Anda di halaman 1dari 148

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Penganggaran daerah merupakan suatu sistem proses yang di mulai dari
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi/pengawasan. Perencanaan penganggaran pada
tingkat pemerintah kabupaten dilakukan oleh Badan Perencanaan dan Pelaksanaan
Pembangunan (BAPPEDA !abupaten setempat yang sumber data diperoleh dari
usulan"usualan anggaran setiap #!PD dalam yang ada di !abupaten tersebut.
Perencanaan anggaran daerah secara keseluruhan mencakup penyusunan
!ebi$akan %mum APBD sampai dengan disusunnya &ancangan APBD terdiri dari
beberapa tahapan proses perencanaan anggaran daerah. Berdasarkan %ndang"%ndang
'o. () *ahun +,,- serta %ndang"%ndang 'o. -+ dan -- *ahun +,,., tahapan tersebut
adalah sebagai berikut /
(. Pemerintah daerah menyampaikan kebi$akan umum APBD tahun anggaran
berikutnya sebagai landasan penyusunan rancangan APBD paling lambat pada
pertengahan bulan 0uni tahun ber$alan. !ebi$akan umum APBD tersebut berpedoman
pada &!PD. Proses penyusunan &!PD tersebut dilakukan antara lain dengan
melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang yang selain
diikuti oleh unsur"unsur pemerintahan $uga mengikutsertakan dan/atau menyerap
aspirasi masyarakat terkait, antara lain asosiasi pro1esi, perguruan tinggi, lembaga
swadaya masyarakat (2#3, pemuka adat, pemuka agama, dan kalangan dunia
usaha.
+. DP&D kemudian membahas kebi$akan umum APBD yang disampaikan oleh
pemerintah daerah dalam pembicaraan pendahuluan &APBD tahun anggaran
berikutnya.
-. Berdasarkan !ebi$akan %mum APBD yang telah disepakati dengan DP&D,
pemerintah daerah bersama DP&D membahas prioritas dan pla1on anggaran
sementara untuk di$adikan acuan bagi setiap #!PD.
.. !epala #!PD selaku pengguna anggaran menyusun &!A"#!PD tahun berikutnya
dengan mengacu pada prioritas dan pla1on anggaran sementara yang telah ditetapkan
oleh pemerintah daerah bersama DP&D.
4. &!A"#!PD tersebut kemudian disampaikan kepada DP&D untuk dibahas dalam
pembicaraan pendahuluan &APBD.
5. 6asil pembahasan &!A"#!PD disampaikan kepada pe$abat pengelola keuangan
daerah sebagai bahan penyusunan rancangan perda tentang APBD tahun berikutnya.
2
). Pemerintah daerah menga$ukan rancangan perda tentang APBD disertai dengan
pen$elasan dan dokumen"dokumen pendukungnya kepada DP&D pada minggu
pertama bulan 7ktober tahun sebelumnya.
8. Pengambilan keputusan oleh DP&D mengenai rancangan perda tentang APBD
dilakukan selambat"lambatnya satu bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan
dilaksanakan.
APBD yang telah dibahas bersama dengan DP&D kemudian direalisasikan dan
pelaksanaannya dilakukan oleh masing"masing #!PD yang ada di lingkup Pemerintah
kabupaten tersebut. Pelaksanaan program"program yang dilakukan oleh masing"masing
#!PD harus berpedoman pada besaran anggaran yang ditetapkan dalam APBD.
&ealisasi APBD yang dilaksanakan oleh masing"masing #!PD pada umumnya berupa
anggaran pendapatan dan anggaran belan$a. Anggaran pendapatan merupakan
rencana"rencana sumber pendapatan yang diperoleh masing"masing #!PD sesuai
dengan bidang yang ditangani. Anggaran belan$a berupa rencana"rencana belan$a yang
dilakukan oleh #!PD berbentuk belan$a pegawai dan belan$a modal.
#ebagai gambaran, ditampilkan data realisasi anggaran !abupaten Dompu selama
4 (lima tahun terakhir yaitu tahun +,,8 sampai dengan tahun +,(+, seperti tergambar
pada kurva dibawah ini/


