Anda di halaman 1dari 31

TEORI EKONOMI MIKRO

Defenisi Ilmu Ekonomi Oleh Prof. P. A. Samuelson


Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individu-individu dan
masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan
menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan
dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan
mendistribusikannya untuk kebutuhan komsumsi, sekarang dan di masa
datang, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat.
Ilmu Ekonomi terbagi dua, yaitu : ekonomi mikro dan makro.
Ekonomi mikro yaitu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari bagian-bagian
kecil ekonomi seperti perilaku individu-individu, perilaku konsumen, perilaku
produsen, harga, dll.
Ekonomi makro yaitu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari keseluruhan
perekonomian baik suatu negara / daerah seperti inflasi, kemiskinan, neraca
pembayaran.
Masalah Pokok Perekonomian
Adanya kelangkaan atau kekurangan akibat ketidakseimbangan antara
(i) kebutuhan masyarakat dengan (ii) faktor-faktor produksi yang tersedia
dalam masyarakat.
Disatu pihak keinginan masyarakat relatif tak terbatas sementara dilain
pihak sumber-sumber daya atau faktor-faktor produksi yang dapat digunakan
untuk menghasilkan barang tersebut relatif terbatas.
1
Faktor-faktor poduksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam
atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi
barang-barang dan jasa-jasa.
1. Tanah dan sumber alam meliputi tanah, berbagai jenis barang tambang,
hasil hutan.
2. Tenaga kerja meliputi jumlah maupun keahlian/keterampilan
3. Modal
4. Keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan
mengembangkan berbagai kegiatan usaha.
Teori Permintaan dan Kurva Permintaan
Beberapa Penentu Permintaan :
1. Harga barang
2. Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut.
3. Pendapatan RT dan pendapatan rata-rata masyarakat.
4. Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat.
5. Cita rasa masyarakat.
6. Jumlah penduduk.
7. Ramalan keadaan di masa datang.
Harga dan permintaan bahwa makin rendah harga suatu barang maka
makin banyak permintaan terhadap barang tersebut. Sebaliknya makin tinggi
harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.
2
P
P
2
P
1

