Anda di halaman 1dari 10

ISOTERM ADSORPSI HCL DENGAN ARANG AKTIF

Hafidh Syifaunnur, M. Awaludin Nr


Lab. Kimia Fisika Jurusan Kimia Universitas Negeri Semarang
Gedung D8 Lt 2 Sekaran Gunungpati Semarang, Indonesia
darkea!.s"i#a$gmai!.%om, &8'8('2)')8(
*bstrak
+e!a di!akukan per%obaan isoterm adsorpsi ,-! dengan arang akti# "ang bertu.uan
untuk menentukan ubungan antara .um!a /at "ang teradsorpsi teradap
konsentrasi /at ter!arut pada temperatur tetap menurut persamaan Freund!i%
menggunakan ,-! sebagai adsorben dan arang akti# sebagai adsorbat. 0er%obaan
ini di!aksanakan dengan men.aga temperatur sistem se!a!u sama 1isoterm2 dengan
meman#aatkan air dan tekanan konstan sebagai variabe! bebasn"a. 3etode "ang
digunakan ada!a metode titrasi pada ,-! konsentrasi &,' 34 &,5 34 &,) 34 &,2 34
&,6 3 dan &,&' 3 "ang di!akukan sebe!um penambaan arang akti# dan sete!a
penambaan arang akti# dengan Na7, &,2 3 sebagai titrann"a untuk mengetaui
tingkat pen"erapan arang akti#. +itrasi sebe!um ada!a untuk standarisasi ,-!
dengan asi! &,' 34 &,5'5 34 &,) 34 &,22 34 dan &,&'5 3. Konsentrasi ,-!
sete!a penambaan arang akti# menga!ami perubaan men.adi &,'2 34 &,5'5 34
&,) 34 &,262 34 dan &,&'2 3. Kesimpu!an "ang didapat dari per%obaan ini ada!a
be!um menun.ukkan ba8a semakin besar konsentrasi adsorben maka semakin
besar adsorbansin"a, seingga asi!n"a be!um sesuai dengan isoterm adsorpsi
Freund!i%. dengan ni!ai k ada!a 6,)'2 dan ni!ai n ada!a &,8.
Kata kun%i9 arang akti#4 konsentrasi4 isoterm adsorpsi4 persamaan Freund!i%.
Abstract
Have done experiments HCl adsorption isotherms with activated charcoal which
aims to determine the relationship between the amount of substance adsorbed to
solute concentration at fixed temperature according to Freundlich equation using
HCl as adsorbent and activated charcoal as adsorbate. The experiments carried
out by keeping the temperature of the system is always the same isotherms! using
water and constant pressure as the independent variable. The method used is the
titration of the HCl with concentration of ".# $% ".& $% ".' $% ".( $% ".) $ and
"."# $ were performed before and after the addition of activated charcoal with ".(
$ *a+H as titrant to determine the level of activated charcoal adsorption.
Titration before is to standardi,e HCl with result ".# $% ".&#& $% ".' $% ".(( $%
and "."#& $. Concentration of HCl after the addition of activated charcoal has
been changed into ".#( $% ".&#& $% ".' $% ".()( $% and "."#( $. The conclusion
from this experiment is not shown that the greater the concentration of adsorbent-
the greater the adsorption- so the results are not in accordance with the Freundlich
adsorption isotherm- with value of k is ).'#( and value of n is "...
/eywords0 activated charcoal% adsorption isotherms% concentration% Freundlich
equation.
P!ndahuluan
*dsorpsi ada!a #enomena menempe!n"a partike!:partike! mo!eku! pada permukaan
suatu /at. ;at "ang mengadsorpsi disebut adsorbat dan /at "ang diadsorpsi disebut adsorben
atau substrat 1*tkins, 2&6&2. <entuk dari adsorbat dapat berupa /at padat seperti karbon akti#
dan bentuk dari adsorben dapat berupa gas atau !arutan. Saat /at padat digunakan sebagai
adsorbat dimasukkan da!am suatu !arutan ber8arna ingga ter%e!up se!urun"a, dapat diamati
perubaan 8arna "ang ter.adi pada !arutan tersebut karena ter.adi pen"erapan /at 8arna pada
!arutan o!e /at padat. Jika adsorbat dibuat da!am bentuk serbuk "ang memungkinkan beruba
men.adi gas da!am tekanan renda, maka tekanann"a akan turun se%ara .e!as. 0ada situasi ini,
gas atau /at "ang ter%e!up se!urun"a akan teradsorpsi pada permukaann"a. <esarn"a /at "ang
teradsorpsi bergantung pada temperatur !ingkungan, bentuk adsorbat dan adsorben, serta
konsentrasi /at "ang diserap 1-aste!!an, 6=8)2.