3
Tabel 1.1 Realisasi Anggaran APBD Kabupaten Dompu sesuai engan !KPD Pelaksana
'7 #!PD Pelaksana
&ealisasi Anggaran dalam $utaan rupiah
+,,8 +,,9 +,(, +,(( +,(+
Anggaran &ealisasi Anggaran &ealisasi Anggaran &ealisasi Anggaran realisasi anggaran realisasi
( Dikpora Rp117.575.705 Rp101.115.106 &p(-,.5-9.5)+ &p((+.-4,.((8 &p(.5.)85.(.8 &p(+5.+-5.,8) &p(5(..5..)5- &p(-8.849.595 &p(8,.8.,.4-. &p(44.4++.85,
+ Dikpora !ecamatan Rp620.298 Rp415.599 &p589.++, &p.5(.))) &p))...,. &p4(8.84( &p84(.8.. &p4),.)-5 &p94..,55 &p5-9.++.
- #anggar !egiatan Bela$ar Rp1.140.793 Rp867.003 &p(.+5).4.8 &p95-.--5 &p(..+..+(( &p(.,8+..,, &p(.455.5-+ &p(.(9,.5., &p(.)4..5+8 &p(.---.4()
. Dinas !esehatan Rp17.197.965 Rp10.146.799 &p(9.(,8.84, &p((.+)..+++ &p+(..),.5(8 &p(+.55).554 &p+-.5().58, &p(-.9-...-( &p+5..4(.8,( &p(4.5,5.45-
4 Puskesmas Rp31.357.248 Rp23.831.508 &p-..8.(.-85 &p+5..)9..4. &p-9.(.).5+4 &p+9.)4+.(94 &p.-.,5+.-88 &p-+.)+)..(4 &p.8.++9.8). &p-5.54..),.
5 %P* 0A!!AD Rp40.609.829 Rp18.680.521 &p.4.(++.,-+ &p+,.)45.(-4 &p4,.598.9(+ &p+-.-+(.4,, &p44.)58.8,- &p+4.54-.5.9 &p5+..5(.,5, &p+8.)-+.,8)
)
&umah #akit %mum
Daerah
Rp131.283.495 Rp98.462.622 &p(.4.8),.44( &p(,9..,+.9(- &p(5-.899..94 &p(++.9+..5+( &p(8,.+89...4 &p(-4.+().,8- &p+,(.9+..()8 &p(4(...-.(--
8 Dinas P% Rp392.893.484 Rp337.888.396 &p.-5.4.8.-(4 &p-)4..-(.44( &p.9,.4,-.)+4 &p.+(.8--.+,. &p4-9.44..,98 &p.5..,(5.4+. &p5,..-,,.489 &p4(9.598.4,)
9 BAPPEDA Rp116.286.127 Rp52.328.757 &p(+9.+,5.8,) &p48.(.-.,5- &p(.4.()5.(88 &p54.-+9.+84 &p(49.59-.8,) &p)(.85+.+(- &p()8.84).,5. &p8,..84.5)9
(,
Dinas Perhubungan dan
:n1ormasi
Rp133.484.280 Rp74.751.197 &p(.8.-(4.855 &p8-.,45.884 &p(55.5.).,.( &p9-.-++.-.- &p(8-.-((.).4 &p(,+.54..4)) &p+,4.-,9.(44 &p((..9)-.(+)
((
!antor %rusan
2ingkungan 6idup
Rp21.187.047 Rp13.559.710 &p+-.4.(.(5- &p(,.-48.((+ &p+5..4,.).4 &p((.5-8.-+8 &p+9.,94.8+, &p(+.8,+.(5( &p-+.48).-(8 &p(..--8..+,
(+ Dinas Dukcapil Rp192.663.396 Rp127.157.841 &p+(..,),..., &p98..)+..,+ &p+.,.4+8.48. &p((,.5.-.(.9 &p+5..48(...+ &p(+(.),)..5. &p+95.--(.+(4 &p(-5.-(+.-49
(- B!!B' Rp62.467.916 Rp34.982.033 &p59..,8.)95 &p-(.9+8.,.5 &p)).98)..(( &p-4.8)..+,9 &p84.)85.(4+ &p-9..5(.5-, &p95.,8,..9, &p...(9).,+5
(.
Dinas *enaga !er$a dan
*rans
Rp93.260.227 Rp41.967.102 &p(,-.5++..)4 &p.5.5-,.((. &p((5..+9.).) &p4+.-9-.-85 &p(+8.,)+.)++ &p4).5-+.)+4 &p(.-...(...8 &p5..4.8.54+
(5
Dinas !op, Prindag,
Pertambangan Dan Energi
Rp20.368.387 Rp11.406.297 &p++.5-(.4.( &p(+.5)-.55- &p+4..+8.598 &p(..+.,.,)( &p+).9)(.458 &p(4.55..,)8 &p-(.-+8.(45 &p().4.-.)5)
()
Dinas !ebudayaan dan
Pariwisata
Rp81.594.368 Rp53.852.283 &p9,.55,..,9 &p49.8-4.8), &p(,(.854.5+8 &p5).+-(.-(. &p((+.,4+.(9( &p)-.94....5 &p(+4..98..4. &p8+.8+8.9)9
(8 Bakesbanglimnas Rp2.591.455 Rp1.451.215 &p+.8)9.-94 &p(.5(+..5( &p-.+-4.+)4 &p(.8((.)4. &p-.448.8,- &p(.99+.9+9 &p-.984.849 &p+.+-+.,8(
(9 !antor #atuan Pol, PP Rp14.624.898 Rp11.114.923 &p(5.+.9.88) &p(+.-.9.9(. &p(8.+48.-,, &p(-.8)5.-,8 &p+,.,8..(-, &p(4.+5-.9-9 &p++..9..++5 &p().,94.5((
+, DP&D Rp3.786.542 Rp3.256.426 &p..+,).+59 &p-.5(8.+4( &p..)+).+58 &p..,54..4, &p4.(99.994 &p...)(.995 &p4.8+-.99. &p4.,,8.5-4
+( Pembkab Dompu Rp13.918.741 Rp11.970.117 &p(4..54.+5) &p(-.-,,.(-, &p().-)5.),4 &p(..9.-.955 &p(9.((..-)5 &p(5..-8.-5- &p+(..,8.(,( &p(8..(,.955
++ #ekretariat DP&D Rp4.708.032 Rp4.048.908 &p4.+-(.(.) &p...98.)85 &p4.8)).59- &p4.,4..8(5 &p5..54..5+ &p4.45,.+98 &p).+.(.-(8 &p5.++).4--
+- #ekretaris Daerah Rp2.589.450 Rp2.226.927 &p+.8)).(55 &p+..)..-5- &p-.+-+.))( &p+.)8,.(8- &p-.445.,.8 &p-.,48.+,( &p-.98+.)). &p-..+4.(85
+. Pemberintah !ecamatan Rp129.929.590 Rp111.739.447 &p(...-55.+(( &p(+..(4..9.+ &p(5+.+,9.++5 &p(-9..99.9-. &p()8..-,.(.9 &p(4-...9.9+8 &p(99.8.(.)55 &p()(.85-.9(9
4
+4 B!D Rp9.106.841 Rp7.831.884 &p(,.((8.)(- &p8.),+.,9- &p((.-59.-., &p9.))).5-+ &p(+.4,5.+). &p(,.)44.-95 &p(..,,).,+) &p(+.,.5.,.-
+5 !antor Peri;inan *erpadu Rp6.541.368 Rp5.625.577 &p).+58.(8) &p5.+4,.5.( &p8.(55.4,+ &p).,+-.(9+ &p8.98-.(4+ &p).)+4.4(( &p(,.,5(.(-, &p8.54+.4)+
+)
Badan Pemberdayaan
3asyarakat
Rp4.339.733 Rp2.126.469 &p..8+(.9+5 &p(.88,.44( &p4..().89. &p+.((+.9)9 &p4.949.58- &p+.-+..+)) &p5.5)..8.4 &p+.5,-.(9,
+8 Dinas Pertanian Rp103.270.409 Rp77.452.807 &p((..)...899 &p85.,48.5). &p(+8.9+5.84- &p95.594.(., &p(.(.8(9.4-8 &p(,5.-5..54. &p(48.8-).88- &p((9.(+8..(+
+9 Dinas Perternakan Rp29.521.771 Rp23.026.981 &p-+.8,(.95) &p+4.484.4-. &p-5.845.(.- &p+8.).).)9+ &p.,.4.(.)4) &p-(.5++.4)( &p.4..,5.)58 &p-4..().+)9
-,
Dinas !elautan dan
Perikanan
Rp5.753.758 Rp4.603.006 &p5.-9-.,5. &p4.((...4( &p).(8-.+(8 &p4.).5.4). &p).9,(.4., &p5.-+(.+-+ &p8.8.9.)+4 &p).,)9.)8,
-( Dinas Perkebunan Rp37.862.766 Rp32.561.979 &p.+.,59.)., &p-5.()9.9)) &p.).+59.-)( &p.,.54(.549 &p4(.995.-,8 &p...)(5.8+4 &p48.+-4.854 &p4,.,8+.8..
-+ DPP!AD Rp7.215.265 Rp3.030.411 &p8.,(5.95+ &p-.-5).(+. &p9.,,).8++ &p-.)8-.+84 &p9.9,8.5,. &p..(5(.5(. &p((.,9).5-) &p..55(.,,)
*otal
Rp1.829.751.1
82
Rp1.303.479.8
50
&p+.,--.,45.859 &p(.-9-.-54.44+ &p+.+8..---.45( &p(.454.4)9.+)+ &p+.4(+.)55.9() &p(.)++.(-).(99 &p+.8(..+98.9.) &p(.9+8.)9-.55-
#umber/ 2!P0 !abupaten Dompu, +,,8"+,(+
5
Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat di$elaskan selama kurun waktu +,,8
sampai dengan +,(+ terdapat 4 #!PD yang realisasi anggarannya dibawah 4,< dari
anggaran yang dia$ukan ke DP&D yaitu %P*D 0A!!AD dengan rata"rata realiasi
anggaran sebesar .5<, BAPPEDA dengan rata"rata realisasi anggaran sebesar .4<,
Dinas *enaga !er$a dan *ransmigrasi dengan rata"rata realisasi anggaran sebesar .4<,
Badan Pemberdayaan 3asyarakat dengan rata"rata realisasi anggaran sebesar .9< dan
DPP!AD dengan rata"rata realisasi anggaran sebesar .+<.
Data realisasi anggaran !abupaten Dompu tersebut merupakan gambaran dari
kiner$a yang dicapai oleh !abupaten Dompu. &endahnya realisasi anggaran !abupaten
Dompu tahun +,,8"+,(+ tergambar dari 6asil Pemeriksaan atas laporan (26P
!abupaten Dompu dimana diketahui kiner$a keuangan !abupaten Dompu dari tahun
+,,8 sampai dengan tahun +,(+ yaitu sebagai berikut= tahun +,,8 berkategori buruk,
tahun +,,9 berkategori buruk, tahun +,(, berkategori buruk, tahun +,(( berkategori
buruk dan tahun +,(+ berkategori buruk.
Berdasarkan data 2aporan 6asil Pemeriksaan atas laporan (26P !abupaten
dompu dalam 4 (lima tahun terakhir oleh BP!, $uga diketahui terdapat banyak
ketimpangan"ketimpangan yang ter$adi yang mengerucut pada #!PD penting yang
dianggap sebagai perecana dan pelaksana dari ketimpangan"ketimpangan tersebut,
karena #!PD ini merupakan perecana, pengelola dan pembuat 2aporan !euangan
pemerintah !abupaten/!ota, #!PD tersebut adalah DPP!AD.
&endahnya realisasi anggaran pada DPP!AD !abupaten Dompu berdampak
berdampak buruk pada kiner$a pembangunan yang dibidangi oleh #!PD tersebut,
sehingga pencapaian target pembangunan yang berorientasi pada upaya peningkatan
kese$ahteraan masyarakat $uga akan terlambat. Pembangunan pada bidang yang
dipegang oleh DPP!D yang seharusnya dapat dilaksanakan dalam tahun ini, tetapi
6
karena kurangnya kemampuan dalam merealisasikan anggaran tentunya terpaksa
ditunda pada tahun"tahun berikutnya. 6al ini secara eksplisit dapat dimaknai bahwa
man1aat program pembangunan yang seharusnya sudah dapat dirasakan oleh masyarakat
dalam tahun ini, tetapi karena rendahnya daya serap anggaran, man1aat dimaksud hanya
akan mereka rasakan pada depan.
&endahnya kemampuan DPP!AD dalam merealisasikan anggaran mencerminkan
kiner$a pegawai #!PD yang bersangkutan, mulai dari $a$aran kepala dinas/badan
misalnya, kepala bagian, hingga pegawai bawahan. !iner$a suatu instansi pemerintah
terkait erat dengan kiner$a pegawai, karena akumulasi dari seluruh kiner$a pegawai
merupakan determinan utama kiner$a instansi. Baik secara teoritis, maupun empiris
salah satu 1aktor dari sekian banyak variabel yang dapat mempengaruhi kiner$a pegawai
terkait dengan kompetensi pegawai yang bersangkutan. #ehingga ka$ian terhadap
kiner$a di banyak organisasi termasuk instansi pemerintah, tidak terlepas dari ka$ian
terhadap kompetensi.
>una membuktikan keterkaitan antara realisasi anggaran dengan rendahnya
kiner$a Pemerintah !abupaten Dompu tahun +,,8"+,(+, maka perlu dilakukan
pengukuran dengan menggunakan pendekatan Malcolm Baldrige yang merupakan
bentuk pengukuran dan penilaian kiner$a yang lebih menyeluruh di lingkup #!PD
pemerintah !abupaten Dompu.
Malcolm Baldrige National Quality Award (3B'?A merupakan salah satu
metode untuk meningkatkan kiner$a organisasi secara keseluruhan dan terus
menerus (continuously improvement dengan menggunakan pengukuran dan
memberikan feedback mengenai kiner$a organisasi secara keseluruhan dalam
penyediaan produk dan $asa yang berkualitas ('orie, +,(,. 3B'?A digunakan
sebagai suatu kerangka ker$a untuk mengukur kiner$a mana$emen. 3B'?A dapat
membantu organisasi menghadapi lingkungan dinamis, membangun sistem ker$a
yang tinggi, mener$emahkan visi dan misi ke dalam strategi, membangun sukses
$angka pendek serta stabilitas organisasi untuk $angka pan$ang (>aspers;, +,,+
dalam 'orie, +,(,. #ebagai alat penilaian mandiri (selft assessment, kriteria
3B'?A membantu mengidenti1ikasi kekuatan"kekuatan organisasi, mencari
peluang"peluang organisasi dan mencari peluang bagi perbaikan proses dan hasil
7
yang berdampak kepada stakeholder, pelanggan, karyawan, pemilik, pemasok,
serta masyarakat (Palimirma, +,((.
Alasan pemilihan 3alcolm Balrige sebagai metode untuk mengukur dan
mengevaluasi kiner$a pemerintah secara umum dan khususnya pemerintah !abupaten
dompu pada penelitian adalah/
1. 3alcolm Baldrige mampu mengidenti1ikasi kekuatan"keuatan dan kesempatan
untuk melakukan perbaikan pada bidang kepemimpinan, mana$amen stragetis,
#umberdaya manusia, 1ocus masyarakat, mana$emen proses dan 1ocus
pelanggan.
2. 3alcolm Balrige memberikan kerangka ker$a yang $elas dalam upaya
peningkatan"peningkatan kiner$a dengan penerapan strategi mana$amen secara
bebas terhadap seluruh elemen mana$emennya
3. 3alcolm Baldirge mampu beradaptasi secara cepat, tepat dan akurat dalam
upaya perbaikan"perbaikan guna meningkatkan kiner$a sektor publik
Beberapa penelitian tentang pendekatan Malcolm Baldrige pada pemerintah
Daerah sebagai pendukung dari penelitian ini yang pernah di lakukan di :ndonesia
antara lain/ 6apsari (+,,) yang menilai kiner$a &#%D *ugure$o !abupaten #emarang
dengan pendekatan The Malcolm Baldridge National Quality Award *ahun +,,5. 0enis
penelitian ini adalah penelitian kualitati1 deskipti1 interpretative dengan pendekatan
kritikal organisasi. 6asil penilaian prestasi ker$a dengan ) kriteria kunci 3B'?A di
peroleh nilai skor +)5,)4 yang masih masuk rentang skor +)5"-)4 yang artinya perlu
ada perbaikan mana$emen yang sesuai dengan kondisi rumah sakit.
Dewantara dkk, (+,,8 yang mengavaluasi kiner$a :nisiati1 3ana$emen
Pemeliharaan P*. :nternational 'ickel :ndonesia dengan pendekatan The Malcolm
Baldridge National Quality Award *ahun +,,9. 0enis penelitian ini adalah penelitian
kualitati1 deskipti1 interpretative dengan pendekatan kritikal organisasi. 6asil penelitian
melalui penilaian mandiri kriteria 3alcolm Baldrige menun$ukkan bahwa secara
keseluruhan skor penilaian yang di capai adalah kualitati1 Good Performance. !ategori
yang menun$ukkan kiner$a adalah 3ana$emen proses dan tenaga ker$a. %ntuk mencapai
kuali1ikasi lebih tinggi, Emerging :ndustry 2eader, inisiati1 mene$emen pemeliharaan
8
memerlukan strategi peningkatan kiner$a untuk mempertahankan keunggulan bersaing
perusahaan terutama untuk meningkatkan kemampuan dalam kategori perencanaan
strategi dan kategori 1okus kepada pelanggan.
7leh sebab itu pemilihan metode 3alcolm Baldrige dalam upaya mengevaluasi
dan mengukur kiner$a !abupaten Dompu dianggap tepat. !riteria Malcolm Baldrige di
bidang pelayanan publik untuk peningkatan kiner$a yang baik, bertu$uan untuk
membantu pelayanan publik dalam melakukan pengukuran kiner$a dengan tu$uh kriteria
utama yaitu/ kepemimpinan, perencanaan strategis, in1ormasi dan analisis, 1okus sumber
daya manusia, mana$emen proses, kualitas dan hasil operasional dan kepuasan
masyarakat Dari ke tu$uh kriteria tersebut kemudian diberikan point yaitu=
kepemimpinan diberikan (+, point, perencanaan strategis 84 point, in1ormasi dana
analisis 84 point, 1okus #D3 84 point! mana$emen proses 84 point! kualitas dan hasil
operasi .4, point dan kepuasan masyarakat 84 point sehingga dicapai (,,, point untuk
kriteria sebuah organisasi yang sempurna.
!epemimpinan adalah bagaimana pemimpin senior memandu dan
mempertahankan organisasi, menetapkan visi organisasi, nilai"nilai dan harapan
terhadap kiner$a. Pada sebuah organisasi kepemimpinan merupakan hal terpenting yang
menentukan pengembangan dan daya saing organisasi. Peran kepemimpinan senior
dalam menyusun visi, misi dan nilai serta arah organisasi dapat menentukan
kebertahanan organisasi. 6al terpenting lainnya adalah komitmen pimpinan terhadap
pelaksanaan visi, misi dan nilai tersebut. Peneliti memperoleh in1ormasi dari sta1 ahli
bahwa visi, misi dan nilai sudah di sosialisasikan oleh pemimpin senior kepada seluruh
stakeholders internal Pemkab Dompu, tetapi pen$abarannya kurang intens di
laksanakan. Pada era kepemimpinan baru Pemkab Dompu saat ini, akuisisi komitmen
terhadap visi, misi dan nilai organisasi pada semua stakeholder Pemkab Dompu mulai
9
di tingkatkan dalam upaya melaksanakan langkah prioritas bagi organisasi. 6al ini
tercermin pada perwu$udan visi, misi dan nilai Pemkab Dompu yang di1ormulasikan ke
dalam dra1t renstra yang saat ini sedang dalam tahap penyempurnaan. 2angkah inovati1
yang dilakukan oleh pemimpin puncak mengindikasikan adanya upaya untuk
memberikan arahan secara $elas dan merupakan awal komitmen pemimpin untuk
membangun dan mengimplementasikan sistem yang men$amin bahwa nilai"nilai
organisasi ini harus dapat di pahami dan di praktikkan secara konsisten dalam kegiatan
operasional.
Perencanaan strategi adalah bagaimana mengu$i suatu organisasi membangun
tu$uan"tu$uan strateginya dan action"plannya Perencanaan strategi suatu organisasi di
haruskan menetapkan arah strategi dan membangun sasaran strategi yang bertu$uan
untuk memperkuat kiner$a dan daya saing secara menyeluruh sasaran strategi sudah di
1ormulasikan dalam dra1t renstra. Proses penyusunan renstra Pemkab Dompu sudah
sesuai prosedur yang melibatkan tim kepemimpinan, orang"orang penting dalam
organisasi dan stakeholder lainnya.
:n1ormasi dan analisis adalah bagaimana organisasi memilih, mengumpulkan,
menganalisis, mengelola, dan menyempurnakan data in1ormasi. Pengukuran kiner$a
organisasi harus berdasarkan pada data dan in1ormasi. #istem pengukuran yang berlaku
di Pemkab Dompu belum sistematis, sehingga perlu perbaikan dan pembenahan agar
capaian kiner$a secara keseluruhan dapat terukur. Persyaratan pengukuran kiner$a ini
harus di terapkan oleh pemimpin senior dalam memantau tingkat kiner$a unit dan
kiner$a proses. Diperlukan $uga adanya ukuran kiner$a berdasarkan survei rutin
kepuasan karyawan, mitra organisasi, pemasok dan masyarakat. 6al ini sesuai dengan
arah strategi yang di tetapkan dalam dra1t renstra guna peningkatan kiner$a.
10
:n1ormasi dan analisis menggambarkan bagaimana suatu organisasi mengukur,
menganalisa, menyusun, menin$au ulang, dan mengembangkan per1ormanya sebagai
penyedia layanan publik pada semua level. #elain itu, $uga menggambarkan bagaimana
suatu organisasi membentuk dan mengatur pengetahuan yang dimilikinya.
@okus sumber daya manusia adalah memungkinkan karyawan mengembangkan
potensi dirinya dan bagaimana mana$emen karyawan selaras dengan ob$ekti1, strategi
dan rencana tindakan organisasi. @okus #D3 $uga merencanakan restrukturisasi yang
menempatkan #D3 yang benar"benar mempunyai kompetensi dan kapabilitas di
bidangnya. 6al ini bertu$uan agar kiner$a organisasi dapat ber$alan lebih optimal dan
langkah"langkah perbaikan yang inovati1 dapat terealisasi. !eterbatasan #umber Daya
3anusia (#D3 men$adi salah satu kendala dalam peningkatan kiner$a, aspek kendala
yang ada di dalamnya adalah/ pertama! masih adanya beberapa pegawai yang tidak
masuk ker$a maupun bolos dari ker$a sehingga banyak peker$aan yang terbengkalai=
kedua, masih terdapatnya pegawai yang yang tidak dapat menguasai peker$aan dan
penggunaan alat kantor= ketiga! masih di temukan beberapa pegawai yang memahami
proses ker$a secara teknis sehingga ter$adi berbagai kesalahan dan keterlambatan proses
ker$a= kempat, masih di $umpai pegawai yang boros dalam pemakaian peralatan,
1asilitas,dan perlengkapan serta bahan"bahan kantor= kelima masih terlihat sebagian
pegawai yang kurang melibatkan secara e1ekti1 dalam akti1itas ker$a sehari"hari.
3ana$emen proses adalah proses mengu$i aspek"aspek kunci dari proses
mana$emen organisasi, termasuk produk $asa, dan proses bisnis untuk menciptakan nilai
kepada pelanggan organisasi. Pada proses penentuan pelayanan utama kiner$a
organisasi perlu dilakukan proses identi1ikasi berdasarkan perencanaan kebutuhan yang
kemudian dianalisis, serta mengakomodir masukan dari pelanggan internal dan
eksternal. #istem evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan mulai di
11
implementasikan dengan baik. 'amun pengukuran dengan indikator proses dan analisis
dalam mana$emen proses kunci pelayanan publik dilakukan. 6al ini harus men$adi
perhatian bagi organisasi, karena aktivitas pengukuran ini perlu di lakukan pada awal
dalam proses untuk meminimalkan masalah. #tandar kiner$a $uga harus di tetapkan
untuk mengukur pencapaian kiner$a dan melakukan tindakan perbaikan sesuai
spesi1ikasi perancangannya.
!ualitas dan hasil proses oprasional adalah melihat bagaimana hasil kiner$a
semakin e1ekti1,semakin kompetiti1 dan semakin bagus seluruh aspek kiner$anya, dan
kepuasan pelanggan, kategori ini mengu$i bagaimana organisasi menentukan
kebutuhannya, ekspetasinya dan penetuan pelanggan. Pendekatan proses kiner$a belum
maksimal di lakukan, pelayanan belum berorientasi pelanggan. Pengukuran kiner$a
mutu pelayanan hanya pada pengukuran pelayanan publik dan pengukuran mutu
pelayanan secara komprehensi1 belum di lakukan.
>una memastikan pelaksanaan anggaran sesuai dengan pedoman anggaran yang
ditetapkan dalam APBD, pihak pemerintah melakukan pengawasan secara internal
melalui :nspektorat !abupaten.
Evaluasi pelaksanaan anggaran yang dinilai dari laporan keuangan dilakukan
setiap akhir bulan, triwulan, semester dan akhir tahun. Evaluasi tersebut bertu$uan untuk
mengetahui sesuai tidaknya pelasaksanaan anggaran berdasarkan besaran anggaran yang
ditetapkan dalam APBD. Evaluasi laporan keuangan #!PD dilakukan oleh BP! dan
dilaporkan ke pihak DP&D diketahui oleh pihak pemerintah !abupaten.
#elain dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan APBD tahun ber$alan yang telah
dilaksanaakan oleh pemerintah !abupaten $uga dipertanggung$awabkan kepada D&PD
dalam sidang pleno pertanggung$awaban pelaksanaan APBD pada awal tahun
berikutnya, pertanggung$awaban APBD dibuat oleh masing"masing #!PD, dimana
12
salah satu item dalam 2aporan Pertanggung$awaban (2P0 tersebut adalah 2!PD yang
telah diaudit BP!. 6asil Audit BP! ditun$ukkan melalui opini yang dikeluarkan oleh
BP! terhadap 2!PD. !abupaten Dompu selama 4 (lima tahun terakhir dari tahun +,,8
sampai dengan tahun +,(+ mendapatkan opini disclaimer untuk 2!PDnya.
Berdasarakan uraian dan 1akta di atas, maka peneliti ingin mengetahui kelemahan
pengelolaan keuangan darah !abupaten Dompu melalui penilaian yang lain yaitu
dengan menggunakan Malcolm Baldrige.
A.".#oti$asi Penelitian
Pertama, dalam survei pendahuluan di peroleh bahwa kiner$a pemerintah Daerah
!abupaten Dompu masih sangat rendah. 6al ini di tun$ukan dengan adanya opini
A#isclaimer$ berdasarkan 2aporan 6asil Pemeriksaan atas laporan (26P !abupaten
Dompu dalam 4 (lima tahun terakhir oleh BP! dari tahun +,,8 sampai dengan tahun
+,(+.
%edua, sebagian besar tulisan dan hasil penelitian terdahulu di 1okuskan pada
peningkatan evaluasi kiner$a pada pemerintah daerah melalui pendekatan kuantitati1
deskripti1 e&planatory 7leh karena itu, penulis tertarik untuk mengka$i lebih dalam
mengenai evaluasi kiner$a keuangan daerah dengan pendekatan Malcolm Baldrige,
khususnya di Pemerintah !abupaten Dompu.
6al inilah yang memotivasi peneliti untuk melakukan upaya agar lebih memahami
akar permasalahannya dan dapat menentukan strategi yang e1ekti1 dalam evaluasi
pengukuran kiner$a Pemerintah Daerah !abupaten Dompu. 6al inilah yang membuat
peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian dengan $udul/ %Penilaian Kiner&a
Paa Pengelolaan Keungan Daera' Dengan Penekatan Malcolm Baldrige (!tui
Kasus Pemerinta' Kabupaten Dompu)*.
A.+.,okus penelitian
13
Pada penelitian ini, peneliti membatasi 1okus penelitian pada bagaimana
meningkatkan pengukuran kiner$a keuangan Daerah dengan ) kriteria Malcolm
Baldrige yaitu/ (( !epemimpinan, (+ :n1ormasi dan analisis, (- Perencanaan strategis,
(. #umber daya manusia, (4 3ana$emen proses, (5 !ualitas dan hasil proses
operasional, dan () !epuasan pelanggan.
A.-.Rumusan #asala'
3engacu pada uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah/
%Bagaimana menganalisis an menilai kiner&a paa Pengelolaan Keuangan
Daera' Kabupaten Dompu engan Penekatan Malcolm Baldrige. *
A./. Tu&uan Penelitian
#esuai dengan rumusan masalah, penelitian ini mempunyai tu$uan sebagai berikut/
%#enganalisis an mengukur kiner&a Pengelolaan Keuangan Daera' Pemerinta'
Kabupaten Dompu menggunakan Malcolm Baldrige
A.0. #an1aat Penelitian
A. #an1aat Teoritis
#ecara teoritis hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan masukan terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan di bidang akuntansi khususnya akuntansi sektor
publik berupa bertambahnya pengetahuan mengenai evalusi kiner$a keuangan Daerah
dengan menggunakan Malcolm Baldrige
B. #an1aat Praktis
14
6asil penelitian ini di harapkan dapat digunakan oleh Pemerintah !abupaten Dompu
sebagai bahan pertimbangan dalam membantu memperbaiki dan melengkapi
kiner$anya untuk mencapai visi dan misinya. #ebagai landasan peningkatan kiner$a
$angka pan$ang yang ekselen dan sustainable, serta memberikan peluang untuk
pembela$aran dalam hal perbaikan e1ekti1itas dan kapabilitas organisasi secara
keseluruhan.
B. #an1aat Kebi&akan
*emuan penelitian ini dapat di gunakan oleh pemerintah Daerah !abupaten Dompu
sebagai alternati1 pertimbangannya dalam menentukan kebi$akan tentang pengelolaan
keuangan Daerah untuk meningkatkan kualitas kiner$a pemeritah Daerah. Pemerintah
Daerah $uga dapat menggunakannya sebagai pi$akan dalam menyusun penilaian
kiner$a sehingga kiner$a setiap #!PD dapat terukur lebih akurat.
15
BAB II
TIN2AUAN PU!TAKA
".1. 3ran T'eor45 Pengukuran Kiner&a
Pemerintah selama beberapa dekade telah berusaha untuk melakukan pengukuran
kiner$a pada sektor publik. Pembahasan antara eksekuti1 dan legislati1 hanya berkutat
pada anggaran dan realisasi anggaran. Pengukuran demikian hanya ber1okus pada
pen$elasan bagaimana sibuknya pemerintah namun tidak men$elaskan mengenai dampak
nyata aktivitas pemerintah terhadap masyarakat. Padahal bagi masyarakat yang
terpenting adalah hasilnya.
#orensen dan >rove ((9)) $auh sebelumnya telah menyarankan organisasi sektor
publik untuk menggunakan teknik penilaian kiner$a yang ber1okus pada analisis biaya"
hasil dan biaya"e1ektivitas atas program pelayanan yang diberikan. Analisis biaya"hasil
dan biaya"e1ektivitas tersebut diperlukan karena beberapa alasan.
(. *erkait dengan adanya kegagalan dalam menentukan indikator sosial dalam analisis
biaya man1aat.
+. Adanya peran yang semakin besar bagi organisasi sektor publik dan tuntutan
akuntabilitas. !eberadaan organisasi sektor publik adalah untuk memberikan
pelayanan, bukan menge$ar laba, sehingga pilihan alternati1 tindakan dan penilaian
atas kiner$a men$adi suatu yang sulit. #emakin kompleks pelayanan yang harus
dilakukan organisasi sektor publik akan menciptakan tekanan baru mengenai perlunya
sistem penilaian kiner$a yang lebih e1ekti1.
-. *untutan terhadap penilaian kiner$a tidak sa$a berasal dari pihak eksternal, tetapi $uga
dari pihak internal. 3ana$er publik membutuhkan penilaian terhadap pencapaian
16
outcome atas program dan kegiatan yang dilakuakn serta penilaian man1aat dan
dampak aktivitas tersebut terhadap sistem sosial secara holistik.
3eski demikian, pergeseran pendekatan pada hasil tidak mengakibatkan
pengukuran input men$adi tidak penting bagi pemerintah. Pemerintah tetap perlu
mengukur input, misalnya berapa banyak anggaran yang dibelan$akan dan apa yang telah
dilakukan. 'amun demikian, apabila pengukuran kiner$a hanya ber1okus pada input dan
output sa$a (anggaran dan realisasinya, bukan outcome, man1aat, dan dampak terhadap
masyarakat, maka akibatnya organisasi sektor publik tidak akan mampu melihat
keberadaannya sendiri bahwa ia ada untuk melayani masyarakat (#mith, (995= #chacter,
(999.
Pengukuran kiner$a sektor publik dalam hal ini pemerintah di lakukan untuk
memenuhi tiga maksud. Pertama, pengukuran kiner$a pemerintah dimaksudkan untuk
memperbaiki kiner$a pemerintah. %kuran kiner$a dimaksudkan untuk dapat membantu
pemerintah ber1okus pada tu$uan dan sasaran program unit ker$a. !edua, ukuran kiner$a
pemerintah digunakan untuk pengalokasian sumber daya dan pembuatan keputusan.
!etiga, ukuran kiner$a pemerintah di maksudkan untuk mewu$udkan
pertanggung$awaban publik dan memperbaiki komunikasi dengan masyarakat dan
stakeholder
!iner$a organisasi sektor publik yang bersi1at multidimensional memiliki makna
bahwa tidak ada indikator tunggal yang dapat digunakan untuk menun$ukkan tingkat
keberhasilan secara komprehensi1 untuk semua $enis organisasi sektor publik, dengan
begitu indikator kiner$a yang dipilih sangat bergantung pada 1aktor kritikal keberhasilan
yang telah di indenti1ikasi. !arena adanya si1at multi dimensional atas kiner$a organisasi
sektor publik tersebut makapengukuran kiner$a instansi pemerintah haruslah dibuat
17
sekomprehensi1 mungkin dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang dapat
mempengaruhi kiner$a.
3enurut 'iven (+,,- terdapat enam konsep pengukuran kiner$a organisasi sektor
publik dan organisasi non pro1it, yaitu/
(. 'inancial accountability
Adalah Pengukuran kiner$a organisasi sektor publik yang hanya ber1okus pada
seberapa besar anggaran yang telah di keluarkan.
+. Program products or output
Adalah pengukuran kiner$a organisasi sektor publik bergantung pada $umlah produk
atau $asa yang di hasilkan dan beberapa $umlah orang yang di layani.
-. Adherence to standards (uality in service delivery
Pengukuran kiner$a yang terkonsentrasi pada pelayanan yang mengarah pada
ketentuan badan serti1ikasi dan akreditasi pemerintah. Badan tersebut $uga bertu$uan
untuk men$aga kualitas dan konsistensi produk/$asa yang mereka berikan.
.. Participant related measures
Pengukuran kiner$a yang menekankan pentingnya kepastian pemberian pelayanan
hanya kepada mereka yang sangat membutuhkan, oleh karena itu organisasi sektor
publik akan melakukan penilaian klien atau pelanggan yang akan dilayani berdasarkan
status demogra1inya, sehingga bisa di tentukan mana pelanggan yang layak
mendapatkan pelayanan terlebih dahulu
4. %ey performance indikators
Pengukuran kiner$a yang berdasarkan pada pembentukan kriteria"kriteria tertentu yang
dapat mewakili semua area yang ingin di nilai, untuk kemudian di susun indikator"
indikator yang mampu mengukur kriteria tersebut.
5. )lient satisfaction
Pengukuran kiner$a organisasi publik di dasarkan pada kepuasan pelanggan atas
penyediaan barang atau pelayanan publik. Beberapa 1aktor utama yang menentukan
kepuasan pelanggan yaitu/ ketepatan waktu pelayanan, kemudahan untuk mendapat
layanan dan kepuasan secara keseluruhan
".". Lanasan Teori
a. Pengertian Kiner&a
!iner$a merupakan suatu prestasi atau tingkatan keberhasilan yang di capai
oleh individu atau suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung $awab
masing"masing dalam rangka mencapai tu$uan oragnisasi. Pada oraganisasi publik,
suatu hasil telah di ker$akan itu di realisasikan sebagai pelaksanaan target tahunan
yang pada prinsipnya lebih mengacu pada kiner$a yang lebih mengutamakan ukuran"
ukuran 1inansial.
18
3enurut 3ahsun (+,,5 kiner$a adalah/
>ambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/
program/kebi$akan dalam mewu$udkan sasaran, tu$uan, misi dan visi
organisasi yang tertuang dalan strategic planning suatu organisasi. #e$alan
dengan de1inisi"de1inisisebelumnya, &obbins (+,,) menggambarkan kiner$a
sebagai 1ungsi interaksi antara kemampuan (ability, motivasi (motivation dan
kesempatan (opportunity. !iner$a bisa ber1okus pada input, misalnyauang,
sta11/karyawan, wewenang yang legal, dukungan politis atau birokratis.
!iner$a bisa $uga 1okus pada aktivitas atau proses yang mengubah input
men$adi output dan kemudian men$adi outcome! misalnya/ kesusaian program
atau aktivitas hukum, peraturan, dan pedoman yang berlaku, atau standar
proses yang telah di tetapkan ('ingsih, +,,+ dalam %lum, +,,9/(9.
De1inisi kiner$a menurut Bernadin dan &ussel ((998, men$elaskan bahwa
kiner$a adalah/
6asil dari prestasi yang telah di capai oleh karyawan sesuai dengan 1ungsi dan
tugasnya pada priode tertentu. #e$alan dengan dengan pendapat Bernadin dan
&ussel, Amstrong melihat esensi kiner$a merupakan suatu proses bersama
antara mene$er, individu dan tim yang di kelola di mana proses ini lebih
berdasarkan pada prinsip mene$em yang di dasarkan pada kesepakatan
terhadap persyaratan sasaran. Pengetahuan, ketrampilan, kopetensi serta
rencan ker$a dan penempatan. Dalam pembahasan kiner$a dinas
pendapatan,pengelolaan,keuangan dan asset Daerah, maka kiner$a pegawai di
letakan pada kerangka tersendiri yang merupakan bagian kiner$a secara
keseluruhan.
b. Pengertian Pengukuran Kiner&a
Pengukuran kiner$a dan indikator merupakan bagian dari proses mana$emen
strategis (0ackson dan Palmer, (99+ dalam Bata1or, +,((. 7leh karena itu, sebagai
suatu elemen mana$erial, kiner$a merupakan kunci sukses. Ada beberapa pemikiran
untuk membangun organisasi pemerintah Daerah melalui pengukuran kiner$a setiap
akti1itas kegiatannya baik rutin dan pembangunan, dari sektor sampai dengan
proyek. Pengukuran kiner$a merupakan suatu alat mana$emen yang digunakan untuk
meningkatkan kualitas dan pengambilan keputusan= sebagai alat untuk menilai
pencapaian tu$uan dan sasaran organisasi (Bithaker, (99- dalam Bata1or, +,((.
Pengukuran kiner$a organisasi publik merupakan suatu alat perencanaan dan sistem
pengendalian mana$emen yang bertu$uan untuk membantu mana$er publik menilai
19
pencapaian suatu strategi melalui alat ukur 1inansial dan non 1inansial (#uwardika,
+,((.
Bayne C. Parker ((995/- dalam #ad$iarto (+,,, menyebutkan lima man1aat
adanya pengukuran kiner$a suatu entitas pemerintahan, yaitu/
(. Pengukuran kiner$a meningkatkan mutu pengambilan keputusan.
#eringkali keputusan yang di ambil pemerintah di lakukan dalam
keterbatasan data dan berbagai pertimbangan politik serta tekanan dari
pihak"pihak yang berkepentingan. Proses pengembangan pengukuran
kiner$a ini akan memungkinkan pemerintah untuk menentukan misi dan
menetapkan tu$uan pencapaian hasil tertentu. Di samping itu dapat $uga di
pilih metode pengukuran kiner$a untuk melihat kesuksesan program yang
ada. Di sisi lain, adanya pengukuran kiner$a membuat pihak legislati1 dapat
mem1okuskan perhatian pada hasil yang di dapat, memberikan evaluasi
yang benar terhadap pelaksanaan anggaran serta melakukan diskusi
mengenai usulan"usulan program baru.
+. Pengukuran kiner$a meningkatkan akuntabilitas internal.
Dengan adanya pengukuran kiner$a ini, secara otomatis akan tercipta
akuntabilitas di seluruh pemerintahan, dari $abatan terbawah sampai
teratas.
Pengukuran kiner$a meningkatkan akuntabilitas publik.
3eskipun bagi sebagian pihak, pelaporan evaluasi kiner$a pemerintah
kepada masyarakat di rasakan cukup menakutkan, namun publikasi laporan
ini sangat penting dalam keberhasilan sistem pengukuran kiner$a yang baik.
!eterlibatan masyarakat terhadap pengambilan kebi$akan pemerintah
men$adi semakin besar dan kualitas hasil suatu program $uga semakin di
perhatikan.
-. Pengukuran kiner$a mendukung perencanaan strategi dan penetapan tu$uan.
Proses perencanaan strategi dan tu$uan kurang berarti tanpa adanya
kemampuan untuk mengukur kiner$a dan kema$uan suatu program. *anpa
ukuran"ukuran ini, kesuksesan suatu program $uga tidak pernah akan di
nilai dengan obyekti1.
.. Pengukuran kiner$a memungkinkan suatu entitas untuk menentukan
penggunaan sumber daya secara e1ekti1.
3asyarakat semakin kritis untuk menilai program"program pokok
pemerintah sehubungan dengan meningkatnya pa$ak yang di kenakan
kepada mereka. Evaluasi yang dilakukan cenderung mengarah kepada
penilaian apakah pemerintah memang dapat memberikan pelayanan yang
terbaik kepada masyarakat. Dalam hal ini pemerintah $uga mempunyai
kesempatan untuk menyerahkan sebagian pelayanan publik kepada sektor
swasta dengan tetap bertu$uan untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
3asyarakat semakin kritis untuk menilai program"program pokok pemerintah
sehubungan dengan meningkatnya pa$ak yang di kenakan kepada mereka. Evaluasi
yang dilakukan cenderung mengarah kepada penilaian apakah pemerintah memang
20
dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dalam hal ini
pemerintah $uga mempunyai kesempatan untuk menyerahkan sebagian pelayanan
publik kepada sektor swasta dengan tetap bertu$uan untuk memberikan pelayanan
yang terbaik.
De1inisi yang di buat oleh se$umlah pakar mengenai pengukuran kiner$a cukup
beragam, namun pada akhirnya de1inisi itu bermuara dalam satu kesepakatan bahwa
dengan mengukur kiner$a proses pertanggung $awaban pengelolaan atas segala
kegiatannya pada stakeholders dapat men$adi lebih obyekti1. Balaupun pengukuran
ini lebih sedkit berbaur sedikit 1inansial tetapi terdapat petanggung $awaban yang
non 1inansial di dalamnya. Dari sisi oraganisasi publik #kelcher memandang
pengukuran kiner$a tas dua hal yaitu e1ekti1itas dan e1isien. !onsep e1ekti1itas untuk
mengukur kiner$a dapat di aplikasi pada institusi publik bila pengukuran e1ekti1itas
pelayanan publik pada organisasi pemerintah dengan luasnya organisasi dalam
pencapaian tu$uannya sebagai hubungan antra tu$uan kewenangan dan output dari
kegiatan. %kuran yang lain yaitu e1isiensi yang di lakukan institusi pemerintahan
berkaitan dengan sumberdaya yang di gunakan untuk memproduksi pelayanan
publik sehingga menghasilkan output yang dapat dinikmati oleh publik.
Pengukuran kiner$a publik dapat di lakukan secara internal dan eksternal.
Dalam konteks pemerintah Daerah, pengukuran kiner$a secara internal merupkan
alat untuk mengetahui tingkat responsibilitas dari suatu kegiatan yang dilakukan
dalam meberikan pelayanan kepada publik. Di samping itu pengukuran kiner$a
secara internal bertu$uan untuk mengungkapkan tingkat keberhasilan organisasi
yang di $adikan dasar in1erensi dalam menentukan tingkat kiner$a organisasi
tersebut. Pengukuran kiner$a organisasi publik secara eksternal bertu$uan untuk
21
mengetahui tingkat kepuasan publik atau paling sedikit untuk mengetahui keinginan
publik.
Bentuk pengukuran kiner$a publik dewasa ini telah mengarah pada dimensi"
dimensi pengukuran bisnis. Diantara pengukuran kiner$a saat ini di pakai untuk
mengukur kiner$a oragisasi bisnis dan organisasi publik adalah model pengukuran
kiner$a Malcolm Baldrige 3odel Malcolm Baldrige $uga telah di gunakan untuk
mengukur kiner$a organisasi publik pada tahun +,,5. 3odel ini ini 1okus pada
pelanggan, kepeminpina, keterlibatan orang, pendektan proses, pendekatan sistem
terhadap mene$emen, pendekatan terus menerus, pendekatan 1uktual dalam
pembuatan keputusan serta, serta hubungan pemasok yang saling menguntungkan.
6. Pengertian Malcolm Baldrige
Pengukuran kiner$a organisasi publik dewasa ini telah pula mengarah pada
dimensi"dimensi pengukuran bisnis. Diantara pengukuran kiner$a yang saat ini
dipakai untuk mengukur kiner$a organisasi bisnis dan organisasi publik ialah model
Pengukuran !iner$a :#7 9,,(/+,,,, Total Quality Management dan Balance
*corecard dan Malcolm Baldrige
3odel Malcolm Baldrige $uga telah digunakan untuk mengukur organisasi
publik pada tahun +,,5 (A;i;, +,,8. Malcolm Baldrige di gunakan sebagai
suatu kerangka ker$a untuk mengukur dan mengevaluasi kiner$a mana$emen.
Malcolm Baldrige dapat membantu organisasi menghadapi lingkungan
dinamis, membangun sistem ker$a yang tinggi, mener$emahkan visi dan misi
ke dalam strategi, membangun kesuksesan $angka pendek serta stabilitas
organisasi untuk $angka pan$ang.
!riteria Malcolm Baldrige merupakan dasar dalam melakukan self"assessment
organisasi atau organisasi, memberikan penghargaan dan untuk memberikan umpan
balik kepada organisasi atau organisasi dalam upaya menciptakan kiner$a yang
ekselen.
22
*u$uan Malcolm Baldrige dalam meningkatkan daya saing bagi suatu organisasi
atau organisasi menurut 6ardi smart (+,,9 adalah/
(. 3embantu meningkatkan praktik"praktik kiner$a organisasi, kemampuan dan
hasil"hasil.
+. 3emudahkan komunikasi dan sharing in1ormasi tentang praktik"praktik terbaik
di antara organisasi"organisasi.
-. #ebagai alat mana$emen untuk memahami dan mengelola kiner$a serta sebagai
pedoman perencanaan dan kesempatan untuk pembela$aran.
>aspers; (+,,) menyatakan, terdapat enam alasan yang mendasar mengapa
organisasi"organisasi lokal maupun kelas dunia memilih Malcolm Baldrige sebagai
kerangka ker$a dari sistem mana$emen mereka yaitu/
(. Malcolm Baldrige mampu mengidenti1ikasi setiap kekuatan dan kesempatan
untuk perbaikan atau opportunities for improvement (7@: dari berbagai area
dalam organisasi yang berkaitan dengan tu$uh kriteria Malcolm Baldrige
+. Malcolm Baldrige memberikan kerangka ker$a untuk peningkatan menu$u
keunggulan kiner$a dengan memberikan kebebasan kepada mana$emen untuk
melaksanakan strategi bisnis mandiri dan program"program peningkatan
keunggulan kiner$a.
-. Malcolm Baldrige merupakan kerangka ker$a mana$emen terintegrasi,
mencakup semua 1aktor yang mende1inisikan organisasi, proses operasional dan
hasil"hasil kiner$a yang $elas dan terukur.
.. Malcolm Baldrige ber1okus pada persyaratan"persyaratan untuk mencapai
keunggulan kiner$a, bukan sekedar aplikasi, prosedur, alat atau teknik.
4. Malcolm Baldrige mudah beradaptasi dengan lingkungan bisnis, dapat
diterapkan pada organisasi besar maupun kecil, organisasi lokal yang hanya
beroperasi di suatu negara maupun kelas dunia yang beroperasi di banyak
negara.
5. Malcolm Baldrige telah terbukti merupakan praktik mana$emen global yang
valid untuk meningkatkan keunggulan kiner$a organisasi.
. Kriteria Malcolm Baldrige
Malcolm Baldrige merupakan salah satu metode yang di gunakan untuk membentuk
karakteristik dengan memiliki kiner$a dan integritas yang tinggi secara keseluruhan.
#ebagai alat penilaian mandiri +selft assessment,, kriteria Malcolm Baldrige membantu
mengidenti1ikasi kekuatan"kekuatan organisasi, mencari peluang"peluang organisasi dan
mencari peluang bagi perbaikan proses dan hasil yang berdampak kepada stakeholder!
23
pelanggan, karyawan. #etiawan (+,(, men$elaskan ada ) kriteria yang di nilai dan di
$adikan acuan dalam mengelola kiner$a organisasi, yaitu/
(. !epemimpinan +-eadership
!epemimpinan adalah suatu proses di mana seseorang dapat men$adi
pemimpin (leader, melalui akti1itas yang terus menerus sehingga dapat
mempengaruhi yang di pimpinya (followers,dalam rangka mencapai tu$uan
organisasi atau organisasi. 6ubungan seorang pemimpin maupun seorang yang
dipimpin merupakn suatu proses kepemimpinan karena leaderneeds followers and
followers needs leader dan kepemimpinan yang baik akan berdampak pada kiner$a
yang baik. 0asen (+,(+ menyatakan bahwa penting bagi seorang pemimpin
mempunyai pengikut yang berpikir untuk memiliki kiner$a tinggi sehingga
berman1aat untuk peningkatan kiner$a organisasi.
!epemimpinan mengarahkan bagaimana pemimpin senior memandu dan
mempertahankan organisasi, menetapkan visi organisasi, nilai"nilai dan harapan
terhadap kiner$a. Perhatian di berikan kepada bagaimana pemimpin senior
berkomunikasi dengan pegawai, membentuk pemimpin masa depan dan
menciptakan lingkungan yang mendorong perilaku etis dan kiner$a tinggi. !ategori
ini $uga meliputi sistem tata kelola organisasi, masalah hukumnya, dan tanggung
$awab etika terhadap masyarakat dan bagaimana organisasi mendukung komunitas.
!epemimpinan menurut &obbins (+,,) adalah/
3erupakan kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok kerah
terciptanya suatu tu$uan. !epemimpinan adalah pribadi yang di$alankan dalam
situasi tertentu, serta di arahkan melalui proses komunukasi kearah pencapaian
satu atau beberapa tu$uan tertentu. Di samping itu, tidak optimalnya kiner$a
yang dicapai karena sebagian pegawai merasa kurang perhatian dari para
pimpinan, pimpinan di rasakan kurang dapat mempengaruhi, memberdayakan
dan memotivasi serta mengayomi pegawai untuk beker$a lebih baik sehingga
para pegawai tidak atau kurang loyal terhadap pimpinan. %ntuk itu diharapkan
24
ter$adinya hubungan ker$a pimpinan dan para pegawainya yang lebih baik dan
pemberian imbalan dan sangksi yang $elas dan konsisten dari pimpinan.
!emampuan untuk memimpin orang lain adalah bentuk sebuah kualitas yang
di cari organisasi"organisasi dalam karyawan mereka.
Para pemimpin yang e1ekti1 mengandalkan daya tarik emosional untuk
membantu menyampaikan pesan"pesan mereka, bahkan ekspresi emosi dalam
pidato sering sekali elemen penting yang membuat kita dapat menerima atau
menolak pesan seorang pemimpin.ketika para pemimpin merasa bersemangat,
antusias dan akti1, mereka lebih mungkin memberikan energi pada bawahan"
bawahan mereka dan menyampaikna rasa e1ekti1itas, kompetensi optimisme,
dan kegembiraan (&obbin, +,,).
Digoda (+,,) menemukan bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh terhadap
kiner$a oragnisasi. 6al tersebut mengindikasikan bahwa kepemimpina harus di
sesuaikan dengan mudah melakukan perubahan"perubahan untuk mencapai tu$uan
bersama, yang akhirnya dapat meningkatkan kiner$a oragnisasi.
Penelitian yang di lakukan oleh #aputra (+,,8 menun$ukan terdapat
kepemimpinan terhadap kiner$a mana$erial dengan di moderasi dengan penghargaan.
Dengan demikian sistem penghargaan menyebabkan kiner$a oragnisasi meningkat
sehingga akan meningkat reputasi organisasi, seta meningkatkan kemungkinan
perekrutan pegawai yang akan membuat tim men$adi lebih kuat.
Demikian $uga penelitian mengenai kepemimpinan terhadap kiner$a organisasi
telah di lakukan oleh Popa (+,(+, Digoda et al(+,,) dan !urniawati (+,(, yang
menun$ukan bahwa kepemimpinan berpengaruh terhadap kiner$a organisasil. 6al
tersebut berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh 3utira (+,(, dan #aputra
(+,(, yang menu$ukan bahwa kepemimpinan tidak memiliki penharuh terhadap
kiner$a oragnisasi. Penelitian oleh oleh Popa (+,(+, Digoda et al (+,,) dan
!urniawati (+,(, menun$ukan kepemimpinan berpengaruh terhadap kiner$a
organisasi. #ementara itu, hasil yang berbeda di tun$ukan oleh penelitian 3utira
(+,(,.
25
!esuksesan organisasi tergantung pada pimpinan dan kepemimpinan yang
di terapkan dalam organisasi. !iner$a organisasi dapat mengalami peningkatan atau
penurunan berkaitan dengan kepemimpinan yang di berikan oleh pimpinan. Program
motivasi seperti ga$i yang cukup, suasana ker$a yang menyenangkan, adanya $en$ang
karir yang disertai dengan kepemimpinan yang tepat akan mampu memotivasi dan
meningkatkan kiner$a pemerintah daerah terutama berkaitan dengan pengelolaan
anggaran daerah. Publik mengukur keberhasilan pemerintah dalam mengelola tata
pemerintahan, indikatornya adalah membaiknya pelayanan publik serta
meningkatnya kese$ahteraan rakyat.
+. :n1ormasi dan analisis (.nformation and Analysis
!ategori ini meneliti bagaimana organisasi memilih, mengumpulkan,
menganalisis, mengelola, dan menyempurnakan data, in1ormasi, dan asset
pengetahuan untuk mendukung proses kunci organisasi. 0uga meneliti bagaimana
organisasi mengukur kiner$anya. #istem in1ormasi, analisis dan teknologi
merupakan teknologi komputer yang di gunakan dalam pengelolaan keuangan dan
penyusunan laporan keuangan pemerintah kabupaten/kota. Artinya teknologi
komputer yang menggunakan program akuntasi sektor publik untuk mebuat laporan
keuangan belum ber$alan dengan optimal bahkan di #!PD di kabupaten belum
mampu dioprasikan secara baik.
3enurut &ahar$o (+,,( (PP% 3ikroelektronika :*B dalam tulisannya
peningkatan literasi komputer dan peman1aatan telematika di lingkup pemerintah
Daerah mengungkapakan/
3asih banyak kendala yang dihadapi dalam rangka mengimplementasikan
teknologi in1ormasi dan analisis pada pemerintah daerah. #alah satu kendala
utama yang ada di :ndonesisa adanya keterbukaan atau transparansi tanpa
adanya komiten dari pemerintah, maka penggunaan teknologi in1ormasi dan
analisis akan sia"sia. Penerapan teknologi in1ormasi dan analisis dapat
26
membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan kemampuan organisasi
dengan kemudahan mendapatkan in1ormasi dari mana sa$a diseluruh dunia.
6endra (+,,. lebi lan$ut menyatakan/
Dalam konteks pelaksanaan suatu kebi$akan, teknologi in1ormasi dan analisis
masih dilihat sebagai sarana untuk mempercepat pelaporan di banding di
banding sebagai sarana untuk mebantu monotoring, dalam konteks
peningkatan kualitas suatu kebi$akan. *eknologi in1ormasi dan analisis masih
di lihat sebagai sarana untuk memeperluas sumber in1ormasi dan data di
banding sarana yang dapat menciptakan keterbukaan dalam proses
pengambilan keputusan. Artinya teknologi, in1ormasi dan analisis merupakan
saran untuk mempercepat laporan keuangan dan menciptakan transparansi
untuk pengambilan keputusan.
Abdullah (+,,5 menemukan/
Belum adanya sistem data base dan sistem in1ormasi analisis yang baik $uga
men$adi kendala dalam pengelolaan asset daerah. &obbin (+,,) yang di kutip
dalam Abdullah (+,,5 menemukan adanya sistem data base dan sistem
in1ormasi yang baik, $uga men$adi kendala dalam mengelola asset daerah,
yaitu sistem teknologi in1ormasi dan analisi yang kurang handal dan tidak
itegritas.
Berdasarkan hal tersebut, in1ormasi analisis dan teknologi sebagai salah satu
sarana untuk mempercepat proses pelaporan dilingkup pemerintah daerah, namun
sampai saat ini belum dilaksanakan dengan baik hal ini disebabkan terbatasnya
sumber daya manusia dalam mengelola sistem teknologi in1ormasi yang di gunakan
dalam pengelolaan keuangan dan menyusun laporan keuangan pemerintah daerah
serta belum adanya sistem data base dan sistem in1ormasi analisis yang baik $uga
men$adi kendala dalam pengelolaan asset daerah, sehingga hal tersebut
mempengaruhi opini terhadap BP!.
-. Perencanaan #trategis +*trategic Planning,
#etiap oraganisasi yang bergerak di sektor publik yang ingin mencapai
tu$uannya melalui sumber daya (manusia, modal, bahan baku dan sebagainya.
%paya mencapai tu$uan tersebut, di perlukan suatu perencanaan yang terdiri dari/
pertama, proses perencanaan merupakan strategi yang di gunakan untuk memeilih
27
dan memodi1ikasi (menambah atau mengurangi akti1itas= kedua, proses
pengendalian merupakan penetapan perencanaan dalam suatu sistem yang men$amin
bahwa proses perencanaan dapat di lakukan.
Bastian (+,(, perencanaan dapat di kategorikan berdasarkan dimensi waktu
sehingga dapat di bagi men$adi/
(. Perencanaan $angka pan$ang, yang biasanya ber$angka waktu lima tahun
atau kedepan
+. Perencanaan $angka menengah, yang biasanya hingga satu tahu hingga lima
tahun kedepan
-. Perencanaan $angka pendek, yang biasnya hingga satu tahun kedepan.
Proses perencanaan di pemerintah daerah di lakukan dengan penyusunan
perencanaan pembangunan daerah sebgai satu kesatuan dalam sistem
pembangunan nasional. Perencanaan pembangunan daerah di susun oleh
pemerintah propinsi, daerah kabupaten atau kota sesuai dengan kewenangan
yang dilaksankan oleh unit (Badan perencanaan pembangunan daerah
(Bastian, +,(,. #ebagai contoh perencanaan pada pemerintah daerah yaitu/
pertama/ rencana pembangunan $angka pan$ang daerah (&0P0 untuk $angka
waktu +, tahun yang di tetapkan pada Perda= kedua, rencana $angka pan$ang
menengah (&P03 untuk $angka waktu lima tahu sesuai dengan Perda= dan
tiga, rencana ker$a pembangunan daerah (&!PD merupakan pen$abaran dari
&P03 daerah untuk $angka waktu satu tahun dengan mengacu pada rencana
ker$a pemerintah pusat. Agar perencanaan pada pemerintah bisa ber$alan
dengan baik maka di butuh suatu perencanaan strategi yang di lakukan oleh
pemerintah daerah.
Perencanaan strategi adalah satu dari 1ungsi management yang sangat penting.
Bahkan kegiatan perencanaan ini selalu melekat pada kegiatan hidup kita
sehari"hari, baik di sadari maupun tidak. #ebuah rencana strategi akan sangat
mempengaruhi sukses dan tidaknya suatu peker$aan. !arena itu peker$aan yang
baik adalah yang di rencanakan dan sebaiknya kita melakukan peker$aan sesuai
dengan yang telah di rencanakan (&ita, +,,9.
#aputra (+,,8 berdasarakan sasaran"sasaran strategi yang ingin di capai pada
setia tahunnya P* Balai pusataka (PE&#E&7 setiap unit ker$a mengusulkan
program ker$a yang di muat dalam &encana !er$a Anngaran 7rganisasi
sebagai action plan. Proses penyusunan program ker$a yang dimuat dalam
penyusunan program ker$a dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur atau
$a$aran karyawan pada masing"masing unit ker$a. Penyususunan program ker$a
oleh unit organisasi belum ada kaitannya untuk men$awab tantangan
organisasi. 6al itu disebabkan karena belum seluruhnya unit ker$a dalam
organisasi mengetahui tantangan serta keuntungan strategi yang di miliki.
%kuran dan indikator kiner$a utama dari rencana ker$a organisasi mengacu
pada tiga aspek, yaitu aspek oprasional, aspek keungan, dan aspek
berkelan$utan. %ukuran dan indikator tersebut telah sistematis di gunaka, yang
28
setiap tahunnya dalam &!AP. Evaluasi terhadap pendekatan belum di
lakukakan, organisasi belum dapat menun$ukan adanya hasil eveluasi dari tiga
aspek yang di $adikan ukuran dan indikator kiner$a oleh organisasi.
Berdasarkan lingkungan lembaga, pemerintah daerah selalu berubah seiring
dengan perkembangan ;aman, maka diperlukan komunikasi dalam hal sistem
perencanaan strategi kiner$a daerah yang berhubungan dengan pengambilan
keputusan, penyusunan perencanaan, pengawasan, evaluasi, serta perumusan
kebi$akan yang sangat memerlukan komunikasi sebagai bahan pendukung pada
perencanaan kiner$a pemerintah daerah, hal ini di perlukan suatu sistem pendekatan
yaitu perencanaan strategi pada pemerintah daerah.
.. #umber daya manusia +/uman 0esources,
!ategori ini meneliti bagaimana organisasi memungkinkan karyawan
mengembangkan potensi dirinya dan bagaimana mana$emen karyawan selaras
dengan ob$ekti1, strategi, dan rencana tindakan organisasi. 0uga mengetahui se$auh
mana upaya organisasi untuk membangun dan mempertahankan lingkungan ker$a
dan dukungan karyawan untuk kiner$a ekselen maupun terhadap perkembangan
pribadi dan organisasi.
Dewasa ini sumber daya manusia di pandang sebagai 1aktor strategi dan sangat
menentukan dalam merealisasikan visi dan misi organisasi. #umber daya
manusia merupakan moderenisasi dari mana$emen personalia, sehingga dapat
memberdayakan, mengembangkan, dan mempertahankan sumber daya
manusia dalam organisasi agar mampu memberikan kontribusi secara optimal
terhadap pencapaian tu$uan organisasi berdasarkan keahlian, penegetahuan,
dan kemapuan yang di miliki (#udarmanto, +,,9.
#umber daya manusia mem1okuskan perhatian pada output yaitu sumber daya
manusia yang di hasilkan oleh manusia. #umber daya adalah 1aktor penting untuk
implementasi kebi$akan agar e1ekti1 (&obbin, +,,). Petun$uk"petun$uk dalam
melakukan implementasi mengkin telah ditransisikan dengan $elas, akurat, dan
konsisten, tetapi sumber daya yang dibutuhkan dalam implementasi kurang atau
29
tidak tersedia maka implementasi kebi$akan tidak e1ekti1 (Edwars :::, (98, dalam
Aryani, +,,8 #umber daya dalam implementasi kebi$akan antara lain / sumber daya
manusia, in1ormasi, dana, kewenangan dan 1asilitas.
Penelitian yang di lakukan A;har (+,,), tentang pengaruh sumber daya
manusia dan prangkat pendukungnya terhadap keberhasilan penerapan
permendagri (- pada pemerintah !ota 2angsa. 6asil penelitiannya
menyatakan sumber daya manusia dan perangkat pendukungnya mempunyai
pengaruh positi1 terhadap keberhasilan penerapan permendagri.
Aryani (+,,8, penelitiannya tentang Evaluasi :mplementasi #tandar
Akuntansi Pemerintah Pada #ekertariat 0endral Departemen 6ukum dan 6am
menggunakan metode kuantitati1 dan kualitati1. Analisa data dilakukan
berdasarkan empat aspek dari Edwar ::: ((98, yaitu sumber daya manusia,
komunukasi, sikap/disposisi, dan struktur birokrasi. 6asil penelitiannya adalah
total skor rata"rata keempat aspek tersebut -,(4 yang berada pada kriteria
BA:!, sehinnga untuk dapat mendukung kebehasilan standar akuntansi
pemerintah pada #ekertariat 0endral keempat aspek saling mempengaruhi satu
sama lain.
Aritonang (+,,9 meneliti 1aktor"1aktor pendukung keberhasilan penerapan
peraturan pemerintah 'o. +. *ahun +,,4 pada pemerintah !abupaten
2abuhan Batu. 6asil peneltiannya yaitu / pertama, sumber daya manusia,
komitmen dan perangkat pendukung mampu men$elaskan kebehasilan PP
+./+,,4 sebesar -5,4<= kedua, sumber daya manusia, komitmen dan prangkat
pendukung secara simultan (sama berpengaruh terhadap keberhasilan
penerapan PP +./+,,4= dan ketiga, secara parsial, sumber daya manusia dan
perangkat pendukung berpengaruh positi1 tetapi tidak signi1ikan sedangkan
komitmen memiliki pengaruh yang posti1 dan signi1ikan terhadap keberhasilan
penerapan PP +./+,,4.
7leh karena itu, sumber daya manusia di pandang sebagai 1aktor strategis dan
sangat menentukan dalam merealisasikan visi dan misi pemerintah daerah, sehingga
dapat memberdayakan, mengembangkan, dan mempertahankan sumber daya
manusia dalam pemerintah daerah agar mampu memberikan kontribusi secara
optimal terhadap pencapaian tu$uan organisasi berdasarkan keahlian, penegetahuan,
dan kemapuan yang di miliki. 3eru$uk pada 1enomena yang ter$adi di lapangan,
sumber daya manusia yang di butuhkan dalam implementasi kurang atau tidak
tersedia, hal ini men$adi salah satu kendala dalam peningkatan kiner$a pemerintah
daerah.
30
4. 3ana$emen Proses +Process Management,
!ategori mana$emen proses mengu$i aspek"aspek kunci dari proses
mana$emen organisasi, termasuk produk kunci, $asa dan proses bisnis untuk
menciptakan nilai kepada pelanggan organisasi serta kunci proses pendukung.
3ene$emen proses merupakan rancangan yang 1okus pada konsumen proses
penyampaian barang dan $asa, proses ker$a sama di antara unit satuan ker$a.
3enurut Bastian (+,(, mana$emen proses merupakan/
Proses memberikan kerangka ker$a untuk peningkatan menu$u keunggulan
kiner$a dengan memberikan kebebasan kepada mana$emen untuk
melaksanakan strategi bisnis mandiri dan program"program peningkatan
keunggulan kiner$a. Proses pen$aminan mutu organisasi di suatu pemerintah
daerah merupakan kegiata mandiri dari organisasi pemerintah daerah yang
bersangkutan, sehingga proses mana$emen tersebut di rancang, di $alankan,
dan di kendalikan sendiri oleh pemerintah daerah tanpa campur tangan oleh
pemerintah pusat. Perlu diketahui bahwa penilian stakeholder senatiasa
berkembang, maka pen$aminan mutu proses managemen harus selalu
disesuaikan pada tahap selan$utnya. Proses ker$a untuk memenuhi persyaratan
utama di lakukan melalui mekanisme rapat dengan memperhatikan masukan
dari stakeholder. Desain proses ker$a disusun dengan berorientasi kepada
mutu, e1isiensi, dan e1ekti1itas (*an$ung, +,,9
Purwaningrum (+,,), meru$uk pada hasil penelitian, dalam penentuan
pelayanan utama ini &#%D Brebes sudah melalui proses identi1ikasi
berdasarkan perencanaan kebutuhan yang kemudian di analisis, serta
mengakomodir masukan dari pelanggan internal dan eksternal. Desain proses
$uga dilakukan untuk memastikan bahwa keputusan membuka pelayan
tersebut adalah tepat, yaitu dalam analisis biaya man1aat. 6al ini keberhasilan
pemimpin puncak membentuk komitmen dengan Pemda men$adi support
utama nilai bagi pelanggan. !aitannya dengan proses pelyanan kunci &#%D
Brebes.
#aputra (+,,8 dalam penelitiannya, bahwa ga$i harian dan kiner$a organisasi
dievaluasi dengan cara mengumpulkan setiap data yang berhubungan dengan
indikator atau ukuran kiner$a organisasi. :ndikator kiner$a organisasi
menyangkut tiga aspek yaitu aspek oprasional, aspek berkelan$utan dan aspek
keuangan. #emua data dan in1ormasi yang berhubungan dengan setiap aspek
di integrasikan dan di hitung untuk mendaptkan nilai aktual setiap indikator
kiner$a dari ketiga aspek tersebut. 'ilai aktual setiap indikator kiner$a
dihasilkan digunakan oleh organisasi sebagai bahan evaluasi untuk mengukur
se$auh mana kiner$a organisasi saat ini.
31
Berdasarkan hal tersebut, maka proses mana$emen pada pemerintah daerah di
rancang, di$alankan, dan dikendalikan sendiri oleh pemerintah tanpa campur tangan
oleh pemerintah pusat. Proses ker$a untuk memenuhi persyaratan utama yaitu
dengan cara mengumpulkan setiap data yang berhubungan dengan ukuran kiner$a
pemerintah daerah. Pengukuran kiner$a ini terdiri atas indikator keuangan dan
oprasional. 6asil relevan yang di hasilkan oleh pemerintah daerah sebagai upaya
eveluasi pengukuran kiner$a pemerintah daerah.
5. !ualitas dan 6asil Proses 7perasional +Quality and 1perating 0esult,
!ategori ini mau melihat bagaimana hasil operasi (kiner$a organisasi/ apakah
makin kompetiti1, makin e1ekti1, dan makin mengkilap kiner$a seluruh aspek
organisasinya. !ategori ini $uga meneliti se$auh mana kiner$a organisasi secara
relati1 terhadap pesaing.
!ualitas dan hasil oprasional pada umumnya menggambarkan bagaiman
organisasi mengelola proses yang mendukung penciptaan nilai serta
menggambarkan bagaimana hasil kiner$a pemerintah daerah dalam pelayan publik,
misalnya hasil keuangan dan anggaran, hasil kee1ekti1itas organisasi, hasil 1okus
pemerintah daerah dan stskeholder dan tanggung $awab sosial pemerintah daerah
kepada puablik (*an$ung, +,,9.
3eru$uk pada hasil penelitian bahwa untuk menilai kualitas dan perncapian
kiner$a secara keseluruhan, &#%D Brebes hanya melakukan pembandingan nilai
capaian kiner$a dengan target yang telah di tetapkan. #edikit hasil kiner$a yang di
laporkan yaitu sebagian kecil area yang penting bagi persyaratan organisasi dan
hasil yang di capai pada umunya rendah. *idak ada trend data dan in1ormasi
pembanding yang dilporkan (Purwaningrum, +,,).
Penilian kiner$a organisasi berorientasi pada proses di lakukan menggunakan data
dan 1akta tahun +,,), sedangkan kiner$a organisasi berorientasi hasil dinilai
berdasarkan data hasil kiner$a bisnis organisasi tahun +,,5. 6asil kiner$a bisnis
direksi baru tahun +,,) merupakan hasil kiner$a dari direksi sebelumnya
(#aputra, +,,8.
32
7leh karena itu, kualitas hasil pengukuran kiner$a mutu pelayanan hanya pada
pengukuran pelayanan publik dan pengukuran mutu pelayanan secara komperhensi1
belum sepenuhnya dilakukan. Peran penting dari pimpinan yang kreati1 serta
dukungan dari pemerintah daerah merupakan langkah awal untuk pengembngan
kiner$a ke arah yang lebih baik dalam memberikan hasil yang lebih baik pada
pelayanan publik.
). !epuasan 3asyrakat+)ustomer *atisfaction,
!ategori ini mengu$i bagaimana organisasi menentukan kebutuhannya,
ekspektasinya dan penentuan pelanggan. 0uga mengu$i bagaimana suatu organisasi
membangun hubungannya dengan pelanggan dan menentukan 1aktor kunci yang
mengarah kepada akuisisi pelanggan, kepuasannya, loyalitasnya, dan kerentanannya
dan perluasan bisnis serta kelangsungan hidup organisasi. #e$alan dengan ini,
*$iptono dan Anastasia (+,,- kepuasan pelanggan merupakan kualitas dan
pelanggan diperluas. !ualitas tidak lagi hanya bermakna pada kesesuai dengan
spesi1ikasi tertentu, tetapi kualitas tersebut di tentukan oleh pelanggan. Pelanggan
meliputi pelanggan internal maupun pelanggan eksternal. !ebutuhan pelanggan di
usahakan untuk dipuaskan dalam segala aspek, termasuk di dalamnya harga,
keamanan, dan ketepatan waktu.
Penelitiannya 6alpiah (+,(-, kualitas tidak hanya lagi bermakna kesesuaian
dengan spesi1ikasi tertentu, tetapi kualitas tersebut di tentukan oleh pelanggan.
%P0B00"%* 3ataram telah menerapkan sistem pen$amin kualitas
(#:3:'*A# untuk mengukur kepuasan pelanggan. 3ulai dari kegiatan
sosialisasi promosi sudah digunakna Tally *heet untuk mengetahui media
apakah yang paling e1ekti1 untuk soasaliasai program"program di %*. 6asil
dari Tally *heet tersebut di evaluasi lewat rapat tin$auan mana$emen sehingga
kan diketahui hasilnya di tingkatkan pada priode berikutnya. Pelanggan
internal $uga di usahakan dipuaskan dalam segala aspek termasuk di dalamnya
percepatan penyusunan laporan ker$a sehingga selesai tepat waktu.
0uniati (+,(+ telah melakukan penelitian tentang analisis kiner$a kearsipan
badan perpustakaan arsip dan komentasi kota Denpasar, menggunakan empat
prespekti1 yaitu kepuasan pelanggan, keuangan, proses internal pembela$aran
33
dan pertumbuhan. 6asil penelitian menun$ukan bahwa prespekti1 kepuasan
pelanggan, keuangan, proses internal, pembela$aran dan pertumbuhan
menun$ukan kiner$a dengan kategori baik dalam hitungan persen. #edangkan
kiner$a pengelolaan kearsipan BPAD kota Denpasar di tin$au dari empat
prespekti1 $uga menun$ukan kategori yang baik.
6ehanusa (+,(, melakukan penelitian tentang pengaruh partisipasi penggaran
terhadap kiner$a aparat/ intergrasi variabel intervening dan variabel
moderating pada pemerintah kota Ambon dan pemerintah kota #emarang.
Dengan variabel 2ob 0elevant .nformation (0&: sebagai variabel intervnening,
variabel kepuasan pelanggan $uga sebagai variabel intervening, variabel
budaya individu moderisasi hubungn antara partisipasi penggaran dan kiner$a
aparat. Penelitian ini di gunakan untuk meneliti lebih dalam pengaruh dua
variabel intervening yang di wakili variabel 0&: dan kepuasan pelanggan
terhadap hubungan partisipasi anggaran kiner$a pimpinan serta mengukur
pengaruh perbedaan budaya pada pimpinan"pimpinan yang beker$a pada
pemerintah Ambon dan pemerintah kota #emarang.
!epuasan masyarakat (pelanggan merupakan hasil yang ter1okus pada
pelanggan yang merangkum hasil pelayanan publik, termasuk kepuasan pelanggan
dan dan hasil kiner$a pemerintah daerah. !epuasan pelanggan mencerminkan
hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat dan menentukan tingkat kepuasan
masyrakat.
e. !istem Penilaian paa Baldrige Assessment
#kor terhadap setiap item pada kriteria dan umpan balik dari Baldrige
Assessment applicant didasarkan pada dua dimensi evaluasi, yaitu dimensi proses
dan dimensi hasil. Dimensi proses mengacu pada bagaimana metode organisasi yang
digunakan untuk meningkatkan pemenuhan persyaratan item"item dalam kategori
ke"( sampai dengan kategori ke"5. *erdapat empat 1aktor yang digunakan untuk
mengevaluasi proses yaitu approach! deployment! learning! and integration +A#-.,
34
*abel +.+. @aktor Evaluasi Proses
@aktor 3engacu pada /
Approach
(Pendekatan
- metode yang digunakan untuk menyelesaikan proses
- kesesuaian metode untuk persyaratan item dan lingkungan
operasi organisasi
- e1ektivitas penggunaan metode
- se$auh mana pendekatan ini berulang dan didasarkan pada
data yang dapat dipercaya dan in1ormasi
#eployment
(penyebaran
- se$auh mana pendekatan telah diterapkan dalam menangani
persyaratan item yang relevan dan penting untuk organisasi
- se$auh mana pendekatan diterapkan secara konsisten
- se$auh mana pendekatan yang digunakan (dieksekusi oleh
semua unit ker$a yang sesuai
-earning
(bela$ar
- menyempurnakan pendekatan melalui siklus evaluasi dan
perbaikan
- mendorong perubahan terobosan pada pendekatan melalui
inovasi
- berbagi perbaikan dan inovasi dengan unit ker$a terkait
lainnya dan proses ke dalam organisasi
.ntegration
(intregasi
- se$auh mana pendekatan se$a$ar dengan kebutuhan
organisasi , diidenti1ikasi dalam pro1il organisasi dan item"
item proses lainnya
- se$auh mana tindakan, in1ormasi, dan sistem peningkatan
saling melengkapi seluruh proses dan unit ker$a
- se$auh mana rencana ,proses, hasil, analisis, bela$ar, dan
tindakan adalah harmonis di seluruh proses dan unit ker$a
untuk mendukung organisasi mencapai tu$uan yang luas
!ategori E6asilE mengacu pada keluaran dan hasil organisasi dalam mencapai
persyaratan dalam item ).(").4 (pada kategori ). *erdapat empat 1aktor yang
digunakan untuk mengevaluasi hasil yaitu levels! trends! comparisons! and
integration (2e*C: .
*abel +.-. Evaluasi 6asil
@aktor 3engacu pada /
-evel (tingkat - tingkat kiner$a saat ini
Trends (tren - tingkat perbaikan kiner$a atau keberlan$utan kiner$a yang
sudah baik
- luasnya (tingkat penyebaran dari hasil kiner$a.
)omparisons
(perbandingan
- kiner$a relati1 terhadap perbandingan yang tepat, seperti
dilakukan pada pesaing atau organisasi serupa
- kiner$a relati1 terhadap benchmark atau pemimpin industri
.ntegration
(intregasi
- se$auh mana hasil tindakan (sering melalui segmentasi
menangani pasien penting dan stakeholder, pelayanan
kesehatan, pasar, proses, dan persyaratan kiner$a rencana aksi
35
yang diidenti1ikasi dalam pro1il organisasi dan dalam proses
item
- se$auh mana hasil mencakup indikator"indikator yang valid
dari kiner$a masa depan
- se$auh mana hasil diharmoniskan di seluruh proses dan unit
ker$a untuk mendukung tu$uan organisasi yang luas.
@aktor"1aktor evaluasi baik untuk proses maupun hasil merupakan hal"hal
yang dinilai dari setiap item pertanyaan dalam kuisioner. Penetapan skor untuk
respon item memiliki pedoman yaitu/
a. #emua area untuk mengatasi harus dimasukkan dalam respon item. &espon harus
mencerminkan apa yang penting bagi organisasi.
b. Dalam menetapkan skor untuk item, pertama menentukan skor rentang (misalnya,
4, persen sampai 54 persen adalah yang paling deskripti1 dari tingkat prestasi
organisasi seperti yang disa$ikan dalam respon item. !ebanyakan deskripti1
tingkat prestasi organisasi dapat mencakup beberapa kesen$angan dalam satu atau
lebih dari 1aktor AD2: (proses atau 1aktor 2e*C: (hasil untuk rentang skor yang
dipilih. *ingkat prestasi organisasi didasarkan pada pandangan holistik baik
empat proses empat atau empat hasil dalam agregat dan bukan pada menghitung"
hitung atau merata"rata penilaian independen terhadap masing"masing dari
keempat 1aktor.
c. 3enetapkan skor aktual dalam kisaran yang dipilih memerlukan evaluasi apakah
respon item yang lebih dekat dengan pernyataan dalam kisaran skor berikutnya
yang lebih tinggi atau lebih rendah berikutnya. #ebuah item proses dari skor 4,
persen merupakan pendekatan yang memenuhi persyaratan keseluruhan item,
yang digunakan secara konsisten dan unit ker$a yang paling baik, yang telah
melalui beberapa siklus perbaikan, pembela$aran, serta membahas kunci
kebutuhan organisasi. #kor yang lebih tinggi mencerminkan pencapaian yang
36
lebih besar, ditun$ukkan oleh penyebaran yang lebih luas, pembela$aran
organisasi yang signi1ikan, dan peningkatan integrasi.
d. #ebuah item hasil dengan skor 4, persen merupakan indikasi yang $elas dari
tingkat baik dari kiner$a, tren yang menguntungkan, dan kesesuaian data
komparati1 untuk daerah hasil tercakup dalam item dan penting untuk misi
organisasi. #kor yang lebih tinggi mencerminkan tren dan tingkat kiner$a yang
lebih baik, kiner$a komparati1 yang kuat, cakupan yang lebih luas dan integrasi
dengan persyaratan organisasi atau misi.
Berikut adalah petun$uk penilaian pada proses dan hasil /
*abel +... Petun$uk Penilaian Proses dan 6asil
!K7R PR7!E! ( KATE37RI 1 8 0 )
9: atau /:
*idak ada pendekatan sistematis untuk persyaratan item yang
$elas, (A
Penyebaran sedikit atau tidak ada dari setiap pendekatan
sistematis adalah $elas. (D
#ebuah orientasi perbaikan tidak $elas, perbaikan dicapai
melalui reaksi terhadap masalah (2
*idak ada keselarasan organisasi yang $elas, masing"masing
bidang atau unit ker$a beroperasi secara independen. (:
19: ;1/:
"9: atau "/:
Awal pendekatan sistematis dengan persyaratan dasar item
$elas. (A
Pendekatan ini pada tahap awal dari penyebaran dalam
sebagian besar wilayah atau unit ker$a, menghambat kema$uan
dalam mencapai persyaratan dasar dari item. (D
*ahap awal transisi dari reaksi terhadap masalah ke orientasi
perbaikan secara umum yang $elas. (2
Pendekatan ini selaras dengan daerah atau unit ker$a lain yang
sebagian besar melalui pemecahan masalah bersama. (:
+9:; +/:;
-9:; atau
-/:
#ebuah pendekatan, sistematis e1ekti1, responsi1 terhadap
kebutuhan dasar item, $elas. (A
Pendekatan ini digunakan, meskipun beberapa daerah atau unit
ker$a dalam tahap awal penyebaran. (D
Awal pendekatan sistematis untuk evaluasi dan perbaikan
proses kunci $elas. (2
Pendekatan ini pada tahap awal penyelarasan dengan
kebutuhan dasar organisasi diidenti1i kasi dalam menanggapi
Pro1il 7rganisasi dan item proses lainnya. (:
37
/9:; //:;
09:; atau
0/:
#ebuah pendekatan yang e1ekti1,sistematis, responsi1 terhadap
kebutuhan dasar item, $elas. (A
Pendekatan ini baik digunakan, meskipun penyebaran dapat
bervariasi di beberapa daerah atau unit ker$a (D
#ebuah proses berdasarkan 1akta, evaluasi yang sistematis dan
perbaikan dan beberapa pembela$aran organisasi, termasuk
inovasi, untuk meningkatkan e1isiensi dan e1ektivitas proses
kunci (2
Pendekatan ini sesuai dengan kebutuhan organisasi secara
keseluruhan, di identi1ikasi dalam menanggapi pro1il
organisasi dan item proses yang lain (:
<9:; </:;
=9:; atau
=/:
#ebuah pendekatan, sistematis e1ekti1, responsi1 terhadap
kebutuhan beberapa item, $elas. (A
Pendekatan ini baik digunakan, tanpa kesen$angan yang
signi1ikan. (D
Berdasarkan 1akta, evaluasi sistematis dan perbaikan dan
pembela$aran organisasi, termasuk inovasi, merupakan kunci
alat mana$emen, ada bukti yang $elas tentang penyempurnaan
sebagai akibat dari analisis tingkat organisasi dan sharing. (2
Pendekatan ini terintegrasi dengan kebutuhan saat ini dan masa
depan organisasi yang diidenti1ikasi dari menanggapi pro1il
organisasi dan item proses lainnya. (:
>9:; >/:
atau 199:
#ebuah pendekatan, e1ekti1 sistematis, sepenuhnya responsi1
terhadap kebutuhan beberapa item, $elas. (A
Pendekatan ini sepenuhnya dikerahkan tanpa kelemahan
signi1ikan atau kesen$angan dalam bidang atau unit ker$a. (D
Berbasis 1akta, evaluasi sistematis dan perbaikan ,
pembela$aran organisasi melalui inovasi adalah kunci
organi3ation"wide tools , perbaikan dan inovasi, didukung oleh
analisis dan berbagi, yang $elas di seluruh organisasi.(2
Pendekatan ini $uga terintegrasi dengan kebutuhan saat ini dan
masa depan organisasi yang diidenti1ikasi dalam menanggapi
Pro1il 7rganisasi dan item proses lainnya. (:
!K7R RE!ULT (KATE37RI <)
9: atau /:
*idak ada hasil kiner$a organisasi dan / atau hasil miskin di
daerah dilaporkan. (2e
Data *rend baik tidak dilaporkan atau menun$ukkan terutama
tren merugikan. (*
:n1ormasi komparati1 tidak dilaporkan. (C
6asil tidak dilaporkan untuk setiap bidang yang penting bagi
pemenuhan misi organisasi (:
38
19: ;1/:
"9: atau "/:
#ebuah hasil kiner$a beberapa organisasi dilaporkan, responsi1
terhadap kebutuhan dasar item, dan tingkat kiner$a awal yang
baik , $elas. (2e
Beberapa data tren yang dilaporkan, dengan beberapa tren
yang $elas merugikan . (*
:n1ormasi komparati1 #edikit atau tidak dilaporkan. (C
6asil dilaporkan untuk beberapa daerah yang penting bagi
pemenuhan misi organisasi . (:
+9:; +/:;
-9:; atau
-/:
*ingkat kiner$a organisasi yang baik dilaporkan, responsi1
terhadap kebutuhan dasar item. (2e
Beberapa data trend yang dilaporkan, dan sebagian besar tren
yang disa$ikan menguntungkan. (*
*ahap awal untuk memperoleh in1ormasi komparati1 yang
$elas. (C
6asil dilaporkan untuk banyak bidang yang penting bagi
pemenuhan misi organisasi. (:
/9:; //:;
09:; atau
0/:
*ingkat kiner$a organisasi yang baik adalah dilaporkan,
responsi1 terhadap kebutuhan keseluruhan item. (2e
*ren berman1aat $elas dalam bidang yang penting bagi
pemenuhan misi organisasi. (*
Beberapa tingkat kiner$a saat ini telah dievaluasi terhadap
perbandingan yang relevan dan / atau patokan dan
menun$ukkan bidang kiner$a relati1 baik. (C
6asil kiner$a organisasi dilaporkan untuk key patient and
stakeholder, pasar, dan persyaratan proses. (:
<9:; </:;
=9:; atau
=/:
%ntuk tingkat kiner$a organisasi sangat baik dilaporkan,
responsi1 terhadap kebutuhan beberapa item. (2e
*ren menguntungkan telah dipertahankan dari waktu ke waktu
di sebagian besar wilayah yang penting bagi pemenuhan misi
organisasi. (*
Banyak dari sebagian besar tren dan tingkat kiner$a saat ini
telah dievaluasi terhadap perbandingan yang relevan dan / atau
tolok ukur dan daerah menun$ukkan kepemimpinan dan kiner$a
relati1 sangat baik. (C
6asil kiner$a organisasi dilaporkan untuk key patient and
stakeholder, pasar, proses, dan persyaratan rencana aksi. (:
!K7R RE!ULT (KATE37RI <)
>9:; >/:
atau 199:
*ingkat kiner$a organisasi sangat baik dilaporkan bahwa
responsi1 sepenuhnya terhadap kebutuhan beberapa item.(2e
*ren menguntungkan telah dipertahankan dari waktu ke waktu
di semua bidang yang penting bagi pemenuhan misi organisasi.
(*
Bukti industri dan patokan kepemimpinan ditun$ukkan di
banyak daerah. (C
6asil kiner$a organisasi dan proyeksi dilaporkan untuk key
patient and stakeholder, pasar, proses, dan persyaratan rencana
39
aksi. (:
#kor total yang didapatkan oleh suatu organsasi menun$ukan di level mana
kiner$a organisasi tersebut. Berikut ini adalah kriteria suatu organisasi berdasarkan
hasil penilaian menggunakan Baldrige assessment/
*abel +.4 / !riteria organisasi berdasarkan Baldrige Assessment
!kor 4ang Diperole' Kriteria
8)5"(,,, 4orld -eader
))5"8)4 Benchmark -eader
5)5"))4 .ndustry -eader
4)5"5)4 5merging .ndustry -eader
.)5"4)4 Good Performance
-)5".)4 5arly .mprovement
+)5"-)4 5arly 0esult
, "+)4 5arly #evelopmant
5&cellent
Average
Poor
1. Pengelolaan Keuangan Daera'.
Ditetapkannya %ndang"%ndang 'o. ++ *ahun (999 dan %ndang"%ndang
'o.-+ *ahun +,,. tentang Pemerintah Daerah, dan %ndang"%ndang 'o.-- *ahun
+,,. tentang Perimbangan !euangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah
Daerah, membuka peluang yang luas bagi daerah untuk mengembangkan dan
membangun daerahnya sesuai dengan kebutuhan prioritasnya masing"masing. 6al
ini di ikuti pula dengan bergesernya pusat"pusat kewenangan dalam
penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan dari pusat ke daerah.sebagai
konsekuensi logis, maka peningkatan kewenangan tersebut harus di imbangi pula
dengan peningkatan kiner$a dan akuntabilitas aparat pemerintah daerah.
40
*u$uan utama di berlakukan ke dua %ndang"%ndang tersebut adalah bukan
hanya keinginan untuk melimpahkan kewenangan pembangunan dari pemerintah
pusat ke pemerintah daerah akan tetapi yang lebih penting adalah e1isiensi dan
e1ekti1itas keuangan daerah. %ntuk itu diperlukannya suatu laporan keuangan
yang hadal dan dapat dipercaya agar dapat menggambarkan keuangan daerah
tersebut. 6al tersebut sesuai dengan ciri penting suatu daerah otonom yang
mampu menyelenggarakan otonomi daerahnya yaitu terletak pada strategi sumber
daya manusia (#D3 dan kemampuan di bidang keuangan daerah.
#e$alan dengan di beralakukannya kedua %ndang"%ndang tersebut, muncul
tiga perundang"undangan, yaitu %% 'o.() *ahun +,,- tentang !euangan 'egara,
%% 'o. ( *ahun +,,. *entang Perbendaharaan 'egara dan %% 'o.(4 *ahun
+,,. *entang Pemeriksaan *anggung 0awab !euangan 'egara yang telah
membuat perubahan mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan
pengaturan keuangan, khususnya perencanaan dan anggaran pemerintah daerah
dan pemerintah pusat. #elan$utnya, karena di pandang perlu melaksanakan
peraturan yang komperhensi1 dan terpadu dari keseluruhan peraturan perundang"
undangan mengenai pengelolaan keuangan daerah, maka pemerintah mewu$udkan
dalam peraturan pemerintah 'o.48 *ahun +,,4 *entang Pengelolaan !euangan
Daerah yang bertu$uan agar memudahkan dalam pelaksanaannya. %ndang"
undang 'o. () *ahun +,,- 3enetapkan bahwa APBD di susun berdasarkan
pendekatan prestasi ker$a yang akan di capai. %ntuk mendukung kebi$akan ini
perlu di bangun suatu sistem yang dapat menyediakan data dan in1ormasi untuk
menyusun APBD dengan pendekatan kiner$a. Anggran kiner$a pada dasarnya
merupakan pembangunan suatu sistem penggaran yang dapat memadukan
perencanaan kiner$a dengan anggaran tahunan sehingga akan terlihat adanya
41
keterkaitan antara dana yang tersedia dengan hasil yang di harapkan. Adapun
kiner$a tersebut harus mencerminkan e1isiensi dan e1ekti1itas pelayanan publik
yang berorientasi pada kepentingan publik.
".+. Kerangka pemikiran
&e1ormasi yang ter$adi se$ak tahun +,,- membawa perubahan pada pola pikir
masyarakat. Di mana masyarakat men$adi semakin kritis dalam menilai kiner$a
pemerintah. !iner$a pemerintah tidak lagi hanya di nilai dari se$auh mana
pertanggung$awabannya terhadap penggunaan anggaran, tapi $uga bagaimana
kualitas pelayanan publik yang di berikan dan kompetensi dari aparatur dan
organisasi pembentuk suatu pemerintahan. Pemerintah !abupaten Dompu
merupakan salah satu organisasi publik yang harus mempertanggung$awabkan
penggunaan anggaran dan kiner$anya.Penelitian yang di lakukan yaitu mengenai
evaluasi kiner$a pengelolaan keuangan Daerah dengan pendekatan Malcolm
Baldridge di Pemerintah Dearah !abupaten Dompu dengan metode kualitati1
interpretative.
7leh karena itu, penelitian ini menggunakan penelitian kuantitati1, maka di
lakukan observasi langsung untuk mendapatkan kondisi alamiah di lapangan
+natural seeting. Data wawancara dan data dokumentasi hasil penelitian di lakukan
analisis dan validasi. Analisis terdiri dari organisasi data, pemahaman untuk
menemukan tema dan interpretasi dengan dikaitkan pada teori/konsep maupun hasil"
hasil penelitian sebelumnya. Dalidasi di lakukan dengan triangulasi dari beberapa
sumber data. 6asil penelitian berupa diskripsi yang men$awab atas pertanyaan
penelitian. %ntuk men$elaskan kerangka pemikiran pada penelitian ini digambarkan
seperti skema berikut/
42