Q
1
Q
1
Q
Pengaruh Faktor Lain Selain Harga Terhadap Permintaan
1. Harga barang lain
Hubungan antara sesuatu barang dengan berbagai jenis-jenis barang
lainnya dapat dibedakan kepada tiga (3) golongan, yaitu:
i : barang lain itu merupakan pengganti
ii : barang lain itu merupakan pelengkap
iii : kedua barang tidak mempunyai kaitan sama sekali (barang netral).
Barang Pengganti
Sesuatu barang dinamakan barang pengganti kepada barang lain
apabila ia dapat menggantikan fungsi barang lain tersebut.
Kopi dan teh adalah barang yang dapat saling menggantikan
fungsinya. Seorang yang suka meminum teh selalu dapat menerima minuman
kopi apabila teh tidak ada.
Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan barang
yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah
murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan
dalam permintaan.
Barang Pelengkap
3
Apabila suatu barang selalu digunakan bersama-sama dengan barang
lainnya maka barang tersebut dinamakan barang pelengkap kepada barang
lain tersebut. Gula adalah barang pelengkap pada kopi atau teh. Karena pada
umumnya kopi dan teh yang kita minum harus dibubuhi gula.
Kenaikan atau penurunan permintaan barang pelengkap selalu
sejalan dengan perubahan permintaan barang yang digenapinya. Kalau
permintaan terhadap kopi atau bertambah begitu juga sebaliknya.
Barang Netral
Permintaan terhadap beras dan terhadap buku tulis tidak mempunyai
hubungan sama sekali, maksudnya perubahan permintaan dan harga beras
tidak akan mempengaruhi permintaan buku tulis begitu juga sebaliknya.
Pendapatan Para Pembeli
Pendapatan para pembeli merupakan faktor yang sangat penting
dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan
pendapatan selalu menimbulkan perubahan terhadap permintaan berbagai
jenis barang.
Berdasarkan sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila
pendapatan berubah maka barang dibagi menjadi 4 bagian:
1. Barang Inferior
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang
berpendapatan rendah. Jadi kalau pendapatan bertambah tinggi maka
permintaan terhadap barang inferior akan berkurang.
Contoh: ubi kayu akan diganti oleh beras jika pendapatan naik.
4
2. Barang Esensial
Barang esensial perubahan pendapatan tidak akan mengurangi atau
menambah permintaan terhadap barang esensial.
Barang esensial yaitu barang kebutuhan pokok (Sembako).
3. Barang Normal
Suatu barang dinamakan barang normal apabila dia mengalami kenaikan
dalam permintaan sebagai akibat dari kenaikan pendapatan
Contoh: televisi, atau peralatan rumah tangga.
4. Barang Mewah
Jenis barang ini dibeli apabila orang berpendapatan menengah ke atas atau
tinggi.
Contoh: motor, mobil.
Distribusi Pendapatan
Cita rasa atau selera masyarakat
Jumlah penduduk
Ramalan mengenai masa yang akan datang
Ramalan pada konsumen bahwa harga akan menjadi mahal atau tinggi
pada masa akan datang akan mendorong mereka untuk membeli lebih banyak
barang disaat sekarang.
Contoh: BBM akan dinaikkan oleh pemerintah pada tahun depan akan
mendorong masyarakat atau pengusaha untuk menimbun BBM.
Pergerakan dan Pergeseran Kurva Permintaan
5
P P
PENAWARAN
Penawaran adalah berbagai jumlah barang yang ditawarkan pada
berbagai tingkat harga tertentu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran:
1. Harga barang itu sendiri,
2. Harga barang lain,
3. Biaya produksi,
4. Tujuan perusahaan,
5. Tingkat teknologi yang digunakan.
Hukum Penawaran
Hubungan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan
menggambarkan hukum penawaran yaitu makin tinggi harga suatu barang
6
P
3
P
2
P
1
Q
1
Q
2
Q
3
Q
D
2
D
D
1
Pergerakan Kurva Permintaan
Pengaruh Harga
Pergeseran Kurva Permintaan
Pengaruh Bukan Harga
maka semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh penjual
begitu juga sebaliknya dengan asumsi Cateris Paribus ini juga bisa
digambarkan dalam kurva sebagai berikut:
Pengaruh Faktor Selain Harga Terhadap Penawaran
1. Harga barang lain
Bahwa barang-barang ada yang saling bersaingan atau bersubtitusi dan
ada barang-barang yang komplementer (pelengkap) seperti yang telah
dijelaskan di permintaan.
2. Biaya Produksi
Dibeberapa perusahaan kenaikan pengeluaran untuk memperoleh
faktor-faktor produksi akan menyebabkan biaya produksi melebihi hasil
penjualannya dan mereka mengalami kerugian. Ini dapat menimbulkan
7
P
P
3
P
2
P
1
Q
1
Q
2
Q
3
Q
S
penutupan perusahaan tersebut dan jumlah penawaran barang akan
berkurang begitu juga sebaliknya.
3. Tujuan perusahaan
Tujuan yang berbeda-beda tersebut menimbulkan efek yang berbeda-
beda terhadap penentuan tingkat produksi. Dengan demikian penawaran jua
akan berbeda sesuai tujuan yang ingin dicapai.
4. Teknologi
Kemajuan teknologi dapat mengurangi biaya produksi mempertinggi
produktifitas, mutu dan menciptakan barang-barang baru. Ini akan
mendorong kenaikan penawaran.
Keseimbangan Penawaran Danpermintaan
Terjadinya transaksi antara pembeli dan penjual dinamakan
keseimbangan harga.
8
Q
P
P
QS
1
QS
2
QS
3
S
1
S
2
S
P
Q
PE
E
Kelebihan Penawaran
Elastisitas Permintaan Dan Penawaran
Elastisitas permintaan adalah ukuran kuantitatif yang menunjukkan
besarnya pengaruh perubahan harga terhadap pengaruh perubahan
permintaan..
Manfaat Elastisitas adalah dapat menjadi indikator untuk meramalkan
kesuksesan dari kebijakan ekonomi yang dilaksanakan.
Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan:
1. Elastisitas permintaan harga,
2. Elastisitas permintaan pendapatan,
3. Elastisitas permintaan silang.
Ad. 1. Elastisitas permintaan harga adalah nilai perbandingan antara
persentase perubahan jumlah barang yang diminta dengan persentase
perubahan harga.
Ed =
Harga Perubahan Persentase
Minta Di yang Barang Jumlah Perubahan Persentase
Ed =
)/2 P (P
P P
)/2 Q (Q
Q Q
1
1
1
2 1
+

