Anda di halaman 1dari 21

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF DAN MAKANAN PENDAMPING ASI



A. Identifikasi Masalah
Mendapatkan Air Susu Ibu atau ASI adalah proses pemenuhan
hak pertama yang harus diterima oleh anak ketika baru lahir dan sebelum
mendapatkan hak yang lain. Namun pada kenyataannya hak dasar anak
ini banyak yang belum terpenuhi. Penyebabnya bermacam-macam,
misalnya karena ASI belum atau tidak keluar, kondisi ibu yang belum
memungkinkan menyusui satu jam pasca melahirkan maka bayi diberi
susu formula. Alasan tersebut sering digunakan untuk tidak memberikan
ASI pada saat bayi baru lahir, sehingga mengakibatkan bayi tidak
terpenuhi haknya. Hal ini banyak terjadi pada anak di dunia, tidak
terkecuali Indonesia. Ketika hak pertama tidak terpenuhi maka
selanjutnya dapat berdampak pada tumbuh kembang anak yang tidak
optimal.
Konvensi Hak Anak menyebutkan bahwa setiap anak memiliki hak
untuk hidup dan tumbuh berkembang secara optimal. Bayi yang
mendapatkan ASI setelah satu jam dilahirkan akan lebih terjamin
ketahanan dan kelangsungan hidupnya. Untuk mendukung hal itu, setiap
perempuan juga memiliki hak memperoleh pengetahuan dan dukungan
yang mereka butuhkan dalam memberikan ASI terutama ASI eksklusif,
yaitu pemberian ASI saja pada bayi hingga usia 6 bulan.
Upaya peningkatan status kesehatan dan gizi bayi/anak umur 0-
24 bulan melalui perbaikan perilaku masyarakat dalam pemberian
makanan merupakan bagian yang dapat dipisahkan dari upaya perbaikan
gizi secara menyeluruh. Ketidaktahuan tentang cara pemberian makanan
bayi dan anak, dan adanya kebiasaan yang merugikan kesehatan, secara
langsung dan tidak langsung menjadi penyebab utama terjadinya
masalah kurang gizi pada anak, khususnya pada umur dibawah 2 tahun
(baduta).

B. Tujuan Penyuluhan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan ibu menyusui
mengetahui tentang ASI ekslusif dan makanan pendamping ASI.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan ibu menyusui
dapat :
a. Memahami dan mengerti arti dari ASI eksklusif 6 bulan
b. Mengerti manfaat ASI eksklusif bagi ibu
c. Mengerti manfaat ASI eksklusif bagi anak
d. Mengerti makanan pendamping ASI.
e. Mengetahui apa saja makanan pendamping ASI yang boleh
dikonsumsi.
f. Mengetahui apa saja makanan pendamping ASI yang tidak boleh
dikonsumsi
C. Sasaran
Ibu balita di Posyandu.......

D. Materi
Terlampir
E. Waktu dan Tempat
Waktu : Sabtu, 14 April 2012 pukul 10.00 s/d 11.00 WIB
Tempat : Posyandu xxxx
F. Metode
Metode yang digunakan yaitu dengan metode ceramah dan tanya jawab.
G. Alat dan Media
1. Leafleat
2. Laptop
3. LCD proyektor
H. Langkah Kegiatan
No Penyuluh Waktu Sasaran
1 Persiapan
a. Menyiapkan ruangan.
b. Menyiapkan alat-alat.

5 menit

Ruangan, alat dan ibu
balita siap.
2 Proses :
a. Membuka penyuluhan dengan
mengucapkan salam, menyapa
dan memperkenalkan diri
b. Menyampaikan materi
penyuluhan dengan
menggunakan media leafleat dan
slide
1) Menjelaskan pengertian ASI
eksklusi 6 bulan
2) Menjelaskan manfaat ASI
Eksklusif bagi ibu
3) Menjelaskan manfaat ASI

5 menit


30 menit








Menjawab salam,
menjawab sapaan dan
memperhatikan.