BAB III
3ambar ".+. !kema Kerangka Pemikiran
Penyebaran !uesioner
3engklasi1ikasikan dan
mengkategorikan setiap pertanyaan
berdasarkan kategori Malcolm
Baldrige
3elakukan Pengolahan Data
Berdasarkan hasil !lasi1ikasi dan
!ategori berdasarkan kategori
Malcolm Baldrige
Pembahasan untuk memberi
rekomendasi guna meningkatkan
kiner$a Pemkab Dompu
3elakukan penilaian secara
keseluruhan kategori dan sub
kategori untuk kiner$a Pemkab
Dompu
43
BAB III
DE!AIN PENELITIAN
+.1. Penekatan Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
penelitian kuantitati1. 3enurut #ugiyono (+,(-/+- dikatakan metode kuantitati1
karena data penelitian berupa angka"angka. 3etode kuantitati1 digunakan apabila
masalah merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang ter$adi,
antara aturan dengan pelaksanaan, antara teori dengan praktik, antara rencana
dengan pelaksanaan
2ebih lan$ut #ugiyono (+,(-/+. men$elaskan bahwa/
Paradigma penelitian kuantitati1 sering disebut sebagai pendekatan tradisional,
karena penelitian ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi
sebagai pendekatan penelitian. Pendekatan penelitian ini disebut $uga sebagai
pendekatan positivistic karena berlandaskan pada 1ilsa1at positivme.
Pendekatan ini $uga sering dikaitkan dengan pendekatan ilmiah, ob$ekti1,
terukur, rasional dan sistematis. Pendekatan ini $uga sering disombolkan
sebagai pendekatan penelitian yang berlandaskan angka"angka.
Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deksripti1. 3etode deskripti1 merupakan/
#uatu metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari hasil
interview, catatan lapangan, 1oto, dokumen pribadi, dokumen resmi, ataupun
data"data yang dapat di$adikan petun$uk lainnya untuk digunakan dalam
mencari data dengan interpretasi yang tepat. 3etode ini digunakan untuk
menggambarkan bagaimana kondisi di lapangan, proses apa"apa sa$a yang
telah berlangsung dengan cara diagnosa dan menerangkan hubungan yang
ter$adi di lapangan dengan ka$ian teori, untuk kemudian dapat ditarik
kesimpulan dari masalah yang ada sekarang, yang kesemuanya disusun secara
sistematis berdasarkan data"data yang telah dikumpulkan (#ugiyono, +,(-/).
44
+.". Populasi; !ampel an Teknik Pengambilan !ampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh #!PD yang ada di bawah
Pemerintahan !abupaten Dompu yaitu sebanyak +. #!PD.
". !ampel
a. !ampel
#ampel adalah ini sebagian kecil dari populasi yang dianggap dapat mewakili
karakteristik dari Populasi. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah Dinas
Pendapatan, pengelolaan !euangan dan Asset Daerah (DPP!AD kabupaten
Dompu. Adapun alasan pemilihan DPP!AD sebagai sampel dalam penelitian ini
adalah/
( DPP!AD !ab.Dompu merupakan satu"satunya #!P!D yang memiliki
realisasi anggaran kurang dari 4,< dari recana anggaran yang dia$ukan ke
DP&D !ab.Dompu selama 4 tahun terakhir yaitu dari tahun +,,9"+,(+
+ #isclaimer yang di alami Pemerintah !abupaten Dompu selama kurun waktu
+,,9"+,(+ sebagaian besar disebabkan oleh DPP!AD
- Berdasarkan hasil Audit BP! se$ak tahun +,,9"+,(+ yang dituangkan dalam
26P Pemerintah !abupaten Dompu, banyak pos"post akuntansi keaungan
!abupaten yang tidak dapat dipertanggung $awabkan serta banyaknya asset"
Asset daerah yang hilang.
b. Besar #ampel
Besar sampel yang digunakan dalam penelitian adalah -5 orang, yang
diperoleh dari/
45
( . (empat orang !epala Bidang yaitu kepala bidang pendapatan, !epala
Bidang Administrasi Anggaran, !epala Bidang Akuntansi dan !epala
Bidang Perbendaharaan dan Asset Daerah,
+ + (dua orang !epala #ub Bagian yaitu !epala #ub Bagian Perencanaan dan
!epala #ub Bagian %mum da !euangan
- (+ orang !epala #eksi yaitu #eksi Penda1taran, #eksi Penetapan, #eksi
Penagihan dan Pendapatan, #eksi Pendapatan Daerah, #eksi Anggaran
Belan$a 2angsung, #eksi Anggaran Belan$a *idak langsung dan Pembiyaan
Daerah, #eksi Akuntansi Pendapatan Daerah, #eksi Akuntansi belan$a dan
Pembiyaan, #eksi Pelaporan dan Pertanggung$awaban, #eksi Pengadaan,
#eksi distribusi dan Pemeliharaan, seksi administrasi
. ( (satu orang sta11 pada setiap seksi dan setiap sub bagian.
+. Teknik !ampling
*eknik #ampling yang digunakan peneliti adalah Purposive *ampling.
Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan"
pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti guna mengka$i secara dalam
karaktersitik yang dimiliki oleh setiap anggota populasi yang dipilih untuk men$adi
sampel (#ugiyono, +,(-.
+.+. ?ariabel Penelitian
-. Klasi1ikasi ?ariabel Penelitian
Dariabel dalam penelitian ini adalah/
a. !iner$a Pengelolaan !euangan Daerah
b. Pendekatan Malcolm Baldrige
46
". De1inisi 7perasional
%ntuk men1ocuskan variabel pada penelitian ini maka peneliti
mengemukakan de1inisi operasional Dariabel yaitu sebagai berikut/
a. !iner$a Pengelolaan !euangan Daerah
!iner$a pengelolaan keuanga daerah adalah kiner$a dalam proses
pertanggung $awaban pengelolaan kuangan atas segala kegiatannya pada
stakeholders dapat men$adi lebih obyekti1 pada suatu daerah. Balaupun
pengukuran ini lebih sedkit berbaur sedikit 1inansial tetapi terdapat petanggung
$awaban yang non 1inansial di dalamnya. Pengukuran kiner$a pengelolan
keuanga daerah terdiri atas dua hal yaitu e1ekti1itas dan e1isien. !onsep
e1ekti1itas untuk mengukur kiner$a dapat di aplikasi pada institusi publik bila
pengukuran e1ekti1itas pelayanan publik pada organisasi pemerintah dengan
luasnya organisasi dalam pencapaian tu$uannya sebagai hubungan antra tu$uan
kewenangan dan output dari kegiatan. %kuran yang lain yaitu e1isiensi yang di
lakukan institusi pemerintahan berkaitan dengan sumberdaya yang di gunakan
untuk memproduksi pelayanan publik sehingga menghasilkan output yang
dapat dinikmati oleh publik
b. Pendekatan Malcolm Baldrige
Pendekatan Malcolm Baldrige adalah pendekatan yang digunakan
untuk mengukur organisasi publik pada tahun +,,5 (A;i;, +,,8. Malcolm
Baldrige di gunakan sebagai suatu kerangka ker$a untuk mengukur dan
mengevaluasi kiner$a mana$emen. Malcolm Baldrige dapat membantu
organisasi menghadapi lingkungan dinamis, membangun sistem ker$a yang
tinggi, mener$emahkan visi dan misi ke dalam strategi, membangun kesuksesan
$angka pendek serta stabilitas organisasi untuk $angka pan$ang.
47
!riteria Malcolm Baldrige merupakan dasar dalam melakukan self"
assessment organisasi atau organisasi, memberikan penghargaan dan untuk
memberikan umpan balik kepada organisasi atau organisasi dalam upaya
menciptakan kiner$a yang ekselen. !riteria"kriteria tersebut adalah=
kepemimpinan, perencanaan strategis, in1ormasi dan analisis, 1okus sumber
daya manusia, mana$emen proses, kualitas dan hasil operasional dan kepuasan
masyarakat.
+.-. Instrumen Pengumpulan Data
:nstrumen Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuesioner baku berdasarkan pendekatan Malcolm Baldrige :tem pertanyaan dalam
kuesioner tersebut ber$umlah (,4 pertanyaan yang terbagi dalam ) kategori
berdasarkan pendekatan Malcolm baldrige dengan perincian sebagai berikut=
kepemimpinan sebanyak (8 item pertanyaan, perencanaan strategis sebanyak (- item
pertanyaan, in1ormasi dan analisis sebanyak () item pertanyaan, 1okus sumber daya
manusia sebanyak +, item pertanyaan, mana$emen proses sebanyak +4 item
pertanyaan, kualitas dan hasil operasional sebanyak (- item pertanyaan dan kepuasan
masyarakat sebanyak (. item pertanyaan. Pada setiap item pertanyaan mengandung
$awaban benar atau salah, untuk $awaban benar diberikan skor + dan $awaban salah
diberikan skor (.
:nstrumen yang digunakan pada penelitian ini tidak dilakukan u$i validitas dan u$i
reliabilitas, hal tersebut disebabkan karena item"item pertanyaan yang digunakan
merupakan item"item pertanyaan baku yang telah digunakan selama ini pada setiap
penelitian penilaian kiner$a pada setiap organisasi dengan pendekatan Malcolm
Baldrige. :tem"item soal dalam angket yang digunakan dalam penelitian ini telah
mendapatkan pengakuan dunia dengan adanya :#7 9,,(.
48
+./. Lokasi an @aktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di DPP!AD !abupaten Dompu Provinsi '*B
". @aktu Penelitian
Baktu penelitian dilaksanakan pada bulan 3ei sampai dengan 0uni +,(-
+.0. Proseur Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini di lakukan melalui kuesioner (angket.
!uesioner (angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden atau
in1orman untuk di$awab. !uesioner merupakan teknik pengumpulan data yang
e1isien bila peneliti tau dengan pasti variabel yang akan diukur dan tau $awaban apa
yang diharapkan dari responden (#ugiyono, +,(-.
+.<. Proseur Analisis Data
Pada penelitian kuantitati1, proses analisis data dapat di lakukan oleh peneliti
setelah pengumpulan data. Analisis data adalah proses mengatur urutanya,
mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar.
Analisis data merupakan langkah terakhir penelitian sebelum melakukan penarikan
suatu kesimpulan.
Analisis data yang di gunakan pada penelitian ini secara umum mengacu
kepada #ugiyono (+,(-, terdiri dari/
(. Penyebaran !uesioner
Peneliti mendapatkan data langsung dari sub$ek melalui pembagian
kuesioner yang telah peneliti siapkan sebelumnya.
+. Pengelompokan berdasarkan !ategori dan Pola 0awaban
Pada tahap ini dibutuhkan pengertiaan yang mendalam terhadap data,
perhatian yang penuh dan keterbukaan terhadap hal"hal yang muncul di luar
apa yang ingin di gali. Berdasarkan kerangka teori dan pedoman kuesioner,
peneliti menyusun sebuah kerangka awal analisis sebagai acuan dan
pedoman dalam melakukan skoring. Dengan pedoman ini, peneliti
kemudian membagikan kuesioner terhadap responden.
49
-. Pengolahan Data
Pada penelitian ini, analisis di lakukan terhadap sebuah kasus yang di teliti.
Peneliti menganalisis hasil pembagian kuesioner berdasarkan $awaban dari
responden. Data yang telah di kelompokan tersebut oleh peneliti
dideskripsikan berdasarkan kriteria"kriteria Malcolm Baldrige
.. Penya$ian 6asil Pengolahan Data
Pada tahap penya$ian hasil pengolahan data, peneliti memulai dengan tahap
mendeskripsikan dan menganalisa hasil penilaian pengukuran kiner$a
keuangan Daerah dengan pendekatan Malcolm Baldrige pada Pemkab
Dompu berdasarkan data di lapangan. 2angkah selan$utnya, peneliti
mendeskripsikan dan menganalisa hasil dari setiap sub kategori Malcolm
Balgrige untuk Pemkab Dompu. !emudian peneliti melakukan penilaian
secara keseluruhan kategori dan sub kategori untuk mendapatkan hasil akhir
kiner$a Pemkab Dompu dengan pendekatan Malcolm Baldrige.
4. Penarikan !esimpulan dan &ekomendasi
Pada tahap ini, peneliti menarik kesimpulan hasil penelitian dan
memberikan rekomendasi dan saran dari hasil penelitian.
#edangkan langkah"langkah untuk mengukur kiner$a Pemerintah !abupaten
Dompu dengan menggunakan dasar Baldrige Assessment adalah sebagai berikut /
(. 3elakukan survei awal terhadap kiner$a yang diteliti
+. 3erancang da1tar pertanyaan Baldrige Assessment
-. 3enyebar kuisioner dan melakukan wawancara kepada pimpinan organisasi
tersebut
..3engolah data yang diperoleh kemudian disesuaikan dengan kategori Baldrige
Assessment
4.3elakukan penilaian pada setiap kategori dan sub kategori Baldrige Assessment
Penilaian dibuat dalam bentuk persentase berdasarkan kriteria F kriteria yang
sesuai dengan tabel *coring Guidelines MBNQA
5.3elakukan penilaian secara keseluruhan untuk mendapatkan skor akhir kiner$a
Pembahasan untuk memberi rekomendasi guna meningkatkan kiner$a organisasi
tersebut
50
BAB I?
HA!IL ANALI!I! DAN PENILAIAN KINER2A PADA PEN3EL7LAAN
KEUAN3AN DAERAH PE#ERINTAH KABUPATEN D7#PU DEN3AN
PENDEKATAN MALCOLM BALDRIGE
-.1. 3ambaran Umum Lokasi Penelitian
-.1.1 3ambara Umum Kabupaten Dompu
!abupaten Dompu merupakan salah satu dari (, (sepuluh !abupaten / !ota
yang ada di Propinsi 'usa *enggara Barat. dengan luas wilayah +.-+.,44 !m
+
.
2etak >eogra1is !abupaten Dompu terletak antara (()
,
.+G F ((8
,
-,G Bu$ur *imur
dan 8
,
,5G F 9
,
,4G. !abupaten Dompu terbagi dalam 8 (delapan kecamatan, )+
Desa, 9 !elurahan, dengan luas wilayah yaitu seluas +.-+.,44 km
+
. Bilayah
!ecamatan yang terluas yaitu !ecamatan Pekat dengan luas 8)4.() km+, sedangkan
wilayah kecamatan yang terkecil adalah !ecamatan Pa$o yaitu seluas (-4.-+ km+.
3ata pencaharian penduduk !abupaten Dompu sebagian besar adalah bertani
dengan luas lahan pertanian (4.4), ha, yang meliputi/ lahan sawah beririgasi teknis
seluas ).4++ ha, beririgasi setengah teknis seluas (.98, 6a, dan sawah yang
beririgasi non teknis seluas 5.,58 ha. #edangkan sebagian lainnya hidup sebagai
petani peladang yang meman1aatkan lahan di lereng"lereng gunung atau bukit
dengan luas lahan +(5.)48 6a.
Dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal pemerintah !abupaten
Dompu merumuskan kebi$akan pembangunan ekonomi dengan bertumpu pada
sumber daya lokal yang ada. Pengembangan ekonomi lokal di !abupaten Dompu
diarahkan pada pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat dan peman1aatan serta
pengembangan potensi unggulan daerah yang ada. #e$alan dengan pertumbuhan
ekonomi secara makro dimasing"masing sektor yang tergambar dalam PD&B
!abupaten Dompu pada lima tahun *ahun terakhir yaitu +,,8"+,(+ terlihat bahwa
51
ekonomi !abupaten Dompu masih bertumpu pada sektor pertanian yang meliputi
pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan serta
upaya pengembangan potensi pariwisata serta industri dalam skala kecil.
@iloso1i yang mendasari gerak pembangunan di !abupaten Dompu adalah
disemangati oleh A'ggahi &awi PahuA. @iloso1i daerah tersebut memiliki makna
yang mendalam bagi masyarakat !abupaten Dompu mewu$udkan dan
memper$uangkan kese$ahteraannya. A'ggahi &awi PahuA merupakan kristalisasi
dari nilai"nilai dan norma kehidupan masyarakat Dompu yang telah ada se$ak dulu.
A'ggahi &awi PahuH mengandung pengertian #elarasnya antara apa yang diucapkan
(Direncanakan dengan apa yang dilakukan/diker$akan dan hasil yang diperoleh.
A'ggahi &awi PahuH dapat terimplementasikan diwu$udkan melalui komitmen
bersama yaitu A#ama 'gawaH dan A #ama &ukuH. A#ama 'gawaH merupakan
sebuah komitmen untuk penyatuan tekad / kebulatan tekad bersama seluruh
masyarakat dan A#ama &ukuH merupakan suatu komitmen untuk saling gotong
royong dalam mewu$udkan cita"cita bersama.
Pemerintah !abupaten Dompu telah berkomitmen dan berupaya secara
optimal dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD sebagaimana tercermin
dari dilaksanakannya pengembangan dan penggalian potensi daerah serta
pelaksanaan %ndang"%ndang 'omor (8 *ahun (99) dan %ndang"%ndang 'omor
-. *ahun +,,, tentang Pa$ak dan &etribusi Daerah sebagaimana diubah dengan
%ndang"%ndang 'omor +8 *ahun +,,9 tentang Pa$ak dan &etribusi Daerah secara
e1ekti1 serta penyempurnaan sistem dan prosedur pengelolaan pendapatan daerah.
%paya dibidang perpa$akan dengan menyempurnakan ketentuan peraturan
perundang"undangan dibarengi dengan peningkatan kemampuan personil serta
perangkat ker$a lainnya. #edangkan dibidang retribusi daerah dengan melakukan
52
inventarisasi sumber"sumber obyek retribusi disertai dengan sistim dan prosedur
maupun aturan perundang"undangan dan pengelolaan asset daerah yang akurat
sehingga dapat di$adikan sumber pendapatan.
-.1." !truktur 7rganisasi Dinas Penapatan; Pengelolaan Keuangan an Asset
Daera' Kabupaten Dompu
1. !truktur 7rganisasi
3ambar -.1. !truktur Dinas Penapatan; Pengelolaan Keuangan an Asset 3ambar -.1. !truktur Dinas Penapatan; Pengelolaan Keuangan an Asset
Daera' Kabupaten Dompu Daera' Kabupaten Dompu
BIDANG
AKUNTANSI
BIDANG
ADMINISTRASI
ANGGARAN
SEKSI
ANGGARAN
PENDAPATAN DAERAH
SUB BAG UMUM
DAN KEUANGAN
SEKSI
ANGGARAN BELANJA
LANGSUNG
SEKSI
AKUNTANSI
PENDAPATAN DAERAH
SUB BAG
PERENCANAAN
SEKSI
PELAPORAN DAN
PERTANGGUNG
SEKSI
ANGGARAN BELANJA
TIDAK LANGSUNG DAN
SEKSI
PENETAPAN
SEKSI
PENDAFTARAN
BIDANG
PENDAPATAN
SEKSI
AKUNTANSI BELANJA
DAN PEMBIAYAAN
KEPALA DINAS
SEKRETARIS
KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL
SEKSI
PENAGIHAN DAN
PENDAPATAN
BIDANG
PERBENDAHARAAN
DAN ASSET DAERAH
SEKSI
PENGADAAN
SEKSI
DISTRIBUSI DAN
PEMELIHARAAN
SEKSI
ADMINISTRASI
STAFF
53
". Uraian Tugas
%raian tugas masing"masing $abatan pada struktur organisasi DPP!AD
!abuapten Dompu dapat di$elaskan berdasarkan pro1il DPP!AD !abupaten
Dompu, yaitu dengan perincian sebagai berikut/
a. Kepala Dinas
( 3enyusun program ker$a Dinas Pendapatan, Pengelolaan !euangan dan
Asset Daerah=
+ 3elaksanakan penyusunan perumusan kebi$akan teknis di bidang
pengelolaan pendapatan, pengelolaan keuangan dan asset daerah dengan
memberikan pedoman dan petun$uk teknis sesuai dengan ketentuan yang
berlaku=
- 3en$abarkan perintah atasan dengan mempela$ari peraturan perundang"
undangan untuk menentukan kebi$akan=
. 3engoordinasikan pelaksanaan kegiatan untuk kelancaran pelaksanaan
tugas=
4 3enyusun dan melaksanakan kebi$akan pengelolaan keuangan daerah=
5 3enyusun rancangan apbd dan rancangan perubahan apbd=
) 3elaksanakan pengelolaan pendapatan daerah yang meliputi penda1taran
dan pendataan, penetapan, pemungutan pendapatan daerah yang terdiri
dari pa$ak daerah, pbb dan retribusi daerah yang telah ditetapkan =
8 3elaksanakan 1ungsi bendahara umum daerah (bud dan menetapkan
surat penyediaan dana (spd=
9 3enyusun laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggung$awaban
pelaksanakan apbd=
54
(, 3elaksanakan tugas lainnya berdasarkan kuasa yang di limpahkan oleh
Bupati=
(( 3enyusun kebi$akan dan pedoman pelaksanaan apbd=
(+ 3elaksanakan dan mengesahkan dpa"#!PD/dppa"#!PD dan melakukan
pengendalian pelaksanaan apbd=
(- 3emberikan petun$uk teknis pelaksanaan sistem penerimaan pengeluaran
kas daerah=
(. 3elaksanakan pemungutan pa$ak daerah dan retribusi daerah serta
melaksanakan pemungutan penerimaan bukan pa$ak=
(4 3enyiapkan pelaksanaan pin$aman dan pemberian pin$aman atas nama
pemerintah daerah=
(5 3elaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah=
() 3enya$ikan in1ormasi keuangan daerah=
(8 3elaksanakan kebi$akan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan
barang milik daerah=
(9 3elaksanakan penyusunan &!A"#!PD dan menyusun DPA"#!PD=
+, 3elakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban
anggaran belan$a=
+( 3elaksanakan anggaran #!PD, menyusun dan menyampaikan laporan
keuangan #!PD dan pertanggung$awaban keuangan=
++ 3elakukan pengu$ian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran=
+- 3engadakan ikatan/per$an$ian ker$asama dengan pihak lain dalam batas
anggaran yang ditetapkan=
+. 3enandatangani spm dan mengawasi pelaksanaan anggaran dinas=
+4 3engelola utang dan piutang yang men$adi tanggung $awab dinas=I
55
+5 3elaksanakan pengelolaan asset daerah atau barang milik
daerah/kekayaan daerah =
+) 3elaksanakan tugas"tugas pengguna anggaran/pengguna barang lainnya
berdasarkan kuasa yang di limpahkan oleh bupati=
+8 3elaksanakan penilaian tugas bawahan dengan mengka$i ketaatan,
kedisiplinan, tanggung $awab, pengabdian, potensi ker$a dan hasil ker$a
sta1 dengan DP- untuk mengetahui prestasi ker$a bawahan=
+9 3enyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan secara lisan
maupun tertulis sebagai bahan masukan dan pertimbangan atasan dalam
pengambilan keputusan=
-, 3elaksanakan penyusunan rencana strategis (renstra dan laporan
akuntabilitas kiner$a instansi pemerintah (lakip sebagai wu$ud
pertanggung $awaban kiner$a dinas sesuai visi, misi dan tu$uan
organisasi=
-( 3elaksanakan pengawasan, pengendalian terhadap seluruh kegiatan
dinas=
-+ 3engoordinasikan dan menyusunan laporan keuangan yang terdiri dari
realisasi anggaran, penyusunan neraca, arus kas dan catatan atas hasil
laporan keuangan pemerintah kabupaten
-- 3enyusun bahan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (2PPD
dan bahan laporan keterangan pertanggung$awaban (2!P0 bupati sesuai
tugas dan 1ungsinya
-. 3enyusunan laporan keuangan yang terdiri dari realisasi anggaran,
penyusunan neraca, arus kas dan catatan atas hasil laporan keuangan
pemerintah dinas=
56
-4 3enyusun penetapan indikator kiner$a kegiatan dinas=
-5 3enyusun telaah sta1 sesuai bidang di bidang pendapatan daerah,
pengelolaan keuangan dan asset daerah= dan
-) 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh bupati sesuai dengan
bidang tugasnya.
b. !ekretaris
( 3enyusun program ker$a kesekretariatan Dinas=
+ 3elaksanakan administrasi umum yang meliputi surat menyurat,
inventarisasi surat masuk/keluar, tata laksana, naskah dinas,
pengagendaan, pengendalian, ekspedisi dan urusan rumah tangga dinas =
- 3elaksanakan administrasi kepegawaian, pengelolaan keuangan, sarana
prasarana, perlengkapan, hubungan masyarakat, protokol, rumah tangga,
per$alanan dinas, pengarsipan, perawatan sarana prasarana dan kendaraan
dinas sesuai ketentuan=
. 3enyiapkan surat perintah per$alanan dinas atasan, pe$abat lain dan sta1
di lingkungan dinas=
4 3elaksanakan pengelolaan dan pemeliharaan/perawatan barang
inventaris, sarana prasarana, perlengkapan, kendaraan dinas dengan
menginventarisir untuk menun$ang kelancaran pelaksanaan tugas=
5 3elaksanakan koordinasi dengan instansi/unit ker$a terkait untuk
kelancaran pelaksanaan tugas=
) 3engoordinasikan pelaksanaan keindahan, keserasian, kenyamanan,
keamanan dan kebersihan perkantoran serta halaman sekitar=
57
8 3elaksanakan kearsipan dengan penyimpanan berkas sesuai ketentuan
agar mudah, cepat dan tepat dalam penemuan kembali dokumen arsip
yang dibutuhkan=
9 3elaksanakan sosialisasi kebi$akan pengelolaan keuangan daerah,
pembinaan pegawai untuk meningkatkan kiner$a pegawai=
(, 3enyiapkan bahan rencana anggaran pendapatan dan belan$a dengan
menyusun rencana kebutuhan anggaran kegiatan melalui &!A, DPA dan
perubahannya untuk pembiayaan/pelaksanaan kegiatan dinas=
(( 3engoordinasikan pengadaan barang dan $asa dinas berdasarkan
kewenangan sesuai ketentuan peraturan perundang"undangan=
(+ 3enyusun laporan pertanggung$awaban pelaksanaan tugas tata usaha
umum, kepegawaian dan keuangan=
(- 3elaksanakan pengawasan, supervisi dan monitoring terhadap
pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan pemenuhan kebutuhan
perlengkapan, administrasi dinas guna mengetahui dan penyelesaian
permasalahan=
(. 3elaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan urusan kepegawaian,
keuangan, perlengkapan dengan mengoreksi dan menyusun laporan
sebagai bahan pertanggung$awaban kepada atasan=
(4 3enyelenggarakan administrasi kepegawaian yang meliputi usul
kenaikan pangkat, penetapan !arpeg, !artu Peserta *aspen, Askes, u$ian
dinas, u$ian kenaikan pangkat, i$in bela$ar, i$in gelar kesar$anaan, mutasi
kepegawaian, disiplin aparatur dan pensiun pegawai=
58
(5 3enyelenggarakan administrasi keuangan, melaksanakan penganggaran,
pembukuan, pembayaran, pertanggung$awaban keuangan dan veri1ikasi
berdasarkan prinsip akuntansi keuangan=
() 3enyusun data statistik dan pelaporan pelaksanaan tugas sebagai
pertanggung$awaban kiner$a Dinas=
(8 3engoordinasikan dan mengumpulkan bahan penyusunan &encana
#trategis (&enstra dan 2aporan Akuntabilitas !iner$a :nstansi
Pemerintah (2akip sebagai wu$ud pertanggung$awaban kiner$a aparatur
sesuai visi, misi dan tu$uan oragnisasi =
(9 3engoordinasikan penyusunan laporan keuangan yang terdiri dari
realisasi anggaran, penyusunan neraca, arus kas dan catatan atas hasil
laporan keuangan dinas=
+, 3enyiapkan bahan 2aporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
(2PPD dan bahan 2aporan !eterangan Pertanggung$awaban (2!P0
Bupati sesuai tugas dan 1ungsinya=
+( 3enyusun penetapan indikator kiner$a kegiatan dinas=
++ 3enyusun telaah sta1 berkaitan dengan tugas #ekretariat=
+- 3emberikan penilaian kepada bawahan dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi bawahan=
+. 3enyampaikan saran dan masukan kepada atasan sebagai bahan
pertimbangan atasan dalam pengambilan keputusan lebih lan$ut= dan
+4 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh !epala Dinas sesuai dengan
bidang tugasnya.
c. #ub Bagian Perencanaan
59
( 3enyusun program ker$a dan rencana kegiatan tahunan #ub Bagian
Perencanaan=
+ 3enyiapkan bahan penyusunan rencana kegiatan tahunan, $angka
menengah dan $angka pan$ang dinas=
- 3embimbing, membina, mengarahkan dan memberikan petun$uk kepada
sta1 agar pelaksanaan tugas dapat ber$alan optimal=
. 3enyiapkan bahan untuk pelaksanaan koordinasi perencanaan program
dinas=
4 3enyiapkan bahan penyusunan &APBD belan$a kegiatan/belan$a
langsung=
5 3enyiapkan bahan penyusunan usulan kegiatan pembangunan =
) 3enyiapkan bahan konsultasi dan sinkronisasi perencanaan =
8 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas untuk kelancaran
pelaksanaan tugas=
9 3enyiapkan bahan untuk ker$asama perencanaan dengan pemerintah
kabupaten/kota lain di bidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan
pengelolaan asset milik daerah=
(, 3enyiapkan bahan kebi$akan perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan
APBD belan$a kegiatan/belan$a langsung=
(( 3enyiapkan bahan inventarisasi, pengka$ian dan pemecahan
permasalahan perencanaan dinas=
(+ 3enyiapkan bahan penyusunan petun$uk pelaksanaan dan petun$uk
teknis perencanaan dinas=
(- 3enyiapkan bahan publikasi kebi$akan di bidang perencanaan dinas=
60
(. 3elaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai wu$ud
pertanggung$awaban kiner$a=
(4 3emberikan saran pertimbangan kepada atasan untuk pengambilan
keputusan=
(5 3emberikan penilaian kepada sta1 dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi sta1=
() 3elaksanakan penyimpanan arsip penyusunan rencana kegiatan sebagai
dokumen perencanaan=
(8 3enyusun penetapan indikator kiner$a kegiatan dinas=
(9 3enyiapkan bahan penyusunan &encana #trategis (&enstra dan 2aporan
Akuntanbilitas !iner$a :nstansi Pemerintah (2akip sebagai
pertanggung$awaban kiner$a aparatur sesuai dengan visi, misi dan tu$uan
organisasi=
+, 3enyiapkan bahan penyusunan 2aporan Penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah (2PPD dan bahan 2aporan !eterangan Pertanggung$awaban
(2!P0 Bupati sesuai tugas dan 1ungsinya.
+( 3enyusun konsep telaah sta1 berkaitan dengan penyusunan rencana
kegiatan= dan
++ 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh #ekretaris sesuai dengan
bidang tugasnya.
d. !epala #ub Bagian %mum dan !euangan
( 3enyusun program ker$a dan kegiatan di bidang keuangan,
penganggaran, akuntansi dan veri1ikasi =
61
+ 3enyusun rencana kegiatan sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan
mengadakan evaluasi, monitoring serta pengawasan pelaksanaan tugas di
sub bagian keuangan=
- 3enghitung anggaran dan perbendaharaan dengan merumuskan
kebutuhan belan$a badan=
. 3elaksanakan pembukuan dengan mencatat kebutuhan dan pengeluaran
untuk mengontrol belan$a=
4 3elaksanakan koordinasi keuangan dengan unit ker$a/instansi terkait
untuk kelancaran dan tertib administrasi=
5 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas untuk kelancaran
pelaksanaan tugas=
) 3elaksanakan administrasi keuangan yang meliputi pembukuan,
menga$ukan spp, penyusunan anggaran, veri1ikasi keuangan,
pengendalian sisa kas serta menyusun surat pertanggung $awaban (sp$ =
8 3elaksanakan pembinaan administrasi keuangan kepada bendahara,
pembantu bendahara=
9 3elaksanakan pembayaran se$umlah uang tunai untuk ga$i pegawai,
tun$angan, kese$ahteraan pegawai dan belan$a kegiatan dinas=
(, 3enyampaikan saran dan masukan kepada atasan sebagai bahan
pertimbangan dalam pengambilan keputusan=
(( 3elaksanakan urusan keuangan dengan mengacu pada peraturan
perundangan yang berlaku untuk tertib administrasi=
(+ 3enyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai bahan
pertanggung$awaban pelaksanaan tugas=
62
(- 3enyiapkan administrasi keuangan dan mencairkan se$umlah dana untuk
kegiatan dinas=
(. 3elaksanakan pengawasan pembukuan keuangan sesuai sistem akuntansi
keuangan=
(4 3elaksanakan evaluasi hasil ker$a urusan keuangan dengan mengoreksi
dan menyusun laporan sebagai bahan pertanggung$awaban pada atasan=
(5 3emberikan penilaian kepada sta1 dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi sta1=
() 3elaksanakan penyimpanan arsip pembukuan keuangan yang men$adi
tanggung $awabnya sebagai dokumen =
(8 3elaksanakan penyusunan laporan keuangan yang terdiri dari realisasi
anggaran, penyusunan neraca, arus kas dan catatan atas hasil laporan
keuangan dinas=
(9 3enyusun telaah sta1 sesuai bidang tugasnya=dan
+, 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh sekretaris sesuai dengan
bidang tugasnya.
+( 3enyusun rencana kegiatan berdasarkan program ker$a #ub Bagian
%mum yang meliputi administrasi umum, kepegawaian, sarana prasarana,
perlengkapan, per$alanan dinas, kendaraan dinas dengan mengacu
kegiatan tahun sebelumnya=
++ 3elaksanakan rencana kegiatan berdasarkan program ker$a dan
mengadakan evaluasi pelaksanaan tugas=
+- 3elaksanakan koordinasi kepegawaian, perlengkapan dengan unit
ker$a/instansi terkait sebagai penun$ang kelancaran dan tertib
administrasi=
63
+. 3elaksanakan tata usaha umum, kepegawaian yang meliputi usul
kenaikan pangkat, kenaikan ga$i berkala, !arpeg, !artu *aspen, Askes,
!aris/!arsu, i$in bela$ar, i$in gelar kesar$anaan, cuti, pemberhentian dan
u$ian dinas, u$ian kenaikan pangkat, ga$i berkala, disiplin P'#, dan
pensiun pegawai=
+4 3elaksanakan surat menyurat, pengagendaan surat masuk/keluar,
mengendalikan, menga$ukan kepada atasan, menggandakan, ekspedisi
dan mengirimkan sesuai alamat/perintah atasan=
+5 3elaksanakan penyimpan arsip yang men$adi tanggung $awabnya
sebagai dokumen dan mengatur tempat agar lebih mudah dalam
pencarian kembali $ika di perlukan=
+) 3enyiapkan surat perintah per$alanan dinas atasan dan sta1 di
lingkungan dinas=
+8 3elaksanakan urusan perlengkapan, sarana prasarana, inventaris kantor,
kehumasan, protokol, per$alanan dinas, kendaraan inventaris dinas, data
statistik, pelaporan dan rumah tangga dinas=
+9 3elaksanakan pengelolaan kebutuhan dinas, pemeliharaan gedung
kantor, kendaraan dinas, peralatan, perlengkapan, sarana prasarana
dengan menginventarisasinya agar dapat di man1aatkan dengan optimal =
-, 3enyampaikan saran dan masukan kepada atasan sebagai bahan
pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
-( 3enyiapkan bahan penyusunan rencana kebutuhan dengan menganalisa
kebutuhan yang diperlukan dinas agar diketahui kebutuhan dinas yang
lebih akurat=
64
-+ 3elaksanakan pengembangan pegawai dengan mengusulkan peserta
diklat aparatur, struktural, non struktural, teknis 1ungsional untuk
pengembangan sumberdaya pegawai=
-- 3enyiapkan bahan pendataan pegawai berdasarkan kriteria yang
dimiliki untuk mengetahui pro1il kepegawaian=
-. 3enyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai bahan
pertanggung$awaban pelaksanaan tugas=
-4 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas untuk kelancaran
pelaksanaan tugas=
-5 3enyiapkan penyusunan Da1tar %rut !epangkatan P'#=
-) 3enyiapkan bahan evaluasi, monitoring dan pengawasan pelaksanaan
tugas di #ub Bagian %mum=
-8 3enyusun telaah sta1 sesuai bidang tugasnya=
-9 3elaksanakan legalisasi surat"surat berharga/karcis sebagai media
pemungutan pendapatan=
., 3emberikan penilaian kepada sta1 dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi sta1= dan
.( 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh #ekretaris sesuai dengan
bidang tugasnya.
e. Bidang Pendapatan
( 3enyusun program ker$a dan rencana pendapatan daerah mengacu pada
kegiatan kebi$akan sebelumnya serta melaksanakan evaluasi kegiatan
yang dilaksanakan=
+ 3elaksanakan perumusan kebi$akan teknis pendapatan daerah,
penggalian pendapatan daerah, penyusunan anggaran, perubahan dan
65
perhitungan pendapatan, penyelenggaraan administrasi ketatausahaan,
penyusunan data dan pelaporan pendapatan daerah=
- 3engoordinasikan ke instansi terkait untuk melaksanakan penerimaan
pendapatan daerah yang bersumber dari dana perimbangan dan bagi hasil
pa$ak=
. 3elaksanakan sosialisasi peraturan perundang"undangan dibidang
pendapatan daerah kepada institusi terkait, kepada masyarakat dan
bawahan=
4 3erumuskan kebi$akan teknis tentang sistem pengelolaan pendapatan,
penggalian pendapatan, pa$ak daerah, retribusi daerah dan pa$ak
pendapatan lain sebagai income daerah=
5 3engoordinasikan pelaksanaan kegiatan penggalian/pemungutan
pendapatan daerah=
) 3engoordinasikan dan menelaah program ker$a untuk merumuskan
petun$uk teknis dan pelaksanaan sesuai peraturan perundang"undangan=
8 3engoordinasikan usulan masukan dari unit ker$a untuk memberikan
$awaban/tanggapan dan pemecahan masalah guna kelancaran pelaksanaan
program pendapatan daerah=
9 3engoordinasikan, perencanaan, penetapan, pendapatan berdasarkan
masukan/usulan dari unit ker$a terkait sehingga diketahui $umlah
pendapatan daerah=
(, 3enganalisis pendapatan yang dilaksanakan instansi terkait untuk
mendapatkan bahan penyusunan apbd=
66
(( 3enginventarisasi sumber"sumber pendapatan daerah sesuai peraturan
perundang"undangan yang berlaku secara periodik untuk mengetahui
besarnya potensi pendapatan daerah=
(+ 3enilai pelaksanaan tugas bawahan dengan mengka$i ketaatan,
kedisiplinan, tanggung$awab, pengabdian, prestasi ker$a dan hasil ker$a
bawahan untuk mengetahui produktivitas ker$a bawahan=
(- 3enggali potensi pendapatan daerah dengan melaksanakan koordinasi
dengan unit ker$a terkait=
(. 3elaksanakan koordinasi dengan unit ker$a terkait untuk menyusun
rencana penerimaan daerah=
(4 3elaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan
pemungutan pendapatan daerah=
(5 3engoordinasikan pemungutan, pembayaran pbb dari masyarakat dan
mengoordinasikan pelaksanaan penagihan dan setoran kepada yang
berwenang=
() 3enginventarisasi masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan
pemungutan pendapatan daerah=
(8 3engoordinasikan usaha pemecahan masalah dalam kegiatan
pemungutan pa$ak daerah, retribusi daerah dan pendapatan daerah
lainnya=
(9 3elaksanakan pengawasan kegiatan penarikan pa$ak daerah, retribusi
daerah dan pendapatan daerah lainnya=
+, 3elaksanakan pendataan dan penetapan pa$ak daerah, retribusi daerah,
pa$ak lain serta pendapatan daerah lainnya yang sah sesuai kewenangan=
67
+( 3enyiapkan bahan penyusunan rencana strategis (renstra dan laporan
akuntanbilitas kiner$a instansi pemerintah (lakip sebagai
pertanggung$awaban kiner$a aparatur sesuai dengan visi, misi dan tu$uan
organisasi=
++ 3enilai hasil pelaksanaan tugas bawahan dengan dp.- untuk rnengetahui
prestasi dan dedikasi sta1=
+- 3enyusun data pendapatan daerah=
+. 3elaporkan hasil pelaksanaan tugas di bidang perolehan pendapatan
daerah kepada atasan=
+4 3enyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sebagai bahan
masukan dan pertimbangan atasan dalam pengambilan keputusan=
+5 3enyusun telaah sta1 berkaitan dengan optimalisasi pendapatan daerah=
+) 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas untuk kelancaran
pelaksanaan tugas=
+8 3elaksanakan penyimpanan arsip yang men$adi tanggung $awabnya
sebagai dokumen=dan
+9 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai dengan
bidang tugasnya.
1. #eksi Penda1taran dan Pendataan
1) 3enyusun rencana ker$a penda1taran dan pendataan dengan instansi
pengelola untuk memperoleh keakuratan data pa$ak daerah dan retribusi
daerah=
2) 3enyusun rencana kegiatan operasional tahunan seksi penda1taran dan
pendataan =
68
3) 3elaksanakan koordinasi untuk mendapatkan masukan dari
dinas/instansi terkait dalam upaya mempercepat penda1taran dan
pendataan pa$ak serta retribusi daerah untuk mempermudah pembukuan=
4) 3emberikan perintah kepada sta1 dengan arahan dan petun$uk untuk
pelaksanaan penda1taran dan pendataan pa$ak dan retribusi daerah=
5) 3elaksanakan konsultasi bidang penda1taran dan pendataan pa$ak dan
retribusi daerah dengan meminta petun$uk kepada atasan untuk
penyempurnaan dan kelancaran tugas.
6) 3elaksanakan inventarisasi permasalahan dengan mengumpulkan bahan
untuk pemecahan masalah penda1taran obyek pa$ak daerah dan retribusi
daerah=
7) 3elaksanakan kegiatan penda1taran dan pendataan pendapatan pa$ak dan
retribusi daerah untuk pencapaian target pendapatan yang ditetapkan=
8) 3emberikan penilaian kepada sta1 dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi sta1=
9) 3enyiapkan bahan laporan kegiatan hasil penda1taran dan pendataan
pa$ak dan retribusi daerah dengan sistematis=
10) 3elaksanakan pengawasan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan
kegiatan seksi penda1taran dan pendataan=
11) 3enyetorkan hasil pungutan pa$ak dan retribusi daerah kepada
bendahara khusus penerima=
12) 3elaksanakan inventarisasi masalah dalam pelaksanaan kegiatan di
bidang penda1taran dan pendataan pa$ak dan retribusi daerah=
13) 3engoordinasikan usaha pemecahan masalah dalam pelaksanaan
kegiatan=
69
14) 3enyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan dalam penentuan
kebi$akan pa$ak daerah dan retribusi daerah=
15) 3enyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai bahan
pertanggung$awaban pelaksanaan tugas=
16) 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas untuk kelancaran
pelaksanaan tugas=
17) 3elaksanakan penyimpanan arsip yang men$adi tanggung $awabnya
sebagai dokumen =
18) 3enyusun telaah sta1 berkaitan tugas seksi penda1taran dan pendataan =
dan
19) 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang pendapatan
sesuai dengan bidang tugasnya.
g. !epala #eksi Penetapan
( 3enyusun rencana ker$a penetapan pa$ak dan retribusi daerah dengan
instansi pengelola untuk memperoleh keakuratan data pa$ak dan data
retribusi daerah=
+ 3enyusun rencana kegiatan operasional tahunan seksi penetapan =
- 3elaksanakan rencana kegiatan operasional tahunan dan melaksanakan
kegiatan intensi1ikasi penetapan pa$ak dan retribusi daerah serta
penagihan pa$ak daerah dan retribusi daerah=
. 3elaksanakan koordinasi dengan unit ker$a terkait agar diperoleh
keterpaduan dalam pelaksanaan tugas=
4 3elaksanakan pemantauan kepada subyek pa$ak dan retribusi daerah dari
hasil penetapan pa$ak daerah dan retribusi daerah untuk penagihan dan
pemungutan=
70
5 3enyiapkan bahan penetapan subyek dan obyek pa$ak daerah dan
retribusi daerah dengan melibatkan instansi pengelola untuk
mendapatkan administrasi data subyek dan obyek pa$ak serta retribusi
daerah =
) 3emasukkan hasil pemeriksaan lapangan kedalam data induk wa$ib
pa$ak dan retribusi daerah=
8 3enghimpun dan mendokumentasikan data wa$ib pa$ak dan retribusi
daerah=
9 3embukukan seluruh penetapan pa$ak daerah dan retribusi daerah dalam
( (satu tahun anggaran untuk perhitungan pendapatan daerah=
(, 3elaksanakan penetapan dengan menyiapkan blangko spt untuk
mendapatkan data tentang wa$ib pa$ak dan retribusi daerah yang akurat=
(( 3elaporkan hasil pelaksanaan kegiatan bidang penetapan pa$ak dan
retribusi daerah kepada atasan sebagai bahan pertanggung $awaban
pelaksanaan tugas=
(+ 3emberikan penilaian kepada sta1 dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi sta1=
(- 3enghitung $umlah surat pemberitahuan pa$ak terhutang (sppt dan
$umlah ketetapan pa$ak bumi dan bangunan (pbb yang penagihannya
dilimpahkan kepada daerah berdasarkan surat pemberitahuan pa$ak
terhutang (sppt dan da1tar himpunan penetapan pa$ak bumi dan
bangunan (dhpp pbb=
(. 3elaksanakan inventarisasi permasalahan dan menyiapkan bahan
petun$uk pemecahan masalah dalam pelaksanaan kegiatan=
71
(4 3enyelenggarakan tertib administrasi dan menyusun laporan berkala
tentang wa$ib pa$ak dan retribusi daerah yang didata dan ditetapkan.
(5 3enyiapkan bahan koordinasi usaha pemecahan masalah dalam
pelaksanaan kegiatan=
() 3enyampaikan saran atau pertimbangan kepada atasan dalam penentuan
kebi$akan pa$ak daerah dan retribusi daerah =
(8 3elaksanakan penyimpanan arsip yang men$adi tanggung $awabnya
sebagai dokumen =
(9 3enyusun telaah sta1 berkaitan dengan tugas seksi penetapan = dan
+, 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang pendapatan
sesuai dengan bidang tugasnya.
h. #eksi Penagihan dan Pendapatan Daerah 2ainnya
( 3enyusun rencana ker$a penagihan dan pungutan PBB dan
mengoordinasikan rencana penerimaan Bagi 6asil Pa$ak pada :nstansi
Pengelola Bagi 6asil Pa$ak=
+ 3enyusun rencana kegiatan operasional #eksi Penagihan dan Pendapatan
Daerah 2ainnya=
- 3elaksanakan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka penagihan
dan pendapatan daerah lainnya=
. 3elaksanakan konsultasi dan koordinasi pada :nstansi vertikal dalam
penagihan dan pendapatan daerah lainnya=
4 3elaksanakan pendistribusian #PP* PBB ke wa$ib pa$ak melalui *im
:ntensi1ikasi PBB kecamatan, desa/kelurahan=
5 3elaksanakan sosialisasi patuh wa$ib pa$ak tentang PBB dalam hal
Penerimaan #PP* tahun ber$alan=
72
) 3enghitung $umlah #urat Pemberitahuan Pa$ak *erhutang (#PP* dan
$umlah ketetapan PBB yang diserahkan Daerah=
8 3encocokkan $umlah ketetapan pa$ak PBB yang didasarkan pada $umlah
#PP* #urat Pemberitahuan Pa$ak *erhutang dengan 6impunan
!etetapan Pa$ak PBB=
9 3enyiapkan bahan inventarisasi permasalahan PBB dan menyiapkan
petun$uk pemecahan masalah=
(, 3elaksanakan koordinasi dalam optimalisasi penerimaan PBB dan Bagi
6asil BP6*B serta bagi hasil pa$ak lainnya Pa$ak penghasilan Pasal +(,
Pasal +4 dan Pasal +9 orang pribadi dalam negeri dan Bagi 6asil Pa$ak
Provinsi=
(( 3elaksanakan pendataan PBB pada obyek pa$ak yang telah mengalami
perubahan melalui kegiatan #:#3:7P=
(+ 3em1asilitasi wa$ib pa$ak yang menga$ukan Perubahan 7byek Pa$ak
PBB yang dia$ukan desa/kelurahan ke !antor Pelayanan Pa$ak Pratama
terdiri dari perubahan pemecahan, penggabungan, pengurangan dan
penghapusan PBB=
(- 3elaksanakan penagihan PBB yang kewenangannya di tempatkan pada
daerah=
(. 3enyelenggarakan rapat koordinasi dan evaluasi pemasukan PBB (&akor
Pop PBB=
(4 3engintensi1kan pengelolaan penerimaan PBB serta dana Bagi 6asil
Pa$ak Provinsi dan Pusat=
(5 3elaksanakan pengawasan, monitoring dan evaluasi pada desa/kelurahan
belum lunas PBB=
73
() 3elaporkan dan mengadministrasikan dengan baik penerimaan PBB
serta penerimaan bagi hasil lainnya=
(8 3emberikan penilaian kepada sta1 dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi sta1=
(9 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas untuk kelancaran
pelaksanaan tugas=
+, 3elaksanakan penyimpanan arsip yang men$adi tanggung $awabnya
sebagai dokumen =
+( 3enyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan dalam penentuan
kebi$akan PBB=
++ 3enyusun telaah sta1 berkaitan dengan tugas #eksi Penagihan dan
Pendapatan Daerah 2ainnya= dan
+- 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh !epala Bidang Pendapatan
sesuai dengan bidang tugasnya.
i. Bidang Administrasi Anggaran
( 3enyusun program ker$a Bidang Administrasi Anggaran=
+ 3elaksanakan penyusunan perumusan kebi$akan teknis di bidang
penyusunan anggaran=
- 3empersiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan anggaran
pendapatan dan belan$a daerah=
. 3eneliti rencana anggaran yang disusun dalam &encana !er$a dan
Anggaran (&!A #!PD men$adi APBD=
4 3elaksanakan koreksi bahan untuk penyusunan anggaran kas=
5 3elaksanakan penelitian terhadap DPA/DPPA #!PD sebagai dasar
pelaksanaan anggaran=
74
) 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas dan dengan bidang/unit
ker$a/instansi terkait untuk kelancaran pelaksanaan tugas=
8 3eneliti #urat Penyediaan Dana (#PD sebagai dokumen yang
menyatakan ketersediaannya dana untuk melaksanakan kegiatan=
9 3emberikan masukan pemberian dana kompensasi, *un$angan 6ari &aya
(*6&, Dana *ak *erduga, Pin$aman Daerah dan Penyertaan 3odal
Daerah=
(, 3emberikan bimbingan pelaksanaan administrasi penyusunan anggaran
pada #!PD=
(( 3elaksanakan konsultasi dan evaluasi penyusunan APBD/Perubahan
APBD ke Pemerintah Provinsi/Pusat=
(+ 3emberikan masukan penggunaan anggaran sebelum penetapan=
(- 3enyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sebagai bahan
masukan dan pertimbangan atasan dalam mengambil keputusan=
(. 3elaksanakan evaluasi, monitoring dan pengawasan penyusunan
anggaran untuk tertib administrasi anggaran.
(4 3enyusun telaah sta1 sesuai bidang tugasnya=
(5 3emberikan penilaian kepada sta1 dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi sta1=
() 3enyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai bahan
pertanggung$awaban pelaksanaan tugas=
(8 3elaksanakan penyimpanan arsip yang men$adi tanggung $awabnya
sebagai dokumen =
75
(9 3enyiapkan bahan penyusunan &encana #trategis (&enstra dan 2aporan
Akuntabilitas !iner$a :nstansi Pemerintah (2akip sebagai
pertanggung$awaban kiner$a dinas= dan
+, 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh !epala Dinas sesuai dengan
bidang tugasnya.
$. !epala #eksi Anggaran Pendapatan Daerah
( 3enyusun program ker$a dan rencana kegiatan #eksi Anggaran
Pendapatan daerah=
+ 3enyiapkan bahan perumusan kebi$akan teknis penyusunan anggaran
pendapatan daerah dan perubahan anggaran pendapatan daerah sesuai
&encana !er$a dan Anggaran (&!A #!PD=
- 3enyiapkan bahan dan administrasi penyusunan &APBD #eksi
Pendapatan Daerah=
. 3engolah rencana anggaran pendapatan yang disusun dalam &encana
!er$a dan Anggaran (&!A #!PD men$adi APBD=
4 3enyiapkan bahan untuk penyusunan anggaran kas pendapatan=
5 3enyiapkan bahan pendapatan daerah guna penyusunan #urat
Penyediaan Dana (#PD #!PD=
) 3enyiapkan bahan koordinasi dengan bidang unit ker$a terkait untuk
kelancaran pelaksanaan tugas=
8 3enyiapkan bahan konsultasi dan evaluasi pendapatan daerah dalam
penyusunan APBD/Perubahan APBD kepada pemerintah provinsi/pusat=
9 3enyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sebagai bahan
masukan dan pertimbangan atasan dalam mengambil keputusan=
76
(, 3elaksanakan evaluasi, monitoring dan pengawasan penyusunan
anggaran pendapatan untuk tertib administrasi anggaran=
(( 3enyusun telaah sta1 berkaitan dengan pendapatan daerah=
(+ 3enyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai bahan
pertanggung$awaban pelaksanaan tugas=
(- 3elaksanakan penyimpanan arsip yang men$adi tanggung $awabnya
sebagai dokumen =
(. 3emberikan penilaian kepada sta1 dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi sta1= dan
(4 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh !epala Bidang
Administrasi Anggaran sesuai dengan bidang tugasnya.
k. #eksi Anggaran Belan$a 2angsung
( 3enyusun program ker$a seksi anggaran belan$a langsung=
+ 3enyiapkan bahan dan administrasi penyusunan rapbd seksi belan$a
langsung=
- 3emeriksa pelaksanaan tugas sta1 agar diketahui tingkat e1ekti1itas dan
e1isiensi pelaksanaan kegiatan=
. 3engolah rencana anggaran pendapatan yang disusun dalam rencana
ker$a dan anggaran (rka #!PD men$adi apbd=
4 3enyiapkan bahan untuk penyusunan anggaran belan$a langsung=
5 3enyiapkan bahan belan$a langsung daerah guna penyusunan surat
penyediaan dana (spd #!PD=
77
) 3enyiapkan bahan koordinasi dengan badan perencanaan pembangunan
daerah kabupaten dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas
penyusunan apbd dan perubahan apbd=
8 3enyiapkan bahan konsultasi dan evaluasi belan$a langsung dalam
penyusunan apbd/perubahan apbd kepada pemerintah provinsi/pusat=
9 3enyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sebagai bahan
masukan dan pertimbangan atasan dalam mengambil keputusan=
(, 3elaksanakan evaluasi, monitoring dan pengawasan penyusunan
anggaran pendapatan untuk tertib administrasi anggaran=
(( 3enyusun telaah sta1 berkaitan dengan pendapatan daerah=
(+ 3enyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai bahan
pertanggung$awaban pelaksanaan tugas=
(- 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas untuk kelancaran
pelaksanaan tugas=
(. 3elaksanakan penyimpanan arsip yang men$adi tanggung $awabnya
sebagai dokumen =
(4 3emberikan penilaian kepada sta1 dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi sta1= dan
(5 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang administrasi
anggaran sesuai dengan bidang tugasnya.
l. #eksi Anggaran Belan$a *idak 2angsung dan Pembiayaan Daerah
( 3enyusun program ker$a #eksi Anggaran Belan$a *idak 2angsung dan
Pembiayaan Daerah=
+ 3enyiapkan bahan perumusan kebi$aksanaan teknis penyusunan
anggaran belan$a tidak langsung dan pembiayaan daerah dan perubahan
78
anggaran pendapatan daerah sesuai &encana !er$a dan Anggaran (&!A
#!PD=
- 3enyiapkan bahan dan administrasi penyusunan &APBD =
. 3engolah rencana anggaran belan$a tidak langsung dan pembiayaan yang
disusun dalam &encana !er$a Anggaran (&!A #!PD men$adi APBD=
4 3enyiapkan bahan untuk penyusunan Anggaran Belan$a *idak 2angsung
dan Pembiayaan Daerah=
5 3enyiapkan bahan belan$a tidak langsung dan pembiayaan daerah guna
penyusunan #urat Penyediaan Dana (#PD #!PD=
) 3enyiapkan bahan koordinasi dengan bidang unit ker$a lain untuk
kelancaran pelaksanaan tugas=
8 3enyiapkan bahan konsultasi dan evaluasi belan$a tidak langsung dan
pembiayaan dalam penyusunan APBD/Perubahan APBD kepada
pemerintah provinsi/pusat=
9 3enyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sebagai bahan
masukan dan pertimbangan atasan dalam mengambil keputusan=
(, 3elaksanakan evaluasi, monitoring dan pengawasan penyusunan
anggaran pendapatan untuk tertib administrasi anggaran=
(( 3enyusun telaah sta1 berkaitan dengan pendapatan daerah=
(+ 3enyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai bahan
pertanggung$awaban pelaksanaan tugas=
(- 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas untuk kelancaran
pelaksanaan tugas=
(. 3elaksanakan penyimpanan arsip yang men$adi tanggung $awabnya
sebagai dokumen=
79
(4 3emberikan penilaian kepada sta1 dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi sta1= dan
(5 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh !epala Bidang
Administrasi Anggaran sesuai dengan bidang tugasnya.
m. Bidang Akuntansi
( 3enyusun program ker$a Bidang Akuntansi=
+ 3enyusun perumusan kebi$akan teknis di bidang akuntansi keuangan =
- 3empersiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan akuntansi
pendapatan dan belan$a daerah=
. 3elaksanakan administrasi/pembukuan keuangan, meneliti, menghimpun
laporan hasil pelaksanaan kegiatan secara periodik laporan bulanan,
triwulanan dan semesteran sebagai pertanggung$awaban pelaksanaan
tugas sesuai ketentuan akuntansi =
4 3elaksanakan koordinasi dengan #!PD lain dalam rangka kelancaran
pelaksanaan tugas=
5 3elaksanakan tugas koordinasi dengan BP!, BP!P, :nspektorat Provinsi
dan :nspektorat !abupaten serta dengan 3enteri !euangan dan Depdagri
) 3elaksanakan koordinasi, konsultasi dan evaluasi 2aporan !euangan ke
3enteri !euangan dan 3enteri Dalam 'egeri dengan bidang/unit
ker$a/instansi untuk kelancaran pelaksanaan tugas=
8 3elaksanakan penyimpanan arsip sesuai tugas dan kewenangannya=
9 3eneliti $urnal penyesuaian=
(, 3emberikan penilaian kepada bawahan dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi bawahan=
80
(( 3enyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sebagai bahan
masukan dan pertimbangan atasan dalam mengambil keputusan=
(+ 3elaksanakan monitoring, evaluasi dan pengawasan berkaitan dengan
tugas Bidang Akuntansi=
(- 3enyusun telaah sta1 sesuai bidang tugasnya=
(. 3engoordinasikan dan melaksanakan penyusunan laporan bulanan,
triwulan dan semesteran serta laporan keuangan, yang terdiri dari
realisasi anggaran, penyusunan neraca, arus kas dan catatan atas hasil
laporan keuangan pemerintah kabupaten=
(4 3enyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai bahan
pertanggung$awaban pelaksanaan tugas=
(5 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas untuk kelancaran
pelaksanaan tugas=
() 3elaksanakan penyimpanan arsip yang men$adi tanggung $awabnya
sebagai dokumen=
(8 3enyiapkan bahan penyusunan &encana #trategis (&enstra dan 2aporan
Akuntabilitas !iner$a :nstansi Pemerintah (2akip sebagai
pertanggung$awaban kiner$a dinas= dan
(9 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh !epala Dinas sesuai dengan
bidang tugasnya.
n. #eksi Akuntansi Pendapatan Daerah
( 3enyusun program ker$a #eksi Akuntansi Pendapatan Daerah=
+ 3enyiapkan bahan perumusan kebi$akan teknis penyusunan akuntansi
pendapatan daerah=
81
- 3enyiapkan bahan dan administrasi penyusunan laporan keuangan
daerah #eksi Akuntansi Pendapatan Daerah=
. 3enyiapkan bahan penyusunan perumusan kebi$akan, pedoman dan
petun$uk teknis dibidang akuntansi guna tertib administrasi=
4 3enyiapkan laporan hasil pelaksanaan kegiatan secara periodik laporan
bulanan, triwulanan dan semesteran sebagai pertanggung$awaban
pelaksanaan tugas=
5 3elaksanakan pencatatan akuntansi secara sistematis dan kronologis
untuk memperlancar pelaksanaan tugas=
) 3elaksanakan pencatatan akuntansi yang si1atnya administrasi berupa
perhitungan, pemindahan dan perbaikan serta $urnal penyesuaian=
8 3enyiapkan bahan koordinasi dengan BP!, BP!P, :nspektorat Provinsi
dan :nspektorat !abupaten=
9 3enyiapkan bahan koordinasi, konsultasi dan evaluasi 2aporan
!euangan ke 3enteri !euangan dan 3enteri Dalam 'egeri dengan
bidang/unit ker$a/instansi untuk kelancaran pelaksanaan tugas=
(, 3elaksanakan penyimpanan arsip sesuai tugas dan kewenangannya=
(( 3eneliti $urnal penyesuaian=
i. 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas untuk kelancaran pelaksanaan
tugas=
(+ 3emberikan penilaian kepada bawahan dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi bawahan=
(- 3enyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sebagai bahan
masukan dan pertimbangan atasan dalam mengambil keputusan=
82
(. 3elaksanakan monitoring, evaluasi dan pengawasan berkaitan dengan
tugas Bidang Akuntansi= dan
(4 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh !epala Bidang Akuntansi
sesuai dengan bidang tugasnya.
o. #eksi Akuntansi Belan$a dan Pembiayaan Daerah
( 3enyusun program ker$a #eksi Akuntansi Belan$a dan Pembiayaan
Daerah=
+ 3enyiapkan bahan perumusan kebi$akan teknis penyusunan akuntansi
belan$a dan pembiayaan daerah=
- 3enyiapkan bahan dan administrasi penyusunan laporan keuangan
daerah #eksi Belan$a dan Pembiayaan Daerah=
. 3enyiapkan bahan penyusunan perumusan kebi$akan, pedoman dan
petun$uk teknis dibidang akuntansi guna tertib administrasi=
4 3enyiapkan laporan hasil pelaksanaan kegiatan secara periodik laporan
bulanan, triwulanan dan semesteran sebagai pertanggung$awaban
pelaksanaan tugas=
5 3elaksanakan pencatatan akuntansi secara sistematis dan kronologis
untuk memperlancar pelaksanaan tugas=
) 3elaksanakan pencatatan akuntansi yang si1atnya administrasi berupa
perhitungan, pemindahan dan perbaikan serta $urnal penyesuaian=
8 3enyiapkan bahan koordinasi dengan BP!, BP!P, :nspektorat Provinsi
dan :nspektorat !abupaten=
9 3enyiapkan bahan koordinasi, konsultasi dan evaluasi 2aporan
!euangan ke 3enteri !euangan dan 3enteri Dalam 'egeri dengan
bidang/unit ker$a/instansi untuk kelancaran pelaksanaan tugas=
83
(, 3elaksanakan penyimpanan arsip sesuai tugas dan kewenangannya=
(( 3eneliti $urnal penyesuaian=
(+ 3emberikan penilaian kepada bawahan dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi bawahan=
(- 3enyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sebagai bahan
masukan dan pertimbangan atasan dalam mengambil keputusan=
(. 3elaksanakan monitoring, evaluasi dan pengawasan berkaitan dengan
tugas bidang akuntansi=
(4 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas untuk kelancaran
pelaksanaan tugas=
(5 3elaksanakan penyimpanan arsip yang men$adi tanggung $awabnya
sebagai dokumen=
() 3enyusun telaah sta1 sesuai bidang tugasnya= dan
(8 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh !epala Bidang Akuntansi
sesuai dengan bidang tugasnya.
p. #eksi Pelaporan dan Pertanggung$awaban !euangan
( 3enyusun program ker$a #eksi Pelaporan dan Pertanggung$awaban
!euangan=
+ 3enyiapkan bahan perumusan kebi$akan teknis penyusunan laporan dan
pertanggung$awaban keuangan akuntansi belan$a dan pembiayaan=
- 3enyiapkan bahan penyusunan 2aporan !euangan Daerah #eksi
Pelaporan dan Pertanggung$awaban !euangan =
. menyiapkan bahan penyusunan perumusan kebi$akan, pedoman dan
petun$uk teknis dibidang akuntansi guna tertib administrasi=
84
4 3enyiapkan laporan hasil pelaksanaan kegiatan secara periodik laporan
bulanan, triwulanan dan semesteran sebagai pertanggung$awaban
pelaksanaan tugas=
5 3elaksanakan pencatatan akuntansi secara sistematis dan kronologis
untuk memperlancar pelaksanaan tugas.
) 3elaksanakan pencatatan akuntansi yang si1atnya administrasi berupa
perhitungan, pemindahan dan perbaikan serta $urnal penyesuaian=
8 3emberikan petun$uk kepada sta1 untuk sinkronisasi pelaksanaan tugas=
9 3enyiapkan bahan koordinasi dengan bpk, bpkp, inspektorat provinsi
dan inspektorat kabupaten =
(, 3enyiapkan bahan koordinasi, konsultasi dan evaluasi laporan keuangan
ke menteri keuangan dan menteri dalam negeri dengan bidang/unit
ker$a/instansi untuk kelancaran pelaksanaan tugas=
(( 3elaksanakan penyimpanan arsip sesuai tugas dan kewenangannya=
(+ 3eneliti $urnal penyesuaian=
(- 3emberikan penilian kepada bawahan dengan DP- untuk mengetahui
prestasi dan dedikasi bawahan=
(. 3enyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan sebagai bahan
masukan dan pertimbangan atasan dalam mengambil keputusan=
(4 3enyiapkan bahan"bahan dan melaksanakan penyusunan laporan
keuangan yang terdiri dari realisasi anggaran, penyusunan neraca, arus
kas dan catatan atas hasil laporan keuangan pemerintah kabupaten=
(5 3elaksanakan monitoring, evaluasi dan pengawasan berkaitan dengan
tugas bidang akuntansi=
85
() 3elaksanakan koordinasi di lingkungan dinas untuk kelancaran
pelaksanaan tugas=
(8 3elaksanakan penyimpanan arsip yang men$adi tanggung $awabnya
sebagai dokumen=
(9 3enyusun telaah sta1 sesuai bidang tugasnya= dan
+, 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang akuntansi
sesuai dengan bidang tugasnya.
J. Bidang Perbendaharaan dan Asset Daerah
( 3enyusun rencana kegiatan dibidang pengelolaan barang daerah yang
meliputi perencanaan, penentuan kebutuhan, penganggaran, pengadaan,
penerimaan, penyimpanan, penyaluran, penggunaan, penatausahaan,
peman1ataan, pemeliharaan, pengamanan, penilaian, penghapusan,
pemindahtanganan, pembinaan, pengawasan dan pengendalian,
pembiayaan dan tuntutan ganti rugi sebagai pedoman dan petun$uk
dalam pelaksanaan kegiatan=
+ 3enyusun da1tar kebutuhan barang milik daerah dan da1tar kebutuhan
pemeliharaan barang milik daerah sebagai dasar pelaksanaan pengadaan
dan pemeliharaan barang milik daerah=
- 3elaksanakan sosialisasi dan pembinaan kebi$akan pemerintah daerah
dibidang pengelolaan barang daerah kepada unit ker$a/dinas/instansi guna
dipahami dan sebagai pedoman pelaksanaan tugas=
. 3elaksanakan koordinasi baik di lingkungan ker$anya maupun dengan
unit ker$a/dinas/instansi terkait guna diperoleh keterpaduan ker$a serta
guna menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas=
86
4 3emeriksa pelaksanaan tugas bawahan baik secara langsung maupun
tidak langsung agar diketahui tingkat e1ekti1itas dan e1isiensi pelaksanaan
tugas=
5 3elaksanakan kegiatan pengelolaan barang daerah yang meliputi
perencanaan, penentuan kebutuhan, penganggaran, standarisasi barang
dan harga, pengadaan, penyimpanan, penyaluran, inventarisasi,
pengendalian, pemeliharaan, pengamanan, peman1aatan, perubahan status
hukum serta penatausahaannya sesuai dengan peraturan yang berlaku=
) 3elaksanakan kegiatan sensus barang daerah secara berkala sesuai
ketentuan=
8 3engoordinasikan pelaksanaan pembinaan kepada para pengelola barang
pada unit ker$a/dinas/instansi secara berkala guna tercipta tertib
administrasi dan penatausahaan barang daerah=
9 3elakukan evaluasi tahunan terhadap kegiatan pengelolaan barang
daerah yang telah dilaksanakan melalui data/laporan yang ada guna
diketahui tingkat e1ektivitas pelaksanaan tugas=
(, 3enyampaikan saran dan masukan kepada atasan secara lisan maupun
tertulis sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan=
(( 3elaporkan pelaksanaan kegiatan kepada atasan baik secara lisan mapun
tertulis sebagai bahan pertanggung$awaban pelaksanaan tugas=
(+ 3elaksanakan penghapusan barang daerah sesuai ketentuan peraturan
perundang"undangan=
(- 3enyiapkan bahan penyusunan rencana strategis (renstra dan laporan
akuntabilitas kiner$a instansi pemerintah (lakip sebagai
pertanggung$awaban kiner$a dinas=
87
(. 3elaksanakan evaluasi atas pelaksanaan kegiatan bidang=
(4 3emberikan penilaian kepada bawahan melalui DP- guna diketahui
prestasi dan dedikasi bawahan= dan
(5 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai dengan
bidang tugasnya.
r. #eksi Pengadaan
( 3enyusun rencana kegiatan dibidang analisa dan penentuan kebutuhan,
penganggaran, standarisasi barang dan harga serta pengadaan barang
daerah sebagai pedoman dan petun$uk pelaksanaan tugas=
+ 3elaksanakan koordinasi di lingkungan ker$anya maupun dengan
dinas/instansi terkait guna diperoleh keterpaduan ker$a serta guna
menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas=
- 3encari, mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data dan in1ormasi
yang berhubungan dengan perencanaan, analisa kebutuhan,
penganggaran, standarisasi pengadaan barang daerah=
. 3enyiapkan bahan penyusunan kebi$akan teknis, penyusunan pedoman
dan petun$uk teknis di bidang analisa kebutuhan dan pengadaan barang
daerah=
4 3enyusun rencana kebutuhan barang daerah melalui usulan kebutuhan
dari unit ker$a/dinas/instansi terkait sebagai pedoman penyusunan skala
preoritas pengadaan barang daerah=
5 3enyiapkan bahan penyusunan da1tar kebutuhan barang milik daerah dan
da1tar kebutuhan pemeliharaan barang milik daerah sebagai dasar
pelaksanaan pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah=
88
) 3enyiapkan bahan penyusunan standarisasi barang dan harga dengan
mengoordinasikan dengan dinas instansi terkait melalui tim penyusun
sebagai pedoman pelaksanaan pengadaan barang daerah=
8 3elaksanakan pengadaan barang daerah berdasarkan da1tar kebutuhan
barang yang telah ditetapkan melalui prosedur yang telah ditetapkan=
9 3emberikan saran, masukan dan pertimbangan kepada unit
ker$a/dinas/instansi terkait dalam rangka persiapan pelaksanaan
pengadaan barang unit melalui tim yang dibentuk oleh unit
ker$a/dinas/instansi yang bersangkutan=
(, 3elaksanakan pengawasan dan mengendalikan pengadaan barang dan
$asa dengan melaksanakan koordinasi dengan unit ker$a/dinas/instansi
terkait agar tercipta tertib administrasi pengadaan barang daerah=
(( 3emberikan penilaian kepada bawahan melalui DP- guna mengetahui
prestasi dan dedikasi bawahan=
(+ 3enyusun laporan pelaksanaan tugas kepada atasan baik lisan maupun
tertulis sebagai pertanggung$awaban pelaksanaan tugas=
(- 3emberikan saran dan masukan kepada atasan secara lisan mapun
tertulis sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan =dan
(. 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang asset daerah
sesuai dengan bidang tugasnya.
s. #eksi Distribusi dan Pemeliharaan
( 3enyusun rencana kegiatan dibidang distribusi dan pemeliharaan yang
meliputi penyimpanan, penyaluran/pendistribusian, pengendalian,
pemeliharaan serta pengamanan barang daerah sebagai pedoman dan
petun$uk pelaksanaan tugas=
89
+ 3elaksanakan koordinasi di lingkungan ker$anya maupun dengan unit
ker$a/dinas/instansi terkait guna diperoleh keterpaduan ker$a serta guna
menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas=
- 3encari, mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data serta
in1ormasi yang berhubungan dengan penyimpanan, penyaluran/
pendistribusian, pengendalian, pemeliharaan serta pengamanan barang
daerah sebagai dasar pelaksanaan kegiatan=
. 3enyiapkan bahan penyusunan kebi$akan teknis, penyusunan pedoman
dan petun$uk teknis di bidang distribusi dan pemeliharaan barang daerah=
4 3enyiapkan dan melaksanakan penyaluran/pendistribusian barang daerah
kepada unit ker$a/dinas/instansi penerima barang sesuai dengan ketentuan
serta prosedur yang telah ditetapkan guna tertib administrasi barang
daerah=
5 3enyiapkan dan melaksanakan penyimpanan, pemeliharaan barang
daerah melalui perencanaan serta penganggaran yang telah ditetapkan
agar semua barang daerah selalu dalam keadaan baik dan siap pakai=
) 3elakukan penyimpanan bukti kepemilikan barang milik daerah=
8 3elakukan pengamanan barang daerah melalui tindakan pengendalian
dalam pengurusan barang dalam bentuk 1isik, administrasi serta tindakan
upaya hukum agar ter$aga keutuhan serta ke$elasan barang daerah=
9 3emberikan saran, masukan dan pertimbangan kepada atasan secara
lisan maupun tertulis sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan
keputusan=
(, 3enyusun laporan pelaksanaan tugas kepada atasan baik lisan maupun
tertulis sebagai bahan pertanggung$awaban pelaksanaan tugas=
90
(( 3emberikan penilaian kepada bawahan melalui DP- guna mengetahui
prestasi dan dedikasi bawahan =dan
(+ 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang asset daerah
sesuai dengan bidang tugasnya.
t. #eksi Administrasi Asset Daerah
( 3enyusun rencana kegiatan dibidang administrasi asset daerah yang
meliputi inventarisasi, peman1atan, perubahan status hukum serta
penatausahaan asset sebagai pedoman dan petun$uk pelaksanaan tugas=
+ 3elaksanakan koordinasi baik di lingkungan ker$anya maupun dengan
dinas/instansi terkait guna diperoleh keterpaduan ker$a serta menghindari
tumpang tindih pelaksanaan tugas=
- 3encari, mengumpulkan, menghimpun dan mengolah data serta
in1ormasi yang berhubungan dengan inventarisasi, peman1aatan serta
perubahan status hukum sebagai dasar pelaksanaan penatausahaan asset
daerah=
. 3enyiapkan bahan penyusunan kebi$akan, pedoman dan petun$uk tehnis
dibidang administrasi dan penatausahaan asset daerah=
4 3elakukan inventarisasi barang daerah melalui penghitungan, pencatatan
data dan pelaporan dari unit ker$a/dinas/instansi serta $enis barang daerah
yang ada=
5 3elaksanakan pengelolaan/pengaturan, pemberian rekomendasi/i$in
peman1aatan/pemakaian gedung wisuda budaya=
) 3enyiapkan dan melakukan perubahan status hukum terhadap barang
daerah sesuai dengan prosedur serta kebutuhan yang ada guna diketahui
ke$elasan serta kepastian status kepemilikannya=
91
8 3enyiapkan dan melaksanakan penghapusan barang daerah dengan cara
melepaskan pemilikan/pengawasan barang daerah serta menghapus
pencatatannya dari da1tar inventarisasi barang daerah sesuai dengan
prosedur dan ketentuan yang berlaku=
9 3enyiapkan bahan administrasi tukar menukar barang daerah/tukar
guling dan peman1aatan barang daerah sesuai dengan prosedur dan
ketentuan yang berlaku agar lebih berdaya guna=
(, 3elakukan pengawasan dan pengendalian terhadap peman1aatan barang
daerah serta penatausahaan barang daerah yang ada pada
unit/dinas/instansi terkait secara berkala guna tertib administrasi asset
daerah=
(( 3emberikan saran, masukan dan pertimbangan kepada unit/dinas/instansi
terkait dalam pengelolaan, penatausahaan barang daerah=
(+ 3emberikan penilaian kepada bawahan melalui DP- guna mengetahui
prestasi dan dedikasi bawahan=
(- 3embuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan baik lisan maupun
tertulis sebagai bahan pertanggung$awaban pelaksanaan tugas=
(. 3emberikan saran dan masukan kepada atasan sebagai bahan
pertimbangan dalam pengambilan keputusan= dan
(4 3elaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bidang asset daerah
sesuai dengan bidang tugasnya.
92
-.". Penilaian Kiner&a Pengelolaan Keuangan Daera' paa Dinas Penapatan;
Pengelolaan Keuangan an Asset Daera' Kabupaten Dompu
#elama ini pemerintah !abupaten Dompu hanya mengukur dan menilai kiner$a #!PD
melalui 2aporan Akuntabilitas !iner$a :nstansi Pemerintah (2A!:P dan menilai kiner$a
pegawainya menggunakan Da1tar Penilaian Pelaksanaan Peker$aan (DP-. Penilaian
menggunakan 2A!:P hanya cenderung melihat 1aktor"1aktor 1inansial sa$a sehingga
kurang mampu mencerminkan kiner$a #!PD secara menyeluruh terutama pada DPP!AD.
Penilaian menggunakan DP- yang di nilai hanyalah kepribadian pegawai sa$a sehingga
tidak dapat menggambarkan se$auh mana kompetensi dan perkembangan pegawainya
secara sempurna. 6al ini di tun$ukkan dengan ter$adinya disclaimer pada #!P!D tersebut.
Diclaimer ter$adi karena realisasi anggaran kurang dari 4,< dari rencana anggaran yang
diusulkan.
3enurut Bupati !abupaten Dompu 6. Bambang 3.Kasin disclaimer masih sa$a
ter$adi pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Asset dan keuangan daerah disebabkan
karena pada #!P!D tersebut masih ter$adi banyak ketimpangan"ketimpangan berdasarkan
26P 4 tahun terakhir +,,8"+,(+ yang telah diaudit oleh BP!.
#isclaimer yang ter$adi di DPP!AD !abupaten Dompu, merupakan warisan dari
pimpinan daerah sebelum kepemimpinan Bupati Drs. 6. Bambang 3. Kasin dan Bakil
Bupati :r. 6. #yamsuddin. 33 yang men$adi satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan.
'amun Bupati merasa optimis bisa keluar permasalahan tersebut, karena disclaimer
keuangan Daerah yang belum bisa dipertanggung$awabkan masih tersisa diangka &p .
miliar secara keseluruhan dan pada DPP!AD sekitar +,8 3iliar termasuk asset"asset yang
tidak bisa di buktikan.
#isclaimer laporan keuangan di !abupaten dompu berbanding terbalik dengan
data yang di miliki oleh pemerintah !abupaten Dompu selama tahun +,(, dan +,((, di
93
mana Pencapaian sasaran kiner$a Pemerintah !abupaten Dompu sebagaimana tertuang
dan prioritas pembangunan &P03D di kategorikan baik, dari -( indikator yang di tetapkan
4 indikator belum mampu mencapai target. Dengan demikian maka persentase pencapaian
target pembangunan tahun +,(( adalah sebesar 8-,8) <.
2aporan kiner$a Pemerintah !abupaten Dompu tahun +,(,"+,(( dan (, tahun
terakhir mendapat 7pini disclaimer di sebabkan karena perbedaan tolak ukur kiner$a oleh
pemerintah dan masyarakat. #elama ini pemerintah !abupaten Dompu mengukur kiner$a
pengelolaan keuangan daerah dari banyaknya penggunaan anggaran yang bersumber dari
APB' dan APBD tanpa melihat dan mengevaluasi apakah alokasi anggara tersebut tepat
sasaran/penggunaannya menyentuh kebutuhan masyarakat kecil.
-.+. Analisis an Penilaian Kiner&a Pengelolaan Keuangan Daera' Paa DPPKAD
Kabupaten Dompu Berasarkan Kriteria Malcolm Baldirge
-.+.1. Aspek Kepemimpinan
!epemimpinan men$adi salah unsur penting yang di nilai dalam kriteria
Malcolm Baldrige !epemimpinan merupakan satu 1aktor kunci dalam kehidupan
organisasi, termasuk pada sektor publik. *hoha (+,,. dalam #anapiah (+,(+
menyatakan bahwa suatu organisasi berhasil atau bahkan gagal sebagian besar
ditentukan oleh 1aktor kepemimpinan. Begitu pentingnya masalah kepemimpinan ini,
men$adikan pemimpin selalu men$adi 1okus evaluasi mengenai penyebab keberhasilan
atau kegagalan organisasi.
!epemimpinan (leadership menurut Ensiklopedia %mum !anisius ((99-
dalam #anapiah (+,(+, diartikan sebagai hubungan yang erat antara seorang dan
kelompok manusia karena ada kepentingan yang sama. 6ubungan itu ditandai oleh
tingkah laku yang tertu$u dan terbimbing dari pemimpin dan yang dipimpin. 0adi
dalam kepemimpinan, tentu melibatkan unsur pemimpin (influencer yakni orang
94
yang mempengaruhi tingkah laku pengkikutnya (influencee dalam situasi tertentu.
#edangkan &obbin (+,,) mende1inisikan kepemimpinan sebagai kemampuan di
dalam mempengaruhi sekelompok orang untuk bersama"sama mencapai tu$uan.
Pengertian yang senada $uga dikemukan oleh Chowdhury (+,,- dalam #anapiah
(+,(+ bahwa 65&ercising leadership inevitably involves having influence 1ne
cannot lead without influencing other$ #umber dari pengaruh bisa berupa pengaruh
1ormal yang telah di tetapkan secara organisasional sehingga seorang pemimpin
mampu mempengaruhi orang lain semata"mata karena kedudukan di tingkat
mana$erial. 0adi kepemimpinan merupakan suatu proses di mana seseorang
mempengaruhi kebiasaan orang lain ke arah penyelesaian tu$uan yang spesi1ik yang
mengarah kepada teaching organi3ation untuk dapat melatih dan mengembangkan
knowledge! skill, dan attitude setiap individu dalam organisasi.
Pen$abaran perhitungan aspek leadership berdasarkan kriteria"kriteria Malcolm
Baldrige digunakan rumus/
(,, &
.deal skor Total
responden 7awaban Total
%ntuk perincian setiap sub kategori pertanyaan pada aspek leadership, maka
ditampilkan sebagai berikut/
A. #enior -eadership
(. Disi, misi dan nilai pimpinan
a.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
b.
< 5, (,,
(8,
(,8
= &
c.
< 9, (,,
(8,
(5+
= &
d.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
95
e.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
1.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
+. !omunikasi dan per1ormance organisasi
a.
< ), (,,
(8,
(+5
= &
b.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
c.
< 9, (,,
(8,
(5+
= &
d.
< 5, (,,
(8,
(,8
= &
B. Governance and societal responsibilit
(. Pemerintahan 7rganisasi
a.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
b.
< ), (,,
(8,
(+5
= &
c.
< 8, (,,
8,
(..
= &
+. Peraturan dan !ebi$akan yang berlaku
a.
< ), (,,
(8,
(+5
= &
b.
< 9, (,,
(8,
(5+
= &
c.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
-. *anggung $awab kepada masyarakat dan dukungan dari masyarakat
a.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
96
b.
< 84 (,,
(8,
(4-
= &
%ntuk menghitung nilai rata"rata persentase kualitas $awaban responden
digunakan rumus/
.deal skor total
7awaban kualitas persentase 2umlah
Adapun perincian perhitungan nilai rata"rata persentase kualitas $awaban
responden pada aspek leadership yaitu sebagai berikut/
A. #enior 2eadership
< ))
(,
< )5+
(,
< 54 < 9,
< 8, < ), < )4 < 8, < 8, < 9, < 5, < )5
= =
+ +
+ + + + + + +
B. Governance and societal responsibilit
< )5
8
< 5((
8
< 84 < 5. < 8, < 9, < 5, < 8, < ), < 8,
= =
+ + + + + + +
%ntuk menghitung point kategori pada aspek leadership digunakan rumus/
Persentase rata"rata skor kualitas 7awaban responden & poin maksimal kategori
pada aspek -eadership
A. Pimpinan senior
))< L ), M 4-,44
B Governance and social responsibility
)5< L 4, M -),8(
%ntuk menghitung point total aspek leadership digunakan rumus/
0umlah point kategori A N $umlah point kategori B M 4-,44 N -),8( M 9(,-5
Berikut ini ditampilkan data hasil pengukuran aspek 2eadhersip
(!epemimpinan Berdasarkan !riteria Malcolm Baldirge di DPP!AD !ab. Dompu
Tabel -.1. Penilaian Aspek Leaders!ip Berasarkan Kriteria Malcolm Baldirge
i DPPKAD Kab. Dompu
97
No Point Pertan4aan
Kualitas
RataArata Point 2aBaban
(9A199:)
A !enior Leaers'ip (<9 point) <<: /+;//
1 ?isi; #isi an Nilai Pimpinan