Dikena! dua .enis adsorpsi "aitu, adsorpsi #isik physisorption! dan adsorpsi kimia
chemisorption!. *dsorpsi #isik ter.adi karena adan"a ga"a van der >aa!s antara adsorbat dan
permukaan adsorbenn"a. 0ada adsorpsi ini ga"a "ang ter.adi !ema dan ka!or adsorpsin"a
renda. Sedangkan adsorpsi kimia ter.adi karena adan"a penggunaan bersama pasangan
e!ektron antara adsorben dan adsorbat da!am bentuk ikatan koordinasi. 0ada adsorpsi ini ga"a
"ang ter.adi !ebi kuat karena me!ibatkan ikatan kimia "aitu pemutusan kemudian disusu!
pembentukan ikatan baru 1*tkins, 2&6&4 3ortimer, 2&&82.
Ge.a!a "ang biasa digunakan da!am merama!kan komponen "ang diadsorpsi !ebi kuat
ada!a kepo!aran. Jika #aktor !ainn"a sama, maka semakin po!ar suatu sen"a8a maka semakin
kuat sen"a8a itu teradsorpsi. Di sisi !ain semakin po!ar /at pe!arut, maka akan ter.adi perebutan
mengisi tempat:tempat pada permukaan "ang semakin besar seingga /at ter!arut akan kurang
diadsorpsi 1Da" dan Under8ood, 2&&22.
*dsorpsi ter.adi pada !eve! mikroskopis dengan mo!eku! adsorbat menempe! pada atom
pada permukaan substrat. 0ada ken"ataann"a, .arang ter.adi untuk setiap situs adsorpsi untuk
men"erap mo!eku! pe8arna. 0enutupan an"a ter.adi sebagian sa.a. Fraksi dari tota! permukaan
/at "ang diserap o!e adsorbat pada temperatur tetap disebut isoterm adsorpsi 13onk, 2&&52.
Isoterm Freund!i% ada!a sa!a satu persamaan pertama "ang dia.ukan untuk
mengubungkan ban"akn"a /at "ang diserap dengan konsentrasi /at da!am !arutan9
di mana m ada!a .um!a /at "ang diserap per massa unit adsorben, - ada!a konsentrasi
!arutan pada kondisi setimbang, dan n dan k ada!a konstanta 1-aste!!an, 6=8)2. Isoterm
Freund!i% berbanding !urus dengan perubaan !ogaritmik 1*tkins, 2&6&2 di mana ban"akn"a
massa /at "ang diserap dapat di%ari sebagai #ungsi konsentrasi /at da!am !arutan 1-2 dengan
membuat gra#ik !og m teradap !og - dan arga n dan k dapat diketaui dari kemiringan dan
titik potong dari garis 1!inier2. Isoterm Freund!i% tidak ber!aku apabi!a konsentrasi atau
tekanan dari adsorbat ter!a!u tinggi 1-aste!!an, 6=8)2.
-onto penerapan dari adsorpsi ada!a pen.ernian air menggunakan arang akti#,
dimana "ang bertindak sebagai adsorbatn"a ada!a arang akti# dan air "ang akan di.ernikan
sebagai adsorben. *rang akti# ada!a arang "ang te!a menga!ami pembukaan pori:pori atau
diaktivasi "ang dapat meningkatkan da"a absorpsin"a karena !uas permukaann"a bertamba
akibat pembukaan pori:pori tersebut. Karakteristik arang akti# ada!a a!us, ber8arna itam,
tidak berbau, tidak berasa, igroskopis, tidak !arut da!am air, basa, asam dan pe!arut organik.
*rang akti# .uga tidak terdekomposisi sete!a digunakan 1?o" da!am *nonim, 2&&(2.