Mendengarkan dan
memperhatikan.





eksklusif bagi anak
4) Menjelaskan isi materi
tentang Makanan
Pendamping ASI
5) Menjelaskan cara membuat
dan menyajikan Makanan
Pendamping ASI
c. Tanya jawab kepada pasien
d. Mengevaluasi materi yang telah
disampaikan kepada pasien








10 menit

5 menit







Bertanya dan
memperhatikan.
Menjawab pertanyaan
penyuluh dan
memperhatikan.
3 Penutup :
Memberikan kesimpulan dan
mengucapkan salam


5 menit


Memperhatikan dan
menjawab salam.
I. Pembagian Peran
1. Penanggung jawab : Regi Ega Permana
Tugas:
a. Membuat satuan acara pengajaran
b. Bertanggung jawab terhadap semua kegiatan mulai dari awal
sampai akhir kegiatan yang berkaitan dengan Penkes ASI Esklusif
dan Makanan Pendamping ASI.
2. Moderator: Nurul Sholihah
Tugas:
a. Membuka dan menutup acara
b. Memperkenalkan anggota
3. Penyaji Materi :
a. Herni Endah Widyawati
Tugas: Menyajikan dan menjelaskan tentang materi ASI esklusif
b. Febri Dwi Astuti
Tugas: Menyajikan dan menjelaskan tentang materi Makanan
Pendamping ASI
4. Observer:
a. Fitri Intan Pratiwi
b. Iklima Nurrahmah
c. Nururin Widasari
d. Puspita Anggraini
Tugas:
Mengamati dan membantu jalannya pelaksanaan kegiatan Penkes
Makanan Pendamping ASI mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai
evaluasi.

J. Evaluasi
Sasaran Penyuluhan mampu :
1. Memahami dan mengerti arti dari ASI eksklusif 6 bulan
2. Mengerti manfaat ASI eksklusif bagi ibu
3. Mengerti manfaat ASI eksklusif bagi anak
4. Menjelaskan makanan pendamping ASI.
5. Menyebutkan apa saja makanan pendamping ASI yang boleh
dikonsumsi.
6. Menyebutkan apa saja makanan pendamping ASI yang tidak boleh
dikonsumsi.


LAMPIRAN MATERI

A. ASI EKSKLUSIF
1. Pengertian ASI Eksklusif
ASI Ekslusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa
dicampur dengan tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu,
air teh, air putih dan tana tambahan makanan padat seperti pisang,
pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi tim. Setelah usia bayi 6 bulan,
barulah bayi diberikan makanan pendamping ASI, sedangkan ASI dapat
diberikan sampai 2 tahun atau lebih.
2. Keuntungan menyusui ekslusif secara umum
Ada beberapa keuntungan menyusui eksklusif secara umum, yaitu :
a. Memberikan nutrisi yang optimal dalam hal kulitas dan kuantitas bagi
bayi.
Dalam ASI terkandung kolostrum, yang merupakan cairan kental yang
berwarna kekuning-kuningan yang dihasilkan oleh alveoli payudara
ibu, pada periode akhir atau trimester ketiga kehamilan kolostrum
dikeluarkan pada hari pertama setelah kelahiran. Kolostrum sangat
penting bagi bayi, karena :
1) Kolostrum pada hari pertama sampai hari ke empat, merupakan
cairan yang kaya akan nutrisi dan antibody
2) Jumlah kolostrum bervariasi antara 10-100ml per hari.
3) Jumlah kolostrum akan bertambah da mencapai komposisi ASI
biasa/matur sekitar 3-14 hari
4) Kolostrum memberi nutrisi dan melindungi terhadap infeksi dan
alergi
5) Memberikan imunisasi pertama, ASI dapat dikatakan sebagai
cairan hidup
6) Kandungan pada kolostrum :
Laxansia (laksatif/pencahar) yang membersihkan mekonium
Growt factor, embantu dalam pematangan usus
Kaya vitamin A, yang dapat mencegah berbagai macam
penyakit infeksi dan mencegah penyakit mata.

