Anda di halaman 1dari 126

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS

BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL


Konsep
Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis
Volume IV : Pengaman Sungai
Bagian 3 : Check Dam
ICS 93.010 BIDANG SUMBER DAYA AIR
RPT0
SDA
i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR..................................................................................................... iii
PENDAHULUAN........................................................................................................... iv
1. RUANG LINGKUP............................................................................................... 1
2. ACUAN NORMATIF............................................................................................. 1
3. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... 2
4. PEKERJAAN PERENCANAAN........................................................................... 4
4.1. Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. 4
4.2. Pelaksanaan Pekerjaan....................................................................................... 5
1) Studi Awal ...................................................................................................... 5
2) Studi Identifikasi ............................................................................................. 7
3) Studi Pengenalan........................................................................................... 9
4) Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan ......................................... 14
4.3. Pengendalian Mutu.............................................................................................. 21
4.4. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. 21
5. PEKERJAAN DETAIL DESAIN............................................................................ 22
5.1. Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. 22
5.2. Pelaksanaan Pekerjaan....................................................................................... 23
5.3. Pengendalian Mutu.............................................................................................. 31
5.4. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. 32
6. PEKERJAAN KONSTRUKSI ............................................................................... 32
6.1. Ketentuan dan Persyaratan ................................................................................. 33
6.2. Pelaksanaan Pekerjaan....................................................................................... 36
6.3. Pengendalian Biaya, Mutu dan Waktu................................................................. 38
6.4. Pengukuran dan Pembayaran ............................................................................. 43
7. PEKERJAAN PEMELIHARAAN .......................................................................... 45
7.1. Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran............................................... 45
7.2. Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan.................................................... 48
BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... 50
LAMPIRAN A.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Check Dam................................ 52
LAMPIRAN A.2 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Check Dam.......... 54
LAMPIRAN A.3 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi
Kelayakan ......................................................................................... 56
LAMPIRAN B.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Check
Dam.................................................................................................... 67
LAMPIRAN B.2 Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Detail Desain Check Dam...... 68
LAMPIRAN B.3 Kriteria Desain Bangunan Check Dam .............................................. 81
LAMPIRAN B.4 Contoh perhitungan Desain Bangunan Check Dam.......................... 90
ii
LAMPIRAN C Contoh KAK Pekerjaan Konstruksi Check Dam................................. 97
LAMPIRAN D Bagan Alir Pemeliharaan Bangunan Persungaian ............................ 113
LAMPIRAN E Form Pemeliharan Bangunan Persungaian....................................... 114
iii
KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik
pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja
Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada
dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil,
Departemen Pekerjaan Umum.
Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus
Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang
kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses
pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum.
Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota
panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi
anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku
kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan
komposisi yang seimbang satu sama lain.
iv
PENDAHULUAN
Berdasarkan Undang-undang No.7 tahun 2004, tentang Sumber Daya Air bahwa
pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan
norma, standar, pedoman dan manual (NSPM). Sehubungan dengan hal tersebut, pada saat
ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan, cara uji mutu
pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan
dibangun.
Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari
survey, investigasi, desain, konstruksi dan pemeliharaan dimana dalam pelaksanaannya
mengacu dan berpedoman pada norma, standar, pedoman dan manual (NSPM) yang
tercantum pada Acuan Normatif.
Pedoman ini mencakup kegiatan perencanaan (studi awal, studi identifikasi, studi
pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan), detail desain, konstruksi
dan pemeliharaan dalam pekerjaan pembangunan bangunan check dam.
Pedoman detail desain mencakup kegiatan collecting data sekunder (topografi, geologi
permukaan, hidrologi), data primer (survey pengukuran topografi dan pemetaan, survey
hidrometri, sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik), analisis hidrologi, analisis
hidrolika, perencanaan dan perhitungan dimensi, perhitungan volume pekerjaan sebagai
acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya, analisis dampak lingkungan serta
penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan bangunan
check dam.
Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang
pekerjaan persiapan umum dan khusus, pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi :
pekerjaan tanah; pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan; pekerjaan penyelidikan
geoteknik; pekerjaan beton; pekerjaan pasangan batu; pekerjaan dewatering; pekerjaan
pemancangan dan pekerjaan lain-lain.
Pedoman pemeliharaan mencakup kegiatan inventarisasi kerusakan, survey pengukuran,
perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
1 dari 121
Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis
Volume IV : Pengaman Sungai
Bagian 3 : Check Dam



1. RUANG LINGKUP
Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan, pelaksanaan pekerjaan, pengendalian
mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk setiap masing-masing kegiatan perencanaan,
detail desain, konstruksi dan pemeliharaan pekerjaan pembangunan check dam.
Pedoman perencanaan menetapkan spesifikasi teknis bagian pekerjaan perencanaan yang
meliputi studi awal, studi identifikasi, studi pengenalan perencaaan pendahuluan dan studi
kelayakan dalam kegiatan pembangunan check dam.
Pedoman perencanaan mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta
topografi, peta geologi regional, data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah
hujan), data kilmatologi (temperatur, kelembaban relatif, lama penyinaran dan kecepatan
angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi
dan pemetaan, penyelidikan geoteknik, survey hidrometri, sampling sedimen), analisis
hidrologi, desain hidraulik, analisis ekonomi, analisis dampak lingkungan dan gambar desain
yang diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan perencanaan check dam.
Pedoman detail desain mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta
topografi, peta geologi regional, data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah
hujan), data kilmatologi (temperatur, kelembaban relatif, lama penyinaran dan kecepatan
angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi
dan pemetaan, penyelidikan geoteknik, survey hidrometri), analisis hidrologi, desain hidraulik,
analisis konstruksi, gambar desain, perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana
anggaran biaya.
Pedoman konstruksi mencakup kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang menguraikan tentang
pekerjaan persiapan umum dan khusus, pelaksanaan pekerjaan lapangan yang meliputi :
pekerjaan tanah; pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan; pekerjaan penyelidikan
geoteknik; pekerjaan beton; pekerjaan pasangan batu; pekerjaan dewatering; pekerjaan
pemancangan dan pekerjaan lain-lain.
Pedoman pemeliharaan mencakup aspek pemeliharaan yang meliputi kegiatan pengamatan,
perencanaan, program pelaksanaan, dan evaluasi yang didasarkan pada semua tinjauan,
baik fisik maupun non fisik.

2. ACUAN NORMATIF
Undang-undang (UU) :
- UU No. 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air
Keputusan Menteri (KEPMEN) :
- KEPMEN KIMPRASWIL No. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen
Pelelangan (Dokumen Tender)
- KEPMEN KLH No. 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau
Kegiatan wajib dilengkapi dengan
Analisa Menegenai Dampak
Lingkungan
Standar Nasional Indonesia (SNI) :
- SNI 03-0090-1999 : Spesifikasi Bronjong Kawat
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
2 dari 121
- SNI 03-1724-1989 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan
di Sungai
- SNI 03-2414-1991 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka
- SNI 03-2415-1991 : Metode Perhitungan Debit Banjir
- SNI 03-2851-1991 : Tata Cara Perencanaan Teknis Bendung Penahan Sedimen
- SNI 03-2819-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan
Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling
- SNI 03-2820-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan
Pelampung Permukaan
- SNI 03-2822-1992 : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran
dengan Analisis Grafis
- SNI 03-2830-1992 : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara Pias
Berdasarkan Rumus Manning
- SNI 03-3414-1994 : Metode Pengambilan Contoh Muatan Sedimen Melayang di
Sungai dengan Cara Integrasi Kedalaman Berdasarkan
Pembagian Debit
- SNI 03-3444-1994 : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Penamopang
Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning
- SNI 03-3961-1995 : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri
dengan Pengendapan
- SNI 03-3961-1995 : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri
dengan Pengendapan
Pedoman Teknis :
- Pd. T.11 ! 2004 ! A : Pemeliharaan Bangunan Persungaian
- Pd. T.12 ! 2004 ! A : Perencanaan Teknis Bendung Pengendali Dasar Sungai

Rancangan Pedoman Teknis :
- Pd. T. xx ! xxxx.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum,
Bagian ! 1, Pekerjaan Tanah
- Pd. T. xx ! xxxx.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum,
Bagian ! 2, Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan
- Pd. T. xx ! xxxx.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum,
Bagian-3, Pekerjaan Geoteknik
- Pd. T. xx ! xxxx.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum,
Bagian ! 4, Pekerjaan Beton dan Bekisting.
- Pd. T. xx ! xxxx.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum,
Bagian ! 5, Pekerjaan Pasangan.
- Pd. T. xx ! xxxx.A : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Volume I : Umum,
Bagian ! 6, Pekerjaan Pemancangan.
- Pd. T. xx ! xxxx.A : Pedoman Analisa Harga Satuan, Pekerjaan Bangunan Pengaman
Sungai, Bagian ! 4, Check dam
3. ISTILAH DAN DEFINISI
3.1. Perencanaan adalah rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum
pembangunannya. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah,
pengumpulan data, penentuan metode, pelaksanaan investigasi dan penyelidikan,
optimasi solusi yang tepat dari berbagai alternatif solusi, serta penentuan skala
prioritas.
3.1.1. Studi Awal adalah konsep atau rencana membuat suatu proyek yang terbentuk
melalui pengamatan kesempatan fisik di lapangan atau melalui analisis data-data
topografi dan hidrologi.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
3 dari 121
3.1.2. Studi identifikasi adalah kegiatan dimana studi awal diperiksa di lapangan untuk
membuktikan layak tidaknya suatu rencana proyek sehingga menghasilkan suatu
gambaran yang jelas mengenai kelayakan proyek yang bersangkutan.
3.1.3. Pengenalan studi adalah suatu proses untuk memberikan garis besar
pengembangan proyek multisektor dari segi-segi teknis.
3.1.4. Studi kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai proyek alternatif yang
sudah dirumuskan di dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan
keuntungan yang dapat diperoleh.
3.2. Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang
menghitung dan menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan
sesuai dengan kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya. Contoh
detail desain untuk check dam dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci
serta spesifikasi bahan yang akan digunakan sebagai komponen bangunan check
dam.
3.2.1. Bendung penahan sedimen adalah bangunan yang dibangun melintang di sungai
yang berbentuk bendung dengan kelengkapannya, yang berfungsi untuk
mengendalikan kecepatan, debit dan arah aliran sedimen
3.2.2. Desain hidraulik adalah tahapan kegiatan desain berupa tinjauan hidrolik terhadap
rencana letak, bentuk, dan dimensi bendung penahan beserta kelengkapan serta
lapisan tanah pondasi untuk mendapatkan bendung penahan beserta kelengkapannya
yang stabil
3.2.3. Desain struktur adalah tahapan kegiatan desain berupa tinjauan gaya-gaya yang
bekerja pada bangunan dan tanah, pondasi untuk mendapatkan letak, bentuk dan
dimensi bangunan beserta kelengkapannya sehingga aman dan stabil
3.3. Konstruksi adalah merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam
bentuk pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil
kegiatan perencanaan teknik.
3.3.1. Direksi pekerjaan adalah personil yang ditunjuk oleh pemilik pekerjaan untuk
membimbing dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar mendapatkan hasil yang
sesuai dengan rencana
3.3.2. Dokumen perencanaan adalah keterangan yang mencakup tentang spesifikasi
teknik, gambar perencanaan maupun gambar detail dari seri check dam yang akan
dibuat
3.3.3. Gambar pelaksanaan adalah gambar bangunan (check dam) yang sudah
dilaksanakan apabila terjadi perubahan dimensi dari perencanaan
3.3.4. Lantai kerja adalah lantai yang terbuat dari beton dengan campuran 1 semen : 3
pasir : 5 kerikil, dipergunakan untuk tatakan mencetak tiang pancang beton
3.3.5. Perencana adalah personil yang membuat desain/rencana check dam, meliputi
perhitungan; gambar konstruksi dan spesifikasi teknis
3.4. Pemeliharaan adalah usaha-usaha untuk menjaga agar prasarana irigasi selalu dapat
berfungsi dengan baik guna mempertahankan kelestariannya.
3.4.1. Pemeliharaan periodik adalah suatu kegiatan yang mempunyai waktu yang lama
dan dampak yang diakibatkannya akan lebih besar dibandingkan dengan
pemeliharaan rutin.
3.4.2. Pemeliharaan rutin adalah kegiatan yang mempunyai frekuensi lebih sering
dilakukan dengan skala kecil, waktunya pendek dan harus dilakukan serta secara
kontinyu.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
4 dari 121
3.5. Perawatan adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi jaringan, tanpa
ada bagian konstruksi yang diubah atau diganti.
3.5.1. Perawatan rutin adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi jaringan
yang dilaksanakan setiap waktu.
3.5.2. Perawatan berkala adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi jaringan
yang dilaksanakan secara berkala.
3.6. Perbaikan adalah usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi saluran dan atau
bangunan.
3.6.1. Perbaikan darurat adalah usaha perbaikan dengan maksud agar saluran dan
bangunan sementara dapat berfungsi.
3.6.2. Perbaikan permanen adalah usaha perbaikan untuk mengembalikan kondisi dan
fungsi jaringan secara permanen.
4. PEKERJAAN PERENCANAAN
Perencanaan adalah suatu rangkaian kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan sebelum
pembangunannya. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: identifikasi masalah, pengumpulan
data, penentuan metode, pelaksanaan investigasi dan penyelidikan, optimasi solusi yang
tepat dari berbagai alternatif solusi, serta penentuan skala prioritas.
Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan bangunan pengaman sungai berupa
check dam harus memuat :
4.1 Ketentuan dan Persyaratan
Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis
pekerjaan pembangunan check dam memuat :
1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang
Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan dalam penyediaan data dan fasilitas penunjang,
meliputi :
a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa
Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan
akan dipelihara oleh Penyedia Jasa :
i. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai
laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu
ii. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan)
iii. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai
pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka
pelaksanaan jasa konsultansi
b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa
Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan
yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
i. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai
untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi.
ii. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu
desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu
untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia
Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
5 dari 121
pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi
Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa.

2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung
a) Tenaga Ahli
Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka
penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masingdengan
menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.
b) Tenaga Pendukung
Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan
kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta
kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

3) Persyaratan Pelaksanaan
a) Jadwal Pelaksanaan
Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas
pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa
harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang
menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan.
b) Diagram Batang (Bar-Chart)
Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang
keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung
yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.

4.2 Pelaksanaan Pekerjaan
Pelaksanaan pekerjaan bangunan check dam dibagi menjadi kegiatan studi awal, studi
iedntifikasi, studi pengenalan dan perencanaan pendahuluan serta studi kelayakan. Adapun
uraian pedoman spesifikasi teknis sebagai berikut :
1) Studi Awal
Studi awal adalah studi penjajagan apakah memungkinkan suatu pekerjaan check dam
diadakan. Pelaksanaan kegiatan hanya merupakan desk study saja berdasarkan data-
data sekunder yang ada. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi awal berkisar antara
1 ! 2 bulan. Cakupan kegiatan studi awal adalah sebagai berikut :
a) Pengumpulan Data Sekunder
(1) Data Topografi
Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah
ada, dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan
ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi
tata guna lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata guna lahan akan
berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi
sesuai dengan SNI 03-1724-1989.
Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang, misalkan
pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala
dengan tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak
Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 :
250.000.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
6 dari 121
(2) Data Hidrologi
Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah
hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit minimum,
rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang
pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi
dintaranya berupa :
i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada Instansi BMG dan mungkin juga
Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)
ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada Instansi BMG dan
mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).
iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama
penyinaran dan kecepatan angin. Perolehan data dapat diperoleh pada
Instansi BMG
iv. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum
selama 5 tahun, yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting
misalkan bendung.
(3) Data Geologi Teknik
Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional
yang memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik batuan serta
tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000 atau yang lebih detail
sesuai dengan KP!01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan
studi pelaksanaan pekerjaan.
Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan, jika
tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait.
(4) Data Aspek Multisektor
Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang
berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi
kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP!01, SK DJ Pengairan No.
185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi
lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS, PSDA, dan BAPEDAL. Data-data
tersebut meliputi :
i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan geologi,
hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah
ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air
iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk, tingkat
pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-
lain.
iv. rencana tata ruang wilayah
b) Perekayasaan
Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang ketersediaan data
sekunder dari suatu lokasi pekerjaan.
c) Produk yang dihasilkan
Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini meliputi :
(1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang
metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan
penyelesaian pekerjaan.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
7 dari 121
Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
(2) Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang usulan
pekerjaan berikutnya berdasarkan kajian di atas meja dan perumusan untuk
kegiatan selanjutnya.
Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
d) Tenaga Ahli
Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader, Ahli
Hidrologi, Ahli Sungai dan Ahli Geologi

2) Studi Identifikasi
Studi identifikasi adalah kegiatan studi awal yang diperiksa di lapangan untuk
mendapatkan informasi atau kebenaran tentang kondisi lapangan. Jangka waktu
pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi berkisar antara 1 ! 2 bulan. Cakupan kegiatan
studi identifikasi adalah :
a) Pengumpulan Data Sekunder
(1) Data Topografi
Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah
ada, dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan
ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi
tata guna lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata guna lahan akan
berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi
sesuai dengan SNI 03-1724-1989.
Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang, misalkan
pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala
dengan tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak
Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 :
250.000 atau yang lebih detail.
(2) Data Hidrologi
Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah
hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit minimum,
rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang
pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi
dintaranya berupa :
i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada Instansi BMG dan mungkin juga
Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)
ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada Instansi BMG dan
mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).
iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama
penyinaran dan kecepatan angin. Perolehan data dapat diperoleh pada
Instansi BMG
iv. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum
selama 5 tahun, yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting
misalkan bendung.


RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
8 dari 121
(3) Data Geologi Teknik
Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional
yang memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik batuan serta
tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000 atau yang lebih detail
sesuai dengan KP!01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan
studi pelaksanaan pekerjaan.
Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan, jika
tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait.
(4) Data Aspek Multisektor
Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang
berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi
kependudukan dan penggunaan air KP!01, SK DJ Pengairan No.
185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi
lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS, PSDA, dan BAPEDAL. Data-data
tersebut meliputi :
i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan geologi,
hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah
ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air
iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk, tingkat
pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-
lain.
iv. rencana tata ruang wilayah
b) Survey
(1) Survey Hidrologi
Kegiatan survey hidrologi berupa kunjungan lapangan yang bertujuan untuk
menginventarisir keadaan tinggi muka air banjir yang terjadi selama musim hujan
KP!01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi
pelaksanaan pekerjaan. Kegiatannya meliputi :
i. pengukuran tinggi muka air di sungai;
ii. inventarisasi dan pengecekan terhadap kondisi bangunan!bangunan air yang
diambil data debitnya pada studi awal
(2) Survey Topografi
Melakukan kunjungan lapangan berdasarkan peta topografi dengan tujuan untuk
mengecek kondisi topografi sebenarnya di lapangan sesuai dengan KP!01, SK DJ
Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.
Hasil survey topografi disini adalah inventarisasi kondisi morfologi sungai calon
pekerjaan yang meliputi lebar, kemiringan dan elevasi tanggul.
(3) Survey Geologi
Melakukan kegiatan kunjungan lapangan untuk keperluan klarifikasi klasfikasi jenis
tanah berdasarkan peta geologi regional wilayah sesuai dengan KP!01, SK DJ
Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.
(4) Survey Aspek Multisektor
Kegiatan survey aspek multisektor melakukan kunjungan lapangan yang bertujuan
untuk menginventarisir permasalahan jika terjadi pengembangan dan menilai latar
belakang sosial-politik sesuai dengan KP!01, SK DJ Pengairan No.
185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
9 dari 121
c) Analisis
(1) Analisis Topografi
Kegiatan analisis topografi adalah melakukan kajian di atas meja serta
pertimbangan hasil inventarisir kondisi lapangan dengan tujuan menetapkan lokasi
bangunan check dam sesuai dengan fungsinya.
(2) Analisis Geologi Teknik
Analisis geoteknik berupa kajian di atas meja berdasarkan peta geologi regional
untuk menilai kecocokan daerah terhadap usulan pembangunan check dam
berdasarkan formasi geologinya. Adapun analisisnya meliputi :
i. lokasi check dam hindari pada formasi geologi yang tidak akan terjadi sesar
dan patahan
ii. hindari lokasi check dam pada kondisi tebing sungai yang secara geologi
mempunyai kecenderungan untuk longsor
d) Perekayasaan
Hasil perekayasaan dari kegiatan ini adalah menguraikan tentang hasil identifikasi
berdasarkan data sekunder serta kondisi lapangan tentang penentuan lokasi
bangunan pengaman sungai dengan check dam.

e) Produk yang Dihasilkan
(1) Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang
metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan
penyelesaian pekerjaan;
Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
(2) Laporan Akhir, harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang penentuan
lokasi pengamanan sungai dengan bangunan check dam.
Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
f) Tenaga Ahli
Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader, Ahli
Hidrologi, Ahli Sungai, Ahli Geodesi dan Ahli Geologi

3) Studi Pengenalan
Studi Pengenalan adalah suatu proses kegiatan berkelanjutan dari studi identifikasi yang
menginformasikan tentang garis besar perencanaan bangunan check dam dengan
melakukan kegiatan survey lapangan. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi
identifikasi berkisar antara 2 ! 3 bulan. Cakupan kegiatan studi pengenalan adalah
sebagai berikut :
a) Pengumpulan Data Sekunder
(1) Data Topografi
Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah
ada, dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan
ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi
tata guna lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata guna lahan akan
berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi
sesuai dengan SNI 03-1724-1989.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
10 dari 121
Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang, misalkan
pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala
dengan tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak
Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 :
250.000.
(2) Data Hidrologi
Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah
hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit minimum,
rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang
pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi
dintaranya berupa :
i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada Instansi BMG dan mungkin juga
Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)
ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada Instansi BMG dan
mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).
iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama
penyinaran dan kecepatan angin. Perolehan data dapat diperoleh pada
Instansi BMG
iv. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum
selama 5 tahun, yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting
misalkan bendung.
(3) Data Geologi Teknik
Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional
yang memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik batuan serta
tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000 sesuai dengan KP!
01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan
pekerjaan.
Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan, jika
tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait.
(4) Data Bangunan Air di Sungai
Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta
bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak
timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana
bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991
(5) Data Aspek Multisektor
Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang
berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi
kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP!01, SK DJ Pengairan No.
185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi
lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS, PSDA, dan BAPEDAL. Data-data
tersebut meliputi :
i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan geologi,
hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah
ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air
iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk, tingkat
pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-
lain.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
11 dari 121
iv. rencana tata ruang wilayah
b) Survey
(1) Survey Topografi
Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta
topografi ukuran 1:1.000 atau 1:2.000, kegiatan pengukuran dan pemetaan
mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi
Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-2, Pengukuran Topografi dan
Pemetaan.
i. pengukuran dilakukan disekitar lokasi bangunan check dam sepanjang
minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan check dam
ii. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang
untuk mengetahui profil morfologi sungai
iii. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang
bangunan check dam
(2) Survey Aspek Multisektor
Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan
untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan
dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP!01, SK DJ
Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.
c) Investigasi
(1) Sungai
(a) Sampling Sedimen Layang
Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar
maupun layang, pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi
yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air
dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan
pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Perletakan
peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai
sesuai dengan SNI 03-3414-1994.
(b) Sampling Sedimen Dasar
Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan
penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material
dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan
yang berlaku.
(2) Geoteknik
Investigasi Geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah untuk
mendapatkan parameter perencanaan yang berupa stabilitas pondasi dan lereng
serta menentukan lokasi dan material ketersediaan bahan bangunan. Kegiatan
investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman
Penyusunan Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-3,
Penyelidikan Geoteknik.
d) Uji Laboratorium
(1) Sedimen
Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen
yang terbawa oleh aliran sungai.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
12 dari 121
(a) Sedimen Layang
i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-
1994, maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk
mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai
dengan SNI 03-4145-1996.
ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya
dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada 20 cm di
bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah
aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan
pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen SNI 03-3961-1995.
Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji
gravimetri dengan ayakan SNI 03-3962-1995.
(b) Sedimen Dasar
Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang
berlaku.
(2) Geoteknik (Index Properties)
Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties mengacu dan
berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik,
Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-3, Penyelidikan Geoteknik. Uji yang
dimaksud adalah berat jenis tanah, kadar air, gradasi butiran dan Atterberg Limits.
e) Analisis
Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai
berikut :
(1) Hidrologi
Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir
rancangan berdasarkan data debit, curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991.
Metode perhitungan adalah sebagai berikut :
i. Metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir
Jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun), sehingga
analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel, Log Pearson
atau Log Normal
ii. Metode analisis regional, jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun
iii. Metode puncak banjir di atas ambang, apabila data debit yang tersedia antara
3 ! 10 tahun
iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter
hujan dan karakteristik DPS antara lain :
- Metode Rasional, digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan
daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha)
- Der Weduwen, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS
dengan luas < 100 km
2

- Melchior, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas
> 100 km
2

- Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah
DAS tanpa memperhatikan luas DAS
- Metode Hidrograf Satuan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
13 dari 121
- Metode US ! Soil Conservation Service
v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan
lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya
digunakan untuk memperpanjang data aliran.
(2) Angkutan Sedimen
Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen
layang (suspended load) dengan parameter jenis material, diameter butir dan
volume atau berat per satuan waktu, persamaan yang umum digunakan untuk
analisa adalah Meyer-Peter dan Muller, Engelund-Hansen, Einstein dan Einstein-
Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989.
(3) Analisis Kelayakan Ekonomi
Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter
ekonomi yaitu :
i. Economic Internal Rate of Return (EIRR)
ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio)
iii. Net present value (NPV),
Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal
pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.

f) Perekayasaan
Buat garis besar perencanaan check dam dengan sketsa tata letak dan uraian
pekerjaan dengan skala minimal 1:2000. Garis besar perencanaan check dam sesuai
dengan SNI 03-2400-1991 memuat :
i. Penggambaran peta topografi yang harus menampilkan kondisi tata guna lahan
ii. Layout bangunan check dam
iii. Dimensi check dam yang meliputi elevasi mercu check dam, panjang check dam,
jarak check dam, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang tiang.

g) Produk yang dihasilkan
(1) Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang
metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan
penyelesaian pekerjaan.
Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
(2) Laporan Bulanan
Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan
tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya
Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan
(3) Laporan Interim
Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis
debit banjir rancangan, hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi, lokasi
pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium, lokasi investigasi
geoteknik dan hasil laboratorium, serta konsep lokasi check dam
Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
14 dari 121
(4) Laporan Akhir
Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit
banjir rancangan, analisis laju sedimen, dimensi dan layout check dam dan
analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return.
Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
h) Tenaga Ahli
Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan studi awal adalah Team Leader, Ahli
Hidrologi, Ahli Hidrolika, Ahli Sungai, Ahli Geodesi, Ahli Geologi dan Ahli Sosial
Ekonomi

4) Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan
Studi Kelayakan adalah kegiatan untuk menyaring berbagai pekerjaan alternatif yang
sudah dirumuskan di dalam studi pengenalan berdasarkan perkiraan biaya dan
keuntungan yang dapat diperoleh. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan studi identifikasi
berkisar antara 3 ! 5 bulan. Cakupan kegiatan studi adalah sebagai berikut :
a) Pengumpulan Data Sekunder
(1) Data Topografi
Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah
ada, dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan
ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi
tata guna lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata guna lahan akan
berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi
sesuai dengan SNI 03-1724-1989.
Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang, misalkan
pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala
dengan tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak
Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 :
250.000 atau yang lebih detail.
(2) Data Hidrologi
Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah
hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit minimum,
rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang
pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi
diantaranya berupa :
i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada Instansi BMG dan mungkin juga
Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)
ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada Instansi BMG dan
mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).
iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama
penyinaran dan kecepatan angin. Perolehan data dapat diperoleh pada
Instansi BMG
iv. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum
selama 5 tahun, yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting
misalkan bendung.


RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
15 dari 121
(3) Data Geologi Teknik
Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional
yang memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik batuan serta
tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000 atau yang lebih detail
sesuai dengan KP!01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan
studi pelaksanaan pekerjaan.
Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan, jika
tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait.
(4) Data Bangunan Air di Sungai
Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta
bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak
timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana
bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991
(5) Data Aspek Multisektor
Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang
berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi
kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP!01, SK DJ Pengairan No.
185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi
lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS, PSDA, dan BAPEDAL. Data-data
tersebut meliputi :
i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan geologi,
hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah
ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air
iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk, tingkat
pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-
lain.
iv. rencana tata ruang wilayah
b) Survey
(1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan
Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan peta
topografi ukuran 1:1.000 atau 1:2.000, kegiatan pengukuran dan pemetaan
mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi
Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-2, Pengukuran Topografi dan
Pemetaan.
i. pengukuran dilakukan disekitar lokasi bangunan check dam sepanjang
minimum 200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan check dam
ii. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang
untuk mengetahui profil morfologi sungai
iii. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang
bangunan check dam
(2) Survey Hidrometri
Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu
diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi :
i. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan
perencanaan ; mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi; mampu
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
16 dari 121
melewatkan banjir; geomteri dan badan sungai harus stabil; adanya kontrol
penampang; bagian alur sungai atau saluran yang terbuka lurus.
ii. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub
kritis; tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar
iii. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari
keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit
dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi
banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran
sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim, jika
musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan
dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang
kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya
iv. keandalan peralatan dan sarana penunjang; peralatan dan sarana penunjang
harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain
dengan kalibrasi secara berkala, dibersihkan dan dirawat dengan baik
v. kemampuan tim pengukurnya
Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air, kecepatan dan debit dapat digunakan
alat ukur arus tipe baling-baling. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan
merawas, menggunakan perahu, menggunakan jembatan dan menggunakan
kerata gantung. Kedalaman pengukuran minimal 3,5 kali diameter baling-baling
sesuai dengan SNI 03-2819-1992.
Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena
berbagai hal, misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau
peralatannya; kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut
jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka
dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI
03-2820-1992.
(3) Survey Aspek Multisektor
Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan
untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan
dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP!01, SK DJ
Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.

c) Investigasi
(1) Sungai
(a) Sampling Sedimen Layang
Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar
maupun layang, pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi
yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air
dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan
pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Perletakan
peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai
sesuai dengan SNI 03-3414-1994.
(b) Sampling Sedimen Dasar
Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan
penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material
dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan
yang berlaku.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
17 dari 121
(2) Geoteknik
Investigasi goeteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta
pelaksanaan pemboran. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan berpedoman
pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang
Bersifat Umum, Bagian-3, Penyelidikan Geoteknik.

d) Uji Laboratorium
(1) Sedimen
Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen
yang terbawa oleh aliran sungai.
(a) Sedimen Layang
i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-
1994, maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk
mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai
dengan SNI 03-4145-1996.
ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya
dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada 20 cm di
bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah
aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan
pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-
3961-1995. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan
uji gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995.
(b) Sedimen Dasar
Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang
berlaku.
(2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties)
Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering
properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-3, Penyelidikan
Geoteknik.
e) Analisis dan Perencanaan
Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai
berikut :
(1) Hidrologi
Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir
rancangan berdasarkan data debit, curah hujan dan luas DAS sesuai dengan SNI
03-2415-1991. Metode perhitungan adalah sebagai berikut :
i. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun), sehingga
analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas
frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel, Log Pearson atau Log Normal
ii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun, maka digunakan metode
analisis regional,
iii. jika data debit yang tersedia antara 3 ! 10 tahun, maka digunakan Metode
puncak banjir di atas ambang,
iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter
hujan dan karakteristik DPS antara lain :
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
18 dari 121
- Metode Rasional, digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan
daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha)
- Der Weduwen, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS
dengan luas < 100 km
2

- Melchior, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas
> 100 km
2

- Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah
DAS tanpa memperhatikan luas DAS
- Metode Hidrograf Satuan
- Metode US ! Soil Conservation Service
v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan
lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya
digunakan untuk memperpanjang data aliran.
(2) Muatan Sedimen
Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen
layang (suspended load) dengan parameter jenis material, diameter butir dan
volume atau berat per satuan waktu, persamaan yang umum digunakan untuk
analisa adalah Meyer-Peter dan Muller, Engelund-Hansen, Einstein dan Einstein-
Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989.
(3) Analisis Hidrolika
Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan check dam, meliputi :
(a) Analisis Lengkung Debit
Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu check
dam berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan
besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada
minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit
minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis
dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat
diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI
2822-1992 .
(b) Analisis Parameter Hidraulik
Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran,
kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan
dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari
hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991.
Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara
pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang
tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang
ganda dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-
1994.
(4) Perencanaan Check dam
Perencanaan check dam harus memuat tentang benytu dan dimensi check dam
(panjang bendung penahan seluruhnya, bendung utama, bendung pembantu,
kolam olak, bangunan pelengkap dan tembok tepi); stabilitas dan kekuatan check
dam dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2851-1991.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
19 dari 121
(5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)
Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk
kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut :
i. jika lokasi pekerjaan berada pada kota besar/metropolitan maka parameter
kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai > 5 km dan volume
pengerukan > 500.000 m
3

ii. jika lokasi pekerjaan berada pada kota sedang maka parameter kajian adalah
panjang kegiatan normalisasi sungai > 10 km dan volume pengerukan >
500.000 m
3

iii. jika lokasi pekerjaan berada pada pedesaaan maka parameter kajian adalah
panjang kegiatan normalisasi sungai > 15 km dan volume pengerukan >
500.000 m
3

Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi :
i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan,
terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan
hidup
ii. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak
besar dan penting
iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak
besar dan penting terhadap lingkungan hidup
iv. perumusan RKL dan RPL
(6) Analisis Kelayakan Ekonomi
Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter
ekonomi yaitu :
i. Economic Internal Rate of Return (EIRR)
ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio)
iii. Net present value (NPV),
Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal
pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.
f) Perekayasaan
Hasil perekayasaan dalam kegiatan ini meliputi :
(1) Rencana pendahuluan tata letak bangunan.
(2) Kapasitas rencana
(3) Tipe bangunan dan penggambaran.
(4) Rincian volume dan perkiraan anggaran biaya kasar
g) Produk yang dihasilkan
(1) Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang
metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan
penyelesaian pekerjaan.
Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
(2) Laporan Bulanan
Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan
tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
20 dari 121
Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan
(3) Laporan Interim
Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis
debit banjir rancangan, hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi, lokasi
pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium, lokasi investigasi
geoteknik dan hasil laboratorium, serta konsep perencanaan check dam
Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
(4) Laporan Akhir
Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit
banjir rancangan, analisis laju sedimen, dimensi dan layout check dam, analisis
dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic
Internal Rate of Return.
Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
(5) Laporan Penunjang
Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi :
i. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan
Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus
diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya
tanggal """"""
ii. Laporan Penyelidikan Geoteknik
Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa
selambat-lambatnya tanggal """"""
iii. Laporan Analisis Dampak Lingkungan
Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa
pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal """""
iv. Laporan Analisis Ekonomi
Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada
Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal """""

h) Tenaga Ahli
Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan perencanaan pendahuluan dan studi awal
adalah Team Leader, Ahli Hidrologi, Ahli Sungai, Ahli Geodesi, Ahli Geologi, Ahli
Sosial Ekonomi dan Ahli Lingkungan
4.3 Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan
perencanaan check dam harus memuat :
1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui
sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan
2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi
awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey, investigasi lapangan dan
persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
21 dari 121
3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan
arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses
persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim
4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan
seluruh kegiatan pekerjaan
4.4 Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan
spesifikasi teknis pekerjaan perencanaan check dam harus memuat :
1) Pengukuran
Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung
personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli dan asisten tanaga ahli serta biaya
langsung non personil yang meliputi biaya tenaga penunjang, perjalanan dinas, survey
dan investigasi, biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. Biaya langsung
diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli, asisten serta tenaga pendukung. Biaya
langsung non personil diukur berdasarkan add cost.
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas pekerjaan perencanaan yang diukur menurut ketentuan di atas, akan dibayar
menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini, dimana harga
dan pembayaran tersebut.
No. Uraian
Satuan
Pengukuran

1.
2.







Biaya Langsung Personil
Biaya Langsung Non Personil :
2.1) Biaya Perjalanan Dinas
2.2) Biaya Operasional Kantor
2.3) Pengukuran dan Pemetaan
- Pemasangan Patok BM dan CP
- Pengukuran poligon dan situasi
- Pengukuran cross-section
2.4) Penyelidikan Geologi
2.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah
2.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air
2.7) Biaya Pelaporan
2.8) Biaya Diskusi


OB

Orang-hari
Unit - Bulan

Buah
Kilometer
Kilometer
Buah
Sampel
Sampel
Exemplar
Lump-sum
5. PEKERJAAN DETAIL DESAIN
Detail desain adalah kegiatan perencanaan rinci suatu bangunan air yang menghitung dan
menggambarkan atau juga memetakan berbagai dimensi bangunan sesuai dengan
kebutuhan perencanaan suatu bangunan atau komponennya. Contoh detail desain untuk
check dam dari mulai gambar lay out sampai dengan dimensi rinci serta spesifikasi bahan
yang akan digunakan sebagai komponen bangunan check dam.
Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bangunan pengaman sungai berupa
check dam harus memuat :
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
22 dari 121
5.1 Ketentuan dan Persyaratan
Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi
teknis pekerjaan detail desain check dam memuat :
1) Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang
Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan dalam penyediaan data dan fasilitas penunjang,
meliputi :
a) Penyediaan oleh Pengguna Jasa
Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan
akan dipelihara oleh Penyedia Jasa :
i. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai
laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu
ii. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan)
iii. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai
pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka
pelaksanaan jasa konsultansi
b) Penyediaan oleh Penyedia Jasa
Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan
yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
i. Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai
untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi.
ii. Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu
desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu
untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia
Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil
pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi
Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa.

2) Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung
a) Tenaga Ahli
Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka
penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masingdengan
menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.
b) Tenaga Pendukung
Tenaga pendukung yang berupa tenaga penyelenggara organisaasi pelaksanaan
kegiatan dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam urusan administrasi serta
kelancaran pelaksanaan pekerjaan.


3) Persyaratan Pelaksanaan
a) Jadwal Pelaksanaan
Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas
pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa
harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang
menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan.
b) Diagram Batang (Bar-Chart)
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
23 dari 121
Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang
keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung
yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.
5.2 Pelaksanaan Pekerjaan
Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan
detail desain check dam meliputi :
a) Pengumpulan Data Sekunder
Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa dengan
melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait. Kegiatan pengumpulan data sekunder
untuk pekerjaan detail desain bangunan check dam meliputi :
(1) Data Topografi
Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada,
dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran
suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna
lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap
laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-
1989.
Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang, misalkan
pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan
tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia
Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.000.
(2) Data Hidrologi
Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan,
besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit minimum, rata-rata
dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan
kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi diantaranya
berupa :
i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada Instansi BMG dan mungkin juga
Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)
ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada Instansi BMG dan mungkin
juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).
iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama
penyinaran dan kecepatan angin. Perolehan data dapat diperoleh pada Instansi
BMG
iv. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5
tahun, yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung.
(3) Data Geologi Teknik
Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang
memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik batuan serta tekstur dan
struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000 sesuai dengan KP!01, SK DJ
Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.
Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan, jika tidak
didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait.
(4) Data Bangunan Air di Sungai
Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta bangunan
umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak timbal balik
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
24 dari 121
terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir rencana bangunan
sesuai dengan SNI 03-2400-1991
(5) Data Aspek Multisektor
Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa
informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan
penggunaan air sesuai dengan KP!01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986
tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi lingkungan dapat diperoleh
dari dari BPS, PSDA, dan BAPEDAL. Data-data tersebut meliputi :
i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan geologi,
hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah
ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air
iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk, tingkat
pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain.
iv. rencana tata ruang wilayah
b) Survey
a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan
Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-
200x, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Kegiatan yang bersifat Umum,
Bagian-2, Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Kegiatan ini akan
dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak
mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses
alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Cakupan
kegiatan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan
detail desain check dam meliputi :
(1) Pemetaan situasi sungai
Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala
minimum 1 : 2000. Peta ini harus meliputi jarak 1,0 km ke arah hulu dan ke hilir
dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi
sungai. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1,0 m,
kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0,50 m. Peta ini harus
mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput
harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga
untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. Peta situasi juga harus
menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah
pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya.
(2) Pengukuran detail situasi check dam
Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500. Peta detil
harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara lengkap. Peta ini
harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap
0,25 m.
b) Survey Hidrometri
Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan
ketentuan dan persyaratan yang meliputi :
i. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan
perencanaan ; mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi; mampu
melewatkan banjir; geomteri dan badan sungai harus stabil; adanya kontrol
penampang; bagian alur sungai atau saluran yang terbuka lurus.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
25 dari 121
ii. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub
kritis; tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar
iii. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan
aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua
kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran
debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode
pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim, jika musim kemarau pengukuran
debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan
pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap
bulannya
iv. keandalan peralatan dan sarana penunjang; peralatan dan sarana penunjang
harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan
kalibrasi secara berkala, dibersihkan dan dirawat dengan baik
v. kemampuan tim pengukurnya
Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air, kecepatan dan debit dapat digunakan alat
ukur arus tipe baling-baling. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan
merawas, menggunakan perahu, menggunakan jembatan dan menggunakan kereta
gantung. Kedalaman pengukuran minimal 3,5 kali diameter baling-baling sesuai
dengan SNI 03-2819-1992.
Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena
berbagai hal, misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau
peralatannya; kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis
alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat
dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-
1992.
c) Survey Aspek Multisektor
Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan untuk
mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan dilakukan oleh
pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP!01, SK DJ Pengairan No.
185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.
c) Investigasi atau Penyelidikan
a) Sungai
Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan
karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. Kegiatannya meliputi :
(1) Sampling Sedimen Layang
Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik dasar
maupun layang, pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang
tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan
sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan
pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Perletakan peralatan
pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan
SNI 03-3414-1994.
(2) Sampling Sedimen Dasar
Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang
melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai
setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku..
b) Geoteknik Lapangan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
26 dari 121
Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data
karakteristik mekanika tanah lokasi check dam. Penyelidikan geoteknik lapangan
mencakup kegiatan pengeboran, pengambilan sampel serta bor tangan. Pelaksanaan
kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x,
Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Kegiatan yang bersifat Umum, Bagian-3,
Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik.
d) Uji Laboratorium
a) Sedimen
Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen
yang terbawa oleh aliran sungai.
(1) Sedimen Layang
i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994,
maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mengetahui kadar
sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-
1996.
ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya
dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada 20 cm di
bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah
aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan
pengendapan untuk mengetahui kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-
1995. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji
gravimetri dengan ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995.
(2) Sedimen Dasar
Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties)
Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan engineering
properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-3, Penyelidikan Geoteknik.
e) Analisis dan Perencanaan
Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai berikut :
a) Hidrologi
Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir
rancangan berdasarkan data debit, curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-1991.
Metode perhitungan adalah sebagai berikut :
i. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun), sehingga
analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas
frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel, Log Pearson atau Log Normal
ii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun, maka digunakan metode analisis
regional,
iii. jika data debit yang tersedia antara 3 ! 10 tahun, maka digunakan Metode puncak
banjir di atas ambang,
iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter hujan
dan karakteristik DPS antara lain :
- Metode Rasional, digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah
tangkapan yang kecil (< 40 Ha)
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
27 dari 121
- Der Weduwen, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan
luas < 100 km
2

- Melchior, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas >
100 km
2

- Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS
tanpa memperhatikan luas DAS
- Metode Hidrograf Satuan
- Metode US ! Soil Conservation Service
v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih
panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan
untuk memperpanjang data aliran.
b) Muatan Sedimen
Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang
(suspended load) dengan parameter jenis material, diameter butir dan volume atau
berat per satuan waktu, persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah
Meyer-Peter dan Muller, Engelund-Hansen, Einstein dan Einstein-Brown sesuai
dengan SNI 03-1724-1989.
c) Analisis Hidrolika
Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan check dam, meliputi :
(1) Analisis Lengkung Debit
Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu check
dam berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan
besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada minimal 10
buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan debit minimum
sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis grafis dan jika
kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka
dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 .
(2) Analisis Parameter Hidraulik
Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran,
kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan dengan
keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari hidraulik) sesuai
dengan SNI 03-2400-1991.
Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara
pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai berpenampang
tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai berpenampang ganda
dapat digunakan metode penampang ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994.
(3) Perencanaan Check dam
Perencanaan check dam harus memuat tentang benytu dan dimensi check dam
(panjang bendung penahan seluruhnya, bendung utama, bendung pembantu,
kolam olak, bangunan pelengkap dan tembok tepi); stabilitas dan kekuatan check
dam dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-2851-1991.
(4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)
Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk
kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai berikut :
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
28 dari 121
i. jika lokasi pekerjaan berada pada kota besar/metropolitan maka parameter
kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai > 5 km dan volume
pengerukan > 500.000 m
3

ii. jika lokasi pekerjaan berada pada kota sedang maka parameter kajian adalah
panjang kegiatan normalisasi sungai > 10 km dan volume pengerukan >
500.000 m
3

iii. jika lokasi pekerjaan berada pada pedesaaan maka parameter kajian adalah
panjang kegiatan normalisasi sungai > 15 km dan volume pengerukan >
500.000 m
3

Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi :
i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan,
terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan
hidup
ii. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak
besar dan penting
iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak
besar dan penting terhadap lingkungan hidup
iv. perumusan RKL dan RPL
(5) Analisis Kelayakan Ekonomi
Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter
ekonomi yaitu :
i. Economic Internal Rate of Return (EIRR)
ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio)
iii. Net present value (NPV),
Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal
pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.
f) Nota Desain
Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya
berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun
bangunan penunjang
g) Penggambaran
Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan, layout
bendung dan bangunan pelengkapnya, potongan memanjang dan melintang check dam,
detail bangunan. Penggambaran mengacu pada KP-07, DJ Pengairan No.
185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran.
h) Perhitungan BOQ
Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume
pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan
dilakukan.

i) Penyusunan Rencana Anggran Biaya
Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Analisa
Harga Satuan Pekerjaan, Pekerjaan Pembangunan Pengaman Sungai, Bagian-4, Check
dam yang didasarkan pada :
i. kuantitas dan harga satuan pekerjaan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
29 dari 121
ii. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis
biaya
iii. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan
dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Khusus untuk harga satuan
bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan
iv. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya
persiapan, mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat, dokumentasi, dewatering dll.
j) Penyusunan Dokumen Pelelangan
Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau
pengadaan barang maupun jasa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan
Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan, komponen bahan dan spesifikasi
konstruksi, cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN
KIMPRASWIL No. 257/PTS/M/2004
k) Pekerjaan Lain-lain
a) Mobilisasi dan Demobilisasi
(1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal
Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan, dari
tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Mobilisasi staf kantor, tenaga kerja lapangan
dan lain-lain, sudah termasuk dalam item mobilisasi.
(2) Demobilisasi
Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa
pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi, peralatan dan
perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja
menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai.
b) Foto Dokumentasi
(1) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9
cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di
lapangan.
(2) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal, selama dalam dan akhir
pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Foto ini harus ditempelkan pada laporan
bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Setiap hasil cetakan foto
harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya.
(3) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto
berwarna disusun album beserta negative filmnya.
c) Asuransi
Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal
asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh
Depnaker dan Jamsostek
l) Produk yang dihasilkan
Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang
meliputi :
a) Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan berisi antara lain:
i. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada
ii. Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh
iii. Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
30 dari 121
iv. Jadwal kegiatan Konsultan
Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang
metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan
lapangan, dan rencana kerja berikutnya.
Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
b) Laporan Bulanan
Laporan Bulanan berisi antara lain:
i. uraian permasalahan, hambatan dan temuan pada bulan tersebut.
ii. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya
iii. daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya
iv. mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan
masing-masing pada bulan tersebut
v. realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi
Laporan bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang
telah diidentifikasi serta usulan penanganan, program dan jadwal kerja selanjutnya.
Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
c) Laporan Interim
Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit
banjir rancangan, hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi, lokasi pengambilan
sampel sedimen dan hasil uji laboratorium, lokasi investigasi geoteknik dan hasil
laboratorium, serta konsep lokasi check dam.
Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
d) Laporan Akhir Sementara
Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang
kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan
topografi, geoteknik, hidrologi, hidrolika, perhitungan desain, dan gambar Konstruksi
bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya.
Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
e) Laporan Akhir
Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan
desain, perhitungan desain, metode dan jadwal konstruksi, jadwal pelaksanaan,
estimasi biaya, paket konstruksi dan lain-lain. Laporan akhir ini dibuat setelah
didiskusikan dan disetujui pada konsep Laporan akhir (draft laporan akhir).
Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara
dengan memperhatikan semua masukan, tanggapan, dan koreksi.
Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-
lambatnya tanggal""""""
f) Dokumen Tender
Dokumen Tender terdiri atas:
i. rencana anggaran biaya (RAB)
ii. gambar desain A1, rangkap 3 (tiga), termasuk 1 kalkir
iii. gambar desain A3, rangkap 3 (tiga)
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
31 dari 121
iv. dokumen tender, masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi:
i. tender drawing
ii. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis
iii. rencana pelaksanaan fisik dan construction method
iv. daftar kuantitas dan harga satuan
Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
g) Gambar
Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut :
i. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 ;
ii. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 ! 1 : 200
iii. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 ! 1 : 200.
Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-
lambatnya tanggal""""""
h) Laporan Penunjang
Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi :
i. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan
Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan
oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal
""""""
ii. Laporan Penyelidikan Geoteknik
Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada
Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal """"""
iii. Laporan Analisis Dampak Lingkungan
Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada
Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal """""
iv. Laporan Analisis Ekonomi
Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada
Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal """""

m) Keperluan Tenaga Ahli
Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader, Ahli
Hidrologi, Ahli Hidrolika, Ahli Sungai, Ahli Geodesi, Ahli Geologi, Ahli Geoteknik, Ahli
Lingkungan, Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi.
5.3 Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan spesifikasi teknis
pekerjaan perencanaan bendung harus memuat :
1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui
sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan
2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi
awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey, investigasi lapangan dan
persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan
3) Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan
arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses
persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim
4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan
seluruh kegiatan pekerjaan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
32 dari 121
5.4 Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman penyusunan
spesifikasi teknis pekerjaan detail desain check dam harus memuat :
1) Pengukuran
Kuantitas untuk pekerjaan detail desain harus diukur berdasarkan biaya langsung personil
yang meliputi keterlibatan tenaga ahli dan asisten tanaga ahli serta biaya langsung non
personil yang meliputi biaya tenaga penunjang, perjalanan dinas, survey dan investigasi,
biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. Biaya langsung diukur berdasarkan
daftar hadir tenaga ahli, asisten serta tenaga pendukung. Biaya langsung non personil
diukur berdasarkan add cost
2) Dasar Pembayaran
Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas, akan dibayar
menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan
Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini, dimana harga
dan pembayaran tersebut.

No. Uraian
Satuan
Pengukuran

1.
2.







