Anda di halaman 1dari 8

METODE PELAKSANAAN

PEKERJAAN PEMBUATAN TOWER RAPPELING POS SAR BENGKALIS

PEKERJAAN PEMBERSIHAN LOKASI Tanah bagian atas serta tumbuhan tempat bangunan akan didirikan beserta jarak minimum 2 meter di sekeliling bangunan dibersihkan. Sisa-sisa hasil pembersihan tersebut kemudian ditumpuk pada daerah yang tidak akan mengganggu proses pekerjaan. Area di sekeliling bangunan akan diperlukan sebagai ruang bekerja pada saat konstruksi. Penting untuk menggali dan membuang akar-akar pohon serta membersihkan tumbuhan-tumbuhan (vegetasi) yang berada pada sekitar tapak bangunan yang akan dibangun.

PEMASANGAN BOWPLANK DAN PENGUKURAN Setelah membersihkan lahan tapak dan menetapkan posisi bangunan, maka letak bangunan harus diatur/ditata. Bowplank kayu dipasak pada setiap rencana sudut bangunan pada jarak sekitar 2 meter diluar area rencana bangunan. Bowplank terdiri dari dua bagian vertikal yang dipasak serta bagian horizontal berupa papan kurang lebih 1.5 m yang dipaku pada bagian atas kedua tiang vertikal dengan tinggi antara 50-80 cm. Bagian horizontal ini dibuat sesuai dengan ketinggian lantai bangunan yang direncanakan. Posisi sudut bangunan bagian luar ditandai dengan menggunakan benang/tali panjang, bagian ujungnya kemudian ditandai dengan menggunakan paku yang ditanam pada bagian atas papan horizontal. Benang/tali kemudian diikatkan pada paku tersebut dan dihubungkan ke sudut bangunan lainnya. Sebelum melakukan proses tata letak selanjutnya, adalah penting sekali garis luar (outline) bangunan diperiksa sudutnya untuk membentuk sudut 90° yang akurat. Cara paling mudah untuk melakukan hal ini adalah memeriksa diagonalnya. Bila sudut bangunan sudah 90° maka perhitungan phytagorasnya akan tepat (3 2 +4 2 =5 2 ). Bila setelah diperiksa sudutnya tidak tepat maka posisi tanda pada sudut tersebut harus diatur kembali sampai perhitungan diagonal yang benar dan garis luar bangunan membentuk posisi sudut dengan tepat 90°.

12

Benang/tali yang terikat pada paku kemudian dapat digunakan sebagai tanda bagian luar pondasi. Bowplank yang lain kemudian dapat diletakkan dengan perlakuan yang sama pada tiap

sudut. Bowplank diperlukan untuk pengerjaan galian, kolom, dan sloof.

PEKERJAAN GALIAN PONDASI Lebar dan kedalaman galian lubang untuk pondasi ini disesuaikan dengan gambar, diukur dari bagian papan horizontal pada bowplank. Sisi dari lubang pondasi dapat dipotong tegak lurus dan bagian bawahnya rata. Galian pondasi dibuat dengan masing-masing lubang pondasi. Tumpuk sisa-sisa tanah dari penggalian pondasi di dalam garis tapak, yang akan digunakan kemudian untuk menimbun kembali di sekeliling lubang pondasi dan di bawah lantai. Pekerjaan galian ini menggunakan alat sederhana dan dilaksanakan secara manual.

PEMANCANGAN KAYU CEROCOK Pemancangan kayu cerucuk dilaksanakan setelah pekerjaan galian selesai dikerjakan. Penggunaan cerucuk adalah untuk meningkatkan daya dukung tanah, dimana beban-beban yang diterima oleh pondasi sebagaian ditransfer pada cerucuk untuk mendukungnya. Jenis cerucuk yang digunakan pada proyek ini adalah cerucuk kayu bulat dengan diameter sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan yang dipancangkan rata-rata sedalam sampai dengan tanah keras. Sebelum pemancangan terlebih dahulu kayu cerocok diruncingkan. Penempatan kayu cerocok sebagaimana yang tercantum dalam gambar rencana. Pemancangan dilakukan

dengan menggunakan alat pancang. Setelah pemancangan selesai kemudian dilakukan perataan dengan memotong bagian cerucuk yang rusak akibat pemancangan dengan memperhatikan bahwa kepala cerucuk tetap menonjol sepanjang 10 cm dari dasar galian untuk membuat suatu ikatan dengan lantai kerja pada saat pembuatan lantai kerja.