a
Bagaimana senior leader meciptakan visi,3isi dan
nilaiO
<0:
b
Bagaimana senior leader menanamkan visi dan
nilai pada sistem kepemimpinan, kepada pimpinan
organisasi lain, mitra, masyarakat ataupun
steakholder dengan sesuaiO
5,<
c
Bagaimana aksi senior leader dalam
mencerminkan komitmen terhadap nilai organisasi
9,<
d
Bagamana mereka memberikan contoh komitmen
mereka terhadap aturan yang berlaku pada
organisasi tersebut
8,<
e
Bagaimana mereka meciptakan kondusi1
dilingkungan ker$a
8,<
1
Bagaimana mereka meciptakan sebuah organisasi
yang berkelan$utan
)4<
" Komunikasi an per1orman6e 7rganisasi
a
Bagaimana senior leader berkomunikasi dan peran
keterlibatannya dengan seluruh sta11
),<
b
Bagaimana mereka meciptakan 1ocus tindakan
untuk mencapai tu$uan, meningkatkan kiner$a dan
meraih visi yang telah dibuat
8,<
c
Bagaimana mereka mengidenti1ikasi langkah apa
sa$a yang diperlukan untuk meningkatkan kiner$a
organisasi
9,<
d
3enyeimbangkan nilai bagai masyarakat dan
steakholder lainnya di ekspektasi organisasi
mereka
54<
B Governance and societal responsibilit (/9 point) <0: +<;=1
1 Pemerinta'an 7rganisasi















