Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PENDAHULUAN Ny.

S DENGAN CISTOMA OVARII DI RUANG


A RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO APLIKASI NANDA, NOC, NIC
I. Definisi
Cistoma Ovarii adalah suatu kantong tertutupberisi cairan/setengah padat berlapis jaringan epitel
yang terletak di dalam ovarium.
II. Etioo!i
Pertumbuhan abnormal dari folikel ovarium, korpus luteum maupun sel telur.
Faktor genetik
Faktor diet dengan nilai gizi rendah
bses
III. P"tofisioo!i
Ovarium sebagai tempat berkembangnya kista yang paling sering terjadi. !al ini terjadi
karena adanya pembesaran secara patologis yang sederhana dari unsur"unsur pokok ovarium
yang normal, folikel degraaf/corpus luteum, yang berasal dari pertumbuhan yang tidak normal
pada efitel ovarium.
#ecara klinis, kista dimanifestasikan oleh sesuatu yang jelas seperti massa pada ovarium,
mungkin ada nyeri pada abdominal bagian ba$ah yang akut/kronis. %ista yang lebih besar bisa
mengakibatkan pembengkakan pada daerah abdominal dan menekan organ"organ lain yang
berdekatan dengan kista.
IV. M"#"$%M"#"$ Crist" O&"rii
a. Cistoma Ovarii &on &eoplastik
%ista ini berasal dari folikel yang menjadi besar semasa proses afresia folliculi. #etiap bulan,
sejumlah besar folikel manjadi mati disertai kematian ovum, disusul dengan degenerasi dan
epitel folikel, pada masa ini tampak sebagai kista"kista kecil. 'idak jarang ruangan folikel diisi
dengan cairan yang banyak, sehingga terbentuklahkista yang besar. Pada pemeriksaan klinis,
biasanya besarnya tidak melebihi sebuah jeruk.
(ejala"gejala
%ista ini tidak memberikan yang karakteristik, bahkan kadang"kadang terjadi ruptur
secara spontan.
)iagnosa *edis
)iagnosa hanya dapat ditentukan palpasi, tetapi dapat ditentukan dengan hanya sekali
pemeriksaan. %ecuali bila ukurannya sangat besar. #ebaiknya dilakukan observasi beberapa
minggu lagi dan tidak jarang kista tersebut mengecil lagi.
'atalaksana 'herapi
+ila kista kecil bisa dilakukan dengan punksi/eksisi dan bila besar sebaiknya dioperasi
dengan meninggalkan jaringan ovarium yang normal.
b. Cistoma Ovarii &eoplastik
,enis ini dapat mencapai ukuran besar
(ejala"gejala
'idak ada yang bersifat khas, terhadap siklus haid tidak ada pengaruh yang jelas. %adang
terjadi hypomenorhoe bila kedua ovarium itu membesar. !al ini disebabkan rusaknya kedua
jaringan ovarium. +ila tumor agak besar terasa perasaan berat dan sakit.
)iagnosa *edis
-alaupun pada umumnya diagnosa tumor ovarii mudah, tetapi ada kasus"kasus yang
sukar dibedakan dengan keadaan atau penyakit lain, misalnya .
" %ehamilan
)apat dibedakan dengan reaksi biologis, rontgen, auskultasi.
" scites
Pada tumor ovarium akan ditemukan daerah pekak didepan dan tympani disamping, sedang pada
ascites sebaliknya.
" *yoma /teri
+ila tumor masih kecil, kadang"kadang sukar dibedakan antara keduanya. Perbedaannya jika
pada tumor ovarium dapat dirasakan bah$a tumor tersebut dapat dipisahkan dari uterus.
" Perut (emuk
)apat dibedakan dengan perkusi dan pemeriksaan dalam.
'atalaksana 'herapi
Penanganan terdiri atas pengangkatan tumor. ,ika pada operasi tumor sudah cukup besar,
sehingga tidak tampak banyak sisa ovarium yang normal. +iasanya dilakukan pengangkatan
ovarium bersama tuba.

V. T"n'" '"n Ge(""
0. kibat pertumbuhan
*enimbulkan rasa berat di abdomen
*engganggu miksi dan defekasi
(angguan sirkulasi 1 oedema tungkai
+ila kista besar, sesak dan anoreksia
2. kibat perubahan hormonal
minorea
Oligominorea
3nfertilities
4. kibat komplikasi pada tumor
Perdarahan intrakista
!ipertermi, dolor, fungsiolesa
scites
VI. Pen"t"")s"n""n
0. Operasi
Pengangkatan kista dengan reaksi pada bagian ovarium yang mengandung kista. +ila kista
terlalu besar dilakukan salpingooforektomi. Operasi konservatif bagi $anita yang masih ingin
mempunyai keturunan dapat dilakukan dengan syarat .
o %apsul utuh tidak ada perlekatan
o #istologi perineum negatif, biopsy ovarium sisi lain negatif
o Pelvis normal
2. %emoterapi
4. 5adiasi
VII. Di"!nos" )e*er"+"t"n y"n! $,n!)in $,n#,
0. &yeri akut berhubungan dengan agen injuri fisik 6insisi pembedahan7.
2. 5esiko defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan darah yang berlebihan selama
tindakan pembedahan.