PEKERJAAN URUGAN PASIR Pada saat pengerjaan pemancangan kayu cerocok telah selesai dilakukan, maka bagian paling dasar dari lubang pondasi diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal 5 cm. Pengurugan ini bertujuan selain sebagai landasan lantai kerja juga dimaksudkan agar lantai kerja menumpu pada lapisan yang padat. Agar tercapai tujuan tersebut, pasir harus cukup padat dan rata. Pemadatan dilakukan dengan cara mengalirkan air sambil ditumbuk-tumbuk dengan menggunakan alat pemadat sederhana.

PEKERJAAN LANTAI KERJA CAMPURAN 1 : 3 : 5 Segera setelah selesai pekerjaan urugan pasir, di atas urugan pasir tersebut dibuat suatu lapisan beton dengan campuran 1 : 3 : 5 yaitu 1 volume semen berbanding 3 volume pasir cor berbanding 5 volume kerikil/split serta air secukupnya yang diaduk menggunakan concrete mixer. Bahan-bahan tersebut dihitung berdasarkan volume, dianjurkan dengan menggunakan wadah khusus yang cukup besar untuk menampung 1 sak semen. Bila menggunakan kereta dorong (wheelbarrow) untuk mengukur volume, kosongkan kereta dorong masukkan satu sak semen kedalamnya kemudian tandai batasnya. Gunakan tanda ini untuk kemudian mengukur volume pasir dan kerikil. Bahan-bahan adukan dimasukkan kedalam tabung molen/mixer dengan urutan: pertama masukan air, kedua semen portland, ketiga pasir dan kerikil/split kemudian tambahkan lagi air secukupnya sampai adukan benar-benar bercampur merata, maka material tersebut berubah dalam bentuk pasta dan segera digunakan untuk pengecoran. Pengecoran dilakukan secara berkesinambungan dimulai dari sudut bangunan sampai selesai. Lantai kerja ini dibuat setebal 5 cm. Lantai kerja pada umumnya berfungsi antara lain untuk meratakan elevasi alas pondasi yang akan dibuat, mencegah rembesan lumpur dan air tanah dari bawah plat pondasi.

PEKERJAAN BETON BERTULANG Pekerjaan Tulangan Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang dapat diketahui dari ukuran- ukuran yang terdapat di dalam gambar, mulai dari tulangan pondasi lajur, kolom dan sloof. Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan-tulangan tersebut, dengan memperhitungkan bentuk-bentuk tipe tulangan yang ada. Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan dengan kawat pengikat agar kokoh dan tulangan tidak terlepas. Untuk penggambaran perakitan penulangan dapat dilihat pada gambar.

Pekerjaan Bekisting Untuk mendapatkan bentuk penampang, ukuran dari beton seperti yang ditentukan dalam gambar konstruksi, bekesting harus dikerjakan dengan baik, teliti dan kokoh. Bekesting untuk

pekerjaan beton, yaitu pondasi Lajur, kolom dan sloof dibuat dari papan yang berkwalitas baik dan tidak pecah-pecah. Tahap-tahap pekerjaan bekisting:

1. Papan cetakan disusun/dibentuk secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan dicor.

2. Kemudian disambung dengan klem / kayu penguat / penjepit.

3. Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar tidak terjadi retak

4. Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar tegak lurus tidak miring dengan bantuan alat waterpass.

5. Kedudukan bekisting harus kukuh dan kuat, periksa posisi tegak dan kerataan dari bekisting yang terpasang

6. Periksa ketepatan posisi bekisting terhadap as bangunan (benang bouwplank)

7. Periksa skur-skur dan klem-klem pada bekisting dan pastikan tidak terdapat celah/lubang yang dapat menimbulkan kebocoran.

