Anda di halaman 1dari 22

UJI RANGKING

Oleh :
Nama : Pika Apriyance
NRP : 113020094
No Meja : 4 (Empat)
Kelompok : E
Tanggal Praktikum : 16 April 2014
Asisten : Nur Laila Shaumi




















LABORATORIUM UJI INDERAWI
JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2014
I PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai : (1) Latar Belakang, (2) Tujuan Percobaan,
(3) Prinsip Percobaan, dan (4) Aplikasi dalam Bidang Pangan.
1.1. Latar Belakang
Pengujian secara organoleptik mempunyai macam-macam cara. Cara
pengujian itu dapat digolongkan dalam beberapa kelompok. Cara pengujian yang
paling populer adalah kelompok pengujian pembedaan (defference tests),
Pengujian pemilihan (preference tests), pengujian skalar, dan pengujian deskripsi.
Uji skalar digunakan untuk pengawasan mutu (Soekarto, 1985).
Adanya penggunaan uji ranking, uji perjenjangan atau pengurutan ini maka
mutu produk dapat diketahui dan diurutkan. Produk kesukaan konsumen juga bisa
deketahui sehingga untuk selanjutnya jenis atau tingkat mutu produk inilah yang
dijadikan patokan dalam proses pembuatan suatu produk. Angka-angka atau nilai
hasil uji rangking yang dilakukan hanyalah nomor urut, tidak menyatakan besaran
skalar. Uji ini juga tidak menyatakan contoh pembanding sebagai komoditi yang
paling tinggi nilainya, tetapi hanyalah alat atau saran untuk pedoman dalam
membandingkan berbagai komoditi yang sama jenisnya sedangkan kualitasnya
berbeda (Endang, 2012).
Langkah-langkah pengujan yaitu kepada panelis disajikan sampel yang
disajikan secara satu persatu. Panelis diminta menilai sampel tersebut berdasarkan
(Kartika B. dkk., 1988).
Skala nilai yang digunakan dapat berupa nilai numerik dengan keterangan
verbalnya, atau keterangan verbalnya saja dengan kolom-kolom yang dapat diberi
tanda oleh panelis. Skala nilai dapat ditulis dalam arah vertikal atau horisontal.
Skala nilai yang digunakan dalam pengujian inderawi dapat berupa skala numeris,
skala grafis, skala standar, dan skala verbal. Namun yang sering digunakan adalah
skala numerik dengan deskripsi pemilihan kolom yang satu dalam grafis
(Kartika B. dkk., 1988).
1.2. Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan mempelajari uji rangking adalah untuk mengurutkan nilai
mutu suatu bahan atau produk dan untuk memilih sampel yang terbaik (superior)
dan menghilangkan sampel terjelek (inferior).
1.3. Prinsip Percobaan
Prinsip percobaan mempelajari uji ranking adalah berdasarkan pemberian
nilai atau ranking terhadap kesan dari sampel, dimana semakin tinggi nilai, maka
semakin rendah mutu produk.
1.4. Aplikasi dalam Bidang Pangan
Aplikasi uji rangking dalam industri pangan yaitu digunakan untuk
mengurutkan suatu intensitas, mutu produk, atau kesukaan konsumen, dalam
rangka memilih yang terbaik atau menghilangkan yang terjelek.




II BAHAN, ALAT, DAN METODE PERCOBAAN
Bab ini membahas mengenai : (1) Bahan-Bahan yang Digunakan,
(2) Alat-Alat yang Digunakan, dan (3) Metode Percobaan.
2.1. Bahan-Bahan yang Digunakan
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan mempelajari uji rangking
adalah Yoghurt strawberi dengan kode sampel 253 (Yoy yoghurt), 358 (Chimory),
417 (Yy yoghurt), 102 (bio kul).
2.2. Alat-Alat yang Digunakan
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan mempelajari uji rangking
adalah nampan, sloki, sendok, dan gelas.
2.3. Metode Percobaan
2.3.1. Deskripsi Percobaan
Disajikan empat sampel yoghurt strwberi yang berbeda merk, kemudian
diberikan nilai atau skor terhadap setiap sampel yang disajikan berdasarkan kesan
yang didapat. Atribut mutu yang dinilai adalah warna, aroma, rasa dan viskositas.
Makin tinggi nilai rank, makin rendah mutunya. Kemudian diberi skala penilaian
(1) Sangat baik, (2) Baik, (3) Tidak baik, dan (4) Sangat tidak baik. Tidak boleh
ada sampel yang mempunyai skala nilai yang sama.




