Anda di halaman 1dari 28

MENGENAL

RADIOTERAPI
Arundito Widikusumo
Radiation oncologist
Ins. Radioterapi RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo
Purwokerto
2005
11.000.000
terdiagnosis Ca
7.000.000
kematian akibat
kanker
25.000.000 hidup
dengan Ca
2030
27.000.000
terdiagnosis Ca
17.000.000
kematian akibat
kanker
75.000.000 hidup
dengan Ca
Globocan 2008
Globocan 2008
Kanker di Ins Radioterapi RSMS
0
20
40
60
80
100
120
Ca Cervix
Ca Mamae
Ca NF
Ca Kepala Leher
Sarkoma
Ca Kulit , Limfoma
Definisi
Radioterapi : pengobatan menggunakan radiasi
pengion untuk membunuh sebanyak-banyaknya
target radiasi (tumor) dengan meminimalisir
jaringan sehat yang teradiasi sesuai prinsip rasio
terapeutik

Onkologi radiasi : ilmu yang mempelajari
penggunaan radiasi pengion sebagai pengobatan
utama dalam bidang onkologi.

Pengertian:
Palayanan radioterapi adalah pelayanan medik spesialistik
berupa upaya memberikan pengobatan dengan menggunakan
sinar pengion dan sinar non pengion, ditujukan pada penderita
kanker atau non kanker.

Tujuan:
Mendapatkan suatu Therapeutic ratio yang optimal.

Kebijakan.
Pelayanan radioterapi dilakukan dengan indikasi yang sesuai
dengan protokol/SOP dan pelaksanaanya dapat berupa RE, BT,
atau RI.
Pelayanan radioterapi dapat meliputi bentuk-bentuk pemberian
kondisi atau zat tertentu yang dapat meningkatkan efek radiasi
seperti bentuk-bentuk radiosensitizer yang disesuaikan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan kemampuan sejalan dg
perkembangan ilmu onkologi radiasi.
dll


Sejarah
W.C. Rontgen menemukan sinar X
(8 November 1895).
H. Becquerel menemukan radioaktivitas dari unsur uranium
(Januari 1896).
Suami-istri Curie menemukan Polonium (Juli 1898) dan radium (Des
1898).
E. Gruppe melakukan terapi radiasi pertama didunia pada pasien
Ca Mamae recurent (29 Januari 1896).
Melakukan radiasi pada pasien basalioma dengan hasil komplit
respon (pada tahun 1899).
Dr. van der Plaatz , terapi radiasi pertama di batavia, Indonesia
tahun 1935
Pesawat radiasi
Cobalt60 th 1951


Linac th 1952

BT th 1915


Radiasi eksterna (teleterapi) : Sinar-X (linac),
Co60, partikel (elektron, neutron, proton,
carbon, aurum, dll)
Brakiterapi : Ra226, Co60, Cs137, Ir192,
I125, dll
Radiasi interna : I131, Sr89
Cara pakai radiasi
Ionization

Direct effect Indirect effect
DNA (G2/M) Free radicals (H2O)
Proliferation Angiogenesis
SSB / DSB etc

P53 (G1 Block)
repair genes
Apoptosis Proliferation
Therapeutic Ratio

Technique &
Fractionation RT,
Biological treatment
Biological & Physical Basic
Clonogenic cells
(20-25%)
Death of 50% clonogenic cells
& new cells
Death of 50% clonogenic cells
& new cells
2 Gy
2 Gy
2 Gy
1 Gy 100.000 ionization, 1.000 SSB, 40 DSB
THERAPEUTIC RATIO
Advances in Technology and Sciences


Physical aspects approach Sensitizer,
Supporting technique, Protector,
Analog to digital comp. Biological
Technology target.
(Imaging Planning
treatment delivery - verification)

Using ionizing radiation (photon, particles) in the cancer treatment
Megavoltage
CO 60 : 1.2 MV
Linac : 4 15 MV
Electron (4-22 MeV)
Proton, neutron etc
The Aim of Radiotherapy
Redistribution

Repair

Repopulation

Reoxygenation
4R dan Peran Radiobiologi
Hiperfraction, hipofraction,
accelerated fraction, advance
technique, concommitant
boost, hyperthermi,
hyperbaric, radiosensitizer,
non-sitotoxic sensitizer,
radioprotector , etc
Cisplatin : bekerja pd semua siklus sel,
meningkatkan oksigenasi, mencegah
repair

Mitomisin-C : crosslinker DNA,
terutama pd sel hipoksia

CON : meningkatkan suplay O2 dlm
tumor, mencegah repair

Alur Pengobatan
RAD.ONC POLICLINIC SIMULATION C/CT PLANNING TREATMENT
2D
Co60
CT, MRI Verification
TELETERAPI
BRAKITERAPI
Pemasangan
aplikator
Brakiterapi
Foto C-
Arm
Planning Persiapan Treatment
Alat bantu
Types of Services
Policlinic
External radiation
Brachytherapy
Simulator or CT-Simulator
Treatment planning system
Mould room
Internal radiation
Penentuan diagnosis (ICD-10) & stadium

Poliklinik
Anamnesis

Pemeriksaan fisik
DIAGNOSIS
Pemeriksaan
penunjang
}
Pemeriksaan penunjang
Konsultasi TS lain , perbaikan KU
Indikasi RT (kuratif/paliatif)
Target radiasi (lokal/lokoregional), organ at
risk klinis, imaging
Dosis total radiasi, dosis perfraksi.
Sensitizer, protektor
Jadwal radiasi
Hb 10, lekosit 3.000, tr 80.000

RT konvensional (1,8-2
Gy/fr, 5x/minggu)
RT tidak boleh dihentikan
Accelerated repopulation
sel tumor
Efek samping akut
(hematopoetik, kulit,
mukosa, gld saliva, GI,dll)
Efek samping lambat
Treatment
Tumor lysis
syndrome akibat
radiasi



kematian

Simulator HDM-X
- melokalisir target
- lapangan sinar
- simulasi sinar
Simulation
Deliniasi target dan organ at risk
Membuat distribusi dosis radiasi
Mengetahui dosis yang diterima tumor & organ at risk
Mengatur hotspot & coldspot radiasi
Menghitung dosis radiasi.


Treatment Planning System
Teknik Radiasi
Konvensional 2D
3D Conformal
IMRT-IGRT
1 2 lap
sinar
Banyak lap
sinar
Teknik Box pada Ca Cervix
pada pasien gemuk
IMRT pada Ca Prostat
Brakiterapi
Alat bantu
TERIMA KASIH