Contoh :
Diketahui : Q = 10.000
9
QE
Kelebihan Permintaan
P = 4.000
Q
1
= 15.000
P
1
= 3.000
Ed =
)/2 000 . 3 (4.000
000 . 4 000 . 3
)/2 000 . 1 (10.000
000 . 0 1 000 . 1
+

=
0!2"
0!4

3.00
000 . 1
12.00
000 .
+
=

= - 1,4
Tanda negatif menunjukkan harga dan jumlah barang yang diminta
mengalami perubahan yang berlawanan.
Nilai 1,4 berarti bahwa perubahan harga sebanyak 1% akan
menimbulkan perubahan permintaan sebanyak 1,4 %.
Jenis-jenis elastisitas permintaan harga:
1. Tidak elastis sempurna
Yaitu perubahan harga tidak akan mengubah jumlah
barang yang diminta.
2. Elastis sempurna
Yaitu berapapun banyaknya barang yang ditawarkan
oleh para penjual pada harga tersebut semua akan
dapat terjual.
10
P D
Q
P
D
Q
P
3. Elastisitas Uniter
Yaitu perubahan harga sama dengan perubahan
jumlah barang yang diminta
4. Tidak elastis
Yaitu persentase perubahan harga lebih besar
daripada persentase perubahan jumlah barang yang
diminta.
5. Elastis
Yaitu persentase perubahan harga lebih kecil daripada
persentase perubahan jumlah barang yang diminta.
Faktor yang menentukan elastisitas permintaan
1. Banyaknya barang pengganti yang tersedia. Sekiranya suatu barang
mempunyai banyak barang pengganti maka permintaannya cenderung
bersifat elastis. Maksudnya perubahan harga yang kecil saja akan
menimbulkan perubahan yang besar terhadap permintaan. Dan jika barang
itu tidak mempunyai barang penggantimaka bersifat tidak elastis.
2. Persentase Pendapatan yang dibelanjakan
Semakin besar bagian pendapatan yang diperlukan untuk membeli suatu
barang semakin elastis permintaannya.
3. Jangka Waktu Analisis
Semakin lama jangka waktu permintaan itu analisis semakin elastis sifat
permintaan suatu barang, begitu juga sebaliknya.
11
D
Q
P
Q
D
P
Q
D
Elastisitas permintaan pendapatan.
Yaitu besarnya perubahan permintaan terhadap suatu barang sebagai
akibat dari perubahan pendapatan.
Ey =
Pen#a$atan Perubahan Persentase
Minta Di yang Barang Jumlah Perubahan Persentase
Jika nilainya positif menunjukkan barang normal
Jika nilai elastisitasnya negatif menunjukkan barang inferior.
Elastisitas pendapatan dikatakan tidak elastis apabila nilai
elastisitasnya kurang dari 1 yaitu perubahan pendapatan menimbulkan
perubahan yang kecil saja terhadap jumlah barang yang diminta.
Elastisitas pendapatan dikatakan elastis apabila perubahan pendapatan
menimbulkan perubahan permintaan yang lebih besar dari pada pada
perubahan pendapatan.
Elastisitas Permintaan Silang
Yaitu besarnya perubahan permintaan terhadap sesuatu barang apabila
terjadi perubahan harga barang lain.
Ec =
% Barang Harga Perubahan Persentase
Diminta %ang & Barang Perubahan Persentase