b. Meningkatkan kecerdasan secara :
1) Asuh ( fisik-biomedis)
Menunjukan kebutuhan bayi untuk pertumbuhan otaknya. Untuk
pertumbuhan suatu jaringan sangan dibutuhkan nutrisi atau
makanan bergizi. Dan, ASI memenuhi kebutuhan ini.
2) Asah (stimulasi-pendidikan)
Menunjukan kebutuhan akan stimulasi atau rangsangan yang
akan merangsang perkembangan kecerdasan anak secara
optimal. Ibu menyusui termasuk guru pertama yang terbaik bagi
anaknya. Dengan demikian, perkembangan sosialisasinya akan
baik dan ia akan mudah berinteraksi dengan lingkunganya kelak.
ASI dan menyusui secara eklusif akan menciptakan faktor
lingkungan yang optomal untuk meningkatkan kecerdasan bayi
melalui pemenuhan semuakebutuhan awal dari faktor-faktor
lingkungan.


3) Asih (fisik-biomedis)
Menunjukan kebutuhan bayi untuk perkembangan emosi dan
spiritualnya. Yang terpenting disini adalah pemberian kasih sayang
dan rasa aman. Seorang anak yang merasa disayangi akan
mampu menyayangi lingkungannya sehingga ia akan berkembang
menjadi manusia dengan budu pekerti dan nurani yang baik.
Selain itu seorang bayi merasa aman, karena merasa dilindungi,
akan berkembang menjadi orang dewasa yang mandiri dan emosi
yang stabil.
3. Manfaat ASI bagi bayi
a. ASI mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari
alergi
b. Secar alamiah, ASI memberikan kebutuhan yang sesuai dengan usia
kelahiran bayi (seperti pada bayi prematur, ASDI memiliki kandungan
protein yang lebih tinggi dibanding pada bayi yang cukup bulan)
c. ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi
d. ASI sebagai zat antivirus dan bakteri
Didalam ASI terkandung kolostrum. Kolostrum adalahistilah yang
dipakai untuk menyatakanASI pertama yang diisap pleh bayi,
kolostrum mengandung protein, mineral dan aneka vitamin. Berikut
ini aneka zat antivirus dan anti bakteri yang terkandung dalam
kolostrum :
Lysozyme, yaitu enzim yang aktif di saluran pencernaan yang
jumlahnya ribuan kali dibandingkan kadar lysozyme yang ada di
susu formula. Tugasnya menghancurkan dinding sel patogen
dan melindungi saluran pencernaan bayi
Bifidobakteri, bertugas mengasamkan lambung sehingga bakteri
patogen dan parasit tidak mampu bertahan hidup
Lactoferin, bertugas mengikat besi sehingga bakteri patogen
yang membutuhkan zat besi diboikot, tidak mendapat suplay zat
besi hingga mati
Lactoperoksida, bersma unsur lain berperang melawan serangan
bakteri sterptococus (yang dapat menimbulkan gejala penyakit
paru-paru)
Makrofage, berfungsi melindungi kelenjar susu ibu dan saluran
pencernaan bayi.
e. ASI bebas kuman karena diberikan secara langsung
f. Suhu ASI sesuai dengan kebutuhan bayi
g. ASI lebih mudah dicerna dan diserap oleh usus bayi
h. ASI mengandung banyak kadar selenium yang melindungi gigi dari
kerusakan
i. ASI akan melatih daya isap bayi dan membantuk otot pipi yang baik