Pekerjaan Beton Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton adalah: semen, pasir, kerikil/split serta air. Kualitas/mutu beton tergantung dari kualitas bahan-bahan pembuat beton dan perbandingannya. Bahan-bahan diperiksa terlebih dahulu sebelum dipakai untuk membuat beton dengan maksud menguji apakah syarat-syarat mutu dipenuhi. Semen merupakan bahan

pokok terpenting dalam pembuatan beton karena mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil/split menjadi satu kesatuan. Agregat adalah butiran-butiran batuan yang dibagi menjadi bagian pokok ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus yang disebut pasir dan agregat kasar yang disebut kerikil/split dan batu pecah. Tahap-tahap pekerjaan pembuatan beton yaitu:

1. Mempersiapkan bahan-bahan material yang akan digunakan untuk membuat beton dan ditempatkan di daerah yang tidak terlalu jauh dengan lokasi pekerjaan.

2. Perbandingan campuran yang akan digunakan dalam proyek ini adalah sebagaimana yang tercantum dalam daftar analisa satuan pekerjaan beton mutu K-225 dan K-275. Bahan- bahan adukan dimasukkan kedalam tabung molen/mixer dengan urutan pertama masukan air, kedua semen, ketiga pasir dan kerikil/split kemudian tambahkan lagi air secukupnya sampai adukan benar-benar bercampur merata, maka material tersebut berubah dalam bentuk pasta dan segera digunakan untuk pengecoran.

Pekerjaan Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran, wajib dilakukan kontrol kualitas yang terdiri atas dua tahap yaitu :

1. Sebelum pengecoran dilakukan kontrol kualitas terhadap :

a. Posisi dan kondisi bekisting

b. Posisi dan penempatan pembesian.

c. Jarak antar tulangan.

d. Panjang penjangkaran.

e. Ketebalan beton decking.

f. Ukuran baja tulangan yang digunakan.

2. Pada saat berlangsungnya pengecoran, campuran dari concrete mixer diambil sampelnya.

Sampel diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi.

Pekerjaan kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama-sama dengan Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas untuk selanjutnya dibuat berita acara pengesahan kontrol kualitas.

Pekerjaan pembongkaran bekisting Cetakan akan dibongkar setelah beton mencapai kekuatan yang cukup untuk memikul berat dan bahan- bahan pelaksanaan lain yang bekerja padanya.

PEKERJAAN PONDASI LAJUR BETON BERULANG Pekerjaan ini meliputi :

a. Pembuatan dan pemasangan bekisting

b. Perakitan dan pemasangan tulangan, termasuk tulangan untuk kolom

c. Pembuatan adukan beton sesuai mutu beton yang dipersyaratkan

d. Kontrol kualitas

e. Pelaksanaan pengecoran Pastikan rakitan tulangan dan pemasangan bekisting benar-benar kokoh dan stabil serta sudah mendapat persetujuan dari Direksi Teknis, maka selanjutnya dapat langsung dilakukan pengecoran. Setelah semua material bahan pengecoran benar-benar tercampur seluruhnya mulai dari pasir, kerikil/split serta semen dan air sebagai bahan pengikat, lanjutkan dengan menuangkan adukan beton kedalam bekisting sedikit demi sedikit secara kontinyu. Pada saat adukan beton dituang pada cetakkannya, tusuk-tusuklah beton dengan menggunakan batang baja tulangan atau alat lain yang menyerupai untuk memampatkan dan memastikan tidak ada gelembung-gelembung udara yang tertinggal dalam adukan

yang akan mengurangi kekuatan beton. Adukan beton makin lama akan mengeras dan harus dijaga kelembabannya dalam keadaan agak basah (damp) selama mungkin. Tutupi bagian-bagian dari cetakan tersebut yang terbuka dengan kantong semen atau goni basah.