Biaya Langsung Personil
Biaya Langsung Non Personil :
2.1) Biaya Perjalanan Dinas
2.2) Biaya Operasional Kantor
2.3) Pengukuran dan Pemetaan
- Pemasangan Patok BM dan CP
- Pengukuran poligon dan situasi
- Pengukuran cross-section
2.4) Penyelidikan Geologi
2.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah
2.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air
2.7) Biaya Pelaporan
2.8) Biaya Diskusi


OB

Orang-hari
Unit - Bulan

Buah
Kilometer
Kilometer
Buah
Sampel
Sampel
Exemplar
Lump-sum
6. PEKERJAAN KONSTRUKSI
Konstruksi merupakan rangkaian proses kegiatan yang dituangkan dalam bentuk pekerjaan
fisik di lapangan berdasarkan gambar yang didapatkan dari hasil kegiatan perencanaan
teknik.
Pedoman spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi bangunan pengaman sungai check dam
harus memuat :
6.1 Ketentuan dan Persyaratan
Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan untuk pedoman spesifikasi teknis
pekerjaan konstruksi check dam memuat :
1) Program Pelaksanaan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
33 dari 121
Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam
pembuatan program pelaksanaan adalah sebagai berikut :
a) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang
termasuk dalam Kontrak. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para
penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih
terperinci.
b) Penyedia Jasa harus menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan
berisi jadwal pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus
dikerjakan berdasarkan Kontrak, dengan metode PERT/CPM network. Jadwal
Pelaksanaan ini harus sesuai dengan hari kelender, jangka waktu yang diperlukan,
tanggal mulai paling awal, tanggal selesai paling awal dan paling lambat, lama
pelaksanaan dan sebagainya.
c) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan
perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis. Jadwal
Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani oleh
Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal
Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak.
d) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia
Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan
dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan
Direksi Pekerjaan, dan termasuk dalam Dokumen Kontrak.
e) Jika selama pelaksanaan pekerjaan, rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata dibawah
yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan, Penyedia Jasa harus dapat
menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui, maka Direksi
Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja dan atau
peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan pada bagian
pekerjaan tersebut.
2) Aspek-aspek yang Perlu diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan
a) Aspek Keselamatan Kerja
Penyedia Jasa pekerjaan detail desain harus memperhatikan ketentuan kesehatan
dan Undang-Undang Keselamatan Kerja. Ketentuan-ketentuan tersebut harus
diadopsi oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara
menyeluruh untuk setiap tahapan pekerjaan, mulai dari tahap pekerjaan persiapan
hingga pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan.
b) Aspek Lingkungan
Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan, Penyedia Jasa harus membuat
program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan
mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya
Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau
Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/
pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). Program ini harus
mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
c) Aspek Administrasi
Penyedia Jasa pekerjaan detail desain harus memiliki prosedur dan tata cara
administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat, surat pengumuman, surat
undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan.
Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan, pelaksanaan, serah
terima, dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan
kelompok pekerjaan, urutan waktu, atau kategori lain yang dianggap penting.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
34 dari 121
Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan dan
Bulanan).
d) Aspek Ekonomis
Penyedia Jasa pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan.
Termasuk dalam hal ini aspek SDM, Peralatan, dan pengadaan bahan.
SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan
kualitas pekerjaan. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan harus
diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila peralatan-
peralatan tersebut diadakan dengan sewa. Pengadaan bahan/material harus
diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan.
e) Aspek Sosial dan Budaya
Penyedia Jasa pekerjaan detail desain berkewajiban memperhatikan kondisi sosial
dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. Hal-hal yang cukup sensitif,
seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah, waktu istirahat, hal-hal yang
ditabukan, atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat sedapat
mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat dalam
pekerjaan.
3) Sumber Bahan Pelaksanaan
a) Penyedia Jasa bertanggung jawab atas pengadaan material beton pasangan,
bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Proyek
akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk bahan
timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan.
b) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain,
Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi
terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan.
4) Pekerjaan Pengeringan (Dewatering)
Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air
tergenang. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara, bila perlu
melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk mengeluarkan air
tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. Semua bangunan
sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi Pekerjaan.
Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi
Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-7, Pekerjaan Dewatering.
5) Pemagaran Lokasi Pekerjaan
Jika diperlukan, Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar yang sesuai dan
disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan!pekerjaan
pelaksanaan. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain, harus dibuat tipe
yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd
T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum,
Bagian-9, Pekerjaan Lain-lain.
6) Material dan Peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa
Ketentuan yang memuat tentang penyediaan material dan peralatan oleh Penyedia Jasa
diatur sebagai berikut :
a) Umum
Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi
syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam
Kontrak. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan harus
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
35 dari 121
baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau
Standar yang ditunjukkan. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan
atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus
memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih
dahulu.
b) Peralatan untuk Pelaksanaan
Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam
jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. Direksi
Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan, jika
menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak.
Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan, lengkap dengan
suku cadangnya yang cukup, untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
c) Material Pengganti
Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan
dalam spesifikasi teknik atau gambar, tapi jika material tersebut tidak dapat diperoleh
dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa, boleh memakai material pengganti
dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Tidak boleh ada material pengganti tanpa
persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan.
d) Pemeriksaan Peralatan dan Material
Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan
sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan
oleh Pemberi Tugas :
i. tempat produksi atau pabrik
ii. pengangkutan
iii. lokasi proyek
Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi
peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan
pemeriksaan. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal
tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk mengadakan
peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik.
e) Program dan Catatan Pengangkutan
Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan, Penyedia Jasa harus
menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci, dengan
urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal
Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa harus memberitahu
Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan, material dan pemasangan peralatan di
lapangan.
f) Spesifikasi, Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa
Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap, brosur dan data
mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada
Direksi Pekerjaan untuk disetujui, dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari
setelah menerima surat perintah kerja. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap
spesifikasi, brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari
tanggung jawabnya sesuai dengan Kontrak.
6.2 Pelaksanaan Pekerjaan
Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan
konstruski check dam memuat :
1) Pekerjaan Persiapan Umum
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
36 dari 121
Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi :
a) Mobilisasi dan Demobilisasi
Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-9, Pekerjaan Lain-lain
b) Jalan Penghubung Sementara
Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-9, Pekerjaan Lain-lain
c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan
Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai
berikut :
i. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian
laboratorium, pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh
Direksi Pekerjaan
ii. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan
seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material
pelaksanaan dan tanah.
iii. Selambat-lambatnya tanggal... ... ... , Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule
pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya.
Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton, pengujian
pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai.
Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia
Jasa. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan
Penyedia Jasa.
d) Kantor, Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa
Penyedia Jasa harus membuat, merawat dan selanjutnya membongkar bangunan
sementara seperti kantor, bengkel, laboratorium, gudang dan pagar yang hanya
diperlukan pada saat pelaksanaan. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana
pelaksanaan secara detail termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan
selambat-lambatnya tanggal ... ... ...
e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa
Jika tidak ditentukan lain, Penyedia Jasa harus menyediakan, merawat dan
membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna
Jasa, Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot,
penerangan, air minum, saluran, jalan, tempat parkir, tempat buangan dan akomodasi
yang bersifat sementara. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan
pekerjaan ini. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan
termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan.
f) Air Kerja
Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal
staf Penyedia Jasa, Pekerja, Laboratorium, Bengkel dan tempat lain yang perlu
dilokasi pekerjaan. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan
Direksi Pekerjaan.
g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan
Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan,
perumahan staf Penyedia Jasa, Barak, Laboratorium, Bengkel, Gudang dan Kantor.
Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya, mengoperasikan dan merawat
sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
37 dari 121
Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang
ada antara lain : generator, kawat, alat-alat penyambung dan lain sebagainya
2) Pekerjaan Persiapan Khusus
Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi check dam meliputi :
a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan
Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-2, Pekerjaan Pengukuran
Topografi dan Pemetaan
b) Gambar-gambar Pelaksanaan
Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan
ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik,
Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-9, Pekerjaan Lain-lain
3) Pekerjaan Konstruksi Check dam
Pelaksanaan kegiatan konstruksi check dam terdiri dari pekerjaaan :
a) Pekerjaan Tanah
Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan, pembersihan medan; galian dan timbunan.
Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi
Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-1, Pekerjaan Tanah
b) Pekerjan pengukuran atau steack out
Pekerjaan pengukuran atau stick out mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-2, Pekerjaan Pengukuran
Topografi dan Pemetaan
c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik
Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Pelaksanaan
pekerjaan pengujian geoteknik mengcau pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-3, Pekerjaan Penyelidikan
Geoteknik
d) Pekerjaan Beton
Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-4, Pekerjaan Beton
e) Pekerjaan Pasangan
Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman
Penyusunan Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-5, Pekerjaan
Pasangan Batu
4) Pekerjaan Lain-lain
Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama. Pekerjaan lain-lain meliputi foto
dokumentasi ; pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built
drawing). Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-6, Pekerjaan Pemancangan
5) Kebutuhan Tenaga Ahli
Field Supervision Team, kewajibannya sebagai berikut :
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
38 dari 121
i. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pinbagpro fisik) melakukan pengendalian
atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh Penyedia Jasa tepat mutu, tepat
biaya, dan tepat waktu. rujukan : dokumen kontrak.
ii. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pinbagpro fisik) mendorong kontraktor untuk
memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-
ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak.
iii. membantu Pengguna Jasa (dalam hal ini pinbagpro fisik) dalam menyikapi contract
change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi
oleh pelaksana.
iv. melakukan review design dan membantu pinbagpro fisik memerintahkan kepada
kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design.
v. melakukan pengecekan, pengukuran, dan perhitungan volume setiap item pekerjaan
yang dilakukan oleh Penyedia Jasa secara cermat sebagai bahan untuk menetapkan
volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan.
vi. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan
(yang dikerjakan oleh Penyedia Jasa) pengendalian mutu, dan kemajuan fisik /
keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan
melaporkannya kepada pinpro pengawasan dan pinbagpro fisik.
vii. memeriksa dan menandatangani MC (monthly certificate) yang diajukan oleh
kontraktor kepada pinpro pelaksanaan konstruksi (pinbagpro).
viii. menyiapkan as built drawing.
ix. menyiapkan laporan bulanan, laporan triwulan, dan laporan akhir proyek.
x. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi
xi. membantu pinbagpro fisik dalam pelaksanaan.

6.3 Pengendalian Biaya, Mutu dan Waktu
1) Pengendalian Biaya
a) Umum
Pengendalian biaya pekerjaan, pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas,
yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap
terjaga. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. Jadi dapat diartikan
bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat
menghasilkan laba yang baik pula.
Evaluasi biaya, sebagai bagian dari proses pengendalian biaya, biasanya
menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang
belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). Sedangkan data
cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data
pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian, padahal data tersebut juga ada
dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan.
Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk
dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai.
Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana
pinjaman, oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow
yang defisit, harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar.
Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4
(empat) kelompok yaitu :
i. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
39 dari 121
ii. pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan
pembayarannya lancar, sehingga labanya berwujud sebagai tunai, seperti
pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya
juga lancar.
iii. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek
iv. pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. bila kondisi
likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki, dampaknya dapat mengurangi
kondisi rentabilitas, seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi
dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar).
v. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus
vi. pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan
memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas
menjadi lebih baik, seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat, tetapi
semua pembayarannya sangat lancar.
vii. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek
viii. pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak
terjadi, seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat, ditambah lagi
pembayarannya tidak lancar. oleh karena itu, pengendalian likuiditas pekerjaan
perlu menjadi perhatian, terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian
pekerjaan.
b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan
Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua
upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf)
dan perusahaan, agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar, murah dan efisien
sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan.
Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh :
(1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak
langsung)
(2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang,
finishing, pembongkaran, dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi, yaitu
biaya langsung maupun tidak langsung)
(3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan, yang
kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek
penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang
seharusnya direncanakan).
Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak
sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian, tetapi lebih
merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan, pengawasan,
pemeriksaan, evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan
c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan
Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional
pelaksanan pekerjaan. Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan
terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan
yang wajar, murah dan efisien, dilakukan dengan dua cara :
(1) Cara langsung
Cara ini dilakukan dengan :
- Peninjauan
- Pengawasan
- Pemeriksaan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
40 dari 121
- Audit
Sasaran yang dicapai:
- Mengetahui dan mendapat informasi
- Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan
- Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikanlangsung atas
ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadiannegatif yang akan
timbul.
Memastikan sasaran pengendalian:
- apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana
atau jadwal pelaksanaan pekerjaan?
- apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi
standar spesifikasi teknis dan kontrak?
- apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait?
- apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik
pekerjaan?
- apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana
anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan?
- alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan
ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu, guna mencapai
sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya?
(2) Cara tidak langsung
(a) Dokumen Pekerjaan
Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman
biaya pelaksanaan
- termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien
- termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif
- termasuk dalam hal unit price pekerjaan, material dan alat sesuai rencana
yang wajar, murah dan efisien.
(b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow)
Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan, agar selalu tercapai
likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus.
- dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai
dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak
lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair)
- dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan
hutang jatuh tempo, sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada
yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang
jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut.
(c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification, yang dalam hal ini
menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi
Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya
tambahan (mungkin pembongkaran, perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik
pekerjaan), kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah
direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal
(d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada
pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan. Jika pelaksanaanya tidak
konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil
pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk
kerja ulang, pekerjaan finishing, dan lain-lain
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
41 dari 121
Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal
yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang
baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan; alasan teknis harus wajar)
(e) Laporan-laporan pekerjaan
- melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para
pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer
- melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para
koordiantor pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau
project manager
- melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional
pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer
pekerjaan kepada perusahaan / direksi.
Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut :
- realisasi progress fisik terhadap rencananya
- rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan
- realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya
Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi /
revisi terakhir) :
- realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana
yang diambil dari rap / cash flow.
- penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah
terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang
direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan
perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya
terhadap rencana sampai bulan depan
- foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol
2) Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan
terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah
ditetapkan di dalam Dokumen kontrak. Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan
dapat dilihat pada gambar.
Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu :
- dimensi (panjang, lebar, tinggi, tebal, kemiringan, dsb)
- kualitas (kepadatan, kuat tekan, daya dukung tanah, dsb)
Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan, yaitu :
- pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah, batu,semen)
- pengendalian mutu bahan olahan (misalnya ; batu pecah hasil stone crasher, adukan
semen, adukan beton dan lain-lain)
- pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah, beton struktur dll).
Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat :
- nama pemeriksanaan,
- metode pemeriksaan
- frekuensi pemeriksaan
- spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100%
- toleransi hasil : misalnya 0 %
Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA, haruslah dinilai dari beberapa
aspek, yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak, ukuran-ukuran
sesuai dengan desain kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik, biayanya tidak melebihi
anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin
keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. Untuk mencapai maksud
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
42 dari 121
tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan
konstruksi, meliputi pengendalian biaya, mutu dan waktu. Prosedur pengendalian mutu
dapat dilakukan sebagai berikut :
a) Metode pengawasan kualitas pekerjaan, meliputi :
(1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel
Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan, yaitu:
- memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan
pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan.
- mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang
telah ditetapkan, mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan.
membuat laporan jalannya pelaksanaan, hasil pengujian lapangan dan benda-
benda uji yang akan dikirim ke laboratorium
(2) Tahap pemeriksaan
Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan, hasil-hasil pengujian lapangan dan
hasil pengujian laboratorium. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil
pemeriksaan
(3) Tahap tindak lanjut
Tahap ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu:
- Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan
spesifikasi teknik, harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan
berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan.
- Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik), haruslah
dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut.
Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan :
- tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakandengan baik, maka pekerjaan
harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang
telah ditetapkan.
- tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut, maka
tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki
menurut cara baru
b) Penerapan standar/pedoman
(1) Standar/pedoman spesifikasi
Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum
dalam dokumen pekerjaan
(2) Standar/pedoman pengujian
Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku
(3) Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan
Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas
pekerjaan yang dikehendaki. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek
seperti pemilihan bahan, percobaan-percobaan, tata cara pelaksanaan
(mengolah/meramu, mengangkut dan merekayasa).
3) Pengendalian Waktu
Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan
pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. Faktor-faktor yang harus
dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan :
i. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut
diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
43 dari 121
ii. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan
sebelumnya.
iii. alasan sosial politik lainnya, apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah.
iv. kondisi alam dan lokasi pekerjaan
v. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya
vi. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material, peralatan dan material pelengkap
lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan
vii. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang
dipergunakan selama operasional paelaksanaan berlangsung
viii. produktivitas sumber daya, peralatan pekerjaan, dan tenaga kerja pekerjaan, selama
operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan
teknis
ix. cuaca, musim, debit banjir, skala gempa tahunan, dan lain-lain
x. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi
nasional, daerah, dan hari-hari keagamaan, serta adat setempat dimana pekerjaan
berada.
xi. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan
dana pekerjaan yang bersangkutan.
Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan Beberapa jenis
jadwal dapat dipergunakan, tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah :
a) Bar Charts Basic An Linked (Diagram Balok-Asli Dan Terkait)
b) Critical path metode atau network planning
6.4 Pengukuran dan Pembayaran
1) Pengukuran
a) Pekerjaan Tanah
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A,
Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum,
Bagian ! 1, Pekerjaan Tanah
b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan
mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis,
Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian ! 2, Pekerjaan Pengukuran Topografi dan
Pemetaan
c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada
Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang
Bersifat Umum, Bagian ! 3, Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik
d) Pekerjaan Beton
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A,
Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum,
Bagian ! 4, Pekerjaan Beton
e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
44 dari 121
pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan
yang Bersifat Umum, Bagian ! 5, Pekerjaan Pasangan Batu, Batu Kosong dan
Bronjong
f) Pekerjaan Pemancangan
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A,
Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum,
Bagian ! 6, Pekerjaan Pemancangan
g) Pekerjaan Lain-lain
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain; misal : photo
dokumentasi, gambar-gambar, perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen
kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi
Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian ! 9, Pekerjaan Lain-lain
2) Dasar Pembayaran
a) Pekerjaan Tanah
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu
pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan
yang Bersifat Umum, Bagian ! 1, Pekerjaan Tanah
b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan pengukuran
topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman
Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian ! 2,
Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan
c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan penyelidikan
geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi
Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian ! 3, Pekerjaan Penyelidikan
Geoteknik
d) Pekerjaan Beton
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan beton mengacu
pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan
yang Bersifat Umum, Bagian ! 4, Pekerjaan Beton
e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan
bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi
Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian ! 5, Pekerjaan Pasangan Batu, Batu
Kosong dan Bronjong
f) Pekerjaan Pemancangan
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pemancangan mengacu pada
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
45 dari 121
Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang
Bersifat Umum, Bagian ! 6, Pekerjaan Pemancangan
g) Pekerjaan Lain-lain
Dalam pelaksanan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-
lain; misal : photo dokumentasi, gambar-gambar, perumahan dan lain yang terekam
dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman
Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian ! 9,
Pekerjaan Lain-lain
Nomor
Pembayaran
Uraian Satuan Pengukuran

1.
2.
3.

4.
5.

6.
7.
8.

9.
10.


Mobilisasi dan Demobilisasi
Jalan masuk dan jalan sementara
Gambar konstruksi dan gambar
purna laksana
Pekerjaan Tanah
Pekerjaan Pengukuran dan
Pemetaan
Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik
Pekerjaan Beton
Pekerjaan Pasangan Batu Kosong
dan Bronjong
Pekerjaan Pemancangan
Pekerjaan Dewatering

Lump Sum
Lump Sum
Lump Sum
Pd T-xx-200x, Bagian1
Pd T-xx-200x, Bagian2
Pd T-xx-200x, Bagian3
Pd T-xx-200x, Bagian4
Pd T-xx-200x, Bagian5
Pd T-xx-200x, Bagian6
Pd T-xx-200x, Bagian7


7. PEKERJAAAN PEMELIHARAAN
Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan mengacu pada Pd. T-11-2004-A, dengan kegiatan
sebagai berikut :
7.1 Inventarisasi Kerusakan dan Survey Pengukuran
Tujuan inventarisasi kerusakan dan survei pengukuran adalah untuk mendeteksi adanya
gejala kerusakan sejak dini. Kegiatan ini dilakukan dengan mamantau terjadinya perubahan
geometri sungai dan bangunan persungaian yang dilakukan secara periodik. Yang perlu perlu
dicatat dalam peninjauan lapangan dan survei pengukuran adalah inventarisasi kondisi tiap-
tiap ruas sungai dan bangunan persungaian. Kegiatan ini ada 2 (dua) tingkat, yaitu :
i. kegiatan tingkat I yang merupakan kegiatan langkah pertama yang cukup penting dan
dilakukan secara rutin
ii. kegiatan tingkat II yang meliputi pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan
sebagai analisis yang komprehensif dan rumit dalam komputer model. Kegiatan tingkat II
ini dilakukan sebagai pelengkap kegiatan tingkat I
1) Kegiatan Tingkat I
Kegiatan ini dilakukan secara periodik . Data-data yang didapat bisa langsung digunakan
untuk analisis kerusakan. Kegiatan ini meliputi :
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
46 dari 121
a) Penggal sungai
Untuk tujuan pemeriksaan survei, sebuah sungai harus dibagi menjadi 3 (tiga) bagian
yaitu hulu, tengah, hilir. Bagian paling hilir biasanya terdiri dari muara sungai
terpengaruh oleh perubahan tinggi muka air laut, sedang sisanya adalah bagian
tengah dan hulu yang panjang biasanya hampir sama.
Karena keterbatasan daya, tenaga, serta dana, kegiatan pemeliharaan tidak dapat
dilakukan secara serempak pada seluruh sungai. Untuk itu, setiap instansi pengelola
sungai akan melakukan seleksi yang didasarkan pada ukuran sungai, pentingnya
bangunan persungaian, dan pentingnya melakukan pemeliharaan.
b) Debit sungai
Debit sungai didapat dari tinggi muka air yang dipasang pada daerah hulu dan daerah
sungai tengah. Jika memungkinkan memanfaatkan bangunan yang sudah ada.
Lengkung debitnya harus diperbarui dalam periode waktu tertentu, tergantung dari
sifat hidrologis sungai.
Jika terdapat bendung, untuk mendapatkan data debit, sebuah pencatat tinggi muka
air harus dipasang pada bendung. Debit bendung yang didapat dari geometri mercu
bendung harus dikalibrasikan dengan pengukuran debit sesungguhnya.
Pencatat tinggi muka air bisa bersifat manual (peil skal) dan otomatis (automatic water
level recorder).
c) Survei sungai
Pengukuran penampang melintang untuk seluruh ruas sungai harus dilakukan dengan
interval jarak dan waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan (misalnya jarak tiap 1000
m, 2 tahun sekali, pada musim kemarau). Pengukuran dilakukan pada lokasi dan arah
yang tetap. Untuk menjamin pengukuran pada lokasi dan arah yang sama, digunakan
patok tetap utama ! PTU (BM Bench Mark) yang dipasang pada lokasi survei
penampang melintang di 2 (dua) sisi sungai. Selain itu, PTU tersebut digunakan
sebagai titik referensi untuk perubahan sungai arah vertikal akibat agradasi/degradasi
dan perubahan sungai arah horizontal (ke arah samping), yang disebabkan oleh
meandering atau tergerusnya tebing sungai.
Selain PTU juga dapat dipasang patok tetap pembantu ! PTP (CP control point)
yang dipasang dengan interval tertentu (misalnya tiap 100 m) pada lokasi yang
diperlukan.
d) Pemeriksaan dan survei bangunan persungaian
Suatu ruas sungai perlu dilakuka monitoring jika ruas tersebut mengalami perubahan
(perubahan vertikal ataupun horizontal) karena danya erosi tebing, endapan sedimen
atau adanya kegiatan galian pasir yang cukup besar dan terus menerus. Pemantauan
alinyemen sungai pada ruas tersebut dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan
kebutuhan.
Agar pemeliharaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan, semua bangunan
persungaian dan ruas sungainya harus dilakukan pemeriksaan secara berkala, sperti
dijelaskan di bawah ini
(1) Tebing sungai yang tererosi
Setiap daerah tebing sungai yang sedang mengalami erosi harus dipasang PTU
yang diletakkan pada tempat yang cukup aman pada dua sisi sungai. Lokasi
tersebut penampang melintangnya harus dimonitor dengan interval waktu sesuai
dengan kebutuhan, disarankan pada akhir musim hujan, minimum satu tahun
sekali. Pengukuran sekurang-kurangnya pada tiga penampang melintang; satu di
daerah tengah dan yang lainnya di hulu dan hilir. Jika panjang erosi 400 m, maka
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
47 dari 121
penampang melintang harus ada pada tiap-tiap 100 m. Perbandingan penampang-
melintang tersebut dengan penampang melintang tahun lalu akan memberikan
informasi yang sangat berguna apakah tebing sungai stabil atau tidak.
Sebagian dari hasil survei akan ditambahkan dalam formulir inventarisasi yaitu
Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir- Penaksiran Pemeliharaan Ruas
Sungai Kiri dan Formulir- Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan.
(2) Lokasi penambangan pasir
Pada setiap lokasi yang terdapat penambangan pasir, harus dilakukan survei
pengukuran tiap tahun dalam musim kemarau. Survei dilakukan pada tiga
penampang melintang, yaitu ditengah, dibagian hulu dan hilir lokasi. Misalnya satu
pada jarak 250 m ke arah hulu, dan 250 m ke arah hilir. Sebagian dari hasil survei
akan ditambahkan dalam Formulir Formulir-Kondisi Ruas Sungai dan Formulir
Formulir- Penaksiran Pemeliharaan Ruas Sungai Kiri dan Formulir- Penaksiran
Pemeliharaan Ruas Sungai Kanan.
(3) Muara sungai
Pemantauan penampang melintang muara sungai beserta gosong-gosong
pasirnya (sand bars) harus dilakukan sekali setahun pada musim kemarau.
Pengukuran dimulai dari muara sungai ke arah hulu sekurang-kurangnya 1000 m
atau sampai dengan penggal sungai yang sudah tidak terpengaruh air laut. Survei
harus melingkupi seluruh timbunan pasir yang menutupi muara. Pengukuran
penampang melintang minimum di tiga lokasi, dengan jarak tertentu sesuai
dengan kebutuhan (misalnya : 200 m atau 2 kali lebar sungai), pada lokasi yang
tetap.
(4) Check dam
Pemantauan alinyemen tebing, point bars dan braid bars ke arah hulu dan hilir
suatu bangunan harus dilakukan minimum sekali setahun pada akhir hujan. Jika
diperlukan, pengukuran penampang melintang harus dilakukan sesudah terjadi
banjir besar minimum sekali pada akhir musim hujan, pada lokasi seperti berikut
ini :
- bagian hulu : 100, 300, 700, dan 1000 m dari arah muka bagian hulu; dan
- bagian hilir : 10, 20, 200, 500 m dari arah muka bagian hilir.
Pengamatan khusus dalam survei tersebut adalah :
- ukur dan gambar lubang gerusan;
- ukur dan gambar penampang melintang pada elevasi tepi dari lantai bangunan;
- ukur dan gambar penampang melintang pada elevasi tepi dari flexible aprons.
Informasi yang didapat dari survei tersebut akan dimasukkan dalam Formulir
inventarisasi yaitu Formulir - Kondisi bendung/bangunan pengendali banjir dan
Formulir - Penaksiran pemeliharaan bendung/bangunan pengendali sedimen.


e) Kegiatan awal
Bagian ini akan meringkas kegiatan awal yang perlu dilakukan pada sistem sungai
sebekum dilakukan pelaksanaan kegiatan berkala. Kegiatan tersebut adalah :
i. Daftar sistem sungai
Persiapkan daftar nama semua sungai untuk inventarisasi dan anak sungainya.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
48 dari 121
ii. Prioritas sistem sungai untuk inventarisasi dan survei awal
Karena keterbatasan dana dan tenaga tidak mungkin melaksanakan pemeliharaan
bangunan persungaian secara serentak, oleh karena itu perlu dibuat daftar
prioritas sungai mana yang akan dilakukan inventarisasi dan survei awal.
iii. Program pemeriksaan, survei awal dan inventarisasi bangunan
Pada saat pertama kali akan mulai, program tahunan harus dipersiapkan untuk
melaksanakan kegiatan tingkat I. Program tersebut harus menjelaskan secara
detail waktu pelaksanaan dari semua kegiatan yang terjadi. Kegiatan tersebut
dilakukan oleh staf dari instansi pengelola sungai. Yang dikontrakkan ke pihak
ketiga harus didefinisikan dengan jelas.
2) Kegiatan pada tingkat II
Kegiatan ini adalah kegiatan pengumpulan data angkutan sedimen untuk digunakan
sebagai analisis yang komprehensif. Dalam kompueter model, kegiatan ini dilakukan
untuk melengkapi kegiatan I.
Kegiatan tingkat II ini dilakukan dengan interval yang lebih jarang dari kegiatan tingkat I.
Data-data yang didapat harus dianalisis terlebih dahulu agar dapat dipergunakan untuk
analisis kerusakan meliputi :
a) Data angkutan sedimen
Pengambilan angkutan sedimen dasar dan sedimen layang untuk analisis sedimen,
dimulai dari bagian hulu dan tengah dari setiap panjang sungai yang diamati,
dilakukan dengan interval waktu sesuai dengan kebutuhan. Jika dilakukan
pengamatan angkutan sedimen, satu set pengamatan harus diambil pada lokasi
pengukuran sekurang-kurangnya dua kali di musim hujan, dan satu kali pada musim
kemarau. Pengamatan tersebut juga harus terdiri atas pengukuran debit harian
selama tujuh hari berturut-turut.
Angkutan sedimen layang (suspended sediment) harus diambil secara vertikal pada
lokasi , , dan dari lebar sungai. Angkutan sedimen dasar (bed load) diambil dari
tempat yang sama.
3) Ringkasan Pemeriksaan dan Survei
Bagain ini memperlihatkan tabel kegiatan tingkat I yang terdiri atas pemeriksaan dan
survei sesuai dengan penjelasan di atas. Pekerjaan tersebut dibagi dalam kegiatan awal
dan kegiatan berkala. Pelaksanaan pekerjaan harus dilakukan atau diawasi oleh staf dari
instansi pengelola sungai, khusunya yang bertugas pada pemeliharaan sungai.
7.2 Perencanaan dan Pelaksanaan Pemeliharaan
1) Tujuan Pemeliharaan
Konsep usulan program pemeliharaan adalah :
a) pencegahan terjadinya permasalahan (keruskaan)walaupun kerusakan beklum terlihat
b) perbaikan kerusakan yang tidak diharapkan segera setalah kejadian sehingga
kerusakan yang lebih parah tidak terjadi
Jadi pemeliharaan merupakan pencegahan dan koreksi, baik yang bersifat permanen
maupun yang dilaksanakan untuk sementara (darurat).
2) Pemeliharaan Pencegahan
Pemeliharaan pencegahan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memelihara funsgi
sungai dan bangunan persungaian agar tetap optimal. Kegiatan tersebut terjmasuk
pekerjaan yang bersifat rutin, misalnya pemotongan rumnput/semak/semak, pembersihan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
49 dari 121
bahan-bahan terapung sperti dahan/ranting pohon yang tersangkut pada bangunan
sungai.
Pemeliharaan pencegahan juga termasuk pemeliharaan berkala yang dilakukan dengan
interval yang terputus-putus dengan tujuan untuk melestarika (mengawetkan) fungsi dari
bangunan persungaian.
Selain itu, pekerjaan perbaikan yang kecil pada bangunan persungaian bertujuan untuk
mengembalikan bangunan itu sesuai dengan kapasitas semula.
3) Pemeliharaan Darurat
Pemeliharaan darurat adalah pemeliharaan pencegahan yang harus segera dilaksanakan
untuk melindungi keutuhan dan kekuatan bangunan (dalam skala besar) yag akan atau
telah mengalami kerusakan sehingga kerusakan bnagunan tidak menjadi lebih parahdan
dapat mengancam fungsi bangunan.
Pekerjaan pemeliharaan darurat bisa bersifat pemeliharaan pencegahan atau
pemeliharaan korektif yang berskala besar, tetapi bangunan atau pelaksnaannya bersifat
sementara.
4) Pemeliharaan Korektif
Pemeliharaan korektif adalah opemeliharaan yang mencoba untuk mengembalikan ke
fungsi semula sungai atau bangunan persungaian yang rusak atau terkena pengaruh
aliran sungai atau akibat ulah manusia. Pemeliharaan korektif ini biasanya terdiri dari
beberapa pekerjaan penting.pemeliharaan korekjtif dibagi dalam tiga kategori, yaitu
pemeliharaan khusus, rehabilitasi dan rektifikasi.
Pemeliharaan khusus adalah pekerjaan pemeliharaan dengan cara memperbaiakii
kerusakan sebuah bangunan persungaian atau bagiannya yang saat itu fungsinya antara
70% samapai dengan 50% dari desaian aslinya.
Rehabilitasi adalah pekerjaan perbaikan utuk mengembalikan fungsi bangunan
persungaian yang telah turun sampai kurang dari 50% dari desain asli.
Rektifikasi sistem bangunan merupakan kegiatan pemeliharaan banguna sungai yang
mengalami kerusakan atau belum rusak tetapi kondisinya sudah tidak berfungsi
sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, sistemnya harus diperbaiki secara keseluruhan
dengan menggunakan perencanaan baru yang menyeluruh dan terpadu
Pemeliharaan korektif ini harus segera dilakukan untuk menghindari kerusakan atau
penuruna fungsi bangunan yang lebih parah.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
50 dari 121
Bibliografi




Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, 2004, Pd. T-12-2004-A,Perencanaan
Teknis Bendung Pengendali Dasar Sungai, Jakarta.


Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, 2004, Pd. T-11-2004-A,Pemeliharaan
Bangunan Persungaian, Jakarta.


Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Badan Penelitian dan Pengembangan,
2002, SNI 03-3444-1994, Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang
Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning, Jakarta.


Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Badan Penelitian dan Pengembangan,
2002, SNI 03-2819-1992, Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka
dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-baling, Jakarta.


Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Badan Penelitian dan Pengembangan,
2002, SNI 03-2820-1992, Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka
dengan Pelampung Permukaan, Jakarta.


Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Badan Penelitian dan Pengembangan,
2002, SNI 03-2822-1992, Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel
Sungai/Saluran Terbuka dengan Analisa Grafis, Jakarta.


Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Badan Penelitian dan Pengembangan,
2002, SNI 03-2830-1992, Metode Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai dengan Cara
Pias Berdasarkan Rumus Manning, Jakarta.


Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Badan Penelitian dan Pengembangan,
2002, SNI 03-2851-1991,Tata Cara Perencanaan Teknis Bendung Penahan
Sedimen, Jakarta.


Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Badan Penelitian dan Pengembangan,
2002, SNI 03-2415-1991, Metode Perhitungan Debit Banjir, Jakarta.


Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Badan Penelitian dan Pengembangan,
2002, SNI 03-1724-1989, Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk
Bangunan di Sungai. Jakarta.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
51 dari 121
Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah, Badan Penelitian dan Pengembangan,
2002, KP-07, Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama, Jakarta.

Yusuf Muhammad Ir. dan Gayo dkk, PT. Pradnya Mitra, 1994, Perbaikan dan Pengaturan
Sungai, Jakarta
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
52 dari 121
S
T
U
D
I

A
W
A
L
S
T
U
D
I

I
D
E
N
T
I
F
I
K
A
S
I
P
E
R
E
N
C
A
N
A
A
N

P
E
N
D
A
H
U
L
U
A
N
S
T
U
D
I

P
E
N
G
E
N
A
L
A
N
S
T
U
D
I

K
E
L
A
Y
A
K
A
N

S
T
U
D
I

I
D
E
N
T
I
F
I
K
A
S
I
LAMPIRAN A
Lampiran A.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Check Dam










































RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
53 dari 121
- TINJAU KEMBALI DATA
- PENGUMPULAN DATA TAMBAHAN
-SURVEI DAN PENYELIDIKAN
TAMBAHAN
PENYELUSURAN BERSAMA
SIPIL GEOTEKNIK,
GEODETIK UNTUK
CHECKING ELEVASI, DAN
SITUASI
PERENCANAAN
PENDAHULUAN
DESKRIPTIF
EKONOMI
DOMINAN
ANALISA
KELAYAKAN
DATA
NONTEKNIS
LAYAK ?
YA
TIDAK
BATAL
- PENYELUSURAN BERSAMA
AHLI SIPIL, GEOTEKNIK,
GEODETIK
- CEK LOKASI BANGUNAN DAN
RENCANA PENYELIDIKAN
- PENGUKURAN TRASE SUNGAI, DAN
SITUASI BANGUNAN
- PENYELIDIKAN GEOTEKNIK
B
TIDAK
YA
A
RENCANA PETA
SUNGAI
TIPE
PENGAMANAN
SUNGAI
PERMASALAHAN ?
LOKASI
BANGUNAN
PENGAMAN
SUNGAI










































RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
54 dari 121
P
E
R
E
N
C
A
N
A
A
N

D
E
T
A
I
L
P
E
R
E
N
C
A
N
A
A
N

D
E
T
A
I
L




































RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
55 dari 121
Lampiran A.2
Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Perencanaan Check Dam
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
56 dari 121
Lampiran A.3
Contoh KAK Pekerjaan Perencanaan Pendahuluan dan Studi Kelayakan
1. LATAR BELAKANG
Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja, menguraikan :
- Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan
- Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi, geologi
regional, kondisi klimatologi, kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan
- Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan
- Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan

2. MAKSUD DAN TUJUAN
2.1. Maksud
Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan
perencanaan pendahuluan bangunan check dam yang berfungsi untuk pencegahan
penurunan dasar sedimen dan penampungan sedimen.
2.2. Tujuan
Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan pengamanan dasar
sungai agar tidak terjadi penurunan dasar sungai dan pengamanan pondasi bangunan
yang dibangun melintang di palung sungai.
3. SASARAN
Sasaran pelaksanaan kegiatan perencanaan dan studi kelayakan adalah menjaga
kesimbangan kondisi slope dasar sungai sehingga bahaya gerusan lokal pada pondasi
bangunan yang dibanguan melintang sungai dapat dihindari.
4. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA
Satuan Kerja Sementara.....................................
5. SUMBER PENDANAAN
Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp .....,- (..................Rupiah)
termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran ........
6. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH
PENGETAHUAN
6.1. Lingkup Kegiatan
Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut :
a) Pengumpulan Data Sekunder
(1) Data Topografi
Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah
ada, dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan
ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan
kondisi tata guna lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata guna lahan
akan berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan daya
infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989.
Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang,
misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta
skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak didapat
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
57 dari 121
maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan
skala minimum 1 : 250.000.
(2) Data Hidrologi
Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah
hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit
minimum, rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai
(DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Berbagai
data dan informasi diantaranya berupa :
i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin
juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)
ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan
mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).
iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama
penyinaran dan kecepatan angin. Perolehan data dapat diperoleh pada
Instansi BMG
iv. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan, minimum
selama 5 tahun, yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai
eksiting misalkan bendung.
(3) Data Geologi
Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional
yang memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik batuan serta
tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000 sesuai dengan
KP!01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi
pelaksanaan pekerjaan.
Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan,
jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi terkait.
(4) Data Bangunan Air di Sungai
Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta
bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak
timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir
rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991
(5) Data Aspek Multisektor
Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan
pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan
tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP!01, SK
DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan
pekerjaan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS, PSDA, dan
BAPEDAL. Data-data tersebut meliputi :
i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan
geologi, hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah
ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air
iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk,
tingkat pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD)
dan lain-lain.
iv. rencana tata ruang wilayah
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
58 dari 121
b) Survey
(1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan
Melakukan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan untuk mendapatkan
peta topografi ukuran 1:1.000 atau 1:2.000, kegiatan pengukuran dan
pemetaan mengacu dan berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman
Penyusunan Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-2,
Pengukuran Topografi dan Pemetaan.
i. pengukuran dilakukan di sekitar lokasi bangunan krib sepanjang minimum
200 m ke hulu dan ke hilir dari rencana lokasi bangunan krib
ii. pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran memanjang dan melintang
untuk mengetahui profil morfologi sungai
iii. pemasangan patok BM di kanan dan di kiri rencana lokasi sepanjang
bangunan krib
(2) Survey Hidrometri
Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu
diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi :
i. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan
perencanaan ; mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi;
mampu melewatkan banjir; geometri dan badan sungai harus stabil;
adanya kontrol penampang; bagian alur sungai yang terbuka lurus.
ii. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati
sub kritis; tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar
iii. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari
keadaan aliran pada saat pengukuran. Jika aliran rendah, pengukuran
debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan
jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode
waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran
tergantung dari musim. Jika musim kemarau pengukuran debit
dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan
pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali
setiap bulannya
iv. keandalan peralatan dan sarana penunjang; peralatan dan sarana
penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya
antara lain dengan kalibrasi secara berkala, dibersihkan dan dirawat
dengan baik
v. kemampuan tim pengukurnya
Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air, kecepatan dan debit dapat digunakan
alat ukur arus tipe baling-baling. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan
dengan merawas, menggunakan perahu, menggunakan jembatan dan
menggunakan kerata gantung. Kedalaman pengukuran minimal 3,5 kali
diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992.
Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena
berbagai hal, misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau
peralatannya; kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat
menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit
sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan
sesuai dengan SNI 03-2820-1992.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
59 dari 121
(3) Survey Aspek Multisektor
Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan tujuan
untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang atau akan
dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP!01, SK DJ
Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan
pekerjaan.
c) Investigasi
(1) Sungai
(a) Sampling Sedimen Layang
Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik
dasar maupun layang, pengambilan sampel sedimen layang dilakukan
pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan
oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel
perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang
dan debit. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10
cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994.
(b) Sampling Sedimen Dasar
Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan
penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi
material dasar sungai setempat. Metode pengambilan disesuaikan dengan
ketentuan yang berlaku.
(2) Geoteknik
Investigasi geoteknik yang dilakukan adalah pengambilan sampel tanah serta
pelaksanaan pemboran. Kegiatan investigasi geoteknik mengacu dan
berpedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik,
Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-3, Penyelidikan Geoteknik.
d) Uji Laboratorium
(1) Sedimen
Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik
sedimen yang terbawa oleh aliran sungai.
(a) Sedimen Layang, pengujian dilakukan dengan prinsip sebagai berikut :
i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-
3414-1994, maka metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk
mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan Piknometer
sesuai dengan SNI 03-4145-1996.
ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam
pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi
berada 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol
berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan
secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui kadar
sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995. Sedangkan untuk
mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan
ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995.
(b) Sedimen Dasar
Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang
berlaku.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
60 dari 121
(2) Geoteknik (Index dan Engineering Properties)
Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan
engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman
Penyusunan Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-3,
Penyelidikan Geoteknik.
e) Analisis dan Perencanaan
Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah sebagai
berikut :
(1) Hidrologi
Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi banjir
rancangan berdasarkan data debit, curah hujan dan luas DAS SNI 03-2415-
1991. Metode perhitungan adalah sebagai berikut :
i. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun), sehingga
analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis probabilitas
frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel, Log Pearson atau Log
Normal
ii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun, maka digunakan metode
analisis regional,
iii. jika data debit yang tersedia antara 3 ! 10 tahun, maka digunakan Metode
puncak banjir di atas ambang,
iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan parameter
hujan dan karakteristik DPS antara lain :
- Metode Rasional, digunakan pada perencanaan sarana drainase
dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha)
- Der Weduwen, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS
dengan luas < 100 km
2

- Melchior, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan
luas > 100 km
2

- Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa
memperhatikan luas DAS
- Metode Hidrograf Satuan
- Metode US ! Soil Conservation Service
v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan
lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang
selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran.
(2) Muatan Sedimen
Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen
layang (suspended load) dengan parameter jenis material, diameter butir dan
volume atau berat per satuan waktu, persamaan yang umum digunakan untuk
analisa adalah Meyer-Peter dan Muller, Engelund-Hansen, Einstein dan
Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989.
(3) Analisis Hidrolika
Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib, meliputi :
(1) Analisis Lengkung Debit
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
61 dari 121
Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu krib
berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit menampikan
besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data debit yang ada
minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang meliputi keadaan
debit minimum sampai maksimum maka dapat digunakan dengan analisis
grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi muka air tertinggi belum atau
tidak dapat diukur maka dapat dihitung dengan persamaan hidrolis sesuai
dengan SNI 2822-1992 .
(2) Analisis Parameter Hidraulik
Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan aliran,
kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang berkaitan
dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah dan jari-jari
hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991.
Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan cara
pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai
berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika sungai
berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang ganda
berdasarkan SNI 03-3444-1994.
(4) Perencanaan Krib
Perencanaan check dam harus memuat tentang benytu dan dimensi check
dam (panjang bendung penahan seluruhnya, bendung utama, bendung
pembantu, kolam olak, bangunan pelengkap dan tembok tepi); stabilitas dan
kekuatan check dam dan stabilitas tanah dasar pondasi sesuai dengan SNI 03-
2851-1991.
(5) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)
Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001 untuk
kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah sebagai
berikut :
i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka parameter
kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai > 5 km dan volume
pengerukan > 500.000 m
3

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian adalah
panjang kegiatan normalisasi sungai > 10 km dan volume pengerukan >
500.000 m
3

iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian adalah
panjang kegiatan normalisasi sungai > 15 km dan volume pengerukan >
500.000 m
3

Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi :
i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan
dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting
terhadap lingkungan hidup
ii. identifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena
dampak besar dan penting
iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan
dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup
iv. perumusan RKL dan RPL
(6) Analisis Kelayakan Ekonomi
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
62 dari 121
Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga parameter
ekonomi yaitu :
i. Economic Internal Rate of Return (EIRR)
ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio)
iii. Net present value (NPV),
Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan jadwal
pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.
6.2. Lokasi Kegiatan
Lokasi pelaksanaan pekerjaan berada di Sungai.............Kecamatan ...........
Kabupaten.........
6.3. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan
6.3.1. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang
1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa
Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan
akan dipelihara oleh Penyedia Jasa :
a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai
laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu
b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan)
c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai
pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam
rangka pelaksanaan jasa konsultansi
2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa
Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan
yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai
untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi.
b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana
mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-
waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan.
Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila
ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut
penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh
Pengguna Jasa.

6.3.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung
Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun
tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut :
1) Tenaga Ahli
Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka
penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan
menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.
2) Tenaga Pendukung
Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian
pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran
pelaksanaan pekerjaan.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
63 dari 121
6.3.3. Persyaratan Pelaksanaan
Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan
berikut ini :
1) Jadwal Pelaksanaan
Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya
atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan.
Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk
Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan.
2) Diagram Batang (Bar-Chart)
Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang
keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung
yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.
7. METODOLOGI
Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder
(topografi, hidrologi, geologi regional), pengumpulan data primer (survey pengukuran dan
pemetaan, survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik), pengolahan data dan perencanaan
bangunan.
8. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan ....... (....................) hari kalender
9. PERSONIL TENAGA AHLI
Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
1. Ketua Tim (Team Leader)
Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik
Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan
perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman
minimal 10 tahun.
2. Tenaga Ahli Sungai
Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik
Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan
perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman
minimal 8 tahun.
3. Tenaga Ahli Hidrologi
Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik
Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan
perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman
minimal 7 tahun.
4. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur
Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli
Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam
kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan
pengalaman minimal 8 tahun.
5. Tenaga Ahli Geodesi
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S.1) lulusan
universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman
melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurang-
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
64 dari 121
kurangnya.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan
pengalaman kerja minimal 5 tahun.
6. Tenaga Ahli Geoteknik
Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik
Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan
perencanaan, penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10
tahun
7. Tenaga Ahli Lingkungan
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan
universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman
melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan
sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab
pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan.
8. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.1) lulusan
universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman
melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial
Ekonomi sekurang-kurangnya.5 (lima) Tahun. Ahli Sosial - Ekonomi bertugas
melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih
Sekarang (NPV), Nisbah Biaya Keuntungan (BCR), dan Tingkat Pengembalian
Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang
mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi.
9. Chief Surveyor
Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik
Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air, atau
lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman
sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang
keairan antara lain : sungai, irigasi, dan lain-lain.
10. Chief Draftman
Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda
Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air
dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambar-
gambar dibidang keairan.
10. KELUARAN
Keluaran dari pelaksanaan kegiatan ini adalah :
i. kajian pendahuluan penentuan krib
ii. kelayakan ekonomis
iii. gambar teknis pendahluan

11. LAPORAN
Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna
Jasa adalah :
1. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang
metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan
penyelesaian pekerjaan.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
65 dari 121
Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal ......... (bulan) 20xxx
2. Laporan Bulanan
Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan
tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya
Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan
3. Laporan Interim
Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit
banjir rancangan, hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi, lokasi pengambilan
sampel sedimen dan hasil uji laboratorium, lokasi investigasi geoteknik dan hasil
laboratorium, serta konsep perencanaan check dam
Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal ................(tgl/bulan/tahun)
4. Laporan Akhir
Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit
banjir rancangan, analisis laju sedimen, dimensi dan layout check dam, analisis
dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic
Internal Rate of Return.
Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-
lambatnya tanggal...........(tgl/bln/thn)
5. Gambar Teknis
Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut :
i. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 ;
ii. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 ! 1 :
200
iii. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 ! 1 : 200.
Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005
6. Laporan Penunjang
Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi :
i. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan
Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan
oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15
Agustus 2005
ii. Laporan Penyelidikan Geoteknik
Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa
selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005
iii. Laporan Analisis Dampak Lingkungan
Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa
pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005
iv. Laporan Analisis Ekonomi
Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada
Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
66 dari 121
12. PENGENDALIAN MUTU
Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan
pembahasan seperti berikut ini :
1. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan
mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan
yang diperlukan
2. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan
koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey, investigasi
lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan
3. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk
menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi
lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim
4. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan
seluruh kegiatan pekerjaan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
67 dari 121
MULAI
Pengumpulan
Peta Topografi
Pengumpulan
Peta Geologi
Regional
Pengumpulan
Data Hidrologi
& Peta DAS
Pengumpulan
Data Sosek
Pengukuran Topografi
Penyelidikan Geoteknik
Lapangan
Analisis Hidrologi
(Debit Banjir Rancangan)
Pengumpulan
Data
Multisektor
Analisis Sosek
Penysunan Andal
Penyelidikan Geoteknik
Laboratorium
Uji sampling sedimen
Laboratorium
Survey Hidrometri :
-Sampling Sedimen
-Pengukuran tinggi
muka air, kecepatan dan
debit
PEMETAAN &
PENGGAMBARAN
LAPORAN
PENDAHULUAN
DISKUSI
PENDAHULUAN
TIDAK
YA
Analisis Hidarulika
dan
Transport Sedimen
KONSEP DESAIN
CHECK DAM
LAPORAN
INTERIM
DISKUSI INTERIM
TIDAK
YA
FINAL DESAIN CHECK
DAM
DRAFT FINAL
LAPORAN AKHIR
ALBUM GAMBAR
DESAIN
ANALISIS EKONOMI
TEKNIK
DISKUSI
LAPORAN
AKHIR
TIDAK
YA
FINAL LAPORAN AKHIR , terdiri :
- Laporan Akhir
- Laporan Analisis Sosek
- Laporan Kajian Andal
- Laporan Investigasi Geoteknik
- Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan
- Gambar Teknik
- BOQ dan RAB
- Dokumen Tender
SELESAI
Penyusunan
BOQ dan RAB
LAMPIRAN B
Lampiran B.1 Bagan Alir Pelaksanaan Pekerjaan Kegiatan Detail Desain Check Dam


















































RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
68 dari 121
Lampiran B.2 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Krib
1. LATAR BELAKANG
Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja, menguraikan :
- Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan
- Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi, geologi
regional, kondisi klimatologi, kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan
- Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan
- Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan

2. MAKSUD DAN TUJUAN
2.1. Maksud
Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan
perencanaan pendahuluan bangunan check dam yang berfungsi untuk pencegahan
penurunan dasar sedimen dan penampungan sedimen.
2.2. Tujuan
Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan pengamanan pengamanan dasar
sungai agar tidak terjadi penurunan dasar sungai dan pengamanan pondasi bangunan
yang dibangun melintang di palung sungai
3. SASARAN
Sasaran pelaksanaan kegiatan perencanaan dan studi kelayakan adalah menjaga
kesimbangan kondisi slope dasar sungai sehingga bahaya gerusan lokal pada pondasi
bangunan yang dibanguan melintang sungai dapat dihindari.
4. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA
Satuan Kerja Sementara.....................................
5. SUMBER PENDANAAN
Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp .....,- (..................Rupiah)
termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran ........
6. LINGKUP, LOKASI KEGIATAN, DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH
PENGETAHUAN
6.1. Lingkup Kegiatan
Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut :
6.1.1. Pengumpulan Data Sekunder
Kegiatan pengumpulan data sekunder dapat dilakukan oleh Penyedia Jasa
dengan melakukan kunjungan ke instansi-instansi terkait. Kegiatan
pengumpulan data sekunder untuk pekerjaan detail desain bangunan krib
meliputi :
(1) Data Topografi
Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang
sudah ada, dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi
bentuk dan ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus
menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata
guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran
permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989.
Perolehan peta topografi dapat diperoleh dari Instansi yang berwenang,
misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
69 dari 121
serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak
didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL
dengan skala minimum 1 : 250.000.
(2) Data Hidrologi
Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun
curah hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit
minimum, rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai
(DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Berbagai
data dan informasi diantaranya berupa :
i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh dari Instansi BMG dan mungkin
juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)
ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh dari Instansi BMG dan
mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA).
iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif,
lama penyinaran dan kecepatan angin. Perolehan data dapat diperoleh
dari Instansi BMG
iv. data debit terbaru dengan periode harian maupun bulanan, minimum
selama 5 tahun, yang didapat dari pengelola bangunan-bangunan sungai
eksiting misalkan bendung.
(3) Data Geologi
Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi
regional yang memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik
batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000
sesuai dengan KP!01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang
tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.
Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan,
jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh dari Instansi
terkait.
(4) Data Bangunan Air di Sungai
Data yang dimaksudkan adalah tempat dan jenis semua bangunan air serta
bangunan umum lainnya yang dibangun di sungai yang mempunyai dampak
timbal balik terhadap kondisi morfologi sungai baik di hulu maupun di hilir
rencana bangunan sesuai dengan SNI 03-2400-1991
(5) Data Aspek Multisektor
Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor dengan melakukan
pengumpulan data yang berupa informasi lingkungan yang
menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air
sesuai dengan KP!01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang
tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi lingkungan dapat diperoleh
dari dari BPS, PSDA, dan BAPEDAL. Data-data tersebut meliputi :
i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan
geologi, hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah
ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air
iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk,
tingkat pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah
(PAD) dan lain-lain.
iv. rencana tata ruang wilayah
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
70 dari 121
6.1.2. Survey
a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan
Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada
Pd T-xx-200x, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Kegiatan yang
bersifat Umum, Bagian-2, Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan.
Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah
pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan
oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang
sudah ada diragukan lagi. Cakupan kegiatan pekerjaan pengukuran
topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain krib meliputi :
(1) Pemetaan situasi sungai
Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan
skala minimum 1 : 2000. Peta ini harus meliputi jarak 1,0 km ke arah
hulu dan ke hilir dari letak bangunan krib rencana dan melebar 250 m
dari masing-masing tepi sungai. Peta ini juga harus dilengkapi dengan
garis ketinggian setiap 1,0 m, kecuali dasar sungai diperlukan garis
ketinggian setiap 0,50 m. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang
sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar
diperoleh informasi mengenai bentuk denah sungai dan juga untuk
merencanakan tata letak dan trase tanggul penutup. Peta situasi juga
harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di
sekitar daerah pemetaan, lengkap dengan koordinat dan elevasinya.
(2) Pengukuran detail situasi bangunan krib
Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500.
Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan secara
lengkap. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis
ketinggian yang tepat setiap 0,25 m.
b) Survey Hidrometri
Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu
diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi :
i. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan
perencanaan ; mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi;
mampu melewatkan banjir; geometri dan badan sungai harus stabil;
adanya kontrol penampang; bagian alur sungai yang terbuka lurus.
ii. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan
mendekati sub kritis; tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar
iii. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari
keadaan aliran pada saat pengukuran. Jika aliran rendah pengkuran
debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan
jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode
waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran
tergantung dari musim. Jika musim kemarau pengukuran debit
dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan
pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali
setiap bulannya
iv. keandalan peralatan dan sarana penunjang; peralatan dan sarana
penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya
antara lain dengan kalibrasi secara berkala, dibersihkan dan dirawat
dengan baik
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
71 dari 121
v. kemampuan tim pengukurnya
Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air, kecepatan dan debit dapat
digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. Cara pelaksanaan pengukuran
dilakukan dengan merawas, menggunakan perahu, menggunakan jembatan
dan menggunakan kereta gantung. Kedalaman pengukuran minimal 3,5 kali
diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992.
Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan
karena berbagai hal, misal keadaan aliran membahayakan keselamatan
petugas atau peralatannya; kecepatan aliran melampaui kemampuan
spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk
mendapatkan debit sesaat, maka dapat dilakukan pengukuran dengan
pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992.
c) Survey Aspek Multisektor
Kegiatan survey aspek multisektor adalah melakukan identifikasi dengan
tujuan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain yang sedang
atau akan dilakukan oleh pihak yang berwenang lainnya sesuai dengan KP!
01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi
pelaksanaan pekerjaan.
6.1.3. Investigasi atau Penyelidikan
a) Sungai
Kegiatan investigasi atau penyelidikan sungai bertujuan untuk mendapatkan
karakteristik sungai baik terhadap sedimentasi. Kegiatannya meliputi :
(1) Sampling Sedimen Layang
Kegiatan investigasi sungai adalah pengambilan sampel sedimen baik
dasar maupun layang, pengambilan sampel sedimen layang dilakukan
di lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan
oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel
perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang
melintang dan debit. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan
harus berada 10 cm di atas dasar sungai SNI 03-3414-1994.
(2) Sampling Sedimen Dasar
Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan
penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi
material dasar sungai setempat. Metode pengambilan disesuaikan
dengan ketentuan yang berlaku.
b) Geoteknik Lapangan
Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui
data karakteristik mekanika tanah lokasi krib. Penyelidikan geoteknik
lapangan mencakup kegiatan pemboran, pengambilan sampel serta bor
tangan. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu
pada pada Pd T-xx-200x, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik,
Kegiatan yang bersifat Umum, Bagian-3, Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik.
6.1.4. Uji Laboratorium
a) Sedimen
Analisis laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik
sedimen yang terbawa oleh aliran sungai.
(1) Sedimen Layang
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
72 dari 121
i. jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-
3414-1994, maka metode pengujian laboratorium yang digunakan
untuk mengetahui kadar sedimen layang digunakan peralatan
Piknometer SNI 03-4145-1996.
ii. jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam
pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada
posisi berada 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut
botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya
dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan untuk mengetahui
kadar sedimen sesuai dengan SNI 03-3961-1995. Sedangkan untuk
mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan
ayakan sesuai dengan SNI 03-3962-1995.
(2) Sedimen Dasar
Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang
berlaku.
b) Geoteknik Laboratorium (Index dan Engineering Properties)
Analisis laboratorium geoteknik untuk keperluan index properties dan
engineering properties mengacu dan bepedoman pada Pd T-xx-xxxx,
Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum,
Bagian-3, Penyelidikan Geoteknik.
6.1.5. Analisis dan Perencanaan
Kegiatan analisis yang dilakukan pada kegiatan studi pengenalan adalah
sebagai berikut :
a) Hidrologi
Analisis hidrologi pada kegiatan ini adalah melakukan analisis frekuensi
banjir rancangan berdasarkan data debit, curah hujan dan luas DAS SNI 03-
2415-1991. Metode perhitungan adalah sebagai berikut :
i. jika data aliran sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun),
sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan metode analisis
probabilitas frekuensi debit banjir dengan Metode Gumbel, Log Pearson
atau Log Normal
ii. jika data debit < 20 tahun dan > dari 10 tahun, maka digunakan metode
analisis regional,
iii. jika data debit yang tersedia antara 3 ! 10 tahun, maka digunakan
Metode puncak banjir di atas ambang,
iv. Metode empiris apabila perkiraan besarnya banjir berdasarkan
parameter hujan dan karakteristik DPS antara lain :
- Metode Rasional, digunakan pada perencanaan sarana drainase
dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha)
- Der Weduwen, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah
DAS dengan luas < 100 km
2