4. Manfaat ASI bagi Ibu
a. Membantu mempercepat pengembalian rahim ke bentuk semula dan
mengurangi pendarahan setelah kelahiran
b. Mengurangi biaya pengeluaran karena ASI tidak perlu dibeli
c. Mencegah kanker payudara (karena pada saat menyusui hormon
esterogen mengalami penurunan, sementara itu tanpa aktivitas
menyusui, kadar hormon esterogen tetap tinggi dan inilah yang
diduga menjadi salah satu pemicu kanker payudara karena tidak
adanya keseimbangan hormon esterogen dan progesteron)
d. Menyusui secara teratur akan menurunkan berat badan ibu secara
bertahap
e. Memberikan secara puas, bangga dan bahagia pada ibu yang
berhasil menyusui bayinya
f. Pemberian ASI secara eksklusif dapat sebagai kontrasepsi selama 6
bulan setelah kelahiran karena isapan bayi merangsang prolaktin
yang menghambat terjadinya ovulasi/ pematangan telur sehingga
menunda kesuburan

5. Tujuh langkah keberhasilan ASI eksklusif
a. Mempersiapkan payudara bila diperlukan
b. Mempelajari ASI dan tatalaksana menyusui
c. Menciptakan dukungan keluarga, teman dan lingkungan
d. Memilih rumah sakit sayang bayi
e. Memilih tenaga kesehatan yang mendukung pemberian ASI eksklusif
f. Mendatangi fasilitas konsultasi laktasi untuk persiapan apabila ibu
menemui kesulitan saat menyusui
g. Menciptakan sikap yang positif tentang ASI dan menyusui


.B. MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI)
1. Pengertian MP ASI
a. Makanan Pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang
mengandung gizi diberikan kepada bayi/anak untuk memenuhi
kebutuhan gizinya.
b. MP-ASI merupakan proses transisi dari asupan yang semata
berbASIs susu menuju ke makanan yang semi padat. Untuk proses
ini juga dibutuhkan ketrampilan motorik oral. Ketrampilan motorik
oral berkembang dari refleks menghisap menjadi menelan makanan
yang berbentuk bukan cairan dengan memindahkan makanan dari
lidah bagian depan ke lidah bagian belakang.
c. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara
bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan
kemampuan pencernaan bayi/anak .
d. Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas
penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan
anak yang bertambah pesat pada periode ini.
e. Indikator bahwa bayi siap untuk menerima makanan padat
Kemampuan bayi untuk mempertahankan kepalanya untuk
tegak tanpa disangga,
Menghilangnya refleks menjulurkan lidah,
Bayi mampu menunjukkan keinginannya pada makanan
dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota
tubuhnya ke depan untuk mrnunjukkan rasa lapar, dan menarik
tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan
ketertarikan pada makanan.
2. Permasalahan dalam Pemberian MP ASI
Dari hasil beberapa penelitian menyatakan bahwa keadaan
kurang gizi pada bayi dan anak disebabkan karena kebiasaan
pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Keadaan ini memerlukan
penanganan tidak hanya dengan penyediaan pangan, tetapi dengan
pendekatan yang lebih komunikatif sesuai dengan tingkat pendidikan
dan kemampuan masyarakat. Selain itu ibu-ibu kurang menyadari
bahwa setelah bayi berumur 6 bulan memerlukan MP-ASI dalam jumlah
dan mutu yang semakin bertambah, sesuai dengan pertambahan umur
bayi dan kemampuan alat cernanya.
3. Hal-hal yang Harus diperhatikan dalam Pemberian Makanan
Pendamping ASI
a. Jenis-jenis makanan padat antara lain :
Pisang.
Banyak bayi yang memulai makanan padatnya dengan pisang
yang dihaluskan. Pisang yang anda pilih sebaiknya pisang kepok
merah yang memang umumnya diberikan pada bayi. Untuk awal
mula mungkin 1 buah pisang kecil sudah cukup dan bisa anda
kerik dengan sendok kecil agar halus dan mudah ditelan bagi anak
anda yang belum punya gigi saat ini.
Bubur beras merah.
Anda dapat membuat sendiri dengan cara membeli beras merah
yang ada di supermarket dan menjadikan bubur. Cara
pemberiannya pun mudah, anda dapat mencampurkan bubur
beras merah yang kaya dengan vitamin ini dengan susu formula
bayi agar lidah bayi anda tidak merasa asing. Untuk pertama kali,
buatlah sedikit dahulu dan ini bisa dijadikan variasi makanan agar
bayi tidak bosan.
Sayuran.
Sayuran yang dapat anda berikan bisa berupa wortel, brokoli atau
bayam yang dihaluskan, bisa dengan dicincang atau di blender.
Anda dapat mencampurkan sayuran ini pada bubur bayi. Cucilah
terlebih dahulu sayurannya dengan pencuci sayuran agar
pestisida yang terdapat di sayuran terbuang.
Sereal/biscuit bayi
Cara pemberiannya dapat dicampur dengan susu formula bayi
atau jika itu biscuit agar tidak terlalu manis anda dapat
menghancurkannya cukup dengan air hangat.
b. Jenis dan karakter dari makanan Makanan pendamping ASI itu
disesuaikan dengan umur bayi:
Bayi 0 6 Bulan
Bayi usia 0-6 bulan sebenarnya tidak memerlukan makanan
pendamping, dengan ASI saja sudah mencukupi. ASI ekslusif
dewasa ini disarankan memang sampai dengan bayi usia 6 bulan.
Namun bila kebutuhan ASI tidak mencukupi, atau ada hal tertentu
yang menyangkut kondisi sang ibu seperti tidak keluarnya ASI,
pemberian makanan penunjang bisa dilakukan.