2.3.2. Analisis Perhitungan
1) Kisaran Nilai
Berdasarkan tabel Five Percent Level-range total required for significance
(Kartika, dkk.,1988), misal jika terdapat 9 orang panelis dan 4 macam sampel,
maka kisaran nilanya adalah 15 30, dengan ketentuan sebagai berikut:
15 - 30 Sangat baik
Baik
Kurang baik

1. Jika nilainya < 15 Sangat Baik
2. Jika nilainya antara 15-30 Baik
3. Jika nilainya > 30 Kurang Baik
2) Transformasi
Data asli penilaian panelis dirubah menjadi data transformasi dengan rumus
melihat tabel statistical chart 6, dengan melihat banyaknya sampel.
3) Anava
Rumus-rumus yang digunakan untuk pengisian tabel Anava pada uji mutu
hedonik adalah sebagai berikut :
a. FK =



b. JKS =[

] FK
c.JKP= [

] - FK
d. JKT = [

] - FK
e. JKG = JKT JKP JKS
Ketentuan tabel anava :
a. Jika F Hitung > F Tabel pada taraf 5 % dan 1 %, maka diberi tanda ** (sangat
berbeda nyata).
b. Jika F Hitung > F Tabel pada taraf 5 %, tetapi F Hitung < F Tabel pada taraf 1
%, maka diberi tanda * (berbeda nyata).
c. Jika F Hitung < F Tabel pada taraf 5 % dan 1 %, maka diberi tanda tn
(tidak berbeda nyata).
4) Uji Lanjut Duncans
a. Nilai rata-rata diurutkan dari yang terkecil ke terbesar
b. Tentukan standar galat, S =



c. Tentukan SSR 5 %, pada tabel 8 (Buku Vincent)
d. Tentukan LSR 5 %, LSR = S x SSR 5%
e. Bandingkan perlakuan dengan LSR 5 %
f. Beri tanda * jika perlakuan > LSR 5 %
g. Beri tanda tn, jika perlakuan < LSR 5 %
h. Tabel perlakuan didapat dari selisih nilai rata-rata.


III HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini membahas mengenai: Hasil Pengamatan dan Pembahasan.

3.1. Hasil Pengamatan dan Pembahasan Uji Rangking
Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Rangking Aroma Yoghurt Strawberi
Sampel Rata-rata
Data Asli
Taraf Nyata
Merk Kode
Yoy yoghurti 253 3 -
Chimory 358 2 -
Yy yoghurt 417 3 -
Bio kul 102 2 -
(Sumber : Kelompok E, 2014).

Gambar 1. Grafik Uji Aroma Yoghurt Strawberi
Berdasarkan kisaran nilai dalam hal aroma dapat disimpulkan bahwa sampel
yoghurt strawberi dengan kode sampel 253 (Yoy yoghurt), 358 (Chimory), 417
(Yy yoghurt), 102 (bio kul) memiliki kualitas yang baik.
Berdasarkan tabel anava dapat diketahui F hitung < F tabel 5% dan 1% maka
diberi tanda tn (tidak berbeda nyata) sehingga dapat disimpulkan keempat sampel
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
Yoy Yoghurt Chimory Yy yoghurt Bio kul
Aroma Yoghurt Strawberi
tidak berbeda nyata dalam hal aroma yoghurt strawberi maka tidak dilakukan uji
lanjut Duncan.
Tabel 2. Hasil Pengamatan Uji Rangking Viskositas Yoghurt Strawberi
Sampel Rata-rata
Data Asli
Taraf Nyata
Merk Kode
Yoy yoghurti 253 2 -
Chimory 358 2,5 -
Yy yoghurt 417 2,12 -
Bio kul 102 3,37 -
(Sumber : Kelompok E, 2014).

Gambar 2. Grafik Uji Viskositas Yoghurt Strawberi
Berdasarkan kisaran nilai dalam hal warna merah muda dapat disimpulkan
bahwa sampel yoghurt strawberi dengan kode sampel 253 (Yoy yoghurt), 358
(Chimory), 417 (Yy yoghurt), 102 (bio kul) memiliki kualitas yang baik.
Berdasarkan tabel anava dapat diketahui F hitung < F tabel 5% dan 1% maka
diberi tanda tn (tidak berbeda nyata) sehingga dapat disimpulkan keempat sampel
tidak berbeda nyata dalam hal viskositas yoghurt strawberi maka tidak dilakukan
uji lanjut Duncan.
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
Yoy Yoghurt Chimory Yy yoghurt Bio kul
Viskositas Yoghurt Strawberi
Tabel 3. Hasil Pengamatan Uji Rangking Warna Merah Muda Yoghurt Strawberi
Sampel Rata-rata
Data Asli
Taraf Nyata
Merk Kode
Yoy yoghurti 253 2,87 a
Chimory 358 1,37 b
Yy yoghurt 417 2,25 c
Bio kul 102 3,5 d
(Sumber : Kelompok E, 2014).

