Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

PROTEIN DAN ASAM AMINO



Oleh:
Dhani Yanuar Pratama 111610101013


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS JEMBER
2011












I. Judul Praktikum
Protein dan asam amino.
II. Tujuan Praktikum
Praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui asam amino dan protein,
mengetahui pengaruh logam berat, logam alkali, dan logam transisi, mengetahui
pengaruh senyawa organik, mengetahui pengaruh asam basa.
III. Hasil Pengamatan
1. PERCOBAAN BIURET : PEREAKSI PROTEIN
NO. BAHAN PEREAKSI 1 PEREAKSI 2
1.
Albumin telur 2
mL
NaOH 1 M 1 mL Cu
2
SO
4
1 M 1mL
Hasil pengamatan
Tidak terbentuk endapan dan
bening
Terbentuk gumpalan / agar-
agar warna biru muda dan
larutan berwarna biru bening
2.
Glisin 2 mL NaOH 1 M 1 mL Cu
2
SO
4
1 M 1mL
Hasil pengamatan
Tidak terbentuk endapan dan
bening
Terbentuk warna biru muda
dan larutan keruh
3.
Alanin 2 mL NaOH 1 M 1 mL Cu
2
SO
4
1 M 1mL
Hasil pengamatan
Tidak terbentuk endapan dan
bening
Terbentuk endapan warna
biru muda kehijauan dan
larutan berwarna biru bening
4.
Tirosin 2 mL NaOH 1 M 1 mL Cu
2
SO
4
1 M 1mL
Hasil pengamatan
Tidak terbentuk endapan dan
bening
Terdapat sedikit endapan dan
larutan berwarna biru muda
5.
Aquades 2 mL NaOH 1 M 1 mL Cu
2
SO
4
1 M 1mL
Hasil pengamatan
Tidak terbentuk endapan dan
bening
Larutan berwarna biru
bening

2. PENGARUH ASAM DAN BASA TERHADAP PROTEIN (ALBUMIN) DAN
GLISIN
NO. BAHAN PEREAKSI 1 PEREAKSI 2 PEREAKSI 3 PEREAKSI 4
1.
Albumin 2
mL
HCl 0,1 M
0,25 mL
HCl 0,1 M
1mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Tetap bening Tetap bening Tetap bening Terbentuk
endapan
warna biru
muda dan
larutan
berwarna biru
tua
2.
Albumin 2
mL
Asam asetat
0,1 M 0,25
mL
Asam asetat
0,1 M 1 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Tetap bening Tetap bening Tetap bening Terbentuk
endapan
warna biru
dan larutan
berwarna biru
bening
3.
Albumin 2
mL
NaOH 0,1 M
0,25 mL
NaOH 0,1 M
1 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Tetap bening Tetap bening Tetap bening Terbentuk
endapan
warna biru
muda
keputihan,
bergelembung
dan larutan
berwarna biru
pekat
keunguan
4.
Glisin 2 mL
HCl 0,1 M
0,25 mL
HCl 0,1 M
1mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih
Warna tetap
jernih
Warna tetap
jernih
Terbentuk
endapan
warna biru
5.
Glisin 2 mL
Asam asetat
0,1 M 0,25
mL
Asam asetat
0,1 M 1 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih
Warna tetap
jernih
Warna tetap
jernih
Terbentuk
endapan
warna biru
hampir
bagian
6.
Glisin 2 mL
NaOH 0,1 M
0,25 mL
NaOH 0,1 M
1 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih
Warna tetap
jernih
Warna tetap
jernih
Terbentuk
endapan
warna biru
hampir
seluruh bagian