PEKERJAAN KOLOM KEDUDUKAN ANGKUR 30 X 30 Pekerjaan ini meliputi :

1. Pembuatan dan pemasangan bekisting

2. Perakitan dan pemasangan tulangan, termasuk pemasangan ANKUR BOUT

3. Pembuatan adukan beton sesuai mutu beton yang dipersyaratkan

4. Kontrol kualitas

5. Pelaksanaan pengecoran Pastikan rakitan tulangan, angkur dan pemasangan bekisting benar-benar kokoh dan stabil serta sudah mendapat persetujuan dari Direksi Teknis, maka selanjutnya dapat langsung dilakukan pengecoran. Setelah semua material bahan pengecoran benar-benar tercampur

seluruhnya mulai dari pasir, kerikil/split serta semen dan air sebagai bahan pengikat, lanjutkan dengan menuangkan adukan beton kedalam bekisting sedikit demi sedikit secara kontinyu. Pada saat adukan beton dituang pada cetakkannya, tusuk-tusuklah beton dengan menggunakan batang baja tulangan atau alat lain yang menyerupai untuk memampatkan dan memastikan tidak ada gelembung-gelembung udara yang tertinggal dalam adukan yang akan mengurangi kekuatan beton. Adukan beton makin lama akan mengeras dan harus dijaga kelembabannya dalam keadaan agak basah (damp) selama mungkin.

PEKERJAAN URUGAN KEMBALI BEKAS GALIAN Yaitu pekerjaan yang menggunakan material tanah bekas galian untuk mengisi sisi pondasi yang dikerjakan. Sisi pondasi yang akan diurug harus sudah bebas dari kotoran puing-puing atau kayu serta bekisting yang masih menempel pada pondasi tersebut. Hal ini untuk menghindari keroposnya tanah urug yang menyebabkan daya dukung tanah akan menurun. Keringkan sisa-sisa air yang tertinggal di sekitar lubang pondasi. Kemudian timbunlah sisi-sisi dari pondasi dalam lubang galian dengan tanah dari sisa galian. Timbun secara bertahap, setiap 15 cm lapisan dipadatkan hingga mencapai kepadatan yang dipersyaratkan. Penimbunan harus dilakukan secara bersamaan pada kedua sisinya. Pastikan untuk memadatkan setiap 15 cm timbunan sebelum mengerjakan lapisan berikutnya. Sisa-sisa galian yang masih ada dapat digunakan untuk menimbun bagian bawah dari lantai.

PEKERJAAN SLOOF 20 X 30 Pekerjaan ini meliputi :

1. Pembuatan dan pemasangan bekisting

2. Perakitan dan pemasangan tulangan

3. Pembuatan adukan beton sesuai mutu beton yang dipersyaratkan

4. Kontrol kualitas

5. Pelaksanaan pengecoran Pastikan rakitan tulangan, angkur dan pemasangan bekisting benar-benar kokoh dan stabil serta sudah mendapat persetujuan dari Direksi Teknis, maka selanjutnya dapat langsung dilakukan pengecoran. Setelah semua material bahan pengecoran benar-benar tercampur seluruhnya mulai dari pasir, kerikil/split serta semen dan air sebagai bahan pengikat, lanjutkan dengan menuangkan adukan beton kedalam bekisting sedikit demi sedikit secara kontinyu. Pada saat adukan beton dituang pada cetakkannya, tusuk-tusuklah beton dengan menggunakan batang baja tulangan atau alat lain yang menyerupai untuk memampatkan dan memastikan tidak ada gelembung-gelembung udara yang tertinggal dalam adukan yang akan mengurangi kekuatan beton. Adukan beton makin lama akan mengeras dan harus dijaga kelembabannya dalam keadaan agak basah (damp) selama mungkin. Tutupi bagian-bagian dari cetakan tersebut yang terbuka dengan kantong semen atau goni basah.

PEKERJAAN STRUKTUR BAJA

1. Pasang Plat Tumpuan (Base Plat) Tebal 12 mm Plat baja 12 mm dipotong dengan ukuran 30 x 30 cm sebanyak 4 buah, kemudian dilobangi dengan mesin bor ukuran baut diameter 22 mm sebanyak 4 lobang setiap base platnya.

2. Pasang angkur dia 22 mm panjang 60 cm Pekerjaan ini dilaksanakan pada saat pemasang tulangan kolom. Pada tiap kolom diapasang 4 buah angkur diameter 22 mm dengan jarak pemasangan antara angkur sesuai gambar rencana

3. Pasang Plat titik buhul tebal 8 mm, Pasang Plat titik buhul tebal 12 mm dan Baut Titik Buhul dia 12 mm 5 Plat titik buhul terbuat dari plat 8 mm dan 12 mm yang dipabrikasi sesuai gambar dan kemudian sebagian dilas pada besi L 100.100.10. Pertemuan antara besi siku dan plat buhul dikunci dengan baut diameter 12 mm yang dipasang dengan rapi dan dikunci kuat.

