Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS ZAT GIZI


ANALISA KADAR PROTEIN















Disusun oleh:
Nama : Yunita Rizki Anisa Putri
NIM : 13/345822/KU/15677
Kelompok : 3
Shift : I
Tanggal : 28 Maret 2014
Assisten : 1. Ceria Ciptanurani
2. Diana Pratiwi


PROGRAM STUDI GIZI KESEHATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2014
MENENTUKAN KADAR PROTEIN TERLARUT
DENGAN METODE LOWRY-FOLLIN
PADA SAMPEL TAHU DAN SUSU CAIR

1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Protein adalah makromolekul yang memiliki beragam peranan
penting dalam metabolisme tubuh. Protein berfungsi sebagai zat
pembangun sekaligus cadangan energi apabila karbohidrat dan lemak
telah habis. Oleh karena itu perlu dilakukannya analisa kadar protein
sehingga dapat ditentukan jumlah kandungan protein dalam bahan
makanan serta dapat menentukan kualitas protein jika dipandang dari
sudut gizi (Sudarmadji, 2010).

1.2. Tinjauan Pustaka
Protein merupakan salah satu kelompok bahan makronutrien yang
menjadi komponen penting atau komponen utama sel hewan atau
manusia (Marmi, 2013). Protein memiliki kandungan nitrogen (N) yang
menjadi salah satu struktur penyusunya. Sehingga untuk menentukan
jumlah protein secara kuantitatif dapat dilakukan dengan cara
menentukan kandungan N yang ada dalam bahan makanan (Sudarmadji,
2010).
Ada banyak cara untuk menentukan kadar protein terlarut dalam
bahan makanan secara kuantitatif, diantaranya adalah metode Kjeldahl,
Lowry-Folin, Biuret, Spektofotometer, dan masih banyak lagi. Namun
jika dilihat dari sisi kekuratan, kemudahan, dan keterjangkauan harga
maka pada praktikum kali ini menggunakan metode Lowry-Folin.
Metode ini mengkombinasikan reaksi biuret degan reduksi dari reagen
Folin-Ciocalteaeu Phenol (asam phosphotunstat-phosphomolibdat)
dengan tirosin dan triptofan di dalam protein (Nielsen, 2003).


2. TUJUAN
Menentukan kadar protein terlarut dalam sampel tahu dan susu cair dengan
metode Lowry-Folin.

3. METODE
3.1. Prinsip
Kompleks ikatan peptida akan mereduksi kompleks phosphotungstat-
phosphomolibdat sehingga akan membentuk kompleks berwarna biru
yang stabil setelah 30 menit dan dapat dibaca pada panjang gelombang
540 nm.
3.2. Alat dan Bahan
3.2.1. Alat
a. Tabung reaksi 11 buah
b. Rak tabung reaksi 1 buah
c. Pipet ukur 1 ml 1 buah
d. Pipet ukur 10 ml 1 buah
e. Labu elenmeyer 5 buah
f. Corong 1 buah
g. Spatula 3 buah
h. Beaker glass 3 buah
i. Gelas ukur 1 buah
j. Mortar dan alu 1 buah
k. Neraca analitik 1 buah
l. Vortex 1 buah
m. Spektofotometer-kuvet 1 buah
n. Kertas saring secukupnya
o. Lap/tissue secukupnya
3.2.2. Bahan
a. Sampel tahu 0,498 gram
b. Sampel susu cair 1 ml
c. Bouvine Serum Albumin (BSA) 0,2 mg/ml
d. Buffer sitrat 0,01 M
X X
e. Aquadest secukupnya
f. Reagen A (larutkan 100 g Na
2
CO
3
dalam NaOH 0,5 N hingga
mencapai volume 100 ml)
g. Reagen B (larutkan 1 g CuSO
4
.5H
2
O dalam aquadest hingga
mencapai volume 100 ml)
h. Reagen C (larutkan 2 g K-tatrat dalam aquadest hingga
mencapai volume 100 ml)
i. Reagen D (campuran reagen A:B:C = 20:1:1)
j. Reagen E (mengencerkan 5 ml reagen Folin Ciocalteaeu 2 N
menjadi volume 50 ml lalu digojog dengan baik)
3.3. Cara Kerja
3.3.1. Pembuatan Larutan Standar
BSA 0,2 mg/ml

Melarutkan dalam Buffer Sitrat 0,01 M hingga mencapai 100 ml

Membuat BSA dengan konsentrasi 0; 0,04; 0,08; 0,12; 0,16; 0,2
mg/ml

Menambah 1 ml reagen D

Memvortex dan menginkubasi 15 menit pada suhu ruang

Menambah 3 ml reagen E

Memvortex dan menginkubasi 45 menit pada suhu ruang

Menera OD dengan = 540 nm
3.3.2. Penentuan Protein Terlarut
0,1 ml susu cair

0,498 gram tahu

Melarutkan dalam aquadest sampai
10 ml
Melarutkan dalam aquadest sampai
50 ml
X





Menyaring

Mengambil 1 ml filtrat

Menambah aquadest hingga 10 ml

Mengambil 1 ml filtrat

Menambah 1 ml reagen D

Memvortex dan menginkubasi 15 menit pada suhu ruang

Menambah 3 ml reagen E

Memvortex dan menginkubasi 45 menit pada suhu ruang

Menera OD dengan = 540 nm
3.3.3. Pembuatan Blanko
1 ml aquadest

Menambah 1 ml reagen D

Memvortex dan menginkubasi 15 menit pada suhu ruang

Menambah 3 ml reagen C


X

Memvortex dan menginkubasi 45 menit pada suhu ruang

Menera OD dengan = 540 nm

4. HASIL
4.1. Tabel Hasil Analisa

5. PEMBAHASAN
5.1. Fungsi Reagen dan Perlakuan
5.2. Penentuan Kurva Standar
5.3. Penentuan Kadar Protein Terlarut

6. KESIMPULAN
7. DAFTAR PUSTAKA