4. %erusakan mobilitas di tempat tidur berhubungan dengan kelemahan fisik
8. )efisit pera$atan diri berhubungan dengan kelemahan fisik.
9. 5esiko infeksi berhubungan dengan tindakan invasif, insisi post pembedahan.
:. P% Perdarahan
VIII. Ren#"n" As,-"n Ke*er"+"t"n
No Di"!nos"
Ke*er"+"t"n
NOC NIC
0 &yeri akut
berhubungan
dengan agen
injuri 6insisi
pembedahan7
NOC .
Pain ;evel
Pain control
Comfort level
Kriteri" H"si .
*ampu mengontrol nyeri 6tahu
penyebab nyeri, mampu
menggunakan tehnik
nonfarmakologi untuk
mengurangi nyeri, mencari
bantuan7
*elaporkan bah$a nyeri
berkurang dengan menggunakan
manajemen nyeri
-ajah rileks
*enyatakan rasa nyaman setelah
nyeri berkurang
'anda vital dalam rentang
normal
M"n"!e$en Nyeri
%aji nyeri secara komprehensif
termasuk lokasi, karakteristik,
durasi, frekuensi, kualitas dan
faktor presipitasi
Observasi reaksi nonverbal dari
ketidaknyamanan
jarkan tentang teknik non
farmakologi, tehnik relaksasi
+erikan analgetik untuk
mengurangi nyeri
'ingkatkan istirahat
%olaborasikan dengan dokter jika
ada keluhan dan tindakan nyeri
tidak berhasil
*onitor penerimaan pasien tentang
manajemen nyeri
M"n"!e$en in!),n!"n
+atasi pengunjung
#ediakan tempat tidur yang nyaman
dan bersih
Perhatikan hygiene pasien untuk
menjaga kenyamanan
tur posisi pasien yang nyaman
2 5esiko defisit
volume cairan
berhubungan
dengan
kehilangan darah
NOC.
Fluid balance
!ydration
&utritional #tatus .
Food and Fluid 3ntake
Fluid management
*onitor status hidrasi 6kelembaban
membran mukosa, nadi adekuat,
tekanan darah ortostatik7, jika
diperlukan
yang berlebihan
selama tindakan
pembedahan.
Kriteri" H"si .
*empertahankan urine output
sesuai dengan usia dan ++, +,
urine normal, !' normal
'ekanan darah, nadi, suhu tubuh
dalam batas normal
'idak ada tanda tanda dehidrasi,
<lastisitas turgor kulit baik,
membran mukosa lembab, tidak
ada rasa haus yang berlebihan
*onitor hasil lab yang sesuai
dengan retensi cairan 6+/&, !mt,
osmolalitas urin7
*onitor vital sign
*onitor masukan makanan/cairan
dan hitung intake kalori harian
*onitor status nutrisi
+erikan cairan
+erikan diuretik sesuai interuksi
)orong masukan oral
)orong keluarga untuk membantu
pasien makan
%olaborasi dokter jika tanda cairan
berlebih muncul meburuk
tur kemungkinan tranfusi
Persiapan untuk tranfusi
4 %erusakan
mobilitas di
tempat tidur
berhubungan
dengan
kelemahan fisik
NOC .
*obility level
Kriteri" H"si .
*elakukan rentang pergerakan
penuh seluruh sendi
%lien dapat miring kanan
maupun miring kiri
+erbalik sendiri di tempat tidur
%lien dapat duduk
Tin!)"t Mo/iit"s
%aji tingkat mobilitas klien secara
terus menerus
%aji kekuatan otot dan mobilitas
sendi
;atih rentang pergerakan aktif/pasif
untuk memperbaiki kekuatan dan
daya tahan otot
;atih tehnik membalik dan
memperbaiki kesejajaran tubuh
8 )efisit pera$atan
diri berhubungan
dengan
kelemahan fisik.
NOC .
#elf care . ctivity of )aily
;iving 6);s7
Kriteri" H"si .
%lien terbebas dari bau badan
*enyatakan kenyamanan
terhadap kemampuan untuk
melakukan );s
)apat melakukan );# dengan
bantuan
#ef C"re "ssist"ne . ADLs
*onitor kemempuan klien untuk
pera$atan diri yang mandiri.
*onitor kebutuhan klien untuk
alat"alat bantu untuk kebersihan
diri, berpakaian, berhias, toileting
dan makan.
#ediakan bantuan sampai klien
mampu secara utuh untuk
melakukan self"care.
)orong klien untuk melakukan
aktivitas sehari"hari yang normal
sesuai kemampuan yang dimiliki.
)orong untuk melakukan secara
mandiri, tapi beri bantuan ketika
klien tidak mampu melakukannya.
jarkan klien/ keluarga untuk
mendorong kemandirian, untuk
memberikan bantuan hanya jika
pasien tidak mampu untuk
melakukannya.
+erikan aktivitas rutin sehari" hari
sesuai kemampuan.
Pertimbangkan usia klien jika
mendorong pelaksanaan aktivitas
sehari"hari.
9 5esiko infeksi
berhubungan
dengan tindakan
invasif, insisi post
pembedahan.
NOC .
3mmune #tatus
%no$ledge . 3nfection control
5isk control
Kriteri" H"si .
