Anda di halaman 1dari 26

BAB IV

CONTINUITAS FLOW DESIGN


A. PENGANTAR
Prinsip kerja
Continous flow serupa dengan natural flow. Injeksi gas yang terkontrol
masuk dalam fluid coloum melakukan aeration guna mendapatkan flowing
BHP yang dikehendaki. Gas injeksi membantu gas formasi meringankan
cairan ditubing.
Mekanisme
Gradient flowing diatas titik injeksi dimulai dari tubing well head
pressure. ika gas yang tersedia tidak terbatas! maka diambil gradient
minimum. ika gas injeksi yang tersedia terbatas "olumenya diambil G#$
diatas titik injeksi sesuai "olume gas tersebut. Makin besar injection
pressure yang tersedia makin dalam P%I yang bisa dibuat! makin besar
produksinya! dan makin besar gas injeksi yang diperlukan. Gradient
flowing dibawah titik injeksi adalah berdasar formation gas! dan
perpotongan gradient cur"e ini dengan kedalaman perforasi merupakan
flowing BHP. &engan PI rendah! diperlukan flowing BHP rendah untuk
mencapai produksi yang diinginkan! sehingga perlu P%I yang lebih dalam.
'plikasi continous (low
Hampir dipakai oleh semua gas lift system sejauh masih efisien. )ang
dianjurkan untuk continous flow*
+ &ipakai untuk well kapasitas tinggi! bila ukuran tubing kecil! pakai
casing flow
+ &ipakai untuk sumur dimana surging bisa menyebabkan sand atau
water influ,
+ &ipakai untuk closed rotati"e system guna mencegah surging dari gas
injection pressure.
+ &ipakai untuk sumur+sumur berpasir! mencegah terjadinya sand+
bridging.
-
+ &ipakai untuk sumur+sumur kental! bila temperatur bisa dipertahankan
diatas pour point
+ &ipakai untuk back+flowing water disposal wells
+ &ipakai untuk gas lifting lewat small conduit
+ &ipakai untuk gas lift sumur+sumur high G#$.
.eunggulan Continous (low
+ Menggunakan energy e,pansi gas dari gas injeksi dan gas formasi!
/pada intermittent lift gas injeksi di belakjang slug0.
+ Injeksi gas secara constant rate
+ BHP flowing dimungkinkan constant
+ Hanya perlu choke control pada gas injeksi! tidak perlu alat lain seperti
time cycle controller pada intermittent lift.
Batasan
Bila sumur dengan high production rate dan working fluid le"el dekat total
depth! metode pumping akan lebih baik.
B. PERSAMAAN MENENTUKAN JARAK VALVES
Penggunaan static fluid gradient untuk "al"e spacing
+ .edalaman top "al"e
#
-
1
Gs
P P
wh ko

Gs 1 static fluid gradient
Bila well diunload ke pit Pwh nol
Bila static fluid le"el yang nyata dibawah hasil perhitungan #
-
! maka
top "al"e dapat ditempatkan pada satic fluid le"el.
+ .edalaman "al"e+"al"e dibawah top "al"e
Pt2# 1 Pwt 3 Gfa /&4'0 3 Gs/&B40
Gfa 1 (lowing gradient abo"e P%I /Psi5ft0
&"a 1 depth of "alue abo"e
&B" 1 distance between "al"e
P"2# 1 Pt2l
6
Pt2# 1 tubing pressure dikedalaman "al"e sesaat sebelum gas
injeksi masuk ke tubing.
P"2# 1 pressure gas injeksi di kedalaman "al"e.
+ Cara lain mencari kedalaman "al"e adalah dengan cara grafik memakai
gradient cur"e.
C. Uncloading Conino!" #lo$
Intermittent unloading kadang terjadi bila sumur diisi kill fluid! sehingga
minimum flowing pressure gradient dengan continous flow untuk
production rate yang rendah akan lebih tinggi dari pada intermittent
spacing factor.
7ahap unloading continous flow
+ Gambar 8+9 * tahap+tahap injeksi dan penutupan "al"e serta aliran
fluida produksi
+ Gambar 8+8 * grafik gradient saat unloading
+ Gambar 8+9' * injeksi masuk diatas fluid le"el di casing! aliran
fluida dari casing melalui pipa :! semua "al"e membuka! flowing
BHP melebihi BHP static /6;<< psi "s 668< psi0
+ Gambar 8+9B * "al"e +- tidak tertutupi /unco"ered0. Injeksi masuk
melalui "al"e ini. :nloading terus berlanjut sampai "al"e+6
unco"ered. BHPf kira+kira 6-<< psi /producing rate ;=8 B(P&0.
+ Gambar 8+9C * injeksi melalui "al"e+- dan 6. fluid le"el di casing
dibawah "al"e+6 > tubing pressure lebih kecil dari casing pressure
sehingga gas injeksi masuk melalui "al"e+6. BHPf turun menjadi
668 psig dikedalaman --=8 ft. &engan "olume injeksi yang besar
pada top "al"e untuk membebaskan /un"o"ered0 "al"e+6. G#$
injeksi yang besar diperlukan hanya dalam waktu singkat dan "alue
harus mampu dilewati injeksi yang besar itu.
+ Gambar 8+9& * top "al"e menutup! gas injeksi masuk ke "al"e ke+
6. 4al"e ke+6 harus tetap membuka sampai "al"e +6 unco"ered
/sebelum top "al"e menutup! casing pressure turun sedikit0.
;
+ Gambar 8+9? * gas injeksi masuk melalui "al"e+6 dan ; /dua+
duanya unco"ered0
4olume gas injeksi melalui "al"e+6 naik sampai tubing pressure
didepan "al"e ke+6 turun ke ;@< psig pada -@<< ft /poin+6 di
gambar 8+80. 7ubing pressure didepan "al"e+; lebih kecil dari
casing pressure! gas masuk ketubing dan saat itu BHPf adalah -A=@
psig /produksi @8< B#P&0.
+ Gambar 8+9( * top dan 6nd "al"e menutup! "al"e 6 dan bottom
tetap terbuka. Injeksi masuk tubing melalui "al"e+;! bottom "al"e
lebih rendah /dibawah0 fluid le"el di casing. .apabilitas prosuksi
telah terpenuhi dengan tekanan gas injeksi sebelum bottom "al"e
unco"ered.