4. Pasang Besi Siku Ukuran 100x100x10, Pasang Besi Siku Ukuran 75x75x7, Pasang Besi Siku Ukuran 50x50x5, Pasang Besi Siku Ukuran 30x30x3 Besi siku dipabrikasi sesuai gambar kerja, kemudian dipasang oleh tenaga terampil yang telah berpengalaman dalam erection tower, serta memperhatikan keselamatan kerja dengan menggunakan APD berupa, Safety belt, Safety shoes, Safety helmet dan Body hardness.

5. Pasang Pipa baja Dia 2” tebal 2,6 mm Pipa baja dipabrikasi sesuai gambar kerja sebagai kuda-kuda atap

6. Pasang Pipa galvanized Dia 2tebal 3,6 mm (tangga) Pipa galvanized Dia 1,5” tebal 3,2 mm (reling tangga) Pipa galvanis 2” dan 1,5” dipabrikasi sesuai dengan yang tercantum di dalam gambar dan kemudian dipasang pada posisi yang telah ditentukan.

7. Pengelasan Pengelasan ini menggunakan mesin las dan dikerjakan oleh tenaga ahli tukang las yang telah berpengalaman. Hasil pengelasan dirapikan dan diperiksa kembali.

PEKERJAAN DINDING PAPAN TEBAL 3 X 30 CM Pekerjaan ini meliputi :

1. Pengadaan papan dengan ukuran jadi 3 x 30 cm yang sudah diserut

2. Pengukuran dan pemotongan sesuai ukuran rangka dinding atau gambar kontrak

3. Pemasangan dinding papan pada rangka yang sudah disiapkan

PEKERJAAN ATAP DAN RANGKA ATAP

1. Pekerjaan pasang rangka atap kayu 4/6 Rangka atap berupa gording, nok gording dan ikatan angin dengan menggunakan kayu kelas II. Bentuk dan ukuran rangka atap dibuat sesuai seperti yang tercantum di dalam gambar.

2. Pekerjaan Pasang Listplank GRC Datar Setelah pekerjaan pemasangan rangka atap selesai dikerjakan kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan pemasangan papan lisplank. Papan lisplank dari kayu meranti berkualitas baik.

4.

Pekerjaan Pasang Penutup Atap Genteng Metal Cara pemasangan atap genteng metal, tempatkan genteng di atas reng yang telah disiapkan, kemudian pakukan menggunakan paku khusus atap genteng metal. Pemasangan atap genteng metal di mulai dari bawah ke atas dilanjutkan ke arah samping kiri atau kanan. Hindari celah hubungan ke samping, ke atas dan ke bawah.

5. Pekerjaan Pasang Rabung Atap Perabung yang digunakan adalah perabung dari bahan yang sama dengan atap genteng metal. Pemasangan perabung dilaksanakan setelah selesai pemasangan atap genteng metal.

PEKERJAAN LANTAI

1.

Urugan Pasir bawah lantai Pengurugan ini bertujuan selain sebagai landasan lantai kerja juga dimaksudkan agar lantai

menumpu pada lapisan yang padat. Agar tercapai tujuan tersebut, pasir harus cukup padat dan rata. Pemadatan dilakukan dengan cara mengalirkan air sambil ditumbuk-tumbuk dengan menggunakan alat pemadat.

2.