Nilai elastisitas silang berkisar diantara tak terhingga yang negatif
kepada tak terhingga yang positif.
12
Bila barang itu bersifat komplementer nilainya negatif dan bila bersifat
subtitusi nilainya positif.
Elastisitas Penawaran
Ukuran kuantitatif yang menunjukkan besarnya pengaruh perubahan harga
terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan
Elastisitas Penawaran
Es =
Harga Perubahan Persentase
Dita'ar(an %ang Barang Jumlah Perubahan Persentase
Es =
P
P P
Q
Q ) Q
1
1

Jenis Elastisitas Penawaran


Elastisitas Sempurna,
Yaitu para penjual bersedia menjual semua
barangnya pada suatu harga tertentu
Tidak elastis sempurna
Yaitu penjual sama sekali tidak dapat
merubah penawarannya walaupun harga
bertambah tinggi.
Elastis Unifer
Yaitu perubahan harga = perubahan jumlah
barang yang ditawarkan
13
P
Q
S
P
Q
S
P
Q
S
Tidak elastis
Yaitu perubahan harga menimbulkan
perubahan yang relatif kecil terhadap
penawaran
Elastis
Yaitu perubahan harga menyebabkan
perubahan yang relatif besar terhadap
penawaran.
Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran
1. Sifat perubahan biaya
Penawaran akan bersifat tidak elastis apabila kenaikan penawaran hanya
dapat dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi, begitu
sebaliknya.
2. Jangka waktu analisis
a. Masa amat singkat yaitu para penjual tidak dapat menambah
penawarannya walaupun harganya sangat mahal.
b. Jangka pendek yaitu penawaran masih bisa ditingkatkan walaupun relatif
kecil
c. Jangka panjang yaitu penawaran bersifat elastis maksudnya penawaran
dengan mudah dapat ditambah.
14
P
Q
S
P
Q
S
Teori Tingkah Laku Konsumen /Teori Nilai Guna (Utility)
Teori nilai guna dibagi menjadi dua (2) yaitu:
1. Pendekatan nilai guna kardinal yaitu kenikmatan yang diperoleh seorang
konsumen dapat dinyatakan dengan angka-angka atau kuantitatif.
2. Pendekatan nilai guna ordinal yaitu kenikmatan yang diperoleh seseorang
dengan kombinasi dua barang atau lebih.
Nilai Guna Total
Nilai guna total yaitu jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari
mengkomsumsi sejumlah barang tertentu.
Nilai Guna Marginal
Yaitu pertambahan atau pengurangan kepuasan yang diperoleh sebagai akibat
dari pertambahan atau pengurangan penggunaan satu unit barang tertentu.
Suplus Konsumen
Yaitu perbedaan diantara kepuasan yang diperoleh seseorang di dalam
mengkomsumsi sejumlah barang dengan pembayaran yang harus dilakukan
untuk memperoleh barang tersebut.
15
S
P
R Q
Surplus Konsumen
Kurva Kepuasan Sama
Untuk menggambarkan kurva kepuasan sama perlu dimisalkan bahwa
seseorang konsumen hanya akan membeli dan mengkomsumsi dua macam
barang saja.
TEORI PRODUKSI
Teori Produksi Dengan Satu Faktor Berubah
Teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang hubungan diantara
tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan
untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.
Hukum Hasil Lebih Yang Semakin Berkurang
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang menyatakan bahwa apabila
faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus
16
P
2 4 6 8 10 BL
U
3
U
2
U
1
Q
5
4
3
2
1
ditambah sebanyak satu unit. Pada mulanya produksi total akan semakin
banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu
produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai
negatif. Sifat pertambahan produksi seperti ini menyebabkan pertambahan
produksi total semakin lambat dan akhirnya mencapai tingkat yang maksimum
kemudian menurun.
Ada 3 (tiga) tahap dalam proses produksi:
1. Tahap pertama produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat
2. Tahap kedua poduksi total pertambahannya semakin melambat
3. Tahap ketiga produksi total semakin lama semakin berkurang.
Produksi Marginal
Yaitu tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan satu
tenaga kerja yang digunakan
MP =
*
+P