a
Bagaimana organisasi anda mereview dan meraih
beberapa aspek seperti, akuntabilitas dan langkah
mana$emen, akuntabilitas 1iscal dan melaksanakan
internal dan eksternal audit
8,<
b
Bagaimana melakukan evaluasi terhadap senior
leader termasuk pimpina tertinggi dalam
organisasi tersebut
),<
c
Bagaimana melakukan evaluasi kiner$a dalam
menentukan kompensasi eksekuti1
8,<
" Peraturan an Kebi&akan 4ang berlaku
a
Bagaimana anda mengatasi dampak negative
terhadap kritikan masyarakat terhadap kiner$a
organiasi anda
5,<
b Bagaimana organisasi mengantisipasi
keperihatanan masyarakat terhadap kiner$a
9,<
98
organisasi
c
Bagaimana organisasi anda mempromosikan dan
memastikan perilaku etis dalam semua intraksi
8,<
+
Tanggung &aBab kepaa mas4arakat an
ukungunan ari mas4arakat
a
Bagaimana mempertimbangkan sosial dengan
sesame pegawai lingkup organisasi tersebut
maupun dari organisasi lain
5,<
b
Bagaimana organisasi anda secara akti1
mendukung dan memperkuat komunitas
84<
Total Point >1;+0
"#mber$ Data %rimer diola!
-.+.". Aspek In1ormasi Dan Analisis
Perkembangan *eknologi :n1ormasi (*: yang sangat pesat dewasa ini
memberikan banyak kemudahan pada berbagai aspek kegiatan bisnis
(Cushing,(99-= 3urdick.et.al,(99)= c.2eod.&.0,(99)= >race,+,,,= 'ur
:ndriantoro, +,,,= Baridwan, +,,, dalam 6endra, (+,,.. Peranan *: dalam
berbagai aspek kegiatan bisnis dapat dipahami karena sebagai sebuah teknologi
yang menitik beratkan pada pengaturan sistem in1ormasi dengan penggunaan
komputer, *: dapat memenuhi kebutuhan in1ormasi dunia bisnis dengan sangat
cepat, tepat waktu, relevan, dan akurat.
3enurut 3c. @arlan ((98-= &ockart ((998 dalam 6endra (+,,.,
penerapan *: bagi perusahaan mempunyai peranan penting dan dapat
men$adi pusat strategi bisnis untuk memperoleh keunggulan bersaing.
#elan$utnya, Downing ((99-= *risnawati ((998= #yam ((999 dalam
6endra (+,,. $uga menyebutkan bahwa saat ini *: sudah men$adi
kebutuhan dasar bagi setiap perusahaan terutama dalam men$alankan
segala aspek akti1itas organisasi. De 2one ((98(= 3organ ((995 dalam
6endra (+,,.= 3artin dan 3erle.P ((994 dalam 6endra (+,,.,
menyatakan bahwa penggunaan *: bagi suatu perusahaan di tentukan oleh
banyak 1aktor, salah satu di antaranya adalah karakteristik pengguna *:.
Pen$abaran perhitungan aspek in1ormasi dan analisis berdasarkan kriteria"kriteria
Malcolm Baldrige digunakan rumus/
(,, &
responden 7umlah
responden 7awaban Total
99
%ntuk perincian setiap sub kategori pertanyaan pada aspek :n1ormasi dan analisis,
maka ditampilkan sebagai berikut/
A. Pengukuran, analisis dana Peningkatan !iner$a 7rganisasi
(. Pengukuran !iner$a
a.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
b.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
c.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
d.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
+. Analisis !iner$a dana Penin$auan !embali
a.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
b.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
c.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
d.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
-. Peningkatan !iner$a
a.
< 54 (,,
(8,
())
= &
b.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
c.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
B. Mana&emen 'e(nologi In)ormasi, %engeta!#an dan in)ormasi
(. Data, in1ormasi dan mana$emen pengetahuan
100
a.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
b.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
c.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
+. 3ana$emen #umberdaya :n1ormasi dan *eknologi
a.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
b.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
%ntuk menghitung nilai rata"rata persentase kualitas $awaban responden
digunakan rumus/
yaan per 7umlah
7awaban kualitas persentase 2umlah
tan
Adapun perincian perhitungan nilai rata"rata persentase kualitas $awaban
responden pada aspek Analisis dan in1ormasi yaitu sebagai berikut/
A. Pengukuran, analisis dana Peningkatan !iner$a
7rganisasi
< ..
(+
< 4+8
(+
< )4 < 8, < )4 < 54
< 8, < 54 < ), < 54 < )4 < 8, < 8, < )4
= =
+ + + +
+ + + + + + +
B. 3ana$emen *eknologi :n1ormasi, Pengetahuan dan :n1ormasi
< )+
4
< -5,
4
< )4 < 54 < )4 < 54 < 8,
= =
+ + + +
%ntuk menghitung point kategori pada aspek :n1ormasi dan Analisis digunakan
rumus/
101
Persentase rata"rata skor kualitas 7awaban responden & poin maksimal kategori
pada aspek .nformasi dan Analisis
A. Pengukuran, analisis dana Peningkatan !iner$a 7rganisasi
..< L .4 M (9,)+
B. 3ana$emen *eknologi :n1ormasi, Pengetahuan dan :n1ormasi
)+< L.4 M -+,.
%ntuk menghitung point total aspek :n1ormasi dan Analisis digunakan rumus/
2umlah point kategori A 8 7umlah point kategori B M (9,)+ N -+,. M 4+,(+
Berikut ini ditampilkan data hasil pengukuran aspek :n1ormasi dan
Analisis Berdasarkan !riteria Malcolm Baldirge di DPP!AD !ab. Dompu
Tabel -.". Penilaian Aspek In1ormasi an Analisis Berasarkan Kriteria
Malcolm Baldirge i DPPKAD Kab. Dompu
No Point Pertan4aan
Kualitas
RataArata Point 2aBaban
(9A199:)
A
Pengukuran; Analisis an Peningkatan
Kiner&a 7rganisasasi (-/ Point) --: 1>;<"
1 Pengukuran Kiner&a