- Melchior, digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS
dengan luas > 100 km
2

- Haspers digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa
memperhatikan luas DAS
- Metode Hidrograf Satuan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
73 dari 121
- Metode US ! Soil Conservation Service
v. Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data
hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang
selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran.
b) Muatan Sedimen
Analisis laju muatan sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun
sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material,
diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu, persamaan yang
umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller, Engelund-
Hansen, Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989.
c) Analisis Hidrolika
Analisis hidrolika pada perencanaan bangunan krib, meliputi :
(1) Analisis Lengkung Debit
Pembuatan lengkung debit digunakan untuk menentukan elevasi mercu
krib berdasarkan besarnya debit banjir rencana. Lengkung debit
menampikan besarnya hubungan tinggi muka air dan debit. Jika data
debit yang ada minimal 10 buah data debit dari hasil pengukuran yang
meliputi keadaan debit minimum sampai maksimum maka dapat
digunakan dengan analisis grafis dan jika kecepatan aliran pada tinggi
muka air tertinggi belum atau tidak dapat diukur maka dapat dihitung
dengan persamaan hidrolis sesuai dengan SNI 2822-1992 .
(2) Analisis Parameter Hidraulik
Analisis parameter hidarulik disini meliputi debit, tinggi air, kecepatan
aliran, kekasaran, tekanan, gaya seret, arah aliran dan jenis aliran yang
berkaitan dengan keadaan geometri sungai (profil basah, keliling basah
dan jari-jari hidraulik) sesuai dengan SNI 03-2400-1991.
Parameter hidarulik di atas dapat diketahui dengan cara menggunakan
cara pembagian pias berdasarkan persamaan manning jika sungai
berpenampang tunggal sesuai dengan SNI 03-2830-1992 dan jika
sungai berpenampang ganda dapat digunakan metode penampang
ganda berdasarkan SNI 03-3444-1994.
(3) Perencanaan Krib
Perencanaan krib harus memuat tentang dimensi krib (elevasi mercu
krib, panjang krib, jarak krib, dimensi tiang, jarak antar tiang dan panjang
tiang); stabilitas dan kekuatan krib dan stabilitas tanah dasar pondasi
sesuai dengan SNI 03-2400-1991.
(4) Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)
Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001
untuk kegiatan normalisasi sungai yang merlukan kajian ANDAL adalah
sebagai berikut :
i. jika lokasi pekerjaan berada di kota besar/metropolitan maka
parameter kajian adalah panjang kegiatan normalisasi sungai > 5
km dan volume pengerukan > 500.000 m
3

ii. jika lokasi pekerjaan berada di kota sedang maka parameter kajian
adalah panjang kegiatan normalisasi sungai > 10 km dan volume
pengerukan > 500.000 m
3

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
74 dari 121
iii. jika lokasi pekerjaan berada di pedesaaan maka parameter kajian
adalah panjang kegiatan normalisasi sungai > 15 km dan volume
pengerukan > 500.000 m
3

Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi :
i. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan
dilaksanakan, terutama yang menimbulkan dampak besar dan
penting terhadap lingkungan hidup
ii. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan
terkena dampak besar dan penting
iii. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan
dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup
iv. perumusan RKL dan RPL
(5) Analisis Kelayakan Ekonomi
Analisa kelayakan ekonomi akan dilakukan dengan mengkaji tiga
parameter ekonomi yaitu :
i. Economic Internal Rate of Return (EIRR)
ii. Benefit/Cost ratio (B/C ratio)
iii. Net present value (NPV),
Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan
jadwal pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.
6.1.6. Nota Desain
Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan
dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada
bangunan utama maupun bangunan penunjang
6.1.7. Penggambaran
Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan,
layout krib dan bangunan pelengkapnya, potongan memanjang dan melintang
krib, detail bangunan. Penggambaran mengacu pada KP-07, DJ Pengairan No.
185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar
Penggambaran.
6.1.8. Perhitungan BOQ
Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan
volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi
yang akan dilakukan.
6.1.9. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya
Penyusunan perhitungan rencana anggaran biaya mengacu Pd T-xx-xxxx,
Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Pekerjaan Pembangunan
Pengaman Sungai, Bagian-a, Krib yang didasarkan pada :
i. kuantitas dan harga satuan pekerjaan
ii. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu
analisis biaya
iii. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di
lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Khusus
untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan
atau diantar ke lokasi pekerjaan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
75 dari 121
iv. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume
seperti biaya persiapan, mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat,
dokumentasi, dewatering dll.
6.1.10. Penyusunan Dokumen Pelelangan
Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan
atau pengadaan barang maupun jasa. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan, komponen
bahan dan spesifikasi konstruksi, cara pengerjaan serta syarat pengendalian
mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. 257/PTS/M/2004
6.1.11. Pekerjaan Lain-lain
a) Mobilisasi dan Demobilisasi
(1) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal
Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat
Penunjukan, dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Mobilisasi staf
kantor, tenaga kerja lapangan dan lain-lain, sudah termasuk dalam item
mobilisasi.
(2) Demobilisasi
Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh
Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua
instalasi, peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan
pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula
sebelum pekerjaan dimulai.
b) Foto Dokumentasi
(1) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran
post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap
kemajuan progress fisik di lapangan.
(2) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal, selama dan akhir
pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Foto ini harus ditempelkan pada
laporan bulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Setiap hasil
cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya.
(3) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan
foto berwarna disusun album beserta negative filmnya.
c) Asuransi
Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa
dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku
yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek.
6.2. Lokasi Kegiatan
Lokasi pelaksanaan pekerjaan berada di Sungai.............Kecamatan ...........
Kabupaten.........
6.3. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan
6.3.1. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang
1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa
Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan
akan dipelihara oleh Penyedia Jasa :
a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai
laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu
b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan)
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
76 dari 121
c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai
pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam
rangka pelaksanaan jasa konsultansi
2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa
Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan
yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai
untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi.
b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana
mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-
waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan.
Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila
ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut
penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh
Pengguna Jasa.

6.3.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung
Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun
tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut :
1) Tenaga Ahli
Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka
penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan
menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.
2) Tenaga Pendukung
Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian
pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran
pelaksanaan pekerjaan.
6.3.3. Persyaratan Pelaksanaan
Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan
berikut ini :
1) Jadwal Pelaksanaan
Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya
atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan.
Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk
Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan.
2) Diagram Batang (Bar-Chart)
Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang
keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung
yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.
7. METODOLOGI
Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder
(topografi, hidrologi, geologi regional), pengumpulan data primer (survey pengukuran dan
pemetaan, survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik), pengolahan data dan perencanaan
bangunan utama dan penunjang.

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
77 dari 121

8. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini ....... (....................) hari kalende.
9. PERSONIL TENAGA AHLI
Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
1. Ketua Tim (Team Leader)
Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik
Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan
perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman
minimal 10 tahun.
2. Tenaga Ahli Sungai
Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik
Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan
perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman
minimal 8 tahun.
3. Tenaga Ahli Hidrologi
Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik
Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan
perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan pengalaman
minimal 7 tahun.
4. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur
Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli
Teknik Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam
kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, O&P bangunan air, dengan
pengalaman minimal 8 tahun.
5. Tenaga Ahli Geodesi
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S.1) lulusan
universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman
melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurang-
kurangnya.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan
pengalaman kerja minimal 5 tahun.
6. Tenaga Ahli Geoteknik
Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik
Sipil (S1/S2/S3), berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan
perencanaan, penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10
tahun
7. Tenaga Ahli Lingkungan
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan
universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman
melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan
sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab
pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan.
8. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.1) lulusan
universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
78 dari 121
melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial
Ekonomi sekurang-kurangnya.5 (lima) Tahun. Ahli Sosial - Ekonomi bertugas
melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih
Sekarang (NPV), Nisbah Biaya Keuntungan (BCR), dan Tingkat Pengembalian
Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang
mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi.
9. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman
melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan
bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender, sekurang-
kurangnya 5 (lima) tahun.
10. Chief Surveyor
Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda Teknik
Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air, atau
lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman
sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang
keairan antara lain : sungai, irigasi, dan lain-lain.
11. Chief Draftman
Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik, lulusan Sarjana Muda
Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air
dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambar-
gambar dibidang keairan.
10. KELUARAN
Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi :
i. Nota Desain
ii. Gambar Teknis
iii. Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan

11. LAPORAN
Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan
yang meliputi :
a) Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan berisi antara lain:
i. Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada
ii. Rencana kerja Konsultan secara menyeluruh
iii. Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya
iv. Jadwal kegiatan Konsultan
Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang
metodologi pelaksanaan pekerjaan, hasil pengumpulan data, hasil kunjungan
lapangan, dan rencana kerja berikutnya.
Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
b) Laporan Bulanan
Laporan Bulanan berisi antara lain:
i. uraian permasalahan, hambatan dan temuan pada bulan tersebut.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
79 dari 121
ii. daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya
iii. daftar rencana kegiatan pada bulan berikutnya
iv. mobilisasi dan demobilisasi personil dan daftar hadir personil dan kegiatan
masing-masing pada bulan tersebut
v. realisasi progress kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi
Laporan Bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang
telah diidentifikasi serta usulan penanganan, program dan jadwal kerja selanjutnya.
Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
c) Laporan Interim
Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit
banjir rancangan, hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi, lokasi pengambilan
sampel sedimen dan hasil uji laboratorium, lokasi investigasi geoteknik dan hasil
laboratorium, serta konsep lokasi krib.
Laporan bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
d) Laporan Akhir Sementara
Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang
kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil investigasi lanjutan
topografi, geoteknik, hidrologi, hidrolika, perhitungan desain, dan gambar Konstruksi
bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya.
Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna
Jasa selambat-lambatnya tanggal""""""
e) Laporan Akhir
Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan
desain, perhitungan desain, metode dan jadwal konstruksi, jadwal pelaksanaan,
estimasi biaya, paket konstruksi dan lain-lain. Laporan Akhir ini dibuat setelah
didiskusikan dan disetujui pada Laporan Akhir Sementara (Draft Laporan Akhir).
Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara
dengan memperhatikan semua masukan, tanggapan, dan koreksi.
Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-
lambatnya tanggal""""""
f) Dokumen Tender
Dokumen Tender terdiri atas:
(1) rencana anggaran biaya (RAB)
(2) gambar desain A1, rangkap 3 (tiga), termasuk 1 kalkir
(3) gambar desain A3, rangkap 3 (tiga)
(4) dokumen tender, masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi:
i. tender drawing
ii. spesifikasi umum dan spesifikasi teknis
iii. rencana pelaksanaan fisik dan construction method
iv. daftar kuantitas dan harga satuan
Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
g) Gambar Teknis
Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut :
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
80 dari 121
i. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 ;
ii. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan krib 1 : 100 ! 1 : 200
iii. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 ! 1 : 200.
Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa
selambat-lambatnya tanggal""""""
h) Laporan Penunjang
Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi :
i. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan
Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan pemetaan harus
diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya
tanggal """"""
ii. Laporan Penyelidikan Geoteknik
Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada
Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal """"""
iii. Laporan Analisis Dampak Lingkungan
Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa
pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal """""
iv. Laporan Analisis Ekonomi
Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada
Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal """""
12. PENGENDALIAN MUTU
Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan
pembahasan seperti berikut ini :
1. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan
mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan
yang diperlukan
2. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan
koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey, investigasi
lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan
3. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk
menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi
lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim
4. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan
seluruh kegiatan pekerjaan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
81 dari 121
Lampiran B.3 Kriteria Desain Bangunan Check dam
Penentuan kriteria desain mengacu pada SNI 03-2851-1991, dengan ketentuan sebagai
berikut :
1) Pertimbangan dan Persyaratan Perencanaan
a) Pertimbangan perencanaan
Pemilihan jenis check dam harus sesuai serta mempertimbangkan data dan informasi
tentang tujuan pembuatan check dam yang meliputi :
i. menstabilkan alur dasar sungai, dalam arti erosi vertikal dan horizontal, untuk
melindungi fondasi perkuatan tebing, tanggul sepanjang alur karena naik turunnya
dasar sungai dan untuk pengamanan bangunan sungai;
ii. mencegah terjadinya gerusan dan menetapkan arah aliran;
iii. menetapkan kerniringan dasar sungai yang direncanakan.
b) Persyaratan perencanaan
Persyaratan perencanaan bangunan check dam, meliputi :
i. persyaratan fungsional meliputi : ketentuan yang perlu diperhatikan dalam
perlindungan sungai secara tidak langsung dari bahaya gerusan lokal atau bahaya
meander; pengatur/pengarah arus dan perbaikan alinyemen sungai;
ii. kesesuaian perencanaan teknik dengan perencanaan pengelolaan sungai
terpadu;
iii. persyaratan pemilihan jenis check dam didasarkan : tujuan pemasangan check
dam; kondisi tanah; dan kondisi lapangan
c) Persyaratan kemanan bangunan
Persyaratan kemanan bangunan check dam, terdiri dari :
(1) keamanan hidraulik meliputi : harus mampu melewatkan debit desain; aman
terhadap abrasi dan benturan; aman terhadap terjunan; aman terhadap gerusan
lokal, rembesan dan erosi buluh;
(2) kemanan struktural : stabil terhadap guling, geser dan penurunan; aman terhadap
regangan dan tegangan yang terjadi;
(3) keamanan ligkungan yaitu kendala lingkungan yang perlu dipertimbangkan dalam
desain diantaranya penambangan galian C dari sungai, pembuangan material, dan
perubahan alur sungai yang terjadi.
2) Data dan Informasi
Data dan informasi yang diperlukan untuk perencanaan teknis bangunan pengaman sungai
check dam meliputi hal-hal berikut :
a) Data topografi
Untuk perencanaan bendung pengendali dasar sungai diperlukan peta topografi
1:25.000 atau peta situasi sungai dengan skala 1:10.000; 1:2.000; Peta ini dipakai
untuk mencari Daerah Pengaliran Sungai (DPS) serta stasiun-stasiun hujan yang
bersangkutan.
b) Data hidrologi
Data hidrologi untuk menentukan debit desain dalam perencanaan check dam dapat
dibagi menjadi dua macam, yaitu
i. dengan menggunakan data aliran langsung
ii. dengan menggunakan data hujan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
82 dari 121
c) Data aliran langsung
Data ini adalah data aliran sungai hasil survai dan penyelidikan hidrometri dengan
melakukan pengukuran kecepatan aliran dilapangan dan atau hasil penghitungan
hidraulika sungai dengan menggunakan rumus-rumus atau persamaan hidraulik
sungai.
d) Data hujan
Data hujan dipergunakan apabila data aliran langsung yang tersedia tidak cukup
panjang, tetapi data hujan tersedia cukup panjang. Berdasarkan data hujan yang ada
terlebih dahulu dihitung hujan rencana dengan menggunakan cara-cara statistik.
Kemudian debit desain dihitung dengan menggunakan metode-metode pedoman
yang berlaku.
e) Data geoteknik
Data geoteknik yang diperlukan untuk desain bendung pengendali dasar sungai di
antaranya :
i. sifat fisik tanah clan batuan di sekitar calon bendung meliputi berat jenis, berat isi,
kadar air, konsintensi dan kepadatan, gradasi butiran, keausan, dan kekerasan;
ii. sifat teknik tanah dan batuan meliputi pemampatan, kekuatan geser, modul
elastisitas, kelulusan air, dan daya dukung.
f) Data geometri sungai
Data geometri sungai yang diperlukan untuk desain check dam di antaranya bentuk
dan ukuran dasar sungai terdalam, alur, palung dan lembah sungai secara vertikal
dan horizontal (penampang melintang dan memanjang sungai) mencakup parameter
panjang, lebar, kemiringan, ketinggian, dan kekasaran.
g) Data bangunan
Data bangunan air di hulu dan di hilirnya yang akan terpengaruh oleh bangunan check
dam yang akan di desain.
h) Data morfologi sungai
Data dan informasi morfologi sungai yang diperlukan, antara lain dengan
memperhatikan faktor-faktor :
i. bentuk dan ukuran alur, palung, lembah;
ii. kemiringan dasar sungai : sungai terjal dan landai;
iii. lokasi daerah aliran : hulu, tengah, hilir, pegunungan dan pedataran;
iv. jenis, sifat lapisan clan material : dasar sungai, tebing dan lembah;
v. perubahan geometri sungai ke arah vertikal: sungai beragradasi, sungai
berdegradasi,
vi. sungai tetap;
vii. perubahan geometri sungai ke arah horizontal: sungai berliku, lurus, berjalin;
viii. degradasi atau penurunan dasar alur dan atau palung sungai dengan parameter
panjang, lebar dan dalam;
ix. agradasi/sedimentasi atau peninggian dasar alur dan atau palung sungai, dengan
parameter: panjang, lebar, dan dalam.
i) Data bahan bangunan
Pemilihan bahan yang akan digunakan untuk bangunan bendung pengendali dasar
sungai dan perlengkapannya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. :
i. sumber dan jumlah yang tersedia;
ii. jenis dan ketahanan umur;
iii. sifat fisik dan teknik bahan bangunan yang terdiri dari berat jenis, gradasi butiran,
keausan dan kekasaran, sifat pemadatan, kekuatan geser, persyaratan kualitas,
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
83 dari 121
kemudahan pengerjaan, dan nilai ekonomis.
3) Penentuan Tata Letak dan Perencanaan Teknik
a) Penentuan Tata Letak
Penentuan tata letak check dam harus dipertimbangkan berdasarkan tinjauan berikut :
(1) pertimbangan terhadap perencanaan sungai terpadu, pemasangan konstruksi
check dam harus mempertimbangkan perencanaan sungai secara keseluruhan,
dalam rangka mewujudkan konsep pengelolaan sungai secara terpadu
(2) ketentuan-ketentuan letak check dam, sebagai berikut :
i. lokasi check dam harus direncanakan pada tempat yang dasar sungainya
dikhawatirkan akan turun;
ii. di sekitar titik pertemuan kedua sungai dengan lokasi di sebelah hilirnya;
iii. untuk melindungi fondasi dan bentuk konstruksi lainnya, lokasi check dam
harus dibangun disebelah hilirnya;
iv. direncanakan pada alur sungai yang tidak stabil dan diharapkan alur dapat
diatur dan stabil oleh konstruksi check dam;
v. sumbu check dam didesain tegak lurus dengan alur sungai disebelah hilirnya.
vi. peletakan check dam sepanjang daerah check dam, diambil berdasarkan
panjang tebing yang perlu dilindungi dengan meperhitungkan kemungkinan
perubahan arus pada keadaan check dam terpasang
b) Penentuan debit rencana
Debit banjir rencana harus diperiksa dan dikontrol terhadap data morfologi sungai,
informasi historis di lokasi rencana check dam, keamanan/kestabilan, resiko,
konsekuensi dan ekonomi.
c) Perencanaan teknik struktur dan pondasi
Perencanaan teknik struktur dan pondasi meliputi :
(1) Bentuk dan dimensi check dam
Bentu dan dimensi check dam ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut :
(a) Panjang bendung penahan seluruhnya menurut SNI 03-2851-1992
- bentuk bendung penahan ke arah lebar sungai disesuaikan dengan bentuk
penampang melintang sungai dan sifat tanah dasarnya
- panjang bendung penahan harus dapat menutup seluruh lebar sungai
dengan baik;
- bagian pangkal bendung penahan harus didesain agar bangunan aman
terhadap bahaya gerusan dan erosi buluh.
(b) Bendung utama ; tinggi bendung utama disarankan maksimum lima meter,
ditentukan dengan pedoman pada keadaan dasar sungai yang ada, dan
kecenderungannya di masa yang akan datang sesuai Pd. T -12-2004-A.
(c) Peluap ; harus dibuat trapesium, lebar peluap harus lebih kecil daripada lebar
sungai, tinggi peluap ditentukan berdasarkan debit desain dan tinggi jagaan,
dan tinggi jagaan harus diambil sesuai dengan tabel A.1 sesuai. Perhitungan
digunakan persamaan berikut Pd. T -12-2004-A :

Q=2/15 C . V
2
.g . (3.B
1
+ 2.B
2
). h
3
3/2


dengan pengertian :
Q adalah debit desain (m
3
/dt)
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
84 dari 121
C adalah koefisien peluap (0,6 - 0,66)
g adalah percepatan gravitasi (9,8 m/dt
2
)
B
1
adalah lebar peluap bagian bawah (m)
B
Z
adalah lebar muka air di atas peluap (m)
h
3
adalah tinggi air di atas peluap bendung utama (m)
m
2
adalah kemiringan tepi peluap

Tabel A.1 Tinggi Jagaan Pada Peluap
Debit desain
(m
3
/dt)
50 50 -100 100 - 200 200 - 500 500 - 2000
Tinggi jagaan
(meter)
0,60 0,80 1,00 1,20 1,50

(d) Mercu peluap ; harus cukup kuat untuk menahan benturan dan abrasi, serta
bentuk mercu harus ambang lebar, dan sudutnya tidak dibulatkan. Lebar
mercu ditentukan dengan persamaan sesuai Pd. T -12-2004-A :
( ) ( ) 100 4 1 2
2
V t t f n b
C W
+ A + =
A Q V =
( ) ( ) ( ) ( ) 100 4 1 2 8 , 0 3 2
2
A Q t t b
C W
+ A + =

dengan pengertian :
n adalah koefisien keamanan (2 - 3)
t adalah dalamnya sekoring di depan mercu (m)
V adalah kecepatan aliran saat banjir (m/dt)
f adalah koefisien gesekan dalam titik bendung (0,80)

W
adalah berat volume aliran air (1 - 1,2 t/m
3
)

C
adalah berat volume bendung (t/m
3
)
t adalah tinggi muka di depan mercu (m)
b adalah lebar mercu peluap (m)
Q adalah debit desain (m
3
/dt)
A adalah luas penampang peluap (m)

Tabel A.2 Penentuan Lebar Mercu
Lebar mercu : b 1,50 ! 2,00 meter 3,00 ! 4,00 meter
Sedimen
Pasir dan kerikil atau
kerikil dan batu-batu kecil
Batu-batu besar
Sifat hidraulik aliran Gerakan mandiri (lepas)
Gerakan massa
(debris flow)

(e) Tubuh bendung ; kemiringan bagian hulu dari bendung utama harus ditentukan
berdasarkan syarat stabilitas bangunan dan untuk itu dapat digunakan
persamaan di bawah ini sesuai Pd. T -12-2004-A :
(1+ )_m
2
+{2(n+)+n.(4 +)+2. .p }.m - (1+3 )+ . .(4n+ )+ .(3.n. +
2

+ n
2
) = 0


2a
c a 4 b b
m
2

=

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
85 dari 121
dengan pengertian :
n adalah kemiringan tubuh bendung utama bagian hilir
adalah perbandingan tinggi air di atas peluap clan tinggi bendung
pengendali dasar sungai m adalah kemiringan tubuh bendung utama
bagian hulu
adalah perbandingan lebar mercu peluap clan tinggi bendung pengendali
dasar sungai
adalah perbandingan
c
dan
0

c
adalah berat volume bahan bendung (t/m
3
)

o
adalah berat volume aliran air (1 - 1,2 t/m)
Kemiringan bagian hilir bendung utama ditentukan agar aliran tidak menyusur
permukaan bagian hilirnya, perbandingan tegak dan datar 1: n, nilai standard
indek n = 0.2, atau harga n dapat ditentukan dengan persamaan di bawah ini :
n
max
= H g V
g
. 2
dengan pengertian :
n
max
adalah kemiringan tubuh bendung utama bagian hilir
H adalah tinggi total bendung utama (m)
V9 adalah komponen horizontal untuk kecepatan kritis (m/dt)
g adalah percepatan gravitasi (m/dt
2
)













Gambar A.1 Tipikal tubuh bendung
(f) Sayap bendung
Banjir yang melimpas di atas sayap bendung pengendali dasar sungai, akan
merusak bagian tebing, atau merusak subdam dan tembok tepi. Oleh karena
itu sayap bendung pengendali dasar sungai direncanakan sebagai sayap yang
tidak dilimpasi banjir dan mempunyai kemiringan ke arah kedua sisinya. Untuk
itu, sayap tersebut harus memenuhi ketentuan sebagai berikut sesuai Pd. T -
12-2004-A:
- kemiringan sayap ke arah tebing minimum sama dengan kemiringan dasar
sungai di hulu bendung dan maksimum 10 %;
- panjang sayap sebelah kiri dan kanan boleh tidak sama, dan ditentukan
berdasarkan letak sumbu aliran;
- lebar sayap harus sama mulai dari pangkal sampai ke ujungnya;
- sisi hulu sayap harus dibuat tegak;
- sisi hilir sayap boleh tegak atau miring dan dibuat sama dengan kemiringan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
86 dari 121
sisi hilir bendung utama; lebar sayap bagian atas maksimum sama dengan
lebar mercu, minimum ditentukan berdasarkan gaya-gaya akibat benturan

(g) Sub dam (bendung pembantu)
Ketentuan subdam meliputi hal-hal berikut sesuai Pd. T -12-2004-A dan SNI
03-2851-1991 :
- Bentuk mercu dan kemiringan hilir subdam sama dengan bentuk bendung
utama;
- Dimensi subdam disesuaikan dengan gaya-gaya yang bekerja;
- Tinggi subdam ditentukan berdasarkan persamaan energi (hidraulik) dan
atau persamaan empiris.
( ) ( ) { }
( ) ( ) { }(
(