Cor lantai kerja camp. 1 : 3 :5 Segera setelah selesai pekerjaan urugan pasir, di atas urugan pasir tersebut dibuat suatu lapisan beton dengan campuran 1 : 3 : 5 yaitu 1 volume semen berbanding 3 volume pasir cor berbanding 5 volume kerikil/split serta air secukupnya yang diaduk menggunakan concrete mixer. Bahan-bahan tersebut dihitung berdasarkan volume, dianjurkan dengan menggunakan wadah khusus yang cukup besar untuk menampung 1 sak semen. Bila menggunakan kereta dorong (wheelbarrow) untuk mengukur volume, kosongkan kereta dorong masukkan satu sak semen kedalamnya kemudian tandai batasnya. Gunakan tanda ini untuk kemudian mengukur volume pasir dan kerikil. Bahan-bahan adukan dimasukkan kedalam tabung molen/mixer dengan urutan: pertama masukan air, kedua semen portland, ketiga pasir dan kerikil/split kemudian tambahkan lagi air secukupnya sampai adukan benar-benar bercampur merata, maka material tersebut berubah dalam bentuk pasta dan segera digunakan untuk pengecoran. Pengecoran dilakukan secara berkesinambungan dimulai dari sudut bangunan sampai selesai

3.

Cor lantai beton bertulang Beton K225 Pekerjaan ini meliputi :

a. Pembuatan dan pemasangan bekisting

b. Perakitan dan pemasangan tulangan, termasuk tulangan untuk kolom

c. Pembuatan adukan beton sesuai mutu beton yang dipersyaratkan

d. Kontrol kualitas

e. Pelaksanaan pengecoran Pastikan rakitan tulangan dan pemasangan bekisting benar-benar kokoh dan stabil serta mendapat persetujuan dari Direksi Teknis, maka selanjutnya dapat langsung dilakukan pengecoran. Setelah semua material bahan pengecoran benar-benar tercampur seluruhnya mulai dari pasir, kerikil/split serta semen dan air sebagai bahan pengikat, lanjutkan dengan menuangkan adukan beton kedalam bekisting sedikit demi sedikit secara kontinyu. Pada saat adukan beton dituang pada cetakkannya, tusuk-tusuklah beton dengan menggunakan batang baja tulangan atau alat lain yang menyerupai untuk memampatkan dan memastikan tidak ada gelembung-gelembung udara yang tertinggal dalam adukan yang akan mengurangi kekuatan beton. Adukan beton makin lama akan mengeras dan harus dijaga kelembabannya dalam keadaan agak basah (damp) selama mungkin. Tutupi bagian-bagian dari cetakan tersebut yang terbuka dengan kantong semen atau goni basah.

4.

Pasang Lantai papan tebal 3 x 30 cm Pekerjaan ini meliputi :

a. Pengadaan papan dengan ukuran jadi 3 x 30 cm yang sudah diserut

b. Pemotongan papan sesuai ukuran rangka lantai atau gambar di dalam kontrak

PEKERJAAN PENGECATAN Pekerjaan Cat Besi Sebelum dicat terlebih dahulu seluruh permukaan besi diamplas, kemudian dicat dengan cat dasar anti karat. Setelah cat dasar diaplikasikan secara merata pada permukaan besi, selanjutnya dilaksanakan cat finishing anti karat 3 x sapu sampai permukaan cat benar-benar rata.

Pekerjaan Cat Minyak Dinding dan Lantai Papan Pengecatan kayu dilakukan dengan menggunakan cat minyak, sebelum pekerjaan dimulai seluruh permukaan kayu diberi dempul dan digosok dengan ampelas, setelah halus dicat dengan cat dasar setelah mengering dicat dengan tahap kedua dan setelah mengering dicat dengan tahap ketiga.

Pekerjaan Cat Minyak Lisplank Listplank dicat dengan cat dasar setelah mengering dicat dengan tahap kedua dan setelah mengering dicat dengan tahap ketiga sampai permukaan cat rata.

PEKERJAAN AKHIR Pembersihan Lokasi Seluruh area dan pekarangan bangunan dibersihkan dari segala macam bentuk kotoran dan sampah - sampah. Segala macam sisa - sisa bahan bangunan, benda - benda bekas pelaksanaan pekerjaan dibuang pada tempat yang ditentukan.

PENGGUNAAN BAHAN, PERALATAN DAN TENAGA KERJA

BAHAN Pemilihan penggunaan bahan sangat berpengaruh pada kualitas pekerjaan dan biaya pekerjaan suatu proyek. Bahan yang dipakai harus sesuai dengan spek yang telah ditentukan oleh pemilik proyek dan telah disepakati bersama.