a
Bagiamana memilih, mengumpulkan dan
mengitegrasikan data dan in1ormasi melalui
operasional sehari"hari organisasi
)4<
b
Apa ukuran kunci organisasi termasuk ukuran
$anga pendek dan pan$ang secara 1inancial
8,<
c
#eberapa sering dilakukan evaluasi ukura
tersebut
8,<
d
Bagaimana menggunakan data dan in1ormasi
untuk mendukung pengambilan keputusan
organasasi dan inovasi
)4<
" Analisis Kiner&a an Pinin&auan Kembali
a
Bagaimana menin$auan kiner$a organisasi dan
kemampuan
54<
b
Bagaimana menggunakan ukuran kunci kiner$a
organisasi dalam operasional organisasi
),<
c
Apa analisis yang digunakan untuk mendukung
tin$auan dan memastikan bahwa kesimpulan
telah valid
54<
d Bagaimana menggunakan tin$auan untuk 8,<
102
menilai keberhasilan organisasi, kiner$a yang
kompetiti1, kesehata keuangan,dan kema$uan
sehubungan dengan tu$uan strategis dan
rencana aksi
+ Peningkatan Kiner&a
a
Bagaimana menemukan tin$auan kiner$a untuk
berbagi pela$aran dan praktik terbaik diseluruh
unit operasional organisasi
54<
b
Bagaimana menggunakan temuan tin$auan
kiner$a dan data komprati1 untuk meramalkan
tingkat kiner$a dimasa yang akan datang
)4<
c
Bagaimana menggunakan temuan tin$auan
kiner$a dan data komprati1 untuk
mengembangkan prioritas perbaikan yang perlu
dilakukan dimasa datang
8,<
d
Bagaimana prioritas dan peluang diarahkan dan
berusaha untuk diraih secara maksimal
)4<
B
#ana&emen Teknologi In1ormasi;
Pengeta'uan an In1ormasi (-/ Point) <": +";-
1
Data; In1ormasi an #ana&emen
Pengeta'uan













a
Bagaimana mengelola data organisasi,
in1ormasi dan pengetahuan untuk memastikan
ketepatan, integritas dan kehandalan
8,<
b
Bagaimana membuat data dan in1ormasi yang
diperlukan tersedia untuk #D3, masyarakat,
*teakholder dan mitra organisasi lainnya
54<
c
Bagaimana mengelola pengetahuan organisasi
untuk mencapai hal berikut/
( Pengumpulan da trans1er pengetahuan yang
dimiliki #D3
+ Pengetahuan yang relevan antar #D3,
pemangku kepentingan, masyarakat dan
steakholder lainnya
- Penyusunan dan trans1er pengetahuan yang
relevan untuk digunakan dalam proses
inovasi dan perencanaan strategis
)4<
"
#ana&emen !umbera4a In1ormasi a
Teknologi
a
Bagaimana memastikan hadware da so1tware
telah handal, aman, dan bisa dioperasikan
54<
b
Dalam keadaan darurat bagaimana memastikan
hadware dan so1tware dapat digunakan dan
dapat melayani kebutuhan masyarakat yang
membutuhkan
)4<
Total Point /";1"
"#mber$ data %rimer diola!
103
-.+.+. Aspek Peren6anaan !trategis
!endala utama pada sektor publik adalah belum di tun$ukkan adanya acuan
yang $elas bagaimana organisasi menentukan tantangan dan keuntungan
strategisnya. *erlihat belum adanya upaya yang baik dari organisasi untuk
mengevaluasi dan menyebarluaskan hal"hal yang men$adi tantangan dan
keuntungan strategisnya. 6al ini berimplikasi terhadap tidak pahamnya hampir
sebagian besar karyawan mengenai hal"hal yang men$adi tantangan serta
keuntungan strategis organisasi. #ehingga persepsi setiap karyawan mengenai
tantangan dan keuntungan strategis organisasi berbeda"beda.
Perencanaan strategi suatu organisasi di haruskan menetapkan arah
strategi dan membangun sasaran strategi yang bertu$uan untuk memperkuat
kiner$a dan daya saing secara menyeluruh sasaran strategi sudah di
1ormulasikan dalam dra1t renstra. Proses penyusunan renstra Pemkab Dompu
sudah sesuai prosedur yang melibatkan tim kepemimpinan, orang"orang
penting dalam organisasi dan stakeholder lainnya.
&enstra sendiri disusun dengan memperhatikan elemen"elemen yang
berada di dalam dan di luar organisasi serta melihat kebutuhan dan tuntutan
masing"masing elemen. Pendekatan penyusunan strategi"strategi organisasi
telah diterapkan dengan baik, dibuktikan dengan adanya agenda rapat
penyusunan strategi. Evaluasi terhadap proses penyusunan strategi belum di
lakukan, sebab organisasi belum dapat menun$ukkan bukti bahwa pendekatan
telah dievaluasi. Penyusunan strategis sudah melibatkan seluruh $a$aran
1ungsional organisasi. *etapi inplementasi dari &enstra dan 2akip yang telah
di rumuskan dan di sepakati masih sangat sedikit yang terealisasi, hal ini
104
menun$ukkan tidak ada integrasi yang baik antar unit ker$a organisasi dalam
pelaksanaan &enstra dan 2akip yang telah dibuat dan disepakati bersama.
@enomena tersebut yang peneliti coba gali dengan dilakukannya
penelitian mengguanakan pendakatan Malcolm Baldrige di DPP!AD
!abupaten Dompu, dimana sudah mulai melakukan inplementasi dari
penyusunan restra dan 2akip dengan melibatkan kepemimpinan senior sebagai
proses pengembangan strategi yang meliputi nilai"nilai, arahan $angka pendek
dan $angka pan$ang, serta harapan kiner$a.
Pen$abaran perhitungan aspek perencanaan strategis berdasarkan kriteria"
kriteria Malcolm Baldrige digunakan rumus/
(,, &
.deal *kor Total
responden 7awaban Total
%ntuk perincian setiap sub kategori pertanyaan pada aspek Perencanaan
#trategis, maka ditampilkan sebagai berikut/
A. Proses Pengembangan #trategi
(. Pengukuran !iner$a
a.
< ), (,,
(8,
(+5
= &
b.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
c.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
+. *u$uan #trategis
a.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
b.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
105
c.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
B. :mplementasi #trategi
(. &encana Aksi Pengembangan
a.
< ), (,,
(8,
(+5
= &
b.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
c.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
d.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
e.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
1.
< ), (,,
(8,
(+5
= &
g.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
%ntuk menghitung nlai rata"rata persentase kualitas $awaban
responden digunakan rumus/
yaan per 7umlah
7awaban kualitas persentase 2umlah
tan
Adapun perincian perhitungan nilai rata"rata persentase kualitas $awaban
responden pada aspek Perencanaan #trategis yaitu sebagai berikut/
A. Proses Pengembangan #trategi
< 59
5
< .(.
5
< 54 < )4 < 54 < )4 < 54 < ),
= =
+ + + + +
B. :mplementasi #trategi
< )-
)
< 4((
)
< )4 < ), < )4 < )4 < 54 < 8, < ),
= =
+ + + + + +
106
%ntuk menghitung point kategori pada aspek perencanaan strategis digunakan
rumus/
Persentase rata"rata skor kualitas 7awaban responden & poin maksimal
kategori pada aspek .nformasi dan Analisis
A. Proses Pengembangan #trategi
59< L ., M +),55
B. :mplementasi #trategi
)-< L.4 M -+,)8
%ntuk menghitung point total aspek perencanaan strategis digunakan rumus/
2umlah point kategori A 8 7umlah point kategori B M +),55 N -+,)8 M 5,,.4
Berikut ini ditampilkan data hasil pengukuran aspek perencanaan
#trategis (strategic Planing Berdasarkan !riteria Malcolm Baldirge
di DPP!AD !ab. Dompu
Tabel -.+. Penilaian Aspek Peren6anaan !trategis Berasarkan Kriteria
Malcolm Baldirge i DPPKAD Kab. Dompu
No Point Pertan4aan
Kualitas
RataArata Point 2aBaban
(9A199:)
A Proses Pengembangan !trategi (-9 Point) 0>: "<;00
1 Pengembangan !trategi















a
Bagaimana DPP!AD melakukan perencanaan
#tategis
),<
b
Bagaimana langkah"langkah proses kunci
perencanaan
54<
c
Bagaiamana analisis #ecara #B7* pada
DPP!AD
)4<
" Tu&uan !trategis
107



a
Apa tu$uan #trategis anda dan berapa lama
untuk mencapainya
54<
b
Apa tu$uan paling prioritas dalam tu$uan"tu$uan
strategis tersebut
)4<
c
3enurut anda pentingkah mengatasi tantangan
strategis, membuat inovasi bagi kema$uan
organisasi
54<
B Implementasi !trategi (-/ Point) <+: +";<=
1 Ren6ana Aksi Pengembangan











a
Bagaimana anda mengembangkan rencana aksi
anda
),<
b
Apa rencana aksi $angan pendek dan rencana
aksi $anga pan$ang, dan bagaimana anda
melaksanakan rencana tersebut
8,<
c
Bagaimana anda menyebarkan rencana aksi
diseluruh organisasi untuk bawahan, mitra
organisasi dan steakholder organisasi
54<
d
Bagaimana anda memastikan bahwa sumber
daya keuangan dan lainnya yang tersedia untuk
mendukung pemenuhan rencana strategis
tersebut
)4<
e
Apakah sumberdaya manusia diorganisasi
mencukupi untuk mencapai tu$uan strategis
tersebut
)4<
1
Apa indikator kunci yang digunakan untuk
menilai e1ekti1 tidaknya mencapaian kiner$a
yang telah dilakukan
),<
g
Bagaiamana anda membangun dan
mengimplementasikan rencana aksi yang
dirubah $ika keadaan memerlukan perubahan
)4<
Total Point 09;-/
"#mber$ data %rimer diola!
-.+.-. Aspek !umber Da4a #anusia
Dalam hal pengelolaan keuangan daerah pemerintah daerah di berikan
GkeleluasaanG untuk mengelola sumber"sumber pendapatan daerahnya, tetapi
tetap dalam koridor peraturan perundang"undangan karena sesungguhnya
urusan ini men$adi miliki Pemerintah. Pengelolaan keuangan daerah ini
didasarkan pada PP 'o. 48 *ahun +,,4. Permasalahan yang dihadapi adalah
minimnya #D3 yang mampu memenuhi tuntutan Pemerintah dalam
mengelola keuangan daerah yang berdasarkan anggaran berbasis kiner$a.
108
#elain itu, seringnya perubahan terhadap ketentuan pengelolaan keuangan
$uga men$adi salah satu penyebab hambatan dalam melakukan pengelolaan
keuangan di daerah.
E1ektivitas organisasi publik tersebut merupakan produk dari sebuah
sistem yang salah satu unsurnya adalah sumber daya manusia aparatur.
#ebagai bagian dari suatu sistem, meningkatnya pro1esionalitas sumber daya
manusia aparatur tidaklah otomatis kiner$a organisasi publik meningkat.
#ehingga manakala sumber daya manusia aparatur telah pro1esional, namun
tidak didukung oleh sub"sub sistem lainnya seperti kelembagaan,
ketalaksanaan, sarana dan prasarana yang memadai, niscaya kiner$a organisasi
publik yang bersangkutan tidak bisa mencapai tingkat ker$a yang optimal.
Pengelolaan sumber"sumber daya (resources yang mencakup #D3,
keuangan, asset, dan e"gov. Dalam hal #D3 dapat disimpulkan bahwa dengan
diterbitkannya %% 'o. -+ *ahun +,,., pengelolaan #D3 atau P'# dilakukan
secara terintegrasi secara nasional oleh Pemerintah. Dengan demikian,
kewenangan pemerintah daerah untuk mengelola kepegawaian daerah sudah
tidak ada lagi, karena terbukti menimbulkan berbagai permasalahan. #alah
satunya adalah terkait dengan banyaknya tenaga honorer daerah (honda, yang
belakangan menuntut diangkat men$adi CP'#.
!eterbatasan #umber Daya 3anusia (#D3 men$adi salah satu kendala
dalam peningkatan kiner$a, aspek kendala yang ada di dalamnya adalah/
pertama! masih adanya beberapa pegawai yang tidak masuk ker$a maupun
bolos dari ker$a sehingga banyak peker$aan yang terbengkalai= kedua, masih
terdapatnya pegawai yang yang tidak dapat menguasai peker$aan dan
penggunaan alat kantor= ketiga! masih di temukan beberapa pegawai yang
109
memahami proses ker$a secara teknis sehingga ter$adi berbagai kesalahan dan
keterlambatan proses ker$a= kempat, masih di $umpai pegawai yang boros
dalam pemakaian peralatan, 1asilitas, dan perlengkapan serta bahan"bahan
kantor= kelima masih terlihat sebagian pegawai yang kurang melibatkan
secara e1ekti1 dalam akti1itas ker$a sehari"hari. Dengan ter$adinya ketidak
hadiran pegawai, adanya pegawai yang tidak/kurang akti1, pegawai yang tidak
mampu dalam penguasaan peker$aan, pegawai yang boros dalam pemakaian
bahan /alat kantor dan pegawai yang tidak e1ekti1 dalam peker$aannya,
memperlihatkan masih ter$adinya ketidak seragaman kemampuan dan disiplin
pegawai dalam beker$a, hal ini dimungkinkan karena kurangnya pimpinan
dalam membimbing, mengarahkan ataupun memberdayakan para pegawainya
untuk memotivasi/semangat ker$a terhadap pegawai, kurangnya pimpinan
dalam memberikan penghargaan +rewards, terhadap hasil ker$a pegawai dan
kurang tegasnya pimpinan dalam memberikan sangksi terhadap pelanggaran
yang di lakukan pegawai. *erpenuhinya kepuasan pegawai, maka motivasi
untuk melaksanakan peker$aan dengan lebih baik akan cenderung meningkat.
@enomena yang ditemukan di Pemkab Dompu sebelum dilakukan
penelitian dengan pendekatan Malcolm Baldrige adalah belum adanya
perencanaan restrukturisasi yang menempatkan #D3 yang benar"benar
mempunyai kompetensi dan kapabilitas di bidangnya, kurangnya pelatihan
yang di laksanakan dan tidak adanya sistem reward yang di berikan.
Pen$abaran perhitungan aspek 1ocus #D3 berdasarkan kriteria"kriteria
Malcolm Baldrige digunakan rumus/
(,, &
ideal skor total
responden 7awaban Total
110
%ntuk perincian setiap sub kategori pertanyaan pada aspek @ocus #D3,
maka ditampilkan sebagai berikut/
A. 2ingkungan !er$a
(. #D3, kemampuan dan !apasitas
a.
< ), (,,
(8,
(+5
= &
b.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
c.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
d.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
+. :klim
a.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
b.
< 84 (,,
(8,
(4-
= &
c.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
d.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
e.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
B. !eterlibatan #D3
(. !iner$a #D3
a.
< 5, (,,
(8,
(,8
= &
b.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
c.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
111
d.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
+. Pengukuran !eterlibatan #D3
a.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
b.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
c.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
d.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
-. Pengembangan #D3
a.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
b.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
c.
< ), (,,
-5
(+5
= &
%ntuk menghitung nlai rata"rata persentase kualitas $awaban
responden digunakan rumus/
yaan per 7umlah
7awaban kualitas persentase 2umlah
tan
Adapun perincian perhitungan nilai rata"rata persentase kualitas $awaban
responden pada aspek @ocus #D3 yaitu sebagai berikut/
A. 2ingkungan !er$a
< 4-
9
< .))
9
< 54 < )4 < 84 < 8, < 54 < 54 < 54 < ),
= =
+ + + + + + +
B. !eterlibatan #D3
< 4.
((
< 49.
((
< ), < )4
< 8, < )4 < 54 < 8, < 54 < )4 < 8, < 5,
= =
+ +
+ + + + + + +
112
%ntuk menghitung point kategori pada aspek 1ocus #D3 digunakan rumus/
Persentase rata"rata skor kualitas 7awaban responden & poin maksimal
kategori pada aspek 'ocus *#M
A. 2ingkungan !er$a
4-< L .4 M +(,(5
B. !eterlibatan #D3
4.< L.4 M +.,(4
%ntuk menghitung point total aspek @ocus #D3 digunakan rumus/
2umlah point kategori A 8 7umlah point kategori B M +(,(5 N +.,(4 M .4,-(
Berikut ini ditampilkan data hasil pengukuran aspek #umber Daya
3anusia Berdasarkan !riteria Malcolm Baldirge di DPP!AD !ab. Dompu.
Tabel -.-. Penilaian Aspek !umber Da4a #anusia Berasarkan Kriteria
Malcolm Baldirge i DPPKAD Kab. Dompu
No Point Pertan4aan
Kualitas
RataArata Point 2aBaban
(9A199:)
A Lingkungan Ker&a (-9 Point) /+: "1;10
1 !D#; kemampuan an Kapasitas






