+ +
+ +
=
3 / 2
1
2 / 1
2
1
2
1
2
1
2 / 1
2
1
2
1
1 5 , 1 8 1 4 1
1 5 8 1 2 1
r r r
r r r
F F F
F F x F
h
d
............hidrolis
dengan pengertian :
d adalah tinggi subdam (m)
h, adalah tinggi air pada titik jatuh terjun (m)
Fr1 adalah angka Froude aliran pada titik terjun
H
2
= (1/3 s/d 1/4) x H ....................empiris
dengan pengertian :
H
2
= tinggi bendung pembantu (sub dam)
H = tinggi total bendung utama
(h) Kolam olak
- Bentuk kolam olak harus dibuat berdasakan gaya-gaya yang diakibatkan
oleh terjunan
- Lebar kolam olak ditentukan sesuai dengan lebar, tinggi, dan kemiringan
dinding peluap
- Panjang kolam olak ditentukan menurut persamaan berikut ;
2 W
b X l L + + =
( )
g
h 2 1 H 2
V l
3 1
0 W
+
=
3 0 0
h q V =
j
h X =
{ } 1 F 8 1 2 h h
2
rl 1 j
+ =
( )
3 1 1
h H g 2 V + =
1 1 r1
h g V F =

dengan pengertian :
I
W
adalah jarak terjunan (m)
X adalah panjang loncatan air (m)
b
2
adalah lebar mercu subdam (m)
q
o
adalah debit per meter pada peluap (m'/det/m)
h
3
adalah tinggi air di atas peluap bendung utama (,-n)
H
1
adalah tinggi bendung utama dari lantai kolam olak (m)
adalah koefisien besarnya (4,5 - 5,0)
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
87 dari 121
h
j
adalah tinggi dari permukaan lantai kolam olak (permukaan batuan
dasar) sampai ke muka air di atas mercu subdam
h
1
adalah tinggi air pada titik jatuh terjunan (m)
q
1
adalah debit aliran tiap meter lebar pada titik jatuh terjunan (m3/dt/m)
V
1
adalah kecepatan jatuh pada terjunan (m/dt)
F
r1
adalah angka Froude aliran pada titik terjunan

- Tebal lantai kolam olak ditentukan sesuai dengan persamaan berikut :
o Untuk kolam olak tanpa subdam
t = 0,2 . ( 0,6 . H
1
+ 3 . h
3
- 1 )
o Untuk kolam olak dengan subdam
t = 0,1 . ( 0,6 . H
1
+ 3 . h
3
- 1 )
dengan pengertian :
t adalah tebal lantai kolam olak (m)
H
1
adalah tinggi bendung utama dari permukaan lantai kolam olak (m)
h
3
adalah tinggi air di atas peluap bendung utama (m)

(i) Bangunan pelengkap
Bangunan pelengkap pada check dam sebagai berikut sesuai dengan SNI 03-
2851-1991 :
i. tembok tepi ; didesian berdasarkan gaya-gaya yang bekerja dan kuat
terhadap gaya-gaya akibat aliran air dan sedimen;
Untuk mendapatkan harga koefisien tekanan tanah, dipakai cara dengan
persamaan rumus Coulomb yang digunakan, yaitu sebagai berikut :
( )
c
DB DC H G + = 2
( ) ( ) ( ) { } ( ) ( ) ( ) { } DC DB DC DB H n DC DB DC DC DB DB L
W
+ + + + + + = 2 3 3
2 2
( ) ( ) { } DC DB DC DB H h
W
+ + = 2 3
2
2
1
H K P
S a a
=
( )
( )
( ) ( )
( ) ( )
)
`

+
+
+ +

=
o u o u
o o
o u u
u
Sin Cos
Sin Sin
Cos Cos
Cos
K
a
1
2
2

m H DB L
e
+ = 3 1
3 H h
e
=
( ) 0 90 = o
o
a a
Sin P H P
( ) 0 90 = o
o
a a
Cos P V P
dengan pengertian :
G adalah berat sendiri tembok tepi (t)
H adalah tinggi tembok tepi (m)
DC adalah lebar mercu tembok tepi (m)
DB adalah lebar dasar tembok tepi (m). (DB = DC + n.H - m.H)

C
adalah berat volume tembok tepi (t/m
3
)

s
adalah berat volume tanah (t/m3)
I
W
adalah jarak horizontal antara titik gaya berat sendiri dan pusat
momen (m)
h
W
adalah jarak vertikal antara titik gaya berat sendiri dan pusat mDmen
(m)
P
a
adalah tekanan tanah (t)
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
88 dari 121
K
a
adalah koefisien tekanan tanah
u adalah sudut kemiringan dalam tembok tepi ()
| adalah sudut geser dalam tanah ()
o adalah sudut geser antara tembok tepi dan tanah (
0
)
o adalah sudut antara bidang horizontal clan permukaan tanah di
belakang tembok (
0
) L
e
adalah jarak horizontal antara titik gaya
tekanan tanah dan pusat momen (m)
h
e
adalah jarak vertikal antara titik gaya tekanan tanah dan pusat
momen (m)
P
a
.H adalah tekanan tanah horizontal (t)
P
a
.V adalah tekanan tanah vertikal (t)
ii. lubang drainase ; bentuk dan penampang melintang lubang drainase dapat
dibuat lingkaran atau segi empat ; jumlah dan ukuran ditentukan
berdasarkan debit dominan

(2) Perhitungan Stbailitas
Perhitungan stabilitas meliputi berikut ini :
(a) Stabil terhadap guling
2 D X e
P M X
V
=
=

pada umumnya besarnya X di syaratkan D/3 < X < 2D/3
atau e < 1/6.D

=
H V F
M M S
dengan pengertian :
X adalah jarak dari tumit bendung tepi (hulu) sampai ke titik tangkap i
esultan gaya (m)
e adalah jarak dari as sampai ke titik tangkap resultan gaya (m) M, adalah
jumlah momen yang menahan (tm)
M
H
adalah jumlah momen yang menggulingkan (tm)
M adalah momen total (M
V
- M
H
)(tm)
P
v
adalah gaya vertikal total (t)
D adalah lebar dasar bendung utama (m)
S
F
adalah faktor keamanan terhadap guling (S
F
1,2 sesuai dengan Tabel B
4

tinggi bendung <15 m)

(b) Stabil terhadap geser
( )
H V geser
P l P f SF + =
0
t

dengan pengertian :
SFgeser adalah faktor keamanan terhadap geser yang disesuaikan dengan
Pv adalah gaya vertikal total (t)
PH adalah gaya horizontal total (t)
f adalah koefisien geser antara dasar badan bendung dan tanah
dasar yang disesuaikan dengan
TO adalah tegangan geser badan bendung pada tanah dasar yang
disesuaikan dengan
I adalah panjang bidang geser (m)

(c) Stabil terhadap daya dukung tanah fondasi
( ) ( ) D e D P
V
+ = 6 1
1
o
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
89 dari 121
( ) ( ) D e D P
V
= 6 1
2
o

dengan pengertian :
o1 adalah tegangan vertikal pada ujung hilir bendung (t/m2)
o2 adalah tegangan vertikal pada ujung hulu bendung (t/m2)
Pv adalah gaya vertikal total (t)
D adalah lebar dasar bendung utama (m)
e adalah eksentrisitas resultan gaya yang bekerja (X - D/2) (m)
X adalah jarak ujung hulu sampai titik tangkap resultan gaya (m)
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
90 dari 121
Lampiran B.4 Contoh Perhitungan Desain Check Dam

Suatu bendung pengendali dasar sungai akan dibangun di suatu sungai untuk mencegah
terjadinya degradasi dasar sungai. Data yang ada adalah sebagai berikut.

Daerah tangkapan sungai : A = 10 Km
2

Kemiringan dasar sungai : I = 0,025
Lebar sungai : B = 80 m
Lebar peluap : B
1
= 50 m
Debit banjir : Q
p
= 200 m
3
/det
Konsentrasi sedimen : d = 0,02

Debit desain dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut.

( ) ( ) 204 200 02 , 0 1 1 = + = + =
P desain
Q Q o m
3
/det

1. Penghitungan Dimensi Peluap

Qdesain = 2/15 . C. (2.g )
1/2
. (3. B1 + 2. Bz) . h
3
3/2


Jika C = 0,60
m
2
= 0,50 rumus menjadi
( )
2
3
3 1 3
77 , 1 71 , 0 h B h Q
desain
+ = .................................................................................. (17)
( )
2
3
3
2
5
3
2
3
3 3
5 , 88 71 , 0 204
50 77 , 1 71 , 0 204
h h
h h
+ =
+ =

dengan cara coba-coba memasukkan harga h
3


Jika h
3
= 1,70 ........................... Q = 0,71 x 1,70
5/2
+ 88,5 x 1,70
3/2

Q = 198,84 < 204

Jika h
3
= 1,73 ........................... Q = 0,71 x 1,73
5/2
+ 88,5 x 1,73
3/2

Q = 204,17 > 204

Untuk ini diambil h
3
= 1,75 m; dan tinggi jagaan menurut Tabel B.1 diambil 1,20 m
2. Lebar mercu peluap

( ) ( )
( ) ( ) det / 29 , 2
2
1
75 , 1 75 , 51 50 204
100 4 1 2
2
m A Q V
V t t f n b
c W
= + = =
+ A + =

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
91 dari 121
b = (2 ~ 3) / 0,8 . y
W
/y
c
. (t + (0,1~1,5) / 2) . (1 + 4 (Q/A)
2
/100) """"""""""".. (18)
b = (2 ~ 3) / 0,8 .1,2/2,3 . (1,75+(0,1 ~ 1,5) / 2) . (1 + 4(2,29)
2
/100)
b = 2,84 ~ 4,73 m

Dengan menggunakan angka koefisien dalam menentukan lebar mercu peluap ternyata
hasilnya sangat berbeda. Namun dengan penggunaan angka koefisien yang kecil hasilnya
hampir sama pada penentuan lebar mercu peluap dengan menggunakan Tabel B.2. Dengan
memperhatikan ketentuan yang tertulis dalam tabel dan membandingkan dengan kondisi
yang sebenarnya di lapangan, maka lebar mercu peluap diambil b=2,50 m.
3. Tinggi bendung pengendali dasar sungai
Disarankan tinggi bendung pengendali dasar sungai < 5 meter. Contoh tinggi bendung kita
ambil H= 4 meter














l
o
= 0,025 kemiringan asli dasar sungai sebelum dibangun bendung pengendali dasar sungai.
I
statik
= . l
o
= 0,0125 kemiringan statik terjadi setelah dibailgun bendung pengendali dasar
sungai.
I
dinamik
= 2/3 l
o
= 0,0167 kemiringan dinamik akan terbentuk setelah terjadi banjir.
L
1
= H / ( l
o
- I
statik
) = 4/(0,025 -0,0125) = 320 m.
L
2
= H / ( l
o
- I
dinamik
) = 4/(0,025 -0,0167) = 481,91 m.

4. Menentukan kemiringan bagian hilir bendung (n)

X - n.H = 0
n. H = X
n
max
= X/H

hukum Newton ( ) ( ) 07 , 2 8 , 9 4 2 29 , 2 2
2
1
2
1
= = = g H V X
g

n
max
= ( ) 50 , 0 4 07 , 2 2
2
1
= = H g H V
g


dipakai n = 0,20 ( supaya aliran tidak menyusur permukaan bendung bagian hilir/aman
terhadap benturan batuan yang jatuh)

5. Menentukan kemiringan bagian hulu bendung (m)

(1+ d). m
2
+ { 2(n+) + n. (4 d +y)+2. d. } . m ! (1+3 d) + d . . ( 4n + ) + y. (3.n. +
2
+ n
2
)
= 0
d = h
3
/H = 1,75/4 = 0,44 ; = b
1
/H = 2,50/4 = 0,63 ; y = y
c
/y
W
= 2,3/1,2 = 1,92
m = (-b (b
2
- 4.a.c )
1/2
) / 2.a """""""""""""""""""""". (19)
a = (1+ d) =1+0,44=1,44
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
92 dari 121
b = 2(n+ )+n.(4 d + y)+2. d. = 2 (0,2+0,63)+0,2 (4 .0,44+1,92)+2 .0,44 .0,63 = 2,95
c = - (1+3. d)+ d. .(4n+ )+ y . (3.n. +
2
+ n
2
)
= - (1 + 3. 0,44 ) + 0,44 . 0,63. ( 4. 0,2 + 0,63 ) + 1,92. ( 3. 0,2. 0,63 + 0,63
2
+0,2
2
)
= - 0,359
m = ( - 2,95 + ( 2,95
2
- 4. 1,44. ( - 0,359) )
1/2
)/2. 1,44 = 0,115
dipakai m = 0,20

6. Menentukan tebal lantai kolam olak

t = (0,1 ~ 0,2) (0,6 . H
1
+ 3 . h
3
- 1)

koefisien (0,1 ~ 0,2) apabila lantai kolam olak tanpa subdam koefisien yang dipakai 0,2 ; dan
kalau kolam olak memakai subdam koefisien yang dipakai 0,1. Dalam contoh penghitungan
ini kolam olaknya memakai subdam, tebal lantai dihitung sebagai berikut :
t = 0,1 . ( 0,6 . H, + 3 . h3 - 1 ) (14)
t = 0,1. (0,6 x(4 - t) + 3 x 1,75 x -1) = 0,1 x(2,4 -0,6 t+5,25 -1) = 0,24 - 0,6 t + 5,25 -1
t = 0,63 m
dipakai t = 0,65 m

7. Menentukan jarak bendung utama dan subdam (panjang kolam olak)

Rumus empiris L = (1,5 s/d 2,0 ) x (H
1
+ h
3
)
apabila tinggi bendung utama < 15 meter koefisien yang dipakai 2,0
L = 2,0 x (3,35 + 1,75) = 10,2 meter

Rumus percobaan hidraulik
L >I
W
+ X + b
2


Q
desain
= 204 m
3
/det
B
m
= lebar rata-rata peluap, B
m
=(50 + 51,75) x = 50,875 m
h
3
= 1,75 m
H
1
= (H - t) = (4 - 0,65) = 3,35 m
B = 5
b
2
= 2,50 m
q
o
= Q/ B
m
= 204 / 50,875 = 4 m
3
/det/m'
V
o
= q
o
/ h
s
= 4 / 1,75 = 2,29 m/det
V
1
= { 2. g . (H
1
+ h
3
)}
1/2
= (2 . 9,8. (3,35 + 1,75))
1/2
= 10 m/det
Kita anggap q
1
= q
o
= 4 m
3
/det/m'

h
1
=q
1
/ V
1
= 4/10 = 0,40 m
F
rt
= V
1
/ (g.h
1
)
1/2
=10 / (9,8 . 0,40)
1/2
= 5,05
h
j
= h
1
/ 2 x { ( 1 + 8
Frt
2
) - 1 } = 0,40 / 2 x { ( 1 + 8 . 5,05
2
)
1/2
! 1} = 2,66 m
l
W
= V
o
{ 2 ( H
1
+ 1/2 h
3
) / g }
1/2
= 2,29. { 2 ( 3,35 + 1/2 . 1,75 ) / 9,8 }
1/2
= 2,13 m
X = . h
j
= 5. 2,66 = 13,2 m
L = l
W
+ X + b
2
= 2,13 + 13,3 + 2,5 = 17,93 m
Diambil L = 18 m

8. Menentukan tinggi subdam
Rumus percobaan hidraulik
d/h
1
= [ { (1 + 2 F
rt
2
) x (1 + 8 . F
rt
2
) - 5 F
rt
2
! 1} / { ( 1 + 4
Frt
2
) - ( 1 + 8 . F
rt
2
)
1/2
} - 3/2 . F
rt
2/3
]
= [ { (1 + 2 . 5,05
2
) x ( 1 + 8. 5,05
2
)
1/2
- 5 . 5,05
2
- 1 } / { ( 1 + 4 . 5,05
2
) -(l + 8 . 5,05
2
)
1/2
}
- 3/2. 5,05
1/2
]

d/h
1
= [ { (52,005) x (14,32) - 127,51 ! 1 } / { (103,01) - (14,32) } - 4,42 ]
d/h
1
= [ { (744,712 - 128,51 ) / (88,69 ) } - 4,42 ]
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
93 dari 121
d = 0,40 (6,947 - 4,42) = 1,01 m = 1 m

Rumus empiris
d = ( 1/3 s/d 1/4 ) (H - t ) = (1/3 s/d 1/4) (4 - 0,65 ) = 1,12 s/d 0,84

diambil d = 1 m
h
c
= (q
2
/g)
1/3
= (2 / 9,8 )
1/3
= 1,18 m (aliran kritis air di atas mercu subdam)
h
J
= 2,66 m (tinggi loncatan air dari lantai sampai di atas mercu subdam)
d + h
c
+ V
2
/2.g = h
i
+ V
2
/2.g d+1,18 + (4/1,18)
2
/ 2. 9,8 = 2,66+(4/ 2,66)
2
/ 2. 9,8
d+1,18+0,586 = 2,66+0,12 d = 2,66 + 0,12 - 1,18 - 0,586=1,014 = 1 m
9. Menghitung stabilitas bendung


Kondisi bendung sebagai contoh penghitungan diketahui :
y
c
= 2,3 t/m
3

y
w
= 1,2 t/m
3

m = 0,2 ; m.H = 0,2.4 = 0,8
n =0,2 ; n.H = 0,2.4 = 0,8
D = 4,1

Berat sendiri
G
1
= . 4. 0,8 . 2,3 = 3,68 t
G
2
= 4. 2,50 . 2,3 = 23 t


G
3
= . 4 . 0,8 . 2,3 = 3,68 t
Total = 30,36 t

Tekanan air statik vertikal
V
1
= 1,75 . 2,50 . 1,2 = 5,25 t
V
2
= 1,75 . 0,80 . 1,2 = 1,68 t


V
3
= . 4 . 0,8 . 1,2 = 1,92 t
Total = 8,85 t

Tekanan air statik horizontal
P
1
= 4 . 1,2 . 1,75 = 8,4 t
P
2
= . 4
2
. 1,2 = 9,6 t


Total = 18,0 t

Lengan ( jarak gaya-gaya yang bekerja terhadap ujung tumit bendung di sebelah hilir)
G
1
= 2/3 . 0,8 = 0,53 m
G
2
= 0,8 + . 2,50 = 2,05 m
G
3
= 1/3 . 0,8 + 2,50 + 0,8 = 3,567 m

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
94 dari 121
V
1
= 0,8 + . 2,50 = 2,05 m
V
2
= 0,8 + 2,50 + . 0,8 = 3,7 m
V
3
= 0,8 + 2,50 + 2/3. 0,8 = 3,83 m
P
1
= . 4 = 2 m
P
2
= 1/3 . 4 = 1,33 m

Perhitungan momen
Beban Simbol Gaya (t) Lengan (m) Momen (t.m)
G
1
3,68 0,53 1,95
G
2
23 2,05 47,15 Berat sendiri
G
3
3,68 3,567 13,13
V
1
5,25 2,05 10,76
V
2
1,68 3,70 6,22
Tekanan air
statik vertikal
V
3
1,92 3,83 7,35
Total P
V
dan M
V
39,21 85,56
H
1
8,4 2 16,8 Tekanan air
statik horizontal H
2
9,6 1,33 12,77
Total P
H
dan M
H
18 29,57

Stabilitas terhadap guling
X = M / P
V
= (M
V
! M
H
) / P
V
= (86,56 - 29,57) / 39,21 = 56,99/39,21 = 1,45 m
D/3 = 4,1 / 3 = 1,37 m
2/3 D= 2/3. 4,1 = 2,73 m
D/3 < X < 2/3. D aman
e = D/2 ! X = 4,1 / 2 - 1,45 = 0,60
S
F
= M
V
/ M
H
= 86,56 / 29,57 = 2,9 > 1,2 aman

Stabilitas terhadap geser
S
F
= ( f . Pv + o
o
.1) / P
H

F = 0,6 karena macam material pada lokasi bendung terdiri atas kerikil dan pas (lihat Tabel
B.5)
o
o
= 0 karena alasan seperti di atas

S
F
= ( 0,6. 39,21 . + 0. I) / 18 = 1,3 > 1,2 aman

Stabilitas terhadap daya dukung tanah fondasi
o
1
= (Pv /D).(1+6.e/D)
o
2
= (Pv /D).(1- 6.e/D)

daya dukung tanah yang diizinkan menurut Tabel B.5 lapisan tanah di lokasi bendung terdiri
dari kerikil dan pasir, rata-rata daya dukungnya (60 + 30) / 2 = 45 t/m
2


o
1
= (39,21 / 4,1) .(1 + 6. 0,6 / 4,1)= 17, 97 t/M2 < 45 t/M2 > aman
o
2
= (39,21 / 4,1) .(1- 6. 0,6 / 4,1)= 9,56 t/M2 < 45 t/m2 -> aman

10. Menghitung stabilitas tembok tepi
Kondisi data yang telah diketahui sebagai berikut.
H = 4m
y
c
= 2,3 t/m3
4 = 30 (pasir)
= 2/3 4 = 20
DC = 0,30 m
y
s
= 1,80 t/m
3

0 = 11,310
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
95 dari 121
d = 20














n = 0,5
m = 0,2
DB = DC + n.H - m.H = 0,30 + 0,5.4 - 0,2.4 = 1,5 m
G = H/2 . (DC + DB ) . y
c
= 4/2 . (0,3 + 1,5) . 2,3 = 8,28 ton
L
W
= { (DB
2
+ DB.DC + DC
2
) / (3. (DB + DC))} + (n.H/3) . { (DB+2.DC) / (DB+DC) }
L
W
= { (1,52 + 1,5. 0,3 + 0,32 ) / (3. (1,5 + 0,3)) } + (0,5. 4/3).{ (1,5 +2.0,3) / (1.5+0,37) }
= 0,516 + 0,778 = 1,294 m
h
W
= H/3 { (DB + 2. DC) / (DB + DC) } = 4/3 { (1,5 + 2. 0,3) / (1,5+ 0,3) } = 1,33 x 1,167
= 1,55 m

( )
( )
( ) ( )
( ) ( )
2
2
2
1
)
`

+
+
+ +

=
o u o u
o o k
o u u
u
Cos Cos
Sin Sin
Cos Cos
Cos
Ka
( ) ( )
( ) ( )
( ) ( )
( ) ( )
2
2
2
20 310 , 11 20 310 , 11
20 30 20 30
1 20 310 , 11 310 , 11
310 , 11 30
)
`

+
+
+ +

=
Cos Cos
Sin Sin
Cos Cos
Cos
Ka
K
a
= 0,56 / 0,96 x 0,99 x 1,94 = 0,304
P
a
= . K
a
. y
s
. H
2
= . 0,304 . 1,8 . 4
2
= 4,38
L
e
= DB + 1/3 . H . m = 1,5 + 1/3 . 4 . 0,2 = 1,77 m
h
e
= H/3 = 4/3 = 1,33 m
P
a
.H = P
a
. Sin (90
O
! ! 0) = 4,38 . Sin (90
O
! 20
O
! 0) = 1,5

Perhitungan momen
Beban Simbol Gaya (t0 Lengan (m) Momen (t.m)
Berat sendiri G 8,28 L
W
= 1,294 10,714
Tekanan tanah
arah vertikal
P
a
V 1,50 L
e
= 1,77 2,655
Total P
V
dan M
V
9,78 13,369
Tekanan tanah
arah horizontal
P
a
H 4,12 h
e
= 1,35 5,5

Stabil terhadap guling
X = M/P
V
= ( 13,360 ! 5,5 ) / 9,78 = 0,8 m
1/3 . DB = 1/3 . 1,5 = 0,5 m
2/3 . DB = 2/3 . 1,5 = 1 m
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
96 dari 121
1/3 . DB = 0,5 < X = 0,8 < 2/3 . DB = 1
e = DB/2 ! X = 1,5/2 ! 0,8 = - 0,05
S
F
= M
v
/ M
H
= 13,369 / 5,5 = 2,43 > 1,2 aman

Stabilitas terhadap geser
S
F
= (f . P
v
. + o
o
. L) / P
H
= (0,6 . 9,78 + 0) / 4,12 = 1,42 > 1,2 aman

Stabilitas terhadap daya dukung tanah fondasi
o
1
= (P
v
/ DB) . (1 + 6.e / DB)
= (9,78 / 1,5) . (1 + 6. (-0,05) / 1,5) = 5,216 t/m
2
< 45 t/m
2
aman
o
2
= (P
v
/ DB) . (1 - 6.e / DB)
= (9,78 / 1,5) . (1 - 6. (-0,05) / 1,5) = 7,824 t/m
2
< 45 t/m
2
aman
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
97 dari 121
LAMPIRAN C
Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Konstruksi
Konstruksi Pembangunan Check Dam di Sungai ............... Kabupaten.............
1. Latar Belakang
Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja, menguraikan :
- Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan
- Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi, geologi
regional, kondisi klimatologi, kondisi hidrologi serta ekosistem pada daerah pekerjaan
- Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan
- Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan
2. Kondisi Cuaca
Informasi umum berikut ini memberikan petunjuk kondisi cuaca dilapangan yang bisa
diharapkan untuk sepanjang tahun. Pemberi tugas dan Direksi tidak bertanggung jawab
atas ketelitian data, dan semua resiko akibat salah penafsiran data tersebut adalah
menjadi beban Kontraktor.
Iklim di lokasi proyek terdiri dari dua musim : musim hujan terjadi dari bulan """.
sampai dengan "" dan musim kemarau biasa terjadi mulai bulan ".. sampai dengan
""".. Hujan rata ! rata tahunan sekitar "".. m dan 80 % nya adalah "". m jatuh
dalam bulan ".. sampai dengan """".
3. Lingkup Pekerjaan dalam Kontrak
Kontraktor harus memenuhi kebutuhan semua tenaga kerja, material, peralatan
pelaksanaan, pekerjaan sementara dan pekerjaan lainnya untuk pelaksanaan. Kontraktor
harus melaksanakan pekerjaan dengan baik dan lengkap serta merawat seperti yang
diminta dalam Gambar dan Spesifikasi Teknik atau Petunjuk Direksi. Pekerjaan yang
harus dilaksanakan menurut Kontrak mencakup dibawah ini :
a. Pelaksanaan pekerjaan check dam yang meliputi bangunan utama dan semua
bangunan penunjang sesuai yang tercakup dalam Kontrak.
b. Pelaksanaan pekerjaan, operasi, perawatan dan pembongkaran bangunan!bangunan
sementara antara lain :
- Jalan masuk sementara berikut jembatan dan fasilitas lainnya.
- Saluran pengelak, bangunan/dam sementara termasuk pembelian, pemencangan,
pembongkaran dan penyerahan Steel Sheet Pile sebanyak yang diperlukan untuk
pelaksanaan Coferdam sementara kepada Direksi.
- Fasilitas kerja Kontraktor seperti kantor lapangan, gudang, laboratorium dan lain!
lain.
- Tempat penyimpanan semen berikut material beton dan peralatan pengolah beton.
- Generator termasuk jaringan listriknya yang diperlukan untuk pelaksanaan
pekerjaan.
- Perlengkapan komunikasi Radio/Telepon dari lokasi pekerjaan ke kantor Proyek di
Padang termasuk peralatan lainnya yang perlu.
4. KETENTUAN DAN PERSYARATAN
4.1. Program Pelaksanaan
1) Pengguna Jasa menyiapkan Jadwal Pelaksanaan untuk semua pekerjaan yang
termasuk dalam Kontrak. Jadwal pelaksanaan tersebut untuk membantu para
penawar dan Penyedia Jasa didalam menyiapkan Jadwal Pelaksanaan yang lebih
terperinci.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
98 dari 121
2) Tiga puluh (30) hari setelah menerima Surat Penunjukan, Penyedia Jasa harus
menyerahkan Jadwal Pelaksanaan kepada Direksi Pekerjaan berisi jadwal
pelaksanaan semua pekerjaan dan pekerjaan sementara yang harus dikerjakan
berdasarkan Kontrak, dengan metode PERT/CPM network. Jadwal Pelaksanaan ini
harus sesuai dengan hari kelender, jangka waktu yang diperlukan, tanggal mulai
paling awal, tanggal selesai paling awal dan paling lambat, lama pelaksanaan dan
sebagainya.
3) Jadwal Pelaksanaan tersebut diatas diserahkan sesuai dengan modifikasi dan
perubahan yang diperlukan oleh Direksi Pekerjaan di dalam waktu yang logis.
Jadwal Pelaksanaan yang direvisi yang sudah disetujui dan sudah ditandatangani
oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan harus dianggap merupakan Jadwal
Pelaksanaan yang mengikat dan menjadi bagian dari Dokumen Kontrak.
4) Jadwal Pelaksanaan yang sudah mengikat tersebut harus diperbarui oleh Penyedia
Jasa pada setiap jangka waktu 4 (empat) bulan jika diminta oleh Direksi Pekerjaan
dan Jadwal Pelaksanaan yang diperbarui harus disetujui oleh Penyedia Jasa dan
Direksi Pekerjaan, dan termasuk dalam Dokumen Kontrak.
5) Jika selama pelaksanaan pekerjaan, rata-rata kecepatan pekerjaan ternyata
dibawah yang disetujui menurut pendapat Direksi Pekerjaan, Penyedia Jasa harus
dapat menyelesaikan setiap bagian pekerjaan pada waktu yang disetujui, maka
Direksi Pekerjaan akan memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah pekerja
dan atau peralatan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan untuk mengejar ketinggalan
pada bagian pekerjaan tersebut.