Bayi 6 8 Bulan

Bayi dapat mulai diberi nasi tim yang merupakan makanan lunak
dan makanan campuran yang lengap karena dapat dibuat dari
beras, bahan makanan sumber protein hewani (hati, daging
cincang, telur atau tepung ikan) dan makanan sumber protein
nabati seperti tahu, tempe, sayuran hijau (bayam), buah tomat dan
wortel. Sehingga nasi tim ini merupakan makanan yang
mengandung nutrien lengkap.
Selama bayi, pemberian nasi tim ini harus disaring terlebih dahulu
untuk memudahkan menelannya dan tidak mempersulit atau
memperberat pencernaan.

Bayi 8 12 Bulan
Bubur susu sudah dapat diganti seluruhnya dengan nasi tim, yaitu
pada pagi hari sebagai makan pagi misalnya sekitar jam 09.00.
Siang hari sekitar jam 13.00 sebagai makan siang dan sore hari
sekitar jam 17.00 18.00 sebagai makan malam.
Bila bayi disusui lebih dari 1 tahun, harus diperhatikan
kemungkinan timbulnya anoreksia (berkurangnya atau hilangnya
napsu makan) terhadap makanan lain sehingga anak bisa
kekurangan protein dan kalori yang akhirnya menderita penyakit
malnutrisi energi protein.
Pengaturan makan yang berhasil pada masa bayi akan
mempermudah kelancaran pengaturan makan pada usia
selanjutnya. Pada akhir masa bayi telah dibiasakan abyi menerima
makanan 3x sehari
c. Makanan Buatan dan Susu Formula
Memberikan makanan buatan hanya dibenarkan bila menyusui tidak
dapat dilaksanakan, misalnya produksi ASI tidak ada atau sangat
kurang. Susu formula sebagai pengganti ASI kebanyakan dibuat dari
susu sapi. Hampir semua tersedia dalam bentuk bubuk dan hanya
memerlukan pengenceran dengan air matang sebelum disajikan.
Pengganti ASI (PASI) ini dapat dikelompokan berbagai macam baik
menurut rasa, menurut Ph cairan, kadar nutrien, bahan utama
protein, maksud penggunaan maupun menurur komposisi nutriennya.
Bila bayi tidak menghabiskan hidangan yang disediakan, mungkin
bayi telah cukup mendapatkan pengganti ASI dan sebaliknya bila
menghabiskan hidangan yang disediakan mungkin juga masih kurang
sehingga hidangan selanjutnya perlu diperbanyak terutama jika bayi
masih menangis atau belum puas.
d. Pentingnya Variasi
Untuk memperkenalkan makanan pada bayi, mulailah dengan 1 jenis
makanan. Tunggu paling tidak selama 4 hari sebelum mengenalkan
makanan jenis lain. Adanya tenggang waktu membuat bayi makin
mengenal dan bisa menerima makanan barunya. Reaksi alergi
biasanya baru muncul beberapa hari setelah jenis makanan itu
dikonsumsi. Jika timbul reaksi alergi jenis tertentu, Anda jadi tahu