Gambar 3. Grafik Uji Warna Merah Muda Yoghurt Strawberi
Berdasarkan kisaran nilai dalam hal viskositas dapat disimpulkan bahwa
sampel yoghurt strawberi dengan kode sampel 358 (Chimory) memiliki kualitas
sangat baik, 417 (Yy yoghurt) dan 253 (Yoy yoghurt) memiliki kualitas baik, dan
sampel 102 (bio kul) memiliki kualitas kurang baik.
Berdasarkan tabel anava dapat diketahui F hitung > F tabel 5% dan 1% maka
diberi tanda ** (sangat berbeda nyata) sehingga dapat disimpulkan keempat
sampel sangat berbeda nyata dalam hal warna merah muda yoghurt strawberi
maka harus dilakukan uji lanjut Duncan.
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
Yoy Yoghurt Chimory Yy yoghurt Bio kul
Warna Merah Muda Yoghurt Strawberi
Berdasarkan uji lanjut Duncans dalam hal warna merah muda yoghurt
strawberi dapat disimpulkan bahwa kode sampel 253 (Yoy yoghurt), 358
(Chimory), 417 (Yy yoghurt), 102 (bio kul) berbeda nyata dalam hal warna merah
muda.
Tabel 4. Hasil Pengamatan Uji Rangking Rasa Yoghurt Strawberi
Sampel Rata-rata
Data Asli
Taraf Nyata
Merk Kode
Yoy yoghurti 253 2,75 a
Chimory 358 1,38 ab
Yy yoghurt 417 2,25 bc
Bio kul 102 3,63 c
(Sumber : Kelompok E, 2014).