4.2. Aspek aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Pelaksanaan Pekerjaan
1) Aspek Keselamatan Kerja
Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memperhatikan ketentuan kesehatan dan
Undang-Undang Keselamatan Kerja. Ketentuan-ketentuan tersebut harus diadopsi
oleh pelaksana pekerjaan dalam prosedur/manual pekerjaan secara menyeluruh
untuk setiap tahapan pekerjaan, mulai dari tahap pekerjaan persiapan hingga
pemeliharaan setelah penyerahan pekerjaan.
2) Aspek Lingkungan
Sebelum melaksanakan kegiatan fisik di lapangan, Penyedia Jasa harus membuat
program dampak lingkungan yang terjadi akibat pelaksanaan kegiatan dengan
mengacu pada Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) atau Upaya
Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) atau
Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) atau manual prosedur pengelolaan/
pemantauan lingkungan (jika RKL/RPL atau UKL/UPL tidak ada). Program ini harus
mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
3) Aspek Administrasi
Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi harus memiliki prosedur dan tata cara
administrasi yang baku dalam bentuk surat menyurat, surat pengumuman, surat
undangan dan surat-surat lainnya untuk menunjang seluruh kegiatan pekerjaan.
Seluruh dokumen pekerjaan mulai dari pekerjaan persiapan, pelaksanaan, serah
terima, dan pemeliharaan harus didokumentasikan secara sistematis sesuai dengan
kelompok pekerjaan, urutan waktu, atau kategori lain yang dianggap penting.
Dokumentasi ini diperlukan guna menunjang laporan proyek (Laporan Mingguan
dan Bulanan).
4) Aspek Ekonomis
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
99 dari 121
Penyedia Jasa pekerjaan wajib memperhatikan efektifitas dan efisiensi
pelaksanaan. Termasuk dalam hal ini aspek SDM, Peralatan, dan pengadaan
bahan.
SDM yang digunakan harus secara efektif dapat memenuhi kebutuhan jadwal dan
kualitas pekerjaan. Jumlah dan jenis peralatan-peralatan pendukung pekerjaan
harus diperhitungkan dengan seksama sesuai jadwal pekerjaan terutama bila
peralatan-peralatan tersebut diadakan dengan sewa. Pengadaan bahan/material
harus diupayakan efektif sesuai pekerjaan yang dijadwalkan.
5) Aspek Sosial dan Budaya
Penyedia Jasa pekerjaan konstruksi berkewajiban memperhatikan kondisi sosial
dan budaya masyarakat di lokasi pelaksanaan pekerjaan. Hal-hal yang cukup
sensitif, seperti gangguan kebisingan pada waktu ibadah, waktu istirahat, hal-hal
yang ditabukan, atau lokasi-lokasi yang dianggap suci oleh masyarakat setempat
sedapat mungkin dihindarkan dari gangguan pekerjaan atau personil yang terlibat
dalam pekerjaan.
4.3. Sumber Bahan Pelaksanaan
1) Penyedia Jasa bertanggung jawab atas pengadaan material beton pasangan,
bronjong dan sebagainya dengan jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Proyek
akan memberi petunjuk beberapa sumber bahan pelaksanaan yang ada untuk
bahan timbunan dan material beton berikut jarak dari lokasi pekerjaan.
2) Jika Penyedia Jasa akan mengambil material untuk beton dan batu dari sumber lain,
Penyedia Jasa harus mengatur sedemikian hingga mendapatkan ijin dari instansi
terkait dan membayar semua biaya dan kompensasi yang diperlukan.

4.4. Pekerjaan Pengeringan (Dewatering)
Daerah galian harus dikeringkan secukupnya dan dijaga jangan sampai ada air
tergenang. Penyedia Jasa harus membuat dan merawat semua dan sementara, bila
perlu melakukan pemompaan sumber-sumber air dan aliran lainnya untuk
mengeluarkan air tersebut dari lokasi pekerjaan sepanjang masa pelaksanaan. Semua
bangunan sementara harus dibongkar bila pekerjaan telah selesai dan disetujui Direksi
Pekerjaan. Pelaksanaan pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-7, Pekerjaan Dewatering
4.5. Pemagaran Lokasi Pekerjaan
Jika tidak ditentukan lain, maka Penyedia Jasa harus membuat dan merawat pagar
yang sesuai dan disetujui Direksi Pekerjaan untuk menutup semua areal pekerjaan!
pekerjaan pelaksanaan. Bila pagar ini dibuat disepanjang jalan umum dan lain-lain,
harus dibuat tipe yang sesuai dan cukup baik untuk daerah tersebut. Pelaksanaan
pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Pekerjaan
yang Bersifat Umum, Bagian-9, Pekerjaan Lain-lain
4.6. Material dan peralatan-peralatan yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa
1) Umum
Penyedia Jasa harus menyediakan bahan/material dan peralatan yang memenuhi
syarat untuk menyelesaikan pekerjaan kecuali yang sudah disediakan di dalam
Kontrak. Semua peralatan dan material yang merupakan bagian dari pekerjaan
harus baru dan harus sesuai dengan standar yang tercantum dalam Spesifikasi atau
Standar yang ditunjukkan. Jika Penyedia Jasa mengusulkan pengadaan peralatan
atau material yang tidak sesuai dengan standar yang disebutkan diatas harus
memberi tahu dan mendapatkan persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan terlebih
dahulu.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
100 dari 121
2) Peralatan untuk Pelaksanaan
Penyedia Jasa harus mendatangkan semua peralatan yang memenuhi syarat dalam
jumlah yang cukup untuk pelaksanaan pekerjaan sampai dengan selesai. Direksi
Pekerjaan dapat memerintahkan Penyedia Jasa untuk menambah peralatan, jika
menurut pertimbangannya perlu untuk mencapai progress sesuai dengan Kontrak.
Penyedia Jasa harus mendatangkan semua mesin dan peralatan, lengkap dengan
suku cadangnya yang cukup, untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
3) Material Pengganti
Penyedia Jasa harus berusaha untuk mendapatkan bahan material yang ditentukan
dalam spesifikasi teknik atau gambar, tapi jika material tersebut tidak dapat
diperoleh dengan alasan diluar kemampuan Penyedia Jasa, boleh memakai material
pengganti dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Tidak boleh ada material
pengganti tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Pekerjaan.
4) Pemeriksaan Peralatan dan Material
Peralatan dan material yang didatangkan oleh Penyedia Jasa harus diperiksa dan
sesuai dengan Kontrak pada saat di lokasi berikut ini atau seperti yang ditentukan
oleh Pemberi Tugas :
iv. Tempat produksi atau pabrik
v. Pengangkutan
vi. Lokasi Proyek
Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Pengguna Jasa semua spesifikasi
peralatan dan material yang diperlukan oleh Pengguna Jasa untuk tujuan
pemeriksaan. Pemeriksaan peralatan dan material termasuk tempat dimana berasal
tidak berarti melepaskan Penyedia Jasa dari tanggung jawabnya untuk mengadakan
peralatan dan material yang tercantum dalam spesifikasi teknik.
5) Program dan Catatan Pengangkutan
Bersamaan dengan penyerahan Jadwal Pelaksanaan, Penyedia Jasa harus
menyerahkan program pengangkutan peralatan dan material secara rinci, dengan
urutan pengangkutan dan pengiriman di lapangan sesuai dengan rencana Jadwal
Pelaksanaan tersebut kepada Direksi Pekerjaan. Penyedia Jasa harus memberitahu
Direksi Pekerjaan kedatangan peralatan, material dan pemasangan peralatan di
lapangan.
6) Spesifikasi, Brosur dan Data yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa
Penyedia Jasa harus menyerahkan 3 (tiga) set spesifikasi lengkap, brosur dan data
mengenai material dan peralatan yang akan didatangkan sesuai Kontrak kepada
Direksi Pekerjaan untuk disetujui, dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari
setelah menerima surat perintah kerja. Bagaimanapun juga persetujuan terhadap
spesifikasi, brosur dan data tersebut tidak akan melepaskan Penyedia Jasa dari
tanggung jawabnya sesuai dengan Kontrak.
5. PELAKSANAAN PEKERJAAN
Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan
konstruski check dam memuat :
1) Pekerjaan Persiapan Umum
Pelaksanaan pekerjaan yang bersifat umum meliputi :
a) Mobilisasi dan Demobilisasi
Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-9, Pekerjaan Lain-lain
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
101 dari 121
b) Jalan Penghubung Sementara
Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-9, Pekerjaan Lain-lain
c) Laboratorium dan Alat Pengujian Lapangan
Ketentuan dan persyaratan untuk laboratoriuum dan alat pengujian lapangan sebagai
berikut :
i. Penyedia Jasa di dalam hal ini tidak diperkenankan melakukan pengujian
laboratorium, pengujian dilakukan oleh laboratorium yang telah ditunjuk oleh
Direksi Pekerjaan
ii. Penyedia Jasa harus menyediakan peralatan pengetesan lain yang diperlukan
seperti yang disebutkan dalam Spesifikasi Teknik untuk mengontrol material
pelaksanaan dan tanah.
iii. Selambat-lambatnya tanggal... ... ... , Penyedia Jasa harus menyerahkan schedule
pengujian kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuannya.
Schedule pengujian harus mencakup semua pengujian material beton, pengujian
pemadatan tanah triaxial dan pengujian alat-alat laboratorium yang akan dipakai.
Laboratorium yang disediakan Penyedia Jasa harus diatur dan dirawat Penyedia
Jasa. Pengadaan listrik dan air untuk keperluan laboratorium harus disediakan
Penyedia Jasa.
d) Kantor, Gudang dan Bengkel untuk Penyedia Jasa
Penyedia Jasa harus membuat, merawat dan selanjutnya membongkar bangunan
sementara seperti kantor, bengkel, dan gudang yang hanya diperlukan pada saat
pelaksanaan. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana pelaksanaan secara detail
termasuk fasilitas sementara kepada Direksi Pekerjaan selambat-lambatnya tanggal
... ... ...
e) Perumahan dan Barak untuk Staf dan Tenaga Penyedia Jasa
Jika tidak ditentukan lain, Penyedia Jasa harus menyediakan, merawat dan
membongkar semua bangunan sementara dimana Direksi Pekerjaan atau Pengguna
Jasa, Staf Penyedia Jasa dan Sub-Penyedia Jasa akan berada termasuk perabot,
penerangan, air minum, saluran, jalan, tempat parkir, tempat buangan dan akomodasi
yang bersifat sementara. Sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum penanganan
pekerjaan ini. Penyedia Jasa harus mengirimkan rencana dan detail usulan bangunan
termasuk fasilitasnya kepada Direksi Pekerjaan.
f) Air Kerja
Penyedia Jasa harus menyediakan/membuat sumber air baku untuk tempat tinggal
staf Penyedia Jasa, Pekerja, Laboratorium, Bengkel dan tempat lain yang perlu
dilokasi pekerjaan. Sistim jaringan air minum tersebut harus mendapatkan persetujuan
Direksi Pekerjaan.
g) Sumber Listrik untuk Pelaksanaan Pekerjaan
Penyedia Jasa harus mengatur kebutuhan penerangan listrik di lokasi pekerjaan,
perumahan staf Penyedia Jasa, Barak, Laboratorium, Bengkel, Gudang dan Kantor.
Penyedia Jasa harus membuat jaringan listriknya, mengoperasikan dan merawat
sampai dengan akhir masa perawatan atau lebih cepat sesuai dengan pengarahan
Direksi Pekerjaan dan kemudian membongkar semua fasilitas listrik sementara yang
ada antara lain : generator, kawat, alat-alat penyambung dan lain sebagainya
2) Pekerjaan Persiapan Khusus
Pekerjaan persiapan khusus untuk pelaksanaan konstruksi check dam meliputi :
a) Pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
102 dari 121
Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-2, Pekerjaan Pengukuran
Topografi dan Pemetaan
b) Gambar-gambar Pelaksanaan
Gambar-gambar yang harus disediakan oleh Penyedia Jasa dan Direksi Pekerjaan
ditentukan berdasarkan Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik,
Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-9, Pekerjaan Lain-lain
3) Pekerjaan Konstruksi Check dam
Pelaksanaan kegiatan konstruksi check dam terdiri dari pekerjaaan :
a) Pekerjaan Tanah
Pekerjaan tanah tediri dari : kupasan, pembersihan medan; galian dan timbunan.
Pelaksanaa pekerjaan mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan Spesifikasi
Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-1, Pekerjaan Tanah
b) Pekerjan pengukuran atau staeck out
Pekerjaan pengukuran atau stacke out mengacu Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-2, Pekerjaan Pengukuran
Topografi dan Pemetaan
c) Pekerjaan Pengujian Geoteknik
Pekerjaan geoteknik terkait dengan mutu hasil pekerjaan timbunan. Pelaksanaan
pekerjaan pengujian geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-3, Pekerjaan Penyelidikan
Geoteknik
d) Pekerjaan Beton
Pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-4, Pekerjaan Beton
e) Pekerjaan Pasangan
Pelaksanaan pekerjaan pasangan batu mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman
Penyusunan Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-5, Pekerjaan
Pasangan Batu
4) Pekerjaan Lain-lain
Pekerjaan lain-lain sifatnya mendukung pekerjaan utama. Pekerjaan lain-lain meliputi foto
dokumentasi ; pelaksanaan pengujian mutu bahan dan pekerjaan penggambaran (as-built
drawing). Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx, Pedoman Penyusunan
Spesifikasi Teknik, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian-6, Pekerjaan Pemancangan
5) Pelaporan dan Foto Dokumentasi
1) Pelaporan
Pelaporan yang dihasilkan dalam pekerjaan konstruksi, meliputi :
a) Laporan Kemajuan Pelaksanaan
Sebelum tanggal..............tiap bulan atau pada suatu waktu yang ditentukan
Direksi, Penyedia Jasa harus menyerahkan 5 (lima) salinan laporan Kemajuan
Bulanan dalam bentuk yang bisa diterima oleh Direksi, yang menggambarkan
secara detail kemajuan pekerjaan selama bulan yang terdahulu.
Laporan sekurang-kurangnya harus berisi hal-hal sebagai berikut :
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
103 dari 121
i. Prosentase kemajuan pekerjaan berdasarkan kenyataan yang dicapai pada
bulan laporan maupun prosentase rencana yang diprogramkan pada bulan
berikutnya.
ii. Prosentase dari tiap pekerjaan pokok yang diselesaikan maupun prosentase
rencana yang diprogramkan harus sesuai dengan kemajuan yang dicapai
pada bulan laporan.
iii. Rencana kegiatan dalam waktu dua bulan berturut-turut dengan ramalan
tanggal permulaan dan penyelesaiannya.
iv. Daftar tenaga setempat
v. Daftar perlengkapan konstruksi, peralatan dan bahan dilapangan yang
digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan termasuk yang sudah datang dan
dipindahkan dari lapangan.
vi. Jumlah volume pekerjaan merupakan bagian pekerjaan tetap harus diuraikan
sebagai berikut :
- Jumlah volume untuk berbagai pekerjaan pembetonan
- Jumlah volume dari berbagai pekerjaan galian dan timbunan
- Jumlah volume dari bahan perkerasan jalan yang digunakan
- Jumlah banyaknya bangunan, dll.
vii. Uraian pokok pekerjaan sementara yang dilaksanakan selama masa laporan.
viii. Daftar besarnya pembayaran terakhir yang diterima dan kebutuhan
pembayaran yang diperlukan bulan berikutnya.
ix. Hal-hal lain yang diminta sesuai dengan kontrak, dan masalah yang timbul
atau berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan selama bulan laporan.
b) Rencana Kerja Harian, Mingguan dan Bulanan
Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap Rencana Mingguan yang
sudah disetujui oleh Direksi setiap akhir Mingguan dan untuk minggu berikutnya.
Rencana tersebut harus sudah termasuk pekerjaan tanah, pekerjaan konstruksi
lainnya yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, pengadaan bahan,
pengangkutan dan peralatan dan lain-lain yang diminta Direksi.
Penyedia Jasa harus menyerahkan 2 (dua) rangkap rencana kerja harian secara
tertulis semua kemajuan yang sudah disetujui oleh Direksi setiap hari maupun
untuk hari-hari berikutnya. Rencana kerja harus mencakup pekerjaan tanah,
pekerjaan beton dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan.
Penyedia Jasa harus menyediakan Rencana Kerja Bulanan dengan sistem bar-
chart pada akhir bulan dan untuk bulan-bulan berikutnya. Rencana kerja ini harus
memperlihatkan tenggang waktu dari mulai sampai akhir kegiatan utama dengan
volume pekerjaannya. Rencana kerja ini harus diserahkan pada Direksi pada hari
ketiga tiap bulan untuk perbaikan dan perubahan.
c) Rapat Bersama Untuk Pembicaraan Kemajuan Pekerjaan
Rapat tetap antara Direksi dan Penyedia Jasa diadakan seminggu sekali pada
waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Maksud dari rapat ini
membicarakan kemajuan pekerjaan yang sedang dilakukan, pekerjaan yang
diusulkan untuk minggu selanjutnya dan membahas permasalahan yang timbul
agar dapat segera diselesaikan.
2) Foto Dokumentasi
Semua kegiatan dilapangan harus didokumentasikan dengan lengkap dan dibuatkan
album foto berikut keterangan berupa tanggal pengambilan foto, lokasi dan penjelasan
foto. Untuk setiap lokasi pekerjaan minimal dibuat 3 seri foto yaitu sebelum
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
104 dari 121
pelaksanaan, pada saat pelaksanaan dan setelah selesai dilaksanakan, dimana arah
pengambilan melalui satu titik yang sama.
Penyedia Jasa harus menyerahkan kepada Direksi foto-foto yang dibuat oleh tukang
yang berpengalaman.
Foto-foto harus berwarna dan ditujukan sebagai laporan / pencatatan tentang
pelaksanaan yaitu pada awal pertengahan dan akhir suatu bagian tertentu dari
pekerjaan yang diperintahkan oleh Direksi.
Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi, pengambilan harus dari
titikk dan arah yang sama dan yang sudah ditentukan sebelumnya.
Jika mungkin maka pada latar belakang supaya diusahakan adanya suatu tanda
khusus untuk memudahkan mengenali lokasi tersebut dan memperkirakan dimensi
obyek yang akan difoto.
Foto negatif dan cetakannya tidak boleh diubah atau ditambah apapun.
Sebelum pengambilan gambar-gambar, maka harus dibuat rencana / denah yang
menunjukan lokasi, posisi dari kamera juga arah bidikan yang kemudian diserahkan
kepada Direksi untuk disetujui.
Tiap foto berukuran 3R dan diberi catatan sebagai berikut :
- Detail Kontrak
- Nama atau Lokasi
- Tanggal Pengambilan
- Tahap Pelaksanaan
Berita Acara Pembayaran dan Laporan Bulanan harus dilengkapi dengan suatu set
pilihan foto-foto yang bersangkutan dengan periode tersebut. Juga pada akhir
pelaksanaan Kontrak, maka foto-foto harus diserahkan kepada Direksi dalam album-
album. Foto-foto ditempelkan dalam album secara beraturan menurut lokasinya
masing-masing. Tiap obyek harus lengkap tahapnya yakni 0 %, 50 % dan 100 % dan
ditempelkan pada satu halaman.
Penyerahan dilakukan sebanyak 6 (enam) ganda bersama 1 (satu) ganda album
negatifnya. Tiap album dan juga yang berisi negatif harus diberi keterangan atau
tanda sama untuk memudahkan mengidentifikasi negatif dan cetakannya.
Semua album menjadi milik Pemberi Tugas dan tanpa ijinnya tidak boleh diberikan /
dipinjamkan kepada siapapun.
6) Kebutuhan Tenaga Ahli
a) Field Supervision Team, kewajibannya sebagai berikut :
i. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) melakukan
pengendalian atas pelaksanaan civil works yang dilakukan oleh kontraktor
tepat mutu, tepat biaya, dan tepat waktu. rujukan : dokumen kontrak.
ii. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) mendorong kontraktor
untuk memenuhi kewajibannya dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan
ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum di dalam dokumen kontrak.
iii. membantu pengguna jasa (dalam hal ini pimbagpro fisik) dalam menyikapi
contract change order / addenda yang diperlukan di dalam pelaksanaan
pekerjaan konstruksi oleh pelaksana.
iv. melakukan review design dan membantu pimbagpro fisik memerintahkan kepada
kontraktor untuk menyesuaikan pekerjaannya dengan hasil review design.
v. melakukan pengecekan, pengukuran, dan perhitungan volume setiap item
pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor secara cermat sebagai bahan untuk
menetapkan volume pekerjaan yang layak untuk dibayar oleh pemberi pekerjaan.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
105 dari 121
vi. melakukan pemantauan secara terus menerus pelaksanaan pekerjaan lapangan
(yang dikerjakan oleh kontraktor) pengendalian mutu, dan kemajuan fisik /
keuangan untuk menjamin kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan
melaporkannya kepada pimpro pengawasan dan pimbagpro fisik.
vii. memeriksa dan menandatangani mc (monthly certificate) yang diajukan oleh
kontraktor kepada pimpro pelaksanaan konstruksi (pimbagpro).
viii. menyiapkan as built drawing.
ix. menyiapkan laporan bulanan, laporan triwulan, dan laporan akhir proyek.
x. menyiapkan data-data pelaksanaan konstruksi sesuai permintaan direksi/ pemberi
kerja.
xi. membantu pimbagpro fisik dalam pelaksanaan PHO.

6.5 Pengendalian Biaya, Mutu dan Waktu
1) Pengendalian Biaya
a) Umum
Pengendalian biaya pekerjaan, pada umumnya terfokus pada kondisi rentabilitas,
yaitu mengupayakan agar perimbangan antara pendapatan dan biaya pekerjaan tetap
terjaga. Arti rentabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba. Jadi dapat diartikan
bila pekerjaan dengan rentabilitas yang baik berarti pekerjaan tersebut dapat
menghasilkan laba yang baik pula.
Evaluasi biaya, sebagai bagian dari proses pengendalian biaya, biasanya
menggunakan data yang berkaitan dengan data pendapatan (termasuk piutang yang
belum cair) dan data biaya (termasuk hutang yang belum dibayar). Sedangkan data
cash basis yaitu yang berkaitan dengan data penerimaan (cash in) dan data
pengeluaran (cash out) sering luput dari perhatian, padahal data tersebut juga ada
dan penting sekali untuk mendukung suatu keputusan keuangan.
Data cash basis sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk
dikendalikan agar sasaran pekerjaan terutama laba dapat dicapai.
Hampir semua usaha dapat dikatakan tidak dapat terbebas dari kebutuhan dana
pinjaman, oleh karena itu dana pinjaman yang diperlukan untuk menutup cash flow
yang defisit, harus dikendalikan agar bunga pinjaman yang harus dibayar cukup wajar.
Dilihat dari sudut rentabilitas dan likuiditas kondisi pekerjaan dapat dibagi dalam 4
(empat) kelompok yaitu :
i. rentabilitas bagus dan likuiditas bagus
pekerjaan seperti ini yang selalu diharapkan karena labanya cukup besar dan
pembayarannya lancar, sehingga labanya berwujud sebagai tunai, seperti
pekerjaan yang nilai kontraknya bagus (menguntungkan) dan pembayarannya
juga lancar.
ii. rentabilitas bagus dan likuiditas jelek
pekerjaan seperti ini memerlukan perbaikan likuiditas yang mendesak. bila kondisi
likuiditas jelek terus dan tidak dapat diperbaiki, dampaknya dapat mengurangi
kondisi rentabilitas, seperti pekerjaan yang semula nilai kontraknya bagus tetapi
dalam proses pembayarannya sering terhambat (tidak lancar).
iii. rentabilitas jelek dan likuiditas bagus
pekerjaan seperti ini memerlukan strategi pengendalian biaya dengan
memanfaatkan likuiditas yang bagus sehingga dapat menolong kondisi rentabilitas
menjadi lebih baik, seperti pekerjaan yang nilai kontraknya cukup berat, tetapi
semua pembayarannya sangat lancar.
iv. rentabilitas jelek dan likuiditas jelek
pekerjaan seperti sedapat mungkin dihindari atau dicegah sejak awal agar tidak
terjadi, seperti pekerjaan yang nilai kontraknya berat, ditambah lagi
pembayarannya tidak lancar. oleh karena itu, pengendalian likuiditas pekerjaan
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
106 dari 121
perlu menjadi perhatian, terutama bagi para engineer dalam rangka pengendalian
pekerjaan.