persis penyebabnya.
Sebagian pakar percaya, penting untuk mulai memperkenalkan
sayuran hijau dulu, sehingga pola citarasa bayi tidak termanjakan'
dengan rasa manis dari buah-buahan. Sebagian pakar lagi
menganggap itu hanya mitos belaka. Menurut mereka, bayi terlahir
dengan menyukai yang manis-manis. Anda bisa mengombinasikan
kedua pendapat ini, dan melihat mana yang paling pas buat bayi
Anda.Yang pasti, mengombinasikan berbagai jenis makanan akan
membuat bayi tidak cepat bosan, memicu selera makannya plus tidak
menjadikannya si pemilih makanan. Jangan sampai ia terbiasa
makan makanan yang itu-itu saja. Ia bisa kekurangan gizi yang
dibutuhkannya.
e. Jadikan Sebagai Rutinitas
Waktu makansarapan, makan siang dan makan malamharus
Anda terapkan secara konsisten. Ini bukannya tanpa alasan. Sistem
pencernaan bayi perlu dilatih untuk belajar menerima, mencerna,
serta menyerap makanan pada waktu-waktu yang ditentukan. Untuk
masing-masing waktu makan itu, sajikan kelompok makanan yang
ada dalam tabel 'Jadwal pemberian makanan si kecil' . Perlu dicatat,
kalau kenyang si kecil akan memberi sinyal. Misalnya, menjulurkan
lidah atau memalingkan kepala. Jadi, jangan takut si kecil akan
makan secara berlebihan.
f. Mulai Memperkenalkan Biskuit
Anda sudah bisa mulai memberi biskuit bayi sebagai camilan di
antara waktu makan. Koordinasi antara mata dan tangannya sudah
cukup baik, sehingga ia bisa membawa tangannya ke mulut. Pada
umur 7 bulan, rata-rata bayi sudah mampu makan sendiri biskuitnya.
Umumnya, tekstur biskuit yang lembut membuat bayi mudah
mengemutnya, bahkan akan membantu merangsang pertumbuhan
giginya.
g. Gizi Penting untuk Usia 6-12 Bulan
Pada usia 6-12 bulan, pola makan anak harus mengikuti piramida
makanan. Makin ke atas makin sedikit porsi makanan yang harus
dikonsumsi anak. Berikut urutannya dari paling bawah ke paling atas:
Sumber karbohidrat , yakni roti, jagung, nasi, cereal , dan
sebagainya, dikonsumsi sebanyak 1-3 kali/hari @ 1 mangkuk
kecil.
Sumber zat pengatur , yaknis sayuran dikonsumsi sebanyak 1-2
kali/hari sekitar 25-50 g mentah. Buah dikonsumsi sebanyak 1-2
kali/hari sekitar 25-75 g.
Sumber protein yaitu ASI dikonsumsi sebanyak 2-3 kali/hari.
Protein lainnya dikonsumsi sebanyak 1-3 kali/hari. Misalnya, ayam
kampung (paha bawah), telur (1/21 butir), daging (1/2 potong
sedang/20 g), kacang-kacangan (1-2 sendok makan), tahu (1
potong/50 g), tempe (1 potong/25 g), serta ikan (1 potong
sedang/20 g).

