, saya masuk di bidang
penjualan valuta asing. Namun, baru tiga bulan, uang investor
jebol. Selanjutnya, saya pindah ke bidang penjualan properti di
dua perusahaan yang berbeda. Setelah beberapa bulan di bidang
127
tersebut, saya tidak melihat hasil yang signikan, padahal setiap
kali memasuki pekerjaan baru, saya berusaha all out.
Setelah bergumul di dunia properti, saya banting stir ke
bidang penjualan asuransi. Di bidang ini, kondisi saya lebih
baik. Saya sempat menjadi unit manager dan mempunyai
beberapa anak buah. Namun, saat angka premi penjualan
sedang naik, pemilik grup usaha tersebut masuk DPO
(Daftar Pencarian Orang) Mabes Polri karena terlibat
korupsi senilai 1,3 trilyun. Bertahan di perusahaan yang
sudah tidak kredibel, sama saja bunuh diri karir. Saya pun
meninggalkan jabatan manager asuransi dan memulai
kembali karir sebagai staf penjualan di perusahaan yang
baru.
Tugas saya di tempat kerja baru itu adalah menjual
ensiklopedia berbahasa Inggris yang harganya cukup
mahal. Boleh jadi ini adalah pekerjaan penjualan terberat
yang pernah saya lakoni. Bayangkan, menjual ensiklopedia!
Padahal, kita tahu mayoritas masyarakat kita lebih
terbiasa menonton televisi ketimbang membaca. Apalagi,
ensiklopedia tersebut berbahasa Inggris, yang artinya
segmen pasar semakin sempit. Belum lagi soal harga yang
mencapai angka jutaan. Meyakinkan konsumen untuk
membeli produk seperti ini tidak semudah menawarkan
produk valas, properti, atau asuransi.
Tapi, hal tersebut tidak menciutkan nyali saya untuk
bertempur di medan penjualan. Dua bulan berselang,
saya meraih penghargaan sebagai sales terbaik dengan
penjualan tertinggi (Rookies of Te Year award). Sebulan
kemudian, saya diangkat menjadi area manager. Pada tahun
128
yang sama, saya terpilih sebagai kandidat untuk hadir pada
International Achievement Conference di Zurich, Swiss,
yang merupakan ajang kompetisi para sales terbaik dari
banyak negara. Alhamdu lillaah, saya terpilih sebagai TOP
Winner Sales karena berhasil mengalahkan kandidat kuat
dari Canada dan Australia dan 35 negara lainnya.
Sekembali dari konferensi itu, saya diangkat menjadi district
manager dan pada tahun yang sama, saya ditunjuk sebagai
National Sales Manager oleh Business Holding Group untuk
memimpin anak perusahaan baru. Dalam pertandingan
tinju, jika kita dihujani pukulan bertubi-tubi, kita pasti
babak belur dengan rasa yang sangat tidak nyaman. Tapi,
yang saya alami adalah dihujani posisi dan penghargaan
bertubi-tubi sehingga saya babak belur namun terasa nikmat.
Alhamdu lillaah, ternyata sebuah kesabaran dan kegigihan
untuk terus mencoba berbuah kemudahan rezeki. Maka,
yakinlah bahwa setiap aliran rezeki ada waktunya. Anda
tidak perlu ngotot untuk mempercepatnya atau berleha-
leha menantinya tanpa perjuangan. Boleh jadi, itulah sebab
mengapa Allah SWT mengkaitkan antara shalat Subuh dan
kedudukan dan Rasulullah SAW mengkaitkan antara shalat
Dhuha dan rezeki.
UCAPAN TERIMAKASIH
130
131
Alhamdu lillaah, sejak tahun 2006 sampai akhir 2011, tidak
kurang dari 800 klien telah mempercayakan pemberdayaan
SDM (Sumber Daya Manusia)-nya kepada kami, baik melalui
program seminar, training, coaching, atau mentoring seputar
masalah motivation, marketing, selling, management, dan
leadership.
Adalah suatu kebahagiaan tersendiri jika institusi, lembaga,
atau perusahaan ANDA turut menggenapkan komitmen
pelayanan kami atas klien ke-1000 di akhir tahun 2012. Berikut
beberapa klien yang telah menjalin kerjasama dengan kami.