+ .adang+kadang ada beberapa well yang tidak dapat diunload!
karena port yang dipilih untuk unloading "al"e terlalu kecil.
.elihatan dari gambar 8+8* point+- G#$ 9<<*-! point +; G#$
-<<*-. 4al"e+- harus dapat dilalui gas yang banyak.
D. Flo$ing P%&""!%& G%adi&n V!%'&
&ari korelasi empiris yang dikembangkan oleh Poettmann dan Carpenter!
dibuatlah gradient cur"e berdasar oil granity! flowing temperature! producing
rate! dll. Bila kondisi lapangan jauh dari ketentuan+ketentuan dalam cur"e itu
bisa dibuat e,trapolasi. &engan cur"e ini! bisa dicari gradient flowing dalam
arah "ertical flow.
Minimum fluid gradient cur"e
'dalah flowing pressure gradient terendah dan minimum flowing grafient
naik bersamaan tambahnya kedalaman.
B Contoh * produksi C<< BDP& pada -@< ( melalui 6 E Ftubing /halaman
'8+--80
.edalaman Chart 'ppr G#$ untuk mencapai
/feet0 min fluid gradient cur"e
9
-<<< -68
6<<< ;8<
;<<< 8<<
9<<< A<<
-<<<< ;<<<
B G#$ ;<<< tidak diperlukan untuk mencapai minimum gradient cur"e
sampai kedalaman chart -<<<< ft. bila P%I ada di ;<<< ft dengan produksi
C<< BDP& melalui 6 E F tuning! minimum flowing gradient cur"e diatas
P%I dapat dicapai dengan G#$ 8<< * -. .alau G#$ dinaikkan menjadi
-<<< * - atau ;<<< * - waktu lifting dari ;<<< ft kedalaman chart! flowing
tra"erse! BHP dan producing rate yang dihasilkan tidak akan berubah.
'plikasi flowing pressure gradient cur"e
Bisa dipakai untuk menentukan hal+hal berikut /tanpa kalkulasi0
- Point of gas injection /p.o.i0
- .ebutuhan gas injeksi
- G#$ injeksi untuk berbagai tekanan gas injeksi
- ?fek Pwh terhadap kebutuhan gas injeksi
- ?fek ukuran tubing terhadap producing rate dan kebutuhan gas injeksi
- Ma,imum producing rate dengan tekanan gas injeksi yang ada dan
"olume gas injeksi yang tidak terbatas
- Ma,imum producing rate dengan "olume gas injeksi yang terbatas dan
tekanan injeksi yang ada
- .edalaman maksimum injeksi sebelum pemakaian intermittet lift.
- Gradient cur"e dipakai untuk menentukan flowing BHP dalam
continouitas flow dan flowing wells.
Mengoreksi gradient cur"e untuk data sumur yang berbeda dengan basis+
basis yang ada di chart.
Bila gas gra"ity! temperatur dll! beda dengan yang ada di Camco Gradient
cur"e! maka diadakan koreksi di lapangan. Gebaiknya koreksi dilakukan
8
dengan data actual pressure! rate dan G#$ kemudian dibandingkan dengan
hasil pada Camco cur"e.
Correction factor *
G#$ chart
G#$ actual
G#$ selain dibuat berdasarkan data juga bisa dibuat dengan perhitungan
"olumetric balance.
&ata yang diperlukan sebelum menggunakan flowing pressure gradient
cur"e
- :kuran tubing
- Dater oil ratio
- G#$ diatas P%I
- Pwh untuk diatas P%I
- Production rate
- '"erage flowing temperature
- G#$ dibawah P%I
- BHPf untuk dibawah P%I
Membuat flowing tubing pressure tra"erse diatas dan dibawah P%I
memakai Camco cur"e
- &engan cara tracing mulai dari Pwh diabsis dari graph paper
- 7empelkan graph paper /skalanya harus sama dengan Camco cur"e0.
Geser graph paper /transparan0 ke bawah "ertikal sampai Pwh
menempel ke G#$ diatas P%I dari Camco cur"e
- Gambar G#$ /trace0 di graph paper sesuai dengan Camco cur"e.
&engan cara Plotting
- 7entukan koreksi kedalaman chart yaitu membuat eHui"alent chart
depth dengan actual depth sehubungan dengan titik /<!<0 di Camco
cur"e dan titik /Pwh!<0 di graph paper. Caranya tempelkan graph paper
C
geser ke bawah sampai Pwh menempel di G#$nya Camco cur"e lalu
baca kedalamannya di Camco car"e /ini adalah koreksi kedalaman0
- Hitung Camco chart depth dengan actual depth /ditambah koreksi
kedalaman diatas0.
- Plotkan titik+titik flowing tubing pressure yang didapat dari kedalaman
Camco cur"e ke graph paper0.
- Gebelumnya dibuat dulu daftar
'ctual depth eHui"alent tubing
/fee0 chart depth/ft0 pressure psig
Hal yang sama juga bisa dilakukan untuk membuat flowing gradient cur"e
dibawah P%I /memakai formation G#$0 berangkat dari titik BHP flowing.