%lien bebas dari tanda dan gejala
infeksi
*endeskripsikan proses
penularan penyakit, factor yang
mempengaruhi penularan serta
penatalaksanaannya,
*enunjukkan kemampuan untuk
mencegah timbulnya infeksi
,umlah leukosit dalam batas
normal
*enunjukkan perilaku hidup
sehat
Kontro infe)si
+ersihkan lingkungan setelah
dipakai pasien lain
Pertahankan teknik isolasi
+atasi pengunjung bila perlu
3nstruksikan pada pengunjung
untuk mencuci tangan saat
berkunjung dan setelah berkunjung
meninggalkan pasien
(unakan sabun antimikrobia untuk
cuci tangan
Cuci tangan setiap sebelum dan
sesudah tindakan kepera$atan
(unakan sarung tangan sebagai alat
pelindung
Pertahankan lingkungan aseptik
selama pera$atan
'ingkatkan intake nutrisi
+erikan terapi antibiotik bila perlu
Prote)si ter-"'"* infe)si
*onitor tanda dan gejala infeksi
sistemik dan lokal
*onitor kerentanan terhadap
infeksi
+atasi pengunjung
Pertahankan teknik isolasi k/p
3nspeksi kulit dan membran
mukosa terhadap kemerahan,
panas, drainase
3nspeksi kondisi luka / insisi bedah
)orong masukkan nutrisi yang
cukup
)orong istirahat
3nstruksikan pasien untuk minum
antibiotik sesuai resep
jarkan pasien dan keluarga tanda
dan gejala infeksi
jarkan cara menghindari infeksi
;aporkan kecurigaan infeksi
;aporkan kultur positif
: P% Perdarahan NOC.
Perdarahan berhenti
Pen#e!"-"n sir),"si
;akukan penilaian menyeluruh
tentang sirkulasi
Kriteri" -"si .
;uka sembuh kering, bebas pus,
tidak meluas
!+ tidak kurang dari 0= gr dl
;akukan pera$atan luka dengan
hati"hati dengan menekan daerah
luka dengan kassa steril dan tutup
dengan tehnik aseptik
%elola terapi sesuai order
D"ft"r P,st")"
rif, * 6et al.7, 62===7, Kapita Selekta Kedokteran, <disi 4, Cet 0, ,akarta . *edia esculapius
,ohnson >et al.?, 62===7, &ursing Outcomes Classification, second edition, +y *osby=@ear book. 3nc,
&e$ @ork
*anuaba, 60AAB7, Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & KB, ,akarta . <(C
*c Closkey C +uleheck, 60AA:7, Nursing Interventions Classification, second edition, +y *osby=@ear
book. 3nc, &e$ @ork
*ochtar, 5. 60AAB7, Sinopsis Obstetri, ,ilid 0, ,akarta . <(C
&anda, 2==0"2==2, Nursing iagnosis ! efinitions and Classification, Philadelphia, /#
#/!& %<P<5-'&
&y. # )<&(& PO#' C3#'O* OD533
3. 3dentitas %lien
&ama . &y. #
/sia . 48 th
lamat . *ojayan %laten 'engah
Pendidikan . 'amat #)
Pekerjaan . 3bu rumah tangga
#tatus perka$inan . %a$in
&o 5* . 989BEE
'gl *5# . 4 gustus 2==E
'gl pengkajian . E"A gustus 2==E
)iagnosa medis . Post operasi cistoma ovarii 333
C
33. #tatus kesehatan saat ini
%eluhan utama . klien masih merasa nyeri pada luka operasi, bergerak sedikit terasa sakit, klien
mengatakan tidak nafsu makan.
P . nyeri dikarenakan luka operasi
F . nyeri seperti di iris"iris
5 . di perut
# . skala nyeri :"E 60"0=7
' . nyeri terus menerus
333. 5i$ayat keluarga
&y. # dan adik kandungnya tinggal bersama suaminya di rumah mertuanya
(enogram .