Tanpa mengurangi rasa hormat, kami tidak dapat menampilkan
seluruhnya. Namun, kami tetap merasa bangga menjadi bagian
dari kemajuan dan keberhasilan mereka.
A. Banking
- Bank Artha Graha
- Bank DKI
- Bank BNI 46
- Bank BNI Syariah
- Bank BRI
- Bank Mandiri
- Bank Muamalat
- Bank Niaga
- Bank OCBC NISP
- Bank Permata
- Bank Syariah Mandiri
- Bank Tabungan Negara
132
- Citibank
- Commenwealth Bank
B. Campus
- Akademi Usaha Perikanan
- Akademi Kehakiman dan Ilmu Pemasyarakatan
- Bina Sarana Informatika (BSI)
- Entrepreneurship University
- Institut Kesenian Jakarta
- Institut Pertanian Bogor, Bogor, Jawa Barat
- Pendidikan dan Latihan Penerbangan Curug
- President University, Jababeka
- Sekolah Tinggi Administrasi Negara
- Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti
- Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti
- Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat
- Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur
- Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur
- Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah
- Universitas Gajah Mada, Jogjakarta
- Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat
- Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan
- Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat
- Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
- Universitas Lampung
- Universitas Mercubuana
- Universitas Negeri Jakarta, Ramawangun
- Universitas Negeri Semarang, Semarang, Jawa Tengah
133
- Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang
- Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa
Barat
- Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatra Selatan
- Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah
C. Consumer Goods & Distributor
- Kementerian Pertanian
- Hero Supermarket
- Nestle
- Protractor & Gambler (P&G)
- Surya Lintas Nusantara
- Tiga Raksa Satria
- Tiptop Supermarket
- Unilever
D. Education
- Kementerian Agama RI
- Kementrian Pendidikan Nasional
- Sekolah Avicenna
- Global Islamic School
- Global Jaya
- High Scope
- International Civil Aviation Academy, ICAO, Oklahoma
- Internal Al-Kautsar, Sukabumi
- IWAPI
- John Robert Powers
- Labschool
134
- LPIA
- Sekolah Alam
E. Energy
- British Petroleum
- Badak Natural Gas Liquid, Bontang, Kaltim
- Chevron Petroleum Indonesia
- Elnusa
- Exxon Mobil Oil Indonesia
- Indonesia Power
- Medco
- Minamas Plantation, Malaysia
- Pertamina
- Perusahaan Gas Negara
- PLN
- PAM Jaya
- Patrajasa
- Petrocina
- Total Finaelf
- VICO
F. Finance & investment, Consultant
- Kementrian Keuangan
- Bank Indonesia
- Dirjen Bea Cukai
- Dirjen Pajak
- Ernst & Young
- Lembaga Penjamin Simpanan
- Para Group
135
- Perum Pegadaian
- Price Waterhouse Cooper
- Sucofndo
- Surveyor
- TASPEN
G. Government
- Arsip Nasional
- Bapeten Nuklir
- BATAN
- BPMigas
- DPRD Kota Tangerang
- Pemda Aceh
- Pemda DKI
- Pemkab, Batusangkar, Sumbar
- Pemkab Bogor
- Pemprov Gorontalo
- Kedubes RI di Hongkong
- Kedubes RI di Spanyol
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
- Komisi Pemilihan Umum (KPU)
- LIPI
- Perpustakaan Nasional
- Seskoal
H. Hotel, Mall & Trade Center
- Ambhara
- Bidakara
- Dharmawangsa
136
- Grand Hyatt
- ITC Cempaka Mas
- ITC Depok
- JCC, Hotel Sultan
- Margocity Mall