PERALATAN Dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan suatu proyek, peralatan merupakan salah satu sumber daya terpenting yang harus ada pada suatu proyek. Penggunaan peralatan harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan, kebutuhan penggunaan, dan biaya yang dimiliki.

TENAGA KERJA Tenaga kerja merupakan sumber daya yang sangat vital bagi pekerjaan proyek. Jumlah tenaga kerja yang digunakan harus sesuai dengan volume pekerjaannya. Sistem yang diterapkan adalah sebagai berikut :

A. Kriteria

1. Kemampuan kerja yang baik

2. Pengalaman yang cukup

3. Kedisiplinan kerja

4. Kemampuan koordinasi dan komunikasi yang baik

5. Loyalitas

B. Pengelompokan Setiap jenis pekerjaan dilaksanakan oleh bagian yang mempunyai tenaga kerja dengan kemampuan sesuai dengan jenis pekerjaan (spesialisasi). Didalam setiap bagian, dibagi menjadi beberapa kelompok yang sesuai dengan pembagian wilayah kerja dengan penanggung jawab kelompok

Setiap penanggung jawab kelompok dipilih orang yang cukup berkemampuan dan berpengalaman dalam hal tersebut, sehingga koordinasi dan komunikasi untuk dan antar kelompok dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

C. Kegiatan

Penjadwalan mobilisasi tenaga kerja sesuai dengan jadwal utama pekerjaan

Koordinasi lapangan secara rutin.

Pelaksanaan setiap jenis pekerjaan yang diawasi oleh bagian kontrol.

Laporan dari penanggung jawab pekerjaan secara rutin.

PENGENDALIAN Didalam setiap pelaksanaan pekerjaan kami selalu melakukan pengendalian pekerjaan yang berpedoman pada peraturan, syarat-syarat dan spesifikasi teknis yang ada sehingga menghasilkan pekerjaan yang dapat dipertanggung jawabkan.

A. Pengendalian Kuantitas (Quantity Control) Meliputi penghitungan kembali mengenai volume (material dan tenaga kerja) setiap pekerjaan dan perhitungan kekuatan pekerjaan yang akan dilaksanakan, sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan se-efisien mungkin dan aman.

B. Pengendalian Kualitas (Quality Control) Meliputi pengawasan terhadap mutu material dan tenaga kerja yang akan digunakan, mengawasi cara pelaksanaan yang dilakukan, menganalisa apakah mutu pekerjaan yang sedang atau telah dilaksanakan tersebut sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan (test tanah, test beton, test besi, dll).

C. Pengendalian Keamanan dan Keselamatan Kerja

1. Meliputi pengawasan terhadap keamanan penyimpanan material, peralatan dan lokasi pekerjaan serta pengawasan terhadap keselamatan tenaga kerja terutama pada

kegiatan-kegiatan yang umumnya mempunyai resiko yang amat tinggi.

2. Berdasarkan pada peraturan yang berlaku dalam hal keselamatan kerja, maka akan diberlakukan suatu cara yang memperhatikan keselamatan dalam bekerja.

3. Pengendalian-pengendalian ini dilaksanakan mulai dari sebelum setiap pekerjaan dimulai, selama setiap pekerjaan dilaksanakan, dan selesainya setiap pelaksanaan pekerjaan. Hal ini memungkinkan hasil pekerjaan dapat sesuai dengan yang diharapkan serta menghindarkan semaksimal mungkin kesalahan-kesalahan pelaksanaan di lapangan. Beberapa Staf yang akan bekerja dibagian ini adalah yang mempunyai kemampuan, tanggung jawab dan pengalaman yang cukup untuk pekerjaan tersebut.

PENUTUP Segala sesuatu yang belum tercantum dalam metode pelaksanaan ini yang mana masih termasuk lingkup dalam pelaksanaan pekerjaan, kami harus menyelesaikan sesuai dengan petunjuk/perintah Direksi. Hal-hal yang timbul dalam pelaksanaan dan diperlukan penyelesaian di lapangan akan dibicarakan dan diatur oleh konsultan pengawas dengan dibuat Berita Acara yang disahkan oleh pemilik proyek. Mengenai urutan pelaksanaan pekerjaan dapat dilihat pada jadwal waktu pelaksanaan.