3. PENGARUH LOGAM (LOGAM ALKALI, LOGAM TRANSISI DAN LOGAM
BERAT)
NO. BAHAN PEREAKSI 1 PEREAKSI 2 PEREAKSI 3 PEREAKSI 4
1.
Albumin 2
mL
Larutan Mn
0,25 mL
Larutan Mn
0,50 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna lebih
jernih
Terbentuk
serabut dan
warna semakin
jernih
Berbuih,
warna menjadi
sawo matang
dan keruh
Terbentuk
endapan warna
hijau keruh
dan larutan
berwarna hijau
bening
2.
Albumin 2
mL
Larutan Mg
0,25 mL
Larutan Mg
0,50 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih
Warna lebih
jernih
Berbuih dan
larutan lebih
kental dan
keruh
Terbentuk
endapan warna
biru muda dan
larutan
berwarna biru
bening, kental
dan keruh
3.
Albumin 2
mL
Larutan Fe
0,25 mL
Larutan Fe
0,50 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Terbentuk
sabut-sabut
dan warna
kuning bening
Berbusa dan
warna menjadi
kuning pekat
Terbentuk
sabut-sabut
dan warna
menjadi hijau
keruh
Terbentuk
endapan warna
hijau tua dan
larutan
menjadi keruh
dan berwarna
hijau
4.
Albumin 2
mL
Larutan Ca
0,25 mL
Larutan Ca
0,50 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih
Terbentuk
sabut-sabut
dan warna
lebih jernih
Larutan
berwarna putih
keruh
Terbentuk
endapan warna
biru muda dan
larutan
berwarna biru
muda keruh
5.
Albumin 2
mL
Larutan Hg
0,25 mL
Larutan Hg
0,50 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna
menjadi putih
keruh
Warna
menjadi putih
keruh
Warna
menjadi
kuning telur
Terbentuk
endapan warna
hijau muda
6.
Albumin 2
mL
Larutan Pb
0,25 mL
Larutan Pb
0,50 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna
menjadi putih
keruh
Warna
menjadi putih
keruh
Warna
menjadi putih
agak keruh
Terbentuk
endapan warna
biru muda
7.
Glisin 2 mL
Larutan Mn
0,25 mL
Larutan Mn
0,50 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih
Warna tetap
jernih
Warna
menjadi
kuning keruh,
bagian atas
larutan
terdapat
butiran warna
cokelat
Terbentuk
endapan warna
biru, bagian
tengah warna
biru keruh dan
bagian atas
warna kuning
keruh
8. Glisin 2 mL
Larutan Mg
0,25 mL
Larutan Mg
0,50 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih
Warna tetap
jernih
Warna
menjadi agak
keruh
Terbentuk
endapan warna
biru dan
larutan
berwarna biru
bening
9.
Glisin 2 mL
Larutan Fe
0,25 mL
Larutan Fe
0,50 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna
menjadi
kuning
Warna
menjadi
kuning tua
kejinggaan
Terjadi
penggumpalan
warna cokelat
dan larutan
warna menjadi
jingga
Terbentuk
endapan biru
tua, larutan
berwarna biru
dan terdapat
cairan kental
warna cokelat
10
Glisin 2 mL
Larutan Ca
0,25 mL
Larutan Ca
0,50 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL

Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih(bening)
Warna tetap
jernih(bening)
Warna
menjadi putih
keruh
Terbentuk
endapan warna
biru muda dan
larutan
berwarna putih
keruh
11
Glisin 2 mL
Larutan Hg
0,25 mL
Larutan Hg
0,50 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL

Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih(bening)
Warna tetap
jernih(bening)
Warna tetap
jernih(bening)
Terbentuk
endapan
keputihan dan
larutan biru
muda
12
Glisin 2 mL
Larutan Pb
0,25 mL
Larutan Pb
0,50 mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL

Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih(bening)
Warna tetap
jernih(bening)
Warna
menjadi putih
keruh, terdapat
endapan putih,
dan lapisan
putih di tepi
permukaan
Terbentuk
endapan putih,
dan larutan
berwarna biru
muda.