a
Bagaimana menilai kemampuan dan kapasitas
#D3, termasuk keterampilan, kompetensi dan
tingkat sta11
),<
b
Bagaimana proses prekrutan, mempeker$akan,
menempatkan da mempertahankan aggotas
#D3
54<
c
Bagaimana memastikan bahwa #D3 yang ada
telah mempresentasikan ide, budaya dan
pemikiran yang beragam dan perekrutan dan
komunitas masyarakat dan pemangku $abatan
54<
d
Bagaimana mempersiapkan #D3 pada saat
mengubah kebutuhan kemampuan dan
kapasitas
54<
" Iklim Ker&a
113
a
Bagaimana mengatasi isu 1aktor lingkungan
tempat ker$a, termasuk aksebilitas untuk
men$amin kesehatan dan keselamatan #D3
pada saat beker$a
8,<
b
Apa ukuran kiner$a dan tu$uan perbaikan untuk
masing"masing kebutuhan #D3
84<
c
Apa perbedaan signi1ikan pada 1aktor"1aktor
tersebut dan ukuran kiner$a atau target untuk
lingkungan ker$a yang berbeda
)4<
d
Bagaimana dukunga #D3 organisasi melalui
implemantasi kebi$akan, layanan dan man1aat
54<
e
Bagaimana hal tersebut disesuaikan denga
kebutuhan #D3 yang beragam yang berasal
dari kelompok, segmen #D3 yang berbeda"
beda
54<
B Keterlibatan !D# (-/ Point) /-: "-;1/
1 Kiner&a !D#





a
Bagaimana menentukan element kunci yang
mempengaruhi keterlibatan #D3
5,<
b
Bagaimana menentukan element kunci yang
mempengaruhi kepuasan #D3
8,<
c
Bagaimana menentukan unsure"unsur untuk
kelompok dan segemen #D3 yang berbeda"
beda
)4<
d
Bagaimana menumbuhkan budaya organisas
dan karakteristik dengan komunikasi terbuka,
kiner$a tinggi dan #D3 yang terlibat
54<
" Pengukuran Keterlibatan !D#
a Bagaimana mengukur keterlibatan #D3 8,<
b
Apa metode pengukuran 1ormal dan in1ormal
dan criteria yang digunakan untuk menentukan
kterlibatan dan kepuasan #D3
8,<
c
Bagaimana metode dan ukuran men$adi
berbeda antar kelompok dan segmen #D3
54<
d
Bagaimana menggunakan indikator lainnya,
seperti retensi #D3, absensi, laporan keluhan,
keamanan dan produkti1itas #D3 untuk
menilai dan meningkatkan keterlibatan #D3
)4<
+ Pengembangan !D#
a
Bagaimana mengevaluasi e1ekti1itas dan
e1isiensi sistem pelatihan dan pengembangan
#D3
8,<
b
Bagaiamana mengelola kema$uan karier yang
e1ekti1 untuk seluruh #D3
)4<
c
Bagaimana mencapai perencanaan suksesi yang
e1ekti1 untuk posisi mana$amen dan
kepemimpinan
),<
Total Point -/;+1
"#mber$ data %rimer diola!
114
-.+./. Aspek #ana&emen Proses
Perkembangan sistem tata kelola pemerintahan di :ndonesia dalam satu
dasawarsa terakhir ((998 s.d +,,8 mengalami suatu kema$uan yang sangat pesat.
Dalam waktu yang sangat singkat, pemerintah :ndonesia telah melewati serangkain
proses re1ormasi sector public, khusunya re1ormasi mana$emen keuangan daerah.
&e1ormasi mana$emen keuangan daerah merupakan suatu berkah dari gerakan
re1ormasi yang di gelorakan di tahun (998 setelah :ndonesia mengalami krisis
multidimensi. Per$alanan re1ormasi mana$emen keuangan derah di :ndonesia
dibagi dalam - 1ase, yaitu/
(. Era pra"otonomi daerah dan desentralisasi 1iscal. #elama masa ini belum ada
sistem akuntansi keuangan daerah yang baik, yang ada baru sebtas tata buku.
Pengelolaan keuangan daerah mendasarkan pada buku 3anual Administrasi
!euangan Daerah (3A!%DA tahun (98( yang pada esensinya belum
merupakan sistem akuntansi, tetapi sekadar penatausahaan keuangan/ tata
buku.
+. Era *ransisi 7tonomi (+,,,"+,,-. 3erupakan masa awal implementasi
otonomi daerah. 3asa ini masih belum mantapnya perangkat hokum,
kelembagaan in1rastruktur, dan sumber daya manusia daerah dalam
mewu$udkan tu$uan otonomi daerah. Peraturan perundangan yang menon$ol
dalam era ini adalah !epmendagri 'o. +9 tahun +,,+.
-. Era pascatransisi (+,,."sekarang. Adalah masa setelah di berlakukannya paket
peraturan perundangan yang merupakan suatu peraturan menyeluruh dan
komprehensi1 +omnibus regulations, mulai dari perencanaan, pelaksanaan,
pelaporan, pengauditan dan evaluasi kiner$a atas pengelolaan keuangan daerah.
Aspek utama re1ormasi mana$emen keuangan daerah meliputi perubahan
sistem anggaran, perubahan kelembagaan pengelolaan keuangan daerah,
perubahan sistem akuntansi, dan perubahan basis akuntansi.
@enomena yang peneliti temukan sebelum di lakukan penelitian dengan
pendekatan Malcolm Baldrige di !abupaten dompu kaitannya dengan pelaksanaan
mana$emen proses belum di lakukan identi1ikasi berdasarkan perencanaan
kebutuhan yang kemudian dianalisis, serta mengakomodir masukan dari pelanggan
115
internal dan eksternal. #istem evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan
belum diimplementasikan dengan baik.
Pen$abaran perhitungan aspek mana$emen proses berdasarkan kriteria"
kriteria Malcolm Baldrige digunakan rumus/
(,, &
ideal skor Total
responden 7awaban Total
%ntuk perincian setiap sub kategori pertanyaan pada aspek 3ana$emen
Proses, maka ditampilkan sebagai berikut/
A. #istem !er$a
(. &ancangan !er$a
a.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
b.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
c.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
d.
< 84 (,,
(8,
(4-
= &
+. 3ana$emen #istem !er$a
a.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
b.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
c.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
d.
< 84 (,,
(8,
(4-
= &
e.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
B. Proses !er$a
116
(. &ancangan Proses !er$a
a.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
b.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
c.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
d.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
e.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
1.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
+. Pengaturan #istem !er$a
a.
< 44 (,,
(8,
99
= &
b.
< 5, (,,
(8,
(,8
= &
c.
< ), (,,
(8,
(+5
= &
d.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
e.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
1.
< 44 (,,
(8,
99
= &
g.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
117
h.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
i.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
$.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
%ntuk menghitung nlai rata"rata persentase kualitas $awaban
responden digunakan rumus/
yaan per 7umlah
7awaban kualitas persentase 2umlah
tan
Adapun perincian perhitungan nilai rata"rata persentase kualitas $awaban
responden pada aspek 3ana$emen Proses yaitu sebagai berikut/
A. #istem !er$a
< )+
9
< 5.8
9
< 54
< )4 < 54 < )4 < 8, < 5, < ), < 84 < 54
= =
+
+ + + + + + +
B. Proses !er$a
< ),
(4
< (,4,
(4
< 54 < 8, < )4 < )4 < 44 < )4 < 8,
< ), < 5, < 54 < 54 < 54 < )4 < )4 < 8,
= =
+ + + + + + +
+ + + + + + +
%ntuk menghitung point kategori pada aspek 3ana$emen Proses digunakan
rumus/
Persentase rata"rata skor kualitas 7awaban responden & poin maksimal
kategori pada aspek Mana7emen Proses
A. &ancangan !er$a
)+< L .4 M -+,4+
118
B. Proses !er$a
),< L., M +),8)
%ntuk menghitung point total aspek 3ana$emen proses digunakan rumus/
2umlah point kategori A 8 7umlah point kategori B M -+,4+ N +),8) M 5,,-9
Berikut ini ditampilkan data hasil pengukuran aspek 3ana$emen Proses
Berdasarkan !riteria Malcolm Baldirge di DPP!AD !ab. Dompu.
Tabel -./. Penilaian Aspek #ana&emen Proses Berasarkan Kriteria Malcolm
Baldirge i DPPKAD Kab. Dompu
No Point Pertan4aan
Kualitas
RataArata Point 2aBaban
(9A199:)
A !istem Ker&a (-/ Point) <": +";/"
1 Ran6anga Ker&a






















a
Bagaimana anda merancang dan meningkatkan
sistem ker$a secara keseluruhan
54<
b
Bagaimana anda meman1aatkan kompetensi
inti
84<
c
Bagaimana anda menentukan kunci kebutuhan
sistem ker$a dan menggabungkan masukan dari
masyarakat dan steakholder
),<
d
Apa yang men$adi kunci kebutuhan sistem
tersebut
5,<
" #ana&emen !istem Ker&a
a Apa sistem ker$a organisasi anda 8,<
b
Bagaimana anda mengantur dan meningkatkan
sistem ker$a untuk menyampaikan nilai kepada
masyarakat dan steakholder serta mencapai
kesusksesan dan keberlan$utan organisasi
)4<
c Bagaimana anda mengendalikan seluruh sitem
pengeluaran dari sistem ker$a anda
54<
119
d
Bagaimana anda mencegah dua kali ker$a dan
kesalahan, termasuk kesalahan pencatatan dan
pelaporan keuangan dan hal"hal lain yang
membahayakan organisasi
)4<
e
Bagaimana anda meminimalisir biaya dari
proses kiner$a audit secara sesuai
54<
B Proses Ker&a (-9:) <9: "<;=<
1 Ran6angan Proses Ker&a





a
Bagaimana anda merancang dan meningkatkan
proses ker$a agar sesuai dengan semua kunci
kebutuhan
8,<
b
Bagaimana anda membangun teknologi baru,
pengetahuan akan organisasi, pencatatan
berdasarkan transaksi, pelayanan yang unggul,
dan pengembangan potensi dalam proses
tersebut
)4<
c
Bagaimana anda menggabungkan siklus waktu,
produktivitas, penguasaan biaya, dan 1aktor
e1ekti1itas dan e1isiensi lainnya ke dalam proses
tersebut
)4<
d
Bagaimana anda menentukan kebutuhan proses
kunci
54<
e
Apa yang men$adi proses kunci dari kiner$a
organisasi
54<
1
Apa yang men$adi kebutuhan kunci dari kiner$a
organisasi
54<
" Pengaturan !istem Ker&a
a
Bagaimana anda menghubungkan antara proses
kunci dalam proses ker$a dengan sistem ker$a
44<
b
Bagaimana anda memastikan bahwa operasi
yang dilakukan sehari"hari memenuhi
kebutuhan proses kunci
5,<
c
Apa kunci pengukuran kiner$a atau indikator
dalam proses untuk mengendalikan dan
meningkatkan proses ker$a anda
),<
d
Bagaimana anda menyampaikan dan
mempertimbangkan keinginan masyarakat da
steakholder
8,<
e
Bagaimana pelayanan membawakan proses dan
men$elaskan hasil untuk membuat harapan
realitas masyarakat
)4<
1
Bagaimana 1aktor pre1ensi yang menyebabkan
masyarakat mengambil keputusan untuk
kelayanan yang diberikan
44<
g
Bagaimana mengatur ratai penyediaan
)4<
h
Bagaimana anda memastikan bahwa penyedia
yang terpilih berkuali1ikasi dan ditempatkan
untuk meningkatkan kiner$a anda sehingga
masyarakat dan steakholder merasa puas
)4<
120
i
Bagaimana anda mengevaluasi kiner$a pinyedia
8,<
$
Bagaimana anda meningkatkan proses ker$a
dan mengurangi variabilitas untuk mencapai
kiner$a yang lebih baik sehingga hasil layanan
yang diberikan $uga meningkat
54<
Total Point 09;+>
"#mber$ data %rimer diola!
-.+.0. Kualitas Dan Hasil Proses 7perasional
Apabila dilihat secara seksama, birokrasi pada sektor pemerintahan daerah
memiliki aspek penyelenggaraan tugas yang sangat luas dan kompleks serta memiliki
skala aktivitas dan $umlah personil penyelenggara yang sangat besar. #ebagai
gambaran adalah bahwa $umlah pemerintahan daerah di :ndonesia sampai dengan
tahun +,,9 telah berkembang men$adi sebanyak 4(, pemerintahan daerah. 0umlah ini
diperkirakan akan terus berkembang di masa mendatang, apabila tidak terkendali
secara baik.
#ementara berkaitan dengan ketaatan penyampaian laporan kiner$a pemerintah
daerah, !ementerian 'egara Pemberdayaan Aparatur 'egara (PA' dan &e1ormasi
Birokrasi telah melaporkan bahwa ketaatan pemerintah daerah dalam menyampaikan
laporan kiner$a hingga tahun +,,9 baru mencapai 5,"),< dari sekitar .8- kab/kota
yang ada di seluruh tanah air.
Padahal $elas sekali bahwa ketaatan pemerintah daerah dalam menyampaikan
laporan kiner$a pemerintah daerah merupakan salah satu bentuk pertanggung$awaban
atas alokasi sumber daya anggaran yang mayoritas berasal dari masyarakat yang
diberikan kepada pemerintah daerah. 6al ini se$alan dengan apa yang dikatakan 'ick
Devas, et.al, ((989 mengenai tu$uan pengelolaan dan pelaporan keuangan daerah,
yaitu untuk/
( Akuntabilitas +Accountability,
Pemda harus mempertanggung$awabkan tugas keuangan kepada lembaga atau
orang yang berkepentingan dan sah. 2embaga atau orang yang dimaksud antara
121
lain, adalah Pemerintah Pusat, DP&D, !epala Daerah, masyarakat dan
kelompok kepentingan lainnya (2#3=
+ 3emenuhi kewa$iban !euangan
!euangan daerah harus ditata sedemikian rupa sehingga mampu melunasi
semua ikatan keuangan, baik $angka pendek maupun $angka pan$ang=
- !e$u$uran
%rusan keuangan harus diserahkan pada pegawai pro1essional dan $u$ur,
sehingga mengurangi kesempatan untuk berbuat curang.
. 6asil guna +effectiveness, dan gaya guna +efficiency, kegiatan daerah.
*ata cara pengurusan keuangan daerah harus sedemikian rupa memungkinkan
setiap program direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tu$uan dengan
biaya serendah"rendahnya dengan hasil yang maksimal.
4 Pengendalian
3ana$er !euangan Daerah, DP&D dan aparat 1ungsional pemeriksaan harus
melakukan pengendalian agar semua tu$uan dapat tercapai. 6arus selalu
memantau melalui akses in1ormasi, #edangkan 1ungsi mana$emen sendiri
terbagi atas tiga tahapan utama yaitu / adanya proses perencanaan, adanya
tahapan pelaksanaan, dan adanya tahapan pengendalian/ pengawasan.
@enomena pendekatan audit proses kiner$a di DPP!AD !abupaten
Dompu sebelum penelitian dengan pendekatan Malcolm Baldrige belum
maksimal dilakukan, pelayanan belum berorientasi masyarakat, karena tolak ukur
kiner$a tidak berorentasi masyarakat melaikan $umlah anggaran yang terpakai.
#ehingga kesannya #D3 dalam organisasi publik sering melakukan ketimpangan"
ketimpan, mementingan kepentingan individualistik di bandingkan kepentingan
organisasi, tidak adanya ker$a sama antar #D3 dalam organisasi tersebut di
sebabkan karena perebutan kekuasan antar individu dalam organisasi.
Pen$abaran perhitungan aspek kualitas dan hasil berdasarkan kriteria"
kriteria Malcolm Baldrige digunakan rumus/
(,, &
ideal skor Total
responden 7awaban Total
%ntuk perincian setiap sub kategori pertanyaan pada aspek kualitas dan
hasil, maka ditampilkan sebagai berikut/
A. Proses dan 6asil
(. @ocus terhadap 3asyarakat
122
a.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
b.
< ), (,,
(8,
(+5
= &
+. E1ekti1itas Proses 7perasional
a.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
b.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
-. 6asil Pelaksanaan #trategis
< ), (,,
(8,
(+5
= &
B. 6asil terhadap @ocus 3asyarakat
(. 6asil *erhadap @ocus 3asyarakat
a.
< ), (,,
(8,
(+4
= &
b.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
C. 6asil *erhadap @ocus #D3
a.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
b.
< 84 (,,
(8,
(4-
= &
D. 6asil terhadap @ocus !epemimpinan
a.
< ), (,,
(8,
(+5
= &
b.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
E. 6asil terhadap @ocus !euangan dan @ocus Pasar
123
a.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
b.
< 84 (,,
(8,
(4-
= &
%ntuk menghitung nlai rata"rata persentase kualitas $awaban
responden digunakan rumus/
yaan per 7umlah
7awaban kualitas persentase 2umlah
tan
Adapun perincian perhitungan nilai rata"rata persentase kualitas $awaban
responden pada aspek proses dan 6asil yaitu sebagai berikut/
A. @ocus dan 6asil
< )+
4
< -5,
4
< ), < 54 < )4 < ), < 8,
= =
+ + + +
B. 6asil terhadap @ocus 3asyarakat
< )-
+
< (.5
+
< )4 < ),
= =
+
C. 6asil *erhadap @ocus #D3
< 8-
+
< (54
+
< 84 < 8,
= =
+
D. 6asil terhadap @ocus !epemimpinan
< )-
+
< (.4
+
< )4 < ),
= =
+
E. 6asil terhadap @ocus !euangan dan @ocus Pasar
< )4
+
< (4,
+
< 84 < 54
= =
+
%ntuk menghitung point kategori pada aspek !ualitas dan 6asil digunakan
rumus/
124
Persentase rata"rata skor kualitas 7awaban responden & poin maksimal
kategori pada aspek kualitas dan hasil
A. !ulitas dan proses
)+< L (+, M 85,.,
B. 6asil terhadap @ocus 3asyarakat
)-< L9, M 54,+4
C. 6asil terhadap @ocus #D3
58< L8, M 4.
D. 6asil terhadap @ocus !epemimpinan
)-< L8, M 48
E. 6asil terhadap @ocus !euangan dan @ocus Pasar
)4< L8, M 5,
%ntuk menghitung point total aspek kualitas dan 6asil digunakan rumus/
2umlah point kategori A 8 B 8 ) 8 # 8 5 M 85,., N54,+4N4.N48N5, M
-+-,54
Berikut ini ditampilkan data hasil pengukuran aspek kualitas dan hasil
proses Berdasarkan !riteria Malcolm Baldirge di DPP!AD !ab. Dompu.
Tabel -.0. Penilaian Aspek Kualitas Dan Hasil Berasarkan Kriteria Malcolm
Baldirge i DPPKAD Kab. Dompu
No Point Pertan4aan
Kualitas
RataArata Point 2aBaban
(9A199:)
A Proses an Hasil (1"9) <": =0;-:
1 ,o6us ter'aap mas4arakat












a
Bagaimana tingkat dan tren anda berdasarkan
indikator pelayanan dan kiner$a yang penting
untuk langsung baik pada masyarakat maupun
steakholder
8,<
b
Bagaimana tingkat perbandingan hasil tersebut
dengan competitor atau organisasi lain yang
bidang hampir sama dengan organisasi anda
),<
" E1ekti1itas proses 7perasional
125
a
Bagaimana tingkat dan tren anda berdasarkan
indikator kiner$a operasional yang membangun
produkti1itas, waktu dan 1aktor lain seperti
e1ekti1itas, e1isiensi dan inovasi
)4<
b
Bagaimana tingkat dan tren anda berdasarkan
indikator evekti1itas sistem ker$a anda dan
persiapan untuk menghapi keadaan yang
bersi1at kedaruratan
54<
+ Hasil Pelaksanaan !trategis
a
Bagaimana tingkat dan tren anda berdasarkan
indikator tingkat pencapaian dari strategi
organisasi dan rancangan aksi, yang termasuk
didalamnya membangun dan meningkatkan
kompetensi inti
),<
B Hasil ter'aap ,o6us #as4arakat (>9 Point) <+: 0/;"/
1 Hasil 1o6us ter'aap masarakat
a
Bagaimana tingkat dan tren anda berdasarkan
indikator dari kepuasan dan ketidakpuasan
masyarakat maupun steakholder yang ada
),<
b
Bagaimana tingkat dan tren anda berdasarkan
indikator dari keterlibatan masyarakat maupun
steakholder yang ada dalam membangun
hubungan
)4<
C
Hasil ter'aap ,o6us !D# Hasil ter'aap
(=9 point) =+: 00;99
( 6asil dari #D3
a
Bagaimana tingkat dan tren anda berdasarkan
indikator dari kemampuan dan kapasitas #D3
misalnya dalam keterampilan dan tingkat sta11
yang sesuai
8,<
b
Bagaimana tingkat dan tren anda berdasarkan
indikator dari pengembangan #D3 dan
kepemimpinan
84<
D
Hasil ter'aap ,o6us Kepemimpinan (=9
Point) <+: /=;99
1
Hasil kepemimpinan an tanggung &aBab
so6ial
a
Bagaimana tingkat dan tren anda berdasarkan
intikator keterlibatan komunikasi dari pimpinan
senior, denga #D3 lainnya untuk menyebarkan
visi dan nilai da mendorong komunikasi + arah
dan melakukan tindakan yang 1ocus
),<
b
Bagaimana tingkat dan tren anda berdasarkan
intikator pencapaian dan pentaatan hukum dan
peratura yang berlaku
)4<
E
Hasil ter'aap 1o6us keuanga an 1o6us
pasar (=9 Point) </: 09;99:
1 Hasil keuangan pasar
a Bagaimana tingkat dan tren anda berdasarkan 54<
126
intikator kiner$a keuangan termasuk agregat
pengembalian keuangan, kiner$a anggaran yang
tepat
b
Bagaimana tingkat da tren anda berdasarkan
intikator pasar kiner$a, pertumbuhan pangsa
pasar dan pasar baru yang sesuai
84<
Total Point ++/;0/
"#mber$ data %rimer diola!
-.+.<. Aspek Kepuasan #as4arakat
Belakangan ini, penerapan prinsip good governance tidak lagi di pandang sebagai
keharusan karena ada desakan tetapi sudah di tempatkan sebagai suatu kebutuhan
organisasi untuk mempertahankan keberadaannya (eksistensi. *anpa penerapan prinsip"
prinsip good governance setiap organisasi di pastikan akan terancam keberadaan dan
keberlan$utannya. :tu sebabnya mengapa organisasi" organisasi swasta (komersial
sekarang ini sudah semakin gigih menerapkan good corporate governance
Di organisasi publik (organisasi pemerintah dan satuan"satuannya peningkatan
kualitas pelayanan publik adalah titik penting sebagai u$ung akhir dari keseluruhan
re1ormasi administrasi pemerintahan di :ndonesia. 6al ini beralasan oleh karena kualitas
pelayanan yang di selenggarakan oleh sektor publik sampai saat ini masih sangat
memprihatinkan. Begitu banyak pengaduan (keluhan atau pernyataan ketidakpuasan
masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. !arena itu, kiner$a pelayanan publik
men$adi titik strategis di mana kepercayaan masyarakat secara luas kepada pemerintah
dipertaruhkan.
Perbagai kebi$akan nasional dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik
tersebut telah memberikan pondasi bagi instansi Pemerintah dan Pemerintah Daerah
untuk melakukan upaya nyata dalam mere1ormasi pelayanan. Berdasarkan itu berbagai
perubahan pendekatan, metode dan instrumen (alat bantu untuk meningkatkan kualitas
pelayanan publik telah dikembangkan dan digunakan.
127
:nstrumen"instrumen untuk mencapai standar kualitas mana$emen yang
sebelumnya lebih dikenal dan digunakan oleh organisasi swasta (komersial telah di
adopsi dan di gunakan $uga oleh berbagai organisasi pemerintah. lnstrumen standar
kualitas mana$emen tersebut misalnya/ :#7 9,,,, Malcolm Baldridge National Award!
Balanced *corecard (B#C dan )ustomers *atisfaction .nde& (C#: dan lainnya.
6ampir semua instrumen atau metode peningkatan kualitas mana$emen tersebut
diarahkan untuk pada akhirnya mewu$udkan kualitas pelayanan yang semakin baik.
Dengan kata lain, hampir semuanya di gunakan untuk mereorientasi kegiatan organisasi
ke kepentingan pelanggannya (pengguna pelayanannya masing"masing. !arena itu pula
semua instrumen (metode tersebut mengandung teknik atau cara"cara untuk
berkomunikasi dengan para pengguna pelayanan untuk memperoleh aspirasi mereka
terkait dengan ragam, kualitas dan berbagai aspek pelayanan lainnya.
Pen$abaran perhitungan aspek kepuasan masyarakat berdasarkan kriteria"
kriteria Malcolm Baldrige digunakan rumus/
(,, &
ideal skor Total
responden 7awaban Total
%ntuk perincian setiap sub kategori pertanyaan pada aspek kepuasan
masyarakat, maka ditampilkan sebagai berikut/
A. #uara 3asyarakat
(. 3endengarkan 3asyarakat
a.
< 9, (,,
(8,
(5+
= &
b.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
c.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
+. Determinan !epuasan dan !eterlibatan 3asyarakat dan #teakholder
128
a.
< 8, (,,
(8,
(..
= &
b.
< 54 (,,
(8,
(()
= &
c.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
d.
< 84 (,,
(8,
(4-
= &
B. *ingkat !epuasan 3asyarakat
(. Pencapaian !epuasan 3asyarakat
a.
< 9, (,,
(8,
(5+
= &
b.
< 84 (,,
(8,
(4-
= &
c.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
+. 3engembangkan 6ubungan Baik dengan 3asyarakat dan #teakholder
a.
< 84 (,,
(8,
(5+
= &
b.
< 84 (,,
(8,
(4-
= &
c.
< ), (,,
(8,
(+5
= &
d.
< )4 (,,
(8,
(-4
= &
%ntuk menghitung nlai rata"rata persentase kualitas $awaban
responden digunakan rumus/
129
yaan per 7umlah
7awaban kualitas persentase 2umlah
tan
Adapun perincian perhitungan nilai rata"rata persentase kualitas $awaban
responden pada aspek !epuasan 3asyarakat yaitu sebagai berikut/
A. #uara 3asyarakat
< )9
)
< 544-
)
< 84 < )4 < 54 < 8, < )4 < 8, < 9+
= =
+ + + + + +
B. *ingkat !epuasan 3asyarakat
< )9
)
< 44.
)
< )4 < ), < 84 < 84 < )4 < 84 < 9,
= =
+ + + + + +
%ntuk menghitung point kategori pada aspek tingkat !epuasan 3asyarakat
digunakan rumus/
Persentase rata"rata skor kualitas 7awaban responden & poin maksimal
kategori pada aspek Tingkat %epuasan Masyarakat
A. &ancangan !er$a
)9< L .4 M -4,-4
B. Proses !er$a
)9< L., M -(,)4
%ntuk menghitung point total aspek tingkat !epuasan 3asyarakat digunakan
rumus/
2umlah point kategori A 8 7umlah point kategori B M -4,-4 N -(,)4 M 5),(,
Berikut ini ditampilkan data hasil pengukuran aspek !epuasan 3asyarakat
Berdasarkan !riteria Malcolm Baldirge di DPP!AD !ab. Dompu.
130
Tabel -.<. Penilaian Aspek Kepuasan #as4arakat Berasarkan Kriteria Malcolm
Baldirge i DPPKAD Kab. Dompu
No Point Pertan4aan
Kualitas
RataArata Point 2aBaban
(9A199:)
A !uara #as4arakat (-/:) <>: +/;+/
1 #enengarkan mas4arakat a "tea(!older
















a
Bagaimana anda mendengarkan masyarakat
dan pemangku kepentingan untuk mendapatkan
in1ormasi dan ditindak lan$uti
9+<
b
Bagaimana metode anda mendengarkan
kelompok masarakat yang berbeda, kelompok
steakholder atau segmen pasar yang bervariasi
8,<
c
Bagaimana anda mendengarkan keluhan
masyarakat da steakhloder yang pernah
menerima layanan anda untuk memperoleh
in1ormasi dan ditindak lan$uti guna
mendapatkan umpan balik dari masyarakat,
dukungan steakholder dan transaksi yang
sesuai
)4<
"
Determinan Kepuasan an Keterlibatan
#as4arakat an "tea(!older
a
Bagaimana anda menentukan determinasi
kepuasan dan keterlibatan masyarakat dan
steakhloder
8,<
b
Bagaimana metode penentuan antar kelompok
masyarakat dan steakhloder dan segement
pasar yang tepat
54<
c
Bagaimana anda memperoleh in1ormasi tentang
kepuasan masyarakat dan steakholder
)4<
d
Bagaimana anda menentukan ketidak puasan
masyarakat dan *teakholder
84<
B Tingkat Kepuasan #as4arakat (-9 Poin) <>: +1;</
1 Pen6apaian Kepuasan #as4arakat