- Mercure Convention Center
- Mitra Adhi Perkasa (MIP)
- Nikko
- Pacifc Place
- Seibu Food Hall
- Sofyan Syariah
- Sogo
- The Acacia
- The Park Lane
- Zamrud, Cirebon
I. Insurance
- AIG
- Allianz
- Asbisindo (Asosiasi Asuransi & Bank Syariah Indonesia)
- Astra CMG
- Bumi Putra
- Ikatan Agen Asuransi Indonesia
- Jamsostek
- Jasa Raharja
- Jasindo
- Manulife
137
- Mubarakah
- Takaful
J. IT & Telecomunication
- Anugrah Teknologi Indonesia
- Astra Graphia
- AXIS
- BTS
- Cyber Indonesia
- Esia
- Icon +
- Indosat
- Infomedia
- Insan Teknologi Semesta
- Lintas Artha
- Massada Komunikasi
- Natrindo Telepon Selular
- Nokia Siemens Network
- Telkom
- Telkomsel
- XL
K. Manufacturing & Industry
- Bakrie Brothers
- Federal Izumi
- German Center
- Holcim
- ICI Paints
- Indocement
138
- Indomobil
- Jababeka
- Jembo Cable Company
- KAO Indonesia
- LG Electronic
- Mercedes Benz
- Muara Agung Perkasa
- Nasmoco
- Pama Persada
- Pupuk Kaltim
- Pusaka Tradisi Ibu
- Rekayasa Industry
- Siemens Industry
- Toyota Astra Motor Automotive Industry
- Zhong San Medical Industry, China
L. Media Network & Entertainment
- Barbados Caf, Kemang
- Cek & Ricek
- Dakta
- Hugos Caf, Malang
- Indopos
- Indosiar Visual Mandiri
- JakTv
- Jimbani Caf
- MetroTV
- Ramako
- RCTI
139
- Republika
- Screenplay Production
- SCTV
- SmartFM
- Time Break Caf, semanggi
- Trans7
- Trijaya
- TVOne
- X2 Caf, Senayan
M. Medical & Health
- Kementrian Kesehatan
- Ananda Hospital, Bekasi
- Aventis
- Bayer
- Bethesda Hospital, Jogjakarta
- Bumi Sarana Primajaya
- Combhipar
- Fortune Star Global
- Indofarma
- Katalisindo
- Kimia Farma
- Merck
- Nayaka Eka Husada
- Novell Pharmeutical
- Permata Cibubur Hospital
- RSUD Cengkareng
- Rumah Sakit Haji Pondok Gede
140
- Rumah Sakit Harapan Kita
- Rumah Sakit Hermina
- RSUD Pasar Rebo
- RSUD Tarakan
- Schering
- N. Multilevel Marketing
- Ahadnet
- CNI
- EXER Syariah
- Herbalife
- K-Link
- Perfect International
- Synergy
- Tasly World Indonesia
- Tupperware
- Unicity
O. Property & Contractor
- Kementerian Perumahan Rakyat
- Adhi Karya
- Agung Podomoro Group
- Brantas Abipraya
- Damai Indah Golf, Pantai Indah Kapuk
- Graha Cipta hadiprana
- Graha Inti Fauzi
- Graha Pratama
- IKPT
- Jasa Marga
141
- Kota Baru Parahyangan
- Lippoland
- Menara Graha Sarana Duta
- Pembangunan Perumahan (PP)
- Perumnas
- Trakindo
- Truba Jaya Engineering
- Wijaya Karya
- Wisma Nusantara
P. Transportation
- Kementrian Perhubungan
- Garuda Indonesia
- Garuda Maintenance Facility
- Humpuss Intermoda Transportation
- JIC (Jakarta International Cargo)
- Lions Air
- Merpati
- Pelabuhan Utama, Tanjung Priok
- Pelindo 2
- Pelita Air Service
- Pusdiklat Kosambi
- Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma
142
Sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada orang
yang dikehendaki-Nya tanpa hitungan.
(QS. Ali Imran: 37)
TENTANG PENULIS
144
Grandmaster Reza M. Syarief, PSK (Pembicara-Seniman-
Konsultan) adalah motivator muslim yang mengkhususkan
diri pada transformasi SDM dan perusahaan berbasis
MAHA Model Quality (MMQ) sekaligus Pemegang 2
Rekor MURI, yaitu sebagai Pembicara Motivasi Terlama
24 Jam Non-Stop (MURI 2006) dan Pembicara Pertama
di Indonesia yang Menerima dan Menjawab Pertanyaan
Terbanyak (1.639) tentang Wirausaha (MURI 2010).