Gambar 4. Grafik Uji Rasa Yoghurt Strawberi
Berdasarkan kisaran nilai dalam hal rasa dapat disimpulkan bahwa sampel
yoghurt strawberi dengan kode sampel 358 (Chimory) memiliki kualitas sangat
baik, 417 (Yy yoghurt) dan 253 (Yoy yoghurt) memiliki kualitas baik, dan sampel
102 (bio kul) memiliki kualitas kurang baik.
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
3.5
4
Yoy Yoghurt Chimory Yy yoghurt Bio kul
Rasa Yoghurt Strawberi
Berdasarkan tabel anava dapat diketahui F hitung > F tabel 5% dan 1% maka
diberi tanda ** (sangat berbeda nyata) sehingga dapat disimpulkan keempat
sampel sangat berbeda nyata dalam hal warna merah muda yoghurt strawberi
maka harus dilakukan uji lanjut Duncan.
Berdasarkan uji lanjut Duncans dalam hal rasa yoghurt strawberi dapat
disimpulkan bahwa kode sampel 102 (bio kul) dan 253 (yoy yoghurt) tidak
berbeda nyata tetapi berbeda dengan 417 (yy yoghurt) dan 358 (chimory), sampel
kode 253 dan 417 tidak berbeda nyata tetapi berbeda nyata dengan sampel kode
102 dan 358, sampel kode 417 tidak berbeda nyata dengan sampel kode 253 tetapi
berbeda dengan kode 102 dan 253, sampel 358 tidak berbeda nyata dengan 417
tetapi berbeda nyata dengan 253 dan 102.
3.2 Pembahasan
Uji rangking digunakan untuk mengurutkan nilai mutu suatu bahan atau
produk. Dimana semakin rendah nilainya berarti semakin baik mutunya. Uji
rangking dapat menentukan kualitas suatu makanan berdasarkan kisaran nilai.
Data transformasi dalam uji rangking diperoleh dari tabel statistical chart 6.
Sedangkan uji skoring merupakan pengujian yang panelisnya diminta untuk
memberikan nilai atau skor pada bahan yang diuji. Dimana semakin tinggi
nilainya maka produk tersebut semakin baik.
Uji rangking dan skoring merupakan uji skalar, karena hasil pengujian oleh
panelis telah dinyatakan dalam besaran kesan dengan jarak (interval) tertentu
(Supriyatna, dkk, 2007).
Proses pengolahan data untuk uji ranking dibagi menjadi dua cara, yaitu
cara kisaran nilai dan cara statistik. Cara kisaran nilai untuk pemberian nilainya
mengacu pada Tabel Five Percent Level dalam Buku Bambang Kartika, dimana
kisaran nilai diperoleh dari jumlah sampel yang diujikan dan jumlah panelis yang
menguji. Untuk penilaian dengan nilai kurang dari kisaran nilai berarti mutu dari
sampel yang diujikan sangat baik, untuk penilaian yang berada pada kisaran nilai
berarti mutu sampel yang diujikan baik, dan sebaliknya kalau untuk penilaian
dengan nilai melebihi dari kisaran nilai berarti mutu sampel yang diujikan kurang
baik. Cara kedua yaitu cara statistik dimana untuk menghitung data transformasi
mengacu pada Statistical Chart 6 dalam Buku Bambang Kartika, dimana data
diperoleh dengan melihat jumlah sampel yang diujikan (Garpersz, 1995).
Perbedaan uji rangking dan uji mutu hedonik adalah dapat dilihat dari panelis
yang digunakan di uji rangking panelis yang tidak terlatih (untuk uji rangking
perbedaan) dan panelis terlatih (untuk uji rangking kesukaan) sedangkan pada uji
mutu hedonik adalah panelis konsumen karena dalam penilaian harus subjektif
dan digunakan panelis yang banyak yang mewakili keseluruhan konsumen, serta
pada skala penilaian jika di uji mutu hedonik nilai lebih tinggi maka sampel pada
uji rangking nilainya semakin jelek karena pada uji rangking penilaiannya objektif
sedangkan pada uji mutu hedonik penilaiannya secara subjektif.
Pemberian nilai pada uji ranking berbeda dengan pengujian pembedaan dan
penerimaan, pada uji ini semakin tinggi nilai yang diberikan oleh konsumen atau
panelis terhadap suatu produk, maka semakin rendah mutu produk tersebut.
Memproduksi bahan pangan sudah barang tentu hasil pengolahan harus sesuai
dengan apa yang dikendaki konsumen atau perdagangan. Kesesuaian ini dapat
menyangkut sifat-sifat bahan yang dinilai secara subyektif dan yang penilaiannya
dapat dikategorikan obyektif (Kartika, dkk., 1988).
Dilakukannya pengujian kisaran nilai bertujuan untuk menentukan bahan
atau produk mulai dari yang terbaik, baik juga agak baik.
Data asli adalah penilaian yang diberikan oleh panelis. Data asli ini harus
ditranformasikan karena ada uji kenormalan sehingga data tersebut dianggap tidak
normal seluruhnya dan untuk memperoleh data yang normal dengan cara analisis
statistik. Selain itu, data asli harus ditransformasikan terlebih dahulu karena
mengacu pada penggunaan perhitungan statistik.
Data transformasi uji ranking berbeda dengan data transfomasi hedonik. Data
transformasi hedonik cara penghitungannya menggunakan data asli sedangkan uji
ranking melihat dari tabel scores for ranked data sebagai acuan yang berhubungan
dengan jumlah sampel dan jumlah panelis. Pada uji hedonik panelis yang
digunakan adalah panelis tidak terlatih jumlahnya bisa mencapai 80 orang,
sedangkan dalam uji ranking panelis yang digunakan panelis terlatih dengan
jumlah maksimal 15 panelis (sesuai dengan yang tercantum pada tabel) sehingga
digunakan tabel scores for ranked data untuk data transformasi agar data menjadi
normal.
Ciri-ciri data tidak normal adalah data berada pada syarat 1-10 dan analisa
kimia 0-30% dan 70-100%. Cara membuat data tidak normal menjadi data normal
adalah dengan cara transformasi menggunakan rumus x0,5) atau dengan
rumus log (y + 1).
Tabel anava digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan pada
suatu produk dengan berbeda merk dilihat dari atribut yang akan dinilai. Uji lanjut
Duncans digunakan untuk mengetahui mutu dari suatu produk pangan, untuk
mengetahui perbedaan antara suatu produk dengan produk lainnya dan untuk
memperoleh tingkat kesukaan pada panelis.
Tabel anava terdapat dB sampel dan panelis dengan rumus sampel atau
panelis dikurangi satu, hal ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan dalam
perhitungan biasanya dikenal dengan istilah presisi. Dalam pengujian anava pada
sampel DB nya dikurangi 1 ini berfungsi untuk memilimalisir kesalahan dalam
perhitungan.
Panel konsumen bisa digunakan untuk uji rangking kesukaan tetapi untuk uji
rangking perbedaan tidak bisa. Karena uji rangking perbedaan menggunakan
panelis terlatih, karena panelis harus paham benar akan sifat yang dinilai
(Kartika B. dkk., 1988).