Contoh soal I
&ata sumur *
- :kuran tubing * 6 F?:? nominal /6 ;5AI%&0
- Peoducing rate * =8< B#P& /pakai cur"e A<< B#P&0
- Dater+oil ratio 1 @ 1 - /pakai all water0
- (lowing temperature diatas P%I rata+rata 1 -@<(
- (lowing temperature rata+rata dibawah P%I 1 -9<(
- (ormation G%$ 1 8<< cuft5bbl
- (lowing well head tubing pressure 1 8< psig
- (lowing bottom hole pressure 1 6C< psig 2 A<<< ft
- 7ekanan injeksi operasi dipermukaan 1 C<< psig
- Pressure differential across "al"e 1 ;< psi
Bagian I * 7entukan P%I dengan cara tracing dan plotting tra"erse dibawah
P%I
-0 Hitung formation G#$ *
(orm. G#$ 1
- D%$
G%$ . (orm
+
1
-<
bbl 5 cuft 8<<
1 8< cuft5bbl
=
60 Cari Camco cur"e yang sesuai dan buat flowing tubing pressure
tra"erse dibawah P%I pakai grafik '8+<=@. tra"erse dapat digambar
langsung atau menggunakan plotting *
'ctual depth eHui"alent tubing
/fee0 chart depth/ft0 pressure psig
untuk G$# 8< cuft5bbl
A<<< C=<< 6C<<
=<<< 8=<< 6-9<
C<<< 9=<< -C@<
8<<< ;=<< -688
9<<< 6=<< A;<
;<<< -=<< 9;8
6<<< =<< -;<
;0 Gambar kur"a /garis0 injection gas pressure dikedalaman berdasarkan
tekanan injeksi operasi. &ari grafik ' 6+C * C<< psig dipermukaan! =<9
psig di A<<< ft
90 7entukan kedalaman P%I dan tekanan tubing didepan "al"e ;< psi
kurang dari tekanan casing.
#
%4
1 ;9A< ft fan Pt2# 1 C-8 psig2;9A< ft
#
%4
1 kedalaman operating "al"e
Bagian 6 * 7entukan pemakaian gas dengan cara tracing tra"erse diatas
P%I
-0 Gambar Pwh 1 8< psig di graph paper
60 Cari Camco cur"e yang cocok 1 tubing 6I! temperatur -9<( dan
produksi =8< BCP& /ambil A<< B#P&0
Cur"enya '8+<=A
G#$ cur"e yang melewati P%I /C-8 psig 2 69A< ft0 adalah antara ;<<
dan 9<< cuftbbl.
&engan proportional interpolation G#$ 1 ;=< cuft5bbl
A
7ra"erse G#$ ;=< cuft5bbl dapat dibuat /dengan tracing 0 langsung
dengan membuat antara ;<< * - dan 9<< * - dekat ke 9<< * -
;0 Hitung G#$ injeksi 1 G#$ total J G#$ formasi /;=< cuft5 bbl J 8<
cuft5bbl0
.ebutuhan gas 1 ;6< cuft5day , =8< bbl5day 1 69<!<<< cuft5day.
Bagian ; * cari gas yang dibutuhkan dengan plotting
-. 7entukan P%I dan Pt2#
Plot data di bagian+- langkah+6 untuk tra"erse dibawah P%I dan
gambar gradient tekanan injeksi terhadap kedalaman. kurangkan
tekanan casing pada perpotongan flowing cur"e dan garis gradient
tekanan casing ketemu Pt2# /ini kedalaman P%I0
6. Cari total G#$ dari Camco cur"e /'8+<=A0 memakai Pt2# di
langkah+-
'ctual depth eHui"alent tubing total G#$
/ft0 chart depth /ft0 press /psig0 cuft5bbl0
< ;9< 8< +
;9A< ;A6< C-8 ;=<
Gambar /plot0 C-8 psig di ;A6< ft pada grafik '8+<=A dan perkirakan
total G#$ dengan e,trapolasi proporsional antara G#$ ;<< dan 9<<.
Getelah itu maka tra"erse bisa di plot memakai data berikut *
'ctual depth eHui"alent tubing
/ft0 chart depth /ft0 pressure
untuk G#$ ;=< cuft5bbl
< ;9< 8<
-<<< -;9< -@<
6<<< 6;9< ;;8
;<<< ;;9< 8-8
9<<< 9;9< =;<
;. sama dengan langkah+; di bagian+6
@
Cono( Soal II
Effek Pwh dan tekanan injeksi terhadap GLR injeksi pada cintinouse flow
4ariasi Pwh dan G#$ injeksi bisa didapat dari Camco cur"e. Informasi ini
penting untuk memilih tekanan suction compressor dan separator dan
besarnya flowline. G#$ injeksi juga ber"ariasi dengan tekanan gas injeksi.
Kaiknya kanan injeksi menurunkan G#$ injeksi.
&ata sumur *
-. Gama dengan data+data contoh +-
6. Pwh 1 -<< psig dan 6<< psig /untuk tekanan operasi injeksi C<< psig0
;. 7ekanan gas injeksi di permukaan =<< psig dan A<< psig /untuk Pwh 1
8< psig0
Bagian+- * Cari G#$ dari grafik '8+<=A untuk Pwh 1 8< psig yang
dinaikkan ke -<< psig dan 6<< psig
-0 7race flowing gradient dibawah P%I dan gambar gradient tekanan
injeksi /C<< psig0 ! untuk menentukan P%I dan tekanan tubing di
kedalaman itu.
#
%4
1 ;9A< ft dan Pt2# 1 C-8 psig 2 ;9A< ft
60 Cari G#$ total dengan geser sampai graph tracing paper
mendapatkan Pwh -<< dan 6<< dan tracing paper melewati P%I
7otal G#$ 1 8C< cuft5bbl pada Pwh 1 -<< psig
7otal G#$ 1 imposible dengan Pwh 1 6<< psig
;0 Cari G#$ injeksi berdasar G#$ formasi 8< cuft5bbl
G#$ injeksi 1 /8C<+8<0 cuft5bbl 1 8-< cuft5bbl untuk Pwh 1 -<<
psig
Bila Pwh 1 6<< dengan tekanan injeksi C<< psig produksi yang
didapat tidak bisa mencapai =8< B#P&.
Bagian J 6 * tentukan G#$ injeksi dari grafik '8+<=A bila tekanan
injeksi naik dari C<< psig menjadi =<< psig dan A<< psig.
-0 7race tra"erse dibawah P%I seperti langkah - dan 6 bagian - di
contoh no -.
-<
60 Gambar grafik gradient tekanan injeksi /lihat gb '6+C0
=<< Psig ' surface! A66 psig di A<<< ft
A<< Psig di surface! @9< psig di A<<< ft
;0 Cari kedalaman P%I dengan beda tekanan ;< Psi antara Pt2# dan
tekanan injeksi di kedalaman /differential across "al"e0
injeksi pressure li" Pt2"
/psig0 /ft0 /psig0
=<< ;=C< =;<
A<< 9<6< A98
90 7entukan total G#$ dengan menempatkan graph tracing paper diatas
gradient cur"e dan geser "ertikal sehingga Pwh 1 8< psig menempel
pada grafik G#$ yang lewat P%I.