3D. 5i$ayat kesehatan masa lalu
a. Penyakit yang pernah dialami . tidak pernah
b. %ecelakaan/operasi . tidak pernah, baru kali ini dioperasi
c. lergi . tidak ada
d. 3munisasi . Campak , ''
e. %ebiasaan yang merugikan . tidak ada
D. Pemeriksaan fisik
%eadaan umum . baik
++ . :8 kg '+ . 0:= cm
'anda vital . &adi . B8 G/menit #uhu badan . 4:,9
=
C
55 . 28 G/menit ') . 00=/E= mm!g
" %epala . +entuk normal, kebersihan baik, rambut hitam, lurus, panjang
" ;eher . 'idak ditemui adanya pembesaran kelenjar tiroid
" *ata . %onjungtiva tidak anemis, pupil reaksi baik
" 'elinga . +entuk normal, pendengaran baik
" 'horak . 'idak ditemui bunyi nafas tambahan, simetris
" bdomen . +ising usus 6H7, tampak ada luka post op panjang I09 cm vertical, terpasang draine
" <kstremitas . 'idak ditemui adanya oedema
" (enetalia . 'erpasang kateter
D3. %esehatan reproduksi
P
=

=
(angguan hubungan seksual . tidak ada
Pemahaman terhadap fungsi seksual . bagus
*asalah kebiasaan seksual yang dialami . tidak ada masalah, frekuensi 8 G/mgg
Pemeriksaan dan masalah payudara . "
Pemeriksaan dan keluhan genitalia . "
*enarche . umur 02 th
*enstruasi . siklus 4= hari, lama E hari
Pembedahan ginekologi . "
Pengaruh pembedahan pada kehidupan seksual . "
Pemeriksaan papsmear terakhir 6kapan,hasil7 . "
%eputihan . "
D33. Pemeriksaan penunjang
!ari/tgl/jam ,enis pemeriksaan !asil 3nterpretasi
#elasa, 40"E"2==E
#elasa, 40"E"2==E
,umJat, 4"B"2==E
0=.4=
,umJat, 4"B"2==E
=A.98
#elasa, E"B"2==E
0E.2=
5adiologi
/#(
%imia
;aboratorium
;aboratorium
Pulmo dan besar
cor dalam batas
normal
'ampak cistoma
ovarii kiri curiga
perlengketan
+un . E,: mg/dl
Crea . =,E: mg/dl
#' . 22,2 K;
;' . 0=,8 K;
(lbu . EB,2 mg/dl
/reum.0=,2: mg/dl
!(+ . 0=,: gr/dl
5+C . 8,09 juta/K
!C' . 44,8 L
-+C. E,E ribu/ K
P;' . 400 ribu/ K
!(+ . 0=,8 gr/dl
5+C . 4,A8 juta/K
!C' . 42,0 L
-+C. 02,= ribu/ K
P;' . 2:2.===/ K
&ormal
&ormal
&ormal
&ormal
5endah
5endah
5endah
&ormal
5endah
&ormal
&ormal
5endah
&ormal
5endah
'inggi
&ormal
D333. 'indakan *edis
'anggal :"B"2==E dilakukan operasi laparatomi debulking
Perdarahan I 9== ml
3M. 'erapi yang diperoleh
!ari/tgl ,enis terapi 5ute pemberian )osis
#enin,
:"B"2==E
CefotaGim
linamin
'ramal
%alnek
Dit C
*etronidazole
,alur 3 &aCl H petidin 3 H
ketorolac
3njeksi
3njeksi
3njeksi
3njeksi
3njeksi
3nfus
3nfus
2G0gr
4G29mg
4G9=mg
4G29=mg
2G0
4G9==mg
9== cc
#elasa,
E"B"2==E
5abu,
B"B"2==E
%amis,
A"B"2==E
,umJat
0="B"
2==E
)arah kolf 3
,alur 33 &aCl
,alur 33 5;
linamin
'ramal
%alnek
*etronidazole
,alur 3 &aCl
,alur 33 5;
)arah kolf 33
CefotaGim
linamin
'ramal
%alnek
*etronidazole
&aCl
CefotaGim
sam *efenamat
Diliron
CefadroGyl
sam *efenamat
Diliron
Fe
*etronidazole
5;
CefotaGim
CefadroGyl
sam *efenamat
Diliron
Fe
3nfus
3nfus
3nfus
3njeksi
3njeksi
3njeksi
3nfus
3nfus
3nfus
3nfus
3njeksi
3njeksi
3njeksi
3njeksi
3nfus
3nfus
3njeksi
Oral
Oral
Oral
Oral
Oral
Oral
3nfus
3nfus
3njeksi
Oral
Oral
Oral
Oral
29= cc
9== cc
9== cc
4G29mg
4G9=mg
4G29=mg
4G9==mg
9== cc
9== cc
29= cc
2G0 gr
4G29mg
4G9=mg
4G29=mg
4G9==mg
9== cc
2G0gr
4G9==mg
4G0
2G9==mg
4G9==mg
4G0
4G0
4G9==mg
9==cc
2G0gr
2G9==mg
4G9==mg
4G0
4G0
M. nalisa data
)' *#;! P<&@<++
)s . 3bu mengeluh masih merasa nyeri pada luka
operasi
)o . Pada abdomen tampak luka post operasi
dengan panjang kurang lebih 09 cm vertikal
&yeri akut
gen injuri fisik
6insisi pembedahan7
)s . %lien mengatakan tidak nafsu makan
)o . 'angan kanan dan kiri terpasang infus,
terpasang transfusi darah, terpasang kateter,
dan terpasang draine
5esiko defisit
volume cairan
%ehilangan darah yang
berlebihan selama
tindakan pembedahan
)s . %lien mengatakan kalau bergerak terasa
sakit
)o . %lien masih berbaring di tempat tidur
%erusakan
mobilitas di
tempat tidur
%elemahan fisik
)s . "
)o . %lien masih berbaring di tempat tidur,
tangan kanan dan kiri terpasang infus,
terpasang transfusi darah, terpasang kateter,
dan terpasang draine
)efisit
pera$atan diri
%elemahan fisik
)s . 3bu mengatakan ada luka operasi
diperutnya
)o . Pada abdomen tampak luka post operasi
dengan panjang kurang lebih 09 cm vertikal
5esiko infeksi 'indakan infasive,
insisi post pembedahan
)s . "
)o . Perdarahan I 9== ml
P% Perdarahan
M3. Prioritas masalah
0. &yeri akut berhubungan dengan agen injuri fisik 6insisi pembedahan7.