Produksi Rata-Rata
Yaitu produksi rata-rata yang dihasilkan oleh setiap pekerja
AP =
*
+P
Kurva produksi total, MP, dan AP
Tanah Tenaga Kerja Produksi Total Produksi Marginal Produksi rata2
1 1 150 150 150
1 2 400 250 200
17
1 3 810 410 270
1 4 1080 270 270
1 5 1290 210 258
1 6 1440 150 240
1 7 1505 65 215
1 8 1520 15 180
1 9 1440 -80 160
1 10 1300 -140 130
Teori Produksi Dengan Dua Faktor Perubah
1. Kurva Produksi Sama (Isoquant)
Yaitu kurva yang menggambarkan tenaga kerja dan modal yang akan
menghasilkan satu tingkat produksi tertentu.
2. Garis Biaya Sama (Isocost)
Isocost yaitu garis yang menggambarkan gabungan faktor-faktor produksi
yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu.
18
Modal
3
2
1
3 2 1
1Q
TK
Modal
Modal
TEORI BIAYA PRODUKSI
Biaya produksi yaitu semua pengeluaran yang dilakukan oleh
perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan behan-bahan mentah
yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksi
perusahaan tersebut.
Jenis-Jenis Biaya Total
1. Biaya total (TC)
Keseluruhan biaya produksi yang dikeluarkan
TC = TFC+TVC
2. Biaya Tetap Total (TFC)
Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang
tidak dapat diubah jumlahnya.
3. Biaya Berubah Total (TVC)
Keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang
dapat diubah jumlahnya.
Biaya Rata-Rata Dan Biaya Marginal
19
TK
Tc
1. Biaya tetap rata-rata (AFC)
AFC =
Q
+,-
2. Biaya berubah rata-rata (AVC)
AVC =
-
+.-
3. Biaya total rata-rata (AT)
AC =
//-
Q
+-
= AFC + AVC
Biaya Marginal
Kenaikan biaya produksi yang dikeluarkan untuk menambah produksi
sebanyak satu unit.
MC =
Q
+-