G#$ total 1 6@8 cuft5bbl untuk Pw 1 =<< psig
G#$ total 1 6C8 cuft5bbl untuk Pw 1 A<< psig
80 Hitung G#$ injeksi dengan G#$ formasi 8< cuft5bbl
G#$ injeksi 1 6@8 cuft5bbl J 8< cuft 1 698 cuft5bbl untuk =<< psig
G#$ injeksi 1 /6C8+8<0 cuft5bbl 1 6-8 cuft5bbl untuk A<< psig0
.enaikan dari C<<+=<< psig G#$ turun /;6<+6980 cuft5bbl
.enaikan dari =<<+A<< psig G#$ turun /698+6-80 cuft5bbl
Contoh soal no 3
Menentukan maximum production rate untuk continous flow
:ntuk mendapat P%I digunakan tra"erse diatas P%I! differential
across "alue dan tekanan injeksi di kedalaman. Bila gas yang tersedia
tidak terbatas! pakai minimum gradient cur"e! bila terbatas pakai gradient
sesuai "olume gas yang ada.
Prosedur mencari P%I adalah dengan trial L error. Besarnya produksi
dibuat pemisalan. P%I dan Pt2#ow didapat dari gradient cur"e.Bila
BHPf berdasar Pt2low menghasilkan production rate yang lebih tinggi
dari yang dimisalkan! pemisahan selanjutnya dinaikkan. Bila terjadi
sebaliknya! maka besarnya pemisalan diturunkan.
--
&ata+data sumur *
Gama dengan contoh - /tanpa flowing bottom hole pressure item A0
Gtatic BHP 1 ;<<< psig 2 A<<< ft
Producti"ity inde, 1 -!< BP&5psi
Bagian I. 7entukan ma,imum production rate! P%I dan G#$ injeksi
berdasar minimum flowing gradient cur"e
-0 Misalkan production rate C<< BP& pd -9< 1 melalui tubing 6I
/'8+<=60> trace minimum G#$
60 Gama langkah ; bagian +- contoh -
;0 7entukan kedalaman P%I dan Pt2#o" /P1;< Psi0
#o" 1 96<< ft dan Pt2lo" 1 C68 psig 2 96<< ft
90 Cari BHP dengan menempatkan graph tracing paper diatas cur"e
/'8+<=6< dan geser sehingga Pt2low 1 C68 psig296<< ft
menghimpit G#$ cur"e 8< * - dan plot BHP pada A<<< ft
Pbhf 1 66=< psig 2 A<<< ft.
80 Hitung produksi * M 1 PI/Pst+Pwf0 1 -.< /;<<<+66=<0 B#P& 1
=;< B#P&
.arena ini lebih besar dari rate yang diambil untuk asumsi
/pemisalan0 maka dilakukan *
Second trial calculation dengan rate 800 LP! dengan "#$0%8.
C0 7race minimum gradient cur"e
=0 Gama langkah ; #o" 1 9<<< ft dan Pt2#o" 1 C6< psig
A0 Gama langkah J 9 dengan geser pada grafik '8+<=@ Pbhf 1 6;=<
psig 2A<<< ft
@0 Gemua langkah J 8
Hitung rate 1 -.< /;<<< N 6;=<0 1 C;< B#P&
Ini kurang dari pemisalan! maka produksi antara C<<+A<< B#P&.
-<0 7entukan P%I antara minimum gradient cur"e untuk C<<+A<<
B#P& dan tempatkan secara proporsional berdasarkan produksi
rate yang dimisalkan.
-6
#o" 1 9-<< ft dan ma,imum rate yang diestimasi sebesar CA< blpd.
--0 ?stimated G#$ total dan G#$ injeksi untuk membuat minimum
grad cur"e pada actual depth 9-<< ft dengan Pwh 1 8< psig
Prod rate actual eHui"alent G#$ untuk membuat
/B:&0 depth/ft0 chart depth min grad. Cur"e
C<< 9-<< 99A< @<<
A<< 9-<< 999< =<<
Gehingga G#$ untuk minimum gradient cur"e /rate CA< B#P&0
G#$ total 1 A<< cuft5bbl
G#$ injeksi 1 /A<<N8<0 cuft5bbl
Bagian 6 * tentukan ma,imum production rate! P%I berdasarkan
"olume gas injeksi yang tersedia -A< mcfd
-0 Misalkan rate C<< B#P&2-9<(! tubing 6I /grafik '8+<=60 dan
trace tre"erse diatas P%I berdasarkan gas "olume -A< Mcfd dan
formation G#& 8<*-
G#$ inj 1
C<<
<<< . -A<
cuft5bbl 1 ;<< cuft5bbl
G#$ total 1 /;<< 3 8<0 cuft5bbl 1 ;8< cuft5bbl
60 s5d 80 sama seperti bagian +- Hasil perhitungan ini untuk G#$
;8< cuft5bbl adalah *
#o" 1 ;8<< ft dan Pt2#o" 1 C-8 psig2;8<< ft
Pbhf 1 68A< psig 2A<<< ft
Production rate 1 96< B#P&
.arena hasilnya lebih kecil dari yang dimisalkan! maka dilakukan
Fsecond trialI.
C0 Misalkan rate 9<< B#P& 2-9<( /grafiik '8+<CC0 dan trace tra"erse
diatas P%I berdasarkan gas injeksi -A< Mcfd dan G#$ formasi 8<*-
G#$ injeksi 1
9<<
<<< . -A<
1 98< cuft5bbl
G#$ total 1 98< 3 8<0 1 8<< cuft5bbl
-;
=0 s5d @0 sama dengan bagian+-! hasilnya #o" 1 ;@<< ft dan Pt2#o" 1
C6< psig
Pbhf 1 6;@8 psig 2 A<<< ft
$ate 1 C<8 B#P&
.arena rate ini lebih besar dari yang diasumsikan maka rate
diperkirakan antara 9<< J C<< B#P&.