0er%obaan isoterm adsorpsi ini di!akukan untuk menentukan ubungan antara .um!a
/at "ang teradsorpsi teradap konsentrasi /at ter!arut pada temperatur tetap menurut persamaan
Freund!i% menggunakan ,-! sebagai adsorben dan arang akti# sebagai adsorbat.
M!"d!
*!at:a!at "ang digunakan da!am per%obaan isoterm adsorpsi ada!a %a8an porse!ain,
pembakar spiritus beserta kaki tiga dan kasa asbes, buret 2' mL dan '& mL ,erma, stati#,
er!enme"er 6&& mL dan 2'& mL, !abu ukur 6&& mL 0@?AB, !abu ukur '&& mL 0@?AB, pipet
vo!ume 6& mL, 2' mL dan ' mL, termometer, nera%a ana!itik, spatu!a, pengaduk, ge!as ukur '&
mL ,erma, dan ge!as kimia 6&& mL. Sedangkan baan:baan "ang digunakan ada!a arang
akti# dari 3A?-K, Na7, padat pro ana!"s dari 3A?-K, ,-! pekat dari 3A?-K, dan
indikator #eno!#ta!ein 1002.
Langka a8a! sebe!um me!aksanakan per%obaan ini ada!a membuat !arutan ,-! &,'
3, &,5 3, &,) 3, &,2 3, &,6 3, dan &,&' 3 dengan mengen%erkan ,-! pekat 62 3 masing:
masing seban"ak 6&& mL. Se!an.utn"a ada!a membuat !arutan baru Na7, &,2 3 seban"ak
'&& mL "ang di!akukan tepat sebe!um per%obaan dimu!ai. Larutan ,-! "ang suda dibuat
kemudia distandarisasi menggunakan !arutan Na7, &,2 3.
*rang akti# "ang akan digunakan diaktivasi ter!ebi dau!u dengan %ara dipanaskan,
kemudian ditimbang seban"ak 6 gram seban"ak ( ka!i dan dimasukkan ke da!am ( er!enme"er
2'& mL. *rang tersebut ditambakan !arutan ,-! berbagai konsentrasi seban"ak '& mL da!am
8aktu ampir bersamaan, ditutup dengan p!astik dan karet kemudian dimasukkan da!am
baskom "ang berisi air "ang ter!ebi dau!u diukur temperaturn"a. Ar!enme"er dibiarkan
terendam air se!ama )& menit "ang setiap 6& menit diko%ok se!ama 6 menit. Sete!a )& menit,
!arutan disaring dan diambi! untuk dititrasi kemba!i dengan Na7, &,2 3.
0engo!aan data di!akukan untuk men%ari ni!ai k dan n pada persamaan Freund!i%
dengan me!ogaritmakan masing masing piak seingga didapatkan persamaan9
m
x
!og C !og k D n !og -
*kan didapatkan ba8a persamaan di atas ada!a persamaan garis !urus seingga
a!uran !og EFm teradap !og - da!am gra#ik akan berupa garis !urus. Dari sini pu!a dapat
ditentukan ni!ai:ni!ai k dan n me!a!ui persamaan garis "ang akan didapatkan pada gra#ik.
Ha#il dan P!$%aha#an
Da!am per%obaan ini menggunakan variasi konsentrasi ,-! karena untuk membuktikan
ba8a absorbsi .uga dipengarui o!e konsentrasi /at ter!arut sesuai dengan teori Freund!i%.
0er%obaan di!akukan pada temperatur 28
&
- dan tekanan kamar. *rang "ang digunakan
dipanaskan ter!ebi dau!u untuk mengakti#kan arang tersebut dengan memperbesar pori:pori
dari arang tersebut dengan pemanasan se%ara per!aan. 0emanasan tidak !angsung pada suu
tinggi ingga arang berpi.ar karena saat arang berpi.ar maka arang akan beruba men.adi abu
sete!a dingin.
,asi! "ang dipero!e dari titrasi standarisasi ,-! menggunakan !arutan Na7, &,2 3
dan titrasi ,-! sete!a di!akukan adsorpsi ditun.ukkan pada tabe! 6.