a
Bagaimana anda mengetahui seberapa besar
tingkat kepuasan masyarakat da steakholder
terhadap pelayanan yang organisasi berikan
9,<
b
3etode apa yang digunakan oleh organisasi
untuk mengetahui dan mempela$ari tingkat
kepuasan masyaakat dan steakholder organisasi
anda
84<
c
#e$auh ini tingkat kepuasan seperti apa yang
dirasakan masyarakat terhadap pelayanan
organisasi anda
)4<
"
#embangun Hubungan Baik engan
#as4arakat a "tea(!older
a Bagaimana anda membangun hubungan baik
dengan masyarakat dan steakholder organisasi
84<
131
b
Bagaimana anda mengelola keluhan
masyarakat dan steakholder
84<
c
Bagaimana proses mana$amen kompalain yang
diberlakukan di organisasi anda dan proses
penyelesaiannya secara e1ekti1 da e1isien
),<
d
Bagaimana proses mana$amen kompalain yang
diberlakukan di organisasi anda dan berusaha
mengembalikan kepercayaan masyarakat guna
meningkatkan kepuasan masyarakat da
steakholder
)4<
Total Point 0<;19
"#mber$ data %rimer diola!
Berdasarkan pen$elasan ) aspek dalam criteria Malcolm Baldirge kemudian
digabungkan digambarkan sebagai berikut/
Tabel -.=. !kor tiap Kategori paa Aspek Malcolm Baldirge i DPPKAD Kab.
Dompu
Kategori D Item Poin
#aksimal
!kor Poin
Item
Poin
Kategori
Leaders!ip >1;+0
Pemimpin senior ), ))< 4-,44
*ata !elola dan *anggung 0awab #osial 4, )5< -),8(
In)ormasi dan Analisis /";1"
Pengukuran, Analisis dan !iner$a
7rganisasi
.4 ..< (9,)+
3ana$emen *eknlogi :n1ormasi,
Pengetahuan dan :n1ormasi
.4 )+< -+,.
"trategic planning 09;-/
Proses Pengembangan #trategi ., 59< +),55
:mplementasi #trategi .4 )-< -+,)8
"DM *oc#s -/;+1
2ingkungan !er$a ., 4-< +(,(5
!eterlibatan #D3 .4 4.< +.,(4
Mana&emen %roses 09;+>
#istem !iner$a .4 )+< -+,4+
Proses !iner$a ., ),< +),8)
Kualitas Dan Hasil Proses +"+;0/
Proses da 6asil (+, )+< 85,.,
6asil terhadap @ocus 3asyarakat 9, )-< 54,+4
6asil terhadap @ocus #D3 8, 58< 4.
6asil *erhadap @ocus !epemimpinan 8, )-< 48
6asil terhadap @ocus !euangan dan
@ocus pasr
8, )4< 5,
Kepuasan #as4arakat 0<;19
#uara 3asyarakat .4 )9< -4,-4
132
*ingkat !epuangan 3asyarakat ., )9< -(,)4
T7TAL 1999 <99;-9
Berdasarkan hasil perhitungan, skor yang didapatkan oleh DPP!AD adalah ),,,.,.
6al ini berarti penilaian kiner$a DPP!AD !abupaten dompu berdasarkan criteria
Malcolm Baldrige mendapat predikat e&cellent dan termasuk dalam kategori .ndustry
-eader. .ndustry -eader berarti DPP!AD berada dalam posisi memimpin di sektor
pelayanan Publik di !abupaten Dompu.
#ecara umum kiner$a DP!!AD belum baik terlihat dari kesen$angan antara realitas
dengan harapan. Beberapa kategori $uga masih terlihat kesen$angan yang cukup tinggi
yaitu pada sub kategori pengukuran, analisis dan kiner$a organisasi dan pada kategori
1ocus #D3. 7leh karena itu perbaikan perlu diutamakan pada kategori tersebut.
6asil penelitian tersebut didukung $uga oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh
!uspi$ani (+,(, tentang pengukuran kiner$a sistem penyelenggara program
pendididkan berdasarkan MBNQA. *u$uh kriteria/kategori MBNQA yang akan
dipergunakan untuk menilai yaitu kriteria ( +-eadership, kriteria + (*trategic
Planning,! kriteria - (*tudent and *takeholder 'ocus, kriteria . (.nformation and
Analysis,! kriteria 4 ('aculty and staff 'ocus,! kriteria 5 (5ducational and *upport
Process Management dan kriteria ) (1rgani3ational Performance 0esults, skor yang
didapatkan adalah 8,,,(,. 6al ini berarti penilaian kiner$a berdasarkan criteria Malcolm
Baldrige mendapat predikat e&cellent dan termasuk dalam kategori .ndustry -eader.
Dari hasil pengukuran diberikan rekomendasi yang diberikan berkaitan dengan
1rgani3atioal and Performance 0esult, khususnya pada #ub !ategori 'aculty and *taff
0esult dan -eadership and *ocial 0esponsibility 0esult= nilai kategori terendah pada
133
kategori . sehingga rekomendasi yang diberikan berkaitan dengan .nformation and
Analysis, khususnya #ub !ategori Analysis of 1rgani3ational Performance.
6al serupa $uga di lakukan oleh #inggih (+,,8 yang menggunakan kriteria
Malcolm Baldrige National Quality Award untuk !riteria Pendidikan sebagai salah satu
model pen$aminan mutu perguruan tinggi. 'amun, rangking kriteria ditentukan
berdasarkan stakeholder dengan Analytic Network Process, selan$utnya dilakukan
rekomendasi perbaikan berdasarkan ranking yang didapatkan. Penelitian ini
menghasilkan ranking yang tertinggi yaitu kriteria 0esults dan ranking terendah yaitu
kriteria *takeholder 'ocus! 6asil tersebut menun$ukkan bahwa kiner$a $urusan adalah
emerging education leade. #ecara kesulurhan skor yang didapatkan adalah ).,,5,. 6al
ini berarti penilaian kiner$a yang dilakukan berdasarkan criteria Malcolm Baldrige
mendapat predikat e&cellent dan termasuk dalam kategori .ndustry -eader &ekomendasi
untuk kriteria terendah yang sesuai dengan kondisi $urusan P adalah meningkatkan
target %ey Performance .ndicator untuk indikator penelitian dosen dan indikator
pelayanan administrasi dengan membuat dokumen standar pelayanan.
Didukung $uga oleh penelitian 6arsono dkk (+,,9 yang mengangkat tentang
implementasi pengukuran kiner$a yang integritas terhadap tiga 1akultas berdasarkan
Malcolm Baldrige )riteria 'or Performance 5&cellence +MB)'P5, 5ducation )riteria
yang di usulkan berdasarkan ) kriteria yang meliputi organisasi, oprasi dan hasilnya.
#kor yang didapatkan adalah 58,,8,. 6al ini berarti penilaian kiner$a yang dilakukan
berdasarkan criteria Malcolm Baldrige mendapat predikat e&cellent dan termasuk dalam
kategori .ndustry -eader 3odi1ikasi yang di usulkan adalah pada pengumpulan data
untuk pro1il organisasi pembuatan deskrpsi diri dan cara untuk melakukan scoring
seperti dalam 3BC1PE 5ducation )riteria penilaian terhadap kriteria ("5 di lakukan
berdasarkan approuch, deplypment! learning intigration (AD2i, sedangkan penilaian
134
hasil kriteria no ) di lakukan berdasarkan level!trend coorprtion and linkage (6C2i.
:mplementasi score AD2: dan 2*C2i di rinci masing"masing men$adi 5 level, dan
penilian score terakhir di dasarkan atas level yang di peroleh. Apabila ter$adi perbedaan
hasil pada AD2i dan 2*C2i dalam suatu kategori maka di lakukan penyesuaian score
#elan$utnya menentukan hasil kiner$a di lakukan berdasarkan scoring
descreptionsMalcolm Baldrige hasil penilaian terhadap ketiga 1akultas menghasilkan
nilai yang cukup berbeda dan dapat di pakai untuk menentukan prioritas perbaikan.
-.-. Rekomenasi Hasil Analisis an Penilaian Kiner&a Pengelolaan Keuangan Daera'
Paa DPPKAD Kabupaten Dompu #enggunakan Malcolm Baldrige
Pada era re1ormasi saat ini, 1enomena pengukuran keberhasilan pengelolaan
keuangan daerah yang hanya menekankan pada input bukan pada hasil ker$a +output,
banyak mendapat sorotan ta$am dari berbagai pihak. 7leh karena itu di pertimbangkan
untuk memperbaiki indikator keberhasilan suatu instansi pemerintah agar lebih
mencerminkan kiner$a sesuangguhnya.
3odul #osialisasi #istem Akuntabilitas !iner$a :nstansi Pemerintah (+,,,
di$elaskan bahwa/
*ingkat keberhasilan suatu instansi pemerintah harus memperhatikan seluruh
aktivitas. *ingkat keberhasilan harus diukur tidak semata"mata kepada input dari
program instansi tetapi lebih ditekankan kepada output, proses, man1aat, dan
dampak dari program instansi tersebut bagi kese$ahteraan masyarakat. 3elalui
suatu pengukuran kiner$a, keberhasilan suatu instansi pemerintah akan lebih di lihat
dari kemampuan instansi tersebut berdasarkan sumber daya yang dikelolanya untuk
mencapai hasil sesuai dengan rencana yang telah dituangkan dalam perencanaan
strategis.
3engukur tingkat keberhasilan suatu instansi pemerintah sangat di butuhkan
adanya indikator yang $elas oleh stakeholders. :ndikator kiner$a adalah ukuran kuantitai1
dan / atau kualitati1 yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tu$uan
yang telah ditetapkan. 7leh karena itu indikator kiner$a harus merupakan sesuatu yang
135
akan di hitung dan diukur serta digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat
tingkat kiner$a, baik dalam tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, maupun tahap setelah
kegiatan selesai. Dengan demikian, tanpa adanya indikator kiner$a, sulit bagi kita untuk
menilai tingkat keberhasilan dan ketidak berhasilan kebi$aksanaan maupun program suatu
instansi pemerintah. Dengan indikator kiner$a, suatu organisasi mempunyai wahana yang
$elas bagaimana dia dikatakan berhasil atau tidak berhasil di masa yang datang. :ndikator
kiner$a suatu organisasi hendaknya dapat di pahami secara baik oleh mana$emen maupun
stakeholders, terutama direct users.
:ndikator dan pola pikir yang relati1 sama maka penilaian keberhasilan diharapkan
menggunakan kriteria yang sama $uga sehingga lebih obyekti1. :ndikator kiner$a instansi
pemerintah semestinya tidak hanya di pahami pe$abat atau aparatur instansi pemerintah
+public servants,! namun $uga penting bagi pihak lain seperti legislati1, investor, kreditur,
institusi internasional, pengamat, dan $uga masyarakat umum. 0adi dengan adanya
indikator yang $elas maka menciptakan konsensus berbagai pihak baik internal maupun
eksternal untuk menghindari kesalahan interpretasi selama pelaksanaan program dan
dalam menilai keberhasilan suatu instansi pemerintah. !iner$a instansi pemerintah
bersi1at multidimensional. Dalam arti, tidak ada indikator tunggal yang dapat di gunakan
untuk menun$ukkan tingkat keberhasilan secara komprehensi1 untuk semua $enis instansi
pemerintah. :ndikator kiner$a yang dipilih sangat tergantung pada 1aktor kritikal
keberhasilan yang telah diidenti1ikasi.
#eluruh #!PD di lingkup Pemerintah !abupaten Dompu merupakan instansi
pemerintah yang bertu$uan melayani masyarakat. *u$uan organisasi seperti ini adalah
serupa dengan tu$uan instansi pemerintah pada umumnya yaitu kepuasan bagi
stakeholder9s eksternal yang menyediakan sumber daya bagi organisasi. 'amun seperti
kebanyakan organisasi nirlaba lainnya, identi1ikasi stakeholder9s eksternal lebih rumit
136
daripada organisasi bisnis. Pelanggan bagi organisasi nirlaba $uga memiliki tuntutan yang
lebih kompleks dan harapan yang selalu berkembang. !ondisi ini menyebabkan kriteria
tingkat keberhasilan !antor Pemadam !ebakaran dipahami dan diinterpretasikan secara
tidak #ama oleh pihak mana$emen maupun para stakeholder9s eksternal.
Berdasarkan hasil wawancara pengukuran kiner$a pengelolaan keuangan daerah di
DPPA!D !abupaten Dompu dengan metode Malcolm Baldrige $ang di$abarkan dalam )
kriteria yaitu !epemimpinan +leadership,, perencanaan strategi (strategic planning,,
in1ormasi dan analisis (information and analysis,, sumber daya manusia +human
resource focus,! mana$emen proses +proses managemen,! !ualitas dan 6asil Proses
7perasional +(uality and operating result,! kepuasan pelanggan +customer satisfaction,
Adapun hasil rekomendasai Peningkatan !iner$a Pengelolaan !euangan Daerah Daerah
Pemerintah !abupaten Dompu3enggunakan Malcolm Baldrige di $abarkan pada point
dibawah ini.
Berdasarkan hasil *trength dan 7@: atau 1pportunity 'or .mprovement untuk
masing"masing kriteria, dapat di buat rekomendasi umum bagi Pemerintah !abupaten
Dompu yang dapat di $adikan bahan pertimbangan dan masukan untuk memperbaiki
kiner$a. &ekomendasi tersebut diantaranya/
(. !riteria !epemimpinan.
a. Pemimpin senior sebaiknya mampu mengarahkan karyawan untuk
mengenal visi yang organisasi emban baik melalui papan visi dan misi, Buletin,
dan sebagainya.
b. Pimpinan perlu lebih mengarahan pengembangan $aringannya agar selaras
dengan visi perusahaan. #ebaiknya dilakukan perencanaan $uga terhadap
pengembangan $aringannya yang disesuaikan dengan visi perusahaan. #elain itu
137
pimpinan $uga sebaiknya mengevaluasi deployment visi dan misinya serta gaya
kepemimpinannya, apakah sudah dilakuan secara e1ekti1 dan tepat.
+. :n1ormasi dan analisis
a. Perlu adanya perubahan paridgma pada sistem penggunaan penyampaian
in1romasi dengan meman1aatkan #istem teknologi in1ormasi yang lebih inovati1
b. Penyiapan #D3 yang mampu menggunakan sistem in1ormasi dan
teknologi komputerisasi dan internet
-. !riteria Perencanaan #trategis
a. 7rganisasi sebaiknya mengevaluasi *trength, 4eakness, 1pportunity, dan
Threatnes, karena lingkungan selalu berubah setiap saat.
b. 7rganisasi sebaiknya perlu menyusun pendekatan dalam menetukan
tantangan dan keuntungan strategisnya, serta di sebarluaskan keseluruh unit
ker$a. #etiap penyusunan strategi dan program ker$a yang di lakukan harus
men$awab tantangan yang dihadapi.
.. @okus #D3
a. 7rganisasi sebaiknya melakukan bencmarking mengenai sistem penilaian kiner$a
karyawan.
b. Perlu adanya sistem reward bagi pegawai yang berperstasi dan punisment (sanki
bagi pegawai yang melalukan pelanggaran baik administrati1 maupun
tupoksional
4. 3ana$emen Proses
138
a. Perlu adanya penetapan standar penilaian kiner$a yang baku dan
komprehensi1 kaitannya dengan pengelolaan keuangan daerah di !abupten
Dompu
b. Perlu adanya evaluasi kiner$a di DPP!AD !abupaten Dompu secara
berkala dan berkesinambungan
5. !ualitas dan 6asil Proses 7perasional
a. Perlu adanya audit kiner$a pada DPP!AD oleh lembaga yang berkompten
guna melihat orentasi sasaran kiner$a DPPA!D !abupaten Dompu
b. 7rientasi sasaran !iner$a perlu di arahkan dari orentasi penggunaan
$umlah alokasi anggaran men$adi kiner$a yang berorentasi pada kepuasan
masyarakat
). @okus pada Pelanggan
a. 7rganisasi sebaiknya melakukan survei terhadap kepuasan masyarakat
melaui surey indek kepuasan 3asyarakat (:!3 atau dengan menyediakan kotak
keluhan di DPP!AD !abupaten Dompu
139
BAB ?
KE!I#PULAN; !ARAN; KETERBATA!AN PENELITIAN DAN ARAH
PENELITIAN KE DEPAN
/.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan rekomendasi Penelitian tentang APenilaian !iner$a
Pada Pengelolaan !euangan Daerah dengan Pendekatan Malcolm Baldrige di DPP!AD
!abupaten Dompu, maka ditarik kesimpulan sebagai berikut/
(. Dimensi kepemimpinan telah lama men$adi ka$ian yang menarik terutama terhadap
keberhasilan kepemimpinan dalam suatu organisasi. !ompetensi kepemimpinan dapat di
ketahui dari keberhasilan seseorang dalam kepemimpinannya bagi pencapaian tu$uan
organisasi. #eorang pemimpin aparatur di tuntut harus mampu membawa organisasi
publik yang dipimpinnya memberikan pelayanan yang berkualitas, prima,
berakuntabilitas atas kiner$a yang di capai organisasinya. Di DPP!AD !abupaten
Dompu pemimpin hanya sedikit yang mengadopsi gaya kepemimpinan trans1ormasional
+. #istem in1ormasi dan teknologi yang berlaku di Pemkab Dompu belum sistematis,
sehingga perlu perbaikan dan pembenahan agar capaian kiner$a secara keseluruhan dapat
terukur. peman1aatan *eknologi :n1romasi dalam pengelolaan keuangan daerah. 3asih
banyak kendala"kendala yang dihadapi sector publik seperti #D3 yang masih kurang,
penempatan #D3 yang tidak pada bidangnya, sehingga kiner$a pengelolaan keuangan
daerah sering diragukan akuntabilitas dan ketepatannya
-. !endala utama pada sector public adalah belum ditun$ukkan adanya acuan yang $elas
bagaimana organisasi menentukan tantangan dan keuntungan strategisnya. *erlihat belum
adanya upaya yang baik dari organisasi untuk mengevaluasi dan menyebarluaskan hal"hal
yang men$adi tantangan dan keuntungan strategisnya. *etapi di DPP!AD !abupaten
140
dompu sudah adanya upaya inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah !abupaten Dompu
dalam pembuatan perencaaan #trategis (restra dan lakip dengan milbatkan seluruh unit
organisasi dalam hal ini #!PD seluruh !abupaten dompu guna menghasilkan renstra dan
lakip yang berkompeten
4. Pengembangan karyawan di lakukan dengan mengikutsertakan karyawan dalam program"
program pelatihan dan pengembangan. !eterbatasan #umber Daya 3anusia (#D3
men$adi salah satu kendala dalam peningkatan kiner$a sektor publik, bigitu $uga yang
dihadapi oleh pemerintah kabupaten Dompu. lingkup pemerintahan !abupaten Dompu
dan sektor publik pada umumnya tidak diberlakukannya sistem reward bagi pegawai yang
berperstasi dan punismen (sanki bagi pegawai yang melakukan pelanggaran baik secara
administrati1 maupun secara tupoksional peker$aan yang dilakukannya
4. Pengukuran kiner$a dengan indikator proses dan analisis dalam mana$emen proses kunci
pelayanan publik secara umum dan di Pemkab Dompu belum dilakukan. 6al ini harus
men$adi perhatian bagi Pemkab Dompu, karena aktivitas pengukuran ini perlu dilakukan
pada awal dalam proses untuk meminimalkan masalah. #tandar kiner$a $uga harus
ditetapkan untuk mengukur pencapaian kiner$a dan melakukan tindakan perbaikan sesuai
spesi1ikasi perancangannya
5. Adanya peran pemimpin puncak yang kreati1 dan inovati1 serta dukungan Pemda dalam
hal kebi$akan dan sumber daya untuk operasionalisasi Pemkab Dompu, merupakan
langkah awal untuk pengembangan ke arah perbaikan dan mempertahankan eksistensi
Pemkab Dompu sebagai lembaga pemerintah dalam memberikan pelayanan publik.
). !epuasan pelanggan dievaluasi melalui suara pelanggan yang masuk ke organisasi.
Pengukuran kepuasan pelanggan tidak diukur berdasarkan kelompok produk, pelanggan
dan segmen pasar organisasi. 7rganisasi $uga tidak melakukan benchmarking terhadap
141
data tingkat kepuasan pelanggannya milik pesaing ataupun organisasi lainnya yang
menyediakan produk dan layanan se$enis
/.". !aran Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dia$ukan saran, antara lain/
(. 3etode Malcolm Baldrige seharusnya memiliki petun$uk secara teknis agar dapat
diterapkan oleh berbagai kalangan.
+. Penggunaan sistem Purposive dalam penentuan sampel (in1orman sebagai sumber
in1ormasi dalam peneltian ini masih terbatas karena hanya menggunakan in1orman
dari instansti"instansi yang dianggap berkaitan dengan $udul penelitian, sehingga
setiap #!PD di bawah Pemerintahan !abupaten Dompu belum dapat terwakili.
/.+. Keterbatasan Penelitian
Berkaitan dengan penelitian yang dilakukan terdapat beberapa keterbatasan yang
melingkupinya.
(. 6asil penelitian ini terbatas hanya pada pembahasan mengenai Penilaian !iner$a
pada Pengelolaan !euangan Daerah !abupaten Dompu dengan pendekatan Malcolm
Baldirge tanpa adanya penguraian teknis secara detail penggunaan metode tersebut.
+. :n1orman dalam penelitian hanya terbatas pada pegawai DPP!AD !abupaten
Dompu sehingga hasil penelitiannya terkesan sub$ekti1 karena hanya melihat dari
satu sudut pandang.
/.-. Ara' Penelitian Ke Depan
#tudi ini memiliki arah kedepan yaitu sebagai berikut/
(. Dimasa datang diperlukan
perubahan pendekatan pengukuran kiner$a pengelolaan keuangan daerah, dari
pendekatan yang berorientasi pada banyaknya penggunaan alokasi anggara men$adi
paradigma yang berorientasi pada kepuasan dan kese$ahteraan masyarakat.
142
+. Penelitian ini diharapkan sebagai
bahan pembanding dan masukan kepada #!P!D yang berkaitan langsung dengan
pengelolaan !euangan daerah yaitu DPP!AD !abupaten Dompu. Diharapkan hasil
penelitian ini dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran tentang evaluasi kiner$a
pengelolaan keuangan daerah dengan metode Malcolm Baldrige
-. 6asil penelitian dapat
memberikan pemahaman kepada Pemerintah Daerah tentang kondisi pengelolaan
keuangan daerah Dompu saat ini, sehingga dapat mendorong Pemerintah Daerah
untuk segera membuat aturan dan standar pengukuran kiner$a pengelolaan keuangan
darah dan membuat aturan tentang pemberian reward dan punishment bagi seluruh
pegawai yang ada di lingkungan #!P!D !abupaten Dompu
143
DA,TAR PU!TAKA
Abdullah , 2eonardo, :rvan. +,,5. Analisis Asset #aerah Pemerintah %abupaten *lemen
*esis. @E%>3 Kogyakarta
A.6.3aslow, Motivasi and Personality ed. !etiga. &.D.@idan (eds (99). Di adaptasi
dengan i;in pearson Education, :nc,%pper #addel &iver,'ew 0ersey.
.
Ari1in (+,,4. Peran Akuntan #alam Menegakkan Prinsip Good )orporate Pada
Perusahaan #i .ndonesia + Tin7uan Perspektif Teori *tewardship,k 3agister
3ana$emen %ndip #emarang.
Aryani, A. +,,8. 5valuasi .mplementasi *tandar Akuntansi Pemerintahan pada
*ekertariat 2endral #epartemen /ukum dan /AM 0. *esis #+ universitas :ndonesia.
Aritonang, A. +,,9. 'aktor"faktor Pedukung %eberhasilan Pererapan Peraturan
Pemerintah No:; Tahun :<<= Pada Pemerintah %abupaten -abuhan Batu. #kripsi #:
%#%, 3edan
A;har. +,,) 'aktor"faktor yang Mempengaruhi %eberhasilan Penerapan Permendagri
No>? tahun :<<@ pada Pemerintah %ota Banda Aceh*esis #+ Program Pasca #ar$ana
%niversitas :ndonesia. 0akarta.
A;i; A;har. +,,8. !iner$a 7rganisaasi/ Penerapan Malcolm Baldrige di pemerintahan.
Bastian, :ndra. +,(,. Akuntansi *ektor Publik Edisi ke tiga. Erlangga.
Bata1or, >reogorius >ehi Batator. +,((. 5valuasi %iner7a %euangan dan Tingkat
%ese7ahteraan Masyarakat %abupaten -embata Provinsi NTT *esis Program Pasca
#ar$ana %nviversitas %dayana.
Bernardin dan &ussell, (998. /uman 0esource Management *econd 5dition
*ingaporeA 3c>raw"6ill.
Burrel, >. dan 3organ, >. ((9)9. *ociological Paradigms and 1rgani3ational AnalysisA
5lements of *ociology of )orporate -ife. 6einemann Educational Books 2td. 2ondon.
Dewantara. Bayan >ede #uharta. 3uhammad Ali, dan :ndrianty #udirman. +,,8.
5valuasi %iner7a .nisiatif Mana7emen Pemeliharaan Menggunakan %riteria Malcolm
Baldrige +*uatu Pendekatan %ualitatif"5valuatif,/
http///unhas.academia.edu/:ndrianty#udirman.
Duncan, B,0., >inter, P. 3., #wayne, 2. E., (995. *trategic Management of /ealth )are
1rgani3ations *econd 5dition Blackwell Business Publishers .nc )ambridge
Massachusetts
Ekawarna, #hita %n$aswati. +,,9. Pengukuran !iner$a Anggaran Pendapatan dan Belan$a
Daerah Pemerintah Daerah !abupaten 3uaro 0ambi. 2urnal )akrawala Akuntansi
144
@acru;;aman dan 'orman. +,(,. .mplementasi sistem Pengukuran %iner7a *%P# di %ota
Bengkulu #imposium 'asional Akuntansi P::: Purwokerto.
>asper;, Dincent. +,,). G5 4ay and Malcolm Baldrige )riteria for
Performance5&cellence. >ramedia Pustaka %tama, 0akarta
6ardhismart. +,,9. Consulting/ !riteria Malcolm Baldrige di :ndonesia/
http///hardhismart"consulting.blogspot.com/+,,9/,)/kriteria"malcolm"baldrige"di"
indonesia.html.
6aris, A., +,,4. Pilar 1rganisasi Bnggul .mplementasi %riteria Baldrige untuk
Meningkatkan %iner7a 1rganisasi. P*>ramedia Pustaka %tama. 0akarta.
6aliah. (+,,-. %emampuan Mene7emen %ualitas 2asa Auditor!5fektifitas!Pengendalian
.ntern! #an %ualitas .nformasi -aporan %euangan *esis Ekonomi. %niversitas >a$ah
3ada. 0o$gakarta.
6endra, >unawan. +,,.. *tudi tentang kendala teknologi inforamsi dan analisis di
indonesia 0urnal +,,..
6arsono, &ukmi Ambar. Ari$anto, #ugih. +,,9. Metode Pengukuran %iner7a 'akultas
dengan menggunakan pendekatan Malcolm Baldrige )riteria 'or Performance
5&cellen +5ducation )ritical, 7urusan teknik .ndustri (*esis :*E'A# Bandung,
6alpiah. +,(-. .mplementasi prinsip"prinsip coperative governace +)G), dan Total
Quality Mnagement +TQM , di BPB22"Mataram*esis Pasca sar$a %niversitas 3ataram.
6ehanusa, 3aria. +,(,. Pengaruh partisipasi penggaran terhadap kiner7a aparatA
integrasi variabel intervening dan variabel moderating pada pemerintah kota Ambon
dan kota *emarang *esis program pasca sar$ana universitas diponegoro. #emarang.
0ansen. >&, #olberg,DP, and Qorn,*#.(99+. #imultanneos Determinations 71 :nsider
7wnership, Dept, and Deviden Policeles. 2ournal 1f 'inansial Aand Quantitatif
Analysis
0uniati, Anak Agung Ayu. +,(+. Analisis kiner7a pengelolaan kerasipan badan
perpustakaan dan dokumentasi kota #enpasar *esis Program #tudi :lmu Ekeonomi
Pasca #ar$ana %dayana Denpasar.
!uspi$ani. :ndung #udarsono. +,(,. Pengukiran %iner7a 'akultas Teknik Bniversitas
Bhayangkara *urabaya +BBA/A0A, *urabaya #engan Menggunakan %riteria
Malcolm Baldrige/ http///digilib.its.ac.id/:*#"3aster"-(,,,(,,-94.5/985),
!urinawati, 2ely. +,(,. Pengaruh Gaya %epemimpinan!%epuasan ker7a dan motivasi
ker7a Mana7er Pada PT Pos .ndonesia *urabaya. #kripsi @akultas Ekonomi
Pembangunan 'asional ADE*E&A'H 0awa *imur.
!uswarno, Engkus. +,,9. Metodologi Penelitian %omunikasi 'enomologi +%onsepsi!
Pedoman! dan )ontoh Penelitian,. Bidya Pad$ad$aran. Bandung.
145
!irk, 0arome dan 3arc 2. 3iller, (985 0eliability and Calidity in Qualitatif 0esearch, Col
>, Beverly 6ills/ #age Publication.
3ardiono, 2isa. +,,+. Perencanaan *trategi 1rganisasi Melalui Penetapan Prioritas
%riteria %ompetitif Berdasarkan Pengukuran %iner7a dengan Malcolm Baldrige
National Quality Award Pada PT *uperindo 2aya Makmur http///:*# 2ibrary.com
R+( 3ei +,,8S
3awarni, #ella +,((. Teori %ritis 2urgen /abermas !uliah e"learning.blogspot.com
3oleong. 2eLy 0. +,(+. Metodologi Penelitian %ualitatif. Edisi &evisi. &ema$a
&osdakarya. Bandung.
3utira, 'imas Ayu. +,(,. Pengaruh Motivasi! %epemimpinan! dan %epeuasan %er7a
Terhadap Mana7erial pada PT *emen Gersik . #kripsi @akultas Ekonomi %niversitas
Pembangunan 'asional. 0awa *imur.
'o"rie/ +,(, 3akalah Balance #corecard dan 3alcolm Baldridge/ http///no"riechan"no"
rie.blogspot.com/+,(,/(,/makalah"balanced"scorcard"n"malcolm.html.
Palimirma/ 3encapai Per1ormance *erbaik Dengan 3enggunakan 3etode Malcolm
Baldrige/http://vibizmanagement.com/jo!na"/in#e$/catego!%/&a"it%'managem
ent/125, +,((.
Peraturan Pemerintah 'omor )( *ahun +,(, *entang #tandar Akuntansi Pemerintah.
Peraturan Pemerintah 'omor 48 *ahun +,,4 *entang Pengelolaan !euangan Daerah
Peraturan Pemrintah 'omor (,4 *ahun +,,, *entang Pengelolaan Dan Pertanggung
0awaban Daerah
Purwaningrum, #rinani. T7ah7ono %unt7oro :<<D 5valuasi %iner7a 0*B %abupaten
Brebes #engan Pendekatan The Malcolm Baldrige National Quality Award Tahun
:<<@. BP# 'omor (4, 7ktober. !3P! %>3.
Popa, Brindusa 3aria. +,(+. *he &elationship Between 2eadership E1ektiveness and
7rgani;ational Per1ormance. 2ournal of #efense 0esources Management vol. -. :ssue
((./ (+-"(+).
Picolo, &onald @., &ebecca >reenbaum,Deanne '. Den 6artog, &obbert @olger.+,(,. *he
&elantioship Between Ethical 2eardership and Core 0ob Characteristics. 2ournal of
1rgani3ational Behavior -(/ +49"+)8
Prassetio, :rwan. +,,(. Mengukur %iner7a Pengelolaan Perkootaan #engan Metode
Malcolm Baldrige *esis Ekonomi %ndip #emarang.
146
&ahayu, #ri, %nti 2udigdo dan Didied A11andy. +,,). *tudi 'enomenologis Terhadap
Proses Penyusunan Anggaran #aerah Bukti 5mpiris #ari *atu *atuan %er7a
Perangkat #aerah #i Provinsi 2ambi. #imposium Akuntansi 'asional P.
&ahrd$o, Budi. +,,(. Pergolakan informasi di indonesia akan sia"siaE !oran tempo.
*anggal akses 4mei +,(-.
&ita, meriswa.+,,9. *eori 3ana$emen Proses pada pemerintah Daerah. Artikel 5konimi
&obbins, P. #thephen. 0uge.*imoty.A. +,,).Perilaku 1rganisasi organi3ational
BehaviorEdisi &evisi. #alemba Empat.0akarta
&ohman, Abdul. +,,). Pengaruh Peran 3ana$erial Pengelolaan !euangan Daerah Dan
@ungsi Pemeriksa interen *erhadap !iner$a Pemerintah Daerah (survei pada pemerintah
Daerah / pemerintah kota dan provinsi 0awa *engah 2ournal 3A!#:.+,,).
#ad$iarto, Ar$a. +,,,. Akuntabilitas dan Pengukuran !iner$a. 2urnal Akuntansi F
%euangan, Dol. + 'o. +, 'opember.
#aputra, #igit Adri. +,(,. Pengaruh %ompensasi! %epuasan %er7a! dan Motivasi kera7a
terhadap %iner7a Pegawai Bagfian akuntansi pada 1rganisasi Bmum di *urabaya
dan *idowar7o #kripsi. #ekolah *inggi :lmu Ekonomi Perbanas #urabaya.
#aputra, Ade Kolardi. +,,8. 5valuasi %iner7a PT Balai Pustaka +P50*501,
Menggunakan Pendekatan Malcolm Baldrige )riteria 'or Performance 5&elancce
*ebagai Bpaya Perbaikan %iner7a #kripsi Ekonomi. :nstitut Pertanian Bogor.
#anapiah, A. A;is. +,(+. #imensi %epemimpinan Aparatur #alam Perspektif Pelayanan
Publik A Bulding Trust Artikel Ekonomi.
#awar$ono, *hi$pohadi. +,,4. Bahasa Akuntansi #alam Praktek A *ebuah *tudi )ritical
Accounting *tudy *esis Ekonomi. %niversitas Airlangga #urabaya.
#etiawan, Agus. +,(,. B)G Matri& dan Malcolm Baldridge Badan Pendidikan dan
Pelatihan !euangan #ekolah *inggi Akuntansi 'egara.
#inggih, 3oses 2/ +,,8. Penilaian %iner7a *uatu 2urusan #engan %riteria Malcolm
Baldrige National Quality Award dan Penentuan 0angking Menggunakan Analytic
Network Proces/ http///www.its.ac.id/personal/showTpublikasi.phpOidM-8.-.
#oe1ira, A0 Edin. +,,4. 0eformasi Pengelolaan Anggaran Negara *istim Penggaran
Berbasis %iner7a. Pustaka #inar 6arapan 0akarta.
#ubarsono. +,,8. Analisis %ebi7akan Publik! %onsep!Teori dan Aplikasi, Pustaka Pela$ar,
Kogyakarta.
#ugiyono, +,(-. 3etode Penelitian !uantitati1 !ualitati1 dan &UD. Al1abeta/Bandung
147
#ukarman, 3uhammad. +,((. %endala"%endala Gang #ihadapi Pemerintah #aerah
#alam Memperoleh Predikat Bn(ualified 1pinion Pada Pemerintah #aerah
%abupatenH%ota Propinsi Nusa Tenggara Barat (*esis %niversitas 3ataram.
#upiatin. +,(+. 'aktor"faktor Gang Mempengaruhi %iner7a Aparatur Pengelolaan
%euangan #i Bniversitas Mataram. (*esis %niversitas 3ataram.
#uwardika, : 'yoman. +,((. Analisis %iner7a 1rganisasi *ektor Publik Menggunakan
Balance *corecardA *tudi Pada Badan dan Pelatihan Provinsi 2awa Timur *esis
Program 3agister Akuntansi Pasca #ar$ana @akultas Ekonomi %nviversitas Brawi$aya
#ukaningrum, *antriani. +,(+. Analisis faktor"faktor yang mempengaruhi kualitas
informasi dan laopran keuangan pemerintah #aerah + studi empiris pada
pemerintah kabupaten dan kota *emarang, #kripsi@akultas Ekonomi %niversitas
Diponegoro.
*an$ung, Adulah 6a1i;. +,,9. Peneta Basahaan #an Akuntasi %euangan #aerah Bntuk
*%P# #alemba Empat. 0akarta,
*$iptono dan Diana Anastasia. +,,-. Total Quality Management 5disi revisi Penertbit
Andi, Kogyakarta.
Digoda, Eran dan >adot. +,,). 2eardership #tlye,7rgani;ational Politics, and Employees
Per1ormance/ an Emperical ELamination o1 *wo Competing 3odels. Personel
0eview Dol. -5 'o 4/ 55("58-.
%lum, :hyaul 3.D. +,,9. Audit *ektor Publik P*. Bumi Aksara. 0akarta.
%ndang"%ndang &epublik :ndonesia 'o. ( *ahun +,,. tentang Pembendaharaan 'egara
%ndang F%ndang &epublik :ndonesia 'o. (4 *ahun +,,. tentang Pemeriksaan *anggung
0awab !euangan 'egara
%ndang" %ndang &epublik :ndonesia 'o. () *ahun tentang !euangan 'egara

%ndang" %ndang &epublik :ndonesia 'o. +4 *ahun +,,4 tentang Pelayanan Publik
%ndang"%ndang &epublik :ndonesia 'o. ++ *ahun (999 tentang Pemerintah Daerah
%ndang" %ndang &epublik :ndonesia 'o. -+ *ahun +,,. tentang Pemerintah Daerah
%ndang"%ndang &epublik :ndonesia 'o. -- *ahun +,,. tentang Perimbangan !euangan
Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
Bidyantoro, Ari Eko. +,,9. .mplementasi Performance Based BudgetingA *ebuah %a7ian
'enomenologis +*tudi %asus pada Bniversitas #iponegoro,. Program Pasca
#ar$ana 3agister Akuntansi %niversitas Diponegoro.
Kuhertina, :ndra Bati. +,,8. Paradigma PositivisA *ebuah Tin7auan 5pistemologi
Penelitian 5konomi %P' ADeteranH 0awa *imur.
148