b) Pengertian dan Maksud Pengendalian Biaya Pelaksanaan Pekerjaan
Yang dimaksud dengan pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan adalah semua
upaya/usaha yang dilakukan oleh seluruh staf pekerjaan (Manajer Pekerjaan dan Staf)
dan perusahaan, agar biaya pelaksanaan pekerjaan menjadi wajar, murah dan efisien
sesuai dengan rencana dan atau hasil evaluasi yang dilakukan.
Pengendalian biaya pelaksanaan pekerjaan terkait erat dan sangat dipengaruhi oleh :
(1) Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan (efek dari penambahan biaya tidak
langsung)
(2) Pengendalian mutu dan hasil pelaksanaan pekerjaan (efek dari pekerjaan ulang,
finishing, pembongkaran, dan lain-lain yang harus menambah biaya lagi, yaitu
biaya langsung maupun tidak langsung)
(3) Pengendalian sistem manajemen operasional pekerjaan yang bersangkutan,
yang kurang baik atau tidak konsisten dalam pelaksanaan / penerapannya (efek
penambahan biaya karena in-efisiensi realisasi biaya pekerjaan dari yang
seharusnya direncanakan).
Pengendalian yang diterapkan dalam operasional pelaksanaan pekerjaan tidak
sekedar berarti pengawasan dan atau pemeriksaan obyek dan kejadian, tetapi lebih
merupakan tindakan yang sekaligus merupakan aktifitas perencanaan, pengawasan,
pemeriksaan, evaluasi dan tindakan pencegahan atau perbaikan
c) Pelaksanaan Pengendalian Biaya di Pekerjaan
Tindakan pengendalian yang lebih tepat disebut sebagai pengendalian operasional
pelaksanan pekerjaan. Dilaksanakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan
terhadap hal-hal yang secara luas mempengaruhi tercapainya nilai biaya pekerjaan
yang wajar, murah dan efisien, dilakukan dengan dua cara :
(1) Cara langsung
Cara ini dilakukan dengan :
- Peninjauan
- Pengawasan
- Pemeriksaan
- Audit
Sasaran yang dicapai:
- Mengetahui dan mendapat informasi
- Evaluasi langsung pada obyek (pekerjaan) dan subyek (pelaksana) pekerjaan
- Memberikan alternatif tindakan pencegahan dan perbaikan langsung atas
ketidaksesuaian proses hasil kerja dan perkiraan kejadian negatif yang akan
timbul.
Memastikan sasaran pengendalian:
- apakah waktu pelaksanaan dan progres fisiknya masih sesuai dengan rencana
atau jadwal pelaksanaan pekerjaan?
- apakah mutu hasil pekerjaan dan proses pelaksanaan pekerjaan memenuhi
standar spesifikasi teknis dan kontrak?
- apakah ada keluhan dari pemberi kerja atau yang terkait?
- apakah hasil kerja dan proses tersebut bisa diterima dengan baik oleh pemilik
pekerjaan?
- apakah biaya pekerjaan sampai waktu itu masih memenuhi batasan rencana
anggaran pekerjaan? sebandingkah dengan produksi yang dihasilkan?
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
107 dari 121
- alternatif tindakan apa yang harus dilakukan dengan adanya penyimpangan dan
ketidaksesuain yang telah diketahui sebab-sebabnya itu, guna mencapai
sasaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya?
(2) Cara tidak langsung
(a) Dokumen Pekerjaan
Melalui Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) pekerjaan sebagai pedoman
biaya pelaksanaan
- termasuk dalam hal metode pelaksanaan pekerjaan yang tepat dan efisien
- termasuk dalam hal jadwal pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dan efektif
- termasuk dalam hal unit price pekerjaan, material dan alat sesuai rencana
yang wajar, murah dan efisien.
(b) Melalui Rencana Arus Kas Pekerjaan (Cash Flow)
Sebagai pedoman kerja dalam hal kondisi keuangan, agar selalu tercapai
likuiditas pekerjaan yang berada dalam kondisi balance positif atau surplus.
- dilakukan penagihan progress fisik (progress billing) yang intensif sesuai
dengan batasan periode atau jumlah nilai penagihan tertentu dan ditindak
lanjuti secepatnya dengan benar sehingga segera menjadi cash in (cair)
- dilakukan evaluasi dan rencana pembayaran (pembelian) mendesak dan
hutang jatuh tempo, sebagai tindakan prioritas pengunaan dana cash pada
yang berkepentingan dengan mempertimbangkan batas waktu hutang
jatuh tempo dan urgensi obyek yang harus diberikan dana tersebut.
(c) Adanya dokumen kontrak dan tehnical specification, yang dalam hal ini
menjadi batasan dan aturan pelaksanaan yang harus diikuti/dipenuhi
Pelanggaran dan penyimpangan yang terjadi akan menimbulkan biaya
tambahan (mungkin pembongkaran, perbaikan atau penalty/klaim dari pemilik
pekerjaan), kecuali apabila penyimpangan tersebut sebelumnya telah
direkomendasikan oleh pemilik pekerjaan sebagai langkah khusus dan legal
(d) Melalui prosedur kerja dan instruksi kerja yang dibuat dan ditetapkan pada
pekerjaan (perusahaan) yang bersangkutan. Jika pelaksanaanya tidak
konsisten prosesnya pun akan tidak sesuai demikian juga mutunya atau hasil
pekerjaannya pun menjadi rentan terhadap penambahan biaya mungkin untuk
kerja ulang, pekerjaan finishing, dan lain-lain
Kecuali bila hal tersebut sudah melalui perhitungan dan evaluasi bahwa hal-hal
yang dilakukan demikian itu akan menghasilkan kerja dan proses kerja yang
baik (keputusan berada pada Manajer Pekerjaan; alasan teknis harus wajar)
(e) Laporan-laporan pekerjaan
- melalui laporan harian pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para
pengawas kepada pelaksana utama atau site manajer
- melalui laporan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh para
koordinator pengawas atau pelaksana utama kepada site manager atau
project manager
- melalui laporan bulanan hasil usaha pekerjaan atau operasional
pelaksanaan pekerjaan yang dibuat oleh site manager atau manajer
pekerjaan kepada perusahaan / direksi.
Isi laporan mencakup hal-hal sebagai berikut :
- realisasi progress fisik terhadap rencananya
- rencana diambil dari rap / jadwal pelaksanaan pekerjaan
- realisasi pendapatan dan biaya pekerjaan terhadap rencana-nya
Rencana diambil dari RAP yang masih valid (RAP yang merupakan edisi /
revisi terakhir) :
- realisasi penerimaan dan pengeluaran dana pekerjaan terhadap rencana
yang diambil dari rap / cash flow.
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
108 dari 121
- penjelasan atas upaya yang dilakukan pekerjaan untuk mencegah
terjadinya ketidaksesuaian agar realisasi tercapai sesuai dengan yang
direncanakan termasuk penjelasan upaya antisipasi pencegahan dan
perbaikannya (preventive action) untuk hasil usaha bulan berikutnya
terhadap rencana sampai bulan depan
- foto-foto dokumentasi beberapa pekerjaan penting atau menonjol
2) Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu didefinisikan sebagai upaya pengawasan dan tindak turun tangan
terhadap pelaksanaan pekerjaan konstruksi agar memenuhi persyaratan teknis yang telah
ditetapkan di dalam Dokumen Kontrak. Prinsip dasar pengendalian mutu suatu pekerjaan
dapat dilihat pada gambar.
Pengukuran pengendalian mutu mencakup 2 (dua ) hal yaitu :
- dimensi (panjang, lebar, tinggi, tebal, kemiringan, dsb)
- kualitas (kepadatan, kuat tekan, daya dukung tanah, dsb)
Terdapat tiga jenis pengendalian yang harus dilakukan, yaitu :
- pengendalian mutu bahan baku (seperti : tanah, batu,semen)
- pengendalian mutu bahan olahan (misalnya ; batu pecah hasil stone crasher, adukan
semen, adukan beton dan lain-lain)
- pengendalian mutu hasil pekerjaan (misalnya timbunan tanah, beton struktur dll).
Untuk setiap obyek yang akan diperiksa ada 5 data yang harus dicatat :
- nama pemeriksaan,
- metode pemeriksaan
- frekuensi pemeriksaan
- spesifikasi / persyaratan mutu : misalnya kepadatan 100%
- toleransi hasil : misalnya 0 %
Keberhasilan pelaksanaan pembangunan konstruksi SDA, haruslah dinilai dari beberapa
aspek, yaitu penyelesaian pekerjaan tepat waktunya sesuai kontrak, ukuran-ukuran
sesuai dengan desain, kualitasnya memenuhi spesifikasi teknik, biayanya tidak melebihi
anggaran yang telah ditetapkan dan selama pelaksanaan pekerjaan haruslah dijamin
keselamatan dan keamanan pekerja ataupun pihak lain. Untuk mencapai maksud
tersebut haruslah dilakukan pengendalian yang seksama selama proses pelaksanaan
konstruksi, meliputi pengendalian biaya, mutu dan waktu. Prosedur pengendalian mutu
dapat dilakukan sebagai berikut :
c) Metode pengawasan kualitas pekerjaan, meliputi :
(1) Pelaksanaan dan pengambilan sampel
Tahap pelaksanaan terdiri dari dua kegiatan, yaitu:
- memberi penjelasan dan latihan kepada semua unsur yang terkait dengan
pelaksanaan tentang tata cara pelaksanaan.
- mengawasi jalannya pelaksanaan sesuai dengan tata cara pelaksanaan yang
telah ditetapkan, mengambil benda-benda uji / sample untuk pemeriksaan,
membuat laporan jalannya pelaksanaan, hasil pengujian lapangan dan benda-
benda uji yang akan dikirim ke laboratorium
(2) Tahap pemeriksaan
Tahap pemeriksaan yaitu memeriksa laporan, hasil-hasil pengujian lapangan dan
hasil pengujian laboratorium. Membuat kesimpulan-kesimpulan dari hasil
pemeriksaan
(3) Tahap tindak lanjut
Tahap ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu:
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
109 dari 121
- Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan bahwa kualitas sudah sesuai dengan
spesifikasi teknik, harus dibuat rekomendasi agar pekerjaan dilanjutkan
berdasarkan tata cara pelaksanaan yang sudah ditetapkan.
- Jika hasil pemeriksaan berkesimpulan tidak sesuai (tidak baik), haruslah
dilakukan survai/penelitian apa penyebab dari ketidak sesuaian tersebut.
Penyebab ketidak sesuaian pekerjaan tersebut ada beberapa kemungkinan :
- tata cara pelaksanaan tidak dilaksanakan dengan baik, maka pekerjaan
harus dibongkar dan di kerjakan ulang mengikuti tata cara pelaksanaan yang
telah ditetapkan.
- tata cara pelaksanaan itu sendiri tidak cocok untuk pekerjaan tersebut, maka
tata cara pelaksanaan harus di perbaiki/diubah dan pekerjaan diperbaiki
menurut cara baru
d) Penerapan standar/pedoman
(1) Standar/pedoman spesifikasi
Standar sesuai dengan spesfikasi mutu bahan atau pekerjaan yang tercantum
dalam dokumen pekerjaan
(2) Standar/pedoman pengujian
Pengujian dilakukan berdasarkan standar-standar yang berlaku
(3) Standar/Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pekerjaan
Standar pelaksanaan ialah prosedur untuk menjamin tercapainya kualitas
pekerjaan yang dikehendaki. Standar pelaksanaan mencakup beberapa aspek
seperti pemilihan bahan, percobaan-percobaan, tata cara pelaksanaan
(mengolah/meramu, mengangkut dan merekayasa).
3) Pengendalian Waktu
Pengendalian waktu dapat dilakukan dengan cara pembuatan jadwal pelaksanaan
pekerjaan yang memuat masing-masing jenis pekerjaan. Faktor-faktor yang harus
dipertimbangkan dalam penyusunan jadwal pelaksanaan pekerjaan :
i. kebutuhan dan fungsi pekerjaan tersebut dengan selesainya pekerjaan tersebut
diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan
ii. keterkaitannya dengan pekerjaan berikutnya ataupun kelanjutan dari pekerjaan
sebelumnya.
iii. alasan sosial politik lainnya, apabila pekerjaan tersebut milik pemerintah.
iv. kondisi alam dan lokasi pekerjaan
v. keterjangkauan lokasi pekerjaan ditinjau dari fasilitas perhubungannya
vi. ketersedian dan keterkaitan sumber daya material, peralatan dan material pelengkap
lainnya yang menunjang terwujudnya pekerjaan yang bersangkutan
vii. kapasitas/daya tampung area kerja pekerjaan terhadap sumber daya yang
dipergunakan selama operasional pelaksanaan berlangsung
viii. produktivitas sumber daya, peralatan pekerjaan, dan tenaga kerja pekerjaan, selama
operasional berlangsung dengan referensi dan perhitungan yang memenuhi aturan
teknis
ix. cuaca, musim, debit banjir, skala gempa tahunan, dan lain-lain
x. referensi hari kerja efektif (pekerjaan) dengan mempertimbangkan hari-hari libur resmi
nasional, daerah, dan hari-hari keagamaan, serta adat setempat dimana pekerjaan
berada.
xi. kesiapan sponsor pekerjaan atau sumber daya finansial pekerjaan atau ketersediaan
dana pekerjaan yang bersangkutan.
Pengendalian waktu dapat dikontrol dengan pembuatan jadwal pekerjaan. Beberapa jenis
jadwal dapat dipergunakan, tergantung kepada kebutuhan pekerjaan antara lain adalah :
a) Bar Charts Basic and Linked (Diagram Balok-Asli dan Terkait)
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
110 dari 121
b) Critical Path Method atau network planning
6.6 Pengukuran dan Pembayaran
1) Pengukuran
a) Pekerjaan Tanah
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A,
Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum,
Bagian ! 1, Pekerjaan Tanah
b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan
mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis,
Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian ! 2, Pekerjaan Pengukuran Topografi dan
Pemetaan
c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan penyelidikan geoteknik mengacu pada
Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang
Bersifat Umum, Bagian ! 3, Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik
d) Pekerjaan Beton
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan beton mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A,
Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum,
Bagian ! 4, Pekerjaan Beton
e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan bronjong mengacu
pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan
yang Bersifat Umum, Bagian ! 5, Pekerjaan Pasangan Batu, Batu Kosong dan
Bronjong
f) Pekerjaan Pemancangan
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pemancangan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A,
Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum,
Bagian ! 6, Pekerjaan Pemancangan
g) Pekerjaan Lain-lain
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-lain; misal : photo
dokumentasi, gambar-gambar, perumahan dan lain yang terekam dalam dokumen
kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi
Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian ! 9, Pekerjaan Lain-lain
2) Dasar Pembayaran
a) Pekerjaan Tanah
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan tanah mengacu
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
111 dari 121
pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan
yang Bersifat Umum, Bagian ! 1, Pekerjaan Tanah
b) Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan pengukuran
topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman
Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian ! 2,
Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan
c) Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan penyelidikan
geoteknik mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi
Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian ! 3, Pekerjaan Penyelidikan
Geoteknik
d) Pekerjaan Beton
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan beton mengacu
pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan
yang Bersifat Umum, Bagian ! 4, Pekerjaan Beton
e) Pekerjaan Batu Kosong dan Bronjong
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan batu kosong dan
bronjong mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi
Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian ! 5, Pekerjaan Pasangan Batu, Batu
Kosong dan Bronjong
f) Pekerjaan Pemancangan
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pemancangan mengacu pada
Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang
Bersifat Umum, Bagian ! 6, Pekerjaan Pemancangan
g) Pekerjaan Lain-lain
Dalam pelaksanaan konstruksi check dam semua kegiatan yang berkaitan dengan
dasar pembayaran pengukuran pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan yang bersifat lain-
lain; misal : photo dokumentasi, gambar-gambar, perumahan dan lain yang terekam
dalam dokumen kontrak mengacu pada Pd T-xx-xxxx.A, Konsep Pedoman
Penyusunan Spesifikasi Teknis, Pekerjaan yang Bersifat Umum, Bagian ! 9,
Pekerjaan Lain-lain
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
112 dari 121
Nomor
Pembayaran
Uraian Satuan Pengukuran

1.
2.
3.

4.
5.

6.
7.
8.

9.
10.


Mobilisasi dan Demobilisasi
Jalan masuk dan jalan sementara
Gambar konstruksi dan gambar
purna laksana
Pekerjaan Tanah
Pekerjaan Pengukuran dan
Pemetaan
Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik
Pekerjaan Beton
Pekerjaan Pasangan Batu Kosong
dan Bronjong
Pekerjaan Pemancangan
Pekerjaan Dewatering

Lump Sum
Lump Sum
Lump Sum
Pd T-xx-200x, Bagian1
Pd T-xx-200x, Bagian2
Pd T-xx-200x, Bagian3
Pd T-xx-200x, Bagian4
Pd T-xx-200x, Bagian5
Pd T-xx-200x, Bagian6
Pd T-xx-200x, Bagian7
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
113 dari 121
LAMPIRAN D





































Bagan Alir pemeliharaan bangunan persungaian
PEMELIHARAAN BANGUNAN
PERSUNGAIAN


PENENTUAN
PENGGAL SUNGAI
PENGUMPULAN
DATA DEBIT
SURVEI
PENGUKURAN
INVENTARISASI &
SURVEI BANGUNAN
PERSUNGAIAN
KEGIATAN TINGKAT I


KEGIATAN TINGKAT 2
DATA ANGKUTAN
SEDIMEN
ANALISIS SEDIMEN
KOMPUTER MODEL

INVENTARISASI KERUSAKAN
& SURVEI PENGUKURAN
KEGIATAN AWAL :
1. DAFTAR SISTEM SUNGAI
2. PRIORITAS -> INVENTARISASI & SURVEI AWAL
3. PROGRAM SURVEI & INVENTARISASI BANGUNAN

PEMELIHARAAN
DARURAT
PEMELIHARAAN
PENCEGAHAN
PEMELIHARAAN
RUTIN
PEMELIHARAAN
BERKALA
PEMELIHARAAN
PERBAIKAN KECIL
PEMELIHARAAN
KOLEKTIF
PEMELIHARAAN
KHUSUS
REHABILITASI
RETIFIKASI

PENGHITUNGAN BIAYA &
PELAKSANAAN PEMELIHARAAN

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
114 dari 121
Nama sungai : """"""
Lembar : """""""".
Formulir - Referensi kontrak, laporan, dan gambar
Contoh Masukan data
1 No.Identitas
2 Tgl. Pemeriksaan/survei Tgl/bulan/tahun
3 Nama Petugas Tulis namanya
4 Nama satuan wilayah sungai Tulis : SWS
(SWS)
5 Nomor SWS
6 Daerah aliran sungai
7 Nama Sungai Kali
8 Terletak/melewati kabupaten Hulu,tengah,hilir
9 Tanggal pemasukan data
DOKUMEN KONTRAK / LAPORAN
10 Judul kontrak, tanggal
11 Nama kontraktor
12 Nama konsultan pengawas
13 Judul dokumen laporan / tanggal
14 Nama penulis dokumen laporan
, kantor
GAMBAR
15 Judul gambar, tanggal
16 Gambar pelaksanaan
17 Nomor gambar Nomor"..s.d.Nomor"..
18 Konsultan desain
19 Nama-nota penghitungan, nota
penjelasan desain, tanggal
20 Uraian ringkas formulir 1
Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian
LAMPIRAN E
Form Pemeliharan Bangunan Persungaian














































RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
115 dari 121






Nama sungai : """"""
Lembar : """""""".
Formulir - Klasifikasi Ruas Sungai
contoh Masukan data
1 No.Identitas
2 Tgl. Pemeriksaan/survei Tgl/bulan/tahun
3 Nama Petugas Tulis namanya
4 Nama satuan wilayah sungai Tulis : SWS
(SWS)
5 Nomor SWS
6 Daerah aliran sungai
7 Nama Sungai Kali
8 Terletak/melewati kabupaten Hulu,tengah,hilir
9 Tipe sempadan sungai Tanggul kiri/tanggul kanan/
tanggul kiri+kanan/ tanpa
tanggul
10 Nama desa Tulis nama desa setempat
11 Lebar bantaran kiri Masukan < 20 m atau > 20m
12 Lebar bantaran kanan Masukan < 20 m atau > 20m
13 Nomor titik patok PTU & PTP A Tulis PTU""" PTU =
(awal) dan B (akhir) PTP A". & B ".. PTP A =
PTP B =
14 Lokasi GPS A Garis lintang/bujur hasil GL = "..
o
".'"""#
pembacaan GPS GB = "..
o
".'"""#
15 Lokasi GPS B Garis lintang/bujur hasil GL = "..
o
".'"""#
pembacaan GPS GB = "..
o
".'"""#
16 Jarak langsung PTU - PTP A Ambil dari gambar
pengukuran
17 Jarak langsung PTU - PTP B Ambil dari gambar
pengukuran
18 Nama dan nomor gambar Ambil dari gambar
pengukuran pengukuran
19 Bangunan 1 Sebut macam bangunan dari
hulu ke hilir dalam
20 Lokasi bangunan 1 GPS dan jarak dari PTU -
PTP A/B
21 Kondisi bangunan 1 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan
22 Usulan perbaikan/pemeliharaan Uraian singkat/sketsa usulan perbaikan
bangunan 1
Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
116 dari 121
23 Bangunan 2 Sebut macam bangunan dari
hulu ke hilir dalam
24 Lokasi bangunan 2 GPS dan jarak dari PTU -
PTP A/B
25 Kondisi bangunan 2 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan
26 Usulan perbaikan/pemeliharaan Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan
bangunan 2
27 Bangunan 3 Sebut macam bangunan dari
hulu ke hilir dalam
28 Lokasi bangunan 3 GPS dan jarak dari PTU -
PTP A/B
29 Kondisi bangunan 3 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan
30 Usulan perbaikan/pemeliharaan Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan
bangunan 3
31 Bangunan 4 Sebut macam bangunan dari
hulu ke hilir dalam
32 Lokasi bangunan 4 GPS dan jarak dari PTU -
PTP A/B
33 Kondisi bangunan 4 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan

RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
117 dari 121
34 Usulan perbaikan/pemeliharaan Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan
bangunan 4
35 Bangunan 5 Sebut macam bangunan dari
hulu ke hilir dalam
36 Lokasi bangunan 5 GPS dan jarak dari PTU -
PTP A/B
37 Kondisi bangunan 5 Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan
38 Usulan perbaikan/pemeliharaan Uraian singkat/sketsa kondisi bangunan
bangunan 5
39 Uraian ringkas penting Formulir 2A & gambar sketsa
Buat catatan seperlunya

















































RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
118 dari 121




Nama sungai : """""
Lembar : """""""
Formulir - Kondisi Ruas Sungai
contoh Masukan data
1 No.Identitas
2 Tgl. Pemeriksaan/survei Tgl/bulan/tahun
3 Nama Petugas Tulis namanya
KONDISI SEMPADAN SUNGAI DI SEBELAH LUAR SISI TANGGUL
4 Kepemilikan bagian luar kiri Binamarga,irigasi,
pribadi, dsb
5 Penggunaan tanah bagian luar Jalan desa, perumahan, sal
kiri irigasi, sal.pembuang,dsb
6 Kepemilikan bagian luar kanan Binamarga,irigasi,
pribadi, dsb
7 Penggunaan tanah bagian luar Jalan desa, perumahan, sal
kanan irigasi, sal.pembuang,dsb
8 KONDISI TANAH BANTARAN KIRI
9 Kepemilikan tanah Balai PSDA, proyek sungai
pribadi,dll
10 Penggunaan tanah Tanaman, bangunan
11 Macam tanaman Tanaman yang mengganggu
aliran:rumput, bambu,pisang
dll
12 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/
kiri rapat
13 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar
bangunan
14 Penambangan galian C, pada Macam galian dan tingkat
bantaran galian: tidak ada/sedikit/
sedang
15 Membahayakan tanggul Tidak/ ya
KONDISI TANAH BANTARAN KANAN
16 Kepemilikan tanah Balai PSDA, proyek sungai
pribadi,dll
17 Penggunaan tanah Tanaman, bangunan
18 Macam tanaman Tanaman yang mengganggu
aliran:rumput, bambu,pisang
dll
19 Kepadatan tanaman pada bantaran kepadatan : jarang/sedang/
kiri rapat
20 Hambatan aliran air oleh tanaman/ tidak ada/sedang/besar
bangunan
21 Penambangan galian C, pada Macam galian dan tingkat
bantaran galian: tidak ada/sedikit/
sedang
22 Membahayakan tanggul Tidak/ ya
KONDISI MUARA/ALUR/JALAN AIR
23 Kondisi muara Selalu terbuka
Laut lepas
Kadang tertutup
selalu tertutup
24 Kondisi pelayaran selalu baik
baik saat pasang
tidak bisa
25 Kondisi keseluruhan alur sungai bagus,pengendapan,erosi,
(dilihat dari morfologi sungai) longsor
26 Erosi dasar sungai tidak ada,sedang,kecil
27 Erosi/longsoran tebing kiri tidak ada,sedang,kecil
28 Erosi/longsoran tebing kanan tidak ada,sedang,kecil
29 Erosi dasar sungai tidak ada,sedang,kecil
Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
119 dari 121
30 Penambangan galian sungai tidak ada,sedang,kecil
pada alur sungai
31 Pengendapan/sedimentasi tidak ada,sedang,kecil
di dasar sungai
32 Hambatan aliran oleh bangunan tidak berarti
yang melintang sungai (jembatan, tanaman dibantaran
talang,siphon) Jembatan
Bangunan lama
Bangunan sementara
33 % hambatan aliran air terhadap
luas penampang
34 Bangunan terancam?(oleh erosi, Ya atau tidak
penambangan,endapan, dan
gangguan lainnya)
35 Uraian ringkas formulir 2B























RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
120 dari 121
















































Nama sungai : """"""
Lembar : """""""".
Formulir - Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kiri
Contoh Masukan data
1 No.Identitas
2 Tgl pemeriksaan/survei Tgl/bln/thn
3 Nama petugas Tulis namanya
PEMELIHARAAN PREVENTIF
4 Usulan pemeliharaan rutin potong rumput/tanaman
yang mengganggu
5 Panjang pemeliharaan Rutin :"""""..m
6 Luas m
2
:"""""..m
2
7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan
berkala
8 Banyaknya (unit) Jumlah atau volumenya
9 Usulan perbaikan kecil 1 Perbaikan talud dengan

bronjong/pasangan-jelaskan
dengan sketsa
10 Usulan perbaikan kecil 2 Perbaikan talud dengan

bronjong/pasangan-jelaskan
dengan sketsa
PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT
11 Usulan perbaikan khusus Galian endapan, bongkar
(50%<fungsi<70%) bangunan, dll
12 Usulan rehabilitasi Pelebaran sungai,sudetan,
(fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci
13 Usulan retifikasi (bangunan Uraian ringkas tapi rinci
tidak berfungsi seperti
rencana)
14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci
mencegah kerusakan lebih
parah)
15 Uraian ringkas Formulir 2C
dan sketsa
Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian
RPT0-Pd T-xx-xxxx.A
121 dari 121
















































Nama sungai : """"""
Lembar : """""""".
Formulir - Perkiraan pemeliharaan ruas sungai kanan
Contoh Masukan data
1 No.Identitas
2 Tgl pemeriksaan/survei Tgl/bln/thn
3 Nama petugas Tulis namanya
PEMELIHARAAN PREVENTIF
4 Usulan pemeliharaan rutin potong rumput/tanaman
yang mengganggu
5 Panjang pemeliharaan Rutin :"""""..m
6 Luas m
2
:"""""..m
2
7 Panjang pemeliharaan Rutin Macam pemeliharaan
berkala
8 Banyaknya (unit) Jumlah atau volumenya
9 Usulan perbaikan kecil 1 Perbaikan talud dengan

bronjong/pasangan-jelaskan
dengan sketsa di No.15
10 Usulan perbaikan kecil 2 Perbaikan talud dengan

bronjong/pasangan-jelaskan
dengan sketsa di No.15
PEMELIHARAAN KOREKTIF DAN DARURAT
11 Usulan perbaikan khusus Galian endapan, bongkar
(50%<fungsi<70%) bangunan, dll
12 Usulan rehabilitasi Pelebaran sungai,sudetan,
(fungsi<50%) Uraian ringkas tapi rinci
13 Usulan retifikasi (bangunan Uraian ringkas tapi rinci
tidak berfungsi seperti
rencana)
14 Pemeliharaan darurat (untuk Uraian ringkas tapi rinci
mencegah kerusakan lebih
parah)
15 Uraian ringkas Formulir 2C
dan sketsa
Survei Inventarisasi Bangunan Persungaian