Ia telah tampil dalam berbagai forum nasional maupun
internasional baik di dalam maupun di luar negeri, seperti
dalam acara Leadership Forum Conference di Cina (diikuti
oleh 12 negara, 2009), Mindset Transformation Seminar
di Hongkong (2009), Cross Culture Management Forum
di Spanyol (2008) serta International Business Forum
di Hotel Novotel Mangga Dua Square (diikuti oleh 30
negara, (2007).
Beliau merupakan penggagas Maha Linguistic Program
(MLP) yang berbasis pada optimalisasi alam supersadar
yang merupakan penyempurnaan dari SLP (Science
Linguistic Program) yang berbasis alam sadar dan NLP
(Neuro Linguistic Program) yang berbasis alam bawah
sadar. Juara Dunia Penjualan dalam International
Achievement Conference 1997 Zurich, Swiss ini pernah
menjadi profesional di salah satu perusahaan go public
multinasional sebagai National Sales Manager dengan
prestasi pertumbuhan bisnis (Business Growth) 300%
dalam 1 tahun.
145
Aktif sebagai public speaker yang inspiratif di berbagai
perusahaan dan instansi baik swasta maupun pemerintah
seperti Adhi Karya, Bank Indonesia, Bank Mandiri
Prioritas, Citibank, Jamsostek, Jasa Raharja, AIG Life,
Indonesia Power, Telkom, AXIS, Mercure Convention
Center Hotel, Garuda Indonesia, BAYER Indonesia,
Unilever Indonesia, Chevron, Komisi Pemberantasan
Korupsi, Pemprov & DPRD Gorontalo, PT Indosiar Visual
Mandiri, dan lain-lain.
Kini, selain sebagai Chairman PT. RLC Indonesia dan
Presiden Republik Motivasi Indonesia, beliau juga sangat
produktif dalam menggulirkan paradigma dan terobosan
baru dalam Pencapaian SDM dan Perusahaan Unggul
melalui sembilan karya tulis yang telah dihasilkannya,
di antaranya buku National Best Seller Life Excellence,
Smart Heart Smart Business, Real Battle for Success, Born
to Fight, dan karya unggulan lainnya. Inspirasi-inspirasi
beliau telah tersebar di berbagai media baik cetak maupun
elektronik, di antaranya Trans 7 melalui program Pintu
Rezeki, Jak TV melalui program Insert Motivasi, Metro
TV sebagai narasumber motivasi kebangsaan dalam
program DemoCrazy, Radio Ramako FM dalam program
Motivation Corner, serta Radio Trijaya FM dalam program
Motivaction. Sebagai public speaker, dalam tiga tahun
terakhir beliau telah memberikan pelatihan kepada lebih
dari 667.940 peserta dengan total 6.928 jam di lebih dari
736 perusahaan lokal dan nasional.
146
Banyak hotel yang melewatkan angka 13 dan hanya sedikit
yang berani memasang angka tersebut di salah satu kamarnya.
Sungguh kesalahapahaman tingkat tinggi. Untung Reza
M. Syarief mengembalikan martabat angka ini. Ia bahkan
menjadikannya sebagai rahasia pembuka pintu rezeki.
Temukan rahasianya di sini! Prie GS, tukang nulis, tukang
ngomong, tinggal di Semarang.
Melalui buku ini, paradigma berpikir kita tentang rezeki yang
selama ini hanya berkutat pada persoalan uang dibedah dengan
apik dan menarik oleh Reza. Jika Anda ingin mendapatkan
paradigma yang tepat tentang rezeki, buku 13 Top Secrets
Pembuka Pintu Rezeki ini adalah jawabannya. Sukhdev
Singh, Presiden Director Screen Play Production
Buku ini memotivasi kita agar mau menggunakan kunci yang
sejatinya ada pada diri kita untuk membuka pintu rezeki.
Manyus Pagar Alam, Executive Producer Trans 7
Buku yang sangat inspiratif dan motivatif sehingga layak menjadi
referensi kita semua. Reza M. Syarief meramu kiat membuka
pintu rezeki dengan berdasarkan kitab suci dan rasionalitas.