2. 5esiko defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan darah yang berlebihan selama
tindakan pembedahan.
4. %erusakan mobilitas di tempat tidur berhubungan dengan kelemahan fisik.
8. )efisit pera$atan diri berhubungan dengan kelemahan fisik.
9. 5esiko infeksi berhubungan dengan tindakan invasif, insisi post pembedahan.
:. P% Perdarahan
M33. suhan %epera$atan
No Di"!nos"
Ke*er"+"t"n
NOC NIC
0 &yeri akut
berhubungan
dengan agen
injuri 6insisi
pembedahan7
#etelah dilakukan pera$atan
selama 8G28 jam, nyeri pasien
berkurang dengan kriteria .
*ampu mengontrol nyeri 6tahu
penyebab nyeri, mampu
menggunakan tehnik
nonfarmakologi untuk
mengurangi nyeri, mencari
bantuan7
*elaporkan bah$a nyeri
berkurang dengan menggunakan
manajemen nyeri
-ajah rileks
*enyatakan rasa nyaman setelah
nyeri berkurang
M"n"!e$en Nyeri
%aji nyeri secara komprehensif
termasuk lokasi, karakteristik,
durasi, frekuensi, kualitas dan faktor
presipitasi
Observasi reaksi nonverbal dari
ketidaknyamanan
jarkan tentang teknik non
farmakologi, tehnik relaksasi
+erikan analgetik untuk mengurangi
nyeri
'ingkatkan istirahat
%olaborasikan dengan dokter jika
ada keluhan dan tindakan nyeri tidak
berhasil
*onitor penerimaan pasien tentang
manajemen nyeri
M"n"!e$en in!),n!"n
+atasi pengunjung
#ediakan tempat tidur yang nyaman
dan bersih
Perhatikan hygiene pasien untuk
menjaga kenyamanan
tur posisi pasien yang nyaman
2 5esiko defisit
volume cairan
#etelah dilakukan pera$atan
8G28 jam, volume cairan dalam
Fluid management
*onitor status hidrasi 6kelembaban
berhubungan
dengan
kehilangan
darah yang
berlebihan
selama tindakan
pembedahan.
tubuh pasien terpenuhi dengan
kriteria .
'ekanan darah, nadi, suhu tubuh
dalam batas normal
'idak ada tanda tanda dehidrasi,
<lastisitas turgor kulit baik,
membran mukosa lembab, tidak
ada rasa haus yang berlebihan
membran mukosa, nadi adekuat,
tekanan darah ortostatik7, jika
diperlukan
*onitor vital sign
*onitor masukan makanan/cairan
dan hitung intake kalori harian
*onitor infus
*onitor balance cairan
+erikan cairan
+erikan diuretik sesuai interuksi
)orong masukan oral
)orong keluarga untuk membantu
pasien makan
tur kemungkinan tranfusi
Persiapan untuk tranfusi
4 %erusakan
mobilitas di
tempat tidur
berhubungan
dengan
kelemahan fisik
#etelah diberikan pera$atan
8G28 jam, mobilitas di tempat
tidur terpenuhi dengan kriteria .
*elakukan rentang pergerakan
penuh seluruh sendi
%lien dapat miring kanan
maupun miring kiri
+erbalik sendiri di tempat tidur
%lien dapat duduk
Tin!)"t Mo/iit"s
%aji tingkat mobilitas klien secara
terus menerus
%aji kekuatan otot dan mobilitas
sendi
;atih rentang pergerakan aktif/pasif
untuk memperbaiki kekuatan dan
daya tahan otot
;atih tehnik membalik dan
memperbaiki kesejajaran tubuh
8 )efisit
pera$atan diri
berhubungan
dengan
kelemahan fisik.
#etelah diberikan pera$atan
8G28 jam , aktivitas hidup sehari"
hari terpenuhi dengan kriteria .
%lien terbebas dari bau badan
*enyatakan kenyamanan
terhadap kemampuan untuk
melakukan aktivitas hidup
sehari"hari
)apat melakukan aktivitas hidup
sehari"hari dengan bantuan
%ebutuhan eliminasi terpenuhi
M"n'i .
+erikan suhi air yang nyaman
%aji kemampuan mandi
Cuci rambut jika ingin dan perlu
*onitor kondisi kulit saat mandi
0"nt,"n *er"+"t"n 'iri . $"n'i1
)e/ersi-"n 'iri .
'empatkan alat mandi sesuai kondisi
klien
#ediakan alat mandi pribadi
)orong untuk malakukan secara
mandiri, tapi beri bantuan ketika
klien tidak mampu melakukannya.
jarkan keluarga untuk mendorong
kemandirian, untuk memberikan
bantuan hanya jika klien tidak
mampu untuk melakukannya.
0"nt,"n *er"+"t"n 'iri . toietin!
*onitor dan jaga privasi klien
selama eliminasi
+antu kebutuhan eliminasi klien
9 5esiko infeksi
berhubungan
dengan tindakan
invasif, insisi
post
pembedahan.
#etelah diberikan pera$atan
8G28 jam, klien dapat
mengontrol resiko dengan
kriteria .