A0 7entukan P%I antara cur"e G#$ ;8< * - untuk C<< B#P& dan G#$
8<< * - untuk 9<< B#P& secara proposional.
#o" 1 ;=<< ft dan ma,imum production rate 1 8<< B#P&.
E. PERTIMBANGAN)PERTIMBANGAN DESIGN PERALATAN
%pen dan Gemi Closed Instalation
Packer tidak dipakai bila ada sand
&i open instalation dipakai tail pipe di ujung tubing yang cukup untuk
mencegah blowing arround! bila injection point tidak di"al"e bawah!
aliran yang kontinyu liHuid melewati "al"e akan merusak seat.
Semi$closed instalation dianjurkan untuk semua continuous gas lift.
Casing hanya diunload mula+mula! setelah itu le"el di casing akan
constant. Bila "al"e disebelah atas di choke maka bottom "al"e tidak usah
dipasangi choke. 4al"e tanpa choke bisa memungkinkan operasi
intermittent bila perlu.
Pemilihan diameter tubing
- 7ubing besar baik untuk rate tinggi karena flowing pressure gradient
bisa lebih kecil untuk tubing besar.
- 7ubing kecil untuk rate kecil! dimana kecepatan aliran tinggi
mengatasi atau mengurangi efek gra"itasi pada rate rendah.
Pack off installation
- &ipakai bila biaya cabut tubing tinggi
- Gas lift "al"e yang dipakai adalah type concentric.
- Memakai pack off diatas dan dibawah "al"e
- Melobangi tubing pas di hadapan lobang "al"e.
-9
Pemakaian choke di gl"! direcomendasikan untuk
- Continuous flow pada dual string agar string yang satunya ke bagian
gas.
- :ntuk kapasitas rendah atau medium pada continous flow guna
mencegah heading
Choke tidak disarankan pada banyak instalasi karena *
- choke kecil dapat menggagalkan unloading
- choke menyebabkan energy loss pada injeksi gas tekanan tinggi
- dengan choke mungkin harus membuka lebih dari satu "al"e untuk
mencapai rate yang diinginkan.
- Choke dapat tersumbat dengan mudah bila ada kotoran.
%rifice check "al"e * dipakai dibottom "al"e karena "al"e ini tidak perlu
menutup /operating "al"e selalu terbuka0.
F. PERTIMBANGAN)PERTIMBANGAN UNTUK DESIGN
?ffect Pko /kick of pressure0 dan Po /%perating pressure0 pada "alue
spacing
- Bila Pko O Po maka Pko dipakai untuk mendesign kedalaman "al"e+-
- Bila P%I tidak diketahui dan mungkin operating "al"e 1 "al"e I maka
Pko tidak bisa dipakai untuk "al"e -
- Bila P%I pasti diketahui Pko bisa dipakai untuk mencapai kedalaman
"al>"e 6 diatas operating "al"e.
Memilih tekanan operasi injeksi
- Bila tersedia pressure yang tinggi! maka pressure ini harus dipakai
kecuali lebih tinggi dari BHPflowing
- %perating pressure dipilih! berdasarkan tekanan terendah saat terjadi
fluktuasi di gas injection line.
4olume gas yang tersedia untuk unloading dan lifting
- Berpengaruh pada "al"e spacing bila tidak bisa mencapai minimum
flowing gradient cur"e
-8
- uga membatasi besarnya produksi /ma,imum kedalaman titik injeksi0
?fek BHPf pada design
- Bila BHPf kontant P%I bisa akurat
- Bila BHPf tidak diketahui5berubah! maka P%I akan berubah5tidak
diketahui! sehingga instalasi didesign untuk beroperasi dari satu atau
beberapa "al"e dan kedalaman "al"e+"al"e ini tergantung dari
operating pressure dan "olume gas injeksi yang tersedia.
Pentingnya gas lift "al"es dibawah P%I
- :ntuk sumur+sumur dalam dan PI besar ! P%I bisa beberapa ratus feet
diatas perforasi! kadang diperlukan beberapa "al"e dibawah P%I untuk
membersihkan sumur yang mungkin mengalami formation damage
karena completion fluid.
- Getelah beberapa lama produksi untuk pembersihan /clean up0 selesai!
injeksi kembali mewelati P%I semula.
Pentingya single+Point injection
- Continuous flow sebaiknya bukan multipoint injection! tapi kadang+
kadang ada tubing5"al"e yang bocor diatas P%I! sehingga injeksi
terjadi juga ditempat bocor tadi.
- :ntuk mempertahankan draw down agar tetap sama! maka perlu
ditambah injection rate
Pentingnya kedalaman P%I untuk sumur PI tinggi
Contoh sumur 8+-=
Isntalasi didesign dengan P%I 6;8< ft dengan PI 1 8!< B#P&5psi. G#$
injeksi -8< cult5bbl diperlukan untuk rate -<<< BP&. Bila PI 6!8+BP&5psi
G#$ injeksi akan double /;<<< cuft5bbl0. Gedangkan kalau dalamnya P%I
6A<< ft /PI 1 6!80! G#$ injeksi 6<< cuft5bbl. Bila PI 1 6.<! -<<< BP& rate
tidak bisa dicapai dengan P%I di 6;8< ft.
(lowing temperature di continuous flow
-C
- :ntuk standar "al"e! temperature gas di casing bisa dipakai untuk
estimasi temperatur di gaslift "al"e.
- :ntuk retrie"able G#4! flowing temperature di tubinglah yang dipakai
untuk estimasi temperatur di G#4. .alau ini juga tidak ada!estimasi
temperatur bisa mepakai gambar '8+8.
&al'e opening pressure untuk me(akinkan unloading dan operating
4al"e spacing eHuation dan prosedur grafis yang detail untuk menentukan
kedalaman "al"e berdasar pada asumsi bahwa "al"e akan tetap buka atau
dibuka kembali! tanpa membuka "al"e yang dipakai untuk menentukan
kedalaman "al"e dibawahnya. Bila prosedur dilakukan benar dan detail
dan temperatur yang diasumsikan benar /akurat0! maka unloading tidak
ada masalah. Bila prosedur tidak detail "al"e opening pressure bisa lebih
tinggi /terlalu tinggi0 untuk unloading. #ebih tinggi "al"e opening
pressure! jarak+jarak "al"e lebih dekat. %pening pressure dari operating
"al"e harus berdasarkan full injection gas line pressure. Bila flowing
tubing pressure di operating "al"e lebih rendah dari pressure yang
diharapkan! "al"e tidak akan membuka. %pening pressure dari operating
"al"e harus berdasarkan pada minimum flowing tubing pressure di
kedalaman "al"e.