4. PENGARUH SENYAWA ORGANIK
NO. BAHAN PEREAKSI 1 PEREAKSI 2 PEREAKSI 3 PEREAKSI 4
1.
Albumin 2
mL
Etanol 0,25
mL
Etanol 1mL NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih
Warna tetap
jernih
Berbusa,
warna tetap
Warna biru
keputihan,
terdapat
endapan
2.
Albumin 2
mL
Detergen 0,25
mL
Detergen 1
mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih
Warna
menjadi lebih
jernih dan
berbusa
Warna
menjadi
semakin
jernih
Terbentuk
endapan
warna biru
muda
3.
Albumin 2
mL
Vit. B 0,25
mL
Vit. B 1 mL NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna
menjadi
kuning
Warna
menjadi
kuning keruh
Warna
menjadi
kuning jernih
Terbentuk
endapan
warna hijau
muda
4.
Glisin 2 mL
Etanol 0,25
mL
Etanol 1mL NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih(bening)
Warna tetap
jernih(bening)
Warna tetap
jernih(bening)
namun
keadaan
tabung
menjadi
hangat
Terbentuk
endapan biru
muda dan
larutan warna
biru bening
5.
Glisin 2 mL
Detergen 0,25
mL
Detergen 1
mL
NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna tetap
jernih(bening)
dan berbusa
Warna tetap
jernih(bening)
dan berbusa
Warna tetap
jernih(bening)
dan berbusa
Terbentuk
endapan
bagian tengah
warna biru tua
dan bagian
bawah biru
muda, dan
larutan
berwarna biru
bening
6.
Glisin 2 mL
Vit. B 0,25
mL
Vit. B 1 mL NaOH 1 M 1
mL
Cu
2
SO
4
1 M
1mL
Hasil
pengamatan
Warna
menjadi
kuning bening
Warna bagian
atas menjadi
kuning tua
dan bagian
tengah dan
bawah kuning
bening
Warna
menjadi
kuning bening
Terbentuk
endapan
warna hijau-
biru, dan
larutan
berwarna
kuning di
bagian atas
dan bawah
warna biru
muda


IV. Pembahasan
1. PERCOBAAN BIURET : PEREAKSI PROTEIN
Pada percobaan biuret bahan larutan ditetesi oleh NaOH sebanyak 1ml kemudian
dilanjutkan dengan penetesan Cu SO sebanyak 1 ml. Jika bahan mengandung gugus
peptide atau merupakan asam amino, maka hasil reaksinya akan berubah menjadi
berwarna ungu. Pada percobaan ini terdapat lima bahan, yaitu: albumin, glisin, alanin,
tirosin dan aquades.
Kelima bahan tersebut tidak menunjukan perubahan saat diberi tetesan NaOH,
perubahan baru terjadi saat diberi tetesan kedua yaitu larutan Cu SO . Namun perubahan
yang terjadi berdasarkan pengamatan kami, kelima bahan tersebut semuanya berubah
warna menjadi biru muda, dan beberapa timbul endapan dengan warna berbeda.
Perubahan warna menjadi biru muda tersebut belum mendekati warna ungu. Sedangkan
aquades juga mengalami perubahan warna yang sama dengan glisin.
Sebenarnya pada pengetesan biuret, bahan-bahan seperti albumin, glisin, alanin dan
tirosin akan menghasilkan warna ungu. Hal ini karena keempatnya mengandung gugus
peptida, karena keempatnya merupakan protein / asam amino. Sementara untuk
pengetesan aquades, larutan trsebut tidak akan mengalami perubahan warna, karena tidak
mengandung gugus peptida, karena aquades bukan protein atau mengandung asam amino.
Sedangkan pada percobaan kami, aquades berubah warna dengan tingkat yang sama
dengan glisin. Dan tidak ada yang berubah warna menjadi ungu atau mendekati warna
ungu. Jadi pada percobaan yang kami lakukan, hasil pengamatannya berbeda berdasarkan
sifat dari albumin, glisin, alanin dan tirosin yang merupakan suatu protein / asam amino,
sehingga akan menghasilkan warna ungu dengan pengetesan biuret. Hal ini mungkin
karena kesalahan, yang disebabkan oleh kesalahan pada prosedur praktikum, misalnya
kesalahan pengamatan, pada saat mereaksikan larutan, atau pereaksi dan bahannya sudah
tercampur zat lain.
2. PENGARUH ASAM DAN BASA TERHADAP PROTEIN (ALBUMIN) DAN
GLISIN
Protein yang menggumpal atau mengendap merupakan salah satu ciri fisik dari
terdenaturasinya suatu protein. Terjadinya denaturasi pada protein ini dapat
disebabkan oleh faktor faktor di bawah ini :
1. Pengaruh Asam
Adanya ion H+ menyebabkan sebagian jembatan atau ikatan peptida putus.
Ion H+ akan bereaksi dengan gugus COO membentuk COOH sedangkan sisanya
(asam) akan berikatan dengan gugus amino membentuk ikatan, sehingga apabila
larutan peptida dalam keadaan isoelektris diberi asam akan menyebabkan
bertambahnya gugus bermuatan yang membentuk afinitas terhadap air dan kelarutan
air meningkat meskipun meskipun tidak selamanya begitu.
2.Pengaruh Basa
Pengaruh basa Penambahan basa misalnya KOH atau NaOH dapat
menyebabkan denaturasi. Hal ini karena terjadi pemecahan ikatan peptida baik
sebagian atau keseluruhan. Ion OH akan bereaksi dengan gugus amino.
Pada percobaan ini, antara albumin dan glisin menunjukkan hasil positif sesuai
dengan teori yang mana terbentuk endapan warna biru muda atau protein
terdenaturasi oleh larutan-larutan asam (HCl dan Asam Asetat) maupun larutan-
larutan basa (NaOH). Pada albumin dan glisin ini endapan yang terbentuk lebih cepat
dan banyak pada larutan basa dibandingkan dengan larutan asam.