%lien bebas dari tanda dan
gejala infeksi
*endeskripsikan proses
penularan penyakit, factor yang
mempengaruhi penularan serta
penatalaksanaannya,
*enunjukkan kemampuan untuk
mencegah timbulnya infeksi
*enunjukkan perilaku hidup
sehat
Kontro infe)si
Cuci tangan setiap sebelum dan
sesudah tindakan kepera$atan
(unakan sarung tangan sebagai alat
pelindung
Pertahankan lingkungan aseptik
selama pera$atan
+erikan terapi antibiotik bila perlu
Prote)si ter-"'"* infe)si
*onitor tanda dan gejala infeksi
sistemik dan lokal
3nspeksi kondisi luka / insisi bedah
)orong masukkan nutrisi yang
cukup
: P% Perdarahan #etelah diberikan pera$atan
8G28 jam, perdarahan berhenti
dengan kriteria .
;uka sembuh kering, bebas pus,
tidak meluas
!+ tidak kurang dari 0= gr dl
Pen#e!"-"n sir),"si
;akukan penilaian menyeluruh
tentang sirkulasi
;akukan pera$atan luka dengan
hati"hati dengan menekan daerah
luka dengan kassa steril dan tutup
dengan tehnik aseptik
%elola terapi sesuai order
CATATAN PERKEM0ANGAN
)G %epera$atan . &yeri berhubungan dengan agen injuri fisik 6insisi pembedahan7
T! I$*ee$ent"si E&","si
E"B"2==E
B"B"2==E
*embersihkan dan merapikan tempat
tidur
*engkaji nyeri secara komprehensif
termasuk lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
*engobservasi reaksi nonverbal dari
ketidaknyamanan
*engajarkan tentang teknik non
farmakologi, tehnik relaksasi
*enganjurkan untuk istirahat
*emberikan analgetik untuk mengurangi
nyeri
*emberikan posisi yang nyaman
*engkaji nyeri secara komprehensif
termasuk lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
*engobservasi reaksi nonverbal dari
ketidaknyamanan
*enganjurkan untuk melakukan tehnik
relaksasi
*emberikan analgetik untuk mengurangi
nyeri
*emberikan posisi yang nyaman
# . %lien mengatakan masih merasa
nyeri, skala nyeri :"E
O . %lien tampak meringis
&adi . B=G/mnt
#uhu . 4:,4
=
C
55 . 2=G/mnt
') . 02=/B= mm!g
P . nyeri dikarenakan luka operasi
F . nyeri seperti di iris"iris
5 . di perut
# . skala nyeri :"E 60"0=7
' . nyeri terus menerus
. *asalah belum teratasi
P . ;anjutkan intervensi
" %aji nyeri
" Observasi reaksi nonverbal
" njurkan untuk melakukan tehnik
relaksasi
" +erikan posisi yang nyaman
" +erikan analgetik untuk
mengurangi nyeri
# . %lien mengatakan masih merasa
nyeri, skala nyeri 9
O . %lien tampak meringis
&adi . B=G/mnt
#uhu . 4:
=
C
55 . 28G/mnt
') . 04=/E= mm!g
P . nyeri dikarenakan luka operasi
F . nyeri seperti di iris"iris
5 . di perut
# . skala nyeri 9 60"0=7
' . nyeri terus menerus
. *asalah teratasi sebagian
P . ;anjutkan intervensi
" %aji nyeri
" Observasi reaksi nonverbal
" njurkan untuk melakukan tehnik
relaksasi
" +erikan posisi yang nyaman
" +erikan analgetik untuk
mengurangi nyeri
A"B"2==E
0="B"2==E
*engkaji nyeri secara komprehensif
termasuk lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
*engobservasi reaksi nonverbal dari
ketidaknyamanan
*enganjurkan untuk melakukan tehnik
relaksasi
*emberikan analgetik untuk mengurangi
nyeri
*emberikan posisi yang nyaman
*engkaji nyeri secara komprehensif
termasuk lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
*engobservasi reaksi nonverbal dari
ketidaknyamanan
*enganjurkan untuk melakukan tehnik
relaksasi
*emberikan analgetik untuk mengurangi
nyeri
*emberikan posisi yang nyaman
# . %lien mengatakan masih merasa
nyeri, skala nyeri 4
O . %lien tampak meringis
&adi . B8G/mnt
#uhu . 4:,9
=
C
55 . 2=G/mnt
') . 04=/B= mm!g
P . nyeri dikarenakan luka operasi
F . nyeri seperti di iris"iris
5 . di perut
# . skala nyeri 4 60"0=7
' . nyeri bertahap
. *asalah teratasi sebagian
P . ;anjutkan intervensi
" %aji nyeri
" Observasi reaksi nonverbal
" njurkan untuk melakukan tehnik
relaksasi
" +erikan posisi yang nyaman
" +erikan analgetik untuk
mengurangi nyeri
# . %lien mengatakan masih merasa
nyeri, skala nyeri 4
O . %lien tampak meringis
&adi . B=G/mnt
#uhu . 4:,9
=
C
55 . 2=G/mnt
') . 02=/B= mm!g
P . nyeri dikarenakan luka operasi
F . nyeri seperti di iris"iris
5 . di perut
# . skala nyeri 4 60"0=7
' . nyeri terus menerus
. *asalah teratasi sebagian
P . ;anjutkan intervensi
" %aji nyeri
" Observasi reaksi nonverbal
" njurkan untuk melakukan tehnik
relaksasi
" +erikan posisi yang nyaman
" +erikan analgetik untuk
mengurangi nyeri
)G %epera$atan . 5esiko defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan darah yang berlebihan selama
tindakan pembedahan
T! I$*ee$ent"si E&","si
:"B"2==E
E"B"2==E
*emonitor status hidrasi 6kelembaban
membran mukosa, nadi adekuat, tekanan