Arief H. Thamrin, General Manager Sales Metro TV
Buku yang penuh gairah ini semakin menyadarkan kita akan
tugas manusia dalam menciptakan sebab bagi turunnya
keberkahan. Tommy Soetomo, Presiden Direktur Angkasa
Pura 1
147
Buku ini menjadi semacam SWOT Analysis (Strenghts,
Weaknesses, Opportunities, & Threats) untuk menentukan
tujuan spesifk dengan mengidentifkasi faktor internal dan
eksternal yang mendukung serta menghambat terbukanya pintu
rezeki. Reza M. Syarief mampu menyajikan tulisan yang sangat
aplikatif dan relevan untuk diterapkan guna meningkatkan
kualitas hidup manusia sehingga dapat landing di tempat
tujuan dengan selamat dan penuh keberkahan. Kolonel
Penerbang Ir. Tri Bowo Budi Santoso, MM., Komandan Wing
I Lanud Halim Perdanakusuma
Kejujuran merupakan fondasi bagi karakter manusia yang
berintegritas tinggi dan konon membuat Nabi Muhammad
saw mendapat gelar Al-Amin pada masa mudanya. Meski di
negeri kita banyak praktik yang kurang terpuji, insya Allah,
bila kita biasakan bekerja dengan jujur dan selalu mengikuti
aturan yang berlaku, kita akan memperoleh rezeki yang halal
dan, yang lebih penting, selamat dunia-akhirat. Abdul Hamid
Batubara, Presiden Direktur Chevron Pacifc Indonesia (CPI)

Reza menyatukan pemikiran untuk mencapai hal-hal duniawi
dengan nilai-nilai spiritual sekaligus memberikan contoh-
contoh nyata bagaimana berpikir, berkata, dan bertindak
secara positif dan beretika. Dr. AB. Susanto, Chairman The
Jakarta Consulting Group
Buku ini sangat inspiratif dan motivatif bagi semua orang
yang sedang bergumul dengan kerasnya kehidupan. Dr.
Adjat Sudradjat, Pimpinan Badan Nasional Sertifkasi Profesi
(BNSP)
148
Saya yakin buku ini dapat membangkitkan semangat para
pembacanya untuk menjadi enterpreneur sejati. Purwanto,
General Manager Keong Mas TMII
Tidak salah kalau saya katakan buku ini sebagai karya tulis tiga
dimensi: dimensi masa lalu yaitu pengalaman pribadi penulis,
dimensi masa kini yaitu kecermatan penulis dalam mengamati
fenomena sosial, dan dimensi masa depan yaitu ajakan penulis
agar kita memiliki visi akhirat dalam mengejar rezeki. H.E.
Afrizal Sinaro, Ketua Ikapi DKI Jakarta
Gus Reza secara gamblang menuliskan buku yang sangat
inspiratif ini. Contoh-contoh nyata yang beliau tuturkan
semakin menambah nilai manfaat buku ini bagi kita semua.
Afdal Fuad, Direktur Utama Federal Izumi
Semoga hasil karya Ustadz Reza ini mendapatkan limpahan
cahaya Ilahi sehingga bisa menerangi hati umat. Sukses selalu,
Ustadz! Jihan Fahira, Artis Sinetron
Setiap insan di dunia berharap pintu rezekinya selalu terbuka.
Semoga buku ini bisa menghadirkan cakrawala baru tentang
bagaimana mewujudkan harapan itu. Erwin Parengkuan,
MC-Presenter & Pemilik Sekolah Talkinc
Simple but something, gak ribet bacanya dan tidak menggurui.
Krisnamukti, Artis & Penyanyi
Buku ini secara gamblang membedah bagaimana kita bertahan
dalam perubahan dan menjadi manusia yang unggul. Agus
Kuncoro, Artis & Pesinetron
149
Rezeki memang sudah diatur, tapi kita harus tetap kerja keras,
kerja cerdas, dan kerja ikhlas untuk mengundang kehadirannya.