+abe! 6. ,asi! titrasi ,-! dengan !arutan Na7, &,2 3
No. 3 ,-L
Go!ume standarisasi
1mL2
Go!ume sete!a adsorpsi
1mL2
G ,-! G Na7, G ,-! G Na7,
6 &.' 6& 2' 6& 2(
2 &.5 6& 22.H 6& 22.H
) &.) 6& 6' 6' 22.'
5 &.2 6& 66 6' 6'.=
' &.6 6& '.' 2' 62.'
( &.&' 6& 2.H 2' (.'
Dari tabe! 6 dapat di!iat ba8a dari asi! titrasi ter!iat pada beberapa konsentrasi ,-!
ter.adi penurunan vo!ume Na7, "ang digunakan sete!a ,-! digunakan untuk adsorpsi arang
akti# "ang mengindikasikan ba8a kandungan ,-! da!am !arutan tersebut te!a menga!ami
penurunan. <esarn"a penurunan "ang ter.adi dapat di!iat pada tabe! 2.
+abe! 2. ,asi! peritungan penurunan konsentrasi ,-!
No
m *rang
akti# 1m2
1gram2
3 ,-!
mu!a2
G mu!a2
1mL2
massa
,-!
3 akir
,-!
v sisa
1mL2
massa ,-!
6 6.&&=8 &.'&& '& &.=62' &.'2& 5( &.8H)6
2 6.&&8& &.5'5 '& &.828( &.5'5 5(.' &.HH&(
) 6.&55' &.)&& '& &.'5H' &.)&& 5( &.'&)H
5 6.&&2H &.22& '& &.5&6' &.262 5( &.)''=
' 6.&2&6 &.66& '& &.2&&8 &.6&& 5' &.6(5)
( 6.&&H& &.&'5 '& &.&=8( &.&'2 5( &.&8H)
Dari tabe! 2 dapat ter!iat ba8a te!a ter.adi penurunan kandungan ,-! pada !arutan,
meskipun sangat sedikit. <ukan an"a penurunan konsentrasi ,-L namun .uga ter.adi
penurunan vo!ume ,-!. 3aka, dapat diketaui ba8a te!a ter.adi peristi8a adsorpsi "ang
di!akukan o!e arang akti# pada !arutan ,-!. Namun, mengenai berkurangn"a vo!ume adsorben
masi be!um diketaui ter.adin"a, karena beberapa pene!itian an"a menampi!kan penurunan
massa dari adsorben. Dari data pada tabe! 2 ter!iat anoma!i pada data 6, "aitu konsentrasi akir
,-! 1&,'2& 32 .ustru !ebi besar daripada konsentrasi mu!a:mua!a 1&,'&& 32. Se%ara teoritis
konsentrasi ,-! sete!a adsorpsi arus !ebi ke%i! daripada konsentrasi a8a! karena ter.adi
pengurangan massa ,-! "ang terkandung da!am !arutan. *noma!i pada data 6 ini dapat
di.e!askan karena adsorpsi "ang di!akukan o!e arang akti# kurang maksima! atau be!um
teradsorpsi sama seka!i. Se!ain itu dari tabe! 2 .uga menun.ukkan ba8a penurunan konsentrasi
"ang ter.adi sangat sedikit. 0ada data ke:2 dan ke:) "aitu ,-! &,5'5 3 dan &,)&& 3 tidak
ter.adi penurunan konsentrasi ,-! namun ter.adi penurunan vo!ume !arutan menun.ukkan
adsorpsi "ang di!akukan arang akti# kurang maksima! seingga pada sete!a ,-! dititrasi
diketaui konsentrasi !arutan tidak beruba. ,a! ini men"ebabkan peritungan dari massa ,-!
"ang te!a diserap o!e arang akti# .uga sangat sedikit. 0engaru dari penurunan konsentrasi
,-! teradap ban"akn"a massa ,-! "ang terserap arang akti# diper!iatkan pada tabe! ).