Q TFC TVC TC MC AFC AVC AC TC Q


0 50 0 50 - - - - - -
1 50 50 100 50 50 50 100 50 1
2 50 78 128 28 25 39 64 28 1
3 50 98 148 20 16.7 32.7 49.3 20 1
4 50 112 162 14 12.5 28 40.5 14 1
5 50 130 180 18 10 26 36 18 1
6 50 150 200 20 8.3 25 33.3 20 1
7 50 175 225 25 7.1 25 32.1 25 1
8 50 204 254 29 6.25 25.5 31.8 29 1
9 50 242 292 38 5.6 26.9 32.4 38 1
10 50 300 350 58 5 30 35 58 1
11 50 385 435 85 4.5 35 39.5 85 1
20
BENTUK BENTUK PASAR/ STRUKTUR PASAR
1. Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna yaitu suatu bentuk pasar dimana terdapat
banyak penjual dan pembeli dan setiap penjual ataupun pembeli tidak dapat
mempengaruhi keadaan di pasar.
21
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna
1. Perusahaan/ Penjual Pengambil Harga
Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahaan/ penjual yang
ada di dalam pasar tidak dapat menentukan harga.
2. Setiap perusahaan /penjual mudah keluar atau masuk pasar
Sekiranya perusahaan mengalami kerugian dan ingin meninggalkan
industri / pasar tersebut. Langkah ini dapat dengan mudah dilakukan,
sebaliknya apabila ada produsen atau penjual yang ingin masuk ke dalam
pasar tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkan
tersebut.
3. Menghasilkan barang homogen
Barang yang dihasil atau yang
diperjualbelikan oleh berbagai perusahaan/ penjual tidak mudah untuk
dibedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa.
4. Terdapat banyak perusahaan / penjual di pasar
Inilah yang menyebabkan perusahaan /penjual tidak mempunyai
kekuasaan untuk menentukan harga karena banyak persaingan.
5. Pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar.
Kurva permintaan dan keuntungan serta jika mengalami kerugian
Kurva ini menunjukkan bahwa perusahaan /
penjual adalah pengambil harga karena sifat
permintaannya elastis sempurna.
Kurva Permintaan
22
P
D
P
P
MC
D = MR = AR
AC
AVC
Untung
P
MC
BEP
AC
AVC
2. Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu
perusahaan /penjual saja. Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang
tidak mempunyai barang pengganti yang sangat pekat.
Ciri-ciri pasar monopoli:
1. Hanya ada satu perusahaan /penjual
2. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Barang yang dihasilkan
perusahaan monopoli tidak dapat digantikan dengan barang lain yang ada
di dalam pasar
3. Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk ke dalam industri atau pasar.
4. Dapat menentukan harga. Oleh karena perusahaan monopoli merupakan
satu-satunya penjual di dalam pasar, maka penentuan harga dapat
dikuasainya.
5. Iklan kurang diperlukan.
Faktor-faktor yang menimbulkan monopoli
23
Q
Untung
Q
Break Event Point
P
AC
Rugi
Q
MC AVC
1. Memiliki sumber daya yang unik
Salah satu sumber penting dari adanya monopoli adalah pemilikan satu
sumber daya yang unik (istimewa) yang tidak dimiliki oleh orang atau
perusahaan lain.
2. Dapat menikmati skala ekonomi.
3. Kekuasaan monopoli diperoleh melalui peraturan pemerintah:
1. hak paten dan hak cipta
2. hak usaha ekslusif
Kurva keuntungan dan rugi
3. Pasar persaingan monopolistis
pasar persaingan monopolistis adalah pasar yang berada diantara dua jenis
pasar yang ekstrim yaitu persaingan sempurna dan monopoli. Atau suatu
pasar dimana terdapat banyak produsen / penjual yang menghasilkan barang
yang heterogen.
Ciri-ciri pasar persaingan monopolistis:
1. Terdapat banyak penjual.
Terdapat banyak penjual tapi tidak sebanyak seperti dalam pasar
persaingan sempurna.
2. Barang yang dihasilkan heterogen.
24
P
MC
BEP
Q
MR
AC
(i) Untung
f
AC
BEP
Q
MC
(ii) Untung Normal
f f
MR
= AR
= AR
Ciri ini merupakan sifat yang penting dalam membedakan antara pasar
persaingan monopalistis dan persaingan sempurna.
3. Perusahaan / penjual mempunyai sedikit kekuasaan menentukan harga.
Berbeda dengan perusahaan / penjual dalam pasar persaingan sempurna
yang tidak mempunyai kekuasaan dalam menentukan harga.
4. Persaingan promosi penjualan sangat aktif
Harga bukanlah penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan /
penjual dalam pasar persaingan monopalistis.
Kurva pada saat untung rugi serta BEP
4.OLIGOPOLI
25
AC
Q
MC
(ii) Rugi
P
MR
D
P
MC
Untung
Q
MR
AC
(i) Untung
P
D
P
MC
Q
MR
AC
BEP
p
D
Q
Pasar oligolopoli yaitu pasar yang terdiri dari hanya beberapa produsen saja
adakalanya pasar oligolopoli terdiri dari dua perusahaan saja dan pasar seperti
itu dinamakan pasar duapoli.
Ciri-ciri pasar oligopoli
1. Menghasilkan barang standard maupun barang berbeda corak
Adakalanya perusahaan dalam pasar ologopoli menghasilkan barang
standar (standardized product)
2. Kekuasaan menentukan harga adakalanya lemah dan adakalanya sangat
tangguh. Dari dua kemungkinan ini yang mana yang akan wujud tergantung
kepada bentuk kerjasama diantara perusahaan-perusahaan oligopoli.
3. Pada umumnya perusahaan oligopoli perlu melakukan promosi secara iklan.
Iklan secara terus menerus sangat diperlukan oleh perusahaan oligopoli
yang menghasilkanbarang yang berbeda corak.
Didalam pasar oligopoli penurunan harga dari suatu perusahaan
berkecenderungan akan menyebabkan perusahaan-perusahaan lain akan
melakukan penurunan harga juga agar tidak kehilangan pelanggan.
Sekiranya suatu perusahaan menaikkan harga maka perusahaan lain
tidak ikut menaikkan harga sebagai akibatnya perusahaan yang menaikkan
harga akan kehilangan pelanggan dan perusahaan lain.
Yang tidak menaikkan harga akan bertambah pelanggan. Ini yang
menyebabkan kurva permintaan pasar oligopali patah seperti di bawah ini.
26
P
0
A
E
P
1
P
2
0 Q
0
D
2
D
1
B
B
1
C
C
1
A
1
Jumlah Barang
Kurva Keuntungan Maksimum
PENDAPATAN
Pendapatan adalah seluruh pendapatan yang diperoleh dari penjualan
barang dan jasa. Profit/pendapatan bersi adalah selisih antara total pendapatan
dengan total cost.
= TR TC= P.Q (FC + VC)
= Laba
TR = Total Revenue
27
P
MR
1
D
1
Mc
2
Mc
0
Mc
1
MR
2
D
2
Q
TC = Total Cost
TR= P.Q
VC=V.Q
Pendapatan Rata Rata ( Average Revenue)
= (P-AC).Q
Pendapatan Marginal (Marginal Revenue)
MR = TR/Q