darah ortostatik7, jika diperlukan
*emonitor vital sign
*emonitor infus
*emasang transfusi kolf 3
*emonitor balance cairan
*emonitor vital sign
*emonitor infus
*emasang transfusi kolf 33
*emonitor masukan makanan/cairan
*endorong masukan oral
*endorong keluarga untuk membantu
klien makan
# . "
O . 'angan kanan dan kiri terpasang
infus, terpasang kateter dan
draine,balance cairan N =
&adi . B8G/mnt
#uhu . 4:,9
=
C
55 . 28G/mnt
') . 00=/E= mm!g
. *asalah belum teratasi
P . ;anjutkan intervensi
" *onitor vital sign
" *onitor infus
" #iapkan darah kolf 33
" )orong masukan oral
" )orong keluarga untuk membantu
klien makan
# . %lien mengatakan tidak nafsu
makan
O . 'angan kanan dan kiri terpasang
infus, terpasang kateter dan
draine, makanan tidak habis
&adi . B=G/mnt
#uhu . 4:
=
C
55 . 28G/mnt
') . 04=/B= mm!g
. *asalah belum teratasi
P . ;anjutkan intervensi
" *onitor vital sign
" f infus
" *onitor infus
" #iapkan darah kolf 33
" *onitor masukan makanan/cairan
" )orong masukan oral
" )orong keluarga untuk membantu
klien makan
# . %lien mengatakan masih tidak
nafsu makan
O . 'angan kanan terpasang infus,
terpasang kateter dan draine,
makanan tidak habis
B"B"2==E
A"B"2==E
0="B"2==E
*emonitor vital sign
f infus
*emonitor infus
*emonitor masukan makanan/cairan
*endorong masukan oral
*endorong keluarga untuk membantu
klien makan
*emonitor vital sign
f infus
*emonitor masukan makanan/cairan
*endorong masukan oral
*endorong keluarga untuk membantu
klien makan
*emonitor vital sign
f draine dan kateter
*emonitor masukan makanan/cairan
*endorong masukan oral
*endorong keluarga untuk membantu
klien makan
&adi . B8G/mnt
#uhu . 4:,9
=
C
55 . 28G/mnt
') . 00=/E= mm!g
. *asalah belum teratasi
P . ;anjutkan intervensi
" *onitor vital sign
" f infus
" *onitor infus
" *onitor masukan makanan/cairan
" )orong masukan oral
" )orong keluarga untuk membantu
klien makan
# . %lien mengatakan masih tidak
nafsu makan
O . terpasang kateter dan draine,
makanan habis setengah
&adi . B8G/mnt
#uhu . 4:,9
=
C
55 . 2=G/mnt
') . 04=/B= mm!g
. *asalah teratasi sebagian
P . ;anjutkan intervensi
" *onitor vital sign
" f draine dan kateter
" *onitor masukan makanan/cairan
" )orong masukan oral
" )orong keluarga untuk membantu
klien makan
# . %lien mengatakan sudah nafsu
makan
O . *akanan habis
&adi . B=G/mnt
#uhu . 4:,9
=
C
55 . 2=G/mnt
') . 02=/B= mm!g
. *asalah teratasi
P . !entikan intervensi
)G %epera$atan . %erusakan mobilitas di tempat tidur berhubungan dengan kelemahan fisik
T! I$*ee$ent"si E&","si
E"B"2==E
B"B"2==E
A"B"2==E
0="B"2==E
*engkaji tingkat mobilitas klien secara
terus"menerus
*engkaji kekutan otot dan sendi
*elatih rentang pergerakan aktif/pasif
untuk memperbaiki kekuatan dan daya
tahan otot
*elatih tehnik miring kanan dan kiri dan
memperbaiki kesejajaran tubuh
*engkaji tingkat mobilitas klien secara
terus"menerus
*engkaji kekutan otot dan sendi
*elatih rentang pergerakan aktif/pasif
untuk memperbaiki kekuatan dan daya
tahan otot
*engkaji tingkat mobilitas klien secara
terus"menerus
*engkaji kekutan otot dan sendi
*elatih rentang pergerakan aktif/pasif
untuk memperbaiki kekuatan dan daya
tahan otot
*engkaji tingkat mobilitas klien secara
terus"menerus
*engkaji kekutan otot dan sendi
*elatih rentang pergerakan aktif/pasif
untuk memperbaiki kekuatan dan daya
tahan otot
# . %lien mengatakan masih pusing
O . %lien sudah bisa untuk miring
. *asalah teratasi sebagian
P . ;anjutkan intervensi
" %aji tingkat mobilitas klien
" %aji kekuatan otot dan sendi
" *elatih rentang pergerakan
aktif/pasif untuk memperbaiki
kekuatan dan daya tahan otot
" *elatih duduk
# . %lien mengatakan kalau duduk
kepalanya pusing
O . %lien bisa miring dan duduk
. *asalah teratasi sebagian
P . ;anjutkan intervensi
" %aji tingkat mobilitas klien
" %aji kekuatan otot dan sendi
" *elatih rentang pergerakan
aktif/pasif untuk memperbaiki
kekuatan dan daya tahan otot
" *elatih duduk
# . %lien mengatakan duduk cumin
sebentar
O . %lien sudah bisa duduk $alaupun
cumin sebentar
. *asalah teratasi sebagian
P . ;anjutkan intervensi
" %aji tingkat mobilitas klien
" %aji kekuatan otot dan sendi
" *elatih rentang pergerakan
aktif/pasif untuk memperbaiki
kekuatan dan daya tahan otot
# . %lien mengatakan sudah bisa
duduk di kursi
O . %lien duduk di kursi
. *asalah teratasi
P . !entikan intervensi
)G %epera$atan . )efisit pera$atan diri berhubungan kelemahan fisik
T! I$*ee$ent"si E&","si
B"B"2==E
A"B"2==E
0="B"2==E
M"n'i .