Bila perlu, berikan sumber lemak berupa minyak sebanyak 1/2
sendok teh.
h. Masalah Makanan yang Bisa Timbul Bagi Bayi Usia 6-8 Bulan
Alergi makanan adalah suatu reaksi yang timbul pada tubuh setelah
seseorang mengonsumsi suatu jenis makanan. Reaksi ini dipicu oleh
kondisi kekebalan tubuh pada orang tersebut. Bila salah satu dari
Anda atau pasangan Anda punya riwayat alergi makanan, risikonya
pada si kecil meningkat sampai 20-30%. Jika Anda berdua alergi,
risikonya pada anak naik lagi hingga 40-70%.
Tanda-tanda si kecil mengalami alergi makanan, antara lain:
Ruam di kulit
Diare
Muntah
i. Kebutuhan Energi MP ASI
Usia 6 8 bulan : 200 kkal/hari
Usia 9 11 bulan : 300 kkal/hari
Usia 12 23 : 550 kkal/hari
j. Jadwal pemberian mp-asi
UMUR JENIS JUMLAH PEMBERIAN
MAKANAN PER HARI
0 4
bulan
ASI (eksklusif) Sekehendak
4 6
bulan
ASI
Sari buah
Bubur susu
Sekehendak
1 2 x
1 2 x
6 9
bulan
ASI
Sari buah
Bubur susu
Sekehendak
1 2 x
1 2 x
Tim saring
Telur
1x
1x
9 12
bulan
ASI
Sari buah
Bubur susu
Tim saring
Telur
Sekehendak
1 2 x
1 x
2 x
1 x

k. Tips dan trik pemberian mp asi
MP ASI untuk 6 bulan hendaknya di masak semi cair
Frekuensi MP ASI diberikan 1 2 x perhari
Tingkatkan tekstur makanan bayi menjadi lebih besar pada usia
9 bulan
Mulailah dengan makanan yang tidak menyebabkan energy
Hindari pemberian gula dan garam karena selain tidak akan
menambah nutrisi, juga akan mempengaruhi pola kebiasaan
makan bayi
Pilihlah bahan makanan dengan kualitas terbaik tanpa tambahan
pengental / perasa buatan
Sesuaikan jumlah makanan dan berikan makanan dalam jumlah
bertahap
Suhu MP ASI harus dalam suhu ruangan (hangat hangat
kuku)
Higienis : makanan harus terjaga kebersihannya
l. Contoh beberapa mp asi
Beras Merah Brokoli
Bahan : 2 sdm tepung beras merah
50 gr brokoli
50 ml air
50 ml ASI/formula
Cara Membuat :
Bersihkan brokoli per kuntum, cuci bersih lalu dikukus.
Setelah matang campur dengan air dan dihaluskan dengan
menggunakan blender.
Siapkan panci tuang hasil blender brokili dan tepung beras
merah, masak dalam api kecil hingga matang dan kental.
Setelah agak dingin campur dengan ASI, saring dengan
menggunakan saringan kawat.
MPASI / Makanan Bayi Pendamping ASI siap diberikan pada
bayi Anda.

Pure Apel
Bahan : 1 bh apel
50 ml ASI/formula
Cara Membuat :
Kupas kulit apel, potong-potong kecil kemudian dikukus
hingga lunak. Haluskan apel kukus dengan menggunakan
blender, campur dengan ASI. Kemudian saring dengan
menggunakan saringan kawat.
MPASI / Makanan Bayi Pendamping ASI siap diberikan pada
bayi Anda.

Pure Pisang
Bahan : 1 bh pisang
50 ml ASI/formula
Cara Membuat :
Pisang dikupas dan potong-potong kecil, haluskan dengan
garpu tambahkan ASI untuk mengencerkan. Saring dengan
menggunakan saringan kawat.
MPASI / Makanan Bayi Pendamping ASI siap diberikan pada
bayi Anda.

Pure Pepaya Jeruk
Bahan : 1 iris sedang papaya California
50 ml jeruk baby
Cara Membuat :
Kupas papaya, ambil dagingnya, potong-potong kecil.
Tambahkan jeruk baby dan haluskan dengan menggunakan
blender. Saring dengan saringan kawat.
MPASI / Makanan Bayi Pendamping ASI siap diberikan pada
bayi Anda.

Anda mungkin juga menyukai