$edesign continuous flow
&ata yang cukup harus dikumpulkan tentang instalasi yang dipasang saat
ini. &an sebaiknya dilakukan flowing pressure sur"ey dulu sebelum
redesign.
"sumsi$asumsi (ang meragukan dan setting gas lift 'al'e di lapangan
'da asumsi+asumsi yang diminta untuk mendesign secara grafis yang
kadang+kadang sukar diperkirakan.
- Gebagai ontoh saja misalnya! temperatur di "al"e bila compressor tidak
mempunyai after cooler.
- Bila gas lift "al"e diset di lapangan yang tidak ada kontrol temperature
/seperti di gas lift shop0 dan peralatan yang sudah usang.
-=
- Caranya dengan mengurangi -<+6< psi di gas injection pressure tiap
turun satu "al"e ke bawah untuk mengkompensasi asumsi+asumsi
tersebut dan untuk menentukan setting pressure. Gas injeksi yang lebih
rendah ini dipakai untuk mencapai kedalaman "al"e dan menghitung
"al"e opening pressure di tester.
G. PROSEDUR DESIGN CONTINUOUS FLOW
&asarnya *
- Berdasarkan tahap+tahap unloading secara continuous
- Gas lift "al"e tidak di choke dengan orifice kecil di downstream dari "al"e
port /mengurangi gas passage0 untuk unco"er "al"e dibawah
- .edalaman "al"e dan tekanan operasi berdasarkan pada flowing tubing
pressure dan tekanan injeksi di kedalaman "al"e
- 7eknik design memungkinkan unloading continuous lift dengan
penurunan yang minimal pada tekanan injeksi.
*. TEORI DESIGN SECARA GRAFIS +ANG DETAIL
&asar+dasarnya sebagai berikut *
-0 .edalaman "al"e pertama /#-0berdasar pada tekanan gas injeksi yang
tersedia atau static fluid le"el dipilih mana yang lebih dalam.
60 7op "al"e tetap membuka sampai "al"e ke+6 unco"ered. .arena itu
opening pressure "al"e+- berdasar min Pt2#
-
yang dipakai untuk unco"er
"al"e+6 dan tekanan casing dikedalaman. :nloading tra"erse diatas P%I
yang dipakai untuk mencari kedalaman "al"e+"al"e bawah adalah berdasar
minimum grad cur"e atau G#$ yang sesuai dengan "olume gas injeksi
yang tersedia.. 7ekanan yang membuka top "alue adalah Pko dan min
Pt2#
-
! bila tidak ada pressure loss lewat top "alue. Bila ada! maka
opening pressurenya /Pko N pressure loss0. Biasanya port siPe di top "al"e
kecil karena kebutuhan gas injeksi kecil.! dan differential pressure di
"al"e+"al"e atas lebih besar dari "al"e+"al"e bawah.
-A
;0 .arena top "al"e harus tetap membuka sampai "al"e ke+6 unco"ered!
maka dalamnya "al"e ke+6 berdasar pada P /yang dimisalkan0 pada
"al"e ke+6 dan tekanan injeksi di kedalaman yang diperlukan untuk
mempertahankan "al"e+- tetap membuka dengan min Pt2#
-
. Press
differential /Pcasing N Ptubing0 di #
6
disarankan sebesar 8< psi untuk
mencari kedalaman "al"e+6 dan "al"e+"al"e seterusnya. 7ra"erse dibawah
P%I yang dipakai untuk mencari Pt2#
6
selama unco"ered berdasar pada
load fluid cairan yang ada / diisi lobang apa tidak0 dan min Pt2#
-
.
90 4al"e+- menutup dan "al"e+6 tetap membuka sampai "al"e+; unco"ered
dan injeksi gas masuk tubing melalui "alue ini.. .arena "al"e +- tetap
menutup selama injeksi lewat "al"e +6! maka kedalaman "al"e +; berdasar
pada reopening pressure top "al"e segera setelah "al"e ini menutup.
$eopening pressure top "alue akan lebih rendah dari casing pressure untuk
mempertahankan "al"e membuka pada saat "al"e+6 unco"ered. Ini
disebabkan karena flowing tubing pressure "al"e+- akan lebih tinggi
selama lifting dari "al"e+6! setelah "al"e+- menutup.
Ma, Pt2#
-
selama lifting dari "al"e+6 ditentukan dari Camco "ur"e.
Pemilihan port siPe "al"e+6 berdasarkn pada "olume gas yang diperlukan
untuk membentuk unloading tra"erse! yaitu /biasanya0 min. G#$ cur"e
diatas "al"e+6. Biasanya! G#$ injeksi untuk membentuk min grad cur"e
untuk suatu rate produksi dan besarnya ukuran tubing adalah nominal! dan
"al"e dengan port kecil cukup untuk mengalirkan gas yang diperlukan
dengan P tinggi segera sebelum "al"e +; unco"ered.
80 Proses selanjutnya sama untuk menentukan kedalaman "al"e+9! 8 dst. Port
siPe dipilih berdasarkan pada injeksi gas yang dioperlukan dari P across
"al"e. Makin dalam "al"e berada! antara min tubing pressure dan casing
pressure mangecil! sehingga biasanya port siPe untuk unloading dan gas
lifting melalui "al"e+"al"e ini naik /lebih besar0
C0 Getelah kedalaman "al"e ditentukan! tekanan buka "al"e di C< (/Ptro0Q
ditester ditentukan dengan gambar '8+A s5d '8+6- atau dihitung
-@
berdasarkan Pt2#! Pcasing 2# berdasarkan reopening pressure "al"e
diatasnya! operating temperature "al"e didalam sumur! dan port siPe yang
diperlukan untuk lewatnya gas. Bila temperatur actual di sumur lebih
tinggi dari yang dipakai perhitungan! maka tekanan buka actual disumur
akan lebih tinggi. %leh karena itu design selalu dibuat tidak berdasarkan
pada ma,imum pressure yang ada.