BARANG PUBLIK
Barang public adalah barang barang yang tidak ekskludabel dan juga
tidak rival artinya siapa saja tidak bisa dicegah untuk memanfaatkan barang
ini, dan konsumsi seseorang atas barang ini tidak mengurangi peluang orang
lain untuk menikmatinya.
Rival artinya suatu barang yang tidak dapat dinikmati secara bersamaan
tanpa saling meniadakan manfaat.
Ekskludabel artinya untuk dapat mengkonsumsinya barang tersebut
diperlukan syarat, misalnya harus membayar.
Eksternalitas adalah kerugian atau keuntungan yang peroleh karena
tidakan pelaku ekonomi atau perusahaan lain yang tidak tercermin dalam
harga pasar
28
KATA PENGANTAR
Dengan memohon Ridho dan Rahmat Allah SWT, bahan ajar
Pengantar Filsafat ini, ditawarkan untuk mengantar mahasiswa mengenal
filsafat atau berfikir tentang hakekat kebenaran.
Bahan ini adalah hasil karya agung dari Prof. Sutrisno Hadi dan Prof. .
Lois O. Kattsoff yang diterjemahkan oleh Soejono Soemargono yang diterbitkan
masing-masing oleh Yayasan Penerbit, Fakultas Psikologi Gajah Mada dan
Tiara Wacana Yogya.
Walaupun sebagai pengantar masih belum memadai, namun dengan
dilengkapi oleh materi filsafat dari berbagai literatur yang lain, cukup kiranya,
menjadi bekas untuk mereka yang mau belajar filsafat lebih lanjut.
Adapun materi bahan ajar ini secara garis besar terdir atas :
1). Manusia dan masalahnya
2). Ilmu Pengetahuan dan Latar Belakangnya
3). Epistemologi
4). Ontologi
5). Aksiologi dan Etika Masalah
29
BAHAN AJAR
PENGANTAR
EKONOMI
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH
KENDARI
2007
BAHAN AJAR
PENGANTAR
EKONOMI
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH
KENDARI
2007
30
31