IV KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini akan membahas mengenai : (1) Kesimpulan dan (2) Saran.
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan kisaran nilai dalam hal aroma dapat disimpulkan bahwa sampel
yoghurt strawberi dengan kode sampel 253 (Yoy yoghurt), 358 (Chimory), 417
(Yy yoghurt), 102 (bio kul) memiliki kualitas yang baik.
Berdasarkan tabel anava dapat diketahui F hitung < F tabel 5% dan 1% maka
diberi tanda tn (tidak berbeda nyata) sehingga dapat disimpulkan keempat sampel
tidak berbeda nyata dalam hal aroma yoghurt strawberi maka tidak dilakukan uji
lanjut Duncan.
Berdasarkan kisaran nilai dalam hal warna merah muda dapat disimpulkan
bahwa sampel yoghurt strawberi dengan kode sampel 253 (Yoy yoghurt), 358
(Chimory), 417 (Yy yoghurt), 102 (bio kul) memiliki kualitas yang baik.
Berdasarkan tabel anava dapat diketahui F hitung < F tabel 5% dan 1% maka
diberi tanda tn (tidak berbeda nyata) sehingga dapat disimpulkan keempat sampel
tidak berbeda nyata dalam hal viskositas yoghurt strawberi maka tidak dilakukan
uji lanjut Duncan.
Berdasarkan kisaran nilai dalam hal viskositas dapat disimpulkan bahwa
sampel yoghurt strawberi dengan kode sampel 358 (Chimory) memiliki kualitas
sangat baik, 417 (Yy yoghurt) dan 253 (Yoy yoghurt) memiliki kualitas baik, dan
sampel 102 (bio kul) memiliki kualitas kurang baik.
Berdasarkan tabel anava dapat diketahui F hitung > F tabel 5% dan 1% maka
diberi tanda ** (sangat berbeda nyata) sehingga dapat disimpulkan keempat
sampel sangat berbeda nyata dalam hal warna merah muda yoghurt strawberi
maka harus dilakukan uji lanjut Duncan.
Berdasarkan uji lanjut Duncans dalam hal warna merah muda yoghurt
strawberi dapat disimpulkan bahwa kode sampel 253 (Yoy yoghurt), 358
(Chimory), 417 (Yy yoghurt), 102 (bio kul) berbeda nyata dalam hal warna merah
muda.
Berdasarkan kisaran nilai dalam hal rasa dapat disimpulkan bahwa sampel
yoghurt strawberi dengan kode sampel 358 (Chimory) memiliki kualitas sangat
baik, 417 (Yy yoghurt) dan 253 (Yoy yoghurt) memiliki kualitas baik, dan sampel
102 (bio kul) memiliki kualitas kurang baik.
Berdasarkan tabel anava dapat diketahui F hitung > F tabel 5% dan 1% maka
diberi tanda ** (sangat berbeda nyata) sehingga dapat disimpulkan keempat
sampel sangat berbeda nyata dalam hal warna merah muda yoghurt strawberi
maka harus dilakukan uji lanjut Duncan.
Berdasarkan uji lanjut Duncans dalam hal rasa yoghurt strawberi dapat
disimpulkan bahwa kode sampel 102 (bio kul) dan 253 (yoy yoghurt) tidak
berbeda nyata tetapi berbeda dengan 417 (yy yoghurt) dan 358 (chimory), sampel
kode 253 dan 417 tidak berbeda nyata tetapi berbeda nyata dengan sampel kode
102 dan 358, sampel kode 417 tidak berbeda nyata dengan sampel kode 253 tetapi
berbeda dengan kode 102 dan 253, sampel 358 tidak berbeda nyata dengan 417
tetapi berbeda nyata dengan 253 dan 102.
4.2 Saran
Sebaiknya dalam dalam melakukan percobaan harus dilakukan dengan baik
dan berkonsentrasi, agar didapat hasil percobaan yang akurat dan maksimal.
Selain itu dalam memberikan penilaian-penilaian harus berdasarkan pendapat
sendiri dan jangan terpengaruh dengan jawaban panelis lain.




