*emberikan suhi air yang nyaman
*emandikan klien
*encuci rambut klien
*emonitor kondisi kulit saat mandi
0"nt,"n *er"+"t"n 'iri . $"n'i1
)e/ersi-"n 'iri .
*enempatkan alat mandi sesuai kondisi
klien
*enyediakan alat mandi pribadi
*embantu untuk gosok gigi
M"n'i .
*emberikan suhi air yang nyaman
*engajarkan keluarga cara memandikan
klien di tempat tidur
*emonitor kondisi kulit saat mandi
0"nt,"n *er"+"t"n 'iri . $"n'i1
)e/ersi-"n 'iri .
*enyediakan alat mandi pribadi
M"n'i .
*emberikan suhi air yang nyaman
0"nt,"n *er"+"t"n 'iri . $"n'i1
)e/ersi-"n 'iri .
*engajarkan keluarga untuk mendorong
kemandirian, untuk memberikan bantuan
hanya jika klien tidak mampu untuk
melakukannya.
0"nt,"n *er"+"t"n 'iri . toietin!
*onitor dan jaga privasi klien selama
eliminasi
+antu kebutuhan eliminasi klien
# . %lien mengatakan badannya
terasa hangat
O . %lien tampak segar
. *asalah belum teratasi
P . ;anjutkan intervensi
" *onitor kondisi kulit saat mandi
" jarkan keluarga cara
memandikan klien di tempat tidur
# . %lien mengatakan badannya
terasa hangat dan segar
O . %lien tampak segar
. *asalah teratasi sebagian
P . ;anjutkan intervensi
" *engajarkan kepada keluarga
untuk mendorong kemandirian,
untuk memberikan bantuan hanya
jika klien tidak mampu untuk
melakukannya
# . %lien mengatakan dimandikan
oleh suaminya
O . %lien tampak senang
. *asalah teratasi sebagian
P . ;anjutkan intervensi
" )orong untuk malakukan secara
mandiri, tapi beri bantuan ketika
klien tidak mampu melakukannya
)G %epera$atan . 5esiko infeksi berhubungan dengan tindakan invasif, insisi post pembedahan
T! I$*ee$ent"si E&","si
A"B"2==E Kontro infe)si
*encuci tangan setiap sebelum dan
sesudah tindakan kepera$atan
*enggunakan sarung tangan sebagai alat
pelindung
*empertahankan lingkungan aseptik
selama pera$atan
Prote)si ter-"'"* infe)si
*emonitor tanda dan gejala infeksi
sistemik dan lokal
*elakukan medikasi 3
*enginspeksi kondisi luka / insisi bedah
*endorong masukkan nutrisi yang cukup
# . "
O . ,ahitan baik, tidak ada pus
. *asalah teratasi sebagian
P . ;anjutkan intervensi
" Cuci tangan setiap sebelum dan
sesudah tindakan kepera$atan
" (unakan sarung tangan sebagai
alat pelindung
" Pertahankan lingkungan aseptik
selama pera$atan
" *onitor tanda dan gejala infeksi
sistemik dan lokal
" ;akukan medikasi 33
" 3nspeksi kondisi luka / insisi
bedah
" )orong masukkan nutrisi yang
cukup
)G %epera$atan . P% Perdarahan
T! I$*ee$ent"si E&","si
A"B"2==E
*elakukan penilaian menyuluruh tentang
sirkulasi
*elakukan pera$atan luka dengan hati"
hati dengan menekan daerah luka dengan
kassa steril dan tutup dengan tehnik
aseptik
*engelola terapi sesuai order
# . "
O . ,ahitan baik, tidak ada pus
. *asalah teratasi sebagian
P . ;anjutkan intervensi
" ;akukan pera$atan
luka/medikasi 33
" %elola terapi sesuai order
)iposkan oleh 5izki %urniadi !ari #elasa, *aret =:, 2=02
%irimkan 3ni le$at <mail +log'hisO +erbagi ke '$itter +erbagi ke Facebook +agikan ke Pinterest