Saya merekomendasikan buku ini kepada para mahasiswa di
kampus manapun, termasuk STMT yang saya pimpin. DR.
Husni Hasan A. Mtr.U, S.Sos, MM., Rektor STMT Trisakti &
Komisaris PT Hantoya Perkasa Mandiri
Kebanyakan orang tidak menyadari kemampuan yang ada
pada diri mereka sehingga dalam mencari rezeki mereka
kerap menggunakan cara-cara yang tidak benar. Buku ini
mengajak pembaca untuk menggali potensi yang ada pada diri
masing-masing sekaligus mengaktifkan seluruh energi positif
di dalamnya untuk menjemput rezeki yang terbentang luas.
Drs. Rizqullah, MBA, Direktur Utama BNI Syariah
Buku Reza M. Syarief ini membuka wawasan kita tentang
bagaimana mengakses dan mengelola rezeki yang menghasilkan
bukan saja keuntungan tapi juga keberkahan, hasil investasi
tertinggi yang bisa kita raih. Riko Tasmaya, Director Citibank
Indonesia & Ketua Muslim Citibank
Kita terlalu asyik menggali harta karun dan menambang
sumber energi di dasar bumi. Kita lupa dengan kekayaan sejati
yang ada di dasar hati kita yang paling dalam. Bimantoro,
Direktur Adaro Business Group
Sebagai profesional muda, saya menyarankan kepada kalangan
profesional muda Indonesia meluangkan waktu untuk membaca
buku ini dan menyimak rahasia demi rahasia pembuka
pintu rezeki. Ir. Nyoman Rai Pering, MT, Maintenance &
Engineering Director Lion Mentari Airlines
150
Tutur bahasanya mengalir sehingga mudah dipahami.
Insya Allah buku ini menjadi salah satu rujukan kita dalam
mengungkap rahasia pintu rezeki. Bagoes Krisnamoerti,
Direktur Utama Humpuss Intermoda Transportation
Buku ini akan merubah paradigma Anda dengan cara yang
sangat memikat. Anda akan mempercayai hal-hal yang tidak
Anda percayai sebelumnya sehingga Anda akan tertarik untuk
melakukannya. Mira Hadiprana, Presiden Direktur Graha
Cipta
13 Top Secrets Pembuka Pintu Rezeki merupakan karya luar
biasa yang patut dibaca oleh siapa saja yang mendambakan
kesuksesan dalam menjemput rezeki, sebagaimana Bapak Reza
M. Syarief telah membuktikan. Bambang T. Waluyo, Presiden
Direktur PT Fortune Star Global
Luar biasa! Buku yang sangat menarik karena disampaikan
dengan bahasa populer dan logis serta merujuk pada frman
Allah SWT. Arief Safari, Direktur Utama Sucofndo
Buku yang sangat inspiratif ini memberikan pemahaman baru
tentang betapa luas hamparan karunia Allah SWT dan mengajak
kita untuk membuka pintu rezeki dengan rasa syukur dan
prasangka baik kepada Yang Maha Kasih dan Maha Sayang.
HM. Alwi Rasyid, Direktur 95.5 RASfm-Radio Alaikassalam
Jakarta
151
Setelah membaca buku ini, Anda akan semakin sadar bahwa
rezeki bukan dicari tapi dijemput. Buku ini adalah satu dari
sedikit buku motivasi yang enak dibaca dan mampu menggiring
kita menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Fachry
Mohamad, CEO SmartFM Network
Buku full motivation ini mendorong orang agar selalu
bersemangat dalam bekerja dan cerdas dalam bertindak.
Iyan Rubiyanto, KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok
Semoga dengan membaca buku ini kita semakin termotivasi
untuk giat berusaha. Di samping itu, semoga kita juga termotivasi
untuk senantiasa bertawakal kepada Allah. Berapapun rezeki
yang kita terima, itu adalah hak Allah. Yang paling penting,
semoga kita mendapatkan rezeki terbesar dan hakiki, yaitu
keselamatan di akhirat dan kesempatan untuk berjumpa dengan
Allah SWT. dr. Gina Puspita, Pimpinan Klub TAAT Suami
152