I. PEMILI*AN PORT SI,E ATAU C*OKE SI,E
7hrough put gas melalui port atau choke ditentukan dengan grafik '8+C.
.apasitas berdasarkan *
:ptstream pressure 1 casing pressure yang sama dengan reopening
pressure "al"e diatasnya di kedalaman "al"e /dipakai Pko untuk "al"e+
-0
&own stream pressure 1 minimum Pt2# grafik '8+C berdasar C<(
dan harus dikoreski terhadap temperatur sumur. (aktor koreksinya ada
di gambar '8+= Mcorrected 1 Mactual /Correction factor0
J. LANGKA*)LANGKA* PENENTUAN KEDALAMAN VALVE
SECARA GRAFIS UNTUK CONTINOUS FLOW
&alam hal ini *
- akan memakai tracing ! bukan plotting
- kondisi sumur sama dengan dasar+dasar yang sama dengan Camco cur"e
- Pko 1 P operating
- Bila BHPf tidak diketahui! start design dengan langkah+langkah.
-0 Gambar flowing pressure tra"erse dibawah P%I
- Cari Camco cur"e yang cocok * ukuran tubing! prod. $ate!
a"erage flowing temperature! water+ cut
- trace tra"erse dibawah P%I
60 Gambar unloading tra"erse dibawah P%I! trace Pero G#$. Bila
BHPf tidak diketahui mulailah dari titik /<!<0. Glope /kemiringan0
ini untuk menentukan unloading "al"e.
6<
;0 Gambar garis gradient tekanan casing mulai dari pressure casing di
permukan.
90 Gambar unloading pressure tra"erse diatas P%I mulai dari Pwh.
Gambar '8+8 bisa dipakai untuk menentukan temperature flowing
rata+rata untuk membuat tra"erse.
Pilih Camco cur"e yang cocok. 7race min G#$! bila "olume gas
terbatas! cari G#$ berdasar "olume gas yang tersedia.
80 Hitung kedalaman "al"e+- dan pilih port siPe atau taruh top "al"e
di static fluid le"el! mana yang lebih dalam.
- 7andai unloading tra"erse di kedalaman "al"e ke+- dan cari
Pt2#
-
- ?stimate kebutuhan gas injeksi "al"e+- mulai dari Pt2#
-
geser
ke bawah sampai min G#$ dan hitung gas yang diperlukan
berdasar G#$ ini dan prod. $ate selama lifting lewat "al"e ini.
- .oreksi kebutuhan gas pada temperatur kedalaman "al"e
dengan grafik '8+=
- Pilih port siPe dengan grafik '8+C dengan upstream press 1
pcasing dikedalaman downstream press 1 Pt2#
-
/minimum0.
C0 Cari kedalaman "al"e+6 dan port siPe
- gambar tra"erse diobawah P%I untuk top "al"e sejajar dengan
tra"erse pada langkah 6. mulai dari min Pt2#
-
buatlah tra"erse
sampai memotong garis casing pressure dikurangi 8< psi /P
accross "al"e0 ini 1 #
6
- tentukan dari Camco cur"es! ma, Pr2#
-
selama lifting dari
#
6
. dimisalkan Pt2#
6
1 Pcasing J 8< psi. 7empatkan graph
tracing paper diatas Camco cur"e dan geser graph sampai Pwh
menempel grafik Camco cur"e yang melewati Pt2#
6
diatas!
dan baca ma, flowing tubing pressure di kedalaman top "al"e.
- Hitung penurunan opening pressure top "al"e sewaktu lifting
dari second "al"e /ini sama dengan 7? tambahan0
'dditional 7?+- 1 /Ma, Pt2#
-
J min Pt2#
-
0 7?(
6-
- &ari min G#$ cur"e dikedalaman "al"e ke+6! cari min Pt2#
6
- &ari Camco cur"e! cari G#$ injeksi yang dipakai lifting dari
"al"e+6 berdasarkan min Pt2#
6
dan hitung gas yang
dibutuhkan dan producing ratenya.
- .oreksi gas yang dibutuhkan tersebut dengan temperatur gas
didalam sumur /gb '8+=0
- Cari Port siPe dari gb '8+C dengan upstream pressure 1
reopening pressure "al"e+- dan downstream 1 min Pt2#
6
$eopening pressure "al"e+- 1 Pcasing 2#
6
J additional tubing
effect.
=0 Menentukan keddaslaman "al"e+;
- Perbedaan tubing dan casing pressure di "al"e ketiga adalah
differential across "al"e /P0 3 additional tubing effect /7?I0
- &ari min Pt2#
6
! gambarkan tra"erse dibawah P%I sampai
memotong gradient tekanan casing.. Pada garis tra"erse ini cari
titik dimana tubing pressure 1 /casing pressure J 8< psi 3 add.
7?I0. 7itik itu adalah kedalaman "al"e+;
- Cari ma, Pt2#
6
seperti mencari ma, Pt2#
-
- Hitung additional 7?
6
1 /mac Pt2#
6
+min Pt2#
6
0 7?(
- Cari min unloading tra"erse di #
;
dan ketemu min Pt2#
;
- ?stimate G#$ injeksi dari ccamco cur"e untuk membentuk
unloading tra"erse selama lifting dari "al"e+;. Hitung
kebutuhan gas injeksi dan production rate.
- .oreksi "ol gas injeksi ini dengan temperature didalam sumur.
- Pilih choke site5port siPe
A0 .edalaman "al"e+"al"e selanjutnya bisa dicari dengan cara yang
sama.
K. MENCARI TEKANAN BAKU VALVE DI TESTER -PTRO.
Bisa dengan grafik atau perhitungan.