3. PENGARUH LOGAM (LOGAM ALKALI, LOGAM TRANSISI DAN LOGAM
BERAT)
Berdasarkan hasil percobaan, setiap senyawa atau zat mempunyai kemampuan
mendenaturasi yang berbeda-beda. Pen-denaturasi yang paling kuat adalah sublimat
HgCl
2
dan Pb-Asetat. Dari saking kuatnya, denaturan tidak lagi dapat melakukan
renatutasi. Hal ini tampak pada sangat keruhnya larutan pada tabung albumin dan
glisin yang tercampur dengan larutan HgCl
2
dan Pb-Asetat. Sedangkan pada zat uji
lainya mengalami kekeruhan juga, tetapi tidak sekuat HgCl
2
dan Pb-Asetat. Karena
kemampuan denaturasinya kurang kuat.
Pengendapan dan penggumpalan yang ditimbulkan ini merupakan tanda
denaturasi asam amino. Pada albumin, Hg dan Pb langsung menimbulkan
pengendapan. Sedangkan pada glisin, Mn, Fe, dan Ca menimbulkan pengendapan.
Hal ini karena logam-logam tersebut dapat menyebabkan denaturasi pada asam
amino. Sedangkan logam yang menimbulkan denaturasi tersebut berbeda untuk
albumin dan glisin.
4. PENGARUH SENYAWA ORGANIK
Pada percobaan untuk mengetahui pengaruh senyawa organik pada glisin dan
albumin ini, keduanya pertama-tama direaksikan masing-masing oleh etanol, deterjen
dan vitamin B secara berbeda dengan volume 0,25 ml, kemudian ditambah sebanyak
1 ml. Kemudian dilanjutkan dengan penambahan NaOH sebanyak 1 ml, dan terakhir
ditambahkan Cu SO sebanyak 1ml.
Pada albumin pereaksian dengan etanol dan deterjen tidak menimbulkan
perubahan apa-apa, baik warna atau munculnya pengendapan. Sedangkan pada
pereaksian dengan vitamin B hanya menyebabkan warna berubah kuning. Endapan
baru terbentuk ketika ditambahkan dengan Cu SO yang dikarenakan denaturasi
karena volume pereaksi yang berlebihan.
Sedangkan pada glisin juga demikian, etanol dan deterjen tidak menimbulkan
perubahan apa-apa, hanya ketika penambahan vitamin B saja warna berubah kuning.
Dan endapan juga baru terbentuk setelah direaksikan dengan Cu SO .
V. Kesimpulan
Dari hasil percobaan diatas, dapat ditarik konklusi :
Protein dan asam amino memberikan reaksi yang bersifat khas, bukan hanya
bagi gugus amino dan gugus karboksil bebas, tetapi juga bagi gugus R yang
terkandung di dalamnya. Protein dapat bereaksi dengan pereaksi-pereaksi lain seperti
juga asam amino yang menjadi penyusunnya. Protein dapat mengendap atau
terdenaturasi oleh logam berat, garam-garam anorganik, rusaknya struktur tersier dan
kwartener, serta karena berada pada titik isolistriknya.
Untuk mengetahui kandungan yang ada di dalam protein seperti ikatan peptide
dapat dilakukan reaksi-reaksi spesifik.