+abe! ). 0eritungan massa ,-! "ang diserap o!e arang akti#
No
m Norit 1m2
1gram2
3 ,-!
teradsorpsi
1-2 132
massa ,-!
teradsorpsi
1gram2 1E2
EFm !og EFm !og -
6 6.&&=8 :&.&2& &.&)=5 &.&)=&)H5) :6.5&8' INU3J
2 6.&&8& &.&&& &.&'8& &.&'H')86= :6.25&& INU3J
) 6.&55' &.&&& &.&5)8 &.&56=))=5 :6.)HH5 INU3J
5 6.&&2H &.&&8 &.&5'( &.&5'52=)5 :6.)52H :2.&=H
' 6.&2&6 &.&6& &.&)(' &.&)'H8&86 :6.55() :2.&&&
( 6.&&H& &.&&2 &.&662 &.&666()8' :6.='22 :2.(==
Dari tabe! ) dapat di!iat ba8a ter.adi ban"ak anoma!i pada data 6, 2 dan ). 3assa
,-! "ang teradsorpsi pada data 6 !ebi sedikit dari data 2 dan data ). ,a! ini disebabkan
konsentrasi ,-! sete!a adsorpsi !ebi besar daripada konsentrasi a8a!. 0ada data 2 dan ),
konsentrasi tidak beruba dimungkinkan adan"a para!aE pada saat menentukan titik akir titrasi
sete!a adsorpsi karena se%ara teoritis arus ada se!isi antara konsentrasi sete!a adsorpsi dan
konsentrasi a8a! dengan konsentrasi sete!a adsorpsi kurang dari konsentrasi a8a!. Se!ain itu
arang akti# "ang teraktivasi .uga kurang merata karena 8aktu "ang digunakan untuk
memanaskan arang "ang ter!a!u singkat, seingga tingkat adsorpsin"a kurang. *noma!i ini .uga
diakibatkan karena pen"aringan pada ,-! &,' 3, &,5 3 dan &,) 3 ter.adi pa!ing a8a! seingga
adsorpsi "ang diasi!kan kurang maksima! dan pada ,-! konsentrasi !ain di!akukan akir
seingga adsorpsi masi ber.a!an.
Dari data pada tabe! ) di%ari keterkaitan teori Freund!i% dengan per%obaan ini.
,ubungann"a dapat di!iat pada gambar 6.
Gambar 6. Gra#ik ubungan !og EFm teradap !og -.
Dari gra#ik pada gambar 2 ter!iat ba8a gra#ik "ang diasi!kan tidak berupa garis !urus
"ang sempurna karena anoma!i "ang ter.adi, dengan ni!ai ?
2
C &,5)H6 menun.ukkan gra#ik
tersebut sangat tidak !inear karena gra#ik dikatakan !inier .ika ni!ai ?
2
sebesar 6 sesuai dengan
isoterm Freund!i% 1-aste!!an, 6=8)2. 0ersamaan gra#ik isoterm Freund!i%n"a ada!a " C
&,6)66E K 6,)62H dengan bentuk umum persamaan isoterm Freund!i% !og EFm C !og k D n !og
-. 3aka didapat ni!ai !og k C &,6)66 dan n !og - C 6,)62H, seingga dipero!e ni!ai k ada!a
6,)'2 dan ni!ai n ada!a &,8.
K!#i$&ulan
Dapat disimpu!kan ba8a pada per%obaan ini be!um menun.ukkan ubungan ba8a
semakin besar konsentrasi adsorben maka semakin besar adsorbansin"a disebabkan o!e
anoma!i "ang diasi!kan se!ama per%obaan, seingga asi! "ang dipero!e be!um sesuai dengan
isoterm adsorpsi Freund!i% karena asi! "ang didapatkan menun.ukkan ni!ai ?
2
"ang sangat
ke%i! 1&,5)H62 dengan ni!ai k ada!a 6,)'2 dan ni!ai n ada!a &,8.
Daf"ar Pu#"a'a
*nonim. 2&&(. Tin1auan 2ustaka. Diundu di
ttp9FFrepositor".ipb.a%.idFbitstreamFand!eF62)5'(H8=F8'==FbabL2&2M2&&(aru.pd#N
seOuen%eC= pada 6 November 2&6)
*tkins, 0 dan Ju!io de 0au!a. 2&6&. 2hysical Chemistry- *inth 3dition. Ne8 @ork9 >. ,.
Freeman and -ompan".
-aste!!an, Gi!bert >. 6=8). 2hysical Chemistry- '
rd
3dition. 3assa%usetts9 *ddison:>es!e"
0ub!ising -ompan".