DAFTAR PUSTAKA

Endang, (2012), Uji Rangking, http://www.scribd.com/doc/51224028/Uji-
Ranking, Akses 23 April 2014.
Gaspersz, V., (1995). Teknik Analisis Dalam Penilaian Percobaan. Tarsito,
Bandung.
Kartika, B ; Hastuti, P dan Supartono, W, (1988), Pedoman Uji Inderawi Bahan
Pangan, Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Yogyakarta.
Soekarto T. Soewarno, (1985), Penilaian Organoleptik, Bharata Karya Aksara,
Jakarta.
Supriyatna, dkk, (2007), Uji Rangking,
http://www.scribd.com/doc/51224028/Uji-Ranking, Akses 23 April
2014.












LAMPIRAN
















LAMPIRAN PERTANYAAN DISKUSI MODUL
1. Panelis yang bagaimana yang terbaik untuk uji rangking, jelaskan pendapat
atau alasan anda!
Jawab : Panelis yang ahli dan terlatih karena pada uji rangking panelis diminta
memberikan rangking terhadap produk yang diuji tersebut, rangking
yang diberikan tidak berganda dan rangking yang terbaik menjadi
identitas produk yang baik sesuai mutunya, sehingga harus
menggunakan panelis yang benar-benar ahli agar tidak terjadi
kesalahan dan data yang didapat sesuai dengan yang seharusnya.
2. Nilai atau angka yang diberikan pada uji rangking tidak menyatakan suatu
besaran skala, apa maknanya menurut saudara dan jelaskan alasannya!
Jawab : Seperti halnya uji rangking yang pengujiannya menguji mutu suatu
produk dengan menilai berdasarkan nilai mutu produk, semakin tinggi
nilai yang diberikan maka semakin rendah mutu produk tersebut. Uji
rangking ini termasuk kedalam uji skalar. Tidak ada nilai berganda.
Lain halnya dengan uji skoring yang menetapkan nilai mutu sensorik
terhadap bahan yang diuji pada jenjang mutu atau tingkat skala
hedonik. Tingkat skala mutu uji skoring ini dapat dinyatakan dalam
ungkapan-ungkapan skala mutu yang sudah menjadi baku.


LAMPIRAN KUIS
1. Sebutkan kegunaan Uji Ranking pada industri pangan!
Jawab :
Untuk memilih produk terbaik dan menghilangkan produk terburuk
Untuk reformulasi produk
Untuk mengetahui proses pengolahan yang paling efektif
2. Jelaskan perbedaan Uji Skoring dengan Uji Ranking!
Jawab :
Uji Ranking dimana semakin tinggi nilai maka mutu semakin jelek dan nilai
tidak dapat diulang sehingga satu nilai untuk satu sampel
Uji Skoring dimana semakin tinggi nilai maka mutu semakin baik ddan nilai
yang diberikan boleh sama.
3. Sebutkan kekurangan dari Uji Ranking!
Jawab :
Mengabaikan jumlah atau tingkat perbedaan diantara contoh
Bila perbedaan kecil, peniai merasa mereka harus membedakan
contoh-contoh yang dianggap identic
Nilai rangking relative atau nilai dari data tidak dapat dibandingkan
dengan nilai yang sama dari data lain.
4. Sebutkan aplikasi Uji Skoring pada bidang pangan!
Jawab :
Menilai mutu bahan dan intensitas sifat tertentu
Mencari korelasi pengukuran suubjektif dan objektif dalam rangka
penentuan presisi pengukuran objektif (presisi alat)
5. Diketahui SSR 5% 3,01; 3,16; 3,25. Nilai rata-rata A 0,67; B 0; C 0,24; dan D
-0,91. Sy sebesar 0,25. Tentukan taraf nyata dan kesimpulannya!
Jawab :

SSR
5%
LSR
5%
Nilai Rata-
rata
Perlakuan Taraf
Nyata 5% 1 2 3 4
- - - 0.91 (D) - a
3.01 0.753 0 (B) 0.91
*
- b
3.16 0.790 0.24 (C) 1.15
*
0.24
tn
- b
3.25 0.813 0.667 (A) 1.58
*
0.67
tn
0.43
tn
- b

Kesimpulan : Berdasarkan tabel uji Duncan dapat diketahui bahwa sampel D
berbeda nyata dengan B, C, dan A serta sampel A, B, dan C tidak
berbeda nyata.