66
&engan grafik '8+A s5d '8+6- untuk Camco "al"e. Informasi lain dari
grafik ini adalah "al"e reopening pressure at "al"e depth /P
%
2#0! Pbt!
theoritical "al"e closing pressure at "al"e depth untuk "al"e tanpa spring
/P"e2#0
&engan perhitungan
- Pbt 1 /P
%
2#0 /-+'"5'b0 3 /Min Pt2#0 /'"5'b0
)ntuk 'al'e tanpa spring
- Pbt 1 /P
%
2#+Pst0 /-+'"5'b0 3 /Min Pt2#0 /'"5'b0
)ntuk 'al'e dengan spring *
:ntuk top "al"e P
%
2# memakai tekanan gas injeksi yang tersedia
- Getelah Pbt didapat mencari Pbt ditester memakai grafik '16+6 lalu!
P"o 1
Pst
0 'b 5 '" - /
Pb
+

/kalau ada spring0.


L. ANAL+SA VALVE REOPENING PRESSURE
Bila ada kesulitan membuka "al"e sebelah atas! sementara unloading atau
lifting dari sebuiah "al"e bawah! analysa ini harusnya menunjukkan adanya
kesalahan dalam design. Bila "al"e+"al"e atas tidak mau menutup! sumur
tidak bisa diunload dan5atau producing G#$ terlalu tinggi. Bila continuous
flow designya menggunakan grafis secara detail! kesulitan ini harusnya tidak
terjadi sebab tehnik design berdasar pada reopening pressure "al"e diatas.
'nalysa reopening pressure berguna juga untuk menghitung tekanan gas
injeksi permukaan ma,imum yang bisa diterapkan tanpa membuka
"al"e5"al"e+"al"e atas.
Menentukan 'al'e reopening pressure pada kedalaman 'al'e dengan
grafik*
Pressure ini bisa ditentukan dengan dua cara dari grafik antara '8+A s5d
'8+6-. Bila tekanan bellows di kedalaman /P
bt
0 diketahui! reopening
pressure di dalam sumur bisa ditentukan sbb *
6;
-0 Pilih grafik sesuai type "al"e dan port siPe.
60 Mulai dari P
bt
di ordinat! kearah horiPontal kekakan pada garis pressure
memotong tubing pressure di kedalaman /P
t
2#0 dan baca reopening
pressure dikedalaman "al"e P
"
2# diabsis.
Bila yang diketahui P
b
/tek. Bellows di tester0*
-. Gama dengan langkah- diatas.
6. Mulai dari opening pressure di C<( /P
"<
0 lalu tarik ke bawah
memotong temperatur dikedalaman "al"e /7
4
2#0! lalu dari sini
horiPontal ke kiri ke Post ke P
t
2# dan baca P
4
2# di lo"erabsisa.
Menentukan reopening pressure dengan kalkulasi
- P
<
2# 1 P
4<
27
4
J P
t
2# /7?(0
- P
<
2# 1
7?( / # 2 P
'
'
-
# 2 P
t
b
4
4C

P
4C
2# dapat dihitug dalam Bab 4I tentang surface closing pressure
analysis.
- 'tau dihitung dari P
bt
P
<
2#

1

0 ( . ? . 7 / # 2 P P
'
'
-
P
t st
b
"
bt
+

P
<
2# * 4al"e opening pressure at "al"e depth.
P
4C
2# * 4al"e closing pressure teoritis di "al"e depth.
P
4<
27
4
* 4al"e opening pressure para temperatur sumur bila tubing
pressure 1 <
M. IKG7'#'GI C'GIKG (#%D
Casing flow disarankan untuk produksi yang sangat tinggi /tidak untuk
produksi rendah0.
Intermittent lift tidak bisa digunakan disini.
Bila gas injeksi di stop! tubing tidak perlu diunload setelah beroperasi
kembali.
Gas lift "al"enya bisa memakai *
69
- 7ype con"entional atau retrie"able "al"e.
- )ang penting * arah chek"al"e+nya dibalik.
:nloadingnya sama dengan continuous flow melalui tubing! hanya casing
pressure berfungsi terbalik dengan tubing pressure dalam mekanisme
pembukaan5penutupan "al"enya.
(lowing pressure tra"erse untuk casing flow *
- Gradient cur"enya di eHui"alenkan dengan gradient cur"e untuk tubing
flow.
- 'liran melalui 6 E Ftubing dan =I casing dalam casing flow setara
dengan melalui tubing 9 EI. 'liran melalui annulus 6I tubing , 8 EI
casing setera dengan tubing flow melalui ;I tubing.
&esign casing flow instalation *
- .edalaman top "al"e *
Bila static fluid le"el tidak berada dipermukaan /lobang tidak
penuh0! maka kedalaman top "al"e untuk casing flow lebih dalam
dari tubing flow.
$umusnya *
#
-
1 G(# 3
0 - $ / 2
P P
cf G
wh < .

$
cf
* $atio .apasitas tubing dengan kapasitas tubing+casing
annulus.
:ntuk kedalaman "al"e di bawahnya! bisa dicari dengan cara yang
sama dengan pada tubing flow.
K. .%K7$%# G'G IK?.GI &I G:$('C? :K7:. C%K7IK:%:G (#%D
IK7'#'7I%K
ika line pressure stabil /kontant0 dan tidak ada freePing problem! dipakai
adjustable choke untuk mengatur kebutuhan gas injeksi.
'gar kontrol bisa lebih sempurna /menghindari naik turunnya line
pressure0! dipasangkan control "al"e dengan setting line pressure yang
68
minimum mungkin terjadi. .emudian down stream dari control "al"e
/regulator0 dipasangi choke.
Guatu regulator tanpa choke tidak disarankan untuk continuous flow
dengan rate kecil. .ecuali di operating "al"enya dipasangi choke dan ada
pressure differential yang tinggi across "al"e! yang mencegah berubahnya
"ollume gas melalui "al"e yang disebabkan oleh perubahan tubing
pressure yang besarnya sedang+sedang saja.
7ubing pressure contol sering dipakai untuk membantu choke. ika sumur
mengalir tidak constant /kadang mengalir kadang tidak0! maka bila tubing
pressure naik! gas injeksi distop. Bila ada kombinasi casing pressure
control dan tubing pressure control! tubing pressure control harus labih
prioritas di banding casing pressure control.
6C