Da", ?.*. dan *. L. Under8ood. 2&&2. Analisi /imia /uantitatif. Jakarta9 Ar!angga, ed (
3onk, 0au!. 2&&5. 2hysical Chemistry0 4nderstanding our Chemical 5orld. >est SusseE9
Jon >i!e" P Sons Ltd.
3ortimer, ?obert G. 2&&8. 2hysical Chemistry- Third 3dition. London9 A!sevier *%ademi%
0ress.
La$&iran
6. 0eritungan
3 mu!a:mu!a ,-!
Data 6
G6 Q 36 C G2 Q 32
2' Q &,2 C 6& Q 32
32 C &,'&& 3
Data 2
G6 Q 36 C G2 Q 32
22,H Q &,2 C 6& Q 32
32 C &,5'5 3
Data )
G6 Q 36 C G2 Q 32
6' Q &,2 C 6& Q 32
32 C &,)&& 3
Data 5
G6 Q 36 C G2 Q 32
66 Q &,2 C 6& Q 32
32 C &,22& 3
Data '
G6 Q 36 C G2 Q 32
',' Q &,2 C 6& Q 32
32 C &,66 3
Data (
G6 Q 36 C G2 Q 32
2,H Q &,2 C 6& Q 32
32 C &,&'5 3
Se!isi konsentrasi9
Data 6 C :&,&2& 3
Data 2 C &,&&& 3
Data ) C &,&&& 3
3 sete!a penambaan arang
Data6
G6 Q 36 C G2 Q 32
2( Q &,2 C 6& Q 32
32 C &,'2& 3
Data 2
G6 Q 36 C G2 Q 32
22,H Q &,2 C 6& Q 32
32 C &,5'5 3
Data )
G6 Q 36 C G2 Q 32
22,' Q &,2 C 6' Q 32
32 C &,)&& 3
Data 5
G6 Q 36 C G2 Q 32
6',= Q &,2 C 6' Q 32
32 C &,262 3
Data '
G6 Q 36 C G2 Q 32
62,' Q &,2 C 2' Q 32
32 C &,6&&
Data (
G6 Q 36 C G2 Q 32
(,' Q &,2 C 2' Q 32
32 C &,&'2 3
Data 5 C &,&&8 3
Data ' C &,&6& 3
Data ( C &,&&2 3
3assa mu!a:mu!a
Data 6
m C 3 Q 3r Q GF6&&&
C &,'&& Q )(,' Q '&F6&&&
C &,=62' gram
Data 2
m C 3 Q 3r Q GF6&&&
C &,5'5 Q )(,' Q '&F6&&&
C &,828( gram
Data )
m C 3 Q 3r Q GF6&&&
C &,)&& Q )(,' Q '&F6&&&
C &,'5H' gram
Data 5
m C 3 Q 3r Q GF6&&&
C &,22& Q )(,' Q '&F6&&&
C &,5&6' gram
Data '
m C 3 Q 3r Q GF6&&&
C &,66& Q )(,' Q '&F6&&&
C &,2&&8 gram
Data (
m C 3 Q 3r Q GF6&&&
C &,&'5 Q )(,' Q '&F6&&&
C &,&=8( gram
3assa ,-! teradsorpsi9
Data 6 C &,&)=5 gram
Data 2 C &,&'8& gram
Data ) C &,&5)8 gram
Data 5 C &,&5'( gram
Data ' C &,&)(' gram
Data ( C &,&662 gram
3assa sete!a penambaan arang
Data 6
m C 3 Q 3r Q GF6&&&
C &,'2& Q )(,' Q 5'F6&&&
C &,8H)6 gram
Data 2
m C 3 Q 3r Q GF6&&&
C &,5'5 Q )(,' Q 5'F6&&&
C &,HH&( gram
Data )
m C 3 Q 3r Q GF6&&&
C &,)&& Q )(,' Q 5'F6&&&
C &,'&)H gram
Data 5
m C 3 Q 3r Q GF6&&&
C &,262 Q )(,' Q 56F6&&&
C &,)''= gram
Data '
m C 3 Q 3r Q GF6&&&
C &,6&& Q )(,' Q 5(F6&&&
C &,6(5) gram
Data (
m C 3 Q 3r Q GF6&&&
C &,&'2 Q )(,' Q 5'F6&&&
C &,&8H) gram